Kamis, 12 Desember 2019

INISIATIF DAN KASIH KARUNIA



Oleh Ps Joseph Hendrik Gomulya




Tuhan menginginkan setiap anak-anak-Nya bereaksi dan meresponi setiap Firman atau perkataan-Nya dengan cepat dan tepat, tetapi pada keyataannya sangat banyak anak-anak Tuhan yang cuek, acuh serta tidak meresponi setiap rhema yang mereka dapatkan. Sangat banyak anak-anak Tuhan yang tidak memiliki inisiatif dan cenderung cuek atau acuh, padahal dengan memiliki inisiatif pola pikir mereka akan cenderung berkembang dan memiliki ide-ide atau gagasan yang kreatif, cepat tanggap atas setiap perubahan atau keadaan. Sikap cuek atau acuh kebalikannya justru membuat kebanyakan anak-anak Tuhan menjadi malas, memiliki reaksi dan respon yang lambat. Contoh sederhana bagaimana belajar memiliki inisiatif, mulailah dari hal-hal yang kecil atau sederhana karena Tuhan berkata kita harus belajar setia melakukan sesuatu dari hal-hal yang kecil terlebih dahulu. Contohnya dalam pelayanan atau bahkan dalam kehidupan sehari-hari, mari belajar untuk selalu menghargai orang yang usianya lebih tua dari kita dengan berINISIATIF mempersilahkan mereka duduk terlebih dahulu atau saat di meja makan, mempersilahkan mereka untuk mengambil makanan terlebih dahulu.

Dengan memiliki inisiatif maka pola pikir, karakter dan etika seseorang akan berkembang. Orang yang memiliki inisiatif akan selalu mempunyai etos kerja yang rajin dan pasti akan dibarengi dengan ketekunan. Orang yang memiliki inisiatif dengan tekun maka akan menghasilkan sebuah KREATIFITAS atau terobosan berikutnya, sesuatu hal yang baru yang mungkin belum pernah terpikirkan oleh orang sebelumnya atau sesuatu yang mungkin bagi orang lain itu mustahil untuk diciptakan tetapi sanggup untuk dia ciptakan atau lakukan, makanya sering kita melihat ada orang yang membuka sebuah usaha ada yang berhasil dan ada yang tidak. Salah satu faktor yang membuat seseorang gagal adalah kurang kreatif dan tidak pernah mau belajar.  

INISIATIF     +          KETEKUNAN           =          TEROBOSAN

Begitu pula dalam pelayanan, juga dibutuhkan ketekunan. Sebelum melakukan pelayanan atau melakukan sesuatu, sudah memikirkan apa yang perlu dipersiapkan sehingga segala sesuatunya dapat terlaksana dengan baik. Dalam pelayananan hati kita pun mesti selalu terhubung dengan Tuhan 24 jam bukan hanya saat dalam pelayanan, bukan hanya saat berdoa di kamar doa kita masing-masing. Seseorang yang selalu terhubung dengan Tuhan 24 jam maka hikmatnya pasti akan selalu bertambah karena dia terkoneksi terus dengan Tuhan yang adalah sumber dari hikmat. Hikmat yang turun atasnya akan memunculkan atau menghasilkan kreatifitas-kreatifitas ilahi karena pada saat Tuhan berfirman atasnya maka dia akan mencernanya terlebih dahulu (memikirkan dan merenungkan rhema yang Tuhan berikan atasnya atau dengan kata lain selalu berkomunikasi dengan Tuhan).

Cara kita mengerjakan segala sesuatu adalah dengan merenungkannya terlebih dahulu bukan asal mengerjakannya (asal jadi), seperti sapi ketika memakan rumput, tidak langsung memakannya tetapi mencernanya terlebih dahulu. Dalam sebuah pelayanan akan benar-benar menjadi sebuah pelayanan apabila itu menjadi berkat bagi orang lain dan bukan jadi batu sandungan karena dibuat asal jadi. Jadi ouput dari inisiatif adalah itu harus menjadi berkat bagi orang lain.

Seorang pengusaha yang ingin berhasil adalah orang yang dalam melakukan sesuatu dia harus ulet, tahan banting, dan mempunyai mental yang pantang menyerah, nah begitupun dalam pelayanan, dimana kenapa ada banyak orang yang dalam pelayanannya tidak berhasil karena tidak pernah mau belajar mengembangkan diri, orang yang kreatif dan inisiatif pastilah orang yang selalu mau belajar.

Bagaimana saat Tuhan memberikan anda tugas pelayanan atau mengerjakan pekerjaan yang Tuhan perintahkan, apakah anda mempunyai inisiatif? Mengerti apa yang Tuhan mau, seperti apa selera Tuhan dalam setiap kali ibadah? Apa yang mesti anda persiapkan? Apakah standardnya sama seperti yang sebelum-sebelumnya yang cenderung monoton bahkan kesannya asal-asalan (asal jadi). Inilah contoh dari tidak mempunyai inisiatif dan jangan pernah berharap untuk mempunyai mimpi memiliki pelayanan yang besar kalau ini tidak dirubah. Jadi inisiatif itu sangat penting, timbulkan itu dari dalam diri anda.

“Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat. Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta. Hamba yang menerima dua talenta itu pun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta. Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya. Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka. Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam. Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan! Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam? Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya. Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.” (Matius 25:14-30 TB)

Perumpamaan tentang 5 talenta ini dimana 2 talenta menjadi 4, 3 talenta menjadi 6, 5 menjadi 10 dan 1 hanya menyimpannya dalam tanah dan kemudian itu diambil daripadanya, ini adalah tanda bahwa Tuhan ingin setiap anak-anak-Nya mempunyai inisiatif dan kreatifitas, mengembangkan setiap talenta yang dimiliki, jadi sekali lagi kita sangat perlu untuk selalu mau belajar dan mengembangkan diri, tetapi itu tidak akan mungkin terjadi kalau tidak mempunyai inisiatif. Contohnya seorang pengusaha, saat usahanya sedang mengalami penurunan kemudian dia masih melakukan hal yang sama seperti sebelum-sebelumnya maka hasilnya akan sama. Contoh lainnya adalah perusahaan handphone Nokia yang dahulu adalah perusahaan pembuat handphone terbesar di dunia tetapi karena tidak mau mengembangkan diri, perusahaan tersebut kemudian ditutup. Jadi dbutuhkan sebuah pelajaran inisiatif sehingga apa yang dilakukan ada improvisasi atau perubahan, begitupun halnya dalam pelayanan di gereja.

Otak manusia adalah mesin yang tidak terbatas, jadi apabila otak tidak biasa dipakai untuk bekerja maka tidak akan bisa dipakai untuk bekerja lebih menghasilkan yang terbaik, yang dihasilkan akan selalu sama. Pikiran di ciptakan oleh Tuhan mempunyai kekuatan yang luar biasa, apalagi kita yang pikirannya sudah dikuduskan oleh Tuhan. Pikiran Kristus melalui firman-Nya yang selalu masuk, itulah yang menambah dayanya. Tetapi kalau tidak difungsikan maka yang terjadi adalah orang tersebut akan malas dan selalu melamuni dirinya.


Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah. 10 Nuh memperanakkan tiga orang laki-laki: Sem, Ham dan Yafet. 11 Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan. 12 Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi.
13 Berfirmanlah Allah kepada Nuh: “Aku telah memutuskan untuk mengakhiri hidup segala makhluk, sebab bumi telah penuh dengan kekerasan oleh mereka, jadi Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi. 14 Buatlah bagimu sebuah bahtera dari kayu gofir; bahtera itu harus kaubuat berpetak-petak dan harus kaututup dengan pakal dari luar dan dari dalam. 15 Beginilah engkau harus membuat bahtera itu: tiga ratus hasta panjangnya, lima puluh hasta lebarnya dan tiga puluh hasta tingginya. 16 Buatlah atap pada bahtera itu dan selesaikanlah bahtera itu sampai sehasta dari atas, dan pasanglah pintunya pada lambungnya; buatlah bahtera itu bertingkat bawah, tengah dan atas. 17 Sebab sesungguhnya Aku akan mendatangkan air bah meliputi bumi untuk memusnahkan segala yang hidup dan bernyawa di kolong langit; segala yang ada di bumi akan mati binasa. 18 Tetapi dengan engkau Aku akan mengadakan perjanjian-Ku, dan engkau akan masuk ke dalam bahtera itu: engkau bersama-sama dengan anak-anakmu dan isterimu dan isteri anak-anakmu. 19 Dan dari segala yang hidup, dari segala makhluk, dari semuanya haruslah engkau bawa satu pasang ke dalam bahtera itu, supaya terpelihara hidupnya bersama-sama dengan engkau; jantan dan betina harus kaubawa. 20 Dari segala jenis burung dan dari segala jenis hewan, dari segala jenis binatang melata di muka bumi, dari semuanya itu harus datang satu pasang kepadamu, supaya terpelihara hidupnya. 21 Dan engkau, bawalah bagimu segala apa yang dapat dimakan; kumpulkanlah itu padamu untuk menjadi makanan bagimu dan bagi mereka.” 22 Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya.”[2] (Kejadian 6:9-22 TB)


Pribadi Nuh ini adalah pribadi yang sungguh luar biasa ajaib sehingga sangat pantas mendapatkan Kasih Karunia. Kasih karunia membuat orang berbeda dari orang lain, jadi saat anda berkata bahwa anda mendapat kasih karunia di hadapan Tuhan, seharusnya itu membuat anda berbeda dari orang lain dan itu bukan hanya sebatas perkataan latah. Gaya hidup Nuh berbeda dengan orang kebanyakan di jamannya tetapi penyakit manusia adalah selalu mau mengikuti gaya hidup orang kebanyakan yang hidup melakukan dosa. Apabila hidup anda mau dipakai oleh Tuhan, memiliki pengertian bahwa ada kasih karunia Tuhan ada dalam kehidupan anda, buatlah perbedaan, jangan melakukan sesuatu sama dengan orang lain karena anda mengetahui bahwa itu adalah perbuatan dosa. Setiap kreatifitas yang muncul itu adalah buah dari pilihan untuk berbeda, saat orang lain melakukan hal yang sama, anda memilih membuat suatu terobosan yang lain dan tekun melakukannya.

Dikatakan “Nuh adalah seorang yang benar”, kalimat ini menjelaskan siapa Nuh. Ketika orang berkata bahwa orang tersebut di penuhi kasih karunia karena orang melihat sesuatu yang berbeda dari hidupnya. Saat orang lain di jaman Nuh melakukan kejahatan bahkan tidak seorang pun yang hidupnya benar, Nuh memilih berbeda.

1)      NUH ADALAH ORANG YANG BENAR.

