Jumat, 15 April 2016

Ester : Perkenanan Raja [Part 4]

Kasih Allah bagi semua orang, tetapi perkenanan Allah tidak demikian. Ada harga yang harus dibayar untuk mendapatkan perkenanan Allah.

Ester 4:1
Setelah Mordekhai mengetahui segala yang terjadi itu, ia mengoyakkan pakaiannya, lalu memakai kain kabung dan abu, kemudian keluar berjalan di tengah-tengah kota, sambil melolong-lolong dengan nyaring dan pedih.

- Haman membenci Mordekhai dan seluruh bangsanya (bangsa Yahudi) dan inilah kengerian ketika roh jahat mulai berkuasa atas diri manusia.
Mordekhai tidak hanya sedih karena nasib dirinya tetapi karena ia juga tahu apa yang akan terjadi lebih besar lagi. Mordekhai tahu bahwa nasib bangsa Yahudi sedang dalam bahaya besar.
- Tuhan tidak kagum dengan orang kristen yang datang ke hadiratNya mencari berkat. Tuhan kagum dengan orang yang datang kehadiratNya dan berkata jadikan aku berkat.

Ester 3:3-4
Maka para pegawai raja yang di pintu gerbang istana raja berkata kepada Mordekhai: ” Mengapa engkau melanggar perintah raja? “
Setelah mereka menegor dia berhari-hari dengan tidak didengarkannya juga, maka hal itu diberitahukan merekalah kepada Haman untuk melihat, apakah sikap Mordekhai itu dapat tetap, sebab ia telah menceritakan kepada mereka, bahwa ia orang Yahudi.

- Mordekhai sama sekali tidak melolong untuk perkara yang sia-sia. Kebesaran hati seseorang ditentukan oleh apa yang membuat dia frustasi. Mordekhai tidak frustasi dengan hal-hal kecil yang sia-sia. Mordekhai mengajarkan kita untuk fokus dan tenang karena ada waktu untuk mencari Tuhan dalam masa keterpurukan.

Ester 3:5
Ketika Haman melihat, bahwa Mordekhai tidak berlutut dan sujud kepadanya, maka sangat panaslah hati Haman,

- Miliki wibawa anak Raja yang tidak memikirkan perkara yang sia-sia. Saat terjadi hal-hal sepele, jangan mudah gusar, marah, atau panas hati.

Ester 4:2-4
Dengan demikian datanglah ia sampai ke depan pintu gerbang istana raja, karena seorangpun tidak boleh masuk pintu gerbang istana raja dengan berpakaian kain kabung. Di tiap-tiap daerah, ke mana titah dan undang-undang raja telah sampai, ada perkabungan yang besar di antara orang Yahudi disertai puasa dan ratap tangis; oleh banyak orang dibentangkan kain kabung dengan abu sebagai lapik tidurnya. Ketika dayang-dayang dan sida- sida Ester memberitahukan hal itu kepadanya, maka sangatlah risau hati sang ratu, lalu dikirimkannyalah pakaian, supaya dipakaikan kepada Mordekhai dan supaya ditanggalkan kain kabungnya dari padanya, tetapi tidak diterimanya.

- Saat Mordekhai terancam, dia tidak meratapi diri. Namun saat bangsanya terancam, dia meratap. Mordekhai memiliki hati yang besar yang peduli dengan keadaan bangsanya.
- Orang yang menjadi favorit Raja adalah orang yang tidak menggunakan perkenanan orang lain dengan mudah dan sia-sia. Jangan mudah dan gampang meminta bantuan dan perkenanan orang lain kecuali benar-benar butuh. Perkenanan Tuhan dimulai dari bagaimana kita memperlakukan perkenanan orang lain.

Ester 4:5-9
Maka Ester memanggil Hatah, salah seorang sida-sida raja yang ditetapkan baginda melayani dia, lalu memberi perintah kepadanya menanyakan Mordekhai untuk mengetahui apa artinya dan apa sebabnya hal itu. Lalu keluarlah Hatah mendapatkan Mordekhai di lapangan kota yang di depan pintu gerbang istana raja, dan Mordekhai menceritakan kepadanya segala yang dialaminya, serta berapa banyaknya perak yang dijanjikan oleh Haman akan ditimbang untuk perbendaharaan raja sebagai harga pembinasaan orang Yahudi. Juga salinan surat undang-undang, yang dikeluarkan di Susan untuk memunahkan mereka itu, diserahkannya kepada Hatah, supaya diperlihatkan dan diberitahukan kepada Ester. Lagipula Hatah disuruh menyampaikan pesan kepada Ester, supaya pergi menghadap raja untuk memohon karunianya dan untuk membela bangsanya di hadapan baginda. Lalu masuklah Hatah dan menyampaikan perkataan Mordekhai kepada Ester.

- Ketika kita dengan tidak mudah minta apa-apa kepada orang lain, maka sekali kita minta perkenanan orang lain, maka hal itu akan dianggap sebagai suatu hal yang serius.

** The place of power is in the place of intimacy. Sumber kuasa terletak pada keintiman kita dengan Tuhan **

- Bedanya tukang dan istri adalah ketika tukang datang maka dia berteriak-teriak, tetapi istri hanya cukup berbisik. Kita sebagai mempelai Kristus maka kita juga memiliki hak keistimewaan yang sama. Kita mempunyai keintiman yang berkuasa sehingga saat kita meminta sesuatu, Raja mengabulkannya.

Ester 4:10-11
Akan tetapi Ester menyuruh Hatah memberitahukan kepada Mordekhai:
”Semua pegawai raja serta penduduk daerah-daerah kerajaan mengetahui bahwa bagi setiap laki-laki atau perempuan, yang menghadap raja di pelataran dalam dengan tiada dipanggil, hanya berlaku satu undang-undang, yakni hukuman mati. Hanya orang yang kepadanya raja mengulurkan tongkat emas, yang akan tetap hidup. Dan aku selama tiga puluh hari ini tidak dipanggil menghadap raja.“

- Menurut sejarah, raja Ahasyweros baru saja mengalami kekalahan perang sehingga dia berdiam diri selama 30 hari.
- Tidak pernah ada yang namanya waktu yang baik, yang ada hanyalah Allah yang baik.

Ester 4:12-14
Ketika disampaikan orang perkataan Ester itu kepada Mordekhai,
maka Mordekhai menyuruh menyampaikan jawab ini kepada Ester: ” Jangan kira, karena engkau di dalam istana raja, hanya engkau yang akan terluput dari antara semua orang Yahudi.
Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam diri saja, bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain, dan engkau dengan kaum keluargamu akan binasa. Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu. “

- Selalu ada tujuan dan rencana Tuhan dibalik setiap hal yang terjadi dalam kehidupan kita. Saat ada suatu tanggung jawab yang mulai diberikan dalam hidup kita, di sana juga ada kemuliaan Tuhan.

Ester 4:15-17
Maka Ester menyuruh menyampaikan jawab ini kepada Mordekhai:
” Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangkupun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang- undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati. “
Maka pergilah Mordekhai dan diperbuatnyalah tepat seperti yang dipesankan Ester kepadanya.

- Dua kata yakni “doakan aku” adalah kata-kata yang berkuasa. Saat kita mengalami masa-masa yang membutuhkan, jangan pernah merasa kita bisa sendiri. Jangan segan berkata kepada orang lain untuk berdoa untuk kita.
- Ketahuilah bahwa kuasa dan kasih Tuhan selalu tersedia buat hidup kita.
- Terkadang kita memang harus mempertaruhkan segala sesuatu untuk menjadi pribadi yang Allah kehendaki. Jika kita harus mengampuni, ampunilah. Jika kita harus berdarah-darah bagi Kristus, berdarah-darahlah

Journalist : Joshua Ivan Sudrajat

Ester : Perkenanan Raja [Part 3]

Kunci multiplikasi adalah intimacy, bukan fasih lidah atau pun koneksi.
Pada jaman Hitler, kitab Ester dilarang dibacakan untuk orang Yahudi karena Hitler (yang dikuasai roh jahat) takut bangsa Yahudi mengerti. Bangsa Yahudi adalah ras favorit Tuhan, sehingga siapapun yang menggali lubang bagi bangsa Yahudi akan jatuh sendiri ke dalamnya. Jadi, kalau kita menangkap pewahyuan ini, kita pasti mendapat sesuatu.

Ester 3:1-15

Bagaimana kalau suatu saat kita dibalap oleh orang yang dulunya berada di bawah kita? Itulah nasib orang-orang yang memberontak kepada Tuhan (seperti Lucifer dan Haman).

-Haman orang Agag adalah keturunan orang Amalek, suatu bangsa yang kejam yang disuruh untuk dimusnahkan oleh Tuhan. 500 tahun sebelum zaman Ester, Saul diperintahkan untuk melenyapkan orang Amalek. Bukan karena Tuhan jahat, tapi karena bangsa Amalek itu bangsa yang biadab.

-Lebih baik kita bunuh nyamuk atau lalat selagi masih kecil, mengingat potensi bahaya yang bisa ditimbulkan oleh hewan tersebut. Demikian juga seharusnya yang dilakukan oleh Saul terhadap raja Agag.

-Jangan cintai Tuhan menurut apa yang baik bagimu (seperti alasan Saul untuk tidak melenyapkan hewan-hewan orang Amalek demi mempersembahkan korban untuk Tuhan). Lebih baik mendengar daripada mempersembahkan korban.

-Karena Saul tidak memusnahkan Agag, maka Agag bisa menurunkan Haman yang menjadi masalah di zaman Ester.

Apa yang tidak kamu musnahkan ketika kamu kuat, akan kembali menyerangmu ketika kamu lemah! Hadapilah musuh-musuh Anda SEKARANG atau anak-anak Anda harus menghadapinya suatu hari nanti.

-Apa yang tidak Anda taati SEKARANG, akan menghantui Anda saat tua atau saat Anda sudah tidak ada. Ketidakadilan, perselingkuhan, ketidakjujuran harus Anda kalahkan saat Anda hidup atau anak Anda akan menghadapinya suatu saat nanti.

-Apa yang tidak diselesaikan oleh Saul, tetap menghantui orang Israel di masa-masa berikutnya. Untung ada Ester dan Mordekhai. Tuhan itu setia. Tak ada yang namanya kebetulan.

-Musuh Anda menyerang Anda by plan. Kalau kita tidak punya rencana untuk menang, kita tidak akan menang.
-Hal terindah yang bisa kita berikan ke anak kita adalah warisan rohani.

Ester 2:21

-Setan selalu tahu dimana Anda tinggal dan dia mendatangkan masalah TEPAT di depan pintu Anda. Di tempat di mana Mordekhai ditinggikan, di situ setan bawa masalah. Doa berkat di gereja itu memeteraikan apa yang kita dapat di gereja sampai ke pintu rumah kita.
Masalah tidak datang sendiri, masalah selesai juga tidak dengan sendirinya. Kita harus FIGHT!

Ester 3:6

-Ikhtiar = kalau dia tidak mati, aku tidak bisa tidur. Itulah yang dilakukan oleh setan atas hidup kita. Dia tidak tidur karena merancangkan kejatuhan kita. Tapi Tuhan juga tidak tidur untuk merancangkan bukan hanya supaya kita menang tapi mengalahkan iblis.
-Malam hari adalah waktu yang efektif untuk Tuhan merencanakan sesuatu. Oleh karena itu, betapa pentingnya kita berdoa sebelum tidur, supaya Tuhan “membocorkan” sedikit rencana-Nya kepada kita lewat mimpi.
Bila Tuhan ingin meninggikan status Anda, Tuhan akan mengirim musuh. Semakin kuat musuh Anda, berarti semakin tinggi status yang Tuhan mau berikan. Jangan putus asa! Kemuliaannya melebihi pengorbanan yang Anda alami.

Ester 3:7

-Pur = undian. Kenapa Haman lempar undian? Karena setan nggak punya kuasa untuk mencelakakan kita, dia harus “permisi” dulu sama Tuhan. Ada ayat “undi dibuang di pangkuan, tetapi keputusannya Tuhan yang menentukan”.
Kalo mau menang, nggak tergantung pada keadaan, tapi tergantung pada hubungan kita dengan Tuhan.

Ester 3:8

-Roh dakwaan bukan datang dari pikiran kita. Tapi bisa datang dari kata-kata orang lain.

Ester 3:9

-Musuh tahu bagaimana caranya untuk memojokkan kita, bahkan seolah-olah “memojokkan” Tuhan. Karena Tuhan tahu bahwa keadilan harus ditegakkan.
Bedanya lucifer (Haman) dengan gereja (Ester):

-lucifer pilih ruang pengadilan (legalisme). Oleh karena itu, dia disebut pendakwa. lucifer tahu bagaimana mempermainkan pengadilan. Kadang dia memang tahu kesalahan kita dan mendakwa kita di situ.

