TravellerS Phinisi, JKI Holy Glory Church Makasih (Ibadah Raya Pagi)
(23/10/2016)
Ps. Joseph Hendrik Gomulya.
Hari-hari ini Tuhan sedang menggerakkan Ps Hendrik untuk menyampaikan pesan-Nya tentang bagaimana berbisnis didalam Tuhan. Tuhan tidak membenci setiap kita yang bergerak didalam bisnis tetapi yang Tuhan cari adalah adakah alasan untuk DIA memberkati dan memperkaya kita dan adakah alasan bahwa ketika DIA menemui kita dan kitabjuga menemukan-Nya didalam bisnis kita. Tidak sulit untuk Tuhan memperkaya seseorang tetapi Tuhan sedang mencari alasan mengapa DIA harus memberkati dan memperkaya kita.
"Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui." (Yeremia 33.3 TB)
Ada banyak hal-hal yang besar yang masih menjadi rahasia bagi kebanyakan orang yang Tuhan inginkan setiap kita memilikinya. Tuhan sedang menantikan kita untuk datang kepada-Nya (Dengan berseru-seru) dan kemudian DIA akan memberitahukan kepada kita segala hal-hal yang besar yang belum terpahami oleh kita dan DIA juga akan memberikan pengertian dan pemahaman-Nya sehingga kita bisa dengan tepat mengerti seperti apa yang di Firmankan-Nya dan kemudian kita akan bisa melihat kekayaan yang dulu mungkin kita tidak mengerti dan mengapa hal tersebut terjadi yang bahkan oleh orang lain belum pahami tetapi karena kedekatan kita dengan Tuhan maka kita menjadi orang pertama yang diberikan.
Tuhan adalah rahasia yang setiap kita miliki dalam berbisnis yang adalah sumber dari segala hikmat, dari segala ide, dari segala mujizat, dan sumber dari segala yang dibutuhkan oleh hidup kita dan dunia yang tidak bisa kita temukan ditempat lain. Inilah rahasia mengapa orang Israel dikenal luar biasa didalam berbisnis dan cukup dengan 22 orang saja saat ini mereka bisa menguasai begitu banyak keuangan dunia bahkan diperkirakan sekitar 70% dari mereka menguasai perekonomian dunia karena ada perjanjian Tuhan melalui Abraham dan mereka mengenal siapa Tuhan mereka.
Kesaksian: Sewaktu Ps Hendrik yang dulunya seorang Businessman dan kemudian dipanggil Tuhan untuk menjadi hamba Tuhan dan disaat berkumpul dengan beberapa hamba Tuhan di Makasih, mereka kemudian berkata kepada beliau untuk fokus memilih salah satunya dan tidak terlibat dalam keduanya. Ps Hendrik kemudian berdoa dan berkata bahwa dirinya akan tetap mengerjakan keduanya seperti yang juga dihidupi oleh Rasul Paulus yang adalah seorang Rasul dan diaaat yang sama juga berbisnis menjual kemah yang saat ini dikenal dengan menjual property/real estate. Hari itu tidak banyak seorang Businessman atau pengusaha diangkat menjadi gembala sidang tetapi hari-hari ini bahkan juga di Indonesia banyak hamba Tuhan yang mempunyai dan terlibat dalam bisnis untuk menopang pelayanan. Bahkan Alm Pak Agung yang memiliki jemaat yang besar sekalipun Tuhan juga percayakan untuk mengelola bisnis untuk menopang dan membiayai pergerakan Tuhan yang begitu besar.
Seperti yang sudah dijelaskan diatas ada sangat banyak rahasia-rahasia yang sangat besar dari Tuhan yang ingin diberitahukan dan disingkapkan kepada setiap kita yang sebelumnya tidak kita pahami dan ketahui. Bahasa Tuhan seringkali berbeda dengan pengertian kita yang membuat kita tidak bisa mengikutinya. Seperti ketika Ps Hendrik diperintahkan Tuhan untuk membangun sebuah hotel, awalnya beliau ingin membangun hotel dengan 4 lantai saja tetapi tuhan menginginkan 12 lantai dan itu sepertinya tidak mungkin karena dananya tidak ada, tetapi ketika mau sepakat dengan Tuhan maka hotel dengan 12 lantai pun jadi terbangun. Jadi ketika kita mengalami damai sejahtera Tuhan dan mengerti tujuan mengapa Tuhan ingin memberkati dan memperkaya kita melalui bisnis dan Tihan menemukan alasan itu maka Tuhan akan memberkati kita.
Berikut adalah 3 hal yang mesti kita lakukan untuk keluar dari krisi ekonomi:
1). Mencukupkan diri dengan apa yang ada.
Ketika kita sedang mengalami krisis yang tidak setiap saat/masa kita alami sehingga kita harus mulai mencukupkan dengan apa yang ada.
2). Mengelola apa yang ada.
Ketika berada dalam krisis, kita mengelola apa yang ada dengan baik dan maksimal. Ini adalah masa dimana kita tidak akan expand atau memperbesar.
3). Mempersiapkan diri untuk panen yang besar.
Ini poin yang sangat penting ketika didalam krisis dimana kita harus mempersiapkan diri kita untuk panen yang besar.
"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11.36 TB)
Untuk bisa dipercaya kita harus memahami bahwa apa yang kita terima itu semuanya adalah dari DIA, oleh DIA, dan bagi DIA untuk selama-lamanya. Mari membuat diri kita bisa mengerti dan menyadari ketika menerima berkat Tuhan, ketika menerima bisnis yang daripada-Nya, dan keuangan yang Tuhan percayakan dasar dari semua yang kita terima adalah dari Tuhan.
Menjadi kaya dan diberkati bukan menjadi tujuan kita, tetapi Tuhan yang menjadi tujuan ketika kita diberkati, Tuhan menginginkan kita untuk mengalami DIA ketika kita diberkati.
DEFENISI DOSA
"Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah" (Roma 3.23 TB)
Dalam bahasa asli Alkitab, kata dosa berarti ”meleset dari target”, atau sasaran. Jadi berkat Tuhan jangan sampai disalah gunakan karena apabila berkat itu disalah gunakan, itu berarti meleset dari target. Tujuan dari berkat Tuhan adalah agar supaya kita semakin mengalami kedekatan dengan Tuhan dan mengalami kasih-Nya. Jadi kita dipanggil untuk berbisnis, dipanggil untuk menjadi semakin diberkati adalah untuk supaya kita mengalami kedekatan dengan-Nya.
Kemudian akan timbul pertanyaan bahwa orang dunia juga menikmati kekayaan, mereka juga menikmati kekayaan tetapi mereka tidak menemukan dan mengerti tujuan mengapa mereka diberkati, sehingga mereka pastinya tidak betul-betul menikmatinya.
Seringkali ketika orang diberkati kemudian semakin menjauh dari Tuhan, itu artinya meleset dari target. Ketika dahulu hubungannya bisa begitu melekat dengan Tuhan karena memiliki jam-jam doa dan ibadah dengan Tuhan, selalu mempunyai kerinduan yang besar dan selalu datang paling awal tetapi ketika sudah diberkati kemudian memiliki banyak banyak kesibukan, sering datang terlambat dan semakin menjauh dari Tuhan karena lebih mengutamakan bisnisnya, inilah yang dimaksud dengan meleset dari target dan tujuan-Nya. Ketika sudah meleset dari target dan tujuan-Nya itu adalah tanda bahwa sebentar lagi anda tidak akan dipercaya Tuhan lagi, jadi mari kembali kepada target dan bisnis yang mendekatkan anda dengan Tuhan.
Mari kelola waktu kita dengan bijaksana, karena yang menjadi sumber dari segala ide, hikmat dan berkat itu dari Tuhan bukan dari pikiran yang ada di kepala kita yang kecil. Seperti firman-Nya tadi untuk melakukan hal-hal yang besar dan menaklukkan dunia kita harus berseru kepada-Nya dan pasti akan dijawab-Nya untuk supaya kita melakukan hal-hal yang besar yang tidak pernah terpikirkan dan terpahami oleh orang lain, yang akan membawa kita semakin melekat kepaa Tuhan
Ada 3 hal berkat yang Tuhan ingin bagikan:
1). Orang banyak mendapatkan mujizat dengan diberi makan oleh Tuhan tetapi murid-murid yang melayani di tangan mereka ada lebih 12 bakul.
"Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya supaya dibagi-bagikannya kepada orang banyak. Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian dikumpulkan potongan-potongan roti yang sisa sebanyak dua belas bakul." (Lukas 9.16-17 TB)
Ketika kita melayani, kita tidak saja menerima mujizat-Nya tetapi bagi setiap kita yang melayani seperti (murid-murid) ada kelebihan 12 bakul yang Tuhan berikan.
Ketika mengalami masalah, seperti murid-murid yang meminta untuk bisa keluar dari masalah, padahal sebenarnya ketika kita mengalami masalah, berdoalah untuk menjadi berkat. Ketika murid-murid diperintahkan untuk memberi makan 5000 orang, orang-orang tersebut keluar dari masalah kelaparan tetapi ditangan murid-murid masih tersisa 12 bakul. Jadi mari naikkan level bahwa kita adalah murid.
Tuhan harus menemukan satu alasan mengapa DIA harus memberkati dan memperkaya kita, yakni ketika di hati kita ingin menjadi berkat bagi banyak orang dan bukan untuk diri sendiri. Terkadang orang ingin menjadi kaya hanya supaya bisa membeli segala hal dan menikmatinya, dititik inilah Tuhan belum menemukan alasan untuk kita diberkati. Tetapi ketika bahkan masih dalam kondisi krisis dan Tuhan mengubahkan hati kita dan berdoa agar hidup kita menjadi berkat bagi banyak orang, maka seperti murid-murid kita akan mendapatkan berkat lebih 12 bakul.
Seperti Rasul Paulus yang berkata bahwa dirinya mengetahui pikiran Kristus yang adalah menjadi bwrkat bagi banyak orang. Ketika dahulu mungkin kita salah dan meleset dari tujuan dan jatuh kedalam dosa, hari ini kita berubah dan meminta kepada Tuhan agar melalui hidup kita, kita bisa jadi berkat bagi orang lain dan Kerajaan Allah.
Jangan meminta untuk menjadi kaya tetapi mintalah hati yang berkenan. Hati yang berkenan membuat kita mengikuti akan hati Tuhan, mengikutu keinginan dan kerinduan-Nya dan juga mengucapkan berkat keluar dari mulut kita dengan memperkatakan firman setiap hari dan memperkatakan yang positif. Apabila perkataan positif saja susah kita ucapkan maka perkataan IMAN dan hidup dalam IMAN akan sulit kita ucapkan dan lakukan. Mari belajar untuk selalu memperkatakan yang positif maka kita akan next level untuk hidup dan berjalan dengan IMAN.
Sewaktu kita sedang mengalami masalah memang susah untuk memperkatakan perkataan IMAN tetapi belajarlah untuk memperkatakan-Nya. Ketika berada dalam masalah Tuhan sedang menantikan doa kita dengan IMAN dan percaya.
2). Mujizat yang Tuhan buat ketika orang meminta uang untuk membayar pajak.
"Jawab Petrus: “Dari orang asing!” Maka kata Yesus kepadanya: “Jadi bebaslah rakyatnya. Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga.” (Matius 17.26-27)
Seringkali ketika berdoa untuk meminta uang dan kalau kita melihat hanya di ayat ini kita bisa belajar ketika mereka meminta uang untuk membayar pajak, ternyata di danau pun ada malaikat.
Dari sekian banyak ikan, ada ilan malaikat yang ketika dipancing ada 4 dirham yang sudah tersedia didalamnya. Untuk mengerti ayat ini mari kita lihat terlebih dahulu background dari ayat ini dimana pada jaman itu orang membayar pajak melalui Sinagoge (Bait Allah) dan kemudian baru disalurkan kepada pemerintah. Sewaktu Ps Hendrik membaca background dari ayat ini kemudian Tuhan membawa beliau kedalam pengertian ketika setiap kali mengalami masalah, beliau seringkali naik dan masuk kedalam gereja dan berdoa. Kemudian beliau diperlihatkan oleh Tuhan pekerjaan-Nya yang besar dan menaikkan kembali iman beliau melalui visi dari gereja ini untuk menjadi bapa dan jawaban bagi kota dan menjadi saliran Tuhan.
Mari rindukan perkenanan-Nya saja karena berkat dan kekayaan hanyalah efek dari perkenanan-Nya dengan melihat jiwa-jiwa dan pekerjaan Tuhan yang besar yang akan membangun iman kita.
3). Tentang berkat Yakub.
"Maka bermimpilah ia, di bumi ada didirikan sebuah tangga yang ujungnya sampai di langit, dan tampaklah malaikat-malaikat Allah turun naik di tangga itu. Berdirilah Tuhan di sampingnya dan berfirman: “Akulah Tuhan , Allah Abraham, nenekmu, dan Allah Ishak; tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu. Keturunanmu akan menjadi seperti debu tanah banyaknya, dan engkau akan mengembang ke sebelah timur, barat, utara dan selatan, dan olehmu serta keturunanmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat." (Kejadian 28.12-14 TB)
Kita sering berdoa untuk supaya Tuhan memberkati keluarga kita tetapi yang Tuhan inginkan bukan hanya keluarga kita tetapi juga untuk semua orang diseluruh dunia. Seperti Abraham yang hanya meminta kepada Tuhan sepenggal dari tanah kanaan ketika berada disana padahal janji Tuhan bukan hanya sepenggal dari tanah kanaan tetapi seluruhnya akan diberikan kepadanya.
Tuhan selalu berdiri di samping setiap kita dan DIA memberikan mimpi. Bisnis kita mungkin warisan dari turun-temurun tetapi Tuhan tetap menyertai. Seperti Abraham yang begitu sangat diberkati, kemudian Ishak anaknya menggali sumur ayahnya dan kemudian menjadi lebih diberkati daripada Abraham, kemudian Yakub juga menjadi lebih diberkati daripada Ishak. Yakub melihat tangga dan malaikat yang turun naik yang membawa persembahan kita kepada Tuhan dan membawa berkat bagi keturunan kita.
