Minggu, 13 November 2016

BERTANYA PADA TUHAN

TravellerS Phinisi, Holy Glory Church (HGC)

(06/11/2016, Sore)
Ps Joseph Hendrik Gomulya.

Untuk dapat menangkap dan menghidupi Firman Tuhan dengan tepat kita harus memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan dengan bantuan pribadi Roh Kudus yang akan mewahyuhkan, menyingkapkan dan menjelaskan setiap Firman-Nya jauh melebihi dari apa yang kita pikirkan dan bayangkan.

"Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu." (Yohanes 14:16-17 TB)

Pribadi dari Roh Kudus ini berada didalam setiap kita yang adalah pribadi yang tidak kelihatan, yang setiap saat dimanapun dan kemanapun kita melangkah akan selalu berada disamping kita menyertai yang dalam bahasa Yunani disebut dengan Parakletos παράκλητος, adalah suatu istilah yang berasal dari kata bahasa Yunani Koine παράκλητος berarti 'pembela' atau 'penolong' yang selalu berada disamping kita yang merujuk kepada pribadi Roh Kudus.

Pada masa perjanjian lama orang-orang harus melakukan perjalanan yang jauh untuk mendatangi nabi yang Tuhan urapi untuk bertanya, untuk mengetahui apa kehendak dan petunjuk Tuhan, apa jalan keluar atau solusi yang Tuhan berikan atas segala permasalahan yang mereka alami. Tetapi saat ini ketika kita membutuhkan petunjuk Tuhan, kita tidak perlu lagi datang kepada orang lain karena DIA sudah berada didalam dan selalu berada disamping kita yang menyertai, menolong, mengajar dan menjadi konselor bagi kita.

Semua penelitian yang dilakukan dan kemudian menghasilkan sesuatu berawal dari sebuah pertanyaan bagaimana itu bisa terjadi atau terbentuk. Seperti Wright bersaudara yang melihat seekor burung yang bisa terbang dan mereka kemudian bertanya dan meneliti apa yang menyebabkannya bisa terbang untuk suatu saat manusia juga bisa terbang sampai kemudian mereka menemukan yang saat ini kita kenal dengan pesawat terbang. Begitu pula dengan penemuan lampu listrik oleh Thomas A Edison yang terilhami dari sebuah peristiwa ketika terjadi kilatan petir di malam hari yang menyebabkan terang dalam kegelapan, dan kemudian memikirkan bagaimana terang tersebut bisa dinikmati lebih lama sampai kemudian lahirlah sebuah aliran listrik yang memiliki kesamaan electrical dengan petir yang mampu menyalahkan lampu dengan terang dan banyak penemuan lainnya.

Biasakan jangan terlalu cepat melakukan atau membuat suatu keputusan tetapi belajar untuk bertanya kepada Tuhan terlebih dahulu untuk langkah dan keputusan yang akan diambil baik itu dalam pekerjaan, bisnis dan tentunya  dalam pelayanan untuk bisa melangkah dalam ketepatan. Roh Kudus adalah kunci dari ketepatan atas keputusan yang kita ambil, apa yang baik menurut rancangan dan pola pikir manusia belum tentu baik dalam pemandangan Tuhan. Rancangan manusia dan Tuhan itu seperti bumi dan langit jaraknya karena rancangan Tuhan itu tidak terselami dimana hanya akan bisa kita mengerti apabila kita memiliki hubungan yang intim dengan-Nya.

Seringkali kita baru menyesali keputusan yang diambil berdasarkan apa yang awalnya kita pandang baik karena tidak bertanya kepada Tuhan terlebih dahulu seperti memilih pasangan hidup yang tepat dari Tuhan dimana seringkali kita hanya melihat dari bentuk fisik saja, hanya Tuhan yang mengetahui pilihan yang terbaik dan sepadan dengan kita. Begitupun dengan setiap langkah dan keputusan apapun yang kita buat dalam hidup kita selalu tanyakan kepada Tuhan karena DIA yang merancang hidup dan setiap langkah kita. Memang kita diberi hak bebas tetapi kebebasan setiap kita adalah dalam kehendak Tuhan. Anda bisa melakukan sesuatu menurut kehendak anda tetapi ketika keputusan itu gagal atau tidak berhasil maka anda sendiri yang harus menanggung segalanya agar supaya anda juga bisa belajar sesuatu dari hal tersebut dimana kegagalan seharusnya membuat kita semakin bergantung kepada Tuhan.

Berikut adalah 2 contoh bagaimana bertanya kepada Tuhan untuk kita bisa melihat makna, kekuatan dan kuasa dari bertanya kepada Tuhan yang bisa memberkati hidup kita.

1). Setelah kematian Musa dan Yosua Bangsa Israel kehilangan pemimpin yang selalu memimpin mereka dalam setiap peperangan yang mereka alami dan  Ketika kemudian mereka mengalami sebuah peperangan melawan orang-orang Kanaan, yang mereka lakukan adalah datang bertanya kepada Tuhan siapa yang Tuhan kehendaki untuk maju berperang.

"Sesudah Yosua mati, orang Israel bertanya kepada Tuhan : “Siapakah dari pada kami yang harus lebih dahulu maju menghadapi orang Kanaan untuk berperang melawan mereka?” Firman Tuhan : “Suku Yehudalah yang harus maju; sesungguhnya telah Kuserahkan negeri itu ke dalam tangannya.” Lalu berkatalah Yehuda kepada Simeon, saudaranya itu: “Majulah bersama-sama dengan aku ke bagian yang telah diundikan kepadaku dan baiklah kita berperang melawan orang Kanaan, maka aku pun akan maju bersama-sama dengan engkau ke bagian yang telah diundikan kepadamu.” Lalu Simeon maju bersama-sama dengan dia. Maka majulah suku Yehuda, lalu Tuhan menyerahkan orang Kanaan dan orang Feris ke dalam tangan mereka, dan mereka memukul kalah orang-orang itu dekat Bezek, sepuluh ribu orang banyaknya." (Hakim-hakim 1:1-4 TB)

Bangsa Israel bertanya kepada Tuhan siapa yang akan maju menghadapi orang Kanaan karena mereka terdiri dari 12 suku dan ketika Tuhan memerintahkan bahwa suku Yehuda yang akan maju berperang, mereka taat dengan apa yang Tuhan perintahkan dan yang terjadi mereka mampu mengalahkan orang Kanaan dan menduduki kotanya.

Apabila mengikuti logika berpikir manusia, dalam pemikiran kita akan berpikir bahwa akan lebih mudah memenangkan peperangan dengan seluruh suku bangsa Israel yang banyak jumlahnya itu dibandingkan hanya suku Yehuda saja yang maju berperang. Sewaktu Tuhan memberikan jawaban atau ketetapan bahwa suku Yehuda saja yang akan maju memenangkan peperangan melawan orang Kanaan walaupun jumlah tidak banyak karena apabila seluruh suku bangsa Israel itu maju berperang maka akan sangat banyak korban yang jatuh dari bangsa Israel sebagai akibat dari kekalahan mereka. Mengikuti dengan tepat seperti apa yang Tuhan inginkan dengan menyingkirkan setiap logika berpikir manusia kita maka kemenangan besar yang  akan terjadi.

Apabila tidak memiliki keintiman dan pengenalan akan Tuhan terkadang timbul pemikiran hanya akan bertanya kepada Tuhan untuk hal-hal yang besar saja, untuk hal-hal yang kecil tidak perlu karena berpikir Tuhan akan kerepotan dan sibuk dengan banyaknya pertanyaan tanpa pernah menyadari bahwa Hikmat Tuhan itu mengatasi langit dan bumi. Seringkali orang merasa sungkan bertanya kepada Tuhan untuk hal-hal yang kecil dan inilah yang justru membuat orang tidak bisa bergaul dengan Roh-Nya. Mari biasakan dengan bertanya kepada Tuhan dari hal-hal yang kecil dan Setiap keputusan yang kita ambil adalah setelah bertanya kepada Tuhan apa yang diinginkan-Nya.

Segala keputusan dari kepintaran yang kita miliki belum tentu itu keputusan yang tepat sebab pikiran, takaran dan cara Tuhan memandang bukan seperti apa yang kita pikirkan dan takarkan, yang Tuhan lihat adalah hati kita yang terus bergantung dan bergaul kepada-Nya.
Bertanya kepada Tuhan dengan memulai dari hal-hal yang terkecil karena Tuhan sedang melatih kita untuk dalam ketepatan bukan lagi mengikuti kemauan kita tetapi bergantung kepada Tuhan. Hal-hal yang kecil itu seperti dalam kehidupan kita sehari-hari seperti bertanya kepada Tuhan baju apa yang akan kita pakai atau ketika ingin melakukan, memutuskan dan mengucapkan sesuatu. Begitu pula ketika hati anda sedang galau dan kacau, hadapkanlah kepada Tuhan dan bertanya kepada-Nya jalan keluarnya karena DIA adalah sumber jawaban, penolong dan penghibur anda. Tuhan akan senang apabila anak-anak-Nya memiliki hubungan yang intim dengan-Nya melalui pertanyaan-pertanyaan kita kepada-Nya.

Tuhan sangat menginginkan kehendak-Nya bisa terjadi atas hidup kita dan kemudian orang-orang bisa melihat ada Kristus didalam kita. Jangan pernah mengecilkan betapa besar-Nya kasih Tuhan dengan hanya melihat status sosial, anda merasa Tuhan tidak menyayangi anda karena miskin dan lebih menyayangi orang kaya yang lebih diberkati. Tuhan tidak melihat status anda kaya atau miskin tetapi seperti yang dialami oleh janda miskin yang hanya memberi 2 peser yang sepertinya tidak ada artinya, Tuhan tidak melihat dari nilai tetapi dari dalam hati untuk memberikan yang terbaik.

Seringkali didalam hidup kita baik dalam pekerjaan dan bisnis banyak mengalami begitu banyak kerugian karena tidak belajar untuk bertanya kepada Tuhan, kita hanya melakukan dan memutuskan apa yang kita pikir itu yang terbaik dan nyaman buat kita. Begitu juga dalam pelayanan khususnya pelayan altar, jangan memuji dan menyembah Tuhan menurut selera dan kemauan kita tetapi siapkan hati dan selalu bertanya kepada Tuhan, lagu dan gerakan apa yang Tuhan inginkan kita bawakan dan begitupun dengan pelayanan-pelayanan lainnya kita melakukan segalanya dengan bertanya kepada Tuhan apa yang akan kita lakukan untuk melayani-Nya. Kita harus belajar selalu bertanya dan bergantung kepada Tuhan, taat kepada apa yang ditetapkan-Nya dan mulai melangkah hidup dalam ketepatan, belajar untuk bertanggung jawab atas apa yang dipercayakan dan mengerjakannya sampai Tuhan memberikan kita tanggung jawab yang lebih besar lagi.

2). Contoh berikutnya adalah Gideon yang memiliki 32.000 orang pasukan tetapi yang berhasil terpilih untuk maju berperang hanya 300 orang.

(Hakim-hakim 7:1-7 TB)

"Jumlah orang yang menghirup dengan membawa tangannya ke mulutnya, ada tiga ratus orang, tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya berlutut minum air.  Lalu berfirmanlah Tuhan kepada Gideon: “Dengan ketiga ratus orang yang menghirup itu akan Kuselamatkan kamu: Aku akan menyerahkan orang Midian ke dalam tanganmu; tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya boleh pergi, masing-masing ke tempat kediamannya.” (Hakim-hakim 7:6-7 TB)

Dari 32.000 orang pasukan yang dimiliki Gideon, dari 2 kali seleksi yang dilakukan Tuhan hanya memilih 300 orang untuk maju berperang menghadapi orang Midian dan kemudian memenangkannya. Secara logika berpikir apabila dihadapkan kepada pilihan, kita akan memilih membawa seluruh 32.000 orang pasukan yang jumlahnya lebih banyak untuk lebih mudah memenangkan peperangan dibandingkan dengan hanya 300 orang pasukan tetapi pada kenyataan-Nya yang Tuhan tetapkan dari 2 kali seleksi tadi hanya 300 orang yang akan maju berperang karena ternyata sebagian besar dari pasukan tersebut memiliki mental yang lemah atau penakut jadi apabila seorang pasukan yang mentalnya lemah atau penakut dibawa ikut berperang akan menjatuhkan mental dari pasukan yang lainnya dan hasilnya pasti kekalahan yang besar.

