Ps Joseph Hendrik Gomulya
"Berfirmanlah Tuhan : “Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja.” (Kejadian 6:3 TB)
"Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya. Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah." (Roma 8:5-8 TB)
"Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging -- karena keduanya bertentangan -- sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat."
(Galatia 5:16-18 TB)
Firman Tuhan diatas berkata bahwa apabila ingin hidup di dalam Roh kita harus mematikan keinginan daging. Kejahatan sangat banyak terjadi karena sangat banyak orang yang hidup didalam daging sesuatu yang sangat tidak mudah untuk diusir dari hidup seseorang dan itu sesuatu yang benar-benar harus dimatikan. Orang yang ingin hidup didalam karya keselamatan adalah orang yang bisa mematikan setiap keinginan dagingnya.
NUH MEMILIH HIDUP DALAM KEBENARAN (MEMISAHKAN DIRI)
"Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah." (Kejadian 6:9 TB)
Firman Tuhan diatas jelas sekali mengatakan alasan Nuh mendapatkan kasih karunia dari Tuhan adalah karena dia memilih hidup dalam kebenaran dan tidak bercacat cela. Setiap kita yang telah diselamatkan oleh Tuhan Yesus dengan pengorbanannya di atas kayu salib dan kasih karunianya diberikan kepada setiap kita maka kita hidup dalam kebenaran dengan kuasa dari Roh Allah. Jadi mari belajar dari Nuh memilih hidup benar dan berbeda, dimana ketika kita memilih untuk hidup benar maka Tuhan sendiri akan memberikan kesanggupannya, kasih karunia tidak akan diberikan apabila kita jauh dari Tuhan dan hidup dalam kedagingan.
“Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela”
Hidup Nuh yang “tidak bercela” dalam terjemahan lain dikatakan bahwa Nuh memisahkan dan mengkhususkan dirinya. Jadi ketika orang lain memilih untuk hidup dalam kemabukan, pesta pora dan kenikmatan duniawi lainnya, Nuh memilih untuk tidak berada di situ dan lebih memilih untuk menyembah Tuhan sehingga orang lain yang berada sekitarnya bisa melihat gaya hidup Nuh yang berbeda dan iman percayanya yang besar kepada Tuhan.
Banyak orang kristen berpikir bahwa tidak banyak orang Kristen yang hidup dalam dosa karena dosanya sudah ditanggung oleh kematian Tuhan Yesus di atas kayu Sali sehingga banyak orang Kristen tidak mau memilih untuk hidup berbeda dan memisahkan dirinya, mereka lupa bahwa bangsa Israel yang adalah umat pilihan Tuhan sendiri banyak yang masih menyembah berhala. Sebagai anak-anak Tuhan yang telah menerima kasih karunia Tuhan mari memilih gaya hidup yang berbeda dari orang-orang sekitar kita karena apabila kita memilih sama dengan orang dunia (kemabukan, pesta pora dan kenikmatan dunia lainnya) itu seperti kita memilih untuk tidak mendapatkan kasih karunia.
NUH BERGAUL KARIB DENGAN TUHAN
Seseorang tidak akan mungkin dapat hidup dalam kebenaran tanpa bergaul karib dengan Tuhan yang adalah sebuah kasih karunia karena Tuhan sendiri yang mendekatkan diri-Nya sehingga itu menjadi identitas setiap kita. Apabila setiap kita mengetahui bahwa itu adalah identitas maka kita akan memberikan waktu kita untuk Tuhan lebih daripada menonton TV atau bermain handphone (gadget), dengan siapa kita bergaul itu menggambarkan apa identitas kita. Mari bergaul karib dengan Tuhan dengan bergaul dengan saudara seiman atau bergaul dalam komunitas yang orang yang hidupnya juga bergaul dan bergantung kepada Tuhan. Jangan pernah memilih bergaul dengan orang yang bisa membawa anda menjauh dari Tuhan, yang membuat banyak waktu dan energy anda habis terbuang dengan orang itu.
"Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya." (Kejadian 6:22 TB)
Terlihat hanya seperti sebuah kalimat tetapi itu semuanya itu dirangkai selama 120 tahun lamanya dimana Nuh menghabiskan seluruh uang, tenaga dan hidupnya untuk membangun bahtera seperti yang Tuhan perintahkan kepadanya. Nuh sepertinya mempunyai pilihan karena memang Tuhan memberi kita kehendak bebas tetapi Nuh memilih mentaati perintah Tuhan bahkan tidak mengerjakannya hanya sebagian tetapi seluruh hidupnya. Bagaimana dengan hidup setiap kita, apakah kita harus berada di dalam gereja setiap waktu? Apakah hidup kita harus berada dalam pelayanan saja?
Bahtera berbicara tentang keselamatan, jadi apapun yang kita lakukan apakah membawa keselamatan atau tidak? Apakah tujuannya untuk Tuhan dimuliakan atau tidak? Mari membuat itu sehingga kita mempunyai tujuan untuk Tuhan dimuliakan, contohnya anda berteman dengan seseorang yang latar belakang kehidupannya anda ketahui tidak baik tetapi Roh Kudus menggerakkan anda untuk dekat dengannya dan membawanya kepada Tuhan sampai sungguh-sungguh hidupnya dengan Tuhan (ini adalah contoh anda mempunyai tujuan). Begitu pun halnya dalam pekerjaan, apakah itu membawa keselamatan atau jangan-jangan pekerjaan itu membawa anda semakin menjauh dari Tuhan dan melakukakan hal-hal yang tidak benar. Sebagai anak-anak Tuhan, setiap kita harus menjadi terang dimana pun kita berada termasuk di tempat pekerjaan. Mungkin pemimpin di tempat kerja anda tidak takut akan Tuhan tetapi mintalah kekuatan dan hikmat dari Tuhan sehingga keselamatan itu bisa nyata dan orang bisa melihat perbedaan itu dari apa yang anda kerjakan. Sama halnya didalam berbisnis, ketika anda bergaul dengan Tuhan maka akan ada keselamatan dan tujuan Tuhan dari keputusan yang anda ambil orang melihatnya berbeda karena ada hikmat dari Tuhan yang menuntun dan mengajari anda.
Dalam sebuah penyembahan Tuhan mengajarkan kepada Ps Hendrik bahwa Tuhan sendirilah yang menutup dan mengemudikan bahtera Nuh karena bahtera Nuh tidak mempunyai mesin dan layar sebagai penggerak. Hidup setiap kita sudah diselamatkan oleh Yesus, jadi maukah seluruh bahtera hidup kita dikemudikan oleh Tuhan sendiri? atau maukah setiap gereja Tuhan dikemudikan oleh Tuhan sendiri dan bukan oleh gembala atau siapa pun? Jadi mari biarkan Tuhan sendiri yang mengemudikan bahtera kehidupan setiap kita agar Tuhan membawa setiap kita sampai kepada tujuan-Nya karena hanya Tuhan yang mengetahui secara tepat tempat dan waktu-Nya. Banyak orang berpikir bahwa meleset sedikit itu tidak apa-apa dibandingkan tidak mengerjakannya sama sekali, yang penting dirinya ada di gereja menyembah Tuhan, yang penting dirinya sudah melakukan pelayanan tetapi orang yang mau melakukan segalanya dalam ketepatan maka dia akan berlutut berdoa dan bertanya apa yang Tuhan inginkan, apa yang ada di hati Tuhan sehingga tepat seperti yang Tuhan inginkan sekalipun dirinya memiliki banyak pilihan dan melakukan banyak hal. Di saat anda mungkin ingin terburu-buru melakukan sesuatu justru itulah waktunya anda harus bersabar dan melakukan tepat seperti yang Tuhan inginkan. Kerinduan hati yang mau melakukan tepat seperti yang Tuhan inginkan dengan memilih berlutut berdoa dan bertanya kepada Tuhan, hati seperti inilah yang Tuhan cintai.
Seringkali hal yang kelihatannya bagus dan menguntungkan tetapi justru bukan itu yang Tuhan inginkan sehingga benar-benar sangat perlu untuk setiap kita berlutut berdoa bertanya kepada Tuhan apa yang diinginkan-Nya. Seringkali bahkan hal yang sepertinya sulit dan tidak mungkin terjadi tetapi kalau itu yang Tuhan inginkan maka Tuhan akan membuka jalan serta terjadi pembalikan keadaan untuk membuat berhasil apa yang anak-anak-Nya kerjakan.