Sewaktu Yakub menerima ucapan berkat itu dan melihat dalam mimpinya malaikat turun naik yang berarti semua berkat kita berasal dari Tuhan. Apapun yang kita lakukan yang kelihatan baik itu tidak cukup membuat kita diberkati karena segala sesuatunya berasal dari Tuhan. Kerja keras itu memang baik dan itu suatu keharusan, tetapi itu tidak cukup. Ada Tuhan yang menyertai kita, ada Malaikat Tuhan yang turun naik membawa berkat dan persembahan kita kepada Tuhan dan biarlah hari ini Tuhan menemukan alasan mengapa DIA mempercayakan kita bisnis karena di hati kita adalah untuk DIA, yang kita minta bukan untuk keluar dari masalah tetapi biar hidup kita menjadi berkat bagi banyak orang.
Amin.
Jurnalist: Untung Bongga Karua.
"I am not what the devil and world say about me, but I was G-D says, and I will go into in the end-time destiny for my life."
Senin, 24 Oktober 2016
LEBIH 12 BAKUL (Menemukan Alasan Untuk Tuhan Memberkati Kita)
Sabtu, 22 Oktober 2016
IKUT TUHAN SEPENUH HATI
TravellerS Phinisi, JKI Holy Glory Church (Dopag)
(21/10/2016)
Ps. Joseph Hendrik Gomulya
"Adapun raja Salomo mencintai banyak perempuan asing. Di samping anak Firaun ia mencintai perempuan-perempuan Moab, Amon, Edom, Sidon dan Het, padahal tentang bangsa-bangsa itu Tuhan telah berfirman kepada orang Israel: “Janganlah kamu bergaul dengan mereka dan mereka pun janganlah bergaul dengan kamu, sebab sesungguhnya mereka akan mencondongkan hatimu kepada allah-allah mereka.” Hati Salomo telah terpaut kepada mereka dengan cinta. Ia mempunyai tujuh ratus isteri dari kaum bangsawan dan tiga ratus gundik; isteri-isterinya itu menarik hatinya dari pada Tuhan. Sebab pada waktu Salomo sudah tua, isteri-isterinya itu mencondongkan hatinya kepada allah-allah lain, sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada Tuhan, Allahnya, seperti Daud, ayahnya. Demikianlah Salomo mengikuti Asytoret, dewi orang Sidon, dan mengikuti Milkom, dewa kejijikan sembahan orang Amon, dan Salomo melakukan apa yang jahat di mata Tuhan , dan ia tidak dengan sepenuh hati mengikuti Tuhan, seperti Daud, ayahnya. Pada waktu itu Salomo mendirikan bukit pengorbanan bagi Kamos, dewa kejijikan sembahan orang Moab, di gunung di sebelah timur Yerusalem dan bagi Molokh, dewa kejijikan sembahan bani Amon. Demikian juga dilakukannya bagi semua isterinya, orang-orang asing itu, yang mempersembahkan korban ukupan dan korban sembelihan kepada allah-allah mereka. Sebab itu Tuhan menunjukkan murka-Nya kepada Salomo, sebab hatinya telah menyimpang dari pada Tuhan , Allah Israel, yang telah dua kali menampakkan diri kepadanya, dan yang telah memerintahkan kepadanya dalam hal ini supaya jangan mengikuti allah-allah lain, akan tetapi ia tidak berpegang pada yang diperintahkan Tuhan." (1 Raja-raja 11.1-10 TB)
Kita mengenal Salomo sebagai seorang raja yang dahulu mempersembahkan persembahan/korban yang sangat banyak dan cara Salomo mempersembahkan korban saat itu membuat hadirat Tuhan begitu kuat turun sampai setiap orang tidak kuat lagi untuk berdiri. Salomo belajar dari ayahnya raja Daud bagaimana mempersembahkan korban tetapi dia tidak belajar satu hal yaitu mengikut Tuhan dengan sepenuh hati.
Setiap kita tidak punya pilihan yang lain kecuali mengikuti Tuhan dengan sepenuh hati untuk supaya hati kita tidak condong kepada yang lain. Hati kita bisa begitu mengasihi Tuhan ketika dipakai oleh Tuhan, ketika masih tidak punya apa-apa, tetapi itu tidak cukup karena dibutuhkan hati untuk mengikut Tuhan sepenuh hati dan tidak bisa setengah-setengah.
Iblis memiliki banyak cara untuk bisa mencondongkan hati setiap kita. Ketika kita tidak mengikut Tuhan sepenuh hati karena ada motivasi yang lain, hanya untuk sekedar diberkati, atau hanya untuk sekedar taat kepada pemimpin walaupun mungkin itu baik. Jangan memiliki motivasi dan tujuan yang lain dalam mengikuti Tuhan. Ketika mengikuti Tuhan dengan sepenuh hati tantangan apapun didepan kita bisa hadapi karena mengetahui Tuhan yang kita ikuti akan memberi kemenangan.
Ketika mengikuti Tuhan dengan sepenuh hati akan membuat motivasi di hati kita tiba-tiba condong atau beralih kepada yang lain. Untuk menerima kekayaan kita harus membuang segala motivasi yang salah yang bisa membuat hati kita condong kepada yang lain, spirit mamon dan berhala yang lainnya. Jangan pernah mempunyai rasa iri dan benci kepada orang yang diberkati oleh Tuhan, jangan pernah iri kepada gereja yang besar tetapi berkatilah gereja yang besar untuk mendapatkan berkat yang sama, jangan takut untuk diberkati seperti Salomo karena mungkin menjadi kuatir jangan-jangan hati menjadi condong kepada yang lain seperti yang dialami oleh Salomo atau ketika melihat orang lain diberkati akan timbul pikiran-pikiran negatif yang sebenarnya timbul karena di hati mulai timbul rasa iri.
Mari benahi hati dan terima setiap berkat yang Tuhan percayakan atas hidup kita tetapi sekaligus kita belajar akan apa maksud Tuhan untuk supaya hidup kita tidak jatuh seperti Salomo. Mari belajar dari hidup Salomo dengan belajar mendidik hati kita dari awal sebelum hidup setiap kita dipakai, diurapai dan diberkati Tuhan lebih lagi. Mari selalu mendengar dan menerima setiap teguran dari Tuhan melalui pemimpin atau mungkin dari orang lain yang mungkin levelnya berada dibawah kita dan jangan pernah biarkan tujuan dan motivasi yang lain masuk dengan tidak mengharapkan pujian dan penghargaan dari orang lain ataupun pemimpin.
Mengikuti Tuhan dengan sepenuh hati bukan mengikuti apa yang pemimpin kita inginkan tetapi ketika kita mengikuti Tuhan dengan sepenuh hati maka kita akan menyadari otoritas yang Tuhan berikan kepada pemimpin kita, jadi dasarnya adalah dari Tuhan sendiri. Pengangkatan Tuhan akan hidup setiap kita akan sepadan dengan perubahan karakter dan hati kita.
".... dan ia tidak dengan sepenuh hati mengikuti Tuhan, seperti Daud, ayahnya." (1 Raja-raja 11.6 TB)
Kalau Salomo saja bisa jatuh maka tidak ada jaminan apabila kita tidak sungguh-sungguh belajar mengikut Tuhan sepenuh hati maka kita akan mengalami hal yang sama. Salomo yang adalah seorang raja dan pemimpin, seorang anak yang menikmati berkat, melihat segala kelimpahan dan melihat Tuhan bekerja dalam hidupnya bisa jatuh dan tiba-tiba tidak bisa belajar mengikuti Tuhan sepenuh hati. Mengikut Tuhan sepenuh hati bukan dilihat dari segala perbuatan baik yang sudah kita lakukan dalam hal banyaknya pelayanan dan doa yang kita lakukan. Mengikuti Tuhan sepenuh hati adalah hati kita sepenuhnya kita berikan kepada Tuhan, semua yang kita lakukan tujuannya untuk Tuhan, apapun yang Tuhan putuskan dan katakan kita lakukan dengan ketaatan karena Tuhan. Mari ijinkan Tuhan untuk mendidik hati kita dan kita sendiri juga belajar untuk mendidik hati kita dengan bertanya kepada Tuhan bagaimana bertanggung jawab atas hal yang Tuhan percayakan dan inginkan dalam hidup kita.
Dalam belajar mendidik hati kita ketika melakukan kesalahan bukan dengan sekedar meminta maaf kepada Tuhan tetapi ada tanda seperti Firman-Nya yang berkata ketika berjalan bersama Tuhan pasanglah rambu-rambu sehingga tidak menyimpang ke kiri dan ke kanan, jadi ada rambu-rambu yang kita pasang didalam roh kita untuk supaya kita tidak kembali jatuh kedalam kesalahan yang sama lagi dan kita juga bisa belajar bertanggung jawab atas kesalahan yang sudah dilakukan. Pengakuan akan kesalahan yang kita lakukan tanpa ada tanda dalam roh yang mendidik kita maka iblis akan mengintai dan membuat kita jatuh lagi dalam kesalahan yang sama.
Di saat kita diberkati oleh Tuhan, di saat yang sama iblis akan menawarkan dan menyodorkan banyak hal. Ketika berdoa dan memohon kepada Tuhan untuk supaya hidup kita diberkati tanpa pernah menyiapkan hidup untuk hanya mencintai Tuhan maka bisa jadi berkat tersebut tidak membuat kita menjadi baik tetapi juga jangan membenci dan menolak berkat dari Tuhan karena kerinduan-Nya adalah memberkati setiap anak-anak-Nya tetapi yang menjadi masalah adalah dari dalam diri kita sendiri yang selalu merasa iri dan cemburu kepada orang yang diberkati oleh Tuhan. Jalan keluarnya adalah justru melayani dan memberkati orang yang diberkati oleh Tuhan dengan tulus bukan dengan motivasi yang lain dan suatu saat nanti kita akan juga menikmati berkat yang sama.
Hati Salomo sebenarnya juga masih menyembah Tuhan tetapi tanpa disadari hatinya mulai condong kepada penyembahan yang lain. Jadi begitu hati kita mempunyai keinginan, tujuan dan mencintai yang lain selain Tuhan maka itu akan menjadi berhala. Berhala juga bisa timbul dari dalam diri kita sendiri ketika kita tidak bisa disentuh oleh orang lain. Salomo yang begitu sangat mencintai wanita penyembah-penyembah berhala ini membuat dirinya juga jatuh kedalam penyembahan berhala bahkan sebelum jatuh kedalam penyembahan berhala Salomo sebenarnya sudah jatuh kedalam dosa perzinahan karena begitu mengingini perempuan-perempuan tersebut yang tidak disukai oleh Tuhan.
Kesalahan dalam hal pergaulan juga menjadi penyebab hati kita untuk condong kepada yang lain. Hindarkan diri kita dari orang-orang dari orang yang mudah sakit hati, kepahitan, atau orang yang selalu memiliki motivasi yang salah yang secara tidak langsung mematikan kerohanian kita dan hati tiba-tiba condong untuk mencintai yang lain, mencintai diri sendiri, mencintai harga diri kita sendiri lebih dari Tuhan. Ketika menyadari mempunyai suatu kelemahan mari hindarkan diri dari tempat atau hal tersebut dengan memasang rambu-rambu di roh kita.
Mari mendidik hati dalam mengikuti Tuhan tujuannya bukan karena besarnya persembahan kasih yang diterima, pelayanan yang besar atau apapun juga. Singkirkan semua motivasi dan keinginan yang lain dari hidup kita untuk menerima didikan yang dari Tuhan untuk supaya kita terus-menerus dimurnikan.
Amin!
Jurnalist: Untung Bongga Karua
PENGENALAN AKAN TUHAN UNTUK KEBANGKITAN YANG BESAR
Gedung BPU Bulagi Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah.
Seminar dan Pesta Rohani Kebangkitan Yang Besar Di Era Transformasi.
(01/09/2016)
Ps. Joseph Hendrik Gomulya
"Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya" (Filipi 3.10 TB)
Hari-hari ini Tuhan Tuhan sudah tidak sabar lagi untuk mencurahkan isi hati-Nya, mencurahkan roh-Nya dimana hati-Nya bergetar setiap kali melihat dan menemukan anak-anak-Nya berseru-seru karena begitu merindukan Tuhan. Tuhan menjadi tidak sabar karena melihat anak-anak-Nya bergerak untuk menangkap isi hati-Nya sekalipun harus mencucurkan air mata dengan menabur seluruh hidupnya yang keluar dari hati sebagai ketaatan, cinta dan pengenalan akan Tuhan karena pengalaman mengalami Tuhan.
Ayat diatas ditulis oleh Rasul Paulus, salah satu pahlawan Kristus yang memiliki kegilaan tersendiri dengan Tuhan karena cintanya yang besar kepada Tuhan dengan mengabdikan seluruh hidupnya kepada Tuhan. Ayat ini ditulis diakhir-akhir hidup dan pelayanannya, Rasul Paulus masih menulis dan menyatakan bahwa yang dikehendakinya adalah untuk mengenal Tuhan lebih lagi. Ada banyak orang yang melayani Tuhan memulainya dengan baik, tetapi ketika berjalan standartnya mulai berbeda dan bukan lagi untuk mengenal Tuhan. Kontras dengan Rasul Paulus yang diakhir hidup dan pelayanannya yang dikehendakinya adalah untuk mengenal Tuhan lebih lagi.
Pengenalan akan Tuhan akan membawa kita mengalami kuasa kebangkitan-Nya. Vonis dokter atas penyakit yang anda derita atau vonis apapun dalam hidup anda bukan harga mati karena harga mati dalam hidup anda adalah kehendak-Nya. Tujuan hidup Rasul Paulus dan hari ini menjadi tujuan hidup setiap kita bukan lagi uang, pangkat, jabatan, nama besar, dan panggung tetapi mengenal akan Tuhan, mempunyai pengalaman berjalan bersama-Nya dengan belajar taat dan mendengar setiap perintah-Nya.
Sewaktu kita mempunyai pengenalan akan Tuhan, Tuhan akan membawa kita mengenal kuasa kebangkitan-Nya. Iblis selalu merancangkan kematian, tetapi Tuhan merancangkan kebangkitan. Ketika berada dalam titik terbawah dalam hidup, iblis berkata bahwa kita sudah selesai atau mati tetapi dititik seperti ini kuasa kebangkitan-Nya menjadi bagian setiap kita. Iblis merancangkan kemiskinan kepada kita karena menyadari setiap kita dirancangkan Tuhan untuk mengelola keuangan dunia dan menjadi bendahara-Nya, disinilah titik dimana setiap kita menyadari untuk mengalami kuasa kebangkitan dengan tidak lagi mau hidup dalam utang malah justru hidup saudara jadi berkat bagi banyak orang.