Dikatakan, “Nuh adalah seorang yang benar”, kalimat ini menjelaskan siapa Nuh. Ketika orang berkata bahwa orang tersebut di penuhi kasih karunia karena orang melihat sesuatu yang berbeda dari hidupnya. Saat orang lain di jaman Nuh melakukan kejahatan bahkan tidak seorang pun yang hidupnya benar, Nuh memilih berbeda.
Saat ini kita harus bersyukur karena kita mempunyai figur dan pribadi yang sudah di invest masuk, yang menjadi pondasi bahwa kita ini adalah orang benar karena Kristus dan oleh karena Kristus didalam kita maka kita menjadi orang benar, karya Kristus itu otomatis terpancar keluar. Bayangkan Nuh saat itu tidak ada pribadi Kristus didalam dirinya, firman Tuhan belum ada yang tertulis tetapi dia bisa di katakan menjadi orang benar. Kemudian timbul pertanyaan, di jaman Nuh saat itu belum ada firman Tuhan yang tertulis, kemudian apa yang menuntun Nuh sehingga dia melakukan hal yang benar? Jawabnnya adalah dari “hati nurani yang bersih”, karena di jaman itu Tuhan memberikan manusia hati nurani-Nya sehingga saat dia melakukan kesalahan, pelanggaran atau dosa, dia mengetahui bahwa itu adalah dosa dan juga Nuh hidup bergaul dengan Tuhan.

2)      NUH TIDAK BERCELA DI ANTARA ORANG-ORANG SEZAMANNYA.

Artinya orang mengetahui bahwa Nuh ini menjaga hidupnya (sikapnya), Nuh selalu waspada, tidak sembarangan. Hidup bercela artinya hidup kita sama dengan orang yang tidak takut Tuhan dan mengenal firman. Orang yang tidak bercela gaya hidup dan prilakunya berbeda dengan orang dunia, saat orang lain malas, anda justru rajin.

3)      NUH HIDUP BERGAUL KARIB DENGAN TUHAN.

Apabila orang hidup dalam kasih karunia maka orang harus bisa melihat hidupnya bergaul dengan Tuhan. Orang bisa merasakan dan mengetahui itu dari pancaran ilahi yang dari Tuhan dari hidupnya. Saat ini banyak orang yang berkata bahwa hidupnya mendapat kasih karunia di hadapan Tuhan tetapi hidupnya tidak menggambarkan kasih karunia itu karena dalam hidupnya masih terus melakukan dosa. Kasih karunia itu mengampuni dan membebaskan kita dari dosa dan tanda bahwa Tuhan mengampuni kita dari dosa adalah membebaskan kita dari dosa. apalah artinya Tuhan mengampuni kalau Dia tidak membebaskan kita.

Seperti tanda bahwa seorang narapidana sudah diampuni dan dibebaskan adalah saat dia sudah benar-benar keluar dari penjara (dibebaskan) tetapi saat dia berkata bahwa dia mendapat kasih karunia, mendapat remisi tetapi masih berada didalam penjara, itu berarti bahwa dia belum dibebaskan. Ini yang terjadi pada pada kebanyakan orang saat ini, berkata bahwa hidupnya mendapat kasih karunia tetapi masih mabuk-mabukan, main judi, melakukan sex bebas, dsb. Jadi orang yang mendapatkan kasih karunia terlihat dari buah yang dihasilkan dari hidupnya. Jika 3 hal yang diatas kita hidupi maka Tuhan akan memberikan kita sebuah kasih karunia yang besar yaitu sebuah iman, visi dan berkat yang besar.

Saat itu janji untuk keselamatan buat dunia tidak ada yang mengetahuinya, pewahyuan tentang akan datangnya air bah pun juga demikian, tetapi hanya Nuh yang Tuhan beritahukan bahkan ketika Nuh memberitahukan hal tersebut kepada orang lain, tidak ada seorang pun yang percaya bahkan menertawakan Nuh. Seandainya Nuh tidak bergaul karib dengan Tuhan, gaya hidup Nuh sama dengan orang kebanyakan, dia tidak akan mungkin bisa melakukannya, Tuhan tidak akan mungkin berfirman kepadanya untuk membangun bahtera diatas gunung selama 120 tahun. Gambaran bahtera yang dibangun secara fisik oleh Nuh sebenarnya adalah gambaran penyelamatan dunia. Tuhan tidak lagi menyuruh kita membangun bahtera secara fisik tetapi Tuhan memanggil kita dengan panggilan yang sama yaitu menyelamatkan kota, bangsa, dan dunia dengan memulainya dari keluarga kita, dan tentunya harus dibangun sesuai dengan petunjuk Tuhan, tepat seperti yang Tuhan inginkan seperti bahtera yang Nuh bangun, jenis kayu, ukuran dan tempat meletakkan kayunya di setiap ruangan sesuai dengan apa yang Tuhan inginkan.

AMEN, TUHAN YESUS MEMBERKATI


[1] Matius 25:14-30 TB
[2] Kejadian 6:9-22 TB

Sabtu, 17 Agustus 2019

DEKLARASI UNTUK INDONESIA






Di atas perjanjian Lewi, kami berdiri di antara Tuhan dan bangsa Indonesia.

Kami berdiri membawa pendamaian bagi bangsa Indonesia.
Kami berdiri dan bersyafaat untuk lawatan, pemulihan, dan keselamatan atas bangsa Indonesia.


Kami ucapkan berkat atas negeri kami tercinta Indonesia:

- Tuhan memberkati bangsa Indonesia.


Dengan segala yang terbaik jasmani dan rohani dari langit, samudera raya, gunung-gunung dan bukit-bukit, seberang lautan, bangsa-bangsa bahkan dari seluruh alam semesta, maka bangsa Indonesia akan menjadi negeri yang mahsyur dan makmur.

- Tuhan melindungi bangsa Indonesia.

Dari segala kesakitan, kerugian, kecelakaan, bencana, musibah, malapetaka, kematian dan semua yang jahat yang ditimbulkan dan dirancangkan oleh musuh-musuh kami. Tuhan sendiri yang akan meluputkan Indonesia dan akan memuliakan Indonesia diatas segala bangsa.

- Tuhan menyinari bangsa Indonesia dengan wajah-Nya.

