Selasa, 29 Maret 2016

Mengapa Yesus Memilih Anggur? – Tuhan Yesus Memang Jenius


“ Anggur adalah pencemooh, minuman keras adalah peribut, tidaklah bijak orang yang terhuyung- huyung karenanya. ”

[Amsal 20:1TB]

MENGAPA ANGGUR?

Pernahkan Anda berpikir, mengapa Tuhan Yesus kok memilih anggur untuk mengenang diri-Nya? Bayangkan, ini sebuah peristiwa yang penting lho. Tuhan Yesus sedang memberikan perintah, yang nantinya akan ditiru oleh seluruh pengikutnya di seluruh dunia. Bahkan sampai hari ini, dari semua jenis agama Nasrani, yang menyatukan semuanya adalah Perjamuan Kudus atau Sakramen Ekaristi. Sebuah upacara, dimana di dalamnya seluruh umat meminum anggur (wine) sebagai simbol darah Yesus, dan memakan roti sebagai simbol tubuh Yesus.

Lho? Anggur? Wine? Sebuah minuman beralkohol yang sangat berbahaya bukan? Bisa menyebabkan merosotnya moral bangsa, seperti ada di Kitab Amsal! Tidak boleh buat anak-anak, bisa mematikan kalau diminum sambil nyetir. Apakah Tuhan Yesus tidak berpikir bahwa jemaat gerejaNya nanti akan nyetir mobil pulang gereja? Padahal, dalam sebuah perjamuan paskah, pasti ada minuman lain toh? Mengapa Tuhan Yesus tidak mengambil secangkir jus delima, yang lebih sehat, untuk menyimbolkan darahNya? Kenapa Tuhan Yesus tidak mengambil jus jeruk, yang mengandung antioksidan dan vitamin C, untuk memperingatiNya?

Tuhan Yesus memang jenius. Pasti ada satu pesan yang ingin Ia sampaikan!

DIMULAI DARI KANA

Dalam kitab Yohanes 2:1-11, dikisahkan mengenai perumpamaan di Kana, dimana Tuhan Yesus membuat mukjijat yang pertama: mengubah air menjadi wine. Dan dikisahkan bahwa ketika Bunda Maria melirik-lirik Tuhan Yesus untuk membantu pengantin yang kehabisan wine, Tuhan Yesus menjawab: “Ibu, waktuKu belum tiba”. Jadi, seolah-olah, pada saatNya nanti, tugas utama Tuhan Yesus ke dunia adalah untuk mengubah air menjadi…. wine! Mengapa begitu?

Begini. Jika Tuhan Yesus tidak sedang bersama kita secara fisik, maka secara kimia, hanya ada satu cara untuk mengubah ‘air’ menjadi wine, yakni melalui proses fermentasi. Proses fermentasi adalah proses pembuatan wine dengan menggunakan mikroorganisme (ragi). Secara tradisional, kulit buah anggur mengandung mikroorganisme yang bernama Saccharomyces cerevisiae. Mikroorganisme ini memiliki enzim Zymase yang bisa mencerna gula di dalam buah anggur, dengan reaksi sebagai berikut:

C6H12O6 (gula) + Zymase → 2 C2H5OH (alkohol) + 2 CO2 (gas karbondioksida)

RAGI YANG BERKORBAN

Jadi jika anggur dihancurkan, maka ragi Saccharomyces dalam kulitnya akan berkembang dan mengolah gula menjadi alkohol. Nah, alkohol ini sebenarnya merupakan racun bagi semua mikroorganisme – itu sebabnya tisu basah mengandung alkohol! Saccharomyces  terus bekerja sampai kadar alkohol mencapai 12,5%. Ketika ini terjadi, maka semua Saccharomyces akan mati, keracunan alkohol! Itulah sebabnya semua wine memiliki kadar alkohol yang sama – yakni 12,5%, kecuali port wine yang jenis raginya beda.

Jadi, untuk mengubah ‘air’ menjadi ‘anggur’ atau wine, perlu ada yang bekerja, lalu… mati! Perlu ada pengorbanan Saccharomyces cerevisiae, supaya air bisa menjadi wine. Lalu, apa tujuannya? Mengapa repot-repot mengubah air menjadi wine?

DARI YANG FANA MENJADI ABADI

Ada satu perbedaan utama antara air dan wine. Air adalah simbol pembaptisan, simbol dimulainya hidup baru seorang Kristen ketika dibaptis. Tetapi, air ini mudah terkontaminasi. Coba saja simpan botol air mineral! Dalam waktu 14 bulan, air akan berubah menjadi hijau dan tidak bisa diminum! Itu sebabnya, tidak ada orang yang mau minum air Evian produksi tahun 1982. Tetapi, kalau wine produksi 1982, wow, mahal harganya bukan?

Wine, adalah abadi! Karena mengandung 12,5% alkohol, maka wine tidak ada expiry date-nya. Coba saja lihat botolnya! Sementara air, mau semurni apapun, pasti ada kadaluwarsanya!

Jadi, ketika memilih wine sebagai simbol Perjamuan Kudus, Tuhan Yesus ingin kita mengingat proses fermentasi wine. Bahwa jika air yang mudah busuk, ingin menjadi wine yang kekal abadi, maka perlu ada ragi, Saccharomyces cerevisiae, yang bekerja, mengolah gula menjadi alkohol, lalu mati pada konsentrasi alkohol 12,5%. Harus ada yang mengorbankan nyawa, supaya air yang fana menjadi wine yang abadi! Seperti Tuhan Yesus, yang mengorbankan nyawaNya di kayu salib, agar hidup dunia yang fana, menjadi kekal.

Indah bukan?

Lalu bagaimana dengan roti?

Salam,

Harnaz
( To be continued )

REF: http://www.itsharnaz.com/mengapa-yesus-memilih-anggur-tuhan-yesus-memang-jenius-bagian-1/

UBONG

Rabu, 23 Maret 2016

Warisan

Seminar sesi kedua, Kamis, 26 Feb 2015. JKI Injil Kerajaan Holy Stadium Semarang.

Pdt Petrus Agung Purnomo

Jika kita ijinkan hubungan kita dengan seseorang yang kita ingini warisannya - jadi rusak, maka kita tidak akan mendapatkan apa - apa.

Saat kita menolak seseorang,
Menolak orangnya = menolak urapan, jubah, dan warisannya.

Saat di Nazaret orang - orang menolak Yesus, akibatnya Tuhan tidak dapat melakukan mujizat.
Yesus ditolak gara - gara merupakan tetangga mereka, anak Yusuf dan Maria.

Contoh:

Lance Armstrong juara tour de France, lalu ditawari berbagai iklan. Di salah satu klausul kontrak ada : jika ada yang tercela dilakukan, maka kontrak batal. Saat terbukti dopping, semua gelar dicopot, dan semua kontrak dibatalkan sepihak.

Seorang figur dengan barangnya menyatu.

Kita bukan menerima kelemahan seseorang, tapi men-sikapinya dengan bijaksana.

Kedatangan Tuhan sudah sangat dekat, Tuhan butuh pahlawan - pahlawanNya turun ke lembah penentuan. Dan jubah - jubah mereka diturunkan

[1 Samuel 10 : 9 - 13, NLT]

Saat itu yang bisa jadi imam adalah anak imam, yang jadi nabi adalah anak nabi. Jadi apakah bisa seorang yang bukan keturunan nabi, lalu menjadi nabi.

Apapun yang bisa dialirkan, berkaitan dengan sebuah hubungan

Ibu dari Pak Agung sudah dipanggil Tuhan. Sehari sebelum berangkat ke Israel, Pak Agung harus berangkat ke Israel. Pak Agung pamitan ke ibunya, dan mengatakan tanggal pulangnya.
Sesampai Israel, ternyata ibu Pak Agung membaik dan masuk ruang perawatan.
Sekembalinya dari Israel, Pak Agung mengunjungi ibunya di hari jumat. Hari minggu pagi saat khotbah, di jam 08:55 ibu Pak Agung meninggal.
Salah satu yang Pak Agung merasa kehilangan adalah masakan ibunya, yang tidak ada duanya.
Adik Pak Agung beberapa kali mimpi memasak, lalu diarahkan ibunya.
Walau sebelumnya jarang memasak, ternyata rasanya persis sama dengan masakan ibu Pak Agung. Inilah yang disebut warisan.

-------------------

Buat pemetaan rohani pribadi.
Pemetaan pribadi: kenali kekuatan dan kelemahan kita, dan harus jujur.

Contoh:

>> Kelemahan di perjinahan. Ternyata shio anjing. Perhatikan watak - watak / sifat - sifat anjing.
>> Ada yang suka menimbun barang / nyusuh, ternyata shio tikus.
>> Jorok, ternyata zodiak kepiting.

Cari kelemahannya, lalu patahkan

Setan merancang hal - hal jelek di hidup kita, sehingga harus dipatahkan

Cari kelemahan dari leluhur kita:

>> Perzinahan
>> Bangkrut di masa tua
>> Keluarga semua berhasil, tapi kita gagal.

Perangi dan patahkan semua yang buruk.

----------------

Untuk mendapat warisan, kita harus punya pengertian.

Budak yang berakal budi akan berkuasa atas anak yang membuat malu, dan akan mendapat bagian warisan bersama- sama dengan saudara- saudara anak itu. [Amsal 17 : 2 TB]

Kita harus ber-akal budi untuk mendapat sesuatu.

[Markus 5 : 25 - 34 TB]

Di kisah ini posisi Tuhan pasif, tapi orang mendapat sesuatu yang ajaib

Wanita ini mendengar berita - berita tentang Yesus (tidak hanya 1 kali). Wanita ini cerdas, karena bisa menarik 1 kesimpulan dari sebuah proses belajar.

Saat kita mau belajar, kita akan menemukan kesimpulan - kesimpulan, dan itu adalah kunci - kunci kerajaan Surga.

Di awal jadi hamba Tuhan, Pak Agung bergaul dengan banyak hamba Tuhan. Akhirnya sampai pada kesimpulan: jika mengerti tentang iman, maka hidupnya tidak akan susah. Maka Pak Agung mencari tentang iman hingga mengerti.

Orang yang mengalami hambatan keuangan, harus belajar dari Firman: bagaimana rahasia sehingga mendapat kemakmuran.
Saat kita mencari, kita akan mendapat.

Kita harus mau BELAJAR.

Kita tidak bisa ambil urapan seseorang dengan sekedar mengambil dan mengambil, tapi harus ada pengertian.

Hebron adalah tempat yang diminta oleh Kaleb. Daud diurapi jadi raja di Hebron. Yang membeli Hebron adalah Abraham, Yang mengubur Abraham adalah ishak dan Ismael, Lahai Roi adalah perjanjian antara Tuhan dengan Hagar.
Bangsa Indonesia ditinggali Kedar, Kedar adalah anak Ismael, dan keturunan Abraham. Maka artinya Tuhan juga akan berkati Indonesia.

Saat TSOA di Ungaran, ada nabiah dari Afsel. Dia berkata siapa sebenarnya Pak Agung, sementara Pak Agung tidak tahu siapa sesungguhnya dirinya sendiri.
Nabi ini berkata bahwa Pak Agung punya karunia kerasulan, artinya ada banyak talenta. Sejak saat itu, setiap ada hamba Tuhan tertentu yang karunianya dibutuhkan untuk pelayanan, Pak Agung menempel dan mengingininya, lalu mendapatkan karunia yang sama.