-Sedangkan Ester tahu bagaimana memilih kamar tidur (hubungan dengan raja). Ada 1 hal yang lebih kuat daripada cincin raja, yaitu hati raja. Kita punya privilege position, yaitu mempelai Kristus.

Ester 3:12-13

-Jangan panik kalau mengalami suatu keadaan. Tuhan selalu merenggangkan waktu untuk kita mencari wajah-Nya. Selalu ada waktu antara kita panik dengan realisasi kehancuran yang direncanakan oleh iblis. Allah itu panjang sabar.

Ester 3:14-15

-Setan selalu terburu nafsu untuk menghancurkan kita hari ini, tapi Tuhan di Sorga tertawa.

Journalist : Joshua Ivan Sudrajat

Ester : Perkenanan Raja [Part 2]

- Tuhan memang tidak membeda-bedakan setiap orang dalam memberkati setiap orang, tetapi Tuhan ingin setiap kita menjadi orang yang mendapat perkenanannya Tuhan, orang yang menjadi favoritnya Raja.

- Kunci keberhasilan dan multiplikasi di hari-hari mendatang terletak pada hubungan pribadi Anda dengan Tuhan, bukan karena kuat dan gagahnya kita.

- Roh jahat/lucifer sendiri sangat takut dengan kitab Ester, karena di dalam kitab Ester kita menemukan bahwa orang yang hendak menjatuhkan anak Tuhan, justru mengalami celaka (jatuh ke lubang yang digalinya sendiri).

- Ester menjadi orang yang diperhatikan kemanapun dia pergi karena dia bukan orang yang mencari perhatian atas dirinya sendiri.

- Kita dan setiap perbuatan baik kita, tidak akan pernah cukup untuk membuat kita masuk ke dalam hadiratNya. Tuhan sendirilah yang mengangkat kita dan melayakkan kita untuk masuk ke hadirat Tuhan.

Ester 2:1
Sesudah peristiwa-peristiwa ini, setelah kepanasan murka raja Ahasyweros surut, terkenanglah baginda kepada Wasti dan yang dilakukannya, dan kepada apa yang diputuskan atasnya.

- Raja Ahasyweros menyesali keputusannya dan dia merasa separuh dirinya hilang semenjak Ratu Wasti dibuang. Tidak kebetulan gereja disebut sebagai mempelai Kristus karena ada posisi ratu yang kosong di Surga.
- Allah menunggu orang yang mencintai dia tanpa syarat. Seringkali saat kita sudah memperoleh apa yang kita inginkan, kita menjadi hidup suam-suam dan biasa-biasa dengan Tuhan, sekalipun sebelumnya begitu berapi-api.

Ester 2:2-4
Maka sembah para biduanda raja yang bertugas pada baginda: ” Hendaklah orang mencari bagi raja gadis-gadis, yaitu anak-anak dara yang elok rupanya;
hendaklah raja menempatkan kuasa-kuasa di segenap daerah kerajaannya, supaya mereka mengumpulkan semua gadis, anak-anak dara yang elok rupanya, di dalam benteng Susan, di balai perempuan, di bawah pengawasan Hegai, sida-sida raja, penjaga para perempuan; hendaklah diberikan wangi-wangian kepada mereka.
Dan gadis yang terbaik pada pemandangan raja, baiklah dia menjadi ratu ganti Wasti. ” Hal itu dipandang baik oleh raja, dan dilakukanlah demikian.

- Banyak dari kita yang ikut Tuhan hanya karena kita mengejar berkat Tuhan. Jangan jadi pribadi yang puas hanya menjadi selir raja. Seringkali kita menjumpai orang yang berjanji ikut Tuhan sungguh-sungguh asal Tuhan menyembuhkan penyakitnya, asal Tuhan memberkati hidupnya. Tuhan ingin mencari seorang mempelai, seorang yang manjadi favoritnya Raja. Apakah yang menjadi motivasi kita saat kita mengikuti Tuhan Yesus?

Ester 2:5-7
Pada waktu itu ada di dalam benteng Susan seorang Yahudi, yang bernama Mordekhai bin Yair bin Simei bin Kish, seorang Benyamin
yang diangkut dari Yerusalem sebagai salah seorang buangan yang turut dengan Yekhonya, raja Yehuda, ketika ia diangkut ke dalam pembuangan oleh raja Nebukadnezar, raja Babel.
Mordekhai itu pengasuh Hadasa, yakni Ester, anak saudara ayahnya, sebab anak itu tidak beribu bapa lagi; gadis itu elok perawakannya dan cantik parasnya. Ketika ibu bapanya mati, ia diangkat sebagai anak oleh Mordekhai.

- Kita bisa sampai di detik ini karena Tuhan. Ester adalah anak seorang yang dalam pembuangan dan yatim piatu, tetapi Tuhan mengangkat dia menjadi ratu, menjadi mempelai raja, orang yang berkenan bagi raja.
- Yang membuat Ester diangkat begitu tinggi karena Ester memiliki inner beauty, kecantikan yang ada di dalam hatinya. Apa yang membuat Tuhan kagum dan senang dengan kita? Semua pemberian kita pada awalnya juga berasal dari Allah. Ester dipilih karena hatinya, bukan hanya karena rupanya.

Ester 2:8-9
Setelah titah dan undang-undang raja tersiar dan banyak gadis dikumpulkan di dalam benteng Susan, di bawah pengawasan Hegai, maka Esterpun dibawa masuk ke dalam istana raja, di bawah pengawasan Hegai, penjaga para perempuan.
Maka gadis itu sangat baik pada pemandangannya dan menimbulkan kasih sayangnya, sehingga Hegai segera memberikan wangi-wangian dan pelabur kepadanya, dan juga tujuh orang dayang-dayang yang terpilih dari isi istana raja, kemudian memindahkan dia dengan dayang- dayangnya ke bagian yang terbaik di dalam balai perempuan.

- Hegai melambangkan koneksi ilahi. Allah tidak pernah membiarkan kita hidup yatim piatu di dunia ini. Tuhan menempatkan Hegai-Hegai dalam hidup kita. Hegai adalah instruktur ilahi yang mengarahkan setiap anak Tuhan berjalan menurut kehendak Tuhan.
- Kebanyakan orang masuk hadirat Allah dengan keadaan sok pintar, keadaan sudah berjasa, dan tidak sedikit yang ingin menyuap Allah. Orang yang lembut hatinya akan lebih mudah dibentuk oleh Allah. Itulah mengapa ada dua orang yang menghadiri ibadah, ada yang mengalami multiplikasi 100x ganda dan ada yang tidak mengalami apa-apa. Yang membuat Tuhan senang dengan kita adalah dengan memiliki hati yang lembut dan mudah dibentuk.

- Kebajikan dan kemurahan akan mengikuti kalau kita memiliki hati yang lembut dan mudah dibentuk, itulah multiplikasi. Banyak yang mengira multiplikasi terjadi karena berpuasa, karena datang ke KKR, karena ditumpangi tangan oleh hamba Tuhan, namun tidaklah demikian. Multiplikasi terjadi bagi orang-orang yang datang kepada Tuhan, sekalipun dia orang besar, tetapi dia datang dengan hati yang lemah lembut dan mudah dibentuk.
- Banyak orang kristen datang ke hadirat Tuhan karena kita memakai jubah kebenaran kita sendiri. Kita lebih memilih apa yang benar menurut kita dan bukan menurut pandangan Allah.
- Kasih Tuhan tidak pakai syarat. Tetapi perkenanan Tuhan ada syaratnya, yakni mencintai Tuhan sebagaimana Tuhan ingin dicintai. Lakukan segala sesuatu seperti yang Tuhan inginkan, bukan yang Tuhan tidak minta. Cintai Tuhan dengan cara Tuhan ingin dicintai.
- Bapa di Surga tahu apa yang kita butuhkan, oleh sebab itu carilah kerajaanNya dan kebenaranNya. Dan Yesuslah jalan dan kebenaran dan hidup. Saat kita mencari Raja dan hidup berkenan kepadaNya maka kita akan memperoleh perkenanNya.

Rahasia multiplikasi adalah dewasa dalam mengenal Allah.

- Hadirat Tuhanlah yang membuat hidup kita berbeda. Gereja hanya menjadi sekedar gedung tanpa hadirat Tuhan. Namun seringkali saat kita datang ke gereja, kita lebih memilih fokus ke diri kita, bukan hadiratNya. Hegai-Hegai dalam hidup kita membantu kita untuk bisa hidup dalam hadirat Tuhan dan perkenanan Tuhan.

Ester 2:10-12
Ester tidak memberitahukan kebangsaan dan asal usulnya, karena dilarang oleh Mordekhai. Tiap-tiap hari berjalan-jalanlah Mordekhai di depan pelataran balai perempuan itu untuk mengetahui bagaimana keadaan Ester dan apa yang akan berlaku atasnya.
Tiap-tiap kali seorang gadis mendapat giliran untuk masuk menghadap raja Ahasyweros, dan sebelumnya ia dirawat menurut peraturan bagi para perempuan selama dua belas bulan, sebab seluruh waktu itu digunakan untuk pemakaian wangi-wangian: enam bulan untuk memakai minyak mur dan enam bulan lagi untuk memakai minyak kasai serta lain-lain wangi-wangian perempuan.

- Jika kita datang ke gereja dan mencari hadirat Allah, hidup kita akan mengalami perubahan. Perjumpaan Ester dengan raja dalam semalam mengubah kehidupan seluruh bangsanya. Jangan datang ke gereja atau bersaat teduh karena rutinitas. Saat kita berjumpa dengan hadirat Allah, maka hidup kita akan mengalami perubahan yang luar biasa. Bisa jadi hanya karena perjumpaan kita dengan Tuhan dalam saat teduh kita, itu mengubahkan pekerjaan kita menjadi sukses.

Stop being religious, just being spiritual. Berhenti menjadi orang yang agamawi, jadilah orang yang rohani. Kunci multiplikasi tergantung hatiNya.

- Menunggu juga adalah bentuk penyembahan. Kadang-kadang Tuhan mengijinkan kita menunggu untuk mencapai titik kemenangan supaya hati kita dimurnikan terlebih dahulu. Jangan mengeluh saat kita sedang menunggu rencana Tuhan digenapi dalam rencana hidup kita

- Mur adalah jenis dari tanam-tanaman untuk mengencangkan kulit, rasanya pahit sekali sekalipun berbau harum. Mur berfungsi menghilangkan racun dari pori-pori kulit.
Minyak Mur melambangkan pertobatan. Untuk kita bisa memikat hati Raja, tanpa adanya pertobatan. Miliki gaya hidup untuk bertobat. Demi supaya kita bisa memenangkan dosa yang mengikat kita, Tuhan mati-matian membela kita. Pastikan saat kita berbuat salah atau tidak beres, selesaikan itu semua sebelum matahari terbenam, sebelum orang lain yang dikorbankan, sebelum orang lain yang membereskan.

- Kasai adalah minyak yang ada campuran kemenyan dan kayu manis. Minyak Kasai melambangkan penyembahan yang menjadi gaya hidup dalam hidup kita. Satu menit kita di gereja, mengurapi seluruh kehidupan kita dalam sepekan. Jika kita tidak mempercayai hal ini, untuk apakah kita datang ke gereja.

- Penyembahan ada 3 level/tingkatan:

a. Level Pertama = Gerbang Syukur
- Penyembahan itu harus diulang-ulang dalam hidup kita, bukan hanya sekali atau dua kali. Saat kita merendahkan Tuhan yang adalah kepala, maka kita sebagai tubuhNya juga akan direndahkan. Mengapa anak-anak Tuhan tidak banyak yang mengalami perkenanan Tuhan seperti Ester adalah karena nilai Tuhan sudah didegradasikan hari-hari ini.
- Syukur adalah ucapan terima kasih kita kepada Tuhan karena apa yang Tuhan berikan dalam hidup kita. Jangan meminta kepada Tuhan di gerbang syukur Tuhan.

b. Level Kedua = Halaman Pujian
- Ini adalah tempat dimana kita mengagungkan dan meninggikan Tuhan. Jangan mengucap syukur ataupun meminta. Apapun yang terjadi dalam hidup kita, kita tetap memuji Dia.

c. Level Ketiga = Keintiman dengan Tuhan
- Ketika kita berada di level ini, nikmati suatu hubungan yang intim dan dekat dengan Tuhan. Di tempat inilah kita menaikkan permohonan dan permintaan kita.