Karena itu bangkitlah Indonesia sebab terangmu sudah datang dan kemuliaan Tuhan telah terbit atasmu. Kegelapan tidak lagi menguasai bangsa Indonesia sebab bangsa Indonesia sedang berjalan dalam terang kebenaran Tuhan dan masuk dalam Glorious Time.

- Tuhan memberikan bangsa Indonesia kasih karunia.

Sesungguhnya perkenan dan anugerah Tuhan tidak akan menjauh dari bangsa Indonesia. CintaNya selalu ada atas Indonesia.
Bangsa Indonesia selalu akan ada di hati Tuhan.
Bangsa Indonesia sedang dibawa keluar dari kehancuran dan masuk ke dalam pesta lawatan terbesar di akhir zaman.


- Tuhan menghadapkan wajahNya pada bangsa Indonesia.

Bangsa Indonesia sedang dibangun untuk menjadi rumah doa bagi segala bangsa. Dari bangsa ini akan terus naik korban, dupa doa, pujian dan penyembahan bagi Raja segala Raja. Sebab kerajaan Tuhan sudah turun dan menetap atas bangsa Indonesia.

- Tuhan memberikan bangsa Indonesia damai sejahtera.

Maka kami mau berkata tidak akan pernah terjadi kekacauan, keributan, huru-hara, perpecahan, dan kemarahan yang akan memecah belah bangsa Indonesia sampai batas waktu yang sudah Tuhan tetapkan.
Roh Kudus melayang-layang diatas bangsa Indonesia, mencengkeram, mengendalikan dan menguasai hati setiap orang. Dari Sabang sampai Merauke dipenuhi dengan Shallom yang dari Tuhan. Apa yang ditulis dalam Yoel 2 terjadi atas gereja Tuhan dan bangsa Indonesia.


- Kami letakkan nama Tuhan Yesus Kristus atas bangsa Indonesia sebagai meterai yang akan menjamin dan menggenapkan apa yang sudah direncanakan dan ditetapkan oleh Bapa.


Datanglah kerajaanMu Tuhan dan jadilah kehendakMu yang sempurna di bangsa Indonesia seperti di Surga.  Amin 7x

DEKLARASI 34 TEMBOK PERLINDUNGAN





Di Dalam Nama TUHAN YESUS KRISTUS, NAMA diatas segala nama, NAMA yang Berkuasa, PRIBADI yang kami dapat percayai dan andalkan, Gunung Batu Keselamatan, kami perkatakan bahwa:


1. Ada TEMBOK DARAH TUHAN YESUS KRISTUS dalam hidup kami: Darah yang menutup setiap celah dan dosa yang kami lakukan, sehingga tidak ada tuntutan iblis dalam hidup kami (Kolose 2:13-14)

2. Ada TEMBOK BERAPI di sekeliling kami, sebab ada tertulis: Tuhan sendiri adalah Tembok Berapi bagi kami di sekeliling kami, dan Tuhan menjadi Kemuliaan di dalam kami (Zakaria 2:5)

3. Ada TEMBOK MALAIKAT di sekeliling kami: malaikat-malaikatNya telah dikirimkanNya kepada kami untuk menjagai jalan kami, berkemah di sekeliling kami, berjaga dan berperang bersama kami (Mazmur 91:11, 34:7)

4. Ada TEMBOK PENGAKUAN di sekeliling kami, sebab ada tertulis: Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah. Dan karena kami percaya, sebab itu kami berkata-kata (2 Korintus 4:13)

5. Ada TEMBOK FIRMAN ALLAH di sekeliling kami, sebab ada tertulis: Firman Allah adalah murni, Ia adalah Perisai bagi orang-orang yang berlindung pada Nya (Mazmur 19:8, Amsal 30:5)

6. Ada TEMBOK GELAR-GELAR ALLAH di sekeliling kami, sebab ada tertulis: Nama-nama Allah Yakub membentengi kami, dan barangsiapa berseru kepada Nama Tuhan, akan diselamatkan (Mazmur 20:1,5,7; Mazmur 91)

7. Ada TEMBOK PUJIAN PENYEMBAHAN di sekeliling kami, sebab ada tertulis: Ketika mereka mulai bersorak-sorai dan menyanyikan nyanyian pujian, dibuat Tuhanlah penghadangan terhadap musuh-musuhNya, sehingga mereka terpukul kalah (Roma 10:13)

8. Ada TEMBOK KASIH SETIA TUHAN di sekeliling kami, sebab Allah adalah Kota Benteng kami, Allah kami dengan Kasih SetiaNya (Mazmur 59:17, 91:4)

9. Ada TEMBOK UNITY di sekeliling kami: Kami seia sekata dan tidak ada perpecahan di antara kami, kami erat bersatu dan sehati sepikir dengan Tuhan dan saudara2 kami (Efesus 4, 1 Korintus 1:10)

10. Ada TEMBOK ANUGRAH TUHAN di sekeliling kami, sebab Tuhan memagari kami dengan AnugrahNya seperti Perisai (Mazmur 5:12)

11. Ada TEMBOK KARUNIA TUHAN di sekeliling kami: Atas Karunia Tuhan, kami mendapat perlindungan (Rut 1:9)

12. Ada TEMBOK GUNUNG BATU di sekeliling kami, sebab Engkau Tuhan bukit batu, kubu pertahanan dan penyelamat, gunung batu tempat kami berlindung, perisai, tanduk keselamatan, kota benteng! Terpujilah Tuhan! Maka kami pun selamat dari musuh-musuh kami (Mazmur 18:2, 31:2, 144:2)

