Tampilkan postingan dengan label Kotbah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kotbah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Agustus 2020

MEMASARKAN TUAIAN (berkat pelipatgandaan)

 

MEMASARKAN TUAIAN

(berkat pelipatgandaan)


Virtual meeting bersama Ps Joseph Hendrik Gomulya, M.Th





    Apabila membaca judul kotbah ini terdengar seperti judul dari sebuah seminar pemasaran hasil pertanian. Hari ini kita akan belajar bagaimana hasil tuaian itu bisa memiliki value sehingga terjadi pelipatgandaan. Setiap kita mengetahui bahwa seorang petani akan melewati beberapa tahapan-tahapan sampai memperoleh atau menuai hasil dari apa yang ditanam dan telah ditaburnya. Adapun tahapan-tahapan yang selama ini kita ketahui adalah sebagai berikut:

1)    BEKERJA mempersiapkan benih.
2)    BEKERJA mempersiapkan lahan.
3)    BEKERJA menabur benih.
4)    BEKERJA merawat dan memberi pupuk.
5)    BEKERJA menuai (panen).

 

“1) Maka timbullah kelaparan di negeri itu. -- Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin 2) Lalu Tuhan menampakkan diri kepadanya serta berfirman: “Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. 3) Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau, sebab kepadamulah dan kepada keturunanmu akan Kuberikan seluruh negeri ini, dan Aku akan menepati sumpah yang telah Kuikrarkan kepada Abraham, ayahmu.” (Kejadian 26:2-3 TB)

“Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN.” (Kejadian 26:12 TB)

 

          Apabila seorang petani memiliki lahan seluas 1 hektar, kemudian dia mempersiapkan lahan tersebut yang kemudian ditaburi dengan benih gandum, dirawat dan diberi pupuk dan setiap panennya petani ini bisa menuai atau memanen sebanyak 5 ton gandum. Nah pada ayat diatas firman Tuhan berkata Ishak menabur di tanah yang kering dan kemudian menuai seratus kali lipat ditahun itu juga. Kita umpamakan petani ini adalah Ishak, apakah Ishak secara tiba-tiba akan menuai gandum sebesar 500 ton gandum karena menuai seratus kalo lipat? Rahasianya dimana? Ternyata masih ada satu proses lagi yang banyak orang atau petani yang tidak mengetahuinya, yaitu tahapan BEKERJA memasarkan tuaian tersebut.


          Kebanyakan penuai hanya fokus bagaimana menuai sebanyak-banyaknya tetapi tidak mengetahui bagaimana memasarkan dan menjual tuaian tersebut. Berbeda dengan Ishak yang mampu melihat peluang atau kesempatan sehingga dia mengetahui tahapan tersebut sehingga hasil yang didapatkannya seratus kali lipat. Kok bisa? Bagaimana caranya?


          Perlu diingat bahwa Ishak menabur benih pada saat masa kekeringan atau kelaparan sedang melanda, dia bekerja keras sedari awal mempersiapkan lahannya, menggali kembali sumur-sumur ayahnya, merawat benih-benih tersebut sampai masa tuaian itu tiba. Pada masa kekeringan atau kalaparan semua barang harganya pasti sangat mahal, dan gandum yang dimiliki oleh Ishak selain kualitasnya baik dia juga mampu memasarkan dan menjualnya dengan sangat baik. Jadi inilah rahasia bagaimana Ishak bisa menuai seratus kali lipat.


          Bagaimana penerapan konsep tersebut dalam pelayanan? Nah Saat-saat sulit seperti ini, saat seseorang melayani dan memperhatikan tuaian atau jiwa-jiwa yang dilayaninya dengan baik. Maka setiap jiwa-jiwa yang dituai akan bercerita kepada banyak orang tentang pelayanan yang diterimanya karena saat orang lain menjauh dan tidak memperhatikan mereka, orang ini justru melayani dan memperhatikan mereka. Kasih, pelayanan dan perhatian kepada jiwa-jiwa akan terlihat berbeda karena yang dibagikan adalah kasih Tuhan. Jadi pelipatgandaan tuian akan terjadi dengan sangat cepat di saat-saat seperti ini.

          Yang mesti setiap kita pelajari di saat-saat seperti ini adalah bagaimana memiliki respon yang cepat menangkap perubahan, menangkap setiap peluang atau kesempatan dan cepat menangkap apa yang Tuhan inginkan. Hanya orang-orang yang memiliki respon cepat menangkap apa isi hati Tuhan yang akan bisa bertahan dan berhasil dalam pelayanannya.


          Gereja sebenarnya adalah wadah atau tempat untuk melatih jiwa-jiwa atau jemaat. Melatih karakter dan melatih seseorang sampai dirinya dipercaya oleh Tuhan dalam banyak hal sampai berhasil dan hidupnya bisa berdampak sampai orang tersebut juga menjadi seorang penuai. Jadi gereja jangan hanya fokus kepada ibadah tetapi harus bisa melatih jiwa-jiwa atau jemaat melalui kotbah yang bisa mengubahkan karakter mereka, selalu ada pewahyuan firman Tuhan yang disingkapkan dan pengertian-pengertian baru yang diberikan.