Contoh beda antara tahu yang kita miliki dan yang tidak kita miliki:
Orang yang menyimpan uang di tempat - tempat tertentu. Suatu kali bajunya dicuci, tapi tidak ada yang menemukan, dan dia lupa. Suatu kali dia naik motor, dan kehabisan bensin. Di Dekat tempat mogok-nya ada penjual bensin eceran, tapi karena tidak bawa uang, maka motor dituntun hingga sampai di rumah. Setelah diingatkan istrinya, baru uang itu ditemukan

Pak Agung mendapat berbagai karunia dengan menyerap dari berbagai hamba Tuhan seperti spons.

Contoh: saat ingin karunia kesembuhan, Pak Agung ambil dari Ps Peter Yongren karena sederhana.

Wanita ini menyimpulkan bahwa harus menjamah jumbai jubah Yesus untuk sembuh, berdasar berita - berita yang telah diterimanya.

Tuhan menyediakan segala sesuatu secara unlimitted di hidup kita.

Mandat dan berkat

Saat menerima mandat akan menghasilkan berkat, karena dalam mandat ada janji Tuhan.
Jika terima berkat tanpa mandat, maka perlu kemampuan untuk mengelola. Jika tidak, akan menurun dan akhirnya habis.

Ada 3 cara khotbah:

1. Orang yang berbicara / talk
2. Orang yang mengajar / preach
3. Orang yang membawa pesan Tuhan / carry the message

Orang ke-3 seperti duta besar Tuhan. Jika orang ini ditolak, maka artinya menolak kerajaan Tuhan.

Contoh perbedaan antara orang yang menerima mandat dan menerima berkat:

1. Abraham dan Lot [Kejadian 13 : 1-7 TB]

Dalam perikop 2 kali dikatakan bahwa Lot bersama - sama Abraham. Tuhan berkata bahwa semua berkat yang Lot terima karena dia berada di bawah tudung Abraham.

Begitu Lot berpisah dengan Abraham, Lot memilih Sodom, yang seperti taman Tuhan tapi destiny-nya terbakar.
Ujungnya Lot habis dan hancur.

Kita harus lihat orang - orang yang memegang mandat dalam hidup kita.

2. Yakub dan Laban [Kejadian 30 : 25 - 30 TB]

Yakub berani berkata bahwa Laban awalnya tidak kaya, tapi diberkati setelah Yakub bekerja padanya.

Kesaksian:

Tahun 1980an. Persekutuan Sangkakala kondisinya berat, sering terjadi keributan. Satu hari Pak Agung hadapkan kepada Tuhan, karena merasa capek dengan keributan, lalu Pak Agung memutuskan untuk meninggalkan persekutuan.
Saat sharing dengan ayah dari Pak Yusak, Om ini melihat sebuah pengelihatan: Pak Agung memberi aba - aba sebuah pasukan, sambil pelan - pelan meninggalkannya.
Ternyata ada pesan Tuhan bahwa persekutuan itu adalah jatah Pak Agung, maka tidak boleh ditinggalkan. Sekian tahun kemudian persekutuan itu jadi gereja. Pak Agung merasa tidak mampu, memimpin sendirian, lalu mengangkat 11 penatua. Akibatnya selalu ribut.

Butuh waktu bertahun - tahun untuk belajar bahwa saat kita terima mandat, bagian kita adalah melakukan saja

Laban tahu bahwa dia diberkati karena Yakub. Jika kita ingin hal yang ajaib, kita harus punya mandat.

Saat mulai bercita - cita jadi hamba Tuhan, ada hamba Tuhan yang mau memberikan bea-siswa kepada Pak Agung untuk sekolah Alkitab di Australia. Saat doa di getsemani ungaran, Tuhan larang Pak Agung meninggalkan Semarang. Lalu kuliah jurusan sejarah.

Larangan Tuhan itu ternyata adalah mandat.

Di awal Pak Agung sering doa keliling dan memberkati kota. Suatu kali sepulang doa keliling, Tuhan berkata bahwa suatu kali Tuhan akan serahkan Semarang pada Pak Agung. Ini juga mandat Tuhan.

Mandat harus diuji, karena kita tidak boleh memeganginya dengan hati dan daging kita.
Begitu terima mandat, kita akan jadi orang yang berbeda.

Mandat ada levelnya.
Saat kita merasa potensi kita tidak bisa mendukung mandat, kita harus minta petunjuk Tuhan kepada siapa kita harus menempelkan mandat kita, sehingga bisa berkembang.

[Matius 25 : 24 - 30 TB]

Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya. [Matius 25 : 27 TB]

Mempunyai = echo.
Periksa : mampukah kita bergerak sendiri dengan mandat kita sehingga ber-echo, atau kita harus tempelkan dengan mandat orang lain sehingga ber-echo lebih besar.

Contoh:
Mic yang tidak terhubung ke speaker tidak berfungsi banyak. Semua harus terhubung dan ter-integrasi

JKI akan melayani di Jayapura, ada 7 kebaktian dan 1 pasar murah dalam 3 hari. Jika Pak Agung sendirian tidak mungkin terjadi. Tapi banyak orang yang bekerja bersama - sama dan memungkinkan semua terjadi.

Orang yang punya mandat, ke manapun akan jadi.

Yusuf mandatnya jadi orang no-2 di manapun ia berada.

> Orang no-2 di keluarga
> Orang no-2 di rumah Potifar
> Orang no-2 di penjara
> Orang no-2 di Mesir

Ke manapun kita bawa mandat kita, akan berhasil sesuai mandat itu.

Daud [1 Samuel 30 : 26 - 31 TB]

Di kitab 2 samuel Daud diurapi jadi raja Yehuda di hebron oleh tua - tua suku Yehuda.

Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa- bangsa. [Kejadian 49 : 10 TB]

Saat menggembalakan kambing -domba ayahnya, Daud dipanggil dan diurapi Samuel menjadi raja.
Pengurapan ini seperti sebuah meterai, tapi seperti tidak berdampak apa - apa selama belasan tahun.

Setelah peristiwa Ziklag, Daud membawa banyak jarahan. Daud tidak ambil sendiri, tapi diberikan pada penatua - penatua suku Yehuda, dan teman - teman yang membantunya mengembara.
Dengan persembahan ini, suku yang awalnya ikut tersudut oleh Saul gara - gara Daud, jadi mendukung sepenuh hati.

Tujuan Daud: memberi penghormatan terhadap mandat kerajaan (sesuai berkat Yakub) yang ada pada penatua - penatua Yehuda sampai hari itu.
Ada yang memberi secara asal - asalan, tapi ada yang memberi dengan pengertian.

Setiap kali kita memberi sesuatu kepada seseorang, atau memberi persembahan: jangan berdasar kebiasaan, tapi beri dengan pengertian!

JKI membantu gereja2 tidak dengan membabi-buta, tapi sesuai petunjuk Tuhan, sehingga pasti dampaknya dahsyat.

4 Maret 2015 - Purim

KAFW

Warisan

Seminar sesi pertama, Rabu 25 Februari 2015. JKI Injil Kerajaan (Holy Stadium)

Pdt Petrus Agung Purnomo.

1. Seorang ibu bertemu hamba Tuhan dari India. Dia mendapat nubuatan untuk melakukan kesembuhan. Ternyata ini peneguhan atas visi yang didapat sebelumnya

Ibu ini pernah mendapat pengelihatan: Dia melihat 2 hamba Tuhan : Benny Hinn dengan wajah yang lebih tua dari sekarang, bersama hamba Tuhan wanita yang sudah tua dengan long-dress panjang (ternyata Cathreen kuhlman). Mereka bercakap - cakap: siapa yang bisa memegang tongkat estafet mereka. Salah seorang dari mereka menunjuk ibu ini, bahwa dia yang dipilih, tapi ibu ini merasa tidak mampu. Ibu ini mendapat dari Tuhan bahwa dia akan memulai pelayanan di Iowa. Cathreen Kuhlman meninggal beberapa tahun sebelum ibu ini lahir, dan dia pernah alami kejatuhan di Iowa

Akhirnya ibu ini mau terima tongkat estafet.

Jika segala sesuatu tidak sungguh - sungguh diingini, maka kita tidak akan mendapatkan.

Saat kita tidak bisa melihat tawaran Tuhan sebagai tanggung-jawab dan kehormatan, Tuhan juga tidak butuh kita. Penawaran Tuhan adalah kerendahan hati Tuhan, dan kehormatan bagi kita.

Segala prioritas, cara hidup yang kita kerjakan, harus disiapkan untuk kedatangan Tuhan yang kedua.

Kesaksian:

Sabtu malam bu Yusak hampir "pulang". Jam 8 malam kondisi sudah serius.
Pak Daniel dapat : penentuan jam 11. Jika memburuk maka pulang, jika membaik maka diperpanjang.
Saat bu Iin telp ke Bandung ke ibunya, Tuhan perintahkan untuk tanya ke bu Yusak: "maunya bagaimana" Jawaban bu Yusak: "terserah Tuhan"
Begitu dijawab, para malaikat yang sudah berkumpul tiba - tiba balik ke Surga, dan diperpanjang lagi.
Saat itu tensi sudah 200 dan buta total. Setelah menjawab "terserah Tuhan", tensi turun hingga 150, bisa melihat lagi, lalu minta makan dan segar lagi.
Ternyata bu Yusak ingin merayakan ultah pada esok harinya.

Warisan yang dimaksud: Tuhan membagikan warisan bagi anak - anakNya

2. Email dari teman, dia gemetar melihat 2 gambar: penyaliban Yesus, dan peristiwa di tahun 2015.

Saat Yesus mati ditandai ada gerhana matahari, ternyata itu diapit 2 gerhana bulan sebelum dan sesudahnya.
20 maret gerhana matahari total, tapi kita sudah melewati 2 bloodmoon, dan akan mengalami 2 bloodmoon lagi.
Artinya akan terjadi pengulangan, dan tanda ini harus kita perhatikan baik - baik.

Saat Yesus mati, terjadi pengangkatan orang - orang percaya: orang - orang kudus yang bangkit dari kubur, dan masuk kota Yerusalem setelah Yesus bangkit.

Yang menjamin kita terangkat: saat Tuhan datang, hati kita didapati sedang melekat dengan Tuhan.

Segala sesuatu yang sudah pernah ada, akan Tuhan berikan lagi pada gereja.

[Yoel 3: 9-18 TB]

[Yoel 3: 9-11a TB] - berbicara tentang orang - orang yang masih hidup.

[Yoel 3: 11b TB] - berbicara tentang membawa turun pahlawan - pahlawan.

Warisan - warisan rohani, pengurapan yang dahsyat akan Tuhan turunkan pada akhir jaman ini.

Saat Tuhan memilih kita, tidak ada apapun yang bisa menghentikan. Tetap dalam tanggung jawab: menyelamatkan jiwa - jiwa.

Warisan dalam bentuk jasmani dan rohani.