13. Ada TEMBOK SAYAP TUHAN di sekeliling kami: Dengan kepakNya, Tuhan menudungi kami, di bawah sayapNya kami berlindung dan disembuhkan (Mazmur 9, Ruth 3:9)

14. Ada TEMBOK SUKACITA TUHAN di sekeliling kami: Kami tidak bersusah hati, sebab sukacita karena Tuhan itulah perlindungan kami (Nehemia 8:10)

15. Ada TEMBOK PERJANJIAN TUHAN di sekeliling kami: Karena Perjanjian Tuhan dengan kami, maka tidak ada serangan iblis yang dapat menyentuh dan mendekat kepada kami, sebab PERJANJIAN-Nya mengalahkan hukum dan kutuk (Kejadian 15, Galatia 3:17)

16. Ada TEMBOK KUASA di sekeliling kami, karena Tuhan telah memberikan kuasa kepada kami untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang membahayakan kami (Lukas 10:19)

17. Ada TEMBOK PERLINDUNGAN dan KELIMPAHAN MINYAK DAN ANGGUR di sekeliling kami, sebab ada tertulis: "Janganlah rusakkan minyak dan anggur itu", sebab itu kami terluput dari segala kesesakan dan kerusakan (Wahyu 6:6)

18. Ada TEMBOK KEBENARAN TUHAN di sekeliling kami, sebab itu setiap senjata yang ditempa terhadap kami tidak berhasil, dan setiap orang yang melontarkan tuduhan melawan kami dalam pengadilan, kami buktikan salah (Yesaya 54:17)

19. Ada TEMBOK KEMENANGAN di sekeliling kami, sebab itu tidak ada mantera ataupun tenungan yang mempan terhadap kami (Bilangan 23:23)

20. Ada TEMBOK BAHASA ROH disekeliling kami, sebab ada tertulis: Karena kami berkata-kata dengan bahasa Roh, maka dengan bahasa Roh kami membangun dan memperkuat roh kami.

21. Ada TEMBOK BUAH ROH KUDUS DAN KARAKTER KRISTUS di sekeliling kami, sebab kami telah menjadi milik Kristus, hidup kami bukan lagi kami sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup didalam kami. Kami dipimpin oleh Roh Kudus, kami menyalibkan daging kami dengan segala hawa nafsu dan keinginannya, dan kami dipenuhi didalam seluruh kepenuhan Allah.

22. Ada TEMBOK KESEJAHTERAAN DAN SENTOSA di sekeliling kami, sebab ada tertulis: "Biarlah kesejahteraan ada di lingkungan tembok kami dan sentosa di dalam puri kami" (Mazmur 122:7)

23. Ada TEMBOK KEDAMAIAN dari TUHAN di sekeliling kami, yang melampaui seluruh pengertian manusia, menjaga dan melindungi hati dan pikiran kami melalui Kristus (Filipi 4:7)

24. Ada TEMBOK JAMINAN TUHAN di sekeliling kami, sebab ada tertulis: Tuhanlah yang menguatkan perkataan kami hamba-hambaNya dan melaksanakan keputusan-keputusan yang diberitakan dan dideklarasikan oleh kami utusan-utusanNya (Yesaya 44:26)

25. Ada TEMBOK KEADILAN TUHAN di sekeliling kami, sebab Tuhanlah yang menjadi Hakim yang memutuskan perkara kami, Dia memperhatikan, memperjuangkan dan memberi keadilan kepada kami dengan melepaskan kami dari tangan musuh-musuh kami (1 Samuel 24:15)

26. Ada TEMBOK TERANG KEMULIAAN TUHAN di sekeliling kami, sebab sesungguhnya Tuhan mengembangkan TerangNya di sekelilingNya, Ia telah membebaskan nyawa kami dari perjalanan ke liang kubur dan hidup kami telah melihat Terang. Hidup kami diterangi oleh Cahaya Hidup (Ayub 33:28, 36:30, 33:30)

27. Ada TUHAN sebagai SINGA dari YEHUDA dalam hidup kami, seperti seekor Singa atau Singa Muda yang menggeram untuk mempertahankan mangsanya dan tidak terkejut mendengar teriakan, demikianlah Tuhan Semesta Alam akan turun Berperang untuk mempertahankan kami, Gunung Sion dan Bukitnya (Yesaya 31:4)

28. Ada TEMBOK PERTOBATAN di dalam hidup kami, sebab ada tertulis: Dengan bertobat dan tinggal diam kami diselamatkan, Tuhan datang sebagai Penebus untuk kami dan untuk umatNya yang bertobat (Yesaya 30:15, 59:20)

29. Ada TEMBOK KEINTIMAN di dalam hidup kami, sebab ada tertulis: Hanya dekat Allah saja kami tenang, daripadaNyalah keselamatan kami. Sungguh, hati kami melekat kepada Tuhan, maka Tuhan meluputkan kami, Tuhan membentengi kami, sebab kami mengenal Nama Tuhan (Mazmur 62:1, 91:14)

30. Ada TEMBOK PERKENANAN TUHAN di dalam hidup kami, ketika Raja diatas segala raja melihat kami, berkenanlah Raja kepada kami dan diulurkanNya Tongkat Emas kepada kami. Pada waktu Tuhan berkenan, Tuhan menjawab kami, dan pada hari Tuhan menyelamatkan, Tuhan menolong kami (Yesaya 49:8, Ester 5:2)

31. Ada TEMBOK PERSEPULUHAN atas hidup kami, sebab kami mengembalikan persepuluhan ke rumah perbendaharaan Tuhan, maka Tuhan menghalau dan menghardik segala belalang pelahap atas hidup kami, sehingga pohon anggur kami berbuah (Maleakhi 3:10-11)