Setiap kita merindukan mengalami kuasa kebangkitan tetapi masalahnya setiap kita tidak suka mengalami yang namanya kematian. Mari mengalami kuasa kebangkitan-Nya dengan sikap hati yang benar dengan selalu bertanya kepada Tuhan apa yang mesti kita lakukan agar sesuai dengan kehendak-Nya, sehingga disinilah perlunya kita membaca dan merenungkan Firman-Nya setiap hari. Ketika mungkin hari ini rumah tangga anda mengalami kematian, tetapi karena mempunyai pengenalan akan Tuhan maka anda akan mengalami pemulihan melalui kuasa kebangkitan-Nya dan kuasa iblis atas pernikahan anda dilucuti. Mari berkata bahwa hidup anda bersama keluarga anda bisa dipakai dengan luar biasa dan tidak mungkin mengalami kehancuran karena anda percaya akan mengalami yang utuh dari Tuhan dan mengalami kebahagiaan dalam rumah tangga anda.
"dan persekutuan dalam penderitaan-Nya"
Banyak orang berkata bahwa kalau ada yang enak buat apa kita harus menderita! Tetapi kenapa Rasul Paulus justru berkata persekutuan dalam penderitaan-Nya?
Kalau kita hanya mencari sesuatu yang enak-enak terus-menerus, kita tidak akan pernah mengenal Tuhan, tetapi kalau kita juga menderita terus-menerus maka kita tidak akan mengenal Tuhan secara sempurna. Penderitaan karena Kristus dan penderitaan karena ketaatan itu baik, daging kita menderita tetapi roh kita menyala-nyala, daging kita terasa sakit, tetapi roh kita dibangkitkan Tuhan. Jadi pilihlah untuk mengambil bagian dalam penderitaan Kristus untuk menyelamatkan jiwa-jiwa dengan memikul salib-Nya. Yesus berkata dalam Matius 16.24 bahwa barang siapa ingin menjadi murid-Nya, dia harus pikul salib dan sangkal diri. Seringkali kita berpikir bahwa yang kita pikul adalah salib Kristus padahal kita tidak bisa seperti Kristus, itu juga bukan salib kita karena salib kita sudah dipikul sendiri oleh Kristus. Kalau kita berpikir kita memikul salib Kristus dan menderita itu sama saja kita menjadi orang kristen yang mengasihi diri sendiri.
Roh kita tidak akan pernah bisa bangkit karena salah pengertian. Yesus Kristus disalibkan atas nama setiap kita sehingga kita tidak perlu lagi memikul salib Kristus karena DIA sudah menyelesaikannya. Dalam terjemahan sebenarnya salib yang mesti kita pikul adalah salib orang lain, salib istri, salib suami, salib anak-anak dan salib saudara kita yang lainnya.
Ketika kita memikul salib orang lain, kita mengalami penderitaan yang dialami oleh Kristus yang adalah kemuliaan dan bukan mengasihi diri sendiri, pikullah salib orang lain dan menangkan mereka demi Kristus. Pikullah salib suami/istri anda untuk memulihkan pernikahan dan keluarga anda demi Kristus karena memiliki pengenalan akan Tuhan. Milikilah pengenalan akan Tuhan secara terus-menerus, dari iman yang satu kepada iman yang lain, dari satu kemuliaan kepada kemuliaan yang lain yang terus disempurnakan karena kesukaan Tuhan adalah pertobatan, kerendahan hati, dan hati yang mau berbalik.
Jangan pernah berhenti untuk mengenal Tuhan, karena ketika kita berhenti untuk mengenal-Nya maka hidup kita akan stagnan dan kemudian menjadi agamawi. Seperti Rasul Paulus ketika pertama kali bertobat berkata bahwa dirinya adalah yang paling berdosa diantara semua orang percaya, bukannya merasa semakin hebat tetapi semakin menyadari dirinya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kemuliaan Tuhan. Rasul Paulus menemukan begitu banyak dari hidupnya yang harus diubah dengan meminta anugerah dan kasih karunia Tuhan. Ketika kita hanya mencari dan mengejar apa yang dikehendaki-Nya, kita tidak akan pernah merasa hebat tetapi kita akan semakin diperlihatkan kemulian-Nya yang lebih besar, kita akan melihat diri kita kecil sekalipun orang-orang memberikan pujian kepada kita.
".... di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya."
Mari membawa senantiasa kematian Kristus dalam hidup setiap kita dan biarkan itu menjadi kesukaan kita untuk bersatu dalam kematian-Nya dengan mematikan setiap kedagingan, keegoisan, keakuan, harga diri dan kesombongan kita. Ketika itu menjadi kesukaan kita maka kita akan menikmati dan merindukan kehadiran-Nya setiap saat didalam hidup kita. Jangan pernah berhenti bersaksi tentang berkat yang Tuhan berikan, bagi sebagian orang itu berkat yang besar yang Tuhan berikan tetapi itu sebenarnya itu terlalu kecil bagi Tuhan karena didepan masih banyak berkat yang lebih besar yang akan diberikan-Nya tetapi biarlah di hati setiap kita yang kita kehendaki adalah pengenalan akan DIA secara terus-menerus, berjalan bersama-Nya, bersekutu dalam penderitaan-Nya dan bersatu dalam kematian-Nya.
Mari memberi penghormatan kepada Tuhan lebih dari apapun dengan selalu meletakkan Tuhan didepan bukan harta, uang, pangkat dan jabatan yang oleh Rasul Paulus semua itu dianggap sampah. Mari belajar dari orang-orang yang menghormati Tuhan, Abraham contohnya yang hidupnya sangat diberkati oleh Tuhan bahkan keponakannya Lot yang ikut bersama-sama dengannya juga ikut diberkati. Tetapi yang diinginkan Loy hanya berkat-Nya saja tanpa pernah mau belajar bagaimana hidup dalam perkenanan Tuhan.
Ketika setiap kita menghendaki yang Ilahi dengan menyingkirkan setiap keinginan daging untuk mengenal Tuhan, mengenal kuasa kebangkitan-Nya, persekutuan dalam penderitaan-Nya dan bersatu dalam kematian-Nya maka setiap kita akan Tuhan bawa level demi level pengenalan akan Tuhan, diperkaya Tuhan dengan pengalaman berjalan bersama-Nya. Bahkan ketika kita tidak berada didunia ini lagi, hidup kita akan berbicara terus seperti habel yang hidupnya masih berbicara terus sampai hari ini, ada sebuah dimensi dimana hidup kita masih bisa berbicara mewariskan warisan iman kepada generasi berikutnya.
Amin
Jurnalist: Untung Bongga Karua.
Rabu, 19 Oktober 2016
TANAH DAN NEGERI YANG LUAS
TravellerS Phinisi, JKI Holy Glory Church.
Ps. Joseph Hendrik Gomulya
" ke tempat mezbah yang dibuatnya dahulu di sana; di situlah Abram memanggil nama Tuhan. Juga Lot, yang ikut bersama-sama dengan Abram, mempunyai domba dan lembu dan kemah. Tetapi negeri itu tidak cukup luas bagi mereka untuk diam bersama-sama, sebab harta milik mereka amat banyak, sehingga mereka tidak dapat diam bersama-sama. Karena itu terjadilah perkelahian antara para gembala Abram dan para gembala Lot. Waktu itu orang Kanaan dan orang Feris diam di negeri itu. Maka berkatalah Abram kepada Lot: “Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau, dan antara para gembalaku dan para gembalamu, sebab kita ini kerabat. Bukankah seluruh negeri ini terbuka untuk engkau? Baiklah pisahkan dirimu dari padaku; jika engkau ke kiri, maka aku ke kanan, jika engkau ke kanan, maka aku ke kiri.” Lalu Lot melayangkan pandangnya dan dilihatnyalah, bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman Tuhan , seperti tanah Mesir, sampai ke Zoar. -- Hal itu terjadi sebelum Tuhan memusnahkan Sodom dan Gomora. -- Sebab itu Lot memilih baginya seluruh Lembah Yordan itu, lalu ia berangkat ke sebelah timur dan mereka berpisah. Abram menetap di tanah Kanaan, tetapi Lot menetap di kota-kota Lembah Yordan dan berkemah di dekat Sodom. Adapun orang Sodom sangat jahat dan berdosa terhadap Tuhan . Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah Tuhan kepada Abram: “Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan, sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya. " (Kejadian 13:4-15 TB)
Ayat diatas bercerita tentang kisah antara Abraham beserta keponakannya Lot. Abraham adalah orang yang sangat diberkati oleh Tuhan dengan kekayaannya dengan memiliki banyak ternak dimana hal yang sama juga dialami oleh Lot keponakannya yang ikut bersama-sama dengannya. Sehingga kemudian timbul pertengkaran diantara para gembala mereka akibat TANAH yang tidak cukup luas lagi bagi mereka untuk diam bersama. Padahal harta yang kian bertambah banyak seharusnya tidak menimbulkan pertengkaran.
Dikatakan negeri mereka tidak cukup luas lagi bagi mereka untuk diam bersama-sama, dalam terjemahan lain dikatakan tanah hati mereka yang tidak cukup luas lagi padahal apabila hati saudara seperti hati Kristus yang sangat luas dan tidak terbatas bagi setiap orang sehingga ketika setiap kita diberkati oleh Tuhan dengan melimpah, setiap kita juga diingatkan agar tanah hati setiap kita jangan berubah.
Jangan pernah biarkan harta yang banyak atau tanah yang luas itu mengisi hati saudara karena itu membuat negeri itu menjadi sempit. Kenapa orang-orang sering mempertengkarkan masalah ini, terlebih dalam sebuah keluarga karena hati mereka diisi dengan yang lain dan bukan Tuhan.
(Kejadian 13.4 TB)
Dalam hidup Abraham selalu ditandai dengan mezbah, dimanapun Abraham berada disitu pasti ada mezbah. Mezbah adalah sebuah tempat dimana korban dari hidup saudara diletakkan diatasnya, tempat dimana saudara memanggil Nama Tuhan, pertanyaanya adalah adakah Tuhan menemukan dalam hidup saudara ada mezbah?
Setiap kita adalah keturunan Abraham yang mewarisi janji yang diberikan kepada Abraham melalui Yesus Kristus, sehingga hari-hari imi Tuhan sedang merindukan setiap kita anak-anak-Nya hidup seperti Abraham yang memiliki mezbah dalam hidupnya. Mezbah dimana korban dari hidup dan seluruh kedagingan saudara diletakkan, mezbah dimana saudara mau meletakkkan dan membuang setiap kenyamanan yang selama ini saudara nikmati. Setiap kali saudara melakukan pelayanan dan pekerjaan, setiap pujian dan perkataan yang saudara ucapkan apakah Tuhan menemukan ada mezbah diatasnya?
(Kejadian 13.5-6 TB)
Ketika saudara mengetahui bagaimana caranya memanggil Nama Tuhan, bagaimana meletakkan korban yang berbau harum yang naik kehadapan Tuhan, setiap kali saudara memanggil Nama-Nya itu yang akan membawa Hadirat-Nya.
Ketika hidup saudara hanya sebatas pengikut tanpa mempunyai mezbah, saudara tidak mempunyai pengenalan secara pribadi dengan Tugan maka TANAH yang berbicara tentang hati saudara tidak akan cukup luas dan bisa ditempati oleh banyak orang. Lot yang mengikuti Abraham seharusnya bisa belajar dari hidup Abraham yang selalu ada mezbah dalam hidupnya karena hatinya yang begitu sungguh-sungguh mencintai Tuhan, tetapi yang diinginkan Lot hanya berkat karena merasa sudah diberkati tanpa mau mengenal Tuhan yang memberi berkat sehingga membuat hatinya menjadi sempit. Ketika harta bertambah banyak tetapi tanah hati saudara tidak cukup luas/sempit itulah yang sering menyebabkan pertengkaran.
Dalam rumah tangga yang saudara bina ketika dahulu hidup semuanya dalam serba kesederhanaan anda bisa hidup akur bersama istri/suami dan anak-anak tetapi ketika anda diberkati Tuhan dan tidak memiliki pengenalan yang lebih dengan Tuhan yang memberi berkat karena saudara tidak pernah membangun mezbah dalam keluarga maka kemudian mulai timbul pertengkaran. Begitupun dalam pelayanan dimana dahulu pelayanan saudara hanya biasa-biasa saja, ketika Tuhan mempercayakan pelayanan yang lebih lagi kemudian timbul pertengkaran dengan teman sepelayanan. Ketika dalam hidup saudara selalu ada mezbah maka negeri/ tanah hati saudara akan selalu bertambah luas dan bisa ditempati oleh semua orang.
Begitupun dalam pertumbuhan jemaat yang pesat dalam sebuah gereja harus memiliki tanah/negeri yang cukup luas. Dalam hidup setiap jemaat harus mempunyai mezbah dan pengenalan akan Tuhan yang menghindarkan jemaat dari pertengkaran yang disebabkan oleh sikap hati yang sempit sebagai akibat tidak memiliki pengenalan akan Tuhan.
Tuhan selalu ingin memberkati setiap kita anak-anak-Nya tetapi jangan pernah mengisi hati saudara dengan berkat tetapi biarlah berkat itu berada diluar mengikuti saudara. Seperti Lot yang meletakkan berkat itu didalam hatinya, Lot tidak mengerti dan menyadari bahwa dirinya diberkati oleh karena Abraham. Setiap kita yang menyadari bahwa hidupnya diberkati oleh karena Yesus, menyadari hidupnya dipakai oleh karena Tuhan akan mempunyai tanah yang luas karena tidak pernah merasa cemburu ketika melihat orang lain dipakai oleh Tuhan lebih lagi malahan akan selalu lebih mendorong orang lain karena mengetahui bahwa kerinduan Tuhan adalah memakai hidup semua orang.
