Minggu, 27 Agustus 2017

BLESSING UNDER PRESSURE (Bagian Kedua)

(Morning Devotion at Radio Pelangi Makassar, 02/08/2017)

Ps Joseph Hendrik Gomulya

Kotbah ini masih lanjutan dari serial kotbah Power Under Pressure dan ini adalah kelanjutan dari pembahasan sebelumnya yakni berkat dibawah Pressure, tekanan atau penderitaan, BLESSING UNDER PRESSURE.

Sebelumnya kita akan merefresh kembali apa yang Tuhan sampaikan dalam 3 serial kotbah sebelumnya dimana Tuhan sebenarnya mengijinkan setiap kita untuk mengalami yang namanya Pressure, tekanan atau penderitaan untuk suatu tujuan yang baik buat hidup setiap kita sehingga kita bisa menjalaninya dengan pengertian dan bisa menangkap tujuan Tuhan.

Sangat banyak orang bahkan sampai saat ini yang beranggapan bahwa ketika mereka mengalami yang namanya pressure, tekanan atau penderitaan itu semua adalah buah dari dosa atau kesalahannya padahal tidak semuanya seperti itu seperti penderitaan yang harus dialami oleh Ayub dimana Tuhan mengijinkan semua itu agar Ayub mengenal dan mengalami Tuhan secara pribadi dan bukan lagi dari perkataan orang sehingga kemudian Tuhan mengangkat hidup Ayub lebih tinggi lagi dari sebelumnya. Jadi mari melihat tujuan Tuhan terlebih dahulu bahwa semua pressure, tekanan atau penderitaan yang kita alami adalah ada tujuan Tuhan agar kita memiliki pengenalan akan Tuhan lebih lagi dan mengalami kemuliaan-Nya.

Dalam serial kotbah yang sebelumnya ada beberapa hal yang telah kita pelajari bahwa ketika mengalami atau menghadapi pressure, tekanan atau penderitaan kita harus selalu mengingat penyertaan dan kebaikan Tuhan, bagaimana Tuhan menyelamatkan, menolong atau apapun perbuatan ajaib yang Tuhan pernah buat sebelumnya didalam hidup kita maka pertolongan dan penyertaan-Nya yang sama akan kita alami kembali. Ini juga membuat kita tidak pernah kehilangan pengharapan karena dengan pengharapan itu membuat kita terus tetap tinggal, tetap percaya dan tetap berjalan dengan iman sehingga tidak akan ada lagi persungutan yang keluar dari mulut kita. Tanda seseorang kehilangan pengharapan didalam hidupnya adalah ketika dirinya mulai bersungut-sungut.

Pelajaran kedua yang Tuhan berikan sewaktu kita diijinkan mengalami pressure, tekanan atau penderitaan adalah kita mengetahui bahwa diri kita tidak penting karena hanya Tuhan yang penting. Pressure, tekanan atau penderitaan membuat kita juga menyadari bahwa kita tidak ada apa-apanya, apabila kita sudah sampai di titik seperti yang dialami oleh Rasul Paulus dimana berulang-ulang kali dirinya seperti mengalami jalan buntu sampai harus mempertaruhkan nyawanya. Kita hanya bermegah didalam Kristus, Tuhan yang bertambah besar dan kita semakin berkurang, semua hal yang bisa kita lakukan semuanya karena anugerah Tuhan, inilah yang menghindarkan kita untuk jatuh dalam kesombongan. Semakin kita mengerti bahwa kita ini tidak penting, yang terpenting adalah Tuhan maka hidup kita akan semakin diangkat Tuhan dan jangan hanya sebatas ucapan di mulut saja tetapi harus sungguh-sungguh diwujudkan dalam perkataan dan tindakan kita.

"Dari kematian yang begitu ngeri Ia telah dan akan menyelamatkan kami: kepada-Nya kami menaruh pengharapan kami, bahwa Ia akan menyelamatkan kami lagi"
(2 Korintus 1 : 10 TB)

Berkat ketiga yang kita peroleh setelah mengalami pressure, tekanan atau penderitaan adalah kita menjadi lebih baik, menghasilkan kuasa Tuhan. Semakin besar pressure, tekanan atau penderitaan yang dialami maka semakin besar kuasa yang dihasilkan. Jadi ketika kita meminta kuasa yang dari Tuhan atau meminta pengurapan dari Tuhan untuk hidup kita menjadi berkat bagi jiwa-jiwa maka kita harus mengerti suatu hal yaitu kita harus siap untuk mengalami pressure, tekanan atau penderitaan yang lebih besar dimana disitulah kuasa yang besar itu dihasilkan. Tidak akan ada cerita yang sungguh-sungguh bisa menjadi berkat tanpa melalui pressure, tekanan atau penderitaan, jadi mari sebagai orang percaya melihat semua proses itu sebagai sebuah kesempatan untuk Tuhan dimuliakan, sebagai kesempatan ilahi dimana Tuhan menyatakan dirinya.

"Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan" (Roma 5 : 3 TB)

"And not only this, but [with joy] let us exult in our sufferings and rejoice in our hardships, knowing that hardship (distress, pressure, trouble) produces patient endurance" (Roma 5 : 3 AMP)

Dikatakan “Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita”, dalam terjemahan bebas Amplified Bible (AMP) dikatakan Bermegah dalam pressure, tekanan atau penderitaan dimana itu menghasilkan ketekunan. Jadi sewaktu mengalami pressure, tekanan atau penderitaan kita tidak seharusnya bersedih tetapi bermegah dan mengucap syukur, itu kelihatan dari respon dan sikap hati kita. Ada banyak orang yang terus-menerus mengalami penderitaan atau kesengsaraan dalam hidupnya tetapi Tuhan juga tidak pernah sungguh-sungguh dimuliakan karena diresponi dengan kemarahan, kekecewaan dan Kepahitan sehingga tidak ingin lagi terlibat dalam pelayanan dan justru semakin menjauh dari Tuhan. Mari menjadi dewasa didalam Tuhan dengan mempunyai respon yang dewasa dan sesuai dengan firman Tuhan. BERMEGAH disini berarti kita memuliakan Tuhan, mengucap syukur, meninggikan Tuhan dan semakin bersungguh-sungguh melayani Tuhan karena tujuan dari pressure, tekanan atau penderitaan adalah untuk membawa kita semakin tekun, beriman dan mempunyai pengharapan melalui Kristus.

Dalam artikel serial kotbah diatas dan serial kotbah sebelumnya sudah dijelaskan bahwa seringkali kita berdoa kepada Tuhan untuk memberi kita passion maka yang Tuhan berikan adalah pressure, tekanan atau penderitaan dimana ini adalah cara Tuhan agar supaya passion atau cinta kita akan Tuhan semakin naik, jadi untuk menghasilkan passion yang kuat maka takaran pressure, tekanan atau penderitaannya akan semakin besar atau kuat. Apabila takaran pressure, tekanan atau penderitaan belum membuat kita bersungguh-sungguh dengan Tuhan maka akan ada pressure, tekanan atau penderitaan yang lebih besar lagi agar passion yang didalam kita keluar. Inilah adalah cinta dan kasih Tuhan kepada setiap kita karena dengan passion kita bisa mengerjakan banyak hal dan itu sangat berbeda dengan melakukan sesuatu tanpa ada passion dimana kita melakukan sesuatu tanpa ada gairah.

Setiap kita adalah orang-orang yang dipilih Tuhan, seperti Daniel yang mengalami pressure, tekanan atau penderitaan ketika dibuang ke gua singa, tetapi dalam penderitaan itu Tuhan menyatakan kuasa-Nya yang luar biasa. Begitupun dengan Yusuf yang dijual dan dijadikan budak bahkan awalnya sebenarnya hendak dibunuh oleh saudara-saudaranya, bahkan kemudian harus mengalami hidup dalam penjara dalam waktu yang lama dimana itu adalah cara Tuhan untuk mempersiapkan Yusuf menjadi Perdana Menteri. Jadi pressure, tekanan atau penderitaan yang lebih besar adalah kesempatan untuk kita mengalami kuasa Tuhan, mengalami kemuliaan Tuhan dan mengalami Tuhan yang hidup. Ketika Tuhan ingin mengangkat hidup kita maka yang kita alami awalnya bukan kebaikan tetapi justru sepertinya kehancuran dimana itu adalah bagian dari proses untuk mempersiapkan kita, apabila kita bisa mengerti akan hal ini maka respon kita ketika mengalami pressure, tekanan atau penderitaan akan sangat berbeda karena itu adalah kesempatan, keunggulan, momen untuk Tuhan mempromosi dan menjadi pelajaran berharga ketika kita dibawah naik oleh Tuhan. Semakin lama kita berada dalam pressure, tekanan atau penderitaan seharusnya ada sebuah posisi yang sungguh-sungguh tinggi karena didalam pressure, tekanan atau penderitaan yang terus-menerus itu berarti kita sedang dipersiapkan, kita melihat bagaimana Tuhan bekerja, melihat keajaiban dan kuasa yang Tuhan kerjakan.

Pressure, tekanan atau penderitaan juga menghasilkan atau menaikkan level penyembahan seseorang karena ketika mengalami itu orang pasti akan mencari kaki Tuhan, hatinya akan berseru dan terkoneksi dengan Tuhan dan kemudian menghargai bagaimana hubungan bergantung kepada Tuhan. Di titik yang paling dasar ini orang terkadang tidak mempunyai lagi pegangan selain hanya bergantung dan berharap kepada Tuhan, di titik inilah lahir penyembah-penyembah yang sungguh-sungguh menaruh seluruh hidupnya di tangan Tuhan, hidupnya tidak bisa jauh dari Tuhan, hatinya menyatu, melekat, sepakat dan berjalan bersama Tuhan serta tidak memiliki lagi keinginan yang lain.

