Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 April 2016

JUBAH

Oleh Hana Cherry Eliezer

● Jubah ●

Mari kita belajar tentang jubah, agar kita tahu mengapa kita mengenakannya & supaya kita memakainya DENGAN PENGERTIAN. Karena ada yang ajaib yang Tuhan sediakan dibalik jubah-jubah ini. Sebab membuat atau mengenakan jubah itu lebih dari sekedar bagus, lebih dari sekedar indah, mewah, berbahan mahal dsb. Sayangnya, masih banyak yang mengenakan jubah atau pakaian tanpa tahu TUJUAN dari pakaian/jubah tsb. Karena SETIAP DETAIL dari sebuah jubah/pakaian memiliki arti yang berbeda. Dan seperti halnya sidik jadi yg unik pada jari manusia, demikian sebuah jubah sifatnya PRIBADI, jubah milik seorang dengan yang lainnya memiliki keunikan & ciri khas yg orang lain tidak miliki pada jubahnya.

1. Jubah yang dikenakan adalah DEKLARASI IMAN.

Kejadian 3:21
Dan TUHAN Allah membuat PAKAIAN dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.

Kata 'kulit binatang' disini adalah kulit domba/bulu domba, bukan sembarang binatang. Tuhan mengenakan kulit domba kepada Adam & Hawa, karena Tuhan bernubuat & beriman bahwa suatu hari nanti, Dia akan mengutus Anak Domba Allah, yaitu PuteraNya sendiri, untuk menebus dosa dari manusia yang Dia ciptakan.

Contoh kedua:

Kejadian 37:3
Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat JUBAH yang maha indah bagi dia.

Di ayat tsb, jubah maha indah disebut juga 'tunic of many colors' (jubah dengan banyak warna). Di jaman itu, belum ada pewarna buatan seperti jaman sekarang. Mereka mendapatkan warna ungu dari sejenis kerang/siput porphura, warna merah dari ekstrak bunga dsb. Jadi, pakaian berwarna hanya dipakai oleh kaum bangsawan atau raja-raja. Rakyat hanya mengenakan pakaian 1 warna alamiah seperti warna coklat pada karung dsb.

Dengan Yakub membuat & memberikan jubah maha indah/berwarna-warni untuk Yusuf, ia mau berkata bahwa suatu hari nanti Yusuf akan menjadi seorang penguasa, bangsawan, raja. Dan ini sungguh terjadi:

Kejadian 41:40-41
Engkaulah menjadi kuasa atas istanaku, dan kepada perintahmu seluruh rakyatku akan taat; hanya takhta inilah kelebihanku dari padamu." Selanjutnya Firaun berkata kepada Yusuf: "Dengan ini aku melantik engkau menjadi KUASA atas seluruh tanah Mesir."

Kejadian 42:6
Sementara itu Yusuf telah menjadi MANGKUBUMI di negeri itu; dialah yang menjual gandum kepada seluruh rakyat negeri itu. Jadi ketika saudara-saudara Yusuf datang, kepadanyalah mereka menghadap dan sujud dengan mukanya sampai ke tanah.

Contoh ketiga:

1 Samuel 2:18-19
Adapun Samuel menjadi pelayan di hadapan Tuhan; ia masih anak-anak, yang tubuhnya berlilitkan BAJU EFOD DARI KAIN LENAN. Setiap tahun ibunya membuatkan dia JUBAH kecil dan membawa JUBAH ITU kepadanya, apabila ia bersama-sama suaminya pergi mempersembahkan korban sembelihan tahunan.

Hanya imam yg diperbolehkan memakai baju efod:

Keluaran 28:4
Inilah pakaian yang harus dibuat mereka: tutup dada, baju EFOD, gamis, kemeja yang ada raginya, serban dan ikat pinggang. Demikianlah mereka harus membuat pakaian kudus bagi Harun, abangmu, dan bagi anak-anaknya, supaya ia memegang jabatan IMAM bagi-Ku.

Ini adalah iman Hana, ibunya bahwa suatu hari nanti Samuel akan menjadi seorang imam. Padahal faktanya, Samuel berasal dari keturunan suku Efraim yang jelas tidak bisa menjadi imam karena bukan berasal dari suku Lewi. Tapi Samuel selain menjadi seorang nabi, juga menjadi imam:

1 Samuel 3:20
Maka tahulah seluruh Israel dari Dan sampai Bersyeba, bahwa kepada Samuel telah dipercayakan jabatan NABI Tuhan.

1 Samuel 13:10-13
Baru saja ia habis mempersembahkan korban bakaran, maka tampaklah Samuel datang. Saul pergi menyongsongnya untuk memberi salam kepadanya. Tetapi kata Samuel: "Apa yang telah kauperbuat?" Jawab Saul: "Karena aku melihat rakyat itu berserak-serak meninggalkan aku dan engkau tidak datang pada waktu yang telah ditentukan, padahal orang Filistin telah berkumpul di Mikhmas, maka pikirku: Sebentar lagi orang Filistin akan menyerang aku di Gilgal, padahal aku belum memohonkan belas kasihan TUHAN; sebab itu aku memberanikan diri, lalu mempersembahkan korban bakaran." Kata Samuel kepada Saul: "Perbuatanmu itu bodoh. Engkau tidak mengikuti perintah TUHAN, Allahmu, yang diperintahkan-Nya kepadamu; sebab sedianya TUHAN mengokohkan kerajaanmu atas orang Israel untuk selama-lamanya.

2. Jubah yang kita kenakan menunjukkan SIAPA kita di hadapan Tuhan & manusia.

Hal pertama yang saya tanyakan ke seseorang yang meminta dibuatkan/digambarkan sebuah jubah adalah: 'Bapak/ibu tahu siapakah Anda di hadapan Tuhan?' Atau: 'Menurut bapak/ibu, apa destiny nya?'

Pernah mendengar kata: 'You are what you wear' atau 'Engkau adalah apa yang engkau kenakan'? Bukankah kita tahu seseorang adalah seorang dokter dari pakaiannya yang berjas putih dsb. Kita tahu dia adalah seorang tentara dari pakaiannya yang loreng itu. Seorang polisi yg hendak mengatur lalu lintas tapi tidak berpakaian polisi, maka tidak akan ada mobil yang mentaati nya bukan?
Bahkan di jaman dahulu, orang kusta pun harus mengenakan pakaian kusta supaya orang lain tahu siapa dia dan tidak mendekat:

Imamat 13:45
Orang yang sakit kusta harus BERPAKAIAN yang cabik-cabik, rambutnya terurai dan lagi ia harus menutupi mukanya sambil berseru-seru: Najis! Najis!

Seorang janda pun harus mengenakan jubah/pakaian khusus yang menunjukkan siapa dia: seorang janda.

Kejadian 38:13-14
Ketika dikabarkan kepada Tamar: "Bapa mertuamu sedang di jalan ke Timna untuk menggunting bulu domba-dombanya," maka ditanggalkannyalah PAKAIAN KEJANDAANNYA, ia bertelekung dan berselubung, lalu pergi duduk di pintu masuk ke Enaim yang di jalan ke Timna, karena dilihatnya, bahwa Syela telah menjadi besar, dan dia tidak diberikan juga kepada Syela itu untuk menjadi isterinya.

Begitu pula seorang anak raja atau bangsawan:

2 Samuel 13:18
Gadis itu memakai BAJU kurung yang maha indah; sebab demikianlah puteri-puteri raja yang masih perawan BERPAKAIANKAN baju kurung panjang. Kemudian pelayan itu menyuruh dia keluar, lalu mengunci pintu di belakangnya.

Dan raja Ahasyweros hendak menunjukkan kepada rakyat, SIAPA Mordekhai di hadapannya -> orang yang dihormati raja.

Ester 6:7-8, 10-11
Oleh karena itu jawab Haman kepada raja: "Mengenai orang yang raja berkenan menghormatinya, hendaklah diambil PAKAIAN kerajaan yang biasa dipakai oleh raja sendiri, dan lagi kuda yang biasa dikendarai oleh raja sendiri dan yang diberi mahkota kerajaan di kepalanya, Maka titah raja kepada Haman: "Segera ambillah PAKAIAN dan kuda itu, seperti yang kaukatakan itu, dan lakukanlah demikian kepada Mordekhai, orang Yahudi, yang duduk di pintu gerbang istana. Sepatah kata pun janganlah kaulalaikan dari pada segala yang kaukatakan itu." Lalu Haman mengambil pakaian dan kuda itu, dan dikenakannya PAKAIAN itu kepada Mordekhai, kemudian diaraknya Mordekhai melalui lapangan kota itu, sedang ia menyerukan di depannya: "Beginilah dilakukan kepada ORANG YANG RAJA BERKENAN MENGHORMATINYA."

Jadi mari mengenakan pakaian yg menggambarkan siapa kita di hadapan Allah.

3. Jubah yang dipakai adalah gambaran dari PANGGILAN kita.

1 Raja-raja 19:19-20
Setelah Elia pergi dari sana, ia bertemu dengan Elisa bin Safat yang sedang membajak dengan dua belas pasang lembu, sedang ia sendiri mengemudikan yang kedua belas. Ketika Elia lalu dari dekatnya, ia melemparkan JUBAH nya kepadanya. Lalu Elisa meninggalkan lembu itu dan berlari mengikuti Elia, katanya: "Biarkanlah aku mencium ayahku dan ibuku dahulu, lalu aku akan mengikuti engkau." Jawabnya kepadanya: "Baiklah, pulang dahulu, dan ingatlah apa yang telah kuperbuat kepadamu."

Dan Elisa terpanggil menjadi nabi:

2 Raja-raja 3:11
Tetapi bertanyalah Yosafat: "Tidak adakah di sini seorang NABI Tuhan, supaya dengan perantaraannya kita meminta petunjuk Tuhan?" Lalu salah seorang pegawai raja Israel menjawab, katanya: "Di sini ada ELISA bin Safat, yang dahulu melayani Elia."

Contoh kedua adalah Yohanes Pembaptis yg memakai JUBAH bulu unta:

Matius 3:4
Yohanes memakai JUBAH BULU UNTA dan IKAT PINGGANG KULIT, dan makanannya belalang dan madu hutan.

Selain Yohanes Pembaptis, yang memakai jubah bulu unta adalah nabi Elia:

2 Raja-raja 1:8
Jawab mereka kepadanya: "Seorang yang memakai PAKAIAN BULU (unta; menurut bahasa asli) dan IKAT PINGGANG KULIT terikat pada pinggangnya." Maka berkatalah ia: "Itu Elia, orang Tisbe!"

Jauh sebelum Yohanes Pembaptis dilahirkan, malaikat Gabriel telah datang kepada Zakharia, ayahnya untuk menyampaikan PANGGILAN daripada Yohanes Pembaptis yaitu seperti nabi Elia:

Lukas 1:16-17
Ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka,
dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa ELIA untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.

4. Jubah yang dikenakan menunjukkan suatu JABATAN tertentu.

Yesaya 22:15, 19-21
Beginilah firman Tuhan, TUHAN semesta alam: "Mari, pergilah kepada kepala istana ini, kepada Sebna yang mengurus istana, dan katakan:
Aku akan melemparkan engkau dari JABATAN mu, dan dari pangkatmu engkau akan dijatuhkan. Maka pada waktu itu Aku akan memanggil hamba-Ku, Elyakim bin Hilkia: Aku akan mengenakan JUBAH mu kepadanya dan ikat pinggangmu akan Kuikatkan kepadanya, dan kekuasaanmu akan Kuberikan ke tangannya; maka ia akan menjadi bapa bagi penduduk Yerusalem dan bagi kaum Yehuda.

Keluaran 28:4
Inilah pakaian yang harus dibuat mereka: tutup dada, baju efod, gamis, kemeja yang ada raginya, serban dan ikat pinggang. Demikianlah mereka harus membuat pakaian kudus bagi Harun, abangmu, dan bagi anak-anaknya, supaya ia memegang JABATAN imam bagi-Ku.

Apa yang membedakan antara destiny, panggilan & jabatan? Ketiga hal ini saling berkaitan & tidak dapat dipisahkan, tapi bedanya adalah; JABATAN membuat orang memiliki OTORITAS.

Sebutlah pak Ahok. Beliau adalah seorang warga negara Indonesia, beliau memiliki hak-hak yang dimiliki warga negara Indo lainnya, seperti berhak nyoblos pemilu, berhak membeli rumah dsb di Indo. Tapi sebagai seorang PENJABAT, beliau memiliki OTORITAS untuk mengatur kota Jakarta, menyuruh Pemkot Jakarta untuk melakukan sesuatu dsb. Orang lain yg tidak menjabat, tidak memilikinya.

5. Jubah yang dikenakan MENGUBAH NASIB pemakainya.

Yesaya 61:10
Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan PAKAIAN keselamatan kepadaku dan MENYELUBUNGI aku dengan JUBAH kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya.

