Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Juni 2016

API ASING


Melayani dengan passion yang 'bersumber dari yang lain' adalah sama halnya dengan membawa 'API ASING' ke dalam Hadirat Tuhan. (Ps Steven Agustinus)

Perjalanan prophetis yang sedang kita tempuh lebih menyerupai lomba lari Marathon dibandingkan lomba lari Sprint. Dalam perlombaan lari Sprint, kita mengerahkan seluruh kekuatan kita hanya untuk waktu yang pendek - 100 meter saja. Sementara dalam perlombaan lari Marathon, kita membutuhkan suatu strategi sehingga walau jarak lari yang harus ditempuh lebih jauh, tapi kita akan tetap bisa mencapai garis finish dengan kekuatan penuh.

Dibutuhkan persiapan mental, stamina maupun semangat yang berkesinambungan mulai dari garis Start hingga garis Finish...

1) Pelajaran membangun manusia roh akan menolong seseorg untuk membangun mentalitas seorang pejuang sejati, memiliki stamina dan semangat (passion) yang akan terus berkobar hingga garis akhir.

Ada banyak hamba Tuhan yang memulai pelayanan mereka dengan kobaran api Roh Kudus yang menyala-nyala tetapi seringkali sebelum mencapai tujuan yang diharapkan, mereka sudah kehilangan (baca: kehabisan) passion yang awalnya menggerakkan hidup mereka.

Selanjutnya, alih-alih terus mendesak dalam hadirat TUHAN untuk menerima passion yg baru, mereka justru mencari-cari sumber passion yang lain. Iblis dengan segera menangkap hal tersebut dan dengan segera menawarkan jenis passion lain yang bersumber dari hal-hal yang 'lebih mudah didapatkan' - seperti kekayaan, keterkenalan, posisi yang terhormat. Semua 'sumber passion yang lain' ini lebih mudah di kejar, diperoleh dan di terima/ diakui oleh banyak orang lain daripada passion Ilahi yang hanya bersumber dari hadiratNya.

Untuk menerima passion yang berasal dari hadirat-Nya, kita harus mencari wajah Tuhan secara sedemikian rupa sehingga Hati-Nya terimpartasi ke dalam hati kita. Dengan kita terus mempraktekkan pelajaran Membangun manusia roh, akan menjadi lebih mudah untuk kita terhubung dengan ruang tahta dan menemukan kembali passion kita yang sejati.

2) Melayani dengan passion yang 'bersumber dari yang lain' adalah sama halnya dengan membawa 'api asing' ke dalam hadirat Tuhan.

Kitab Imamat 10 menceritakan bagaimana Tuhan menghukum pembawa 'api asing'.

Imamat 10:1-2 (TB) Kemudian anak-anak Harun, Nadab dan Abihu, masing-masing mengambil perbaraannya, membubuh api ke dalamnya serta menaruh ukupan di atas api itu. Dengan demikian mereka mempersembahkan ke hadapan TUHAN api yang asing yang tidak diperintahkan-Nya kepada mereka. Maka keluarlah api dari hadapan TUHAN, lalu menghanguskan keduanya, sehingga mati di hadapan TUHAN.

Alkitab juga menceritakan setiapkali murid bertanya tentang upah dari mengikut Yesus, Dia selalu mengakhiri jawab yang Dia beri dengan pernyataan: "Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu." (Matius 19:27-30, 20:1-16, Markus 10:28-31, Lukas 13:22-30)

Roh Kudus menegaskan bahwa siapapun juga yang mulai menggantikan api passion yang menggerakkan dirinya dalam pelayanan dengan 'api asing' - kita jadi melayani dengan motivasi ingin terkenal, hidup enak & kaya raya - ia tidak akan pernah bisa bertahan....! Kekudusan-Nya sedang bergerak membersihkan gereja-Nya. Ia ingin memastikan hanya 'API yang berasal daripada-Nya' yang berkobar di mezbah-Nya.

Saya berdoa, biarlah anugerah Bapa membawa kita untuk kembali menyala - berkobar-kobar membawa api-Nya...!

