"I am not what the devil and world say about me, but I was G-D says, and I will go into in the end-time destiny for my life."
Selasa, 05 Februari 2019
Kamis, 10 Januari 2019
IMAN DI DALAM FIRMAN
IMAN
DIDALAM FIRMAN
Oleh: Ps Joseph Hendrik Gomulya
“Jadi,
iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.”
(Roma 10:17)
Iman
itu timbul dari pendengaran akan firman Kristus, sewaktu anda mendengar Firman
Tuhan iman anda ditimbulkan atau dibangkitkan oleh Tuhan, berbeda pendengaran
dari sumber yang lain yang belum tentu membuat iman anda timbul malahan iman
anda bisa menjadi lemah.
“Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan
kepadaku, aku
berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal
yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu
berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang
dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.”
(Roma 12:3 TB)
Tuhan
mengaruniakan iman dan setiap orang mempunyai ukuran iman yang berbeda-beda dimana iman bisa
bertambah atau bertumbuh seturut dengan pengenalan kita akan Tuhan. Hari ini
kita akan belajar bagaimana iman itu bertumbuh, anda mungkin sudah kristen sejk
kecil tetapi masih sering mengalami yang namanya kekuatiran, sakit hati atau
marah dengan orang lain, jadi pasti ada sesuatu yang salah.
“Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang
orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. Ia melihat dua perahu di tepi
pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. Ia naik ke
dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya
menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang
banyak dari atas perahu. Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk
menangkap ikan. "Simon menjawab:
"Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak
menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan
menebarkan jala juga."Dan setelah mereka melakukannya, mereka
menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. Lalu mereka memberi isyarat kepada
teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka
itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan
hingga hampir tenggelam.”
(Lukas 5:1-7 TB)
1)
“Pada suatu kali Yesus berdiri di
pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan
firman Allah. Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya
telah turun dan sedang membasuh jalanya. Ia naik ke dalam salah satu perahu
itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit
jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.”
Orang banyak datang mengerumuni Tuhan Yesus bukan karena mujizat
tetapi untuk mendengarkan Firman Tuhan, karena mereka mengetahui bahwa ketika
mendengar Firman Tuhan maka mujizat itu akan dekat dalam kehidupan mereka dan
ini bedanya dengan orang yang datang hanya menginginkan mujizat belum tentu dia
mendapatkan Firman Tuhan dan bertumbuh didalamnya. Inilah yang banyak dialami
oleh orang Kristen sendiri, hidup mereka tidak berubah karena hidup mereka
tidak pernah di isi oleh Firman Tuhan dan memperlakukan Tuhan itu seperti
dukun, hanya datang menghadap kepada Tuhan saat butuh atau ada masalah dan akan
menjauh saat tidak lagi membutuhkan Tuhan. Hidup terus menerus seperti ini
tidak akan pernah membuat iman kita bertumbuh, kita tidak akan pernah mengenal
Tuhan yang sesungguhnya. Pastikanlah setiap kali datang kepada Tuhan fokus kita
hanya untuk menyembah, memuji dan mendengarkan Firman-Nya melalui
hamba-hamba-Nya.
Semakin banyak kita mendengar Firman maka semakin banyak iman kita
yang akan dibangkitkan. Bagaimana cara mendengarkan Firman Tuhan yang benar
sehingga iman kita semakin bertambah? Tuhan memberikan sesuatu menurut ukuran
iman kita jadi apabila iman kita kecil jangan pernah berharap untuk melakukan
perkara yang besar. Untuk melakukan perkara yang besar belajarlah untuk
menumbuhkan iman menjadi besar untuk bisa dipercaya melakukan perkara yang
besar. Contoh cara melatih iman: anda berdoa untuk kesembuhan anda sendiri
sampai anda benar-benar sembuh yang mungkin anda melakukannya sampai
berkali-kali sampai mujizat kesembuhan itu anda alami sendiri. Ini contoh iman
percaya anda bertumbuh didalam Tuhan bahkan iman anda terus bertumbuh untuk
mendoakan orang lain dengan penuh kuasa.