32. Ada TEMBOK KEBAIKAN di sekeliling kami, seperti ada tertulis: Mereka merencanakan yang jahat terhadap kami, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan kami; Tuhan melimpahi kami dengan kebaikan dalam segala perkerjaan kami. KebaikanNya mengikuti kami seumur hidup kami, membuat kami besar, dan kami melihat kebaikan Tuhan di negri kami (Kejadian 50:20, Ulangan 30:9, 2 Samuel 22:36)

33. Ada TEMBOK CINTA di sekeliling kami, cintaNya yang lebih kuat dari maut dan lebih nikmat dari anggur, sehingga kami mencintai Tuhan dan semua orang, kasih Kristus dialirkan dan dinyatakan melalui kami. Kami selalu puas dan dipuaskan dengan cintaNya, tidak ada cinta akan dunia dan manusia yg dapat memikat kami (Kidung 1:2, 8:6)

34. Ada TEMBOK KETENANGAN di sekeliling kami, ada shalom dalam pikiran-jiwa-hati kami, ada pengendalian diri, tidak ada kemarahan dan tembok-tembok kami tidak dapat dirubuhkan (Amsal 25:28)



Semua yang kami deklarasikan, terjadi-genap-tuntas, oleh sebab TUHAN yang menyempurnakan, memeteraikan dan menjadikan tembok2 yang kokoh, kuat, tebal dan tinggi. Tembok-tembok perlindungan yang tidak bisa ditembus musuh!

Amin! 12x

DEKLARASI 74 TAHUN INDONESIA MERDEKA






Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, kami tetapkan bahwa

1. Kami tahan semua bencana alam di darat, laut dan udara.

2. Kami tahan semua perpecahan, kerusuhan dan semua kejahatan.

3. Kami tahan semua penyakit sampar dan tuntutan kematian.
Kami tutup semua lubang maut dan lubang neraka.

4. Lawatan terbesar terjadi, Amanat Agung digenapi.
Injil Kerajaan diberitakan sampai ke ujung bumi.

5. Pelantikan Presiden & Wakil Presiden berlangsung aman.
Semua yg naik ke pemerintahan adalah orang2 benar yang Tuhan pilih.
Mulai dari para Menteri anggota kabinet, Ketua & Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, Panglima TNI, Para Kastaf Angkatan, Kapolri, Hakim2 & Jaksa2 Agung, Para Ketua Lembaga Tinggi Negara, para Gubernur & Wagub, Gubernur BI, para Rektor Universitas dlsb.

6. Kami bangun tembok perlindungan Tuhan di seluruh Indonesia. ( 
https://holyglorywarrior.blogspot.com/2019/08/deklarasi-34-tembok-perlindungan.html )

7. Kami tahan semua pengaruh antikris, radikalisme dan semua yg bukan dari Tuhan.

8. Kerajaan dan kehendak Tuhan terjadi atas Indonesia.
Tuhan mempersatukan dan mentahirkan Indonesia dari segala dosa.

9. Indonesia masuk masa puncak kejayaan, keemasan, kelimpahan.
Semua janji Tuhan yang baik atas Indonesia & gereja Tuhan terjadi & digenapi.

AMIN! 9x

Jumat, 16 Agustus 2019

JANGAN LARI DARI HADAPAN TUHAN





Ps Joseph Hendrik Gomulya
     

“Lalu Kain pergi dari hadapan TUHAN dan ia menetap di tanah Nod, di sebelah timur Eden.” (Kejadian 4:16 TB)

Ketika Roh Allah menghakimi dosa dalam hatinya, Kain memberontak dalam kemarahan, matanya dipenuhi dengan kemarahan dan mukanya nampak muram. Sehingga Firman Tuhan datang kepadanya dan memperingatkannya.


"Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik.” (Kejadian 4:6-7 TB)


Seperti singa yang mengaum-ngaum, dosa sedang mencari kesempatan untuk menerkam, Kain mengacuhkan peringatan itu.  Semua perkataan yang menusuk dan menghakimi hatinya diabaikannya, Kain membela diri dengan caranya sendiri, berusaha menunjukkan kebenarannya sendiri, menolak pikiran-pikiran dan perkataan-perkataan Tuhan. Tuhan memberikan kesempatan kepadanya untuk bertobat dan datang, Tuhan memberikan kepadanya sejumlah kesempatan untuk berpaling dari dosa dan memberi diri untuk di bentuk dan dididik oleh Tuhan tapi dia tetap menolak untuk dipulihkan.

Seandainya Kain mau bertobat, mendengarkan apa perkataan Tuhan dan mengosongkan dirinya  maka mungkin keturunannya tidak akan mengalami konsekuensi dari dosa dan kesalahan yang telah dilakukakannya (Membunuh habel saudaranya) dimana seluruh keturunannya  menjadi bangsa  menyembah berhala. Setiap dosa, cela dan kesalahan yang kita lakukan, maka ada konsekuensi yang harus kita bayar seperti yang juga dialami oleh Daud yang juga harus membayar konsekuensi dari dosa dan kesalahan yang dibuatnya.

“Oleh sebab itu, pedang  tidak akan menyingkir dari keturunanmu  sampai selamanya, karena engkau telah menghina Aku dan mengambil isteri Uria, orang Het itu, untuk menjadi isterimu. 12:11 Beginilah firman TUHAN 3 : Bahwasanya malapetaka akan Kutimpakan ke atasmu  yang datang dari kaum keluargamu  sendiri. Aku akan mengambil isteri-isterimu di depan matamu dan memberikannya kepada orang lain; orang itu akan tidur dengan isteri-isterimu di siang hari. (2 Samuel 12: 10-11 TB)


Daud dengan kerendahan hati menyesali dosa dan kesalahan yang telah dilakukannya yang Tuhan sampaikan melalui nabi Natan. Daud tersungkur di hadapan Tuhan bahkan dirinya berpuasa sebagai tanda hatinya yang benar-benar bertobat dan mau di pulihkan oleh Tuhan, menjalani dan menghadapi setiap konsekuensi dari setiap dosa dan kesalahan yang dibuatnya, Daud memilih untuk datang kehadapan Tuhan dan inilah yang membedakannya dengan Kain yang justru lari dari hadapan Tuhan sehingga keturunannya tidak mengenal Tuhan dan menyembah berhala.