Jika kita memang harus berpuasa demi kembali terhubung dengan hadirat-Nya, jangan segan dan menunda-nunda untuk segera melakukannya. Seringkali orang kehilangan passion Ilahi karena tanpa ia sadari, ia sudah membiarkan cinta akan dunia memasuki hidupnya (1 Yoh 2:15), doa dan puasa akan menolong untuk kita kembali memiliki 'kirbat yang baru' dalam kehidupan dan pelayanan kita (Lukas 5:33-39).

Ingatlah selalu apa yang Tuhan firmankan: "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan." (Amsal 4:23)

#AkuCintaTuhan

Sabtu, 04 Juni 2016

8 JENIS PENGURAPAN DI ALKITAB

By: Ev. Iin Tjipto

(Sabtu 04 Mei 2016)

1. PENGURAPAN KULIT KERANG (PENGURAPAN BATU KARANG DAN YEHUDA)

Onycha (Kulit Lokan) artinya mengaum, Singa Yehuda, batu karang (Keluaran 30:34-35).

Pengurapan batu karang dan Singa Yehuda, Pengurapan untuk raja-raja berperang dan memiliki daya tahan 3 hari nonstop, Pengurapan mempertahankan sesuatu sampai kemenangan segala sesuatu terjadi.

2. PENGURAPAN KAYU SANOBAR (KAYU GOFIR)

Cypres (Sanobar) artinya mulia, menangkap yang Ilahi dan mulia (Kejadian 6:13-14).

Pengurapan kemulian, membangun bahtera-bahtera dengan kayu gofir/sanobar membawa jutaan jiwa kedalam  keselamatan dan kebenaran.

3. PENGURAPAN MUR

Myrrh (Mur) artinya penderitaan. Melambangkan mati daging, dihabisi daging dan mengeluarkan yang Ilahi dan kesejatian (Kidung Agung 1:13).

Dibentuk sampai menjadi yang terindah dI hati Tuhan, mampu menderita sehingga memiliki pikiran dan perasaan Kristus dan jalan makin seirama dan sedetik dengan hati-Nya.

4. PENGURAPAN KAYU ARAS

Cedarwoood (kayu aras) Sebuah kayu yang dipakai sebagai lambang Salib Yesus (Mazmur 92:13-14).

Berbicara tentang keteguhan bagai Salib Kristus, mentahirkan hidup kita karena hidup bagi kegenapan rencana Tuhan, mampu memulihkan diri (dengan cepat), Aras melambangkan pemisahan dosa dan segala yang duniawi, kesembuhan total dan menyatu dengan Tuhan.

5. PENGURAPAN GETAH RASAMALA

Galbanum (getah rasamala) artinya pengurapan kelimpahan (Keluaran 30:34-38).

Keluar dan berakhirnya masa padang gurun hidup kita, Masa kelimpahan dan tidak akan pernah berkekurangan, kelimpahan ide, kelimpahan materi, kelimpahan cinta, kelimpahan hikmat mengembangkan dan menjadikan apapun menjadi besar didalam segala hal di hidup kita (Karunia Salomo)

6. PENGURAPAN KEMENYAN

Frankiencense (Kemenyan) dari kata lebona artinya milik pribadi (Wahyu 5:8).

Pengurapan menaikkan doa, berdiri di hadapan Tuhan dan manusia, penyembah-penyembah dalam Roh dan Kebenaran, Kecapi dan kemenyan yang bersahut- sahutan, Cinta dan iman menyatu menjadi kemuliaan. Setiap hidup yang mengalami proses ujian karena hidup karena penyembahan kepada Tuhan.

7. PENGURAPAN NARWASTU

Spikenard (Narwastu), artinya dapat dipercaya serta diandalkan (Markus 14:3,8).

Apapun yang kita lakukan akan diberikan kemampukan dan kesanggupan untuk menyelesaikannya (dapat dipercaya dan diandalkan), daya tumbuh kembang dan melipatgandakan semua talenta, dan menjadikan kita raja-raja yang mampu menyelesaikan panggilan hingga ke puncak destiny.