Warisan bisa diterima dari:

>>  Yang pernah diterima seseorang yang dulu pernah hidup, sekarang sudah bersama Tuhan
>>  Impartasi dari orang yang masih hidup

Then you'll be free to enjoy GOD! Oh, I'll make you ride high and soar above it all. I'll make you feast on the inheritance of your ancestor Jacob. " Yes! GOD says so! [Yesaya 58 : 14, MSG]

Warisan = inheritance = nahalah (hebrew) - bisa dipindahkan dari 1 orang ke orang yang lain

Tuhan akan membuat kita berpesta dari warisan Yakub.

Kesaksian:

Perjalanan ke Israel kali ini Tuhan beri petunjuk yang rinci
Tuhan perintahkan datang ke Hebron. Ada warisan besar di sana. Hebron: makam Abraham, ishak, Yakub, dan satu - satunya tanah yang dibeli dan dibayar. Abraham.
Di dalam Kristus, kita adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Tuhan.
Keyakinan / tradisi orang Yahudi: hebron adalah tempat terdekat dengan taman Eden pertama.

Saat kita memiliki pengertian dan pemahaman tentang sesuatu yang kita ambil / terima, itu akan berdampak besar.

[ 2 Timotius 1 : 5 ]
Dalam ayat ini iman seolah - olah merambat / diwariskan.

Kesaksian
2013 Pak Agung ultah, dan saat itu Pak Yusak ada di Semarang. Setelah makan, rekan - rekan Pak Agung memberi kue ultah yang besar. Tuhan minta Pak Agung ajak Pak Yusak ikut memotong kue ultah bersama Pak Agung. Tuhan berkata bahwa Pak Yusak punya karunia panjang umur.
Ternyata 1 bulan kemudian Pak Agung kondisinya menurun, dan sering sesak nafas saat khotbah.
Satu hari minggu, karena tidak kuat, Pak Agung datang ke dokter, dan dokter berkata jantung Pak Agung bermasalah.
Saat mendengar hal ini, respon pertama Pak Agung salah: shock dan minta dicarikan dokter. Seharusnya Pak Agung mencari Tuhan, dan tanya apa yang harus dilakukan.
Saat masuk Rumah Sakit, di jiwa Pak Agung bersikap salah: merasa tergantung pada dokter, padahal seharusnya tergantung Tuhan.
Saat akan di-kateter, 2 kali gagal karena lemak terlalu keras. Dokter berkata bahwa ini masalah besar dan semua tergantung pada Tuhan, tidak bisa di by-pass, tidak bisa di ring.
Di saat itulah Pak Agung dengar perkataan dari lagu yang dinyanyikan benny Hinn: "health and heaven is In The Name of Jesus". Artinya hidup dan mati kita di tangan Yesus. Pak Agung ikut menyanyi.

Beberapa saat kemudian dokter mencoba lagi, dan kali ini berhasil dengan mudah

Hari berikutnya Bu Yusak minta diperiksa jantungnya, ternyata harus opname, sehingga Pak Yusak bisa temani Bu Yusak dan Pak Agung selama 1 minggu.

Merasa ada alternatif di luar Tuhan = itu mendukakan hati Tuhan.

Cara mendapatkan warisan rohani:

1) Seberapa kita meng-ingini-nya

    [Kejadian 25: 29 - 34]

Orang Kristen banyak fokus hanya pada kebutuhan hari ini, tidak perduli urusan di masa depan atau warisan. Sikap ini seperti Esau yang menganggap hak kesulungan tidak ada gunanya.

Banyak orang tidak terlalu mengingini perkara - perkara spiritual, ini bisa dilihat dari passion-nya saat tidak ada pekerjaan.

Kita harus punya kerinduan yang sangat kuat untuk mengejar dan mengingini semua warisan yang Tuhan punya.

Wanita pendarahan 12 thn. Banyak orang menempelkan badan
ke Yesus, tapi tidak terjadi apapun, tapi saat wanita ini menjamah jumbai jubah Yesus, kesembuhan mengalir.

Ingini apa yang Tuhan sediakan bagi kita.

Artikel

Anak Tuhan meninggal dunia. Dia kaya raya, sementara adiknya miskin dan selalu gagal. Suatu kali si adik berdoa dan bertanya kepada Tuhan mengapa hasil kerja mereka berbeda. Tuhan perintahkan dia ke kota tempat kakaknya tinggal. Saat berdoa di titik yang Tuhan perintahkan, ternyata jubah kakaknya turun, dan nasibnya berubah.

Untuk mendapat jubah tidak hanya sekedar mengingini: harus bergumul, pelajari, sedikit mendesak.

Saudara Pak Yusak pernah bermimpi didatangi Tuhan dengan perahu yang penuh berlian.
Saat Tuhan mau berikan berlian, ditolak karena hanya ingin Tuhan. Selama hidupnya ekonominya susah, tapi ke-akrabannya dengan Tuhan luar biasa, bahkan tahu hingga saat Tuhan jemput.

Saat motivasi kita benar, kita mau ambil tanggung-jawab, maka kita pasti mendapatkan warisan itu.

2) Ada relationship / hubungan
Antara kita dengan yang memberi harus ada koneksi/ relationship.

   [2 Raja - Raja 2 : 1 - 15]

Beda rombongan nabi dengan Elisa, sehingga yang mendapat impartasi adalah Elisa: relasi Elia dengan Elisa

Saat Elia diangkat kereta berapi, Elisa berteriak: bapaku - bukan tuanku.
Artinya Elisa memposisikan diri sebagai anak Elia.

Ketika Elisa melihat itu, maka berteriaklah ia: " Bapaku, bapaku! Kereta Israel dan orang- orangnya yang berkuda! " [2 Raja - Raja 2 : 12a ]

Untuk mendapat warisan dari tokoh - tokoh Alkitab: baca terus kisah - kisah mereka, sehingga akhirnya mendapat warisannya.

Butuh relationship, bahkan pautan jiwa untuk warisan diturunkan

Ishak sayang kepada Esau, sebab ia suka makan daging buruan, tetapi Ribka kasih kepada Yakub. [Kejadian 25 : 28]

Sayang - ungkapan hingga kedalaman jiwa

Secara kelahiran Esau berhak atas hak kesulungan. Walau Esau sudah jual hak kesulungan kepada Yakub, tapi hal ini tidak bisa dikatakan Yakub kepada Ishak.

Saat Ishak memberkati, dia berfikir memberkati Esau. Karena warisan harus diturunkan kepada orang yang punya pautan secara jiwa.

Jika hubungan kita dengan hamba Tuhan tertentu rusak, maka aliran urapan, berkat, karunia akan terhenti.

Kesaksian

Saat belum membuka gereja dan masih jadi penginjil, ada gereja yang berkembang pesat. Banyak orang bicara negatif tentang hamba Tuhan itu, tapi Tuhan larang Pak Agung ikut-ikutan, karena itu akan menghentikan semua saluran urapan, berkat, karunia dari hamba Tuhan itu.

KAFW

Selasa, 22 Maret 2016

Perjanjian Warisan

Pdt Petrus Agung Purnomo – Kamis, 14 Mei 2015.

Alkitab berkata setiap 50 tahun sekali adalah masa Yobel besar. Di masa itu semua hutang lunas, lembaran baru dimulai. Hal ini tidak pernah dibatalkan Tuhan.

Ada 3 berkat di tahun 2015

1. Pada pergantian tahun Yahudi, akan masuk tahun Sabat.
Sebelum masuk tahun sabat ada janji Tuhan sehingga kita terima berkat 3x lipat. Maka hari-hari ini kita punya hak terima berkat 3x lipat.

2. Pada bulan September memasuki tahun Yobel bagi orang Yahudi.
Tuhan memberikan lembar yang baru, semua hutang dan tanggungan lama selesai, kita memulai yang baru. Selain secara jasmani, akan ada Yobel secara rohani. Orang yang selama ini hidup dalam dosa, akan mengalami penebusan Tuhan Yesus. Akan ada gelombang jiwa-jiwa yang datang pada Tuhan Yesus.

3. Indonesia mengalami Yobel
Dalam peristiwa G30S/PKI tahun 1965 diperkirakan 3 juta orang mati. Sejak itu bangsa ini terkena hutang darah dan hutang nyawa, akibatnya setiap tahun terjadi bencana demi bencana. Tahun ini Indonesia alami Yobel besar, hutang darah akan dihapus.

Nubuatan ps Darrell:
Pertemuan antara Yobel bagi Indonesia dan Yobel bagi Israel hanya terjadi tahun ini. Hal ini baru akan terjadi lagi baru 50 tahun mendatang, dan mungkin sebelum saat itu tiba Tuhan Yesus sudah datang yang kedua kalinya.

Di awal kekristenan masing-masing kitab berdiri sendiri, tidak ada pemisahan antara Perjanjian Baru dan Perjanjian Lama. Beberapa hamba Tuhan mendapat pencerahan Roh Kudus untuk memisahkan jadi Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.
Ada istilah yang diartikan secara salah, karena salah pengertian bahasa. Beberapa orang berkata jika kita melakukan ini dan itu merupakan Perjanjian Lama, misalnya: perpuluhan, puasa, dll.
Komentar ini karena konsep pemikirannya diambil dari istilah testament.

Tuhan tidak gunakan kata testament, tapi covenant

Testament adalah budaya Yunani. Saat seseorang membuat testament, lalu beberapa waktu kemudian dia membuat testament baru, maka yang lama otomatis gugur, atau ada pembatalan. Yang digunakan batu/ kertas untuk menulis testament.

Contoh:
Seseorang membuat testament untuk membagi warisan bagi 4 anaknya, dibagi rata masing-masing 25%, dan testament itu disaksikan notaris. Dalam perkembangan si orang tua berumur panjang. Ternyata 3 anak bersifat jelek: judi, main perempuan, tidak pernah serius. Hanya 1 anak yang baik-baik. Si orang tua berfikir: daripada hartanya hilang percuma, lebih baik diwariskan hanya ke anak yang baik. Di testament yang baru 90% harta jatuh ke anak yang baik, sisanya dibagi rata. Maka testament yang berlaku adalah yang terbaru.

Alkitab sebenarnya tidak menggunakan kata testament dari budaya Yunani, ditandai dengan tinta dan pena. Alkitab menggunakan istilah covenant artinya memotong (to cut), ada darah yang dialirkan.
Sifat covenant hampir-hampir tidak bisa dibatalkan. Jika salah satu melanggar, resikonya besar, bahkan bisa sampai dihukum mati.

Alkitab memberi kita new covenant, dan bukan new testament. Maka yang baru tidak membatalkan yang lama, tapi yang beru memberi "nyawa" kepada yang lama.

Kita tidak mengikuti perjanjian lama secara hurufiah, sudah diberi nyawa oleh perjanjian baru.

"Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah- perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. (Mat 5: 17-19)

Covenant lama tetap berlaku, covenant yang baru memberi nyawa kepada yang lama. Kekayaan perjanjian lama masih berlaku bagi kita sampai hari ini, demikian juga pola-pola dalam perjanjian lama masih Tuhan gunakan hingga hari ini.

Perjanjian Warisan
1. Adat pernikahan orang Yahudi
Saat Yesus akan naik ke Surga, beberapa kalimat yang Yesus ucapkan mengacu pada pertunangan dan pernikahan orang Yahudi.