Inilah pentingnya untuk selalu bertanya kepada Tuhan atas apapun yang akan kita lakukan. Ketika Tuhan menetapkan dan menyuruh kita melakukan sesuatu, Tuhan sendiri yang akan menjamin dan membuat apa yang kita lakukan berhasil. Dalam pelayanan akan seringkali kita membuat kesalahan dan motivasi hati kita tidak teguh karena kita tidak mengetahui apa yang kita lakukan itu untuk Tuhan tetapi apabila kita menyadari  yang kita lakukan adalah perintah dan ketetapan Tuhan maka kita akan bisa setia dan Tuhan sendiri yang akan menjamin dan membuatnya semakin berkembang, Tuhan akan mempersiapkan dan mengirimkan pasukan Malaikat-Nya melaksanakan apa yang dikehendaki-Nya dan mempersiapkan yang terbaik bagi kita. Dengan selalu bertanya kepada Tuhan maka kita akan menemukan jawaban dan   ketepatan dalam melangkah seperti yang dari Tuhan inginkan akan menghasilkan kemenangan yang besar baik dalam pekerjaan, bisnis dan tentunya dalam pelayanan dimana kuncinya adalah pribadi Roh Kudus didalam hidup kita yang ada selalu menyertai disamping kita. Berikut adalah arti dan fungsi dari Roh Kudus yang dalam bahasa Yunani disebut dengan Parakletos παράκλητος, yang adalah suatu istilah yang berasal dari kata bahasa Yunani Koine παράκλητος berarti 'pembela' atau 'penolong' yang selalu berada disamping kita.

1). Roh Kudus adalah konselor atau penasehat yang ajaib. Disaat anda bingung dengan masalah dan keadaan yang rumit yang sepertinya tidak ada jalan keluar dan sepertinya tidak bisa terselesaikan, maka Roh Kudus yang akan memberi anda nasehat apa yang mesti anda lakukan.

2). Roh Kudus adalah asisten, artinya Roh Kudus membantu anda dalam segala pekerjaan. Mungkin ada pekerjaan yang anda tidak mampu atau sanggup kerjakan maka Roh Kudus yang akan membantu anda dalam bekerja.

3). Roh Kudus adalah advokat atau pengacara. Jadi sewaktu iblis menuntut anda mana Roh Kudus yang akan naik kepada BAPA dan menjadi pengacara  dan pembela bagi anda.

Jadi Roh Kudus akan selalu berada disamping kita, DIA berada didalam kita dan membantu kita sehari-hari didalam segala hal baik itu untuk hal yang kecil maupun untuk hal yang besar, jadi  Mari selalu bertanya kepada Tuhan, kepada Roh-Nya maka kita akan semakin mengenal dan bergaul karib dengan Tuhan yang akan membuat kita tidak bisa masuk kedalam setiap jerat yang iblis buat. Hubungan yang intim dengan Tuhan adalah setiap kita yang selalu harus bertanya kepada-Nya karena kita yang menghadapi segala sesuatunya, mari bangun terus hubungan kita dengan Tuhan yang akan terus membuat kita semakin bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan.

Amen..

Jurnalist: Untung Bangga Karua.

  

 


Jumat, 04 November 2016

YESUS KUALIFIKASI BERKAT ANDA

Oleh Ps. Joseph Hendrik Gomulya.

Sangat penting untuk mengetahui Yesus sebagai kualifikasi untuk kita diberkati karena seringkali manusia menganggap bahwa dirinyalah yang menjadi kualifikasi sehingga diberkati tanpa pernah menyadari kenyataan bahwa manusia tidak selamanya selalu berada dalam keadaan baik. Firman Tuhan jelas berkata
oleh karena Yesus kita diberkati (Efesus1:3 TSI), jadi kualifikasi kita adalah Yesus.

Dalam Matius 1:1-16 diceritakan tentang silsilah daripada Yesus dimana dalam penulisan silsilah orang Yahudi nama pria yang selalu mereka tuliskan tetapi ajaibnya dalam silsilah tersebut terdapat 4 nama wanita yang dituliskan yakni Tamar (Ayat 3), Rahab (Ayat 5a), Rut (Ayat 5b) dan Batsyeba istri dari Uria (Ayat 6) dimana mereka sebenarnya juga bukan wanita yang luar biasa seperti sarah ataupun ribka tetapi mereka adalah wanita yang dulunya pernah berbuat amoral dan dosa.

Mengapa Firman Tuhan menulis nama mereka dan menjadi wanita yang melahirkan dan menjadi nenek moyang daripada Yesus?

Tuhan ingin memberi pesan kepada setiap kita bahwa DIA adalah Tuhan yang menjadi kualifikasi sehingga kita bisa diberkati, ketika anda mau membuka hati dan meminta Tuhan untuk menjadikan anda seperti mereka. Mungkin dahulu masa lalu anda tidak sebaik orang lain tetapi ketika anda datang kepada YESUS anda dan bahkan seluruh keturunan anda dapat menjadi bagian mewarisi janji dan berkat Tuhan.

"Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat," (Mazmur 103:4 TB) 

Yesus disalibkan untuk menebus dan mengambil kita dari lobang kubur yang paling dalam yaitu neraka kemudian ketika DIA bangkit dan memahkotai kita dengan kasih setia dan rahmat-Nya.

Seperti dengan Tamar yang tidur dengan mertuanya yakni Yehuda setelah suaminya meninggal karena memiliki kerinduan memiliki keturunan daripada Yehuda. Tamar bukan orang Israel atau Yahudi tetapi memiliki kerinduan dan percaya ketika hidupnya dicangkokkan dan mempunyai hubungan dengan Yehuda keturunan Israel, maka dia akan diselamatkan. Seperti kita ketahui Yesus adalah keturunan Yehuda, ketika kita datang kepada Tuhan dimana yang di lihat-Nya adalah iman kita. Mungkin cara yang digunakan oleh Tamar adalah dengan cara menipu yang kurang elok dan kurang bagus tetapi mari melihat cara Tuhan yang ajaib. Tuhan yang begitu mengasihi, Tuhan melihat iman daripada Tamar sampai kemudian Tamar melahirkan anak bagi Yehuda.

Wanita yang berikutnya adalah Rahab, yang adalah seorang pelacur di Yerikho. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah tidak ada wanita lain yang lebih pantas? Kenapa harus Rahab yang menjadi nenek moyang dari Yesus?

Rahab adalah seorang wanita pelacur yang setiap hari berada di pintu gerbang Yerikho. Sampai pada suatu kali ketika dia menyelamatkan 2 orang pengintai dari bangsa Israel, dia meminta kepada para pengintai untuk mengingat dan menyelamatkannya nanti. Atas imannya itu Rahab kemudian diselamatkan dan melahirkan keturunan dari orang benar dan keluar dari kota Yerikho.

Ketika hari ini anda datang dan memberikan hidup anda kepada Tuhan maka hidup anda juga bisa diubahkan menjadi jauh lebih luar biasa, menjadi lebih baik daripada hari yang kemarin.

Kemudian wanita yang ketiga adalah Rut, seorang wanita yang berasal dari bangsa moab, sebuah bangsa penyembah berhala. Tetapi ketika menjadi menantu dan kemudian ketika hanya tinggal bersama Naomi setelah suaminya meninggal dirinya kemudian bertemu dengan Boas dan dari Boas inilah dia melahirkan keturunan yang merupakan nenek moyang dari Daud yang adalah raja yang paling terkenal dalam sejarah bangsa Israel dan nenek moyang dari Yesus.

Anda mungkin merasa bahwa diri anda bukan berasal dari keturunan orang baik-baik, merasa masa depan anda suram karena anda berasal dari keturunan penyembah berhala, tetapi ada satu pribadi namanya YESUS ketika anda datang kepada-Nya dengan mengakui dan percaya diselamatkan, DIA akan menghapus seberapa banyak pun dosa anda, sehingga DIA adalah jaminan untuk setiap orang diselamatkan. Ketika Rut, Tamar dan Rahab percaya kepada Allah Israel, Allah dari Abraham, Ishak dan Yakub, iman mereka itulah yang membuat mereka diselamatkan. Jadi buat anda yang mungkin hari ini merasa hanya sebagai wanita-wanita biasa, anda dapat berharap untuk diselamatkan karena Yesus yang menjadi kualifikasi sehingga anda diselamatkan dan diberkati seberapa buruk apapun kehidupan anda, DIA dapat menyelamatkan anda.

Wanita yang ketiga adalah Batsyeba istri dari Uria yang melakukan perzinahan dengan Daud ketika suaminya sedang berperang. Kenapa wanita seperti Batsyeba ini bisa menjadi nenek moyang dari Yesus? Seperti kita ketahui melalui Batsyeba inilah lahir raja Salomo, raja yang paling diberkati dan penuh dengan hikmat dan kemudian menjadi nenek moyang dari Yesus. DIA adalah Tuhan yang mengampuni orang-orang yang berdosa seberapa besar apapun dosanya, DIA sanggup mengubah setiap orang yang datang kepada-Nya dengan mengaku dan bertobat. Ketika anda datang kepada-Nya, kasih karunia dan pengampunan-Nya jauh lebih besar daripada dosa anda. Jangan lagi mau diintimidasi iblis bahwa Tuhan tidak mungkin mengampuni anda karena dosa yang terlalu besar sehingga merasa tidak layak, Tuhan melihat pertobatan dan iman.

"....... dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah" (Roma 5:20b TB) 

Dosa dari ke-4 wanita diatas sangat banyak tetapi ketika mereka datang kepada Allah yaitu Yesus Kristus, kasih karunia itu berlimpah-limpah. Seberapa besar dan banyak dosa dan pelanggaran anda dimasa lalu kasih karunia, kemurahan-Nya jauh lebih besar, Tuhan lebih besar dari segala dosa-dosa anda.

Inilah waktunya bagi anda untuk datang dan memberikan hidup anda kepada Tuhan. Mempunyai iman seperti Rahab untuk diselamatkan ketika menyelamatkan 2 orang pengintai dari bangsa Israel dan iman itu diperhitungkan, begitu juga dengan iman dari rut yang diperhitungkan ketika dia memilih untuk terus mengikuti Naomi dan percaya kepada Allah yang disembah oleh Naomi yaitu Allah Abraham, Ishak dan Yakub, dan begitu pula dengan iman Batsyeba yang memilih untuk mengikuti Daud dan melahirkan keturunan yaitu Salomo.

Tuhan memang 100% sangat membenci dosa tetapi cara Tuhan memperlakukan dosa bukan dengan menghakimi tetapi dengan mengampuni dan membawa anda datang untuk merasakan kasih-Nya yang merubah hidup anda. Jangan lagi mundur dan menjauh dari Tuhan tetapi sebaliknya datanglah kepada Tuhan dan menyerahkan hidup anda sepenuhnya kepada Tuhan.

"Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya." (Amsal 18:21 TB) 

Apa yang anda percayai dan ucapkan itu yang akan anda terima. Mari kita melihat kehidupan dari Ayub yang adalah orang benar tetapi kesadaran akan dosa anak-anaknya kemudian itu menjadi pintu masuk sehingga apa yang disadarinya kemudian itu yang terjadi. Ketika iblis datang dan menuntut agar anak-anaknya dicobai dan kemudian bahkan sampai nyawa mereka diambil, kesadaran akan dosa itu yang iblis coba timbulkan dalam pikiran kita, jangan ada lagi kesadaran akan dosa tetapi kesadaran akan Yesus. Ayub terus mengucapkan tentang segala kesalahan anak-anak-Nya dan meminta pengampunan akan dosa anak-anak-Nya sehingga kesadaran akan dosa semakin bertumbuh dalam hidupnya.

Yesus yang sudah mati bagi kita sehingga kita harus menggemakan kebenaran, Firman Tuhan, pengampunan Tuhan, kebaikan Tuhan dan menggemakan janji-janji Tuhan atas Firman-Nya dan semua yang Yesus kerjakan di kayu salib bagi hidup setiap kita, karena apa yang kita gemakan itu yang akan kita terima. Sewaktu kita mempercayai yang benar, maka kita akan hidup dengan benar sewaktu kita mempercayai dan mengucapkan yang salah maka hidup anda akan salah.

