Kamis, 10 Januari 2019

IMAN DI DALAM FIRMAN


IMAN DIDALAM FIRMAN


Oleh: Ps Joseph Hendrik Gomulya






“Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” (Roma 10:17)


Iman itu timbul dari pendengaran akan firman Kristus, sewaktu anda mendengar Firman Tuhan iman anda ditimbulkan atau dibangkitkan oleh Tuhan, berbeda pendengaran dari sumber yang lain yang belum tentu membuat iman anda timbul malahan iman anda bisa menjadi lemah.



“Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku,  aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.”
(Roma 12:3 TB)


Tuhan mengaruniakan iman dan setiap orang mempunyai ukuran  iman yang berbeda-beda dimana iman bisa bertambah atau bertumbuh seturut dengan pengenalan kita akan Tuhan. Hari ini kita akan belajar bagaimana iman itu bertumbuh, anda mungkin sudah kristen sejk kecil tetapi masih sering mengalami yang namanya kekuatiran, sakit hati atau marah dengan orang lain, jadi pasti ada sesuatu yang salah.


“Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.  "Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa,  tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga."Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.”
(Lukas 5:1-7 TB)


1)    “Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.”         


Orang banyak datang mengerumuni Tuhan Yesus bukan karena mujizat tetapi untuk mendengarkan Firman Tuhan, karena mereka mengetahui bahwa ketika mendengar Firman Tuhan maka mujizat itu akan dekat dalam kehidupan mereka dan ini bedanya dengan orang yang datang hanya menginginkan mujizat belum tentu dia mendapatkan Firman Tuhan dan bertumbuh didalamnya. Inilah yang banyak dialami oleh orang Kristen sendiri, hidup mereka tidak berubah karena hidup mereka tidak pernah di isi oleh Firman Tuhan dan memperlakukan Tuhan itu seperti dukun, hanya datang menghadap kepada Tuhan saat butuh atau ada masalah dan akan menjauh saat tidak lagi membutuhkan Tuhan. Hidup terus menerus seperti ini tidak akan pernah membuat iman kita bertumbuh, kita tidak akan pernah mengenal Tuhan yang sesungguhnya. Pastikanlah setiap kali datang kepada Tuhan fokus kita hanya untuk menyembah, memuji dan mendengarkan Firman-Nya melalui hamba-hamba-Nya.


Semakin banyak kita mendengar Firman maka semakin banyak iman kita yang akan dibangkitkan. Bagaimana cara mendengarkan Firman Tuhan yang benar sehingga iman kita semakin bertambah? Tuhan memberikan sesuatu menurut ukuran iman kita jadi apabila iman kita kecil jangan pernah berharap untuk melakukan perkara yang besar. Untuk melakukan perkara yang besar belajarlah untuk menumbuhkan iman menjadi besar untuk bisa dipercaya melakukan perkara yang besar. Contoh cara melatih iman: anda berdoa untuk kesembuhan anda sendiri sampai anda benar-benar sembuh yang mungkin anda melakukannya sampai berkali-kali sampai mujizat kesembuhan itu anda alami sendiri. Ini contoh iman percaya anda bertumbuh didalam Tuhan bahkan iman anda terus bertumbuh untuk mendoakan orang lain dengan penuh kuasa.


Ketika Tuhan Yesus sedang berbicara kepada banyak orang di tepi pantai, ada 2 perahu kosong yang sedang belabuh dan Tuhan Yesus kemudian naik ke salah satu perahu tersebut. Perahu nelayan yang datang berlabuh dari laut seharusnya kembali dengan kapal yang terisi penuh oleh ikan, tetapi kedua perahu ini tidak. Kedua perahu ini telah gagal menangkap ikan sehingga mereka kembali dengan perahu yang isinya kosong dan itulah yang memungkinkan untuk Tuhan Yesus kemudian naik ke salah satu perahu tersebut karena seandainya kedua perahu tersebut kembali dengan terisi penuh oleh ikan, simon dan nelayan-nelayan lainnya pasti tidak akan mengizinkan Tuhan Yesus naik ke atas perahu karena mereka pasti akan sibuk untuk menurunkan ikan-ikan mereka.


Tuhan terkadang mengijinkan kehidupan perahu kita kosong, gagal atau tidak berhasil agar kita mengijinkan Tuhan naik ke atas perahu hidup kita karena apabila kita penuh dengan pikiran, keberhasilan dengan cara kita sendiri maka tidak ada kesempatan untuk kita mengundang Tuhan Yesus untuk datang karena kebanyakan manusia yang belum sungguh-sungguh cinta Tuhan adalah manusia yang ego. Ada begitu banyak yang bisa di gambarkan tentang perahu yang penuh, itu bisa berarti penuh dengan kepentingan sendiri, penuh dengan urusan sendiri, pekerjaan, bisnis, dsb. Inilah yang yang bisa menghalangi Tuhan Yesus untuk naik ke atas perahu kehidupan kita.


Orang yang tidak pernah merasakan kegagalan maka hidupnya akan sombong, berbeda dengan orang yang pernah merasakan yang namanya gagal seperti Simon Petrus pasti akan mengetahui bagaimana perlunya Tuhan yang mengubahkanya hari demi hari dalam setiap langkah hidupnya. Mintalah untuk Tuhan selalu mengosongkan perahu kehidupan kita setiap hari tanpa harus melalui dulu proses untuk mengalami yang namanya kosong, harus gagal atau mengalami yang namanya miskin, baru kemudian mengundang Tuhan Yesus untuk masuk. Jadi sekalipun kita sudah cukup diberkati tetapi biarkanlah hati kita selalu miskin dihadapan Tuhan, kita membutuhkan-Nya lebih dari apapun. Sebuah prinsip hidup dalam pengiringan akan Tuhan dimana Tuhan tidak akan pernah bertahta atas hidup kita apabila hati kita penuh yang lain, tetapi apabila hati kita kosong maka Tuhan akan bertahta dan mengambil alih seluruh hidup kita.