Yoh 14: 1-4
Kalimat Yesus adalah perkataan calon mempelai laki-laki kepada calon mempelai wanita. Gereja adalah calon mempelai Kristus.

Saat sepasang pria-wanita sepakat untuk menikah, akan ada proses lamaran dan pertunangan. Keluarga pria akan mendatangi keluarga wanita untuk melamar. Setelah basa-basi, mereka minum anggur di cawan pertama, yaitu perjanjian darah.
Setelah berbagai prosesi, maka sampai pada cawan kedua yang menggambarkan perjanjian garam. Akan terjadi persahabatan yang mengikat, sehingga tidak akan terjadi perkelahian saat negosiasi di tahapan berikutnya macet, atau bahkan jika pernikahan batal.
Setelah itu kedua orang tua ber-negosiasi: persiapan, biaya nikah, pembagian beban biaya pernikahan, karir/ pekerjaan keluarga baru dan permodalannya, dll. Semua diatur dengan detil demi kebaikan kedua anaknya.

Anak-anak Tuhan juga sering ber-negosiasi dengan Tuhan.
Contohnya Abraham bernegosiasi dengan Tuhan soal penghancuran Sodom.

Dengan Tuhan sebaiknya kita tidak terlalu banyak ber-negosiasi. Turuti, ikuti kemauan Tuhan, karena hasilnya akan lebih sempurna

Setelah negosiasi disepakati, disusun beberapa buku:

Buku ke-1 berisi silsilah pria.
Buku ke-2 berisi silsilah wanita.
Buku ke-3 berisi silsilah keluarga besar pria.
Buku ke-4 berisi silsilah keluarga besar wanita.
Buku ke-5 berisi sejarah bagaimana akhirnya mereka bisa menikah.

Semua perjanjian dan kesepakatan kedua orang tua ditulis. Setelah semua ditulis, mereka minum cawan ke-4 : cawan perjanjian warisan.
Untuk mengikat perjanjian warisan, kedua pihak orang tua akan melepas sepatu, dan menyatakan bahwa dengan itu semua perjanjian sah.

Kemudian si pria kembali untuk mempersiapkan rumahnya sendiri. Selama si pria mempersiapkan rumah, ayah mempelai pria mengawasi anaknya bekerja dan melakukan persiapan.
Seandainya calon mempelai pria mati, walau rumah belum selesai, maka harta yang dijanjikan tetap jadi milik si wanita. Walau masih pertunangan, perjanjian ini menglkat

Tidak perlu menunggu Yesus datang kedua kali untuk menikmati kemuliaan Surga. Surga bisa turun ke dunia karena secara legal kita sudah dipertunangkan dengan Kristus.

Jika si wanita kedapatan menyeleweng, artinya melanggar covenant, maka hukumannya berat. Hukuman ter-ringan: denda yang sangat mahal. Banyak orang Kristen sudah ditunangkan dengan Tuhan Yesus, tapi masih menyeleweng dengan uang, kedagingan, setan, dll. Saat seseorang merusak covenant, hidup tidak benar, maka hidupnya akan semakin menurun.

2. Perjanjian warisan juga berlaku dalam hubungan antara orang tua dengan anak-anaknya.

Tetapi semua orang yang menerima- Nya diberi- Nya kuasa supaya menjadi anak- anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama- Nya; (Yoh 1: 12)

Saat kita menjadi anak Tuhan, maka hukum berikut berlaku:

Thus says the Lord God: If the prince gives a gift to any of his sons out of his inheritance, it shall belong to his sons; it is their property by inheritance.But if he gives a gift out of his inheritance to one of his servants, then it shall be his until the year of liberty [the Year of Jubilee]; after that it shall be returned to the prince; only his sons may keep a gift from his inheritance [permanently]. (Yeh 46: 16-17, AMP)

Warisan raja pada anaknya bersifat permanen. Kadang raja memberi pada hamba-hambanya, tapi pada tahun Yobel semua itu harus dikembalikan pada raja.

Tidak ada kepercayaan lain di dunia yang memanggil Tuhan pencipta semesta sebagai BAPA selain orang Kristen. Kepercayaan lain menyebut diri sebagai hamba Tuhan.

Apapun yang sudah Tuhan berikan kepada kita bersifat permanen. Saat Yobel Indonesia bergabung dengan Yobel Yahudi, maka hamba-hamba itu secara legal harus mengembalikan kepada Raja yang merupakan Bapa kita. Tapi ada bagian kita untuk mengambil apa yang jadi jatah kita. Jika tidak diambil, maka kita akan bernasib seperti sulung dalam kisah anak yang hilang.

Kita bisa ambil-alih banyak hal, tapi semua ada tanggung-jawabnya.

Saat anak bungsu minta warisan tetap diberi. Tapi karena tidak bertanggung-jawab, ujungnya hanya menjadi penjaga babi. Saat bertobat: jubah-cincin-kasut (otoritas) dipulihkan.

Perjanjian yang Tuhan berikan pada kita bersifat permanen, yang Tuhan berikan kepada hamba-hambaNya hanya bersifat sementara.

Di awal tahun 6 hamba Tuhan berdoa bersama, dan Bu Nani mendapat pesan Tuhan: berkat besar di sekitar September-Oktober. Ini ternyata kairos Tuhan, bukan sekedar janji.

3. Dasar ayat mengapa sebelum masuk. tahun sabat kita terima berkat 3 kali lipat.
Orang Yahudi akan memasuki tahun Sabat (shemitah) di bulan september 2015.

Maka Aku akan memerintahkan berkat- Ku kepadamu dalam tahun yang keenam, supaya diberinya hasil untuk tiga tahun. (Im 25: 21)

Di tahun ke-6 sebelum tahun sabat, kita berhak mendapat hasil 3x lipat. Jangan jadi anak sulung yang hanya sekedar bekerja, tanpa mengambil hak-nya. Banyak sulung-sulung di dunia pahit melihat anak-anak Tuhan lain lebih diberkati.

Tuhan yang naik ke surga adalah Tuhan yang berjanji mempersiapkan rumah bagi kita.

KAFW






















































KUASA PENCIPTAAN MELALUI RHEMA YANG KITA UCAPKAN DENGAN IMAN

Minggu, 07 Februari 2015
JKI Holy Glory Church Makasih (Makassar full of Love)

Oleh Pdt Joseph Hendrik Gomulya

[Ulangan 29 : 29 TB]

" Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi Tuhan , Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya, supaya kita melakukan segala perkataan hukum Taurat ini. ”

Segala hal-hal rahasia yang tersembunyi bagi dunia, bukan hanya segala hal yang bahkan belum mampu dilakukan tapi bahkan hal-hal yang belum pernah timbul dalam pikiran manusia yang adalah bagian dan milik TUHAN yang dahulu pada awalnya selalu hanya disampaikan melalui Nabi dan Hamba-hamba-Nya, saat ini sesuai dengan kehendak-Nya DIA mau menyampaikan segala rahasia-rahasia tersebut kepada setiap kita anak-anak-Nya. Tetapi kadang sesuatu yang tersembunyi itu walaupun sudah TUHAN nyatakan kandang belum kelihatan.

Bagaimana membuat itu menjadi kenyataan? Kita membutuhkan IMAN percaya kepada apa yang DIA Firmankan, sebab IMAN membuat itu terjadi. Walaupun tanpa itu juga sebenarnya bisa melalui KASIH KARUNIA, tetapi TUHAN juga mau memberikan kita IMAN karena FirmanNya menimbulkan/membangkitkan IMAN kita, bertambah besar dan bertumbuh didalam TUHAN, ketika pernyataan rahasia yang tersembunyi itu disingkapkan dan dinyatakan kepada kita dan kita percaya itu terjadi kepada kita.

Di akhir jaman ini orang yang unggul adalah orang-orang yang memulai menemukan sesuatu yang baru (Penemuan baru) yang orang lain belum tau bahkan belum pikirkan.

Mengapa bangsa Israel begitu luar biasa? Karena mereka selalu yang terdepan, penemuan-penemuan yang terbaru yang orang lain belum tahu bahkan belum terpikirkan oleh orang lain mereka sudah menemukannya, kenapa bisa begitu? Karena mereka anak-anak Allah, mereka mewarisi janji Abraham dan mereka percaya. Kabar baiknya kita juga memiliki itu dan mewarisi janji yang sama.

[Yohanes 1:1-16 TB]

[Yohanes 1:1 TB]

" Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. "

Bisakah kita menemukan Firman untuk hidup kita? Bisakah kita menemukan Firman untuk pekerjaan kita? Bisakah kita menemukan Firman untuk pelayanan dan setiap langkah yang kita lakukan?

( Firman itu adalah Allah )

Betapa luar biasanya ketika kita membaca Firman, sebab Firman itu adalah Allah sendiri yang menciptakan langit dan bumi, Allah yang Maha Besar, Mahakuasa, Allah yang begitu Dahsyat, Allah yang sudah mengalahkan segala Iblis/Musuh, Allah yang segala bumi dan jagat raya ditumpuan kaki-Nya.

Bagaimana Firman menggambarkan betapa besarnya Allah itu yang adalah Firman itu sendiri dan betapa berkuasanya percaya kepada Firman. Jadi ketika kita membaca,  dan percaya kepada Firman TUHAN dan itu masuk kedalam diri kita jadi RHEMA, jangan biarkan keraguan dan kekuatiran mencurinya sebab Firman tidak pernah gagal.

Jadi membaca Firman adalah kunci bagi kita untuk mendapatkan banyak hikmat dan jawaban bagi hidup, pekerjaan, bisnis, dan pelayanan kita.

Perbedaan agama dan kekristenan, Agama ketika kita berdoa kita tidak mengatakan sesuatu apapun, tetapi kekristenan bukan agama, tetapi Firman yang hidup yaitu YESUS yang sudah mati dan bangkit hidup kembali dan Firman itu waktu kita percaya dan ucapkan maka Firman itu berkuasa.

Pergerakan pada mulanya adalah Firman, jadi pernyataan rahasia yang tersembunyi bagi Allah dinyatakan bagi setiap kita anak - anak-Nya. Mari setiap kita perkatakan bahwa:

" Firman berkuasa dalam hidup setiap kita, Firman berlaku atas hidup setiap kita, Segala sesuatu dikerjakan oleh Firman didalam setiap hidup kita. "

Segala sesuatu permulaan dimulai dari DIA. Jadi ketika kita ingin memulai hari yang baru mulailah dengan membaca dan mengucapkan Firman, seperti ketika Allah menciptakan segala sesuatu dengan mengucapkan Firman untuk suatu ciptaan yang baru kita juga mempunyai kuasa yang sama membuat permulaan yang baru bagi hidup kita.

[Yohanes 1 : 2 TB]

" Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. "

Firman dan Allah itu satu tidak terpisahkan, kita tidak bisa memisahkan Firman dan Allah walaupun kelihatannya seperti dua tetapi satu karena Firman adalah sebagai fungsi dimana TUHAN ingin berhadirat, berkuasa dan Manifestasi-Nya ada didalam setiap kita. Kapan? Ketika hidup kita dipenuhi dengan Firman, waktu Firman kita ucapkan/perkatakan, orang melihat kuasa Allah didalam hidup kita. Tetapi kuasa itu tidak berlaku ketika kita tidak punya Firman atau rhema, dan kita  terpisah dari Allah dan sepertinya Allah itu jauh tidak bersama - sama dengan kita karena tidak ada Firman.

