Jumat, 19 Mei 2017

HATI YANG MURNI

Ps Joseph Hendrik Gomulya

Ayat bacaan: (Lukas 1:26-35 TB)

"kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria." (Lukas 1:27 TB) 

Dalam ayat ini kata “perawan” itu sampai 2 kali disebutkan dimana apabila ada kata yang diucapkan atau ditulis secara berulang itu berarti bahwa Tuhan mempunyai maksud dan memberi perhatian pada itu. Apabila kita mempelajari arti kata “perawan” ini dimana dalam terjemahan lainnya disebut dengan kata pure atau murni. Untuk dekat dan bergaul dengan Tuhan seseorang haruslah mempunyai hati yang murni, jadi mari meminta hati yang murni karena sesungguhnya Tuhan itu berbicara  di hati kita sehingga apabila hati kita tidak murni, di dalam hati kita banyak motivasi yang salah atau di dalam hati kita hanya untuk kepentingan diri kita sendiri itulah yang membuat kita tidak bisa mendengar suara Tuhan karena suara kita yang terdengar lebih besar.

Banyak orang yang sulit untuk bisa mendengar suara Tuhan karena dalam kehidupannya sehari-hari tidak pernah belajar untuk murni dengan Tuhan, jadi mari memiliki hati yang murni dan biarkan itu menjadi pondasi kuat dalam hidup kita.

Dalam ayat diatas tadi Maria 2 kali disebutkan sebagai seorang “perawan” dimana status seorang perawan tidak hanya dimiliki oleh Maria saja tetapi disini Tuhan ingin berkata bahwa Maria hatinya murni kepada Tuhan, oleh karena itu ketika malaikat Tuhan datang kepadanya Maria tidak kaget dan takut karena sudah sering berbicara malaikat Tuhan ini karena Maria memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan, dimana nanti bisa kita lihat dari respon yang Maria berikan atas salam yang Malaikat Tuhan utarakan kepadanya.

"Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.” Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu." (Lukas 1:28-29 TB)  

Maria menerima salam bahwa Tuhan memberikan grace atau Kasih karunia kepadanya, jadi apabila kita memiliki hati yang murni kepada Tuhan maka akan ada grace atau aka nada Kasih karunia yang selalu menyertai  kita anak-anak-Nya.

Sewaktu memiliki hati yang murni kepada Tuhan, apa pun yang sedang anda alami bahkan ketika mendapat mandat atau visi dari Tuhan yang mungkin itu adalah sesuatu yang kelihatannya besar sehingga membuat anda menjadi gentar tetapi anda tetap percaya bahwa ada Tuhan yang menyertai. Apabila anda mempunyai visi dan impian dan itu berguna buat Tuhan dan kerajaan-Nya karena didalamnya ada banyak jiwa-jiwa yang bisa anda menangkan maka anda akan melihat visi itu di genapi.

Mungkin hari ini anda ingin mendirikan usaha yang baru, mari minta kepada Tuhan untuk anda menjadi bendarahara-Nya. Apabila anda dipercayakan pelayanan yang baru, mari berkata bahwa melalui pelayanan tersebut biarkan hanya Nama-Nya yang dipermuliakan dan tidak pernah ada motivasi yang lain sebagai pelayan Tuhan. Atau mungkin anda sedang mendapatkan promosi untuk dipercayakan hal-hal yang baru dalam pekerjaan anda, tetaplah untuk selalu rendah hati dan tidak menjadi sombong dengan berkata bahwa ini semua adalah anugerah atau kepercayaan yang Tuhan berikan untuk anda menjadi terang di tempat itu dan anda akan melihat berkat Tuhan mengalir dalam hidupmu.

Ketika Maria menerima salam dari malaikat Tuhan, Maria meresponi itu dengan terkejut dan bertanya dalam hatinya akan arti dari salam itu. Maria terkejut bukan karena belum pernah mendengar salam dari malaikat Tuhan itu, tetapi itu adalah perkataan salam yang berbeda dari malaikat Tuhan yang sudah sering berhubungan dengan Maria karena hubungan yang intim antara Maria dengan Tuhan sehingga Maria sudah mengenal betul malaikat Tuhan ini sehingga ketika malaikat Tuhan ini mengucapkan sesuatu tidak seperti biasanya maka akan terasa aneh.

Maria adalah orang yang bergaul dengan roh Allah dan ini bukan yang pertama kali baginya mendengar suara Tuhan. Mari memiliki komitmen untuk berjalan dan taat dengan Tuhan karena ketaatan itu lebih penting daripada persembahan korban. Sewaktu anda taat maka anda akan melihat penyertaan-Nya yang luar biasa karena ketaatan adalah ungkapan cinta yang anda ungkapkan bukan dengan kata-kata tetapi dengan tindakan.

Disini juga bisa terlihat bahwa ada hubungan keintiman dengan Tuhan dalam hidup maria, banyak orang sangat mengingini sesuatu yang besar dalam hidupnya tetapi tidak mau membangun hubungan yang intim dengan Roh Allah karena hanya Roh Kudus yang mengetahui apa yang menjadi kehendak Tuhan Mendengarkan suara Tuhan dari setiap Firman yang menjadi rhema kadang membuat anda juga terkejut karena itu adalah sesuatu yang tidak pernah anda perkirakan sebelumnya untuk menerima pesan Tuhan karena Tuhan mempunyai rencana yang besar atas hidup anda. Mari minta Roh Kudus masuk dan tinggal didalam hati anda untuk mengajar, menuntun dan menghibur dan biarkanlah Roh Kudus terus bekerja dalam hidup anda.

"Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya" (Lukas 1:30-32 TB) 

Ketika mendapatkan visi dan pesan dari Tuhan, janganlah takut dan gentar karena ada Tuhan yang akan menyertai anda. Selama anda memegang visi dari Tuhan maka ada Kasih karunia-Nya yang memampukan, menyertai dan melimpah sampai visi itu tergenapi.

Pesan Tuhan kepada Maria ini adalah pesan Tuhan juga kepada setiap kita untuk belajar mengandung dimana mungkin sebelumnya anda sudah mengandung rancangan dan visi Tuhan dan inilah saatnya untuk anda melahirkan itu atau apabila anda baru ingin mulai mengandung itu, percayalah akan percepatan dari Tuhan untuk anda dapat melahirkan apa yang anda kandung dan percaya bahwa itu dilahirkan oleh Roh Kudus, jadi mari meminta hati yang murni dan mempunyai kandungan Ilahi yang akan melahirkan hal yang besar.

Perjanjian Tuhan yang terjadi atas hidup Maria adalah karena ada Allah yang Maha Besar yang adalah anak Allah yang berarti bahwa setiap kita juga akan mengandung perkara-perkara yang besar dan melihat kebesaran Tuhan itu terjadi atas hidup anda.

Kandungan secara rohani tidak pernah diberikan Tuhan untuk kemuliaan kita tetapi untuk kemuliaan-Nya. Anda mungkin mengandung untuk memberi makan bangsa-bangsa maka suatu saat Tuhan akan memberikan itu untuk anda mengelolanya dan memberkati banyak orang dan sampai Go International. Mari mulai menangkap visi Tuhan bahwa visi kita bukan hanya di Indonesia tetapi mulai belajar mengembangkan itu karena Tuhan menginginkan kita menjadi berkat bagi bangsa-bangsa dan itu menjadi pintu kita mengabarkan kabar keselamatan.

"dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.” Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah." (Lukas 1:33-35 TB) 

Pertanyaan yang Maria utarakan kepada malaikat Tuhan bahwa bagaimana dirinya bisa mengandung sedangkan dirinya belum bersuami adalah mungkin pertanyaan yang sama yang ada didalam hati anda. Ketika anda membaca Firman Tuhan dan itu menjadi rhema maka minta visi dari Roh Kudus dan anda akan melihat rancangan Tuhan dan melihat bagaimana Roh Kudus bekerja dalam hidup anda untuk hidup anda diangkat oleh Tuhan.

Amin…    


Kamis, 18 Mei 2017

REFRESHING DI DALAM ROH

Ps Joseph Hendrik Gomulya

Untuk mengatasi dan menghilangkan stress kebanyakan orang menghilangkan itu dengan merokok, minum minuman beralkohol dan obat-obat penenang yang selain memiliki efek samping berbahaya, harganya yang pasti mahal dan menyebabkan kecanduan.

"Sungguh, oleh orang-orang yang berlogat ganjil dan oleh orang-orang yang berbahasa asing akan berbicara kepada bangsa ini  Dia yang telah berfirman kepada mereka: “Inilah tempat perhentian, berilah perhentian kepada orang yang lelah; inilah tempat peristirahatan!” Tetapi mereka tidak mau mendengarkan." (Yesaya 28:11-12 TB)

Tuhan memiliki sesuatu yang lebih baik bagi kita, sesuatu yang sangat powerfull, tidak ada biaya apa pun dan pastinya tidak memiliki efek samping yang berbahaya bagi tubuh, Ia menyebutnya “perhentian yang menyegarkan” dimana yang dimaksud adalah berbicara dalam bahasa lidah atau bahasa Roh yang adalah percakapan antar Roh kita dengan Tuhan.

Salah satu jemaat yang ada di gereja ini harus mengkonsumsi obat-obatan secara teratur selama 9 tahun untuk sejumlah masalah yang dialaminya karena depresi berat sehingga menyebabkan dirinya terkadang sulit tidur di malam hari (Insomnia), jemaat ini juga mengalami sinusitis kronis, gastritis dan serangan panik sehingga membuatnya sering ingin atau memiliki pikiran untuk mengakhiri hidupnya. Sebagai akibat dari sinusitis yang sangat buruk yang dialaminya ia harus mengunjungi rumah sakit secara teratur untuk mengeluarkan lendir dari hidungnya, ia juga sangat suli untuk memejamkan matanya kalaupun bisa paling Cuma sekitar 3 jam itu pun juga dengan bantuan pil tidur. Ia berhenti bekerja dan jarang keluar meninggalkan rumahnya karena serangan panik yang dialaminya sehingga sang istri harus merawatnya selain ketiga anak mereka, sebagai efek samping dari pengobatan jangka panjang ternyata menyebabkan bentuk fisiknya membengkak.

Suatu hari Tuhan mendorongnya untuk berdoa dalam bahasa Roh lebih sering lagi sesuai dengan kekuatan yang dimilikinya atau sebisanya. Ia taat melakukan apa yang Tuhan katakana dan di saat dirinya mulai berbahasa Roh walaupun itu cuma beberapa suku kata, ia merasakan sukacita damai sejahtera yang luar biasa dan merasa beristirahat damai.

Hal ini kemudian mendorongnya untuk berdoa dalam bahasa Roh lebih lagi dan semakin dirinya berdoa dalam bahasa Roh dirinya merasa beristirahat dan kedamaian . Sinus, gastritis, ketakutan dan serangan panic secara perlahan sembuh dan kemudian dirinya kemudian mulai memiliki kualitas tidur yang lebih baik tanpa bantuan obat tidur lagi dan Tuhan mengajarinya mengatur pola makan sampai akhirnya berat badannya kembali normal.

Dengan berbahasa Roh secara teratur Tuhan membebaskan orang ini dari sejumlah penyakit yang cukup lama dialaminya dengan beristirahat yang menyegarkan seperti yang dijanjikan oleh Tuhan. Jadi mari mulai lah berdoa dalam bahasa Roh secara teratur dan biarkan diri anda beristirahat dan Damai sejahtera-Nya melingkupi hidup anda.

Amin.  


NYANYIKAN LAGU MEMUJI TUHAN


Ps Joseph Hendrik Gomulya

"Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh, dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati." (Efesus 5:15-19 TB

Tuhan menginginkan setiap kita berjalan seperti orang-orang bijak dan bukan sebagai orang bodoh. Tuhan tidak akan memberitahukan kepada kita untuk berjalan dalam hikmat yang dari Tuhan tanpa menunjukkan kepada kita bagaimana caranya dengan mengerti apa yang menjadi kehendak Tuhan.

"Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh, dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati." (Efesus 5:18-19 TB) 

Ketika anda berada dalam penyembahan dan dipenuhi oleh Roh Kudus ketika anda mengangkat lagu-lagu pujian pengagungan kepada Tuhan, ada melodi-melodi indah yang keluar dari dalam hati anda kepada Tuhan dan anda pastinya mengalami perjumpaan peribadi dengan-Nya dan merasakan kehadiran-Nya melalui mazmur, kidung pujian, lagu rohani dan melodi indah yang keluar sehingga anda melupakan masalah yang anda hadapi dan menyerahkan semuanya kehadapan Tuhan.