Firman ini seperti permata berharga yang tidak pernah dilihat orang, kelihatannya hanya seperti sebuah bongkahan batu yang biasa yang belum terbentuk, tidak banyak orang yang mengetahui betapa bernilai permata yang ada didalam bongkahan itu. Batu itu harus digosok dengan sebuah tekanan dan gesekan yang lebih keras agar bisa didapatkan sebuah bongkahan pemata dan ketika permata itu jatuh ke ahli pembuat permata, dia akan mengetahui bagaimana cara membentuk permata itu menjadi permata yang indah, berkilau dan sangat bernilai.

Hidup setiap kita sebenarnya seperti permata yang mempunyai nilai yang besar tetapi apabila kita tidak mengijinkan atau menaruh kita kepada penjunan atau ahli pembuat permata yaitu Tuhan sendiri, Dia satu-satunya yang ahli bagaimana membentuk sudut-sudut dari hidup kita agar berkilau dan bersinar dimana awalnya semua kotoran dihidup kita harus disingkirkan. Bagian permukaannya harus di cuci terlebih dahulu kemudian sudut-sudutnya harus dibentuk dengan cara ditekan, dipukul dan digosok. Tekanan dan cara dalam memukul dan menggosok sebuah permata berbeda satu sama yang lainnya, bahkan banyaknya sudut yang harus di potong juga berbeda-beda. Tuhan adalah satu-satunya yang ahli dalam membentuk hidup kita, pilihannya adalah apakah kita mau mempercayai atau tidak bahwa setelah pressure, tekanan atau penderitaan kita menjadi lebih baik.

Pressure, tekanan atau penderitaan adalah tempat dimana kita bermegah karena Tuhan akan memproduksi kuasanya yang lebih besar, semakn besar tekanannya semakin besar kuasa yang dihasilkan. Pressure, tekanan atau penderitaan adalah golden time untuk kita mengalami kuasa yang lebih besar. apabila kita dianiaya oleh orang lain, digosipin, atau dijelekkan oleh orang lain, milikilah respon bermegah dengan mengucap syukur dan tetap percaya kepada Tuhan maka kita akan melihat Tuhan justru mempromosi atau mengangkat hidup kita lebih tinggi, Tuhan akan membawa dan mempercayakan banyak hal dan Nama Tuhan dipermuliakan.

Amen, Tuhan Yesus Memberkati…


Senin, 14 Agustus 2017

PADANG GURUN

Oleh: Mikhael IIN Tjipto

Writer: Hana Cherry Eliezer

Yeremia 2:2
"Pergilah memberitahukan kepada penduduk Yerusalem dengan mengatakan: Beginilah firman TUHAN: Aku teringat kepada kasihmu pada masa mudamu, kepada cintamu pada waktu engkau menjadi pengantin, bagaimana engkau mengikuti Aku di padang gurun, di negeri yang tiada tetaburannya".

Ada banyak orang ikut Tuhan karena ingin banyak hal dariNya: ingin dilepaskan, ingin hidupnya diberkati, ingin disembuhkan dsb. Tapi untuk bisa belajar cinta yg sesungguhnya, diperlukan untuk sampai ke titik dimana kita ikut Tuhan ke padang gurun.

Tuhan minta hal yg sama ke Musa, Daud, Yusuf, Yesus. Tiba-tiba Tuhan tidak bawa naik saudara ke atas, Tuhan tidak berkati tapi malah bawa engkau turun ke bawah, masuk ke padang gurun yg kering. Saat ini semua terjadi, seberapa cintamu buat Tuhan? Saat engkau tidak dianggap, apakah engkau mendoakan mereka semua yg lebih terlibat, apakah engkau melayani mereka, siapkan mereka, bantu mereka, bereskan semuanya? Itulah pelayanan.

Pelayanan yg sesungguhnya adalah saat kita mengikuti Tuhan ke padang gurun.

Cinta dibangun saat engkau dapat berjalan bersamaNya di negeri yg hanya ada padang gurun, tempat yg tidak ada yg menarik, tidak bisa beli ini itu tapi hatimu penuh dengan Tuhan. Bisa dibawa ke tempat yg tidak enak, padang gurun tanpa apa2, hanya jalan dengan Tuhan, tidak melihatnya sebagai penderitaan tapi suatu kebahagiaan ❤️❤️❤️

- HCE


BLESSING UNDER PRESSURE

(Morning Devotion at Radio Pelangi Makassar, 01/08/2017)

Ps Joseph Hendrik Gomulya

Dalam 2 tulisan serial kotbah penderitaan sebelumnya yang berjudul POWER UNDER PRESSURE bagian pertama  dan  bagian kedua kita telah belajar bahwa ada tujuan atau rancangan Tuhan yang baik buat setiap kita ketika mengalami pressure, tekanan atau penderitaan.

Sangat banyak orang yang hanya bisa kuat sewaktu mengalami berkat seperti yang di inginkannya yaitu ketika semua keadaannya baik-baik saja, hidup di berkati dalam hal keuangan atau hidup dalam kelimpahan padahal sebenarnya ada juga berkat yang sesungguhnya yaitu BLESSING UNDER PRESSURE, berkat di bawah tekanan atau penderitaan.

Hal yang membuat orang tidak mengerti bahwa ada rencana atau tujuan Tuhan ketika mengalami pressure, tekanan atau penderitaan adalah karena menganggap bahwa itu asalnya dari iblis atau itu merupakan kesalahan atau keadaan seseorang sehingga tidak bisa menemukan atau mendapatkan berkat Tuhan ketika mengalami pressure, tekanan atau penderitaan. Sewaktu setiap kita mengerti bahwa semua itu adalah seijin Tuhan dimana ada tujuan Tuhan yang baik bagi hidup kita maka sikap, respond an cara pandang kita ketika mengalami itu akan sangat berbeda karena tidak mungkin Tuhan yang baik mengijinkan sesuatu yang tidak baik terjadi atas hidup kita.

Semua orang-orang hebat atau nabi-nabi yang hidupnya dipakai oleh Tuhan, kehebatan yang mereka alami dalam hidup mereka sebenarnya bukan seberapa hebat kuasa yang mereka terima tetapi seberapa hebat sebenarnya pressure, tekanan atau penderitaan yang mereka alami.

Kita awali dari Abraham, bagaimana Abraham harus menantikan dengan iman untuk menjadi bapa bagi banyak bangsa dimana dia harus menunggu sampai berumur 100 tahun untuk menerima seorang anak yang Tuhan janjikan. Kemudian Musa yang mengalami tekanan dari bangsa Israel yang adalah bangsanya sendiri, dia hendak dibunuh berkali-kali sampai kemudian dikatakan bahwa Musa adalah orang yang lembut hatinya, yang memimpin seuatu bangsa yang dikenal dengan ketegar tengkukannya belum lagi tekanan dari Firaun yang hendak membinasakan dirinya dan bangsa Israel dimana mereka semua dikejar dan dipojokkan di depan laut Teberau. Seringkali sewaktu orang mengikuti Tuhan dan mengijinkan Tuhan yang memimpin seringkali yang setiap kita bayangkan adalah semuanya akan tenang dan tidak ada tekanan, tetapi justru akan banyak tekanan.

Kemudian juga Yusuf yang ketika berumur 17 tahun dia awalnya hendak dibunuh oleh saudara-saudaranya tetapi kemudian akhirnya di jual dan dijadikan budak di Mesir di usianya yang masih sangat muda. Yusuf terus berbuat baik sampai kemudian dipercaya menjadi pelayan dirumah Potifar, tetapi oleh istri Potifar dia berusaha di goda sampai kemudian harus bertahun-tahun berada dalam penjara karena fitnah akibat tidak mengikuti keinginan istri Potifar. Didalam penjara Yusuf tetap menolong banyak orang sekalipun orang kemudian melupakannya tetapi ujungnya dia akhirnya menjadi Perdana Menteri di Mesir. Sebenarnya ada banyak cerita orang-orang yang mengalami pressure, tekanan atau penderitaan, seperti halnya dengan murid-murid Tuhan Yesus yang juga mengalaminya.

Seringkali kita berdoa dan berteriak kepada Tuhan untuk memberi kita PASSION dimana konsekuensinya adalah Tuhan akan mengirimkan kepada kita Pressure, tekanan atau penderitaan tetapi justru melalui inilah kemudian akan muncul PASSION di  hati kita. Mari mengerti akan hal ini bahwa pressure, tekanan atau penderitaan itu diperlukan dalam hidup kita karena Tuhan memang merancangkan semua itu untuk supaya kita tidak berlari menyangkal Tuhan atau keluar dari Tuhan dengan memperkatakan hal-hal yang negatif.

(2 Korintus 1 : 8 - 11 TB)

Dalam serial kotbah sebelumnya POWER UNDER PRESSURE bagian kedua kita mengetahui bahwa ada rancangan atau tujuan Tuhan di balik pressure, tekanan atau penderitaan melalui apa yang Rasul Paulus tuliskan. Saat ini kita akan belajar beberapa hal dari pembacaan di 2 Korintus 1 : 8 - 11 ini.

1). MENGINGAT-INGAT KEMBALI PERBUATAN TUHAN YANG DAHULU.