(Kejadian 13.7-9 TB)
Milikilah tanah yang luas untuk supaya hidup saudara diurapi dan dipakai Tuhan lebih lagi dan menghindarkan saudara dari tanah hati yang sempit yang bisa menyebabkan pertengkaran. Tuhan kadang sengaja mengijinkan saudara tidak punya apa-apa agar supaya saudara bisa belajar untuk rendah hati. Tuhan ingin memberikan semua yang ada pada-Nya karena identitas setiap kita sebagai anak-anak-Nya tetapi oleh karena ketidakmampuan dari sifat kecemburuan, kemarahan dan sikap hati yang salah ketika melihat orang lain lebih dipakai dan diberkati.
Sesuatu yang dari (berada didalam) Tuhan pasti ada kedamaian, jadi sewaktu hati saudara tidak merasa damai berarti saudara berada diluar dari kehendak-Nya. Pastikan hati saudara cepat berbalik kepada Tuhan dan jangan berkata seperti Lot karena tempatnya yang terlalu sempit dan merasa bahwa dirinya juga sudah diberkati dan dipakai Tuhan kemudian memutuskan untuk pergi memisahkan diri dari Abraham tanpa pernah menyadari bahwa dirinya diberkati Tuhan oleh karena Abraham.
Tawaran yang diberikan oleh Abraham kepada Lot sepertinya memang baik. Tuhan juga kadang-kadang memberikan tawaran seperti keinginan yang ada di hati padahal sebenarnya itu adalah ujian. Kalau saudara tidak memiliki kepekaan, kadang-kadang ketika diberi tawaran kemudian diambil dengan cepat-cepat padahal yang tergambar disitu hanya hati saudara. Setiap kali Tuhan ingin membawa saudara untuk Next Level, DIA akan menguji apakah anda mampu naik ke level yang baru atau tidak. Ketika saudara bisa melewati ujian itu, sebuah level yang baru, ada sebuah pengertian baru yang Tuhan ingin tanamkan dalam hidup saudara. Apabila saudara tidak ingin selalu mengikuti Tuhan atau berada dalam didikan-Nya maka saudara tidak akan bisa "Expand" dipakai Tuhan di level yang baru atau kapasitas saudara diperluas.
Seharusnya Lot dan gembalanya mengetahui bahwa ditempat mereka berada ada orang lain (Orang Kanaan dan Feris), seharusnya Lot menyadari bahwa ada orang lain yaitu orang dunia yang melihat dan mendengar yang mereka lakukan dan perkatakan. Seperti hubungan suami-istri dalam keluarga, saudara tidak hanya tinggal berdua tetapi ada tetangga di sekeliling saudara dan apa yang saudara lakukan dilihat oleh orang lain. Begitupun dalam pelayanan, saudara harus belajar menyadari ada orang lain yang diam disekitar dan melihat saudara, karena hidup saudara harus menjadi berkat bagi orang lain. Seharusnya harta yang banyak tidak membawa pertengkaran, karena pertengkaran tidak pernah bisa membawa kebaikan.
Ketika ada ujian yang datang itu seperti pilihan yang baik sehinga saudara bisa mengerti bahwa saudara tidak akan pernah bisa berpisah dari Tuhan, saudara bisa mengerti bahwa saudara tidak akan pernah mempunyai pilihan untuk bisa berjalan sendiri. Ketika saudara bisa mengerti bahwa saudara harus selalu tinggal bersama-sama dengan Tuhan sehingga ada mezbah yang akan selalu dibangun karena tanpa mezbah disana akan banyak kepentingan, motivasi salah yang merusak dan segala macam politik dan intrik.
Mezbahlah yang membakar semua kemanusiaan saudara, diatas mezbahlah dimana pertobatan demi pertobatan, diatas mezbahlah akan terdengar teriakan Nama Allah, diatas mezbahlah Tuhan disukakan. Dalam melakukan pelayanan, bangunlah selalu mezbah di hidup saudara sehingga setiap kali kemanusiaan saudara yang ingin muncul,setiap kali saudara ingin mencuri Kemuliaan Tuhan, setiap kali dalam pelayanan saudara merasa hanya ingin sekedar show saudara bisa berkata tidak dan meletakkan semua itu diatas mezbah. Ketika ada mezbah dalam setiap pelayanan saudara maka akan ada "annointing" pengurapan karena ada korban yang saudara selalu letakkan diatas mezbah, ada sesuatu yang sakit keluar (kedagingan) dari hidup saudara.
Selama ada mezbah dalam hidup dan pelayanan itu yang membuat saudara selalu didekatkan dengan Tuhan, Tuhan akan selalu hadir dan berbicara dan mengoreksi hidup saudara. Karena ketika dalam ibadah tidak ada hadirat-Nya, DIA tidak berbicara, DIA tidak mengoreksi hidup saudara, DIA tidak membuat saudara bertobat dan malah berbalik dari Tuhan maka berarti ada sesuatu yang salah.
(Kejadian 13.10-13 TB)
Ketika hati saudara menjadi sempit, maka mata saudara menjadi mata duniawi dan tidak lagi menjadi seperti mata Tuhan, seperti yang dialami oleh Lot walaupun sebenarnya dirinya adalah orang benar. Sewaktu hidup dan hati saudara tidak diperluas/diperbesar untuk Tuhan berbicara, untuk Tuhan selalu menanamkan benih-Nya di hidup saudara, saudara tidak menginginkan mezbah itu maka yang terjadi adalah saudara akan berjalan dengan mata jasmani. Seperti Lot yang melihat lembah Yordan yang adalah lembah kematian seperti taman Tuhan, seperti tanah Mesir, sampai ke Zoar. -- Hal itu terjadi sebelum Tuhan memusnahkan Sodom dan Gomora. Lot tidak mengetahui bahwa Sodom dan Gomora begitu menyakiti jati Tuhan, tetapi justru memilih tempat yang Tuhan tidak sukai.
Orang selalu begitu gampang untuk membuat suatu pilihan dan sering berubah-ubah yang berarti saudara sedang memilih untuk berjalan menurut apa yang dilihat. Belajarlah untuk mencari Tuhan dengan membangun mezbah dihidup saudara, membangun hubungan saudara dengan Tuhan dan meletakkan hidup saudara diatasnya, maka Tuhan akan memberi saudara tanah yang luas, kemudian menunggu sampai Tuhan berfirman.
Ketika Abraham meminta Lot untuk memilih dan Lot memilih tanah yang begitu subur dimana sebenarnya Abraham bisa saja segera memilih tanah yang lain atau memilih tanah lebih dahulu daripada Lot karena tanah itu adalah miliknya tetapi Abraham yang selalu mengandalkan Tuhan tidak akan pernah memilih dari pilihannya, tetapi justru akan menantikan pilihan Tuhan karena menyadari apa yang Tuhan pilihkan itu yang terbaik buat hidupnya.
(Kejadian 13.14-15 TB)
Tuhan membawa Abraham kepada janji yang lebih besar yang seharusnya menjadi bagian dari Lot yang kehilangan akan janji itu. Apabila saudara tidak belajar untuk mendidik diri saudara menyatu dengan Tuhan maka yang terjadi adalah pemisahan/salah paham dengan Tuhan. Padahal Tuhan sebenarnya sedang menyiapkan sebuah janji dan berkat yang lebih. Ketika mata saudara melihat seperti mata dunia dan ketika tawaran dunia itu datang kemudian memilih itu yang sebenarnya adalah ujian dimana tawaran iblis itu akan datang, karena Tuhan ingin melihat apakah saudara mendekat kepada mezbah atau justru memilih yang lain. Yang membedakan antara Lot dan Abraham adalah Lot memilih sendiri, Abraham dipilihkan oleh Tuhan. Lot memilih menurut pandangannya, Abraham memilih seperti yang Tuhan pilihkan.
Ketika saudara menantikan Tuhan, maka saudara akan melihat seperti yang Tuhan lihat. Mungkin bagi sebagian orang negeri itu tidak menarik tetapi kalau buat Tuhan, negeri itu akan menjadi sangat luar biasa. Mari sekali lagi belajar untuk menantikan Tuhan, salah satu kuasa dari iman salah satunya adalah ketika saudara percaya didalam penantian, bahkan disaat semua orang sudah memilih yang baik, iman saudara tidak menjadi lemah dan bimbang.
Amin,
Jurnalist: Untung Bongga Karua.
Sabtu, 15 Oktober 2016
Hadirat Tuhan untuk sebuah Transformasi
GKI Maranatha Sorong Papua Barat, Seminar hamba Tuhan "Kebangkitan yang besar di era transformasi".
(12/07/2016)
Ps. JOSEPH HENDRIK GOMULYA
Transformasi di kota Sorong terwujud ketika terjadi rekonsialisasi semua orang yang ada di tanah Papua antara penduduk/suku asli dengan pendatang. Penduduk asli Papua harus menerima dan mengasihi para pendatang, dan penduduk pendatang juga harus memiliki rasa cinta akan tanah dan orang-orang Papua karena setiap kita semuanya bersaudara didalam Tuhan.
Tanah sesungguhnya adalah milik Yesus Kristus, demikian juga dengan hidup setiap kita. Sewaktu hidup kita terbuka buat orang lain seperti Yosua yang menggenapi perjanjian Tuhan atas hidupnya dimana ketika tanah Kanaan diduduki kemudian Tuhan juga memberi kuasa untuk tinggal di tanah itu, diberkati dan memenangkan kota itu untuk Kemulian Tuhan. Ketika tinggal di tanah yang diberkati, kita juga harus memiliki sikap hati yang diberkati. Kenapa? Proses demi proses yang terjadi dalam hidup kita Tuhan ijinkan terjadi karena Tuhan menginginkan kita melewati proses itu untuk mengenal Tuhan lebih dalam mengenal hati-Nya. Ketika kita tinggal didalam tanah Kanaan tanpa pengertian, tanpa pernah di proses oleh Tuhan maka Kanaan akan menjadi bencana.
Seperti dengan survey yang diadakan di Amerika Serikat, kebanyakan orang yang memenangkan sebuah lotere yang jumlah uangnya sangat banyak bisa dikatakan orang akan menjadi kaya mendadak dan pasti setiap orang yang memenangkannya akan sangat senang dan bahagia, tetapi kesenangan itu tidak berlangsung lama ketika uang itu habis karena dipakai untuk mabuk-mabukan, hidup foya-foya dan bersenang-senang dengan banyak wanita yang dijadikan simpanan yang membuat orang tersebut menjadi miskin kembali bahkan menjadi jauh lebih miskin dari sebelumnya karena orang ini berpikir bahwa tanah Kanaan yang berupa uang dan pangkat adalah tujuan utamanya. Tetapi mari berkata bahwa Tuhan adalah tujuan didalam hidup kita melalui proses yang diijinkan-Nya untuk kita lewati dan nikmati yang mendidik hati kita untuk mengenal Tuhan dengan sikap hati yang benar.
Seperti dengan kehidupan Abraham dimana ketika berada di tanah Kanaan berkata "bahwa tanah Kanaan seperti tanah asing baginya" padahal itu adalah tanah yang Tuhan janjikan. Adakah ketika diberkati kita bisa berkata bahwa uang, pangkat, dan jabatan itu tanah asing bagi kita? Karena kita menyadari memiliki tanah yang sesungguhnya, kita tidak pernah merasa kuatir dan takut karena kita mengetahui kepada siapa Tuhan akan memberkati kalau bukan kepada anak-anak-Nya, anak Raja diatas segala raja, hal yang selalu berusaha dipotong oleh iblis tetapi ketika kita mendidik hati kita untuk belajar mengenal Tuhan maka kita akan mengenal akan otoritas yang kita miliki dan iblis tidak bisa memotong/mengambil hal tersebut dari hidup kita.
Yosua bangun pagi-pagi, lalu ia dan semua orang Israel berangkat dari Sitim, dan sampailah mereka ke sungai Yordan, maka bermalamlah mereka di sana, sebelum menyeberang. Setelah lewat tiga hari, para pengatur pasukan menjalani seluruh perkemahan, dan memberi perintah kepada bangsa itu, katanya: “Segera sesudah kamu melihat tabut perjanjian Tuhan , Allahmu, yang diangkat para imam, yang memang suku Lewi, maka kamu harus juga berangkat dari tempatmu dan mengikutinya -- hanya antara kamu dan tabut itu harus ada jarak kira-kira dua ribu hasta panjangnya, janganlah mendekatinya -- maksudnya supaya kamu mengetahui jalan yang harus kamu tempuh, sebab jalan itu belum pernah kamu lalui dahulu.” Berkatalah Yosua kepada bangsa itu: “Kuduskanlah dirimu, sebab besok Tuhan akan melakukan perbuatan yang ajaib di antara kamu.” Dan kepada para imam itu Yosua berkata, demikian: “Angkatlah tabut perjanjian dan menyeberanglah di depan bangsa itu.” Maka mereka mengangkat tabut perjanjian dan berjalan di depan bangsa itu. Dan Tuhan berfirman kepada Yosua: “Pada hari inilah Aku mulai membesarkan namamu di mata seluruh orang Israel, supaya mereka tahu, bahwa seperti dahulu Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau. Maka kauperintahkanlah kepada para imam pengangkat tabut perjanjian itu, demikian: Setelah kamu sampai ke tepi air sungai Yordan, haruslah kamu tetap berdiri di sungai Yordan itu.” (Yosua 3:1-8, TB)
Tuhan berjanji akan membesarkan nama setiap anak-anak-Nya karena Tuhan yang besar ada didalam hidup setiap kita. Dia akan membesarkan nama kita sewaktu kita tetap setia, memang tidak terjadi secara instant sebuah keluarga dipulihkan seperti Firman-Nya berkata bahwa "asalkan imanmu tidak goyah engkau akan melihat, dengan tetap percaya kita akan melihat setiap janji itu digenapi". Ketika Yosua memasuki tanah Kanaan, itu juga seperti otoritas Tuhan dikembalikan bagi orang-orang percaya dan setiap anak-anak Tuhan untuk mengalami dan menikmati kelimpahan itu.