          Kemajuan jemaat bergantung dari makanan rohani yang mereka terima. Kapasitas yang Tuhan berikan kepada anda bergantung daripada apakah kapasitas anda juga meningkat atau tidak? Apakah pola pikir anda meningkat atau tidak? Cara anda berhubungan atau berkomunikasi dengan orang lain apakah meningkat atau tidak? Karena hasil dari seseorang berjemaat terlihat dari dampak yang diterima oleh seseorang selama berjemaat. Nah inilah yag perlu di evaluasi oleh gereja, yang dalam dunia bisnis inilah yang disebut dengan memasarkan hasil tuaian.


          Jadi jangan sampai tuaian yang didapatkan tetapi kemudian tidak berbuat apa-apa. Jangan sampai jiwa-jiwa atau jemaat hanya datang beribadah setiap minggu, menjadi jemaat tetap, memberi persembahan dan perpuluhan tanpa pernah melatih mereka. Setiap jiwa-jiwa atau jemaat harus bisa dimuridkan atau dibapai sebagai bekal atau persiapan bagi mereka juga untuk melayani Tuhan, menjadi penuai di ladang Tuhan dan untuk mereka bisa berhasil di tengah masyarakat sehingga itu harus dilakukan terus-menerus.


          Tetapi sayangnya banyak gereja Tuhan yang terjebak dalam konsep agamawi dengan hanya memberi ruang dan kesempatan orang datang beribadah dan tidak berbuat apa-apa karena pengajaran dan sikap sehari-harinya memang sudah seperti itu, bahwa yang melayani hanyalah gembala dan orang-orang tertentu atau pilihan. Padahal semua orang yang sudah percaya, itu sudah dipilih Tuhan berbeda dengan konsep Perjanjian Lama.

 

“Kata-Nya kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.” (Lukas 10:2 TB

 

          Tanggung jawab gereja adalah bagaimana menghasilkan penuai-penuai dengan memberi mereka kesempatan dan ruang. Nah dalam komsel, itulah tempat pelatihannya. Di situ mereka belajar bagaimana memberikan kesaksian, belajar bagaimana memimpin pujian, belajar bermain musik, belajar bagaimana sharing atau membagikan firman Tuhan, tempat dimana benih kasih itu ditanamkan dan tempat dimana mereka bisa saling mengasihi dan memperhatikan satu sama lainnya sampai kemudian mereka juga bisa merangkul orang lain. Melalui komsel inilah hasil tuian tersebut mempunyai value dan kualitasnya semakin meningkat. Itulah rahasia bagaimana tuaian bisa dituai seratus kali lipat dengan cepat.


          Jadi tuaian itu adalah jiwa-jiwa, seberapa berharga jiwa-jiwa tersebut bergantung dari bagaimana mereka dilatih dan dipersiapkan sebelumnya sampai kualitas yang mereka miliki semakin meningkat. Memaksimalkan potensi yang mereka miliki dan membawa mereka kepada destiny Tuhan atau membantu mereka menemukan destiny mereka maka mereka akan mengejar hal itu.


          Melatih jiwa-jiwa atau jemaat akan membuat kualitas tuaian terus menjadi semakin bernilai dari waktu ke waktu sampai mereka juga menjadi penuai dan memuridkan yang lain. Mari setiap kita menginvest waktu dan tenaga untuk melatih dan memberikan mereka arahan. Hari-hari ini adalah peluang atau kesempatan untuk memenangkan banyak jiwa-jiwa dengan bergerak dan juga memotivasi orang lain untuk juga bergerak bersama-sama.

 

 

Amin, Tuhan Yesus Memberkati.

Jurnalis: Untung Bongga Karua





Rabu, 11 April 2018

AIR DARI TEMPAT KUDUS-NYA


Ps Joseph Hendrik Gomulya


“Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.”
(Kejadian 12:2 TB)



K
enapa hidup sebagian orang menghasilkan tidak seperti yang diharapkannya? Padahal Tuhan sangat banyak memberikan janji untuk memberkati, salah satu contohnya adalah janji kepada Abraham diatas. Hidup yang diberkati bukan hanya berbicara tentang jumlah uang yang banyak atau hidup yang makmur, itu hanya sedikit dari berkat Tuhan tetapi juga hidup yang bahagia atau hidup dalam kesuksesan. Ketika hidup saudara sudah diberkati Tuhan menginginkan hidup saudara juga menjadi berkat bagi oranng lain.