Saat kita sudah mengosongkan diri dan mengundang-Nya masuk kedalam kehidupan kita mari pastikan untuk mulai mendengar perkataan Tuhan, mendengar perintah-Nya. Jangan hanya puas sekedar merasakan jamahan-Nya  tetapi saat Tuhan berbicara untuk kita melakukan sesuatu, kita menolak-Nya. Orang tidak bisa hidup dengan iman karena tidak pernah bersedia untuk mendengar, hanya orang yang mau mendengar atau manusia Rohnya mendengar yang imannya akan timbul dan kemudian akan melaukan perkataan Tuhan, seperti Simon Petrus yang menolakan perahunya sedikit jauh dari pantai untuk Tuhan Yesus mengajarkan Firman Tuhan kepada orang banyak dari atasnya, Tuhan Yesus memakai perahu hidupnya yang gagal/kosong untuk menjadi berkat bagi banyak orang.


          2)   Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga. "Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.”



Tuhan Yesus memerintahkan Simon Petrus untuk menolakkan perahunya ke tempat yang dalam, kali ini bukan lagi untuk mengajarkan Firman Tuhan tetapi menebarkan jala untuk menangkap ikan. Sebagai seorang nelayan yang sudah berpengalaman karena memang itu profesinya, dalam pikiran Simon Petrus akan berkata bahwa dirinya sudah semalam-malaman dirinya dan para nelayan lainnya berusaha menangkap ikan (karena waktu terbaik untuk menangkap ikan dalam jumlah yang besar adalah di malam hari), tetapi hasilnya adalah mereka gagal apalagi sekarang dilakukan di hari yang sudah terang, adalah suatu kemustahilan untuk mendapatkan ikan. Kemudian ada sebuah respon iman yang luar biasa yang kemudian keluar dari mulut Simon Petrus tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga”. Simon Petrus meresponi perkataan Tuhan untuk bertolak ke tempat yang dalam dan menebarkan jala, karena sewaktu Tuhan Yesus mengajarkan Firman Tuhan kepada orang banyak dari atas perahunya di tepi pantai dia pun juga berada di situ ikut mendengarkan dan saat itulah imannya dibangkitkan dan melakukan apa yang Tuhan katakan.


Pikiran, pengetahuan dan pengalaman Simon Petrus adalah sebuah kemustahilan untuk menebar jala dan mendapatkan ikan di hari yang sudah terang tetapi karena dia meresponi dengan iman maka yang didapatkan adalah ikan dalam jumlah yang sangat besar. Jadi IMAN adalah RESPON MANUSIA ROH TERHADAP FIRMAN. Ini pun bisa terjadi contohnya saat kita mengalami banyak masalah yang berat atau kita mengalami suatu penyakit yang dokter sendiri tidak sanggup untuk mengobatinya, tetapi saat kita mendengar Firman Tuhan dan iman kita dibangkitkan dan kemudian kita mendengar apa yang Tuhan katakan bahwa kita akan mengalami kesembuhan dan kita meresponinya dengan iman maka kesembuhan pasti terjadi.


Suatu kali Ps Joseph Hendrik pergi mengunjungi seorang pelayan Tuhan yang mengalami kanker ginjal, bapak ini harus melakukan cuci darah 3 kali dalam seminggu dan sudah menjalani itu selaima 2 tahun. Saat mendengar sharing Firman Tuhan melalui Ps Joseph Hendrik, iman bapak ini bangkit terlihat dari sorot matanya. Ps Joseph Hendrik berkata kepadanya bahwa Tuhan Yesus sanggup untuk menyembuhkannya dan menyuruhnya untuk mengijinkan Tuhan Yesus sendiri yang mencuci darahnya, bapak ini kemudian berkata bahwa oleh karena Firman Tuhan yang di dengarnya maka mulai besok dirinya akan berhenti cuci darah dan ini terus dia lakukan sampai sebulan lamanya, bukannya semakin lemah/loyo tetapi justru semakin segar dan Tuhan Yesus kemudian menyembuhkannya secara total. Sewaktu Tuhan Yesus mengajarkan Firman Tuhan, Dia memperhatikan iman Simon Petrus yang menangkap akan Firman-Nya. Jadi berikanlah perintah kepada orang yang menangkap Firman-Nya karena dia adalah orang yang siap untuk menerima mujizat, jangan berikan perintah kepada orang yang tidak siap karena pasti tidak akan mengalami apa-apa. Tema tahun ini adalah Time to Harvest, mari berdoa bahwa tuaian itu benar-benar terjadi atas hidup setiap kita, menuai dengan kuat dalam segala hal/aspek (jiwa-jiwa, ekonomi, pemulihan keluarga) kehidupan kita tetapi dibutuhkan yang namanya IMAN karena tanpa IMAN kita tidak mungkin mendapatkan tuaian karena sebenarnya segala sesuatu sudah tersedia di alam sorgawi tanpa terus-menerus meminta (Efesus 1:3). Respon manusia Roh terhadap Firman itulah IMAN dan Iman tidak pernah tanpa respon. Iman tidak pernah diam tetapi Iman adalah bergerak meresponi setiap Firman maka kita akan melihat kegagalan menjadi keberhasilan.


“sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat.”
(2 Korintus 5:7 TB)


Sering kita melihat orang Kristen hidupnya selalu penuh dengan keluhan tidak seperti perkataan Firman Tuhan. Itu terjadi karena hidup dengan melihat dimana sewaktu orang hidup dengan melihat dengan mata jasmani maka mata imannya akan tertutup atau buta. Tuhan mengaruniakan mata jasmani bukan tanpa maksud tetapi kita bukan hidup karena melihat, melihat adalah hasil akhir dari iman kita. Mari melihat dengan mata iman, untuk melihat yang tidak terlihat, percaya akan Firman-Nya maka apa yang kita percayai kita akan melihatnya. Sewaktu melihat dengan mata jasmani maka yang terjadi adalah kita melihat banyak orang Kristen hidupnya selalu mengeluh, ribut dalam rumah tangga (suami/istri tidak berubah kelakuannya) dan ini kontras dengan orang yang melihat dengan mata rohani, dia akan selalu melihat suami/istrinya akan di pakai Tuhan, akan melihat seperti Tuhan melihat, akan melihat destiny Tuhan atas hidupnya dan akan berbicara sesuai dengan apa yang Tuhan katakan.