Tamar, Rahab, Rut dan Batsyeba adalah wanita-wanita yang ditulis menjadi nenek moyang dari Kristus walaupun mereka bukan orang yang baik sebelumnya tetapi sewaktu mereka datang kepada Tuhan dan bertobat, kasih karunia Tuhan itu jauh lebih besar dari semua dosa mereka dan ketika mereka menggemakan itu, memperkatakan Firman Tuhan, yang terjadi kemudian Firman Tuhan itu masuk dalam hidup mereka dan hidup mereka Tuhan ubahkan dan mengalami hidup baru serta melahirkan keturunan yang menjadi nenek moyang dari Kristus.

Apa yang hari-hari ini anda gemakan, apa yang hari-hari ini anda percayai, apa yang hari-hari ini anda katakan itu akan merubah situasi anda, jangan pernah mendengarkan apalagi memperkatakan sesuatu yang negatif itu akan terjadi atas hidup anda.

Mari kita selalu menggemakan kehidupan sehingga kita akan selalu menerima kehidupan bukan kematian. Tidak ada lagi kesadaran akan kematian dan dosa, yang adalah kesadaran akan kehidupan yang kekal. Kesadaran akan Yesus yang ada didalam anda, perkatakan Firman Tuhan maka Firman itu akan menjadi kehidupan didalam hidup, menjadi daging dalam hidup anda. Sehingga tidak lagi hidup dengan segala berita-betita buruk dan perkataan negatif dari orang lain.

Amin...

Jurnalist: Untung Bongga Karua.


Rabu, 02 November 2016

MEMBANGUN PASUKAN DAN MEMPERLENGKAPINYA (2)

TravellerS Phinisi, JKI Holy Glory Church (Dopag)

(31/10/2016)
Ps. Joseph Hendrik Gomulya

"Lalu Roh menguasai Amasai, kepala ketiga puluh orang itu: Kami ini bagimu, hai Daud, dan pada pihakmu, hai anak Isai! Sejahtera, sejahtera bagimu dan sejahtera bagi penolongmu, sebab yang menolong engkau ialah Allahmu! Kemudian Daud menyambut mereka dan mengangkat mereka menjadi kepala pasukan. Juga dari Manasye ada yang menyeberang memihak kepada Daud, ketika ia bersama-sama orang Filistin memerangi Saul. Sebenarnya ia tidak menolong mereka, sebab setelah mengambil keputusan raja-raja kota orang Filistin itu menyuruh dia pergi, katanya: “Mungkin, dengan taruhan kepala kita, ia menyeberang memihak kepada tuannya, Saul.” Pada perjalanannya ke Ziklag sebagian dari suku Manasye: Adnah, Yozabad, Yediael, Mikhael, Yozabad, Elihu dan Ziletai, kepala-kepala pasukan seribu suku Manasye menyeberang memihak kepadanya." (1 Tawarikh 12:18-20 TB) 

Ini adalah orang-orang yang berpaling kepada Daud yang kemudian bergabung menjadi tentara Daud atau bergabung masuk dalam pergerakan Daud. Setiap nama dan kata dalam Alkitab tidak ada yang tanpa arti, kita akan membahas seperti apa sifat atau karakter tentara-tentara yang Tuhan bawa masuk bergabung dengan pasukan Daud.

➡ Yang pertama adalah MANASYE yang artinya orang yang melupakan. Ketika kita ingin menjadi pasukan dan tentara Tuhan kita harus belajar akan satu hal yaitu menjadi orang yang melupakan apa yang ada dibelakang kita, belajar melupakan segala kesalahan orang sebelumnya. Karena sebagai pasukan Tuhan ketika kita tidak belajar untuk melupakan maka kita akan melukai orang lain bahkan melukai diri dan masa depan kita sendiri. Kita tidak akan bisa berjalan kedepan tanpa melupakan yang dibelakang, kita akan menjadi stagnan ditempat itu dan cenderung akan mundur.

Adapun suku-suku MANASYE yang bergabung adalah:

YOZABAD: artinya Allah yang memberi. Jadi sewaktu kita menjadi orang yang melupakan dan kita mengenal Tuhan yang memberi.

YATNAIL/ADNAH: artinya Allah memberi, ini dalam arti menerima dan mengenal pemberian Tuhan. Kita mengerti bahwa semuanya yang kita miliki bersumber dari Tuhan. Untuk menjadi orang yang melupakan kita harus mengerti bahwa semua yang ada di hidup kita itu dari Tuhan, DIA sudah menyediakan semuanya kemudian baru kita bisa melupakan dan membangun diri untuk maju kedepan.

YEDIAEL: artinya dikenal oleh Allah, untuk menjadi orang yang melupakan dan bisa maju kedepan adalah kita dikenal oleh Tuhan atau kita mempunyai identitas.

MIKHAEL: artinya yang keadaannya seperti Allah atau serupa dengan Allah. Untuk menjadi orang yang melupakan kita harus mengenal identitas kita bahwa kita ini serupa dengan Allah. Untuk maju kedepan, maju dalam visi Tuhan sebagai tentara kita harus mengetahui identitas kita yang serupa dengan Allah.

ELIHU: artinya dia itulah Allah-Nya, orang yang mengetahui menyebut nama Tuhan dan mengenal Tuhan.TB

"Mereka ini membantu Daud melawan gerombolan, sebab mereka semua adalah pahlawan-pahlawan yang gagah perkasa dan kepala dalam tentara. Dari hari ke hari orang datang kepada Daud untuk membantu dia sehingga mereka menjadi tentara yang besar, seperti bala tentara Allah." (1 Tawarikh 12:21-22 TB)

Orang-orang datang Daud sehingga bertambah banyak dan menjadi seperti bala tentara Allah. Mari memiliki sikap hati seperti Daud yang menerima semua orang yang Tuhan bawa masuk menjadi pasukannya dengan menghilangkan setiap pola pikir yang lama yang menganggap setiap orang yang baru itu sebagai saingan karena dalam Kerajaan Sorga hal seperti itu tidak diperbolehkan. Bahkan tentara yang Tuhan bawa masuk itu ada yang langsung menjadi pemimpin pasukan karena kemampuannya memenuhi kriteria untuk menjadi pemimpin pasukan yang besar (ribuan tentara). Tuhan selalu menilai dari tingkat kerohanian sesorang dan proses membayar harga yang mungkin sudah dilaluinya tanpa orang lain mengetahuinya.

"Inilah jumlah pasukan bersenjata untuk berperang yang datang kepada Daud di Hebron untuk menyerahkan jabatan raja dari pada Saul kepada Daud, sesuai dengan titah Tuhan . Bani Yehuda yang mengangkat perisai dan tombak ada enam ribu delapan ratus orang yang siap untuk berperang. Dari bani Simeon pahlawan-pahlawan yang gagah perkasa untuk berperang ada tujuh ribu seratus orang. Dari bani Lewi ada empat ribu enam ratus orang, ditambah dengan Yoyada, pemimpin kaum Harun dan bersama-sama dia ada tiga ribu tujuh ratus orang; selanjutnya Zadok, seorang pahlawan muda yang gagah perkasa dengan dua puluh dua orang pemimpin dari puaknya. Dari bani Benyamin, saudara-saudara sesuku Saul, ada tiga ribu orang; sampai pada waktu itu kebanyakan dari mereka masih tetap patuh kepada keluarga Saul. Dari bani Efraim dua puluh ribu delapan ratus orang pahlawan yang gagah perkasa, orang-orang yang kenamaan di antara puak-puak mereka. Dari suku Manasye, suku yang setengah itu ada delapan belas ribu orang yang ditunjuk dengan disebut namanya untuk pergi mengangkat Daud menjadi raja. Dari bani Isakhar orang-orang yang mempunyai pengertian tentang saat-saat yang baik, sehingga mereka mengetahui apa yang harus diperbuat orang Israel: dua ratus orang kepala dengan segala saudara sesukunya yang di bawah perintah mereka. Dari Zebulon orang-orang yang sanggup berperang, yang pandai berperang dengan berbagai-bagai senjata: lima puluh ribu orang, yang siap memberi bantuan dengan tidak bercabang hati. Dari Naftali seribu orang pemimpin dan bersama-sama mereka tiga puluh tujuh ribu orang yang membawa perisai dan tombak. Dari orang Dan orang-orang yang siap untuk berperang: dua puluh delapan ribu enam ratus orang. Dari Asyer orang-orang yang sanggup dan pandai untuk berperang: empat puluh ribu orang. Dari seberang sungai Yordan, yakni dari orang Ruben, orang Gad dan setengah suku Manasye yang lain, orang-orang yang membawa berbagai-bagai senjata perang: seratus dua puluh ribu orang.  Sekaliannya itu, prajurit-prajurit, orang-orang dalam barisan tempur, datang ke Hebron dengan tulus hati untuk mengangkat Daud menjadi raja atas seluruh Israel; memang juga seluruh orang Israel yang lain dengan bulat hati hendak mengangkat Daud menjadi raja. Mereka tinggal di sana bersama-sama Daud tiga hari lamanya, makan dan minum, sebab saudara-saudara mereka menyajikan makanan bagi mereka. Juga orang-orang yang tinggal dekat mereka, bahkan dari Isakhar, Zebulon dan Naftali, membawa makanan dengan memakai keledai, unta, bagal dan lembu, yakni bahan makanan tepung, kue ara dan kue kismis, anggur dan minyak, lembu sapi dan kambing domba, dalam jumlah besar, sebab ada sukacita di Israel." (1 Tawarikh 12:23-40 TB) 

Ini adalah karakter dan sifat-sifat dari orang-orang yang Tuhan bawa masuk untuk datang bersama-sama dengan Daud dan mengangkat Daud menjadibraja menggantikan Saul sesuai dengan arti nama-nama mereka.

YEHUDA: artinya terpuji atau memuji (Worship).

SIMEON: artinya mendengarkan.

LEWI: artinya menggabungkan.

YOYADA: artinya Tuhan mengetahui, dia adalah pemimpin kaum Harun.

ZADOK: artinya adil atau orang yang bisa bertindak adil.

Keadilan di mata Tuhan adalah ketika kita melakukan apa yang terbaik yang bisa kita lakukan untuk Tuhan dan bukan dilihat dari apa yang nampak kelihatan di permukaan, seperti contoh sederhananya ada orang yang diberkati sedangkan yang lainnya belum padahal melakukan pekerjaan yang sama. Penyebabnya adalah mungkin memang belum waktunya untuk diberkati atau mungkin masih banyak hal yang harus lebih dipelajari atau lebih rajin dan sungguh-sungguh lagi, Tuhan melihat didalam hati kita. Jadi konsep adil Tuhan itu berbeda dengan konsep adil yang ada dalam pikiran kita yakni segala sesuatunya harus sama. Adil menurut Tuhan itu kita harus lebih banyak lagi mengejar Tuhan dan belajar lebih dalam lagi banyak hal dalam mengikut Tuhan. Sikap hati, cara kita belajar mengejar Tuhan dan cara kita meresponi itu yang membuat kita mendapatkan yang lebih dari Tuhan.

Begitu juga dengan jumlah talenta yang Tuhan beri dan percayakan kepada setiap kita berbeda-beda. Ketika kita bertanggung jawab mengembangkan berapapun talenta yang diberikanmenyia-nyiakannyalipun itu cuma satu tetapi kita mampu mengembangkannya dan tidak hanya menyimpan dan menyia-nyiakannya karena suatu saat itu bisa diambil dari kita. Ketika talenta itu kita kerjakan dengan baik dan sungguh-sungguh maka Tuhan akan menambahkan talenta yang lain karena BAPA di Sorga itu seperti pengusaha kebun anggur, apabila ranting pohon anggur itu tidak berbuah maka itu akan dipotong karena tidak menghasilkan buah dan menghalangi buah yang lain untuk bertumbuh.

BENYAMIN: artinya tangan kanan yaitu yang beruntung. Yang beruntung itu adalah orang yang terus-menerus diberikankesulungandemi anugerah dari Tuhan dan selalu menghargai setiap anugerah yang Tuhan berikan. Benyamin ini adalah orang atau adik yang paling dikasihi dan sangat dekat dengan Yusuf yang memiliki hak kesulungan. Jadi Benyamin adalah orang yang beruntung karena dekat dengan orang yang mendapat hak kesulungan. Yusuf sebagi gambaran dari Yesus, sehingga sungguh beruntungnya setiap kita karena kita bisa dekat dan mengenal Yesus.

EFRAIM: artinya berbuah-buah. Salah satu sifat dari pasukan ialah berbuah-buah. Setiap pasukan yang datang dan masuk akan berbuah-buah. Sebagai tentara Tuhan hidup kita harus berbuah-buah yakni buah-buah roh, buah-buah pertobatan dan buah jiwa-jiwa.

