Minggu, 03 Desember 2017

HARMONI (SEIRAMA) DENGAN R0H KUDUS



HARMONI (SEIRAMA) DENGAN R0H KUDUS


   Ps Joseph Hendrik Gomulya



“Telah Kudengar sungguh-sungguh Efraim meratap 1 : Engkau telah menghajar t  aku, dan aku telah menerima hajaran, seperti anak lembu u  yang tidak terlatih. Bawalah aku kembali, v  supaya aku berbalik, sebab Engkaulah TUHAN, Allahku. 31:19 Sungguh, sesudah aku berbalik, w  aku menyesal, dan sesudah aku tahu akan diriku, aku menepuk x  pinggang sebagai tanda berkabung; aku merasa malu y  dan bernoda, sebab aku menanggung aib masa mudaku. z  31:20 Anak kesayangankah gerangan Efraim bagi-Ku atau anak a  kesukaan? Sebab setiap kali Aku menghardik dia, tak putus-putusnya Aku terkenang b  kepadanya; sebab itu hati-Ku terharu terhadap dia; tak dapat tidak Aku akan menyayanginya, c  demikianlah firman TUHAN. 31:21 Dirikanlah bagimu rambu-rambu jalan, pasanglah bagimu tanda-tanda jalan; d  perhatikanlah jalan e  raya baik-baik, yakni jalan yang telah kautempuh! Kembalilah, f  hai anak dara g  Israel, kembalilah ke kota-kotamu ini! 31:22 Berapa lama lagi engkau mundur maju, h  hai anak perempuan yang tidak taat? i  Sebab TUHAN menciptakan sesuatu j  yang baru di negeri: perempuan merangkul k  laki-laki.” (Yeremia 31:18-22 TB)

Hal yang mesti dimengerti ketika bergaul dengan Roh Kudus adalah bagaimana harmoni atau seirama dengan Tuhan. Setiap kita harus mengetahui apa yang menjadi kesukaan Tuhan, dimana dalam pelayanan seperti ketika bermain musik, berkotbah, dan menari menyembah Tuhan setiap kita harus mengetahui irama seperti apa yang menjadi kesukaan Tuhan.

Dalam kehidupan sehari-hari setiap kita harus bisa memainkan banyak nada, tetapi yang menjadi masalah adalah apakah nada-nada itu harmoni atau seirama dengan Roh Kudus? Orang yang mengerti bagaimana hidup harmoni atau seirama dengan Roh Kudus maka hidupnya akan begitu indah karena ada sinfoni keharmonian dengan Roh Kudus yang akan terdengar sangat enak bahkan bisa membawa lawatan bagi banyak orang karena ada hidup yang bisa berdampak.

Description: https://images-production.global.ssl.fastly.net/uploads/posts/image/75577/blessing-151029.png?auto=compress&crop=faces,top&fit=crop&h=225&q=55&w=400

Membentuk sebuah nada dari banyak alat musik disitu ada ego yang harus dimatikan. Seseorang yang hidupnya ingin dibawa terbang oleh Tuhan harus belajar bagaimana untuk bisa harmoni atau seirama dengan Roh Kudus. ketika bersama-sama dengan orang lain disana kelihatan apakah anda sungguh-sungguh di pimpin oleh Roh Kudus, dalam hal pelayanan pun juga seperti itu.

“Telah Kudengar sungguh-sungguh Efraim meratap 1 : Engkau telah menghajar t  aku, dan aku telah menerima hajaran, seperti anak lembu u  yang tidak terlatih. Bawalah aku kembali, v  supaya aku berbalik, sebab Engkaulah TUHAN, Allahku.” (Yeremia 31:18 TB)

Description: https://i.pinimg.com/originals/c2/0a/41/c20a4172c238d86779c1235297797be9.jpg

Efraim artinya berbuah-buah, dia adalah adik dari Manasye atau anak kedua dari Yusuf tetapi yang mendapatkan hal kesulungan adalah dirinya. Didalam tangannya dipercayakan segala tanah-tanah pusaka dan hidupnya sangat diberkati. Jadi setiap kita mari merindukan untuk hidup berbauh-buah dengan selalu harmoni atau seirama dengan Roh Kudus dengan mengijinkan Roh Kudus menuntun setiap kita.

“Engkau telah menghajar aku”


Satu-satunya cara agar hidup ini harmoni atau seirama dengan Roh Kudus adalah dengan mengijinkan hajaran dan dididikan itu dimana seorang anak mesti belajar untuk dihajar dan dididik. Tanpa hajaran dan didikan Roh Kudus maka orang tidak akan pernah bisa harmoni atau seirama dengan Roh Kudus dan yang terjadi adalah orang melayani dengan seadanya atau semuanya. Kebanyakan orang sudah merasa sudah pintar sehingga tidak pernah mau mempertimbangkan perasaan Roh Kudus, menolak hajaran dan dididikan Roh Kudus melalui mentor atau bapak rohani yang terus berbicara kepadanya padahal semuanya itu adalah wujud dari cinta dan sayang kepadanya sehingga pastinya hajaran dan didikan itu tidak akan pernah diterimanya. Jadi untuk hidup bisa berbuah-buah, mintalah untuk Tuhan menghajar dan mendidik anda dengan mendengarkan setiap hajaran atau dididkan melalui mentor, pemimpin, bapak rohani atau siapapun otoritas yang Tuhan taruh diatas hidup anda.

“dan aku telah menerima hajaran”

Sukailah setiap hajaran dan didikan dari Roh Kudus, mintalah untuk Tuhan menghajar dan mendidik untuk membentuk yang didalam anda agar hidup anda tidak melenceng jauh.

Seperti apa hajaran dan didikan Tuhan?