Sering kali ketika anda memiliki permasalahan atau menghadapi situasi yang sulit semakin anda menghadapinya dengan kepintaran atau kepandaiaan anda yang terjadi bukannya itu selesai atau berkurang tetapi justru semakin membuat anda bingung tetapi ketika anda datang berbalik datang kepada Tuhan, bernyanyi menyembah-Nya dari dalam Roh anda dan Tuhan akan memberikan perspektif yang lebih jelas dari masalah atau situasi yang anda hadapi untuk anda menemukan jawabannya begitupun ketika anda sedang bingung ketika anda sedang bingung memilih atau memutuskan sesuatu, dengan bantuan Roh Kudus Tuhan akan mendorong anda memutuskan keputusan dalam ketepatan dimana terkadang itu jauh apa yang pernah kita pikirkan sebelumnya dan hasilnya jauh lebih baik.
Jadi dalam keadaan baik atau pun buruk nyanyikankanlah selalu lagu-lagu pujian dan pengagungan kepada Tuhan untuk Tuhan menuntun anda dalam hal apa pun, Dia akan menuntun anda untuk memilih keputusan yang bijaksana bahkan ketika anda terjebak dalam masalah, Dia sanggup membuka jalan keluar bagi anda atau apa pun bantuan yang anda butuhkan.

Amin

 


ROH-KU MENCARI-CARI

TravellerS Hotel Phinisi, Holy Glory Church (HGC)

Ps. Joseph Hendrik Gomulya

"Untuk pemimpin biduan. Menurut: Yedutun. Mazmur Asaf.  Aku mau berseru-seru dengan nyaring kepada Allah, dengan nyaring kepada Allah, supaya Ia mendengarkan aku. Pada hari kesusahanku aku mencari Tuhan; malam-malam tanganku terulur dan tidak menjadi lesu, jiwaku enggan dihiburkan.  Apabila aku mengingat Allah, maka aku mengerang, apabila aku merenung, makin lemah lesulah semangatku. S e l a  Engkau membuat mataku tetap terbuka; aku gelisah, sehingga tidak dapat berkata-kata.  Aku memikir-mikir hari-hari zaman purbakala, tahun-tahun zaman dahulu aku ingat.  Aku sebut-sebut pada waktu malam dalam hatiku, aku merenung, dan rohku mencari-cari" (Mazmur 77:1-7 TB)

Setiap kita harus selalu mencari-cari apa yang menjadi kehendak Tuhan karena jiwa (pikiran) kita sangat terbatas untuk menyelami sampai kepada yang Tuhan kehendaki. Ketika Roh kita sudah di merdekan, di perbaharui oleh Tuhan dan kepenuhan Roh Kudus maka roh kita akan selalu mencari-cari sampai semakin lama semakin kuat sehingga semakin banyak yang bisa di dapatkan (semakin tajam) dimana Tuhan akan selalu berbicara melalui firman-Nya dengan bantuan Roh Kudus.

Apabila anda tidak pernah membaca firman-Nya maka iblis yang juga adalah roh yang bahkan suaranya bisa menyerupai Tuhan bahkan mengerti setiap isi firman bisa menyesatkan kita. Sangat perlu untuk menyaring apapun yang kita dapatkan apakah itu benar-benar dari Tuhan karena tidak seorang pun yang selalu bisa tepat dan peka 100 %, jadi ujilah dulu itu sebelum menyakininya 100% itu dari Tuhan apalagi menggunakan itu untuk menghakimi orang lain yang pasti sudah pasti itu bukan dari Tuhan.

Kebanyakan apa yang Tuhan perlihatkan apabila itu dari Tuhan itu adalah buat diri kita tetapi apabila anda diperlihatkan tentang seseorang contohnya anda perlu bertanya kepada Tuhan karena belum tentu apa yang Tuhan perlihatkan anda sampaikan kepada orang yang bersangkutan dan justru akan lebih tepat adalah anda mendoakannya. Ketika Roh kita mencari kehendak Tuhan untuk diri kita, atau mencari perubahan apa yang Tuhan inginkan dari diri kita, maka akan sangat berbeda karena biasanya tidak seperti apa yang kita pikirkan. Seorang pendoa, penyembah atau siapapun yang memiliki hubungan keintiman dengan Tuhan harus semakin rendah hati, memiliki penundukan, memiliki ketulusan dan selalu menjaga perkataan yang keluar dari mulutnya.

Sewaktu anda berada di dalam kelemahan, sewaktu roh anda mencari-cari apa yang Tuhan inginkan atau sewaktu anda ingin memutuskan sesuatu ingatlah perbuatan dan karya yang pernah Tuhan buat dalam hidup anda seperti Daud yang mengingat-ingat segala kebaikan yang Tuhan pernah buat dalam hidupnya. Daud menggambarkan keadaan yang dia alami dimana dirinya melakukan hal yang tepat yaitu rohnya selalu mencari-cari.

Sewaktu anda bertekun dan berjalan bersama Tuhan pancangkanlah patok anda, mencari-cari apa yang menjadi kehendak –Nya, berjaga-jaga di dalam Roh dengan memasang patok untuk tidak melakukan yang Tuhan tidak kehendaki (jatuh kedalam dosa) atau memasang tanda di roh anda, contohnya apabila didalam hati anda suka ada pemberontakan dengan pemimpin pasanglah patok atau tanda di situ untuk selalu mengingatkan roh anda dan menundukkan Roh pemberontakan itu dengan selalu melibatkan Roh Kudus.

Anda tidak mungkin melakukan sesuatu yang besar atau sebesar apapun potensi yang anda miliki apabila dalam hal yang kecil anda tidak pernah belajar untuk taat maka Tuhan tidak akan mempercayakan hal yang besar. Apabila Roh anda selalu mencari-cari dan selalu mengingini maka anda akan selalu taat dan memiliki kerendahan hati yang bisa kelihatan mengalir keluar dari Roh dan jiwa anda. Ketika anda memiliki Roh yang tajam ketika melakukan suatu kesalahan yang kecil pun anda akan mendidik diri anda secara Roh sedemikian kuat untuk anda menaruh patok untuk tidak lagi melakukan kesalahan yang sama. Jadi Sebesar apapun potensi yang anda miliki tetapi apabila anda memiliki karakter yang jelek (tidak taat, tidak memiliki kerendahan hati dan penundukan) maka itu tidak ada gunanya.

Amin…
 


Rabu, 17 Mei 2017

MULTIPLIKASI (PELIPAT GANDAAN)


TravellerS Phinisi, Holy Glory Church (HGC).

(14/07/2017)

Ps Joseph Hendrik Gomulya.



Dalam Alkitab Tuhan banyak sekali membuat pelipat gandaan dimana firman-Nya berkata sama seperti Yesus berada di bumi ini demikianlah juga seperti di sorga. Artinya pelipat gandaan harus menjadi bagian setiap kita dan bukan menjadi sesuatu hal yang mustahil dimana kita menangkap apa yang menjadi isi hati Tuhan dan mengalami pelipat gandaan dalam segala hal atas hidup kita baik itu dalam hal kebutuhan keuangan dan dalam hal pelayanan dalam menjangkau jiwa-jiwa.

"Sesudah itu Yesus berangkat ke seberang danau Galilea, yaitu danau Tiberias. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mujizat-mujizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit. Dan Yesus naik ke atas gunung dan duduk di situ dengan murid-murid-Nya. Dan Paskah, hari raya orang Yahudi, sudah dekat. Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: “Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?” Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya. Jawab Filipus kepada-Nya: “Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja.” Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya: “Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?” Kata Yesus: “Suruhlah orang-orang itu duduk.” Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya. Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki. Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang.”  (Yohanes 6:1-12 TB)

Pelipat gandaan melalui 5 roti dan 2 ekor ikan benar-benar terjadi, nyata dan riil dimana tuhan sampai 2 kali melakukan hal yang sama ketika Tuhan memberi makan 4 ribu orang dengan 7 roti jelai. Ketika Tuhan mengadakan mujizat yang sama secara berulang sebenarnya Tuhan ingin berpesan bahwa hal yang sama (pelipat gandaan) itu dapat kita alami juga. Mari miliki keinginan dan kerinduan untuk mengalami pelipat gandaan dari Tuhan, karena apabila anda tidak mempunyai kerinduan yang cukup maka itu tidak akan pernah terjadi karena itu dijangkau dengan iman kita.

Pada saat orang banyak berbondong-bondong mengikut Yesus dan kemudian Yesus mengajukan pertanyaan kepada murid-murid-Nya dimana dan bagaimana memberi makan orang sebanyak itu sebenarnya bukan berarti Yesus tidak mengetahui bagaimana caranya memberi makan orang sebanyak itu.

Hal yang pertama untuk pelipat gandaan adalah Tuhan merindukan anda menangkap kerinduan hati Tuhan dimana sering kali itu bukan untuk diri kita tetapi kita menjadi bagian dari pelipat gandaan itu dimana kita mengetahui apa yang menjadi kebutuhan sorga, mengetahui panggilan dan memiliki belas kasihan akan jiwa-jiwa.

Sewaktu Yesus dipenuhi dengan belas kasihan ketika orang banyak mengikuti-Nya dimana Tuhan Yesus sebenarnya bisa saja melakukan itu sendiri tanpa campur tangan 5 roti dan 2 ekor ikan orang lain, tetapi Tuhan berjanji untuk kita menjadi bagian dari pelipat gandaan, menjadi sarana atau teman sekerja/partner yang menyatu dengan Tuhan untuk sebuah transformasi pelipat gandaan itu.

"Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: “Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?” (Yohanes 6:5 TB)

Apabila anda bisa melihat sebuah kebutuhan itu seringkali menjadi alat dimana multiplikasi pelipat gandaan itu terjadi. Tuhan Yesus bukannya tidak mengetahui jawabannya tetapi seperti ayat 6 katakan hal itu dilakukakn untuk mencobai murid-murid-Nya. Ketika kita melihat kebutuhan jiwa-jiwa atau kebutuhan orang banyak seringkali di titik seperti itu orang terkadang mengukur dengan kesanggupannya bukan karena kerinduan tetapi sewaktu kita menangkap akan kerinduan Tuhan maka yang sedikit Tuhan ubahkan menjadi banyak.

Orang Yahudi ketika melakukan perjalanan yang jauh dari rumah mereka pasti akan membawa bekal, jadi diantara segerombolan orang banyak yang mengikuti yang mengikuti Yesus bukan hanya anak kecil ini yang membawa makanan (5 roti jelai dan 2 ekor ikan) mereka mungkin membawa bekal yang lebih bagus atau bukan hanya roti saja atau jumlahnya mungkin jauh lebih banyak tetapi yang lainnya masing-masing mengukur seperti Filipus yang berkata 200 dinar tidak akan cukup untuk memberi makan sebegitu banyaknya orang. Sering kali memang ketika kita melihat kebutuhan yang sebanyak itu kita merasa itu tidak akan cukup untuk diri kita sendiri apalagi harus membagikannya kepada orang lain.

Terkadang Tuhan bertanya untuk bisa menemukan seseorang yang mau dipakai untuk menjadi alat-Nya buat kerajaan sorga yang bisa melihat kebutuhan sorga yang adalah sumber kekayaan dan pelipat gandaan maka ketika orang tidak bisa melihat kebutuhan sorga atau tidak mau member karena caranya melihat berbeda dengan cara Tuhan melihat. Tuhan tidak melihat seberapa banyak uang yang anda miliki tetapi Tuhan melihat seberapa anda menangkap akan kerinduan hati-Nya. Adakah orang yang yang mau memberikan hidupnya, memberikan pengabdiannya dan semua yang dimilikinya.

Hari-hari ini orang cenderung menjadi egois dimana adalah sebuah kebodohan untuk memikirkan kehidupan orang lain sedangkan hidupnya sendiri dalam keterbatasan, adalah sebuah kebodohan apabila orang memberikan atau meletakkan semua yang dimiliki atau disukai atau adalah sebuah kebodohan untuk orang bekerja tanpa di upah.

Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?” (Yohanes 6:9 TB)

Tuhan selalu menunggu jawaban seperti perkataan Andreas di ayat 9 “Disini ada”, Tuhan mau berkata adakah hidup kita yang mau diserahkan seperti melihat kebutuhan memberi makan kota dan bangsa dan mengabaikan semua kenyamanan demi keselamatan kota dan bangsa dimana Tuhan tidak selalu mencari yang kaya tetapi Tuhan selalu memulainya dari yang sedikit. Seperti ketika Tuhan mengajar Ps Hendrik untuk memberikan semuanya ketika berada dalam serba kekurangan, Tuhan mengajar beliau untuk melayani dari yang sedikit dan setia pada itu untuk Tuhan mempercayakan yang lebih besar karena seringkali kunci dari pelipat gandaan adalah dari yang sedikit.

Kesaksian Ps Hendrik: Dalam sebuah rangkaian ibadah Tuhan berkata kepada Ps Hendrik untuk menyerahkan semua tersisa yang dimilikinya sementara saat itu pembangunan hotel ini kala itu terhenti pembangunannya selama 10 bulan dikendalakan dana dan ijin yang belum keluar, tetapi disaat Ps Hendrik taat untuk memberikan apa yang Tuhan inginkan karena beliau melihat kebutuhan dan kerinduan Tuhan akan jiwa-jiwa dan ajaibnya di saat ibadah yang berlangsung selama 3 hari itu masih berlangsung di hari terakhir, ijin pembangunan hotel ini keluar dan pembangunan kemudian dilanjutkan kembali.

Hal yang membatasi pelipat gandaan yang unlimited terjadi adalah karena selalu logika berpikir dan kepentingan diri sendiri yang menjadi penyebabnya sehingga kita hanya mengimani seperti apa yang kita pikirkan sehingga tidak akan pernah diluar yang kita pikirkan karena iman yang terbatas. Ketika anda mengetahui dan mengerti bagaimana kebutuhan sorga dan anda berada didalamnya maka pelipat gandaan terjadi.

Mari berhenti memikirkan diri sendiri seperti anak kecil yang memberikan seluruh yang ada padanya dan mengangkat itu dihadapan Tuhan walaupun itu kelihatannya tidak bernilai tetapi itu adalah yang terbaik maka Tuhan melihat itu.

Dalam setiap pelayanan mari menangkap visi Tuhan, melihat panggilan Tuhan, dan melihat kerinduan Tuhan akan jiwa-jiwa setelah itu kita bisa melihat apa yang menjadi kebutuhan sorga. Di saat kita melihat ada banyak orang miskin/orang kecil yang membutuhkan disitulah sebenarnya ada banyak pelipat gandaan terjadi, di saat kita melihat kekurangan atau kemiskinan itu bukan sebuah kemunduran dari suatu tempat tetapi itu adalah kesempatan kita untuk menuai jiwa-jiwa.

Apabila anda mempunyai banyak uang atau mempunyai banyak keahlian tetapi tidak pernah dibagikan kepada orang lain dan menyimpannya untuk diri sendiri maka pelipat gandaan atau multiplikasi itu tidak pernah terjadi.

Setiap kali ketika Tuhan meminta dan berkata “dimanakah dan bagaimana memberi makan orang yang berkekurangan” maka anda akan selalu ada dan berkata “disini ada” maka penyediaan-Nya/pelipat gandaan-Nya akan terjadi secara ajaib dan luar biasa walaupun yang anda punya itu sedikit tetapi ketika anda menangkap hati Tuhan maka yang sedikit itu akan Tuhan lipat gandakan.

Amin…

  

  

  


Sabtu, 13 Mei 2017

TARUH TABUT DI DEPAN

Ps Joseph Hendrik Gomulya.

Tabut adalah gambaran kehadiran Tuhan, tabut dalam perjanjian lama adalah gambaran dimana Tuhan berbicara dan hadir. Tabut selalu melekat dengan kemuliaan Tuhan dimana ada tabut, disitu ada kemuliaan Tuhan dan prinsip dalam membawa tabut adalah tabut harus selalu di depan, Tuhan yang harus memimpin. Pada kenyataannya di banyak tempat, di banyak orang percaya, di banyak gereja bukan Tuhan yang memimpin tetapi manusia yang memimpin. Hadirat Tuhan di gantikan dengan bermacam pernak-pernik, cara manusia sehingga oleh sebab itu kenapa banyak gereja-gereja sulit untuk berjumpa atau merasakan hadirat Tuhan karena bukan Tuhan yang menjadi utama atau yang memimpin.

“Jangan biarkan HADIRAT TUHAN, digantikan dengan apa pun juga”

Sewaktu anda bermain musik, menari, atau apa pun pelayanan anda, bawa itu sebagai keintiman dengan Tuhan karena itu sangat berbeda ketika anda hanya sekedar melayani atau anda melakukan itu hanya sekedar melaksanakan sebuah tugas, rutinitas dan hanya ingin kelihatan indah/bagus oleh manusia.

Mari membiarkan Tabut Tuhan atau Kristus itu di depan, biarkan Kristus yang memimpin setiap kita sampai seluruh Indonesia kita duduki, sampai seluruh suku bangsa dan sampai semua orang dimenangkan untuk kemuliaan Nama Tuhan.

                                            (Yosua 1:1-9 TB)

Generasi Yosua ini sedang di bangkitkan dimana anda dan saya adalah generasi Yosua yang akan meneruskan membawa orang-orang datang kepada Yesus. Mari mempersiapkan generasi Yosua ini untuk Tuhan pakai baik dalam gereja atau pun dalam keluarga dimana Tuhan sendiri yang akan membimbing mereka. Jadi mari belajar dari apa yang Tuhan ajarkan pada Yosua.

Musa adalah seorang hamba Tuhan yang sangat diurapi, hamba Tuhan yang besar, pemimpin yang besar dan di segani dimana ketika dirinya membelah Laut Merah, kuasa dan mujizat Tuhan begitu nyata dalam perjalanan Musa. Bangsa Israel melihat Musa sebagai sosok pemimpin yang sangat cinta Tuhan sehingga dirinya begitu di segani, sampai kemudian ketika Tuhan mengijinkan mereka untuk kehilangan sosok figur dalam diri musa untuk membangkitkan generasi yang baru dimana Tuhan memilih Yosua karena Tuhan mendapatinya memiliki Roh yang sama dengan Musa.

Setiap kita tidak cukup sekedar hanya untuk di selamatkan tetapi setiap kita harus bergerak, tidak seorang pun yang tinggal diam di akhir zaman ini dimana setiap kita berkata bahwa kita mau menduduki kota demi kota, suku demi suku sampai ke bangsa-bangsa dan kita tidak akan berhenti sampai Nama Tuhan di Muliakan dimana itu bisa anda mulai dari keluarga atau dalam lingkungan pekerjaan anda mengabarkan injil. Ketika Musa meninggal, Yosua sepertinya tidak siap tetapi Tuhan mengetahui bahwa Yosua sudah siap.

Seorang pemimpin harus memiliki hati hamba, jangan pernah menjadi sombong karena kesombongan itu yang akan menjatuhkan anda sehingga sangat perlu untuk selalu menjadikan Kristus sebagai prioritas atau yang utama dan bukan diri kita. Tuhan tidak pernah melihat titel hamba Tuhan dalam diri anda tetapi Tuhan melihat pengurapan hamba Tuhan yaitu seorang pemegang tongkat estafet yang menduduki kota-kota sampai ke bangsa-bangsa, jadi kunci dari sebuah keberhasilan adalah mempunyai hati hamba.

Yordan atau Yarden artinya kematian, menyeberangi sungai Yordan (Yarden) atau sungai kematian berbicara tentang kematian daging, kematian ambisi, kematian dari mementingkan diri sendiri dan semua yang tidak berkenan di hadapan Tuhan. Jadi untuk masuk kedalam tanah Kanaan anda harus menyeberangi sungai kematian untuk mematikan setiap kedagingan anda untuk Tuhan, Kanaan juga berbicara tentang kelimpahan (susu dan madu), jadi apabila anda ingin merasakan kelimpahan dalam hidup, anda harus menyeberangi sungai Yordan (sungai kematian) untuk mematikan semua kedagingan.

Menyeberangi sungai kematian bukan sewaktu anda berada dalam gereja tetapi setiap waktu ketika melakukan aktifitas anda sehari-hari, ketika orang memandang remeh, anda tidak marah. Ketika anda sedang menjalani sungai kematian, anda mungkin merasa tidak mampu tetapi anda tetap mau taat menjalaninya dan berkata “aku ini hamba Tuhan”, saat itu anda sedang menyeberangi sungai kematianmu.

Apabila cara kerjamu seperti orang dunia, anda tidak akan bisa menduduki tanah Kanaan, ubahlah cara hidupmu karena hanya orang-orang yang mau menyeberangi sungai Yordan (sungai kematian) atau menjalani sungai kematiannya yang akan Tuhan berkati dan pakai untuk menduduki kota demi kota sampai ke bangsa-bangsa, ia tidak akan takut terhadap apapun juga karena ada pengurapan Tuhan Yesus dalam dirinya.

Sewaktu menjalani dan melewati sungai kematian itu anda tidak sendirian, ada Tuhan yang menyertai dan membimbing anda. Sewaktu anda menaruh Tuhan di depan, Tuhan tidak akan pernah meninggalkan anda, Tuhan akan selalu menjamin setiap langkah anda, seperti Yosua yang menaruh Tabut Tuhan di depan yang menjadi jaminan untuk anda mempunyai masa depan, mempunyai harapan untuk keberhasilan.

Ketika anda selalu menaruh Tabut Tuhan di depan itu akan membuat anda selalu taat mengikuti perintah-perintah-Nya dan Tuhan akan menuntun anda pada kelimpahan (susu dan madu) itu, jangan pernah berhenti, terus maju dan seberangilah sungai kematianmu.


Amin…

 


DARI KEMULIAAN KEPADA KEMULIAAN BERIKUTNYA DALAM PELAYANAN

Seminar Hamba-hamba Tuhan
Gedung BPU Bulagi, Banggai Kepulauan - 26/04/2017 (Hari kedua).

Ps Joseph Hendrik Gomulya.

Ini adalah janji Tuhan bahwa pelayanan setiap orang harus masuk dari satu kemuliaan kepada kemuliaan berikutnya, hidup setiap orang akan mengalami kemuliaan yang satu kepada kemuliaan berikutnya. Sebab kemuliaan itu adalah Tuhan Yesus, maka apabila kita berada di dalam Yesus dan Yesus ada di dalam kita maka kita akan masuk dalam kemuliaan-Nya. Apabila setiap orang percaya dan hidup bergaul dengan Tuhan maka setiap orang akan masuk dalam kemuliaan yang semakin besar.

"Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar." (2 Korintus 3:18 TB)  

Jangkaulah dengan iman karena firman Tuhan tidak pernah gagal ketika anda percaya dan mengimani. Jangan pernah melihat keadaan karena keadaan tidak pernah menggambarkan kemuliaan itu karena seringkali orang mempunyai persepsi bahwa kemuliaan itu identik dengan rumah yang mewah, jabatan yang tinggi dan uang yang banyak, itu terlalu kecil. Ketika kita sedang mengalami kekurangan bukan berarti kita tidak mengalami kemuliaan, ketika Tuhan berada di dalam kita maka kita tidak akan terpengaruh dengan keadaan bahwa pelayanan dan hidup kita akan mengalami From Glory to glory.

(2 Korintus 4:1-15 TB) 

Firman Tuhan ini sebenarnya satu rangkaian yang tidak terpisah walaupun pasal dan ayatnya berbeda tetapi awalnya tidak terpisah dan jadi satu tetapi untuk mempermudah maka ditulis pasal, ayat dan perikopnya.

1). "Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati."  (2 Korintus 4:1 TB) 

Mari menyadari bahwa pelayanan yang kita terima dan hidupi itu bukan karena kekuatan kita tetapi oleh karena kemurahan Tuhan. Apabila kita mengetahui bahwa itu terjadi karena kemurahan Tuhan maka tidak akan ada yang namanya tawar hati dimana segala persoalan atau permasalahan atau apapun yang terjadi tidak akan membuat kita tawar hati karena itu semua adalah pekerjaan-Nya, kemurahan-Nya.

Mari mengecek kembali hati ketika kita melayani apakah kita sedang kecewa yang membuat tawar hati, dasarnya itu keliru karena kita sedang membangun kerajaan sendiri dengan kekuatan kita sendiri. Jadi mari menyadari bahwa semua yang kita kerjakan semuanya oleh karena kemurahan Tuhan seperti Rasul Paulus yang dalam pelyanannya menjadi dampak sampai ke Asia kecil karena Rasul Paulus mengetahui bahwa pelayanan yang dilakukannya adalah anugerah dan kemurahan Tuhan, fokusnya kepada Yesus sebagai Tuhan. Apabila setiap kita mengerti ini maka kita tidak akan pernah tawar hati.