Seperti ada banyak orang berkata bahwa Papua adalah tanah Kanaan, tetapi apabila Tuhan tidak memberi otoritas atas tanah itu, dimana (tanah) yang sesungguhnya yang ada di hati, ketika susah untuk bisa diubahkan maka maka kita tidak mempunyai otoritas untuk menikmati tanah itu dan berkata itu tanah Kanaan. Apabila hati setiap kita selalu bisa untuk diubahkan maka kita mengijinkan Tuhan mengubah tanah di hati kita, tanah dimana Tuhan akan menumbuhkan benih-benih Ilahi, benih-benih kebenaran-Nya di tanah yang subur, tanah yang selalu dicangkul, digemburi dan dididik oleh Tuhan, tanah hati selalu akan subur ditumbuhi oleh benih Firman Tuhan, selalu ada pertobatan dan pengenalan akan Tuhan yang benar di hati kita, ada perubahan demi perubahan, ada pewahyuan baru yang selalu Tuhan bukakan dalam hidup kita maka otoritas itu akan diberikan. Apabila hati tidak bisa diubahkan kita seperti melihat sesuatu yang benar hanya berdasar perkataan orang, seperti perkataan orang yang berkata bahwa Papua adalah tanah Kanaan yang diberkati tetapi justru para pendatang yang tidak mengenal Tuhan yang diberkati dan kemudian menjadi marah kepada pendatang yang datang.
Peperangan setiap kita bukan melawan darah dan daging tetapi melawan penguasa-penguasa di udara, apabila di (tanah) hati kita tidak pernah mengijinkan untuk dididik oleh Tuhan maka kita tidak akan bisa menikmati tanah Kanaan. Jangan pernah mengenal Tuhan seperti bermain lotere, mau yang instant atau cepat tanpa mempersiapkan hati dan hidup kita dengan Tuhan. Kita harus mencintai setiap proses didikan dan pengenalan akan Tuhan dan menikmati anugerah itu karena hubungan dengan Tuhan yang ajaib. Seperti Yosua yang mengenal dekat Musa oleh sebab itu cara pandangnya dengan belajar dari Musa, untuk itu sangat penting untuk setiap pelayan-pelayan Tuhan belajar dari Tuhan tetapi juga belajar dengan otoritas diatasnya dan para hamba-hamba Tuhan untuk mempersiapkan sebuah hal yang lebih besar. Musa tidak bisa memasuki tanah Kanaan tetapi Tuhan memberi Yosua memimpin dan kemudian membawa bangsa Israel untuk masuk ke tanah Kanaan.
Hari-hari ini Tuhan sedang mencari orang-orang yang mau berdiri bagi kota dimana dirinya berada tanpa saling menyalahkan lagi. Gereja adalah wadah perubahan, gereja adalah wadah transformasi, wadah untuk membangkitkan negeri ini. Tantangan yang harus dihadapi adalah raksasa-raksasa yang ada didalam hidup kita. Yosua dan Daud berani menghadapi raksasa-raksasa karena dia telah melewati raksasa-raksasa yang ada didalam hidupnya bahkan Tuhan melatih Daud menghadapi raksasa yang berbulu dari mencabut bulu singa dan beruang. Ketika kita bisa mengalahkan dan memenangkan peperangan menghadapi raksasa yang adal didalam hidup kita makan kita akan bisa mengalahkan raksasa-raksasa di kota-kota atau dimanapun diutus untuk dimenangkan.
Ada orang yang memiliki raksasa berupa kebencian, sakit hati, ada yang mungkin memiliki raksasa berupa nafsu, rasa minder, penolakan, suka mabuk dan pesta pora, kesombongan dan raksasa berupa kecintaan akan hal-hal duniawi. Kita akan diberi kepercayaan oleh Tuhan sebagai anak-anakNya tetapi yang tidak mudah adalah membuat hati kita hanya mengasihi Tuhan dengan semua keberhasilan yang Tuhan kerjakan karena apabila kita tidak mendidik diri kita dan tiba-tiba hati kita berbelok dan tujuan kita bukan lagi ke Tuhan tetapi kanaan, tujuannya bukan lagi Tuhan tetapi berkat, uang, pangkat dan jabatan yang kelihatan ketika kita sudah diberkati, apakah hati kita berubah atau tidak? Orang yang ketika belum diberkati berkata kuat menghadapi segala hal, sebelum mempunyai jabatan berkata tidak akan korupsi tetapi seperti perkataan Ahok " Lihatlah yang teruji" karena setiap kita akan menghadapi ujian itu, apakah sikap hati kita ketika diangkat oleh Tuhan tidak membuat kita menjadi Tuhan melalui kesombongan tetapi tetap berkata dan berlaku sebagai hamba.
dan memberi perintah kepada bangsa itu, katanya: “Segera sesudah kamu melihat tabut perjanjian Tuhan , Allahmu, yang diangkat para imam, yang memang suku Lewi, maka kamu harus juga berangkat dari tempatmu dan mengikutinya -- (Yosua 3:3 TB)
Untuk masuk tanah Kanaan Yosua mengetahui persis tidak ada yang lain selain Hadirat Tuhan, tabut perjanjian adalah lambang Tuhan hadir dan berbicara. Setiap kita tidak akan pernah sungguh-sungguh menduduki, bisa menikmati semuanya, mempunyai otoritas tanpa ada hadirat Tuhan memimpin hidup kita. Bukan Yosua yang memimpin bangsa Israel, bukan juga para imam-imam tetapi Tuhan yang berbicara, Tuhan yang berada diatas kerub itu yang menuntun mereka apakah harus ke kiri atau ke kanan dan apa yang harus dilakukan. Tuhan ingin memimpin hidup kita dan mari ijinkan DIA yang memimpin untuk supaya kita bisa memasuki tanah Kanaan yang sesungguhnya dengan pimpinan Tuhan.
hanya antara kamu dan tabut itu harus ada jarak kira-kira dua ribu hasta panjangnya, janganlah mendekatinya -- maksudnya supaya kamu mengetahui jalan yang harus kamu tempuh, sebab jalan itu belum pernah kamu lalui dahulu.” (Yosua 3:4 TB)
Bangsa Israel diberi jarak 2000 hasta supaya mereka mengetahui jalan mana yang harus ditempuh, karena tanpa keimamam, keintiman dan kedekatan dengan Tuhan, hadirat-Nya kemudian akan membuat orang mati. Sekarang oleh Darah-Nya, Tuhan menginginkan setiap kita tidak berjarak dan tidak membiarkan rasa hormat kita kepada Tuhan tidak menjadi hilang karena ketika respek atau sikap hormat kepada Tuhan itu hilang maka orang akan menjadi biasa dengan hadirat Tuhan. Bangsa Israel tanpa hadirat Tuhan setiap peperangan mereka akan terjadi kekalahan besar padahal bangsa Israel dikenal dengan Hadirat Tuhan. Hal yang membedakan kita sebagai anak-anak Allah dengan lainnya adalah Hadirat Tuhan dalam hidup setiap kita dan pastikan hadirat-Nya selalu tinggal tetap dan terus menuntun dimanapun keberadaan kita. Jangan pernah sekalipun rasa respek kepada Tuhan dalam hati kita berubah dan menjadi hilang karena tidak lagi mengerti perasaan-Nya, orang tudak mengerti apa yang Tuhan inginkan, tidak mau belajar menyesuaikan setiap langkah dan kemudian membiasakan diri menjadi egois kemudian cara bekerja dan beribadah menjadi semaunya dan menurut caranya.
Segera sesudah kaki para imam pengangkat tabut Tuhan , Tuhan semesta bumi, berhenti di dalam air sungai Yordan, maka air sungai Yordan itu akan terputus; air yang turun dari hulu akan berhenti mengalir menjadi bendungan.” (Yosua 3:13 TB)
Sewaktu para imam mengangkat tabut dan berjalan mereka kemudian sampai di sungai Yordan. Ketika kaki para imam menginjak air di sungai yordan dibagian hulu, sesuatu yang tidak kelihatan oleh mata, kemudian naik menjadi bendungan. Sewaktu kita mengangkat tabut, kita sedang berjalan dengan Tuhan dan Tuhan memimpin hidup kita. Kadang-kadang yang terjadi adalah kita belum melihat seketika kuasa-Nya bekerja, kita belum melihat perubahan terjadi tetapi di hulu tempat yang tidak terlihat oleh mata Tuhan sudah membuka jalan. Sewaktu berjalan bersama Tuhan mungkin kita belum melihat hasilnya secepat itu kelihatan, contohnya untuk menghasilkan sebuah generasi. Didalam sebuah keluarga ketika ada satu orang yang berdiri buat keluarga, generasi kita akan menjadi anak yang diurapi dan dipakai Tuhan.
Hadirat Tuhan bukan hanya sekedar bisa dipenuhi oleh Roh Kudus, kita merasakan getaran dan tangisan, tetapi ada perkataan, ada hubungan, ada Firman yang selalu keluar dari mulut Tuhan untuk menuntun hidup setiap kita dan menjadi tanda akan hadirat-Nya dalam hidup kita. Apabila kita tidak pernah lagi mendengar-Nya berbicara, bukan karena DIA tidak berbicara tetapi mungkin karena suara kita yang terlalu besar dan riuh sehingga suara-Nya tidak lagi kedengaran, ego, kesombongan dan keinginan kita terlalu dominan tetapi DIA tidak akan pernah berhenti berbicara, tidak pernah berhenti mengasihi kita hanya ketika kita berkata untuk mau mengangkat tabut dan mau membawa hadirat Tuhan, mendengarkan dimana dan apa yang DIA perintahkan, kita menginginkan Tuhan menuntun dan berjalan didepan kita ketika kita belum melihat tetapi mau taat karena mengetahui apa yang terjadi di hulu.
Sewaktu mengangkat tabut, mungkin kita menjalani sungai yordan sebagai sungai kematian atas kita, tetapi juga sebagai sungai dimana kita akan masuk tanah Kanaan dan melihat kelimpahan itu. Sewaktu memutuskan untuk menjalani, Tuhan sudah bekerja dengan membendungnya. Hadirat-Nya tidak bisa tergantikan. Mari melihat walaupun itu hanya hal-hal yang kecil, mungkin tidak kelihatan oleh mata jasmani tetapi apabila dilihat dengan mata imam bahwa Tuhan sedang bekerja di hulu dan membukan jalanin.
Amin... Amin... Amin
Jurnalist: Untung Bongga Karua
Jumat, 16 September 2016
KEMULIAAN TUHAN TERBIT ATASMU
TravellerS Phinisi, JKI Holy Glory Church.
(04/09/2016)
Ps Joseph Hendrik Gomulya.
"Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang Tuhan terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu. Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu. Angkatlah mukamu dan lihatlah ke sekeliling, mereka semua datang berhimpun kepadamu; anak-anakmu laki-laki datang dari jauh, dan anak-anakmu perempuan digendong. Pada waktu itu engkau akan heran melihat dan berseri-seri, engkau akan tercengang dan akan berbesar hati, sebab kelimpahan dari seberang laut akan beralih kepadamu, dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepadamu." (Yesaya 60:1-5 TB)
Dalam sebuah seminar bagi hamba-hamba Tuhan, Tuhan memberikan suatu pengertian kepada Ps Hendrik tentang arti KEMULIAAN yang dalam bahasa yunaninya disebut Doxa δόξα yang salah satu artinya adalah penghormatan.
Bangsa Israel juga melihat kemuliaan yang sama saat mereka dituntun keluar dari perbudakan di Mesir, dimana tiang awan menuntun mereka di siang hari dan tiang api di malam hari, ada Kemuliaan Tuhan yang bersama-sama dengan mereka yang dalam bahasa Ibrani disebut dengan "Kabod atau Kavod כּבוד".
Sebuah kata yang hari-hari ini hanya menjadi sebuah kata yang hanya bisa di ucapkan oleh orang percaya sekalipun tetapi sulit untuk mengalami atau melihatnya. Untuk mengalami dan memancarkan kemulian Tuhan maka saudara harus belajar yang namanya penghormatan atau memberi rasa hormat "honour" kepada Tuhan. Seberapa saudara menghormati Tuhan akan kelihatan dari sikap ketaatan, tindakan, bahasa, dan sikap hati saudara dimana orang-orang akan melihat Kemuliaan Tuhan terpancar dari hidup saudara. Seperti Abraham yang sangat menghormati Tuhan dalam setiap tindakannya, sehingga ketika diperintahkan untuk keluar dari Ur-Kasdim dia belajar untuk taat sebagai penghormatannya kepada Tuhan. Setiap tindakan saudara yang didasari oleh ketaatan sebagai penghormatan kepada Tuhan akan mendatangkan Kemuliaan. Seperti juga ketika Abraham mempersembahkan Ishak anaknya, itu dilakukan dengan kerendahan hati dan berkata "Hineni" (ini aku Tuhan). Abraham melakukan semua itu sebagai penghormatan dan Kemuliaan Tuhan dinyatakan melalui tindakan atas ketaatannya karena Abraham mengenal Tuhan sebagai Jehovah Jireh "Tuhan yang menyediakan"
Ketika Tuhan berkata Kemuliaan Tuhan terbit atasmu, itu harus terpancar dari setiap tindakan saudara. Sewaktu saudara memuji dan menyembah Tuhan, Tuhan akan melihat kesungguhan itu apakah saudara memiliki penghormatan tertinggi atau tidak? Apabila saudara mengetahui bagaimana caranya memberikan penghormatan sesungguhnya yang layak Tuhan terima melalui sikap hidup kepada Tuhan maka peninggian dari Tuhan akan datang atas hidup saudara.
Kebanyakan yang terjadi adalah orang tidak memiliki penghormatan kepada Tuhan, bahkan apabila mau jujur jangankan dalam kehidupan sehari-hari, sikap hati saat datang beribadah ke rumah Tuhan, adakah saudara sungguh-sungguh menyiapkan hati untuk menghadap Raja diatas segala raja? Adakah saudara menyiapkan penghormatan, menyiapkan kerinduan, menyiapkan hidup, menyingkirkan semuanya di pagi hari dan fokus mengarahkan hidup saudara menghadap kepada Tuhan. Ketika dalam hal ibadah saja saudara tidak bisa memberi penghormatan terbaik kepada Tuhan, maka dalam kehidupan sehari-hari segala sikap, tindakan, dan tutur kata saudara tidak akan bisa memancarkan "Honour" "Doxa" penghormatan kepada Tuhan, dan inilah penyebab kenapa manusia kehilangan Kemulian Allah padahal itu seharusnya ada atas saudara.