“seperti anak lembu yang tidak terlatih”

Relakanlah diri anda untuk dilatih oleh Tuhan dan ijinkanlah untuk anda menerima itu karena itu baik bagi anda. Itu adalah tanda bahwa anda anak yang sangat disayang, dicintai dan dikasihi-Nya. Apabila hidup anda melenceng dan Tuhan membiarkan itu maka anda harus berhati-hati atau apabila anda melayani dengan seadanya dan Tuhan membiarkan itu maka itu akan sangat berbahaya. Hajaran dan didikan Tuhan itu sangat baik untuk anda untuk menjadi orang yang maksimal, berbuah-buah didalam pelayanan dan menjadi harmoni atau seirama dengan Tuhan. Sangat banyak orang yang hidupnya baik dan memiliki banyak talenta tetapi ketika melihat banyaknya talenta yang dimiliki lebih dari orang lain dan tidak pernah menjaga hatinya maka ketika dihajar dan dididik akan mudah marah dan memberontak.

Masalah adalah salah satu hal yang Tuhan ijinkan untuk menghajar dan mendidik anda. Apabila anda mempunyai kepekaan, keadaan/masalah bisa berbicara sebagai hajaran atau didikan tetapi kalau tidak dengarkanlah Tuhan berbicara yang bisa melalui pemimpin, mentor atau bapak rohani anda dan buatlah yang didalam hati bisa berubah. Apabila Tuhan mulai sungkan untuk menghajar dan sungkan untuk berbicara terus terang kepada anda, itu sesuatu yang sangat berbahaya. Tuhan menjadi sungkan untuk berbicara terus terang karena anda tidak bisa menerima dan justru menolak-Nya, tidak pernah mau membuka hati dan telinga anda. Ini adalah sesuatu yang sangat berbahaya karena bisa membuat anda melenceng sangat jauh dan ujungnya pada kebinasaan.

Anak lembu yang tidak terlatih akan sangat suka berjalan sendiri dan pastinya bisa merusak banyak hal, tanah yang seharusnya bisa dibajak dengan baik tetapi karena tidak terlatih justru malah merusaknya. Seorang petani atau gembala yang mempunyai bajakan akan mengetahui dengan persis bagaimana mengajar anak lembu itu dengan mengikutkannya dengan lembu senior. Apakah anda mau mengikuti lembu senior yang adalah Tuhan Yesus sendiri?

Kuk yang Tuhan pasang itu sebenarnya ringan dan enak tetapi buat lembu yang tidak terlatih, lembu yang keras kepala, lembu yang tidak ingin dididik itu akan terasa berat. Ada 2 macam sifat lembu sebenarnya, ada lembu yang mudah mengikuti dimana jenis lembu ini bahwa dirinya tidak terlatih sehingga merasa perlu untuk dihajar, dididik dan disesuaikan dengan mengkikuti lembu yang lebih senior. Lembu yang lainnya adalah lembu yang tidak terlatih, lembu yang sebenarnya tidak mau mengikuti lembu yang lebih senior sehingga lembu ini akan dihajar dan dicambuk untuk mengikuti langkah lembu yang lebih senior dan melatihnya.

“Bawalah aku kembali, supaya aku berbalik sebab Engkaulah Tuhan, Allahku”

Efraim mengetahui dengan persis bahwa dirinya tidak bisa jauh dari Tuhan. Hajaran dan didikan akan membawa anda kembali berbalik kepada Tuhan dan tidak lagi menjadi lembu yang tidak mau mengikuti lembu senior karena ada hati yang mau belajar. Setiap kali melayani Tuhan apakah itu bermain musik atau menari anda bisa merasakan hadirat-Nya karena anda melayani bukan karena sebuah tugas.

“Sungguh, sesudah aku berbalik, w  aku menyesal, dan sesudah aku tahu akan diriku, aku menepuk x  pinggang sebagai tanda berkabung; aku merasa malu y  dan bernoda, sebab aku menanggung aib masa mudaku.” (Yeremia 31:19 TB)

Cara terbaik untuk berbalik dan mengembalikan hati anda kepada anda sebenarnya adalah dengan cara mengenali siapa diri anda sendiri tetapi permasalahannya tidak semua orang bisa memgenali siapa dirinya. Ada banyak orang yang bisa mengenali diri orang lain tetapi tidak bisa mengenali siapa dirinya sendiri, apa kekurangan dan kelemahannya, apa yang Tuhan suka dan tidak suka, apa yang mesti diubah dalam dirinya, mengenali karakter dan sifat-sifatnya. Apabila anda bisa mengenali siapa diri anda maka anda bisa berjaga-jaga dan berhati-hati apada kelemahan anda tersebut, anda bisa berdiri dan mengetahui bagaimana Tuhan mengubah anda.

Seorang pemenang adalah orang yang bisa mengenali dan menghadapi dirinya sendiri Orang yang hidupnya ingin dipakai oleh Tuhan harus bisa mengetahui siapa dirinya karena lawan yang terberat bukan orang lain atau keadaannya tetapi dirinya sendiri. Apabila anda tidak bisa melihat dan menghadapi kenyataan akan diri anda sendiri maka anda tidak akan pernah bisa mengalami yang namanya breakthrough atau terobosan dalam hal kerohanian. Apabila anda berani melihat siapa diri anda, tidak suka berdalih, mengurusi dengan serius atas apa yang Roh Kudus tidak suka atas setiap karakter anda maka Tuhan akan memberikan anugerah dan mengubah hidup anda. Jadi manfaat dari anda bisa mengenali siapa diri anda sendiri adalah agar anda tidak mudah jatuh dan agar anda mudah untuk bertobat.

“aku menepuk pinggang sebagai tanda berkabung”

Kenapa Efraim menepuk pinggangnya?

Kekuatan manusia itu berada dipinggangnya jadi apabila anda ingin berlari maka anda harus memiliki pinggang yang kuat, apabila anda ingin bergelut/bergulat anda harus memiliki pinggang yang kuat. Jadi sebagai tanda perkabungan Efraim menepuk pinggangnya disini berarti bahwa Efraim seharusnya tidak mengandalkan kekuatannya.

