Rabu, 23 November 2016
(Kita Semua Adalah Mempelai Tuhan Yesus Kristus)
Didalam nama Bapa Anak dan Roh kudus ..DIHADAPAN TAHTA KEMULIAAN dan KASIH KARUNIANYA; YANG MENGENAL NAMA KAMI PARA MEMPELAINYA .
Dengan Ini kami para mempelainya mendeklarasikan ::::
1). Kami MERENDAHKAN DIRI DAN BERDOA mohon belas kasihan dan pengampunan atas segala dosa dan kesalahan pemberontakan bangsa dan negara kami indonesia.
2). Kami mohon demi kasih karunia Tuhan Tongkat perkenanan Tuhan diulurkan atas indonesia sehingga ada tembok perlindungan atas indonesia NKRI tetap jaya.
3). Indonesia dilepaskan dari segala malapetaka huru hara dan bencana-bencanan alam, TIDAK ADA tsunami tidak ada badai buting beliung tidak ada banjir besar menimpa indonesia, Tidak ada perpecahan, tidak ada pemberontakan, tidak ada ketidak puasan. NKRI tetap utuh dan kesatuan seluruh indonesia terjadi.
4). Tujuh tiang hikmat 7 roh Allah dan 9 buah roh menguasai para pemimpin bangsa indonesia untuk tetap hidup dalam kebenaran dan keadilan. Menjunjung Pancasila dan UUD 45. Semua hukum dan undang-undang negara Indonesia tunduk kepada Hukum Kerajaan Sorga, semua yang menentang akan dibatalkan. Habis dan lenyap seperti debu.
5). Indonesia telah ditebus dengan DARAH YANG MAHAL DAN SETIAP JENGKAL TANAH DI INDONESIA TELAH DIJALANI DAN DIPATOK SECARA SAH.
6). Shalom Tuhan, Roh sukacita, Roh kesatuan, Roh cinta tanah air melanda seluruh penduduk pulau-pulau di indonesia setiap kota dan propinsi di indonesia.
7). Masa keamanan, masa kejayaan masa kelimpahan, masa penuaian jasmani dan rohani. FROM BEGINNING TO FINISH MEMASUKI MASA GLORIOUS TIME terjadi buat indonesia masa KEMULIAAN SORGA MENYENTUH BUMI
DALAM NAMA Tuhan yesus kristus. Tuhan dan raja kami JADI...
Amin... Amin... Amin... Amin... Amin... Amin... Amin...
"I am not what the devil and world say about me, but I was G-D says, and I will go into in the end-time destiny for my life."
Minggu, 20 November 2016
DEKLARASI MEMPELAI KRISTUS DALAM RANGKA DOA MERENDAHKAN DIRI
DEKLARASI PASUKAN TUHAN - DOA MERENDAHKAN HATI
Rabu, 23 November 2016.
Di dalam Nama TUHAN YESUS KRISTUS, di hadapan tahta kasih karunia BAPA, kami pasukan-Nya mendeklarasikan:
1. Kami merendahkan diri, berdoa memohon belas kasihan Tuhan bagi Indonesia. Tembok perlindungan, Shalom dan perkenanan-Nya atas Indonesia.
2. Semua ilah lain dihabiskan dan semua perjanjian yang bukan dari Tuhan dibatalkan. Semua rencana orang fasik dibatalkan. NKRI tetap utuh bersatu. Tidak ada kabar celaka karena pintu gerbangnya selamat dan temboknya pujian.
3. Kami angkat semua perjanjian Tuhan atas bangsa kami menahan dan menyingkirkan 4 kuda dan penunggangnya, antiKris dan semua pasukannya.
4. Tuhan adalah matahari dan perisai yang menerangi bangsa kami. Indonesia aman dan sejahtera.
5. Tujuh Roh Allah atas bangsa kami. Kerajaan-Nya dimanifestasikan, orang-orang pilihan-Nya memerintah.
6. Indonesia adalah biji mata-Nya dan umat kesayangan-Nya, milik pusaka-Nya. Siapa yang menjamah orang pilihan-Nya segera habis seperti debu.
7. Indonesia masuk Glorious Time: Masa kesempurnaan, sorga menyentuh bumi terjadi. Indonesia penuh kemuliaan Tuhan!
Semua karena anugerahNya. Amin... Amin... Amin... Amin... Amin... Amin... Amin
BERTANYA PADA TUHAN (Bagian ke-2)
TravellerS Phinisi, Holy Glory Church (HGC)
Ps. Joseph Hendrik Gomulya.
Ini adalah suatu hal yang sangat penting dimana BERTANYA KEPADA TUHAN adalah bagian dari hubungan intim kita dengan Tuhan yang didasari oleh pengenalan dari hubungan berkomunikasi dengan Tuhan, hubungan dari hati ke hati dengan Tuhan dalam setiap sendi kehidupan kita.
Seperti minggu lalu sudah dijelaskan bahwa alasan kenapa kita mesti BERTANYA KEPADA TUHAN adalah untuk supaya kita bisa berjalan dan melangkah dalam ketepatan karena hanya Tuhan yang mengetahui yang tepat. Rancangan manusia itu seperti langit dan bumi apabila dibandingkan dengan segala rancangan manusia, sehingga sangat perlu untuk belajar dan memiliki pengenalan akan Tuhan lebih lagi. Ibaratnya seperti sebuah kursi dimana sebenarnya hanya orang yang membuat kursi yang paling mengetahui bagaimana fungsi atau penggunaan kursi, orang yang tidak mengetahui bagaimana fungsi dan penggunanan kursi yang sebenarnya maka kursi bisa dijadikan meja atau tempat untuk memanjat yang sebenarnya tidak salah tetapi penggunaannya yang tidak tepat.
Miliki hubungan yang intim dengan Tuhan melalui hubungan komunikasi secara terus menerus dengan selalu bertanya secara detail kepada-Nya sehingga kita bisa mengetahui apa yang di inginkan dan di kehendaki-Nya atas pekerjaan, bisnis, keluarga atau apapun dalam hidup kita. Seperti hubungan suami - istri yang perlu terus menerus membangun hubungan komunikasi untuk lebih lagi mengenal satu sama lain tanpa pernah berhenti dimana terkadang dalam hubungan suami - istri ketika ingin melakukan sesuatu memiliki perbedaan pendapat yang sangat bertolak belakang walaupun niat keduanya memang baik, tetapi Firman Tuhan berkata bahwa pasangan suami - istri harus bisa sepakat ketika memutuskan dan melakukan sesuatu sehingga ketika untuk suatu keadaan tertentu ketika keputusan harus diambil seorang istri harus bisa mengijinkan suaminya untuk mengambil keputusan, taat kepada Firman Tuhan dalam (Efesus 5:22 TB) "Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan"
Demikian pula kita dengan Tuhan, kita sebenarnya bisa saja berjalan sendiri tanpa tuntunan Tuhan tetapi ketika mengalami banyak tantangan, kerugian dan kesalahan maka kita harus membayar dan menanggungnya sendiri. Tetapi oleh karena anugerah-Nya yang besar ketika kita berbalik Tuhan akan mengajar dan membimbing kita untuk berjalan dalam ketapatan seirama dengan apa yang diinginkan-Nya.
"Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu." (Yohanes 14:16-17 TB)
Tuhan menjanjikan dan memberikan kita Roh Kudus yang adalah pribadi yang selalu berada disamping kita walaupun tidak kelihatan yang tinggal didalam kita untuk menjadi penghibur, penolong, pembela yang selalu menyertai kita setiap saat. Dalam bahasa Yunani disebut dengan dengan Parakletos παράκλητος, adalah suatu istilah yang berasal dari kata bahasa Yunani Koine παράκλητος berarti 'pembela' atau 'penolong' yang selalu berada disamping kita. Oleh karena pribadi ini tidak kelihatan maka seringkali kita melupakan pribadi Roh Kudus ini yang selalu berada disamping kita setiap saat. Sebelum kita melihat lanjutan contoh dari kuasa bertanya kepada Tuhan didalam Alkitab, mari kita melihat arti dan fungsi Roh Kudus sebagai Parakletos παράκλητος :
1). Roh Kudus adalah konselor atau penasehat yang ajaib. Disaat anda bingung dengan masalah dan keadaan yang rumit yang sepertinya tidak ada jalan keluar dan sepertinya tidak bisa terselesaikan, maka Roh Kudus yang akan memberi anda nasehat apa yang mesti anda lakukan dan menemukan jalan keluarnya.
2). Roh Kudus adalah asisten, artinya Roh Kudus membantu anda dalam segala pekerjaan. Mungkin ada pekerjaan yang anda tidak mampu atau sanggup kerjakan maka Roh Kudus yang akan membantu anda dalam bekerja.
3). Roh Kudus adalah advokat atau pengacara. Jadi sewaktu iblis menuntut anda mana Roh Kudus yang akan naik kepada BAPA dan menjadi pengacara dan pembela bagi anda.
Dari ketiga arti dan fungsi Roh Kudus sebagai Parakletos παράκλητος diatas bisa terlihat sangat pentingnya didalam segala keadaan untuk kita selalu mengarahkan hati sepenuhnya kepada Tuhan.
Minggu lalu sudah dijelaskan 2 contoh bagaimana bertanya kepada Tuhan untuk bisa melihat makna, kekuatan, dan kuasa dari BERTANYA KEPADA TUHAN. Berikut adalah 3 contoh lainnya yang akan sangat memberkati hidup setiap kita.
3). "Diberitahukanlah kepada Daud, begini: “Ketahuilah, orang Filistin berperang melawan kota Kehila dan menjarah tempat-tempat pengirikan.” Lalu bertanyalah Daud kepada Tuhan : “Apakah aku akan pergi mengalahkan orang Filistin itu?” Jawab Tuhan kepada Daud: “Pergilah, kalahkanlah orang Filistin itu dan selamatkanlah Kehila.” Tetapi orang-orang Daud berkata kepadanya: “Ingatlah, sedangkan di sini di Yehuda kita sudah dalam ketakutan, apalagi kalau kita pergi ke Kehila, melawan barisan perang orang Filistin.” Lalu bertanya pulalah Daud kepada Tuhan , maka Tuhan menjawab dia, firman-Nya: “Bersiaplah, pergilah ke Kehila, sebab Aku akan menyerahkan orang Filistin itu ke dalam tanganmu.” Kemudian pergilah Daud dengan orang-orangnya ke Kehila; ia berperang melawan orang Filistin itu, dihalaunya ternak mereka dan ditimbulkannya kekalahan besar di antara mereka. Demikianlah Daud menyelamatkan penduduk Kehila. Ketika Abyatar bin Ahimelekh melarikan diri kepada Daud ke Kehila, ia turun dengan membawa efod di tangannya. Kepada Saul diberitahukan, bahwa Daud telah masuk Kehila. Lalu berkatalah Saul: “Allah telah menyerahkan dia ke dalam tanganku, sebab dengan masuk ke dalam kota yang berpintu dan berpalang ia telah mengurung dirinya.” Maka Saul memanggil seluruh rakyat pergi berperang ke Kehila dan mengepung Daud dengan orang-orangnya. Ketika diketahui Daud, bahwa Saul berniat jahat terhadap dia, berkatalah ia kepada imam Abyatar: “Bawalah efod itu ke mari.” Berkatalah Daud: “ Tuhan , Allah Israel, hamba-Mu ini telah mendengar kabar pasti, bahwa Saul berikhtiar untuk datang ke Kehila dan memusnahkan kota ini oleh karena aku. Akan diserahkan oleh warga-warga kota Kehila itukah aku ke dalam tangannya? Akan datangkah Saul seperti yang telah didengar oleh hamba-Mu ini? Tuhan , Allah Israel, beritahukanlah kiranya kepada hamba-Mu ini.” Jawab Tuhan : “Ia akan datang.” Kemudian bertanyalah Daud: “Akan diserahkan oleh warga-warga kota Kehila itukah aku dengan orang-orangku ke dalam tangan Saul?” Firman Tuhan : “Akan mereka serahkan.” (1 Samuel 23:1-11 TB)
(1 Samuel 30:1-25 TB)
Orang-orang Kehila sangat berutang budi kepada Daud yang telah menyelamatkan dan membebaskan mereka dari orang-orang Filistin. Di lain pihak Daud justru juga sedang dikejar-kejar oleh Saul yang sangat membenci dan ingin membunuhnya sehingga ketika mengetahui bahwa Daud sedang berada di Kehila maka kemudian langsung memutuskan untuk berangkat berperang dan mengepung Daud di Kehila. Ketika Daud mendengar dan mengetahui akan hal ini apabila mengikuti pola pikir dan perasaannya sebagai manusia Daud sebenarnya bisa saja memutuskan untuk berharap dan berlindung kepada orang-orang Kehila yang sudah di selamatkan dan di bebaskannya. Tetapi Daud kemudian mengambil baju efod dan memakainya yang oleh karena keintiman nya dengan Tuhan dia mengetahui panggilannya bukan hanya seorang raja tetapi juga seorang imam untuk bisa masuk ke dalam Ruang Maha Kudus untuk bertanya dan meminta petunjuk Tuhan apa yang mesti dilakukannya dan tidak bergantung kepada manusia.