"Dari kematian yang begitu ngeri Ia telah dan akan menyelamatkan kami: kepada-Nya kami menaruh pengharapan kami, bahwa Ia akan menyelamatkan kami lagi" (2 Korintus 1 : 10 TB)

Pelajaran yang pertama, tujuan Tuhan adalah agar setiap kita kembali mengingat-ingat perbuatan-Nya yang dahulu. Sewaktu berada dalam penderitaan “BLESSSING UNDER PRESSURE" adalah adalah kita selalu menaruh pengharapan kepada Tuhan dengan cara kita selalu mengingat perbuatan Tuhan yang dahulu, bagaimana Tuhan menyelamatkan, bagaimana Tuhan bekerja, dan bagaimana penyertaan Tuhan dahulu dimana berkat yang sama dari Tuhan akan menyertai setiap kita lagi karena DIA adalah Tuhan yang sama. Seperti pressure, tekanan atau penderitaan yang dahulu dialami oleh Daud ketika istri dan anaknya ditawan dan dibawa pergi oleh musuh hendak dibunuh, belum lagi tekanan dari pasukannya sendiri dimana keluarga mereka pun mengalami hal yang sama, mereka marah dan hendak memberontak tetapi Daud tetap bisa menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan.

Ada masanya dimana dalam pressure, tekanan atau penderitaan itu setiap kita masing-masing dengan Tuhan saja. Disitulah masa dimana kita mengingat-ingat kembali perbuatan Tuhan yang dahulu, mengingat-ingat bagaimana Tuhan menyelamatkan, menyatakan kuasa dan mujizat-Nya, bagaimana Tuhan mengangkat dan menolong setiap kita dari masalah atau tantangan yang besar, maka Tuhan yang sama yang juga akan menyelamatkan kita lagi.

Rasul Paulus jelas sekali menulis ini untuk menggambarkan bahwa bukan hanya satu kali penyertaan Tuhan itu terjadi tetapi Tuhan akan menyelamatkannya lagi. Jadi apa yang Rasul Paulus alami bukan hanya terjadi sekali atau dua kali saja karena kata “LAGI” di ayat 10 ini sebenarnya menjelaskan bahwa itu sudah terjadi berkali-kali. Tuhan menyelamatkan Rasul Paulus “LAGI dan LAGI” dan apabila kita melihat kehidupan Rasul Paulus, caranya bekerja dengan Tuhan sangat berani dan hari itu keadaan yang dialaminya tidak mudah karena dirinya dikekang oleh banyak orang dan bukan hal yang mudah untuk mengabarkan injil saat itu, tidak seperti yang setiap kita alami saat ini.

Perkataan Rasul Paulus bahwa Tuhan akan menyelamatkannya LAGI dan LAGI, ini yang kemudian bisa menghasilkan banyak cerita atau kesaksian bagaimana penyertaan Tuhan. Ketika semua keadaan baik-baik atau tenang-tenang saja, apa cerita atau kesaksian tentang penyertaan Tuhan yang bisa kita ceritakan kepada orang lain? Ketika keadaan baik-baik saja, apa yang Rasul Paulus bisa tulis? Tetapi anehnya kebanyakan orang justru menginginkan keadaan yang seperti ini,keadaan dimana semua baik-baik saja dan tidak perlu memakai iman.

Sebenarnya dalam perjalanan hidup kita bersama Tuhan, Dia akan selalu membawa kita berjalan yang sebenarnya tidak enak menurut daging kita, karena iman berarti bahwa kita melangkah ke tempat yang belum pernah kita lihat, mempercayai sesuatu yang belum terjadi dan belum pernah dilihat dan itu pasti tidak enak atau tidak nyaman, berbeda dengan melangkah di tempat yang pasti dan nyaman menurut daging. Melangkah sambil bersungut-sungut itu juga bukan melangkah dengan iman, jadi sekalipun orang itu akhirnya tetap melangkah tetapi Tuhan tidak menilainya dengan iman. Orang yang melangkah dengan iman sekalipun tidak melihat, dia mengucapkannya dengan hati yang percaya dan positif.

Jangan seperti bangsa Israel yang percaya akan tanah Kanaan dan kemudian mengikuti Musa keluar dari Mesir tetapi ditengah perjalanan ketika mengalami pressure, tekanan atau penderitaan yang keluar dari mulut mereka bukan lagi perkataan iman tetapi justru sungut-sungut, kemarahan, pemberontakan dan ingin kembali ke Mesir dan tanpa disadari mereka telah menghujat Tuhan. Inilah yang berbahaya dimana Roh Kudus mengajarkan kepada Ps Hendrik bahwa ucapan atau sungutan yang keluar dari mulut bangsa Israel bahwa lebih baik mereka kembali ke Mesir daripada harus mati di padang gurun sebenarnya adalah ucapan yang awalnya hanya keluar dari percakapan dari hati ke hati diantara sesama bangsa Israel yang ada didalam rumah saja tetapi kemudian itu dinilai dan dicatat oleh Tuhan. Ketika bangsa Israel meneriakkan itu kepada Tuhan kita berpikir bahwa saat itulah bangsa Israel mulai bersungut-sungut, ternyata tidak karena bersungut-sungut itu adalah sesuatu yang ada didalam hati kemudian itu diucapkan. Bersungut-sungut juga berarti orang yang tidak bisa mengucap syukur, kehilangan pengharapan karena tidak pernah mengingat-ingat perbuatan yang Tuhan pernah buat dalam hidupnya.

Orang yang dipakai oleh Tuhan pasti menginginkan ada cerita hebat yang keluar dari hidupnya, tetapi kebanyakan orang melihat dari jumlah berkat yang diterima dan kuasa yang dimilikinya. Padahal cerita yang hebat sebenarnya adalah seberapa besar pressure, tekanan atau penderitaan yang di alaminya.

2). KITA TIDAK PENTING, YANG PENTING ADALAH TUHAN.

"Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian, dan, dengan tidak menyebut banyak hal lain lagi, urusanku sehari-hari, yaitu untuk memelihara semua jemaat-jemaat." (2 Korintus 11 : 27 – 28 TB)

Rasul Paulus mengerti bahwa panggilannya adalah berada ditengah-tengah jemaat, hidupnya sepenuhnya untuk mengabarkan Injil, sepenuhnya untuk Tuhan. Orang kehilangan pengharapan karena hidupnya sering kali tidak sepenuhnya buat Tuhan sehingga ketika mengalami pressure, tekanan atau penderitaan dirinya tidak kuat, tetapi orang yang total atau sepenuhnya dengan Tuhan imannya akan terus progress naik dan terus naik, LAGI dan LAGI. Oleh sebab itulah mengapa hidup kekristenan setiap kita harus diperbaharui dari hari ke hari sampai kepada kesempurnaan dimana Tuhan ingin membawa setiap kita melihat kemuliaan-Nya yang semakin besar.

Dikatakan bahwa dalam mengurus jemaat sehari-hari Rasul Paulus sudah banyak berjerih lelah, bekerja berat, sering tidak tidur, lapar, dahaga, terkadang harus berpuasa dan kedinginan karena tidak mempunyai pakaian, ini menandakan bahwa hidup Rasul Paulus benar-benar sepenuhnya buat Tuhan dan dirinya tidak lagi penting karena itu adalah bagian, tanggung jawab dan panggilannya dengan anugerah dari Tuhan

Sewaktu hidup seseorang sepenuhnya buat Tuhan, sepenuhnya untuk melayani jemaat Tuhan maka orang akan mengetahui dan menyadari bahwa sesungguhnya dirinya tidak penting karena yang penting adalah Tuhan, dirinya akan semakin kecil dan Tuhan yang semakin besar, dirinya akan semakin berkurang dan Tuhan yang semakin bertambah-tambah.

Sewaktu kita melakukan sesuatu, jangan pernah sampai merasa bahwa kita ini penting karena orang yang merasa dirinya penting akan masuk pada penderitaan sendiri dan jatuh dalam kesombongan. Apabila orang lain menganggap bahwa kita penting itu atau ketika orang memberi apresiasi atas apa yang kita lakukan, itu adalah bagian dari orang tersebut.

KEADAAN YANG LEBIH BAIK SETELAH PENDERITAAN

Pressure, tekanan atau penderitaan itu menghasilkan kuasa. Bangsa Israel tidak akan pernah melihat laut Teberau terbelah apabila mereka tidak taat dan mau berjalan, seandainya ada jalan yang lain mungkin mereka akan memilih jalan yang lain dan tidak mau menghadapi laut Teberau itu. Jadi pressure, tekanan atau penderitaan adalah produk dari Tuhan untuk kita mengalami keadaan yang lebih baik lagi dengan cara hidup dan respon yang benar.

Ishak sebelum menanam benih yang menghasilkan seratus kali lipat, dia harus mengalami yang namanya kelaparan terlebih dahulu dengan keluar dari Mesir dan kemudian Tuhan menyuruhnya untuk menabur. Selalu ada kuasa setelah pressure, tekanan atau penderitaan, jadi sewaktu kita mengalami itu yang harus kita lakukan adalah menyiapkan diri kita untuk mengalami kuasa Tuhan yang besar, menyiapkan diri untuk mengalami keadaan yang lebih baik.

Daud ketika dikejar-kejar oleh Saul sebenarnya berkali-kali mempunyai kesempatan untuk membunuh Saul tetapi itu tidak dilakukannya. Keputusan yang diambilnya untuk tidak melakukan itu justru mendapat banyak simpatik dari banyak pasukan yang lainnya. Dengan dirinya terus-menerus di kejar-kejar oleh Saul tanpa sengaja dia menduduki banyak tempat yang diperanginya sehingga kemudian dia mempunyai begitu banyak pasukan di seluruh Israel. Itu semua adalah bagian dari rencana Tuhan bukan disengaja oleh Daud dan pasti bukan hal yang enak ketika harus di kejar-kejar hendak di bunuh.

