Sabtu, 11 Juni 2016

HIGHER THAN EVER (VERSI JKI INJIL KERAJAAN SEMARANG)


By Hadassah Gloria Purnama

He clothes me with Hineni
He puts me in the cave of worship
He gives me wisdom and revelation
He gives me the moses's, aaron's, jacob's, authority
and the kingdom staffs

Reff 1:
I see the angels of breakthrough
stand by my side
My wings become stronger
Then I look up to the sky
Jesus says Higher than ever

Reff 2:
And I will soar like an eagle
Fly with the holy spirit
I am the unstoppable
I am the unbreakable
I am flying stronger than ever

Ending

I am flying stronger than ever
I am flying higher than ever
I am flying stronger than ever
I am flying higher than ever

Jumat, 10 Juni 2016

AGEN TRANSFORMASI KUASA ALLAH

TravellerS Phinisi, JKI Holy Glory Church Makasih (Ibadah Raya Pagi)

(Minggu, 05/06/2016)
Ps Joseph Hendrik Gomulya

Setelah melaksanakan pekerjaan Tuhan, melaksanakan KKR kesembuhan di beberapa kota, hari-hari ini Tuhan menginginkan gereja-Nya membuat ibadah kesembuhan disetiap awal bulan. Sesuatu yang tidak mudah, sesuatu yang membutuhkan pertimbangan yang dalam, dimana pada akhirnya ps Hendrik dan jemaat sepakat untuk mentaati kehendak Tuhan, sehingga jemaat yang lain tidak hanya mendengar, tidak hanya melihat orang lain mengalami, tetapi juga mengalami sendiri kuasa Tuhan sebagai anak-anak-Nya, menjadi bagian transformasi kuasa Allah, dan Firman-Nya yang menjadi pondasi bagi anak-anak-Nya menjadi bagian dari transformasi Kuasa-Nya dibumi.

Sebab bumi akan penuh dengan pengetahuan tentang kemuliaan Tuhan, seperti air yang menutupi dasar laut. (Habakuk 2:14 TB)

Seperti bumi akan penuh dengan pengetahuan akan kemuliaan Tuhan yang artinya adalah tidak ada satu incipun, tidak ada satu titikpun bagian dari bumi ini yang tidak dipenuhi kemuliaan Tuhan oleh karena Firman-Nya YA dan AMIN. Bagian kita adalah "transform" dengan memperkatakan Firman-Nya, kita adalah bagian dari kemuliaan Tuhan sebagai anak-anak Allah, menghidupi itu seperti air yang menutupi dasar laut , tidak ada sedikitpun bagian yang tidak dipenuhi Kemuliaan-Nya.

Seperti air yang menutupi dasar laut, demikian juga Kemuliaan Tuhan menutupi kota, bangsa, dan bumi ini. Tubuh kita yang 70% lebih terdiri dari air dan sewaktu Tuhan berkata bahwa seperti air yang menutupi dasar laut itu artinya setiap detail hidup kita, semua panca indera kita dipenuhi oleh Kemuliaan Tuhan. Tubuh kita yang terdiri dari banyak air, membuat kita berjalan dalam Kemuliaan Tuhan, hidup dalam Kemuliaan-Nya, merasakan Kemuliaan-Nya didalam tubuh kita, dan kita mentransformnya melalui karakter ilahi sebagai anak-anakNya .

Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan. (Yakobus 5:14 TB)

Firman Tuhan ini mengajarkan bagaimana kita mendoakan orang yang sedang sakit.

Is anyone among you sick? Let him call for the elders of the church, and let them pray over him, anointing him with oil in the name of the Lord.
(James 5:14 NKJV)

Dalam terjemahan Bahasa Inggris versi (NKJV) dikatakan kalau ada seseorang yang sakit, baiklah ia memanggil Penatua (elders), dimana Penatua disini bukan tentang sebuah jabatan didalam gereja tetapi adalah tentang sebuah otoritas yang telah kita terima sebagai anak-anak Allah oleh kedewasaan rohani kita yang telah matang untuk bisa mendoakan orang-orang yang sedang sakit.

... Let them pray over him, anointing him with oil in the name of the Lord.

Sewaktu kita mendoakan orang-orang sakit, sebenarnya yang dilihat adalah pengurapan Tuhan "anointing", Pengurapan itu lebih dulu turun atau bersamaan ketika orang itu dijamah dengan minyak urapan, ada Pengurapan Tuhan yang turun.

Bagaimana untuk mengetahui pengurapan Tuhan turun?

Ada sesuatu yang Ilahi yang bisa dirasakan ketika anda sedang didoakan untuk sebuah kesembuhan, anda merasakan seperti ada Damai Sejahtera yang belum pernah anda rasakan sebelumnya, merasakan seperti ada aliran listrik yang kuat mengguncang tubuh anda karena aliran Ilahi yang masuk kedalam tubuh menyesuaikan antara roh yang didalam anda dengan keadaan fisik anda ketika pertama kali dijamah Tuhan, yang biasanya tidak bisa dikendalikan pada awalnya sehingga kita bisa melihat tubuh orang seperti "shaking" terguncang dan sampai rebah ke lantai ketika dijamah.

Pengurapan "anointing" Tuhan bahkan sudah turun ketika kita masih memuji dan menyembah-Nya, Tuhan menjamah dan menyembuhkan setiap orang yang sakit. Tuhan memanifestasikan pribadi-Nya ketika Ia disembah dalam Roh dan Kebenaran, juga ketika Ia secara terus menerus dihormati dan disingkapkan. Jemaat mengalami sendiri Manifestasi kuasa Tuhan secara pribadi.

Sewaktu kita mendoakan orang yang sakit ada Pengurapan "anointing" Tuhan yang turun. Kita dengan otoritas sebagai anak-anak Allah dijadikan-Nya sebagai alat untuk "transform" Pengurapan itu, menjadi alat Kemulian Tuhan dinyatakan.

Ketika kita mendoakan orang sakit kita juga harus mengalami dahulu pengurapan "anointing" itu. Pengurapan yang turun ketika kita mendoakan dan menumpangkan tangan dengan minyak, orang-orang sakit disembuhkan karena kita percaya dengan iman Kristus Yesus yang memberikan kita pengurapan oleh pengorbanan-Nya dikayu salib yang menanggung semuanya, setiap penyakit, kutuk, dan semua keterikatan dengan roh jahat.

Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni. (Yakobus 5:15 TB)

Doa yang lahir dari iman, Tuhan berkata Doa yang lahir dari iman akan melahirkan pengurapan dan menyembuhkan setiap kita.
Kesembuhan seperti apa yang Tuhan mau buat dan berikan? Kesembuhan di tubuh, jiwa dan roh, termasuk keuangan kita, karena krisis atau sakit dalam hal keuangan membuat dan menghambat kita untuk menjadi berkat buat orang lain, sehingga Tuhan menginginkan kita sembuh dan terlepas dari hal tersebut.

Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. (Roma 8:1 TB)

Tuhan berkata dengan sangat jelas bahwa tidak ada lagi penghukuman bagi kita yang ada didalam Kristus Yesus karena setiap hukuman sudah ditanggung oleh Kristus Yesus dikayu salib. Jikalau ada yang berkata bahwa setiap penyakit yang ada semua karena penghukuman Tuhan, itu semua adalah tipu daya iblis yang adalah pembohong ulung, pendusta, bapa dari segala pendusta (Yohanes 8:44 TB).

Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.
(Roma 5:1 TB)

Jangan lagi memandang diri kita sebagai orang yang berdosa karena Firman Tuhan sendiri berkata kita adalah orang yang sudah dibenarkan karena iman kita, dan karena kita sudah dibenarkan kita berhak untuk menerima kuasa Tuhan, menerima Firman-Nya, menerima Mujizat-Nya, menerima kesembuhan yang daripada-Nya yang adalah kasih karunia Tuhan. Ketika kita mengetahui kita sudah dibenarkan, ketika kita percaya dan bergantung kepada tuntunan Tuhan, kita akan hidup dalam Damai Sejahtera Allah melalui Tuhan kita, Kristus Yesus.

Ketika dahulu iblis menuduh, menuntut, dan berkata bahwa setiap penyakit yang kita derita adalah sebagai akibat dari berbagai macam dosa yang pernah dibuat, tetapi hari ini ketika kita sudah mengetahui bahwa kita sudah dibenarkan oleh Kristus Yesus dan hari ini kita berhak untuk menerima kesembuhan, berhak untuk menerima mujizat, berkak untuk menerima terobosan, berhak untuk melihat setiap sakit penyakit, setiap macam kutuk dibebaskan dari hidup kita. Ketika kita bersandar kepada Kristus Yesus maka kita akan melihat yang tidak pernah kita lihat, mengalami kasih karunia yang begitu melimpah didalam hidup yang adalah identitas dan hak bagian setiap kita.

demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia. (Ibrani 9:28 TB)

Ketika Kristus Yesus sudah menanggung setiap dosa kita artinya sekarang adalah waktunya kita menyerahkan hidup kita seluruhnya kepada Kristus Yesus, jangan lagi mau ditipu, dan diintimidasi oleh iblis. Serahkan semua penyakit, kutuk, kelemahan, permasalahan kita kepada Kristus Yesus karena DIA sudah menanggung semuanya dikayu salib, bahkan keselamatan dianugerahkan-Nya kepada setiap kita.

dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya,
(Ibrani 5:9 TB)

Sesudah Yesus menyelesaikan semuanya diatas kayu salib, DIA berkata "It's Finished", tidak ada yang kurang sedikit pun, semuanya sudah diselesaikan-Nya. Inilah dasar pelayanan yang Tuhan berikan kepada kita sewaktu mendoakan orang sakit, kita melayani dengan pengurapan Tuhan, yang sudah menyelesaikannya semua dengan sempurna, bahkan DIA turun ketempat yang paling dalam mengambil kunci Kerajaan maut sehingga iblis tidak punya lagi kuasa dan menuntut, semua berada didalam tangan Tuhan.

Ketika Yesus turun ketempat yang paling dalam mengambil kunci kerajaan maut dan menyelesaikanNya dengan sempurna, sehingga otoritas itu bukan hanya bagian Tuhan saja tetapi DIA memberi kesempurnaan-Nya yang DIA selesaikan, DIA berikan kepada kita sehingga kita tidak perlu lagi untuk meminta, bagian kita hanya percaya dan perkatakan Firman-Nya itu dengan iman. Selama kita tidak memperkatakan Firman-Nya tidak akan pernah sesuatu terjadi, kesembuhan itu tidak akan pernah terjadi. Tuhan menunggu sampai kita perkatakan Firman-Nya sehingga kesempurnaan-Nya dan otoritas Kuasa-Nya yang diberikan kita terima, ada didalam kita kemudian kita ucapkan/perkatakan dengan Iman percaya.

Bagaimana kita mengetahui Tuhan memakai hidup kita?

Sewaktu kita melihat dan mengalami Tuhan dan melakukan apa yang menjadi kehendak-Nya, pengurapan Tuhan bergerak dalam ketaatan kita, bergerak dalam tuntunan-Nya. Sewaktu kita belajar untuk dituntun Tuhan, memperkatakan Firman-Nya dengan iman, Pengurapan Tuhan itu turun.

dan Ia dipanggil menjadi Imam Besar oleh Allah, menurut peraturan Melkisedek. (Ibrani 5:10 TB)

Tuhan Yesus yang adalah Imam Besar setiap kita, Pendoa Syafaat, yang menjadi jaminan bahwa kita tidak akan pernah gagal, karena DIA Imam Besar yang mendoakan sehingga terjadi kuasa kesempurnaan Allah dibumi. Kita sedang memasuki dimensi kekekalan Tuhan, dimensi keIlahian Tuhan. Sebagai anak-anak Allah, sewaktu kita belajar untuk taat, percaya dan dengam mulut kita berkata bahwa Kristus Yesus adalah Tuhan, saat itu juga kita dipindahkan dari dunia yang sementara ini masuk kedalam kekekalan.

Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga.
(Yohanes 5:17 TB)

Kristus Tuhan sampai saat ini masih bekerja, 24 jam tanpa henti, bekerja didalam hidup kita. Bagian kita cuma mengijinkan Tuhan bekerja didalam hidup kita.

"Sama seperti BAPA bekerja, maka AKU pun juga bekerja"

Sebuah prinsip yang Tuhan tanamkan bagaimana kita bekerja, karena seringkali kita bekerja menurut keinginan daging kita. Tuhan Yesus bisa saja bekerja diluar kemauan-Nya tetapi identitas daripada Yesus adalah DIA bekerja karena BAPA bekerja. DIA bekerja karena melihat BAPA bekerja. Oleh karena kedagingan sering kali kita tidak mengaktifkan Tuhan bekerja didalam kita, bisakah kita menantikan WAKTU TUHAN untuk bekerja ditengah dorongan kita mau bekerja, kita mau bersabar menunggu sampai melihat moment WAKTU TUHAN.

Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak. (Yohanes 5:19 TB)

Kita yang sebenarnya tidak masuk kriteria, tidak masuk hitungan, bahkan sebenarnya tidak layak tetapi Tuhan memakai melalui hidup kita ketika percaya dan memperkatakan Firman-Nya untuk menyembuhkan orang-orang yang sakit dan melepaskan orang-orang dari kutuk. Arahkan mata kita hanya kepada Tuhan, teriak kepada Tuhan, dan biarkan hati kita percaya kepada-Nya, karena Tuhan berkata kita tidak hanya akan menerima kesembuhan, bahkan kita menjadi alat untuk "transform" memperkatakan Kuasa Firman-Nya mulai saat ini.

Sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, apalagi kita, sejengkalpun kita tidak mampu, tetapi hanya Kristus Yesus yang ada didalam kita yang memampukan kita.

Yesus berkata: jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.

Ini prinsip yang Tuhan ajarkan kepada kita, mari melihat apa yang BAPA kerjakan, lihat dan kerjakan sesuai kehendak-Nya. Ini mengajarkan kita untuk berdoa meminta KETEPATAN, KEPEKAAN, dan DAMAI SEJAHTERA yang DARIPADA TUHAN yang membawa kita melangkah sehingga mujizat Tuhan bukan hanya untuk didengar, tetapi setiap kita juga mengalami, bahkan kita menjadi orang-orang yang mendoakan setiap yang sakit dan mereka disembuhkan Tuhan.

Kesaksian dari ps Hendrik ketika berumur 17 tahun beliau dan 3 orang yang lain mengalami suatu virus penyakit yang aneh saat itu, dokter tidak mengetahui penyebabnya dan mereka menyerah lepas tangan sampai 3 orang yang bersama ps Hendrik terkena virus ini kemudian meninggal dunia. Kemudian ps Hendrik tetap percaya Tuhan sanggup menyembuhkannya dengan tetap taat dan berserah sepenuhnya kepada Tuhan, dan hanya melalui mimpi, melalui penglihatan, tidak ada yang menjamah, Tuhan kemudian menyembuhkan beliau. Ketika kita tetap percaya dan berserah kepada Tuhan, kehidupan supranatural melampaui akal budi manusia pasti terjadi. Seperti ps Hendrik ketika menginginkan ada kesembuhan terjadi padanya, menginginkan kemuliaan Tuhan terjadi, memiliki keinginan untuk sembuh, sewaktu kemuliaan Tuhan datang, penyakit ps Hendrik disembuhkan, penyakit yang oleh dokter ahli sekalipun sudah lepas tangan/menyerah/angkat tangan, tetapi saat ini 30 tahun setelah hari-hari itu, virus penyakit itu tidak pernah kembali lagi. Jika kemuliaan Tuhan ada di dalam kita, kita tidak menjadi takut dan lemah, kita tidak takut jika diperhadapkan dengan apapun karena kita mempunyai Tuhan.

Amin!

Jurnalist: Untung Bongga Karua Tombon.

Senin, 06 Juni 2016

HIGHER THAN EVER

Setiap selku menjerit
masa kemuliaan anak-anak Tuhan dinyatakan..
masa lawatan dan supranatural..
masa surga turun menyentuh bumi dengan kedashyatan-Nya...

Kami perlu anugrah-Mu
Kami perlu sambaran api cinta-Mu
Kami perlu Engkau menyatakan pribadi-Mu
Kami perlu terpaan Roh Kudus

(Refrain)

Higher Than ever ... Higher Than Ever ... Higher Than Ever ...

Ketika sayap hineni menyatu dengan kemuliaan...
Ketika sayap penyembahan menyatu dengan iman...
Ketika sayap cinta menyatu dengan anugrah...
Ketika kami menyatu dengan Bapa Putera dan Roh Kudus...

Sabtu, 04 Juni 2016

8 JENIS PENGURAPAN DI ALKITAB

By: Ev. Iin Tjipto

(Sabtu 04 Mei 2016)

1. PENGURAPAN KULIT KERANG (PENGURAPAN BATU KARANG DAN YEHUDA)

Onycha (Kulit Lokan) artinya mengaum, Singa Yehuda, batu karang (Keluaran 30:34-35).

Pengurapan batu karang dan Singa Yehuda, Pengurapan untuk raja-raja berperang dan memiliki daya tahan 3 hari nonstop, Pengurapan mempertahankan sesuatu sampai kemenangan segala sesuatu terjadi.

2. PENGURAPAN KAYU SANOBAR (KAYU GOFIR)

Cypres (Sanobar) artinya mulia, menangkap yang Ilahi dan mulia (Kejadian 6:13-14).

Pengurapan kemulian, membangun bahtera-bahtera dengan kayu gofir/sanobar membawa jutaan jiwa kedalam  keselamatan dan kebenaran.

3. PENGURAPAN MUR

Myrrh (Mur) artinya penderitaan. Melambangkan mati daging, dihabisi daging dan mengeluarkan yang Ilahi dan kesejatian (Kidung Agung 1:13).

Dibentuk sampai menjadi yang terindah dI hati Tuhan, mampu menderita sehingga memiliki pikiran dan perasaan Kristus dan jalan makin seirama dan sedetik dengan hati-Nya.

4. PENGURAPAN KAYU ARAS

Cedarwoood (kayu aras) Sebuah kayu yang dipakai sebagai lambang Salib Yesus (Mazmur 92:13-14).

Berbicara tentang keteguhan bagai Salib Kristus, mentahirkan hidup kita karena hidup bagi kegenapan rencana Tuhan, mampu memulihkan diri (dengan cepat), Aras melambangkan pemisahan dosa dan segala yang duniawi, kesembuhan total dan menyatu dengan Tuhan.

5. PENGURAPAN GETAH RASAMALA

Galbanum (getah rasamala) artinya pengurapan kelimpahan (Keluaran 30:34-38).

Keluar dan berakhirnya masa padang gurun hidup kita, Masa kelimpahan dan tidak akan pernah berkekurangan, kelimpahan ide, kelimpahan materi, kelimpahan cinta, kelimpahan hikmat mengembangkan dan menjadikan apapun menjadi besar didalam segala hal di hidup kita (Karunia Salomo)

6. PENGURAPAN KEMENYAN

Frankiencense (Kemenyan) dari kata lebona artinya milik pribadi (Wahyu 5:8).

Pengurapan menaikkan doa, berdiri di hadapan Tuhan dan manusia, penyembah-penyembah dalam Roh dan Kebenaran, Kecapi dan kemenyan yang bersahut- sahutan, Cinta dan iman menyatu menjadi kemuliaan. Setiap hidup yang mengalami proses ujian karena hidup karena penyembahan kepada Tuhan.

7. PENGURAPAN NARWASTU

Spikenard (Narwastu), artinya dapat dipercaya serta diandalkan (Markus 14:3,8).

Apapun yang kita lakukan akan diberikan kemampukan dan kesanggupan untuk menyelesaikannya (dapat dipercaya dan diandalkan), daya tumbuh kembang dan melipatgandakan semua talenta, dan menjadikan kita raja-raja yang mampu menyelesaikan panggilan hingga ke puncak destiny.

8. PENGURAPAN MAWAR SHARON

Rose of Sharon (Mawar Sharon), artinya putri, princess (Kidung Agung 2:1).

Pengurapan para mempelai Kristus yang tidak bercacat, tidak bercela, bertumbuh dan dimampukan, belajar kepada Tuhan. Pengurapan dijamin diangkat di awan-awan.

Kamis, 02 Juni 2016

HIDUP YANG DILIPATGANDAKAN

TravellerS Phinisi, JKI Holy Glory Church Makasih (Ibadah Raya Sore)

(Minggu, 22/05/2016)
Pdt. Joseph Hendrik Gomulya

Selama sebulan jemaat diajarkan dan diajak untuk terus menabur, untuk terus memberi, meresponi, dan menangkap yang Tuhan sedang kerjakan hari-hari ini. Ketika Tuhan ingin memberkati setiap kita seringkali kita harus diajar untuk percaya karena tidak sulit untuk Tuhan memberkati kita, tetapi yang sulit adalah melepaskan apa yang ada dihati kita, dan mau berkata "Tuhan, Engkau adalah hartaku".

Ketika seseorang belajar untuk memberi dengan ketaatan seringkali kita berpikir Tuhan bisa sampai setega itu, seperti Elia yang pergi kerumah seorang janda di sarfat dan kemudian meminta daripadanya air untuk dia minum dan roti untuk dia makan, dan janda itu berkata bahwa dirinya sudah mempunyai apa-apa lagi, tetapi Elia berkata kepadanya: “Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu", padahal apa yang masih sisa pada janda itu hanya segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli yang ketika diolah hanya cukup untuk dirinya dan anaknya, dan besoknya mereka akan mati karena tidak punya apa-apa lagi yang bisa dimakan.
Seandainya ada orang lain yang berada disitu mungkin akan berkata Elia datang kepada orang yang kurang tepat, bahkan Elia bisa disebut seorang nabi yang sesat, sesuatu yang kalau dilihat secara tatanan etika manusia seharusnya Elia tidak melakukan itu, Elia seharusnya datang kepada orang yang lebih kaya kalau hanya sekedar untuk meminta makan atau roti saja, tetapi Elia datang bukan untuk dirinya tetapi untuk memberkati janda di Sarfat itu dan sejak saat itu ketika Janda tersebut taat melakukan seperti yang Elia perintahkan (1 Raja-raja 17:15-16) dikatakan tepung dan minyak tidak pernah habis didalam rumah janda itu, mereka diberkati Tuhan dengan begitu luar biasa.

Seperti Abraham yang belajar untuk taat, dimana Abraham diberkati Tuhan dalam segala hal (Totally Prosper) karena ketaatannya, yang kita warisi melalui iman kepada Yesus Kristus yang membawa kita ke desa demi desa, kota demi kota, bahkan ke bangsa-bangsa (Become a father of many nations), kita belajar dari Abraham untuk taat mengembalikan perpuluhan, ilustrasinya seperti ketika kita memakan buah, bijinya tidak ikut kita makan tetapi itu menjadi benih yang harus kita tetap tanam didalam hadirat Tuhan sehingga kita akan terus diberkati Tuhan, benih itu juga berbicara tentang investasi didalam keluarga kita.
Ketika diberkati kita akan dimampukan berjalan didalam mujizat, melalui air dan anggur yang disediakan bagi setiap kita, air berbicara tentang Firman-Nya, anggur adalah tentang pesta yang berbicara tentang kelimpahan, kemanisan, dan hidup yang diberkati Tuhan.

Kita memberi bukan disaat ketika kita sudah diberkati, itu sudah terlambat karena hati kita bukan lagi untuk memberi tetapi hati kita sudah kepada uang.

(Disaat kita dalam kekurangan dan kita digerakkan Tuhan untuk memberi seluruhnya yang kita miliki kepada Tuhan walaupun itu adalah yang tersisa atau tinggal satu-satunya yang kita miliki, tetapi kita mau taat dan berkata kepada Tuhan "Hidup kita seluruhnya adalah semuanya untuk Tuhan")

Ketika kita terus belajar didalam didikan-Nya, belajar untuk percaya, belajar untuk memberi dari ketaatan supaya kelimpahan itu tiba dihidup kita hari demi hari. Ketika menerima pewahyuan tentang kelimpahan, sikap kita tidak skeptis dan pesimis tetapi berkata itu sesuatu yang kita suka, sehingga ketika Tuhan berkata untuk menabur, kita akan siap-siap seperti seorang pelari SPRINTER yang akan berlari sekencang mungkin untuk menjadi yang paling terdepan menaruh taburan itu karena itu memang jatah kita.

MENABUR bagi sebagian orang bahkan bagi sebagian hamba Tuhan itu sesuatu yang kelihatan sedikit sensitif yang membuat sebagian hamba-hamba Tuhan diliputi rasa keengganan, sifat merasa tidak enak untuk mengajarkan tentang ini karena selalu ada sisi manusia yang menghalangi, dari kedagingan kita. Ketika kita mau menghabiskan kedagingan itu, merontokkan sisi manusia kita dan meminta Tuhan mengisinya dengan sesuatu yang Ilahi sampai ketaatan itu sampai dihidup kita dan melahirkan jemaat yang diberkati Tuhan.

Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”(1 Korintus 2:9 TB)

Bagian kita bukan hanya apa yang dilihat bahkan apa yang belum pernah kita lihat sebelumnya, bagian kita bukan yang hanya pernah didengarkan oleh telinga kita bahkan apa yang belum pernah kita didengarkan sebelumnya, bukan yang hanya timbul didalam hati bahkan yang belum pernah timbul didalam hati kita. Tuhan ingin memberikannya kepada setiap kita asalkan setiap kita mengasihi Tuhan dengan sungguh-sungguh.

Yohanes 6:1-14 TB (Cerita tentang Yesus memberi makan lima ribu orang)

Suatu cerita yang sudah biasa kita dengar, Yesus hari itu melihat sebuah kebutuhan didalam ministry (pelayanan), didalam pergerakan, didalam keluarga dan dimana kita menjalankan destiny Tuhan didalam hidup kita.

Sewaktu kita bergerak berjalan bersama Tuhan, sewaktu gereja bergerak berjalan bersama Tuhan, selalu ada yang namanya kebutuhan yang tiba-tiba. Ketika Tuhan Yesus bergerak dan DIA melihat begitu banyak orang yang mengikuti-Nya karena mujizat-mujizat penyembuhan yang dibuat-Nya, sesuatu yang tidak pernah disangka-sangka, sesuatu yang tidak pernah dipersiapkan sebelumnya oleh murid-murid-Nya kalau kemudian nantinya ada kebutuhan untuk makan. Tuhan sebenarnya sudah mengetahui apa yang seharusnya dilakukan, apa yang seharusnya kita lakukan tetapi DIA ingin mengajari murid-murid dan setiap kita untuk melakukan dengan percaya apa kehendak-Nya, sehingga ketika orang banyak itu datang berbondong-bondon kepada-Nya, berkatalah IA kepada Filipus:  “Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?”