Jadi setiap kali ketika ingin melakukan sesuatu jangan pernah memutuskan untuk berjalan menurut pikiran, pengalaman dan perasaan manusia anda yang bisa keliru dan salah. Belajarlah dari Daud ketika setiap kali ingin melakukan sesuatu atau melakukan pekerjaan Tuhan, setiap keputusan yang di ambil anda selalu pertimbangkan dan bertanya kepada Tuhan secara detail dan bahkan untuk hal yang sebenarnya tidak mungkin terjadi karena anda percaya bahwa hanya Tuhan yang mengetahui segala sesuatu dengan tepat untuk bisa menyelesaikan setiap tantangan dan masalah yang di hadapi dan tentunya menyenangkan hati Tuhan. Jangan pernah ragu-ragu mengambil keputusan mengikuti apa yang Tuhan katakan dan inginkan dan melangkah dengan iman percaya sampai kemudian nanti anda akan mengerti sendiri kenapa dan mengapa Tuhan menginginkan anda melakukan hal tersebut.
Apabila kita mengondisikan seandainya Daud tidak bertanya kepada Tuhan dan memutuskan untuk berlindung kepada orang Kehila tetapi kemudian orang Kehila menyerahkan nya kepada Saul maka pasti akan timbul kemarahan dari Daud kepada Tuhan. Ini yang sering terjadi di dalam kehidupan kita ketika mengalami banyak kegagalan dan kemudian menyalahkan Tuhan. Kita sudah berbuat baik kepada orang lain karena Tuhan yang menyuruh tetapi kemudian kita bergantung kepada orang itu tanpa pernah bertanya kepada Tuhan. Mari belajar bertanya kepada Tuhan dan melangkah dengan iman percaya dengan memakai baju efod yang kita miliki karena setiap kita adalah imamat yang rajani yang membuat kita bisa masuk ke dalam ruang Maha Kudus Tuhan dengan darah Anak Domba yang ada ditangan kita oleh karena Darah Kristus. Ketika kita menyembah dan memuji Tuhan kemudian bertanya sendiri kepada Tuhan tanpa perlu lagi bergantung kepada pendeta atau hamba Tuhan karema Tuhan sangat menginginkan setiap kita untuk belajar bergaul dan bergantung kepada-Nya serta selalu mengutamakan Tuhan diatas segalanya dengan cara selalu bertanya kepada-Nya yang membuat kita bisa berjalan dan melangkah dalam ketepatan dan perkenanan-Nya ada atas hidup kita.
Sangat banyak orang yang terperangkap dan kalah karena dalam hidupnya tidak bergantung dan bertanya kepada Tuhan. Tuhan memberikan kita pikiran dan pendidikan yang tinggi tetapi logika dan perasaan kita sangat terbatas karena yang mengetahui segala sesuatu dengan tepat hanya Tuhan. Jadi jangan bekerja dan melakukan segala sesuatu hanya berdasarkan kepintaran dan pengalaman kita yang terbatas tetapi selalu bertanya kepada Tuhan yang adalah sumber dari segala hikmat dan yang mengetahui setiap langkah dalam hidup kita.
4). "Kemudian bertanyalah Daud kepada Tuhan , katanya: “Haruskah aku mengejar gerombolan itu? Akan dapatkah mereka kususul?” Dan Ia berfirman kepadanya: “Kejarlah, sebab sesungguhnya, engkau akan dapat menyusul mereka dan melepaskan para tawanan" (1 Samuel 30:8 TB)
Setelah Daud sampai di Ziklag setelah mengalami dan memenangkan peperangan yang besar, Daud mendapatkan seluruh rakyat termasuk anak, istri dan seluruh keluarganya justru ditawan dan dibawa pergi oleh orang-orang Amalek. Secara logika Daud sebetulnya tidak perlu lagi bertanya kepada Tuhan tetapi langsung mengejar dan menyusul orang-orang Amalek yang menawan rakyat, anak, istri dan keluarganya apalagi pasukan yang bersama Daud yang keluarganya ikut ditawan dan dibawa pergi oleh orang Amalek menjadi marah dan hendak membunuh Daud dengan melemparinya dengan batu. Tetapi Daud tetap mampu menahan diri dan menguatkan kepercayaanya untuk bertanya kepada Tuhan apa yang mesti dilakukannya walaupun saat itu Daud juga sebenarnya sedang sedih.
Ketika kita datang menyembah Tuhan dan bertanya kepada-Nya apa yang mesti kita lakukan atas segala persoalan yang kita alami, Tuhan pasti akan berbicara terus menerus sampai kita mengerti dengan mengingatkan kita melalui setiap Firman-Nya sampai kita merasakan ada damai sejahtera di hati dengan kepekaan yang kita miliki. Kepekaan itu seperti Tuhan memberikan laki-laki seorang penolong yaitu seorang wanita yang dijadikan istri. Pilihannya sekarang adalah apakah anda mau menghargai penolong itu dengan selalu mengajaknya berbicara, berkomunikasi dan berdiskusi atas segala hal dalam keluarga atau tidak. Keputusan berada di tangan anda sebagai seorang laki-laki dan kepala rumah tangga ketika anda diberi seorang penolong akan sangat bijaksana apabila anda bertanya kepada istri anda sebagai penolong dan mempertimbangkannya. Demikian juga hal nya dengan Tuhan yang selalu berada disamping anda seperti 3 hal tadi yang dijelaskan dimana Tuhan memberikan Roh Kudus sebagai penasehat, penolong dan pembela. Roh Kudus menjadi penolong dalam segala hal tetapi apakah kita mengetahui, melakukan dan mengandalkan Roh Kudus seperti percuma mengambil dan menyewa seorang advokat atau pengacara tetapi tidak pernah bertanya apa nasehat dan pandangannya.
Pertanyaan yang Daud utarakan kepada Tuhan seperti pertanyaan yang bodoh tetapi justru ini yang Tuhan sukai dari seorang Daud yang memiliki kesadaran dalam dirinya untuk selalu bergantung kepada Tuhan sehingga Daud selalu mendapatkan jaminan dari Tuhan dalam peperangan atau apapun yang dilakukannya menghasilkan kemenangan dan hal yang besar. Terkadang Tuhan belum bisa memberkati kita seperti yang diinginkannya karena terkadang hati kita tidak mau belajar untuk bisa bertanya kepada pemimpin atau siapapun otoritas yang Tuhan percayakan dalam hidup kita.
Dari bertanya kepada Tuhan Daud pulang membawa kemenangan yang besar, membawa semua yang dulu hilang dab diambil oleh orang-orang Amalek bahkan pulang membawa jarahan yang besar. Sejak hari itu Daud merubah cara dia berperang dengan tidak lagi membawa seluruh pasukannya tetapi meninggalkan sebagian pasukannya untuk berjaga tetapi mereka semua sama-sama mendapatkan berkat dan jarahan yang sama. Begitu pula ketika anda salah dalam melakukan sesuatu tetaplah bertanya kepada Tuhan sampai Tuhan berbicara dan memberikan petunjuk dan jalan keluarnya. Dari kekalahan atau kerugian yang awalnya anda alami ketika anda bertanya kepada Tuhan anda bahkan mendapatkan hikmat dan pengertian yang baru serta jarahan yang lebih besar.
5). "Lalu orang-orang Israel mengambil bekal orang-orang itu, tetapi tidak meminta keputusan Tuhan . Maka Yosua mengadakan persahabatan dengan mereka dan mengikat perjanjian dengan mereka, bahwa ia akan membiarkan mereka hidup; dan para pemimpin umat itu bersumpah kepada mereka. Tetapi setelah lewat tiga hari, sesudah orang Israel mengikat perjanjian dengan orang-orang itu, terdengarlah oleh mereka, bahwa orang-orang itu tinggal dekat mereka, bahkan diam di tengah-tengah mereka." (Yosua 9:14-16 TB)
Bangsa Israel di bawah pimpinan Yosua yang selalu memenangkan peperangan dimanapun membuat orang-orang Gibeon menjadi takut sehingga kemudian datang meminta tolong, berlindung dan meminta jaminan dari Yosua dan bangsa Israel supaya mereka tidak ikut dibinasakan dengan mengikat perjanjian dan menjadi saudara. Sesuatu yang kedengarannya memang baik karena orang-orang Gibeon datang dengan maksud baik hanya untuk supaya mereka tidak dibinasakan, tetapi Yosua dan bangsa Israel mengikat perjanjian itu tanpa bertanya dan meminta keputusan dari Tuhan. Mengikat sebuah perjanjian itu memiliki konsekuensi yang besar apabila perjanjian itu dilanggar dan dari cela inilah biasanya iblis biasanya masuk menyerang yang menyebabkan kejatuhan dan kerugian.
Mari kita melihat konsekuensi yang harus dialami oleh bangsa Israel sebagai akibat mengikat perjanjian dengan orang-orang Gibeon tanpa bertanya kepada Tuhan.
"Dalam zaman Daud terjadilah kelaparan selama tiga tahun berturut-turut, lalu Daud pergi menanyakan petunjuk Tuhan . Berfirmanlah Tuhan : “Pada Saul dan keluarganya melekat hutang darah, karena ia telah membunuh orang-orang Gibeon.” (2 Samuel 21:1 TB)
Saul tidak mengetahui perjanjian yang pernah dibuat antara Yosua dan Bangsa Israel dengan orang-orang Gibeon. Ketika Saul membunuh orang-orang Gibeon Saul harus membayarnya dengan ketujuh anaknya harus mati kemudian perjanjian itu baru bisa dibatalkan.
Dalam poin yang ke-5 ini apabila anda tidak pernah bertanya kepada Tuhan, iblis sebagai musuh seringkali membuat jebakan yang membuat kita terjebak dalam jebakannya dan Daud menyadari ini sehingga dia bertanya kepada Tuhan yang sekaligus juga menghindarkannya dari jebakan iblis. Tanpa bertanya kepada Tuhan seringkali kita menelan begitu banyak hal-hal yang berbahaya yang dunia tawarkan, terkadang kita sudah bertanya kepada Tuhan tetapi kita juga tidak percaya dan tidak melakukan apa yang Tuhan inginkan. Dalam pelayanan ada orang yang melayani memiliki urapan Tuhan sedangkan yang lainnya tidak, begitu pula dalam bisnis dan pekerjaan ada orang yang memiliki urapan dalam setiap pekerjaan dan bisnisnya sedangkan yang lainnya tidak padahal mereka melakukan hal yang sama. Kuncinya adalah BERTANYA KEPADA TUHAN dan melakukan dengan percaya dan ketaatan apa yang Tuhan katakan dan inginkan. Pelayananan apapun yang Tuhan percayakan jangan pernah melakukannya dengan kebiasaan tetapi selalu BERTANYA KEPADA TUHAN secara detail maka anda akan menerima pengurapan dimana ROH KUDUS adalah kunci untuk kita berjalan dalam pengurapan Tuhan.
Amin...
Jurnalis: Untung Bongga Karua.
Minggu, 13 November 2016
PERJUMPAAN DI GALILEA
TravellerS Phinisi, Holy Glory Church (HGC).
(04/11/2016, Ibadah Lawatan)
Ps. Joseph Hendrik Gomulya.