2). "Tetapi kami menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan; kami tidak berlaku licik dan tidak memalsukan firman Allah. Sebaliknya kami menyatakan kebenaran dan dengan demikian kami menyerahkan diri kami untuk dipertimbangkan oleh semua orang di hadapan Allah."  (2 Korintus 4:2 TB)  

Ini berbicara tentang hidup yang ditaruh diatas mezbah setiap hari karena Tuhan sangat merindukan setiap kita menaruh korban hidup kita. Ada orang-orang yang terpanggil dalam pelayanan mengorbankan waktu, keluarga, dan jam-jam istirahatnya untuk satu tujuan bertemu muka dengan muka dengan Tuhan. Ini adalah perjalanan pribadi dengan Tuhan, keintiman yang orang lain tidak tahu dimana ketika korban itu berkenan dan menyenangkan hati Tuhan maka akan terjadi terobosan, kemuliaan tidak bisa terjadi hanya dalam satu hari.

Menjadi seorang penyembah harus selalu ada hidup yang ditaruh di atas mezbah menjadi korban. Ada kesaksian dari seorang pria yang datang dalam sebuah ibadah dan ketika ada hadirat Tuhan yang kuat dan dirinya dilawat Tuhan, Tuhan memanggilnya untuk masuk dalam pelayanan. Pria ini menangis karena pria ini merasa bahwa dirinya tidak layak dan tidak mungkin itu bisa terjadi karena hidupnya selama ini tidak bisa hidup kudus tetapi ketika pria ini melatakkan hidupnya di atas mezbah sebagai korban, Tuhan sanggup mengubahkan hidupnya yang tadinya tidak mungkin menjadi mungkin karena Tuhan yang mengubahkan.

3). "yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah. Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hambamu karena kehendak Yesus. Sebab Allah yang telah berfirman: “Dari dalam gelap akan terbit terang!”, Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus." (2 Korintus 4:4-6 TB)  

Pelayanan from glory to glory fokusnya pada injil yaitu menjadikan Yesus Kristus sebagai Tuhan. Semua yang kita lakukan secara profetik adalah fokusnya kepada Kristus untuk kita diberikan pengetahuan dan pengertian tentang kemuliaan.

4). "Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami. Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa." (2 Korintus 4:7-9 TB)  

Segala penindasan dan penganiayaan yang kita alami adalah sarana untuk kita menerima kemuliaan yang lebih besar. Mari berhenti mengandalkan kekuatan diri kita karena kekuatan kita terbatas tetapi sewaktu kita mengandalkan Tuhan maka kekuatan yang melimpah-limpah itu akan berada dalam hidup kita yang sanggup mengubahkan pelayanan, hidup, keluarga dan lingkungan kita.

5). "Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami. Sebab kami, yang masih hidup ini, terus-menerus diserahkan kepada maut karena Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini." (2 Korintus 4:10-11 TB) 

Mari senantiasa membawa kematian Kristus dalam tubuh kita karena apabila kita senantiasa membawa kematian Kristus dalam tubuh kita maka itu akan mematikan setiap kedagingan kita. Seringkali proses yang Tuhan pakai untuk mematikan kedagingan adalah memakai orang-orang di sekitar kita sehingga kita tidak boleh membenci orang-orang yang memproses kita karena mereka adalah orang yang Tuhan pakai untuk mematikan kedagingan kita.

6). "Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: “Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata”, maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata." (2 Korintus 4:13 TB)  

Setiap kita memiliki Roh imam yang sama dengan Yesus Kristus, ketika kita percaya maka kita akan berkata-kata, karena setiap perkataan kita itu berkuasa maka itu akan terjadi.

                                         (Matius 8:5-10 TB) 

Ini adalah cerita tentang perwira Kapernaum yang datang kepada Yesus untuk supaya hambanya di sembuhkan. Ketika Yesus berkata atau berfirman bahwa dirinya akan pergi kerumahnya untuk menyembuhkan hambanya yang sedang sakit, perwira Kapernaum ini menangkap perkataan Yesus dan dia percaya bahwa hambanya sudah disembuhkan.

Seringkali kita berpikir bahwa Yesus mengetahui apa yang ada di dalam hati kita kemudian kita diam dan hanya menunggu padahal ada sebuah kekuatan Roh iman yang sama, Roh Kristus atu Roh Kudus yang di taruh dalam kita yang sewaktu kita perkatakan dengan iman, sewaktu Roh pengertian itu masuk maka Tuhan dengan bangga akan berkata kepada kita seperti yang dikatakan-Nya kepada perwira Kapernaum itu “Aku tidak melihat iman sebesar ini di seluruh Israel”. Tuhan mengerti iman kita yang sewaktu di perkatakan dimana buat orang lain itu mustahi atau tidak mungkin, itu terjadi sesuai dengan apa yang kita imani dan perkatakan.

 

 Amin...  


Minggu, 07 Mei 2017

KUNCI UNTUK TINGGAL DALAM MASA KEMULIAAN

Gedung BPU Bulagi, Banggai Kepulauan Sulawesi Tengah. (25/04/2017)

(Seminar hamba-hamba Tuhan "MASA KEMULIAAN")

Ps Joseph Hendrik Gomulya.

Masuk dalam kemuliaan Tuhan saja adalah suatu keuntungan atau kesempatan apalagi kalau tinggal dalam masa kemuliaan itu. Firman Tuhan berkata “Kita semua akan dibawa masuk dalam masa kemuliaan yang lebih besar lagi” karena kemuliaan yang musa alami saja sudah sangat luar biasa apalagi setiap kita yang dibawa masuk melalui Tuhan Yesus. Kita akan dibawa lebih lagi “FROM GLORY TO GLORY”, dari satu kemuliaan kepada kemuliaan berikutnya. Mari kita menyamakan pengertiaan atau persepsi tentang kemuliaan dengan firman.

"Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!" (Kolose 1:27 TB) 

"For God wanted them to know that the riches and glory of Christ are for you Gentiles, too. And this is the secret: Christ lives in you. This gives you assurance of sharing his glory." (Kolose 1:27 NLT)

Dalam terjemahan New Living Translation (NLT) artinya sedikit berbeda dimana dibagian terakhir dikatakan “dan kamu akan berbagi dalam kemuliaan-Nya”. Di Perjanjian Lama setiap orang telah kehilangan kemuliaan Tuhan, kehilangan tujuan dan kehilangan gambar Allah ketika Adam dan Hawa jatuh dalam dosa. Bahkan pengutusan nabi-nabi dan hakim-hakim pun tetap juga tidak bisa membuat Kemuliaan Tuhan itu kembali ada di bumi, mereka memang melihat kemuliaan Tuhan tetapi mereka tidak menjadi bagian didalam kemuliaan itu. Sebaik atau sesaleh apapun orang yang hidup di Perjanjian Lama mereka tetap sudah kehilangan kemuliaan Tuhan, sampai kemudian setelah 400 ratus tahun setelah masa Maleakhi ketika Tuhan tidak berfirman , Yesus Kristus yang adalah Tuhan sendiri datang ke bumi  yang membuat kita kemudian mendapatkan kembali kemuliaan yang pernah hilang, kemuliaan yang pernah di janjikan.

Dalam kitab kolose tadi dikatakan “This gives you assurance of sharing His Glory”, anda akan masuk dalam kemuliaan-Nya, merasakannya dan membagikan kemuliaan Tuhan itu karena semua yang anda lakukan dan hasilkan semuanya adalah anugerah Tuhan.

"Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar."  (2 Korintus 3:18 TB)   

Setiap kita di ubahkan untuk serupa dengan gambar kemuliaan Allah yang hilang ketika Adam dan Hawa jatuh kedalam dosa dimana didalam Kristus setiap kita melalui Roh diubah menjadi serupa dengan gambar Allah dalam kemuliaan-Nya yang semakin besar.

"So all of us who have had that veil removed can see and reflect the glory of the Lord. And the Lord—who is the Spirit—makes us more and more like him as we are changed into his glorious image." (2 Korintus 3:18 NLT)  

Dalam terjemahan bebas New Living Translation (NLT) mengatakan demikian “seperti Roh Kudus bekerja didalam anda, menjadi serupa dengan gambar Kristus setiap hari dan setiap waktu”. Kemuliaan atau keserupaan dengan Kristus terus bertambah hari demi hari dalam kehidupan anda dan kemuliaan yang besar itu kemudian akan tercermin atau terpancar keluar sehingga orang-orang melihat kemuliaan Tuhan melalui hidup anda.

Jadi mari “Reflect His Glory” pancarkan dan cerminkan kemulian-Nya dimana pun kita berada dan menyadari bahwa kita harus terus tinggal dalam kemuliaan-Nya untuk bisa memantulkan kemuliaan itu yang adalah Kristus sendiri. Sering kali orang memiliki pemahaman yang keliru dimana berpikir bahwa karena dirinya adalah orang berdosa atau jatuh dalam dosa sesaat atau sewaktu-waktu, contohnya tiba-tiba menjadi marah atau emosi dan kemudian berpikir bahwa dirinya berada di luar kemuliaan padahal anda dan saya selamanya tinggal dalam kemuliaan.

Sewaktu anda mengetahui bahwa kemuliaan itu berada didalam diri anda maka itu akan terpancar keluar bahkan ketika anda berada dalam keadaan buruk sekalipun. Seringkali orang berkata bahwa kemuliaan itu identik dengan keberhasilan dan diberkati dengan semua yang diinginkan selalu terpenuhi karena semua itu baru sebagian atau bagian terkecil dari kemuliaan, karena Rasul Paulus ketika dalam pelayanannya mengalami penganiayaan disitu dia berkata mengalami kemuliaan bahkan ketika berada dalam kekurangan pun Rasul Paulus juga berkata dia mengalami kemuliaan. Kemuliaan tidak diukur terlalu kecil dengan uang kemudian berkata mengalami kemuliaan, kemuliaan sesungguhnya ada didalam Kristus Yesus.

Berikut adalah tiga kunci untuk tinggal didalam kemuliaan dengan mengambil contoh dari kehidupan Rasul Paulus yang memiliki 2 panggilan dalam hidupnya dimana selain sebagai seorang Rasul pengikut Kristus, dia juga adalah seorang penjual tenda yang mungkin di jaman sekarang orang menyebutnya agen Real Estate (Bisnis Property).

1). MELEPASKAN SEMUANYA.

"Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus" (Filipi 3:7-8 TB) 

Konteks dari perkataan Rasul Paulus ini adalah Raul Paulus sebelum mengikut Tuhan dirinya mengandalkan kesalehan, ketaatan dan popularitas dari jabatan yang dipegangnya. Ayat 8 adalah salah satu kunci untuk tinggal dalam kemuliaan yaitu melepaskan semuanya, hati kita tidak terikat dan mengingini yang lain selain Kristus dimana sebagai contoh Rasul Paulus berkata segala pangkat, uang, kehormatan dan pujian yang dahulu diterimanya itu kemudian dianggap sampah.

Harta yang banyak, rumah yang bagus serta pangkat/jabatan yang bagus itu semuanya baik tetapi apabila semua itu dibandingkan dengan Kristus itu semuanya adalah sampah karena yang diingini hanyalah Tuhan. Orang tidak bisa tinggal dalam kemuliaan dan menikmatinya apabila memilih hidup didua sisi, di satu sisi menginginkan Kristus tetapi disisi yang lain juga mencintai dunia.

Mari mengejar dan mengingini Tuhan saja karena pengenalan akan Kristus lebih mulia, kemuliaan itu adalah Kristus sendiri yang tinggal didalam kita untuk kita berada dalam “From Glory to Glory”, jadi pondasinya adalah Kristus.

Mari memiliki respon yang tepat untuk mengalami kemuliaan Tuhan karena sering fokus kita pada masalah atau jawaban dari setiap masalah padahal seharusnya kita berfokus hanya kepada Tuhan karena fokus Tuhan adalah hati kita. Jangan memikirkan masalah atau persoalan yang dihadapi tetapi lepaskan itu semua dan biarkan Tuhan yang menyelesaikannya maka kita akan menerima damai sejahtera yang luar biasa. Semakin kita dipercaya banyak hal itu bukan semakin mudah karena semakin besar kemuliaan yang kita terima maka tantangan juga semakin besar.