Tuhan Yesus memandang orang banyak di sekelilingnya yang datang berbondong-bondong mendengarkan kotbah dan mengalami mujizat-mujizat yang dibuat-Nya, mereka mengalami kesembuhan; buta melihat, tuli mendengarkan, lumpuh berjalan, dsb, tetapi ada sebuah kebutuhan ditengah-tengah mereka mengalami semua itu yang mereka tidak alami saat itu yaitu kebutuhan untuk makan, kebutuhan didalam masalah keuangan.

Bukankah setiap kita sering mengalami ini?

Kita merasakan hadirat Tuhan didalam setiap ibadah, kita sudah melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh, sudah melihat mujizat Tuhan terjadi, sudah mengalami sendiri lawatan Tuhan, mengalami disembuhkan Tuhan, tetapi untuk kebutuhan makanan, ekonomi sepertinya tidak tercukupi. Kita belum pernah mengalami yang namanya terebosan dalam hal keuangan seperti yang dialami yang lain.

Kira-kira apa yang ada di benak kita Ketika kita berada diantara kumpulan lima ribu orang laki-laki, belum termasuk perempuan dan anak-anak kecil kemudian kita melihat kebutuhan yang banyak itu? Ketika Tuhan berbicara dihati kita sama seperti ketika Tuhan Yesus berkata kepada Filipus “Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?”

Adakah orang yang mau memberikan hidupnya buat orang lain? Adakah orang yang mau memberikan hidupnya kepada Tuhan? Ini seperti jeritan Tuhan dihati setiap kita ketika berada di kumpulan sebegitu banyak orang dan kemudian disaat itulah orang-orang mulai memikirkan untuk menyelamatkan diri mereka masing-masing.

Bagaimana mungkin diantara orang yang sebanyak itu yang datang sejauh itu berbondong-bondong membawa anak mereka yang masih kecil-kecil dan keluarga mereka mengikuti Yesus satupun tidak membawa bekal dan bahwa hanya satu anak kecil yang mempunyai 5 roti jelai dan 2 ikan?

Beberapa orang ketika datang kepada Tuhan, tidak pernah bisa memberikan hidupnya oleh sebab itu tidak pernah bisa menangkap apa yang ada dihati Tuhan karena merasa itu bukan tanggung jawabnya, merasa bahwa itu semua menjadi tanggung jawab Tuhan.

Inilah yang seringkali terjadi ketika orang mempunyai sesuatu didalam hidupnya dan dia mengukur apa yang ada padanya menurut ukurannya, yang didahulukan adalah memikirkan dirinya sendiri. Karena berpikir kalau memberikan semuanya yang ada padanya untuk orang sebanyak itu pasti tidak akan cukup, Padahal Tuhan Yesus tidak bertanya berapa uang yang mereka, yang kita miliki? Tuhan Yesus bertanya tentang sebuah kehidupan yang ingin diberi, adakah orang yang mau memberi apa yang ada padanya untuk kebutuhan orang banyak. Makanan/roti berbicara tentang hidup, jadi seperti kita mau berkata "Tuhan aku mau memberikan hidupku" seperti seorang janda yang memberikan persembahan 2 peser, dimana Yesus berkata janda tersebut memberi lebih banyak daripada orang kaya yang memberi 2 dinar karena janda tersebut memberi dari kekurangannya, memberi semua yang dia miliki.

Seharusnya Filipus berkata "Tuhan aku punya yang ini, aku berikan semuanya" tetapi justru berkata “Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja.”(Yohanes 6:7 TB

Yesus tidak berkata tentang uang, tetapi adakah yang mau memberi roti untuk memberi mereka makan, karena bagi Tuhan bukan soal ukuran, sekalipun itu kecil bagi kita tetapi apabila didalam Tangan Tuhan, sewaktu orang memberikan hidupnya sepenuhnya, belajar untuk taat, belajar untuk percaya kepada Tuhan maka apa yang sedikit dihidup kita, didalam Tangan Tuhan itu menjadi luar biasa.

Seperti KKR Kesembuhan dan Transformasi yang sudah dilaksanakan dibeberapa kota, orang-orang yang awalnya begitu antusias untuk terlibat didalamnya tetapi ketika dinyatakan bahwa mereka tidak mendapat bayaran, sebagian orang kemudian memutuskan untuk mundur.

Ada suatu masa dihidup kita dimana Tuhan berkata kepada kita untuk memberi, seperti Tuhan Yesus berkata “Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?” mungkin yang kita punya hanya sedikit tetapi kita mau belajar taat kepada perkataan Tuhan, karena setiap perkataan Firman Tuhan itu seperti hendak menguji hati setiap kita.

"Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya."
(Yohanes 6:6 TB)

Tuhan tidak membutuhkan uang kita, Tuhan tidak miskin, DIA yang mempunyai langit dan bumi, jadi ketika Tuhan meminta sesuatu bukan karena Tuhan butuh tetapi ketika Tuhan meminta sesuatu itu karena DIA punya cara seperti itu untuk menguji hati setiap kita dan untuk memberkati setiap kita.
Seperti selama sebulan ini dimana dibicarakan tentang memberi karena Tuhan sedang menyiapkan gereja-Nya menjadi sebuah gereja yang kuat didalam memberi dan sekaligus disitulah tempat Tuhan akan memberkati dan membuka tingkap-tingkap langit.

Seperti sebuah gereja yang Tuhan pakai luar biasa di Semarang, sebuah kota yang orang-orangnya terkenal medit (kikir/pelit), kalau makan sedikit, begitupun kalau memberi yang diberikan seberapa yang mereka mau bahkan pakai uang recehan. Ketika awal-awal gereja dibentuk, ketika jemaat diajarkan untuk memberi mereka harus dipaksa-paksa terlebih dahulu. Tetapi hari-hari ini melalui gereja tersebut mereka bisa mengirim missionaris ke negara-negara lain, membiayai pergerakan Tuhan, memberi makan orang-orang miskin bukan hanya di Semarang tetapi seluruh Indonesia, menjadi gereja yang berdampak. Ada kelimpahan karena ada manifestasi Tuhan disana, dari jemaat yang awalnya hanya naik sepeda biasa, hari ini diparkiran gereja tidak ada kelihatan sebuah sepeda pun, bahkan yang naik motorpun sekarang susah untuk didapat.

Bagaimana dengan kota Makasih/Malembut? Ketika pak Hendrik mendoakan itu, Tuhan berkata dihati beliau kalau orang-orangnya juga sama, kikir dan pelit. Urusan makanan adalah hal yang paling diutamakan, berapa pun harganya pasti dikeluarkan, apalagi kalau bicara tentang pesta makan, selalu mengundang banyak orang, begitupun dengan membeli barang-barang mewah atau branded berapapun akan dikeluarkan tetapi kalau berbicara untuk urusan memberi untuk pekerjaan Tuhan, banyak yang tidak mau. Mari kita belajar untuk taat kepada Tuhan, walaupun itu sesuatu yang sulit yang mesti kita gumuli, dan berkata mau mendahulukan apa yang Tuhan kehendaki dan sukai melalui hidup kita.

Mungkin sudah bertahun-tahun anda tidak bisa mengalami yang namanya kelimpahan, menikmati apa yang ada dihidup anda karena yang selalu menjadi hambatan adalah memikirkan diri sendiri terlebih dahulu, ketika Tuhan meminta kita menaruh/memberi yang kita miliki untuk memberi makan lima ribu orang lebih.

Yang muncul dan maju kedepan justru seorang anak kecil dengan polos dan percaya yang mau berkata kalau dia mempunyai 5 roti jelai dan 2 ekor ikan dimana yang seharusnya meresponi itu murid-murid, orang-orang farisi dan ahli Taurat, orang-orang yang sudah mengalami mujizat Tuhan dan bahkan seharusnya bapak atau ibu dari anak kecil ini. Hati dari anak ini melebihi hati dari orang tuanya, karena untuk melakukan perjalanan yang jauh setiap orang, bahkan yang membawa anak-anak mereka pasti membawa bekal buat mereka dan anak-anak mereka, itulah sebabnya Tuhan Yesus berkata "milikilah hati seperti anak kecil", karena anak kecil ketika sesuatu diminta, dia dengan polos dan percaya saja memberikan.

Mungkin akan ada pertanyaan yang muncul, Kenapa gereja selalu berbicara tentang BENIH?
Kelimpahan yang sungguh-sungguh tidak akan pernah terjadi didalam hidup seseorang tanpa mau belajar untuk menabur dan menabur terus. Ketika ada orang yang bersikap skeptis, tidak percaya, pesimis, dan berkata lebih baik miskin didunia nanti kaya di sorga, sesuatu yang membuat Tuhan sedih karena Tuhan menginginkan kita kaya dan diberkati saat ini di-bumi supaya apa yang terjadi di-sorga juga terjadi di-bumi ini. Adakah yang mau menjawab kerinduan Tuhan ini? Adakah yang mau seperti anak kecil ini? Yang mau memberikan apa yang dia punyai dan itu berbicara tentang memberikan semua yang dia miliki di hidupnya, yang bisa menangkap jeritan Tuhan, menangkap apa yang dihati-Nya Tuhan.

Kita harus bisa belajar taat dengan apa yang ada dihati Tuhan untuk belajar memberi, orang yang memiliki gaji 3 juta/perbulan bisa membeli baju seharga 500 ribu bahkan sampai 1 juta tetapi seumur hidupnya tidak pernah bisa memberi lebih daripada 100 ribu. Pilihan ada ditangan kita setiap pribadi apakah kita mau menyambar apa yang ada dihati Tuhan atau tidak, pilihan ada ditangan kita. Selalu ada daftar kebutuhan kita sebagai manusia, tetapi apakah kita mau taat dan selalu mendahulukan Tuhan dalam tuntunan Roh Kudus, bukan dengan emosi kita.

Ketika Tuhan menggerakkan kita untuk memberi, jangan pernah memakai logika berpikir kita, seperti anak kecil itu yang tidak berkata " seharusnya yang dewasa dulu yang menabur atau menunggu murid-murid Tuhan Yesus dulu yang memulai menabur, anak kecil itu tidak berbicara atau bertanya terlebih dahulu kepada orangtuanya apakah ketika dia memberikan semua yang dia miliki, apakah ada yang bisa dimakan olehnya nanti? Mari miliki iman seperti anak kecil ini, ketika Tuhan berbicara, dia percaya kepada Bapa-Nya dan dia mau memberi dalam ketepatan semua yang dimilikinya.

Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya: “Di sini
ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?”(Yohanes 6:8-9 TB)

Anak kecil itu tidak berkata seperti apa yang Andreas katakan apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini? Anak kecil itu tidak berpikir bagaimana caranya? Anak kecil itu tidak berpikir apakah yang dia miliki itu cukup apa tidak? Anak kecil itu tidak berpikir apalah artinya yang dia miliki buat orang sebanyak itu, anak kecil itu menangkap apa yang dihati Tuhan dengan cara yang berbeda.

Beberapa mungkin berkata ketika Tuhan meminta sesuatu daripada kita kemudian kita akan merasa "Apalah artinya apa yang kita miliki dihidup kita ini atau apakah artinya hidup kita ini sekalipun kita persembahkan kepada Tuhan" kita merasa tidak ada artinya. Mari kita jangan berkecil hati, ketika kita mau taat kepada Tuhan dan mau berkata untuk memberikan seluruhnya yang ada dihidup kita berapapun nilainya kepada Tuhan seperti anak kecil dan janda yang memberi 2 peser itu sebab Tuhan melihat dari hati kita, Tuhan melihat sewaktu kita mengasihi-Nya, ketika kita belajar untuk taat, melakukan semuanya dengan gelora cinta.

Hidup yang selalu mau memberkati orang lain, suatu ketaatan kepada Tuhan yang membawa kita berjalan diatas air, berjalan diatas Firman Tuhan yang melahirkan mujizat karena kita percaya kepada Tuhan. Ketika kita semua mau belajar untuk melangkah dalam ketaatan, belajar untuk ikut setiap perkataan Tuhan tanpa seorangpun tau sehingga tidak ada lagi kemiskinan dari antara kita karena selalu ada hadirat dan kelimpahan dari Tuhan, ada Tuhan yang dahsyat dan luar biasa dihidup kita . Seperti anak kecil itu yang memberikan 5 roti jelai dan 2 ekor ikan, memberikan semua yang dia punyai, memberikan seluruh hidupnya kepada Tuhan.

2 Ikan berbicara tentang kelengkapan (2 kaki, 2 tangan, 2 mata) yang berbicara tentang hidup yang diberikan, 5 berbicara tentang angka anugerah. Sewaktu orang memberikan hidupnya percaya kepada Tuhan, Tuhan akan bertanggung jawab atas hidupnya.

BUKAN DENGAN EMOSI, BUKAN UNTUK MENUNJUKKAN SIAPA DIRI ANDA

Kalau saja saat itu ada orangtua/dewasa yang mengetahui bahwa dengan memberi 5 roti jelai dan 2 ekor ikan, ketika berada ditangan Tuhan sanggup memberi makan lima ribu orang lebih, adakah orangtua/dewasa yang tidak mau memberi? semua orang pasti akan memberi seandainya mengetahui bahwa pada akhirnya hidupnya akan diberkati sedemikian rupa karena apa yang sedikit dari hidupnya di Tangan Tuhan menjadi berkat bagi begitu banyak orang, kalau saja orang mengetahui bahwa ketika memberi justru kelimpahan yang akan diterima tetapi yang Tuhan inginkan adalah kepercayaan.

Banyak orang yang tidak pernah bisa memberikan yang terbaik dari hidupnya karena hambatannya selalu adalah motivasi yang salah.