“Anak kesayangankah gerangan Efraim bagi-Ku atau anak a  kesukaan? Sebab setiap kali Aku menghardik dia, tak putus-putusnya Aku terkenang b  kepadanya; sebab itu hati-Ku terharu terhadap dia; tak dapat tidak Aku akan menyayanginya, c  demikianlah firman TUHAN.” (Yeremia 31:20 TB)

Anda dan saya adalah anak-anak kesukaan Tuhan, jadi apabila Tuhan masih menghajar itu adalah bentuk rasa cinta dan sayang Tuhan. Di hati Tuhan tidak pernah sedikitpun ingin membuang anak-anak-Nya tetapi justru dari pihak kita yang menolak untuk dididik.

“Dirikanlah bagimu rambu-rambu jalan, pasanglah bagimu tanda-tanda jalan; d  perhatikanlah jalan e  raya baik-baik, yakni jalan yang telah kautempuh! Kembalilah, f  hai anak dara g  Israel, kembalilah ke kota-kotamu ini!” (Yeremia 31:21 TB)

Seseorang yang harmoni atau seirama dengan Tuhan, ketika berjalan dengan Tuhan akan memasang rambu-rambu, sehingga berarti dia harus mengetahui siapa dirinya. Ketika dirinya berjalan dengan Tuhan maka dia akan memasang rambu-rambu atas setiap kelemahannya sehingga setiap kali akan melenceng dia sudah mengetahui bagaimana caranya agar tidak mengulanginya lagi, bagaimana caranya agar dirinya tidak lari lagi dari Tuhan, apabila hatinya mulai sombong maka dia harus mengetahui bagaimana caranya agar dirinya bisa rendah hati.

Sambil berjalan bersama dengan Tuhan, dirikanlah rambu-rambu, apabila anda jatuh dalam minuman beralkohol dirikanlah rambu-rambu sehingga anda tidak lagi akan berjalan kesana, apabila anda gampang tersinggung, marah dan kecewa dirikanlah rambu-rambu dan kenali siapa diri anda sehingga anda tidak akan mengulanginya lagi. Perhatikanlah setiap rambu-rambu yang telah anda pasang dan juga tanda-tanda jalan, jangan pernah berbelok ke kiri dan ke kanan karena anda mengetahui bahwa anda harus berjalan di jalan yang lurus sehingga apa ada seseorang yang berusaha membelokkan, anda bisa menolaknya.


Description: https://i.pinimg.com/736x/58/60/8e/58608e18e16114412039a531d09f6344--holy-spirit-art-the-spirit.jpg

Orang yang mengetahui dan memasang tanda-tanda jalan adalah orang yang hidupnya harmoni atau seirama dengan Tuhan dan tidak lagi hidup semaunya. Orang yang hidupnya semaunya akan membuat kehancuran atas hidupnya sendiri dan kemudian menyesalinya. Jadi jangan lagi untuk hidup semaunya karena sewaktu anda berjalan iblis selalu akan memasang jerat sehingga anda harus memasang tanda dan melewati ujian itu. Contohnya apabila seseorang jatuh dalam dosa homosexual maka iblis akan mengirim orang-orang yang juga suka akan hal itu untuk merayu agar kembali, tetapi apabila ada rambu-rambu yang dipasang maka anda tidak akan lagi mau untuk mendekat karena Tuhan sudah membebaskan hidup anda.

Sewaktu anda berjalan selain memberi tanda dan rambu-rambu jalan anda harus MEMPERHATIKAN jalanan yang anda jalani dan tidak lagi berjalan dengan sembarangan atau mengikuti lagi jalan anda yang lama. Orang yang MEMPERHATIKAN adalah orang yang memiliki spirit teachable, orang yang mempunyai spirit belajar, orang yang mempunyai spirit mempertimbangkan, orang yang mempunyai spirit menghitung dan menimbang, orang yang mempunyai spirit berhati-hati.

Jadi perhatikanlah ketika Tuhan memberitahu sesuatu, perhatikanlah ketika Tuhan berbicara, perhatikanlah ketika Tuhan memberikan anda tanda, perhatikanlah ketika Tuhan menegur anda, perhatikanlah ketika Tuhan mendidik anda, perhatikanlah apakah jalan itu sudah benar, apakah jalan itu sudah berkenan dimata Tuhan dan itu yang Tuhan mau. Karena ada orang yang ketika berjalan sekedar berjalan dan tidak memperhatikan jalan apa yang ditempuhnya atau jalan yang sudah dilaluinya sehingga jalannya akan ngawur dan tidak mempunyai tujuan.

Ketika anda belajar dan memperhatikan, tidak cuek atau acuh tak acuh maka hidup anda akan dikenal orang sebagai orang yang berhikmat, orang yang penuh dengan perhitungan yang matang secara rohani. Apabila anda memperhatikan, berhitung, mengetahui dan mempertimbangkan atas setiap langkah, apakah itu benar dan menyukakan hati Tuhan dan seperti yang Tuhan mau, lihat dan perhatikanlah buah-buah yang dihasilkan.

Mari jujur dengan Tuhan, akui dan kenali siapa diri anda. Sambil berjalan bersama dengan Tuhan, pasanglah tambu-rambu dan lihatlah tanda-tanda jalan, perhatikanlah jalanan yang sudah anda lalui. Apabila selama ini anda berjalan ditempat yang salah, berbaliklah dan datang kepada Tuhan karena Tuhan merindukan hati yang mau dididik dan dihajar, akui setiap kelemahan dan kesalahan anda karena apapun keadaan anda karena kasih-Nya yang besar maka Tuhan akan mengampuni anda.






Amen, Tuhan Yesus Memberkati.

Kamis, 02 November 2017

TUHAN SENDIRI KEMUDI BAHTERA

Ps Joseph Hendrik Gomulya

"Berfirmanlah Tuhan : “Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja.” (Kejadian 6:3 TB)

"Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya. Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah." (Roma 8:5‭-‬8 TB)

"Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging -- karena keduanya bertentangan -- sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat."
(Galatia 5:16‭-‬18 TB)

Firman Tuhan diatas berkata bahwa apabila ingin hidup di dalam Roh kita harus mematikan keinginan daging. Kejahatan sangat banyak terjadi karena sangat banyak orang yang hidup didalam daging sesuatu yang sangat tidak mudah untuk diusir dari hidup seseorang dan itu sesuatu yang benar-benar harus dimatikan. Orang yang ingin hidup didalam karya keselamatan adalah orang yang bisa mematikan setiap keinginan dagingnya.