ISAKHAR: artinya adalah disewa atau yang dibeli. Kita harus mengerti bahwa sebagai pasukan kita ini dipilih dan sudah dibeli oleh Tuhan dengan lunas. Jadi hidup kita sudah bukan kita lagi karena sudah menjadi milik Tuhan. Pengabdian kita bukan untuk diri kita tetapi untuk Tuhan, tujuan hidup kita bukan lagi untuk kesenangan kita tetapi untuk menyenangkan Tuhan.

ZEBULON: arti kata lainnya adalah mendiami. Zebulon adalah orang yang menduduki dan mendiami atau pasukan yang menaklukkan dari satu tempat ke tempat yang lain, terus bergerak.

NAFTALI: artinya pegulat tangguh atau pasukan yang tidak mudah menyerah. Apabila terjadi sesuatu maka dia akan bergulat. Orang yang tidak mudah angkat tangan dan menyerah kepada keadaan.

ASYER: artinya berbahagia atau diberkati. Sebagai pasukan Tuhan kita adalah orang-orang yang berbahagia dan menikmati kebahagiaan. Ketika memenangkan sebuah peperangan yang pertama kali menikmati jarahan adalah pasukan yang pergi berperang, orang yang melihat kebesaran Tuhan karena pengenalannya akan Tuhan selalu melihat pekerjaan dan pertolongan Tuhan yang ajaib.

RUBEN: artinya tengoklah. Pasukan yang selalu mau peduli dengan yang lainnya dan tidak hanya mementingkan diri sendiri.

GAD: artinya nasib baik. Pasukan Tuhan yang selalu mengalami nasib baik dan keberuntungan. Yesus yang adalah berkat buat kita karena semua nasib baik dan segala keberuntungan itu diberikan oleh Yesus Kristus karena segala kutuk sudah dikalahkan-Nya di kayu salib.

Pasukan-pasukan Tuhan diperlengkapi dan Tuhan ingin berbicara hal ini dalam hidup kita. Sebagai pasukan Tuhan, mari terus belajar untuk semakin hari memiliki kecerdasan didalam Tuhan, menangkap hati Tuhan, dan sewaktu kita sepakat dan sehati serta melakukan dengan sungguh-sungguh pekerjaan Tuhan maka Tuhan akan terus mempercayakan hal-hal yang besar. Mari kembangkan terus setiap talenta yang Tuhan berikan dengan bekerja keras dan sungguh-sungguh didalam Tuhan.

Amin...

Jurnalist: Untung Bongga Karua.


Selasa, 01 November 2016

HATI-NYA TERPIKAT (Part 2)

TravellerS Phinisi, JKI Holy Glory Church (Sore)

(30/10/2016)
Ps. Joseph Hendrik Gomulya

Dalam sesi ibadah pagi firman-Nya berkata bahwa bangsa Israel menjadi bangsa yang begitu spesial di mata Tuhan dan menjadi umat pilihan-Nya oleh karena nenek moyang dan bapak leluhur mereka yaitu Abraham, Ishak dan Yakub yang mampu membuat hati-Nya terpikat.

"Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya" (Matius 1:1-2 TB) 

Disebutkan tentang Yehuda, ada apa dengan Yehuda?

Sebelumnya kita sudah belajar tentang bagaimana Abraham, Ishak dan Yakub bisa memikat hati Tuhan.

● Abraham memikat hati Tuhan dengan tanpa segan-segan mempersembahkan yang paling dia kasihi yaitu Ishak anaknya.

● Kemudian bagaimana Ishak memikat hati Tuhan yang menyerahkan nyawanya  tanpa ada komplain seperti domba yang kelu memberikan hidupnya diatas merubah dan tidak lari ketika akan dikorbankan sebagai gambaran dari korban Kristus diatas kayu salib.

● Kemudian bagaimana Yakub yang begitu mengingini hal ketulungan itu lebih dari apapun juga berbeda dengan kakaknya Esai yang sama sekali tidak menginginkan hak ketulungan itu yang berbicara tentang segala perkara-perkara rohani.

Sangat banyak orang yang tidak menganggap perlu perkara-perkara yang rohani seperti Esau, sangat banyak orang yang datang beribadah seperti sekedar rutinitas dan menjadi agamawi dan Tuhan tidak pernah melihat ada kehausan dan kelaparan serta kerinduan yang besar untuk mengejar perkara-perkara yang rohani yang tergambar ketika Tuhan memberikan pilihan seperti hari itu yang tergambar dari Esau hanya menginginkan perkara yang jasmani ketika keadaan Esau yang sangat lapar bahkan berkata akan mati apabila hari itu tidak memakan kacang merah yang sebenarnya hanyalah keinginan nafsunya sendiri, keinginan dagingnya karena dia lapar dan bernafsu ingin makan. Bukankah kita sering sekali juga seperti Esau?

Mari kita mengenal Tuhan bukan hanya untuk hal-hal yang jasmani, tetapi biarlah ketika ada pilihan antara perkara-perkara yang jasmani atau perkara-perkara yang rohani kita memilih untuk mengikut Tuhan karena perkara-perkara yang rohani. Mari menginginkan perkara yang rohani di hidup kita dan mengetahui bagaimana caranya mengambilnya, hak kesulungan itu. Walaupun ada juga orang yang tidak menginginkannya dan lebih menginginkan perkara-perkara jasmani karena lebih mudah mendapatkannya tanpa pernah menyadari akan kehilangan berkat dan kelimpahan sesungguhnya dari Tuhan sewaktu tidak menginginkan perkara yang rohani.

Sangat banyak orang yang tertipu hanya menginginkan yang sementara dan tidak menginginkan perkara yang rohani. Ketika kita mengetahui bagaimana mengejar perkara yang rohani dan Ilahi, mengejar apa yang Tuhan inginkan sampai akan tiba waktunya Tuhan akan mengangkat hidup kita dan akan kelihatan dari cara kita beribadah, caranya menyembah, cara kita melayani bahkan juga dalam pekerjaan.

Pilihan yang dipilih Esau sangat ironis dimana seharusnya dia yang mendapatkan hak kesulungan sebagai anak pertama tetapi ternyata itu tidak menjadi otomatis untuk mendapatkan hak kesulungan. Jadi ketika hari ini kita tidak mengetahui bagaimana mengejar Tuhan maka akan terjadi seperti Firman-Nya yang berkata "Yang terdahulu akan menjadi yang terkemudian, yang terkemudian akan menjadi yang terdahulu". Kalau kita tidak belajar untuk mengejar Tuhan sampai akhir, tidak belajar untuk menginginkan perkara yang rohani maka kita bisa ketinggalan dan sampai membuat Tuhan harus memalingkan wajah-Nya karena DIA mendapati kita lahir sebagi kristen tetapi DIA tidak melihat kerinduan kita untuk mengejar Tuhan tetapi justru orang yang baru bertobat yang begitu menginginkan dan mengejar Tuhan.

Mari mengingini perkara yang rohani dan jangan pernah sekalipun hati kita berubah menjadi sombong dan tinggi hati tetapi selalu melihat bahwa untuk kita bisa sampai seperti hari ini semua karena anugerah-Nya. Mari mengingini terus perkara yang rohani dan tidak pernah menukarnya dengan perkara jasmani. Yehuda tidak mengerti akan hal itu, Yehuda adalah juga anak Yakub tetapi dia bukan anak sulung.

"Anak-anak Ruben, anak sulung Israel. Dialah anak sulung, tetapi karena ia telah melanggar kesucian petiduran ayahnya, maka hak kesulungannya diberikan kepada keturunan dari Yusuf, anak Israel juga, sekalipun tidak tercatat dalam silsilah sebagai anak sulung. Memang Yehudalah yang melebihi saudara-saudaranya, bahkan salah seorang dari antaranya menjadi raja, tetapi hak sulung itu ada pada Yusuf." (1 Tawarikh 5:1-2 TB) 

Sebenarnya Ruben yang berhak mendapatkan hak kesulungan karena dia adalah anak yang pertama tetapi karena melakukan pelanggaran tidak bisa menjaga kekudusan dan tidur dengan ibunya sehingga membuat Tuhan harus berpaling kepada Yusuf yang justru ketika digoda oleh Potifar istri dari Firaun yang cantik, dia tidak tergoda dan lari menjauh dari itu karena dia menjaga kekudusan bahkan ancaman akan pintu penjara karena menolak ajakan Potifar tidak menggoyahkan imannya bahkan itu adalah waktu baginya untuk membayar harga. Sekalipun harus masuk penjara untuk kebenaran, Yusuf tidak pernah takut, Yusuf memiliki integritas dan mengetahui bagaimana menghargai kekudusan. Sebagai seorang budak saat itu yang mengabdi kepada Firaun dan ditawarkan promosi dengan pangkat dan jabatan apabila mau melayani Potifar tetapi Yusuf menolak dan memilih untuk dipenjara, memilih untuk tetap memiliki integritas sebagai anak Tuhan dan inilah yang membuat hati-Nya terpikat.

Pelayanan yang sangat banyak di gereja tidak membuat kita mendapatkan hak kesulungan. Ada banyak orang melakukan pelayanan yang banyak tetapi hidupnya juga jatuh berkali-kali dalam hal kekudusan. Tuhan selalu mengampuni karena kasih karunia-Nya, tetapi justru sebenarnya karena kasih karunia-Nya hidup kita harus berubah dan tidak pernah lagi kembali berbuat dosa yang sama.

Tuhan memberikan hak kesulungan kepada Yusuf sekalipun Yusuf tidak pernah disebut, karena Yusuf sangat menginginkan perkara yang rohani, Yusuf bisa menjaga kekudusan dan mempunyai  integritas. Pesan buat anak-anak muda jadilah anak muda yang berbeda dari sejak masa muda dengan mengetahui bagaimana mengekang singa dan beruang karena ketika anda tidak belajar untuk menghargai kekudusan segala yang anda lakukan akan terbakar hangus dihadapan Tuhan karena tidak berarti dihadapan-Nya sekalipun anda sangat rajin melayani Tuhan tetapi itu cuma menjadi sekedar rutinitas dan tidak menghargai perkara yang rohani dan membuat anda kehilangan berkat rohani. Sikap kita dalam menghargai yang rohani membuat kita mengetahui apa dan yang mana Tuhan inginkan dan sukai dan melakukan apa yang menjadi kesukaan-Nya.

"Yehuda, engkau akan dipuji oleh saudara-saudaramu, tanganmu akan menekan tengkuk musuhmu, kepadamu akan sujud anak-anak ayahmu. Yehuda adalah seperti anak singa: setelah menerkam, engkau naik ke suatu tempat yang tinggi, hai anakku; ia meniarap dan berbaring seperti singa jantan atau seperti singa betina; siapakah yang berani membangunkannya?  Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa." (Kejadian 49:8-10 TB) 

Yehuda bukan anak yang kedua dimana biasanya apabila anak pertama dalam hal ini Ruben tidak bisa menghargai hak ketulungan maka akan turun kepada anak yang kedua, tetapi Simeone yang adalah anak kedua juga tidak menginginkan itu karena dia pernah membantai satu kota dengan kekerasan.

Yehuda sebenarnya bukan yang terpilih bahkan Yehuda juga termasuk golongan yang tidak baik. Yehuda pernah jatuh kepada perempuan dursila dan bahkan pernah tidur dengan anak menantunya tamar. Tetapi kenapa Tuhan memilih Yehuda?  karena Yehuda mengetahui yang namanya bertobat dan berbalik kepada Tuhan dan ketika saudaranya Benyamin akan dipenjara, dia bersedia untuk menggantikannya.

"Oleh sebab itu, baiklah hambamu ini tinggal menjadi budak tuanku menggantikan anak itu, dan biarlah anak itu pulang bersama-sama dengan saudara-saudaranya." (Kejadian 44:33 TB) 

Yehuda mau menanggung setiap kesalahan dan dosa dari saudaranya yang berbicara tentang Yesus sendiri 2000 tahun yang lalu memberikan hidup-Nya menanggung setiap dosa dan kesalahan kita. Oleh sebab itu keturunan Yehuda lahir banyak keturunan raja bahkan Raja diatas segala raja, Yesus Kristus Tuhan lahir dari garis keturunannya.

"Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita." (1 Yohanes 3:16 TB) 

Seperti Yehuda yang mengetahui bagaimana menanggung kesalahan saudara-Nya yang seharusnya di penjara. Jadi apabila kita mengetahui bagaimana caranya memikul tanggung jawab,  Mengetahui bagaimana menanggung dan berdiri buat bangsa dan saudara kita, itu menarik hati Tuhan.