Sewaktu Maria Magdalena menjumpai kuburan Yesus yang kosong karena IA sudah bangkit, Makaikat Tuhan berkata kepadanya dan menyampaikan pesan kepada murid-murid Yesus yang lainnya untuk menjumpai-Nya di Galilea seperti apa yang dahulu Yesus pernah katakan sebelumnya (Matius 28:7 TB, Markus 16:7 TB, Lukas 24:6 TB). Galilea artinya lingkaran, Galilea juga berarti alat musik kuno yang dimainkan kembali, jadi Galilea artinya Tuhan mengelilingi hidup setiap kita. Sewaktu anda jatuh dan gagal Tuhan akan menjumpai anda di Galilea, sewaktu anda terpuruk, Tuhan akan menjumpai dan membangkitkan anda kembali karena DIA mempunyai kuasa untuk membangkitkan, sewaktu hidup anda berada di tempat yang paling terbawah, di Galilea adalah tempat pemulihan bagi anda, tempat dimana Tuhan akan kembali menjumpai anda.
Perjumpaan murid-murid dengan Yesus kembali setelah kebangkitan-Nya sama persis seperti ketika mereka bertemu pertama kali dengan-Nya dalam keadaan yang sama di saat mereka sedang menangkap ikan dan tidak mendapatkan apa-apa, jadi siklusnya seperti sebuah lingkaran. Tuhan tidak pernah berhenti untuk untuk mengasihi kita sampai DIA melihat perubahan dalam hidup kita dan terus membawa kita sampai kepada DESTINY yang telah DIA tetapkan, itulah lingkaran kasih Tuhan yang sempurna atas hidup setiap kita.
Sewaktu hidup anda terpuruk jangan pernah merasa bahwa anda sudah tidak bisa lagi untuk mempunyai pengharapan. Seperti murid-murid yang begitu membanggakan Yesus karena mereka telah melihat mujizat dan kuasa yang Yesus telah buat yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. Inilah yang membuat mereka sangat mengharapkan Yesus yang akan menjadi raja atas bangsa Israel. Semua impian, keinginan dan kerinduan murid-murid kemudian tiba-tiba hilang ketika mereka melihat Yesus disalibkan dan mati diatas kayu salib. Tetapi Firman-Nya berkata bahwa setelah kebangkitan-Nya, DIA akan menunggu mereka di Galilea. Apa yang terjadi di Galilea?
(Yohanes 21:1-14 TB)
Ada beberapa poin yang penting atau berkat dari perjumpaan dengan Tuhan di Galilea:
1). Tuhan tidak menginginkan murid-murid-Nya terus menjadi anak-anak.
Kata Yesus kepada mereka: “Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?” Jawab mereka: “Tidak ada.” (Yohanes.21:5a TB)
Yesus memanggil murid-murid-Nya dengan anak-anak “Hai anak-anak”. Jadi poin yang pertama adalah Tuhan tidak menginginkan untuk murid-murid-Nya terus menjadi anak-anak dalam rohani atau tidak dewasa. Apabila anda mempunyai kerinduan untuk hidup anda dipakai oleh Tuhan maka Tuhan akan membuat anda bertumbuh, apabila anda rindu untuk dipakai oleh Tuhan dan menerima banyak berkat dalam hidup anda maka anda harus bertumbuh dalam kedewasaan rohani.
Kata anak-anak ini memang menggambarkan bahwa Tuhan memanggil mereka itu seperti anak-anak. Sewaktu mereka dipanggil “Hai anak-anak” itu berbicara tentang orang yang masih memiliki sifat kekanak-kanakan, karakter mereka masih kekanak-kanakan. Orang yang masih memiliki karakter kekanak-kanakan tidak akan pernah bisa dibawa kemana-mana dan tidak akan pernah mendapatkan apa-apa.
Ini yang banyak dialami oleh anak-anak Tuhan yang bahkan sudah lama terlibat dalam pelayanan seperti juga murid-murid yang sudah lama mengikuti Yesus tetapi kerohaniannya masih seperti kanak-kanak. Banyak anak-anak Tuhan yang mundur dari pelayanan ketika hanya ada permasalahan sedikit, seringkali gampang tersinggung apabila harga dirinya disentuh bahkan ada yang sampai meninggalkan Tuhan Yesus yang sangat mengasihi hidupnya karena masih memiliki sifat kekanak-kanakan.
“Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring” -- maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata." (Amsal 6:10-11 TB)
Tidak ada sesuatu pun yang bisa dihasilkan oleh seorang yang masih memiliki sifat kekanak-kanakan, seorang yang masih memiliki sifat kekanak-kanakan tidak akan bisa menghasilkan sesuatu, seorang yang masih memiliki sifat kekanak-kanakan tidak bisa dipercaya, hanya seorang yang memiliki kedewasaan yang bisa dipercayakan sesuatu. Kemalangan adalah contoh dan gambaran dari sifat kekanak-kanakan. Tuhan ingin mempercayakan hal yang besar tetapi sekaligus juga dengan karakter yang dewasa karena apabila hal yang besar dipercayakan kepada seorang yang masih kekanak-kanakan maka dia akan merusaknya.
Kedewasaan seseorang dilihat daripada caranya menghargai perkara-perkara yang rohani. Ketika seseorang bisa menghargai perkara yang rohani maka yang jasmani juga dia hargai, apa yang Tuhan percayakan atas hidupnya dilakukan dengan sungguh-sungguh. Jadi apabila anda masih dalam bangku sekolah atau kuliah, sekolah dan kuliahlah dengan sungguh-sungguh dan mendapatkan nilai yang terbaik, apabila anda sudah bekerja, bekerjalah dengan sungguh-sungguh karena anda mempunyai kedewasaan.
PERJUMPAAN DI GALILEA seharusnya bisa membuat murid-murid berhenti dari sifat kekanak-kanakan dan kemudian menjadi dewasa yang dapat terlihat dari sikap hati, cara mereka meresponi sesuatu, cara berpikir dan bertanggung jawab atas tanggung jawab yang mereka ambil dan kedewasaan ini harus terus-menerus bertumbuh.
Ketika kemarin murid-murid begitu terpuruk dan mau meninggalkan Tuhan karena mereka sudah tidak mempunyai pengharapan lagi karena Yesus yang selama ini mereka sembah sudah mati. Sewaktu Yesus bangkit dan berkata akan menjumpai mereka di Galilea melalui Maria Magdalena, walaupun sebenarnya mereka tidak percaya tetapi mereka tetap menantikan. Jadi apakah Tuhan biasa melihat perubahan dari arah hidup dan pelayanan serta seluruh yang kita lakukan tidak lain hanya kepada Tuhan. Seperti ditempat yang biasanya murid-murid menjala ikan, ditempat dimana mereka selalu mengalami kegagalan disitu Tuhan justru menjumpai mereka.
2). Tuhan ingin bersama-sama dengan kita untuk melayani.
"..... adakah kamu mempunyai lauk-pauk?” Jawab mereka: “Tidak ada.” (Yohanes 21:5b TB)
Apakah Yesus tidak mempunyai lauk pauk sehingga DIA meminta lauk pauk? Apabila anda membaca di ayat 9 bahkan sebelum murid-murld sampai ke darat ikan dan roti sudah tersedia.
"Ketika mereka tiba di darat, mereka melihat api arang dan di atasnya ikan dan roti." (Yohanes 21:9 TB)
Tuhan sudah menyediakan lauk pauk berupa ikan dan roti tetapi kenapa Yesus masih meminta lauk pauk kepada murid-murid-Nya?
Ini yang harus bisa dipahami dimana Tuhan sangat menginginkan dan memberikan tawaran kepada setiap kita untuk melayani bersama-sama dengan DIA. Ketika anda memberikan persembahan berbeda dengan anda memberi bersama-sama dengan Tuhan. Ketika anda memberikan persembahan itu anda lakukan dari diri anda tetapi ketika anda memberi bersama-sama dengan Tuhan anda melakukannya karena mengikuti perintah Tuhan, melakukannya karena anda mengetahui bahwa Tuhan yang menyuruh anda.
Ketika Tuhan bertanya apakah murid-murid mempunyai lauk-pauk itu bukan berarti Tuhan sedang meminta atau Tuhan tidak punya. Ini yang seringkali terjadi ketika mendengar Tuhan berbicara untuk memberikan persembahan atau menabur, kemudian berkata bahwa masih mempunyai banyak kebutuhan yang harus dipenuhi bahkan ada yang berkata bahwa gereja kan punya banyak uang atau berkata bahwa persembahan atau taburan yang akan diberikan tidak seberapa dengan apa yang dibutuhkan yang membuat anda berhenti melakukan itu. Orang seringkali berpikir bahwa seakan-akan Tuhan meminta karena Tuhan berkekurangan.
Mari memahami bahwa ketika Tuhan meminta sesuatu bukan berarti Tuhan berkekurangan tetapi DIA menginginkan bersama-sama dengan kita untuk duduk sehidangan dengan-Nya menikmati semua yang Tuhan miliki, yang DIA sediakan dalam hidup kita. Ini adalah sebuah rahasia bahwa Tuhan menginginkan kita tinggal dan makan bersama-sama dirumah Tuhan.
Dalam adat orang Yahudi ketika seorang diundang atau diajak untuk makan bersama-sama mereka juga akan membawa makanan dan minuman tetapi bukan berarti bahwa tuan rumah atau yang mengundang tidak menyiapkan dan menyediakan makanan dan minuman tetapi mereka membawa itu untuk dinikmati sehidangan atau join bersama-sama dalam satu meja.
Ketika anda mengetahui dengan tepat ketika Tuhan meminta sesuatu, Tuhan sedang membawa anda untuk join bersama-sama masuk kedalam pesta sehidangan dengan-Nya, menikmati segala kelimpahan dan berkat-Nya. Bertanyalah kepada Tuhan apa yang menjadi bagian anda, apa yang Tuhan inginkan anda persembahkan karena ketika melakukannya dalam ketepatan seperti yang Tuhan inginkan, itu berarti anda sedang join untuk bersama-sama sehidangan dengan-Nya.
Mari membiasakan hati kita untuk selalu menyahut dan menangkap apa yang Tuhan inginkan bahkan ketika berada dalam serba kekurangan atau justru ketika sedang gagal ketika Tuhan meminta sesuatu "Lauk-pauk itu" kita tetap percaya bahwa didalam keadaan yang berkekurangan kita tetap bisa memberikan itu. Memberi dalam kelimpahan semua orang bisa melakukannya, tetapi bisakah Tuhan melihat anda memberi disaat anda gagal atau hidup dalam kekurangan untuk join sehidangan dengan-Nya.
Ketika anda mengetahui bagaimana menangkap hati Tuhan dan bersama-sama dengan Tuhan menjadi tuan rumah untuk kegerakan-Nya, untuk masuk makan bersama-sama dengan Tuhan, menikmati kelimpahan, menikmati tuaian yang besar, menikmati pergerakan Tuhan atas bangsa ini dan membawa lawatan itu masuk maka anda akan melihat perubahan dalam hidup anda dari yang dahulu hanya bekerja sendiri dan selalu gagal dan berubah menjadi bekerja bersama-sama dengan Tuhan. Ketika diberikan kesempatan untuk memberikan persembahan itu adalah kehormatan dari Tuhan untuk kita menjadi tuan rumah bersama-sama dengan-Nya, Tuhan sedang mengangkat derajat hidup anda.
3). Bekerja bersama Tuhan (mengikuti perintah Tuhan).
,"Maka kata Yesus kepada mereka: “Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh.” Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan." (Yohanes 21:6 TB)
Tuhan berkata kepada murid-murid-Nya untuk menebarkan jala mereka disebelah kanan perahu. Ini bukan sekedar menebarkan jala di sembarang tempat tetapi sebelah kanan adalah sebuah kehormatan, sebelah kanan adalah menangkap atau bekerja dengan pengertian itu sebuah kehormatan karena mengetahui bahwa apa yang dikerjakan adalah perintah dari Tuhan. Untuk bisa mengetahui bagaimana Tuhan berbicara atau untuk mengetahui seperti apa Tuhan bekerja kita harus memiliki kepekaan apa yang Tuhan inginkan yang dibangun dengan pengenalan akan Tuhan yang lebih melalui hubungan yang intim dengan Tuhan
Dari ayat 1 - 6 kita bisa melihat bahwa ada 2 pilihan dalam bekerja.