Apabila ada orang yang begitu membenci anda, itu adalah bagian dari rencana Tuhan seperti yang Daud alami. Hadapi itu tidak dengan bertengkar tetapi menghindarlah dan mencari damai, apabila anda kemudian harus berhadapan dengannya, anda harus bisa seperti Daud yang tidak membunuh, tidak dengan amarah tetapi justru dengan mengasihi. Daud bisa menguasai banyak wilayah karena perbuatan Saul sendiri yang terus-menerus mengejarnya sehingga dia harus berperang dari satu tempat ke tempat yang lain tetapi itu juga mempersiapkan Daud untuk menjadi raja yang mempunyai pengaruh karena tidak mungkin seorang raja akan mempunyai pengaruh apabila raja tersebut tidak pernah berperang dan menduduki wilayah demi wilayah, seberapa jauh wilayah kekuasaan seorang raja adalah seberapa jauh seorang raja pernah ke daerah tersebut.

Hari-hari ini kita tidak sedang dikejar-kejar oleh Saul tetapi Tuhan mengutus kita untuk mengabarkan injil ke kota-kota di beberapa propinsi dan menjangkau sejauh atau seluas mungkin daerah-daerah atau kabupaten yang ada di sekitarnya karena di sana ada bekal Tuhan, ada mutiara yang mungkin bisa kita dapatkan.

Jadi di poin yang kedua ini firman Tuhan mengajarkan bahwa setiap kita adalah tidak penting yang penting hanyalah Tuhan. Sangat berbeda dengan pelajaran di dunia sekuler dimana seorang motivator akan diajarkan bahwa dirinya adalah orang yang penting agar supaya kepercayaan dirinya tinggi. Sangat banyak anak Tuhan yang jatuh dalam kesombongan dan tidak bisa sepenuhnya melayani Tuhan karena ingin berpijak pada firman dan juga pada dunia dimana seharusnya setiap kita harus berpijak kepada firman karena firman lebih tinggi dari bumi ini.

Ada sebuah kisah dan semoga ini bisa menjadi pelajaran dimana apabila orang ingin memutuskan melakukan sesuatu, pertama orang akan melihat atau menganalisa terlebih dahulu apa keuntungan yang bisa didapatkannya. Ini adalah pengajaran yang sudah lama dan semua orang melakukannya baik itu dalam pekerjaan atau bisnis, tetapi apa yang Tuhan ajarkan adalah “berilah maka engkau akan diberi” jadi bagian kita hanya memberi dan bagian Tuhan adalah memberi atau memberkati kita apakah melalui orang yang sama atau melalui orang lain, jadi dalam pekerjaan layanilah orang dengan tulus dan murni.

Begitupun dalam prinsip bisnis, jangan memikirkan apa yang menjadi keuntungan perusahaan anda tetapi pikirkan apa yang menjadi keuntungan terbaik yang pelanggan anda bisa dapatkan sehingga orang akan merasakan sesuatu yang berbeda. Jadi jangan memasukkan prinsip dunia kedalam pekerjaan Tuhan, firman Tuhan harus bisa diterapkan dalam bisnis atau pekerjaan kita dengan benar maka kita akan melihat dampak dan kuasanya yang luar biasa.

“Di balik penderitaan selalu ada kuasa yang lebih besar”

Amin, Tuhan Yesus Memberkati….

 


Minggu, 13 Agustus 2017

POWER UNDER PRESSURE (Bagian Kedua)

(Morning Devotion at Radio Pelangi Makassar, 31/07/2017)


Ps Joseph Hendrik Gomulya


Kata tekanan atau penderitaan dalam bahasa inggris dipakai kata “PRESSURE”, ini adalah kata yang dipakai oleh seluruh murid-murid Tuhan Yesus dan itu menjadi kebanggaan bagi mereka ketika harus mengalami pressure, tekanan atau penderitaan, mereka bangga ketika mereka menderita bagi Kristus. Tetapi ini yang kontras terjadi hari-hari ini dimana anak-anak Tuhan sekarang tidak seperti murid-murid Tuhan Yesus dahulu atau minimal memiliki sudut pandang yang sama dengan murid-murid Kristus.

Rasul Paulus beberapa kali menulis tentang “PRESSURE” dimana semua itu dilakukannya sebagai sebuah kebanggaan atau kesukaan. Rasul Paulus sama sekali tidak menulis itu sebagai sebuah keluhan tetapi dia menulisnya dengan pewahyuan bahwa itu adalah sebuah kesempatan atau kebanggaan dimana dia bisa mengalami penderitaan karena Kristus. Ini berbanding terbalik dari sebagian orang yang ingin hidup dan melayani Tuhan tetapi takut menghadapi yang namanya pressure, tekanan atau penderitaan dimana orang-orang tersebut lebih memilih untuk hidup yang nyaman dan enak sehingga mereka tidak pernah sungguh-sungguh sampai kepada panggilan Tuhan.

Apabila kita belajar dari orang atau nabi-nabi yang dipakai oleh Tuhan mulai dari Perjanjian lama sampai Perjanjian baru sesungguhnya tidak ada hidup yang seperti pandangan orang pada umumnya ketika pertama kali ikut Tuhan. Pandangan bahwa hidup kekristenan itu adalah hidup yang nyaman, enak dan bisa semauanya itu adalah sebuah kekeliruan karena Tuhan Yesus jelas berkata bahwa jaln ke sorga itu sempit.

Mari memiliki pandangan yang sama karena apabila pandangan kita berbeda maka kita tidak bisa menjadi orang yang kuat atau siap untuk dipakai oleh Tuhan, tidak bermalas-malasan dan melo-melo. Harus bangkit orang-orang yang kuat dan siap untuk dipakai oleh Tuhan, yang memiliki hati yang mudah untuk dibentuk oleh Tuhan, yang mengutamakan Tuhan lebih dari perasaannya sendiri karena perasaan manusia bisa menghancurkan diri manusia itu sendiri. Jadi ketika menghadapi pressure, tekanan atau penderitaan hal pertama yang harus diperhatikan adalah perasaan karena tidak ada seorang pun manusia ketika berada dalam pressure, tekanan atau penderitaan  perasaannya akan senang-senang saja, tetapi yang penting adalah bagaimana ketika sedang berada dalam pressure, tekanan atau penderitaan setiap kita tidak bersedih tetapi justru bersukacita karena kita sedang berada dalam rencana Tuhan yang ajaib dan besar. setiap keadaan atau apapun yang kita alami ada rencana Tuhan yang luar biasa dan membuat kita menjadi lebih baik setelah mengalami Pressure, tekanan atau penderitaan.

Seperti sudah dijelaskan diatas bahwa kata “PRESSURE” atau penderitaan itu adalah TEKANAN dimana ketika semakin ditekan maka yang keluar itu akan kelihatan apakah itu murni ataukah berpusat pada kepentingan diri sendiri? sampah, kepahitan atau kemanisan, kemuliaan Tuhan?

Ketika menghadapi pressure atau tekanan kita bisa mengerti dan melihat dari respon yang kita berikan dimana kita bisa mengukur level atau tingkat kerohanian kita sampai dimana. Ketika menghadapi pressure atau tekanan kemudian yang keluar itu adalah kepahitan, disini kita bisa melihat bahwa kita belum benar-benar terbebas dari sisi ini ataukah ketika kita melihat ada orang baru yang kemudian langsung dipakai Tuhan kemudian didalam hati muncul rasa iri dan marah, itu adalah ukuran bahwa kita belum benar-benar terbebas dari hal yang lama dimana dalam kejadian seperti ini seharusnya kita bisa membopong, berkorban dan menjadi pijakan untuk orang lain naik dan Tuhan disukakan. Terkadang Tuhan ingin menguji kita untuk berkorban karena Tuhan terkadang ingin memakai orang lain yang mungkin belum kita kenal sebelumnya dan kelihatannya sangat sederhana tetapi ketika kita mau sepakat dengan Tuhan untuk siapa yang Tuhan pilih dan bagian kita hanya menolong dan membopongnya, disinilah tercermin apakah kita mengejar sesuatu yang lain atau ingin melihat kemuliaan Tuhan yang lebih besar sekalipun yang Tuhan pakai adalah orang lain.

Apabila dalam hal-hal yang terkecil dari hidup kita, kita tidak bisa memberi bagaimana apabila kita harus menyerahkan nyawa kita sendiri atau memberi dari semua yang kita miliki? Jangan pernah membawa agenda pribadi dalam pelayanan, itu namanya membawa penderitaan sendiri. Penderitaan yang terjadi karena agenda pribadi yang tidak terwujud atau terlaksana dan menyebabkan sakit hati itu bukan penderitaan karena Kristus. Yang dimaksud penderitaan karena Kristus adalah ketika kita menderita untuk injil itu diberitakan, tetapi ada hal yang Tuhan juga ingin bereskan didalam kita agar supaya segala sampah, kepahitan dan kedagingan yang masih ada didalam kita bisa keluar dan kita potong sehingga yang muncul sungguh-sungguh kemuliaan Tuhan.