Kemuliaan akan kita terima ketika respon dan sikap hati kita benar serta tepat seperti yang Tuhan inginkan. Seringkali kita menunggu jawaban Tuhan terlalu lama, tetapi yang Tuhan inginkan adalah sampai kita tidak mengingini lagi dan menganggap semuanya sampah. Seperti dikatakan diatas jabatan, karir, rumah bagus dan segala harta benda tidak akan mengikat hati karena kita semua mengerti  bahwa yang penting dan lebih mulia adalah Yesus, mengalami dan tinggal didalam Yesus. Kemudian ketika terjadi pencapaian dalam hidup kita  maka kita semua siap untuk menerima kemuliaan yang Tuhan sudah sediakan karena hti kita tidak lagi terikat dengan apapun dan berani melepaskan semuanya karena yang kita kejar, yang kita ingini, yang kita cintai atau fokus kita hanya kepada Yesus saja.

Ada sebuah kesaksian seorang ibu dari seorang anak, kebetulan ibu ini adalah seorang pendoa, ibu ini terus berdoa untuk anaknya dan kemudian anaknya bersaksi bahwa dia diberkati Tuhan, berhasil dan dipakai Tuhan denga luar biasa semuanya adalah berkat doa dari ibunya yang seorang pendoa. Karena ibunya sering berdoa maka anak cucunya diberkati, punya pabrik besi dan banyak pabrik-pabrik yang lainnya padahal ibu ini dulunya  tinggal dipinggir kali, tidak punya rumah, miskin dan berkekurangan. Tetapi ibu ini mendidik anaknya untuk mengenal Tuhan, untuk tidak mengutamakan dunia tetapi Tuhan dan mendidik anaknya untuk melepaskan semuanya.

2). PENGENALAN AKAN TUHAN.

"Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya"  (Filipi 3:10 TB)

Mari mengenali siapa Tuhan kita karena hidup, pengabdian, kebahagiaan dan kesukaan kita adalah ketika mengenal-Nya bukan melalui berkat dan semua jawaban doa kita. Kita harus selalu tersungkur dan berkata bahwa kebahagiaan kita bukan karena kita memiliki semua yang ada di dunia ini melainkan karena kita mengenal Tuhan. Mengenal dan berjalan bersama Yesus adalah yang menjadi tujuan kita dan menjadikan Dia sebagai Tuhan atas hidup kita karena terkadang bisa saja gembala sidang menjadi Tuhan karena semua diarahkan pada diri sendiri. Tuhan sangat merindukan bahwa setiap kita bisa menjadi berkat dan menjadi dampak (berdampak) buat orang lain, gereja anda menjadi berkat untuk gereja lain karena itulah tujuan Tuhan karena kita tidak hidup untuk diri sendiri.

Sewaktu anda mengenal Tuhan, mengenal hati-Nya dan anda menjadikan Tuhan atas segala pelayanan anda dimana hanya Dia yang di sanjung, di tinggikan dan yang di muliakan. Ini adalah waktunya bagi gereja Tuhan untuk membawa semua jemaat datang kepada Tuhan untuk mengenal Tuhan secara pribadi, mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya, bergaul dan intim dengan-Nya dengan berjalan bersama-nya, membaca firman-Nya, mengucapkan firman-Nya dan mendeklarasikan setiap firman yang Tuhan taruh di mulut kita. Perkatakan setiap firman-Nya yang menjadi rhema di hati kita, maka itu pasti terjadi karena setiap firman-Nya ya dan pasti. Ketika Tuhan sudah berfirman dan kita percayai maka sesuatu yang besar akan kita terima dari Tuhan bahkan segala sesuatu yang tidak pernah kita pikirkan dan bayangkan sebelumnya.

Iblis selalu ingin merusak dan daya rusaknya pasti besar tetapi sewaktu kita dengan rendah hati datang kepada Tuhan dan percaya bahwa Tuhan akan menolong anak-anak-Nya, di titik dimana iblis ingin menghancurkan dan merusak , di titik itulah Tuhan menyatakan kemuliaan-Nya yntuk anak-anak-Nya yang tetap percaya.

Sewaktu hati kita berkata “Tuhan aku ingin mengenal Engkau” dan kuasa kebangkitan-Nya  maka kita akan menerima kemuliaan itu. Apabila kita tidak pernah mengenal kuasa kebangkitan-Nya maka kita tidak akan mengalami kebangkitan dalam hidup kita.
3). FOKUS BERLARI PADA PANGGILAN.

"Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus." (Filipi 3:13-14 TB) 

Mari fokus mengenali dan berlari panggilan setiap kita, seperti  Rasul Paulus  sendiri berkata bahwa dia belum menangkapnya, dia masih terus berjalan karena selama dia hidup panggilan itu belum selesai, jadi mari fokus pada panggilan dan apa yang Tuhan taruh. Panggilan itu akan terus berkembang tetapi tetaplah fokus panggilan yang Tuhan berikan dan Tuhan sendiri yang akan menuntun kita.

Orang seringkali merasakan masalah yang tidak pernah selesai dalam hidupnya karena seringkali berjalan keluar dari panggilan, oleh karena itu kita harus tetap fokus pda panggilan. Mungkin ada yang dipanggil untuk melayani orang-orang cacat, terpanggil melayani anak-anak, melayani orang-orang miskin atau terpanggil untuk melayani pulau demi pulau tetapi yang terpenting adalah fokus.

Setiap orang memiliki tujuan Ilahi atas hidupnya yang bisa diketahui melalui doa atau melalui tuntunan gembala atau hamba Tuhan, temukanlah panggilan anda secara spesifik dan temukanlah kekuatan anda dimana serta fokus berlari pada panggilan itu.

Jadi ada 3 hal yang harus kita lakukan untuk masuk dan tinggal dalam masa kemuliaan yaitu: berani melepaskan semuanya untuk Tuhan, mengenali Tuhanmu dan intim dengan-Nya kemudia yang terakhir adalah fokus berlari pada panggilan. Ketika ke-3 hal ini ada didalam hidup kita maka kemuliaan itu ada dalam hidup kita.

Amin…  


Minggu, 09 April 2017

KUASA DARI KATA SEPAKAT

Ps Joseph Hendrik Gomulya

Ayat Bacaan:
(1 Samuel 14:1-23 TB)

Ada sebuah pelajaran berharga yang bisa kita dapatkan dari kisah Yonatan dan bujang pembawa senjatanya ini dimana dalam sebuah peperangan sangat diperlukan sebuah strategi dan tanda kemenangan dari Tuhan. Apabila kita ingin memenangkan sebuah peperangan secara mutlak maka kita harus memperhatikan ketepatannya dimana itu bisa dilakukan apabila kita mau SEPAKAT dengan Tuhan dan hati yang selalu bergantung kepada Tuhan. Jadi ketepatan itu sesungguhnya adalah milik Tuhan karena hanya Tuhan yang mengetahui segala sesuatu yang tepat dan jangan pernah merasa didalam hati bahwa anda bisa melakukan segala sesuatu dalam ketepatan lebih dari orang lain karena itu adalah sebuah kesombongan.

Seorang pemimpin dibekali oleh Tuhan untuk selalu bisa SEPAKAT dengan-Nya untuk bisa melakukan segala sesuatu dalam ketapatan dimana seorang pemimpin harus terus bergantung kepada Tuhan. Semakin besar pekerjaan yang diberikan kepadanya maka orang itu harus semakin bergantung kepada Tuhan dimana tugas dan pekerjaan yang Tuhan berikan akan terus semakin besar sehingga sangat diperlukan kekuatan yang lebih sehingga disinilah dibutuhkan untuk terus belajar bergantung kepada Tuhan. Semakin besar pasukan maka akan semakin besar tugas, tanggung jawab dan kemenangan yang akan Tuhan akan berikan sehingga dibutuhkan ketepatann karena pasti akan selalu dibutuhkan cara yang baru dan hati yang mau terus belajar dengan Tuhan.

Yonatan artinya yang di beri karunia oleh JEHOVAH, jadi Yonatan adalah orang yang di beri Kasih Karunia oleh Tuhan, Yonatan adalah orang yang lahir dengan sebuah tujuan.

"Berkatalah Yonatan kepada bujang pembawa senjatanya itu: “Mari kita menyeberang ke dekat pasukan pengawal orang-orang yang tidak bersunat ini. Mungkin Tuhan akan bertindak untuk kita, sebab bagi Tuhan tidak sukar untuk menolong, baik dengan banyak orang maupun dengan sedikit orang.” (1 Samuel 14:6 TB)  

Di sini Yonatan sedang mengalami peperangan melawan orang filistin yang tidak bersunat itu. Ini adalah perkataan yang sama yang Daud katakan ketika mengahadapi dan mengalahkan Goliat, orang Filistin yang tidak bersunat itu. Jadi kita bisa melihat bahwa selalu ada perjanjian Tuhan yang menjamin kita bahwa kemenangan itu sudah diberikan kepada kita. 

“Mari kita menyeberang ke dekat pasukan pengawal orang-orang yang tidak bersunat ini”

Artinya Yonatan mengetahui bahwa bersunat itu artinya ada perjanjian antara Tuhan dengan bangsa Israel sedangkan orang-orang tidak bersunat itu adalah adalah orang-orang yang tidak mengenal Tuhan, orang-orang yang menyembah berhala dan tidak menghargai Tuhan. Perkataan Yonatan ini secara tidak langsung menyadarkan bahwa kita ini adalah pasukan Tuhan yang dipilih dan dijamin Tuhan melalui perjanjian-Nya.

Sewaktu menghadapi dan mengalami peperangan kita harus mempercayai bahwa kemenangan sudah diberikan melalui pengorbanan Tuhan Yesus diatas kayu salib untuk kita berdiri diatas kemenangan itu. Perkatakanlah selalu kemenangan yang Tuhan Yesus sudah berikan diatas kayu salib dan oleh karena Kuasa-Nya anda dan saya menjadi lebih dari pemenang, artinya setiap kita menuju ke medan peperangan untuk menjadi lebih dari pemenang. Jadi peperangan tidak dimulai dari titik 0 menuju angka 100 tetapi justru memulainya dari angka 100 yang adalah karya kemenangan Kristus diatas kayu salib. Anda dan saya membawa angka 100 ini ke semua daerah, wilayah dan kota sehingga kemenangan Kristus itu bisa dirasakan oeh semua orang.

Keselamatan, kemenangan, otoritas, dan kuasa Tuhan sama sekali tidak ada faedahnya apabila anda dan saya tinggal berdiam diri, sehingga oleh karena itu Tuhan memberikan kepada anda dan saya kuasa dan otoritas untuk pergi berperang untuk membawa angka kemenangan atau kabar kemenangan itu kepada semua orang. Peperangan kita bukan lagi melawan darah dan daging, bukan melawan manusia tetapi melawan spirit dosa yang mengikat orang tersebut seperti Tuhan Yesus yang mengasihi setiap orang yang berdosa tetapi Dia membenci dosanya. Jadi jangan karena membenci dosanya anda juga membenci orangnya, tetapi kasihilah orangnya dan membenci dosanya dengan cara mendoakan dan memerangi spirit dosa yang membelenggu orang tersebut, merebutnya kembali dari cengkeraman iblis dan membawanya kepada Tuhan. Apabila anda berdiam diri saja dan tidak mau mendoakannya maka anda tidak sedang membenci dosanya justru ada kemungkinan bahwa anda justru sedang membenci orangnya.

Jadi apabila anda bersinggungan atau anda sedang mengalami gesekan dengan orang lain, tanda bahwa anda mengasihinya adalah anda mendoakan orang yang bersinggungan dengan anda tersebut. Pengertian dari firman Tuhan yang mengatakan “Kasihilah musuhmu” adalah dengan mendoakan orang yang memusuhi anda sebagai tanda bahwa anda benar-benar mengasihinya

Mari kita perhatikan bagaimana sikap dari bujang pembawa senjata Yonatan kepada Yonatan dalam ayat 6 dan 7:

"Berkatalah Yonatan kepada bujang pembawa senjatanya itu: “Mari kita menyeberang ke dekat pasukan pengawal orang-orang yang tidak bersunat ini. Mungkin Tuhan akan bertindak untuk kita, sebab bagi Tuhan tidak sukar untuk menolong, baik dengan banyak orang maupun dengan sedikit orang.” Lalu jawab pembawa senjatanya itu kepadanya: “Lakukanlah niat hatimu itu; sungguh, aku sepakat.” (1 Samuel 14:6-7 TB) 

Dalam ayat 6 bujang pembawa senjata Yonatan sedang diberikan pengertian, sedang dimasukkan firman dan strategi bahwa lawan yang akan dihadapi dan strategi yang akan digunakan adalah:
Orang yang tidak bersunat atau orang yang tidak menegenal Tuhan (mengingat Perjanjian Tuhan).