Mari miliki sikap hati yang benar dalam sebuah ibadah untuk memberikan penghormatan terbaik kepada Tuhan karena saudara menyadari bahwa didalam ibadah ada hadirat Tuhan bersama-sama dengan saudara, bahkan sebenarnya hadirat-Nya juga bisa saudara rasakan dimana saja baik itu di rumah, di kantor atau ditempat yang tersembunyi sekalipun. Ketika hari ini Tuhan memberi Kemuliaan-Nya terbit atas hidup saudara, mari minta kepada Tuhan agar di hidup saudara ada penghormatan kepada-Nya. Tuhan tidak hanya melihat dari perkataan, tetapi DIA melihat hati. Seperti apa sikap hati saudara ketika menghormati Tuhan, seperti itu keIlahian Tuhan saudara terima.
Semoga melalui Firman-Nya ini membuat saudara bisa mengecek kembali sikap hati saudara, karena Kemulian Tuhan menjadi bagian dari setiap kita dan tanda Kemuliaan Tuhan atas saudara adalah sikap hati yang berubah. Apabila dahulu datang beribadah setiap minggunya hanya sekedar rutinitas dan tidak memiliki sikap hati yang benar, tetapi hari demi hari ada kegentaran, ada sikap hormat yang didasari oleh peninggian saudara, sebagai rasa cinta kita kepada Tuhan.
Semakin saudara dibukakan dimensi penghormatan dan Kemuliaan Tuhan atas saudara maka itu bersamaan dengan peninggian itu. Tetapi penghormatan itu tidak pernah ditemukan dengan sikap hati yang sombong dan tinggi hati karena ketika orang menghormati Tuhan dan dirinya ditinggikan oleh Tuhan, seperti Abraham yang hatinya selalu rendah hati, ketika orang melihatnya berbeda, Abraham tidak menjadi sombong dan tinggi hati karena hidupnya adalah penghormatan kepada Tuhan. Orang yang menghormati Tuhan langkah-langkah hidupnya adalah langkah-langkah ketaatan sekalipun itu sulit untuk dilakukan tetapi karena penghormatan dan cinta kepada Tuhan, semuanya dilakukan dengan sukacita. Memilih untuk tidak mencari sesuatu yang nyaman tanpa resiko tetapi melakukan apa yang Tuhan inginkan sekalipun seringkali itu berisiko, diluar logika pikiran dan kemampuannya. Apabila hidup saudara menghormati Tuhan maka nature Kemuliaan Tuhan itu memancarkan ketaatan, maka setiap langkah dan keputusan saudara memancarkan Kemuliaan Tuhan.
"Engkau akan mengisap susu bangsa-bangsa dan akan meminum susu kerajaan-kerajaan maka engkau akan mengetahui, bahwa Akulah, Tuhan , Juruselamatmu, dan Penebusmu, Yang Mahakuasa, Allah Yakub. Sebagai ganti tembaga Aku akan membawa emas, dan sebagai ganti besi Aku akan membawa perak, sebagai ganti kayu, tembaga, dan sebagai ganti batu, besi; Aku akan memberikan damai sejahtera dan keadilan yang akan melindungi dan mengatur hidupmu. Tidak akan ada lagi kabar tentang perbuatan kekerasan di negerimu, tentang kebinasaan atau keruntuhan di daerahmu; engkau akan menyebutkan tembokmu “Selamat” dan pintu-pintu gerbangmu “Pujian”. Bagimu matahari tidak lagi menjadi penerang pada siang hari dan cahaya bulan tidak lagi memberi terang pada malam hari, tetapi Tuhan akan menjadi penerang abadi bagimu dan Allahmu akan menjadi keagunganmu. Bagimu akan ada matahari yang tidak pernah terbenam dan bulan yang tidak surut, sebab Tuhan akan menjadi penerang abadi bagimu, dan hari-hari perkabunganmu akan berakhir. Pendudukmu semuanya orang-orang benar, mereka memiliki negeri untuk selama-lamanya; mereka sebagai cangkokan yang Kutanam sendiri untuk memperlihatkan keagungan-Ku. Yang paling kecil akan menjadi kaum yang besar, dan yang paling lemah akan menjadi bangsa yang kuat; Aku, Tuhan , akan melaksanakannya dengan segera pada waktunya." (Yesaya 60:16-22 TB)
Ketika saudara memberikan penghormatan dengan sikap hati yang benar maka Terang Tuhan akan terbit atas saudara, ada berkat dan kekayaan bangsa-bangsa yang akan datang. Kekayaan bangsa-bangsa itu akan menjadi bagian saudara, tetapi dengan sikap hati hanya menginginkan apa yang Tuhan inginkan menjadi bagian saudara dan tidak menjadi serakah.
(Yesaya 60:18-21 TB)
Ketika Terang Tuhan terbit atas saudara, maka Tuhan yang akan menjadi penerang bagi setiap saudara. Tidak akan ada lagi kegelapan dalam setiap langkah saudara karena Tuhan yang akan membawa setiap saudara bergerak, DIA yang menuntun, mengangkat dan membawa saudara untuk naik sepanjang hari (siang dan malam) tanpa batas untuk bekerja atas hidup saudara dan menjadikan Kemuliaan-Nya nampak atas hidup saudara.
Kata "Doxa" dari bahasa yunani ini sepertinya hanya seperti sebuah kata yang sangat sederhana tetapi sangat dalam maknanya. Penghormatan yang terbaik dan tertinggi hanya kepada Tuhan, tidak ada yang lebih daripada itu, tidak ada yang lebih tinggi, lebih megah dan ajaib selain hanya kepada Tuhan. Penghormatan yang berasal dari rasa cinta yang besar di hati saudara yang diberikan kepada Tuhan.
Mari menjadi anak-anak-Nya yang memiliki sikap hati yang berbeda dari yang lainnya. Apabila di gereja lainnya orang-orang datang beribadah seperti pembesar yang masuk ke gereja, orang-orang yang selalu merasa bahwa dirinyalah yang dibutuhkan dan di hormati oleh Tuhan.
Mari meminta kepada Tuhan untuk mengubahkan sikap hati dan kebiasaan saudara, karena seperti apa penghormatan saudara kepada Tuhan, seperti itu yang saudara terima. Apabila sikap hati saudara memancarkan kemuliaan Tuhan, "Doxa" itu ada diatas saudara, maka setiap langkah, keputusan dan tindakan saudara dalam melakukan Firman-Nya memancarkan Kemuliaan-Nya.
Mari periksa kembali di hati saudara, Kemuliaan seperti apa yang terpancar di hati ketika saudara ingin melihat peninggian yang Tuhan ingin berikan atas hidup saudara. Mintalah bantuan Roh Kudus meneropong untuk mengetahui seperti apa Tuhan ingin meninggikan saudara, ketika saudara belajar untuk "Honour" menghormati Tuhan yang bukan hanya sekedar hormat, tunduk dan tersungkur karena didalam hati saudara mungkin masih ada kemarahan, menggerutu, pikiran negatif dan curiga kepada Tuhan. Tetapi dalam keadaan berdiri pun ketika sikap hati saudara sungguh-sungguh "Honour" menghormati Tuhan melalui setiap tindakan, perkataan, dan tutur kata saudara sebagai penghormatan saudara kepada Tuhan maka Terang dan Kemuliaan Tuhan akan terbit, terus memancar sampai kekayaan bangsa-bangsa itu akan menjadi bagian dari saudara.
Bagaimana menghormati Tuhan yang ada didalam saudara?
Ketika saudara berkata bahwa Kemuliaan Tuhan terbit atas saudara, tidak ada lagi kutuk atas hidup saudara maka pancarkan Kemuliaan Tuhan itu, pancarkan penghormatan itu melalui setiap perkataan, tindakan dan sikap hati yang saudara ucapkan dan lakukan hanya untuk Tuhan. Sehingga mungkin dulunya saudara gampang marah tetapi saudara mulai bisa untuk menahan diri dan setiap kali melakukan kesalahan saudara bisa langsung tersungkur, minta ampun kepada Tuhan dan bertobat.
Hari-hari ini di banyak gereja hanya mengucapkan pengharapan atas berkat-berkat yang dari Tuhan padahal sebenarnya berkat dari Kemuliaan-Nya selalu dibarengi dengan sikap hati yang benar dan pertobatan. Jangan hanya mengharapkan berkat-Nya tetapi di sisi lain saudara tidak pernah mau bertobat. Gereja hari-hari ini sangat jarang terdengar ajakan untuk setiap orang bertobat, yang ada hanya kata-kata untuk membangun, bahkan orang-orang seperti alergi atau tidak suka ketika semua dosa-dosa itu dibicarakan. Padahal ketika orang hidup dibawah dosa, hidup dibawah perkataan negatif seperti membawa hidup dibawah kutuk sehingga tidak ada berkat-berkat yang bisa diterima.
Tuhan menanam sendiri benih-benih Ilahi dalam hidup saudara untuk supaya saudara bisa memperlihatkan Keagungan-Nya. Ketika saudara memberikan kepada Tuhan penghormatan yang terbaik dengan sikap hati yang benar, maka Tuhan akan menanam benih-benih yang baru melalui Firman-Nya yang tumbuh dalam hidup saudara untuk memperlihatkan Kemuliaan-Nya. Tuhan akan menambahkan hikmat, kebijaksanaan dan memberikan pengertian demi pengertian untuk mengangkat hidup saudara dan Keagungan Tuhan diperlihatkan.
"Yang paling kecil akan menjadi kaum yang besar, dan yang paling lemah akan menjadi bangsa yang kuat; Aku, Tuhan , akan melaksanakannya dengan segera pada waktunya." (Yesaya 60:22 TB)
Ini pesan bagi anak-anak muda, untuk menjadi bangsa yang kuat saudara sebagai anak-anak muda harus mulai melatih diri untuk menjadi pemimpin dan mulai memuridkan orang lain. Ketika mengetahui Kemuliaan Tuhan ada atas hidup saudara, yang membuat orang-orang dari berbagai bangsa datang kepada saudara yang terpancar melalui sikap, tindakan dan perkataan iman. Saudara menyadari bahwa yang diatas saudara bukan lagi manusia, bukan lagi kekuatan manusaia saudara, bukan lagi uang atau pangkat tetapi Kemuliaan Tuhan dengan pengertian bahwa segala Kemuliaan Tuhan atas hidup, tindakan, perkataan dan sikap hati saudara adalah rasa cinta dan hormat saudara kepada Tuhan.
(Yohanes 11:1-44 TB)
Seringkali Tuhan mengijinkan hal-hal seperti penyakit untuk menyatakan Kemuliaan-Nya seperti yang dialami oleh Maria, Marta, dan Lazarus, supaya mereka juga mengalami suatu dimensi dimana Yesus itu adalah Tuhan, bahkan di ayat 32 Maria sampai tersungkur karena dia mengetahui bahwa Yesus itu Tuhan.
Untuk menyatakan Kemuliaan-Nya, Tuhan seringkali mengajarkan untuk bisa bersabar, Tuhan sepertinya sengaja untuk menunda. Apabila hari-hari ini ada doa yang saudara yakini Tuhan mendengarnya tetapi justru jawabannya belum datang, Tuhan sengaja menundanya sebab ada Kemuliaan Tuhan yang besar akan dinyatakan atas hidup saudara.
Bisakah saudara memahami kesengajaan Tuhan sebagai Cinta-Nya karena DIA ingin memberikan yang lebih baik, karena DIA ingin saudara mengenal-Nya dengan lebih luar biasa? Seperti Maria dan Marta yang begitu mengasihi dan mencintai Tuhan Yesus, bahkan Maria sampai meminyaki kaki Yesus dengan minyak narwastu yang terbaik dan termahal, tetapi Tuhan Yesus sengaja menunda untuk menyatakan menyatakan Kemuliaan-Nya. Mari ijinkan Tuhan sengaja untuk menunda apapun berkat yang akan DIA berikan kepada saudara karena apa yang sengaja ditunda-Nya akan mendatangkan kebaikan bagi saudara, sesuatu yang jauh lebih baik.
Tuhan Yesus sengaja menunda sampai 2 hari lagi sampai kemudian Lazarus mati sampai 3 hari. Menurut kepercayaan orang Yahudi orang yang sudah mati sampai 3 hari, roh-nya masih ada disekitarnya jadi kemungkinan untuk hidup kembali masih besar, tetapi kalau sudah mati sampai 4 hari pasti sudah membusuk. Tuhan seperti sengaja menunda sampai benar-benar tidak ada lagi pertolongan dari manusia, sepertinya tidak mungkin Lazarus bisa bangkit dan hidup serta ada banyak hal yang tidak mungkin akibat dari kesengajaan Tuhan. Tetapi bisakah saudara percaya bahwa DIA adalah Tuhan yang memegang kendali atas hidup saudara dan apabila DIA sengaja menunda itu adalah untuk menyatakan Kemuliaan-Nya, untuk saudara mengetahui bahwa DIA itu Tuhan dan ketika saudara mengetahui bahwa DIA itu Tuhan maka saudara bisa memberikan penghormatan yang paling terbaik bagi DIA.
Seringkali di hidup saudara, Tuhan mengijinkan masalah untuk datang seperti yang dialami oleh Maria, Marta dan Lazarus melalui penyakit dan kematian, tetapi dibalik itu ada rencana Tuhan untuk menyatakan Kemuliaan-Nya. Seringkali ada kegagalan mengawali keberhasilan yang besar, ada kematian mengawali sebuah kebangkitan. Seperti Yesus yang harus disalibkan dan mati agar semua orang diselamatkan dan kuasa Kebangkitan-Nya itu ada dalam hidup saudara. Kalau saudara tidak pernah mengetahui bagaimana rasanya mati maka saudara tidak akan pernah mengetahui yang namanya bangkit. Seringkali sisi kemanusiaan itu harus dihabiskan lebih dahulu, kalau seandainya Tuhan Yesus cepat-cepat datang maka mereka tidak akan melihat Kemuliaan Tuhan Yesus.
Mulai saat ini mari ijinkan apabila terjadi sesuatu atas hidup saudara, jangan biarkan ada komplain atau keluhan keluar dari mulut saudara karena komplain atau keluhan yang keluar dari mulut saudara itu sama sejali tidak memuliakan Tuhan. Ketika ada sesuatu yang terjadi atas hidup saudara dan saudara tidak kuat untuk menghadapinya tersungkurlah dibawah kaki Tuhan tanpa berkata-kata seperti perkataan Daud dalam Mazmur 73:25-26 TB
Dalam keadaan seperti itu, dalam keadaan banyak pertanyaan sebenarnya banyak yang Daud bisa katakan, banyak komplain atau keluhan yang bisa keluar dari mulutnya tetapi malah berkata
"Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi. Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya." Mari miliki sikap hati yang tepat agar saudara bisa melihat Kemuliaan, Kebesaran dan Kedahsyatan-Nya yang Tuhan inginkan terbit atas saudara.