Ketika Tuhan Yesus sedang berbicara kepada banyak orang di tepi
pantai, ada 2 perahu kosong yang sedang belabuh dan Tuhan Yesus kemudian naik
ke salah satu perahu tersebut. Perahu nelayan yang datang berlabuh dari laut
seharusnya kembali dengan kapal yang terisi penuh oleh ikan, tetapi kedua
perahu ini tidak. Kedua perahu ini telah gagal menangkap ikan sehingga mereka
kembali dengan perahu yang isinya kosong dan itulah yang memungkinkan untuk
Tuhan Yesus kemudian naik ke salah satu perahu tersebut karena seandainya kedua
perahu tersebut kembali dengan terisi penuh oleh ikan, simon dan
nelayan-nelayan lainnya pasti tidak akan mengizinkan Tuhan Yesus naik ke atas
perahu karena mereka pasti akan sibuk untuk menurunkan ikan-ikan mereka.
Tuhan terkadang mengijinkan kehidupan perahu kita kosong, gagal
atau tidak berhasil agar kita mengijinkan Tuhan naik ke atas perahu hidup kita
karena apabila kita penuh dengan pikiran, keberhasilan dengan cara kita sendiri
maka tidak ada kesempatan untuk kita mengundang Tuhan Yesus untuk datang karena
kebanyakan manusia yang belum sungguh-sungguh cinta Tuhan adalah manusia yang
ego. Ada begitu banyak yang bisa di gambarkan tentang perahu yang penuh, itu
bisa berarti penuh dengan kepentingan sendiri, penuh dengan urusan sendiri,
pekerjaan, bisnis, dsb. Inilah yang yang bisa menghalangi Tuhan Yesus untuk
naik ke atas perahu kehidupan kita.
Orang yang tidak pernah merasakan kegagalan maka hidupnya akan
sombong, berbeda dengan orang yang pernah merasakan yang namanya gagal seperti
Simon Petrus pasti akan mengetahui bagaimana perlunya Tuhan yang mengubahkanya
hari demi hari dalam setiap langkah hidupnya. Mintalah untuk Tuhan selalu
mengosongkan perahu kehidupan kita setiap hari tanpa harus melalui dulu proses
untuk mengalami yang namanya kosong, harus gagal atau mengalami yang namanya
miskin, baru kemudian mengundang Tuhan Yesus untuk masuk. Jadi sekalipun kita
sudah cukup diberkati tetapi biarkanlah hati kita selalu miskin dihadapan
Tuhan, kita membutuhkan-Nya lebih dari apapun. Sebuah prinsip hidup dalam
pengiringan akan Tuhan dimana Tuhan tidak akan pernah bertahta atas hidup kita
apabila hati kita penuh yang lain, tetapi apabila hati kita kosong maka Tuhan
akan bertahta dan mengambil alih seluruh hidup kita.
Saat kita sudah mengosongkan diri dan mengundang-Nya masuk kedalam
kehidupan kita mari pastikan untuk mulai mendengar perkataan Tuhan, mendengar
perintah-Nya. Jangan hanya puas sekedar merasakan jamahan-Nya tetapi saat Tuhan berbicara untuk kita
melakukan sesuatu, kita menolak-Nya. Orang tidak bisa hidup dengan iman karena
tidak pernah bersedia untuk mendengar, hanya orang yang mau mendengar atau
manusia Rohnya mendengar yang imannya akan timbul dan kemudian akan melaukan
perkataan Tuhan, seperti Simon Petrus yang menolakan perahunya sedikit jauh
dari pantai untuk Tuhan Yesus mengajarkan Firman Tuhan kepada orang banyak dari
atasnya, Tuhan Yesus memakai perahu hidupnya yang gagal/kosong untuk menjadi
berkat bagi banyak orang.
2) Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam
dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab: "Guru, telah
sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi
karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga. "Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah
besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. Lalu mereka memberi isyarat kepada
teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka
itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan
hingga hampir tenggelam.”