Keselamatan & kebenaran tidak pernah muncul dan datang dari kita, tapi Tuhan yang memberikan. Mengapa tidak dikatakan: hiasan kepala keselamatan atau kasut kebenaran? Sebab hanya JUBAH atau PAKAIAN yang dapat menutupi seluruh badan, tidak hanya menutupi kaki atau kepala atau bagian tertentu saja. Tuhan ingin MENUTUP, MEMBUNGKUS, MENYELUBUNGI SELURUH hidup kita dengan keselamatan dan kebenaranNya, tidak hanya di bagian tertentu dari hidup kita.
Bahkan, jubah dapat MENGUBAH STATUS seseorang:

Lukas 15:22
Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari JUBAH yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.

Dalam bahasa aslinya, kata 'jubah' di sini adalah 'stolē' yg berarti: pakaian yg melambangkan kebesaran, hanya dipakai oleh raja, imam dan bangsawan.
Saat anak yg terhilang ini keluar dari rumahnya, menghamburkan warisan ayahnya hingga melarat dan menjadikan dirinya seorang hamba, anak ini 'kehilangan' statusnya sebagai anak. Hingga ia hendak berkata ia tidak lagi layak disebut anak, mau jadi hamba saja.
Tapi bapanya memberi status yg baru kepada anak yg hilang ini dengan mengenakan jubah kebesaran yg menunjukkan bahwa ia adalah seorang bangsawan, tidak hanya meneguhkan kembali status nya sebagai anak, tapi lebih mulia lagi: seorang bangsawan. Di jaman itu, pakaian yg dikenakan tidak hanya untuk menutupi tubuh seperti fungsi pakaian di jaman moderen. Tapi menunjukkan status seseorang, apakah ia orang terpandang atau tidak.

Sebelum anak ini terhilang, dia memang tetap anak bapanya, tapi bapa nya tidak memberikan jubah kebesaran kepadanya, hanya jubah biasa yg dipakai orang kaya, bukan jubah kebesaran.
Mungkin dahulu keadaan kita tdk baik, penuh dosa. Betul bahwa Tuhan Yesus sudah menebus dosa kita. Tapi bahkan Tuhan mendadani & menghiasi kita dengan memberi jubah demi jubah yg baru.

Sekarang kita akan masuk kepada pengertian SETIAP BAGIAN dari jubah yang mengandung pengertian yg ajaib:

1. Kerah

Kerah di bagian jubah melambangkan KEPEMIMPINAN.
Apa dasar firmanNya?

Yosua 10:22-24
Kemudian berkatalah Yosua: "Bukalah mulut gua dan keluarkanlah kelima raja itu dari dalam dan bawa kepadaku." Dilakukan oranglah demikian, kelima raja itu dikeluarkan dari gua itu dan dibawa kepadanya: raja Yerusalem, raja Hebron, raja Yarmut, raja Lakhis dan raja Eglon. Setelah raja-raja itu dikeluarkan dan dibawa kepada Yosua, maka Yosua pun memanggil semua orang Israel berkumpul dan berkata kepada para panglima tentara, yang ikut berperang bersama-sama dengan dia: "Marilah dekat, taruhlah kakimu ke atas TENGKUK raja-raja ini." Maka datanglah mereka dekat dan menaruh kakinya ke atas TENGKUK raja-raja itu.

Bukankah raja2 ini sudah ditangkap dan otomatis dinyatakan kalah perang? Ternyata belum sepenuhnya sah secara legal. Sebab itulah Joshua memanggil pasukan dan panglima tentara untuk meletakkan kaki mereka ke atas tengkuk/leher belakang raja2 ini sebagai lambang raja2 ini SUDAH DITAKLUKKAN. Saat PEMIMPIN suatu kota/ daerah/bangsa ditaklukkan, maka seluruh kota/daerah/bangsa tsb ditaklukkan.

TENGKUK adalah bagian dari leher. Kerah adalah bagian dari baju untuk leher. Oleh sebab itu, kerah di bagian jubah melambangkan KEPEMIMPINAN.

Roma 16:4
Mereka telah mempertaruhkan NYAWA NYA untuk hidupku. Kepada mereka bukan aku saja yang berterima kasih, tetapi juga semua jemaat bukan Yahudi.

Di terjemahan lain:

Romans 16:4
Who have for my life laid down their own NECKs: unto whom not only I give thanks, but also all the churches of the Gentiles.

Neck = leher.

Mengapa tidak disebutkan 'Mereka telah meletakkan kepala mereka?' Karena kepala adalah Kristus sendiri. Sedangkan pemimpin2 adalah leher yg menopang pekerjaanNya di dunia ini.

Kepemimpinan macam apa yg Tuhan mau ada dalam hidup saudara? Itu dapat diwujudkan dalam kerah jubah saudara. Bukan kepemimpinan yg kaku, angkuh dsb.

2. Pundak/bahu

Pundak/bahu di bagian jubah melambangkan KEKUATAN MENANGGUNG BEBAN & TANGGUNG JAWAB.

Apa dasar firmanNya?

Keluaran 28:9-10, 12
Haruslah kauambil dua permata krisopras dan mengukirkan nama para anak Israel pada permata itu, enam dari nama mereka itu pada permata yang pertama dan keenam nama lagi pada permata yang kedua, menurut urutan kelahirannya. Kemudian haruslah kautaruh kedua permata itu pada kedua tutup BAHU baju efod sebagai permata peringatan untuk mengingat orang Israel; maka ke hadapan Tuhan haruslah Harun membawa nama mereka di atas kedua tutup BAHUnya menjadi tanda peringatan.

Mengapa kedua permata yg terukir nama 12 suku Israel ini diletakkan di bahu imam besar? Sebab Tuhan telah memutuskan bahwa adalah TANGGUNG JAWAB imam besar untuk MENANGGUNG bangsa Israel & bertanggung jawab menjadi pendamai bagi bangsa itu.

Bilangan 7:9
Tetapi kepada bani Kehat tidak diberikannya apa-apa, karena pekerjaan mereka ialah mengurus barang-barang kudus, yang harus diangkat di atas BAHUnya.

Mengapa tidak diperbolehkan bani Kehat mengangkut barang2 kudus dengan digotong atau dijinjing dsb nya? Sebab sudah menjadi TUGAS, TANGGUNG JAWAB, pekerjaan & panggilan bani Kehat untuk mengurus barang-barang kudus Tuhan.
Pernah dengar: 'Memikul tanggung jawab'? Diperlukan bahu atau pundak untuk memikul.

Bilangan 11:14
Aku seorang diri tidak dapat MEMIKUL TANGGUNG JAWAB atas seluruh bangsa ini, sebab terlalu berat bagiku.

Ulangan 1:12
Tetapi bagaimana seorang diri aku dapat MEMIKUL TANGGUNG JAWAB atas kesusahanmu, atas BEBANmu dan perkaramu?

Matius 8:17
Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Dialah yang MEMIKUL kelemahan kita dan MENANGGUNG penyakit kita."

Bagaimana dengan 'tanda pangkat' yang ditunjukkan di bahu jubah? Di dunia militer, selain di dada, kepangkatan memang juga ditunjukkan di pundak/bahu. Secara pribadi, saya tidak berani meletakkan tanda pangkat seperti bintang (daud) di pundak/bahu, sebab di saat yg sama, si pemakai jubah tsb sedang mendeklarasikan dirinya bahwa ia adalah seorang jenderal berbintang. Biarlah pengakuan & peninggian datangnya dari Tuhan sendiri. Dan saya percaya, Tuhan memilki cara2Nya sendiri dalam meninggikan hambaNya. Dan lagi:

Amsal 27:2
Biarlah orang lain memuji engkau dan bukan mulutmu, orang yang tidak kaukenal dan bukan bibirmu sendiri.

Alasan lain.... dengan meletakkan tanda pangkat berupa bintang (daud) di bahu yg menunjukkan si pemakai jubah adalah seorang jenderal berbintang, iblis akan menuntut dan menampi orang tsb sebagai seorang jenderal.

Sanggupkah bersikap, berlaku dan hidup seperti seorang jenderal setiap saat? Kalaupun betul Tuhan menyatakan/mewahyukan kepada orang tsb bahwa ia adalah seorang jenderal, secara pribadi saya menyarankan biarlah itu menjadi rahasia org tsb dan Tuhan. Saya sudah melihat banyak jenderal2 besar dan tidak ada satupun dari beliau2 yg menunjukkan kepangkatan mereka di bahu mereka, sebab bukan kepangkatan yg menjadi perhatian mereka, melainkan pengenalan akan Tuhan & perkenananNya, dan bagaimana menyelesaikan TANGGUNG JAWAB yg Tuhan percayakan dalam hidup mereka.

3. Lengan

Lengan di bagian jubah melambangkan KEKUATAN, seperti tertulis di Alkitab:

Ulangan 9:29
Bukankah mereka itu umat milik-Mu sendiri, yang Kaubawa keluar dengan KEKUATAN-Mu yang besar dan dengan LENGAN-Mu yang teracung?"

Mazmur 89:11
Engkaulah yang meremukkan Rahab seperti orang terbunuh, dengan LENGAN-Mu yang KUAT Engkau telah mencerai-beraikan musuh-Mu.

Yeremia 32:17
Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya, Engkaulah yang telah menjadikan langit dan bumi dengan KEKUATAN-Mu yang besar dan dengan LENGAN-Mu yang terentang. Tiada suatu apa pun yang mustahil untuk-Mu!

2 Samuel 22:33-35
Allah, Dialah yang menjadi tempat pengungsianku yang kuat dan membuat jalanku rata; yang membuat kakiku seperti kaki rusa dan membuat aku berdiri di bukit;
yang mengajar tanganku berperang, sehingga LENGANku dapat melengkungkan busur tembaga.

Diperlukan KEKUATAN untuk melengkungkan busur yang terbuat dari tembaga.
Bukankah dalam struktur tubuh manusia, lengan adalah bagian dimana saat manusia latihan beban, menjadi kuat? Latihan angkat dumbell itu memperkuat otot LENGAN.

Apa itu kekuatan? Kekuatan bukanlah sekedar power hebat seperti yang ada di benak kita. Karena sumber kekuatan itu adalah Tuhan sendiri, sebab itu kekuatan yg dimaksud di sini adalah:

* kapasitas melakukan dengan efektif.
* jumlah kerja yg dapat diselesaikan dalam waktu tertentu..

Mari perhatikan kata: EFEKTIF dan KERJA YANG DAPAT DISELESAIKAN dlm waktu tertentu. Banyak yang bekerja sampai 'membanting tulang', atau 'memeras keringat' dan sebagainya. Tapi pekerjaan yang dilakukan TIDAK EFEKTIF sehingga hasilnya pun tidak maksimal. Bukankah di akhir daripada akhir jaman ini KITA HARUS SANGAT EFEKTIF?

-> Apa yang menjadi kekuatan dalam hidupmu dan saudara mau itu dinyatakan dalam jubah? <-

Misal ada yang mengerti bahwa kekuatan yang Tuhan sudah berikan atau mau ada dalam hidupnya adalah kelembutan. Menjadi lemah lembut adalah kekuatannya. Jadi, pergunakanlah warna merah muda di lengan.

Atau mungkin ada yang mendapat perintah dariNya untuk mendeklarasikan bahwa Tuhan memberikan cinta sebagai kekuatan di dalam dirinya, sehingga cinta berupa motif hati atau warna merah dapat diwujudkan di bagian lengan jubah.

4. Manset/tangan

Tangan di bagian jubah melambangkan KEKUATAN BEKERJA, HASIL PERBUATAN, HASIL PEKERJAAN.

Apa dasar firmannya?

Mazmur 128:2
Apabila engkau memakan HASIL jerih payah TANGANmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!

Amsal 31:16
Ia membeli sebuah ladang yang diingininya, dan dari HASIL TANGANnya kebun anggur ditanaminya.

-> HASIL yang seperti apa yang saudara tahu menjadi destiny/panggilan hidupmu yang saudara mau dideklarasikan lewat jubahmu? <-

-> Atau faktor apakah yg saudara tahu Tuhan mau saudara miliki agar saudara MENGHASILKAN, agar saudara BERHASIL dalam pekerjaan tanganmu? Apakah diperlukan KETEPATAN maka menggunakan ANAK PANAH yg adalah lambang ketepatan? Apakah diperlukan PASSION maka menggunakan API? <-

Apakah adalah menjadi bagian/jatahmu untuk menjarah jiwa-jiwa bagiNya? Atau membawa masuk kekayaan bagi pekerjaan Tuhan? Ini semua dapat diwujudkan ke dalam jubah.

Ada amat sangat banyak detail warna, bentuk, corak maupun variasi yang ada di sekeliling kita untuk digunakan menjadi bagian jubah kita. Tapi diperlukan KETEPATAN dan KETAATAN untuk mewujudkannya. Alangkah luar biasanya jika kita mengenakan jubah DALAM KETEPATAN. Sebab itu, SELALU TANYA TUHAN untuk setiap detail jubah saudara. Tanya Tuhan untuk design nya, jenis bahan/kain, beli di mana, membuat di siapa, menjahit di mana, kapan membuatnya dan sebagainya.