Anak kecil itu ketika memberi, dia tidak berpikir dengan apa yang akan diberikannya, apakah dia akan diberkati atau tidak nantinya, dia melakukannya dengan taat percaya saja. Sesuatu yang kelihatannya tidak artinya tetapi sangat berarti dimata Tuhan sehingga ketika Tuhan mengangkatnya dengan syukur, sanggup memberi makan lima ribu orang lebih dan bahkan masih tersisa 12 bakul.

Mari kita bersyukur, ketika kita memberi/menabur itu adalah benih. 12 bakul yang tersisa berbicara tentang angka 12 pintung gerbang dimana salah satunya adalah tentang tentang gerbang air yang adalah benih ilahi yang didalamnya ada kuasa pelipatgandaan.

Kesaksian dari seorang jemaat: Sekitar seminggu yang lalu pak Hendrik pergi mendoakan sebuah rumah yang dimiliki jemaat dan bersaksi kepada pak Hendrik. (ukuran rumahnya kira-kira 7×17 meter, satu lantai dan mempunyai 3 kamar) kepada pak Hendrik bapak itu menceritakan sambil menangis bahwa beliau sangat diberkati oleh kesaksian pak Hendrik pada salah satu ibadah tentang bagaimana sewaktu pembangunan hotel yang pak Hendrik miliki saat ini harus berhenti dilantai 4 dan Tuhan kemudian malah menyuruh untuk taat belajar memberi/menabur sewaktu pak Hendrik dan istri menghadiri ibadah KKR Ps Benny Hinn, sisa uang yang yang pak Hendrik punyai saat itu diberikan semua termasuk beberapa kartu kredit yang digesek. Ketika Ps Benny Hinn menantang untuk memberi double kepada Tuhan dan itu berlangsung sampai beberapa hari kedepan, orang-orang semuanya berlomba berlari kedepan termasuk pak Hendrik dan istri berlari berlomba-lomba seperti pelari sprinter untuk menjadi pertama tiba didepan memberikan taburannya kepada Tuhan (Cash ataupun kartu kredit yang digesek), padahal yang ditabur ini bukan jumlah yang sedikit karena dari awal Tuhan sudah berkata di hati pak Hendrik dan ibu untuk menabur dengan jumlah/nilai yang belum pernah mereka tabur sebelumnya, bahkan keesokan harinya Tuhan malah berkata untuk memberi 2 kali lipat dari sebelumnya. Padahal hari-hari itu pak Hendrik dan ibu sebenarnya membutuhkan uang untuk melanjutkan pembangunan hotel yang terhenti karena uangnya habis yang ada cuma kartu kreditub tetapi tidak tau bagaimana melunasinya nanti. Saat itu pak Hendrik dan ibu menabur sampai 7 kali, berlari kedepan memberikan semuanya kepada Tuhan. Bahkan istri pak Hendrik harus menahan rasa sakit karena jari-jari kaki dan kukunya diinjak orang karena banyaknya orang yang berdesak-desakan setiap kali berlari kedepan memberikan taburan. Ps Benny Hinn  yang melayani ibaah saat itu berkata bahwa dirinya belum pernah melihat hal seperti itu dari ratusan negara yang pernah dikunjunginya ketika orang diperintahkan menabur, orang-orang biasanya berjalan santai menjaga image karena jumlah yang ditabur memang tidak sedikit tetapi ini orang-orang berlari seperti sprinter, berlari berlomba-lomba kedepan sehingga tidak bisa lagi membedakan orang yang menabur sedikit dan banyak, karena semua berlari. Ketika Tuhan perintahkan untuk menabur, memberikan seluruh hidup kita, kita akan berlari kedepan karena yang menentukan adalah respon kita menyambar itu, ketika meletakkannya kita mau berkata bahwa "Harta yang sesuungguhnya, adalah ENGKAU Tuhan" hidup kita akan menjadi berdampak bagi orang lain sampai kebangsa-bangsa, hidup kita akan diberkati sedemikian rupa.

Sejak hari itu jemaat ini (suami-istri) , mereka taat ketika Tuhan menyuruh mereka untuk menabur seluruh uangnya yang ada, ketika mendengar itu pak Hendrik kaget karena mengetahui mereka keluarga yang sederhana. Kemudian di hari minggu bapak ini diperintahkan oleh bossnya untuk tetap masuk bekerja karena biasanya bapak ini tetap bekerja walaupun dihari minggu, tetapi bapak ini berkata tidak dan berkata bahwa dia harus tetap pergi ke gereja sampai boss ditempatnya bekerja mengancam untuk mengeluarkannya karena itu bisa mempengaruhi teman-temannya yang lain yang beragama kristen tetapi bapak ini berdoa kepada Tuhan karena bapak ini percaya tidak ada yang akan sia-sia ketika mau taat kepada Tuhan. Dua minggu kemudian bossnya  kemudian memanggil dia, bossnya yang terkenal pelit, dimana 16 tahun bapak ini bekerja ditempat itu jangankan untuk memberi, untuk meminjam sedikit saja tidak pernah diberikan tetapi hari itu bossnya berkata kepadanya akan memberi apapun yang bapak ini inginkan darinya, bapak ini berkata kalau ingin memiliki sebuah rumah, dan bossnya memberikannya rumah yang dipilihnya beserta sertifikatnya dan kemudian Tuhan kembali berkata dihatinya untuk merenovasi rumah tersebut karena memang bentuknya tidak begitu bagus, bapak ini cuma punya uang 10 juta yang untuk pondasi saja tidak cukup untuk rumah ukuran 7×17 meter, tetapi bapak ini tetap taat mengikuti apa yang Tuhan katakan, dan mulai membangun rumah itu sedikit demi sedikit sampai akhirnya kemudian rumah itu selesai dibangun dengan bentuk yang sangat bagus, tanpa utang sepeserpun kepada orang lain.

Tuhan tidak pernah sulit untuk memberkati kita, mungkin buat orang yang belum pernah mengalami ini seperti sebuah lelucon. Ketika Tuhan menyuruh kita sesuatu seringkali apa yang tidak pernah kita dengar, tidak pernah timbul dari dalam hati, hati kita seringkali tidak taat. Kalau kita ingin melihat apa yang tidak pernah timbul dari dalam hati, belajar untuk taat. Tuhan yang akan lakukan apa yang tidak pernah timbul dari dalam hati kita, apa yang tidak pernah kita lihat dengan mata, sesuatu yang mungkin mustahil, tetapi ketika kita taat mungkin bagi orang lain itu suatu kegilaan, tetapi kita belajar untuk percaya karena DIA Tuhan Jehovah Jireh yang menyediakan segalanya.

Menjadi seperti anak kecil itu yang memberikan segalanya yang dimilikinya dihidupnya, yang kelihatannya mungkin tidak ada artinya buat orang banyak tetapi itu bukan hanya sanggup memberi makan banyak orang, bahkan itu menjadi kesaksian sampai hari ini.
Hari-hari ini Tuhan sedang bangkitkan orang-orang, kekayaan Tuhan yang tanpa batas yang sanggup memberkati sampai membukakan kita pintu sampai ke bangsa-bangsa. Ketika Tuhan ingin membuka pintu berkat-berkatnya, maka tidak ada yang bisa menahan.

Mungkin sudah bertahun-tahun yang kita pikirkan hanya diri kita terlebih dahulu tanpa pernah mengalami terobosan keuangan tetapi mulai saat ini mari kita belajar untuk taat bukan dengan emosi tetapi dengan ketaatan karena gelora cinta dengan pengertian, ketika Tuhan menyuruh sesuatu kita melakukan karena Tuhan akan memakai hidup kita untuk kegerakan Tuhan.
Seperti pak Hendrik yang dulunya berpikir karena dirinya adalah seorang pengusaha yang menjadi gembala, bukan gembala yang dikelilingi oleh pengusaha- pengusaha yang memberkati dalam hal keuangan. Beliau dulu berpikir orang-orang tidak akan menabur karena gembalanya seorang pengusaha yang diberkati, tetapi Tuhan membuat beliau bertobat karena Tuhan sengaja memakai hidup pak Hendrk untuk seperti Abraham menjadi contoh yang pertama kali menyambar dan Tuhan mengirimkan pengusaha-pengusaha, jemaat-jemaat yang diberkati dalam hal keuangan, dan orang-orang akan memberi dengan luar biasa untuk penginjilan dan kegerakan Tuhan dari kota ke kota sampai ke bangsa-bangsa.

Seringkali kita mengukur sesuatu secara materi, mengukur dengan apa yang kita lihat, mengukur dengan apa yang kita dengar tetapi anak kecil itu melakukannya dengan iman untuk belajar taat, belajar berjalan dengan Tuhan. Abraham sebelum mengalami kelimpahan didalam hidupnya dan menjadi Bapa segala orang percaya, ketika Tuhan menyuruhnya untuk keluar dari Ur-Kasdim tempat yang adalah kampung halamannya, tempat yang adalah kemah kediamannya, tempat yang sudah nyaman baginya karena sudah berada disitu bertahun-tahun bersama keluarganya. Ketika Tuhan menyuruhnya untuk keluar dari Ur-Kasdim itu bukan sesuatu yang mudah, ketika Tuhan pertama kali berbicara kepadanya, Abraham harus dituntun belajar untuk keluar dari situ ketika Terah ayahnya masih hidup dan memimpin sampai ketika kemudianTerah mati, kemudian Abraham berjalan bersama Tuhan.

Setiap kita harus dituntun oleh Tuhan sendiri, setiap pengharapan kita hanya tertuju kepada Tuhan saja, mata dan telinga kita harus selalu tertuju kepada Tuhan maka kita akan melihat apa yang belum pernah kita lihat, mendengar apa yang tidak pernah kita dengar, ketika hati kita hanya terfokus kepada Tuhan, taat kepada Tuhan, maka Tuhan akan berikan apa yang belum pernah timbul dari dalam hati kita, karena ketika mata, telinga, dan hati kita ditujukan kepada Tuhan, maka semua yang Ilahi dihidup kita itu tiba-tiba muncul.

5 roti dan 2 ikan berbicara tentang hidup yang kita serahkan seluruhnya dengan ketaatan yang mungkin dianggap remeh orang lain karena sepertinya tidak ada artinya, kehidupan yang sudah dianggap gagal, segala impian tidak ada harapan lagi untuk berhasil tetapi ternyata ditangan Tuhan sanggup untuk memberkati sangat banyak orang.

Ketika Abraham mempersembahkan Ishak anaknya, seperti Abraham mempersembahkan semua yang ada dihidupnya. Ishak yang saat itu berumur 33 tahun adalah gambaran Yesus yang memberikan hidupnya dikayu salib. Sewaktu Abraham belajar untuk taat untuk hidup dengan iman, yang adalah mata uang dan bahasa Kerajaan Sorga karena tidak ada seorangpun yang berkenan kepada BAPA tanpa iman, yang adalah senjata kita untuk menaklukan dunia ini.

Setiap kali kita anak-anak-Nya memberi dari seluruh hidup kita, memberi dengan passion dan cinta kita yang kuat, itu seperti BAPA sendiri ketika memberikan Yesus Putra-Nya yang tunggal untuk disiksa dan disalibkan untuk menebus segala dosa-dosa kita, semua dosa kita ditimpahkan kepada-Nya, sehingga ketika Yesus Putra-Nya berseru diatas kayu salib dengan suara nyaring: “Eloi, Eloi, lama sabakhtani?”, yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? Karena saat itu BAPA memalingkan wajah-NYA, sepanjang hidup Yesus dibumi, BAPA tidak pernah memalingkan wajah-NYA tetapi karena dosa setiap kita, setiap orang dibumi ini ditimpahkan kepada Yesus untuk menebus setiap kita karena Kasih-NYA yang begitu besar, sehingga BAPA yang Maha Kudus tidak sanggup untuk melihat itu, sehingga BAPA memalingkan wajah-NYA.

Ketika kita belajar untuk taat seperti Yesus, belajar untuk memberi SEMUANYA seperti BAPA, yang mengorbankan yang terbaik Putra-Nya sendiri. Ketika kita mau meletakkan hidup kita, belajar untuk taat dengan apapun yang Tuhan katakan, seperti anak kecil itu yang dengan polos menyerahkan semuanya, sampai seluruh hidup kita diwarnai dengan ketaatan tanpa sekalipun pernah mengendurkan ketaatan itu.

Kalau selama ini, bertahun-tahun kita selalu tawar-menawar dengan Tuhan, kita tidak pernah hidup dengan iman dan percaya kepada Tuhan sepenuhnya, karena selalu mengandalkan pikiran, mengandalkan apa yang dilihat, mengandalkan apa yang dihitung dengan pikiran, mata kita tidak pernah sepenuhnya tertuju kepada Tuhan tetapi kepada diri sendiri dan keluarga kita. Mari belajar untuk taat dan arahkan mata, hati, dan telinga kita hanya kepada Tuhan sepenuhnya sehingga mata kita melihat apa yang belum pernah kita lihat, Tuhan akan lakukan apa yang belum pernah kita dengar dan timbul dari dalam hati kita.

Tuhan sedang rindu mencari untuk memberkati kita, Tuhan sedang melahirkan Abraham-Abraham, karena kita adalah keturunan Abraham yang melalui kita bangsa-bangsa akan diberkati, mari belajar untuk taat dan percaya.

Amin!