Tuhan Yesus memerintahkan Simon Petrus untuk menolakkan perahunya
ke tempat yang dalam, kali ini bukan lagi untuk mengajarkan Firman Tuhan tetapi
menebarkan jala untuk menangkap ikan. Sebagai seorang nelayan yang sudah
berpengalaman karena memang itu profesinya, dalam pikiran Simon Petrus akan
berkata bahwa dirinya sudah semalam-malaman dirinya dan para nelayan lainnya berusaha
menangkap ikan (karena waktu terbaik untuk menangkap ikan dalam jumlah yang
besar adalah di malam hari), tetapi hasilnya adalah mereka gagal apalagi
sekarang dilakukan di hari yang sudah terang, adalah suatu kemustahilan untuk
mendapatkan ikan. Kemudian ada sebuah respon iman yang luar biasa yang kemudian
keluar dari mulut Simon Petrus “tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga”. Simon Petrus meresponi perkataan
Tuhan untuk bertolak ke tempat yang dalam dan menebarkan jala, karena sewaktu
Tuhan Yesus mengajarkan Firman Tuhan kepada orang banyak dari atas perahunya di
tepi pantai dia pun juga berada di situ ikut mendengarkan dan saat itulah
imannya dibangkitkan dan melakukan apa yang Tuhan katakan.
Pikiran, pengetahuan dan pengalaman Simon Petrus adalah sebuah
kemustahilan untuk menebar jala dan mendapatkan ikan di hari yang sudah terang
tetapi karena dia meresponi dengan iman maka yang didapatkan adalah ikan dalam
jumlah yang sangat besar. Jadi IMAN adalah RESPON MANUSIA ROH TERHADAP FIRMAN.
Ini pun bisa terjadi contohnya saat kita mengalami banyak masalah yang berat
atau kita mengalami suatu penyakit yang dokter sendiri tidak sanggup untuk
mengobatinya, tetapi saat kita mendengar Firman Tuhan dan iman kita
dibangkitkan dan kemudian kita mendengar apa yang Tuhan katakan bahwa kita akan
mengalami kesembuhan dan kita meresponinya dengan iman maka kesembuhan pasti
terjadi.
Suatu kali Ps
Joseph Hendrik pergi mengunjungi seorang pelayan Tuhan yang mengalami kanker
ginjal, bapak ini harus melakukan cuci darah 3 kali dalam seminggu dan sudah
menjalani itu selaima 2 tahun. Saat mendengar sharing Firman Tuhan melalui Ps
Joseph Hendrik, iman bapak ini bangkit terlihat dari sorot matanya. Ps Joseph
Hendrik berkata kepadanya bahwa Tuhan Yesus sanggup untuk menyembuhkannya dan
menyuruhnya untuk mengijinkan Tuhan Yesus sendiri yang mencuci darahnya, bapak
ini kemudian berkata bahwa oleh karena Firman Tuhan yang di dengarnya maka
mulai besok dirinya akan berhenti cuci darah dan ini terus dia lakukan sampai
sebulan lamanya, bukannya semakin lemah/loyo tetapi justru semakin segar dan
Tuhan Yesus kemudian menyembuhkannya secara total. Sewaktu Tuhan Yesus
mengajarkan Firman Tuhan, Dia memperhatikan iman Simon Petrus yang menangkap
akan Firman-Nya. Jadi berikanlah perintah kepada orang yang menangkap Firman-Nya
karena dia adalah orang yang siap untuk menerima mujizat, jangan berikan
perintah kepada orang yang tidak siap karena pasti tidak akan mengalami apa-apa.
Tema tahun ini adalah Time to Harvest, mari berdoa bahwa tuaian itu benar-benar
terjadi atas hidup setiap kita, menuai dengan kuat dalam segala hal/aspek (jiwa-jiwa,
ekonomi, pemulihan keluarga) kehidupan kita tetapi dibutuhkan yang namanya IMAN
karena tanpa IMAN kita tidak mungkin mendapatkan tuaian karena sebenarnya segala
sesuatu sudah tersedia di alam sorgawi tanpa terus-menerus meminta (Efesus
1:3). Respon manusia Roh terhadap Firman itulah IMAN dan Iman tidak pernah
tanpa respon. Iman tidak pernah diam tetapi Iman adalah bergerak meresponi
setiap Firman maka kita akan melihat kegagalan menjadi keberhasilan.
“sebab hidup kami ini adalah hidup
karena percaya, bukan karena melihat.”