1). Bekerja dengan cara yang seperti biasa, seperti yang murid-murid lakukan dengan semalaman mencari ikan.
2). Bekerja dengan tuntunan Tuhan. Seperti yang dialami oleh murid-murid yang sudah merasa gagal, putus asa karena hari sudah hampir pagi, mereka sudah berada dipinggir pantai dan kondisi yang sudah lelah tetapi kemudian mendengar ada suara Tuhan untuk menebarkan jala disebelah kanan. Seringkali ketika memakai cara Tuhan selalu ditempat yang kita pikir salah atau waktu yang salah, kita berpikir bahwa tempat yang tepat untuk menangkap ikan ditempat yang dalam bukan di tepi pantai yang dangkal, waktu yang tepat bukan di pagi hari tetapi di tengah malam, tetapi ketika Tuhan yang menyuruh hasilnya ajaib.
Oleh sebab itu sewaktu mengerjakan sesuatu kita harus memastikan apa yang kita kerjakan itu keinginan Tuhan dan kita melakukannya untuk Tuhan. Jangan mengerjakan pelayanan bahkan bisnis anda sekalipun tanpa sebuah keyakinan bahwa Tuhan yang menyuruh anda melakukan atau bekerja di bidang itu, tetapi apabila anda yakin dan mengetahui serta mengerjakannya dengan iman karena Tuhan yang menyuruh maka anda akan melihat hasil yang ajaib.
"Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.” (Yohanes 6:27 TB)
Artinya kita bekerja bukan untuk mencari nafkah melainkan bekerja karena kita mengikuti perintah Tuhan seperti yang diperintahkan-Nya. Jangan bekerja untuk mencari nafkah dan di gaji karena itu membuat kita tidak menerima yang 'unlimited' yang tanpa batas. Ketika bekerja hanya untuk mencari nafkah maka yang anda terima hanya 'limited' yang terbatas yang hanya sekedar gaji saja. Padahal apabila kita bekerja seperti yang Tuhan perintahkan dan inginkan maka kita akan menerima yang 'unlimited' karena Tuhan memiliki sumber yang sangat banyak, tidak terbatas dan sangat banyak cara untuk memberkati kita.
Apabila anda bisa terlepas dari pola pikir yang lama, pola pikir yang membuat iman anda tidak efektif dan bahkan mungkin mati karena dibatasi oleh pola pikir seperti itu. Sangat banyak anak-anak Tuhan yang melayani di gereja tujuan utamanya hanya PK 'Persembahan Kasih' sehingga pergi melakukan pelayanan kesana kemari tanpa menyadari bahwa Tuhan tidak lagi melihat pelayanannya karena motivasinya hanya memburu PK atau ketika terlambat diberi kemudian menjadi marah. Ini adalah gambaran bahwa anda membatasi berkat Tuhan dengan 'Limit' batasan dengan melayani Tuhan seperti itu, pola pikir seperti inilah yang harus diubah.
Begitu pula dalam berbisnis ketika anda berbisnis dan mengerjakannya untuk Tuhan maka anda akan mengerjakannya dengan tanpa batas dan mempersembahkannya untuk Tuhan. Tetapi apabila anda mengerjakannya buat pribadimenjadi ketika bisnis itu sedang down atau jatuh, kerohanian anda juga akan ikutan down atau jatuh. Ketika anda mengerjakannya untuk Tuhan, ketika bisnis itu sedang down atau jatuh anda tetap percaya dan melakukannya dengan sungguh-sungguh karena anda melakukannya untuk Tuhan dan anda percaya akan ada suatu musim dimana anda akan menuai dan masuk dalam masa yang 'unlimited' untuk berkat yang tanpa batas. Kegagalan yang anda alami itu adalah cerminan bahwa mungkin selama ini anda hanya bekerja dengan cara dan kekuatan sendiri, ini waktunya untuk bekerja dengan cara Tuhan dengan hati yang selalu tertuju kepada Tuhan. Ini pun berlaku buat anda yang masih sekolah atau yang masih duduk di bangku kuliah bahkan dalam pelayanan. Sewaktu kita membebaskan pikiran, perasaan dan kehendak kita dan mengikuti apa yang Tuhan perintahkan itu seperti kita sedang mendobrak batasan-batasan dan masuk kedalam dimensi yang 'unlimited', dimensi Tuhan dimana kita bergerak dengan iman, bergerak sesuai dengan apa yang Tuhan perintahkan.
Mari mendobrak cara dan pola pikir kita yang lama dan mulai percaya dengan apa yang Tuhan perintahkan dan mau mengerjakannya dengan sungguh-sungguh karena Tuhan sangat menginginkan kita sehidangan duduk dan makan serta melayani bersama-sama dengan-Nya, Tuhan merindukan gereja dan anak-anak-Nya yang dewasa karena kedewasaan itulah yang membuat kita menerima warisan, pengertian dan kepercayaan yang Tuhan berikan. Mari miliki kedewasaan dengan tidak ada lagi yang mudah untuk marah, tidak ada lagi yang mudah tersinggung dan tidak lagi dengan mudah meninggalkan pelayanan. Mari miliki hati dan kedewasaan dalam merespon yang tepat dalam segala hal
Amen...
Jurnalistik: Untung Bangga Karua.
BERTANYA PADA TUHAN
TravellerS Phinisi, Holy Glory Church (HGC)
(06/11/2016, Sore)
Ps Joseph Hendrik Gomulya.
Untuk dapat menangkap dan menghidupi Firman Tuhan dengan tepat kita harus memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan dengan bantuan pribadi Roh Kudus yang akan mewahyuhkan, menyingkapkan dan menjelaskan setiap Firman-Nya jauh melebihi dari apa yang kita pikirkan dan bayangkan.
"Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu." (Yohanes 14:16-17 TB)
Pribadi dari Roh Kudus ini berada didalam setiap kita yang adalah pribadi yang tidak kelihatan, yang setiap saat dimanapun dan kemanapun kita melangkah akan selalu berada disamping kita menyertai yang dalam bahasa Yunani disebut dengan Parakletos παράκλητος, adalah suatu istilah yang berasal dari kata bahasa Yunani Koine παράκλητος berarti 'pembela' atau 'penolong' yang selalu berada disamping kita yang merujuk kepada pribadi Roh Kudus.
Pada masa perjanjian lama orang-orang harus melakukan perjalanan yang jauh untuk mendatangi nabi yang Tuhan urapi untuk bertanya, untuk mengetahui apa kehendak dan petunjuk Tuhan, apa jalan keluar atau solusi yang Tuhan berikan atas segala permasalahan yang mereka alami. Tetapi saat ini ketika kita membutuhkan petunjuk Tuhan, kita tidak perlu lagi datang kepada orang lain karena DIA sudah berada didalam dan selalu berada disamping kita yang menyertai, menolong, mengajar dan menjadi konselor bagi kita.
Semua penelitian yang dilakukan dan kemudian menghasilkan sesuatu berawal dari sebuah pertanyaan bagaimana itu bisa terjadi atau terbentuk. Seperti Wright bersaudara yang melihat seekor burung yang bisa terbang dan mereka kemudian bertanya dan meneliti apa yang menyebabkannya bisa terbang untuk suatu saat manusia juga bisa terbang sampai kemudian mereka menemukan yang saat ini kita kenal dengan pesawat terbang. Begitu pula dengan penemuan lampu listrik oleh Thomas A Edison yang terilhami dari sebuah peristiwa ketika terjadi kilatan petir di malam hari yang menyebabkan terang dalam kegelapan, dan kemudian memikirkan bagaimana terang tersebut bisa dinikmati lebih lama sampai kemudian lahirlah sebuah aliran listrik yang memiliki kesamaan electrical dengan petir yang mampu menyalahkan lampu dengan terang dan banyak penemuan lainnya.
Biasakan jangan terlalu cepat melakukan atau membuat suatu keputusan tetapi belajar untuk bertanya kepada Tuhan terlebih dahulu untuk langkah dan keputusan yang akan diambil baik itu dalam pekerjaan, bisnis dan tentunya dalam pelayanan untuk bisa melangkah dalam ketepatan. Roh Kudus adalah kunci dari ketepatan atas keputusan yang kita ambil, apa yang baik menurut rancangan dan pola pikir manusia belum tentu baik dalam pemandangan Tuhan. Rancangan manusia dan Tuhan itu seperti bumi dan langit jaraknya karena rancangan Tuhan itu tidak terselami dimana hanya akan bisa kita mengerti apabila kita memiliki hubungan yang intim dengan-Nya.
Seringkali kita baru menyesali keputusan yang diambil berdasarkan apa yang awalnya kita pandang baik karena tidak bertanya kepada Tuhan terlebih dahulu seperti memilih pasangan hidup yang tepat dari Tuhan dimana seringkali kita hanya melihat dari bentuk fisik saja, hanya Tuhan yang mengetahui pilihan yang terbaik dan sepadan dengan kita. Begitupun dengan setiap langkah dan keputusan apapun yang kita buat dalam hidup kita selalu tanyakan kepada Tuhan karena DIA yang merancang hidup dan setiap langkah kita. Memang kita diberi hak bebas tetapi kebebasan setiap kita adalah dalam kehendak Tuhan. Anda bisa melakukan sesuatu menurut kehendak anda tetapi ketika keputusan itu gagal atau tidak berhasil maka anda sendiri yang harus menanggung segalanya agar supaya anda juga bisa belajar sesuatu dari hal tersebut dimana kegagalan seharusnya membuat kita semakin bergantung kepada Tuhan.
Berikut adalah 2 contoh bagaimana bertanya kepada Tuhan untuk kita bisa melihat makna, kekuatan dan kuasa dari bertanya kepada Tuhan yang bisa memberkati hidup kita.
1). Setelah kematian Musa dan Yosua Bangsa Israel kehilangan pemimpin yang selalu memimpin mereka dalam setiap peperangan yang mereka alami dan Ketika kemudian mereka mengalami sebuah peperangan melawan orang-orang Kanaan, yang mereka lakukan adalah datang bertanya kepada Tuhan siapa yang Tuhan kehendaki untuk maju berperang.
"Sesudah Yosua mati, orang Israel bertanya kepada Tuhan : “Siapakah dari pada kami yang harus lebih dahulu maju menghadapi orang Kanaan untuk berperang melawan mereka?” Firman Tuhan : “Suku Yehudalah yang harus maju; sesungguhnya telah Kuserahkan negeri itu ke dalam tangannya.” Lalu berkatalah Yehuda kepada Simeon, saudaranya itu: “Majulah bersama-sama dengan aku ke bagian yang telah diundikan kepadaku dan baiklah kita berperang melawan orang Kanaan, maka aku pun akan maju bersama-sama dengan engkau ke bagian yang telah diundikan kepadamu.” Lalu Simeon maju bersama-sama dengan dia. Maka majulah suku Yehuda, lalu Tuhan menyerahkan orang Kanaan dan orang Feris ke dalam tangan mereka, dan mereka memukul kalah orang-orang itu dekat Bezek, sepuluh ribu orang banyaknya." (Hakim-hakim 1:1-4 TB)
Bangsa Israel bertanya kepada Tuhan siapa yang akan maju menghadapi orang Kanaan karena mereka terdiri dari 12 suku dan ketika Tuhan memerintahkan bahwa suku Yehuda yang akan maju berperang, mereka taat dengan apa yang Tuhan perintahkan dan yang terjadi mereka mampu mengalahkan orang Kanaan dan menduduki kotanya.
Apabila mengikuti logika berpikir manusia, dalam pemikiran kita akan berpikir bahwa akan lebih mudah memenangkan peperangan dengan seluruh suku bangsa Israel yang banyak jumlahnya itu dibandingkan hanya suku Yehuda saja yang maju berperang. Sewaktu Tuhan memberikan jawaban atau ketetapan bahwa suku Yehuda saja yang akan maju memenangkan peperangan melawan orang Kanaan walaupun jumlah tidak banyak karena apabila seluruh suku bangsa Israel itu maju berperang maka akan sangat banyak korban yang jatuh dari bangsa Israel sebagai akibat dari kekalahan mereka. Mengikuti dengan tepat seperti apa yang Tuhan inginkan dengan menyingkirkan setiap logika berpikir manusia kita maka kemenangan besar yang akan terjadi.