NUH MEMILIH HIDUP DALAM KEBENARAN (MEMISAHKAN DIRI)

"Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah." (Kejadian 6:9 TB)

Firman Tuhan diatas jelas sekali mengatakan alasan Nuh mendapatkan kasih karunia dari Tuhan adalah karena dia memilih hidup dalam kebenaran dan tidak bercacat cela. Setiap kita yang telah diselamatkan oleh Tuhan Yesus dengan pengorbanannya di atas kayu salib dan kasih karunianya diberikan kepada setiap kita maka kita hidup dalam kebenaran dengan kuasa dari Roh Allah. Jadi mari belajar dari Nuh memilih hidup benar dan berbeda, dimana ketika kita memilih untuk hidup benar maka Tuhan sendiri akan memberikan kesanggupannya, kasih karunia tidak akan diberikan apabila kita jauh dari Tuhan dan hidup dalam kedagingan.

“Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela”

Hidup Nuh yang “tidak bercela” dalam terjemahan lain dikatakan bahwa Nuh memisahkan dan mengkhususkan dirinya. Jadi ketika orang lain memilih untuk hidup dalam kemabukan, pesta pora dan kenikmatan duniawi lainnya, Nuh memilih untuk tidak berada di situ dan lebih memilih untuk menyembah Tuhan sehingga orang lain yang berada sekitarnya bisa melihat gaya hidup Nuh yang berbeda dan iman percayanya yang besar kepada Tuhan.

Banyak orang kristen berpikir bahwa tidak banyak orang Kristen yang hidup dalam dosa karena dosanya sudah ditanggung oleh kematian Tuhan Yesus di atas kayu Sali sehingga banyak orang Kristen tidak mau memilih untuk hidup berbeda dan memisahkan dirinya, mereka lupa bahwa bangsa Israel yang adalah umat pilihan Tuhan sendiri banyak yang masih menyembah berhala. Sebagai anak-anak Tuhan yang telah menerima kasih karunia Tuhan mari memilih gaya hidup yang berbeda dari orang-orang sekitar kita karena apabila kita memilih sama dengan orang dunia (kemabukan, pesta pora dan kenikmatan dunia lainnya) itu seperti kita memilih untuk tidak mendapatkan kasih karunia.

NUH BERGAUL KARIB DENGAN TUHAN

Seseorang tidak akan mungkin dapat hidup dalam kebenaran tanpa bergaul karib dengan Tuhan yang adalah sebuah kasih karunia karena Tuhan sendiri yang mendekatkan diri-Nya sehingga itu menjadi identitas setiap kita. Apabila setiap kita mengetahui bahwa itu adalah identitas maka kita akan memberikan waktu kita untuk Tuhan lebih daripada menonton TV atau bermain handphone (gadget), dengan siapa kita bergaul itu menggambarkan apa identitas kita. Mari bergaul karib dengan Tuhan dengan bergaul dengan saudara seiman atau bergaul dalam komunitas yang orang yang hidupnya juga bergaul dan bergantung kepada Tuhan. Jangan pernah memilih bergaul dengan orang yang bisa membawa anda menjauh dari Tuhan, yang membuat banyak waktu dan energy anda habis terbuang dengan orang itu.

"Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya." (Kejadian 6:22 TB)

Terlihat hanya seperti sebuah kalimat tetapi itu semuanya itu dirangkai selama 120 tahun lamanya dimana Nuh menghabiskan seluruh uang, tenaga dan hidupnya untuk membangun bahtera seperti yang Tuhan perintahkan kepadanya. Nuh sepertinya mempunyai pilihan karena memang Tuhan memberi kita kehendak bebas tetapi Nuh memilih mentaati perintah Tuhan bahkan tidak mengerjakannya hanya sebagian tetapi seluruh hidupnya. Bagaimana dengan hidup setiap kita, apakah kita harus berada di dalam gereja setiap waktu? Apakah hidup kita harus berada dalam pelayanan saja?

Bahtera berbicara tentang keselamatan, jadi apapun yang kita lakukan apakah membawa keselamatan atau tidak? Apakah tujuannya untuk Tuhan dimuliakan atau tidak? Mari membuat itu sehingga kita mempunyai tujuan untuk Tuhan dimuliakan, contohnya anda berteman dengan seseorang yang latar belakang kehidupannya anda ketahui tidak baik tetapi Roh Kudus menggerakkan anda untuk dekat dengannya dan membawanya kepada Tuhan sampai sungguh-sungguh hidupnya dengan Tuhan (ini adalah contoh anda mempunyai tujuan). Begitu pun halnya dalam pekerjaan, apakah itu membawa keselamatan atau jangan-jangan pekerjaan itu membawa anda semakin menjauh dari Tuhan dan melakukakan hal-hal yang tidak benar. Sebagai anak-anak Tuhan, setiap kita harus menjadi terang dimana pun kita berada termasuk di tempat pekerjaan. Mungkin pemimpin di tempat kerja anda tidak takut akan Tuhan tetapi mintalah kekuatan dan hikmat dari Tuhan sehingga keselamatan itu bisa nyata dan orang bisa melihat perbedaan itu dari apa yang anda kerjakan. Sama halnya didalam berbisnis, ketika anda bergaul dengan Tuhan maka akan ada keselamatan dan tujuan Tuhan dari keputusan yang anda ambil orang melihatnya berbeda karena ada hikmat dari Tuhan yang menuntun dan mengajari anda.