Untuk menjadi seorang pemimpin, memiliki mandat dan urapan raja ada dalam hidup kita, kita harus bisa mengambil tanggung jawab bukannya melempar kesalahan. Alasan kenapa tidak banyak orang yang dipercaya Tuhan dalam hal urapan raja dalam berbisnis karena Tuhan sedang mencari ada orang yang mau bertanggung jawab ketika Tuhan mempercayakan kita pekerjaan dan bisnis. Sangat banyak orang yang hebat dalam pelayanan tetapi begitu masuk kedalam market place dan bergabung dengan orang-orang dunia tidak bisa bertanggung jawab dan keuangan selalu menjadi masalah terbesar. Mari berbalik kepada Tuhan dan lepaskan diri dari masalah keuangan ini dan menjadikan Tuhan Raja atas hidup. Anda.

"Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram, Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon, Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai," (Matius 1:3-5 TB) 

Rahab adalah seorang pelacur tetapi ketika dia bertemu Tuhan, dia mau mengorbankan nyawanya dan mengambil resiko yang besar untuk menyelamatkan 2 orang pengintai yang mengintai di tembok Yerikho, sehingga Tuhan melihat imannya dan memperhitungkan itu untuk melahirkan keturunan Ilahi dan masuk kedalam garis keturunan Yesus.

Begitupun dengan Rut yang adalah orang Moab tetapi karena Rut menginginkan menjadi keturunan dari bangsa yang dipilih Tuhan yaitu bangsa Israel sampai berkata kepada Naomi mertuanya ketika menyuruhnya untuk pulang ke bangsanya "Bangsamulah bangsaku, Allahmulah Allahku". Kerinduan, iman, dan harga yang dibayarnya meninggalkan kenyamanan dimana seharusnya dia seharusnya bisa menikah lagi dengan cepat tetapi justru memilih mengikut naomi yang sepertinya depannya tidak ada lagi disitu tetapi Rut mengetahui bahwa ada Allah yang dikenalnya yaitu Allah Israel, Allah dari Naomi dan sangat menginginkan untuk Tuhan memasukkannya kedalam destiny dan rencana Tuhan seperti yang diinginkan Rut sekalipun ada harga yang harus dibayar.

Mari membuat suatu alasan untuk Tuhan menjadi terpikat kepada kita, buat suatu alasan yang membuat hati-Nya jatuh hati kepada kita dan membuat Tuhan melihat kita berbeda dibandingkan dengan orang-orang yang lain dengan menjaga sikap hati kita dan menginginkan apa yang dihati Tuhan dengan belajar dan terus belajar bukan hanya yang dipermukaan tetapi yang ada didalam hati Tuhan, bukan berkat yang sifatnya hanya sementara tetapi kita menginginkan yang paling dalam dihati Tuhan dengan terus belajar menyelami dan bergaul dengan Tuhan, sehingga hati TUHAN menjadi terpikat.

Ketika orang lain menginginkan yang hanya sementara ketika tawaran itu datang tetapi apa yang kita pilih dan ada di hati kita, respon kitalah yang menggambarkan keinginan kita untuk menyenangkan Tuhan.

● Mungkin kita seperti Abraham yang mempersembahkan anak yang begitu dikasihi dan dicintainya.

● Mungkin kita seperti Ishak yang menyerahkan nyawanya sebagai domba yang kelu dengan tidak lari dan komplain ketika Tuhan meminta nyawa dan hidupnya.

● Mungkin kita seperti Yakub yang terus mengejar perkara-perkara rohani.

● Mungkin kita seperti Yusuf yang mempunyai integritas yang hidupnya kudus bagi Tuhan, karakternya baik dan bisa menjadi orang yang dipercaya dimanapun dia berada sehingga kemudian dirinya menjadi orang yang dipercaya memimpin bangsanya dan bangsa Mesir.

Integritas kita berbicara tentang seberapa kerinduan Tuhan membawa kita, integritas kita menjadi kesaksian dihadapan BAPA dan membawa hidup kita. Pilihlah dan sukai yang tidak banyak orang pilih dan sukai, pilihlah yang berbeda maka hidup kita akan berbeda. Apapun yang kita ingin lakukan hadapkan berhadapan Tuhan dan melakukan apa yang menjadi keinginannya.

Mereka yang disebutkan tadi diatas bukan orang-orang yang lahir dari kesempurnaan tetapi mereka mengetahui bagaimana namanya bertobat dan berbalik dan mereka mengetahui bahwa hidupnya untuk siapa. Ini waktunya bagi setiap kita berbalik dan membuang semua yang Tuhan tidak sukai untuk menyenangkan hati-Nya. Seberapa kita ingin menyukakan Tuhan, adalah seberapa kita membuang yang tidak disukai-Nya bukan dari banyak dan hebatnya pelayanan yang kita lakukan tetapi seberapa kita mentaati perintah-Nya dan menjaga integritas yang kita miliki.

Amin...

Jurnalistik: Untung Bangga Karua.


Senin, 31 Oktober 2016

HATI-NYA TERPIKAT (Part 1)

TravellerS Phinisi, JKI Holy Glory Church (Pagi)

(30/10/2016)
Ps. Joseph Hendrik Gomulya. 

Bangsa Israel adalah bangsa yang begitu spesial di mata Tuhan dan menjadi umat pilihan-Nya. Alasannya ialah nenek moyang dan leluhur mereka yaitu Abraham, Ishak dan Yakub. Apa yang diperbuat oleh Abraham, Ishak dan Yakub sehingga bangsa israel mendapatkan berkat yang lebih dan berbeda dari bangsa yang lainnya? Padahal sebenarnya bangsa israel tidak ada bedanya dengan bangsa yang lain, bangsa yang dikenal dengan ketegar tengkukannya bahkan Abraham, Ishak dan Yakub juga bukan orang yang sempurna, mereka juga memiliki kelemahan dan kekurangan, Abraham pernah tidak mengakui istrinya, begitu pula dengan Ishak melakukan hal yang sama, bahkan Yakub juga banyak melakukan kesalahan seperti menipu kakaknya Esai dan banyak kelemahannya yang lain.

"Sesungguhnya, Tuhan , Allahmulah yang empunya langit, bahkan langit yang mengatasi segala langit, dan bumi dengan segala isinya; tetapi hanya oleh nenek moyangmulah hati Tuhan terpikat sehingga Ia mengasihi mereka, dan keturunan merekalah, yakni kamu, yang dipilih-Nya dari segala bangsa, seperti sekarang ini." (Ulangan 10:14-15 TB) 

Ayat diatas dengan jelas mengatakan bahwa HATI TUHAN TERPIKAT kepada kepada bangsa Israel oleh karena nenek moyang atau bapak leluhur mereka yaitu Abraham, Ishak dan Yakub. Kita akan belajar bagaimana cara mereka mampu memikat hati Tuhan sehingga berkat yang sama dan hati Tuhan juga bisa terpikat kepada kita. Ketika kita bisa memikat hati Tuhan berkat-Nya bukan hanya kita saja yang bisa merasakannya tetapi sampai kepada seluruh keturunan kita.

1). ABRAHAM

Kita akan belajar mulai dari kehidupan Abraham, bagaimana hati Tuhan bisa begitu terpikat sampai-sampai di mata-Nya Abraham begitu berbeda.

"Lalu Ia berfirman: “Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.” Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya. Dan Abraham menamai tempat itu: “ Tuhan menyediakan”; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: “Di atas gunung Tuhan , akan disediakan.”  Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat Tuhan dari langit kepada Abraham, kata-Nya: “Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri -- demikianlah firman Tuhan --: Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku, maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya." (Kejadian 22:12-17 TB) 

Sampai dua kali Tuhan berkata bahwa Abraham tidak segan-segan untuk menyerahkan anaknya yang tunggal, anak yang sangat dikasihi, dicintai dan dibanggakannya. Sewaktu Abraham belajar untuk menyerahkan semua yang sangat dicintai dan berarti dalam hidupnya dan tanpa segan-segan dia mau menyerahkannya, saat itulah hati Tuhan Terpikat.

Sewaktu kita belajar menyerahkan hidup kita, belajar untuk menyerahkan apapun juga yang paling berharga, yang paling kita cintai, yang paling kita ingini, dan yang paling berarti dalam hidup kita kepada Tuhan, itulah yang membuat hati Tuhan terpikat.

Sewaktu Tuhan meminta Ishak, Abraham tidak segan-segan untuk menyerahkannya tanpa ada bantahan, tawar-menawar dan tanpa gerutuan. Sangat banyak orang ketika harus menyerahkan sesuatu atau hidupnya mesti atau setelah dipaksa terlebih dahulu dan akhirnya kemudian menyerahkan hidupnya kepada Tuhan setelah tidak ada jalan lain, ada banyak orang yang mengetahui panggilannya sebagai hamba Tuhan tetapi menolak dan membantahnya tetapi akhirnya kemudian menyerahkan hidupnya juga kepada Tuhan, hal ini tidak membuat hati Tuhan terpikat.

Apabila kita ingin membuat Tuhan terpikat mari menyatu dengan hati-Nya. Ketika Tuhan berbicara menyatakan isi hati-Nya untuk kita menyerahkan sesuatu  yang mungkin sangat berarti dalam hidup kita dan kita menyerahkan itu tanpa tawar-menawar sekalipun kita tidak mengerti kenapa Tuhan meminta itu tetapi kita mempersiapkannya seperti yang Tuhan minta dan melakukannya dengan sukacita, seperti Abraham yang tidak bertanya kepada Tuhan kenapa harus Ishak yang dikorbankan, anak yang Tuhan janjikan sendiri, tetapi tanpa segan-segan dia menyerahkannya. Ketika kita ingin mengikut Tuhan, ikutlah Tuhan dengan total dan tanpa segan-segan melakukan segala Firman-Nya, melakukan segala perintah-Nya dan tidak segan-segan menghidupi panggilan Tuhan atas hidup kita untuk membuat Tuhan jatuh cinta dan terpikat kepada kita.

Apakah Abraham kehilangan Ishak? Tuhan menggantikan Ishak dengan seekor domba jantan. Mari memberi tanda di roh kita setiap kali Tuhan berbicara dan DIA berkata bahwa kita adalah anak-anak-Nya yang tidak segan-segan melakukan segala yang diperintahkan-Nya dengan iman tanpa ada ganjalan sedikitpun di hati karena kita percaya kepada Tuhan.

2). ISHAK

"Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama. Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: “Bapa.” Sahut Abraham: “Ya, anakku.” Bertanyalah ia: “Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?” Sahut Abraham: “Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku.” Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.   Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api." (Kejadian 22:6-9 TB) 

Abraham dikenal sebagai orang yang dimanapun berada selalu membangun mezbah yang adalah tempat dimana dia meletakkan korban persembahan, berdoa,  berjumpa dan mendengar Tuhan berbicara sehingga mezbah itu tidak pernah kosong, selalu ada korban diatasnya. Sebagai seorang anak Ishak sangat mengetahui hal itu sehingga dia bertanya kepada Abraham ayahnya tentang domba yang akan dikorbankan diatas mezbah yang ayahnya buat karena biasanya Ishak melihat ayahnya membawa domba yang terbaik untuk diletakkan diatas mezbah tetapi hari itu Ishak tidak melihat domba itu tetapi hanya dirinya saja dan saat dia menyadari bahwa ini sesuatu yang tidak biasa, saat itu Ishak mengetahui bahwa dirinya yang akan dikorbankan kepada Tuhan, karena Tuhan berbicara kepada ayahnya.

Menurut sebuah penelitian umur Ishak ketika akan dikorbankan kira-kira 30 tahun yang adalah gambaran dari Yesus sendiri ketika disalibkan diatas kayu salib berumur yang sama.

Bisakah kita memberikan hidup kita untuk taat bahkan sampai menyerahkan nyawa? Abraham menyerahkan yang dikasihi dan dicintainya sementara Ishak menyerahkan nyawa atau hidupnya untuk dikorbankan. Ishak tidak marah, tidak meronta dan tidak bertanya kenapa harus dirinya yang dikorbankan, bukan anak-anak Abraham yang lain. Ketika Ishak tidak komplain sedikitpun dihatinya ketika dijadikan korban kepada Tuhan, inilah yang kemudian memikat hati Tuhan.