Ester 2:13-15
Lalu gadis itu masuk menghadap raja, dan segala apa yang dimintanya harus diberikan kepadanya untuk dibawa masuk dari balai perempuan ke dalam istana raja. Pada waktu petang ia masuk dan pada waktu pagi ia kembali, tetapi sekali ini ke dalam balai perempuan yang kedua, di bawah pengawasan Saasgas, sida-sida raja, penjaga para gundik. Ia tidak diperkenankan masuk lagi menghadap raja, kecuali jikalau raja berkenan kepadanya dan ia dipanggil dengan disebutkan namanya. Ketika Ester– anak Abihail, yakni saudara ayah Mordekhai yang mengangkat Ester sebagai anak– mendapat giliran untuk masuk menghadap raja, maka ia tidak menghendaki sesuatu apapun selain dari pada yang dianjurkan oleh Hegai, sida-sida raja, penjaga para perempuan. Maka Ester dapat menimbulkan kasih sayang pada semua orang yang melihat dia.

- Yang membedakan Ester dengan 1459 wanita lainnya adalah wanita lainnya mengambil apa saja yang mereka inginkan, tetapi Ester menuruti kata-kata Hegainya. Hanya istri yang bisa menghemat keuangan suaminya, sedangkan selir hanya menghabiskan uang sang raja. Ester hanya mencari apa yang bisa membuat raja Ahasyweros suka. Bahkan sekalipun Ester tidak menjadi ratu, Ester lebih baik tidak mendapatkan yang lainnya juga. Hanya kesukaan hati rajalah yang dicari oleh Ester. Bagaimana dengan hidup kita? Apakah kita juga mencari dan mengejar apa yang menjadi kesukaan hati Tuhan?

Ester 2:16
Demikianlah Ester dibawa masuk menghadap raja Ahasyweros ke dalam istananya pada bulan yang kesepuluh– yakni bulan Tebet– pada tahun yang ketujuh dalam pemerintahan baginda.

- Menghampiri raja harus dengan lemah lembut, Ester tidak memperhatikan apa yang menjadi kesenangan diri sendiri. Kita seringkali lebih mengutamakan ke-aku-an kita saat kita datang menghadap Tuhan, padahal seharusnya Tuhan yang menjadi fokus nya, Tuhan yang menjadi pusat. Beberapa orang akhirnya kehilangan banyak kesempatan emas karena kita terlalu sering memakai kemurahan hati Allah.

Jika kita bisa menghadapi hati Raja di atas segala raja, kita akan menjadi pribadi yang bisa berhubungan dengan siapapun di dunia ini. Perkenanan kita dengan Allah akan membuahkan perkenanan kita di hadapan manusia.

Kekristenan adalah kunci keberhasilan kita di dunia. Saat kita menghampiri orang yang penting di dunia ini, apapun posisinya, fokuslah ke orang itu, jangan fokus ke diri sendiri.

Yesaya 42:1-2
Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa.
Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan.

What we look at is what you get. Apa yang menjadi fokus kita, itulah yang kita dapat.

- Saat datang ke hadirat Tuhan, tanya apa yang menjadi kehendak Tuhan, apa yang Tuhan mau dalam hidup kita, nanti baru pada akhirnya kita menyampaikan apa yang kita mau. Ester ketika menghadap raja Ahasyweros, dia memfokuskan diri dan pandangannya kepada raja, tidak mengundang perhatian atas dirinya.

Tempat terakhir sebelum mengalami promosi Tuhan adalah tempat kerendahan hati.

- Datang ke hadirat Tuhan jangan pernah dengan tergesa-gesa. Senangkan hati Tuhan. Fokus dengan apa yang menjadi kesukaan hati Tuhan, senangkan Tuhan dengan setiap penyembahan yang keluar dari kerinduan hati kita. Namun seringkali kita datang ke hadirat Tuhan dengan mental pengacara yang meminta kepada Allah atau malah bahkan menghakimi Allah mengapa tidak memberikan apa yang kita minta.

Kita datang ke hadirat Tuhan bukan bagamana kita ingin diperlakukan oleh Dia, namun kita justru mengatur Allah agar sejalan dengan apa yang kita inginkan.

Ester 2:17-18
Maka Ester dikasihi oleh baginda lebih dari pada semua perempuan lain, dan ia beroleh sayang dan kasih baginda lebih dari pada semua anak dara lain, sehingga baginda mengenakan mahkota kerajaan ke atas kepalanya dan mengangkat dia menjadi ratu ganti Wasti.
Kemudian diadakanlah oleh baginda suatu perjamuan bagi semua pembesar dan pegawainya, yakni perjamuan karena Ester, dan baginda menitahkan kebebasan pajak bagi daerah-daerah serta mengaruniakan anugerah, sebagaimana layak bagi raja.

- Orang-orang seperti Ester yang membuat berkat-berkat Tuhan mengalir. Ada perusahaan-perusahaan besar yang begitu diberkati bukan karena perusahaannya hebat, tetapi karena ada anak-anak Tuhan yang berkenan di dalamnya. Orang-orang yang dipenuhi Roh Allah tidak akan berkoar-koar untuk mengangkat dirinya. Nanti Tuhan sendiri yang akan mengotak atik hati pimpinan/bos kita untuk memberkati hidup kita. Banyak orang menerima kebebasan dan berkat hanya karena ada orang-orang seperti Ester di dalam lingkungannya.

2 Samuel 6:11-12
Tiga bulan lamanya tabut Tuhan itu tinggal di rumah Obed-Edom, orang Gat itu, dan TUHAN memberkati Obed-Edom dan seisi rumahnya.
Diberitahukanlah kepada raja Daud, demikian: ” TUHAN memberkati seisi rumah Obed-Edom dan segala yang ada padanya oleh karena tabut Allah itu. ” Lalu Daud pergi mengangkut tabut Allah itu dari rumah Obed- Edom ke kota Daud dengan sukacita.

- Jangan takut kalau kita tidak dipromosi, sebab saat pimpinan kita tidak mempromosi kita, Tuhan sanggup memakai orang lain untuk mempromosikan kita. Di dalam Tuhan tidak ada air mata yang sia-sia. Setiap penundaan promosi akan dibayar lunas beserta bunga-bunganya saat promosi terjadi dalam hidup kita.

Ester 2:19-22
Selama anak-anak dara dikumpulkan untuk kedua kalinya, Mordekhai duduk di pintu gerbang istana raja. Adapun Ester tidak memberitahukan asal usul dan kebangsaannya seperti diperintahkan kepadanya oleh Mordekhai, sebab Ester tetap berbuat menurut perkataan Mordekhai seperti pada waktu ia masih dalam asuhannya. Pada waktu itu, ketika Mordekhai duduk di pintu gerbang istana raja, sakit hatilah Bigtan dan Teresh, dua orang sida-sida raja yang termasuk golongan penjaga pintu, lalu berikhtiarlah mereka untuk membunuh raja Ahasyweros. Tetapi perkara itu dapat diketahui oleh Mordekhai, lalu diberitahukannyalah kepada Ester, sang ratu, dan Ester mempersembahkannya kepada raja atas nama Mordekhai.

- Mordekhai melambangkan Ester versi laki-laki atau Ester adalah Mordekhai versi perempuan karena Ester adalah didikan Mordekhai

- Tuhan bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia dan Tuhan memberitahukan rahasia-rahasiaNya kepadaNya. Tuhan memang baik kepada semua orang, tetapi Tuhan hanya membisikkan hal-hal rahasia tertentu kepada beberapa orang. Rahasia-rahasia Tuhan ini bisa menjadikan Ester-Ester di akhir jaman ini mengalami promosi. Mengapa banyak ide-ide luar biasa yang belum terjadi dan digenapi adalah karena belum ada orang yang siap untuk dipakai Tuhan seperti yang Tuhan kehendaki. Mengapa ada visi dan strategi yang belum Tuhan turunkan adalah karena manusia hanya mencari keinginan manusia pribadi.

Why God has not revealed? It is because God has not been trusted. Why God has not been trusted? It is because God has not been loved. Mengapa Tuhan belum dinyatakan? Karena Tuhan belum dipercayai. Mengapa Tuhan belum dipercaya? Karena Tuhan belum dikasihi atau dicintai.

Journalist : Joshua Ivan Sudrajat

Ester : Perkenanan Raja [Part 1]

Ester adalah nama Persia yang berarti bintang.

Ester adalah nama Persia yang berarti bintang. Berarti kemana-mana dia selalu menjadi bintangnya. Demikian juga dalam hidup kita, kita lah yang menjadi kepala. Ester dalam kitab pengajaran ini berarti kita sebagai jemaat Allah. Raja Ahasyweros melambangkan Tuhan Yesus, sekalipun secara karakter dan pribadi jauh dari serupa Tuhan Yesus.

Ester 1:1-2
Pada zaman Ahasyweros– dialah Ahasyweros yang merajai seratus dua puluh tujuh daerah mulai dari India sampai ke Etiopia–,
pada zaman itu, ketika raja Ahasyweros bersemayam di atas takhta kerajaannya di dalam benteng Susan,

Raja Ahasyweros adalah raja yang sangat besar kuasanya dan menguasai 3 benua di 127 propinsi. Persia saat ini adalah Iran, jadi ini bukan kejadian fiksi, ini adalah kejadian nyata dan benar-benar ada dalam setiap lokasinya.
Belajar jangan jadi orang kristen yang puas di pelataran. Kita tidak dipanggil hanya untuk duduk diam di pelataran tetapi lebih daripada itu. Kejar hadirat dan perkenan Tuhan karena hal itulah yang bisa membuat kita berhasil dalam segala hal. Saat Ester menjadi kesukaan dan favorit raja, dia mendapat seluruh kerajaannya.

Ester 1:3-8
pada tahun yang ketiga dalam pemerintahannya, diadakanlah oleh baginda perjamuan bagi semua pembesar dan pegawainya; tentara Persia dan Media, kaum bangsawan dan pembesar daerah hadir di hadapan baginda.
Di samping itu baginda memamerkan kekayaan kemuliaan kerajaannya dan keindahan kebesarannya yang bersemarak, berhari-hari lamanya, sampai seratus delapan puluh hari.
Setelah genap hari-hari itu, maka raja mengadakan perjamuan lagi tujuh hari lamanya bagi seluruh rakyatnya yang terdapat di dalam benteng Susan, dari pada orang besar sampai kepada orang kecil, bertempat di pelataran yang ada di taman istana kerajaan.
Di situ tirai-mirai dari pada kain lenan, mori halus dan kain ungu tua, yang terikat dengan tali lenan halus dan ungu muda bergantung pada tombol-tombol perak di tiang-tiang marmar putih, sedang katil emas dan perak ditempatkan di atas lantai pualam, marmar putih, gewang dan pelinggam.
Minuman dihidangkan dalam piala emas yang beraneka warna, dan anggurnya ialah anggur minuman raja yang berlimpah-limpah, sebagaimana layak bagi raja.
Adapun aturan minum ialah: tiada dengan paksa; karena beginilah disyaratkan raja kepada semua bentara dalam, supaya mereka berbuat menurut keinginan tiap-tiap orang.

- Ayat-ayat di atas menggambarkan bahwa raja Ahasyweros adalah raja yang luar biasa kayanya.

Ester 1:9
Juga Wasti, sang ratu, mengadakan perjamuan bagi semua perempuan di dalam istana raja Ahasyweros.

- Ratu Wasti menggambarkan pribadi yang sibuk sendiri, padahal dia adalah seorang ratu yag seharusnya menemani raja. Poinnya adalah apapun yang terjadi dalam hidup kita, sekalipun kita mengalami perubahan, tetapi passion atau gairah kepada Tuhan tetap sama. Sekalipun kita mungkin saat ini sudah bekerja dan berkeluarga, kita harus tetap memiliki hati untuk jiwa-jiwa. Hal ini bukan soal apakah kita bisa atau tidak menginjil, tetapi apakah kita mau atau tidak.

Ester 1:10-12
Pada hari yang ketujuh, ketika raja riang gembira hatinya karena minum anggur, bertitahlah baginda kepada Mehuman, Bizta, Harbona, Bigta, Abagta, Zetar dan Karkas, yakni ketujuh sida-sida yang bertugas di hadapan raja Ahasyweros,
supaya mereka membawa Wasti, sang ratu, dengan memakai mahkota kerajaan, menghadap raja untuk memperlihatkan kecantikannya kepada sekalian rakyat dan pembesar-pembesar, karena sang ratu sangat elok rupanya.
Tetapi ratu Wasti menolak untuk menghadap menurut titah raja yang disampaikan oleh sida-sida itu, sehingga sangat geramlah raja dan berapi-apilah murkanya.