(2 Korintus 1 : 8 - 11 TB)

"Sebab kami mau, saudara-saudara, supaya kamu tahu akan penderitaan yang kami alami di Asia Kecil. Beban yang ditanggungkan atas kami adalah begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami."    (2 Korintus 1 : 8 TB)

Ada beban pelayanan yang begitu berat yang Tuhan taruh di Asia kecil kepada Rasul Paulus dimana sangat jelas dikatakan bahwa beban itu begitu besar dan berat sehingga hampir membuat Rasul Paulus merasa bahwa dirinya tidak sanggup untuk menjalaninya. Kita mengetahui bahwa ketika Rasul paulus melakukan pelayanan di Asia kecil  dia ditolak, dianiaya dan dirajam batu sampai hampir mati tetapi semua pressure, tekanan atau penderitaan itu tidak sedikit pun membuatnya mundur malahan pelayanan Rasul Paulus semakin bergerak maju.

Harus ada banyak hal dihidup kita yang dirancang oleh Tuhan untuk nantinya membawa kita semakin dewasa, semakin baik didalam Tuhan dan tidak bisa dipungkiri bahwa agenda pribadi, keegoisan, keinginan sendiri dan kedagingan itu harus disingkirkan agar supaya ketika menghadapi pressure, tekanan atau penderitaan yang keluar adalah yang ilahi.

"Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati." (2 Korintus 1 : 9 TB)

Mari melihat apa yang menjadi tujuan Tuhan karena ternyata hal menghambat adalah orang yang mengandalkan diri sendiri atau kemampuannya sendiri. Semakin dipakai Tuhan, semakin banyak firman Tuhan yang didapatkan dan dipelajari tetapi apabila itu tidak sungguh-sungguh masuk kedalam roh maka yang muncul adalah kepercayaan kepada diri sendiri atau seakan-akan mengetahui banyak hal dan inilah yang Tuhan ingin runtuhkan agar setiapkita sepenuhnya bergantung kepada Tuhan. Ketika Tuhan ingin memurnikan yang didalam kita lebih lagi itu sangat baik buat kita karena untuk Tuhan memakai setiap kita dalam rencana-Nya yang besar terkadang yang menghambat itu bukan orang lain karena tidak ada seorang pun yang bisa menghambat rencana Tuhan tetapi justru diri kita sendiri. apabila kita bisa membereskan yang ada didalam hati kita maka kita akan melihat Tuhan memangkitkan hidup kita dan melihat yang ilahi itu keluar. Mari jujur dengan diri sendiri karena justru itu yang akan membawa kita melihat kuasa Tuhan yang tanpa batas termasuk membangkitkan orang mati.

Pressure, tekanan atau penderitaan itu diijinkan oleh Tuhan agar supaya setiap kita mengalami kebangkitan hidup, agar supaya  yang ilahi itu muncul, kita ibarat anak panah yang Tuhan persiapkan untuk melesat lebih jauh lagi karena tidak pernah orang yang hidupnya santai atau hidup seenaknya bisa dipakai oleh Tuhan. Orang yang hidupnya ingin dipakai oleh Tuhan adalah orang yang mengijinkan dirinya untuk mengalami pressure, tekanan atau penderitaan itu karena percaya itu adalah awal dari kebangkitan Tuhan, itu menjadi kesukaan dan baik bagi hidupnya dan tidak membuatnya menjadi lemah.  Jangan membuat kepercayaan Tuhan kepada kita hilang atau mundur, ketika ujian itu datang ubahlah yang didalam kita, apabila kemarin mungkin yang muncul adalah kepahitan, sekarang yang muncul adalah kebangkitan, passion dan kemurnian.

Rasul Paulus mengalami seolah-olah seperti telah dijatuhi hukuman mati tetapi Rasul Paulus kemudian sadar untuk dirinya tidak menaruh kepercayaan kepada dirinya sendiri. Rasul Paulus juga sama dengan hampir semua orang yang dipakai oleh Tuhan dimana itu bisa tiba-tiba memunculkan kepercayaan diri yang besar ketika hidup kita dipakai oleh Tuhan dan kemudian tiba-tiba itu mampu menjadi berkat bagi banyak orang dimana banyak orang yang bertobat berbalik kepada Tuhan, orang-orang disembuhkan dan orang-orang datang berbondong-bondong kepada anda maka pasti akan muncul kepercayaan diri, inilah yang Tuhan ingin murnikan agar setiap kita hanya percaya hanya kepada Tuhan.

"Dari kematian yang begitu ngeri Ia telah dan akan menyelamatkan kami: kepada-Nya kami menaruh pengharapan kami, bahwa Ia akan menyelamatkan kami lagi,"
(2 Korintus 1 : 10 TB)

Dalam masa-masa menghadapi pressure, tekanan atau penderitaan, semakin besar tekanan itu sebenarnya semakin kuat senjata itu diluncurkan. Ada sebuah artikel menuliskan pistol mainan kecil yang diisi oleh air ketika ditembakkan maka air yang keluar akan keluar sejauh 2 meter, ketika pistol mainan itu diganti dengan yang lebih besar atau yang memiliki tekanan lebih kuat maka air yang keluar akan semakin jauh. Apabila yang dipakai adalah pistol sungguhan, peluru yang ada didalamnya akan meluncur keluar bergantung kepada tekanannya semakin besar tekanannya maka semakin jauh atau kuat pelurunya akan meluncur kepada sasaran.

Contoh lainnya adalah anak panah, apabila tarikannya itu renggang maka anak panah itu tidak akan meluncur jauh tetapi apabila tekanan tarikan anak panah  kebelakang semakin kuat maka semakin jauh pula anak panah itu akan melesat. Pilihan sekarang ada pada setiap kita, tetapi pilihlah seperti yang Tuhan inginkan. Lihat dan milikilah cara pandang yang sama dengan Tuhan bahwa pressure, tekanan atau penderitaan yang kita terima adalah persiapan untuk sebuah level baru yang Tuhan inginkan atas hidup kita dan kita mesti siap untuk itu, seperti Rasul paulus yang menghargai setiap tekanan.

Cara orang yang masih kanak-kanak dan orang yang sudah dewasa menyikapi pressure, tekanan atau penderitaan sangat berbeda. Orang yang masih kanak-kanak atau bayi-bayi rohani akan lari dari Tuhan dan yang keluar adalah kepahitan dan sampah-sampah tetapi orang yang dewasa akan mengetahui bahwa pressure, tekanan atau penderitaan itu adalah untuk membawa tuaian yang besar.

Ada sebuah kepercayaan Tuhan didepan kita dan itu sebenarnya tidak mudah dan diluar batas kemampuan seorang manusia tetapi mari menyukai ini untuk supaya injil diberitakan. Keadaan mungkin bisa memberi kita pressure atau tekanan karena setiap pressure atau tekanan mempunyai level atau tingkatan, ketika pressure atau tekanan itu semakin kuat itu berarti Tuhan ingin membawa setiap kita, setiap gereja-Nya mempunyai atau menjadi dampak yang jauh kedepan dengan tidak lagi menjadi bayi-bayi rohani dengan memberi respon yang salah karena setiap kita adalah orang-orang yang sudah REDOMINATE, orang-orang yang terbang tinggi yang siap menduduki dan menguasai. Setiap kita harus membiasakan diri untuk bisa melakukan banyak hal dan tanggung jawab dengan efektif, harus bisa bergandengan tangan, unity dan bekerja sama satu dengan yang lainnya dimana itu adalah tanda bahwa setiap kita sudah dewasa.



Amin, Tuhan Yesus Memberkati…

 

Rabu, 09 Agustus 2017

POWER UNDER PRESSURE (Bagian Pertama)





(Morning Devotion at Radio Pelangi Makassar, 28/07/2017)


Ps Joseph Hendrik Gomulya 





Sangat banyak orang yang takut untuk mengalami yang namanya tekanan, aniaya atau penderitaan padahal sebenarnya semua itu adalah bagian dari rencana Tuhan untuk kebaikan setiap kita. Hal ini dituliskan dalam firman Tuhan dan setiap kita mesti menangkap ini karena konotasi dari tekanan, aniaya atau penderitaan di luar Tuhan itu adalah sesuatu yang buruk, tidak baik dan harus dihindari.

Sebagai orang percaya atau sebagai anak-anak Tuhan kita mengetahui bahwa semua hal yang terjadi dalam hidup kita tidak pernah sebagai sebuah kebetulan karena segala sesuatunya adalah dalam rancangan Tuhan untuk kebaikan kita anak-anak-Nya termasuk ketika mengalami tekanan, aniaya atau penderitaan.

Ada rencana Tuhan yang luar biasa sewaktu kita menangkap hal ini sehingga kita akan masuk dan mendapatkan berkat Tuhan dengan sikap hati yang tepat dan kita menjadi orang-orang yang kuat serta mempunyai kuasa ketika menghadapi tekanan, aniaya atau penderitaan.

Seperti dengan apa yang dialami oleh Daud ketika dirinya diburu-buru oleh raja saul yang hendak membunuhnya. Ketika dirinya sudah menjadi raja, dia terus mengalami banyak tekanan dan melalui beberapa perwiranya bahkan sampai mengalami proses kehilangan tahtanya oleh anaknya sendiri tetapi Tuhan kemudian mengembalikan itu dan kembali menjadi raja


 "Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami." (2 Korintus 4 : 7 TB)

Firman Tuhan berkata bahwa harta yang kita punyai dalam tanah liat ini artinya adalah kita sebagai tanah liat dan harta yang Tuhan berikan adalah kekuatan yang melimpah-limpah, kekuatan yang berasal dari Allah dan bukan dari diri kita. Jadi kita mesti menyadari bahwa kita ini adalah bejana tanah liat yang sedang dan terus akan dibentuk oleh Tuhan.