Sebab banyak yang melihat jubah tidak lebih dari sebuah pakaian biasa untuk dikenakan dan selesai.
Juga lakukan, pilih dengan PENGERTIAN. Semua pengertian yang saya ketahui tentang jubah sudah dibahas di sini. Tapi sumber pengertian yang utama adalah Tuhan sendiri.

Ini bukan tentang bagus dan ingin memiliki semua yang ajaib ada di jubah saudara. Sebab setiap hal, detail dan pengertian yang saudara masukkan ke dalam jubahmu, itu diperlukan BAYAR HARGA. Saudara beriman bahwa saudara memiliki kemampuan menjarah kekayaan bagi Kerajaan Allah? Saudara beriman memiliki mujizat kesembuhan? Apakah saudara sanggup membayar harganya?

Mari membuat jubah BUKAN berdasarkan apa yang kita mau, BUKAN karena apa yang kita anggap bagus. Melainkan APA YANG MENJADI KEINGINAN TUHAN, APA YANG DIA MAU ADA DI JUBAH SAUDARA.

Saya masih ingat bagaimana saya memiliki passion yang dalam untuk membuat jubah dan saya membayar harga untuk setiap jubah saya dengan TENAGA, WAKTU, UANG, AIR MATA, PROSES PEMBENTUKAN yang ada dalam membuat jubah. Saya sampai menginap di tukang jahit saat membuat jubah saya dan jubah tuan saya, karena saya sadar diperlukan yang namanya MENGAWAL untuk sebuah jubah JADI DALAM KETEPATAN. Diperlukan DOA-DOA, PEPERANGAN. Saya doakan dan tumeni rumahnya, kawal tukang jahit saya dalam roh agar tidak kena sakit atau kecelakaan karena iblis tahu yang sedang dibuat adalah jubah yang sifatnya ilahi.

Doa-doa diperlukan juga agar saudara dapat menjelaskan ke tukang jahit dan tukang jahit dapat mewujudkan dengan tepat dari gambar design menjadi jubah.
Membuat jubah adalah sebuah PERJALANAN.
BUKAN HASIL jubahnya yg penting dan yang dilihat Tuhan, melainkan PERJALANAN bersama Tuhan dalam proses pembuatan jubah itu.
Saya berdoa apa yang sudah kita pelajari ini memperkaya pengertian kita lebih lagi betapa ajaibnya jubah-jubah yg Dia sudah sediakan bagi saudara dan saya. Mari ingini, hargai, dan lakukan dengan pengertian.

GBU.

Sabtu, 02 April 2016

JEJAK-JEJAK KAKI TUHAN DI-SOE


By Jermia Manu

KEGERAKAN KEBANGUNAN ROHANI BESAR

Jumlah umat Tuhan di Timor Tengah Selatan (TTS) setelah Perang Dunia II melonjak pesat menjadi 80.000 jiwa. Hasil ini belum membuat Tuhan Yesus puas, karena Dia menghendaki supaya semuanya diselamatkan dan tak seorang pun yang binasa. Untuk melanjutkan karya keselamatan-Nya di TTS dengan melakukan kegerakan yang lebih besar lagi, Bapa di surga mengirimkan beberapa hamba-Nya untuk “mempersiapkan jalan” bagi-Nya.

“Ada suara yang berseru-seru: "Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita! Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran…” (Yes 40:3-4).

Hamba-hamba Tuhan yang diutus untuk mempersiapkan jalan bagiNya antara lain adalah Johanes Amos Ratuwalu, tim pelayanan dari YPPII Batu-Malang dan Mr. Chen.
Johanes Amos Ratuwalu, anak seorang pendeta yang bernama Joseph Ratuwalu. Tahun 1963 dari desa Sulamu, dipindahkan ke pulau Semau sebagai Kepala Sekolah Rakyat (saat itu J.A Ratuwalu berumur 32 tahun). Di daerah ini, Ratuwalu mengalami suatu pengalaman rohani yang membuat dirinya melayani Tuhan dan dikenal banyak orang. Suatu ketika dengan dorongan roh Kudus, dia berbicara kepada Tuhan, “Jika Tuhan ingin memakai saya, berikan tanda sebagai berikut, yaitu jikalah ada seorang buta yang meminta untuk didoakan, buatlah dia menjadi sembuh.” Dua tiga hari kemudian Tuhan jawab doanya. Kejadian ini mengubah pekerjaannya dari seorang guru menjadi pengajar Injil. Perjalanan pelayanan mereka selanjutnya selalu disertai dengan tanda-tanda berupa kesembuhan-kesembuhan ajaib yang terjadi. Pertama kali melayani di sekitar kota Kupang, selanjutnya hingga seluruh pelosok pulau Timor hingga ke seluruh NTT.

Pelayanan kesembuhan yang dilakukan telah berhasil menarik banyak orang untuk menghadiri kebaktian-kebaktian yang diadakan. Pernah suatu kali ketika dia melayani di pulau Alor di desa Apui, seorang yang mati dibangkitkan oleh Tuhan Yesus. Bapa di surga memakai gerakan kesembuhan itu untuk membawa banyak orang kepada pertobatan, tetapi akhirnya justru kesembuhan itu sendirilah yang lebih diutamakan dalam kotbah yang disampaikan oleh J.A Ratuwalu daripada pertobatan. Akhirnya “Gerakan Kesembuhan” J.A Ratuwalu harus berakhir karena wanita, uang dan kesombongan. Ratuwalu menceraikan istrinya dan menikah untuk kedua kalinya walaupun istri pertamanya masih hidup.

Kemudian didirikannyalah YPPII (Yayasan Persekutuan Pekabaran Injil Indonesia) oleh Petrus Oktavianus, dalam setiap kotbah yang disampaikan oleh mereka menitikberatkan pada pertobatan, kekudusan dan pekerjaan Roh Kudus. Tema ini menimbulkan banyak pertanyaan lain dalam diri setiap orang yang hadir, yaitu “Mengapa di dalam GMIT, Roh Kudus tidak bekerja?” Beberapa saat kemudian, pertanyaan tersebut mendapatkan jawabannya ketika terjadi kebangunan rohani yang besar di TTS, yang akhirnya tercatat sebagai salah satu Kegerakan Rohani yang terbesar di dalam sejarah. Tetapi sayangnya banyak orang yang tidak mau menerimanya dan tidak mau mengakuinya. Firman Tuhan yang disampaikan dengan urapan Roh Kudus tersebut seperti mata bajak besi yang sedang “bekarja” mengolah tanah, mengeluarkan batu, menghancurkan tanah yang keras dan menjadikan lahan tersebut siap untuk ditanami benih unggul… benih ilahi yang hidup. Firman Tuhan yang hidup itu “menusuk” sangat dalam, pada setiap jemaat yang hadir sehingga mata hati mereka menjadi terang lalu menyadari dosa-dosanya. Banyak orang yang kemudian menjadi pengikut Yesus. Juga banyak le'u-le'u yang diserahkan untuk dibakar dalam setiap pelayanan mereka. Le'u-le'u adalah sejenis jimat. Pelayanan yang diurapi Roh Kudus selalu disertai oleh tanda-tanda ajaib/ mukjizat.
(Mat 16:17-18) Penyertaan Roh Kudus di dalam pelayanan hamba Tuhan sangat penting, sebab tanpa-Nya mereka tidak memiliki kuasa untuk menjadi saksi Tuhan Yesus. Pelayanan ini mengubah hati setiap orang yang mendengarkannya.

Kegerakan itu Sudah Dimulai (26 September 1965)

Sesuatu yang positif berasal dari Tuhan mulai terjadi di kota So'e, di mana beberapa orang yang mengaku mendengar “suara” dan mendapat “penglihatan”, lalu menceritakannya kepada pemimpin jemaat dan orang-orang yang berada di sekeliling mereka. Berikut ini beberapa kejadian yang menggemparkan yang terjadi menjelang kebangunan rohani besar itu.

Sekitar bulan Juni-Agustus 1965, Benyamin Manuain yang sedang berkotbah tentang seorang Samaria yang mengambil air di sumur Yakub, kemudian bertemu dengan Tuhan Yesus dan mereka bercakap-cakap (Yoh 4:1-42). Sementara kotbah berlangsung seorang wanita tertawa sambil memandang ke depan, dan ternyata dia melihat gambar di tembok persis seperti apa yang dikotbahkan, yakni seorang Samaria yang sedang mengambil air kemudian bercakap-cakap dengan Tuhan Yesus. Kejadian itu sangat aneh dan baru pertama kali terjadi. Sejak saat itu penduduk di sekitar daerah itu datang kepada pemimpin-pemimpin jemaat mereka mengaku bahwa mereka mendengar dan mendapat penglihatan, yang mana memerintahkan dan menghendaki mereka untuk menyerahkan le'u-le'u dan ikat pinggang yang mereka kenakan untuk diserahkan kepada pemimpin jemaat dan selanjutnya dibakar.

Suara-suara yang mereka dengar itu mengetahui semua yang tersembunyi baik di dalam hati, perbuatan maupun pikiran mereka.
Puncak kegerakan itu terjadi pada saat kebaktian di gereja Maranatha pada tanggal 26 September 1965 yang dimulai sejak pukul 16.00 dan kemudian berakhir pada pukul 23.00 yang dipimpin oleh Pendeta Benyamin Manuain. Sore itu banyak sekali pemuda dan pemudi So'e yang hadir memenuhi ruang kebaktian. Mereka mendengarkan kesaksian seorang yang bernama Nahor Leo, dia menceritakan ketika dia tidur siang dan masih dalam keadaan terlelap, ia melihat ada seseorang yang mendatanginya. Orang itu menanyakan le'u-le'u yang disimpan oleh Nahor lalu memerintahkannya untuk dikeluarkan dan dibakar. Nahor menyangkalnya dengan mengatakan tidak ada, tapi terus didesak dan akhirnya ia mengeluarkan le'u-le'u tersebut yang disimpan di dalam sebuah peti. Kesaksian yang semula disampaikan dengan biasa-biasa saja oleh Nahor berkembang sesuai dengan pimpinan Roh Kudus menjadi suatu kebangunan rohani besar yang mengubah hidup banyak orang malam itu. Pernyataan nubuatan disampaikan dengan penuh urapan Roh Kudus. Akhirnya terjadilah suatu terobosan yang mencabut dan merubuhkan setiap kubu-kubu pertahanan di dalam pikiran manusia, kemudian menanam dan membangun di atas dasar yang baru, dasar yang kuat di mana alam maut tidak dapat menguasainya. Mereka telah mengakui dosanya dan dipulihkan oleh Tuhan. Di akhir kebaktian, Nahor mengundang mereka untuk menghadiri pertemuan yang akan diadakan keesokan harinya pada pukul 11.00 di tempat yang sama, karena Roh Kudus ada sesuatu yang ingin Tuhan sampaikan pada pertemuan kebaktian tanggal 27 September 1965. Pada keesokan harinya, diterima pernyataan bahwa semua orang harus hadir lagi pada tanggal 28 September, karena Tuhan akan menunjuk secara langsung orang-orang yang akan diutus untuk melayani ke tempat yang akan ditunjuk oleh Roh Kudus. Akhirnya terbentuklah “Tim Satu” kemudian Tim dua, Tim Tiga dan seterusnya hingga mencapai 75 tim, dengan anggota tim yang bervariasi antara 3 orang, 10 orang, hingga 20 orang. Semua yang tergabung dalam tim itu dipilih langsung oleh Roh Kudus.
Semua kejadian yang mereka alami selalu disampaikan pemimpin jemaat, tetapi sayang pemimpin jemaat pada saat itu tidak sempat mencatatnya, tetapi ada beberapa laporan yang masih sempat diingat.