- Raja merasa kecewa dengan ratu Wasti karena ratu Wasti tidak bisa menghargai raja Ahasyweros. Sekalipun mungkin ratu Wasti tidak kenal atau tidak peduli dengan tamu raja, setidaknya dia berpihak pada raja.
Demikian juga dengan hidup kita, betapa seringnya kita mengecewakan Tuhan. Kita memilih acuh dengan Tuhan dan cuek, padahal seharusnya kita ada di pihak Tuhan. Saat kita ada di pihak Raja, maka kita akan mengalami dan memiliki semua yang Raja miliki.

- Saat hidup kita menjadi favorit Raja, saat kita berdoa dan meminta kepada Raja, Raja akan memberikannya, bahkan di saat kita belum selesai atau belum mendoakannya. Karena Raja begitu mengasihi kita maka Allah akan memberikannya kepada kita dan membuat setiap usaha kita berhasil.

Rahasia kita mengalami multiplikasi di tahun 2016 adalah bagaimana hubungan kita dengan Tuhan.

Ester 1:13-16
Maka bertanyalah raja kepada orang-orang arif bijaksana, orang-orang yang mengetahui kebiasaan zaman– karena demikianlah biasanya masalah-masalah raja dikemukakan kepada para ahli undang-undang dan hukum;
adapun yang terdekat kepada baginda ialah Karsena, Setar, Admata, Tarsis, Meres, Marsena dan Memukan, ketujuh pembesar Persia dan Media, yang boleh memandang wajah raja dan yang mempunyai kedudukan yang tinggi di dalam kerajaan–, tanya raja:
” Apakah yang harus diperbuat atas ratu Wasti menurut undang- undang, karena tidak dilakukannya titah raja Ahasyweros yang disampaikan oleh sida-sida? “
Maka sembah Memukan di hadapan raja dan para pembesar itu: ” Wasti, sang ratu, bukan bersalah kepada raja saja, melainkan juga kepada semua pembesar dan segala bangsa yang di dalam segala daerah raja Ahasyweros.

- Saat kita suam, pada keturunan kita nanti mereka akan jadi pemberontak. Saat kita hari ini “bersalah” dan menjadi suam, maka itu akan menyebar ke area yang lain. Apa yang ratu Wasti lakukan akan menjadi virus ke seluruh kerajaan. Saat kita mulai kompromi sedikit dengan Tuhan, lama-kelamaan itu akan menjadi kebiasaan dan virus ini akan menyebar.

Ester 1:17-19
Karena kelakuan sang ratu itu akan merata kepada semua perempuan, sehingga mereka tidak menghiraukan suaminya, apabila diceritakan orang: Raja Ahasyweros menitahkan, supaya Wasti, sang ratu, dibawa menghadap kepadanya, tetapi ia tidak mau datang.
Pada hari ini juga isteri para pembesar raja di Persia dan Media yang mendengar tentang kelakuan sang ratu akan berbicara tentang hal itu kepada suaminya, sehingga berlarut-larutlah penghinaan dan kegusaran.
Jikalau baik pada pemandangan raja, hendaklah dikeluarkan suatu titah kerajaan dari hadapan baginda dan dituliskan di dalam undang-undang Persia dan Media, sehingga tidak dapat dicabut kembali, bahwa Wasti dilarang menghadap raja Ahasyweros, dan bahwa raja akan mengaruniakan kedudukannya sebagai ratu kepada orang lain yang lebih baik dari padanya.

- Kabar baiknya bagi kita, saat kita mengalami kesuaman, Tuhan tidak membuang kita. Sebaliknya Tuhan justru mengundang kita masuk kembali ke hadiratNya. Gereja tanpa hadirat Tuhan hanya seperti gedung kotak yang tidak ada artinya.
- Apa yang kita bisa berikan bagi Raja yang memiliki segalanya? Berikan hidup kita kepada Tuhan. Dari hati yang hancur berkata kepada Tuhan ini aku Tuhan, pakai hidupku seperti kehendakMu. Jangan pernah datang ke gereja dengan biasa-biasa. Datang ke hadirat Tuhan dengan hati yang rindu untuk menyenangkan hati Tuhan.

Allah memiliki rancangan untuk mengupgrade setiap hidup kita. Seperti seorang anak kecil perempuan yang suka boneka barbie dan anak kecil laki-laki yang ingin jadi pahlawan. Setiap hal-hal yang terjadi di masa kecil kita adalah jalan Tuhan untuk mempersiapkan kita menjadi pribadi yang naik pangkat di dalam Tuhan.

Jalan menuju promosi sejati adalah bagaimana kita dekat dengan hati Raja dan hidup dalam perkenanan Raja.

Ester 1: 20-22
Bila keputusan yang diambil raja kedengaran di seluruh kerajaannya -- alangkah besarnya kerajaan itu! --, maka semua perempuan akan memberi hormat kepada suami mereka, dari pada orang besar sampai kepada orang kecil.'' Usul itu dipandang baik oleh raja serta para pembesar, jadi bertindaklah raja sesuai dengan usul Memukan itu. Dikirimkanlah oleh baginda surat-surat ke segenap daerah kerajaan, tiap-tiap daerah menurut tulisannya dan tiap-tiap bangsa menurut bahasanya, bunyinya: ''Setiap laki-laki harus menjadi kepala dalam rumah tangganya dan berbicara menurut bahasa bangsanya.''

Setiap kita mendambakan bagi yang wanita bisa memakai gaun putih dan bagi yang pria memakai pakaian kebesaran dan pedang seperti pangeran (dalam pernikahan). Setiap kita rindu suatu hari akan dimuliakan.

Saat kita menjadikan Tuhan sebagai Raja dalam hidup kita dan kepala dalam hidup kita, maka Tuhan akan mengangkat kita ke dalam kemuliaan. Kunci hidup yang berkemenangan dan mengalami kemuliaan adalah bagaimana kita menjaga hubungan kita dengan “Kepala” itu. Tanpa kepala, tubuh kita tidak akan ada artinya. Kita dengan Tuhan Yesus adalah satu tetapi kenapa kita tidak mengalami apapun. Itu semua karena kita menganggap kesatuan itu sebagai hal yang biasa. Hiduplah menurut apa yang menjadi keinginan “Kepala” itu.

Saat kita menjadikan Tuhan sebagai kepala kita dan hidup seturut kehendakNya, kita akan mempunyai perkenanan hati Raja. Saat kita mempunyai hati Raja, kita akan mendapatkan lebih dari apa yang kita perlukan dalam hidup ini, kita akan mendapatkan segalanya.

Journalist : Joshua Ivan Sudrajat

Rumah-Ku Harus Penuh

Holy Stadium, JKI Injil Kerajaan

Minggu, 13 November 2015
Pdt. Petrus Agung Purnomo

Lukas 14:15-24
Dulunya p Agung heran: seseorang mengundang tamu-tamu ke sebuah perjamuan, kemudian tamu tidak datang, lalu tuan rumah marah. Ini sepertinya keterlaluan. Normalnya seseorang datang atau tidak, itu adalah hak masing-masing. Tapi di kisah di atas ada kemarahan dari tuan rumah, yaitu Tuhan sendiri. Roh Kudus jelaskan bahwa cerita ini tidak sedangkal yang p Agung kira sebelumnya.

Ada beberapa alasan yang membuat si Tuan marah. Undangan disampaikan 2 kali, dan tidak mendadak. Saat pertama kali undangan disampaikan, akan ada perjamuan besar, dan diadakan pada malam hari (supper). Semua yang diundang berkata akan hadir, jadi mereka sudah tahu bahwa di hari itu ada pesta. Tuan rumah kemudian menyiapkan pesta, lalu berjanji memberi kabar kapan jam pesta dimulai. Saat semua sudah siap dan tamu-tamu di-konfirmasi/ diundang ulang, lalu para undangan berkata tidak bisa dan tidak akan datang. Sikap ini tidak sopan, dan tentunya menjengkelkan.

Alasan 1: Membeli ladang
Alasan ini tidak masuk akal. Seseorang yang beli tanah selalu melihat tanah yang akan dibelinya lebih dulu, sebelum membayar tanah itu. Selain itu undangannya adalah makan malam (supper). Di jaman Tuhan Yesus tidak ada listrik, maka seseorang tidak mungkin melihat tanahnya di malam hari.

Seringkali orang menerima undangan Tuhan, tapi berdalih secara mengerikan

Alasan 2: Membeli 5 pasang lembu kebiri
Alasan ini juga tidak mungkin. Tidak ada orang membeli lembu sebelum mencobanya lebih dulu. Selain itu tidak mungkin di malam hari lembu membajak.

Alasan 3: Baru kawin
Alasan ini sebenarnya dari hukum di perjanjian lama: setelah kawin, selama 1 tahun bebas dari wajib militer. Tapi ini adalah undangan pesta, bukan undangan untuk wajib militer.

Sopan santun sudah dilakukan tuan rumah, undangan sudah dibagikan, tetapi yang diundang tidak hadir dengan berbagai alasan yang dicari-cari.

Yang aneh: mereka bersama-sama meminta maaf. Semua seperti mem-boikot serentak.
Tafsiran dari salah satu ahli Alkitab: Besar kemungkinan orang-orang ini tahu bahwa di suatu titik si tuan rumah akan memanggil orang-orang di jalanan, yang penting rumahnya penuh. Sementara undangan-undangan itu adalah orang-orang terhormat (mampu beli tanah, beli lembu, mampu menikah). Undangan-undangan itu tidak mau diperlakukan sama dengan orang kebanyakan. Gambarannya seperti penggolongan manusia di dalam kasta. Walau tidak ada secara resmi, manusia cenderung membeda-bedakan orang lain.

Contoh kecenderungan membedakan manusia
Setiap seminar SHRK di jakarta ada 400 waria hadir, duduk di satu blok. Satu hari ada orang baru datang ke SHRK, lalu duduk di area rekan-rekan waria. Saat membuka mata setelah berdoa, dia kaget dan berkeringat dingin. Hari berikutnya dia pindah di bagian yang lain.

Tamu-tamu undangan ini punya uang, dan menempatkan diri sebagai kasta yang lebih tinggi. Sementara pemilik rumah punya prinsip: rumahnya harus penuh.

Sebetulnya penolakan para tamu ini adalah bentuk peperangan rohani.

Tetapi mereka bersama- sama meminta maaf (Luk 14: 18a)

Kata "bersama-sama" dalam bahasa Yunani: μία = mia (G3391), dari kata dasar "eis".
Salah satu buku teologis memberikan penjelasan kata "eis", yaitu secara psikologis ada penyusupan atau pengaruh baik/ jahat terhadap kepribadian manusia, yang bisa berasal dari Tuhan atau setan. Pengaruh baik dari Tuhan, pengaruh jahat dari setan.

Jika kita mengundang seseorang datang ke Tuhan, lalu ditolak, kita harus sadar bahwa itu adalah akibat penyusupan setan

Keputusan yang diambil seseorang bisa dari diri manusia itu sendiri. Tapi jika dilakukan serempak oleh sekelompok orang, artinya ada penyusupan pengaruh setan.

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak orang menyerang pengajaran peperangan rohani. Padahal Alkitab berkata bahwa setelah bangkit, Yesus mengutus murid-muridNya dan memberi kuasa untuk mengusir setan dalam nama Tuhan Yesus.

Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, (Mrk 16: 17a)

Paulus juga mengajarkan:
karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. (Ef 6: 12)

Gereja dibuat tidak berperang rohani, supaya gereja tidak punya kemampuan menghadapi setan. Begitu gereja dilumpuhkan dan tidak bisa melawan dengan kuasa Tuhan, maka mereka habis. Ujungnya saat Tuhan mengadakan jamuan, banyak yang menolak karena sudah dipengaruhi dan dibujuk iblis.

Jawaban untuk berbagai masalah akhir jaman adalah dari firman Tuhan.

Dalam Perjanjian baru ada kata yang hanya 2 kali dipergunakan, yaitu χαλεπός - chalepos (G5467).

1. Dalam kisah tentang Yesus menyembuhkan orang gila di Gadara.
Mereka sangat berbahaya, sehingga tidak seorangpun yang berani melalui jalan itu. (Mat 8: 28b)

Kata "berbahaya" dalam bahasa Yunani chalepos. Chalepos artinya kondisi dimana seseorang menjadi berbahaya karena kerasukan setan

2. Dalam surat Paulus pada Timotius.
Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. (2 Tim 3:1)

Frase "masa yang sukar" dalam bahasa Yunani chalepos. Wujud dari "masa yang sukar" ditunjukkan dalam 2Tim 3: 2-5, yaitu daftar tabiat dan watak buruk manusia.

Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu! (2 Tim 3: 2-5)

Segala tindakan jahat manusia juga merupakan chalepos, Tindakan buruk manusia yang berusaha menyingkirkan Tuhan adalah karena adanya penyusupan setan.