Ketika kita mengerti bahwa kita adalah bejana tanah liat yang berada didalam proses dan sewaktu berada dalam proses Tuhan akan memberikan kekuatan yang melimpah-limpah dalam menghadapi proses itu. Dijelaskan bahwa kekuatan yang melimpah itu diberikan sewaktu kita berada didalam proses. Pertanyaannya, sampai kapan proses itu berlangsung?

Didalam hidup kita jangan pernah menanyakan kapan proses itu akan berhenti tetapi justru cintai dan sukailah prose situ karena selama kita hidup proses itu akan terus ada karena Tuhan ingin membawa kita dari satu kemuliaan kepada kemuliaan berikutnya, ada KEKUATAN DIBAWAH PENDERITAAN.

 "Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa;" (2 Korintus 4 : 8 TB)

Rasul Paulus berkata bahwa dirinya mengalami tekanan, aniaya atau penderitaan dalam segala hal dan bukan hanya dari satu sisi. Ada banyak hal dalam hidup kita yang harus dibereskan , harus mengalami yang namanya tekanan, aniaya atau penderitaan agar yang muncul atau keluar adalah KEKUATAN, RENCANA DAN KEMULIAAN TUHAN. Sangat banyak orang ketika berada dalam tekanan dan merasa seperti tertindas akan kabur atau lari, tetapi sebagai anak-anak Tuhan seperti yang Rasul Paulus katakan “namun tidak terjepit” dimana selalu saja ada cara Tuhan untuk menolong setiap kita, ada kemurahan, kebajikan dan kekuatan Tuhan yang muncul dibalik tekanan, aniaya atau penderitaan agar supaya kemuliaan Tuhan itu yang muncul.

Kemudian dikatakan “kami habis akal, namun tidak putus asa”. Seperti kita ketahui bersama Rasul Paulus adalah seorang yang sangat pandai, sangat terpandang di seluruh Israel dan menulis begitu banyak isi hati Tuhan atau pewahyuan dari Tuhan dalam Perjanjian Baru tetapi disini Rasul Paulus menulis bahwa dirinya kehabisan akal atau dirinya mengalami jalan buntu menghadapi tekanan, aniaya atau penderitaan yang dialaminya tetapi ajaibnya dia tidak berputus asa.

Apa yang dialami oleh Rasul Paulus ini adalah pelajaran yang mesti kita ambil karena ketika orang mengalami jalan buntu dan tidak ada lagi jalan keluar, orang akan angkat tangan atau menyerah. Tetapi apabila kita mengetahui kekuatan Tuhan yang sesungguhnya, Tuhan akan membuat kita tidak berputus asa dan hidup dengan iman yang lebih kuat dimana dari sinilah akan muncul atau turun semua hikmat dan kekuatan Tuhan yang melimpah atas hidup setiap kita sewaktu otak, pikiran dan kekuatan manusia kita tidak mampu lagi.




"kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa."
                                                             (2 Korintus 4 : 9 TB)

Setiap kita sebagai hamba Tuhan jangan pernah takut dengan tekanan ataupun aniaya. Aniaya bisa muncul dalam banyak hal tetapi yang mesti kita ketahui dan ini harus selalu menjadi pegangan setiap kita bahwa ada kekuatan Tuhan yang melimpah, ada berkat Tuhan ketika kita berada dalam tekanan, aniaya atau penderitaan seperti Rasul Paulus ketika beberapa kali mengalami aniaya melalui lemparan batu, dirinya diseret keluar dari sebuah kota tetapi dirinya mampu bangkit lagi dan masuk kembali ke kota tersebut melanjutkan perjalanannya.

Apabila kita membandingkan apa yang Rasul Paulus tuliskan ini dengan apa yang kita alami masih terlalu sedikit. Mari jadikan Rasul Paulus sebagai teladan bagaimana dirinya menghadapi semua tekanan, aniaya dan penderitaan tersebut.

 "Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami"
(2 Korintus 4 : 10 TB)

Sewaktu mengalami tekanan, aniaya atau penderitaan itu adalah cara atau tujuan Tuhan untuk mematikan kedagingan setiap kita untuk kemudian yang muncul adalah respon ilahi. Sewaktu kita membawa kematian Yesus didalam tubuh kita itu artinya kita mematikan setiap kedagingan kita dan kemudian yang keluar adalah kekuatan, cara dan respon Tuhan maka kekuatan Tuhan yang melimpah itu akan kelihatan.

Ketika sebagai orang yang percaya kita hanya bisa bersyukur ketika menerima berkat-berkat Tuhan tetapi ketika mendapatkan tekanan, aniaya atau penderitaan tidak bisa bersyukur, apa bedanya kita dengan orang dunia yang belum percaya kepada Tuhan Yesus?

Ketika kita mengalami tekanan, aniaya atau penderitaan disinilah justru kekuatan Allah yang melimpah itu dengan membawa kematian Tuhan Yesus. Ada hal yang ingin Tuhan matikan dalam hidup kita ketika kita mengalami tekanan, aniaya atau penderitaan, ada hal yang Tuhan sedang bentuk dalam hidup kita sebagai bejana tanah liat, ada hal yang Tuhan harus angkat dan bereskan dengan mematikan setiap kedagingan kita untuk supaya kekuatan yang ilahi itu bisa keluar dan menjadi nyata.

 "Sebab kami, yang masih hidup ini, terus-menerus diserahkan kepada maut karena Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini"
(2 Korintus 4 : 11)


Rasul paulus berkata bahwa hidup ini terus “diserahkan kepada maut karena Tuhan Yesus”. Jadi seseorang yang hidupnya ingin dipakai oleh Tuhan jangan pernah berpikir bahwa hidup kekristenan itu adalah kehidupan yang enak dan terus berada dalam kenyamanan. Kemuliaan Tuhanlah yang membawa hidup kita terus semakin dipakai oleh Tuhan sewaktu Tuhan Yesus nyata didalam hidup kita dimana hidup kita senantiasa diserahkan kepada maut karena Yesus.

Jadi mari mematikan setiap kedagingan kita dan ijinkan untuk kita mengalami itu terus-menerus. Ada banyak hal ketika kita semakin dipakai oleh Tuhan dan sepertinya itu tidak mudah untuk kita lakukan, kalau istilah Engkong Yusak Tjipto “ngeri-ngeri sedap” tetapi Tuhan selalu meluputkan dan menolong.

 "Maka demikianlah maut giat di dalam diri kami dan hidup giat di dalam kamu. Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: "Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata ", maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata"
(2 Korintus 4 : 12 – 13 TB)

Setiap kita orang percaya mempunyai roh iman yang sama, mengalami proses yang sama dimana ada sebuah kekuatan melalui perkataan iman dari setiap perkataan firman Tuhan yang kita ucapkan dan perubahan terjadi. Jadi sewaktu kita mengalami tekanan, aniaya atau penderitaan jangan mengucapkan hal yang lain tetapi ucapkanlah perkataan firman Tuhan dan hidupkan itu dalam hidup kita untuk menjadi berkat bagi hidup kita dan orang lain.

Semakin besar tekanan, aniaya atau penderitaan semakin muncul kekuatan Tuhan, semakin besar besar tekanan semakin nyata dan melimpah-limpah kuasa dari Tuhan Yesus dalam hidup setiap kita. Kita bisa belajar dari melihat kehidupan Ahok yang hari-hari ini hidupnya menjadi teladan bagi setiap orang percaya, kita bisa melihat ketika Ahok berada dalam tekanan dirinya justru bisa belajar banyak hal dimana tidak mudah untuk orang seperti Ahok bisa belajar menjadi sabar ketika menghadapi tekanan karena dirinya dilahirkan di lingkungan yang memang agak keras sehingga ketika berbicara memang terdengar sedikit agak keras tetapi sebenarnya hatinya sangat lembut. Kita bisa melihat respon yang ahok berikan ketika dirinya mengalami proses dimana hatinya berubah menjadi sangat lembut dan tidak membalas orang-orang yang menganiayanya.

"Karena kami tahu, bahwa Ia, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan Ia akan menghadapkan kami bersama-sama dengan kamu kepada diri-Nya."
(2 Korintus 4 : 14 TB)


Kebangkitan yang dimaksud bukan hanya kebangkitan dari kematian tetapi juga setiap kali menghadapi tekanan, aniaya atau penderitaan ada kuasa kebangkitan Tuhan dalam hidup kita, ada kekuatan yang bukan dari kemanusiaan kita. Seperti sewaktu Tuhan Yesus bangkit dari maut, sekalipun keadaan kita sepertinya selalu berhadapan dengan maut tetapi karena maut tidak pernah bisa berkuasa atas Tuhan Yesus maka maut pun tidak akan pernah berkuasa atas hidup kita karena ada kuasa kebangkitan atas hidup kita. Jadi sewaktu mengalami kelemahan mari kita selalu mengandalkan Tuhan untuk mengalami kebangkitan Tuhan didalam hidup kita begitu pun ketika kita mengalami suatu penyakit, percaya dan imani bahwa Tuhan Yesus adalah jawaban atas setiap penyakit kita.

"Sebab semuanya itu terjadi oleh karena kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar berhubung dengan semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menyebabkan semakin melimpahnya ucapan syukur bagi kemuliaan Allah." 
(2 Korintus 4 : 15 TB)

Tekanan, aniaya atau penderitaan yang intensitasnya semakin banyak itu semua agar semakin melimpah kasih karunia Tuhan atas hidup kita dan melalui hidup kita Tuhan juga menginginkan semakin banyak orang yang percaya dari melihat Yesus yang berkarya melalui hidup kita dan bagi diri kita pribadi akan semakin banyak ucapan syukur yang keluar dari mulut kita yang semuanya untuk kemuliaan Nama Tuhan.