Mujizat Yang Tuhan Lakukan
Ada beberapa laporan yang masuk, seperti:

1. Orang mati dibangkitkan.

Pada suatu kebaktian sedang dilakukan pengakuan iman rasuli dalam gereja yang sederhana, Nikodemus Nale tiba-tiba saja terjatuh dan langsung meninggal. Tetapi kejadian tersebut tidak diterima begitu saja oleh keluarganya. Menjelang pagi Nikodemus hidup kembali. Dalam kisah perjalanannya ke surga, dia melihat bahwa jalan-jalannya semua terbuat dari emas murni yang tembus pandang. Di “sana” tidak ada matahari dan bulan, tetapi terangnya melebihi benda-benda tersebut. Keadaan alamnya sangat indah dan tidak dapat dilukiskan. Setelah itu dia diperhadapkan pada seorang “Bapak” yang di atas kepala-Nya kelihatan seperti ada pelangi yang melingkarinya. “Bapak” tersebut ternyata membuka sebuah buku yang berisi tulisan mengenai dirinya dan ternyata berisi semua pelanggaran-pelanggaran yang pernah dilakukannya sejak kecil. Nikodemus mengakui semuanya termasuk mencampur perak dari bahan lain, karena ia adalah seorang pengrajin perak. “Bapak” tersebut mengatakan, “Engkau harus kembali untuk memberitahukan kepada anak-anakmu untuk hidup di dalam kasih sebab kasih itulah yang terutama, karena KASIH MENUTUPI BANYAK PELANGGARAN.” Keesokan paginya Nikodemus benar-benar “kembali” dan hidup. Lalu ia segera memanggil anak-anaknya dan menyampaikan pesan dari Tuhan untuk percaya kepadaNya dan hidup di dalam kasih. Kejadian itu mengubah tujuan hidupnya.
Seorang anak yang berumur dua tahun meninggal, dia adalah seorang anak dari Pendeta Liunome. Tujuan dari hal ini adalah agar istri pendeta itu bertobat dan menyerahkan hidupnya kepada Tuhan serta mengizinkan suaminya untuk pergi pelayanan bersama-sama dengan tim doa. Selesai menyampaikan pesan kepada istri pendeta ini Nona Kaci (anggota tim doa) menyampaikan pesan Tuhan “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi dalam nama Yesus orang Nazaret itu bangkitlah!!” Secara perlahan, anak itu mulai menggerakkan tangannya, membuka matanya, menggerakkan kakinya dan kemudian meminta minum. Melihat hal itu istri pendeta terharu dan menangis.
Sejak kejadian itu, setiap kali ada orang yang mati. Maka hal itu tidak begitu saja diterima oleh pihak keluarga, tetapi dilaporkan kepada tim doa untuk didoakan dengan harapan untuk dihidupkan lagi. Jika setelah didoakan masih belum juga hidup, barulah jenazah tersebut di kuburkan.

2. Air menjadi anggur.

Suatu hari Tuhan menyuruh Yakoba dan beberapa orang temannya untuk menyiapkan periuk tanah sebagai tempat penyimpanan air dan kemudian ditutup dengan kain putih. Tuhan menyuruh mereka untuk berdoa tiga hari tiga malam. Tuhan menyuruh mereka untuk menyediakan 12 botol untuk diisi penuh dan dibagi-bagikan kepada orang-orang yang akan ditunjuk oleh Tuhan Yesus. Botol yang mereka isi dengan anggur tersebut tidak habis-habis. Setiap kali selesai perjamuan, botol anggur tersebut selalu terisi penuh kembali hingga berkelimpahan. Tahun 1968, air menjadi anggur itu terjadi kembali dengan cara yang sama.
Pada tanggal 24 juni 2000, Peristiwa air menjadi anggur kembali terjadi di kampung Aman. Dengan dipimpin oleh Ibu Liufeto, mereka bersama-sama mendoakan air supaya berubah menjadi anggur yang akan digunakan untuk perjamuan kudus. Memang saat itu anggur yang berada dan dijual di kota So'e adalah anggur yang memiliki kadar alkohol tinggi sehingga gereja tidak mempunyai pilihan lain selain dari membeli anggur tersebut untuk dipergunakan dalam Perjamuan Kudus. Tuhan menyatakan kemuliaanNya. Tuhan mengubah air menjadi anggur di So'e ialah selain untuk menyatakan kemuliaan-Nya, juga karena Tuhan tidak menginginkan umat-Nya di So'e menggunakan anggur yang mempunyai kadar alkohol tinggi dalam perjamuan Kudus di gereja dan ini adalah suatu dugaan yang masuk akal.
Tuhan juga kemudian melakukan mujizat air menjadi anggur untuk yang ke 4-5 kalinya.

3. Panggilan melayani.

Banyak sekali orang yang datang dan mengaku bahwa mereka diperintahkan Tuhan Yesus untuk pergi melayani bersama-sama dengan nama-nama yang didengarnya dari Tuhan. Lalu, terbentuklah sebuah tim doa dan mereka diberi nomor urut oleh Y.M.E Daniel.

4. Menyebrangi Sungai.

Ketika dalam perjalanan pelayanan mereka harus melewati sebuah sungai yang sedang banjir, Tuhan Yesus memerintahkan untuk menyeberangi-nya saat itu juga. Saat mereka melakukannya banjir tersebut menjadi surut. Semakin mereka ke tengah, airnya semakin surut dan mereka akhirnya berhasil melewati sungai itu.

5. Tidak menjadi lapar.

Ada kejadian aneh yang terjadi pada waktu tim doa melayani di kampung Babuin. Makanan yang didapat pada hari itu adalah jagung titi sebanyak dua liter yang dimakan oleh 58 orang, dan ajaibnya setelah dimakan dengan pengucapan syukur mereka tidak merasa lapar selama sehari penuh. Pernah suatu hari masih di kampung itu juga, mereka makan bersama pada siang hari dengan makanan yang ada cuma satu bokor kecil nasi untuk dimakan kira-kira 100 orang. Setelah dimakan dengan pengucapan syukur, masih ada sisa makanan dan semua orang yang hadir di tempat itu menjadi kenyang. Seperti mujizat yang Tuhan Yesus lakukan “Lima roti dan dua ikan.”

6. Berbicara dengan bahasa lain.

Seorang bernama Mel Tari salah satu anggota tim doa. Ketika ia berada di Amerika, ia hadir dalam suatu pertemuan kebaktian di mana ia harus menceritakan tentang kasih Tuhan, orang yang akan menterjemahkan kesaksiannya ke dalam bahasa Inggris berhalangan hadir. Sementara sudah waktunya untuk ia berbicara. Tetapi hal itu tidak menjadi halangan bagi Tuhan untuk melakukan kehendakNya. Tuhan menyuruh-nya maju ke depan dan saat itulah Tuhan mulai mengatakan sesuatu dengan menyuruhnya untuk memulai dengan kata “ladies and gentleman” dan ia dengan lancar ia berbicara dengan menggunakan bahasa Inggris seperti orang yang telah terbiasa melakukannya hingga selesai. Orang-orang yang hadir dalam pertemuan itu mengatakan bahwa bahasa Mel Tari sangat baik.
Mel Tari menuliskan bahwa pada masa kegerakan Tuhan itu telah terjadi 200.000 orang telah bertobat dan dimenangkan bagi Kerajaan Allah. Jumlah yang menyerahkan hidupnya pada Tuhan Yesus saat kegerakan itu terjadi sangat banyak sehingga seluruh TTS (95%-an) memeluk Kristen, kecuali daerah Boti dan beberapa desa di Amanuban Timur.

Mengapa Tuhan Melakukannya?

Jika terjadi kegerakan kebangunan rohani di so'e maka ada alasan yang kuat mengapa Tuhan melakukannya?

1. Mereka harus diselamatakan sebelum Gerakan 30 September (G30S) terjadi. Sebagian di antara mereka mungkin akan menjadi seperti seorang penjahat yang disalibkan di sebelah kanan Tuhan Yesus yang diselamatkan pada detik-detik terakhir.

2. Saat itu masih banyak anggota masyarakat luas di seluruh TTS yang masih belum beragama. Setelah G30S gagal, maka mereka akan dicurigai sebagai anggota komunis oleh pemerintah. Untuk menghindari pencarian dan penangkapan oleh petugas, maka banyak yang memutuskan untuk menjadi anggota gereja, tetapi tanpa disertai dengan pertobatan. Jumlah mereka sangat banyak. Karena itu mereka perlu untuk “ditolong”, sehingga mereka dapat mengetahui bahwa “tempat pelarian” tersebut sebenarnya adalah tempat pelarian yang tepat, karena mereka akan bertemu dengan Tuhan Yesus yang adalah Juruselamat dunia.

3. Kondisi kesehatan masyarakat yang rentan terhadap berbagai macam penyakit, berhubung dengan kelaparan hebat yang sedang melanda mereka, sehingga mereka perlu disembuhkan. Jumlah mereka yang harus “diselamatkan” sangat banyak, dan tersebar luas di seluruh pelosok TTS. Karena itu, dibutuhkan banyak tim untuk pergi ke sana.

Pengaruh gerakan kebangunan rohani ini sangat terasa dengan banyaknya orang yang terlibat di dalamnya. Hampir semua kegiatan terhenti, maka So'e kelihatan juga seperti kota mati. Diadakah pencarian informasi yang dilakukan oleh petugas keamanan, tetapi mereka tidak melihat tidak ada hal-hal yang melanggar hukum yang telah terjadi. Mereka didapati berbicara tentang pertobatan, pengakuan dosa, dan penyesalan atas kejahatan-kejahatan yang telah dilakukan. Mereka juga membakar le'u-le'u, membuang minuman keras dan menghancurkan botol-botolnya sehingga menurut polisi, mereka tidak bisa ditangkap karena ternyata mereka juga telah membantu polisi, dan perbuatan mereka sangat positif dan tidak melanggar hukum. Di So'e yang terdengar hanyalah perbuatan-perbuatan Tuhan yang dahsyat dan ajaib.

Dewan gereja di Timor telah mengakui bahwa kebangunan Rohani yang terjadi di So'e ini adalah pekerjaan Roh Kudus, tetapi mereka belum bisa menerima keberadaan tim doa dan mereka kelihatan berhati-hati untuk menerima tim doa, sehingga harus “menunggu buah roh” dari pelayanan tim doa. Waktu untuk “menunggu buah roh “ dihasilkan cukup lama, yaitu hingga 36 tahun kemudian, yaitu pada tahun 2001 dimana keberadaan rim doa baru diterima di tingkat Sinode GMIT. Setelah 38 tahun kemudian, sejarah menceritakan bahwa kegerakan tersebut masih berlanjut hingga saat ini, sehingga tim doa melonjak menjadi 600 di seluruh NTT pada tahun 2002, dan menjadi 2000 tim doa pada tahun 2003.
Semua orang yang terlibat dalam kebangunan rohani di TTS adalah manusia biasa yang juga memiliki kelemahan. Tetapi, kelemahan tersebut tidak bisa dijadikan sebagai alasan untuk menolak keberadaan kebangunan rohani yang telah terjadi. Saat ini 30 tahun sudah lewat, tetapi kegerakan rohani itu masih tetap ada dan setiap tahunnya pada tanggal 26 September selalu diperingati sebagai hari kebangunan rohani.

Semakin serupa dengan Kristus.

Amin.

REF: Joshua Ivan Sudrajat

Ditulis kembali oleh Untung Bongga Karua.

SEJARAH GREAT AWAKENING SOE NTT 1965

KEBANGUNAN ROHANI SOE 1965

Ketika Saya Bangun Pagi, Roh Kudus cuma mengatakan Cari dan Pelajari Sejarah Kebangunan Rohani di Soe NTT, saya mencari dan menemukan ringkasan tulisan dari Saksi Sejarah Mel Tari pada saat kejadian usianya 18 tahun dan ia merupakan orang yang mengalami kebangunan rohani di Soe NTT, kemudian ia pindah dan menetap di Amerika.

Sekarang Saatnya kembali Soe dan NTT dinyalakan kembali Api Kebangunan Rohani di akhir jaman ini. Hujan Awal dan Hujan Akhir Bersatu Lahirkan Lawatan. Bagi semua Pasukan Tuhan di Indonesia mari kita rapatkan Barisan, Kita Belajar dan Gali Kembali semua sumur-sumur yang sudah lama ditutup.

Tuhan mau kita menyiapkan diri lebih lagi sebab Dia akan menyatakan Signs and Wonders nya lebih lagi. Tuhan Yesus mau memulihkan segala sesuatu sebelum KedatanganNya yang kedua kali (Kisah 3:21).

PENDAHULUAN

Soe adalah kota kecil kira 270 mil (kira-kira 113 km) jauhnya dari Kupang (ibukota provinsi NTT), provinsi ini saat ini berbatasan dengan Timor Leste (sejak merdeka dari Indonesia pada tahun 2002)

Bayangkan keadaan Indonesia pada tahun 1965 di NTT, mungkin sekarang kalau kita pergi kesana daerah itu masih sangat tertinggal, apalagi pada saat itu. Untuk mencapai Soe dari Kupang, tidak ada kendaraan umum, cara yang paling mudah adalah menunggu angkutan pemerintah yang frekuensi lewatnya itu ngga tentu, apabila tidak maka alternatif lainnya adalah berjalan kaki sejauh 113 km melewati track hutan

di tempat itulah Tuhan melakukan mujizatNya.... why? no one knows.....