Mat 16: 22-23
But Jesus turned away from Peter and said to him, Get behind Me, Satan! You are in My way [ an offense and a hindrance and a snare to Me ]; for you are minding what partakes not of the nature and quality of God, but of men. (Mat 16: 23, AMP)

Terjemahan Amplified menjelaskan bahwa Yesus berpaling dari Petrus, dan berkata pada setan untuk menyingkir. Yesus tahu bahwa Petrus yang berbicara, tapi ada sosok setan yang berusaha mempengaruhi adalah sosok setan yang membisikkan di belakang Petrus.

Saat seseorang berfikir secara manusiawi, di titik itu setan bisa masuk dan mempengaruhi pikiran dan hati kita.

Peperangan rohani tidak sekedar datang ke tempat angker lalu diperangi, tapi terutama peperangan setiap hari di hidup kita. Setan tahu bahwa ujungnya dia hancur, maka dia berusaha seret sebanyak-banyaknya manusia, tujuannya menyakiti hati Tuhan.

Kesaksian
Undangan ke Great Awekening. Yang daftar sekitar 50 ribu jiwa. Ada hamba-hamba Tuhan yang ikut berkeliling ke gereja-gereja, dan menyebarkan berita bohong. Ide ini karena bisikan-bisikn setan.

Gosip-gosip tidak bisa dilawan dengan daging, apalagi dengan emosi. Yang harus dilakukan: peperangan rohani.

Penuturan p. Bambang Budianto
Gereja adalah eklesia, yaitu pasukan. Dan pasukan kerjanya adalah bertempur. Di seluruh dunia sedang dilanda kesuaman akan Tuhan, dan ini masuk ke gereja-gereja. Gereja yang mulai merasa besar tidak lagi offensif, tapi mulai diffensif. Ini awal kesuaman dan kekalahan.

Jangan pernah lepaskan kota dan bangsa ini, tetap berteriak di hadapan Tuhan
Saat seseorang atau sebuah bangsa menyingkirkan Tuhan, maka masalah besar akan muncul.

Artikel tentang anak perempuan Billy Graham (Amy Graham)
Ada orang bertanya: mengapa Tuhan biarkan banyak hal buruk terjadi di Amerika: 911, penembakan, krisis ekonomi, dll.
Jawaban Amy: Amerika yang meminta Tuhan keluar dari Amerika, yaitu dengan melegalkan hukum yang bertentangan dengan hukum Tuhan, melarang pembacaan Alkitab di sekolah dan di kelas-kelas, melarang doa di sekolah/ kelas-kelas, tidak ada 10 perintah Allah di pengadilan, dll.
Tuhan adalah pribadi yang sopan. Saat Amerika mengusir, maka Tuhan pergi.

Bertahun-tahun lalu ada senator bernama Madelyn yang mengkampanyekan tidak boleh ada doa di sekolah-sekolah di Amerika. Akhirnya keluar UU yang men-sah-kan hal tersebut. Orang ini mati dibunuh, bahkan mayatnya baru ditemukan setelah beberapa hari.

Seorang pendidik bernama Benyamin Spock melarang memukul pantat anak karena melanggar hak asasi anak, padahal Alkitab mengajar untuk merotan sebagai disiplin pada anak. Amerika setuju dengan larangan ini. Jika orang tua bertindak keras, si anak diajari untuk lapor kepada polisi, lalu si anak akan diambil dari orang tuanya, lalu dibesarkan oleh negara.
Saat ini generasi muda Amerika jadi generasi semaunya, semua aturan dilanggar, hidup liar, melakukan semua dosa, tidak hormat pada orang tua. Akhirnya anak Benyamin bunuh diri.

Kesaksian
Seorang pendeta Palestina bertanya: mengapa ada pembantaian di Iraq dan Suriah. Jawabannya: Tuhan sebenarnya sudah berkali-kali ingatkan mereka, tapi mereka tidak dengarkan. Penyebab kedua adalah mereka tidak lagi menyembah Yesus, tapi digantikan oleh kebanggaan, organisasi, uang, dll.

Setiap negara dan bangsa yang meminta Tuhan keluar dari bangsa mereka, tidak bisa meminta Tuhan bertanggung-jawab untuk berkat dan proteksi bagi negara mereka.

Setiap kali Tuhan mengundang sesuatu yang baik, dan kita menolak, itu sama dengan mengusir Tuhan keluar.

Orang percaya harus tahu dan bisa bertindak dengan kuasa dan otoritas Tuhan, dan tidak menolak undangan Tuhan.

Kondisi saat ini sudah sangat berbahaya, maka kita sudah harus terus waspada terhadap semuanya. Caranya: orang-orang percaya harus berteriak minta lawatan Tuhan. Jika tidak cukup ada pasukan Tuhan yang berdiri bagi bangsa, maka peristiwa seperti Sodom bisa terjadi.

Kesaksian
Seseorang bersaksi tentang hidupnya kepada anak-anak kecil. Mereka terima Tuhan Yesus, lalu ditahirkan di pantai. Ibu-ibu yang ikut mendengarkan dijamah Tuhan, lalu tergerak untuk terima Tuhan Yesus dan ikut ditahirkan.

KAFW

Kamis, 14 April 2016

Here I am Lord, Use me

JKI Holy Glory Church Makasih, Ibadah Raya Pagi.

(Minggu, 10/04/2016)
Ps. Hendra David Gomulya

Ketika kita HAUS dan LAPAR akan Tuhan secara rohani itu berbeda dengan ketika kita HAUS dan LAPAR akan Tuhan secara fisik.

Ketika kita HAUS dan LAPAR akan Tuhan secara fisik itu ketika kita tidak makan, maka kita akan lapar dan kemudian makan yang banyak. Tetapi secara spritual/rohani HAUS dan LAPAR akan Tuhan itu ketika kita mulai makan dan mulai mencari Tuhan, kita mendekatkan diri dan Tuhan mendekati kita, itulah awal ketika kita mulai LAPAR dan menginginkan Tuhan lebih dari segalanya. Tetapi ketika kita menjauh, kita menjadi kenyang dan merasa tidak membutuhkan Tuhan lagi.

Beberapa waktu yang lalu koh Hendra mendapat suatu penghargaan dari Kementrian yang sangat prestise tetapi didalam hati yang terdalam koh Hendra merasa ada kekosongan yang tidak bisa diisi oleh apapun.

Kita tidak akan bisa hidup dan menemukan arti hidup ini ketika yang didalam kita tidak dipuaskan, makanya banyak orang yang frustasi.

Hari ini (09-10/04/2016) di Los Angeles 100.000 ribu orang berkumpul merayakan 110 tahun kegerakan Azusa Street, Smith Wiglesworth seorang hamba Tuhan bernubuat bahwa Pada tahun yang ke 110 Kegerakan Tuhan di Azusa Street akan terjadi pencurahan Roh Allah secara besar-Besar-Besaran. Mereka adalah orang-orang yang mau berkata "USE ME" once more - pakai hidupku sekali lagi. Adakah orang-orang yang masih mau berkata tidak?

USE ME once more time, mari jeritkan ini lagi dan jangan membiarkan diri kita penuh dan kenyang akan sesuatu. Revival di Wales oleh Evan Roberts itu kedengaran luar biasa bahkan pertandingan sepakbola ketika itu kosong penonton karena adanya kebaktian, orang-orang begitu mau dipakai Tuhan. BUAT APA HIDUP INI TANPA MENGERTI SEBUAH ARTI PANGGILAN HIDUP KITA? Panggilan itu dimulai dengan sebuah doa "BEND ME", "MOLD ME" bengkokkan dan bentuk aku. Ketika doa ini mulai dinaikkan, sesuatu yang baru mulai terjadi. Kegerakan terjadi ketika ada orang-orang yang mau bersedia, dan mau berkata "BEND ME", "MOLD ME", and "USE ME" pakai hidupku, untuk apa kita hidup di dunia ini? Untuk apa kita eksis?

Ketika ucapan itu diijinkan keluar dari mulut kita, walaupun mungkin anda merasa sudah tidak muda lagi, hidup anda mungkin sudah hancur tetapi anda tetap mau berkata bentuk hati saya kembali Tuhan, ajari saya kembali Tuhan.

Matius 13:44-46 TB
“Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.”

Kalau kita membaca ayat diatas dikatakan bahwa peristiwa pertama orang lewat kedalam ladang itu kemudian dia melihat harta itu dan dipendam lagi, kemudian bersukacita dia menjual seluruh miliknya dan membeli ladang itu untuk mendapatkan Kerajaan Sorga, karena harta itu adalah Kerajaan Sorga. Bukankah demikian yang kita baca? Dan kita berpikir orang ini menjual semuanya untuk Kerajaan Sorga, untuk harta itu. Karena ketika mendapatkan Yesus, akan mendapatkan segalanya, bukankah seperti itu yang dibahas, bukan?

Peristiwa kedua seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah, setelah mendapatkannya, ia menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.

Mati kita liat dari poin/ sudut pandang yang berbeda, ini adalah dua peristiwa yang berbeda. Ayat 44 berbicara lain, ayat 45 dan 46 juga berbicara yang lain. Ini seperti bola yang berbeda, yang memiliki respon yang berbeda. Anda akan diperhadapkan dengan sebuah pilihan setiap hari.

Ketika kita mendapatkan pilihan dan memilih dari pilihan-pilihan itu dan kemudian menemukan arti anda hidup dan berada di dunia ini untuk apa?

Contoh: Hal Kerajaan Sorga itu seperti Yesus berkata "Kerajaan-Ku itu bukan dari dunia ini" (Yohanes 18:36) kemudian ketika DIA bertemu seorang Farisi bernama Nikodemus dia berkata; "Kalau kamu mau mengetahui dan melihat Kerajaan itu kamu harus dilahirkan kembali (Yohanes 3:3). Ada perbedaan memahami tentang Kerajaan Sorga, ada perbedaan persepsi sebenarnya tentang apa itu Kerajaan Sorga.

Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini... Anda harus dilahirkan kembali..., berarti ada suatu dimensi yang berbeda dari yang ada sekarang ini

Contoh: Vatikan yang ada didalam lingkungan Negara Italia, tetapi environment/suasana dan hukumnya berbeda dengan Italia. Demikian juga dengan kita, kita ada didalam bumi tetapi ketika Kerajaan Allah ada didalam kita, cara pandang kita akan berbeda. Kita semua berada dimuka bumi ini tetapi ketika kita dilahirkan kembali, cara pandang kita tentang segala sesuatu itu jadi berbeda, panggilan kita berbeda.

Hal Kerajaan Sorga itu seumpama Harta yang terpendam diladang,...

Ladang kalau kita baca ayat sebelumnya di Matius 13:38, ladang itu berbicara mengenai dunia. Hal Kerajaan Sorga sesuatu yang luar biasa itu tersembunyi di dunia, sesuatu yang besar selalu terswmbunyi dengan casing yang banyak dan jelek.

Sesuatu yang Tuhan selalu mau berikan didalam hidup kita itu tersembunyi didalam penampakan yang kelihatannya jelek yang sepertinya tidak mudah menemukan karena manusia melihat apa yang dilihat, tetapi hal yang dilihat Kerajaan Sorga itu yang tidak kelihatan.

Karena itu ketika kita akan mulai menemukan panggilan kita, kita mulai menemukan arti kehidupan kita, maka kita harus melihat yang tidak kelihatan yang terpendam itu.

Ketika hal yang kita cari yang hanya berdasarkan ladang yang kelihatan, kita kehilangan sesuatu. Ketika kehidupan kita hanya terbangun hanya apa yang di ladang saja, di dunia ini kita tidak menemukan damai sejahtera, sukacita yang melampaui akal, melampaui segala sesuatu dibumi ini.

Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam (tersembunyi) diladang yang ditemukan orang ketika lewat kemudian dipendamkannya lagi, ini berbeda responnya dengan yang kedua, yang mencari mutiara, menjual semua miliknya kemudian membeli mutiara itu. Kenapa yang pertama bisa seperti itu? Dia melihat itu kemudian dia pendam lagi, karena dia berkata itu bukan ladangnya, setelah dia beli ladang itu baru dia ambil harta itu.
Tetapi kita temukan 2 respon yang berbeda, yang pertama setelah menemukan harta itu dipendamnya/disimpannya lagi, berbeda dengan orang yang menemukan mutiara, dia langsung menjual miliknya dan membeli mutiara itu.