Sewaktu menghadapi masalah jangan berpikir untuk menggunakan kekuatan saudara dalam menghadapi atau menggumuli masalah tersebut karena hasilnya adalah hasil dari usaha keras saudara. Sewaktu saudara mengerti bahwa saudara adalah orang yang diberkati Tuhan maka ada sesuatu yang supranatural yaitu saudara bukan akan diberkati tetapi saudara sudah diberkati. Di-katakan dengan iman berkat Abraham juga turun atas hidup saudara melalui Yesus Kristus, jadi saudara sudah di-berkati oleh Tuhan dan ketika saudara di-berkati oleh Tuhan maka yang keluar dari hidup saudara adalah hidup yang diberkati Tuhan.


“Pada kedua tepi sungai itu tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis-habis; tiap bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus itu. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat.”
                                 (Yehezkiel 47:12 TB)


Tempat kudus-Nya disini berbicara tentang apa? Apa tempatnya berada di sorga atau tempat yang lain? Firman Tuhan berkata bahwa sebagai anak-anak-Nya, sebagai orang percaya, saudara adalah bait kudus-Nya. Hati dan roh saudara adalah tempat kudus Tuhan, tempat bagi-Nya berdiam.

"Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! Barangsiapa percayakepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup." Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan.
(Yohanes 7:37-39 TB)


Sewaktu saudara menyerahkan hidup dan hati saudara sepenuhnya kepada Tuhan dan berkata bahwa hati saudara adalah bagi-Nya berdiam maka dari situ akan mengalir kehidupan. Hati itulah yang selalu ingin iblis rusak karena apabila itu rusak maka yang mengalir bukan air kehidupan tetapi kemarahan, kekecewaan, kepahitan dan itu tidak pernah mengalirkan kehidupan kemanapun. Saat orang lain bersentuhan dengan saudara, orang tidak akan pernah merasa diberkati, segala hal yang saudara kerjakan dan perkatakan keluar menjadi rusak  karena hati yang sebenarnya tempat kudus tidak menjadi tempat kudus lagi.


Firman Tuhan berkata untuk saudara menjaga hati dengan segala kewaspadaan, alasan kenapa Tuhan meminta saudara menjaga yang hati karena itu adalah bagian saudara, itu adalah otoritas atau hak yang diberikan kepada saudara untuk menjaganya agar tidak kecewa, tidak tersandung, tidak marah, tidak kepahitan dan banyak hal negatif lainnya. Jagalah hati saudara agar tetap murni, tetap fokus kepada Tuhan, di-saat ada banyak pilihan yang dunia tawarkan hati saudara hanya terfokus kepada Tuhan saja, menjaga hati sebagai tempat kudus-Nya akan membuat hidup saudara menjadi aliran-aliran yang hidup sehingga saat saudara berbicara, melakukan dan memperkatakan sesuatau maka yang keluar dari hidup saudara adalah aliran-aliran air hidup, apa yang saudara perkatakan itu bukan sesuatu yang biasa karena ada aliran-aliran air hidup yang keluar, ada ide-ide cemerlang dari Tuhan dan Roh Kudus. Air yang mengalir ibarat air dari mata air yang terus mengalir menjadi sungai dan kemana air sungai itu mengalir akan tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis-habis dan tiap bulan selalu berbuah yang baru.



BAGAIMANA MENGALIRKAN AIR KEHIDUPAN ITU?


Untuk dapat mengalirkan air kehidupan itu, saudara harus mengetahui bahwa sumbernya berasal dari tempat kudus-Nya. Air tersebut mengalir tidak dari ide brilian yang baik dan bagus dari pikiran manusia tetapi dari tempat kudus-Nya yaitu hati saudara. Bagaimana mengkoneksikan antara hidup, pikiran dan hati saudara?


Ada banyak hal yang saudara mungkin pikirkan baik tetapi apabila kemudian saudara pertimbangkan bawa masuk ke dalam hati atau roh saudara, saudara menimbangnya didalam roh, menimbang kembali dengan firman Tuhan maka sebelum itu keluar dari mulut dan pikiran, saudara sudah memberi sumbernya terlebih dahulu. Dalam kehidupan sehari-hari apabila saudara mempertimbangkan segala sesuatu dalam hati atau roh saudara, ketika itu keluar dan saudara pikirkan, apakah itu sesuai dengan firman Tuhan? apakah itu menguntungkan kerajaan Sorga atau tidak? Apakah kemuliaan dikembalikan ke Tuhan atau buat saudara? Dan kemudian baru saudara perkatakan.


Hati-hati dengan perkataan yang saudara ucapkan karena seringkali apa yang mengikat saudara adalah perkataan saudara sendiri. Saudara menginginkan air kehidupan keluar dari hidup saudara tetapi di sisi lain seringkali kemarahan dan kekecewaan yang keluar, saudara diberikan ketajaman dalam perkataan tetapi di saat yang sama pedang roh saudara yaitu firman Tuhan saudara tumpulkan, saudara berdoa dan deklarasi di gereja bahwa saudara adalah orang yang diberkati Tuhan tetatpi saat di rumah saudara berkata kepada anak, istri/suami saudara mereka malas, bodoh dan miskin, maka itu seperti saudara menumbuhkan perkataan itu.