Seperti Nuh bergaul karib dengan Tuhan karena mengetahui bahwa hanya Tuhan yang mengetahui apa yang tepat. Bergaul disini adalah berjalan naik dan turun bersama-sama dengan Tuhan (Walk up and down with God). Jadi bergaul dengan Tuhan bukan hanya saat kita dibawah oleh Tuhan naik keatas tetapi juga sewaktu kita dibawa turun oleh Roh Tuhan. Terus bergaul dan bergantung kepada Tuhan maka Tuhan yang sama akan membawa setiap kita naik lebih tinggi lagi dari sebelumnya. Ketika bergaul dengan Tuhan dan firman-Nya mungkin saja kita bisa salah, tetapi jangan takut karena ketika kita bergaul karib dengan Tuhan maka Roh Tuhan sendiri yang akan menuntun kita karena Tuhan sanggup membuat sesuatu yang keliru untuk di putar balikkan menuntun hidup kita menjadi hidup yang berkemenangan.
Jadi mari belajar untuk melakukan sesuatu dalam ketepatan dalam setiap pelayanan apakah itu dalam pelayanan musik, tarian dan berkotbah menyampaikan isi hati Tuhan untuk memiliki hati yang tidak cepat puas karena orang yang rindu melakukan segala sesuatu dalam ketepatan maka hatinya tidak akan pernah cepat puas karena apabila itu meleset sedikit saja maka ibaratnya anak panah maka itu akan dilesatkan kembali sampai benar-benar tepat pada sasaran. Seperti seorang pemanah yang menyadari bahwa memanah seadanya itu tidak ada artinya tetapi memanah secara tepat itu sangat penting sehingga diperlukan untuk kita melatih diri dengan berdoa dan melakukan tepat seperti yang firman Tuhan ajarkan atau menghidupi setiap firman-Nya dengan tepat dimana penilaiannya bukan dari orang lain tetapi oleh kita sendiri ketika jujur dengan Roh Tuhan.
Orang terkadang bisa melakukan sesuatu dengan tepat apabila melakukan sesuatu seperti apa yang diinginkannya. Sangat berbeda apabila ingin melakukan tepat seperti yang Tuhan inginkan karena seringkali kita harus mematikan kedagingan, membayar harga dan menyangkal diri untuk melakukan yang tepat.
Mari percaya bahwa Tuhan sendiri yang mengemudikan hidup, pelayanan dan rumah tangga setiap kita. Ketika Tuhan yang mengemudikan maka Tuhan sendiri yang akan membawa setiap kita sampai kepada tujuan. Bahtera Nuh ketika berhenti di pegunungan Ararat persis di hari ketiga, sama seperti Yesus yang mati dan 3 hari kemudian dibangkitkan. Ini bukan kebetulan karena Tuhan sendiri yang mengetahui waktu dan hari yang tepat, jadi apabila kita dituntun oleh Tuhan maka Tuhan akan menuntun kita waktu dan hitungannya tepat. Jadi mari mengandalkan Tuhan dalam hidup setiap kita dan ijinkanlah Tuhan yang mengemudikan hidup kita.
Amen, Tuhan Yesus Memberkati
"I am not what the devil and world say about me, but I was G-D says, and I will go into in the end-time destiny for my life."
Kamis, 02 November 2017
TUHAN SENDIRI KEMUDI BAHTERA
Kamis, 31 Agustus 2017
BERGULAT DENGAN TUHAN (Bagian Pertama)
Minggu, 27 Agustus 2017
BLESSING UNDER PRESSURE (Bagian Kedua)
(Morning Devotion at Radio Pelangi Makassar, 02/08/2017)
Ps Joseph Hendrik Gomulya
Kotbah ini masih lanjutan dari serial kotbah Power Under Pressure dan ini adalah kelanjutan dari pembahasan sebelumnya yakni berkat dibawah Pressure, tekanan atau penderitaan, BLESSING UNDER PRESSURE.