Yesus yang ada hidup didalam saudara, Terang-Nya harus terbit atas saudara. Ini adalah waktunya dimana segala kegelapan disingkirkan, ini waktunya peninggian dan promosi itu datang dari Tuhan, ini waktunya Tuhan membawa saudara bergerak dalam pengurapan. Tuhan akan membawa saudara bergerak untuk orang-orang yang miskin dan orang-orang yang membutuhkan dan saudara tidak lagi hidup hanya untuk hidup saudara lagi. Sewaktu saudara berkata "Terang Tuhan terbit atas saudara" itu berarti saudara juga mulai dipimpin dan di tuntun oleh terang itu dan orang-orang akan melihat terang itu. Kalau orang-orang hanya hidup untuk kepentingannya, seperti orang yang berpolitik yang hanya melakukan sesuatu yang menguntungkan dirinya, suatu hal yang tidak boleh masuk ke dalam gereja Tuhan karena didalam gereja yang di untungkan hanya satu pribadi yaitu YESUS KRISTUS TUHAN.
Amin.
Jurnalist: Untung Bongga Karua.
Jumat, 09 September 2016
TUHAN MEMBENARKAN ORANG DURHAKA (Seri Kedua)
Oleh: Ps Joseph Hendrik Gomulya
Ketika Ps Hendrik sedang menyiapkan sebuah kotbah, Tuhan membawa beliau kedalam sebuah mimpi dimana beliau melihat seseorang yang sangat menderita akibat dari sebuah penyakit yang sangat berat dan sangat-sangat mengharapkan sebuah kesembuhan dari penyakitnya sampai Ps Hendrik kemudian tiba-tiba terbangun dari mimpi itu dan beliau kemudian bertanya kepada Tuhan apa yang DIA ingin sampaikan dan bagikan dari mimpi ini.
"Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan. Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk."
(Markus 5:25-26 TB) http://bible.com/306/mrk.5.25-26.TB
Mungkin saudara juga hari-hari ini sedang mengalami penderitaan, mungkin saudara juga mengalami penyakit yang sama seperti wanita ini, saudara juga sudah berobat kemana-mana tetapi keadaan bukan bertambah baik tetapi malah semakin memburuk. Atau mungkin hari-hari ini saudara mengalami masalah ekonomi yang bukan semakin baik tetapi malah justru semakin memburuk, dimana anda sudah berusaha dengan segala daya untuk bisa keluar dari permasalahan itu tetapi yang terjadi justru keadaan yang semakin memburuk atau mungkin hari-hari ini saudara juga mengalami keadaan keluarga atau rumah tangga yang diambang perceraian, lantas bagaimana jalan keluarnya?
Seperti wanita ini, dikatakan bahwa keadaanya semakin memburuk, kalau dalam sebuah penyakit para dokter mengistilahkan ini dengan Stadium 4, suatu kondisi yang sangat tidak mungkin lagi ditolong, keadaan yang sangat membuat wanita ini menderita karena segala tabib yang telah berusaha menolongnya tidak ada yang sanggup mengubahkan keadaanya. Keadaan yang membuat hampir-hampir semua orang berpikir untuk tidak lagi mempunyai kesempatan untuk bisa berharap, ini adalah saat dimana orang-orang mulai berkata bahwa itu semua sebagai akibat dari dosa, akibat dari kutuk, akibat dari kesalahan atau keburukan yang dahulu dibuatnya sehingga tidak bisa lagi mengharapkan sebuah kesembuhan. Sehingga hari-hari ini sangat banyak orang ketika mengalami penderitaan, sakit, atau masalah dalam hal ekonomi merasa itu semua sebagai akibat dari perbuatannya yang salah, akibat dari dosa dan kesalahan yang harus dibayarnya sehingga tidak lagi bisa berharap untuk keadaan yang lebih baik.
Apa yang sebenarnya yang Firman Tuhan ingin sampaikan dari apa yang dialami oleh wanita ini?
Wanita yang mengalami sakit pendarahan selama 12 tahun, yang diceritakan dalam ayat diatas mewakili banyak orang yang seringkali ketika mengalami penderitaan dan kemudian keadaanya bukan semakin membaik tetapi justru semakin memburuk, keadaan yang membuat saudara tidak punya lagi pengharapan, jalan keluar atau sebuah titik balik untuk keadaan seperti ini, keadaan yang membuat sebagian orang menjadi putus asa dan pengharapan. Mari kita melihat apa yang dilakukan dan dialami oleh wanita yang sakit pendarahan ini.
12 tahun lamanya wanita ini mengalami sakit pendarahan, apabila saudara menjadi wanita ini dimana setiap kita mengerti bahwa orang yang mengalami sakit pendarahan seperti ini keadaan tubuhnya pasti akan bau, orang-orang sekitar pasti menolaknya, tidak ada lagi sahabat atau orang-orang yang dulu dekat dengannya dan bahkan dalam Imamat 15 dikatakan bahwa orang yang sakit pendarahan seperti ini akan dikategorikan sebagai orang yang najis sehingga tidak diperbolehkan datang kepada orang-orang imam lewi di Bait Allah karena keadaannya yang najis.
Apabila seorang perempuan berhari-hari lamanya mengeluarkan lelehan, yakni lelehan darah yang bukan pada waktu cemar kainnya, atau apabila ia mengeluarkan lelehan lebih lama dari waktu cemar kainnya, maka selama lelehannya yang najis itu perempuan itu adalah seperti pada hari-hari cemar kainnya, yakni ia najis. (Imamat 15:25 TB) http://bible.com/306/lev.15.25.TB
Jangankan untuk mengharapkan sebuah kesembuhan, untuk datang ke Bait Allah saja tidak bisa dilakukannya karena aturan yang melarangnya. Pemikiran dan mempercayai sesuatu yang salah seringkali membuat setiap kita tidak bisa menerima anugerah. Ketika orang-orang mengalami hal-hal yang buruk, sakit atau mengalami tekanan ekonomi orang-orang bukannya menolong tetapi justru mengatakan bahwa apa yang dialaminya itu pantas dan itu adalah harga yang harus dibayarnya. Sebagai akibat dari mendengar hal-hal negatif inilah yang sering membuat orang kehilangan dan tidak punya pengharapan lagi.
Saudara-saudara mari kita belajar bahwa kita punya Tuhan yang sangat baik yang sanggup menolong setiap kita. Seperti wanita yang 12 tahun mengalami sakit pendarahan ini hidupnya berakhir dengan menerima kesembuhan dan bahkan Tuhan memulihkan hidupnya dengan luar biasa. Hanya Tuhan Yesus yang sanggup menolong setiap keadaan yang kita alami, DIA adalah Tuhan yang supranatural dimana ketika segala tabib dan dokter terbaik tidak sanggup lagi menolong wanita ini selama rantang waktu 12 tahun tetapi Yesus yang adalah tabib diatas segala tabib sanggup menolong wanita ini, yang juga sanggup untuk menolong setiap saudara apapun pergumulan yang saudara alami.
Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk.
(Markus 5:26 TB) http://bible.com/306/mrk.5.26.TB
Dalam ayat Firman Tuhan diatas dikatakan bahwa setiap kali wanita ini berobat dari satu tabib ke tabib yang lainnya dan usaha ini sudah dilakukannya terus menerus selama 12 tahun tetapi keadaanya bukannya bertambah baik tetapi malah justru bertambah buruk walaupun semua tabib sudah berusaha mengobatinya sampai-sampai seluruh uang dan apapun yang ada padanya sudah habis hanya supaya dirinya bisa menerima kesembuhan.
Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya. (Markus 5:27, TB)
Dalam ayat diatas dikatakan bahwa wanita ini mendengar berita-berita tentang Yesus, apa yang wanita ini bisa dengarkan? Padahal wanita ini sudah dikucilkan sebagai akibat dari pendarahannya seperti yang dikatakan dalam kitab Imamat tadi bahwa orang yang sakit pendarahan adalah orang yang najis yang hukumnya tidak boleh mendekat dan datang kepada imam lewi apalagi datang kepada Yesus. Hari itu wanita ini mendengar suatu berita yang berbeda tentang siapa Yesus yang adalah sosok yang berbeda, sosok Tuhan yang penuh kasih, sosok Tuhan yang selalu yang bercerita memberikan pengampunan-Nya melalui pengorbanan-Nya di kayu salib, DIA adalah Tuhan yang selalu membenarkan orang-orang yang durhaka. Jadi kalau hari ini saudara juga mendengar berita yang berbeda ini, saat ini mungkin saudara berada dalam situasi yang sama atau hampir sama dengan wanita ini dimana orang-orang sekitar saudara berkata bahwa saudara tidak layak dan tidak mungkin disembuhkan atau tidak mungkin mengalami pemulihan dalam hal kehidupan ekonomi sebagai akibat dari banyaknya dosa yang saudara lakukan dahulu tetapi saudara memutuskan untuk tidak lagi mendengar berita-berita yang negatif tersebut tetapi saudara memilih untuk mendengar kabar baik yang dari sorga ini.
Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran. (Roma 4:5, TB)
Kalau Tuhan Yesus saja sanggup membenarkan orang-orang yang durhaka/fasik apalagi setiap kita sebagai anak-anak-Nya, DIA telah menebus setiap kita dengan nyawa-Nya di atas kayu salib sehingga setiap kita bisa memperoleh pengharapan untuk sebuah kesembuhan, untuk setiap terobosan didalam hidup setiap kita. Oleh karena Tuhan Yesus hari ini setiap kita bisa mengharapkan sebuah kesembuhan seperti wanita yang sakit pendarahan ini yang tidak lagi mendengar berita-berita yang buruk tetapi memilih mendengar berita-berita tentang Yesus, mendengar berita tentang kebaikan dan Kasih Tuhan yang membuat wanita ini bisa memiliki iman bahwa apabila Tuhan sanggup membenarkan orang yang durhaka, Tuhan yang sama juga pasti sanggup untuk menyembuhkan walaupun segala tabib atau dokter sudah menyerah dan tidak sanggup untuk menyembuhkan, atau ketika keadaan ekonomi anda yang sudah habis bahkan sampai saudara harus berhutang tetapi Tuhan Yesus adalah pribadi yang sanggup untuk menolong semua orang.
Sekalipun orang-orang membatasi wanita ini untuk boleh mendekat kepada Tuhan Yesus, tetapi wanita ini tetap berjalan merangkak mendekati Yesus dari belakang. Berita-berita tentang Yesus membuat imannya bergerak untuk mendekati Yesus dari belakang. Dalam Roma 4:5 tadi Firman Tuhan berkata bahwa DIA Tuhan yang membenarkan orang-orang yang durhaka sehingga iman wanita ini diperhitungkan sebagai kebenaran. Iman seperti inilah yang dimiliki oleh Abraham, ketika orang-orang yang hidup di jamannya berkata bahwa orang-orang yang durhaka akan dihukum Tuhan tetapi Abraham mengenal Allah yang hidup, Abraham mengenal Allah Israel, Abraham mengenal Allah yang baik, Allah yang membenarkan orang-orang durhaka sehingga oleh karena iman Abraham dan iman setiap kita itu membuat Tuhan tidak lagi memandang atau melihat lagi keberadaan setiap kita, tetapi Tuhan sedang melihat iman setiap kita. Mari berikan iman kita kepada Tuhan Yesus yang disalibkan menanggung setiap kutuk, menanggung setiap penyakit sehingga oleh bilur-bilur-Nya kita disembuhkan dari segala penyakit dan dari segala keadaan krisis yang terjadi dalam hidup setiap kita.
Saat ini saudara mungkin mengalami masalah ekonomi, perusahaan saudara sedang bangkrut, mari berharap dengan memperkatakan Firman bahwa Tuhan Yesus yang rela menjadi miskin untuk supaya setiap kita menjadi kaya, sehingga setiap kita bisa berkata bisa mengalami terobosan dalam hal perekonomian, kita bisa berkata segala penderitaan sudah ditanggung oleh Tuhan Yesus di kayu salib. Ketika saudara mengucapkan itu dengan iman, mengucapkan setiap rhema yang didapat dari Tuhan itu seperti saudara sedang bergerak berjalan maju untuk menjamah ujung jubah Yesus. Karena Tuhan Yesus adalah Tuhan yang sanggup memberi terobosan bagi hidup setiap kita tanpa pernah memandang setiap perbuatan dan segala keburukan setiap kita di masa lalu karena seperti Firman Tuhan yang jelas berkata bahwa sekalipun setiap kita adalah orang yang durhaka, DIA sanggup membenarkan orang yang durhaka karena Iman, iman yang saat ini diberikan didalam hati setiap kita. Kemarin saudara tidak punya pengharapan tetapi hari ini saudara mempunyai pengharapan didalam Kristus Yesus.
"... maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya. Sebab katanya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” (Markus 5:27b-28, TB)
Pewahyuan akan Yesus membuat keberanian orang untuk datang kepada Tuhan. Keberanian adalah seperti sewaktu saudara menerima pewahyuan akan siapa Yesus itu, pewahyuan akan Kuasa Darah-Nya yang membuat setiap kita datang untuk bersekutu dengan Tuhan sehingga setiap kita bisa menerima sesuatu yang berbeda yang mengubahkan hidup kita. Seperti wanita yang sakit pendarahan ini ditengah orang-orang yang datang berbondong-bondong kepada Yesus, DIA berani mendekati Yesus padahal orang-orang berkata seharusnya dia tidak boleh datang mendekat, tetapi pewahyuan yang wanita ini terima, ketika wanita yang sakit pendarahan atau setiap kita melihat Yesus itulah yang membuat setiap kita memiliki keberanian untuk datang dan berharap kepada-Nya untuk menerima mujizat Tuhan dan menerima terobosan-terobosan didalam hidup kita.