Saudara sudah berdoa, deklarasi dan melakukan banyak hal tetapi belum ada yang berubah, berarti bahwa ada yang salah maka carilah sumber dan akarnya. Saudara tidak bisa mengalirkan mata air kehidupan menjadi sungai tetapi di satu sisi saudara memperkatakan hal-hal yang buruk karena sumber di hati saudara adalah kekecewaan. Saat saudara kecewa kepada istri atau suami maka yang keluar dari mulut saudara adalah yang negatif. Jadi bereskan dan perbaiki yang didalam saudara terlebih dahulu karena itulah sumbernya, ketika itu sudah dibereskan  maka yang keluar di hidup saudara adalah hal-hal yang memberi kehidupan, yang kemudian mengalirkan berkat.


Kesaksian: ketika proses pembangunan hotel yang sekarang di pakai sebagai tempat ibadah, pembangunannya sempat terhenti ketika mencapai lantai 4 karena masalah ijin yang belum keluar dan dana untuk melanjutkan pembangunannya sampai ke lantai 12 sudah tidak ada lagi bahkan untuk membayar buruh harian saja sudah tidak ada lagi. Orang-orang mulai berkata “bukankah pembangunan hotel tersebut datangnya dari Tuhan?”, orang-orang mulai berkata bahwa mungkin itu semua hanya ambisi dari Ps Hendrik saja. Saat-saat seperti ini yang perlu dilakukan hanya mencari Tuhan dan kemudian dalam sebuah ibadah di Semarang Tuhan mengingatkan Ps Hendrik sebuah perkataan yang keluar dari mulut dari istri beliau saat mendiskusikan pembangunan hotel tersebut, waktu itu keluar perkataan bahwa hotel cukup sampai lantai 4 saja tidak perlu sampai lantai 12, Ps Hendrik mendiamkan itu dan itu menjadi pijakan dadri musuh.


Saudara tidak mungkin melihat suami atau istri saudara menjadi orang yang diberkati Tuhan apabila dalam pikiran dan hati saudara berkata bahwa suami atau istri saudara itu bodoh , malas dan miskin, tidak seperti suami atau istri yang lain. itu sebenarnya saudara seperti sedang menciptakan sesuatu yang sebenarnya saudara tidak sedang kehendaki karena hati saudara rusak dan sebagai suami-istri saudara harus bisa memperkaiki itu seperti Ps Hendrik dan ibu yang kemudian berdoa dan deklarasi membatalkan semua perkataan yang salah itu.


Saat hamba Tuhan dalam ibadah tersebut menantang semua jemaat yang ada untuk mempersembahkan 7 kali ganda sesuai dengan apa yang Tuhan mau, Ps hendrik dan ibu mempersembahkan semua yang mereka miliki bahkan ada beberapa nominal yang harus ditulis dalam secarik kertas, mereka melompat  mempersembahkan hidup  sadara, sewaktu saudara menyadari dimana letak kesalahan saudara kepada Tuhan, tunjukkanlah pertobatan saudara kepada Tuhan. Hari itu masih dihari dan tempat yang sama Ps Hendrik menerima sebuah telepone mengabarkan bahwa ijin pembangunan hotel tersebut telah keluar atau telah   ditanda tangani dan Ps Hendrik berkata bahwa Tuhan akan menyediakan segalanya sampai pembangunan hotel selesai.


Apabila apa yang saudara alirkan dan kerjakan itu belum berbuah jangan pernah menyalahkan orang lain tetapi koreksilah diri saudara. Abraham yang diberkati oleh Tuhan sehingga sewaktu Lot mengikutiAbraham seharusnya Lot juga diberkati tetapi keputusan lot untuk memisahkan diri dari Abraham walaupun bukan berarti putus hubungan karena mereka masih bersama-sama tetapi hati lot sudah tidak klop atau sepakat lagi dengan Abraham, Lot menjadi sombong dan ingin sendiri. Hati yang rusak tidak akan bisa mengalirkan sesuatu yang baik sehingga oleh sebab itu letakkanlah selalu hati saudara untuk murni karena ketika hati saudara murni untuk Tuhan maka itu akan mengalirkan kehidupan, memberikan saudara ide-ide yang melampaui kemampuan berpikir saudara, Tuhan bisa menghandle semua yang terbaik di hidup saudara.


Tuhan terkadang menguji hati saudara apakah itu murni untuk Tuhan karena hati saudara adalah tempat kudus-Nya yang harus mengalirkan aliran-aliran air hidup seperti firman-Nya dalam kitab Yehezkiel tadi, akan tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis-habis; tiap bulan ada lagi buahnya yang baru... Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat yang memberikan pemulihan kepada saudara (diberkati), tetapi Lot tidak menghendaki itu karena hatinya sudah rusak. Seharusnya Lot diberkati karena Abraham seperti semula dan seharusnya setelah peristiwa Sodom dan Gomora yang adalah keputusannya yang salah, Lot seharusnya bisa berbalik dan tidak perlu sampai semuanya habis dimana kemudian Lot tidak melahirkan keturunan yang ilahi.