KONDISI DI NTT TAHUN 1960an

Sebagai gambaran, Indonesia saat itu dalam masa kondisi ekonomi yang terpuruk, inflasi tercatat sebesar 170% dari tahun 1951-1966
hal ini menyebabkan kelangkaan makanan terjadi di daerah-daerah terpencil.
tahun 1965 sendiri adalah tahun dengan iklim yang buruk di Indonesia, menyebabkan hasil panen sedikit, sehingga makanan menjadi langka dan mahal, sebagai gambaran rata-rata saat itu orang menanam 3x namun hanya bisa menuai 1x dan tentunya kita ngga akan pernah lupa dengan peristiwa G30S PKI tahun 1965, banyak orang yang berlabel komunis dikejar-kejar lalu dibunuh

disaat seperti ini gereja di Soe pun kesulitan untuk mendapatkan bahan pengajaran, sehingga kotbah jadi monoton, tidak ada kelas studi alkitab, tidak ada sekolah minggu, mereka mengandalkan bahan2 dari missionaris luar negeri atau dari tim penginjilan kota lain. Di suatu titik, kondisi ini memicu kehausan akan Firman Tuhan

pada tahun 1964 KKR diadakan di Malang dipimpin oleh Johannes Ratuwalu, impact dari KKR ini gereja di Malang mengirimkan tim tim kecil missionaris ke daerah2, salah satunya mencapai Soe.

AWAL MULA KEBANGKITAN ROHANI - REVIVAL

Pada July 1965 pengkotbah dari Institut Injil Indonesia bernama Detmar Scheunemann bersama tim mendatangi Soe, mereka melayani dan menubuatkan bahwa akan ada tim penginjilan yang dibentuk di Soe yang akan diutus ke berbagai daerah pedalaman

Tak lama setelah itu, pada tanggal 26 September 1965 bermula dari sesi doa malam bersama yang diikuti oleh kurang lebih 200 orang segala macam umur (Mel Tari ada diantaranya), tiba-tiba terdengar suara angin kencang yang melanda, beberapa orang tampak ketakutan dan berbicara satu sama lain, tapi pada akhirnya mereka melanjutkan doanya.

Disinilah awal mula terjadi "keanehan", sebagai informasi, gereja ini adalah gereja Presbyterian, dimana doa semuanya sudah tercatat dalam lembaran, ada urutan doa yang jelas (absolut), dan selalu berdoa seorang demi seorang bergiliran secara tertib dan teratur. Namun malam itu semua orang tampaknya melupakan urutan doa, semuanya mulai berdoa secara serentak, dan juga berdoa diluar apa yang sudah tercatat. Hal ini sangat mengherankan dan bahkan juga membuat Pendeta yang memimpin kebingungan, tapi tampaknya Pendeta tersebut juga tidak bisa mengendalikan keadaan yang terjadi.

Hal ini terus berlangsung di tengah bunyi angin yang makin kencang, tak lama setelah itu, mereka mendengar "sirene" pemadam kebakaran, mereka rupanya melihat api membakar gereja. Jangan bayangkan sirene ini seperti sirene pada umumnya, tapi bayangkan orang-orang banyak pakai kentongan, saya yakin orang Indonesia mengerti hal ini sehingga banyak orang mendatangi gereja karena mereka berpikir gereja kebakaran dan apinya besar sekali, polisi pun berdatangan pada saat itu

Namun anehnya, api yang besar itu ternyata tidak membakar gereja, orang-orang ditempat itu semua terheran-heran, dan akhirnya banyak yang memutuskan untuk menerima Yesus sebagai juruselamat saat itu juga.

Meskipun terheran-heran, namun pada akhirnya sesi doa tetap dilanjutkan (atau mungkin bahasa lainnya tidak bisa dihentikan). Gaya baru untuk menyembah Tuhan seakan-akan "lahir" saat itu, orang-orang mulai mengangkat tangan, memuji dan mengucap syukur, beberapa orang memuji Tuhan dengan bahasa-bahasa yang baru sama sekali (beberapa dari bahasa itu barulah diketahui ternyata adalah bahasa Perancis, Jerman, Inggris, dan bahkan Ibrani sendiri), sesi doa yang tadinya berjalan sangat tertib dan teratur berubah jadi sesi penyembahan kepada Tuhan dengan ekspresi masing-masing

tiba-tiba, seseorang berdiri di mimbar, perlu diketahui aturan di gereja tersebut mimbar bukanlah tempat untuk orang awam, hanya pendeta/pengkotbah saja yang boleh berdiri disana, tapi malam itu rasanya semua aturan tidak berlaku lagi. Dengan berapi-api pemuda ini berkata "Tuhan bilang ini adalah kejadian yang sama dengan di Kisah Rasul 2 : 17"

Akan terjadi pada hari-hari terakhir--demikianlah firman Allah--bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi.

setelah itu dia berkotbah selama kurang lebih setengah jam, semua terheran-heran karena semua tahu dia adalah orang yang baru saja bertobat beberapa hari yang lalu.... di akhir kotbahnya orang ini menyerukan agar gereja ini pun bertobat, lalu mulai bergerak keluar untuk memberitakan injil keluar gereja, dimulai besok....

ya besok !! biasanya orang yang mau menginjil atau diutus ketempat lain haruslah mengikuti prosedur dulu, tidak sembarang orang bisa, bagaimana mungkin tiba-tiba dalam semalam bisa menyiapkan tim yang sesuai dengan prosedur?

siapa sangka inilah cikal bakal kebangunan rohani yang akan terjadi melanda hampir seluruh pulau Timor
karena dari sejak malam itu 26 September 1965 sampai tahun 1970an, ratusan tim penginjilan keluar dari tempat ini, dan kesemuanya menginjil dengan penuh kuasa dan disertai oleh mujizat selama perjalannya, tim2 penginjilan dari Timor menjangkau daerah-daerah seperti : Rote, Sabu, Alor, Flores, Sumba, Sawu, Timor Timur (sekarang Timor Leste), Kalimantan, dan daerah2 pedalaman lainnya

Hal ini benar-benar terjadi, dan dalam melakukan kesemuanya itu mereka benar-benar berserah kepada Tuhan. Mereka akan berkumpul di gereja, berdoa bersama-sama untuk supaya Tuhan memilihkan orang untuk menginjil, dari doa itu berbagai jawaban dan penglihatan mereka dapatkan sehingga dibentuklah sebuah tim umumnya terdiri dari 10-15 orang segala umur (bahkan anak-anak pun ada yang ikut), setelah itu tim akan berdoa untuk kemudian minta bimbingan roh kudus, ke daerah mana mereka harus menginjil, dalam kesemuanya itu, penyertaan Tuhan, mujizat dan penyediaan ilahi selalu menyertai mereka.

sungguh Tuhan kita luar biasa

KEADAAN GEREJA SETELAH KEBANGKITAN ROHANI TERJADI

Pertobatan ada dimana-mana, setiap kali ibadah dilakukan, orang-orang bertobat mengakui dosa-dosanya dihadapan jemaat, jimat-jimat dibawa dikumpulkan kepada pemimpin untuk kemudian dibakar, ada banyak sekali orang yang menerima karunia roh seperti mimpi, penglihatan, wahyu roh kudus.

Suami-istri datang ke suatu kebaktian, disambut oleh usher yang saat itu juga menerima wahyu dari roh kudus kalau suaminya melakukan perselingkuhan. Pada awalnya suaminya tentu menyangkalnya, namun setelah usher tersebut memberitahukan nama wanita selingkuhannya, sampai tempat dan tanggal mereka berselingkuh, suami itu sudah tidak bisa menyangkalnya lagi, lalu bertobat. Istri yang mendengarnya menjadi sangat kesal, lalu kemudian kepada istri tersebut juga dibukakan dosa-dosa yang tersembunyi, dan pada akhirnya istri tersebut juga mengakuinya, bertobat, terjadi rekonsiliasi diantar mereka. Hal-hal seperti ini sangat banyak terjadi dan bahkan menjadi fondasi kebangunan rohani untuk tahun-tahun setelahnya

namun demikian, dalam kasus-kasus yang ekstrim, orang-orang yang tidak mau mengakui dosa-dosanya padahal roh kudus sudah menyatakannya maka akan meninggal di tempat

seperti diceritakan ada seseorang yang mengikuti kebaktian, ditengah-tengah kebaktian orang tersebut ditegur oleh pemimpin bahwa dia punya dosa yang tidak diakui, yaitu dia menyimpan tuak dirumahnya, dan dia adalah seorang yang suka mabuk. Orang ini menyangkalnya didepan jemaat, diluar dugaan, pemimpin saat itu memberikan ultimatum yang sangat keras : yaitu dalam rentang waktu 24 jam dimulai dari dia mendengar Firman ini dan tidak bertobat, maka saat itu juga dia akan mati. Orang tersebut sayangnya, tetap menyangkalnya. Keesokan harinya ketika dia datang lagi ke pertemuan, dia diberi tahu kalau dia hanya punya waktu 1 jam untuk hidup, teman-teman dan jemaat mendesak dia untuk segera bertobat dan mengakuinya, namun orang ini tetap menyangkalnya.... Sampai detik-detik akhir, orang ini tetap menyangkalnya, jemaat menghitung mundur 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1.... Orang tersebut jatuh dan meninggal

mengingatkan kita pada kasus Ananias dan Safira....

BEBERAPA MUJIZAT YANG TERJADI

berikut akan dijelaskan secara singkat mujizat yang menyertai tim penginjilan selama melakukan tugasnya

1. Berjalan diatas air.

Satu tim penginjilan oleh tuntunan roh kudus disuruh untuk menginjil ke suatu desa, ditengah perjalanan mereka bertemu dengan sungai yang cukup deras, setelah berdiskusi mereka sepakat untuk bermalam disitu, baru kemudian mencari cara untuk menyebrang besoknya

Namun demikian, pemimpin tim penginjilan tersebut mendapatkan hal yang berbeda dari Roh Kudus, mereka disuruh saat ini juga untuk menyeberang untuk secepatnya memberitakan injil. Beberapa anggota tim menyuarakan keberatannya, karena saat itu sudah lewat tengah hari dan tidak aman juga untuk melanjutkan perjalannya, lagipula bagaimana mereka bisa menyeberang tanpa ada perahu.

Setelah berdoa, pemimpin tim membulatkan tekadnya dan bersikeras bahwa roh kudus berkata mereka harus menyeberang saat itu juga, pemimpin itu berjalan ke tepian air dan menyuruh anggota tim untuk mengikutinya. Sebagai gambaran, lebar sungai itu kira2 250 meter, dalamnya diperkirakan 6 meter.

Pemimpin tersebut dengan cepat kakinya melangkah masuk kedalam air, anehnya anggota tim melihat bahwa air tidak pernah melebihi dari lutut pemimpin tersebut, setelah berjalan beberapa saat, pemimpin tersebut mengisyaratkan supaya semua anggota mengikutinya. Jadilah semua anggota tim penginjilan mengikutinya, dan semua mengalami hal yang sama, air tidak pernah melebihi lutut, jadi semuanya berpikir mungkin sungai ini ngga dalam atau pemimpin menemukan tempat dangkal untuk bisa diinjak dan diseberangi

namun demikian, orang dari desa sebelumnya yang bukan masuk tim penginjilan yang mengantar mereka sampai ke tepian sungai tersebut, mencoba... dan hasilnya hampir hanyut dibawa arus.... seluruh tim saat itu sadar bahwa mereka sedang mengalami mujizat....

2. Paduan suara malaikat.

Ketika suatu tim sampai ke suatu daerah, tentunya orang-orang disekitar situ belum tahu mereka datang, dan biasanya butuh waktu berhari-hari untuk kemudian mengabarkan berita bahwa ada tim yang datang ke desa-desa sekitar situ, jaman itu ngga ada handphone, bahkan telepon rumah pun tak ada

mujizat terjadi pada salah satu tim, dimana pada saat mereka datang ke suatu desa saat tengah malam, ketika mereka bangun besoknya, gereja tempat mereka menginap sudah penuh sesak mengantri orang-orang yang haus akan berita injil, orang-orang tersebut bahkan datang dari desa yang jaraknya 20-30 km dari tempat tersebut.... bagaimana mungkin hal ini terjadi? siapa yang memberitahu mereka?

menurut penduduk desa, malam itu mereka mendengar nyanyian rohani dan berpikir artinya besok di gereja akan ada kebaktian, mereka berpikir itu adalah tim penginjilan yang menyanyikannya sembari memutari seluruh desa yang ada. Padahal hal itu tidak mungkin dilakukan, tim datang tengah malam dan langsung tidur di gereja

mereka semua sepakat itu adalah malaikat yang bernyanyi.

3. Kuasa gelap dikalahkan.

sering sekali terjadi, setiap tim datang ke suatu daerah maka akan dihadang oleh dukun yang berkuasa di daerah tersebut
namun demikian, tidak pernah dilaporkan sekalipun kekalahan terjadi, pada akhirnya seluruh penduduk desa bertobat dan membawa jimatnya kepada tim untuk kemudian dibakar

bahkan ada dukun yang menyambut tim dengan tangisan, karena pada saat mereka datang, "peliharaan" dukun itu katanya kabur semua.