Yonatan mengajak bujang pembawa senjatanya untuk percaya bahwa Tuhan yang akan berperang untuk mereka.

Percaya bahwa Tuhan selalu di pihak kita.

Terkadang ketika kita mengalami sebuah peperangan kita bisa menghitung kekuatan lawan  tetapi terkadang itu juga dirahasiakan oleh musuh tetapi buka berarti bahwa kita akan maju dan memenangkan peperangan bergantung dari jumlah pasukan yang akan kita bawa (lebih banyak ataupun sedikit) karena dasarnya adalah percaya bahwa Tuhan ada di pihak kita ketika kita maju berperang dan Dia yang akan bertindak. Jadi sebelum dan sesudah peperangan kita harus mengerti bahwa yang bertindak itu adalah Tuhan.

Kira-kira apa yang didengar dan bagaimana respon dari bujang pembawa senjata Yonatan?

Terkadang level pemimpin dengan level orang yang ada dibawahnya itu berbeda, jadi apa kegunaan dan kekuatan dari kata SEPAKAT? SEPAKAT bukan berarti sudah memahami dan sudah mengerti karena terkadang tidak seperti itu, ketika kita SEPAKAT dengan firman Tuhan itu berarti kita percaya dan mau sepakat dengan Tuhan serta berkata “YA”  di tubuh, jiwa dan roh kita sekalipun dalam pikiran dan pengertian kita itu sepertinya tidak mungkin, mustahil dan seharusnya tidak seperti itu tetapi kita mau melakukannya.

KESAKSIAN:

Sekitar lima tahun yang lalu Ps Hendrik pergi berlibur ke suatu tempat di Sulawesi Tengah dan disana beliau dilayani oleh seorang teman yang bukan anak Tuhan, Bapak  ini melayani segala keperluan dan kebutuhan Ps Hendrk selama berlibur di tempatnya bahkan menyediakan makanan laut kesukaan Ps Hendrik seperti Lobster, kepiting dan udang yang ukurannya sangat besar yang diketahuinya dari bertanya dari bertanya kepada orang-orang terdekat Ps Hendrik. Setelah selesai menikmati semua makanan dan minuman yang disediakan Roh Kudus kemudian berbicara di hati Ps Hendrik untuk mendoakan dan memberkati bapak ini yang telah melayaninya dengan tulus hati ini dan Tuhan berkata bahwa orang ini suatu hari kelak akan Tuhan angkat menjadi bupati di suatu daerah dan akhirnya itu tergenapi saat ini ketika bapak ini kemudian terpilih menjadi bupati dari sebuah pulau di Sulawesi tengah.

Terkadang anda ingin didoakan oleh seseorang tetapi tidak mengetahui bagaimana menyentuh jiwa orang yang anda inginkan mendoakan anda. Seperti kita ketahui dalam Perjanjian Lama apabila orang ingin didoakan pasti akan membawa persembahan, membawakan sesuatu untuk orang atau Imam yang akan mendoakan atau akan berusaha mencari hati atau benar-benar melayani orang/Imam yang akan mendoakannya untuk orang/Imam itu benar-benar mengalirkan sesuatu dari tubuh, jiwa dan rohnya ketika mendoakan anda, ini adalah tanda bahwa anda benar-benar sangat mengingini.

KESAKSIAN:

Seperti ketika Ps Hendrik diangkat menjadi anak rohani oleh pak Agung (Alm Ps Petrus Agung) bersama Ps Hengky, pak Victor dan Bu Ribka. Walaupun Ps hendrik berada jauh di Makassar dan intensitas beliau untuk bertemu atau berada dekat dengan pak Agung tidak seperti yang lainnya tetapi Ps Hendrik percaya beliau mempunyai perjanjian bahwa untuk setiap firman yang di ucapkan oleh pak Agung dengan tuntunan Roh Kudus beliau selalu mau SEPAKAT dan melakukan setiap perkataan yang disampaikan oleh Pak Agung dalam setiap kotbahnya. Ini sesuatu yang memang tidak mudah karena sangat jarang orang yang betul-betul mengingini hal yang seperti ini mau SEPAKAT untuk melakukan setiap firman atau Rhema yang didapatkan dari cuma mendengar dari streaming atau rekaman kotbah pak Agung tanpa mendengarkannya langsung, sehingga setiap kali pak Agung ke Makassar Ps Hendrik dengan rendah hati selalu menemani, menyupiri dan melayani beliau dalam setiap pelayanannya di Makassar dan Sulawesi-selatan.

Apabila anda diangkat oleh Tuhan, apakah Tuhan masih mendapati kerendahan hati, apakah Tuhan masih mendapati anda melayani otoritas yang diatas anda?

Terkadang Tuhan menaruh  seorang pemimpin diatas kita untuk kita mengetahui bagaimana mengalirkan dan SEPAKAT dengan pemimpin. SEPAKAT bukan hanya sebatas perkataan yang keluar dari mulut kita tetapi di tubuh, jiwa dan roh kita buat untuk percaya. Ketika anda mendengarkan penjelasan dari setiap firman Tuhan atau ketika otoritas/pemimpin menyuruh anda melakukan sesuatu yang baru dan pengertian anda yang lama tidak seperti itu tetapi anda mau SEPAKAT melakukannya, disinilah kekuatan dari kata SEPAKAT.

Ketika bujang pembawa senjata Yonatan mau SEPAKAT dengan Yonatan untuk maju menghadapi pasukan musuh yang tidak bersunat itu, mau SEPAKAT bahwa ada Tuhan yang akan bertindak untuk mereka  serta mau SEPAKAT untuk maju walaupun tidak mengetahui jumlah dan kekuatan musuh didepan (banyak ataupun sedikit). Disini sebenarnya ada pilihan apabila mengikuti analisa pemikiran duniawi, kata SEPAKAT hanya bisa terucapkan apabila jumlah pasukan musuh yang akan dihadapi berimbang atau jumlah pasukan yang dimiliki lebih banyak dari musuh. Jadi bisakah ketika tidak mengetahui jumlah kekuatan musuh yang akan dihadapi anda dan saya SEPAKAT untuk maju berperang? Karena apabila mengikuti analisa pemikiran dunia kata SEPAKAT yang bujang pembawa senjata Yonatan katakan kepada Yonatan adalah sebuah kekonyolan.

Sebagai pembawa senjata ketika mendapatkan perintah atau perkataan firman dari otoritas/pemimpin anda atau ketika melakukan pekerjaan rohani harus dikerjakan dengan cara rohani dengan bertanya kepada Tuhan apa yang menjadi jatah dan bagian anda dari setiap perkataan yang otoritas/pemimpin anda  dapatkan dari Tuhan dimana tubuh, jiwa dan roh anda mau SEPAKAT  dan betul-betul mengingini pekerjaan roh itu turun.

“dan memperlihatkan diri kepada mereka”

Ini adalah strategi yang berbeda dimana bisanya ketika orang dalam peperangan tidak akan memperlihatkan dirinya tetapi justru dengan cara bersembunyi. Apabila anda adalah bujang pembawa senjata Yonatan dan anda berada dalam posisi seperti ini, kira-kira apa yang anda lakukan?

"Apabila kata mereka kepada kita begini: Berhentilah, sampai kami datang padamu, maka kita tinggal berdiri di tempat kita dan tidak naik mendapatkan mereka, tetapi apabila kata mereka begini: Naiklah ke mari, maka kita akan naik, sebab kalau demikian Tuhan telah menyerahkan mereka ke dalam tangan kita. Itulah tandanya bagi kita.” (1 Samuel 14:9-10 TB) 

Pertama dikatakan “memperlihatkan diri”, ini adalah strategi perang yang agak aneh, dimana biasanya orang berperang secara sembunyi-sembunyi tetapi ini justru dikatakan untuk “memperlihatkan diri”. Inilah pentingnya kata SEPAKAT karena apabila tidak ada kata SEPAKAT maka akan banyak hal, diskusi demi diskusi, rapat demi rapat yang menghabiskan waktu dan energy. Dalam dunia politik mengambil keputusan melalui suara terbanyak itu adalah hal yang sangat demokrasi tetapi dengan Tuhan tidak karena strategi Tuhan bukan demokrasi. Sehingga didalam gereja benar-benar dituntut seorang pemimpin yang bersandar dan peka mendengar suara Tuhan kemudian menjabarkannya kepada orang yang dibawahnya untuk SEPAKAT dengan hal itu dan segera melaksanakannya. Jadi tidak ada sesuatu yang dilakukan oleh seseorang tanpa diketahui oleh otoritas/pemimpinnya.

Dalam ayat 10 diatas Yonatan dan bujang pembawa senjatanya meminta tanda dari Tuhan dimana tanda ini adalah bagian dari strategi. Dalam peperangan rohani Tuhan akan memberi  tanda-tanda kemenangan sehingga apabila anda tidak mengetahui apa yang anda harus lakukan atau ada sesuatu yang belum jelas, mintalah tanda dari Tuhan untuk meneguhkan hal itu.

“sebab kalau demikian Tuhan telah menyerahkan mereka ke dalam tangan kita”

Yonatan tidak mengatakan bahwa mereka akan menang tetapi justru Tuhan telah menyerahkan mereka ke dalam tangan mereka. Ini adalah hal yang harus benar-benar setiap kita sadari bahwa Tuhan yang berperang dan memberkati, di hati harus benar-benar menyadari bahwa secara fisik memang  Yonatan dan bujang pembawa senjatanya yang berperang atau secara fisik kita yang mengatur segala sesuatunya tetapi di hati kita mengerti bahwa sesungguhnya Tuhan yang berperang.

"Orang-orang dari pasukan pengawal itu berseru kepada Yonatan dan pembawa senjatanya, katanya: “Naiklah ke mari, maka kami akan menghajar kamu.” Lalu kata Yonatan kepada pembawa senjatanya: “Naiklah mengikuti aku, sebab Tuhan telah menyerahkan mereka ke dalam tangan orang Israel.” Maka naiklah Yonatan merangkak ke atas, dengan diikuti oleh pembawa senjatanya. Orang-orang itu tewas terparang oleh Yonatan, sedang pembawa senjatanya membunuh mereka dari belakangnya."  (1 Samuel 14:12-13 TB) 

Kekuatan dari orang yang SEPAKAT bisa menghabiskan musuh yang sebegitu banyak dan memberikan kemenangan. Jadi sebenarnya untuk memenangkan sebuah Kota, Tuhan membutuhkan banyak orang tetapi Tuhan juga membutuhkan lebih lagi orang-orang yang mau SEPAKAT karena dengan SEPAKAT  anda dan saya bisa memenangkan kota.

Setiap kali anda diangkat naik oleh Tuhan mari selalu untuk tetap bisa SEPAKAT dengan otoritas/pemimpin anda, jangan pernah membiarkan kata SEPAKAT itu goyang atau hilang dari hati anda ketika anda kemudian mulai merasa sudah dipercaya dan selalu menerima  sanjungan dan pujian karena sewaktu anda diangkat oleh Tuhan itu juga adalah sebuah ujian. Terkadang ketika seseorang hidupnya belum diangkat oleh Tuhan bisa selalu bersandar dan berdoa menanyakan segala hal kepada Tuhan tetapi begitu hidupnya sudah diangkat Tuhan dalam hatinya kemudian tiba-tiba  merasa bahwa dia sudah mengetahui banyak hal  dan bisa memutuskan segala sesuatunya dengan sendiri  tanpa perlu lagi berdoa bertanya kepada Tuhan. Ini sebenarnya adalah jebakan musuh, semakintinggi anda diangkat, anda seharusnya semakin dekat, bersandar dan SEPAKAT dengan Tuhan karena mengetahui bahwa hanya Tuhan yang selalu memberikan kemenangan demi kemenangan.

Amin…

 

 


MEMPEROLEH JANJI TUHAN

Holy Glory Church (HGC)

Ps Joseph Hendrik Gomulya

Sharing firman ini adalah sesuatu yang sudah sangat memberkati hidup Ps hendrik dan Tuhan menginginkan untuk setiap kita juga bisa diberkati melalui firman ini yang tinggal tetap dalam hidup setiap kita karena kuasa firman yang sama tidak membedakan siapa pun.

Setiap firman didalam Alkitab dan perkataan Tuhan secara pribadi adalah perjanjian Tuhan, setiap rhema yang pernah anda terima walaupun itu sudah lama tetapi janji Tuhan tetap janji.