Berapa banyak orang yang sudah bertemu dengan Tuhan tetapi karena harganya yang harus dibayar kemudian dia pendam lagi, berapa banyak harta yang terpendam didalam diri kita? Berapa banyak panggilan atas hidup kita? Dan kita mengetahui kalau Tuhan memanggil kita, kita mengetahui Tuhan mau bawa kita kemana, dan kita mengetahui sebagaimana Tuhan mau memakai hidup kita, tetapi kita pendam kembali. Menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat memang gratis tetapi untuk mengikut Yesus ada harga yang harus dibayar.

Kenapa harta itu disembunyikan/dipendam lagi? Karena Tuhan selalu membutuhkan sebuah wadah untuk disembunyikan. Minyak tidak akan menjadi guna kalau minyak itu tidak ada didalam buli, pasti tumpah. Dibutuhkan sebuah wadah untuk menyimpan harta itu, dibutuhkan wadah yang mau berkata "USE ME LORD" pakai aku Tuhan, kosongkan aku, dan biarkan harta itu mengalir tetapi kalau kita lihat orang ini pedulinya hanya kepada ladang/dunia.
"... Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu" tidak dikatakan dia pergi bersukacita atas harta yang didapatnya tetapi bersukacita menjual seluruh miliknya untuk memiliki dunia.

Hidup kita berarti karena ada Yesus didalam hidup kita, ladang itu berarti karena ada harta didalamnya. Ketika Tuhan sudah membangun segala sesuatunya didalam hidup kita, pekerjaan kita diberkati, dan ladang kita sudah menjadi luar biasa jangan sampai itu membuat kita terpukau, terpukau atas apa yang Tuhan sudah bayar karena nilai ladang itu naik karena harta kerajaan Yesus dihidup kita.

Kesaksian: Sewaktu koh Hendra sakit asma yang membuat Koh Hendra susah untuk berbicara bahkan batuk-batuk, setiap satu kata yang keluar pasti batuk, dan oleh dokter diberi banyak sekali macam obat yang harus koh Hendra minum. Kemudian Tuhan datang ketika Koh Hendra sedang memuji dan menyembah dan berkata: "Akulah kepenuhanmu, Akulah nafasmu" dan kemudian menyuruh koh Hendra melayani, Tuhan berkata DIA butuh wadah, DIA butuh bejana. koh Hendra awalnya merasa yang didalamnya rusak dan merasa tidak layak karena berpikir apa yang Tuhan mau pakai, tetapi serusak-rusaknya hidup kita kalau kita ijinkan "USE ME" dan percaya Tuhan akan pakai kita.
Ketika koh Hendra naik untuk berkotbah, yang sebelumnya batuk disetiap kata dan kalimat, hari itu koh Hendra bisa berkotbah selama 2 jam tanpa sekalipun batuk. Tuhan hanya butuh sebuah bejana/wadah yang mau berkata "Here I Am Lord" ini aku Tuhan.

Kesaksian: suatu kali koh Hendra pelayanan ke taiwan bertemu dengan orang-orang yang baru dari luar negeri dan melayani bersama dalam bahasa mandarin dan inggris padahal koh Hendra sama sekali tidak menguasai kedua bahasa tersebut, tetapi Tuhan tetap menyuruh koh Hendra kesana keluar dari zona kenyamanannya yang adalah seorang pemalu, yang untuk berdiri dan bertemu orang berjabat tangan saja susah, awalnya koh Hendra ingin pulang karena frustasi tetapi Tuhan menantang dan berkata koh Hendra butuh sebuah wadah/bejana dan berkata "Ini aku Tuhan", Tuhan butuh wadah.
Disana koh Hendra kemudian melayani di sebuah Gereja yang masih terikat dengan aturan adat istiadat yang suasana Gerejanya kering antara hidup dan mati. Dan kemudian sampai pada sesi healing mendoakan yang sedang sakit dan koh Hendra berpikir untuk mencari yang tidak terlalu parah sakitnya dan kemudian memutuskan untuk mendatangi seorang bapak dan bertanya dengan bantuan penerjemah, mau didoakan apa? Ternyata bapak itu tuli sejak lahir dan sempat membuat koh Hendra shock dan kaget, bapak ini adalah bapak dari Penatua yang powerful di Gereja itu, kemudian koh Hendra doakan Dalam Nama Yesus dan kemudian langsung pergi.

Kemudian malamnya tiba-tiba ada memberikan pengumuman dan menyampaikan kepada koh Hendra bahwa bapak yang tuli sejak lahir itu kemudian sembuh seluruh Gerja itu dilawat Tuhan dan setiap orang di Gereja itu bertobat dan menyerahkan semua jimat-jimat yang mereka pakai yang bahkan ternyata mereka bawa dan simpan didalam Gereja.

Tuhan tidak bisa ditentukan oleh keadaan, karena itu butuh sebuah wadah/body/tubuh. Ketika Yesus melakukan sesuatu itu melalui tubuh, dan oleh sebab itu ketika Yesus ingin berbuat sesuatu DIA butuh seseorang.

Kejadian 1:27-28 TB
Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

Kejadian 2:7 TB
ketika itulah Tuhan Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.

Di Kejadian 1:27-28 Tuhan menciptakan manusia, di kejadian 2:7 Tuhan membentuk manusia, yang sebenarnya harusnya hanya sampai Kejadian 1:27-28. Jadi apa yang dilakukan Tuhan di Kejadian 2:7? DIA menciptakan Roh.

Ketika Tuhan ingin berbuat sesuatu, DIA butuh tubuh karena harta-Nya ada didalam yaitu Roh-Nya. Roh kita adalah harta yang diberikan kuasa untuk menaklukkan dunia ini melalui Roh-Nya, kita diberi kuasa menguasai Roh kita.

Apa Roh itu sebenarnya?

Yohanes 6:63 TB
Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.

Yohanes 6:63 KJV
It is the spirit that quickeneth; the flesh profiteth nothing: the words that I speak unto you, they are spirit, and they are life.

Perkataan adalah Roh, kehidupan. Roh kita adalah perkataan kita, jadi ketika kita berkata, kita menciptakan sesuatu, menciptakan HAUS dan LAPAR akan Tuhan.
Karena itu Roh/Spirit adalah perkataan, dan itu hidup. Kehidupan adalah melalui perkataan yang membuat kita bisa berkuasa atas dunia.

Amen.

Jurnalist: Untung Bongga Karua.

Rabu, 13 April 2016

SEGALA SESUATUNYA SUDAH SIAP

JKI Holy Glory Church Makasih (Makassar Full of Love)

(Minggu, 20/02/2016)
Pdt. Joseph Hendrik Gomulya

Lukas 14:15-24
Mendengar itu berkatalah seorang dari tamu-tamu itu kepada Yesus: “Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah.” Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang. Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap. Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan. Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan. Yang lain lagi berkata: Aku baru kawin dan karena itu aku tidak dapat datang. Maka kembalilah hamba itu dan menyampaikan semuanya itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya: Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh. Kemudian hamba itu melaporkan: Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, tetapi sekalipun demikian masih ada tempat. Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh. Sebab Aku berkata kepadamu: Tidak ada seorang pun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku.”

dalih/da·lih/ n alasan (yang dicari-cari) untuk membenarkan suatu perbuatan:

berdalih/ber·da·lih/ v mengemukakan alasan (yang dicari-cari) untuk menghindari tugas atau menutupi perbuatan yang salah atau tercela:
(Source: Kamus Besar Bahasa Indonesia)

Perikop dari pembacaan ini tentang perumpamaan tentang orang yang BERDALIH yang diceritakan oleh Yesus, seringkali ketika kita dipanggil Tuhan salah satu penghalangnya itu adalah DALIH atau alasan. Ketika kita membiasakan diri kita berdalih itu akan menjadi hambatan kita untuk masuk kedalam Pesta jamuan Tuhan, terlalu memikirkan kepentingan diri sendiri dan sifat keakuan adalah salah satu penyebabnya.

Setiap perumpamaan yang diceritakan oleh Yesus itu penting karena ada maksud rohani yang bisa kita peroleh dengan baik.

BAGAIMANA MASUK KEDALAM PERJAMUAN TUHAN?

Dia mengundang setiap kita untuk masuk kedalam jamuan pesta-Nya. Setiap kita pasti berkata akan datang, tetapi pada kenyataannya ternyata ada banyak yang sebenarnya sudah di undang tetapi kemudian tidak masuk dalam jamuan itu karena mereka menolak dengan berbagai macam DALIH atau ALASAN.

Lukas 14:16-17 TB
Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang. Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap.

Pesta Perjamuan Besar itu dimulai ketika beribu- ribu Malaikat-malaikat di Sorga berpesta karena Jiwa-jiwa yang datang kepada Tuhan. Sekarang kita sudah berada di penghujung akhir zaman, masa dimana Jamuan Besar itu sudah tersedia, masa dimana Hujan Awal dan Hujan Akhir double portion dicurahkan. Sekarang Kita berada dimasa dimana lawatan besar sedang terjadi di tengah-tengah bangsa kita, mari berdoa kepada Tuhan agar setiap kita dan keluarga kita terlibat didalam lawatan itu.

Firman Tuhan Berkata:
"Marilah, sebab segala sesuatunya sudah siap"
Disisi Tuhan Jamuan itu sudah siap, segala sesuatu yang kita butuhkan sudah siap. Yang terpenting adalah apakah kita mau masuk didalam Pesta Perjamuan Tuhan apa tidak?

Lukas 14:18 TB
Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf...

Setiap orang diundang kejamuan itu, tetapi mereka bersama-sama meminta maaf, aneh? Tetapi kalau ini kita pahami, kita mungkin berkata "kalau saya di undang Tuhan, saya tidak perlu meminta maaf karena saya pasti datang" tetapi setiap yang diundang diatas adalah sebagai anak-anak-Nya sama seperti kita tetapi pada kenyataannya mereka semua tidak ikut.

Orang mengerti bahwa Tuhan itu memaafkan, Tuhan itu selalu mengampuni, dan Tuhan itu penuh kasih, itu memang betul tetapi kalau kita tinggal dalam pengertian itu dan kita lakukan itu untuk pengertian tentang Jamuan Tuhan diatas, itu sesuatu yang keliru karena permintaan maaf kita tidak pada tempatnya.

Tuhan meresponi setiap permintaan maaf tersebut dengan memilih orang lain karena Tuhan hanya memakai orang-orang yang mau. Sering kali kita mengabaikan panggilan Tuhan dengan banyak keinginan kita, kepentingan kita, semuanya berbicara tentang kita.

Gereja-gereja sekarang ini memiliki pengertian yaitu Tuhan untuk mereka, makanya jadilah orang Kristen yang ego, jadilah orang Kristen yang hanya mementingkan dirinya sendiri tanpa pernah mengetahui apa yang di hati Tuhan.

Mari kita semua menjadi orang-orang yang mau menangkap dan menyenangkan isi hati Tuhan. Di saat banyak orang datang ke Gereja hanya untuk diberkati, hanya untuk ditolong, hanya untuk diberi kelimpahan, yang dimata Tuhan memang itu baik. Tetapi kalau kita hanya berhenti sampai disitu, itu adalah tanda kita masih bersifat kekanak-kanakan belum dewasa.

Mari saatnya kita bertumbuh dan menjadi dewasa untuk mengenal Bapa di Sorga, mari tangkap hati-Nya dan taklukkan itu sehingga kita menjadi orang yang luar biasa.

Lukas 14:18 TB
Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan.

Ladang berbicara tentang bisnis, ladang berbicara tentang pekerjaan, ladang berbicara tentang usaha; diilustrasikan orang ini baru membuka tokonya, baru menanam padi, baru menanam padinya, baru menanam cengkehnya, baru menanam kopinya, dan saat itu kemudian undangan itu datang. Kalau kita tidak melatih diri, waktu itu kemudian kita malah berkata tidak dan meminta dimaafkan. Kalau orang selalu dan selalu hanya memiliki tentang dirinya, maka tidak akan bisa masuk ke dalam pesta-Nya.

Beberapa orang menjadi Kristen agar supaya dia diberkati ladangnya yang sebenarnya juga ada keinginan dan kerinduan Tuhan, tetapi apabila ladang kita lebih penting daripada panggilan Tuhan, ladang kita lebih penting daripada jiwa-jiwa, itu yang salah. Ketika orang menjadikan Tuhan hanya untuk memberkati ladangnya, pasti orang akan mengabaikan Tuhan untuk ladangnya. Tetapi mari berkata ketika kita berada di ladang,  kita mau berkata ladang itu untuk jiwa-jiwa, ladang itu hasilnya untuk Tuhan sehingga ketika panggilan Jamuan Besar itu datang, ladang akan kita tinggalkan karena tujuan kita hanya untuk Tuhan.