Apabila tidak memiliki keintiman dan pengenalan akan Tuhan terkadang timbul pemikiran hanya akan bertanya kepada Tuhan untuk hal-hal yang besar saja, untuk hal-hal yang kecil tidak perlu karena berpikir Tuhan akan kerepotan dan sibuk dengan banyaknya pertanyaan tanpa pernah menyadari bahwa Hikmat Tuhan itu mengatasi langit dan bumi. Seringkali orang merasa sungkan bertanya kepada Tuhan untuk hal-hal yang kecil dan inilah yang justru membuat orang tidak bisa bergaul dengan Roh-Nya. Mari biasakan dengan bertanya kepada Tuhan dari hal-hal yang kecil dan Setiap keputusan yang kita ambil adalah setelah bertanya kepada Tuhan apa yang diinginkan-Nya.
Segala keputusan dari kepintaran yang kita miliki belum tentu itu keputusan yang tepat sebab pikiran, takaran dan cara Tuhan memandang bukan seperti apa yang kita pikirkan dan takarkan, yang Tuhan lihat adalah hati kita yang terus bergantung dan bergaul kepada-Nya.
Bertanya kepada Tuhan dengan memulai dari hal-hal yang terkecil karena Tuhan sedang melatih kita untuk dalam ketepatan bukan lagi mengikuti kemauan kita tetapi bergantung kepada Tuhan. Hal-hal yang kecil itu seperti dalam kehidupan kita sehari-hari seperti bertanya kepada Tuhan baju apa yang akan kita pakai atau ketika ingin melakukan, memutuskan dan mengucapkan sesuatu. Begitu pula ketika hati anda sedang galau dan kacau, hadapkanlah kepada Tuhan dan bertanya kepada-Nya jalan keluarnya karena DIA adalah sumber jawaban, penolong dan penghibur anda. Tuhan akan senang apabila anak-anak-Nya memiliki hubungan yang intim dengan-Nya melalui pertanyaan-pertanyaan kita kepada-Nya.
Tuhan sangat menginginkan kehendak-Nya bisa terjadi atas hidup kita dan kemudian orang-orang bisa melihat ada Kristus didalam kita. Jangan pernah mengecilkan betapa besar-Nya kasih Tuhan dengan hanya melihat status sosial, anda merasa Tuhan tidak menyayangi anda karena miskin dan lebih menyayangi orang kaya yang lebih diberkati. Tuhan tidak melihat status anda kaya atau miskin tetapi seperti yang dialami oleh janda miskin yang hanya memberi 2 peser yang sepertinya tidak ada artinya, Tuhan tidak melihat dari nilai tetapi dari dalam hati untuk memberikan yang terbaik.
Seringkali didalam hidup kita baik dalam pekerjaan dan bisnis banyak mengalami begitu banyak kerugian karena tidak belajar untuk bertanya kepada Tuhan, kita hanya melakukan dan memutuskan apa yang kita pikir itu yang terbaik dan nyaman buat kita. Begitu juga dalam pelayanan khususnya pelayan altar, jangan memuji dan menyembah Tuhan menurut selera dan kemauan kita tetapi siapkan hati dan selalu bertanya kepada Tuhan, lagu dan gerakan apa yang Tuhan inginkan kita bawakan dan begitupun dengan pelayanan-pelayanan lainnya kita melakukan segalanya dengan bertanya kepada Tuhan apa yang akan kita lakukan untuk melayani-Nya. Kita harus belajar selalu bertanya dan bergantung kepada Tuhan, taat kepada apa yang ditetapkan-Nya dan mulai melangkah hidup dalam ketepatan, belajar untuk bertanggung jawab atas apa yang dipercayakan dan mengerjakannya sampai Tuhan memberikan kita tanggung jawab yang lebih besar lagi.
2). Contoh berikutnya adalah Gideon yang memiliki 32.000 orang pasukan tetapi yang berhasil terpilih untuk maju berperang hanya 300 orang.
(Hakim-hakim 7:1-7 TB)
"Jumlah orang yang menghirup dengan membawa tangannya ke mulutnya, ada tiga ratus orang, tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya berlutut minum air. Lalu berfirmanlah Tuhan kepada Gideon: “Dengan ketiga ratus orang yang menghirup itu akan Kuselamatkan kamu: Aku akan menyerahkan orang Midian ke dalam tanganmu; tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya boleh pergi, masing-masing ke tempat kediamannya.” (Hakim-hakim 7:6-7 TB)
Dari 32.000 orang pasukan yang dimiliki Gideon, dari 2 kali seleksi yang dilakukan Tuhan hanya memilih 300 orang untuk maju berperang menghadapi orang Midian dan kemudian memenangkannya. Secara logika berpikir apabila dihadapkan kepada pilihan, kita akan memilih membawa seluruh 32.000 orang pasukan yang jumlahnya lebih banyak untuk lebih mudah memenangkan peperangan dibandingkan dengan hanya 300 orang pasukan tetapi pada kenyataan-Nya yang Tuhan tetapkan dari 2 kali seleksi tadi hanya 300 orang yang akan maju berperang karena ternyata sebagian besar dari pasukan tersebut memiliki mental yang lemah atau penakut jadi apabila seorang pasukan yang mentalnya lemah atau penakut dibawa ikut berperang akan menjatuhkan mental dari pasukan yang lainnya dan hasilnya pasti kekalahan yang besar.
Inilah pentingnya untuk selalu bertanya kepada Tuhan atas apapun yang akan kita lakukan. Ketika Tuhan menetapkan dan menyuruh kita melakukan sesuatu, Tuhan sendiri yang akan menjamin dan membuat apa yang kita lakukan berhasil. Dalam pelayanan akan seringkali kita membuat kesalahan dan motivasi hati kita tidak teguh karena kita tidak mengetahui apa yang kita lakukan itu untuk Tuhan tetapi apabila kita menyadari yang kita lakukan adalah perintah dan ketetapan Tuhan maka kita akan bisa setia dan Tuhan sendiri yang akan menjamin dan membuatnya semakin berkembang, Tuhan akan mempersiapkan dan mengirimkan pasukan Malaikat-Nya melaksanakan apa yang dikehendaki-Nya dan mempersiapkan yang terbaik bagi kita. Dengan selalu bertanya kepada Tuhan maka kita akan menemukan jawaban dan ketepatan dalam melangkah seperti yang dari Tuhan inginkan akan menghasilkan kemenangan yang besar baik dalam pekerjaan, bisnis dan tentunya dalam pelayanan dimana kuncinya adalah pribadi Roh Kudus didalam hidup kita yang ada selalu menyertai disamping kita. Berikut adalah arti dan fungsi dari Roh Kudus yang dalam bahasa Yunani disebut dengan Parakletos παράκλητος, yang adalah suatu istilah yang berasal dari kata bahasa Yunani Koine παράκλητος berarti 'pembela' atau 'penolong' yang selalu berada disamping kita.
1). Roh Kudus adalah konselor atau penasehat yang ajaib. Disaat anda bingung dengan masalah dan keadaan yang rumit yang sepertinya tidak ada jalan keluar dan sepertinya tidak bisa terselesaikan, maka Roh Kudus yang akan memberi anda nasehat apa yang mesti anda lakukan.
2). Roh Kudus adalah asisten, artinya Roh Kudus membantu anda dalam segala pekerjaan. Mungkin ada pekerjaan yang anda tidak mampu atau sanggup kerjakan maka Roh Kudus yang akan membantu anda dalam bekerja.
3). Roh Kudus adalah advokat atau pengacara. Jadi sewaktu iblis menuntut anda mana Roh Kudus yang akan naik kepada BAPA dan menjadi pengacara dan pembela bagi anda.
Jadi Roh Kudus akan selalu berada disamping kita, DIA berada didalam kita dan membantu kita sehari-hari didalam segala hal baik itu untuk hal yang kecil maupun untuk hal yang besar, jadi Mari selalu bertanya kepada Tuhan, kepada Roh-Nya maka kita akan semakin mengenal dan bergaul karib dengan Tuhan yang akan membuat kita tidak bisa masuk kedalam setiap jerat yang iblis buat. Hubungan yang intim dengan Tuhan adalah setiap kita yang selalu harus bertanya kepada-Nya karena kita yang menghadapi segala sesuatunya, mari bangun terus hubungan kita dengan Tuhan yang akan terus membuat kita semakin bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan.
Amen..
Jurnalist: Untung Bangga Karua.
Jumat, 04 November 2016
YESUS KUALIFIKASI BERKAT ANDA
Oleh Ps. Joseph Hendrik Gomulya.
Sangat penting untuk mengetahui Yesus sebagai kualifikasi untuk kita diberkati karena seringkali manusia menganggap bahwa dirinyalah yang menjadi kualifikasi sehingga diberkati tanpa pernah menyadari kenyataan bahwa manusia tidak selamanya selalu berada dalam keadaan baik. Firman Tuhan jelas berkata
oleh karena Yesus kita diberkati (Efesus1:3 TSI), jadi kualifikasi kita adalah Yesus.
Dalam Matius 1:1-16 diceritakan tentang silsilah daripada Yesus dimana dalam penulisan silsilah orang Yahudi nama pria yang selalu mereka tuliskan tetapi ajaibnya dalam silsilah tersebut terdapat 4 nama wanita yang dituliskan yakni Tamar (Ayat 3), Rahab (Ayat 5a), Rut (Ayat 5b) dan Batsyeba istri dari Uria (Ayat 6) dimana mereka sebenarnya juga bukan wanita yang luar biasa seperti sarah ataupun ribka tetapi mereka adalah wanita yang dulunya pernah berbuat amoral dan dosa.
Mengapa Firman Tuhan menulis nama mereka dan menjadi wanita yang melahirkan dan menjadi nenek moyang daripada Yesus?
Tuhan ingin memberi pesan kepada setiap kita bahwa DIA adalah Tuhan yang menjadi kualifikasi sehingga kita bisa diberkati, ketika anda mau membuka hati dan meminta Tuhan untuk menjadikan anda seperti mereka. Mungkin dahulu masa lalu anda tidak sebaik orang lain tetapi ketika anda datang kepada YESUS anda dan bahkan seluruh keturunan anda dapat menjadi bagian mewarisi janji dan berkat Tuhan.
"Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat," (Mazmur 103:4 TB)
Yesus disalibkan untuk menebus dan mengambil kita dari lobang kubur yang paling dalam yaitu neraka kemudian ketika DIA bangkit dan memahkotai kita dengan kasih setia dan rahmat-Nya.
Seperti dengan Tamar yang tidur dengan mertuanya yakni Yehuda setelah suaminya meninggal karena memiliki kerinduan memiliki keturunan daripada Yehuda. Tamar bukan orang Israel atau Yahudi tetapi memiliki kerinduan dan percaya ketika hidupnya dicangkokkan dan mempunyai hubungan dengan Yehuda keturunan Israel, maka dia akan diselamatkan. Seperti kita ketahui Yesus adalah keturunan Yehuda, ketika kita datang kepada Tuhan dimana yang di lihat-Nya adalah iman kita. Mungkin cara yang digunakan oleh Tamar adalah dengan cara menipu yang kurang elok dan kurang bagus tetapi mari melihat cara Tuhan yang ajaib. Tuhan yang begitu mengasihi, Tuhan melihat iman daripada Tamar sampai kemudian Tamar melahirkan anak bagi Yehuda.
Wanita yang berikutnya adalah Rahab, yang adalah seorang pelacur di Yerikho. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah tidak ada wanita lain yang lebih pantas? Kenapa harus Rahab yang menjadi nenek moyang dari Yesus?
Rahab adalah seorang wanita pelacur yang setiap hari berada di pintu gerbang Yerikho. Sampai pada suatu kali ketika dia menyelamatkan 2 orang pengintai dari bangsa Israel, dia meminta kepada para pengintai untuk mengingat dan menyelamatkannya nanti. Atas imannya itu Rahab kemudian diselamatkan dan melahirkan keturunan dari orang benar dan keluar dari kota Yerikho.