Bagaimana memperoleh janji Tuhan?

Ada banyak orang yang keliru menafsirkan itu dimana berpikir bahwa janji Tuhan itu seperti sesuatu yang bisa didapatkan tanpa perlu percaya dan melakukan apa-apa, bahkan banyak orang ketika mendapatkan janji Tuhan di awal-awal tetapi kemudian itu terlepas karena janji Tuhan tidak pernah berdiri sendiri, visi yang Tuhan berikan tidak pernah berdiri sendiri.

(Ibrani 10:35-38 TB)

"Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya." (Ibrani 10:35 TB) 

Kepercayaan ini percaya kepada Yesus Kristus dimana upahnya adalah keselamatan tetapi yang dimaksud dari percaya disini adalah janji/visi dimana sewaktu anda menghidupi itu dan anda tetap berada dalam visi dan janji Tuhan, sewaktu anda tetap setia berpegang kepada firman karena itu rhema yang anda dapatkan maka ada upah.

"Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu." (Ibrani 10:36 TB)  

Jadi memperoleh janji itu tidak berdiri sendiri karena harus ada ketekunan dan melakukan kehendak Allah.

"Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya.” (Ibrani 10:38 TB)  

1) DENGAN IMAN.

Janji Tuhan bisa anda peroleh dengan mengimani dan melakukan kehendak dan tuntunan Allah dengan tekun, bukan keinginan dan pemikiran kita. Jadi carilah kehendak Allah disaat anda menghidupi janji-Nya. Ada sangat banyak orang yang ingin tiba-tiba sampai kepada janji kemudian menghilangkan yang lainnya dimana tidak lagi mempunyai iman, tidak lagi melakukan kehendak Allah apalagi dengan tekun.

2) MELAKUKAN KEHENDAK ALLAH.

Melakukan kehendak Allah tidak berdiri sendiri dan hanya dilakukan sekali saja kemudian di hari berikutnya tidak lagi dilakukan atau awalnya mengikuti apa yang Tuhan inginkan dengan selalu bertanya kepada Tuhan tetapi kemudian dihari selanjutnya karena merasa sudah mengetahui segalanya dan kemudian yang dipakai adalah caranya sendiri menggunakan kepintarannya.

3) KETEKUNAN.

Dalam hal ibadah pun dibutuhkan ketekunan karena didalam ibadah ada banyak berkat, begitu pun dalam hal berdoa, mengejar Tuhan, keinginan menjadi hamba Tuhan yang diurapi juga di butuhkan ketekunan. Lebih jelasnya untuk menghidupi sampai kepada janji Tuhan dibutuhkan ketekunan dengan melakukan segala kehendak Allah. Ada begitu banyak kehendak Allah melalui setiap firman-Nya yang bisa menjadi rhema atau dari setiap kotbah yang anda dengarkan yang bisa menuntun anda melakukan segala kehendak Allah.

Di saat anda sedang bingung apa yang anda harus dikerjakan dan sepertinya ada tantangan maka anda sebaiknya berdiam diri dan mencari kehendak Tuhan apa yang dikehendaki-Nya anda lakukan karena apabila anda berjalan terus maka anda pasti akan keluar dari kehendak Tuhan, kehendak Allah itu adalah rhema atau tuntunan Tuhan hari demi hari bahkan Tuhan terkadang memakai orang-orang disekitar anda untuk berbicara menuntun anda.

Dibutuhkan ketekunan dalam mencari Tuhan dan melakukan kehendak-Nya karena ini akan terus berlanjut. Sewaktu anda ada masalah, di saat badan anda sedang tidak fit atau tidak kuat untuk datang beribadah dan menyembah Tuhan tetapi justru di saat itulah anda harus datang menyembah dan beribadah lebih kuat karena hidup anda hanya bergantung kepada Tuhan.

Secara manusia sewaktu ada tantangan seharusnya tidak membuat kita menjadi loyo karena tantangan itu asalnya dari Iblis untuk membuat anda terus menjadi loyo. Sewaktu ada tantangan yang menghadang seharusnya membuat kita menjadi tekun, semakin mengejar Tuhan secara gila-gilaan. Sewaktu menghadapi masalah atau apapun yang anda kerjakan rasanya selalu gagal itu adalah waktu untuk berhenti sejenak untuk berdiam diri, menyembah dan mencari Tuhan dengan tekun untuk memperoleh janji-Nya.

Mari kita belajar dari kehidupan Saul, dia adalah orang yang sudah diberi janji oleh Tuhan, sudah dipakai dan di urapi oleh Roh Kudus untuk menjadi seorang raja dan karena Tuhan sudah mengangkat hidupnya, Tuhan sudah memberikan  tanggung jawab dan wewenang kepadanya kemudian berpikir untuk melakukan sesuatu sesuai dengan kehendaknya sendiri. Saul tidak melakukannya dengan iman dan mencari kehendak Allah sampai kemudian Samuel datang kepadanya membawa pesan Tuhan kepada Saul untuk membinasakan seluruh orang Amalek baik raja ataupun seluruh domba ternak mereka bahakan seluruh harta mereka tanpa tersisah sedikit pun. Tetapi Saul kemudian berpikir apabila raja dan seluruh domba ternak terbaik orang Amalek jangan dibinasakan karena itu baik untuk dipersembahkan di mezbah, semua baik dalam pemikiran Saul tetapi berlawanan dengan perintah Tuhan. Ketika anda diberi visi oleh Tuhan dan ketika visi  itu melenceng dari janji Tuhan maka itu seperti anda sedang pergi untuk berjalan sendiri.

Hal yang menyebabkan ini dialami oleh Saul dan membuatnya berbelok adalah karena ada banyak orang disekitarnya yang memberinya idea atau gagasan. Jadi bagi anda yang adalah seorang pemimpin didalam sebuah perusahaan atau pemimpin dalam pelayanan carilah orang disekitar anda yang seroh, yang sepakat dan juga pekat dengan anda karena kalau tidak dia akan memberi masukan dan kalau anda tidak berhati-hati akan ada banyak masukan yang akan membuat anda melenceng dari janji dan visi Tuhan digantikan dengan semua pemikiran yang baik tetapi itu bukan kehendak Tuhan. Seperti yang dialami oleh Saul, semua alasan yang dikatakannya semua masuk akal dan sangat demokrasi sehingga itu disetujui oleh seluruh pemimpin dan rakyat tetapi itu tidak sesuai dengan firman dan janji Tuhan yang dia dapatkan di awal dan membuatnya berbelok padahal dia sudah dituntun oleh Roh Kudus. Saul tidak mengerti bahwa jabatan dan jawatannya sebagai raja itu sekaligus mempunyai sebuah tanggung jawab dimana level ketaatannya harus berbeda sewaktu sebelum menjadi raja tetapi Saul tidak mengubah hatinya dan terus condong kepada manusia dan ketika menjadi raja, dia tidak meminta Tuhan untuk mengubah hatinya.

Semakin anda ingin dipakai oleh Tuhan itu artinya semakin hari anda harus semakin bergantung kepada Tuhan dengan berlutut menyembah Tuhan mencari perkenanan-Nya karena kalau tidak semua yang dunia akan masuk dan membelokkan anda untuk memperoleh janji-Nya.

(1 Samuel 15:10-30 TB)  

Saul berpikir bahwa yang dia sakiti hanya hati Samuel karena dia menerima firman Tuhan itu melalui perantaraan mulut Samuel tanpa menyadari bahwa sesungguhnya yang disakitinya adalah hati Tuhan dan membuat Tuhan menyesal menjadikannya raja karena Saul tidak pernah mempertimbangkan perasaan dan hati Tuhan. Selama hati anda bisa menakar dan meletakkan semua kepentingan dan keegoan anda untuk hati Tuhan maka selamanya Tuhan tidak akan pernah menyesal.

Sebenarnya hal yang dialami oleh Saul bukan terjadi pada saat itu karena sebenarnya Saul sudah bertahun-tahun sudah diperingatkan oleh Samuel untuk belajar taat dengan Tuhan, sudah diperingatkan untuk belajar rendah hati tetapi pujian, sanjungan, kepentingan dan agenda pribadinya menghancurkan visi dan rencana Tuhan atas hidupnya.

Apabila anda membaca ayat ini dari atas dimana Saul membawa korban domba-domba terbaik hasil rampasan dari bangsa Amalek dan diletakkan di atas mezbah dan baunya sampai keluar sampai membuat Samuel datang dan mengetahui bahwa itu adalah domba-domba dari bangsa Amalek. Jadi jangan pernah berpikir bahwa anda bisa menyogok Tuhan dengan segala macam cara karena yang Tuhan inginkan adalah ketaatan anda. Di masa sekarang dimana kebebasan begitu diberikan sehingga sangat sulit untuk orang untuk belajar taat kepada Tuhan. Di luar negeri anak yang berumur 17 tahun sudah keluar dari orang tuanya dan bisa melakukan apa saja dan orang tuanya tidak berhak untuk ikut campur apalagi untuk mendiktenya. Di jaman yang serba bebas seperti sekarang ini dimana sangat sulit untuk orang belajar taat terkhusus bagi orang-orang yang sudah berumur dewasa dan apabila tidak mau belajar taat dengan setiap firman-Nya, belajar taat dan sepakat dengan orang tua atau dengan pemimpin/otoritas atau dengan siapun yang Tuhan taruh maka sangat sulit untuk anda taat.

“Maka sakit hatilah Samuel dan ia berseru-seru kepada Tuhan semalam-malaman. Lalu Samuel bangun pagi-pagi untuk bertemu dengan Saul, tetapi diberitahukan kepada Samuel, demikian: “Saul telah ke Karmel tadi dan telah didirikannya baginya suatu tanda peringatan; kemudian ia balik dan mengambil jurusan ke Gilgal.”  Ketika Samuel sampai kepada Saul, berkatalah Saul kepadanya: “Diberkatilah kiranya engkau oleh Tuhan ; aku telah melaksanakan firman Tuhan .” (1 Samuel 15:11b-13 TB)  

Saul masih berpikir bahwa dirinya telah melaksanakan firman Tuhan karena apa yang dilakukannya telah disetujui oleh rakyat dan pemimpin-pemimpin yang ada disekitarnya, padahal Saul tidak menyadari bahwa sebenarnya dia telah melukai hati Tuhan. Ini adalah hal yang apabila anda sungguh-sungguh mempelajarinya maka anda akan mengenal hati-Nya

"Tetapi kata Samuel: “Kalau begitu apakah bunyi kambing domba, yang sampai ke telingaku, dan bunyi lembu-lembu yang kudengar itu?” Jawab Saul: “Semuanya itu dibawa dari pada orang Amalek, sebab rakyat menyelamatkan kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dengan maksud untuk mempersembahkan korban kepada Tuhan , Allahmu; tetapi selebihnya telah kami tumpas.” (1 Samuel 15:14-15 TB)  

Ada begitu banyak kambing domba dan lembu di situ tetapi Samuel bisa mengetahui bahwa itu adalah hasil jarahan dari bangsa Amalek yang seharusnya dibinasakan tetapi justru disimpan karena dirinya adalah seorang nabi dan Tuhan pasti berbicara kepadanya. Sebagai seorang pemimpin Saul tidak bisa mengambil sebuah tanggung jawab dimana seorang pemimpin seharusnya bisa mengambil tanggung jawab dihadapan Tuhan. Setiap kita dipanggil untuk menjadi pemimpin dimana seorang pemimpin harus bisa mengarahkan orang kepada Tuhan dan takut akan Tuhan, seorang pemimpin juga harus bisa memikul setiap kesalahan yang dilakukan oleh orang-orang dibawahnya.

"Lalu berkatalah Samuel kepada Saul: “Sudahlah! Aku akan memberitahukan kepadamu apa yang difirmankan Tuhan kepadaku tadi malam.” Kata Saul kepadanya: “Katakanlah.” (1 Samuel 15:16 TB)  

Sebenranya ini adalah waktu dimana Saul seharusnya tersungkur dan mengetahui bahwa dirinya telah melakukan kesalahan tetapi yang terjadi Saul justru berdalih bahwa semua itu adalah kemauan rakyat sendiri untuk kambing domba dan lembu yang terbaik tidak dibinasakan seluruhnya. Saul seharusnya tersungkur di kaki Tuhan karena Tuhan pasti akan memberinya kesempatan kedua, memberinya pengampunan oleh karena kasih-Nya yang sangat besar. Ketika mata kita bisa melihat kesalahan itu, hati yang selalu terbuka dan merendahkan diri untuk selalu tersungkur ketika Tuhan menegur dan tidak mengeraskan hati. Seperti ketika Ps Hendrik membangun hotel ini dan kemudian harus terhenti di lantai 4, selama 10 bulan Ps Hendrik tersungkur di kaki Tuhan setiap hari dan bertanya kepada Tuhan apa kesalahannya dan meminta Tuhan untuk mengubah segala motivasi yang salah didalam hati beliau.