Jurnalist: Untung Bongga Karua

Minggu, 22 Mei 2016

KEHIDUPAN YANG LEBIH TINGGI

TravellerS Phinisi, JKI Holy Glory Church Makasih (Ibadah Raya Sore)

Jurnalist: Untung Bongga Karua

(08/05/2015)
Pdt. Joseph Hendrik Gomulya

2 Korintus 1:3-9
Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah. Sebab sama seperti kami mendapat bagian berlimpah-limpah dalam kesengsaraan Kristus, demikian pula oleh Kristus kami menerima penghiburan berlimpah-limpah. Jika kami menderita, hal itu menjadi penghiburan dan keselamatan kamu; jika kami dihibur, maka hal itu adalah untuk penghiburan kamu, sehingga kamu beroleh kekuatan untuk dengan sabar menderita kesengsaraan yang sama seperti yang kami derita juga. Dan pengharapan kami akan kamu adalah teguh, karena kami tahu, bahwa sama seperti kamu turut mengambil bagian dalam kesengsaraan kami, kamu juga turut mengambil bagian dalam penghiburan kami. Sebab kami mau, saudara-saudara, supaya kamu tahu akan penderitaan yang kami alami di Asia Kecil. Beban yang ditanggungkan atas kami adalah begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami. Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati.

Kalau kita belum pernah mengalami penderitaan, kita tidak punya sikap hati yang benar ketika ada penderitaan, bagaimana kita bisa menghibur orang dalam penderitaan?

Kesaksian: pak Hendrik teringat ketika hatinya begitu terikat dengan uang dan materi, sampai akhirnya suatu saat antara tahun 1998-2004, dari yang pak Hendrik mempunyai beberapa rumah dan beberapa mobil (sekitar 8 mobil), semuanya kemudian dijual untuk menutupi semua utang pak Hendrik sampai untuk sebuah sepeda motor pun tidak punya lagi dan Tuhan berkata kepada pak Hendrik untuk tidak lagi berhutang karena waktu itu setiap mengalami persoalan selalu kepada berharap kepada manusia (kepada keluarga dan teman dekat), dan hari itu pak Hendrik mengalami titik terendah dalam hidupnya ketika sudah tidak punya apa-apa lagi, bahkan semua aset yang dijual belum semuanya bisa menutupi seluruh hutang-hutang pak Hendrik sampai pak Hendrik harus bekerja dari pagi hingga malam.
Kemudian pak Hendrik belajar untuk taat untuk tidak berhutang lagi, dan hari itu pak Hendrik belajar untuk melayani dengan berjalan kaki berkilo-kilo jauhnya.

Ketika kita berada di-titik seperti itu, jalan kaki yang adalah sesuatu yang biasa bagi yang sudah biasa melakukannya karena tidak punya, tetapi ketika yang dari dulunya mempunyai segalanya, yang dulunya setiap kemana-mana ada mobil beserta supir yang bisa mengantarkan kemanapun kemudian harus berjalan kaki, itu suatu yang berbeda. Tetapi pak Hendrik bertekad untuk tidak mundur dan berkata penderitaan yang dialami saat itu adalah untuk mendatangkan kebaikan, pak Hendrik yang dulunya terikat dengan uang, yang dulunya bahkan berkata kepada orangtua yang kebetulan seorang hamba Tuhan bahwa bagian beliau adalah mencari uang untuk penginjilan, tetapi Tuhan berkata tidak, karena Tuhan tidak pernah kekurangan, Tuhan mempunyai segalanya. Tuhan menginginkan hidup pak Hendrik, Tuhan menginginkan hidup setiap kita untuk tidak hanya menjadi penabur tetapi Tuhan menginginkan kita juga menjadi penuai. Setiap kita tidak ada yang tinggal diam, setiap kita harus belajar untuk menyampaikan dan menceritakan Firman kepada orang lain.

Tuhan mengijinkan pak Hendrik mengalami penderitaan seperti itu kira-kira sekitar 4 tahun, kadang ketika ada motor atau mobil yang bisa pinjam, mobil yang kapasitasnya 5 orang diisi dengan 10 orang saling berdesakan dan memangku yang lainnya untuk pergi menginjil bersama, bahkan kadang untuk membeli bensin pun jarang mengisinya di SPBU tetapi di penjual bensin eceran di pinggir jalan karena cuma diisi 2-3 liter saja karena uangnya tidak ada, dan untuk memasak pun kadang memakai kayu bakar. Tetapi pak Hendrik bisa menginjil dan mengumpulkan orang-orang yang suka mabuk-mabukan dipinggir jalan.

Singkirkan setiap penghalang bagi kita untuk melayani Tuhan, singkirkan uang atau apapun. Revival yang terjadi Asuza street yang membuat itu berhenti adalah karena uang.

Ketika Tuhan bergerak dihidup kita, tidak ada penghalang apapun ketika kita ingin melayani Tuhan, uang tidak menjadi hambatan karena ada Tuhan yang akan memberkati kita dengan luar biasa, yang diinginkan Tuhan adalah hati kita, apa yang kita ingini? Siapa yang penting di hidup kita, apakah benar Tuhan? Apakah ketika ada orang yang menawarkan pelayanan dengan persembahan yang besar untuk memberkati kita, ketika Tuhan berkata tidak, apakah kita mau taat dan tidak mengambil itu?

Seperti ketika pak Hendrik menolak persembahan sebanyak 20 juta setiap sesi kotbah dari 3 sesi kotbah yang akan dilayani oleh beliau oleh seseorang yang menelpon beliau seusai pelayanan KKR di desa Sobol Luwuk Banggai. Beliau taat untuk tidak menerima itu karena untuk pelayanan pesta rohani dan kesembuhan, pak Hendrik sudah berkomitmen dengan Tuhan untuk tidak menerima persembahan kasih, tetapi malah sebaliknya.

Mari berkata UANG BUKAN SEGALANYA - MENDENGARKAN DAN MENGIKUTI TUHAN ITU BARU SEGALANYA, MENGEJAR SUMBER-NYA.

Bagaimana kita bisa menghibur orang dalam penderitaan kalau sikap hati kita tidak benar?

Banyak orang yang merasakan penderitaan, tetapi tidak menemukan Tuhan didalam penderitaannya karena tidak pernah membaca dan mengikuti Firman. Sikap hatinya sudah pasti tidak pernah benar, apa yang bisa disaksikan?

Seperti bangsa Israel ketika berada di padang gurun selama 40 tahun, dimana seharusnya ketika mereka pergi untuk masuk ke tanah kanaan mereka seharusnya punya kesaksian ketika masuk tanah kanaan tetapi yang terjadi justru yang berumur 20 tahun keatas ketika mereka hampir masuk justru tidak bisa masuk karena mereka tidak punya kesaksian yang bisa mereka bawa ketika masuk tanah kanaan. Tanah kanaan itu terlalu kecil dari yang Tuhan punya, yang Tuhan ingini adalah ada kesaksian, sikap hati yang benar ketika berada disana.

2 Korintus 1:4b
... yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.

Sewaktu sikap hati kita benar didalam penderitaan, ada penghiburan, ada kekuatan yang ekstra.

Seperti yang pak Hendrik alami ketika memutuskan untuk tidak lagi terikat dengan uang dan mengalami penderitaan itu, dimana beliau yang biasanya bisa memesan makanan yang mewah dengan bermacam-macam pilihan dan diantarkan, tetapi dihari itu beberapa tahun beliau tidak mengalaminya lagi, yang mungkin bagi orang itu penderitaan, secara fisik beliau merasa menderita tetapi beliau dihiburkan oleh satu hal yaitu hadirat Tuhan yang pernah hilang dari hidupnya, itu kembali. Kenyataan bahwa Tuhan itu benar-benar ada dan hidup itu kembali yang tidak bisa digantikan dengan uang.

Oleh karenanya didalam melayani Tuhan disetiap ibadah, setiap kita memiliki sikap hati yang seperti itu dalam mempersiapkannya, jadi kita mengalami kegairahan dalam melayani Tuhan. Segala sesuatunya kita persiapkan dengan berdoa puasa dan membaca Firman dan menyingkirkan segala sesuatu yang biasa kita kerjakan yang sebenarnya kelihatan baik tetapi tidak berkenan dimata Tuhan.

2 Korintus 1:5
Sebab sama seperti kami mendapat bagian berlimpah-limpah dalam kesengsaraan Kristus, demikian pula oleh Kristus kami menerima penghiburan berlimpah-limpah.

Paulus juga mengalami kesengsaraan tetapi Paulus menerima penghiburan yang berlimpah-limpah.

Ketika pak Hendrik mengalami -menerima penghiburan didalam penderitaan yang beliau alami dengan hadirat Tuhan yang kembali yang pernah hilang dari hidupnya, hadirat Tuhan yang begitu nyata dan dekat melingkupi rumah beliau, ada kemuliaan dan penghiburan dari Tuhan. Mari setiap kita memiliki hati yang murni dengan Tuhan. Kesengsaraan adalah kekuatan untuk kita menerima kelimpahan.

Kenapa bangsa Israel tidak dibawa masuk kedalam tanah kanaan? Karena sikap hati mereka yang tidak benar padahal mereka mengalami kesengsaraan 40 tahun lamanya dipadang gurun. Proses persiapan yang tidak dilakukan dengan sikap hati yang benar, kalaupun Tuhan paksakan untuk dibawa masuk pasti akan lebih sengsara lagi karena untuk mengalami kelimpahan itu tidak lebih mudah daripada mengalami kesengsaraan.

Apabila hati kita tidak dibentuk, kita bisa menjadi berketergantungan dengan uang dan tanpa kita sadari kita menyembahnya. Bersyukurlah apabila Tuhan mengijinkan hidup kita mengalami penundaan untuk mengalami kelimpahan sehingga kita bisa mempersiapkan sikap hati kita yang benar dalam kesengsaraan dan hati kita dimurnikan.

2 Korintus 1:6
Jika kami menderita, hal itu menjadi penghiburan dan keselamatan kamu; jika kami dihibur, maka hal itu adalah untuk penghiburan kamu, sehingga kamu beroleh kekuatan untuk dengan sabar menderita kesengsaraan yang sama seperti yang kami derita juga.

Sewaktu rasul Paulus menderita itu menjadi penghiburan dan keselamatan buat jemaat yang lain karena kesaksian Paulus itu menyelamatkan orang-orang, menguatkan jemaat. Sewaktu kita mengalami, kita tidak mengerti apa maksud Tuhan, tetapi setelah kita lewati, suatu saat Tuhan akan bukakan kita pengertiannya dan kita mengerti.

Rasul Paulus tidak akan pernah bisa memberikan penghiburan kepada orang lain yang sedang mengalami kesengsaraan, kemiskinan dan kekurangan apabila dia sendiri tidak pernah mengalami kesengsaraan, kemiskinan dan kekurangan itu, rasul Paulus tidak akan pernah bisa menghibur orang yang sedang mengalami penganiayaan apabila dia sendiri tidak pernah mengalami aniaya. Sehingga rasul Paulus berkata didalam Filipi 4:12
"Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan."

Mari setiap kita memiliki sikap hati yang benar ketika kita dalam kekurangan, dan sikap hati yang sama ketika Tuhan mengijinkan kita mengalami kelimpahan yang adalah hanya karena anugerah-Nya, bukan karena kekuatan dan gagah kita. Ketika kita mengalami kelimpahan tidak membuat kita jauh dari Tuhan tetapi justru kita semakin tertanam.

Seperti ketika pak Hendrik membuka dan melihat kembali photo-photo beliau ketika masih SMA dulu yang dikirimkan oleh rekan beliau semasa sekolah dulu. Beliau tidak bisa mengenali lagi dirinya didalam photo tersebut karena wajah beliau yang dulu dan sekarang jauh sekali perbedaannya, wajah yang dulunya hitam, kurus oleh karena beliau dilahirkan dari keluarga yang miskin sehingga beliau untuk membeli baju saja tidak mampu dan hanya mengharapkan pemberian dari orang lain. Disaat yang lain bisa gonta-ganti merek baju, beliau cuma bisa memakai satu merek baju yang sama setiap harinya. Jadi sewaktu beliau dihadapan orang-orang miskin sewaktu  KKR di Desa Sobol, Luwuk Banggai, beliau bisa menceritakan bagaimana dari kecil Tuhan sudah menanamkan Iman kepadanya kepada anak-anak kecil.

Sewaktu kecil karena pak Hendrik dibesarkan dari keluarga yang hidup dalam serba berkekurangan, beliau selalu memperkatakan hal-hal yang positif akan masa depan hidupnya nanti, memperkatakan bahwa suatu hari nanti pasti akan tinggal dirumah yang besar dan layak, suatu sikap positif yang beliau contoh dari ibunya yang tanpa lelah selalu mendoakan dan memperkatakan yang positif tentang masa depan anak-anaknya, bahkan beliau mengajarkan kepada anak-anaknya untuk menghormayi ayah mereka yang ketika itu masih belum didalam Tuhan.
Kesengsaraan dipakai Tuhan menjadi penghiburan buat orang lain, kalau kita memiliki sikap hati yang benar.

2 Korintus 1:7-9
Dan pengharapan kami akan kamu adalah teguh, karena kami tahu, bahwa sama seperti kamu turut mengambil bagian dalam kesengsaraan kami, kamu juga turut mengambil bagian dalam penghiburan kami. Sebab kami mau, saudara-saudara, supaya kamu tahu akan penderitaan yang kami alami di Asia Kecil. Beban yang ditanggungkan atas kami adalah begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami. Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati.

Dunia mengajarkan kita untuk selalu percaya diri, percaya kepada diri kita sendiri tetapi Firman Tuhan berkata bahwa kita jangan menaruh kepercayaan kepada diri kita sendiri tetapi percaya kepada DIA yang ada didalam setiap kita.