(2 Korintus 5:7 TB)
Sering kita melihat orang Kristen hidupnya selalu penuh dengan
keluhan tidak seperti perkataan Firman Tuhan. Itu terjadi karena hidup dengan
melihat dimana sewaktu orang hidup dengan melihat dengan mata jasmani maka mata
imannya akan tertutup atau buta. Tuhan mengaruniakan mata jasmani bukan tanpa
maksud tetapi kita bukan hidup karena melihat, melihat adalah hasil akhir dari
iman kita. Mari melihat dengan mata iman, untuk melihat yang tidak terlihat,
percaya akan Firman-Nya maka apa yang kita percayai kita akan melihatnya. Sewaktu
melihat dengan mata jasmani maka yang terjadi adalah kita melihat banyak orang
Kristen hidupnya selalu mengeluh, ribut dalam rumah tangga (suami/istri tidak
berubah kelakuannya) dan ini kontras dengan orang yang melihat dengan mata
rohani, dia akan selalu melihat suami/istrinya akan di pakai Tuhan, akan
melihat seperti Tuhan melihat, akan melihat destiny Tuhan atas hidupnya dan
akan berbicara sesuai dengan apa yang Tuhan katakan.
Kebanyakan orang yang di koreksi atau dicari adalah kegagalan
orang, bagaimana orang tersebut gagal sehingga tidak pernah bisa menemukan iman
orang tersebut ketika berdialog dengannya. Seperti Tuhan Yesus yang tidak
memperkatakan tentang kegagalan Simon Petrus tetapi justru menyuruhnya untuk
menolakkan perahunya ke tempat yang dalam, Simon Petrus yang gagal berubah
menjadi percaya dan kemudian taat menolakkan perahunya ketempat yang dalam dan
hasil yang didapatkan adalah sangat besar.
“Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah.
Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada,
dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.”
(Ibrani 11:6 TB)
Sewaktu kita hidup dengan Iman percaya maka yang didapatkan bukan
hanya sekedar percayai tetapi ada perkenanan Tuhan yang turun atas kita. Hidup kita
dilayakkan, hidup kita diangkat dan dipindahkan dari tidak berkenan menjadi
berkenan. Sewaktu manusia Roh kita meresponi Firman dalam ketaatan maka
berkat-Nya akan tercurah atas hidup kita, jadi mari menjadi orang yang tidak
hanya mendengar tetapi orang yang hidup dengan iman karena dari mendengar
harusnya timbul iman dan kemudian timbul action atau melakukan setiap perkataan
Tuhan. Di tahun baru ini mari membuat keputusan kemana arah hidup kita, apakah
tetap dengan cara lama atau mau meletakkan semuanya dan masuk di tahun yang
baru dengan penuh kemenangan untuk menuai apa yang Tuhan janjikan atas hidup
kita, percaya bahwa semua janji-janji-Nya pasti terjadi atas hidup kita, jadi
pendengar yang meresponi dan menangkap setiap Firman Tuhan terjadi atas hidup
kita.
Amen, Tuhan Yesus Memberkati
Senin, 07 Januari 2019
PROSES VS SHORT CUT
PROSES VS SHORT
CUT
Ps Joseph Hendrik Gomulya (JHG)
Di
tahun 2019 di gereja ini Tuhan menaruh sebuah tema TAHUN PENUAIAN dimana semua
jemaat/orang harus bisa sampai kepada puncak destiny dari hidupnya. Namun yang
harus di perhatikan adalah ada ujian buat seorang penuai sebelum dia sampai ke
puncak yaitu pilihan untuk mengambil jalan pintas atau Short Cut. Prinsip dunia
berkata bahwa apabila ada pilihan untuk mengambil jalan pintas kenapa harus
memilih melewati proses yang mungkin waktunya akan lama, tetapi Firman Tuhan menginginkan
kita untuk masuk ke dalam proses dengan sebuah tujuan mematangkan setiap kita
dalam pengikutan dan pengenalan kita akan Tuhan, melalui proses kita akan
benar-benar semakin mengenal pribadi Tuhan yang kita sembah dan memiliki
pengalaman berjalan bersama-Nya.