Sebelumnya kita akan merefresh kembali apa yang Tuhan sampaikan dalam 3 serial kotbah sebelumnya dimana Tuhan sebenarnya mengijinkan setiap kita untuk mengalami yang namanya Pressure, tekanan atau penderitaan untuk suatu tujuan yang baik buat hidup setiap kita sehingga kita bisa menjalaninya dengan pengertian dan bisa menangkap tujuan Tuhan.
Sangat banyak orang bahkan sampai saat ini yang beranggapan bahwa ketika mereka mengalami yang namanya pressure, tekanan atau penderitaan itu semua adalah buah dari dosa atau kesalahannya padahal tidak semuanya seperti itu seperti penderitaan yang harus dialami oleh Ayub dimana Tuhan mengijinkan semua itu agar Ayub mengenal dan mengalami Tuhan secara pribadi dan bukan lagi dari perkataan orang sehingga kemudian Tuhan mengangkat hidup Ayub lebih tinggi lagi dari sebelumnya. Jadi mari melihat tujuan Tuhan terlebih dahulu bahwa semua pressure, tekanan atau penderitaan yang kita alami adalah ada tujuan Tuhan agar kita memiliki pengenalan akan Tuhan lebih lagi dan mengalami kemuliaan-Nya.
Dalam serial kotbah yang sebelumnya ada beberapa hal yang telah kita pelajari bahwa ketika mengalami atau menghadapi pressure, tekanan atau penderitaan kita harus selalu mengingat penyertaan dan kebaikan Tuhan, bagaimana Tuhan menyelamatkan, menolong atau apapun perbuatan ajaib yang Tuhan pernah buat sebelumnya didalam hidup kita maka pertolongan dan penyertaan-Nya yang sama akan kita alami kembali. Ini juga membuat kita tidak pernah kehilangan pengharapan karena dengan pengharapan itu membuat kita terus tetap tinggal, tetap percaya dan tetap berjalan dengan iman sehingga tidak akan ada lagi persungutan yang keluar dari mulut kita. Tanda seseorang kehilangan pengharapan didalam hidupnya adalah ketika dirinya mulai bersungut-sungut.
Pelajaran kedua yang Tuhan berikan sewaktu kita diijinkan mengalami pressure, tekanan atau penderitaan adalah kita mengetahui bahwa diri kita tidak penting karena hanya Tuhan yang penting. Pressure, tekanan atau penderitaan membuat kita juga menyadari bahwa kita tidak ada apa-apanya, apabila kita sudah sampai di titik seperti yang dialami oleh Rasul Paulus dimana berulang-ulang kali dirinya seperti mengalami jalan buntu sampai harus mempertaruhkan nyawanya. Kita hanya bermegah didalam Kristus, Tuhan yang bertambah besar dan kita semakin berkurang, semua hal yang bisa kita lakukan semuanya karena anugerah Tuhan, inilah yang menghindarkan kita untuk jatuh dalam kesombongan. Semakin kita mengerti bahwa kita ini tidak penting, yang terpenting adalah Tuhan maka hidup kita akan semakin diangkat Tuhan dan jangan hanya sebatas ucapan di mulut saja tetapi harus sungguh-sungguh diwujudkan dalam perkataan dan tindakan kita.
"Dari kematian yang begitu ngeri Ia telah dan akan menyelamatkan kami: kepada-Nya kami menaruh pengharapan kami, bahwa Ia akan menyelamatkan kami lagi"
(2 Korintus 1 : 10 TB)
Berkat ketiga yang kita peroleh setelah mengalami pressure, tekanan atau penderitaan adalah kita menjadi lebih baik, menghasilkan kuasa Tuhan. Semakin besar pressure, tekanan atau penderitaan yang dialami maka semakin besar kuasa yang dihasilkan. Jadi ketika kita meminta kuasa yang dari Tuhan atau meminta pengurapan dari Tuhan untuk hidup kita menjadi berkat bagi jiwa-jiwa maka kita harus mengerti suatu hal yaitu kita harus siap untuk mengalami pressure, tekanan atau penderitaan yang lebih besar dimana disitulah kuasa yang besar itu dihasilkan. Tidak akan ada cerita yang sungguh-sungguh bisa menjadi berkat tanpa melalui pressure, tekanan atau penderitaan, jadi mari sebagai orang percaya melihat semua proses itu sebagai sebuah kesempatan untuk Tuhan dimuliakan, sebagai kesempatan ilahi dimana Tuhan menyatakan dirinya.
"Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan" (Roma 5 : 3 TB)
"And not only this, but [with joy] let us exult in our sufferings and rejoice in our hardships, knowing that hardship (distress, pressure, trouble) produces patient endurance" (Roma 5 : 3 AMP)
Dikatakan “Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita”, dalam terjemahan bebas Amplified Bible (AMP) dikatakan Bermegah dalam pressure, tekanan atau penderitaan dimana itu menghasilkan ketekunan. Jadi sewaktu mengalami pressure, tekanan atau penderitaan kita tidak seharusnya bersedih tetapi bermegah dan mengucap syukur, itu kelihatan dari respon dan sikap hati kita. Ada banyak orang yang terus-menerus mengalami penderitaan atau kesengsaraan dalam hidupnya tetapi Tuhan juga tidak pernah sungguh-sungguh dimuliakan karena diresponi dengan kemarahan, kekecewaan dan Kepahitan sehingga tidak ingin lagi terlibat dalam pelayanan dan justru semakin menjauh dari Tuhan. Mari menjadi dewasa didalam Tuhan dengan mempunyai respon yang dewasa dan sesuai dengan firman Tuhan. BERMEGAH disini berarti kita memuliakan Tuhan, mengucap syukur, meninggikan Tuhan dan semakin bersungguh-sungguh melayani Tuhan karena tujuan dari pressure, tekanan atau penderitaan adalah untuk membawa kita semakin tekun, beriman dan mempunyai pengharapan melalui Kristus.
Dalam artikel serial kotbah diatas dan serial kotbah sebelumnya sudah dijelaskan bahwa seringkali kita berdoa kepada Tuhan untuk memberi kita passion maka yang Tuhan berikan adalah pressure, tekanan atau penderitaan dimana ini adalah cara Tuhan agar supaya passion atau cinta kita akan Tuhan semakin naik, jadi untuk menghasilkan passion yang kuat maka takaran pressure, tekanan atau penderitaannya akan semakin besar atau kuat. Apabila takaran pressure, tekanan atau penderitaan belum membuat kita bersungguh-sungguh dengan Tuhan maka akan ada pressure, tekanan atau penderitaan yang lebih besar lagi agar passion yang didalam kita keluar. Inilah adalah cinta dan kasih Tuhan kepada setiap kita karena dengan passion kita bisa mengerjakan banyak hal dan itu sangat berbeda dengan melakukan sesuatu tanpa ada passion dimana kita melakukan sesuatu tanpa ada gairah.
Setiap kita adalah orang-orang yang dipilih Tuhan, seperti Daniel yang mengalami pressure, tekanan atau penderitaan ketika dibuang ke gua singa, tetapi dalam penderitaan itu Tuhan menyatakan kuasa-Nya yang luar biasa. Begitupun dengan Yusuf yang dijual dan dijadikan budak bahkan awalnya sebenarnya hendak dibunuh oleh saudara-saudaranya, bahkan kemudian harus mengalami hidup dalam penjara dalam waktu yang lama dimana itu adalah cara Tuhan untuk mempersiapkan Yusuf menjadi Perdana Menteri. Jadi pressure, tekanan atau penderitaan yang lebih besar adalah kesempatan untuk kita mengalami kuasa Tuhan, mengalami kemuliaan Tuhan dan mengalami Tuhan yang hidup. Ketika Tuhan ingin mengangkat hidup kita maka yang kita alami awalnya bukan kebaikan tetapi justru sepertinya kehancuran dimana itu adalah bagian dari proses untuk mempersiapkan kita, apabila kita bisa mengerti akan hal ini maka respon kita ketika mengalami pressure, tekanan atau penderitaan akan sangat berbeda karena itu adalah kesempatan, keunggulan, momen untuk Tuhan mempromosi dan menjadi pelajaran berharga ketika kita dibawah naik oleh Tuhan. Semakin lama kita berada dalam pressure, tekanan atau penderitaan seharusnya ada sebuah posisi yang sungguh-sungguh tinggi karena didalam pressure, tekanan atau penderitaan yang terus-menerus itu berarti kita sedang dipersiapkan, kita melihat bagaimana Tuhan bekerja, melihat keajaiban dan kuasa yang Tuhan kerjakan.