Ketika hari ini anda datang dan memberikan hidup anda kepada Tuhan maka hidup anda juga bisa diubahkan menjadi jauh lebih luar biasa, menjadi lebih baik daripada hari yang kemarin.
Kemudian wanita yang ketiga adalah Rut, seorang wanita yang berasal dari bangsa moab, sebuah bangsa penyembah berhala. Tetapi ketika menjadi menantu dan kemudian ketika hanya tinggal bersama Naomi setelah suaminya meninggal dirinya kemudian bertemu dengan Boas dan dari Boas inilah dia melahirkan keturunan yang merupakan nenek moyang dari Daud yang adalah raja yang paling terkenal dalam sejarah bangsa Israel dan nenek moyang dari Yesus.
Anda mungkin merasa bahwa diri anda bukan berasal dari keturunan orang baik-baik, merasa masa depan anda suram karena anda berasal dari keturunan penyembah berhala, tetapi ada satu pribadi namanya YESUS ketika anda datang kepada-Nya dengan mengakui dan percaya diselamatkan, DIA akan menghapus seberapa banyak pun dosa anda, sehingga DIA adalah jaminan untuk setiap orang diselamatkan. Ketika Rut, Tamar dan Rahab percaya kepada Allah Israel, Allah dari Abraham, Ishak dan Yakub, iman mereka itulah yang membuat mereka diselamatkan. Jadi buat anda yang mungkin hari ini merasa hanya sebagai wanita-wanita biasa, anda dapat berharap untuk diselamatkan karena Yesus yang menjadi kualifikasi sehingga anda diselamatkan dan diberkati seberapa buruk apapun kehidupan anda, DIA dapat menyelamatkan anda.
Wanita yang ketiga adalah Batsyeba istri dari Uria yang melakukan perzinahan dengan Daud ketika suaminya sedang berperang. Kenapa wanita seperti Batsyeba ini bisa menjadi nenek moyang dari Yesus? Seperti kita ketahui melalui Batsyeba inilah lahir raja Salomo, raja yang paling diberkati dan penuh dengan hikmat dan kemudian menjadi nenek moyang dari Yesus. DIA adalah Tuhan yang mengampuni orang-orang yang berdosa seberapa besar apapun dosanya, DIA sanggup mengubah setiap orang yang datang kepada-Nya dengan mengaku dan bertobat. Ketika anda datang kepada-Nya, kasih karunia dan pengampunan-Nya jauh lebih besar daripada dosa anda. Jangan lagi mau diintimidasi iblis bahwa Tuhan tidak mungkin mengampuni anda karena dosa yang terlalu besar sehingga merasa tidak layak, Tuhan melihat pertobatan dan iman.
"....... dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah" (Roma 5:20b TB)
Dosa dari ke-4 wanita diatas sangat banyak tetapi ketika mereka datang kepada Allah yaitu Yesus Kristus, kasih karunia itu berlimpah-limpah. Seberapa besar dan banyak dosa dan pelanggaran anda dimasa lalu kasih karunia, kemurahan-Nya jauh lebih besar, Tuhan lebih besar dari segala dosa-dosa anda.
Inilah waktunya bagi anda untuk datang dan memberikan hidup anda kepada Tuhan. Mempunyai iman seperti Rahab untuk diselamatkan ketika menyelamatkan 2 orang pengintai dari bangsa Israel dan iman itu diperhitungkan, begitu juga dengan iman dari rut yang diperhitungkan ketika dia memilih untuk terus mengikuti Naomi dan percaya kepada Allah yang disembah oleh Naomi yaitu Allah Abraham, Ishak dan Yakub, dan begitu pula dengan iman Batsyeba yang memilih untuk mengikuti Daud dan melahirkan keturunan yaitu Salomo.
Tuhan memang 100% sangat membenci dosa tetapi cara Tuhan memperlakukan dosa bukan dengan menghakimi tetapi dengan mengampuni dan membawa anda datang untuk merasakan kasih-Nya yang merubah hidup anda. Jangan lagi mundur dan menjauh dari Tuhan tetapi sebaliknya datanglah kepada Tuhan dan menyerahkan hidup anda sepenuhnya kepada Tuhan.
"Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya." (Amsal 18:21 TB)
Apa yang anda percayai dan ucapkan itu yang akan anda terima. Mari kita melihat kehidupan dari Ayub yang adalah orang benar tetapi kesadaran akan dosa anak-anaknya kemudian itu menjadi pintu masuk sehingga apa yang disadarinya kemudian itu yang terjadi. Ketika iblis datang dan menuntut agar anak-anaknya dicobai dan kemudian bahkan sampai nyawa mereka diambil, kesadaran akan dosa itu yang iblis coba timbulkan dalam pikiran kita, jangan ada lagi kesadaran akan dosa tetapi kesadaran akan Yesus. Ayub terus mengucapkan tentang segala kesalahan anak-anak-Nya dan meminta pengampunan akan dosa anak-anak-Nya sehingga kesadaran akan dosa semakin bertumbuh dalam hidupnya.
Yesus yang sudah mati bagi kita sehingga kita harus menggemakan kebenaran, Firman Tuhan, pengampunan Tuhan, kebaikan Tuhan dan menggemakan janji-janji Tuhan atas Firman-Nya dan semua yang Yesus kerjakan di kayu salib bagi hidup setiap kita, karena apa yang kita gemakan itu yang akan kita terima. Sewaktu kita mempercayai yang benar, maka kita akan hidup dengan benar sewaktu kita mempercayai dan mengucapkan yang salah maka hidup anda akan salah.
Tamar, Rahab, Rut dan Batsyeba adalah wanita-wanita yang ditulis menjadi nenek moyang dari Kristus walaupun mereka bukan orang yang baik sebelumnya tetapi sewaktu mereka datang kepada Tuhan dan bertobat, kasih karunia Tuhan itu jauh lebih besar dari semua dosa mereka dan ketika mereka menggemakan itu, memperkatakan Firman Tuhan, yang terjadi kemudian Firman Tuhan itu masuk dalam hidup mereka dan hidup mereka Tuhan ubahkan dan mengalami hidup baru serta melahirkan keturunan yang menjadi nenek moyang dari Kristus.
Apa yang hari-hari ini anda gemakan, apa yang hari-hari ini anda percayai, apa yang hari-hari ini anda katakan itu akan merubah situasi anda, jangan pernah mendengarkan apalagi memperkatakan sesuatu yang negatif itu akan terjadi atas hidup anda.
Mari kita selalu menggemakan kehidupan sehingga kita akan selalu menerima kehidupan bukan kematian. Tidak ada lagi kesadaran akan kematian dan dosa, yang adalah kesadaran akan kehidupan yang kekal. Kesadaran akan Yesus yang ada didalam anda, perkatakan Firman Tuhan maka Firman itu akan menjadi kehidupan didalam hidup, menjadi daging dalam hidup anda. Sehingga tidak lagi hidup dengan segala berita-betita buruk dan perkataan negatif dari orang lain.
Amin...
Jurnalist: Untung Bongga Karua.
Rabu, 02 November 2016
MEMBANGUN PASUKAN DAN MEMPERLENGKAPINYA (2)
TravellerS Phinisi, JKI Holy Glory Church (Dopag)
(31/10/2016)
Ps. Joseph Hendrik Gomulya
"Lalu Roh menguasai Amasai, kepala ketiga puluh orang itu: Kami ini bagimu, hai Daud, dan pada pihakmu, hai anak Isai! Sejahtera, sejahtera bagimu dan sejahtera bagi penolongmu, sebab yang menolong engkau ialah Allahmu! Kemudian Daud menyambut mereka dan mengangkat mereka menjadi kepala pasukan. Juga dari Manasye ada yang menyeberang memihak kepada Daud, ketika ia bersama-sama orang Filistin memerangi Saul. Sebenarnya ia tidak menolong mereka, sebab setelah mengambil keputusan raja-raja kota orang Filistin itu menyuruh dia pergi, katanya: “Mungkin, dengan taruhan kepala kita, ia menyeberang memihak kepada tuannya, Saul.” Pada perjalanannya ke Ziklag sebagian dari suku Manasye: Adnah, Yozabad, Yediael, Mikhael, Yozabad, Elihu dan Ziletai, kepala-kepala pasukan seribu suku Manasye menyeberang memihak kepadanya." (1 Tawarikh 12:18-20 TB)
Ini adalah orang-orang yang berpaling kepada Daud yang kemudian bergabung menjadi tentara Daud atau bergabung masuk dalam pergerakan Daud. Setiap nama dan kata dalam Alkitab tidak ada yang tanpa arti, kita akan membahas seperti apa sifat atau karakter tentara-tentara yang Tuhan bawa masuk bergabung dengan pasukan Daud.
➡ Yang pertama adalah MANASYE yang artinya orang yang melupakan. Ketika kita ingin menjadi pasukan dan tentara Tuhan kita harus belajar akan satu hal yaitu menjadi orang yang melupakan apa yang ada dibelakang kita, belajar melupakan segala kesalahan orang sebelumnya. Karena sebagai pasukan Tuhan ketika kita tidak belajar untuk melupakan maka kita akan melukai orang lain bahkan melukai diri dan masa depan kita sendiri. Kita tidak akan bisa berjalan kedepan tanpa melupakan yang dibelakang, kita akan menjadi stagnan ditempat itu dan cenderung akan mundur.
Adapun suku-suku MANASYE yang bergabung adalah:
➡ YOZABAD: artinya Allah yang memberi. Jadi sewaktu kita menjadi orang yang melupakan dan kita mengenal Tuhan yang memberi.
➡YATNAIL/ADNAH: artinya Allah memberi, ini dalam arti menerima dan mengenal pemberian Tuhan. Kita mengerti bahwa semuanya yang kita miliki bersumber dari Tuhan. Untuk menjadi orang yang melupakan kita harus mengerti bahwa semua yang ada di hidup kita itu dari Tuhan, DIA sudah menyediakan semuanya kemudian baru kita bisa melupakan dan membangun diri untuk maju kedepan.
➡ YEDIAEL: artinya dikenal oleh Allah, untuk menjadi orang yang melupakan dan bisa maju kedepan adalah kita dikenal oleh Tuhan atau kita mempunyai identitas.
➡ MIKHAEL: artinya yang keadaannya seperti Allah atau serupa dengan Allah. Untuk menjadi orang yang melupakan kita harus mengenal identitas kita bahwa kita ini serupa dengan Allah. Untuk maju kedepan, maju dalam visi Tuhan sebagai tentara kita harus mengetahui identitas kita yang serupa dengan Allah.
➡ ELIHU: artinya dia itulah Allah-Nya, orang yang mengetahui menyebut nama Tuhan dan mengenal Tuhan.TB
"Mereka ini membantu Daud melawan gerombolan, sebab mereka semua adalah pahlawan-pahlawan yang gagah perkasa dan kepala dalam tentara. Dari hari ke hari orang datang kepada Daud untuk membantu dia sehingga mereka menjadi tentara yang besar, seperti bala tentara Allah." (1 Tawarikh 12:21-22 TB)
Orang-orang datang Daud sehingga bertambah banyak dan menjadi seperti bala tentara Allah. Mari memiliki sikap hati seperti Daud yang menerima semua orang yang Tuhan bawa masuk menjadi pasukannya dengan menghilangkan setiap pola pikir yang lama yang menganggap setiap orang yang baru itu sebagai saingan karena dalam Kerajaan Sorga hal seperti itu tidak diperbolehkan. Bahkan tentara yang Tuhan bawa masuk itu ada yang langsung menjadi pemimpin pasukan karena kemampuannya memenuhi kriteria untuk menjadi pemimpin pasukan yang besar (ribuan tentara). Tuhan selalu menilai dari tingkat kerohanian sesorang dan proses membayar harga yang mungkin sudah dilaluinya tanpa orang lain mengetahuinya.