Ladang itu hanya alat dan sarana, harusnya itu dipersembahkan hanya untuk Tuhan, itu bukan jadi tujuan kita. Ketika usaha/ladang kita menjadi alatnya Tuhan, hasilnya hanya untuk Tuhan walaupun usaha/ladang kita semakin diberkati ketika Tuhan memanggil kita, ketika Undangan itu datang semuanya pasti bisa kita tinggalkan karena tujuan utama kita hanya untuk Tuhan.

Bandingkan ketika orang menjadikan Tuhan hanya untuk ladang/usahanya, tujuan utamanya hanya untuk ladangnya, ketika ada panggilan Tuhan (undangan itu datang) pasti Tuhan akan diabaikan karena berpikir ladangnya/usahanya/kesuksesannya yang lebih penting.

"AKU MINTA DI-MAAFKAN"

Kalau kita hanya mengenal satu sisi dari BAPA, yaitu BAPA yang selalu memaafkan kita anak-anak-Nya, tetapi kalau terus menerus meminta maaf, walau DIA memaafkan kemudian kita menjadi anak yang menjadi anak yang tidak mengerti apa yang ada di Hati BAPA kita. Mari menjadi orang-orang yang mau menangkap hati Tuhan, orang-orang yang tidak egois, orang-orang yang mau meletakkan hak-hak kita, mempersembahkan hidup kita, waktu kita, ladang/usaha kita hanya untuk Tuhan.

Lukas 14:19 TB
Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan.

Ini berbicara tentang pekerjaan, berapa banyak orang pekerjaannya menjadi hambatan. Kalau pekerjaan kita menjadi hambatan untuk melayani Tuhan, tinggalkan pekerjaan itu karena itu bukan pekerjaan dari Tuhan. Berdoalah untuk mendapatkan pekerjaan dimana kita tetap bisa melayani Tuhan. Bahkan ketika kita tidak mendapatkan pekerjaan yang seperti itu berdoalah agar supaya kita menjadi enterpreteur pemilik usaha itu sehingga kita bisa mengatur waktu kita.

Ketika kita bekerja kita melibatkan Tuhan dan berkata kita bekerja untuk Tuhan, untuk jiwa-jiwa. Sewaktu kita meninggalkan pekerjaan ada jiwa-jiwa. Apakah ada kerinduan di hati kita untuk menjadi berkat bagi jiwa-jiwa? Untuk menginjil dan memenangkan jiwa-jiwa?

Lukas 14:20 TB
Yang lain lagi berkata: Aku baru kawin dan karena itu aku tidak dapat datang.

Buat anak-anak muda jangan salah pilih pasangan, cari pasangan yang dari Tuhan karena kalau salah memilih pasangan ketika ada undangan pesta jamuan-Nya mungkin pasangan anda yang menjadi penghambat karena tidak mengerti kegerakan Tuhan.

Ada banyak orang yang sebelum menikah begitu mencintai Tuhan tetapi setelah menikah dia meninggalkan Tuhan dan pelayanan.

Mari berdoa keluarga kita tidak menjadi penghalang tetapi justru bersama keluarga kita gandeng mereka terlibat dalam pelayanan dan kegerakan. Sehingga ketika Pesta Jamuan-Nya dimulai kita semua terlibat, tidak ada kesalah-pahaman, tidak ada yang menahan. Bangun Mezbah didalam keluarga, diskusikan dan sharingkan Rhema yang dari Firman Tuhan bersama keluarga kita sehingga semua mendapatkan pengertian yang sama.

Kesuaman/kebekuan didalam Gereja terjadi karena tidak pernah bergerak. Tidak cukup hanya untuk datang ke Gereja, duduk dan diam dengarkan Firman setiap minggu dan dilayani kunjungan dirumah setiap minggu, tetapi Tuhan mau kita bergerak.

yang menjadi salah satu alasan kenapa orang tidak mau masuk ke dalam undangan Pesta Perjamuan Tuhan itu karena kursinya terlalu nyaman karena tidak mendapatkan
pengertian. Karena pengertian mereka Tuhan pasti memaafkan, usaha, urusan, pekerjaannya lebih penting, urusan jiwa-jiwa itu menjadi urusan Gembala atau Penatua saja.

Dibanyak tempat orang-orang hanya dididik untuk dilayani, tidak dididik untuk melayani. Tetapi mari kita berkata kita adalah Pasukan Tuhan yang tidak seorang pun yang tinggal diam, tidak seorang pun yang pasif, kita doakan dan libatkan seluruh keluarga kita melayani Tuhan. Aktifkan pelayana Malaikat didalam keluarga kita sehingga seluruh keluarga kita terlibat dalam pelayanan sehingga tidak ada keluarga kita yang tertinggal dan menolak ketika undangan Pesta Perjamuan Tuhan itu datang.

Kesaksian kuasa pelayanan Malaikat di KKR Kebangkitan Besar di Mamasa Sulawesi Barat yang di-awal rencananya ingin dihadiri oleh salah satu calon gubernur dan 100 Hamba Tuhan. Tetapi ketika calon gubernur tidak datang karena tidak diijinkan untuk berbicara, di tambah lagi beberapa Hamba Tuhan yang menjadi tim sukses calon gubernur itu juga tidak jadi ikut terlibat sehingga yang terlibat hanya beberapa Gereja dan Hamba Tuhan tetapi ketika pelayanan Malaikat diaktifkan ketika Gembala, Penatua dan Majelis mereka menolak untuk datang dan terlibat tetapi jemaat mereka datang semua.
Seminar dan KKR Kebangkitan Besar ini malah menjadi yang terbesar yang pernah terjadi didalam sejarah Kota Mamasa, seperti ketika seminar dilaksanakan di Aula GTM yang hadir 1000 orang memenuhi aula padahal biasanya yang hadir 200 orang saja sudah termasuk banyak. Tetapi Tuhan membangkitkan orang-orang pelayan-pelayan-Nya yang tetap bisa menjaga kemurnian pelayanannya, yang benar HAUS dan LAPAR akan Tuhan untuk datang. Untuk bisa memakai Aula GTM dihari pertama saja itu suatu mujizat dari Tuhan, satu jam sebelum seminar dimulai sampai ketika aula mulai dipenuhi oleh undangan ketika pujian dan penyembahan dinaikkan melalui tarian-tarian prophetik, banner/panji-panji Tuhan dikibarkan, Pak Hendrik yang awalnya menahan dirinya untuk tidak berbahasa Roh dan awalnya kepada seluruh pelayan altar disampaikan untuk menahan diri tidak berbahasa Roh, tetapi Tuhan berkata dihati Pak Hendrik "BUKANKAH INI WAKTUNYA" karena Roh Kudus itu Firman untuk semua anak-anak-Nya apakah mereka Katolik, Protestan, Pantekosta dan Karismatik, halamannya bisa berbeda tetapi Roh Kudusnya sama. Dan ajaibnya dihari itu ada beberapa yang mengalami kuasa Roh Kudus untuk pertama kalinya.

Di Seminar hari kedua, ketika acara baru akan dimulai, Hadirat Tuhan kerja luar biasa, dimana Pak Hendrik berjalan Hadirat Tuhan itu seperti mengikuti dan orang-orang mulai rebah padahal Pujian dan Penyembahan baru dimulai. Tuhan berkata inilah saatnya Roh Kudus dicurahkan ditengah-tengah umat-Nya.

Mari menjadi Gereja yang bergerak, Gereja yang berdampak, Gereja yang bukan buat diri kita, tetapi Gereja yang berdampak bagi kota kita. Ketika ditempat lain orang datang ke Gereja untuk masalah mereka tetapi mari kita berkata bukankah masalah kita sudah diselesaikan Tuhan di Kayu Salib. Kita adalah Prajurit Kristus yang tidak memusingkan dirinya sendiri sebab yang bertanggung jawab atas diri kita adalah Panglima tertinggi kita YESUS KRISTUS TUHAN. Menjadi Prajurit Kristus membuat kita akan tetap semangat, tetap on fire, penuh dengan sukacita sekalipun ada masalah karena Panglima kita adalah Allah yang Hidup.

Lukas 14:21 TB
Maka kembalilah hamba itu dan menyampaikan semuanya itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya: Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh.

Bukankah murka Tuhan itu sudah tidak ada sebab murka Tuhan sudah ditanggung oleh Yesus di Kayu Salib?

Murka Tuhan ini bukan melimpahkan dosa tetapi murka Tuhan pengertiannya adalah apabila orang yang DIA undang menolak (tidak mau), Tuhan akan mencari dan memakai orang yang mau.

Ketika kita ditentukan untuk dipakai oleh Tuhan dan kita menolak-Nya, Tuhan akan memakai orang lain, tetapi mari kita memiliki kerinduan untuk melalui hidup kita Tuhan bisa pakai untuk kerajaan-Nya.

SIAPA YANG BISA MASUK DIDALAM PERJAMUAN ITU?

1. Orang-orang Miskin.

Pertama dikatakan orang-orang miskin, apakah orang kaya tidak dipakai? Yang dimaksud dengan orang-orang miskin adalah orang-orang yang miskin rohnya,
Matius 5:3 TB "Berbahagialah orang yang miskin dihadapan Allah karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga"
Orang-orang yang mau berkata "Tuhan saya butuh ENGKAU didalam hidupku, ENGKAU yang terutama Tuhan, tidak ada yang kuingini dihidupku selain ENGKAU".
Itulah yang dimaksud dengan miskin, orang yang mengutamakan Tuhan, yang mengejar Tuhan sungguh-sungguh, orang yang membutuhkan Tuhan dihidupnya.

2. Orang-orang cacat.

Yang dimaksud dengan orang-orang cacat disini adalah orang-orang yang mempunyai kelemahan, mempunyai kekurangan, tidak sempurna, karena kadang-kadang kalau orang terlalu sempurna, merasa lebih baik, merasa dirinya penting seringkali yang terjadi adalah menjadi sombong. Dan dari kesombongan itu orang sering kali tidak butuh Tuhan, dan ketika diundang ke pesta-Nya Tuhan akan menolak karena merasa hidupnya lebih penting.

Mungkin ketika kita menyadari diri kita tidak sempurna, punya banyak kekurangan, punya banyak kelemahan tetapi kita mau berkata, kita adalah orang cacat yang selalu membutuhkan Tuhan yang hidup.

3. Orang-orang buta.

Apakah yang dimaksud Tuhan secara fisik? Mungkin seperti orang buta yang disembuhkan di KKR Kebangkitan Besar Mamasa, dia masuk ke Pesta-Nya Tuhan. Tuhan juga memanggil orang-orang yang buta ke Pesta-Nya, coba bayangkan diri kita menjadi buta, apa yang kita lihat? Kita tidak melihat dunia, kita tidak melihat diri kita sendiri. Kalau kita buta kita tidak menginginkan apapun karena kita tidak bisa melihat.

Sering kali ketika orang yang bisa melihat, orang lebih banyak melihat dirinya sendiri, yang menjadi penghalang untuk mau ikut Tuhan sungguh-sungguh. Orang yang buta itu tidak melihat lagi dunia, tidak lagi mengingini dunia, tidak lagi mengingini segala kemolekan dunia, tetapi mata rohaninya melihat Tuhan, mata rohaninya menginginkan Tuhan, mata rohaninya berkata "Tuhan aku mau ENGKAU tuntun", mata rohaninya begitu tajam, dia memandang Tuhan begitu tajam mengikuti Tuhan. Jadi ketika panggilan Tuhan ke Pesta Jamuan-Nya itu datang dia akan berkata "ya saya mau ikut ENGKAU".

Ada banyak orang yang matanya melihat tetapi sesungguhnya matanya buta tidak bisa melihat Tuhan.

Mari kita berkata kita memiliki mata yang seperti orang buta ini melihat. Biarkan kita tidak melihat dunia ini, biarkan kita melihat dunia ini dengan segala kemolekannya, tetapi kita menginginkan melihat Tuhan.

4. Orang-orang lumpuh.

Kenapa orang-orang lumpuh? Seperti orang lumpuh secara fisik yang disembuhkan di KKR Kebangkitan Besar di Mamasa dia masuk kedalam Pesta Jamuan-Nya. Lumpuh adalah gambaran orang yang tidak bisa berjalan. Seringkali orang terlalu kuat dengan kehendaknya sendiri, berjalan semaunya; adakah kita mau menyerahkan hak kita, menyerahkan langkah-langkah kita, menyerahkan impian kita sebelum kita mengenal Tuhan?