Mari mencontoh dari Yusuf yang mengalami banyak penderitaan ketika dirinya di buang oleh saudara-saudaranya dan dijadikan budak  bahkan awalnya sebenarnya dirinya hendak dibunuh. Setelah menjadi budak dari potifar dan diberi kepercayaan atas seisi rumah potifar tetapi oleh karena kebenaran dan menjaga kekudusan serta takut akan Tuhan dia harus merasakan hidup dalam penjara karena sebuah fitnah bahwa dirinya tidur dengan istri potifar. Mungkin seringkali ketika kita sudah hidup dalam kebenaran dan takut akan Tuhan tetapi yang kita alami malah penderitaan, ada banyak orang yang tidak menyukai kita dan berusaha untuk menjatuhkan. Tetapi percayalah ada kekuatan Tuhan yang melimpah dimana inilah yang dialami oleh Yusuf, dia menolong banyak orang dalam hidupnya tetapi orang yang ditolongnya melupakan dirinya untuk supaya Yusuf bias belajar berharap, percaya dan bergantung kepada Tuhan.

Ada selalu berkat dibalik penderitaan seperti ketika Yusuf dipulihkan dan kemudian diangkat menjadi Perdana Menteri tetapi dia juga harus menghadapi bahaya kelaparan pada bangsa dan keluarganya tetapi atas hikmat dari Tuhan  dia bukan hanya bisa menolong keluarganya tetapi seluruh penduduk Mesir, Israel dan bangsa-bangsa yang lain.

"Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari." 
(2 Korintus 4 : 16 TB)


Salah satu siasat daripada iblis adalah membuat orang menjadi tawar hati ketika sedang mengalami proses demi proses, penderitaan demi penderitaan. Seperti Rasul Paulus ketika mengalami semua itu dirinya tidak menjadi tawar hati karena kita perlu dibahaui dari hari ke hari  karena kita adalah bejana tanah liat yang terus dibentuk untuk mengalami kemuliaan Tuhan hari demi hari.


 "Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami." (2 Korintus 4 : 17 TB)

Penderitaan yang kita alami tidak sebanding dengan kemuliaan Tuhan dan ada kekuatan yang melimpah, ada kekuatan dibawah penderitaan sewaktu kita mengalami itu agar supaya kita menjadi semakin kecil atau berkurang dan Tuhan yang semakin besar dan nyata melalui respon dan cara kita dimana ketika kita mengalami penderitaan yang keluar haruslah perkataan firman Tuhan karena ada kemuliaan yang kekal yang dikerjakan.

 "Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal"
(2 Korintus 4 : 18 TB)


Sewaktu mengalami penderitaan disitulah sebenarnya iman kita di uji, disitulah kita berjalan dengan iman karena kita hidup bukan memperhatikan yang kelihatan melainkan yang tidak kelihatan, kita hidup dengan apa yang kita tidak lihat, kita berjalan dengan iman dan percaya. Mari selalu memandang kepada Yesus dan biarkan Dia nyata bekerja didalam setiap kita.






Amin, Tuhan Yesus Memberkati…

Selasa, 08 Agustus 2017

KESADARAN AKAN YESUS DIDALAMMU

Ps Joseph Hendrik Gomulya

"Ketika ada saudagar-saudagar Midian lewat, Yusuf diangkat ke atas dari dalam sumur itu, kemudian dijual kepada orang Ismael itu dengan harga dua puluh syikal perak. Lalu Yusuf dibawa mereka ke Mesir." (Kejadian 37 : 28 TB)

"Engkaulah menjadi kuasa atas istanaku, dan kepada perintahmu seluruh rakyatku akan taat; hanya takhta inilah kelebihanku dari padamu.” (Kejadian 41 : 40 TB)

Anda mungkin pernah mengalami disalahpahami dan ditinggalkan oleh orang-orang yang anda cintai. Anda di fitnah dan segala sesuatu yang anda miliki semuanya di ambil daripada anda dan sepertinya itu menjadi titik terendah dalam hidup anda dan tidak yakin apakah anda bisa bangkit lagi.

Ketika Yusuf dijual oleh saudara-saudaranya dan dijadikan budak di Mesir, ia melalui semua pengalaman itu dengan kesadaran bahwa Allah berada didalam dirinya dan disetiap langkah hidupnya. Meskipun hidupnya sudah seperti terbuang dan berantakan, ia tetap percaya bahwa itu bukan akhir dari segalanya sekalipun keyataannya hal-hal yang terjadi pada dirinya tidak baik tetapi dia tetap percaya bahwa Allah yang ada didalam dirinya akan membuat segala sesuatu bekerja bersama untuk kebaikannya. Dan yang terjadi kemudian Yusuf menduduki posisi paling kuat di Mesir setelah Firaun.

"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." (Roma 8 : 28 TB)

Kesadaran bahwa Allah berada di dalam diri Yusuf adalah alasan bagi Yusuf untuk memaafkan segala hal yang pernah saudaranya lakukan kepadanya sehingga ketika dirinya bertemu dengan mereka lagi Yusuf mengatakan kepada mereka untuk tidak bersusah hati dan menyesali diri karena semua itu adalah bagian dari rencana Allah untuk memelihara kehidupan Yusuf dan saudara-saudaranya (Kejadian 45 : 5 TB).

Jadi mari belajar dari Yusuf, apapun yang anda hadapi sekarang ini sadarilah bahwa Tuhan ada didalam anda, bersama-sama dengan anda, “Sadar akan Yesus”. Meskipun kenyataannya anda sekarang tidak mempunyai apa-apa, tetapi kebenarannya adalah anda memiliki segalanya ketika anda memiliki Yesus.

Yesus yang sama yang berkeliling memberkati banyak orang dengan 5 roti dan 2 ikan dengan sisa 12 bakul penuh makanan, jaring yang penuh dengan ikan sehingga perahu murid-murid hampir tenggelam adalah Yesus yang sama yang akan memberdayakan anda untuk berhasil dalam kehidupan anda.

Yesus yang sama yang berjalan berkeliling sambil melakukan mujizat menyembuhkan orang sakit juga akan melakukan hal yang sama dalam hidup anda karena Dia tidak pernah memberikan anda penyakit tetapi justru Dia akan menaungi anda dalam kesehatan ilahi dan perlindungan dari marabahaya.

Firman Tuhan dalam Ibrani 13 : 8 berkata bahwa Yesus Kristus adalah sama kemarin, hari ini dan sampai selama-lamanya, seperti Dia menyertai Yusuf demikian pun hari ini Dia ada bersama-sama dengan anda untuk memberdayakan anda hidup dalam kelimpahan dan melihat janji Allah itu nyata.


Amin, Tuhan Yesus Memberkati


Selasa, 01 Agustus 2017

HAMBATAN BERKAT

(Morning Devotion at Radio Pelangi Makassar)

Ps Joseph Hendrik Gomulya

Perkembangan teknologi saat ini begitu sangat luar biasa sehingga efisiensi terjadi dan dilakukan dimana-mana seperti halnya dengan system komputerisasi secara online seperti dengan aplikasi IBM Watson yang di rancang untuk dapat menandingi kemampuan manusia dalam menjawab pertanyaan sehingga kedepannya orang yang membutuhkan konsultasi hukum misalnya tidak lagi membutuhkan bantuan pengacara, bahkan saat ini beberapa aplikasi lainnya sudah dengan begitu mudah di dapatkan dan di gunakan melalui aplikasi yang ada di smartphone seperti jasa transportasi online dimana orang bisa mengirim atau membeli sesuatu tanpa harus meninggalkan tempat duduknya.

Sebagai anak-anak Tuhan kita jangan sampai ketinggalan dimana hidup kita juga harus belajar untuk semakin efisien, smart, bermanfaat dan berguna karena di masa depan akan ada begitu banyak perubahan. Pertanyaannya, apakah kita sudah siap untuk masuk ke sana? karena sangat banyak anak-anak Tuhan yang hanya ingin hidup santai dan bermain-main padahal di depan ada era yang begitu cepat berkembang sehingga apabila kita sebagai anak-anak Tuhan tidak mau belajar dan tidak mau menguasainya maka orang dunia yang akan menguasainya. Jadi setiap kita anak-anak Tuhan harus belajar lebih lagi untuk bisa menguasai teknologi dan masuk kedalam system karena gereja Tuhan bisa mengambil hal-hal yang baik dari perkembangan teknologi  dan mempersembahkannya kepada Tuhan.

Tuhan sangat rindu untuk memberkati kita anak-anak-Nya tetapi ada hambatan dari sisi kita yang menghambat berkat itu kita terima.

"Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara." (Yesaya 43 : 19 TB) 

Apabila kita memperhatikan sekilas firman Tuhan ini agak sedikit aneh karena nabi Yesaya memulainya dengan kata “Lihat”. Jadi untuk berkat Tuhan turun atas hidup kita maka kita harus bisa melihat masa depan, melihat jauh ke depan, melihat yang orang lain tidak bisa lihat dimana ini adalah keunggulan seorang visioner atau orang yang mempunyai visi jauh ke depan, melihat sesuatu yang dari Tuhan.

Perkembangan teknologi yang hari-hari ini begitu maju, itu semua bisa terjadi karena orang bisa melihat sesuatu yang belum pernah di lihat oleh orang lain. Jadi setiap kita mari melihat jau ke depan apa yang Tuhan inginkan kita lihat.