8. PENGURAPAN MAWAR SHARON

Rose of Sharon (Mawar Sharon), artinya putri, princess (Kidung Agung 2:1).

Pengurapan para mempelai Kristus yang tidak bercacat, tidak bercela, bertumbuh dan dimampukan, belajar kepada Tuhan. Pengurapan dijamin diangkat di awan-awan.

Rabu, 18 Mei 2016

MENJADI PELAKU FIRMAN DENGAN TUNTUNAN ROH KUDUS


(Ps. Steven Agustinus)

Ada satu anak rohani saya menerima suatu pengalaman rohani saat Training SOAR (School Of Apostolic Reformation) berlangsung.
Berikut penuturannya:

Ada satu penglihatan yang saya liat sangat jelas (hampir seperti melihat dengan kasat mata) sejak sesi pertama SOAR. Saya melihat, dipanggung mimbar diatas karpet warna hitam itu ada jejak - jejak kaki yang sangat tebal. Dan jejak tersebut terbuat dari bahan emas dan sangat bersinar. Saya belum paham maksud penglihatan tersebut. Sampai akhirnya pagi ini setelah saya membaca ulang prinsip kemakmuran yang Ps Steven sampaikan pada hari terakhir SOAR, barulah saya mengerti :

1. Setiap prinsip firman yang Ps Steven sampaikan merupakan jejak kaki yang sangat berharga untuk memimpin kita ditengah 'kegelapan' (angkatan bengkok) dunia ini dan jalan hidup satu - satunya yang harus diikuti (menjadi pelaku firman Tuhan).

Setiap sesi dalam SOAR, sesungguhnya sangat menuntut banyak dari kita. Bukan hanya membuat kita menerima pewahyuan belaka, namun mengkondisikan kita menjadi pelaku firman. Tanpa kita mensetting hati dan pikiran sebagai pelaku firman, maka kita akan cenderung menjadi penikmat firman belaka dan materi yang ada berakhir menjadi timbunan bahan khotbah yang tidak kita hidupi. Oleh karena itu, kita harus segera menjadi pelaku firman. Sebagai contoh, ketika kita mendengar prinsip buah sulung dan perpuluhan. Kita sudah seharusnya segera meminta Roh Kudus mengingatkan dan membuka track record kita akan hal tersebut, dan mengajukan pertanyaan kepada diri sendiri: Apakah kita sudah melakukan prinsip buah sulung dan perpuluhan dengan benar? Jika belum, maka kita harus saat itu juga meminta kekuatan dan anugerah dari Roh Kudus untuk TAAT sepenuhnya. Ketika kita melakukan hal tersebut, saya mendapati maka kita akan dengan sangat mudah dan tanpa pergumulan dpt menjadi pelaku firman. Menjadi pelaku firman pasti akan membuat hati kita bersukacita dan bergelora.

Jika kita masih mendapati, tuntutan menjadi pelaku firman membuat kita bergumul melakukannya, maka alangkah baiknya kita minta kepada Roh Kudus untuk membenahi hati kita yang masih mencintai diri sendiri, uang dan dunia. Ijinkan pekerjaan Roh dan firman mengisi hati kita dengan cinta akan Tuhan saja. Kejujuran kita mengakui dihadapan Tuhan tentang kondisi hati kita yang masih bengkok, akan membuat Roh Kudus bekerja dalam hati dan membuatnya menjadi lurus dihadapan Tuhan. Dengan demikian, kita tidak hanya akan menjadi penikmat firman saja, melainkan menjadi pelaku firman (berjalan dalam jejak kaki yang sama dengan pemimpin rohani).

2. Jejak kaki siapakah yang sedang kita ikuti?

Ada banyak jejak kaki di dunia ini khususnya dari orang - orang sukses. Orang sukses yang kita maksud biasanya orang yang memiliki kekayaan berlimpah - limpah. Banyak orang yang sedang terinspirasi mengikuti jejak kaki mereka. Tetapi sebagai ciptaan baru, tidaklah pada tempatnya kita masih mengikuti jejak kaki mereka.