4. Air menjadi anggur.

Saat pertobatan terjadi, maka terbentuklah suatu "tradisi" baru untuk menjauhi segala macam tuak dan minuman keras
saat itu perjamuan kudus umumnya memakai tuak, karena tidak ada anggur disitu, buahnya saja tidak ada
hal ini sempat menimbulkan pro kontra apakah mereka tetap harus memakai tuak untuk perjamuan kudus....

sampai akhirnya dalam suatu kebaktian, mereka memutuskan untuk memakai air saja untuk perjamuan kudus, diluar dugaan, air tersebut benar-benar berubah menjadi anggur.... dan hal ini berlangsung kira-kira 1,5 tahun lamanya.

5. Segala macam penyakit disembuhkan, orang mati dibangkitkan.

Buta melihat, lumpuh berjalan, tuli mendengar, orang mati bangkit
apakah perlu penjelasan lebih lanjut?

6. Perpindahan tempat / teleportasi ??

Mujizat yang sangat unik...
Dikisahkan oleh satu tim penginjilan, bahwa saat itu dia harus berjalan dari desa A ke desa B oleh tuntunan roh kudus. dimana untuk mencapai desa B dari desa A itu minimal harus 3 hari berjalan melewati track hutan.

Mereka taat dan berjalan, namun anehnya, baru 1 hari mereka berjalan, lalu bermalam, besoknya pada waktu mereka bangun, mereka mendapati kalau desa B ternyata sudah ada di depan mata.... semua orang yang ada dalam tim hampir-hampir tak percaya, namun juga memuliakan Tuhan karena artinya injil bisa lebih cepat diberitakan

jadi teringat akan ayat ini :

Kisah Para Rasul 8
39. Dan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita.
40. Tetapi ternyata Filipus ada di Asdod. Ia berjalan melalui daerah itu dan memberitakan Injil di semua kota sampai ia tiba di Kaisarea.

7. Multiplikasi Makanan.

Ya, makanan adalah sumber utama permasalahan tiap orang, apalagi bagi sebuah tim yang akan berjalan melewati hutan mengikuti bimbingan, yang terkadang mereka juga tidak tahu tujuannya kemana

namun demikian seluruh tim dipelihara dengan baik oleh Tuhan

satu tim bersaksi pada saat mereka hendak berangkat ke desa lain, mereka dibekali 9 buah pisang oleh pemimpin desa, tim ada 15 orang saat itu.
ditengah perjalanan laparlah mereka dan memutuskan untuk membagi-bagikan pisang itu sama rata keseluruh anggota tim
namun terkejutlah mereka, karena ternyata masing-masing bisa memakan 1 pisang secara utuh, yang artinya 9 pisang cukup untuk memberi makan 15 orang

ada juga kesaksian pada waktu satu tim datang ke gereja kecil di suatu desa. Saat itu makanan sedang sedikit sehingga tidak mungkin cukup untuk menjamu tim yang beranggotakan 10 orang, istri pendeta saat itu hanya punya sedikit tepung singkong dan sedikit daun teh. Namun kemudian pemimpin tim berkata kepada istri pendeta itu untuk membuatkan makanan untuk semua tim. Jadilah istri tersebut taat, dan memasak 1 buah roti dan 1 teko teh, untuk kemudian dihidangkan kepada tim. anehnya, setiap kali roti tersebut disobek, maka akan langsung utuh kembali, dan setiap teh dituang dari teko, teh tersebut tidak berkurang, sehingga akhirnya pada hari itu anjing pun kenyang dengan roti

8. Minum racun maut.

racun adalah hal yang umum ditemui saat itu, setiap dukun biasanya punya racunnya masing-masing

tidak jarang tim yang datang ke suatu desa kemudian dihidangkan makanan yang telah dibubuhi racun tanpa sepengetahuan mereka, tentunya mereka tidak curiga dan makan dengan lahap karena lapar sehabis perjalanan jauh

namun demikian tidak terjadi apa-apa terhadap mereka, dan mereka pun melanjutkan berkotbah, dan disaat berkotbah tiba-tiba ada orang yang bertobat mengaku kalau telah menaruh racun dan percaya kalau Yesus telah melindungi mereka dari racun tersebut

9. Memerintah binatang.

ya manusia memang diciptakan untuk memerintah binatang pada mulanya
berjalan berhari-hari dalam hutan yang liar tentunya tidak lepas dari gangguan binatang-binatang liar, namun demikian binatang-binatang tersebut tidak pernah mengganggu tim penginjilan dan bahkan dalam kasus yang ekstrim malah menuruti perintah tim

10. Dipimpin roh kudus dalam bentuk awan dan api.

Siang hari dalam hutan di Indonesia bisa jadi panas sekali untuk tim yang berjalan di tengah hutan, namun demikian seringkali juga ada awan yang menyertai tim dalam perjalanan, sehingga tim tidak kepanasan, dalam satu kesaksian, bahkan awan tersebut seakan-akan menudungi tim dari hujan, hujan turun didepan, dibelakang, disamping kiri-kanan, namun tim tidak kehujanan

Ketika malam tiba dan roh kudus tetap menyuruh untuk berjalan, seringkali itu bukan ide yang baik untuk dilakukan, karena gelap gulita dan orang seringkali bisa saja kehilangan arah dalam kegelapan. namun demikian tim hanya tinggal mengikuti cahaya yang ada didepan mereka, dan mereka pun pasti akan sampai ketempat tujuan dengan selamat.

11. Pakaian yang selalu bersih.

Entah kenapa, logikanya ketika seseorang berjalan selama 1-2 hari menembus hutan tanpa mandi, pastilah pakaian akan kotor, badan bau keringat, kaki kotor karena lumpur, dsb. Namun anehnya, setiap kali tim berjalan lalu kemudian berkotbah, saat berkotbah pakaian tim didapati sangat bersih seakan-akan sudah dicuci kembali, padahal itu adalah pakaian yang sama yang mereka kenakan, tentu saja saat itu tidak banyak orang mau berjalan jauh sambil membawa pakaian yang banyak

namun ketika mereka kembali dari penginjilan, mereka tetap harus mengerjakan cuciannya sendiri, tidak ada pakaian yang tiba-tiba bersih

Apakah ada martir dalam peristiwa ini? satu-satunya laporan adalah ada 1 orang yang menginjil di suatu daerah, lalu tiba-tiba orang tersebut diculik, dibawa masuk kedalam hutan. Disana dia berlutut, berdoa memuji menyembah Tuhan, orang yang menculiknya memotong tangan kiri, lalu tangan kanan, dan akhirnya memenggal kepalanya. Jadilah dari Indonesia punya martir untuk Tuhan

Ketika kita membaca mujizat-mujizat ini, pasti kita akan berkata "wow" atau "luar biasa", namun demikian tim saat itu bersaksi, bagi mereka mujizat yang setiap hari mereka alami itu adalah hal yang biasa-biasa saja. Mereka itu tujuannya adalah menginjil, ketika mereka pergi kesuatu desa dengan bimbingan roh kudus, mereka tidak tahu mujizat apa yang akan terjadi disitu, mereka juga tidak tahu apakah akan terjadi mujizat, sehingga ketika terjadi mujizat, ya mereka memuliakan Tuhan, namun bagi mereka mujizat itu adalah hanya alat supaya mereka bisa memberitakan injil lebih efektif lagi. Yang luar biasa diatas semuanya itu adalah melihat jiwa-jiwa bertobat untuk Yesus.

So bagi mereka yang penting adalah jiwa-jiwa yang bertobat, bukan mujizat yang terjadi, barangkali dasar pemikiran inilah yang akhirnya malah melahirkan mujizat-mujizat yang begitu banyaknya saat itu, dengan kata lain, mujizat ini benar-benar hanya untuk kemuliaan Tuhan dan bukan untuk kepentingan pribadi

Ketika Mel Tari kembali ke sungai yang dimana dia pernah berjalan diatasnya, temannya menggoda dia dan berkata "apakah kamu pikir sekarang Tuhan akan membuatmu kembali berjalan diatas air?". Mel Tari dengan tegas menjawab "tidak, disebelah sana sudah ada jembatan yang dibangun oleh para missionaris, kenapa saya harus repot-repot berjalan diatas air lagi"

MENDENGAR SUARA TUHAN

ini adalah hal yang sangat umum terjadi saat itu, ada 7 cara Tuhan berbicara pada saat itu :

1. Secara Audible, mendengar langsung (1 Sam 3:3-10)
2. Penglihatan (Yehezkiel 1:1)
3. Mimpi (Kejadian 31:11)
4. Nubuatan (Kisah Para Rasul 21:10-11)
5. Suara hati, suara lembut yang terdengar dalam hati / pikiran
jika itu dari roh kudus, maka tidak pernah ada paksaan dan selalu disertai damai sejahtera
jika suara itu memaksa atau bikin ga tenang, itu pasti roh jahat
6. Firman Tuhan / Alkitab
7. Keadaan sekitar, terkadang Tuhan kasih keadaan kepada kita untuk kemudian kita "terpaksa" memilih salah satu pilihan

Namun demikian, jika memungkinkan, semuanya itu harus diuji dulu lewat saudara seiman (fellowship test) - Kisah Rasul 13:2-3
Jika seseorang mendapatkan sesuatu dari Tuhan, maka orang itu akan membawa kedalam pertemuan jemaat untuk kemudian menceritakannya dan akhirnya saling mendoakan menunggu konfirmasi jawaban dari Tuhan

hal ini menjaga setinggi apapun "rohani" orang tersebut, untuk tetap rendah hati
jangan pernah berjalan sendirian sama Tuhan dalam keadaan apapun, itulah saat yang tepat dimana iblis bisa menggoda untuk jadi sombong
jangan pernah berkata "aku ga butuh yang lain"

DAMPAK

Jumlah jemaat meningkat pesat dalam beberapa tahun saja
pada saat itu gereja yang ada semua unity / bersatu
Polisi tidak punya kerjaan
Penjara-penjara kosong

pada tahun 1970an mulai mengalami penurunan, kemungkinan karena tidak ada penggembalaan yang memadai
dan kemungkinan lainnya adalah karena para tua-tua gereja kebanyakan menolak gerakan ini, mereka menolak mengakuinya dan bahkan menolak untuk mengalaminya, sehingga tim-tim penginjilan yang ada saat itu tidak pernah ada didalam gereja / jadi pengurus gereja. Pada akhirnya kebanyakan tim ini pindah keluar gereja yang lebih terbuka dengan karunia roh kudus

Kenapa hal ini sepertinya tidak diketahui oleh orang Indonesia sendiri?

Ini pertanyaan yang saya pribadi juga tidak mengerti kenapa Tuhan tak ijinkan Indonesia mengetahui hal ini
seperti yang telah saya utarakan di pendahuluan, bahkan buku yang berbahasa Indonesia tentang hal ini pun tak ada, orang Indonesia aslinya malah menulis buku diluar negeri dalam bahasa Inggris

Mel Tari menceritakan, setelah hal ini terjadi, pada tahun 1970 dia disuruh Tuhan berangkat ke Amerika untuk bersaksi disana, dengan pertolongan Tuhan yang ajaib lewat orang yang tak dikenal memberikan uang untuk perjalanan dan kejadian ajaib di kedutaan Amerika akhirnya memang dia sampai ke Amerika, bersaksi disana, menuliskan buku disana, pelayanannya boleh dibilang cukup berhasil (sampai saat ini info terakhir yang saya tahu Mel Tari masih melayani di Amerika)

Ketika dia diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk kembali ke Indonesia, dia sudah sangat senang untuk kemudian bersaksi dan berkotbah di gereja-gereja di Indonesia, namun demikian, Tuhan melarangnya, dan hal utama yang harus dia lakukan adalah kembali ke Soe, untuk bertemu dengan keluarga baik jasmani maupun rohani disana, untuk kemudian menghibur mereka, mencuci kaki mereka bila perlu, melayani mereka seperti dia melayani Tuhan. Akhirnya dia mengerti hal ini dilakukan untuk menjaga supaya dia tetap rendah hati, karena itulah dia pun hampir tak pernah berkotbah di gereja di Indonesia
Kita mungkin tak mengerti, namun kita tahu rancangan Allah kepada kita semua adalah rancangan yang membawa kepada kehidupan dan hari depan yang penuh bahagia

Jika suatu saat hal ini terjadi ditempat kita berada sudah siapkah kita

Terpujilah Tuhan Yesus yang memberkati dan menyertai kita semua sampai pada kesudahannya
Selanjutnya The Great Awakening 2016 NTT, Api Kebangunan Rohani Menyala Lagi Di Soe, Hujan Awal dan Hujan Akhir Bersatu Lahirkan Lawatan. Indonesia akan Mengalami Api Kebangunan Rohani Yang Besar.

Penulis : Mel Tari

REF: Joshua Ivan Sudrajat.

Ditulis kembali oleh Untung Bongga Karua.