Seperti Paulus yang seharusnya mengalami kematian, yang berkata di Galatia 2:20 : "namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku."

1 Yohanes 4:4
Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.

Apakah kita mengerti dan sadar bahwa kita berasal dari Allah?

Identitas bahwa kita kenyataan sebenarnya  bahwa kita berasal daripada Allah sewaktu kita telah dipilih/ditebus, saat itu kita mengetahui kita berasal dari Allah dan kita menghidupi hidup yang baru (lahir baru).

... dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu ...

Seperti ketika persiapan KKR di Desa Sobol, Luwuk Banggai. Tim pendoa yang sudah berada sebelumnya menemukan banyak sekali praktik perdukunan, bahkan di suatu wilayah disekitar Desa Sobol yang penduduknya dahulu bisa hidup bersama dengan makhluk gaib dan tim pendoa sempat melihat sendiri hal tersebut dan praktek perdukunan lainnya seperti ritual penyiraman darah dari hewan tertentu pada kendaraan dan rumah agar terhindar dari malapetaka,  yang di Alkitab dikatakan sebagai nabi-nabi palsu, yang oleh otoritas dari Yesus yang ada didalam kita, kita bisa mengalahkan dukun-dukun tersebut, karena Roh yang ada didalam kita lebih besar daripada roh yang ada didalam dunia ini, yang juga berbicara tentang segala aspek yang ada didalam hidup kita, jadi tidak ada lagi yang perlu kita kuatirkan.

Yakobus 1:2
Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan,

Setiap kali kita mengalami pencobaan anggaplah itu sebagai suatu kebahagiaan, jangan seperti orang-orang yang ketika sedang mengalami pencobaan, jangankan orang yang ada disekitarnya kalau perlu seluruh dunia mengetahui kalau dirinya sedang mengalami pencobaan. Sikap hati seperti itu tidak mencerminkan Iman karena Firman Tuhan jelas berkata " anggaplah sebagai suatu kebahagiaan"

Mari kita singkirkan segala kekhawatiran dan minta Tuhan memberikan pengertian dan hikmat untuk hidup dengan Iman dengan perkataan-perkataan Firman-Nya yang ketika kita ucapkan, sesuatu pasti terjadi.

Matius 22:29
Yesus menjawab mereka: “Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah!

Ada 2 hal yang harus kita miliki, yang apabila salah satunya tidak kita miliki maka kita akan sesat, mari kita meminta ini:

1) Pengertian dan Pewahyuan akan Kitab Suci.

Seperti Nikodemus yang seorang ahli, guru besar kitab suci tetapi dia tidak mengerti, karena yang didapatkannya hanya dari pengajaran-pengajaran, tanpa mengalami sendiri Pewahyuan Firman itu. Apa yang ada dipikiran manusia itu adalah pengetahuan, tetapi pewahyuan itu disingkapkan untuk kita lakukan, dengan kita mau mentaati itu.

2) Kuasa Tuhan.

Apabila kita tidak pernah bisa mengalami kuasa Tuhan, kita bisa sesat. Mari kita hidup dengan pengertian pewahyuan Firman Tuhan.

Amin!

Rabu, 18 Mei 2016

MENJADI PELAKU FIRMAN DENGAN TUNTUNAN ROH KUDUS


(Ps. Steven Agustinus)

Ada satu anak rohani saya menerima suatu pengalaman rohani saat Training SOAR (School Of Apostolic Reformation) berlangsung.
Berikut penuturannya:

Ada satu penglihatan yang saya liat sangat jelas (hampir seperti melihat dengan kasat mata) sejak sesi pertama SOAR. Saya melihat, dipanggung mimbar diatas karpet warna hitam itu ada jejak - jejak kaki yang sangat tebal. Dan jejak tersebut terbuat dari bahan emas dan sangat bersinar. Saya belum paham maksud penglihatan tersebut. Sampai akhirnya pagi ini setelah saya membaca ulang prinsip kemakmuran yang Ps Steven sampaikan pada hari terakhir SOAR, barulah saya mengerti :

1. Setiap prinsip firman yang Ps Steven sampaikan merupakan jejak kaki yang sangat berharga untuk memimpin kita ditengah 'kegelapan' (angkatan bengkok) dunia ini dan jalan hidup satu - satunya yang harus diikuti (menjadi pelaku firman Tuhan).

Setiap sesi dalam SOAR, sesungguhnya sangat menuntut banyak dari kita. Bukan hanya membuat kita menerima pewahyuan belaka, namun mengkondisikan kita menjadi pelaku firman. Tanpa kita mensetting hati dan pikiran sebagai pelaku firman, maka kita akan cenderung menjadi penikmat firman belaka dan materi yang ada berakhir menjadi timbunan bahan khotbah yang tidak kita hidupi. Oleh karena itu, kita harus segera menjadi pelaku firman. Sebagai contoh, ketika kita mendengar prinsip buah sulung dan perpuluhan. Kita sudah seharusnya segera meminta Roh Kudus mengingatkan dan membuka track record kita akan hal tersebut, dan mengajukan pertanyaan kepada diri sendiri: Apakah kita sudah melakukan prinsip buah sulung dan perpuluhan dengan benar? Jika belum, maka kita harus saat itu juga meminta kekuatan dan anugerah dari Roh Kudus untuk TAAT sepenuhnya. Ketika kita melakukan hal tersebut, saya mendapati maka kita akan dengan sangat mudah dan tanpa pergumulan dpt menjadi pelaku firman. Menjadi pelaku firman pasti akan membuat hati kita bersukacita dan bergelora.

Jika kita masih mendapati, tuntutan menjadi pelaku firman membuat kita bergumul melakukannya, maka alangkah baiknya kita minta kepada Roh Kudus untuk membenahi hati kita yang masih mencintai diri sendiri, uang dan dunia. Ijinkan pekerjaan Roh dan firman mengisi hati kita dengan cinta akan Tuhan saja. Kejujuran kita mengakui dihadapan Tuhan tentang kondisi hati kita yang masih bengkok, akan membuat Roh Kudus bekerja dalam hati dan membuatnya menjadi lurus dihadapan Tuhan. Dengan demikian, kita tidak hanya akan menjadi penikmat firman saja, melainkan menjadi pelaku firman (berjalan dalam jejak kaki yang sama dengan pemimpin rohani).

2. Jejak kaki siapakah yang sedang kita ikuti?

Ada banyak jejak kaki di dunia ini khususnya dari orang - orang sukses. Orang sukses yang kita maksud biasanya orang yang memiliki kekayaan berlimpah - limpah. Banyak orang yang sedang terinspirasi mengikuti jejak kaki mereka. Tetapi sebagai ciptaan baru, tidaklah pada tempatnya kita masih mengikuti jejak kaki mereka.

Karena standart kesuksesan kita sebagai ciptaan baru bukanlah seberapa banyak harta dan barang yang kita miliki, melainkan apakah kita menjadi pelaku firman atau tidak. Jika kita bukan pelaku firman, maka sesungguhnya kita bukan tergolong orang yang sukses di mata Tuhan. Di akhir zaman ini, siapa orang yang kita ikuti dan siapa orang yang kita dengarkan sangatlah menentukan akhir hidup kita. Jika kita salah mengikuti jejak kaki orang, maka hidup kita akan berakhir sebagai orang fasik. Oleh karenanya, betapa penting kita terhubung dengan seorang bapa rohani yang menghidupi prinsip firman dengan akurat.

Saya memperhatikan, di akhir zaman ini ada dua contoh kehidupan yang sedang muncul bersama.

Yang pertama adalah kehidupan orang yang membangun kesuksesan menurut dunia. Yang kedua adalah kehidupan orang yang membangun kesuksesan menurut Tuhan. Tuhan itu adil, akan tiba waktunya kedua kehidupan tersebut diuji olehNya.

Kegoncangan dari berbagai aspek (ekonomi, politik, moral, kesehatan, alam, dll) akan terjadi. Hanya mereka yang menjadi pelaku firmanlah yang akan tinggal tetap !! (Ibrani 12:25-28, Matius 7:24-27)

3. Jejak kaki tersebutlah (pola hidup ilahi/ciptaan baru) yang akan menghantarkan kita menjadi orang - orang berpengaruh, terpandang dan disegani.

Pekerjaan Roh dan Firman yang terjadi dalam batin kita, otomatis akan membuat kita menjadi pelaku firman (hidup sesuai dengan pola ilahi). Dengan demikian akan ada takaran kemuliaanNya yang diberikan kepada kita sehingga mengangkat kita memasuki level kehidupan berikutnya seturut dengan porsi dan bagian kita dalam kerajaanNya. Saya percaya, akan tiba waktunya, posisi - posisi penting atas bangsa ini akan diduduki oleh orang benar yang terhubung ke surga. Jejak kaki bapa rohanilah yang akan membuat kita memerintah atas negeri. Bukan untuk membuat orang lain menjadi Kristen, tetapi untuk menghadirkan Kebenaran, Damai Sejahtera, dan Sukacita atas bangsa. Oleh karena itu, Roh Kudus mempersiapkan kita sedemikian rupa dan masuk kedalam hati kita untuk memastikan frekuensi rohani kita hanya tertuju kepada kebenaran. Bagian kita hanyalah TAAT saja terhadap firman dan arahan Roh Kudus. Langkah ketaatan terhadap firman akan senantiasa membuat kita menggenapi rencana Tuhan atas negeri. Hidup kita akan menjadi jalan kebenaran dan hidup !! Menjadi contoh dan teladan bagi banyak orang.

(Ps. Steven Agustinus)

Selasa, 17 Mei 2016

PERJANJIAN DARAH DAN PERJANJIAN ABRAHAM (BLOOD COVENANT AND ABRAHAM COVENANT)

TravellerS Phinisi, JKI Holy Glory Church Makasih (Ascension of Jesus Christ)

Jurnalist: Untung Bongga Karua

(Kamis, 05/05/2016)

Ps Samuel Yusuf (R.O.C.K Sydney)



Kejadian 15:7-12, 17-19
Lagi firman Tuhan kepadanya: “Akulah Tuhan , yang membawa engkau keluar dari Ur-Kasdim untuk memberikan negeri ini kepadamu menjadi milikmu.” Kata Abram: “Ya Tuhan ALLAH , dari manakah aku tahu, bahwa aku akan memilikinya?” Firman Tuhan kepadanya: “Ambillah bagi-Ku seekor lembu betina berumur tiga tahun, seekor kambing betina berumur tiga tahun, seekor domba jantan berumur tiga tahun, seekor burung tekukur dan seekor anak burung merpati.” Diambilnyalah semuanya itu bagi Tuhan , dipotong dua, lalu diletakkannya bagian-bagian itu yang satu di samping yang lain, tetapi burung-burung itu tidak dipotong dua. Ketika burung-burung buas hinggap pada daging binatang-binatang itu, maka Abram mengusirnya.  Menjelang matahari terbenam, tertidurlah Abram dengan nyenyak. Lalu turunlah meliputinya gelap gulita yang mengerikan. Ketika matahari telah terbenam, dan hari menjadi gelap, maka kelihatanlah perapian yang berasap beserta suluh yang berapi lewat di antara potongan-potongan daging itu. Pada hari itulah Tuhan mengadakan perjanjian dengan Abram serta berfirman: “Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai Efrat: yakni tanah orang Keni, orang Kenas, orang Kadmon,

Kenapa bisnis jual beli tanah disebut Real Estate? Real artinya nyata, sesungguhnya; Estate artinya tanah/kepemilikan. Jadi bisnis yang paling aman adalah bisnis Real Estate.

Tuhan menjanjikan tanah bukan berlian, Tuhan memberikan perjanjian akan tanah perjanjian, oleh sebab itu Ps Samuel selalu mendorong buat jemaat yang beliau gembalakan kalau ingin menginvestasi sesuatu yang paling aman ialah tanah bukan bangunan karena bangunan bisa keropos, makin tua makin lapuk sedangkan tanah walaupun sekarang belum berfungsi, 10 tahun lagi mungkin bisa booming. Tidak akan pernah ada masalah dengan nilai sebuah tanah kecuali ada urusan administrasinya yang tidak beres.

Tuhan dari dahulu sudah berfirman untuk menguasai tanah.

Perjanjian (Covenant) adalah seperti dalam pernikahan kudus 2 orang bersumpah sepakat untuk suatu tujuan yang sama untuk menjadi pasangan suami-istri, jadi perjanjian itu sah jika minimal 2 orang atau lebih sepakat untuk satu tujuan yang sama, dimana setiap perjanjian akan di tandai dengan sebuah meterai.

Perjanjian yang Tuhan buat dengan darah disebut dengan Blood Covenant atau Perjanjian Darah. Perjanjian darah itu seperti cerita-cerita di film silat dimana 2 orang yang bertemu dan merasa cocok, kemudia mengiris tangan mereka kemudian darah mereka dicampur dengan wine/anggur dan mereka minum bersama. Dua darah yang dicampur menjadi satu, diminum dan diangkat menjadi perjanjian persaudaraan melalui darah (Blood Brothers), yang inilah yang sebenarnya Tuhan kerjakan, perjanjian lewat darah dengan kita.

Sewaktu Tuhan memanggil Abraham, setelah melalui beberapa fase dimana awalnya Tuhan berjanji memanggil Abraham keluar, Tuhan berjanji akan memberkati Abraham, Tuhan berjanji akan memberikan keturunan yang kenyataannya belum terjadi, pada saat itulah Tuhan berkata "Hari ini AKU akan membuat perjanjian (Covenant) dengan engkau".

PERJANJIAN DARAH terjadi oleh 2 pihak dan mereka akan selalu membuat itu dengan darah.