Karena standart kesuksesan kita sebagai ciptaan baru bukanlah seberapa banyak harta dan barang yang kita miliki, melainkan apakah kita menjadi pelaku firman atau tidak. Jika kita bukan pelaku firman, maka sesungguhnya kita bukan tergolong orang yang sukses di mata Tuhan. Di akhir zaman ini, siapa orang yang kita ikuti dan siapa orang yang kita dengarkan sangatlah menentukan akhir hidup kita. Jika kita salah mengikuti jejak kaki orang, maka hidup kita akan berakhir sebagai orang fasik. Oleh karenanya, betapa penting kita terhubung dengan seorang bapa rohani yang menghidupi prinsip firman dengan akurat.

Saya memperhatikan, di akhir zaman ini ada dua contoh kehidupan yang sedang muncul bersama.

Yang pertama adalah kehidupan orang yang membangun kesuksesan menurut dunia. Yang kedua adalah kehidupan orang yang membangun kesuksesan menurut Tuhan. Tuhan itu adil, akan tiba waktunya kedua kehidupan tersebut diuji olehNya.

Kegoncangan dari berbagai aspek (ekonomi, politik, moral, kesehatan, alam, dll) akan terjadi. Hanya mereka yang menjadi pelaku firmanlah yang akan tinggal tetap !! (Ibrani 12:25-28, Matius 7:24-27)

3. Jejak kaki tersebutlah (pola hidup ilahi/ciptaan baru) yang akan menghantarkan kita menjadi orang - orang berpengaruh, terpandang dan disegani.

Pekerjaan Roh dan Firman yang terjadi dalam batin kita, otomatis akan membuat kita menjadi pelaku firman (hidup sesuai dengan pola ilahi). Dengan demikian akan ada takaran kemuliaanNya yang diberikan kepada kita sehingga mengangkat kita memasuki level kehidupan berikutnya seturut dengan porsi dan bagian kita dalam kerajaanNya. Saya percaya, akan tiba waktunya, posisi - posisi penting atas bangsa ini akan diduduki oleh orang benar yang terhubung ke surga. Jejak kaki bapa rohanilah yang akan membuat kita memerintah atas negeri. Bukan untuk membuat orang lain menjadi Kristen, tetapi untuk menghadirkan Kebenaran, Damai Sejahtera, dan Sukacita atas bangsa. Oleh karena itu, Roh Kudus mempersiapkan kita sedemikian rupa dan masuk kedalam hati kita untuk memastikan frekuensi rohani kita hanya tertuju kepada kebenaran. Bagian kita hanyalah TAAT saja terhadap firman dan arahan Roh Kudus. Langkah ketaatan terhadap firman akan senantiasa membuat kita menggenapi rencana Tuhan atas negeri. Hidup kita akan menjadi jalan kebenaran dan hidup !! Menjadi contoh dan teladan bagi banyak orang.

(Ps. Steven Agustinus)

Senin, 16 Mei 2016

KEBANGKITAN BESAR SEDANG TERJADI

By: Ps Steven Agustinus



Dalam salah session ibadah, saya membagikan beberapa pernyataan Roh tentang kebangkitan orang-orang benar atas negeri. Tidak lama kemudian, ada salah satu anak rohani saya yang menerima penglihatan. Dia menuturkannya sebagai berikut:

Dalam suatu bangsa terdapat orang -orang berpengaruh, terpandang dan juga disegani. Mereka terdiri dari orang - orang kaya, memiliki posisi atau jabatan yang tinggi, memiliki kemampuan/skill yang mumpuni, memiliki kharisma (biasanya para tokoh-tokoh keagamaan). Mereka ada yang bergerak dan berkarya dibalik layar, namun ada juga yang begitu populer dikalangan masyarakat.

Tidak sedikit dari antara mereka yang berlaku fasik memanfaatkan pengaruh yang mereka miliki untuk merusak, menindas, korupsi, dan menciptakan perpecahan diantara masyarakat demi kepentingan pribadi atau golongan. Itulah fakta yang sedang terjadi atas suatu bangsa.