Mari belajar dari hal ini, ketika dalam hal perasaan dan harga diri saja kita gampang tersinggung, bagaimana ketika harus menyerahkan/mengorbankan nyawa? Tuhan ingin kita belajar seperti Ishak, belajar untuk percaya kepada Tuhan ketika Tuhan menginginkan kita mengorbankan setiap perasaan dan harga diri kita juga seperti mengorbankan nyawa dan meletakkannya diatas mezbah. Apapun yang menghalangi kita dengan Tuhan letakkan itu diatas mezbah, apapun yang Tuhan inginkan bahkan nyawa sekalipun kita letakkan semua dihadapan Tuhan, maka itu akan membuat hati Tuhan terpikat.

Ketika Ishak mempersembahkan hidupnya, Tuhan melihat apa yang dilakukan Ishak berbicara 2000 tahun kemudian dimana Yesus di kayu salib menyerahkan nyawa-Nya. Apabila kita menangkap akan hati Tuhan melalui cara kita beribadah kepada-Nya, sikap hati kita yang berbeda dan melakukan apa yang Tuhan inginkan bahkan itu dilakukan oleh setiap kita sejak masa muda untuk sungguh-sungguh kepada Tuhan, hidup kita akan berbicara melampaui masa demi masa karena hidup kita berbicara tentang hati-Nya, seperti juga Ester yang bisa memikat hati raja Ahasyweros karena Ester tidak menginginkan harta benda dan kemewahan sekalipun raja memberikan itu.

Ketika kita bisa memikat hati Raja diatas segala raja Yesus Kristus Tuhan, maka hidup kita akan berbicara bahkan sampai seluruh keturunan akan berbicara tentang iman kita, apa yang kita lakukan dan apa yang kita persembahkan dihadapan Tuhan, tentang ketaatan kita dan tentang perjalanan kita dengan Tuhan maka anak cucu kita akan hidup dengan iman seperti kita dengan mempersembahkan yang Tuhan inginkan dan Tuhan menjadi jaminan atas hidup kita.

Ishak bisa saja lari ketika akan dikorbankan tetapi dia tidak melakukan itu. Jadi setiap kali Tuhan memerintahkan kita yang sepertinya mempertaruhkan nyawa ketika kita diutus ke daerah-daerah yang orang tidak biasa datangi dan tidak disukai melalui orang tua atau pemimpin kita, tidak ada komplain dan gerutu sedikitpun dari mulut kita karena kita mau taat.

Ishak yang memberikan yang terbaik dari hidupnya yaitu nyawanya sendiri dan sekaligus ujian buat Ishak dan kita walaupun Ishak sudah bergaul karib dan mengenal siapa Tuhan tetapi yang Tuhan ingin lihat adalah tidak ada komplain dari mulut Ishak, itu adalah proses yang terbaik yang Ishak lalui dalam hidupnya.

Sewaktu Ishak berjalan dan mengikuti setiap langkah Abraham dan sewaktu Ishak diikat seperti domba yang kelu, disitulah hati Tuhan terpikat. Ishak mengalami peristiwa yang membuat hati Tuhan terpikat karena Ishak melakukan apa yang ada di hati Tuhan 2000 tahun kemudian.

3). YAKUB

"Pada suatu kali Yakub sedang memasak sesuatu, lalu datanglah Esau dengan lelah dari padang. Kata Esau kepada Yakub: “Berikanlah kiranya aku menghirup sedikit dari yang merah-merah itu, karena aku lelah.” Itulah sebabnya namanya disebutkan Edom. Tetapi kata Yakub: “Juallah dahulu kepadaku hak kesulunganmu.” Sahut Esau: “Sebentar lagi aku akan mati; apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?” Kata Yakub: “Bersumpahlah dahulu kepadaku.” Maka bersumpahlah ia kepada Yakub dan dijualnyalah hak kesulungannya kepadanya. Lalu Yakub memberikan roti dan masakan kacang merah itu kepada Esau; ia makan dan minum, lalu berdiri dan pergi. Demikianlah Esau memandang ringan hak kesulungan itu." (Kejadian 25:29-34 TB) 

Esau memandang remeh hak kesulungan yang adalah perkara-perkara atau hal-hal yang rohani. Esau tidak akan mati sekalipun dia tidak memakan kacang merah saat itu tetapi itu adalah perkataan nafsu dari Esau yang sangat menginginkan kacang merah, sebagai gambaran bahwa hak ketulungan tidak ada artinya buat Esau.

Sebagai anak-anak Tuhan mari kita memperhatikan sikap hati dengan baik terhadap setiap penggiringan kita mengikuti Tuhan baik dalam hal ibadah, pelayanan dan dalam mengejar dan mengingini segala perkara-perkara rohani dan Ilahi, dari sikap hati kita Tuhan bisa melihat bahwa ternyata kita tidak mengingini hak ketulungan itu.

Esau adalah anak yang tertua tetapi justru Yakub yang begitu menginginkan hal-hal yang rohani dan Ilahi. Jangan pernah berpikir apabila anda adalah anak yang paling tua dan keadaan anda baik-baik saja tetapi tidak menginginkan Tuhan sungguh-sungguh maka hak kesulungan itu bisa diambil orang lain. Dari cara kita setiap hari meresponi ketika kita dihadapkan kepada 2 pilihan apakah menginginkan hal-hal yang rohani atau duniawi.

Mari memiliki kecerdasan rohani dan mengubah paradigma pola berpikir kita. Ketika sampai hari ini kita tidak pernah mengalami terobosan dalam hidup, mari periksa kembali karena mungkin kita tidak menginginkan hal-hal rohani secara sungguh-sungguh.

Tuhan melihat kita sungguh-sungguh menginginkan hal-hal yang rohani dan membayar harga setiap kali dari cara kita mempersembahkan korban, cara kita beribadah dan datang kepada Tuhan dan cara kita berdoa, bersujud dan menyembah-Nya.

Amin...

Jurnalist: Untung Bongga Karua.

JKI Holy Glory on Soundcloud 


Sabtu, 29 Oktober 2016

DEKLARASI GLORIOUS TIME


Didalam nama Tuhan Yesus, kami tetapkan dan deklarasikan :

1. Indonesia telah masuk masa Glorious Time, terang Tuhan telah terbit dan kemuliaan Tuhan menjadi nyata atas Indonesia, tsunami pujian penyembahan menyebar ke seluruh dunia.

2. Hadirat, perkenanan bahkan tahta Tuhan turun dengan kuat pada tanggal 11-12 Desember 2016, mencengkeram seluruh gedung Passion, Jabodetabek bahkan menyebar ke seluruh Indonesia.

3. Semua pasukan masuk pintu-pintu gerbang Glorious Time, Pintu Gerbang Penyembahan, Keutuhan dan Kekudusan, Kehidupan di dalam Kristus.

4. 50 ribu pasukan bangkit menjadi pasukan Tuhan, mengalami kepenuhan Roh Kudus. Semua masuk ke Ruang Maha Kudus. Perjalanan semua peserta lancar, semua tertib. Cuaca terkendali, sejak H-3 sampai H+1 tidak ada hujan, ada tiang awan.

5. Setiap perizinan dan keamanan sangat baik. Koordinasi dan unity terjadi di semua pihak yang terlibat. Semua alat berfungsi baik, donasi berlimpah, 5 roti dan 2 ikan sisa 12 bakul.

6. Terjadi hujan karunia-karunia zaman baru, debu emas, sign and wonder, keajaiban menjadi hal yang biasa terjadi sehari-hari.

7. Bangsa kami ditetapkan masuk destiny dan rencana Tuhan yang sempurna, penggenapan dan eksekusi janji Tuhan.

Terjadi genap dan tuntas.

Amin... Amin... Amin... Amin... Amin... Amin... Amin... Amin...


MEMBANGUN PASUKAN YANG MEMILIKI AKSELERASI [1]

TravellerS Phinisi, JKI Holy Glory Church Malembut. (DOPAG)

(26/10/2016)
Ps. Joseph Hendrik Gomulya.

Hari-hari ini Tuhan sedang melihat gereja-Nya sebagai sebuah pasukan, sehingga setiap kita harus belajar bagaimana menjadi pasukan Tuhan. Apapun panggilan kita dari 6 panggilan yang ada di bahtera (Imam, raja, mempelai, pilar, tentara, dan pekerja) kita harus belajar sungguh-sungguh untuk bergerak melatih diri kita seperti tentara. Dalam ketentaraan dikenal dengan tingkatan atau level prajurit, mulai dari level tentara biasa sampai dengan level tentara khusus dimana tentara khusus ini memiliki kemampuan bisa mengatasi musuh  yang jumlahnya jauh lebih banyak dari tentara biasa. Dalam ketentaraan juga memiliki unit-unit yang memiliki spesifikasi tersendiri, ada yang sebagai penerobos, bagian peralatan, bagian pertahanan, bagian medis, bagian administrasi dan beberapa spesifikasi lainnya.

Ketika mulai melatih diri kita untuk menjadi tentara Tuhan, diawal mungkin kita belum terbiasa, seperti belum terbiasa dan mampu untuk ikut dalam peperangan rohani baik secara roh, fisik dan mental itu adalah hal yang wajar. Tetapi oleh karena rasa cinta yang kuat dihati dan dalam hati juga memiliki keinginan untuk mengupgrade diri yang kuat serta keinginan untuk diperlengkapi dengan banyak hal karena mengetahui ini dari Tuhan maka kita pasti akan mampu untuk berlari dan tidak akan berhenti kepada keadaan kita.

 (1 Tawarikh 12:1-40 TB) 

Kita harus mempersiapkan diri kita karena hari-hari ini Tuhan sedang ingin membawa banyak pasukannya untuk masuk kedalam gelombang lawatan-Nya yang lebih besar, bahkan diayat pembacaan di 1 Tawarikh 12:1-40 TB dikatakan bahkan musuh kemudian ikut bergabung dengan daud dan menjadi bagian pasukannya. Mari melihat kebesaran hati daud dimana itu harus diikuti oleh semua orang yang berada disekitar daud bahwa setiap pasukan musuh yang ikut masuk bergabung mereka harus menyambutnya. Setiap kita harus bisa sampai di level itu bahwa setiap jiwa-jiwa yang Tuhan bawa masuk itu tidak semuanya sempurna karena pada dasarnya tidak ada orang yang sempurna. Tantangan paling berat dalam sebuah pasukan adalah ketika pasukan musuh memutuskan untuk ikut bergabung dan melebur menjadi satu bagian pasukan.

Daud mengerti akan satu hal bahwa dia adalah orang yang dipanggil untuk merangkul dan mengubah banyak orang seperti ketika memulai membangun pasukannya di gua adulam yang kebanyakan dari mereka adalah perampok, orang sakit hati, orang terbuang dan orang yang tidak diperhitungkan, tetapi mereka adalah orang-orang yang cinta Tuhan dan mau berubah sehingga Tuhan perhitungkan dan memakai hidup mereka. Musuh kita bukan darah dan daging tetapi roh jahat sehingga orang-orang tersebut dahulu mungkin pikiran dan jiwanya dikuasai oleh roh jahat tetapi ketika Tuhan membawa mereka masuk jangan melihat latar belakangnya tetapi lihatlah bahwa Tuhan sudah membawa membawa mereka masuk dan Tuhan sudah siap untuk mengubahkan hidup mereka.

Sebenarnya setiap kita pun bukan orang yang baik-baik dan masuk hitungan Tuhan tetapi Tuhan ingin memakai hidup setiap kita. Kita harus memberikan standar yang tinggi buat hidup kita sehingga kita bisa dididik dan mau belajar tetapi jangan memakai standar kita kepada orang lain. Kita harus memakai standar Tuhan dihidup kita seperti apa Tuhan ingin menarik kita tetapi kita juga harus menyadari bahwa kita ini bukan siapa-siapa dan dari mana kita diambil untuk supaya tidak jatuh dan ketika melihat orang lain jatuh kita tidak menghakimi.

Ketika kita dipanggil untuk menjadi tentara Tuhan, diawal-awal pasti akan belum terbiasa dan perlu terus untuk belajar bagaimana menjadi tentara Tuhan yang tidak menutup kemungkinan kita belajar kepada orang yang usianya lebih muda daripada kita sehingga juga diperlukan untuk meminta kerendahan hati. Memiliki sikap untuk belajar yang kuat, memiliki cinta dan passion yang kuat akan Tuhan itu akan menurun kepada anak-anak kita. Kita adalah pasukan Tuhan yang sedang belajar tentang panggilan Tuhan menjadi tentara-Nya.