Kejadian 15:9-10
Firman Tuhan kepadanya: “Ambillah bagi-Ku seekor lembu betina berumur tiga tahun, seekor kambing betina berumur tiga tahun, seekor domba jantan berumur tiga tahun, seekor burung tekukur dan seekor anak burung merpati.” Diambilnyalah semuanya itu bagi Tuhan , dipotong dua, lalu diletakkannya bagian-bagian itu yang satu di samping yang lain, tetapi burung-burung itu tidak dipotong dua.

Ilustrasi atau gambarannya seperti begini, seekor lembu, kambing dan domba dibuat berdiri berjejer samping menyamping kemudian masing-masing dibelah dua, kemudian dua orang yang melalukan perjanjian akan berjalan ditengah belahan dari ketiga binatang tadi. Tujuannya mereka berjanji untuk sepakat, untuk membantu, untuk saling setia, untuk saling mengasihi, tidak ada yang bisa memisahkan mereka, kalau ada salah seorang dari mereka yang menyimpang atau melanggar perjanjian ini maka akan mati terbelah dua seperti binatang tadi. Inilah yang namanya Perjanjian darah atau Blood Covenant.



Perjanjian ini sangat kuat sekali, itulah yang terjadi lewat perjamuan kudus. Perjamuan kudus terjadi seperti diatas bukan cuma sekedar berjanji, karena ada darah yang dicurahkan. Sewaktu Tuhan ingin membuat suatu keyakinan yang besar lewat Abram/Abraham maka Tuhan berkata akan membuat perjanjian (covenant) dengannya, TETAPI seperti ilustrasi yang digambarkan diatas dimana perjanjian terjadi apabila ada dua orang yang berjalan atau sepakat. Mari kita perhatikan ke-ayat yang selanjutnya....

Kejadian 15:11-12
Ketika burung-burung buas hinggap pada daging binatang-binatang itu, maka Abram mengusirnya. Menjelang matahari terbenam, tertidurlah Abram dengan nyenyak. Lalu turunlah meliputinya gelap gulita yang mengerikan.

Perjanjian (covenant) antara Abram atau Abraham dengan Tuhan terjadi suatu kelainan atau keanehan. Diawal Firman Tuhan menjelaskan semua binatang dipotong dua, dibelah dan karena kejadian ini terjadi di tengah padang pasir dimana banyak terdapat binatang buas, ketika bangkai binatang-binatang yang sudah terbelah dua tersebut aroma semerbak dari darahnya akan memancing burung-burung buas untuk datang, dan Abraham setelah membelah dua dia kemudian duduk untuk menantikan Tuhan hadir sambil mengusir burung-burung buas yang datang karena harus ada 2 orang yang berjalan, Abraham tidak bisa melakukannya sendiri.

Karena Abraham kelelahan, dia pun kemudian tertidur.

Sewaktu Abraham tertidur, burung-burung buas itu tetap datang tetapi burung-burung buas itu tidak bisa memakan potongan-potongan daging binatang-binatang tersebut karena ADA TUHAN YANG MENJAGA. Sewaktu Abraham bisa menjaga, TUHAN TIDAK MENJAGA. Sewaktu Abraham sudah TIDAK BISA MENJAGA karena kelelahan, TUHAN YANG MENJAGA.

Kenapa harus menunggu sampai matahari terbenam baru Tuhan datang? bahkan saat itu gelap gulita yang menakutkan memenuhi Abraham.

Ketika orang menjadi ketakutan ketika menjanjikan janji Tuhan tetapi yang datang adalah kegelapan itu adalah wajar.

Kita mau menjadi apa? Ketika Tuhan berjanji kepada kita, dan ketika kita setia menunggu janji Tuhan dan mencoba dengan kekuatan kita sendiri sampai akhirnya kita kelelahan...

Kenapa Abraham tertidur karena lelah baru Tuhan hadir?

Kejadian 15:17-18
Ketika matahari telah terbenam, dan hari menjadi gelap, maka kelihatanlah perapian yang berasap beserta suluh yang berapi lewat di antara potongan-potongan daging itu. Pada hari itulah Tuhan mengadakan perjanjian dengan Abram serta berfirman: “Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai Efrat:

Ketika Abraham tertidur karena kelelahan, Tuhan kemudian hadir. Tuhan tidak membangunkan Abraham tetapi TUHAN HADIR DENGAN 2 MANIFESTASI:



• Pertama, dengan suluh (obor api) yang menyala.

• Kedua, dengan perapian (seperti yang oleh Imam besar ketika masuk ke ruang maha kudus membawa ukupan/perapian berupa asap) yang mengepul keluar yang berbau harum sebagi gambaran untuk menutupi pribadi Tuhan/Yesus supaya tidak tembus pandang, karena kalau tembus pandang orang yang melihatnya akan mati.

Kemulian Tuhan meliputi tempat itu dengan ASAP PERAPIAN/UKUPAN dan API yang berjalan di-tengah-tengah binatang yang dibelah 2.



Yang berjalan diantara potongan-potongan binatang tersebut hanya Tuhan.

Apakah Perjanjian (Covenant) ini sah?

Karena seharusnya ada 2 orang yang berjalan, kenapa hanya 1?

Tuhan mau berkata kalau "DIA YANG MEMBUAT JANJI", Tuhan cuma menginginkan dipihak kita TAAT MELAKUKAN PERSIAPAN SEGALA SESUATU karena TUHAN YANG BERJANJI/BERSUMPAH MAKA DIA YANG MENGGENAPI PERJANJIAN ITU.

Seperti Yesus ketika mati dikayu salib menyelesaikan sendiri, yang menanggung sendiri setiap dosa dan kesalahan kita dan bagian kita tinggal duduk, diam dan menerima saja.

Sejak di Perjanjian Lama Tuhan sudah berkata tentang anugerah yang luar biasa itu dan digenapi didalam Perjanjian Baru melalui Yesus yang mati dikayu salib, mencurahkan Darah-Nya, tubuh-Nya dicabik-cabik dan Tuhan Yesus melakukanNya sendiri.

Kekuatan dari perjanjian darah ini, dimana 2 orang berjalan atau sepakat dan kemudian apabila salah seorang tidak bisa menggenapinya atau melanggarnya maka harus mati, tetapi karena Tuhan sendiri yang berjalan, ada anugerah, ada kasih karunia Tuhan yang akan memulihkan/merestore kita.

Kita boleh jatuh, hancur tetapi Tuhan bersumpah demi Diri-Nya sendiri bahwa DIA yang akan menggenapinNya.

Covenant atau perjanjiannya cuma dilakukan oleh 1 orang, bagian Abraham cuma melihat dan membuat persiapan, Tuhan yang melakukan dan menyelesaikanNya.

Sewaktu Tuhan membuat covenant dengan kita, Tuhan cuma menginginkan dari pihak kita untuk cuma taat melakukan persiapan dan duduk diam selebihnya Tuhan yang melakukan.

Yesus pun melakukan hal yang sama, DIA mencurahkan Darah-Nya sampai DIA berkata, (Matius 26:39) kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”
BAPA di sorga berkata "KAMU adalah domba yang tersembelih, Darah-Mu harus mengesahkan, memeteraikan perjanjian-Ku dengan umat-Ku.

Yesus lah lembu yang terbelah 2, Yesus lah kambing yang terbelah 2, Yesus lah domba yang terbelah 2. DIA lah burung merpati, burung tekukur yang dipotong.

Burung merpati dan burung tekukur yang seperti yang dijelaskan di kitab Imamat dikhususkan buat orang-orang miskin yang tidak bisa membeli lembu, kambing, dan domba. Mereka membuat meterai perjanjiannya dengan burung merpati atau burung tekukur.

Seperti pada waktu Yesus masuk ke bait Allah, disitu Yesus diposisikan sebagai orang yang miskin karena keluarga-Nya miskin. DIA tidak membawa lembu, kambing, atau domba tetapi DIA membawa burung, karena kalau hanya lembu, kambing,  atau domba yang bisa dipakai karena hanya orang kaya yang bisa memilikinya, oleh sebab itu diberikan banyak variasi.

Tuhan mau berkata, kamu mau kaya, sedang, atau miskin Tuhan bisa membuat Covenant atau perjanjian dengan setiap orang.

Inilah bagaimana luar biasanya, pengorbanan tubuh dan darah Yesus dalam Paskah yang kita peringati 40 hari yang lalu dan hari ini kita peringati hari kenaikan-Nya dan 10 hari lagi kita akan peringati hari pencurahan Roh Kudus (Pentakosta).

Tuhan berjanji lewat tubuh dan darah-Nya lewat perjanjian (covenant) yang diberikan-Nya, sehingga sewaktu DIA naik ke sorga, DIA berkata akan kembali karena DIA membuat perjanjian (covenant).

PERJANJIAN DARAH DIDALAM PERNIKAHAN

Pesan Tuhan buat anak-anak muda yang belum menikah, jangan menyerahkan keperjakaan dan keperawananmu sebelum menikah karena ada Perjanjian Darah disitu.

Sumpah yang diucapkan oleh ke-2 mempelai di altar akan dimeteraikan dengan darah pertama ketika pertama kali berhubungan sex.

RENCANA KEDATANGAN TUHAN

THROUGH THE BLOOD OF JESUS CHRIST WE RECEIVE THE BLESSINGS OF ABRAHAM



Galatia 3:13-14
Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oileh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.

Yesus yang menjadi kutuk karena hukum Taurat, hukum yang tidak mungkin bisa digenapi oleh siapapun kecuali oleh Yesus sendiri. Jadi kalau ada pengajaran yang mengatakan kita tidak perlu lagi Perjanjian Lama jangan terima pengajaran itu dan kalau perlu tendang keluar dari rumahmu.

Perjanjian Lama sangat kita butuhkan untuk kita mengerti seluruh cerita Alkitab yang mana didalam setiap kitab/buku disitu banyak diceritakan tentang pribadi Yesus sebagai gambaran atau perlambang.

Melalui Yesus Kristus berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, termasuk kita di Indonesia apapun sukunya; mau Bugis, Makassar, Toraja, Mandar, Jawa, Batak, Sunda dan suku bangsa lainnya.

Kita perlu mengetahui apa yang terjadi dengan perjanjian Abaham dan Bapa di Sorga.

Didalam Yesus kita cuma mengetahui tentang keselamatan, Darah Yesus, dan anugerah tetapi kita juga perlu bisa menjelaskan kenapa Abraham disebut bapak orang beriman?

Di dalam Perjanjian (Covenant) itu ada banyak sekali berkat yang sering kita tidak sadari karena kita merasa bahwa didalam Abraham kita menjadi orang beriman tetapi justru sebenarnya masih banyak sekali berkat-berkat didalam dan melalui Abraham yang Tuhan janjikan yang seperti Paulus katakan dan bahas yaitu, Didalam Yesus Kristus semua berkat perjanjian (covenant) yang BAPA janjikan kepada Abraham menjadi bagian kita.

Kalau kita tidak mengetahui/mengerti tentang Perjanjian (Covenant) itu kita tidak bisa menerimanya.

Seperti kisah nyata yang diceritakan berikut: Seorang janda miskin yang buta huruf memiliki seorang anak yang kemudian menjadi kaya kemudian anaknya yang menjadi kaya mengirimkan kepada Ibunya selembar cek yang apabila dirupiahkan bernilai 1 Milyar rupiah yang kemudian hanya disimpannya dan si ibu memilih untuk tetap tinggal digubuknya yang reot dan tetap hidup miskin serba berkekurangan, kadang bisa makan kadang tidak, ibarat mati segan mati tak mau. Sampai pada suatu hari ada temannya datang berkunjung kerumahnya untuk menengok dan bertanya dengan heran bukankah anakmu sudah menjadi kaya di negeri seberang kenapa hidupmu masih seperti ini?
Janda ini berkata kalau dia tidak tau apa-apa, tidak bisa ngapa-ngapain, dan berkata anaknya hanya mengirimkannya selembar kertas, kemudian mengambilnya dari tempat dia menyimpannya dan memperlihatkannya kepada temannya. Ketika teman ibu ini melihat dan membaca isi cek itu, teman ibu ini kaget dan berkata kalau sebenarnya anaknya sudah memberikannya uang yang sangat banyak berupa cek senilai 1 Milyar.

Berapa banyak kita seperti janda ini, Tuhan sudah membuat banyak sekali perjanjian dengan kita didalam Alkitab, tetapi kita yang tidak pernah membaca, dan mengerti sehingga kita tidak menerimanya dengan benar.

STOP Berkata "Biar miskin didunia, nanti mati masuk sorga jadi kaya"

Padahal Tuhan sudah menebus kita dari kutuk hukum Taurat, dari kemiskinan. Jadi kalau kita sudah ditebus dari kemiskinan ngapain kita mau hidup miskin didunia? Ini jangan dianggap sebagai Prosperity Gospel kemakmuran tetapi kita harus melihat kebenaran Firman Tuhan, jangan semua yang diajarkan kita terima.

BERKAT ABRAHAM SAMPAI KEPADA KITA

Dengan kita hidup didalam Yesus, bertobat, dibaptis, lahir baru, dan penuh Roh Kudus kita menerima semua warisan Perjanjian BAPA dengan Abraham.

Pertanyaanya, tau nggak sih kita apa isi perjanjian-Nya? tau nggak kita apa janji BAPA kepada Abraham? apakah cukup kita hanya hidup beriman dan kemudian mati masuk sorga?