"Maka kata-Nya kepada perempuan itu: “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!” (Markus 5:34, TB)
Tuhan adalah Tuhan yang mau bekerja seturut dengan kehendak-Nya, seturut dengan iman setiap kita sewaktu setiap kita menggantungkan iman kita kepada Yesus, kepada Firman dan kebenaran-Nya maka iman kita menyembuhkan dan menyelamatkan setiap kita. Tuhan yang ingin mengimpartasi, merubah setiap keadaan yang buruk, keadaan yang sudah tidak mungkin atau mustahil untuk ditolong atau disembuhkan tetapi Tuhan Yesus sanggup untuk menolong setiap apapun keadaan kita, setiap kesusahan, setiap penyakit dan setiap pergumulan yang berat apapun itu dengan melihat iman setiap kita.
Jangan biarkan orang mencuri iman saudara, jangan biarkan setiap intimidasi, setiap perkataan yang negatif, setiap berita buruk yang orang lain sampaikan yang bisa mengubah iman setiap kita. Karena seperti yang Firman Tuhan katakan ketika kita memiliki iman, iman itu sanggup menyelamatkan hidup setiap kita seperti ketika saudara beriman untuk disembuhkan dari sebuah penyakit maka saudara bisa menerima kesembuhan itu oleh karena Yesus. Seperti wanita yang sakit pendarahan ini yang mengalami penderitaan selama 12 tahun sampai seluruh tabib tidak ada yang bisa menyembuhkannya, keadaannya bukan bertambah baik malah bertambah buruk tetapi dia tidak putus pengharapan sampai ketika dia mendengar berita tentang Yesus yang dia imani bisa mengubahkan hidupnya karena dia yakin DIA adalah Tuhan yang membenarkan orang yang durhaka, yang bukan hanya untuk wanita ini saja tetapi juga bagi setiap kita. Sewaktu wanita ini dengan iman menjamah ujung jubah Yesus untuk sebuah kesembuhan, itu seperti berkata tentang korban Darah Yesus di kayu salib. Ketika setiap kita melihat korban Kristus di kayu salib seperti ada kuasa yang mengalir keluar dari diri Yesus. Ketika setiap kita mendekati Tuhan Yesus dengan iman dan menjamah ujung jubah-Nya, ketika kita mau memandang kepada Yesus ada kuasa yang mengalir sehingga Tuhan Yesus merasakan itu dan wanita yang sakit pendarahan selama 12 tahun itu seketika itu juga menjadi sembuh.
"Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus." (Roma 8:1, TB)
Tidak ada lagi penghukuman bagi setiap kita yang ada didalam Kristus Yesua. Apabila Tuhan sanggup mengampuni orang yang durhaka/fasik apalagi setiap kita sebagai anak-anak yang dikasihi-Nya. Setiap kita saat ini bisa datang kepada Tuhan dengan penuh keberanian untuk merasakan Kasih-Nya, merasakan bahwa DIA Tuhan yang baik, Tuhan yang sudah mengampuni setiap kita sehingga tidak lagi merasa seperti orang yang terhukum tetapi setiap kita bisa merasakan kuasa supranatural itu yang sanggup menyembuhkan dan membuat terobosan dalam hidup setiap kita.
Amin!
Minggu, 21 Agustus 2016
MANIFESTASI ROH AGAMAWI
Oleh: Rick Joyner
Jurnalist: Joshua Ivan Sudrajat
Suatu roh agamawi adalah suatu roh jahat yang berusaha untuk menggantikan kuasa Roh Kudus dengan aktifitas agamawi di dalam hidup kita. Tujuan utamanya adalah supaya gereja “menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya memungkiri kekuatannya…” (2 Timotius 3 : 5) http://bible.com/306/2ti.3.5.TB
Berikut adalah manifestasi-manifestasi dari roh agamawi yang terkadang secara sadar maupun tanpa sadar dilakukan oleh orang-orang percaya, bahkan oleh orang yang sudah rohani sekalipun.
1. Seringkali akan melihat bahwa misi utama mereka adalah untuk meruntuhkan apa yang telah mereka yakini sebagai kesalahan.
Pelayanan orang yang semacam itu akan menghasilkan lebih banyak perpecahan dan kehancuran daripada pekerjaan yang langgeng yang menghasilkan buah bagi kerajaan Tuhan.
2. Tidak mampu menerima sebuah teguran, khususnya dari mereka yang mereka nilai kurang rohani dari mereka.
Cobalah mengingat bagaimana respon anda terhadap beberapa orang terakhir yang mencoba mengoreksi anda.
3. Memiliki suatu falsafah bahwa, “Saya tidak akan mendengarkan manusia, hanya kepada Tuhan saja.”
Karena Tuhan seringkali berbicara melalui manusia. Ini merupakan penipuan yang nyata, mengungkapkan kesombongan rohani yang serius.
4. Lebih banyak melihat kepada yang salah daripada yang baik pada diri orang lain, gereja (lokal) lain, dan sebagainya.
Dari Lembah Yohanes melihat Babel, tetapi ketika ia dibawa ke suatu gunung yang tinggi, ia melihat Yerusalem Baru (lihat Wahyu 21 : 10). http://bible.com/306/rev.21.10.TB
Jika kita hanya melihat Babel, itu disebabkan karena prespektif kita. Mereka yang berada di suatu tempat visi yang sejati akan memberikan perhatian mereka kepada apa yang sedang Tuhan kerjakan, bukan manusia.
5. Akan dikalahkan oleh perasaan yang diliputi rasa bersalah bahwa mereka tidak akan pernah memenuhi standar Tuhan.
Dalam hal ini, perasaan bersalah merupakan suatu akar dari roh agamawi, karena ia menyebabkan kita mendasarkan hubungan kita dengan Tuhan kepada kinerja kita ketimbang kepada salib.
6. Menjaga nilai kehidupan rohani mereka. Ini termasuk merasa diri lebih baik karena kita menghadiri lebih banyak kebaktian, membaca Alkitab lebih banyak, melakukan hal-hal lebih banyak untuk Tuhan, dan sebagainya. Ini semua merupakan usaha-usaha yang mulia, namun ukuran sebenarnya dari kedewasaan rohani adalah semakin intim dengan Tuhan.
7. Percaya bahwa mereka ditunjuk untuk mengoreksi setiap orang lain.
Orang ini mengangkat dirinya sendiri menjadi pengawas atau polisi di kerajaan Tuhan. Mereka jarang melibatkan diri dalam pembangunan, tetapi hanya melayani untuk membuat keadaan gereja tetap terganggu dan bergejolak, jika tidak terjadi perpecahan yang serius.
8. Memiliki gaya kepemimpinan bos, angkuh, dan tidak bisa mentolerir kelemahan atau kegagalan orang lain.
– Yakobus berkata, “Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan, dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik. Dan buah yang terdiri dari kebenaran ditaburkan dalam damai untuk mereka yang mengadakan damai ” (Yakobus 3 : 17-18) http://bible.com/306/jas.3.17-18.TB
9. Merasa diri lebih dekat dengan Tuhan daripada orang lain, atau bahwa hidup atau pelayanan mereka lebih menyenangkan hati-Nya.
Ini merupakan suatu gejala dari penipuan yang dalam karena merasa lebih dekat dengan Bapa oleh karena diri kita, bukan karena Yesus.
10. Merasa sombong dalam kedewasaan rohani dan disiplin mereka, khususnya dibandingkan dengan orang lain.
Kedewasaan rohani yang sejati menyangkut pertumbuhan di dalam Kristus. Jika kita mulai membandingkan diri kita dengan orang lain, menjadi jelas bahwa kita telah kehilangan wawasan dari tujuan yang sebenarnya –Yesus.
11. Merasa bahwa mereka merupakan “ujung tombak” dari apa yang sedang Tuhan kerjakan.
Ini termasuk mengira bahwa kita terlibat dalam hal-hal yang paling penting yang Tuhan sedang kerjakan.
12. Memiliki kehidupan doa yang mekanis.
13. Mau melakukan sesuatu supaya dilihat orang.
Ini merupakan suatu gejala dari penyembahan berhala karena lebih takut kepada manusia daripada takut kepada Tuhan, yang menghasilkan suatu agama yang melayani manusia bukannya Tuhan.
14. Gampang dikalahkan oleh emosi.
Jika orang yang dikuasai oleh suatu roh agamawi menghadapi kehidupan Tuhan yang sejati, maka roh tersebut akan bermanifestasi secara berlebihan, emosional dan kedagingan.
15. Memakai emosi sebagai pengganti pekerjaan Roh Kudus.
Meratap & menangis sebagai tanda pertobatan bisa merupakan lawatan Roh Kudus, dan rebah di dalam Roh juga bisa merupakan pekerjaan Roh Kudus. Namun bisa seseorang mensyaratkan (mengharuskan) bahwa meratap, menangis, atau rebah di dalam Roh harus terjadi dalam manifestasi pekerjaan Roh Kudus, maka orang tersebut akan mulai bergerak dengan roh yang lain.
16. Menjadi besar hati jika melihat pelayanan mereka lebih baik daripada pelayanan orang lain. Demikian juga kita akan berkecil hati bila orang lain terlihat lebih baik atau bertumbuh lebih cepat daripada mereka.
17. Lebih memuliakan apa yang telah dilakukan Tuhan di masa lampau daripada apa yang sedang dikerjakan-Nya sekarang.
Tuhan tidak pernah berubah dari dulu, sekarang dan sampai selamanya. Suatu roh agamawi akan selalu berusaha memusatkan perhatian kita kepada pekerjaan dan melakukan perbandingan, ketimbang hanya datang lebih dekat kepada Tuhan.
18. Cenderung curiga atau menentang terhadap gerakan, gereja, dan sebagainya yang baru.
Jelas ini adalah suatu gejalan iri hati, suatu buah utama dari roh agamawi, atau kesombongan yang menyatakan bahwa Tuhan tidak akan melakukan apapun yang baru tanpa melakukannya melalui diri kita.
19. Cenderung menolak manifestasi-manifestasi rohani yang tidak mereka pahami.
Ini adalah suatu gejala kesombongan dan keangkuhan dari kelancangan pikiran kita yang merasa sama dengan pikiran Tuhan. Kerendahan hati membuat kita mau belajar dan terbuka, sabar menantikan buah sebelum menghakimi. Kemampuan membedakan yang sejati membuat kita mampu mencari dan mengharap yang terbaik, bukan yang terburuk. Karena itu kita dihimbau, “Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik” (1 Tesalonika 5 : 21) http://bible.com/306/1th.5.21.TB
20. Akan bereaksi secara berlebihan terhadap kedagingan di dalam gereja.
Kebenarannya adalah, mungkin ada jauh lebih banyak kedagingan di dalam gereja, dan sangat sedikit Roh Kudus, daripada yang telah diperkirakan oleh orang-orang yang paling kritis tersebut. Penting bagi kita untuk belajar membedakan antara keduanya supaya kita dapat terbebas dari kedagingan dan bertumbuh dalam penundukan diri terhadap Roh Kudus. Namun, orang kristis tersebut mau menghancurkan mereka yang masih 60 % kedagingan, walaupun yang pada tahun lalu 95 %. Sebaliknya, kita perlu mengenali orang-orang yang berhasil membuat kemajuan dan melakukan apa yang dapat kita lakukan untuk menolong mereka mencapai keberhasilan.
21. Akan bereaksi secara berlebihan terhadap ketidak dewasaan di dalam gereja.
Ada suatu ketidak dewasaan yang dapat diterima oleh Tuhan. Ketika saya berusia 2 tahun, saya tidak dewasa dibandingkan ketika saya berusia 9 tahun, tetapi itulah yang diharapkan; dan sebenarnya, ia mungkin sangat dewasa untuk ukuran anak berusia 2 tahun. Roh agamawi yang idealistik hanya melihat ketidak dewasaan, tanpa mempertimbangkan faktor-faktor penting lainnya.
22. Terlalu cenderung melihat manifestasi adikodrati sebagai bukti persetujuan dari Tuhan.
Ini adalah suatu bentuk lain dari menjaga nilai dan membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Pekerjaan yang dilakukan oleh Yesus adalah untuk memuliakan Bapa, bukan diri-Nya sendiri. Mereka yang memakai bukti mujizat untuk mempromosikan dan membangun pelayanan dan reputasi mereka sendiri telah membuat penyimpangan yang serius dari jalan kehidupan.
23. Tidak mau menggabungkan diri dengan apapun yang mereka nilai tidak sempurna atau hampir sempurna.
Tuhan mau menggabungkan diri dan bahkan memberikan nyawa-Nya bagi umat manusia yang sudah jatuh. Demikian halnya dengan sifat mereka yang tinggal di dalam Dia.
24. Ketakutan berlebihan terhadap roh agamawi.
Kita tidak terbebas dari sesuatu karena takut kepadanya, tetapi dengan mengalahkannya oleh iman di dalam nama Yesus.
25. Memiliki kecenderungan untuk memuliakan apa saja kecuali salib Yesus, apa yang telah dilakukan-Nya, dan siapa Dia yang sebenarnya. Jika kita membangun kehidupan, pelayanan, atau gereja diatas dasar yang lain, kita membangunnya di atas dasar yang dapat terguncang dan dasar tersebut tidak akan dapat bertahan.
NB :
Artikel ini dikutip dari sebuah buku tulisan Rick Joyner yang berjudul: “Overcoming Evil In The Last Days.”, yang dalam bahasa Indonesia berjudul “Mengalahkan Setan Di Hari-Hari Yang Terakhir” (Dengan editing seperlunya).
● Kiranya artikel ini menjadi berkat bagi para pembaca untuk setiap kita yang membaca dapat menggunakannya dengan bijak, yaitu untuk mengoreksi setiap pribadi kita masing-masing, dan bukan untuk menyerang orang lain.
Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.
(1 Tesalonika 5 : 21) http://bible.com/306/1th.5.21.TB
MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama)
MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama) Sabtu, 04 Februari 2023 Ps Joseph Hendrik Gomulya Sejak awal manusia diciptakan Allah ...
-
Di atas perjanjian Lewi, kami berdiri di antara Tuhan dan bangsa Indonesia. Kami berdiri membawa pendamaian bagi bangsa Indon...
-
TravellerS Phinisi, JKI Holy Glory Church Makasih (Ascension of Jesus Christ) Jurnalist: Untung Bongga Karua (Kamis, 05/05/2016) Ps Sa...