Hati saudara itu kecil dan tidak ada yang mengetahui isinya selain saudara sendiri dan Tuhan walaupun sebenarnya itu bukan tempat yang kecil karena itu adalah tempat kudus Tuhan yang sangat besar. Apabila saudara melihat dimensi dari roh/hati saudara, itu bisa menampung banyak hal yang sangat besar yang melampaui pikiran saudara, hati saudara akan mengalirkan sumber air kehidupan, menjadi sungai dari mata air yang tidak akan pernah berhenti. Sewaktu saudara berhubungan dengan banyak orang, banyak hal yang bisa iblis pakai untuk membuat saudara menjadi kecewa tetapi pilihan untuk menjadi kecewa adalah pilihan saudara. Keadaan bisa membuat kekecewaan karena tidak sesuai dengan ekspektasi atau keinginan saudara tetapi kembali lagi pilihan untuk menjadi tidak kecewa adalah pilihan hidup saudara sendiri. Orang-orang bisa membuat saudara mendapatkan tekanan tetapi pihan untuk tidak menjadi kecewa adalah pilihan saudara.


“Adapun Abraham telah tua dan lanjut umurnya, serta diberkati TUHAN dalam segala hal.”
(Kejadian 24:1 TB)


Saudara adalah keturunan Abraham, orang yang diberkati Tuhan dalam segala hal. Saudara adalah orang yang diberkati Tuhan dalam segala hal, orang yang memberkati orang lain, orang yang hati dan hidupnya mengalirkan air kehidupan dari tempat kudus-Nya. Tuhan akan memberikan saudara kesanggupan untuk menjadikan hati dan hidup saudara menjadi tempat kudus-Nya. Mulai saat ini apapun yang saudara alirkan akan menjadi pohon-pohon yang tidak pernah layu daunnya, buahnya selalu baru setiap bulan dan tidak pernah berbuah. Apapun yang saudara perkatakan pasti terjadi dan menjadi berkat.



Amen Tuhan Yesus memberkati.

Selasa, 27 Maret 2018

MENYIMPAN DAN MERENUNGKAN


Ps Joseph Hendrik Gomulya

“Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia. Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria. Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri. Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, -- karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud -- supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung. Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan. Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan." Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya: "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya." Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita." Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya. Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.                                                                                                                                                                          (Lukas 2:1-20 TB)                                                                                                   (Lukas 2:1-20 TB)

“Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya


M
 elalui ayat ini saudara akan belajar dari Maria bagaimana menyimak, menyimpan dan merenungkan setiap perkataan Tuhan, ternyata itu adalah hal yang sangat penting karena manusia terkadang acuh dan tidak peduli atas kejadian demi kejadian. Bagi Maria kelahiran Kristus adalah sebuah rahasia Ilahi yang di simpan didalam hatinya dan merenungkan itu.





Apabila saudara saat ini masih menantikan janji-janji Tuhan dalam hidup saudara yang belum digenapi, ketika saudara berjalan dalam dimensi Ilahi, berjalan sesuai kehendak-Nya maka ketika waktu Tuhan itu datang, ketika Tuhan berkata bahwa ini adalah waktu yang tepat bagi-Nya untuk menggenapi itu maka seperti pembacaan di ayat 1 dan 2 dimana Tuhan menggerakkan hati Kaisar Roma untuk membuat sebuah keputusan yang belum pernah dilakukan sebelumnya, sebuah keputusan yang berlaku yang global atau berlaku seluruh dunia dimana saat itu Kaisar mengeluarkan perintah untuk semua orang untuk mendaftarkan diri kembali yang sekarang dikenal dengan nama sensus penduduk. Semua orang harus kembali ke tempat asal mereka, kembali ke tempat dimana mereka dilahirkan untuk didata kembali, istilah yang saudara kenal sekarang dengan istilah mudik dimana orang kembali ke tempat asal mereka serentak untuk berkumpul kembali dan hal yang orang-orang lakukan saat itu terjadi di seluruh dunia karena kekaisaran Romawi adalah penguasa dunia saat itu. Inilah yang Maria simak bahwa itu adalah proses penggenapan janji dan ketepatan Tuhan atas dirinya ketika sebelumnya Malaikat Tuhan telah datang kepadanya.



“Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, -- karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud –“.                                           (Lukas 2:4 TB)


Ada apa dengan Galilea? Berkat apa yang Tuhan ingin berikan dari Galilea buat saudara?
                         

Danau Galilea adalah danau air tawar yang didalamnya terdapat banyak kehidupan yang mengalirkan kehidupan ke seluruh Israel dan ini sangat kontra dengan negara-negara yang ada di sekitar Israel yang kering dan tandus. Sumber mata air dari danau Galilea berada di dua tempat yaitu Gunung Hermon dan Dataran Tinggi Golan.