Tetapi di: [Yohanes 10:30 TB] dikatakan

" Aku dan Bapa adalah satu "

Firman TUHAN yang lain berkata Anak ada didalam kita dan berdiam didalam kita. [Yohanes 14:15-21 TB]

" Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. "

Ini bukan hal mistik, bukan fatamorgana, waktu Firman itu tinggal didalam kita, Firman itu berkuasa dan ketika Firman itu tinggal kuasa Allah dinyatakan.

Jadi sekalipun seseorang mengatakan dirinya Kristen apabila dia jarang/tidak pernah baca Firman sehingga Firman tidak ada tinggal didalam dirinya, dia tidak akan pernah merasakan manifestasi kuasa Allah didalam dirinya. Oleh karena keKristenan tidak bisa hanya sampai dengan sesuatu yang orang sebut Agama tetapi karena keKristenan berbicara tentang kita mempunyai hidup yang baru (lahir baru) dengan membangun hubungan yang intim, menginginkan dan punya pengalaman sendiri berjumpa dengan TUHAN.

[Yohanes 1:3 TB]

" Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. "

Segala sesuatu di dunia ini dijadikan oleh DIA, oleh Allah sendiri, pertanyaannya bagaimana segala sesuatu itu dijadikan? Dalam kisah penciptaan bumi beserta segala isinya, dalam proses penciptaan di di [Kejadian 1:1-31 TB] segala sesuatunya diawali dengan Allah mengucapkan Firman " Berfirmanlah Allah " dan dahsyatnya Firman itu sekarang ditaruh dimulut kita agar penciptaanNya dilakukan didalam/ melalui kita untuk membebaskan setiap jiwa-jiwa yang tertawan, setiap sakit penyakit, setiap jiwa yang terhilang sampai mereka dibebaskan, disembuhkan dan dimenangkan bagi TUHAN.

Seperti yang sudah dijabarkan diatas semua diawali dengan membaca, mendengarkan dan mengucapkan Firman yang timbul dari IMAN yang besar yang bertumbuh didalam TUHAN (Material dasar). Karena Iman bukan timbul dari membaca koran, nonton TV atau dari banyaknya melayani tetapi dari mendengarkan Firman TUHAN.
Jadi betapa luar biasanya Firman yang menjadikan segala sesuatu bukan lagi disisi TUHAN tetapi sekarang ini oleh DIA yang didalam kita, karya penciptaan-Nya terus berlanjut, kuasa-Nya terus berlanjut, YESUS terus berjalan di bumi ini waktu setiap kita semua berjalan dengan kuasa, berjalan dengan Firman bukan dengan kekuatan kita.

Mungkin kita bisa menjadikan sesuatu itu seperti barang imitasi tetapi tidak akan bertahan lama. Contohnya Iblis juga bisa memberi kita berkat berupa uang tetapi tidak akan bisa bertahan lama dan ujungnya pasti masalah besar (tumbal). Orang bisa saja bekerja keras mengandalkan kekuatan dan kepintarannya mencari uang sampai kelihatan sangat diberkati tetapi tidak akan bertahan lama.
Tetapi ketika segala sesuatu diawali dengan Firman tetapi bukan berarti tidak kerja, tetapi kerja yang baik dan sungguh-sungguh, jadi teladan dan terbaik karena ada create/ penciptaan didalam setiap kita dengan mengucapkan Firman, meminta Hikmat dari TUHAN, maka akan jadi berbeda apa yang kita lakukan sebab wujud dari YESUS didalam kita adalah Firman yang kita perkatakan.

[Yohanes 1:4 TB]

" Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. "

Didalam YESUS tidak ada kematian tetapi KEHIDUPAN, Didalam YESUS tidak ada gelap tetapi TERANG.

Apa yang hari-hari ini mati bagi kita seperti ekonomi, pekerjaan, bisnis ataupun pelayanan kita, mari deklarasi, doa ucapkan dan perkatakan Firman yang HIDUP itu (Rhema) lebih kuat lagi yang membuat tidak ada tempat keraguan sedikitpun didalam hati kita untuk marah dan sakit hati.

Apakah orang Farisi kurang berdoa? malah dituliskan mereka berdoa sambil memukul diri mereka dan berteriak-teriak dijalanan. Tetapi YESUS berkata " kamu belum berdoa, makanya kamu belum menerimanya ".
Doa kepada TUHAN bukan doa secara agamawi, karena kalau kita berdoa kita mengucapkan Firman yang hidup (Rhema), dan saat kita keluar kita bisa berkata " YES ".
Ketika orang berkata keliatannya masalah kita tambah besar saja, kita bisa dengan yakin berkata TIDAK dan berkata masalah kita sudah selesai ketika kita berdoa.
Tetapi kenapa keliatannya tambah besar? Karena masih didalam proses dan percaya sedang terjadi, tidak ada keraguan sedikitpun karena kita punya kesaksian Roh.

Darimana kita tau bahwa kita ini anak-anak Allah? atau ketika ada orang berkata kepada kita bahwa kita bukan anak-anak Allah, apakah anda percaya? Tentu tidak, bukan?

Roh kita yang bersaksi bahwa kita ini anak-anak Allah dari Firman yang kita baca dan Roh Kudus didalam kita bersaksi bahwa kita ini adalah anak-anak Allah. Setiap doa dan deklarasi yang kita ucapkan dengan IMAN hidup kita akan jadi Terang melalui Firman yang ada didalam kita.

[Yohanes 1:5 TB]

" Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. "

Kegelapan tidak bisa menguasai Firman apapun tidak bisa membatalkan Firman, justru bisa mengubahkan segala sesuatu.

[Yohanes 1:6-8 TB]

" Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. "

Kita semua adalah Yohanes yang memberi kesaksian tentang Terang itu, setiap kita harus mengalami, mengenal kuasa Firman dan kenal Terang itu yaitu YESUS sendiri. Panggilan Yohanes mempersiapkan jalan bagi TUHAN adalah panggilan setiap kita agar semakin banyak jiwa -jiwa yang diselamatkan.

[Yohanes 1:9-11 TB]

" Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. "

Seharusnya terang itu sudah diterima oleh bangsa Israel, milik kepunyaan-Nya tetapi mereka menolak-Nya. Jadi mari kita katakan Firman-Nya menjadi bagian setiap kita, jangan sampai TUHAN berkata lagi " harusnya " kita menghidupi Firman, menjadi milik kepunyaan kita.
Tetapi setiap kita hidup didalam Firman, kita adalah milik kepunyaan dari Firman itu, yang nampak bekerja Hidup didalam kita.

[Yohanes 1:12 TB]

" Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; "

Ketika kita menerima Firman, dan  menerima YESUS artinya kita menerima Firman yang berkuasa sewaktu kita membaca-Nya, waktu pewahyuan disingkapkan kita mengucapkan-Nya maka pewahyuan dimulai.

Sewaktu kita berdoa tidak ada tempat keraguan, tidak ada kata mudah-mudahan karena Firman TUHAN tidak pernah galau, gelap tidak bisa menutupinya.

Jadi bagaimana kita mengalami kuasa Kristus yang ada didalam kita? Orang melihat Kristus didalam kita karena semua orang yang menerima-Nya diberi kuasa. Roh Kudus adalah kuasa penciptaan untuk Firman TUHAN yang diucapkan, untuk mengingatkan Firman dan sewaktu Firman diucapkan Roh Kudus menjadikan.

Ketika YESUS mati di Kayu Salib membayar semua dosa kita, itulah kuasa dan otoritas yang kita miliki Didalam Nama-Nya sehingga prasyarat Firman itu terjadi dan memiliki kuasa karena YESUS adalah Firman itu sendiri.

[Yohanes 1:13-14 TB]

" Orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. "

Bagaimana kita melihat Kemuliaan-Nya?

Sewaktu Firman TUHAN diam didalam kita, kita mengalami Full Grace, penuh kasih karunia dan kebenaran yang semuanya anugrah TUHAN bukan karena kekuatan kita.

Mari kita membaca Firman setiap hari dan bila perlu volumenya kita tambah lebih lagi biar Firman itu terus hidup didalam kita. Ketika Firman itu masuk maka kuasa penciptaan Tuhan, permulan yang baru sedang dimulai dihidup kita, kasih karunia-Nya melimpah dihidup setiap kita.

[Yohanes 1:15:16 TB]

" Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: “Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.” Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; "

Kepenuhan Kristus berlaku dihidup setiap kita sewaktu Firman kita ucapkan, kasih karunia demi kasih karunia akan kita terima.

[Roma 10:9-10 TB]

" Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. "

Banyak orang berfikir bahwa ketika mereka sudah mengucapkan bahwa YESUS adalah TUHAN maka akan diselamatkan, tetapi setelah habis diucapkan malah jadi ragu - ragu. Apakah seperti itu? TIDAK

Ketika kita mendapatkan Firman jadi Rhema, perkatakan itu dengan mulut maka kita PASTI diselamatkan dan mengalami Terang itu tanpa ada tempat keraguan sedikit pun dihati kita.

Deklarasi yang benar ialah ketika Firman yang dari TUHAN masuk dalam hidup kita jadi Rhema, IMAN kita bangkit, waktu kita ucapkan itu terjadi.

Amen!

UBONG

Jumat, 18 Maret 2016

IMAN MEREKA Oleh Ps Joseph Hendrik Gomulya

[ Markus 2:1-5 ]

Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintu pun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka, ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!” Markus 2:1-5 TB http://bible.com/306/mrk.2.1-5.TB

Firman TUHAN ini sudah sering bahkan berkali - kali kita baca bahkan sebagian dari kita sudah pernah mengkhotbahkannya. Tapi saya percaya Firman TUHAN itu sungguh-sungguh kaya dan luar biasa, bahwa revelation atau pewahyuanNya itu begitu indah sungguh luar biasa. Mari setiap kita memiliki rasa HAUS dan LAPAR akan FirmanNya, dan setiap kita memiliki kerinduan untuk membutuhkan TUHAN dan menjadikan DIA jawaban atas setiap langkah hidup kita.

[ Ayat 1 ]

Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. Markus 2:1 TB http://bible.com/306/mrk.2.1.TB

Mari setiap kita selalu mengucap syukur karena kita memiliki TUHAN yang tidak pernah bosan untuk selalu datang setiap saat dihidup kita. Bersyukur karena kita punya TUHAN yang sungguh peduli berapa kali pun kita sepertinya tidak mendengarkan DIA tetapi karena cintaNya yang begitu kuat DIA terus mengejar, mendatangi kita, terus mencintai kita tanpa pamrih hanya karena begitu besar kerinduan hatiNYA ingin menyelamatkan setiap kita anak - anakNya.