Selasa, 29 Maret 2016

Simon Dari Kirene (SIMON ORANG KIRENE)

Notes : Pdt. Victor Purnomo pernah berkata suruh mencari dan mempelajari tentang Simon dari Kirene, semoga tulisan ini membuat kita bisa merenungkan dan mendapat Rhema dari Pelajaran tentang Simon dari Kirene. Terima Kasih

Kita akan belajar dari seorang yang sebenarnya cukup terkenal tetapi kurang diperhatikan karena keterangan yang sangat singkat tentang dirinya di dalam Alkitab. Orang ini adalah “SIMON” yang membantu Yesus memikul salib menuju Golgota. Mari kita lihat teks kita :

Matius 27:32 - Ketika mereka berjalan ke luar kota, mereka berjumpa dengan seorang dari Kirene yang bernama Simon. Orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus.

Kita akan belajar tentang Simon ini dalam beberapa point :

I.      DARI MANA ASAL SIMON DAN BAGAIMANA IA BISA BERADA DI YERUSALEM?

Dari mana asal Simon? Secara eksplisit dikatakan bahwa ia berasal dari Kirene.

Mat 27:32 - Ketika mereka berjalan ke luar kota, mereka berjumpa dengan seorang dari Kirene yang bernama Simon. Orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus.
Lalu di mana Kirene ini?

Easton's Bible Dictionary – Sebuah kota (sekarang Tripoli) di bagian atas dari Lybia di Afrika Utara, ….”

International Standard Bible Encyclopedia – Sebuah kota di Afrika Utara, ibukota dari propinsi Roma Kirenaika (Lybia kuno dan modern).

Bandingkan dengan catatan Kis 2:10.

Kis 2:10 - Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma,…

Jadi sebenarnya Simon ini termasuk orang Yahudi Diaspora (orang Yahudi yang tidak tinggal di Yerusalem). Lalu bagaimana ia bisa ada di Yerusalem saat itu? Ingat bahwa saat Yesus disalibkan itu bertepatan dengan hari raya Paskah orang Yahudi.

Mat 26:2 - "Kamu tahu, bahwa dua hari lagi akan dirayakan Paskah, maka Anak Manusia akan diserahkan untuk disalibkan."

Yoh 19:14 - Hari itu ialah hari persiapan Paskah, kira-kira jam dua belas. Kata Pilatus kepada orang-orang Yahudi itu: "Inilah rajamu!"

Dan bagi seorang Yahudi Diaspora, merayakan Paskah di kota Yerusalem adalah sesuatu yang sangat diidam-idamkan. Persis seperti orang Islam mau naik haji. Dugaan sangat kuat bahwa Simon hadir di kota Yerusalem dengan tujuan untuk merayakan Paskah Yahudi ini dan kelihatannya ia bertemu dengan Yesus sesaat setelah ia tiba di Yerusalem. Ini nyata lewat kata-kata bahwa Simon baru datang dari luar kota.

Luk 23:26 - Ketika mereka membawa Yesus, mereka menahan seorang yang bernama Simon dari Kirene, yang baru datang dari luar kota, lalu diletakkan salib itu di atas bahunya, supaya dipikulnya sambil mengikuti Yesus.

Mark 15:21 - Pada waktu itu lewat seorang yang bernama Simon, orang Kirene, …. yang baru datang dari luar kota, dan orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus.

II.    MENGAPA DIA HARUS DIPAKSA DAN TERPAKSA MEMIKUL SALIB YESUS?

Alkitab mengatakan bahwa Simon ini dipaksa untuk memikul salib Yesus.

Mat 27:32 - Ketika mereka berjalan ke luar kota, mereka berjumpa dengan seorang dari Kirene yang bernama Simon. Orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus.

Mark 15:21 - Pada waktu itu lewat seorang yang bernama Simon, orang Kirene, …. yang baru datang dari luar kota, dan orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus.

Jika ini adalah sebuah paksaan, maka tentu ada yang memaksa dan ada yang dipaksa dan tentu melakukan hal tersebut dengan terpaksa. Yang memaksa jelas adalah para prajurit Romawi. Mengapa mereka memaksa Simon untuk memikul salib Yesus? Matthew Henry (Injil Matius 15-28, hal. 1489) mengemukakan 3 alasan:

>> Mereka merasa kasihan pada     Yesus karena ternyata salib itu terlalu berat untuk dipikul-Nya.

>> Mungkin juga karena dengan salib di pundak-Nya, Yesus tidak bisa berjalan maju secepat yang mereka mau.

>> Mereka takut Yesus akan jatuh pingsan dan lalu mati sehingga skenario penyaliban yang sudah mereka rancangan menjadi gagal.

Matthew Henry – “…mereka tidak mau Yesus sampai pingsan dan mati seketika di sana, karena itu akan menggagalkan rancangan jahat mereka berikutnya. Kelihatannya mereka memang berbelaskasihan pada Kristus, tetapi belaskasihan mereka itu kejam. (Injil Lukas 13-24, hal. 845).

Tetapi Jakob Van Bruggen (Markus : Injil Menurut Petrus, hal. 588-589) memberikan kemungkinan yang lain di mana pemaksaan terhadap Simon untuk memikul salib Yesus ini sebagai suatu bentuk olok-olokan atau ejekan terhadap Yesus. Perhatikan bahwa sepanjang drama penyaliban Yesus mulai dari ruang penyiksaan hingga Ia tergantung di atas salib, mereka selalu mengolok-olok Dia. Mereka memakaikan jubah ungu dan mahkota duri di kepalanya sebagai olok-olokan terhadap Kristus sebagai raja. Di Gologta mereka sengaja menyalibkan dia di antara penjahat, orang-orang yang lewat di sana mengolok-olok Yesus, demikian juga seorang penjahat yang disalibkan bersama-sama dengan Dia. Dengan demikian pemaksaan Simon orang Kirene untuk memikul salib Yesus harus dilihat dari kaca mata ejekan/olok-olokan terhadap Yesus.

Jakob Van Bruggen – Kalau para prajurit dalam perjalan ke luar kota memaksa seorang Yahudi dari Afrika Utara (Kirene) melakukan pekerjaan itu bagi Yesus, mereka meneruskan sandiwara tadi; mereka kembali berpura-pura menghormati Yesus sebagai seorang raja. Bukankah Yesus raja orang Yahudi? Maka baiklah seorang bawahan-Nya yang juga orang Yahudi memikul beban itu sambil mengikuti Tuannya (Luk 23:26). Dengan demikian prajurit-prajurit itu mengerahkan pengiring bagi Sang Raja. Hal itu membuat perjalanan-Nya ke Golgota mengundang tawa. Seorang Raja dengan satu hamba yang dipaksa ikut dan yang berjalan di belakang Dia sambil memikul alat untuk menghukum mati Rajanya! Para prajurit yang telah mengadakan upacara penyambutan tiruan bagi Yesus ketika Dia memasuki tangsi, sekarang juga menggelar  upacara tiruan untuk melepas Sang Raja keluar kota. (Markus : Injil Menurut Petrus, hal. 589).   

Ini dari sisi Yesusnya. Tapi dari sisi Simon sendiri, jelas dari kata “paksa” yang muncul menunjukkan bahwa Simon sebenarnya terpaksa memikul salib Yesus ini. Lalu kira-kira mengapa Simon terpaksa memikul salib Yesus ini? Kemungkinan karena 2 alasan :

A) Karena memikul salib saat itu adalah sebuah kehinaan.

Matthew Henry – Memang, memikul salib itu merupakan suatu penghinaan sehingga tidak ada seorang pun yang mau melakukannya kecuali dipaksa. (Injil Matius 15-28, hal. 1490).

Penghinaan ini semakin bertambah jika apa yang dikatakan Bruggen di atas benar di mana pemikulan salib Yesus itu dijadikan semacam drama olok-olokan bagi Yesus. Dengan demikian Simon ikut menjadi bagian dari olok-olokan/ejekan pada Kristus tersebut.

B) Karena Simon datang ke Yerusalem bukan demi tujuan ini.

William Barclay -  Hari itu pastilah hari yang suram bagi Simon dari Kirene….Simon berasal dari Kirene di Afrika. Pastilah ia datang dari tempat yang jauh itu untuk merayakan Paskah. Bisa jadi juga, ia telah berhemat dan menabung selama bertahun-tahun agar dapat datang ke Yerusalem. Pastilah ia sedang memenuhi ambisi seumur hidupnya, yakni untuk dapat makan Paskah di Yerusalem setidak-tidaknya sekali seumur hidup. Lalu hal ini menimpanya. Pada saat itu Simon pasti sangat sedih terhadap kejadian itu. Ia pasti membenci orang-orang Romawi dan juga membenci terhukum ini karena ia dipaksa untuk memikul salib-Nya. (Pemahaman Alkitab Setiap Hari  – Injil Markus, hal. 603).

Demikianlah Simon orang Kirene ini dipaksa dan terpaksa memikul salib Yesus.

III.   BAGAIMANA HIDUP SIMON SELANJUTNYA?

Setelah Simon secara terpaksa memikul salib Yesus menuju Golgota, lalu apa yang terjadi dengan dia? Injil-Injil tidak lagi menceritakan apa-apa tentang Simon ini. Catatan Injil-Injil tentang dia begitu singkat sekali. Injil Yohanes tidak menceritakan sama sekali tentang Simon ini dan Injil Sinoptik (Matius, Markus, Lukas) yang menceritakan kisah ini hanya menceritakannya masing-masing 1 ayat saja (Mat 27:32; Mark 15:21; Luk 23:26). Tapi ada sedikit keterangan dalam catatan Injil Markus yang dapat menjadi mata rantai bagi kita untuk memperkirakan apa yang terjadi dengan Simon orang Kirene ini.

Mark 15:21 - Pada waktu itu lewat seorang yang bernama Simon, orang Kirene, ayah Aleksander dan Rufus, yang baru datang dari luar kota, dan orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus.

Menarik sekali bahwa Simon ini diperkenalkan oleh Markus sebagai ayah dari Aleksander dan Rufus. Kita tidak biasanya memperkenalkan seseorang dengan nama anak-anaknya, kecuali anak-anak tersebut sangat dikenal dalam masyarakat kepada siapa kita berbicara. Demikian juga dari kata-kata Markus ini, kelihatannya Aleksander dan Rufus adalah orang-orang yang sudah dikenal luas oleh pembaca Injil Markus saat itu. Hampir semua penafsir Alkitab setuju bahwa Injil Markus ditujukan kepada gereja/jemaat di Roma. Sekarang mari kita perhatikan surat rasul Paulus kepada jemaat di Roma.

Rom 16:13 - Salam kepada Rufus, orang pilihan dalam Tuhan, dan salam kepada ibunya, yang bagiku adalah juga ibu.

Jadi dalam gereja Roma ada Rufus, seorang Kristen yang disebut sebagai salah seorang pilihan Allah, dengan ibunya yang begitu dikasihi oleh Paulus sehingga ia sebut sebagai ibunya. Bisa jadi bahwa ini adalah Rufus yang sama dengan Rufus yang adalah anak dari Simon, dan bahwa ibunya adalah istri dari Simon. Jika ini benar maka ini dapat menjadi jembatan bagi kita untuk menebak apa yang kira-kira terjadi dengan Simon dari Kirene setelah terpaksa memikul salib Yesus. Maksudnya adalah, bahwa anak-anak Simon dan juga isterinya bisa menjadi Kristen, yang percaya kepada Yesus Kristus yang disalibkan itu, rasanya kecil kemungkinan untuk berpikir bahwa Simon sendiri tidak menjadi Kristen. Besar kemungkinan bahwa Simon menjadi Kristen dan tentu satu faktor yang penting dan moment tak terlupakan dalam hidup Simon adalah ketika ia memikul salib di mana Kristus mati di atasnya. Barclay berkata bahwa mungkin pertobatan Simon terjadi pada saat ia memikul salib Yesus itu atau saat tiba di Golgota.

William Barclay – Barangkali ia bermaksud bila sudah sampai di Golgota, ia akan melemparkan salib itu dan secepat mungkin menyingkir dari sana, akan tetapi mungkin bukan itu yang terjadi. Mungkin ia tetap di sana karena ada sesuatu mengenai Yesus yang menarik hatinya. (Pemahaman Alkitab Setiap Hari  – Injil Markus, hal. 603).

William Barclay - Bisa jadi bahwa pada saat ia memandang kepada Yesus, kepahitan Simon berbalik menjadi keheranan dan akhirnya menjadi iman; sehingga ia menjadi orang Kristen; dan keluarganya menjadi jiwa-jiwa yang paling berharga dalam gereja Roma. Merupakan sesuatu yang memungkinkan bahwa Simon dari Tripoli berpikir bahwa ia akan mewujudkan ambisi hidupnya, untuk akhirnya bisa merayakan Paskah di Yerusalem; bahwa ia mendapati dirinya, sangat bertentangan dengan kehendaknya, mengangkat salib seorang kriminil; bahwa pada saat ia memandang, kepahitannya berbalik menjadi keheranan dan menjadi iman; dan bahwa dalam hal yang kelihatannya merupakan aib baginya ia menemukan seorang Juruselamat. (Pemahaman Alkitab Setiap Hari – Injil Lukas, hal. 238).