Pagi hari ini, ketika saya terus mendesak masuk dengan gigih dalam hadiratNya, saya melihat ada tiang gantungan. Dan ditiang gantungan tersebut ada seseorang yang sudah mati tergantung. Namanya adalah Haman (Ester 9:25). Lalu saya melihat sekeliling tiang itu, terdapat tiang - tiang lainnya dalam jumlah yang sangat banyak sudah dipersiapkan untuk menggantung orang fasik. Lalu saya mendengar suara; 'Akulah Tuhan yang mempersiapkannya'. Ada pemandangan yang cukup mengerikan yang saya lihat kemudian. Disekeliling tiang - tiang tersebut ada banyak burung gagak yang telah menunggu. Sangat banyak jumlahnya dan dilingkupi oleh kondisi warna langit yang hitam dan gelap. Begitu mencekam.
Berikut ini adalah penjelasan oleh Roh mengenai maksud penglihatan tersebut :

1. Hari penghakiman orang fasik sudah dipersiapkan oleh Tuhan.
Selama ini ada banyak orang menangis dan tertindas oleh orang - orang fasik atas negeri. Tetapi hari - hari dukacita akan segera berlalu. Tuhan akan bertindak. Akan ada malapetaka besar yang akan ditimpahkan dari langit kepada orang-orang fasik. Tangan Tuhan sendiri yang akan menghancurkan dagu keangkuhan mereka. Dan mencabut tulang penopang dalam diri mereka. Akan ada jeritan yang menyayat hati dari kemah orang fasik. Beratnya hukuman Tuhan akan  membuat air mata mereka menjadi darah. Tuhan tidak akan menunda hari tersebut. Para malaikat telah dikerahkannya untuk mempersiapkan hari perkabungan itu. Jika selama ini mereka merasa menjadi 'tuhan' atas negeri, maka dihari kelam itu mereka akan menjadi debu yang terinjak tak berdaya.

2. Tidak akan ada satupun dari antara orang fasik atas negeri yang akan terlewatkan dari hari tersebut.
Tuhan akan merobek layar sandiwara yang selama ini tertutup atas negeri. Para dalang/tokoh yang selama ini bersembunyi dibalik kekacauan akan diekspos. Tuhan akan mempermalukan mereka dan jutaan orang akan mengutuki perilaku mereka. Tubuh mereka akan terjangkit virus penyakit yang mematikan dan banyak belatung yang keluar dari pada mereka. Sungguh, mereka akan 'ditelanjangi' oleh tangan Tuhan sendiri. Upaya mereka untuk lari bersembunyi tidak akan berhasil, sebab kaki mereka telah dipasung oleh 'rantai kemarahan' Tuhan.

3. Posisi mereka akan digantikan oleh orang - orang benar yang terhubung ke surga yang Tuhan sudah persiapkan.
Pemerintahan Kerajaan Surga bukanlah sesuatu yang abstrak. Hal tersebut adalah nyata adanya. Raja segala akan memerintah melalui kita orang percaya. Pemulihan suatu negeri bukanlah omong kosong dan sulit untuk terjadi. Sebab tidak ada yang mustahil bagi Dia. Tuhan sudah berfirman dan firmanNya adalah PASTI.

Yesaya 9:1-2 (TB)  (8-23) Tetapi tidak selamanya akan ada kesuraman untuk negeri yang terimpit itu. Kalau dahulu TUHAN merendahkan tanah Zebulon dan tanah Naftali, maka di kemudian hari Ia akan memuliakan jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, wilayah bangsa-bangsa lain.
(9-1) Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar.

Tuhan sedang mempersiapkan generasi yang empunya Kerajaan Surga sehingga mempunyai legalitas untuk menghadirkan terang Kerajaan Surga atas suatu negeri. Inilah generasi yang hidup dari firman dan suara RohNya serta mengandalkan anugerahNya. Generasi inilah yang akan menduduki posisi-posisi strategis atas bangsa.