Amen, Tuhan Yesus Memberkati






Sabtu, 06 Juli 2019

GENERASI ANAK BUNGSU




Ps Joseph Hendrik Gomulya





                                                Courtesy: Bahtera Media Network




S
elama ini kita selalu berbicara bagaimana menghasilkan sebuah generasi tetapi kita tidak sungguh-sungguh merelakan atau menginvestasi sesuatu buat sebuah generasi. Padahal kita harus benar-benar bisa peduli kepada generasi untuk menghasilkan generasi berikutnya sampai mereka benar-benar berhasil dan hidup mereka dipakai Tuhan. Generasi demi generasi itu penting karena akan menghasilkan generasi berikutnya sampai kita melihat generasi demi generasi itu diselamatkan.

“Yesus berkata lagi: “Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki. Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka. Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya. Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan ia pun mulai melarat. Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya. Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorang pun yang memberikannya kepadanya. Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa. Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa. Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya. Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria. Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian. Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu. Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat. Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia. Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku. Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia. Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu. Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.””
(Lukas 15:11-32)


Di gereja atau di rumah Bapa ada dua orang anak (anak sulung dan anak bungsu) dimana anak bungsu adalah anak yang sedang dinantikan oleh Bapa sekarang ini untuk kemudian terjadi kegerakan. Anak bungsu adalah anak yang hanya menginginkan tinggal di rumah Bapa seperti yang dikatakan oleh anak bungsu saat ingin kembali pulang dia berkata “aku hanya ingin tinggal di rumah Bapa” “aku hanya ingin tinggal didekat Bapa” (dalam terjemahan yang lain). Kenapa? Karena dia sudah mencoba untuk tinggal di luar Bapa dan tidak mendapatkan apapun karena yang terbaik adalah tinggal di rumah Bapa.

“Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.”

Anak bungsu berbicara tentang 2 hal yaitu ketulusan dan kerelaan dimana ketulusan dan kerelaan yang dilakukannya itu sampai diluar batas kemanusiaannya, sampai diluar batas kekuatannya sebagai manusia. Ketulusan dan kerelaan sampai di titik dimana dia berkata “aku tidak inginkan apa-apa”, “aku hanya ingin dekat Bapa dan bekerja untuk-Nya (kerelaan dari dalam hati-Nya). Anak bungsu tidak mempunyai motivasi atau keiinginan yang lain selain hanya tinggal didekat Bapa dan melayani-Nya karena anak sulung juga melayani Bapa tetapi dia tidak punya hati untuk tinggal di dekat Bapa sekalipun dia tinggal bersama Bapa, yang di inginkannya hanya sebuah prestise, sebuah penghargaan, sebuah pesta (menginginkan kambing domba). Sesuatu yang lama dia pendam didalam hatinya untuk Bapa berikan sehingga inilah salah satu yang membuatnya marah ketika anak bungsu pulang justru dia yang diberikan kambing domba. Didalam Tuhan terkadang apa yang kita mau atau inginkan justru bukan itu yang Tuhan mau tetapi sewaktu kita melayani dengan ketulusan dan kerelaan Tuhan justru memberikan jauh lebih banyak dari apa yang kita inginkan.

Hal yang membuat anak sulung marah adalah karena dia berpikir bahwa dia sudah melakukan segala hal buat Bapa, melakukan segala hal yang Bapa ingin dia lakukan TETApi oleh karena ada keinginan atau motivasi yang lain didalam hatinya yaitu menginginkan pesta, menginginkan penghargaan dari Bapa sehingga ketika anak bungsu kembali pulang dan diberikan pesta (kambing dan domba) dia menjadi marah bahkan hal yang terbesar yang membuatnya marah sebenarnya karena dia melihat anak bungsu diberikan 3 hal saat dia kembali pulang yaitu: CINCIN, JUBAH dan KASUT dalam satu hari. Apabila kita membaca seluruh kisah dalam Alkitab tidak ada seorang pun tokoh yang oleh Bapa diberikan 3 hal dalam satu hari seperti yang diberikannya kepada anak bungsu. Yusuf hanya diberikan jubah, Musa hanya diberikan tongkat (yang menggambarkan otoritas), dan murid-murid hanya diberikan kasut (kerelaan untuk memberitakan Injil). Tuhan menginginkan kita seperti anak bungsu ini karena di akhir jaman ini Tuhan akan membangkitkan GENERASI ANAK BUNGSU yang melayani dengan ketulusan, kemurnian, kerelaan sampai melewati batas limit kemanusiaannya (kekuatannya sebagai manusia) untuk kita juga menerima 3 hal tersebut.


1)      JUBAH


Jubah berbicara tentang panggilan atas hidup kita dimana orang akan mengetahui siapa orang tersebut dari melihat jubah yang dipakainya. Ada jubah khusus buat anak bungsu dimana semua orang, semua hamba-hamba di rumah Bapa menyambut kembalinya anak bungsu.

Anda mungkin merasa tidak layak lagi untuk melayani Tuhan tetapi sebenarnya yang terpenting adalah hati saudara mau berkata “kali ini aku ingin kembali melayani di rumah Bapa”, yang saudara inginkan hanya berada didekat Bapa, tidak akan kemana-mana lagi apapun yang terjadi atas diri anda, sekalipun tidak mendapatkan sesuatu itu tidak menggoyahkan anda untuk selalu tinggal didekat Bapa.