"Akulah Tuhan, Yang Mahakudus, Allahmu, Rajamu, yang menciptakan Israel.”  Beginilah firman Tuhan, yang telah membuat jalan melalui laut dan melalui air yang hebat,  yang telah menyuruh kereta dan kuda keluar untuk berperang, juga tentara dan orang gagah -- mereka terbaring, tidak dapat bangkit, sudah mati, sudah padam sebagai sumbu --,  firman-Nya: “Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala!" (Yesaya 43 : 15 - 18 TB)

Salah satu yang menjadi hambatan berkat bagi anak-anak Tuhan adalah selalu mengingat-ingat hal-hal yang dahulu padahal seharusnya hal-hal yang dahulu hanya dijadikan sebagai pelajaran dan tidak perlu di ingat-ingat lagi. Hal ini jelas menjadi hambatan karena ini membuat kebanyakan orang bahkan termasuk anak-anak Tuhan tidak mau melihat ke depan tetapi selalu mengingat-ingat hal-hal yang dahulu; mengingat setiap masalah, segala kepahitan dan kegagalannya dan menjadi takut bahkan trauma untuk memulai sesuatu yang baru.

Firman Tuhan jelas berkata untuk kita tidak lagi hidup melihat yang di masa lampau tetapi hidup untuk melihat masa depan yang ada di depan kita dengan memandang apa yang ada di depan kita, tetapi ada banyak orang yang melewati hari-harinya dengan masa lalu. Seperti Ps Hendrik mengenal seorang perempuan yang tidak mau lagi memulai hubungan yang baru dengan laki-laki yang lain karena dirinya tidak tidak mau dirinya di sakiti lagi.

Dahulu mungkin anda di pakai oleh Tuhan dengan luar biasa, hidup anda di berkati dan ada pengurapan Tuhan untuk anda menyembuhkan orang-orang sakit tetapi Tuhan tidak ingin anda hidup hanya dengan kesaksian yang dahulu karena Yang Tuhan inginkan adalah anda selalu melihat ke depan. Setiap berkat yang Tuhan ingin berikan hambatannya adalah orang hidup pada segala keberhasilannya di masa lalu yang sebenarnya sudah menjadi monument dimana seharusnya itu bisa dijadikan momentum untuk tidak lagi hidup melihat yang di masa lalu karena yang Tuhan inginkan kita hidup dengan kesaksian hari ini dan hari berikutnya.

Kita akan belajar lebih dalam lagi tentang kata “melihat” ini:

1). Pewahyuan.

Kemampuan melihat yang ada di depan, yang orang lain tidak bisa lihat adalah karena adanya pewahyuan yang Tuhan singkapkan dengan bantuan Roh Kudus sebagai penolong. Orang yang hidupnya mempunyai hubungan yang intim dengan Tuhan, yang selalu mengandalkan Roh Kudus akan selalu melihat yang ada di depan sehingga hidupnya akan selalu berhasil. Jadi rahasia untuk melihat hal-hal yang jauh di depan adalah dengan bantuan Roh Kudus karena tidak ada orang yang bisa mengetahui hal-hal yang ada di depan selain Roh Kudus.

Roh Kudus sebagai penolong akan memberitahukan setiap kita hal-hal yang di depan, bisa menangkap dan mengerti akan hal itu dimana Segala ide dan penyingkapan rahasia sumbernya dari Roh Kudus. Inilah pentingnya selalu rutin membaca firman Tuhan karena semua hal ada di dalam firman Tuhan, salah satu contohnya adalah chip yang saat ini di pakai oleh dunia yang sudah di nubuatkan melalui penglihatan oleh Yohanes di pulau Patmos yang nantinya akan ditanam di dahi dan tangan manusia, dimana dahulu orang bertanya-tanya  bagaimana cara chip itu berfungsi untuk melakukan segala transaksi keuangan.

2). Percaya.

Ketika Tuhan berkata “Lihat" itu bukan hanya melihat dengan mata kita secara fisik tetapi juga percaya atau dengan kata lain kita melihat dengan mata iman. Kita tidak akan bisa mempunyai dan menjalani masa depan apabila kita tidak menjalaninya dengan percaya.

Sesuatu yang baru itu baru bisa kita alami dan inginkan apabila kita meninggalkan hal-hal yang dahulu atau tidak mengingat-ingat lagi hal-hal yang lama karena ada sesuatu yang baru yang Tuhan ingin buat melalui hidup kita, contohnya Tuhan membukakan kita bisnis yang baru yang jauh lebih baik dan bisa mendunia. Jadi bagian kita hanya melihat ke depan dan percaya dengan iman bahwa Tuhan sudah membuat sesuatu yang baru bagi setiap kita baik itu dalam dalam bisnis atau pun dalam pelayanan kita yang memberi dampak.

Kalau pun hari ini anda mungkin masih melakukan dosa dan kesalahan, tinggalkan dan jadikan itu sebagai pelajaran serta jangan pernah menyesalinya. Bangkit dan mulailah berjalan, percaya dan menangkap sesuatu yang baru dari Tuhan. Ketika kita sudah melihat masa depan itu dengan meninggalkan dan tidak lagi mengingat semua yang ada di masa lalu maka akan tumbuh pengharapan dan iman yang baru. Di titik yang paling terendah ketika kita berbalik kepada Tuhan di situlah justru Tuhan menumbuhkan sebuah visi yang baru.

Jadi apabila hari ini pelayanan anda sedang down dan tidak seperti yang anda harapkan, mari melihat bahwa ada masa depan di dalam setiap pelayanan anda yang sudah tumbuh dimana ketika anda sungguh-sungguh maka anda bisa melihat itu. Seperti Abraham ketika usianya kira-kira 75 tahun, usia yang sebenarnya tidak lagi muda untuk mempunyai lagi pengharapan mempunyai anak, Tuhan justru membawanya keluar dan melihat bintang-bintang di langit, bahwa sebanyak itulah nantinya keturunannya.

Di titik yang paling terendah datanglah kepada Tuhan, tinggalkan semua hal-hal yang dahulu dan tidak lagi mengingat semua yang ada di masa lalu dan meminta untuk Tuhan memberi anda masa depan, bisnis, pekerjaan atau keluarga yang baik, di titik inilah iman pengharapan itu tumbuh.

Titik yang paling rendah ini pernah dialami oleh Ps Hendrik sekeluarga ketika bisnis kayu mereka semakin hari semakin down, ekspor kayu semakin susah karena adanya peraturan yang baru dari pemerintah dan orang mulai beralih kepada besi, aluminium atau fiber, Ps Hendrik sekeluarga tidak tau harus berbuat apalagi. Tetapi ketika Ps Hendrik sekeluarga sepakat untuk melupakan semua masalah yang ada di masa lalu, tidak lagi mengingat hal-hal yang lampau dan percaya bahwa Tuhan pasti akan memberikan bisnis yang baru dan Tuhan pun memberikan bisnis yang baru bahkan lebih dari satu bisnis untuk Ps Hendrik sekeluarga kelola.

Tuhan selalu ingin memberikan sesuatu berkat yang baru dan luar biasa bagi setiap anak-anak-Nya yang bisa dampak bagi orang lain  baik itu dalam pelayanan maupun secara ekonomi dampaknya bisa sampai ke seluruh dunia dengan menguasai teknologi dan perekonomian dengan ide-ide baru yang Tuhan berikan. Jadi mari melihat dengan mata iman bahwa setiap kita akan memiliki pelayanan yang memberi dampak bagi Indonesia dan seluruh dunia dengan tidak lagi fokus dengan hal-hal yang dahulu tetapi fokus kepada hal-hal yang di depan.

“Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun”

Ketika anda bisa melihat ke depan maka Tuhan akan berkata “Ya” dan SEPAKAT dengan apa yang anda lihat dan itu pasti terjadi. Ada banyak orang yang berpikir bahwa ketika melihat Tuhan akan membuat jalan di tengah kota, tetapi orang yang visioner atau orang yang bisa melihat masa depan akan melihat bahwa Tuhan akan membuat jalan di padang gurun yang berarti bahwa Tuhan akan membuka jalan di tempat yang awalnya sepertinya tidak mungkin dimana mungkin selama ini secara manusia sepertinya tidak ada jalan tetapi Tuhan membukakan jalannya atau dengan kata lain di tempat yang jarang di lewati orang, Tuhan akan membuat jalan di situ dan hanya seorang visioner yang bisa melihat jalan itu.

Di saat krisis melanda atau di saat hidup anda berada di titik terendah dan sepertinya mengalami padang gurun atau padang belantara, di titik itulah Tuhan mau membuat jalan. Padang belantara sebenarnya adalah tempat yang tidak ada kehidupan tetapi sewaktu ada sungai-sungai disana ada kehidupan, jadi apabila selama ini hidup anda mungkin mengalami kekeringan tetapi anda melihat sebuah visi dari Tuhan maka ada kehidupan melalui sungai-sungai yang di munculkan Tuhan dan hidup anda pun bisa menjadi berkat bagi orang lain.

Mari singkirkan hambatan berkat ini dengan belajar bahwa hidup kita tidak lagi hidup mengingat-ingat yang di masa lalu tetapi hidup dengan melihat ke depan dengan visi yang dari Tuhan dimana Tuhan sedang membuka dan menumbuhkan sebuah jalan yang baru di padang gurun dan padang belantara baik itu didalam bisnis, pekerjaan atau dalam pelayanan yang berdampak dan menjadi berkat bagi banyak orang.


Amen, Tuhan Yesus Memberkati.

MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama)

  MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama) Sabtu, 04 Februari 2023 Ps Joseph Hendrik Gomulya           Sejak awal manusia diciptakan Allah ...