Pressure, tekanan atau penderitaan juga menghasilkan atau menaikkan level penyembahan seseorang karena ketika mengalami itu orang pasti akan mencari kaki Tuhan, hatinya akan berseru dan terkoneksi dengan Tuhan dan kemudian menghargai bagaimana hubungan bergantung kepada Tuhan. Di titik yang paling dasar ini orang terkadang tidak mempunyai lagi pegangan selain hanya bergantung dan berharap kepada Tuhan, di titik inilah lahir penyembah-penyembah yang sungguh-sungguh menaruh seluruh hidupnya di tangan Tuhan, hidupnya tidak bisa jauh dari Tuhan, hatinya menyatu, melekat, sepakat dan berjalan bersama Tuhan serta tidak memiliki lagi keinginan yang lain.
Firman ini seperti permata berharga yang tidak pernah dilihat orang, kelihatannya hanya seperti sebuah bongkahan batu yang biasa yang belum terbentuk, tidak banyak orang yang mengetahui betapa bernilai permata yang ada didalam bongkahan itu. Batu itu harus digosok dengan sebuah tekanan dan gesekan yang lebih keras agar bisa didapatkan sebuah bongkahan pemata dan ketika permata itu jatuh ke ahli pembuat permata, dia akan mengetahui bagaimana cara membentuk permata itu menjadi permata yang indah, berkilau dan sangat bernilai.
Hidup setiap kita sebenarnya seperti permata yang mempunyai nilai yang besar tetapi apabila kita tidak mengijinkan atau menaruh kita kepada penjunan atau ahli pembuat permata yaitu Tuhan sendiri, Dia satu-satunya yang ahli bagaimana membentuk sudut-sudut dari hidup kita agar berkilau dan bersinar dimana awalnya semua kotoran dihidup kita harus disingkirkan. Bagian permukaannya harus di cuci terlebih dahulu kemudian sudut-sudutnya harus dibentuk dengan cara ditekan, dipukul dan digosok. Tekanan dan cara dalam memukul dan menggosok sebuah permata berbeda satu sama yang lainnya, bahkan banyaknya sudut yang harus di potong juga berbeda-beda. Tuhan adalah satu-satunya yang ahli dalam membentuk hidup kita, pilihannya adalah apakah kita mau mempercayai atau tidak bahwa setelah pressure, tekanan atau penderitaan kita menjadi lebih baik.
Pressure, tekanan atau penderitaan adalah tempat dimana kita bermegah karena Tuhan akan memproduksi kuasanya yang lebih besar, semakn besar tekanannya semakin besar kuasa yang dihasilkan. Pressure, tekanan atau penderitaan adalah golden time untuk kita mengalami kuasa yang lebih besar. apabila kita dianiaya oleh orang lain, digosipin, atau dijelekkan oleh orang lain, milikilah respon bermegah dengan mengucap syukur dan tetap percaya kepada Tuhan maka kita akan melihat Tuhan justru mempromosi atau mengangkat hidup kita lebih tinggi, Tuhan akan membawa dan mempercayakan banyak hal dan Nama Tuhan dipermuliakan.
Amen, Tuhan Yesus Memberkati…
MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama)
MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama) Sabtu, 04 Februari 2023 Ps Joseph Hendrik Gomulya Sejak awal manusia diciptakan Allah ...
-
Di atas perjanjian Lewi, kami berdiri di antara Tuhan dan bangsa Indonesia. Kami berdiri membawa pendamaian bagi bangsa Indon...
-
TravellerS Phinisi, JKI Holy Glory Church Makasih (Ascension of Jesus Christ) Jurnalist: Untung Bongga Karua (Kamis, 05/05/2016) Ps Sa...