Kebanyakan orang yang di koreksi atau dicari adalah kegagalan orang, bagaimana orang tersebut gagal sehingga tidak pernah bisa menemukan iman orang tersebut ketika berdialog dengannya. Seperti Tuhan Yesus yang tidak memperkatakan tentang kegagalan Simon Petrus tetapi justru menyuruhnya untuk menolakkan perahunya ke tempat yang dalam, Simon Petrus yang gagal berubah menjadi percaya dan kemudian taat menolakkan perahunya ketempat yang dalam dan hasil yang didapatkan adalah sangat besar.


“Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah,  ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.” 
(Ibrani 11:6 TB)


Sewaktu kita hidup dengan Iman percaya maka yang didapatkan bukan hanya sekedar percayai tetapi ada perkenanan Tuhan yang turun atas kita. Hidup kita dilayakkan, hidup kita diangkat dan dipindahkan dari tidak berkenan menjadi berkenan. Sewaktu manusia Roh kita meresponi Firman dalam ketaatan maka berkat-Nya akan tercurah atas hidup kita, jadi mari menjadi orang yang tidak hanya mendengar tetapi orang yang hidup dengan iman karena dari mendengar harusnya timbul iman dan kemudian timbul action atau melakukan setiap perkataan Tuhan. Di tahun baru ini mari membuat keputusan kemana arah hidup kita, apakah tetap dengan cara lama atau mau meletakkan semuanya dan masuk di tahun yang baru dengan penuh kemenangan untuk menuai apa yang Tuhan janjikan atas hidup kita, percaya bahwa semua janji-janji-Nya pasti terjadi atas hidup kita, jadi pendengar yang meresponi dan menangkap setiap Firman Tuhan terjadi atas hidup kita.




Amen, Tuhan Yesus Memberkati

Senin, 07 Januari 2019

PROSES VS SHORT CUT


PROSES VS SHORT CUT


Ps Joseph Hendrik Gomulya (JHG)






Di tahun 2019 di gereja ini Tuhan menaruh sebuah tema TAHUN PENUAIAN dimana semua jemaat/orang harus bisa sampai kepada puncak destiny dari hidupnya. Namun yang harus di perhatikan adalah ada ujian buat seorang penuai sebelum dia sampai ke puncak yaitu pilihan untuk mengambil jalan pintas atau Short Cut. Prinsip dunia berkata bahwa apabila ada pilihan untuk mengambil jalan pintas kenapa harus memilih melewati proses yang mungkin waktunya akan lama, tetapi Firman Tuhan menginginkan kita untuk masuk ke dalam proses dengan sebuah tujuan mematangkan setiap kita dalam pengikutan dan pengenalan kita akan Tuhan, melalui proses kita akan benar-benar semakin mengenal pribadi Tuhan yang kita sembah dan memiliki pengalaman berjalan bersama-Nya.


“Lalu berkatalah orang-orangnya kepada Daud: "Telah tiba hari yang dikatakan TUHAN kepadamu: Sesungguhnya, Aku menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu, maka perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik." Maka Daud bangun, lalu memotong punca jubah Saul dengan diam-diam. Kemudian berdebar-debarlah hati Daud, karena ia telah memotong punca Saul; lalu berkatalah ia kepada orang-orangnya: "Dijauhkan Tuhanlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, kepada orang yang diurapi TUHAN, yakni menjamah dia, sebab dialah orang yang diurapi TUHAN.“ Dan Daud mencegah orang-orangnya dengan perkataan itu; ia tidak mengizinkan mereka bangkit menyerang Saul. Sementara itu Saul telah bangun meninggalkan gua itu hendak melanjutkan perjalanannya.”                                                                                                                (1 Samuel 24:5-8)


Saat itu Saul sedang dalam perjalanan dalam usahanya untuk mengejar dan membunuh Daud dan di pihak lain Daud telah berhasil melatih pasukan gagah perkasa yang cukup banyak di gua Adulam dan sudah memenangkan beberapa peperangan serta mempunyai pengaruh yang cukup besar. Hari itu Daud sebenarnya mempunyai kesempatan untuk membunuh Saul dan itu juga disarankan oleh semua orang terdekat yang setia dan loyal kepada Daud tetapi yang terjadi adalah seperti yang Firman Tuhan katakan Daud kemudian hanya memotong Punca jubah Saul.


And the men of David said unto him, Behold the day of which the Lord said unto thee, Behold, I will deliver thine enemy into thine hand, that thou mayest do to him as it shall seem good unto thee. Then David arose, and cut off the skirt of Saul's robe privily.  And it came to pass afterward, that David's heart smote him, because he had cut off Saul's skirt.  And he said unto his men, The Lord forbid that I should do this thing unto my master, the Lord's anointed, to stretch forth mine hand against him, seeing he is the anointed of the Lord.                                                                                                                             (1 Samuel 24:5-6 KJV)


Kata memotong Punca jubah Saul dalam terjemahan diatas dipaka kata cut off yang dalam bahasa Ibraninya dipakai kata Karath yang mana salah artinya adalah Cut a Covenant (memotong perjanjian). Daud sebenarnya bisa memotong perjanjian dengan Tuhan seandainya dia memilih membunuh Saul dalam gua tersebut atau dia memilih jalan pintas (dalam terjemahan lainnya dalam bahasa sehari-hari dipakai kata Short Cut atau Jalan Pintas).




Daud hari itu bisa saja membunuh Saul karena secara fisik pasti dia sudah lelah/letih terus menerus di kejar oleh Saul dan dia pasti menginginkan agar semua itu segera berakhir dan ketika momen itu datang, itu sebenarnya kesempatan bagi Daud untuk mengakhirinya tetapi Daud memilih yang berbeda. Dalam kehidupan kita saat Tuhan ingin memakai hidup setiap kita terkadang datang tawaran untuk mengambil jalan pintas (short cut) dan terkadang sepertinya itu dari Tuhan. Ini adalah hal yang sangat berbahaya, jadi mari belajar Daud yang takut akan Tuhan dimana dia tidak memilih jalan pintas karena dia tidak mau menjamah orang yang sudah di urapi oleh Tuhan. Apabila kita membaca ayat selanjutnya kemudian keluar pengakuan dari mulut Saul sendiri bahwa raja bangsa Israel yang sesungguhnya adalah Daud. Daud memang belum menduduki tahta raja tetapi secara legal Daud sudah menjadi raja atas pengakuan Saul.