Ketika keadaan ekonomi anda sedang menurun jangan menyalahkan keadaan dan orang-orang disekitar anda. Carilah waktu untuk tersungkur di bawah kaki Tuhan karena Tuhan terkadang ingin berbicara tetapi terkadang yang keluar dari mulut kita adalah pembenaran diri sendiri, kemudian menjadi malas untuk beribadah ke gereja dan ujungnya yang keluar adalah kepahitan. Jadi pilihlah untuk selalu tersungkur dibawah kaki Tuhan, contohlah Daud dan Musa yang mempunyai hati yang lembut dan mudah untuk menerima teguran Tuhan.

"Sesudah itu berkatalah Samuel: “Bukankah engkau, walaupun engkau kecil pada pemandanganmu sendiri, telah menjadi kepala atas suku-suku Israel? Dan bukankah Tuhan telah mengurapi engkau menjadi raja atas Israel?" (1 Samuel 15:17 TB)  

Samuel mengingatkan Saul kembali bahwa dulunya dalam pemandangan Tuhan dirinya itu kecil sampai kemudian Tuhan mengangkatnya menjadi kepala atau raja dari seluruh suku-suku bangsa Israel. Tuhan seperti ingin berkata bahwa Saul sebenarnya harus tahu diri darimana dirinya diambil dan siapa yang mengangkatnya. Saul seharusnya menyadari bahwa yang mengangkatnya menjadi raja itu bukan rakyat atau orang lain melainkan Tuhan dan seandainya saja Saul menyadari akan hal ini pasti dirinya akan tersungkur dan menyadari kesalahannya.

"Tuhan telah menyuruh engkau pergi, dengan pesan: Pergilah, tumpaslah orang-orang berdosa itu, yakni orang Amalek, berperanglah melawan mereka sampai engkau membinasakan mereka. Mengapa engkau tidak mendengarkan suara Tuhan ? Mengapa engkau mengambil jarahan dan melakukan apa yang jahat di mata Tuhan ?”
(1 Samuel 15:18-19 TB) 

Apabila semua pasukan berdiri berperang dengan caranya sendiri dan tidak mengikuti perintah pemimpin/otoritas yang Tuhan percayakan maka semuanya akan kocar-kacir sehingga sangat perlu untuk mendengar suara Tuhan. Apabila otoritas/pemimpin salah dalam mendengarkan perintah Tuhan itu adalah tanggung jawab dan resiko seorang pemimpin dan Tuhan akan menegurnya dengan keras sehingga memang tidak gampang untuk berada di posisi sebagai seorang pemimpin dan ini yang tidak dimengerti oleh Saul. Cara yang Tuhan pakai untuk memenangkan suatu peperangan atau menyelesaikan suatu hal selalu berbeda walaupun lawan yang dihadapi,tingkat kesulitan dan keadaan yang dialami itu sama. Sehingga sangat perlu untuk mendengarkan suara dan tuntunan Tuhan dengan selalu berlutut di kaki Tuhan. Apabila cara yang Tuhan pakai selalu sama maka anda mungkin tidak akan selalu mau berlutut dan berdoa di kaki Tuhan dan pasti iblis yang akan memenangkan peperangan. Cara Tuhan itu selalu berubah-ubah karena Dia tahu cara yang terbaik untuk setiap kita.

“mengapa engkau mengambil jarahan dan melakukan apa yang jahat di mata Tuhan”

Saul tidak mengerti bahwa apa yang dilakukannya itu jahat di mata Tuhan karena begitu hati seseorang berubah dari Tuhan maka orang tidak akan menyadari bahwa apa yang dilakukannya itu jahat di mata Tuhan.

"Lalu kata Saul kepada Samuel: “Aku memang mendengarkan suara Tuhan dan mengikuti jalan yang telah disuruh Tuhan kepadaku dan aku membawa Agag, raja orang Amalek, tetapi orang Amalek itu sendiri telah kutumpas. Tetapi rakyat mengambil dari jarahan itu kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dari yang dikhususkan untuk ditumpas itu, untuk mempersembahkan korban kepada Tuhan , Allahmu, di Gilgal.” (1 Samuel 15:20-21 TB)  

Saul mengetahui apa yang diperintahkan dan dingini Tuhan tetapi Saul selalu mencari muka dan menjaga itu jadi apabila anda menjadi pemimpin dalam pelayanan di gereja, anda harus bisa belajar untuk tidak melakukan seperti yang Saul lakukan. Saul selalu mencari muka dan menjaga itu, ketika rakyat melakukan kesalahan dia membiarkan itu padahal seharusnya dia bisa melarang rakyat untuk tidak mengambil jarahan itu karena dia mempunyai otoritas sebagai seorang raja/pemimpin. Apabila orang tidak mengerti bahwa jabatan yang didapatkannya itu asalnya dari Tuhan dan berpikir itu dari manusia maka pasti akan seperti Saul yang selalu menjaga mukanya dan kemudian yang terjadi adalah dia berpikir apabila rakyatnya yang berbuat salah itu bukan tanggung jawabnya tetapi kesalahan terbesar justru ada pada Saul.

"Tetapi jawab Samuel: “Apakah Tuhan itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara Tuhan ? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.  Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman Tuhan , maka Ia telah menolak engkau sebagai raja.” (1 Samuel 15:22-23 TB)   

Mendengarkan suara Tuhan itu lebih baik daripada korban sembelihan, memperhatikan perkataan Tuhan lebih baik daripada lemak-lemak domba jantan. Yang jadi pertanyaan, korban seperti apa yang berkenan di mata Tuhan? Apabila korban yang dipersembahkan seperti yang dipersembahkan Saul dan rakyatnya, itu tidak baik dan tidak dikenan oleh Tuhan. Tetapi apabila korban yang dipersembahkan dari ketaatan mendengarkan suara Tuhan dan dengan taat mempersembahkannya, itu adalah korban yang sesungguhnya. Sewaktu anda mendengarkan suara Tuhan dan anda melakukannya sekalipun itu sulit atau mungkin membuat anda disalah pahami oleh orang. Ketika anda melayani dan mempersembahkan korban dari ketaatan itu akan menjadi korban sekalipun anda merasa letih dan capek tetapi anda mengerti bahwa itu adalah panggilan anda dan anda melakukannya dengan sekuat tenaga dan tidak bersungut-sungut, maka itu akan menjadi korban yang berkenan di mata Tuhan.

Ketika segala sesuatu di fokuskan kepada diri sendiri, kepada kebutuhan dan kepentingan sendiri itu adalah pendurhakaan. Kedegilan adalah kepentingan diri sendiri yang sama dengan penyembahan berhala. Semua pemimpin atau siapa pun itu jangan pernah mengarahkan orang kepada anda karena anda akan mengalami seperti Saul yang tidak mengerti ketika dia mencondongkan hatinya kepada orang lebih dari Tuhan, ketaatannya kepada orang lebih dari Tuhan itu seperti Saul sedang membawa orang untuk menyembah berhala dan jatuh kedalam dosa tenung. Saul dielu-elukan dan baik di mata orang tetapi tidak dimata Tuhan.

"Berkatalah Saul kepada Samuel: “Aku telah berdosa, sebab telah kulangkahi titah Tuhan dan perkataanmu; tetapi aku takut kepada rakyat, karena itu aku mengabulkan permintaan mereka. Maka sekarang, ampunilah kiranya dosaku; kembalilah bersama-sama dengan aku, maka aku akan sujud menyembah kepada Tuhan .” Tetapi jawab Samuel kepada Saul: “Aku tidak akan kembali bersama-sama dengan engkau, sebab engkau telah menolak firman Tuhan ; sebab itu Tuhan telah menolak engkau, sebagai raja atas Israel.” (1 Samuel 15:24-26 TB) 

Ini adalah perkataan keempat dari Saul dimana Saul menyadari bahwa dirinya telah bersalah dan berdosa karena ditegur dengan keras oleh Samuel. Tetapi saul tetap tidak mengerti bahwa yang dilanggar oleh dirinya buka perkataan Samuel karena sebenarnya yang telah disakitinya adalah hati Tuhan. Ini seharusnya menjadi titik poin andai saja Saul mengetahui bahwa yang disakitinya adalah hati Tuhan maka pasti hatinya akan berbalik. Setiap kali melakukan sesuatu dan mengetahui bahwa yang anda sakiti adalah hati Tuhan maka pasti hati anda akan berubah karena anda mengarahkan hati kepada Tuhan dan anda melihat perubahan itu.

“tetapi aku takut kepada rakyat, karena itu aku mengabulkan permintaan mereka”

Kesalahan terbesar yang dilakukan oleh Saul adalah dia takut tahtanya diambil karena berpikir tahtanya itu pemberian dari manusia, padahal semua yang ada di hidup ini semuanya berasal dari Tuhan. Anda mungkin bisa kehilangan harta tetapi Tuhan sanggup mengembalikan berlipat kali ganda apabila anda mengetahui bahwa Tuhan yang harus anda senangkan. Saul sebenarnya ingin bertobat tetapi yang didalam hatinya tetap kepada manusia, seharusnya ketika bersalah belajarlah untuk mengakui kesalahan itu didepan orang.

Samuel adalah hamba Tuhan yang luar biasa, dia tidak takut dan gentar bahkan kepada raja sekalipun Karena itulah dirinya dijuluki “penterjemah kehendak Allah”. Samuel adalah hamba Tuhan yang diberi pengurapan untuk mengurapi 2 orang raja karena ketaatannya kepada Tuhan menjadi penterjemah dari kehendak Allah yang seharusnya juga bisa menjadi identitas anda dam saya.

“sebab engkau telah menolak firman Tuhan; sebab itu Tuhan telah menolak engkau, sebagai raja atas Israel”

Berkali-kali sebelum perkataan ini keluar Saul seharusnya bisa tersungkur dan memohon ampun kepada Tuhan mengakui semua kesalahannya. Saul memang mengaku salah tetatpi hatinya tidak sungguh-sungguh mengakui bahwa dirinya salah. Tuhan tidak tertarik dengan perkataan yang keluar dari mulut tanpa sumber utamanya yang didalam hati sungguh-sungguh berbalik kepada Tuhan.

"Ketika Samuel berpaling hendak pergi, maka Saul memegang punca jubah Samuel, tetapi terkoyak. Kemudian berkatalah Samuel kepadanya: “ Tuhan telah mengoyakkan dari padamu jabatan raja atas Israel pada hari ini dan telah memberikannya kepada orang lain yang lebih baik dari padamu. Lagi Sang Mulia dari Israel tidak berdusta dan Ia tidak tahu menyesal; sebab Ia bukan manusia yang harus menyesal.” Tetapi kata Saul: “Aku telah berdosa; tetapi tunjukkanlah juga hormatmu kepadaku sekarang di depan para tua-tua bangsaku dan di depan orang Israel. Kembalilah bersama-sama dengan aku, maka aku akan sujud menyembah kepada Tuhan , Allahmu. (1 Samuel 15:27-30 TB)

Saul yang awalnya minder dan kemudian ketika diangkat Tuhan menjadi raja kemudian merasa bahwa tidak ada orang di Israel yang lebih baik dari dirinya. Ini adalah kesalahan seorang pemimpin atau orang-orang yang hidupnya Tuhan angkat tanpa pengertian kedewasaan, seorang yang dewasa akan mengerti bahwa semua yang diberikan itu sungguh-sungguh semua adalah anugerah dari Tuhan dan menyadari apabila dirinya tidak mampu maka ada orang lain yang akan Tuhan pakai. Mari menyadari bahwa setiap kita ini bukan siapa-siapa, jangan membiarkan kepentingan dan agenda pribadi merusak janji Tuhan atas hidup setiap kita dan mari belajar untuk beriman, taat melakukan kehendak Allah dan tekun untuk memperoleh janji Tuhan.



Amin….

  

 

 


MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama)

  MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama) Sabtu, 04 Februari 2023 Ps Joseph Hendrik Gomulya           Sejak awal manusia diciptakan Allah ...