Dalam sebuah penyembahan Tuhan mengajarkan kepada Ps Hendrik bahwa Tuhan sendirilah yang menutup dan mengemudikan bahtera Nuh karena bahtera Nuh tidak mempunyai mesin dan layar sebagai penggerak. Hidup setiap kita sudah diselamatkan oleh Yesus, jadi maukah seluruh bahtera hidup kita dikemudikan oleh Tuhan sendiri? atau maukah setiap gereja Tuhan dikemudikan oleh Tuhan sendiri  dan bukan oleh gembala atau siapa pun? Jadi mari biarkan Tuhan sendiri yang mengemudikan bahtera kehidupan setiap kita agar Tuhan membawa setiap kita sampai kepada tujuan-Nya karena hanya Tuhan yang mengetahui secara tepat tempat dan waktu-Nya. Banyak orang berpikir bahwa meleset sedikit itu tidak apa-apa dibandingkan tidak mengerjakannya sama sekali, yang penting dirinya ada di gereja menyembah Tuhan, yang penting dirinya sudah melakukan pelayanan tetapi orang yang mau melakukan segalanya dalam ketepatan maka dia akan berlutut berdoa dan bertanya apa yang Tuhan inginkan, apa yang ada di hati Tuhan sehingga tepat seperti yang Tuhan inginkan sekalipun dirinya memiliki banyak pilihan dan melakukan banyak hal. Di saat anda mungkin ingin terburu-buru melakukan sesuatu justru itulah waktunya anda harus bersabar dan melakukan tepat seperti yang Tuhan inginkan. Kerinduan hati yang mau melakukan tepat seperti yang Tuhan inginkan dengan memilih berlutut berdoa dan bertanya kepada Tuhan, hati seperti inilah yang Tuhan cintai.

Seringkali hal yang kelihatannya bagus dan menguntungkan tetapi justru bukan itu yang Tuhan inginkan sehingga benar-benar sangat perlu untuk setiap kita berlutut berdoa bertanya kepada Tuhan apa yang diinginkan-Nya. Seringkali bahkan hal yang sepertinya sulit dan tidak mungkin terjadi tetapi kalau itu yang Tuhan inginkan maka Tuhan akan membuka jalan serta terjadi pembalikan keadaan untuk membuat berhasil apa yang anak-anak-Nya kerjakan.

Seperti Nuh bergaul karib dengan Tuhan karena mengetahui bahwa hanya Tuhan yang mengetahui apa yang tepat. Bergaul disini adalah berjalan naik dan turun bersama-sama dengan Tuhan (Walk up and down with God). Jadi bergaul dengan Tuhan bukan hanya saat kita dibawah oleh Tuhan naik keatas tetapi juga sewaktu kita dibawa turun oleh Roh Tuhan. Terus bergaul dan bergantung kepada Tuhan maka Tuhan yang sama akan membawa setiap kita naik lebih tinggi lagi dari sebelumnya. Ketika bergaul dengan Tuhan dan firman-Nya mungkin saja kita bisa salah, tetapi jangan takut karena ketika kita bergaul karib dengan Tuhan maka Roh Tuhan sendiri yang akan menuntun kita karena Tuhan sanggup membuat sesuatu yang keliru untuk di putar balikkan menuntun hidup kita menjadi hidup yang berkemenangan.

Jadi mari belajar untuk melakukan sesuatu dalam ketepatan dalam setiap pelayanan apakah itu dalam pelayanan musik, tarian dan berkotbah menyampaikan isi hati Tuhan untuk memiliki hati yang tidak cepat puas karena orang yang rindu melakukan segala sesuatu dalam ketepatan maka hatinya tidak akan pernah cepat puas karena apabila itu meleset sedikit saja maka ibaratnya anak panah maka itu akan dilesatkan kembali sampai benar-benar tepat pada sasaran. Seperti seorang pemanah yang menyadari bahwa memanah seadanya itu tidak ada artinya tetapi memanah secara tepat itu sangat penting sehingga diperlukan untuk kita melatih diri dengan berdoa dan melakukan tepat seperti yang firman Tuhan ajarkan atau menghidupi setiap firman-Nya dengan tepat dimana penilaiannya bukan dari orang lain tetapi oleh kita sendiri ketika jujur dengan Roh Tuhan.

Orang terkadang bisa melakukan sesuatu dengan tepat apabila melakukan sesuatu seperti apa yang diinginkannya. Sangat berbeda apabila ingin melakukan tepat seperti yang Tuhan inginkan karena seringkali kita harus mematikan kedagingan, membayar harga dan menyangkal diri untuk melakukan yang tepat.

Mari percaya bahwa Tuhan sendiri yang mengemudikan hidup, pelayanan dan rumah tangga setiap kita. Ketika Tuhan yang mengemudikan maka Tuhan sendiri yang akan membawa setiap kita sampai kepada tujuan. Bahtera Nuh ketika berhenti di pegunungan Ararat persis di hari ketiga, sama seperti Yesus yang mati dan 3 hari kemudian dibangkitkan. Ini bukan kebetulan karena Tuhan sendiri yang mengetahui waktu dan hari yang tepat, jadi apabila kita dituntun oleh Tuhan maka Tuhan akan menuntun kita waktu dan hitungannya tepat. Jadi mari mengandalkan Tuhan dalam hidup setiap kita dan ijinkanlah Tuhan yang mengemudikan hidup kita.






Amen, Tuhan Yesus Memberkati


Kamis, 31 Agustus 2017

BERGULAT DENGAN TUHAN (Bagian Pertama)


(Morning Devotion at Radio Pelangi Makassar, 28/08/2016)

Ps Joseph Hendrik Gomulya





Tidak banyak orang yang mengerti bagaimana caranya  hidup menginginkan Tuhan. Ada seorang tokoh dalam Alkitab yang betul-betul sangat menginginkan Tuhan sampai harus bergulat dengan Tuhan semalam-malaman, orang itu adalah Yakub. Yakub sebenarnya bukan seorang yang baik seperti arti namanya “penipu”, jadi apabila kita pernah merasakan bahwa sebenarnya kita bukan orang yang layak untuk Tuhan pilih berarti kita sama seperti Yakub yang juga tidak layak, mempunyai banyak kekurangan sehingga tidak pantas masuk menjadi keturunan Abraham tetapi ketika Tuhan yang memilih, pilihan Tuhan tidak pernah salah.