"Mereka bersenjatakan panah, dan sanggup melontarkan batu dan menembakkan anak-anak panah dari busur dengan tangan kanan atau tangan kiri. Mereka itu dari saudara-saudara sesuku Saul, dari orang Benyamin" (1 Tawarikh 12:2 TB) 

Dikatakan mereka adalah adalah pasukan yang sanggup melontarkan batu dan menembakkan anak-anak panah dari busur dengan tangan kanan atau tangan kiri tanpa meleset karena mereka melatih diri dengan keras. Tidak ada orang yang berhasil tanpa melatih diri. Jadilah pemanah yang bukan hanya sekedar bisa memanah tetapi jadilah pemanah yang benar-benar mahir menggunakan tangan kedua tangan kita. Seperti kita jangan hanya sekedar menjadi hamba Tuhan tetapi kita benar-benar terlatih untuk bergerak cepat dalam ketepatan dan itu membutuhkan latihan yang kuat seperti latihan seorang pemanah yang melatih dirinya untuk bisa berkonsentrasi dan memaksakan dirinya untuk mahir memanah menggunakan kedua tangan baik tangan kiri dan kanan. Hal-hal yang dulunya mungkin kita tidak mahir dan tidak mengetahuinya sama sekali tetapi kita mau berkata kepada Tuhan bahwa kita mau belajar dan melatih diri kita untuk itu sampai benar-benar mahir. Untuk menjadi tentara Tuhan kita juga harus melatih diri dengan mulai mendisiplinkan kita dengan waktu dan harus mulai menghilangkan semua kebiasaan lama dan mulai mengupgrade diri dengan belajar dan berlatih dengan lebih keras untuk kemudian nanti kita akan menghasilkan pekerjaan yang bermutu baik "excellence".

Ketika menyadari bahwa kita adalah pasukan Tuhan maka kita tidak akan mempunyai waktu lagi untuk bisa bersantai, tidak akan mempunyai waktu tidur yang cukup, kita tidak punya waktu lagi untuk bermain-main bahkan waktu untuk berlatih pun tidak cukup. Mari belajar dari Tuhan untuk mengembangkan kapasitas kita "Enlarge capacity", belajar menangkap hati-Nya dan belajar menangkap keinginan-Nya. Salah satu alasan Tuhan ingin mengangkat hidup kita adalah karena Tuhan ingin menarik kita, membawa kita naik untuk bisa berjalan seirama dengan Tuhan.

"..., orang-orang yang sanggup berperang, yang pandai menggunakan perisai dan tombak, dan rupa mereka seperti singa dan cepatnya seperti kijang di atas pegunungan." (1 Tawarikh 12:8b TB) 

Dikatakan mereka memiliki kecepatan seperti kijang di atas pegunungan. Jadi untuk mengerjakan pekerjaan Tuhan, kita juga perlu belajar kecepatan dan ketepatan. Ketika anda sudah bisa bergerak cepat, latihlah diri anda untuk bergerak lebih cepat lagi. Mari belajar dengan cepat untuk mempersiapkan diri kita sebaik mungkin untuk Tuhan disenangkan, untuk mempersiapkan dan menyambut kedatangan-Nya kembali.

Teruslah belajar dan berlatih sampai benar mahir sehingga kita tidak hanya bisa memanah sendiri tetapi juga bisa memuridkan pasukan yang lainnya. Seorang pasukan tidak akan mementingkan dirinya sendiri termasuk perasaan dan sifat egois yang bisa menjadi hambatan sehingga motivasi buat diri kita sendiri sudah tidak ada.

Pasukan yang dahulu diperintahkan saul untuk mengejar dan membunuh daud beserta pasukannya, pasukan yang pasti sudah di hasut oleh saul untuk menjadi sangat membenci daud kemudian berpaling memihak kepada daud dan daud pun mau menerima mereka. Seperti itulah juga kita yang berkali-kali mendukakan hati Yesus, berkali-kali hendak membunuh dan menyalibkan-Nya kembali. Tetapi pengampunan-Nya tidak pernah habis mengampuni kebodohan kita tetapi menerima dan menjadikan kita pasukan-Nya, jadi siapapun akan Tuhan bawa masuk untuk menjadi bagian dari pasukan-Nya. Mari miliki hati seperti Yesus, miliki hati seperti daud yang mengangkat pemimpin pasukannya dari pasukan saul yang dulunya sangat membenci dan hendak membunuhnya karena kerinduan Tuhan akan jiwa-jiwa. Tuhan bisa mengubahkan semua orang, mari meminta dan miliki hati yang besar.

Mari menyiapkan diri untuk gelombang lawatan Tuhan yang lebih besar dengan menyiapkan diri kita. Karena ketika kita tidak siap untuk berubah kita bisa menjadi salah paham dengan apa yang Tuhan inginkan, ketika kita siap kita hanya akan menjadi penonton dan tidak ambil bagian didalamnya, ketika kita tidak siap sesuatu yang seharusnya menjadi jatah kita tetapi oleh karena kedegilan hati tidak mau dan siap untuk di akselerasi untuk berubah karena kedepan Tuhan akan membawa kita dengan banyak hal.

Apabila diri kita tidak belajar untuk bisa mengikuti akselerasi Tuhan, seperti pemain surfing/selancar yang bermain diatas ombak atau gelombang, dia harus mengetahui bagaimana bermain diatas gelombang dengan mengikuti akselerasi gelombang dan arah mata angin, seperti itulah ketika gelombang lawatan Tuhan, gelombang Roh Tuhan datang. Roh kudus akan membawa kita semakin tinggi berdiri diatas gelombang lawatan Tuhan, sehingga ketika gelombang lawatan Tuhan yang lebih besar datang dan kita tidak bisa mengakselerasi diri dan tidak belajar maka kita tidak akan bisa berdiri dan menari diatas gelombang yang lebih besar itu.

Ini adalah waktu-Nya Tuhan untuk bergerak dengan cepat, gelombang yang lebih besar terjadi dari akumulasi dari gelombang-gelombang sebelumnya kemudian ketika gelombang yang lebih besar itu datang, kita sudah siap untuk ditarik untuk menyesuaikan diri. Mari berlatih dengan keras dan bergerak dengan cepat, muridkan dan bangun pasukan yang lebih besar untuk masuk dalam gelombang lawatan-Nya yang lebih besar bersama-sama.

"Mereka ini membantu Daud melawan gerombolan, sebab mereka semua adalah pahlawan-pahlawan yang gagah perkasa dan kepala dalam tentara." (1 Tawarikh 12:21 TB) 

Pahlawan-pahlawan yang gagah perkasa dan kepala dalam tentara yang dahulu mengikuti saul berbalik mengikuti daud karena mereka melihat ada Tuhan ditengah-tengah pasukan daud. Ketika ada Tuhan ditengah-tengah kita, maka Tuhan akan mengirim orang-orang masuk, sehingga setiap kita mesti mulai mengakselerasikan diri.

Amin...

Jurnalist: Untung Bongga Karua.


Jumat, 28 Oktober 2016

MELAYANI DENGAN API TUHAN (PELAYANAN TANPA WAJAH)

TravellerS Phinisi, JKI Holy Glory Church.

(23/10/2016)
Ps. Joseph Hendrik Gomulya.

Hari-hari ini Tuhan sedang membangkitkan sebuah pelayanan dimana orang-orang akan bergerak membawa api Tuhan kepada setiap orang.

"Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci. Para Serafim berdiri di sebelah atas-Nya, masing-masing mempunyai enam sayap; dua sayap dipakai untuk menutupi muka mereka, dua sayap dipakai untuk menutupi kaki mereka dan dua sayap dipakai untuk melayang-layang. Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: “Kudus, kudus, kuduslah Tuhan semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!” Maka bergoyanglah alas ambang pintu disebabkan suara orang yang berseru itu dan rumah itu pun penuhlah dengan asap. Lalu kataku: “Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni Tuhan semesta alam." (Yesaya 6.1-5 TB) 

Akan ada sebuah masa dimana sebelumnya orang-orang mengandalkan kekuatannya sendiri, mengandalkan kemanusiannya dan menggantikan Tuhan, kemudian ada masa ketika dalam pelayanan ketika Tuhan berfirman, itu diperlihatkan melalui malaikat serafim. Ini adalah pelayanan dimana orang betul-betul menginginkan Tuhan untuk datang bertahta. Jenis pelayanan yang bukan hanya sekedar datang untuk melayani Tuhan tetapi mempunyai kerinduan yang besar untuk supaya Tuhan datang bertahta karena ketika Tuhan bertahta, DIA tidak pernah datang dengan tangan kosong. Tahta adalah menggambarkan tentang otoritas, pemerintahan, kekuasaan Tuhan, berkat, Anugerah, dan kasih karunia Tuhan.

Seperti nabi Yesaya yang Tuhan baru menyingkapkan Firman-Nya setelah raja Uzia mati. Karena penglihatan akan firman itu tidak akan pernah Tuhan perlihatkan atau singkapkan sebelum kita mau mematikan keinginan daging didalam hidup kita. Kita mau berkata kita tidak mengandalkan kekuatan manusia kita dalam pelayanan, dalam pekerjaan, dalam usaha dan bisnis dan hal lainnya, tetapi mengandalkan Tuhan. Kita harus bisa mematikan kekuatan manusia kita sehingga roh-Nya hidup didalam kita dan keIlahian-Nya itu muncul dari diri kita dan untuk supaya kita juga tidak menjadi sombong. Ini adalah sebuah level dimana Tuhan ditinggikan dan DIA duduk diatas Tahta yang tinggi. Ketika kita diberi penglihatan melihat Tuhan duduk diatas Tahta yang Mahatinggi, peninggian dari Tuhan akan muncul dari hidup kita yang tidak akan pernah terjadi apabila kedagingan kita belum dimatikan.

Nabi Yesaya diberi penglihatan melihat para serafim memakai enam sayap, dua sayap untuk menutupi muka, dua sayap untuk memutupi kakinya dan dua sayap lagi untuk melayang-layang.

Serafim memiliki arti membawa bara/api Tuhan, karena tidak ada pelayanan dihadapan Tuhan yang suam-suam, tidak ada pelayanan dihadapan Tuhan yang beku dan dingin tetapi yang menjadi kesukaan-Nya adalah pelayanan yang penuh dengan api, seperti Yesus yang berkata apabila pelayanan suam-suam kuku maka kita akan dimuntahkan. Mari pastikan dalam hidup dan pelayanan kita selalu panas dengan api Tuhan sehingga ketika kita merasa dalam pelayanan dan penyembahan sudah merasa dingin, tidak bertemu dan mendengarkan lagi Tuhan berbicara maka pasti ada sesuatu yang salah. Barometernya adalah mungkin dahulu ketika kita memimpin pujian, bermain musik, menari atau pelayanan lainnya Kita bisa merasakan hadirat Tuhan dan Tuhan berbicara kepada kita. Atau ketika dalam penyembahan dan berbahasa roh, Tuhan selalu memberi dan menyingkapkan pengertiannya dan kita selalu mengetahui bagaimana tersungkur dan menyalurkan api Tuhan dan setiap orang yang terberkati oleh pelayanan kita akan bisa melihat api Tuhan dalam hidup kita, tetapi ketika itu hilang maka kita harus bisa mengejar api itu kembali.

Serafim dihadapan Tuhan mereka selalu membawa bara/api Tuhan, sehingga setiap kita harus mengerti dan mengetahui bagaimana caranya melayani Tuhan karena selama ada api dalam setiap pelayanan kita, maka kita akan membakar sekeliling kita. Ketika kita menyembah Tuhan apa yang kita lihat dan rasakan itu yang kita perkatakan. Seperti apa kita melihat Tuhan itu yang kita beritahukan dan orang juga mengalami Tuhan. Tuhan akan selalu memberi kita anugerah demi anugerah sampai dimana level penyembahan kita mau belajar sampai kita melihat seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya karena ketika kemuliaan Tuhan turun tidak ada orang yang bisa bertahan dan hati semua orang akan berbalik kepada Tuhan.

Ketika orang berhadapan dengan kemuliaan Tuhan, mereka akan melihat keadaannya untuk Tuhan ubahkan seperti Yesaya yang Tuhan ubahkan dari seorang yang najis bibir menjadi orang yang bernubuat, dari seorang yang tidak layak menjadi seorang penuai, menjadi seorang nabi yang besar. Bawalah selalu api Tuhan dan biarkan api itu terus menyala dan selalu merasakannya di hidup kita, ketika kita berbicara atau menyampaikan pesan Tuhan ada api Tuhan yang berbicara, begitupun ketika kita dalam penyembahan dalam setiap ketukan dan nadanya ada api Tuhan dan Tuhan akan membawa kita level demi level dalam hal penyembahan.