Jadi pakailah selalu cara Tuhan untuk anda dibawah naik dan jangan pernah memilih jalan pintas atau short cut, jangan memotong perjanjianmu dengan Tuhan karena orang yang memilih jalan pintas dihadapan Tuhan anda sama dengan memotong perjanjian dengan Tuhan atas proses yang Tuhan ingin anda lalui karena merasa proses itu memakan waktu yang lama. Kekuatan apa yang kita miliki ketika memilih masuk kedalam proses? Itu sama dengan emas murni 24 karat yang harus melalui proses sebelum menjadi emas yang murni (logam mulia), proses membuat sesuatu menjadi berkualitas.







MEMILIH MASUK DALAM PROSES



§  HIDUP DENGAN IMAN: Abraham pernah salah mengambil hagar na   karepikirnya dia sudah tua tetapi anak yang Tuhan maksud adalah anak dari   Sarah dan itu artinya Abraham harus menantikan dengan iman.
§  PERCAYA/MENYERAHKAN SELURUH HIDUP: Ishak memilih proses dengan menyerahkan nyawanya di gunung moria tanpa membantah ataupun memberontak.
§    HATI YANG TULUS: Yakub harus melewati ujian upahnya di ganti-ganti oleh Laban mertuanya , tapi dia tetap setia sampai dia sangat di berkati (Dari seorang penipu menjadi orang yang tulus).
§    KEMURNIAN: Rut bisa tidak mengikut Naomi dan meninggalkan mertuanya itu, bagi Rut itu lebih mudah tetapi Rut memilih Naomi (Rut 2:12-13).
§     MENGHORMATI PEMIMPIN: Daud memilih tidak membunuh Saul di dalam gua, tapi memilih proses tanpa menjamah orang yg di urapi Tuhan.
§    TAWANAN ROH: Paulus berkata aku ini Tawanan Roh. Paulus bertumbuh dan menjadi tawanan Roh, melakukan apa pun yang Tuhan inginkan, sepakat dengan apapun yang Roh Kudus katakan sekalipun harus melewati penyiksaan dan dimasukkan dalam penjara.
§ PENGENAPAN SELURUH KEHENDAK BAPA: Yesus sendiri bisa memanggil pasukan malaikat di sorga supaya dia tidak melewati salib (Matius 26:52-54).  






AKIBAT MEMILIH JALAN PINTAS (SHORT CUT)


§   CEMBURU: Kain short cut dengan Membunuh Habel karena cemburu kepada habel. Persembahan habel di terima Tuhan sedangkan kain tidak.
§   KEINGINAN MATA/HARTA: Lot short cut dengan memilih pisah dengan Abraham dan memilih yang dia pandang baik, Sodom dan Gemora seperti taman Tuhan. Disini kita bisa melihat bahwa tawaran memilih jalan pintas/short cut bukan hanya saat seseorang berada di lembah tetapi saat seseorang sedang dibawa naik. Lot seharusnya bisa mewarisi kehidupan iman dari Abraham tetapi kemudia dia kehilangan itu karena lebih memilih keinginan matanya/kehidupan dunia.
§   MEMANDANG RINGAN HAK KESULUNGAN (PERKARA ROHANI): Esau short cut waktu menjual hak Kesulungannya kepada Yakub dengan semangkuk kacang merah karena kesukaannya dan dia lapar. Mari selalu memilih perkara rohani, naikkan level penyembahan, baca Firman-Nya lebih lagi untuk semakin intim dengan-Nya.
§    KEMBALI KE HIDUP YANG LAMA: Orpa short cut dengan meninggalkan Naomi dan pulang ke moab (penyembahan berhala).
§    KESOMBONGAN: Saul short cut waktu memilih mendengar rakyat dari pada Samuel. Ketika hati anda telah menjadi sombong, anda tidak akan pernah bisa mengikuti apa perkataan Tuhan karena kecenderungan untuk mengikuti logika berpikir anda.
§    CINTA AKAN UANG (MAMON): Yudas short cut waktu mengetahui bahwa Yesus hendak mati dan di serahkan maka dia menjual Yesus dengan 30 keping perak. Ini terjadi karena motivasi yang salah dalam dirinya sekalipun sudah menjadi murid Yesus.




Tuhan berjanji akan membawa kita sampai ke puncak destiny tetapi jangan pernah untuk memilih jalan pintas  yang membuat kita tidak sampai kepada destiny yang Tuhan sudah tetapkan. Mari mengikuti Proses dari Tuhan karena di sana kita mengalami cerita Tuhan dan kita mengenal Tuhan secara Pribadi. Kekayaan orang percaya bukan harta benda tetapi Pengenalan dan Perjalanan dengan Tuhan seumur hidupnya.





Amen, Tuhan Yesus memberkati.



Senin, 27 Agustus 2018

KUASA TUHAN MELALUI HIDUP SAUDARA (MENJADI PINTU KEMULIAAN-NYA)



Holy Glory Church, Makassar 
Ibadah Raya ke 2, Minggu 26/08/2018
Traveller’s Hotel Phinisi Lantai 11 - 12
By Ps Joseph Hendrik Gomulya (JHG)






T
uhan rindu ingin menyatakan kuasa-Nya melalui hidup saya dan saudara, karena kuasa-Nya dinyatakan bukan hanya melalui pendeta atau hamba-hamba Tuhan seperti halnya melalui Imam Besar dalam perjanjian lama. Sewaktu saudara dilahirkan kembali atau lahir baru, saudara menjadi bait kudus-Nya yang berarti tempat Tuhan berdiam, tempat dimana Tuhan mengalirkan hadirat dan kuasa-Nya untuk saudara bawa dimana pun saudara berada.


“Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri”  
(1 Korintus 6:19 TB)


Sewaktu saudara lahir baru, hidup saudara bukan lagi milik saudara sendiri karena tubuh saudara bait dari Roh Kudus atau bait Allah. Dalam Perjanjian Lama bait Allah menggambarkan tempat dimana kemulian-Nya turun dan kuasa-Nya dinyatakan. Bait Allah adalah tempat dimana orang bertemu muka dengan muka dengan Tuhan dan mendengarkan Tuhan berbicara, juga tempat dimana orang-orang mengalami kesembuhan ilahi. Saat ini bait Allah bukan lagi berupa bangunan fisik buatan tangan manusia tetapi didalam diri saudara. Saudara adalah bait Kudus-Nya dimana Tuhan berdiam.


“Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:”   (1 Petrus 2:9 TB)


Saudara menjadi orang pilihan, menjadi imamat yang rajani dan  dijadikan bait Kudus-Nya agar supaya saudara memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia. Dalam Perjanjian Lama Imam Besar harus masuk ke dalam Bait Allah dalam ruang maha kudus untuk bertemu dan mendengarkan apa yang Tuhan perintahkan dan atau apa yang Tuhan ingin umat-Nya lakukan. Saat imam besar ini keluar dari bait Allah, dia akan memperkatakan atau mengucapkan apa yang Tuhan katakan atau berikan maka Imam Besar akan memberkati, memberi pengampunan, memberi pengampunan, memberi pendamaian kepada seluruh umat Israel dengan perantaraan darah darah anak domba pilihan yang telah dikhususkan yang disembelih oleh Imam Besar untuk menebus kesalahan umat Israel sewaktu Imam Besar bertemu dengan Tuhan. Ini yang kemudian digenapi oleh Tuhan Yesus sendiri sebagai anak domba yang dipilih dan dikhususkan untuk menebus seluruh dosa dan kesalahan seluruh umat manusia.


Saat ini tubuh saudara adalah bait kudus-Nya Tuhan, tempat dimana Dia menyatakan perbuatan-perbuatan-Nya yang besar. Jadi sewaktu saudara mengalami suatu penyakit, janganlah berkecil hati karena Tuhan ingin menyatakan perbuatan-Nya yang besar melalui hidup saudara saat saudara berkata dengan iman bahwa saudara pasti akan sembuh, seperti halnya apa yang dialami sendiri oleh Ps Hendrik dan kiranya melalui kesaksian beliau ini dapat membangkitkan iman saudara.


Pada saat Ps Hendrik berumur 17 tahun beliau diijinkan Tuhan untuk mengidap suatu virus yang cukup mematikan yang belum ada obatnya karena 2 orang lain yang juga mengidap virus ini selain Ps Hendrik tidak dapat bertahan dan akhirnya meninggal. Akibat dari virus ini membuat wajah Ps Hendrik menjadi bengkak dan membuat mata beliau menjadi semakin mengecil, badan beliau menjadi kurus dan menghitam (gosong) dan membuat beliau harus berbulan-bulan hanya berbaring diatas tempat tidur. Saat itu Ps Hendrik tidak mengerti mengapa beliau harus mengalami penyakit yang ditimbulkan oleh virus tersebut sampai pada suatu saat akhirnya beliau mengerti bahwa Tuhan punya rencana atau alasan dibalik itu semua seperti apa yang dialami oleh Lazarus, Maria dan Marta yaitu untuk menyatakan kemuliaan-Nya, untuk menyatakan perbuatan-perbuatan-Nya yang besar. Jadi apabila saudara saat ini juga sedang mengalami hal yang sama, percayalah bahwa Tuhan juga sedang ingin menyatakan perbuatan-perbuatan-Nya yang besar melalui hidup saudara. Tubuh saudara sebagai Bait-Nya yang kudus adalah tempat dimana Tuhan mengalirkan kuasa-Nya dan bahkan saudara sendiri pun bahkan bisa mengalirkan kuasa Tuhan tersebut untuk menyatakan perbuatan-perbuatan-Nya yang besar.



“yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib”



Saat itu hari dimana Ps Hendrik merasa bahwa hidupnya akan segera berakhir karena para dokter yang menangani beliau berkata bahwa ini hanya akan bertahan sampai 3 bulan. Di malam harinya Tuhan Yesus mendatangi beliau dan berkata bahwa “Aku mengasihimu hendrik” dan meminta Ps Hendrik menjadi penjala manusia. Pagi harinya Ps Hendrik tiba-tiba bisa berdiri dan makan sendiri padahal awalnya itu tidak bisa beliau lakukan sendiri, ini membuat semua keluarga dan terutama para dokter menjadi kaget. Hari itu Ps Hendrik mengambil keputusan untuk dirinya di baptis dan memberikan seluruh hidupnya buat Tuhan.


Jangan pernah merasa minder, merasa tidak layak atau merasa tidak mampu untuk melakukan sesuatu pekerjaan yang besar. Raih itu dengan imam saudara maka saudara akan melihat perbuatan-perbuatan Tuhan yang besar, apa pun yang saudara sentuh ada kuasa yang dialirkan oleh Tuhan.


“Oleh Paulus Allah mengadakan mujizat-mujizat yang luar biasa, bahwa orang membawa saputangan atau kain yang pernah dipakai oleh Paulus dan meletakkannya atas orang-orang sakit, maka lenyaplah penyakit mereka dan keluarlah roh-roh jahat.”                               (Kisah Para Rasul 19:11-12 TB)


Kuasa Tuhan itu mengalir dalam hidup Rasul Paulus bahkan saat dia memegang benda-benda seperti sapu tangannya. Orang percaya bahwa saputangan Rasul Paulus bisa menyembuhkan orang sakit karena orang percaya atau mengimani bahwa kuasa Tuhan bekerja bahkan melalui benda-benda yang pernah di pakai oleh orang pilihan Tuhan. Hal yang sama juga bisa terjadi dalam hidup saudara apabila iman saudara percaya akan hal itu. Apa saja yang saudara sentuh ada kuasa Tuhan yang mengalir seperti saat saudara menumpangkan tangan mendoakan seseorang, saudara juga sedang mengalirkan kuasa Tuhan, saudara sedang mengalikan potensi Tuhan yang luar biasa.