Gunung Hermon berbicara tentang berkat Tuhan sedangkan Dataran Tinggi Golan berbicara tentang pemulihan. Tuhan sebenarnya rindu untuk memberikan pemulihan dan menurunkan berkat-Nya dalam  hidup saudara. Berkat Tuhan itu tidak pernah hanya buat diri saudara tetapi untuk saudara alirkan kepada orang lain, hal berikut yang Maria simpan dalam hatinya dan merenungkannya adalah dia menyimpan bahwa ada penggenapan Tuhan yang ajaib.


“Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud”.         (Lukas 2:8-11 TB)

Maria mendengar, menyimak dan menyimpan kesaksian dari para gembala bahwa Malaikat Tuhan datang dan berbicara kepada mereka dalam hatinya karena Maria mengetahui siapa yang DIA kandung, dia mengetahui dan merenungkan itu. Mari menjadi orang-orang yang menyimpan rahasia Tuhan dan merenungkannya sehingga yang saudara terima bukan sekedar pemulihan dan berkat-Nya tetapi penggenapan janji Tuhan yang ajaib.


Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan." Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya: "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.(Lukas 2:12-14 TB)

Tuhan akan membawa saudara ke tempat yang tidak terduga dan Maria menyimak, menyimpan dan merenungkan itu di dalam hatinya  dimana sampai 3 kali di sebutkan sebagai tanda dimana malaikat-malaikat Tuhan berkata kepada gembala bahwa mereka akan melihat seorang bayi dibungkus dengan lampin tidur di atas palungan, sesuatu yang sebelumnya tidak pernah terjadi, Tuhan membawa Maria mengalami hal-hal yang tidak terduga. Ketika Tuhan membawa saudara, ada kemuliaan Tuhan, ada pasukan malaikat Tuhan yang bersama-sama dengan saudara sehingga jangan pernah apatis/salah paham karena saat saudara mengalami sesuatu yang mungkin kurang enak, percayalah dibalik itu ada kemuliaan Tuhan yang lebih besar.

Saat Tuhan Yesus lahir ke dunia pun mengalami yang sama dimana tidak mendapatkan tempat yang layak padahal saat itu selain tempat penginapan setiap rumah di Israel di bagian depan rumah utama mereka biasanya disediakan satu kamar khusus dimana disiapkan tempayan tempat membasuh kaki, setiap rumah di Israel memiliki ruangan kosong ini sebagai tanda keramahan orang Israel dan sampai sekarang masih seperti itu. Di setiap rumah orang Israel mereka menyediakan tempayan pembasuhan kaki seperti dalam mujizat air menjadi anggur di perkawinan di Kana karena Israel dikelilingi oleh padang gurun, sehingga orang akan membasuh kaki mereka disitu setelah itu mereka akan beristirahat dan tidur di tempat yang sudah disediakan, tetapi saat Tuhan Yesus lahir keramahan itu tidak ada, tidak ada tempat bagi Yesus, itu semua agar saudara disediakan rumah di Sorga. Dia datang menderita agar saudara tidak lagi menderita tetapi justru diberkati karena semua penderitaan sudah ditanggung oleh Yesus.

Tuhan Yesus dilahirkan di sebuah palungan dalam sebuah kandang domba, palungan adalah tempat untuk meletakkan jerami makanan dari domba yang terbuat dari batu yang dipahat. Ini mengandung arti bahwa Tuhan Yesus adalah gembala bagi domba-domba, Dia yang memberi makan bagi setiap domba-domba-Nya. Hidup saudara di jamin oleh Tuhan dengan lahir di sebuah palungan yang dipahat dari batu sebagai lambing bahwa Tuhan Yesus adalah batu karang yang teguh buat saudara dan sumber kehidupan buat saudara. Tuhan Yesus yang memberi saudara jaminan, pemulihan, hidup yang diberkati, hidup yang kekal bersama Tuhan Yesus.


“Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan”.                                                                                                                                                      (Lukas 2:11-12 TB)

Dari mana para gembala mengetahui kandang domba yang mana yang para malaikat maksudkan? Karena ada banyak kandang domba dan bukan hanya satu. Para gembala langsung mengetahui kandang domba mana yang dimaksud karena kain lampin dan palungan hanya ada di Migdal Eder  yaitu tempat menara pengawas gembala-gembala yang berarti Tuhan Yesus adalah gembala yang mengawasi dan menuntun hidup saudara setiap waktu, Tuhan Yesus adalah pendoa syafaat dan menara pertolongan bagi saudara.