Selain itu kita menemukan sesuatu di dalam kitab Kisah Para Rasul.

Kis 13:1 - Pada waktu itu dalam jemaat di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar, yaitu: Barnabas dan Simeon yang disebut Niger, dan Lukius orang Kirene, dan Menahem yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes, dan Saulus.

Kata-kata yang bergaris bawah ini memungkinkan untuk dibaca dengan 2 cara :

a.     [Simeon yang disebut Niger] dan [Lukius orang Kirene]

Jika demikian maka Simeon ini bukan orang Kirene melainkan Lukius.

b.    [Simeon yang disebut Niger, dan Lukius] orang Kirene.

Jika demikian maka baik Simeon dan Lukius, keduanya orang Kirene.

Lalu pembacaan manakah yang benar? Jika menghadapi kasus seperti ini maka ada satu hukum bahasa Yunani yang mengaturnya, namanya “Granvile Sharp Rule”. Dan sesuai dengan aturan hukum ini, ayat Kis 13:1 harus dibaca dengan cara kedua dan dengan demikian Simeon juga adalah orang Kirene. Nah, nama Simeon sendiri adalah bentuk lain dari Simon. Itulah sebabnya sejumlah terjemahan menerjemahkannya dengan Simon dan bukan Simeon.

ALT - Now [there] were some prophets and teachers in the assembly being in Antioch: both Barnabas and Simon (the one being called Niger), …

DRB - Now there were in the church which was at Antioch prophets and doctors, among whom was Barnabas and Simon who was called Niger, …

Murdock - Now there were in the church at Antioch, [several] prophets and teachers; Barnabas, and Simon called Niger, ….

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa nama di dalam Kis 13:1 itu adalah Simon orang Kirene. Dan secara eksplisit dikatakan bahwa dia adalah seorang nabi/pengajar di gereja Antiokhia.

Kis 13:1 - Pada waktu itu dalam jemaat di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar, yaitu: Barnabas dan Simeon yang disebut Niger, dan Lukius orang Kirene, dan Menahem yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes, dan Saulus.

Hal lain yang memperkuat dugaan ini adalah bahwa Simeon/Simon ini disebut Niger yang artinya “hitam”.

William Barclay – Niger adalah nama biasa untuk seorang berkulit hitam yang datang dari Afrika….” (Pemahaman Alkitab Setiap Hari – Injil Markus, hal. 604).

Dan karena itulah Alkitab TEV menerjemahkan ayat ini sebagai berikut :

TEV - In the church at Antioch there were some prophets and teachers: Barnabas, Simeon (called the Black = yang disebut si hitam),  …”

Dari kata Niger inilah munculah nama negara “NIGERIA” dan ingat tadi sudah saya tunjukkan bahwa Simon ini berasal dari Kirene yang ada di Afrika Selatan.

Jika ini benar maka apa yang dikatakan sebelumnya bahwa Simon akhirnya menjadi percaya pada Yesus menjadi lebih kuat, dan bukan itu saja, ia bahkan menjadi salah satu tokoh penting/pengajar di dalam jemaat Antiokhia yang turut mengutus Paulus dan Barnabas untuk memberitakan Injil bagi orang-orang non Yahudi.

Kis 13:1-3 – (1) Pada waktu itu dalam jemaat di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar, yaitu: Barnabas dan Simeon yang disebut Niger, dan Lukius orang Kirene, dan Menahem yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes, dan Saulus. (2) Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: "Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka." (3) Maka berpuasa dan berdoalah mereka, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi.

William Barclay – Barangkali pengalaman Simon dalam perjalanan ke Golgota membuat hatinya melekat kepada Yesus untuk selamanya. Barangkali pengalaman inilah yang membuat ia menjadi seorang Kristen. Barangkali pada hari-hari sesudahnya ia menjadi pemimpin di Antiokhia dan menjadi alat untuk pemberitaan Injil pertama kali kepada orang-orang non Yahudi. Barangkali oleh karena Simon dipaksa untuk memikul salib Yesus, maka terjadilah pekabaran Injil pertama kepada orang non Yahudi. Itu berarti, kita ini menjadi Kristen karena pada satu hari seorang peziarah Paskah, dengan sangat marah, telah dipaksa oleh seorang aparat Romawi yang tak dikenal namanya untuk memikul salib demi Yesus bagi diri-Nya.  (Pemahaman Alkitab Setiap Hari – Injil Markus, hal. 604-605).

Boleh jadi ia jugalah yang memberitakan Injil kepada isteri dan anak-anaknya (Aleksander dan Rufus) sehingga mereka akhirnya menjadi tokoh-tokoh jemaat di Roma yang sangat dihargai oleh rasul Paulus.

IV.   TUNTUTAN KRISTUS BAGI KITA.

Satu pelajaran berharga yang bisa kita petik dari kisah Simon ini adalah betapa pentingnya sebagai pengikut Kristus kita mau memikul salib juga. Ini sesuai dengan apa yang Yesus ajarkan kepada murid-murid-Nya sebelum Ia disalib.

Mat 16:24 - Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.

Luk 9:23 - Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.

Mat 10:38 - Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.

Menarik untuk diamati bahwa “memikul salib dan mengikuti Yesus” ini ternyata sudah dilakukan oleh Simon padahal pada saat itu ia belum menjadi murid Yesus/orang beriman.

Luk 23:26 - Ketika mereka membawa Yesus, mereka menahan seorang yang bernama Simon dari Kirene, yang baru datang dari luar kota, lalu diletakkan salib itu di atas bahunya, supaya dipikulnya sambil mengikuti Yesus.

Nah, jika seorang yang bukan murid Yesus ternyata sudah melakukan apa yang Yesus perintahkan “memikul salib dan mengikuti Aku” walaupun dipaksa tentara Roma, apalagi kita yang sudah menjadi murid Kristus? Kita seharusnya mau memikul salib sesuai perintah Yesus itu dengan rela, tanpa dipaksa atau merasa terpaksa.

Berbicara tentang salib, itu berarti berbicara tentang penderitaan yang hebat. Yesus mengalami penderitaan yang hebat sewaktu memikul salib hingga naik ke atas salib. Jika Ia meminta kita untuk juga memikul salib sambil mengikuti Dia, itu berarti Ia juga mau agar kita juga ambil bagian di dalam penderitaan ketika kita memutuskan untuk menjadi pengikut-Nya.

Matthew Henry – Yang dimaksudkan dengan salib di sini adalah seluruh penderitaan kita, baik yang kita derita sebagai manusia maupun sebagai orang Kristen, meliputi segala kemalangan karena ketentuan ilahi, penganiayaan oleh karena kebenaran, setiap masalah yang menimpa kita, baik karena berbuat baik ataupun karena tidak melakukan sesuatu yang jahat. Segala kesukaran yang kita derita sebagai orang Kristen sangat cocok disebut salib-salib karena mengingatkan kita akan kematian di atas kayu salib yang dialami Kristus karena ketaatan-Nya. Salib-Nya itu seharus membuat kita sadar bahwa sama dengan Dia, kita juga harus menanggung kesukaran, karena Dia juga telah menanggungnya sebelumnya bagi kita. (Injil Matius 15-28, hal. 818).

Di sini Yesus mengajarkan kepada kita bahwa menjadi seorang pengikut Kristus bukanlah enak/gampang. Kita pasti diperhadapkan dengan berbagai macam kesukaran dan penderitaan (sakit penyakit, masalah rumah tangga, masalah pekerjaan, masalah, pelayanan, masalah pergaulan, dll). Itulah salib! Dan kita diwajibkan untuk memikulnya sambil tetap mengikuti Dia. Jika tidak, maka kita tidak layak bagi Dia.

Mat 10:38 - Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.

Salib masing-masing orang berbeda-beda. Dan Tuhan meletakkan salib itu di pundak kita masing-masing sesuai dengan ukuran iman kita dan penetapan ilahi. Karena itu jangan heran kalau tingkat penderitaan kita berbeda-beda. Semakin kuat iman seseorang, semakin berat salib yang ditaruh di atasnya. Atau semakin besar salib yang ditaruh di atas pundak kita, itu bukti bahwa iman kita makin kuat. Ingat bahwa Tuhan tidak memberikan salib yang lebih berat dari kemampuan kita.

1 Kor 10:13 - Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

Bahwa salib itu tidak melampaui kemampuan kita tidak berarti bahwa salib itu ringan. Salib itu tetap berat dan kita kadang kepayahan memikulnya, tetapi kita tetap dituntut untuk memikulnya sambil mengikut Yesus/setia kepada-Nya.
Kembali ke Simon, perhatikan fakta menarik ini. Pemikulan salib Yesus oleh Simon adalah sebuah beban dan aib bagi dia tetapi ternyata itu bisa mendatangkan sesuatu yang berharga bagi dia yakni perjumpaan dia dengan Kristus secara pribadi dan bahkan menjadi alat pemberitaan Injil untuk orang-orang non Yahudi.

William Barclay – Pastilah pada hari naas itu Yesus telah menyentuh hati Simon. Hari yang bagi Simon tampaknya seperti hari aibnya ternyata menjadi hari kemuliaannya. (Pemahaman Alkitab Setiap Hari – Injil Matius 11-28, hal. 580).

B.J. Boland – Dipaksa memikul salib itu dan turut pergi ke Golgota mungkin telah menjadi berkat besar bagi Simon. (Tafsiran Alkitab Injil Lukas, hal. 561).

Ya, jika Simon yang awalnya bukan orang beriman dan dipaksa untuk memikul salib dan itu telah membawa sebuah kebaikan bagi dia, apalagi kita yang sudah beriman kepada Kristus yang mau setia memikul salib/bertahan dalam penderitaan dan tantangan di dalam mengikuti Tuhan, kita pasti akan mendapatkan perkenanan Tuhan dan kebaikan akan datang pada kita seperti pada Simon dari Kirene. Ini senada dengan paa yang dikatakan rasul Paulus :

Rom 5:3-5 – (3) Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, (4) dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. (5) Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

Karena itu, jikalau saat ini sebagai orang beriman saudara mengalami banyak tantangan, persoalan, penderitaan, kesulitan, dll, janganlah mundur, atau buang salib itu dan lari dari Kristus. Tetaplah setia memikul salib itu sambil mengikut Tuhan. Kalau saudara mundur maka saudara akan kehilangan banyak berkat dan hal yang baik. Charles Haddon Spurgeon menghubungkan Simon dari Kirene ini dengan Simon Petrus. Ia berkata mengapa Simon dari Kirene yang memikul salib Yesus? Karena Simon Petrus tidak ada! Perhatikan kata-katanya yang indah :

C. H. Spurgeon - Namanya adalah Simon : dan di mana Simon yang satunya? Ini merupakan suatu hardikan yang tenang tetapi keras baginya. Simon Petrus, Simon bin Yunus / Yohanes, di manakah engkau? Seorang Simon yang lain telah mengambil tempatmu. Kadang-kadang pelayan-pelayan Tuhan mundur pada saat mereka diharapkan untuk maju, dan Tuhan mendapatkan pelayan-pelayan yang lain saat itu. Jika ini pernah terjadi pada kita, ini seharusnya menegur kita dengan lembut selama kita hidup. Saudara-saudara dan saudari-saudari, tetaplah di tempatmu, dan jangan biarkan seorang Simon yang lain menempati tempatmu. Tentang Yudas dikatakan ‘Biarlah jabatannya diambil orang lain’ (Kis 1:20b); tetapi seorang murid sejati akan mempertahankan jabatannya. Ingatlah kata-kata Tuhan kita ‘Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorangpun mengambil mahkotamu’ (Wah 3:11). Simon Petrus kehilangan mahkota di sini, dan sebuah kepala yang lain memakai mahkota itu. (A Treasury of Spurgeon on the Life and Work of our Lord’, Vol VI, hal. 447-448).

Ya, ada mahkota yang tersedia bagi setiap salib yang saudara pikul. Semakin besar dan berat sebuah salib, semakin indah dan mulianya mahkota untuk itu. Jikalau saudara membuang salibnya atau berhenti mengikuti Kristus, saudara akan kehilangan mahkota itu. Karena itu tetaplah setia mengiring Tuhan dalam setiap penderitaan/salib saudara.

Anonim – Jikalau salib terasa berat, janganlah meminta kepada Tuhan untuk mengangkat atau meringankan salib itu, tetapi mintalah pundak yang kuat untuk dapat memikulnya.

Selamat berjuang, selamat memikul salib saudara masing-masing sambil tetap mengikut Yesus!

- AMIN -

REF: Joshua Ivan Sudrajat S

http://joshuaivanministries.blogspot.co.id/2016/03/simon-dari-kirene.html?m=1

Selasa, 29 Maret 2016

UBONG

MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama)

  MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama) Sabtu, 04 Februari 2023 Ps Joseph Hendrik Gomulya           Sejak awal manusia diciptakan Allah ...