2)      CINCIN


Ini hal yang ajaib karena sesungguhnya anak bungsu sudah kehilangan otoritas sewaktu dia memilih berada diluar rumah. Setiap kita seharusnya mengerti bahwa kita memiliki otoritas, anak sulung seharusnya mengerti bahwa dia memiliki otoritas. Dia melayani di rumah Bapa, melakukan apa yang Bapa inginkan tetapi dia tidak mengerti bahwa semua yang Bapa miliki adalah miliknya juga.

Hal yang membuat anak sulung bisa seperti itu karena di hatinya tidak memiliki ketulusan dan kerelaan sampai di luar limitnya. Seperti Yakub sebelum namanya diubah menjadi Israel harus melalui ujian yaitu melalui Laban mertuanya yang terus mengubah-ubah upahnya bahkan sampai tidak diberikan upah untuk menghasilkan seorang Israel yang hatinya tulus karena dengan memiliki ketulusan kita akan mempunyai otoritas karena yang kita muliakan hanya Tuhan. Orang yang tidak mempunyai ketulusan, ketika dia berdoa yang dia muliakan dan tinggikan bukan Tuhan tetapi dirinya bahkan akan bertepuk dada ketika berhasil.

Kenapa Tuhan mengijinkan atau memberi uang (harta) kepada anak bungsu yang menjadi bagiannya?

            Itu sebenarnya adalah investasi Bapa bagi hidup anak bungsu karena kalau seandainya dia tidak pernah merasakan tinggal diluar Bapa mungkin dia akan terus seperti anak sulung yang tiap hari hanya menuntut harta (meminta diberikan pesta) dan kebanyakan kita pun seperti itu datang ibadah hanya untuk meminta atau hanya menginginkan berkat padahal sebelum kita mengucapkannya Dia sudah mengetahui segala kebutuhan kita. Jadi jangan meminta sesuatu kepada Tuhan apabila Tuhan tidak menggerakkanmu untuk meminta karena itu permintaan tanpa kuasa didalam kehendak-Nya, tetapi mintalah sesuai dengan kehendak-Nya karena itu bukan menyenangkan kedaginganmu tetapi menyukakan Tuhan. Anak bungsu ketika kembali, dia kembali dengan sebuah paradigma, kembali dengan hati yang sangat berbeda.

            Anda mungkin berkata bahwa anda sudah melayani tetapi belum mengalami terobosan, jangan takut karena mungkin Tuhan ijinkan itu semua sampai anda benar-benar di luar limit, benar-benar tulus untuk melayani dan mengasihi Tuhan bukan didasarkan atas pertolongan Tuhan atas hidupmu, bukan lagi atas berkat-Nya. Ketulusan itu perlu terus di uji terus menerus seumur hidup kita karena ketulusan adalah hanya mengikuti dan menginginkan di dekat Bapa, didekat hati-Nya, mengikuti apa yang Bapa mau.



3)      KASUT KERELAAN


                  Kerelaan yang tidak biasa, kerelaan sampai di luar limit, di luar batas kemanusiaan kita seperti Firman Tuhan berkata kalau orang mengajakmu berjalan satu mil maukah engkau berjalan di mil-mil berikutnya? Kerelaan untuk kita melayani menghasilkan jiwa-jiwa, menghasilkan sebuah generasi berikutnya, kerelaan kita untuk memuridkan menginvest sesuatu buat kehidupan mereka (waktu dan perhatian).


                  Mari kita melangkah ke step berikutnya tidak lagi hanya pada kegiatan tapi pada generasi, bukan lagi pada event tapi pada movement. Gereja tidak bisa hanya tinggal pada hal yang biasa tapi masuk kepada yang berikutnya yaitu perlu movement (pergerakan) dimana setiap orang harus menjadi Bapa, memuridkan orang lain, menjadi Bapa bagi banyak orang. Seperti anak bungsu yang oleh Bapa setelah diberi investasi malah pergi tetapi kemudian akhirnya kembali, jadi apabila anda menginvestasi sesuatu buat jiwa-jiwa itu tidak akan pernah gagal karena anak tidak akan mendapatkan investasi di luar seperti itu. Ini waktunya untuk masuk ke step berikutnya yaitu generasi.





       Tuhan Yesus Memberkati,
            Only by His Grace



                             
                          Untung Bongga Karua

Rabu, 03 April 2019

Epignosis

EPIGNOSIS adalah pengenalan penuh atau pasti. Menyatukan yang dikenali dan orang yang mau mengenali atau dengan kata lain sama-sama saling mengenali.

Anda mengenal dan mengetahui bahwa bapak Joko Widodo adalah Presiden Republik Indonesia saat ini, pertanyaanya apakah Bapak Joko Widodo juga mengenal dan mengetahui siapa anda?
Ini adalah contoh pengenalan sebagian atau pengenalan hanya dibagian kulit saja.

Nah Tuhan ini setiap kita memiliki EPIGNOSIS atau pengenalan akan DIA secara penuh, pribadi kita dan pribadi-Nya menyatu bersama-sama ...

Mari bertumbuh didalam Pengenalan akan Tuhan secara penuh...

#holyglorychurch #hgcmakassar #travellershotelphinisi #josephendrikgomulya #jhg #hendrikgomulya #malembut #inspirasirohani #keintiman #pengenalanakantuhan #intimacy

MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama)

  MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama) Sabtu, 04 Februari 2023 Ps Joseph Hendrik Gomulya           Sejak awal manusia diciptakan Allah ...