Setiap kali YESUS datang walaupun kadang diam - diam ternyata kedatangan YESUS tidak bisa dirahasiakan. Bagi setiap kita pemimpin, pengkhotbah, pelayan -pelayan TUHAN ( pemusik, penari, multimedia, soundsystem, konselor, penjemput tamu, dan pelayan TUHAN lainnya ) bila kita hadirkan TUHAN YESUS setiap kali ibadah maka kita tidak akan pernah takut akan jumlah karena ketika orang tau dan merasakan hadiratNya bisa bertemu muka dengan muka dengan orang yang mereka sembah maka orang banyak pasti akan datang karena ada Pribadi YESUS yang adalah Pribadi yang mengubahkan setiap orang. Mari jadikan YESUS sebagai centre atau pusat daripada setiap hidup kita, setiap kita ibadah jadikanlah YESUS sebagai pusat dari setiap pelayanan dan penyembahan kita.

Jadikanlah YESUS sebagai pusat didalam keluarga setiap kita, mari bawa anak - anak kita untuk selalu mengandalkan dan mencintai TUHAN. Itu adalah warisan dimana ketika YESUS ada didalam rumah kita maka seluruh isi rumah akan berubah, ketika YESUS ada didalam hidup kita maka kita akan melihat perubahan disekeliling kita.

Rumah atau keluarga harus ada Mezbah didalamnya karena rumah berbicara tentang mezbah keluarga (MK). Setiap kita mari membuat mezbah didalam rumah / keluarga kita tanpa melihat perubahan terlebih dahulu karena YESUSlah yang sanggup membuat perubahan didalam rumah / keluarga kita.

[ Ayat 2 ]

Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintu pun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka, Markus 2:2 TB http://bible.com/306/mrk.2.2.TB

Dengan mengundang dan menghadirkan YESUS didalam setiap mezbah di rumah / keluarga dengan mempersembahkan korban yang terbaik, maka secara ajaib TUHAN akan bekerja melalui hidup setiap keluarga kita melalui perkara - perkara besar yang TUHAN berikan. kita akan melihat sesuatu  ledakan yang DAHSYAT akan pemulihan didalam rumah / keluarga kita, ada mujizat yang terjadi dan segala pintu yang berkat yang dulu seperti sudah tertutup TUHAN bukakan buat kita dan itu bisa menjadi kesaksian buat tetangga dan orang lain di sekitar kita karena ujungnya mereka melihat karakter KRISTUS terpancar keluar dari setiap anggota keluarga kita.

[ Ayat 2 b ]

Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka, Markus 2:2 TB http://bible.com/306/mrk.2.2.TB

Hadirat TUHAN yang kuat disetiap ibadah ketika Firman TUHAN diwahyukan akan menarik banyak orang karena mereka bisa berjumpa langsung dengan YESUS yang adalah FIRMAN itu sendiri dan mendapatkan pewahyuan yang bisa mengubahkan hidup mereka.

Mari kita jadikan ibadah bukan sekedar liturgi / kebiasaan / rutinitas / tapi jadikan ibadah dimana kita mengijinkan YESUS untuk berfirman melalui kita, mari minta anugerah kekuatan sehingga kita dikenal memiliki pewahyuan dan banyak orang diberkati baik itu di kota dimana kita berada atau bahkan dimanapun kita diutus.

Mari beritan firman biar semakin banyak jiwa - jiwa yang datang kepada YESUS, mari beritakan  firman biar semakin jiwa - jiwa yang diubahkan dan dimenangkan. Mari kita minta kepada TUHAN pewahyuan karena pewahyuan itu bukan cuma milik Gembala, Pendeta, atau Pemimpin tetapi setiap kita TUHAN rindu untuk memperkaya setiap kita dengan pewahyuan.
Dengan pewahyuan / revelation setiap orang / kita dimampukan untuk bisa menceritakan akan firmanNya. Oleh sebab itu mari baca firmanNya setiap saat, urapan dan tuntunan TUHAN ada didalam setiap firmanNya yang bisa kita aplikasikan didalam keluarga, pekerjaan, bisnis, dan apalagi bagi kita yang didalam pelayanan.

Mari ambil contoh seorang Ahok (Anak Tuhan yang diberi kesempatan oleh TUHAN untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta) yang selalu menyandarkan hidup dan pekerjaannya kepada TUHAN dengan rajin  membaca firman sehingga beliau memperoleh hikmat yang dari TUHAN yang beliau pakai didalam pekerjaannya. Banyak orang yang mau seperti Ahok tetapi membaca firman sangat jarang atau malah tidak pernah sama sekali, nanti pada saat - saat tertentu saja.

Jadi bagaimana kita akan memperoleh wisdom / hikmat dari TUHAN dalam keluarga, pekerjaan, bisnis dan pelayanan kita yang bisa memberikan kita solusi?
Firmanlah yang memberi kita solusi / hikmat yang dari TUHAN karena DIA adalah FIRMAN itu sendiri yang mampu membuat jiwa - jiwa datang berbondong - bondong datang kepada TUHAN YESUS dan hidup mereka diubahkan.
Mezbah Doa yang kita bawa baik itu didalam setiap keluarga kita (MK) atau lewat Menara Doa yang juga adalah tempat dimana firman itu hidup dan diberitakan, jadi mari kita setiap kita memperkaya hidup kita dengan Firman Tuhan.

[ Ayat 3 ]

ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. Markus 2:3 TB http://bible.com/306/mrk.2.3.TB

Lumpuh berbicara; mungkin kita lumpuh karena disebabkan oleh krisis, lumpuh dalam keadaan ekonomi. Apa yang membuatkan kita lumpuh? Setiap orang lumpuh membutuhkan orang lain untuk besandar. Kita tidak pernah diciptakan TUHAN sendiri tetapi kita membutuhkan orang lain untuk bersandar.

Mari kita lihat kisah ketika Kain sehabis membunuh Habel saudaranya dan TUHAN bertanya kepadanya

[ Kejadian 4 : 9 ]

Firman Tuhan kepada Kain: “Di mana Habel, adikmu itu?” Jawabnya: “Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?” Kejadian 4:9 TB http://bible.com/306/gen.4.9.TB

Disini kita bisa melihat bahwa Kain tidak mengerti bahwa kita semua harus mempunyai tanggung jawab buat orang - orang disekitar kita dan itu dimulai dari dalam keluarga kita (Tanggung jawab suami terhadap istri dan anak - anaknya).
Disini bukan berbicara tentang uang tetapi tentang akan setiap keselamatan dan membawa setiap keluarga kita kepada TUHAN dan mereka juga bisa belajar memiliki tanggung jawab terhadap hidup mereka baik itu di sekolah, pekerjaan, bisnis/usaha, dan pernikahan mereka nantinya.

Kelumpuhan bercerita tentang banyak hal, seperti:

• Kisah Bartimeus anak Timeus   yang lumpuh penglihatannya (Buta) sejak lahir yang duduk di pinggir jalan meminta belas kasihan. [Markus 10 : 46 - 52]

• Kisah seorang yang mati / lumpuh sebelah tangannya yang bersama orang - orang Farisi berada bersama TUHAN YESUS di Bait Allah pada saat hari Sabat. [Matius 12 : 9 - 15a] [Markus 3 : 1 - 6]

• Kisah seorang perempuan yang sudah 12 tahun lamanya menderita pendarahan dan sudah berulang - ulang diobati oleh berbagai tabib hingga seluruh hartanya habis untuk kesembuhannya tapi tidak seorang pun dapat menyembuhkannya. [Matius 9 : 20 - 22] [Markus 5 : 25 - 34] [Lukas 8 : 43 - 48]

Mereka yang disebutkan diatas, di Alkitab di ceritakan yang membuat Iman mereka bangkit dan segera datang kepada YESUS karena mereka fokus setelah mendengar dan melihat sendiri akan mujizat - mujizat yang dibuat TUHAN YESUS tetapi orang lumpuh ini belum pernah mendengar dan melihat akan mujizat yang dibuat YESUS karena tidak berdaya sehingga dia membutuhkan orang lain yaitu teman - temannya para sahabatnya.
Oleh sebab itu pilihlah sahabat yang beriman yang bisa membangkitkan iman kita, yang bisa membuat kita semakin maju didalam TUHAN. Bersandarlah kepada orang lain karena imannya karena kita kadang membutuhkan orang lain ketika kita lemah dan bisa menguatkan kita. Pilihlah teman / sahabat yang tepat yang beriman dan takut akan TUHAN dan membawa kita selalu fokus kepada YESUS.

Situasi yang dialami orang lumpuh ini oleh sebab dari kelumpuhannya membuat dia tidak bisa berfikir, tidak bisa mendengar ( apakah yang lumpuh kakinya, apakah yang lumpuh badannya ).
Lumpuh adalah gambaran ketidakberdayaan untuk datang sendiri kepada TUHAN, mungkin karena imannya sudah lumpuh, atau karena tidak percaya akan mujizat TUHAN, dan mungkin karena belum pernah mendengar tentang siapa YESUS. Lumpuh adalah titik terbawah dimana dia tidak berdaya tetapi tetap mengucap syukur karena dia punya teman / sahabat 4 orang.

Pertanyaan bagi setiap kita, dengan siapa kita berteman hari - hari ini?

Masa depan anak - anak ditentukan dengan siapa dia berteman, dengan siapa dia menghabiskan waktunya, apakah teman - temannya takut akan TUHAN? apakah temannya sungguh hidup dengan iman?
Arahkanlah anak - anak kita untuk mempunyai teman yang baik, oleh sebab itu orang tua harus jadi teladan bagi anak - anak, orang tua harus mengandalkan TUHAN agar anak - anak melihat iman dari orang tua mereka.











Mari perhatikan apa yang dilakukan ke empat orang ini yang datang membawa sambil menggotong orang lumpuh itu kepada YESUS, jadi bisa dikatakan kita  memiliki teman / sahabat yang sangat luar biasa kalau kita memiliki teman / sahabat seperti mereka karena adalah sesuatu hal yang lain ketika kita membawa orang dan menggotongnya pula.

Berita tentang YESUS bukan buat diri kita, kalau hari ini anda bersusah - susah ditolak karena anda ingin membawa satu orang / jiwa, itu tanda bahwa anda sedang menggotongnya untuk datang kepada YESUS. Bersyukurlah apabila orang / jiwa yang kita ajak ketika hanya lewat telpon mau datang dan cuma minta dijemput tanpa kita harus menggotongnya.

Hari ini anda punya motor dulu hanya sepeda, hari ini anda punya mobil dulu punya motor, TUHAN beri segalanya untuk satu hal anda memakai itu untuk menggotongnya datang ke Gereja. Apakah itu cukup? Ternyata tidak, fokusnya jangan hanya bawa ke Gereja tetapi bawa dia sampai bertemu kepada YESUS.

[ Ayat 4 ]

Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. Markus 2:4 TB http://bible.com/306/mrk.2.4.TB

Membawa orang / jiwa datang ke Gereja adalah hal yang baik bukan? Tetapi membawa orang / jiwa bertemu dengan YESUS adalah sebuah hal yang lain. Kita harus membawa orang / jiwa itu terus menerus sampai dititik dia bertemu dengan YESUS, tetapi sering ketika kita sudah sampai di titik dimana jiwa yang kita bawa sudah mau bertemu YESUS selalu pasti banyak halangannya dan halangannya adalah orang banyak bukan orang sedikit.

Halangan orang banyak itu seperti apa? Ya setiap kali kita berkata kita lagi banyak urusan, lagi banyak bisnis, banyak komentar / kritik. akan banyak hal yang bisa membuat banyak orang yang akan merintangi kita ketika kita membawa orang / jiwa datang kepada YESUS. 