4. Cukup mengerikan penglihatan pagi ini. Namun roh saya begitu bergelora dan terbakar oleh api Roh Kudus. Ada satu keyakinan dan sukacita dalam batin saya, BAHWA TUHAN YANG BERPERANG BAGI KITA !! HALELUYA !! Perubahan atas bangsa bukanlah impian yang sulit diwujudkan, karena Tuhan berperang bagi kita!! Terpujilah Tuhan yang kami andalkan!!

Sabtu, 23 April 2016

BE PROUD OF WHAT YOU ARE ...



Buat setiap kita yang melayani Tuhan, Hidup kita seperti gitar ditangan musisi handal.. Melody hidup kita keluar karena ada TANGAN yang sangat handal memetik dan memainkan hidup kita, Disatu musim tertentu, adakalanya kita perlu di-stem..

Jika ada yang longgar perlu dikencangkan lagi, Jika keintiman kita, kerendahan hati kita mulai longgar, Sang Bapa memilih untuk tidak memainkan kita dulu, dan menyetem hidup kita..

Jika ada yang terlalu tegang, terlalu ketat,maka senarnya perlu dilonggarkan Mungkin itu emosi kita mulai tegang, Hati kita mulai tegang dan ketat Dan butuh tanganNya untuk menyetem kita Kadang ga enak, Tapi tahukan kita Jika Bapa tidak menyetem hidup kita Nada nada yang keluar PASTI adalah nada dan irama SUMBANG... ☺

Bapa dialah musisi terbaik yang paling tahu bagaimana mentreat hidup kita, Saat hidup kita mengalunkan lagu-lagu yang keren banget, Aransemen yang keren banget, Sampai banyak orang berdecak kagum melihat kita

Ingatlah...

Tanpa tangan musisi itu, Kita hanya seongok kayu usang yang ga bisa berbunyi.. Setiap pujian itu milik yang memainkan gitar tersebut, Kita hanya gitar, kita hanya alat.... ga pantas maksa minta dipuji..

Setiap gitar punya karakter tersendiri, Ada gitar akustik, ada gitar elektrik. Hidup kita juga mirip Ada yang bintang cemerlang Ada yang mbak penghamba.. Ada gitar yang cocok buat lagu-lagu melankolis, Alunan-alunan merdu dan manis Ada gitar yang cocok buat lagu2 alternatif, Jenjeeet jenjeett...

Gitar ibanez selamanya ga bisa semanis dan se-soft suara dari gitar Fender.. Gitar yamaha selamanya ga akan sama suaranya dengan gitar Taylor.. Harganya beda jauuuhhh cui hahaha..

Gitar saya yamaha C315 300ribu++ Gitar suami saya Taylor 30 juta++ Tapi sekali lagi, Bukan soal gitarnya, tapi siapa yang memainkannya itu yang berpengaruh.. Kenali hidupmu warnanya apa, dan biarkan sang MUSISI yang memetik hidupmu..

Gitar Yamaha ga perlu iri sama gitar Taylor hahaha.. Toh dua2nya ada di ruang hatiNya..

Percuma Ibanez limited edition tapi bunyinya fals Percuma Fender Stratocasterlah..ato telecaster lah.. tapi ga pernah dilirik sang Musisi untuk dimainkan..

Be proud of what you are.. Dan selalu ijinkan Tuhan untuk terus stem hidupmu ❤

By: LYDIA PAELY @favoritraja

posted from Bloggeroid

Senin, 11 April 2016

TAAT ...sekalipun TIDAK MENGERTI itulah IMAN!

"TAAT ...sekalipun TIDAK MENGERTI itulah IMAN!"

Tanpa sadar, sebenarnya banyak anak Tuhan itu melakukan banyak hal dalam hidup ini tidak dalam iman! Koq bisa? Ya, mari kita pahami...!

Bukankah seringkali ada semacam dorongan hati kita untuk melakukan sesuatu, misalnya memberi sejumlah uang atau menolong seseorang yang tidak kita kenal. Namun karena "logika" bermain, sesuatu terjadi dalam hitung-hitungan kalkulasi otak kita tidak masuk logika atau tidak sesuai dengan nalar kita, maka kita batal melakukan itu. Pada hal, sebenarnya hal itu dari TUHAN.