"Inilah jumlah pasukan bersenjata untuk berperang yang datang kepada Daud di Hebron untuk menyerahkan jabatan raja dari pada Saul kepada Daud, sesuai dengan titah Tuhan . Bani Yehuda yang mengangkat perisai dan tombak ada enam ribu delapan ratus orang yang siap untuk berperang. Dari bani Simeon pahlawan-pahlawan yang gagah perkasa untuk berperang ada tujuh ribu seratus orang. Dari bani Lewi ada empat ribu enam ratus orang, ditambah dengan Yoyada, pemimpin kaum Harun dan bersama-sama dia ada tiga ribu tujuh ratus orang; selanjutnya Zadok, seorang pahlawan muda yang gagah perkasa dengan dua puluh dua orang pemimpin dari puaknya. Dari bani Benyamin, saudara-saudara sesuku Saul, ada tiga ribu orang; sampai pada waktu itu kebanyakan dari mereka masih tetap patuh kepada keluarga Saul. Dari bani Efraim dua puluh ribu delapan ratus orang pahlawan yang gagah perkasa, orang-orang yang kenamaan di antara puak-puak mereka. Dari suku Manasye, suku yang setengah itu ada delapan belas ribu orang yang ditunjuk dengan disebut namanya untuk pergi mengangkat Daud menjadi raja. Dari bani Isakhar orang-orang yang mempunyai pengertian tentang saat-saat yang baik, sehingga mereka mengetahui apa yang harus diperbuat orang Israel: dua ratus orang kepala dengan segala saudara sesukunya yang di bawah perintah mereka. Dari Zebulon orang-orang yang sanggup berperang, yang pandai berperang dengan berbagai-bagai senjata: lima puluh ribu orang, yang siap memberi bantuan dengan tidak bercabang hati. Dari Naftali seribu orang pemimpin dan bersama-sama mereka tiga puluh tujuh ribu orang yang membawa perisai dan tombak. Dari orang Dan orang-orang yang siap untuk berperang: dua puluh delapan ribu enam ratus orang. Dari Asyer orang-orang yang sanggup dan pandai untuk berperang: empat puluh ribu orang. Dari seberang sungai Yordan, yakni dari orang Ruben, orang Gad dan setengah suku Manasye yang lain, orang-orang yang membawa berbagai-bagai senjata perang: seratus dua puluh ribu orang. Sekaliannya itu, prajurit-prajurit, orang-orang dalam barisan tempur, datang ke Hebron dengan tulus hati untuk mengangkat Daud menjadi raja atas seluruh Israel; memang juga seluruh orang Israel yang lain dengan bulat hati hendak mengangkat Daud menjadi raja. Mereka tinggal di sana bersama-sama Daud tiga hari lamanya, makan dan minum, sebab saudara-saudara mereka menyajikan makanan bagi mereka. Juga orang-orang yang tinggal dekat mereka, bahkan dari Isakhar, Zebulon dan Naftali, membawa makanan dengan memakai keledai, unta, bagal dan lembu, yakni bahan makanan tepung, kue ara dan kue kismis, anggur dan minyak, lembu sapi dan kambing domba, dalam jumlah besar, sebab ada sukacita di Israel." (1 Tawarikh 12:23-40 TB)
Ini adalah karakter dan sifat-sifat dari orang-orang yang Tuhan bawa masuk untuk datang bersama-sama dengan Daud dan mengangkat Daud menjadibraja menggantikan Saul sesuai dengan arti nama-nama mereka.
➡ YEHUDA: artinya terpuji atau memuji (Worship).
➡ SIMEON: artinya mendengarkan.
➡ LEWI: artinya menggabungkan.
➡ YOYADA: artinya Tuhan mengetahui, dia adalah pemimpin kaum Harun.
➡ ZADOK: artinya adil atau orang yang bisa bertindak adil.
Keadilan di mata Tuhan adalah ketika kita melakukan apa yang terbaik yang bisa kita lakukan untuk Tuhan dan bukan dilihat dari apa yang nampak kelihatan di permukaan, seperti contoh sederhananya ada orang yang diberkati sedangkan yang lainnya belum padahal melakukan pekerjaan yang sama. Penyebabnya adalah mungkin memang belum waktunya untuk diberkati atau mungkin masih banyak hal yang harus lebih dipelajari atau lebih rajin dan sungguh-sungguh lagi, Tuhan melihat didalam hati kita. Jadi konsep adil Tuhan itu berbeda dengan konsep adil yang ada dalam pikiran kita yakni segala sesuatunya harus sama. Adil menurut Tuhan itu kita harus lebih banyak lagi mengejar Tuhan dan belajar lebih dalam lagi banyak hal dalam mengikut Tuhan. Sikap hati, cara kita belajar mengejar Tuhan dan cara kita meresponi itu yang membuat kita mendapatkan yang lebih dari Tuhan.
Begitu juga dengan jumlah talenta yang Tuhan beri dan percayakan kepada setiap kita berbeda-beda. Ketika kita bertanggung jawab mengembangkan berapapun talenta yang diberikanmenyia-nyiakannyalipun itu cuma satu tetapi kita mampu mengembangkannya dan tidak hanya menyimpan dan menyia-nyiakannya karena suatu saat itu bisa diambil dari kita. Ketika talenta itu kita kerjakan dengan baik dan sungguh-sungguh maka Tuhan akan menambahkan talenta yang lain karena BAPA di Sorga itu seperti pengusaha kebun anggur, apabila ranting pohon anggur itu tidak berbuah maka itu akan dipotong karena tidak menghasilkan buah dan menghalangi buah yang lain untuk bertumbuh.
➡ BENYAMIN: artinya tangan kanan yaitu yang beruntung. Yang beruntung itu adalah orang yang terus-menerus diberikankesulungandemi anugerah dari Tuhan dan selalu menghargai setiap anugerah yang Tuhan berikan. Benyamin ini adalah orang atau adik yang paling dikasihi dan sangat dekat dengan Yusuf yang memiliki hak kesulungan. Jadi Benyamin adalah orang yang beruntung karena dekat dengan orang yang mendapat hak kesulungan. Yusuf sebagi gambaran dari Yesus, sehingga sungguh beruntungnya setiap kita karena kita bisa dekat dan mengenal Yesus.
➡ EFRAIM: artinya berbuah-buah. Salah satu sifat dari pasukan ialah berbuah-buah. Setiap pasukan yang datang dan masuk akan berbuah-buah. Sebagai tentara Tuhan hidup kita harus berbuah-buah yakni buah-buah roh, buah-buah pertobatan dan buah jiwa-jiwa.
➡ ISAKHAR: artinya adalah disewa atau yang dibeli. Kita harus mengerti bahwa sebagai pasukan kita ini dipilih dan sudah dibeli oleh Tuhan dengan lunas. Jadi hidup kita sudah bukan kita lagi karena sudah menjadi milik Tuhan. Pengabdian kita bukan untuk diri kita tetapi untuk Tuhan, tujuan hidup kita bukan lagi untuk kesenangan kita tetapi untuk menyenangkan Tuhan.
➡ ZEBULON: arti kata lainnya adalah mendiami. Zebulon adalah orang yang menduduki dan mendiami atau pasukan yang menaklukkan dari satu tempat ke tempat yang lain, terus bergerak.
➡ NAFTALI: artinya pegulat tangguh atau pasukan yang tidak mudah menyerah. Apabila terjadi sesuatu maka dia akan bergulat. Orang yang tidak mudah angkat tangan dan menyerah kepada keadaan.
➡ ASYER: artinya berbahagia atau diberkati. Sebagai pasukan Tuhan kita adalah orang-orang yang berbahagia dan menikmati kebahagiaan. Ketika memenangkan sebuah peperangan yang pertama kali menikmati jarahan adalah pasukan yang pergi berperang, orang yang melihat kebesaran Tuhan karena pengenalannya akan Tuhan selalu melihat pekerjaan dan pertolongan Tuhan yang ajaib.
➡ RUBEN: artinya tengoklah. Pasukan yang selalu mau peduli dengan yang lainnya dan tidak hanya mementingkan diri sendiri.
➡ GAD: artinya nasib baik. Pasukan Tuhan yang selalu mengalami nasib baik dan keberuntungan. Yesus yang adalah berkat buat kita karena semua nasib baik dan segala keberuntungan itu diberikan oleh Yesus Kristus karena segala kutuk sudah dikalahkan-Nya di kayu salib.
Pasukan-pasukan Tuhan diperlengkapi dan Tuhan ingin berbicara hal ini dalam hidup kita. Sebagai pasukan Tuhan, mari terus belajar untuk semakin hari memiliki kecerdasan didalam Tuhan, menangkap hati Tuhan, dan sewaktu kita sepakat dan sehati serta melakukan dengan sungguh-sungguh pekerjaan Tuhan maka Tuhan akan terus mempercayakan hal-hal yang besar. Mari kembangkan terus setiap talenta yang Tuhan berikan dengan bekerja keras dan sungguh-sungguh didalam Tuhan.
Amin...
Jurnalist: Untung Bongga Karua.
Selasa, 01 November 2016
HATI-NYA TERPIKAT (Part 2)
TravellerS Phinisi, JKI Holy Glory Church (Sore)
(30/10/2016)
Ps. Joseph Hendrik Gomulya
Dalam sesi ibadah pagi firman-Nya berkata bahwa bangsa Israel menjadi bangsa yang begitu spesial di mata Tuhan dan menjadi umat pilihan-Nya oleh karena nenek moyang dan bapak leluhur mereka yaitu Abraham, Ishak dan Yakub yang mampu membuat hati-Nya terpikat.
"Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya" (Matius 1:1-2 TB)
Disebutkan tentang Yehuda, ada apa dengan Yehuda?
Sebelumnya kita sudah belajar tentang bagaimana Abraham, Ishak dan Yakub bisa memikat hati Tuhan.
● Abraham memikat hati Tuhan dengan tanpa segan-segan mempersembahkan yang paling dia kasihi yaitu Ishak anaknya.
● Kemudian bagaimana Ishak memikat hati Tuhan yang menyerahkan nyawanya tanpa ada komplain seperti domba yang kelu memberikan hidupnya diatas merubah dan tidak lari ketika akan dikorbankan sebagai gambaran dari korban Kristus diatas kayu salib.
● Kemudian bagaimana Yakub yang begitu mengingini hal ketulungan itu lebih dari apapun juga berbeda dengan kakaknya Esai yang sama sekali tidak menginginkan hak ketulungan itu yang berbicara tentang segala perkara-perkara rohani.
Sangat banyak orang yang tidak menganggap perlu perkara-perkara yang rohani seperti Esau, sangat banyak orang yang datang beribadah seperti sekedar rutinitas dan menjadi agamawi dan Tuhan tidak pernah melihat ada kehausan dan kelaparan serta kerinduan yang besar untuk mengejar perkara-perkara yang rohani yang tergambar ketika Tuhan memberikan pilihan seperti hari itu yang tergambar dari Esau hanya menginginkan perkara yang jasmani ketika keadaan Esau yang sangat lapar bahkan berkata akan mati apabila hari itu tidak memakan kacang merah yang sebenarnya hanyalah keinginan nafsunya sendiri, keinginan dagingnya karena dia lapar dan bernafsu ingin makan. Bukankah kita sering sekali juga seperti Esau?
Mari kita mengenal Tuhan bukan hanya untuk hal-hal yang jasmani, tetapi biarlah ketika ada pilihan antara perkara-perkara yang jasmani atau perkara-perkara yang rohani kita memilih untuk mengikut Tuhan karena perkara-perkara yang rohani. Mari menginginkan perkara yang rohani di hidup kita dan mengetahui bagaimana caranya mengambilnya, hak kesulungan itu. Walaupun ada juga orang yang tidak menginginkannya dan lebih menginginkan perkara-perkara jasmani karena lebih mudah mendapatkannya tanpa pernah menyadari akan kehilangan berkat dan kelimpahan sesungguhnya dari Tuhan sewaktu tidak menginginkan perkara yang rohani.
Sangat banyak orang yang tertipu hanya menginginkan yang sementara dan tidak menginginkan perkara yang rohani. Ketika kita mengetahui bagaimana mengejar perkara yang rohani dan Ilahi, mengejar apa yang Tuhan inginkan sampai akan tiba waktunya Tuhan akan mengangkat hidup kita dan akan kelihatan dari cara kita beribadah, caranya menyembah, cara kita melayani bahkan juga dalam pekerjaan.