          Yakub mengalami yang namanya dikejar-kejar hendak dibunuh oleh saudara kembarnya Esau, orang yang sangat dekat dan sangat Yakub kasihi sehingga membuat perasaan Yakub saat itu menjadi sangat takut karena itu berlangsung terus menerus, seandainya itu orang lain atau bukan orang yang dekatnya, mungkin itu tidak akan terlalu menusuk perasaan. Semua itu adalah rencana Tuhan agar dalam menghadapi keadaan seperti itu sumber kekuatan yang kita cari hanya yang dari Tuhan.


          Yakub adalah orang yang sangat cerdik sejak dirinya berada dalam kandungan dimana dalam Alkitab dituliskan ketika lahir dia memegang tumit dari Esau kakaknya karena Yakub betul-betul sangat menginginkan hak kesulungan itu. Secara nature Tuhan ingin setiap kita menjadi orang yang mempunyai kerinduan, orang yang tidak mudah untuk menyerah, orang yang mempunyai iman, orang yang nekat dan berani meletakkan/menaruh apa pun, karena nature Kristus itu sudah ditaruh didalam setiap kita. Apabila anda mudah patah semangat dan mudah tersinggung itu sebenarnya bukan nature Tuhan di hidup anda karena nature Tuhan di hidup setiap kita sesungguhnya adalah seorang petarung, seorang yang berani, seorang yang tidak gampang menyerah atau putus asa. Nature yang kita miliki adalah benih ilahi sehingga seorang pemyembah harus mengetahui yang namanya bergulat dengan Tuhan.



Pada malam itu Yakub bangun dan ia membawa kedua isterinya, kedua budaknya perempuan dan kesebelas anaknya, dan menyeberang di tempat penyeberangan sungai Yabok. Sesudah ia menyeberangkan mereka, ia menyeberangkan juga segala miliknya. Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing. Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu. Lalu kata orang itu: “Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing.” Sahut Yakub: “Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku.” Bertanyalah orang itu kepadanya: “Siapakah namamu?” Sahutnya: “Yakub.” Lalu kata orang itu: “Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang.” Bertanyalah Yakub: “Katakanlah juga namamu.” Tetapi sahutnya: “Mengapa engkau menanyakan namaku?” Lalu diberkatinyalah Yakub di situ. Yakub menamai tempat itu Pniel, sebab katanya: “Aku telah melihat Allah berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong!” (Kejadian 32 : 22 – 30 TB)




Sebenarnya yang Tuhan rindukan adalah mencari orang yang merindukan berhadap-hadapan muka dengan Tuhan, bukan hanya sekedar di pelataran, bukan sekedar di ruang kudus apalagi di halaman tetapi orang-orang yang Tuhan bawa ke ruang maha kudus. Hari-hari ini Roh Tuhan dicurahkan begitu luar biasa karena penyembahan bukan lagi berbicara tentang liturgi atau tata cara yang diatur oleh manusia. Di jaman nabi Musa dan nabi Daud masih ada tirai yang memisahkan tetapi sekarang oleh karena Yesus sekat tirai itu telah terbelah sehingga kita bisa berhadap-hadapa dengan Tuhan. Jadi kapan pun dan dimana pun apabila hati kita digerakkan karena merindukan Tuhan, kita bisa bersentuhan dengan pribadi Tuhan, tetapi pada kenyataannya sangat sedikit orang yang Tuhan dapati mau menjadi penyembah padahal penyembahan itu sangat penting karena tanpa penyembahan atau ketika orang tidak mengerti bahwa dirinya adalah seorang penyembah maka segala yang terbaik dari Tuhan tidak akan pernah didapatkannya.


Seorang penyembah harus mengerti yang namanya duduk di bawah kaki Tuhan, karena tanpa pernah mau duduk menyembah di bawah kaki Tuhan seseorang yang mempunyai begitu banyak karunia dan talenta, sekalipun rajin dan telaten tidak akan pernah bisa menghasil sesuatu yang mempunyai ledakan tetapi seorang penyembah yang selalu duduk di bawah kaki Tuhan selalu akan menangkap yang ada di hati Tuhan, akan mendengar dan menanti-nantikan sampai Tuhan berbicara kemudian melakukan tepat seperti yang Tuhan inginkan dan hasilnya akan mempunyai ledakan. Tempat terbaik tidak pernah dikerumunan orang, tempat terbaik tidak pernah ditentukan oleh tangan orang, tempat terbaik bukan dinilai dari pangkat dan jabatan dan apabila kita tidak mengerti untuk duduk di bawah kaki Tuhan maka kita akan jatuh dalam kesombongan.


Ini yang sangat sering terjadi dimana ketika belum mendapatkan jabatan, belum di berkati Tuhan hatinya akan begitu rendah hati dan rajin menyembah di bawah kaki Tuhan tetapi kemudian ketika diberi kepercayaan atas sebuah jabatan hatinya kemudian berubah menjadi sombong dan tidak mau lagi duduk di bawah kaki Tuhan. Dalam penyembahan sebenarnya adalah tempat dimana Tuhan berbicara,  mendidik, tempat dimana Tuhan mencurahkan isi hati-Nya, tempat dimana Tuhan memberi kita kekuatan dan mengubah yang di dalam kita, tempat dimana Tuhan memperlihatkan jati diri kita yang sebenarnya dan kita diberi kekuatan untuk mengubah itu hari ke hari dimana pertobatan demi pertobatan menjadi kesukaan kita. Seseorang yang tidak pernah menyembah ketika dirinya ditegur sedikit saja pasti akan langsung marah karena yang selalu dicarinya adalah pujian dari orang-orang, apa yang diucapkannya di depan akan selalu berbeda dengan apa yang di belakang.