Seperti Pak Hendrik ketika dipanggil untuk menjadi Hamba Tuhan, Tuhan berkata apakah Pak Hendrik mau menyerahkan segala impiannya? Pak Hendrik sejak kecil mempunyai impian menjadi pengusaha dengan perusahaan yang memiliki kawasan perkantoran sendiri dengan gedung yang tinggi dan besar, bergerak di banyak bidang usaha dan cabangnya ada dimana-mana. Ketika Tuhan meminta Pak Hendrik untuk menyerahkan/meletakkan itu dan menggantinya dengan masuk kedalam rencana/panggilan Tuhan untuk jiwa-jiwa, dan Pak Hendrik menyerahkan dan meletakkan itu dan mengikuti kehendak Tuhan. Tetapi Tuhan tetap memberkati Pak Hendrik dengan berbagai usaha dan sekarang dipercayakan Tuhan untuk memiliki sebuah hotel.

Tujuan hidup dibumi yang tadinya kita seakan-akan hidup seribu tahun tetapi tujuan hidup kita bukan lagi di bumi tetapi di sorga. Apakah kita mau mengganti tujuan hidup kita? ketik kita menjadi seperti orang lumpuh itu yang tidak bisa berjalan, tetapi setiap langkah kita itu menjadi langkah-Nya, membawa kita berjalan dalam kehendak Tuhan, membawa kedalam rencana-Nya, membawa kita ke jalan-Nya dan kita mau sepakat dengan Tuhan, sebab kita sudah tidak bisa berjalan sendiri selain bersama Tuhan, serahkan langkah demi langkah kita kepada-Nya walaupun kadang kita tidak mengetahui jalan yang kita tempuh ke-kiri atau ke-kanan, kita merasa aneh atas sesuatu yang terjadi atas hidup kita, tetapi kita berkata ada Tuhan didepan menuntun setiap langkah kita.

5. Orang-orang yang mau dipaksa.

Golongan berikutnya adalah orang-orang yang mau dipaksa oleh Tuhan, orang-orang yang mau menyerahkan hak asasinya. Bukannya Tuhan menghargai hak asasi kita? Tidak, karena Yesus saja berkata "Jadilah kehendak-Mu BAPA, bukan kehendakKu" itu artinya Yesus berkata yang DIA lakukan adalah melihat BAPA bekerja kemudian DIA bekerja, itulah hak asasi yang sesungguhnya, yaitu hak kebebasan kita, hak kita serahkan kepada Tuhan dan berkata hanya hanya mau melakukan apa yang jadi kebebasan Tuhan, apa yang menjadi kehendak Tuhan didalam hidup kita.

Mari kita berkata "Paksa aku Tuhan, sebab aku ini keras kepala, paksa aku Tuhan karena aku ini tidak penurut, paksa aku Tuhan karena aku perlu dipaksa, aku perlu dididik, seberapa kalipun aku jatuh Tuhan, jangan pernah ENGKAU meninggalkan aku, aku perlu ENGKAU paksa."

Ada orang-orang yang menyerahkan hidupnya, menyerahkan haknya dan berkata "aku ini punya banyak kekurangan, sombong, keras hati, seringkali tidak bisa menangkap isi hati-Mu, seringkali jatuh tetapi satu hal yang kukatakan paksa aku Tuhan, tarik aku terus." orang-orang seperti ini tidak pernah ditinggalkan Tuhan sebab hati dan haknya sewaktu dia jatuh, dia tetap memaksa dirinya untuk bangkit kembali karena cintanya kepada Tuhan. Orang seperti ini punya banyak pengorbanan, kekurangan tetapi punya banyak cinta, makanya tidak semua orang bisa minta dipaksa oleh Tuhan.

Seperti ketika Pak Yusak menyampaikan pesan Tuhan kepada Pak Agung kalau beliau harus meminta kepada Tuhan untuk dipaksa, tetapi awalnya Pak Agung apa yang dia lakukan sudah sejalan dengan apa yang Tuhan mau tetapi ketika Pak Agung diperlihatkan oleh Tuhan oleh Tuhan melalui mimpi apa yang Tuhan rencanakan dan Pak Agung sudah lakukan itu jaraknya jauh sekali, dan Tuhan ingatkan apa yang pernah dia disampaikan melalui hamba-Nya Pak Yusak; kalau Pak Agung tidak minta dipaksa makin lama jaraknya makin jauh dan tidak bisa sejalan dengan Tuhan. Dan inilah yang membuat Pak Agung bisa berlari kencang menyelesaikan setiap destinynya sejalan dengan rencana Tuhan.

Ketika kita sudah tidak sejalan dengan Tuhan yang terjadi adalah kita bisa salah paham dengan Tuhan, karena tidak lagi sejalan an seirama dengan rencana Tuhan.

Lukas 14:24 TB
Sebab Aku berkata kepadamu: Tidak ada seorang pun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku.”

Ketika orang-orang mendapatkan seharusnya memiliki kerendahan hati. Karena ketika orang tidak memiliki sikap rendah hati, ketika diundang merasa berbeda dengan orang dan kesombongan itu muncul.
Kalau disuruh memilih kita mau masuk ke golongan yang mana?

Mari kita menjadi golongan yang ke 6 ini yaitu orang-orang yang mengundang, yang membawa orang-orang miskin, orang-orang lumpuh, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh datang kepada Tuhan.

BELAJAR UNTUK MEMILIKI KERENDAHAN HATI

Daud berkata "Tidak ada yang kuingini didunia ini selain ENGKAU Tuhan", Rasul Paulus berkata "Dunia ini kuanggap sampah bagiku" tidak mudah ketika kita dipromosi Tuhan tetapi hati kita belum menginginkan itu tetapi teruslah untuk terus belajar untuk rendah hati.

Kesaksian: Pak Hendrik dulu pernah berguman sepertinya enak juga seandainya kalau lagi pengen makan sesuatu, apa saja ada yang bisa memasakkan dan menyiapkan itu. Seiring dengan berjalannya waktu ketika Hotel yang dipercayakan Tuhan selesai dibangun dan mulai beroperasi, ketika koki dihotel sering menawarkan Pak Hendrik mau dimasakkan apa, tetapi justru sekarang Pak Hendrik tidak memiliki keinginan itu lagi, justru keinginan untuk berpuasa yang lebih banyak ada dihati Pak Hendrik.

Kalau kita tidak terikat didunia ini, dunia tidak bisa mempermainkan kita. Kalau kita tidak cinta pada dunia ini dan cinta kita hanya kepada Tuhan maka gelombang dan angin topan apapun kita tidak akan gentar. Kita akan seperti Yesus yang bisa tidur ditengah badai, DIA terbangun pun bukan karena takut kepada badai tetapi karena murid-murid-Nya yang takut badai makanya DIA menghardik badai itu. Seandainya murid-murid tidak takut badai Yesus pasti akan tetap tertidur karena badai itu tidak ada efeknya seperti diayun.

Damai sejahtera yang Tuhan berikan melampaui apapun juga, oleh sebab itu Yesus berkata "Damai sejahterahKU KUberikan padamu, Damai sejahteraKU KUtinggalkan bagimu."

Seperti Rasul Paulus ketika ada didalam penjara, ketika dia tetap shake menyembah dan memuji Tuhan, dan hadirat Tuhan itu turun, orang-orang dipenjara bertobat fan sampai pintu-pintu penjara terbuka dengan sendirinya.

Mari berkata, apakah itu penderitaan, apakah itu berkat Tuhan, apakah itu aniaya, apakah itu kelimpahan, jangan ada berefek dihidup kita, tetap bersikap yang biasa-biasa saja jangan berlebihan tetap ingini yang biasa saja, itulah kerendahan hati.

Ketika Kristus mati bagi kita, yang seharusnya kita yang harus mati tetapi hari ini kita mengalami hidup yang baru, kita tidak lagi hidup untuk diri kita sendiri tetapi untuk DIA yang telah mati dan dibangkitkan untuk kita dan dunia. Mari gunakan setiap karunia dan talenta yang sudah diberikan kepada kita, kita persembahkan bagi Kristus utuk kemuliaan-Nya.

Amin.

Jurnalist: Untung Bongga Karua

Senin, 11 April 2016

Hatimu dan Caramu dengan Tuhan

JKI HANANEEL Surya

(Minggu, 10 April 2016)
Pdt. Victor Purnomo

Hakim-Hakim 7:1-8
Siapa yang penuh dalam Dia dan yang kosong akan ketahuan. 32.000 orang diseleksi tinggal 10.000 orang, dan ternyata masih terlalu banyak. Ketika tinggal 300 orang Tuhan bilang "cukup bagi-Ku"  dan Tuhan yang memberi kemenangan sehingga mereka pulang membawa jarahan besar.

Yang jadi masalah adalah apakah IA ditengah-tengahmu atau IA tidak ada disana. Bukan hanya di gereja tapi di hidupmu...

31.700 orang diam menunggu di kota, sementara 300 orang pulang menang perang, sehingga terpukul dan sakitlah hati mereka.

Padahal kalau mereka sepakat maka semua diizinkan pergi berperang. Tuhan menguji orang-orang yang hatinya sombong namun memakai perkataan yang halus "barangsiapa takut boleh pulang", karena jika dibilang sombong tentu mereka tidak akan mengakuinya.

Ketakutan pasti ada di setiap peperangan atau kegerakan.
Semua kita punya ketakutan. INJAK ketakutan itu di bawah kaki kita dan suruh "DIAM". Hanya engkau yang bisa kontrol dan kendalikan hidupmu. Jangan mau dihentikan oleh ketakutan.

10.000 orang diseleksi : yang minum pakai tangan ataupun langsung.

Ia melihat hati dan caramu melayani, bersikap, berbicara. Bila dilihat caramu benar akan disertakan. Bila caramu salah akan disuruh pulang.

Yang 300 orang ini adalah orang-orang yang gampang diajar dan dididik. Mereka diberi senjata shofar dan obor dalam buli-buli. Tak seorangpun komplain sebab kita takkan bisa mengerti Tuhan.

Shofar yang ditiup membuat rontok orang Midian. Shofar adalah deklarasi. Indonesia menang karena deklarasi. Saat penjajah Jepang kalah dibom, Soekarno - Hatta memanfaatkan situasi tersebut dan mendeklarasikan kemenangan Indonesia.

Lakukan deklarasi dengan power, bukan karena disuruh Pemimpin, maka apa yang diucapkan akan terjadi.

Buli-buli yang dipecahkan dan api menyala membuat musuh berpikir ada serangan dari musuh yang besar sehingga mereka saling membunuh.
Buli-buli terbuat dari tanah liat yang melambangkan manusia. Api di dalamnya lambang Roh Kudus.

Tiap kali tanah liat (daging) dipecahkan, muncul api yang dari Tuhan. Tiap kali Tuhan membereskan hidup kita berarti api Tuhan sedang memberesi apa yang di dalam.

Gideon sang pemimpin pun diberesi.
Gideon = penebang.
Semua akar, fondasi yang salah dicabut ditebang, dan dibangun kembali dasar yang baru.

1. Gideon orang biasa 'penakut' yang dibangkitkan Tuhan.
Tapi cara Tuhan menyapa : "Hai Gideon, pahlawan yang gagah berani".
Tuhan tidak mau menjatuhkan kita.

Gideon adalah complainer (tukang komplain).
Kita suka komplain karena punya pendapat lain. Jika sudah cocok, tidak akan komplain. Belajarlah menurut cara Tuhan.

2. Hakim-Hakim 6:15 Gideon orang minder yang mau diangkat Tuhan.

Bila diberi mandat otoritas, ambillah itu. Jika tidak diambil maka musuh yang akan merebutnya sehingga engkau kehilangan otoritas. Setan sangat ingin jatahmu supaya dirimu kehilangan berkat dan otoritas. Jangan bergantung perasaan ataupun sungkan. Tapi bila itu bukan bagianmu, maka sungkanlah.

3. Gideon sulit percaya pada Tuhan. Ini pun dibongkar oleh Tuhan.

4. Hakim-Hakim 6:11 Gideon penakut, Ketakutan inipun diberesi oleh Tuhan. Ia dibawa sampai ke dalam perkemahan musuh. Ia dan bujangnya sampai gemetar.

Mimpi roti jelai menghancurkan kemah orang Midian terdengar dari kemah ke kemah dan membuat mereka takut. Hal ini menguatkan Gideon.

Roti jelai adalah roti murah buat orang miskin. Orang kaya makan roti gandum.
Gideon hanya bernilai "roti jelai" di hadapan Tuhan, yang dipakai Tuhan.

Musuh lari meninggalkan kemah. Gideon dan pasukannya terima kemenangan besar.

Minta Tuhan urusi hatimu dan caramu sehingga engkau punya hati yang mau dididik.
Minta cara Tuhan yang mengerjakan sesuai ketepatan sehingga yang kau kerjakan berhasil.

Tuhan memberkati.

MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama)

  MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama) Sabtu, 04 Februari 2023 Ps Joseph Hendrik Gomulya           Sejak awal manusia diciptakan Allah ...