Ketika kita ingin melayani TUHAN membawa jiwa - jiwa, ketika kita ingin melayani TUHAN ada banyak protes, ada banyak pendapat tetapi apakah kita mau berkata dititik ini orang / jiwa ini akan bertemu YESUS atau anda akan berkata " Ohh banyak halangannya ya, sudah akh nggak jadi! " seperti juga ketika kita mau masuk ke Menara Doa dan kita melihat banyak halangannya karena tiba- tiba iblis sodorkan halangan dengan order bisnis yang banyak, urusan ini dan itu dan Doa tidak jadi. Semakin kita ingin bertumbuh didalam TUHAN iblis selalu menyodorkan banyak hal, banyak halangan, seperti juga ketika kita rindu untuk terlibat didalam pelayanan disaat yang tepat juga iblis sodorkan hal yang membuat kita pasti tergoda. Disitulah titik dimana apakah kita mengandalkan Hikmat yang dari TUHAN apa tidak.

Oleh sebab itu kita butuh membaca firman sejak awal untuk menuntun keluarga, menuntun hidup kita karena kita membutuhkan terus pewahyuan / revelation. Apa yang kita mengerti itu yang kita hidupi, apa yang kita mengerti itu yang akan kita ajarkan, apa yang kita mengerti itu yang kita jalani.

Setiap keluarga harus memiliki Hikmat yang dari TUHAN bukan hikmat dari manusia, Bapak - Bapak memiliki tanggung jawab sebagai Imam membawa keluarga datang kepada YESUS.


" MEMBUKA ATAP "

Ingat setiap kita punya tanggung jawab, mari perhatikan setiap kali kita ingin memiliki suatu tanggung jawab buat membawa orang / jiwa datang kepada YESUS iblis akan menghalangi kita disaat yang tepat tetapi disitulah TUHAN akan melihat IMAN kita. 

Selalu ada pemikiran, logika manusia yang masuk akal, ada alasan sehingga orang / jiwa tidak datang kepada TUHAN tetapi IMAN adalah sebuah tindakan yang nyata untuk datang kepada YESUS. 
Banyak orang bisa berkata beriman tetapi iman tanpa tindakan yang nyata itu mati.

[ Yakobus 2 : 17 ]

Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati. Yakobus 2:17 TB http://bible.com/306/jas.2.17.TB

IMAN itu nyata

[ 1 Korintus 2:9 ]

Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” 1 Korintus 2:9 TB http://bible.com/306/1co.2.9.TB

[ Ibrani 11 : 1 ]

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Ibrani 11:1 TB http://bible.com/306/heb.11.1.TB

IMAN adalah bukti tindakan kita, yang adalah bukti dari iman kita. Tetapi banyak orang yang salah berfikir IMAN itu seperti permainan sulap. IMAN itu adalah tindakan yang nyata bahkan ketika ada halangan. IMAN itu kelihatan, bisa dilihat oleh kita dan oleh orang lain, itulah IMAN.

Mari pastikan orang - orang disekitar kita orang - orang yang beriman, yang mempunyai komitmen terhadap kita. Orang - orang yang sungguh beriman, sungguh - sungguh mengasihi kita, sungguh - sungguh punya kepedulian, punya IMAN. Dengan berteman dengan orang yang tepat / beriman segala pintu - pintu akan terbuka, dan segala peluang - peluang akan terbuka.

Disini kita bisa melihat bahwa IMAN dari keempat orang ini
ini adalah IMAN yang tidak mudah menyerah, IMAN yang menuntut keteduhan hati, IMAN yang mau terus bergerak, IMAN yang didalam tindakan yang jelas yang tidak mudah menyerah.

Mari kita renungkan dan berdoa agar TUHAN memberikan orang - orang yang sungguh - sungguh RADIKAL untuk menyelesaikan setiap panggilan atas kota dan bangsa kita. sampai kita melihat jiwa - jiwa dibawa datang kepada TUHAN YESUS. Mari minta TUHAN bangkitkan orang - orang yang tidak mudah menyerah kepada keadaan, 
yang hidup akan IMAN, yang tidak terpengaruh dengan kerumunan banyak orang sekalipun banyak orang yang menghalangi, yang tidak mudah dipatahkan oleh kendala, masalah, situasi dan tantangan, IMAN yang RADIKAL, IMAN yang terus teguh maju didalam TUHAN.

Membawa orang ditandu / digotong itu adalah sudah sesuatu yang luar biasa tetapi sampai membawa orang naik keatas atap dan membukanya itu suatu kegilaan yang lain.

Sering kali ketika segala sesuatu seperti sudah tertutup tetapi IMAN bisa melihat hal yang mustahil. Tiba - tiba mata IMANnya melihat atap dan berkata mungkin berhasil dengan membuka atap itu. Atap mempunyai banyak arti, seperti melakukan hal - hal yang tidak pernah kita lakukan untuk membawa jiwa datang kepada TUHAN. Selain IMAN dibutuhkan kerendahan hati karena pasti akan kelihatan aneh karena kadang dibutuhkan hal - hal yang tidak biasa.


[ Ayat 5 ]

Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!” Markus 2:5 TB http://bible.com/306/mrk.2.5.TB

IMAN kita akan membawa sampai kepada momentum yang dikisah TUHAN, IMAN kita akan membawa LAWATAN TUHAN dititik momentum dimana mujizat TUHAN itu terjadi. 

Oleh sebab itu bila selama ini kita berteman mari cek kembali, apakah sudah dilakukan didalam tindakan? apakah kita beriman? sudah ada kah tindakan nyata dari IMAN kita? Sebab IMAN ke-empat orang itu tidak abstrak. Mari Imani, lakukan dan pasti kelihatan.

IMAN adalah kunci dari Mujizat

[ Ibrani 11 : 6 ]

Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia. Ibrani 11:6 TB http://bible.com/306/heb.11.6.TB

IMAN adalah sungguh mencari TUHAN, IMAN adalah sekarang didalam tindakan, IMAN adalah sampai menemukan YESUS, IMAN adalah sebuah tindakan yang bisa kita lihat.

IMAN itu sangat jelas terlihat, IMAN itu itu nyata. Jangan bicarakan IMAN kita sampai orang lain melihatnya didalam tindakan kita.

IMAN adalah tempat kita mendapatkan keajaiban itu, pesan buat Generasi Muda   dari IMAN ke-empat orang itu mari minta TUHAN bangkitkan Generasi Muda yang akan membawa LAWATAN TUHAN, TUHAN akan bangkitkan orang - orang yang mau berdiri, Generasi Muda yang punya IMAN yang teguh didalam TUHAN. Generasi Muda yang orang melihat tindakan IMAN MEREKA, mau berdiri atas Generasi di kota dan bangsa ini, dan Generasi Muda yang mau mengabdikan dirinya.



Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” -- berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu --: “Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!” Dan orang itu pun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: “Yang begini belum pernah kita lihat.” Markus 2:8-12 TB http://bible.com/306/mrk.2.8-12.TB

[ Markus 2 : 8 - 12 ]


Rabu, 16 Maret 2016

SAMPAI BERTEMU LAGI PDT. PETRUS AGUNG PURNOMO

Hari Senin pagi saya mendapat WA dari hamba Tuhan bahwa Pdt. Petrus Agung Purnomo meninggal hari Minggu 13 Maret 2016 jam 23:00 karena serangan jantung.

Jemaat di JKI kemarin, Senin 15 Maret 2016, berdoa di Holly Stadium meminta kepada Tuhan supaya Pdt. PA dibangunkan Tuhan Yesus. Berdoa dari pagi sampai jam 15:00, ada ribuan orang datang. Kemudian ibadah dilanjutkan jam 19:00. Tetapi kemudian malamnya keluarga menyatakan secara resmi bahwa pdt. PA sudah pulang ke rumah Bapa di surga.

Jadwal berikutnya adalah : hari Selasa, 15 Maret 2016, ibadah Penghiburan jam 10:00 WIB dan jam 19:00 WIB. Hari Rabu, 16 Maret 2016, Ibadah Pelepasan Jenazah jam 08:00 WIB.

---

Saya tidak pernah bertemu secara pribadi dengan Pdt. PA (Petrus Agung), karena saya tidak bergereja di JKI (Jemaat Kristen Indonesia) - tetapi kadang-kadang jika ke Semarang datang ke ibadah di Holly Stadium. Atau di Jakarta saya ikut KKR yang dipimpin Pdt. PA di Graha Samudra Kelapa Gading.

Hari Senin pagi 14 Maret, saya mendapat kabar dari hamba Tuhan bahwa pdt. PA dipanggil Tuhan. Saya kaget karena pdt. PA masih terlihat sehat. Kemudian kita tanyakan kepada Tuhan Yesus, dijawab, "Aku mengasihi hambaku Petrus Agung." Pada saat itu saya percaya bahwa rencana Tuhan itu yang terbaik.

Ketika saya mendengar bahwa jemaat berkumpul di Holly Stadium Semarang berdoa meminta Tuhan Yesus membangunkan pdt. PA, di dalam hati saya merasakan kesedihan yang sangat dalam. Saya bisa merasakan perasaan cinta dari seluruh keluarga dan jemaat yang ditinggalkan. Mereka semua berdoa menangis di hadapan Tuhan dalam ibadah di Holly Stadium.

Tetapi ketika berita ini tersebar, ternyata lebih banyak orang-orang Kristen termasuk hamba-hamba Tuhan yang hebat, beramai-ramai mencela, menghakimi dan menghujat apa yang dilakukan oleh jemaat pdt. PA. Semua hujatan dan celaan ini ramai beredar lewat pembicaraan, diskusi para hamba Tuhan, WA, FB dan semua medsos, termasuk media social berita umum (okezone).

Pada saat itu saya bertanya kepada Tuhan Yesus, mengenai doa yang dilakukan oleh jemaat JKI di Holly Stadium Tuhan Yesus menjawab dengan penuh kasih, "Apa yang mereka lakukan BERKENAN dihadapan-KU. Mereka mengasihi hambaKu, dan AKU merasakan kesedihan mereka."

Di situ saya melihat apa yang dilihat oleh Tuhan Yesus. Dia memahami hati setiap orang yang hadir di dalam ibadah di Holly Stadium, dan memang ketika saya berbicara dengan saudara yang mengikuti, mereka semua berdoa dan menyembah Tuhan di dalam dukacita karena kehilangan seorang gembala yang sangat dicintai. Sama sekali tidak ada pikiran mengenai dogma atau aturan agamawi yang banyak diributkan oleh semua orang Kristen di luar gereja.

Sekalipun berada di tempat yang berbeda dan sebagai orang luar (bukan jemaat JKI), sepanjang hari saya dan keluarga merasakan kedukaan yang sangat dalam.

Pada waktu itu Tuhan Yesus memperlihatkan bahwa Dia secara pribadi hadir di tengah-tengah jemaat JKI yang sedang berduka dan merasakan kedukaan mereka. Tuhan Yesus sama sekali tidak mengolok-olok, mencela atau menghakimi apa yang sedang umatNya lakukan, tetapi menghibur satu persatu hati yang berduka melalui Roh Kudus yang ada di dalam hati setiap umatNya. Tuhan Yesus duduk di samping dan memeluk setiap anakNya yang berduka dengan penuh kasih.