Seorang penyembah apabila diberi kepercayaan apa pun itu selalu akan berkata bahwa itu menjadi wujud dari penyembahannya, diberi kepercayaan apa pun itu selalu akan berkata bahwa bukan itu sebenarnya yang diinginkannya, tetapi selamanya hanya Tuhan. Hati seorang penyembah tidak akan pernah berubah karena yang diinginkan adalah Tuhan sendiri bahkan ketika berada dalam tekanan atau masalah tempat yang dicarinya bukan pengakuan atau pembelaan dari manusia tetapi duduk di bawah kaki Tuhan. Seperti halnya yang dialami Yakub ketika Esau memburuhnya , orang yang sebenarnya paling dekat dengannya dan yang paling dia kasihi selain kedua orang tuanya, gambaran ketika Yakub memasak “kacang merah” buat Esau sebenarnya itu terjadi bukan kali itu saja karena Yakub sudah sering melakukannya dimana indikasinya adalah dia mengetahui sendiri bahwa “kacang merah” adalah makanan kesukaan Esau. Hati Yakub sebenarnya sangat mengasihi Esau saudaranya tetapi di lain sisi dia juga begitu menginginkan hak kesulungan sehingga ketika dirinya dikejar-kejar oleh Esau saudaranya sendiri itu sebenarnya membuat dia menjadi sangat terhimpit dan takut karena mengetahui bahwa tidak mungkin dia melawan atau sampai membunuh saudaranya sendiri. jadi apabila kita diperhadapkan pada situasi yang sama seperti yang Yakub alami ketika seorang yang begitu dekat dan kita kasihi  terus memberi tekanan, di balik itu semua ada rencana Tuhan yang luar biasa dimana Yakub mengerti kan hal ini sehingga yang dia lakukan adalah mencari Tuhan.


Kata BERGULAT adalah orang yang tidak mudah menyerah, orang yang nekat dan berani serta tidak mudah untuk melepaskan sesuatu. Seperti Yakub yang hatinya begitu menginginkan Tuhan, mari membuat hati setiap kita untuk datang kepada Tuhan dengan berani karena Dia begitu merindukan setiap kita, datang kepada Tuhan dengan hati yang begitu menginginkan dan mengejar Tuhan, berani dan nekat untuk bersama dengan Tuhan. Yakub mengerti bahwa ada bagian dimana dia harus sendiri dan berhadap-hadapan dengan Tuhan karena seorang penyembah tidak pernah datang kepada Tuhan secara bergerombol. Ketika berada dalam tekanan Yakub sebenarnya takut tetapi di saat itu yang dia cari hanya Tuhan dan dilakukannya dengan setia, ketika semua jalan sepertinya sudah tertutup itu berarti satu-satunya yang kita cari adalah Tuhan dengan kenekatan, keberanian, iman dan yang betul-betul mau bergulat dengan Tuhan. Di level seperti ini, ini bukan lagi level kekristenan yang hanya sekedar berkat, di level seperti ini bukan lagi hanya untuk sebuah pelayanan atau untuk hal yang lain tetapi di level seperti ini sungguh-sungguh semua didikan Tuhan seperti bergabung seperti didikan yang dialami oleh Yakub ketika tinggal bersama mertuanya selama 4 tahun dimana dia terus-menerus di tipu, didikan dimana dia terus-menerus dikejar oleh Esau semuanya tergabung menjadi satu karena Yakub tidak memiliki jalan lain selain mengejar Tuhan. Di level ini Yakub menjadi mengerti bahwa dia tidak bisa lagi mengandalkan kecerdasannya, tidak bisa lagi mengandalkan keluarganya atau orang lain karena semua itu tidak ada yang bisa menolongnya., di level ini Yakub mengerti satu hal  bagaimana hidupnya harus benar-benar bergantung kepada Tuhan.


“Seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai pagi”


Dikatakan “Seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai pagi”, ini berarti ambillah waktu untuk berduaan dengan Tuhan. BERGULAT disini bukan hanya melibatkan satu orang saja karena bergulat berarti ada dua kekuatan (orang) yang tidak ingin saling melepaskan, BERGULAT disini adalah 2 orang yang begitu dekat satu dengan yang lain saling berpegangan, saling menempel, saling berpelukan dan tidak ingin saling melepaskan karena dikatakan lelaki itu juga ikut BERGULAT dengan Yakub dengan kata lain ada 2 orang yang saling merindukan. Ini adalah Tuhan sendiri yang merindukan untuk bergulat dengan kita dalam penyembahan, yang ingin berpelukan dengan kita dan memberikan berkat-Nya.

“Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu. (Kejadian 32 : 25 TB)


Dikatakan Yakub bergulat bersama Tuhan sampai fajar menyingsing dimana ini berarti Yakub bergulat bersama Tuhan semalam-malaman. Ini sesuatu yang luar biasa, adakah Tuhan mendapati hati setiap kita yang begitu merindukan dan tidak ingin melepaskan-Nya seperti Yakub? atau kita justru tidak pernah memberikan waktu untuk Tuhan. Yakub mengerti bahwa saat itu hanya Tuhan yang ada di hidupnya dan dia harus bersama dengan Tuhan sampai Tuhan memberkati hidupnya, pertolongan untuk dia bisa keluar dari masalah dengan Esau saudaranya tidak akan pernah selesai tanpa dia selesai dengan Tuhan terlebih dahulu. Jadi apabila hari ini anda mengalami begitu banyak tekanan atau menghadapi orang seperti Esau yang ada dalam hidup Yakub, itu berarti anda harus melakukan pemberesan dengan Tuhan dimana hati anda betul-betul hanya menginginkan Tuhan.