BUKAN

Kita tidak dijanjikan hidup didalam sorga, kita dijanjikan untuk hidup berkuasa diatas muka bumi, kita di sorga cuma sementara dan itupun bukan di sorga yang merupakan tempat kediaman Tuhan karena tempat kediaman Tuhan tidak seorangpun bisa kesana, kecuali Malaikat, Serafim, dan orang-orang yang Tuhan tentukan.

Tempat kita ialah di Firdaus yang adalah sorga level kedua tempat ketika kita mati yang menjadi tempat penampungan sementara, jadi kita tidak berada di sorga memerintah bersama BAPA tetapi kita nanti memerintah bersama Yesus nanti di bumi setelah bumi di pulihkan.

Bagaimana mereka yang mati yang tidak mengenal Tuhan? Mereka akan ditempatkan di hades, level ke 3 dari neraka selain gehena dan kataros.

Jadi kita hanya sementara berada di Firdaus bersama dengan Yesus, sampai seluruh bumi ditundukkan dan dipulihkan penuh dengan kemuliaan Yesus. Yesus akan turun pada kedatangan-Nya yang kedua, DIA menjadi Raja atas segala raja, Yesus menjadi Raja Besar, kita menjadi raja kecil.

MENGAPA KITA PERCAYA YESUS?

Salah satu tujuan kenapa kita percaya Yesus adalah untuk mengerti berkat Abraham sampai kepada kita.

Kejadian 24:1
Adapun Abraham telah tua dan lanjut umurnya, SERTA DIBERKATI TUHAN DALAM SEGALA HAL.

ABRAHAM DIBERKATI TUHAN DALAM SEGALA HAL

Inilah yang disebut PROSPERITY GOSPEL TOTALLY. Banyak pengajaran tentang Prosperity Gospel hanya mengajarkan tentang keuangan tetapi yang Tuhan sebenarnya janjikan kepada Abraham adalah TOTALLY PROSPER (DIBERKATI DALAM SEGALA HAL).

Rumah tangga, anak-anak, Bisnis, Kesehatan, Usaha, dan Pelayanan kita PROSPER (DIBERKATI).

Jangan mencari harta emas dan permata, jangan mencari popularitas, karena itu akan kita terima sewaktu kita menerima janji Abraham.

Bangsa-bangsa akan menjadi milik kita, kita akan terkenal diseluruh dunia hanya karena promosi dari Tuhan.

Jangan ijinkan dan biarkan orang mempromosikan hidupmu, karena ketika orang yang mempromosikan hidup kita, orang itu juga nanti yang akan menjatuhkan kita, tetapi mari biarkan Tuhan yang mempromosikan hidup kita.

Seperti yang kita lihat Abraham DIBERKATI DALAM SEGALA HAL, jangan karena kita merasa kita belum melayani Tuhan kemudian merasa tidak akan diberkati Tuhan. Pelayanan atau tidak pelayanan kita tetap akan diberkati.

Kesaksian: Suatu kali di gereja dimana Ps Samuel menggembalakan, setiap beliau berkhotbah beliau menyiapkan mike tersendiri yang tidak boleh seorangpun boleh memakainya dan hal itu sudah diberitahukan kepada seluruh bagian soundsystem kalau tidak seorangpun diperbolehkan menggunakannya. Suatu kali Ps Samuel masuk ke gereja dan yang berkhotbah adalah anak Ps Samuel, setelah duduk beliau kaget ketika melihat anaknya berkhotbah memakai mike yang milik Ps Samuel, yang sebelumnya sudah dipesankan untuk tidak seorangpun diperbolehkan untuk memakai mike tersebut, yang membuat Ps Samuel jadi marah dan kesal.

Sewaktu Ps Samuel duduk mendengarkan anaknya berkhotbah, Roh Kudus bertanya dihati beliau "Siapa yang memakai mike itu?" dan beliau menjawab "itu anaknya" dan Roh Kudus kemudian berkata " kalau anakmu yang memakai punyamu kenapa kamu harus marah?" Ps Samuel pun terdiam.

Setelah ibadah selesai Ps Samuel mendatangi bagian soundsystem dan bertanya apakah mereka yang memberikan anaknya mike tersebut? Mereka menjawab bahwa anak Ps Samuel sendiri yang meminta. Ps Samuel yang seharusnya menegur anaknya, tetapi beliau tidak menegurnya walaupun menurut Ps Samuel anaknya sudah bertindak agak sedikit kurang ajar karena anaknya memang tidak mengetahui tentang larangan seperti itu, karena anak Ps Samuel percaya bahwa apa yang bapaknya punya, dia berhak juga memakainya, itulah anak karena kalau seorang pembantu atau orang lain tidak akan mungkin berani. Karena merasa dirinya anak, anak Ps Samuel berani memakai mike itu tanpa seijin Ps Samuel.

Anak Ps Samuel bersikap seperti itu bukan karena dia kurang ajar, kurang sopan, tetapi anak Ps Samuel bertindak untuk menunjukkan bahwa dia anak dari Ps Samuel dan dia punya otoritas untuk memakai mike tersebut.

Dahulu Ps Samuel punya pemikiran yang bisa dikatakan suatu kesombongan, yaitu bahwa seandainya apabila beliau diijinkan ke sorga beliau akan hanya bertanya kepada 2 orang yaitu Adam dan Abraham.

1) Kepada Adam, Ps Samuel akan bertanya kenapa Adam sampai mau dibodohi iblis dan jatuh kedalam dosa sampai sekarang semua manusia menjadi susah.

2) Kepada Abraham, Ps Samuel akan bertanya kenapa Abraham yang sebenarnya sudah dijanjikan akan Ishak, tetapi juga sampai melahirkan Ismael, yang keturunannya sekarang membuat teror dimana-mana.

Ps Samuel menyimpan pikiran seperti ini berbulan-bulan bahkan sampai bertahun-tahun sampai suatu masa, ketika sedang duduk diam kemudian Roh Kudus bertanya di hati Ps Samuel apakah masih ingin bertanya tentang ke-2 hal tadi? Yang kemudian diiyakan oleh Ps Samuel.
Roh Kudus kemudian bertanya, apakah Ps Samuel sudah merasa lebih benar dari mereka berdua? Apakah dosa Ps Samuel lebih sedikit dari mereka? Pertanyaan yang membuat Ps Samuel hanya bisa menangis. Adam dan Abraham hanya jatuh dalam dosa satu kali, lalu kita yang sudah berkali-kali jatuh dalam dosa kemudian merasa paling benar?

Kita seringkali merasa diri kita paling benar ketika melihat orang lain jatuh dan segala umpatan kemudian keluar dari mulut kita; orang itu bodoh, kurang beriman (kuman), kurang disiplin (kudis), dan kurang berharap (kurap).

Yang Tuhan inginkan adalah kita mengerti apa janji Tuhan kepada Abraham.

Alasan kenapa kita tidak bisa menikmati berkat-berkat Abraham adalah karena:

1) Kita tidak mengerti.
2) Kita menganggap gampang.
3) kita bersikap masa bodoh, merasa itu hanya bagian dan pekerjaan gembala.

APA YANG TUHAN SEBENARNYA JANJIKAN KEPADA ABRAHAM

1) A FRIEND OF GOD (Menjadi sahabat karib Allah).

Yakobus 2:23
Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: “Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.” Karena itu Abraham disebut: “Sahabat Allah.”

Yakobus 2:23 KJV
And the scripture was fulfilled which saith, Abraham believed God, and it was imputed unto him for righteousness: and he was called the Friend of God.

Seperti kita tidak menceritakan segala rahasia kita kepada semua orang, tetapi kita menceritakan hanya kepada sahabat karib kita.

Abraham diperhitungkan Tuhan sebagai sahabat karib sehingga sewaktu sebelum Tuhan menghukum Sodom dan Gomora (Kejadian 18:16-33), Tuhan datang kepada Abraham, berbicara, dan Abraham punya bargaining power, tawar menawar, negoisasi dengan Tuhan karena dia sahabat-Nya.

2)  HEIR (Mewarisi).

Roma 4:13-14
Sebab bukan karena hukum Taurat telah diberikan janji kepada Abraham dan keturunannya, bahwa ia akan memiliki dunia, tetapi karena kebenaran, berdasarkan iman. Sebab jika mereka yang mengharapkannya dari hukum Taurat, menerima bagian yang dijanjikan Allah, maka sia-sialah iman dan batallah janji itu.

Roma 4:13-14 KJV
For the promise, that he should be the HEIR OF THE WORLD, was not to Abraham, or to his seed, through the law, but through the righteousness of faith.  For if they which are of the law be heirs, faith is made void, and the promise made of none effect:

Mari kita menguasai dunia, dunia dalam hal ini bukan galaksi dan segala isinya tetapi dunia yang dalam bahasa Yunani disebut κόσμος - kosmos yang artinya menguasai sistem yang memerintah diatas bumi ini.

Tuhan Yesus mati bagi setiap kita bukan untuk membawa setiap kita masuk sorga, tetapi untuk memulihkan sistem pemerintahan dibumi yang dulu diberikan kepada Adam sewaktu penciptaan “Beranakcuculah dan bertambah banyak; PENUHILAH BUMI DAN TAKLUKKANLAH ITU, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”(Kejadian 1:28)

Yohanes 3:16
Karena begitu besar kasih Allah akan DUNIA ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Tuhan menginginkan kita hidup kekal seperti Adam memerintah diatas muka bumi dengan standart otoritas dari Kerajaan Sorga, itulah sebabnya kita disebut perwakilan Kerajaan Sorga (Ambassador of the Kingdom of GOD)

Jadi bukan karena melakukan Torah tetapi karena Iman kepada Yesus kita akan belajar tentang berkat Abraham karena kebanyakan dari kita hanya sampai kepada Iman tentang Yesus.

3) BECOME A FATHER OF MANY NATIONS (Menjadi bapa banyak bangsa).

Roma 4:16-17
Karena itulah kebenaran berdasarkan iman supaya merupakan kasih karunia, sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham. Sebab Abraham adalah bapa kita semua, seperti ada tertulis: “Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa” -- di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada.

Roma 4:16-17 KJV
Therefore it is of faith, that it might be by grace; to the end the promise might be sure to all the seed; not to that only which is of the law, but to that also which is of the faith of Abraham; who is the father of us all,  (As it is written, I have made thee a father of many nations,) before him whom he believed, even God, who quickeneth the dead, and calleth those things which be not as though they were.

Kenapa yang dipakai kata semua? Kenapa tidak hanya keturunan Abraham? Karena kalau hanya keturunan Abraham berarti ayat diatas hanya untuk keturunan Abraham secara daging yaitu bangsa Israel, tetapi ada keturunan Abraham yang tidak melalui daging tetapi melalui Iman (Faith), Perjanjian (Covenant) yaitu kita semua. Jadi kita semua berhak menerimanya. Apa yang dijanjikan untuk Israel, juga berlaku untuk kita lewat Iman.

4) TUHAN BERSUMPAH DEMI DIRI-NYA SENDIRI UNTUK MEMBERKATI ABRAHAM.

Ibrani 6:13-14
Sebab ketika Allah memberikan janji-Nya kepada Abraham, Ia bersumpah demi diri-Nya sendiri, karena tidak ada orang yang lebih tinggi dari pada-Nya, kata-Nya: “Sesungguhnya Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan akan membuat engkau sangat banyak.”

Di-ayat ini Tuhan bersumpah demi diri-Nya sendiri seperti di Kejadian 22:16 “Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri -- demikianlah firman Tuhan
: Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.

Biasanya kita bersumpah demi sesuatu yang lebih tinggi daripada kita, tetapi karena tidak ada yang lebih tinggi daripada Tuhan sehingga Tuhan bersumpah demi dirinya sendiri.

Ayat ini adalah berkat bagi kita semua, mari kita pegang ini, masukkan dihati kita, dan lakukan. Kita jangan lagi menjadi mudah mencari kredit, pinjaman, dan meminta-minta pertolongan kemana-mana, karena pertolongan kita hanya dari Tuhan.

Seperti kesaksian Ps Samuel sewaktu pertama kali diutus untuk pergi ke Australia, beliau tidak diberikan biaya, tidak dijanjikan apa-apa. Ps Samuel meninggalkan semua bisnis, keluarga besar, dan aset-asetnya yang ada dibali untuk pergi ke Australia ke tempat yang beliau belum pernah ketahui dan tidak ada seorangpun yang dikenal, Ps Samuel benar-benar memulainya dari nol, sewaktu Ps Samuel melakukan semua itu karena Tuhan, Tuhan memberkati hidup Ps Samuel dan keluarga tanpa pernah meminjam uang sepeserpun dari orang lain.

5) TO BECOME VERY WEALTHY (Untuk menjadi sangat kaya)

Ibrani 6:14
kata-Nya: “Sesungguhnya Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan akan membuat engkau sangat banyak.”

Untuk mengerti dan menerima Perjanjian (Covenant) Abraham ini mari kita jangan melihat latar belakang kita, jangan melihat posisi keuangan kita, jangan melihat pendidikan kita, jangan melihat background latar belakang suku darimana kita berasal.

Mungkin kita tidak punya warisan apapun dari orangtua yang bisa kita nikmati, tetapi kita mempunyai satu warisan yang dari Yesus Kristus lewat Abraham yang tidak bisa diambil oleh siapapun, yang hanya bisa diambil lewat Iman, lewat hidup dalam kebenaran, yang bisa kita ambil dan lakukan hari ini juga dengan berjalan dalam kebenaran.

AMIN!

posted from Bloggeroid

MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama)

  MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama) Sabtu, 04 Februari 2023 Ps Joseph Hendrik Gomulya           Sejak awal manusia diciptakan Allah ...