Tuhan menginginkan setiap kita menjadi alat-Nya untuk kuasa Tuhan itu dialirkan sehingga orang-orang bisa melihat dan mengalami kuasa-Nya bukan hanya saat berada dalam lingkungan gereja tetapi saat saudara berada di market place di kantor atau dalam bisnis saudara atau saat saudara berada dalam lingkungan dimana saudara tinggal. Seringkali setiap kita di perhadapkan pada sesuatu yang sepertinya mustahil seperti saat keadaan ekonomi saudara yang jatuh pada titik paling terendah dan sepertinya mustahil untuk bangkit kembali. Tuhan memilih setiap saudara untuk mengalirkan kuasa-Nya dan Tuhan ingin membawa iman saudara berkata bahwa kuasa-Nya bekerja dan mengalir melalui hidup saudara, tidak ada yang mustahil bagi Tuhan dan saudara percaya bahwa Tuhan sanggup untuk memulihkan keadaan ekonomi saudara dan memberkati saudara lebih dari hari-hari sebelumnya.


Tuhan ingin membuat saudara mengerti bahwa ada potensi yang besar, ada investasi ilahi yang Tuhan tanam dalam hidup saudara yaitu Roh Kudus-Nya pribadi Tuhan sendiri. Tuhan mempercayakan investasi-Nya yaitu hidup-Nya sendiri kepada saudara karena saudara adalah orang-orang yang mempunyai potensi yang asalnya dari Tuhan sendiri yang bekerja sewaktu saudara mengalirkan kuasa-Nya dengan iman. Saat saudara mendoakan orang lain yang sedang sakit dan belum sembuh, janganlah berhenti untuk berdoa karena doa pasti di jawab oleh Tuhan. Tidak ada yang lebih pasti selain doa sekalipun orang berkata itu mustahil, doa adalah satu hal yang lebih pasti dari semua yang saudara lihat. Jadi mari naikkan level iman saudara sampai Tuhan berkata “jadilah seperti yang saudara imani”. Setiap hal yang saudara sentuh akan meninggalkan jejak-jejak roh diatasnya, setiap hal yang saudara sentuh akan membawa hadirat ilahi-Nya dan semua orang akan melihat bahwa Tuhan sungguh-sungguh nyata di bumi ini.


“Apakah hubungan bait Allah dengan berhala? Karena kita adalah bait dari Allah yang hidup menurut firman Allah ini: “Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan umat-Ku.” 
(2 Korintus 6:16 TB)


Tuhan berdiam karena saudara adalah bait-Nya, saudara adalah pusat dari pergerakan-Nya, keberadaan-Nya, keinginan-Nya dan kerinduan-Nya dinyatakan melalui hidup saudara. Saudara adalah saluran dari kasih karunia Tuhan, saudara adalah saluran dari keberadaan Tuhan di bumi ini dan saudara adalah saluran dari keilahian-Nyauntuk membawa perbuatan-perbuatan Tuhan yang besar. Mari aktifkan iman dan kuasa Tuhan ini setiap harinya dengan membaca firman-Nya, berdoa dan deklarasi. Perkatakanlah firman-Nya setiap hari karena apa yang saudara perkatakan, ucapkan dan deklarasikan saat itu juga terjadi, saudara sedang mengalirkan kuasa ilahi-Nya untuk menjadi berkat buat orang lain.


Inilah waktunya anak-anak Allah dinyatakan, inilah waktunya saudara untuk bangkit dan menjadi berkat, inilah waktunya saudara percaya dan mulai memperkatakan dengan iman dan menyalurkan kuasa-Nya baik itu dalam pekerjaan saudara di kantor, dalam bisnis saudara, dalam rumah, atau dalam pergaulan saudara dengan lingkungan masyarakat dimana saudara tinggal. Mari menyadari bahwa saudara adalah pembawa hadirat Tuhan bukan hanya sekedar memperkatakan dan menyatakan kuasa-Nya, tetapi saudara adalah PINTU UNTUK TUHAN MENYATAKAN KEMULIAAN-NYA.


Jadi begitu penting dan luar biasanya kehidupan setiap kita karena saudara adalah SALURAN atau PINTU DIMANA KEMULIAAN TUHAN DINYATAKAN. Lihatlah keadaan dunia ini dan masuklah kesana karena saudara adalah SALURAN atau PINTU KEMULIAAN TUHAN, dimana pun saudara ditempatkan oleh Tuhan saudara adalah jawaban dari kebutuhan kota dan bangsa serta keluarga saudara atau dimana pun saudara berada. Ini adalah alasan kenapa saudara mesti dipenuhi oleh hadirat-Nya, dipenuhi oleh Roh Kudus. Rasakan dan alamilah kuasa Roh Kudus dalam kehidupan saudara, kalau saudara sedang lemah berdoa, menyembah serta berbahasa rohlah lebih lama dari sebelumnya untuk membangun roh saudara, membangun diri saudara secara pribadi. Penuhilah diri saudara dengan Roh-Nya, dengan Hadirat-Nya dan saat saudara merasakan itu agar supaya kemuliaan Tuhan itu terpancar keluar dan menjadi berkat bagi orang lain.





Amen

Tuhan Yesus Memberkati...

Rabu, 18 April 2018


KUASA KEBANGKITAN KRISTUS

Ps Joseph Hendrik Gomulya




Momen kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus adalah bukti bahwa DIA adalah Tuhan. Kuasa kematian tidak bisa berkuasa atas-Nya, Melalui kematian-Nya mematikan seluruh tabiat dosa dalam hidup saudara (kematian terhadap dosa) dan kebangkitan-Nya memberikan saudara kuasa, kehidupan dan kebenaran. DIA adalah Alpha dan Omega dan melalui kuasa kebangkitan-Nya itu membenarkan saudara, memberikan saudara kuasa.


“Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.                                                                        (1 Korintus 15:21-22 TB)


Saudara dihidupkan kembali dalam persekutuan dimana istilah yang rasul pakai adalah pengenalan akan Kristus.



“Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu.”                                     (1 Korintus 15:17 TB)


Melalui kebangkitan Tuhan Yesus saudara telah memperoleh persekutuan yang hidup didalam Kristus, kehidupan yang baru diberikan dan diam dalam hidup saudara.


“Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.”                                                                                                                                        (Roma 10:9 TB)


Ada banyak nabi-nabi dan rasul-rasul yang mengajarkan hal yang baik, tetapi kebangkitan Tuhan Yesus dari kematian adalah bukti bahwa DIA adalah Tuhan.


“Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya,   di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya.”
                                 (Filipi 3:10 TB)


Surat yang ditulis kepada jemaat di Filipi ini ditulis oleh Rasul Paulus di masa akhir pelayanan-Nya dan usianya saat itu tidak muda lagi. Rasul Paulus ingin berkata bahwa seluruh hidupnya diabdikan hanya untuk mengenal Tuhan Yesus. Jangan pernah berhenti untuk bergaul dengan Tuhan, jangan pernah berhenti untuk mengenal Tuhan dan melibatkan Tuhan dalam segala hal di hidup saudara.


Hal yang paling terindah dan itu menjadi kekayaan kekristenan adalah sewaktu saudara selalu mempunyai kerinduan belajar mengenal pribadi Tuhan, bukan saat di sorga tetapi saat ini di bumi, mari mengenal pribadi-Nya yang begitu agung, mulia, indah dan kudus. Dia adalah pribadi yang sangat luar biasa yang sangat menyanyangi saudara dan pengenalan akan pribadi-Nya adalah sewaktu saudara membaca dan merenungkan firman-Nya setiap hari dan selalu melibatkan-Nya dalam segala hal dalam hidup saudara mulai dari hal-hal yang terkecil seperti bertanya kepada Tuhan pakaian jenis atau warna apa yang saudara pakai bahkan saat saudara ingin berbuat dosa pun, libatkanlah dan bertanyalah kepada Tuhan sampai Tuhan membawa saudara keluar dari situ dan tidak semakin jatuh.


Roh Kudus (Roh Allah) yang ada didalam saudara adalah pribadi Tuhan sendiri, jadi saudara adalah pribadi yang berbeda karena saudara adalah pribadi yang di dalam Bapa dan Bapa di dalam saudara. Jadi mari mengenal pribadi Tuhan secara pribadi dalam setiap hal di hidup saudara, dalam keadaan apa pun saudara selalu datang kepada Tuhan dimana Tuhan akan merestorasi atau mengubah hidup saudara karena kasih-Nya yang sangat besar dan tidak pernah berkurang dalam keadaan apapun dalam hidup saudara bahkan saat saudara jatuh dalam dosa.



Kasih Tuhan itu penuh dalam hidup saudara, iblislah yang membuat pandangan bahwa saudara kurang di kasihi saat saudara berbuat jahat tetapi saat saudara memandang Yesus yang disalibkan, mati dan bangkit, kasih-Nya sempurna atas hidup saudara apa pun keadaan saudara. Kasih dan cinta-Nya yang begitu besar itu mengalir didalam hidup saudara dan mengubah hidup saudara. Jangan pernah berhenti untuk mengenal Tuhan, kenalilah Tuhan dalam segala aspel kehidupan keseharian saudara baik saat saudara gagal ataupun saat saudara diberkati/sukses, selalu bertanya kepada Tuhan apa yang inginkan dari hal tersebut

Tuhan Yesus sudah bangkit dari kematian sehingga iblis tidak mempunyai lagi kuasa bahkan kunci kerajaan maut iblis tidak memilikinya, dalam kitab Wahyu dikatakan kunci itu sudah ada di tangan Tuhan Yesus. Kuasa kebangkitan-Nya harus nyata dalam hidup saudara, saat saudara sedang dalam keadaan terpuruk Tuhan Yesus berkata bahwa kuasa kebangkitan-Nya ada didalam hidup saudara, sewaktu iblis berkata bahwa saudara tidak mempunyai jalan lagi atau saudara tidak mungkin diselamatkan percayalah bahwa Tuhan Yesus sudah bangkit untuk menyelamatkan saudara, sewaktu orang-orang berkata keluarga saudara tidak mungkin dipulihkan lagi percayalah bahwa kuasa kebangkitan-Nya juga berlaku buat keluarga saudara. Kebangkitan Tuhan Yesus dari kuasa kematian itu bukan sebuah slogan, Maria datang ketiak dia mendengar bahwa Yesus sudah bangkit.


 “Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu.
 Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya.
Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju.
Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati.
Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: "Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu.
Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring.
Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu."
Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus.
Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya”.
(Matius 28:1-9 TB)
Sepertiga dari malaikat yaitu lucifer dan pengikut-pengikutnya sudah di buang jatuh ke bumi tetapi masih ada 2/3 malaikat di sorga. Sering kali orang dikecohkan dengan terlalu membesar-besarkan pekerjaan iblis padahal saudara mempunyai jumlah malaikat yang lebih banyak daripada jumlah malikat yang dibuang jatuh ke bumi, bahkan saudara memiliki kuasa Tuhan dalam diri saudara yaitu kuasa dari Roh Kudus yaitu Roh Allah sendiri. Kuasa iblis sudah dikalahkan, jadi jangan pernah menganggap kuasa iblis lebih besar bahkan iman orang percaya yang paling kecil sekalipun kuasanya lebih besar daripada lucifer karena saudara bukan manusia yang berasal dari bumi ini tetapi saudara adalah manusia sorgawi/ilahi yang sudah dilahirkan baru karena ada Roh Allah/Roh Kudus dalam diri saudara. Jadi jangan pernah membesarkan hal yang kecil atau tidak berarti tetapi lihatlah hal besar yang Tuhan Yesus sudah kerjakan agar supaya hal yang besar dinyatakan dalam hidup saudara.

“Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju.
 Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati.
 Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: "Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu.”
(Matius 28:3-5 TB)


Maria yang dulunya adalah orang berdosa, seorang wanita pelacur dan dirinya tidak dianggap oleh orang tetapi dia mempunyai satu keistimewaan yaitu cintanya kepada Tuhan yang sangat besar sehingga dia tetap setia percaya bahwa Tuhan pasti bangkit dan hidup. Maria adalah orang pertama yang datang kekuburan Tuhan Yesus dan mendengar kabar bahwa Tuhan Yesus sudah bangkit. Mari biarkan cinta di hati saudara terus menyala-nyala, terus berkobar-kobar dan tidak pernah padam malahan terus menyala-nyala dan semakin kuat. Apa pun yang sedang saudara lewati, itu bukan akhir dari segalanya karena ada cinta-Nya yang mengubahkan hidup saudara.


Maria adalah contoh dari seorang wanita yang terpuruk yang dibenarkan oleh Tuhan Yesus. Ketika mendengar salam itu ia tidak pernah takut. Maria tersungkur ketika mendengar salam yang diucapkan oleh Tuhan Yesus bukannya justru menjadi takut karena hatinya percaya bahwa Tuhan Yesus sudah bangkit.


Sewaktu saudara dalam keadaan lemah datanglah kepada Tuhan dengan hati tersungkur berlutut menyembah-Nya maka akan ada perubahan yang saudara bisa lihat dalam diri saudara, ada kuasa kebangkitan-Nya yang akan saudara alami karena DIA adalah Tuhan yang hidup. Dalam hidup dengan Tuhan setiap kali dalam keadaan yang paling lemah seperti yang dialami oleh Rasul Paulus yang berkata “biar aku semakin berkurang-kurang, agar supaya DIA yang semakin bertambah-tambah”. Tuhan seringkali memperlihatkan bahwa saudara bisa menjangkau Tuhan seperti Simon Petrus yang 3 kali menyangkal-Nya tetapi Simon Petrus tidak tinggal dalam dosanya tetapi dia bangkit dan setelah bertemu Tuhan serta diurapi, sekali dia berkotbah 3000 orang diselamatkan karena kuasa Tuhan ada dalam hidupnya. Bandingkan dengan Yudas yang terus tinggal dalam penyesalan dan akhirnya meninggalkan Tuhan karena cintanya kepada Tuhan sudah hilang.


Seperti Maria Magdalena dan Maria yang lain yang bersuka cita melihat kebangkitan Tuhan Yesus, jadi jangan pernah melihat ke belakang tetapi arahkanlah pandangan saudara ke depan, kesalahan apa pun yang saudara lakukan di masa lalu, Tuhan sudah mengampuni dan tidak mengingatnya lagi. Sewaktu iblis berkata bahwa bisnis saudara sudah mati, semua pintu pemulihan sudah tertutup perkatakanlah pembalikan keadaan bahwa setiap bisnis saudara menjadi bisnis yang diberkati Tuhan, bahwa semua pintu pemulihan yang sudah tertutup tetapi bagi Tuhan tidak ada yang mustahil karena justru ini adalah waktu pemulihan yang besar, pintu-pintu yang lain Tuhan sedang bukakan bagi kehidupan saudara, alami kebangkitan Tuhan Yesus dalam setiap aspek kehidupan saudara.


Tuhan mengijinkan saudara mengalami kegagalan adalah agar supaya saudara tidak jatuh dalam kesombongan atau bermegah diri, untuk menyadari bahwa semua yang ada dan terjadi atas hidup saudara semuanya adalah atas anugerah dan kasih karunia Tuhan sehingga satu-satunya yang layak di megahkan adalah Tuhan dan melalui kebangkitan-Nya itu berkuasa atas hidup saudara, DIA menjadi Tuhan dalam hidup saudara, yang memberi saudara kuasa kebangkitan-Nya dalam hidup saudara sehingga saudara memiliki kuasa. Apa yang hari-hari ini mungkin mati dalam hidup saudara, perkatakanlah bahwa kebangkitan-Nya itu masih berlaku dan itu menghidupkan saudara baik itu dalam bisnis dan pekerjaan maka saudara akan mengalami kuasa kebangkitan-Nya.


“Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,
 supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.”
                                   (Filipi 3:10-11 TB)


Persekutuan dalam sukacita dan kemenangan semua orang menyukainya tetapi persekutuan dalam penderitaan-Nya, maukah saudara menderita buat injil? Menderita buat Kristus? Mederita agar keluarga saudara di selamatkan?


Tidak ada kemuliaan tanpa penderitaan, sewaktu saudara bersekutu dalam penderitaan-Nya maka segala penderitaan yang datang kepada saudara apakah itu berupa fitnahan, cemoohan orang bahkan sampai saat saudara ingin dirajam dengan batu itu tidak lagi akan menjadi momok. Saudara tidak membalas dan memilih untuk diam karena saudara menyadari bahwa semua itu Tuhan ijinkan.


BERSATU DALAM KEMATIAN-NYA


Senantiasa membawa kematian Kristus dalam hidup saudara, kematian terhadap daging/perbuatan daging agara supaya saudara hidup di dalam roh. Sewaktu saudara mematikan daging itu berarti bahwa saudara membawa kematian daging dalam hidup saudara dan pengenalan akan lebih lagi.


Kematian Tuhan Yesus diatas kayu salib adalah kematian terhadap dosa, tabiat dosa itu sudah mati dalam hidup saudara sehingga saudara tidak suka lagi untuk berbuat dosa, mungkin saudara bisa tergelincir jatuh kedalam dosa tetapi tabiat dosa itu sudah mati dan saudara tidak lagi suka tinggal dalam dosa karena kematian-Nya sudah membawa kematian terhadap dosa dalam hidup saudara hari demi hari.


Saat kuasa Tuhan dicurahkan atas saudara yang pertama kali harus mati adalah daging. Kuasa Tuhan tidak mungkin dicurahkan sewaktu daging saudara masih bekerja, tetapi sewaktu saudara belajar mematikan daging kuasa Tuhan akan bekerja dan banyak orang yang diberkati istri/suami, anak-anak, keluarga dan orang sekitar karena respon hidup saudara, mereka melihat perubahan dari hidup saudara.





Amin, Tuhan Yesus Memberkati.

MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama)

  MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama) Sabtu, 04 Februari 2023 Ps Joseph Hendrik Gomulya           Sejak awal manusia diciptakan Allah ...