"Kata Imam Besar: “Benarkah demikian?” Jawab Stefanus: “Hai saudara-saudara dan bapa-bapa, dengarkanlah! Allah yang Mahamulia telah menampakkan diri-Nya kepada bapa leluhur kita Abraham, ketika ia masih di Mesopotamia, sebelum ia menetap di Haran, dan berfirman kepadanya: Keluarlah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan pergilah ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu. Maka keluarlah ia dari negeri orang Kasdim, lalu menetap di Haran. Dan setelah ayahnya meninggal, Allah menyuruh dia pindah dari situ ke tanah ini, tempat kamu diam sekarang; dan di situ Allah tidak memberikan milik pusaka kepadanya, bahkan setapak tanah pun tidak, tetapi Ia berjanji akan memberikan tanah itu kepadanya menjadi kepunyaannya dan kepunyaan keturunannya, walaupun pada waktu itu ia tidak mempunyai anak. Beginilah firman Allah, yaitu bahwa keturunannya akan menjadi pendatang di negeri asing dan bahwa mereka akan diperbudak dan dianiaya empat ratus tahun lamanya. Tetapi bangsa yang akan memperbudak mereka itu akan Kuhukum, firman Allah, dan sesudah itu mereka akan keluar dari situ dan beribadah kepada-Ku di tempat ini." (Kisah Para Rasul 7.1-7 TB) 

Ini adalah kisah pembelaan Stefanus yang sangat luar biasa ketika dirinya dipenuhi Roh Allah, itu menyingkapkan kepada para Imam besar pengertian sebenarnya yang sebelumnya belum pernah dan tidak tertulis bagaimana kisah perjalanan hidup Abraham dengan iman.

Ada sesuatu yang aneh ketika Tuhan menyuruh abraham keluar dari mesopotamia untuk pergi ke tanah kanaan yang dijanjikan kepadanya tetapi ketika sampai dan menginjakkan kakinya disitu Tuhan tidak memberikan milik pusaka kepadanya, setapak dari tanah itu pun tidak diberikan kepadanya karena untuk menduduki tanah itu ada harga yang mesti dibayar dan juga harus sesuai hitung-hitungan Tuhan. Oleh sebab itu kita harus belajar menghitung secara tepat seperti yang  Tuhan inginkan, segala sesuatu ada hitung-hitungannya, kalau kita mengetahui hitungan Tuhan maka kita akan bisa mewarisi. Hari itu abraham mengetahui satu hal bahwa dirinya tidak mempunyai hak legal untuk tanah itu sekalipun tanah itu sudah dijanjikan dan diberikan kepada keturunannya walaupun saat itu dirinya belum mempunyai anak. Sehingga ketika sarah istrinya meninggal, abraham memutuskan menguburkan istrinya disitu dan menolak ketika hendak diberikan secara cuma-cuma dan memilih untuk membayarnya.

Ini yang banyak terjadi dan dialami oleh banyak orang bahkan oleh anak-anak Tuhan sekalipun. Menerima rhema dan janji dari Tuhan tetapi tidak mengetahui bagaimana menjadikan itu daging dalam hidupnya. Seperti Ps Hendrik yang dulu memiliki seorang pendoa yang memiliki kehidupan doa yang luar biasa tetapi merasa hidupnya tidak pernah diberkati oleh Tuhan karena dalam hidupnya tidak pernah membayar harga dan menabur benih yang bisa bertumbuh.

Dalam Roma 4:13 TB Tuhan menjanjikan kepada abraham dan keturunannya untuk memiliki dunia tetapi waktu itu yang ada dalam pemikiran abraham cuma setapak tanah dan ini yang sering terjadi dalam hidup kita. Tuhan ingin mengerjakan hal yang besar tetapi pemikiran kita adalah hal yang kecil, Tuhan ingin mengerjakan hal yang besar tetapi kita selalu melihat kepada apa yang menjadi keinginan menurut kacamata kita, menurut perhitungan dan kekuatan kita sendiri.

Tuhan sebenarnya sudah memperhitungkan bagaimana cara untuk memperbanyak keturunan abraham dengan membawa mereka ke mesir dan disana mereka semakin bertambah banyak dan kuat dan kemudian mereka berangkat ke tanah perjanjian di tanah kanaan secara bersama-sama. Mereka sekarang bisa menduduki tanah itu karena mereka mempunyai hak legal karena moyang mereka abraham telah membeli dan membayarnya dengan lunas yang ditandai dengan adanya kuburan sarah disitu. Jadi ketika melakukan sesuatu, bayarlah harganya karena itu kemudian menjadikan kita mempunyai hak legal. Mari membuat sebuah tanda di hidup kita sehingga ketika Tuhan mempunyai sebuah alasan untuk memberkati, kita mempunyai hak legal atas itu, sehingga iblis tidak bisa lagi menuntut. Sewaktu kita di proses dalam pelayanan, dalam pekerjaan, dalam bisnis, atau ketika kita di proses menjadi hamba Tuhan itu adalah bagian untuk kita dipersiapkan sampai kita memiliki sikap hati yang benar.

Sewaktu gereja ini memberkati dan memberi makan orang lain, kota dan bangsa-bangsa maka itu seperti patok untuk suatu saat nanti gereja ini akan Tuhan bawa menjadi besar dan bergerak dengan pasukan yang sangat banyak dan besar secara bersama-sama. Akan terjadi sebuah transformasi, akan ada pelayanan dimana orang-orangnya tidak ingin lagi kelihatan karena ini tidak lagi berbicara tentang dirinya dengan menutup mata dan kakinya, tetapi semuanya hanya Tuhan saja yang ditinggikan dan diagungkan dan Tuhan yang berTahta atas kota dan bangsa ini. Tuhan akan membukakan begitu banyak pelayanan yang ajaib dimana-dimana, kita akan bisa menyentuh orang-orang yang dulu tidak pernah disentuh, menyentuh orang-orang yang membutuhkan Tuhan, melayani orang-orang yang merasa dirinya tidak layak untuk masuk gereja dan bertemu Tuhan. Sehingga orang-orang akan berbondong-bondong masuk ke rumah Tuhan untuk mengalami Tuhan yang ajaib karena setiap kita melayani dengan api Tuhan dan mengetahui bagaimana menghadirkan Tuhan diatas Tahta.

Jangan pernah takut untuk mempunyai gereja yang besar, menjadi kaya dan diberkati karena itu adalah janji Tuhan kepada setiap kita anak-anak-Nya. Tuhan tidak menjanjikan kita tanah yang sejengkal tetapi seluruh dunia, karena banyak anak-anak-Nya yang merasa bahwa hidupnya akan semakin kudus dan benar ketika tidak punya apa-apa dan berkata bahwa orang kaya itu akan susah masuk kedalam Kerajaan Sorga seperti unta yang masuk kedalam lubang. Mereka melupakan bahwa bagi Tuhan tidak ada yang tidak mungkin karena kita adalah golongan orang kaya yang diberkati yang mempersembahkan itu semuanya kepada Tuhan karena semua itu dari Tuhan dan kekayaan itu tidak ada yang menempel dihidup kita karena hidup kita semuanya milik-Nya.

Mari kita bersungguh-sungguh melayani Tuhan dan jangan pernah memberikan setengah-setengah karena Tuhan sedang ingin melihat adakah kita menghargai setiap pelayanan yang Tuhan berikan karena itu seperti membawa Api Tuhan dan dunia membutuhkannya. Seperti serafim yang membawa api, ketika kita sungguh-sungguh ingin menghadirkan Tuhan, harus selalu ada api di tangan dan hidup kita untuk kita bisa berdiri dihadapan-Nya dengan menutup muka dan kaki kita dan kita diberikan 2 sayap untuk terbang mengikuti kehendak-Nya, irama, keinginan dan percepatan-Nya.

Amin...

Jurnalis: Untung Bongga Karua.


MENGENDALIKAN MAMON

TravellerS Phinisi, JKI Holy Glory Church Malembut.

(24/10/2 016, Dopag)
Ps. Joseph Hendrik Gomulya.

“Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?  Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” (Lukas 16.10-13 TB) 

Setia dalam perkara kecil itu dilihat sewaktu kita bisa setia dalam hal makin atau dalam hal keuangan. Kita mampu berkata bahwa uang itu bukan menjadi tuan atas hidup kita, uang tidak pernah kita letakkan di atas kepala kita tetapi selalu di bawah sehingga kita bisa mengendalikan mamon atau uang tersebut. Kalau dalam hal keuangan saja kita tidak belajar untuk tidak setia, tidak bijaksana dalam menggunakannya, bagaimana kita mau melakukan perkara yang besar?

Untuk melihat hal-hal yang besar terjadi atas hidup kita, maka kita harus bisa mengendalikan mamon dan menjadi tuan atas mamon. Ketika mamon yang menjadi tuan dan mengendalikan hidup kita efeknya akan sangat fatal dan membuat kita bisa jatuh kedalam dosa. Uang bisa menyebabkan pasangan suami-istri menjadi ribut, selingkuh dan sampai bercerai, uang bisa menyebabkan orang gampang tersinggung dan marah, uang bisa menyebabkan orang menghalalkan segala cara untuk menghasilkannya seperti terjerumus dalam hal prostitusi dan terjerat dalam hal korupsi dan banyak hal lainnya.

Kalau dari saat ini kita tidak bisa mengendalikan uang maka kita tidak akan pernah bisa dipercaya Tuhan dengan hal yang besar, karena hal yang besar selalu mengikuti berkat yang besar dan apabila kita tidak siap maka kita tidak bisa mengendalikannya.

Mari setia dalam perkara yang kecil, menjadi bijaksana dalam mengendalikan dan mengatur mamon/uang tersebut. Setia kita memang membutuhkan uang, tetapi jangan membiarkan uang tersebut menjadi mamon atas hidup kita. Ketika uang sudah menjadi mamon itu berarti kita sudah menghamba kepada uang. Uang memang penting dan berharga tetapi kita mau berkata bahwa diatas hidup kita Tuhan lebih dari segalanya karena tujuan hidup dan yang kita kejar hanya Tuhan.

Kerinduan Tuhan adalah ingin mempercayakan kepada setiap kita harta yang sesungguhnya yang adalah perkara yang besar berupa harta Kerajaan Sorga. Ketika Tuhan ingin mempercayakan di hidup kita akan harta atau perkara yang besar yang "unlimited" tanpa batas, kita harus bisa setia kepada perkara yang kecil. Jadi untuk jatah besar yang Tuhan ingin berikan kepada setiap kita anak-anak-Nya, ujiannya adalah setia dalam perkara yang kecil sewaktu Tuhan mempercayakan harta orang lain yang bisa sangat banyak jenisnya, bisa berupa keuangan, bisa berupa barang, bisa juga berupa pekerjaan dan juga bisa berupa pelayanan.

Mari mendidik anak-anak kita sejak dini untuk belajar dengan bijaksana bagaimana mengendalikan dan mengatur uang, mengajarkan bagaimana mengatur pengeluaran dan tidak menggunakan uang dengan boros dan hanya menggunakan seperlunya saja.
I
Hari-hari ini mungkin keuangan Anda belum baik mungkin salah satu faktor yang menjadi penyebabnya ialah kita tidak bijaksana dalam mengendalikan dan mengatur uang. Mari kita belajar mengendalikan dan mengaturnya serta belajar untuk mengikuti keinginan Tuhan. Dibeberapa tempat sangat banyak anak-anak Tuhan secara tidak sadar menjadikan mamon sebagai Tuhannya karena melihat sebuah keberhasilan itu dari uang dan kemudian hatinya hanya menginginkan itu dengan menghalalkan  segala cara yang tidak memberkati kehidupan orang dan akhirnya kemudian jatuh.

Mari menangkap ini dengan baik dan terapkan dalam kehidupan kita dengan mulai belajar mengatur dan mengendalikan keuangan dengan baik dan bijaksana seperti yang Tuhan inginkan.

Amin...

Jurnalistik: Untung Bongga Karua.


MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama)

  MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama) Sabtu, 04 Februari 2023 Ps Joseph Hendrik Gomulya           Sejak awal manusia diciptakan Allah ...