Saya melihat sebuah pemandangan Illahi yang sangat luar biasa. Tuhan Yesus hadir di tengah-tengah umatNya yang berduka, menangis, ikut merasakan kesedihan hati setiap orang dan menghibur mereka satu persatu. Tuhan Yesus secara pribadi ada di tengah-tengah kedukaan umatNya! Sama sekali tidak ada penghakiman, cemooh atau celaan yang ramai dilakukan oleh semua orang Kristen di luar gereja JKI. Sebuah pemandangan yang sangat kontras di dalam Tubuh Kristus - di mana ada satu anggota tubuh berduka, sementara anggota tubuh yang lain sibuk menghakimi sesuai dengan dogma aturan "tubuh mereka".

Ini seperti satu tubuh yang terdiri dari bermacam anggota tubuh. Ketika mata sedang sakit dan berusaha meredakan dengan mengeluarkan air mata untuk menetralisir masalah yang dialami, tangan dan kaki sibuk menyalahkan apa yang dilakukan oleh mata. Tangan dan kaki berkata, kalau sakit harusnya dioles dengan balsem atau minyak urut, bukannya mengeluarkan air mata yang "tidak lazim". Kalau mata luka harus dioles "obat merah" dan ditutup dengan perban seperti yang selalu dilakukan oleh tangan dan kaki ...

---

Di hadapan Tuhan Yesus, ibadah duka yang dilakukan oleh jemaat JKI sama sekali tidak ada yang salah. Bahkan sampai hari ini dan hari-hari yang akan datang Tuhan Yesus tetap hadir di tengah-tengah umatNya yang berduka, menghibur dan menguatkan serta memulihkan dengan sukacita surgawi.

Saya tidak kenal dan tidak pernah bertemu secara pribadi dengan Pdt. PA dan saya bukan anggota jemaat gereja JKI. Tetapi melalui peristiwa duka ini, saya bisa melihat begitu ajaib apa yang dilakukan oleh JC terhadap satu persatu umatNya. JC adalah Allah bagi anakNya yang bersukacita, tetapi juga Allah yang ikut merasakan hati yang hancur dan dalam kesedihan.

---

Saya bisa memahami kedukaan yang mendalam, karena pernah mengalami 2 dukacita di dalam keluarga ; yang pertama adalah ketika Tuhan Yesus memanggil bapak dan yang kedua ketika Tuhan memanggil keponakan laki-laki yang berusia 5 tahun.

Ketika bapak meninggal kita merasakan duka, tetapi sudah mempersiapkan diri karena beberapa bulan dirawat di ICU karena kanker paru-paru. Kita semua mempersiapkan hati dengan dibantu hamba-hamba Tuhan untuk mempersiapkan Roh bapak masuk ke surga. Keluarga juga dikuatkan dengan kehadiran para hamba Tuhan, keluarga besar dan para sahabat yang terus mendukung selama masa sakit hingga akhirnya meninggal.

Tetapi kedukaan yang tiba-tiba membuat kita tidak siap, ketika Tuhan hendak menjemput keponakan laki-laki yang berumur 5 tahun. Satu hari keponakan sakit panas dan kemudian diantar mamanya untuk periksa di rumah sakit tempat dia bekerja. Keponakan masih berjalan kaki dengan gagah digandeng mamanya masuk rumah sakit, periksa lab dll, kemudian diputuskan untuk dirawat. Tiba-tiba kondisinya drop dan masuk ICU. Mamanya, sekalipun tenaga medis di situ, mengalami shock berat dan sangat berharap semua tindakan medis bisa menyembuhkan anaknya.

Behari-hari dia duduk di samping anaknya yang sudah koma, dan semua tenaga medis teman-temannya memberikan usaha yang terbaik, berusaha tetap membuat si anak "bertahan hidup". Sampai akhirnya teman-teman kakak bilang bahwa secara medis sudah tidak bisa dipertahankan lagi, karena obat yang "terberat" sudah tidak mempan lagi. Tubuh keponakan sudah mulai "bengkak" karena obat-obat yang dimasukkan.

Kakak saya setiap saat terus bernyanyi dan berdoa di samping anak sulungnya, meminta Tuhan Yesus memberikan mujizat kesembuhan. Kita sekeluarga bergantian menemani di sampingnya setiap hari. Kemudian Tuhan memperlihatkan bahwa Roh anaknya sudah ingin bertemu Tuhan Yesus tetapi masih bertahan karena melihat mamanya siang malam menangis di sampingnya. Mamanya berdoa supaya Tuhan mengembalikan anaknya hidup lagi. Dia tidak bisa menerima anaknya tiba-tiba dipanggil Tuhan di depan matanya.

Kemudian keluarga berunding, dan meminta saya untuk menyampaikan supaya mamanya melepas Roh anaknya untuk bertemu Tuhan Yesus. Saya mendekati kakak, memeluk dan menyampaikan supaya dia melepaskan anaknya bertemu Tuhan Yesus. Jawabannya langsung, "Tidak bisa!" Saya bisa memahami seorang mama yang berat melepaskan anak yang dicintainya. Saya terus duduk, memeluk dan merasakan dukacita kakak saya, dan berdoa Tuhan memberikan kelegaan dan damai sejahtera. Setelah itu kembali saya sampaikan supaya dia melepaskan anaknya bertemu Tuhan Yesus.

Ketika Roh Kudus memberikan damai sejahtera, kemudian kakak bisa menerima kenyataan bahwa secara fisik dan medis sudah tidak bisa dipertahankan lagi. Justru jika hidup akan menderita karena tubuhnya sudah habis-habisan dimasuki obat-obatan yang sangat "berat".

Akhirnya dengan air mata berurai, kakak berbisik di telinga dengan memeluk erat-erat anaknya,  "Ibu sayang sama mas Ega, tapi Tuhan Yesus lebih sayang. Selamat jalan yah mas, selamat bertemu dengan Tuhan Yesus. Salam untuk Tuhan Yesus."

Pada saat kalimat itu selesai diucapkan, monitor denyut jantung langsung melemah dan berhenti. Roh keponakan lepas dan bertemu dengan Tuhan Yesus di surga. Kita semua merasakan kepedihan hati kakak dan tidak ada satu orang pun yang menghakimi atau menyalahkan apa yang dilakukan dan diimani oleh kakak yang ingin anak sulungnya kembali hidup.

Kita semua sangat mencintai keponakan dan mamanya. Mereka berdua adalah orang-orang yang kita kasihi dan ada di dalam hati kita. Ketika mereka sedih, hati kita juga merasakan kesedihan mereka, ketika mereka sakit kita juga merasakan beban penderitaan yang dirasakan. Itu adalah hal yang sangat alami dan tidak perlu dibuat-buat karena mereka adalah orang-orang yang sangat kita kasihi.

Sekarang ini saya juga bisa merasakan apa yang dialami oleh jemaat JKI, karena sudah pernah mengalami hal yang sama - yaitu menghadapi kedukaan yang datang tiba-tiba. Tidak ada cara lain untuk menghibur dan menguatkan selain dari duduk diam, memeluk dan ikut merasakan hati yang hancur.

Ternyata itu juga yang dilakukan oleh Tuhan Yesus ketika melihat jemaat JKI yang sangat berduka menghadapi gembala yang dikasihinya dipanggil Tuhan. Tuhan Yesus ada di tengah-tengah mereka merasakan kedukaan dan kehancuran hati mereka semua. Tuhan Yesus sama sekali tidak memandang hina, memandang bersalah atau bahkan menghakimi orang-orang yang patah dan remuk hatinya. "Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah." (Mazmur 51:19).

Saya juga tidak menyalahkan orang-orang Kristen dan para hamba Tuhan di luar JKI yang ramai-ramai menghakimi dan mencemooh apa yang dilakukan jemaat JKI. Mungkin mereka secara pribadi belum pernah merasakan remuk hati karena kehilangan orang yang sangat dicintai seperti yang dialami oleh jemaat JKI. Mungkin mereka terikat kuat dengan ajarannya masing-masing dan bahkan pola pikirnya sendiri. Mereka tidak melihat bagaimana Tuhan Yesus berada di tengah-tengah jemaat yang berduka dan sedang menangis bersama mereka.

---

Bersedih, berduka, hati yang patah dan remuk, tangisan yang dalam, itu semua bukanlah dosa atau hal yang salah di hadapan Tuhan Yesus. Semua perasaan dukacita itu yang menciptakan adalah Tuhan Yesus sendiri.

Pada saat itu terjadi, kita membutuhkan saudara-saudara seiman yang bersedia menangis bersama kita, merasakan dukacita seperti yang kita alami. Pada saat itu kita tidak membutuhkan ceramah agama atau aturan-aturan teologis. Yang kita butuhkan adalah dukungan hati di dalam kasih - seperti yang sudah dicontohkan oleh Tuhan Yesus sendiri.

Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis! (Roma 12:15)

---

Malam hari ketika pulang dari kantor, kita berdoa bersama dengan keluarga mendoakan umatNya di JKI yang sedang berduka.

Di dalam doa Tuhan Yesus memperlihatkan vision illahi yang sangat indah. Tuhan Yesus memperlihatkan bahwa pdt. PA ada di surga penuh dengan sukacita surgawi. Pdt. PA punya rumah besar yang sangat indah tingkat tiga. Beliau memakai jubah putih yang bercahaya dengan wajah yang muda, rambut lebat, agak langsing tidak gemuk seperti sekarang, wajah klimis dan ganteng.

Pdt. PA memberika pesan untuk kita PD Yoel, "Tetap semangat, karena sebentar lagi kalian akan menyusul bertemu di surga."

Beliau juga memberikan pesan untuk keluarganya dan jemaat JKI, "Jangan sedih lagi, karena di sini (di dalam Kerajaan Surga/Kingdom of Heaven) aku sudah senang." PUJI TUHAN !

Melalui kejadian ini, Tuhan Yesus menunjukkan bahwa berduka, bersedih dan hancur hati itu wajar di hadapan Tuhan. Ketika kita sedang dalam kedukaan dan kesedihan, Tuhan Yesus sama sekali tidak menyalahkan atau menghakimi, sebaliknya Tuhan Yesus ada bersama-sama dengan kita, ikut merasakan hancur hati yang kita alami.

Saat berduka, ketika kita bawa ke hadapan Tuhan, Dia tidak menolak kita - justru Tuhan Yesus memeluk kita dengan kasihNya, untuk memberikan penghiburan surgawi sampai hati kita dipulihkan dan kembali bersukacita dan bersemangat melangkah bersama Dia.

Selamat jalan pdt. Petrus Agung, selamat bertemu dengan Tuhan Yesus di surga. Sampai jumpa lagi, karena sebentar lagi kita akan bertemu dalam reuni kekal di surga.

Tetap semangat di dalam Firman Tuhan dan Langkah Iman.

GBU
(Indriatmo/PD Yoel)

* * * * *

Source: Mr. Indriatmo's Blog

http://www.pesta.org/sampai_bertemu_lagi_pdt_petrus_agung_purnomo

MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama)

  MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama) Sabtu, 04 Februari 2023 Ps Joseph Hendrik Gomulya           Sejak awal manusia diciptakan Allah ...