Yakub adalah orang yang sangat luar biasa, dia adalah contoh orang yang begitu luar biasa mengejar Tuhan sampai bergulat dengan Tuhan semalam-malaman dimana sampai dikatakan “Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapatmengalahkannya…” ini adalah spirit fighter atau petarung yang tidak mudah untuk menyerah sampai Tuhan sendiri berkata “tidak dapat mengalahkannya” karena Yakub memiliki hati yang begitu merindukan dan mencintai Tuhan sehingga namanya ditulis kembali dalam Ibrani 11 sebagai saksi-saksi iman. Dalam kehidupan sehari-hari apabila tidak memiliki spirit seperti yang dimiliki oleh Yakub maka kita akan gampang kecewa karena tidak memiliki spirit yang kuat dan mudah untuk menyerah. Spirit petarung dan pemenang seperti yang Yakub miliki harus ada dalam hidup setiap kita walaupun mungkin kita tidak sempurna dan mempunyai banyak kekurangan tetapi kita tidak mudah untuk menyerah, kita adalah orang-orang yang terus maju, yang terus menginginkan Tuhan sampai kita melihat kemuliaan Tuhan dinyatakan.


“ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok”


Ketika orang begitu berani, begitu ngotot dan mempunyai iman yang besar, apabila tidak berhati-hati sedikit saja orang bisa saja kemudian mengandalkan kekuatannya sendiri sehingga Tuhan harus menghabiskan kekuatan itu seperti Tuhan memukul sendi pangkal paha Yakub dimana kekuatan seorang pegulat berada di pangkal paha yang digunakan untuk mendorong dan membanting lawan. Jadi Tuhan memukul sendi pangkal paha Yakub sampai terpelecok adalah agar Yakub tidak mengandalkan kekuatannya sendiri. Di saat kita mempunyai keberanian dan iman yang besar berhati-hatilah jangan sampai kemudian tanpa sadar kita mengandalkan kekuatan sendiri karena dalam melakukan pekerjaan Tuhan apabila kita tidak berhati-hati sangat mungkin terjadi kita kemudian mengandalkan kekuatan sendiri, jadi andalkanlah kuasa dan pribadi Tuhan dalam BERGULAT.

“Lalu kata orang itu: “Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing.” Sahut Yakub: “Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku.” (Kejadian 32 : 26 TB)


Ketika pangkal paha Yakub yang adalah sumber kekuatannya sudah dihabiskan, dia masih tetap tidak mau melepaskan sampai Tuhan sendiri berkata kepada Yakub untuk melepaskan-Nya. ini yang Tuhan sangat sukai, jadi ketika Tuhan memukul kekuatan kita sampai kita tidak memiliki lagi kekuatan lagi bukan kepahitan, kemarahan dan kebencian yang keluar tetapi kita justru semakin menginginkan Tuhan dimana itu juga adalah tanda bahwa kita benar-benar mengandalkan Tuhan yang sebenarnya adalah nature kita. Seorang Yakub semakin ditekan justru semakin melejit, semakin ditindas justru semakinmencari Tuhan, semakin banyak serangan yang datang kepadanya dia selalu berada di kaki Tuhan. Ketika orang berkata sudah tidak ada jalan lagi karena semua jalan sudah di tutup oleh musuh, Yakub datang kepada Tuhan, Yakub adalah orang yang tidak mudah menyerah, Yakub mengetahui bagaimana hidup bergantung dengan Tuhan, Yakub mengerti bahwa dia mempunyai perjanjian dengan Allah yang Besar dari perjalanannya bertahun-tahun bersama Tuhan dan Yakub mengerti bahwa dibalik penderitaan selalu ada anugerah dan berkat Tuhan ketika selalu berada di kaki Tuhan.


“Biarkanlah aku pergi karena fajar telah menyingsing”


Ada banyak orang yang ingin bergulat semalam-malaman dimana malam berbicara tentang masa yang gelap atau berada dalam masalah tetapi ketika fajar telah menyingsing dimana keadaan dan hari sudah baru kemudian tidak membutuhkan Tuhan lagi dan melepaskan-Nya tetapi berbeda dengan Yakub sekalipun pangkal pahanya telah terpelecok dia tetap memegang Tuhan sampai Tuhan sendiri berkata Yakub untuk membiarkan-Nya pergi karena fajar telah menyingsing.


“Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku.


Hanya hati yang benar-benar mengandalkan Tuhan yang mengerti perkataan ini. Mari meminta hati seperti Yakub yang tidak mudah membiarkan Tuhan pergi sampai mendapatkan hati Tuhan, mari mengejar dan menginginkan Tuhan dengan kengototan seperti Yakub. Apabila setiap keadaan yang anda alami belum terlihat jalannya, datanglah di bawah kaki Tuhan. Apabila anda bingung dimana setiap pekerjaan atau usaha yang telah anda lakukan tidak ada satu pun yang berhasil datanglah di bawah kaki Tuhan begitu pun halnya dalam pelayanan anda yang belum kelihatan buahnya.


Yakub tidak mudah membiarkan Tuhan pergi karena dia bukan orang yang mudah menyerah. Dia bergulat dan tidak mudah melepaskan Tuhan walaupun pangkal pahanya dipukul dan kekuatannya dihabiskan, dia tetap tidak melepaskan, bahkan ketika fajar sudah menyingsing dan Tuhan sendiri meminta untuk dilepaskan dia juga tetap tidak mudah melepaskan Tuhan. Hanya hati yang benar-benar menginginkan dan bergantung kepada Tuhan bisa melewati tahapan ini, ada berkat Yakub yang turun atas setiap kita dimana hati yang tidak mudah untuk kecewa, tidak mudah menjadi lemah, tidak mudah menjadi pahit, tidak mudah menjadi tawar, tidak mudah menjadi benci, hati yang tidak mudah menyerah, hati yang penuh dengan iman, nekat, berani dan sungguh-sungguh mengejar Tuhan.


Tuhan berbicara tentang setiap kita, seorang penipu namanya berubah menjadi ISRAEL “Laskar Allah” “Pangeran Allah” “pasukan Allah” Ketika berkat Tuhan turun. Destiny setiap kita ditetapkan oleh Tuhan dan dimasukkan dalam bagian master plan dari kehendak Tuhan yang besar.







Amen, Tuhan Yesus Memberkati…

MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama)

  MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama) Sabtu, 04 Februari 2023 Ps Joseph Hendrik Gomulya           Sejak awal manusia diciptakan Allah ...