Pilihan yang dipilih Esau sangat ironis dimana seharusnya dia yang mendapatkan hak kesulungan sebagai anak pertama tetapi ternyata itu tidak menjadi otomatis untuk mendapatkan hak kesulungan. Jadi ketika hari ini kita tidak mengetahui bagaimana mengejar Tuhan maka akan terjadi seperti Firman-Nya yang berkata "Yang terdahulu akan menjadi yang terkemudian, yang terkemudian akan menjadi yang terdahulu". Kalau kita tidak belajar untuk mengejar Tuhan sampai akhir, tidak belajar untuk menginginkan perkara yang rohani maka kita bisa ketinggalan dan sampai membuat Tuhan harus memalingkan wajah-Nya karena DIA mendapati kita lahir sebagi kristen tetapi DIA tidak melihat kerinduan kita untuk mengejar Tuhan tetapi justru orang yang baru bertobat yang begitu menginginkan dan mengejar Tuhan.
Mari mengingini perkara yang rohani dan jangan pernah sekalipun hati kita berubah menjadi sombong dan tinggi hati tetapi selalu melihat bahwa untuk kita bisa sampai seperti hari ini semua karena anugerah-Nya. Mari mengingini terus perkara yang rohani dan tidak pernah menukarnya dengan perkara jasmani. Yehuda tidak mengerti akan hal itu, Yehuda adalah juga anak Yakub tetapi dia bukan anak sulung.
"Anak-anak Ruben, anak sulung Israel. Dialah anak sulung, tetapi karena ia telah melanggar kesucian petiduran ayahnya, maka hak kesulungannya diberikan kepada keturunan dari Yusuf, anak Israel juga, sekalipun tidak tercatat dalam silsilah sebagai anak sulung. Memang Yehudalah yang melebihi saudara-saudaranya, bahkan salah seorang dari antaranya menjadi raja, tetapi hak sulung itu ada pada Yusuf." (1 Tawarikh 5:1-2 TB)
Sebenarnya Ruben yang berhak mendapatkan hak kesulungan karena dia adalah anak yang pertama tetapi karena melakukan pelanggaran tidak bisa menjaga kekudusan dan tidur dengan ibunya sehingga membuat Tuhan harus berpaling kepada Yusuf yang justru ketika digoda oleh Potifar istri dari Firaun yang cantik, dia tidak tergoda dan lari menjauh dari itu karena dia menjaga kekudusan bahkan ancaman akan pintu penjara karena menolak ajakan Potifar tidak menggoyahkan imannya bahkan itu adalah waktu baginya untuk membayar harga. Sekalipun harus masuk penjara untuk kebenaran, Yusuf tidak pernah takut, Yusuf memiliki integritas dan mengetahui bagaimana menghargai kekudusan. Sebagai seorang budak saat itu yang mengabdi kepada Firaun dan ditawarkan promosi dengan pangkat dan jabatan apabila mau melayani Potifar tetapi Yusuf menolak dan memilih untuk dipenjara, memilih untuk tetap memiliki integritas sebagai anak Tuhan dan inilah yang membuat hati-Nya terpikat.
Pelayanan yang sangat banyak di gereja tidak membuat kita mendapatkan hak kesulungan. Ada banyak orang melakukan pelayanan yang banyak tetapi hidupnya juga jatuh berkali-kali dalam hal kekudusan. Tuhan selalu mengampuni karena kasih karunia-Nya, tetapi justru sebenarnya karena kasih karunia-Nya hidup kita harus berubah dan tidak pernah lagi kembali berbuat dosa yang sama.
Tuhan memberikan hak kesulungan kepada Yusuf sekalipun Yusuf tidak pernah disebut, karena Yusuf sangat menginginkan perkara yang rohani, Yusuf bisa menjaga kekudusan dan mempunyai integritas. Pesan buat anak-anak muda jadilah anak muda yang berbeda dari sejak masa muda dengan mengetahui bagaimana mengekang singa dan beruang karena ketika anda tidak belajar untuk menghargai kekudusan segala yang anda lakukan akan terbakar hangus dihadapan Tuhan karena tidak berarti dihadapan-Nya sekalipun anda sangat rajin melayani Tuhan tetapi itu cuma menjadi sekedar rutinitas dan tidak menghargai perkara yang rohani dan membuat anda kehilangan berkat rohani. Sikap kita dalam menghargai yang rohani membuat kita mengetahui apa dan yang mana Tuhan inginkan dan sukai dan melakukan apa yang menjadi kesukaan-Nya.
"Yehuda, engkau akan dipuji oleh saudara-saudaramu, tanganmu akan menekan tengkuk musuhmu, kepadamu akan sujud anak-anak ayahmu. Yehuda adalah seperti anak singa: setelah menerkam, engkau naik ke suatu tempat yang tinggi, hai anakku; ia meniarap dan berbaring seperti singa jantan atau seperti singa betina; siapakah yang berani membangunkannya? Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa." (Kejadian 49:8-10 TB)
Yehuda bukan anak yang kedua dimana biasanya apabila anak pertama dalam hal ini Ruben tidak bisa menghargai hak ketulungan maka akan turun kepada anak yang kedua, tetapi Simeone yang adalah anak kedua juga tidak menginginkan itu karena dia pernah membantai satu kota dengan kekerasan.
Yehuda sebenarnya bukan yang terpilih bahkan Yehuda juga termasuk golongan yang tidak baik. Yehuda pernah jatuh kepada perempuan dursila dan bahkan pernah tidur dengan anak menantunya tamar. Tetapi kenapa Tuhan memilih Yehuda? karena Yehuda mengetahui yang namanya bertobat dan berbalik kepada Tuhan dan ketika saudaranya Benyamin akan dipenjara, dia bersedia untuk menggantikannya.
"Oleh sebab itu, baiklah hambamu ini tinggal menjadi budak tuanku menggantikan anak itu, dan biarlah anak itu pulang bersama-sama dengan saudara-saudaranya." (Kejadian 44:33 TB)
Yehuda mau menanggung setiap kesalahan dan dosa dari saudaranya yang berbicara tentang Yesus sendiri 2000 tahun yang lalu memberikan hidup-Nya menanggung setiap dosa dan kesalahan kita. Oleh sebab itu keturunan Yehuda lahir banyak keturunan raja bahkan Raja diatas segala raja, Yesus Kristus Tuhan lahir dari garis keturunannya.
"Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita." (1 Yohanes 3:16 TB)
Seperti Yehuda yang mengetahui bagaimana menanggung kesalahan saudara-Nya yang seharusnya di penjara. Jadi apabila kita mengetahui bagaimana caranya memikul tanggung jawab, Mengetahui bagaimana menanggung dan berdiri buat bangsa dan saudara kita, itu menarik hati Tuhan.
Untuk menjadi seorang pemimpin, memiliki mandat dan urapan raja ada dalam hidup kita, kita harus bisa mengambil tanggung jawab bukannya melempar kesalahan. Alasan kenapa tidak banyak orang yang dipercaya Tuhan dalam hal urapan raja dalam berbisnis karena Tuhan sedang mencari ada orang yang mau bertanggung jawab ketika Tuhan mempercayakan kita pekerjaan dan bisnis. Sangat banyak orang yang hebat dalam pelayanan tetapi begitu masuk kedalam market place dan bergabung dengan orang-orang dunia tidak bisa bertanggung jawab dan keuangan selalu menjadi masalah terbesar. Mari berbalik kepada Tuhan dan lepaskan diri dari masalah keuangan ini dan menjadikan Tuhan Raja atas hidup. Anda.
"Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram, Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon, Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai," (Matius 1:3-5 TB)
Rahab adalah seorang pelacur tetapi ketika dia bertemu Tuhan, dia mau mengorbankan nyawanya dan mengambil resiko yang besar untuk menyelamatkan 2 orang pengintai yang mengintai di tembok Yerikho, sehingga Tuhan melihat imannya dan memperhitungkan itu untuk melahirkan keturunan Ilahi dan masuk kedalam garis keturunan Yesus.
Begitupun dengan Rut yang adalah orang Moab tetapi karena Rut menginginkan menjadi keturunan dari bangsa yang dipilih Tuhan yaitu bangsa Israel sampai berkata kepada Naomi mertuanya ketika menyuruhnya untuk pulang ke bangsanya "Bangsamulah bangsaku, Allahmulah Allahku". Kerinduan, iman, dan harga yang dibayarnya meninggalkan kenyamanan dimana seharusnya dia seharusnya bisa menikah lagi dengan cepat tetapi justru memilih mengikut naomi yang sepertinya depannya tidak ada lagi disitu tetapi Rut mengetahui bahwa ada Allah yang dikenalnya yaitu Allah Israel, Allah dari Naomi dan sangat menginginkan untuk Tuhan memasukkannya kedalam destiny dan rencana Tuhan seperti yang diinginkan Rut sekalipun ada harga yang harus dibayar.
Mari membuat suatu alasan untuk Tuhan menjadi terpikat kepada kita, buat suatu alasan yang membuat hati-Nya jatuh hati kepada kita dan membuat Tuhan melihat kita berbeda dibandingkan dengan orang-orang yang lain dengan menjaga sikap hati kita dan menginginkan apa yang dihati Tuhan dengan belajar dan terus belajar bukan hanya yang dipermukaan tetapi yang ada didalam hati Tuhan, bukan berkat yang sifatnya hanya sementara tetapi kita menginginkan yang paling dalam dihati Tuhan dengan terus belajar menyelami dan bergaul dengan Tuhan, sehingga hati TUHAN menjadi terpikat.
Ketika orang lain menginginkan yang hanya sementara ketika tawaran itu datang tetapi apa yang kita pilih dan ada di hati kita, respon kitalah yang menggambarkan keinginan kita untuk menyenangkan Tuhan.
● Mungkin kita seperti Abraham yang mempersembahkan anak yang begitu dikasihi dan dicintainya.
● Mungkin kita seperti Ishak yang menyerahkan nyawanya sebagai domba yang kelu dengan tidak lari dan komplain ketika Tuhan meminta nyawa dan hidupnya.
● Mungkin kita seperti Yakub yang terus mengejar perkara-perkara rohani.
● Mungkin kita seperti Yusuf yang mempunyai integritas yang hidupnya kudus bagi Tuhan, karakternya baik dan bisa menjadi orang yang dipercaya dimanapun dia berada sehingga kemudian dirinya menjadi orang yang dipercaya memimpin bangsanya dan bangsa Mesir.
Integritas kita berbicara tentang seberapa kerinduan Tuhan membawa kita, integritas kita menjadi kesaksian dihadapan BAPA dan membawa hidup kita. Pilihlah dan sukai yang tidak banyak orang pilih dan sukai, pilihlah yang berbeda maka hidup kita akan berbeda. Apapun yang kita ingin lakukan hadapkan berhadapan Tuhan dan melakukan apa yang menjadi keinginannya.
Mereka yang disebutkan tadi diatas bukan orang-orang yang lahir dari kesempurnaan tetapi mereka mengetahui bagaimana namanya bertobat dan berbalik dan mereka mengetahui bahwa hidupnya untuk siapa. Ini waktunya bagi setiap kita berbalik dan membuang semua yang Tuhan tidak sukai untuk menyenangkan hati-Nya. Seberapa kita ingin menyukakan Tuhan, adalah seberapa kita membuang yang tidak disukai-Nya bukan dari banyak dan hebatnya pelayanan yang kita lakukan tetapi seberapa kita mentaati perintah-Nya dan menjaga integritas yang kita miliki.
Amin...
Jurnalistik: Untung Bangga Karua.
MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama)
MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama) Sabtu, 04 Februari 2023 Ps Joseph Hendrik Gomulya Sejak awal manusia diciptakan Allah ...
-
Di atas perjanjian Lewi, kami berdiri di antara Tuhan dan bangsa Indonesia. Kami berdiri membawa pendamaian bagi bangsa Indon...
-
TravellerS Phinisi, JKI Holy Glory Church Makasih (Ascension of Jesus Christ) Jurnalist: Untung Bongga Karua (Kamis, 05/05/2016) Ps Sa...