Atau ketika kita dipanggil untuk melayani ke suatu daerah, kita menolak pergi dengan berbagai alasan dan alibi yg kita bisa kemukakan yang memang sepertinya masuk akal dan benar adanya. Kita tidak melakukan dan tetap merasa tidak bersalah, pada hal itu semua datang dari TUHAN dan kita masih mengaku bahwa kita orang beriman.

Untuk menghindari banyak kesalahan dalam hidup ini dan kita tetap bisa memaknai dan mengerti arti kata IMAN dengan benar, mari kita cermati firman TUHAN. "Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui."(Ibr 11:8). Taat sekalipun tidak mengerti itulah Iman yang dijelaskan oleh penulis kitab Ibrani.

Jadi, Iman seperti apakah yang sedang kita hidupi selama ini? Haruskah kita semua mengerti dan pahami. Haruskah semua itu masuk akal dan baru kita bertindak? Berkaca pada langkah iman Bapa Abraham, ternyata kadang kita tidak perlu tahu bahkan kemana TUHAN bawa kita dalam hidup ini. Kita melangkah karena kita percaya, bahwa sesuai dengan firman-Nya, Ya dan Amen. Panggilan TUHAN tidak pernah salah.

Apapun yang kita lakukan dan kerjakan dalam hidup ini, pastikan semua berdasar pada Iman kepada TUHAN. TAAT sekalipun Tidak Mengerti, itulah iman Abraham. Bagaimana dengan Iman Kita? Be wise!

Haruskah semua itu masuk akal? Tidak juga! Semangat Pagi dan Tetap Semangat!

Sabtu, 09 April 2016

PANGGUNG -VS- MEZBAH

By Lydia Paely

Di dalam pelayanan kita selalu akan ada dua sisi kecenderungan yang akan muncul, apakah sebagai panggung, atau sebagai mezbah

...

Panggung membuat kita menuntut
Tapi Mezbah membuat kita rela meletakkan

...

Panggung seringkali membuat diri kita menghirup pujian dan menikmati suara tepuk tangan
Tapi Mezbah sunyi dari gempita penghargaan

...

Panggung mengerjakan sesuatu yang sesaat dan lalu hilang
Tapi Mezbah mengerjakan suatu kekekalan

...

Panggung adalah suatu kebanggaan
Tapi Mezbah adalah suatu ekspresi tahu diri

...

Panggung selalu mendorong kita untuk rebutan yang paling depan
Tapi Mezbah membuat kita bersedia berada di paling bawah untuk diinjak supaya saudara kita bisa naik

...

Panggung selalu menyediakan lampu sorot yang sangat terang , menyilaukan lalu kemudian hilang lenyap tak bebekas
Tapi Mezbah adalah suatu titik sinar kecil yang kian lama kian terang namun akhirnya menjadi suluh yang sangat cemerlang

...

Panggung adalah ekspresi bahwa "aku bisa".. "aku mampu"..
Tapi Mezbah adalah ekspresi "aku hanya hamba dimampukan.."

...

Panggung seringkali membuat kita merasa aku adalah yang terutama dan terpenting
Tapi Mezbah membuat kita tersungkur dengan gemetar dan sadar bahwa kita ini bukan siapa siapa

...

Panggung adalah bau kedagingan yang menyengat dan akan tetap tercium walau terbungkus parfum termahal di dunia sekalipun
Namun Mezbah adalah bau harum yang menetes keluar dari kedagingan yang dipotong dan diletakkan dengan air mata

...

Panggung adalah rumah bagi para bintang untuk beraksi
Tapi Mezbah adalah tempat para hamba memberi diri..

...

...

...

Anugerahi kami Tuhan.. untuk mengerti pentingnya membangun mezbah..dan menyingkirkan panggung dalam setiap pelayanan kami..

MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama)

  MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama) Sabtu, 04 Februari 2023 Ps Joseph Hendrik Gomulya           Sejak awal manusia diciptakan Allah ...