Amen, Tuhan Yesus Memberkati…

Rabu, 14 Maret 2018

MEMAHAMI ROH KUDUS



GEREJA BAHTERA INJIL GIBBOR (GBIG) HOLY GLOY

MEMAHAMI ROH KUDUS


Ps Joseph Hendrik Gomulya


  
“Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu”
(Yohanes 16:7 TB)


Roh Kudus adalah anugerah terbesar bagi gereja-gereja Tuhan tetapi sayangnya banyak gereja-gereja Tuhan tidak memahami apa yang Tuhan sudah berikan. Belajar memahami apa yang Tuhan sudah berikan contohnya seperti ketika saudara mendapatkan sebuah berkat untuk memiliki sebuah iPhone keluaran terbaru yang memiliki banyak spesifikasi dan fitur-fitur yang sangat bermanfaat didalamnya ditambah lagi dengan ruang penyimpanan yang cukup besar sehingga bisa menyimpan banyak data penting. Seberapa saudara memahami fungsi dan kegunaan iPhone tersebut? Apakah saudara mau membaca manual book atau buku petunjuk penggunaannya? karena sekali pun iPhone tersebut begitu canggih  dan dapat menyimpan data yang banyak tetapi saudara menggunakannya hanya sekedar untuk menelpon maka itu seperti saudara tidak memahami apa yang Tuhan berikan. Apabila saudara mau membaca manual book atau buku petunjuk cara menggunakannya maka saudara akan memahami apa yang menjadi kelebihannya, memahami apa yang saudara miliki. Begitu pun halnya dengan Roh Kudus yang adalah karunia atau pemberian dari Tuhan, apabila saudara bisa memahaminya maka saudara akan hidup dan bergerak di alam supranatural.



“Bagaimana mungkin satu orang dapat mengejar seribu orang, dan dua orang dapat membuat lari sepuluh ribu orang, kalau tidak gunung batu mereka telah menjual mereka, dan TUHAN telah menyerahkan mereka.”                                                                                            (Ulangan 32:20 TB)


Semua yang diatas hanya Tuhan yang memampukan, lawan kita bukanlah darah dan daging tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Saudara bisa melawan seribu orang dan membuat lari seribu orang, sepuluh ribu penguasa-penguasa, penghulu-penghulu dan roh-roh jahat di udara karena saudara diberikan Roh Kudus dalam hidup saudara.





“Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.”                                 (Matius 16:15-17 TB)


Tuhan Yesus memanggil Roh Kudus Bapa, pewahyuan (Roh wahyu) di panggil oleh Tuhan Yesus adalah Bapa. Sewaktu Tuhan Yesus masih dalam kandungan Maria, DIA dikandung oleh Roh Kudus sehingga wajar apabila Tuhan Yesus memanggil Tuhan Yesus sebagai Bapa.



“Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku.”     
(Yohanes 14:10 TB)


Tuhan Yesus yang 100% manusia, Dia adalah firman dalam tubuh manusia, firman yag hidup dan Roh Kudus ada di dalam tubuh-NYa dan DIA memanggil-Nya Bapa.



“Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”   (Yohanes 4:24 TB)


Seringkali orang menempatkan dan menganggap Roh Kudus seakan-akan adalah pribadi nomor tiga dalam hal urutan kepentingan setelah Bapa dan putra. Tuhan Yesus adalah pribadi firman dalam tubuh manusia.



“Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.”            (Yohanes 15:26 TB)


Jadi Bapa yang adalah Roh kemudian Roh itu keluar turun atas saudara, itulah yang namanya Roh Kudus yang adalah Roh Bapa. Roh Kudus bukanlah nama panggilan tetapi menandakan bahwa Dia adalah pribadi yang keluar dari diri Bapa. Hal itu tidak terjadi di perjanjian lama karena Tuhan Yesus belum datang, mati dan dibangkitkan buat saudara. Kriteria untuk saudara di penuhi oleh Roh Kudus dan Roh Kudus diam didalam saudara hanya ketika saudara menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Roh Kudus adalah hadirat daripada Tuhan yang saudara bisa rasakan sewaktu saudara berdoa, menyembah dan memuji Tuhan, sewaktu roh saudara terhubung dengan Tuhan, saudara merasakan hadirat-Nya, itulah Roh Kudus atau Roh kebenaran yang keluar dari Bapa yang menuntun saudara dalam kebenaran.



“yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.”                                                                     (Kisah para rasul 10:38 TB)


Tuhan Yesus berjalan dengan kuasa karena Roh Kudus mengurapi-Nya, seperti contoh tadi apabila saudara memiliki iPhone keluaran terbaru, saudara tidak akan bisa memahami atau mengerti menggunakannya apabila saudara cuek, tidak mau mempelajari bagaimana cara menggunakannya. Saudara hanya akan bisa menggunakannya dengan baik apa yang saudara miliki apabila memahaminya lebih dalam. Seperti kesaksian seorang hamba Tuhan sewaktu dulu mengundang Ps Hendrik mendoakan kantornya yang lama dimana saat itu Tuhan berbicara dalam roh Ps Hendrik bahwa suatu waktu akan ada seseorang yang akan memberikan saham  perusahaan asuransi kepada hamba Tuhan tersebut dan ini dikatakan oleh Ps Hendrik kepada hamba Tuhan ini. Hamba Tuhan ini berpikir bahwa itu sesuatu yang mustahil secara logika pikiran tetapi beliau tidak menangkap dengan pikirannya tetapi yang di tangkap roh-Nya, jadi mari menangkap firman dengan roh saudara.



“Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.”                        
(Lukas 1:35-36 TB)



Ini adalah perkataan malaikat Tuhan kepada Maria bahwa dirinya akan mengandung dari Roh Kudus seorang anak dimana Roh Kudus sendiri akan menaungginya dan begitu pula dengan Elisabet sanaknya juga akan mengandung sehingga ketika Maria berbicara kepada Elisabet, Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus karena ada kuasa yang menaungginya. Roh kudus pun ada dalam hidup saudara yang menaunggi dan mengurapi saudara. Roh kudus memiliki kuasa yang membuat saudara bisa berjalan dalam kuasa-Nya. Roh Kudus bisa mewahyukan kebenaran, menuntun hidup saudara dalam setiap kebenaran.


“Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.”                              (1 Korintus 12:13 TB)


Roh kudus yang keluar dari Bapa itu adalah satu Roh yang sama, sehingga kehadiran-Nya saudara alami.



“Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.” 
(1 Korintus 2:14 TB)


Pekerjaan daripada Roh Kudus jangan ditangkap dengan pikiran saudara. Saudara diberikan oleh Tuhan challenge yang sesungguhnya bukan manusia jasmani tetapi di mata Tuhan adalah manusia roh, hidup yang kekal. Tuhan akan berbicara kepada roh saudara karena Tuhan adalah Roh sehingga manusia duniawi tidak bisa menerimanya.


“Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita.”                       (1 Korintus 2:12 TB)


Saudara menerima Roh yang berasal dan keluar dari Bapa agar supaya saudara bisa mengetahui apa yang dikaruniakan atau diberikan oleh Bapa kepada saudara. Kunci hidup dalam karunia yang diberikan oleh Bapa adalah pengenalan memahami Roh Kudus, memahami manual book atau buku petunjuk dari Bapa yang menjadi kehendak-Nya, memahami  karunia yang diberikan yang adalah pemberian. Contoh tadi dimana saat saudara memiliki iPhone yang canggih, saudara harus melihat buku petunjuknya agar saudara bisa memahami dan menggunakannya secara maksimal. Apabila saudara berjalan dengan Roh Kudus, saudara menangkap karunia yang diberikan kepada saudara seperti firman Tuhan dalam Efesus 1:3 katakan semua berkat-berkat itu sudah disediakan dan diberikan oleh Bapa di alam sorgawi (heavenly Place). Jadi Roh Kudus adalah kunci untuk saudara menarik/mengambil semua berkat-berkat itu buat hidup saudara karena sudah di karuniakan.




“Dan karena kami menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka yang mempunyai Roh, kami berkata-kata tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh.”                                                                       
(1 Korintus 2:13 TB)


Sewaktu saudara mendapatkan nubuatan dari hamba Tuhan, jangan menangkap itu dengan hikmat manusia tetapi tangkaplah dalam roh saudara karena itu sesuatu yang supranatural. Sewaktu seseorang hanya membaca firman hanya sekedar dibaca dengan cara yang biasa itu adalah LOGOS sehingga tidak akan terjadi sesuatu, tetapi sewaktu Roh Kudus mewahyukan firman dan itu saudara tangkap dengan roh saudara itu adalah rhema, Roh adalah kehidupan dari firman itu. Saudara adalah manusia Roh jadi semakin banyak saudara mengetahui karunia-karunia pemberian Allah, janji-janji Tuhan dan menghidupinya maka saudara akan berjalan dalam supranatura. Mari menangkap perkataan Roh dalam Roh saudara sekalipun pikiran saudara mungkin berkata bahwa itu tidak mungkin tetapi manusia rohani saudara menangkap perkataan Tuhan dimana suatu hari saudara percaya itu pasti terjadi dan ketika itu terjadi saudara bisa menyaksikan itu untuk kemuliaan Tuhan bahwa setiap janji Tuhan, Ya dan Amin.


Mari menjadi jemaat Tuhan yang hidup di alam supranatural, menjadi jemaat Tuhanyang percaya setiap pekerjaan rohani dan supranatural agar hidup saudara mendapatkan banyak kemenangan dan lebih dari pemenang. Kekeliruan  sebagian besar dari gereja-gereja Tuhan adalah karena menempatkan Roh Kudus seakan-akan pribadi yang ketiga dalam urutan padahal sebenarnya Roh Kudus adalah pribadi yang sama, pribadi yang penuh dengan kuasa, pribadi Bapa di bumi ini yang saudara bisa rasakan dan mengalami setiap karunia yang dikaruniakan oleh Bapa.




Amen, Tuhan Yesus Memberkati ……….

MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama)

  MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama) Sabtu, 04 Februari 2023 Ps Joseph Hendrik Gomulya           Sejak awal manusia diciptakan Allah ...