“Lalu berkatalah orang-orangnya kepada Daud:
"Telah tiba hari yang dikatakan TUHAN kepadamu: Sesungguhnya, Aku
menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu, maka perbuatlah kepadanya apa yang
kaupandang baik." Maka Daud bangun, lalu memotong punca jubah Saul dengan
diam-diam. Kemudian berdebar-debarlah hati Daud, karena ia telah memotong punca
Saul; lalu
berkatalah ia kepada orang-orangnya: "Dijauhkan Tuhanlah kiranya dari
padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, kepada orang yang
diurapi TUHAN, yakni menjamah dia, sebab dialah orang yang diurapi TUHAN.“ Dan
Daud mencegah orang-orangnya dengan perkataan itu; ia tidak mengizinkan mereka
bangkit menyerang Saul. Sementara itu Saul telah bangun meninggalkan gua itu
hendak melanjutkan perjalanannya.” (1 Samuel 24:5-8)
Saat
itu Saul sedang dalam perjalanan dalam usahanya untuk mengejar dan membunuh
Daud dan di pihak lain Daud telah berhasil melatih pasukan gagah perkasa yang
cukup banyak di gua Adulam dan sudah memenangkan beberapa peperangan serta
mempunyai pengaruh yang cukup besar. Hari itu Daud sebenarnya mempunyai
kesempatan untuk membunuh Saul dan itu juga disarankan oleh semua orang
terdekat yang setia dan loyal kepada Daud tetapi yang terjadi adalah seperti
yang Firman Tuhan katakan Daud kemudian hanya memotong Punca jubah Saul.
“And the men of David said unto him, Behold the day of
which the Lord said unto thee, Behold, I will deliver thine enemy into thine
hand, that thou mayest do to him as it shall seem good unto thee. Then David
arose, and cut off the skirt of
Saul's robe privily. And it came to pass
afterward, that David's heart smote him, because he had cut off Saul's skirt.
And he said unto his men, The Lord forbid that I should do this thing
unto my master, the Lord's anointed, to stretch forth mine hand against him,
seeing he is the anointed of the Lord.” (1 Samuel 24:5-6 KJV)
Kata
memotong Punca jubah Saul dalam terjemahan diatas dipaka kata cut off yang dalam
bahasa Ibraninya dipakai kata Karath yang mana salah
artinya adalah Cut a Covenant (memotong perjanjian). Daud sebenarnya bisa
memotong perjanjian dengan Tuhan seandainya dia memilih membunuh Saul dalam gua
tersebut atau dia memilih jalan pintas (dalam terjemahan lainnya dalam bahasa
sehari-hari dipakai kata Short Cut atau Jalan Pintas).
Daud
hari itu bisa saja membunuh Saul karena secara fisik pasti dia sudah
lelah/letih terus menerus di kejar oleh Saul dan dia pasti menginginkan agar
semua itu segera berakhir dan ketika momen itu datang, itu sebenarnya
kesempatan bagi Daud untuk mengakhirinya tetapi Daud memilih yang berbeda.
Dalam kehidupan kita saat Tuhan ingin memakai hidup setiap kita terkadang
datang tawaran untuk mengambil jalan pintas (short cut) dan terkadang
sepertinya itu dari Tuhan. Ini adalah hal yang sangat berbahaya, jadi mari
belajar Daud yang takut akan Tuhan dimana dia tidak memilih jalan pintas karena
dia tidak mau menjamah orang yang sudah di urapi oleh Tuhan. Apabila kita
membaca ayat selanjutnya kemudian keluar pengakuan dari mulut Saul sendiri
bahwa raja bangsa Israel yang sesungguhnya adalah Daud. Daud memang belum
menduduki tahta raja tetapi secara legal Daud sudah menjadi raja atas pengakuan
Saul.
Jadi
pakailah selalu cara Tuhan untuk anda dibawah naik dan jangan pernah memilih
jalan pintas atau short cut, jangan memotong perjanjianmu dengan Tuhan karena
orang yang memilih jalan pintas dihadapan Tuhan anda sama dengan memotong
perjanjian dengan Tuhan atas proses yang Tuhan ingin anda lalui karena merasa
proses itu memakan waktu yang lama. Kekuatan apa yang kita miliki ketika
memilih masuk kedalam proses? Itu sama dengan emas murni 24 karat yang harus
melalui proses sebelum menjadi emas yang murni (logam mulia), proses membuat
sesuatu menjadi berkualitas.
MEMILIH MASUK DALAM PROSES
§ HIDUP DENGAN IMAN:
Abraham pernah salah mengambil hagar na karepikirnya dia sudah tua tetapi anak
yang Tuhan maksud adalah anak dari Sarah dan itu artinya Abraham harus
menantikan dengan iman.
§ PERCAYA/MENYERAHKAN SELURUH HIDUP:
Ishak memilih proses dengan menyerahkan nyawanya di gunung moria tanpa
membantah ataupun memberontak.
§ HATI YANG TULUS:
Yakub harus melewati ujian upahnya di ganti-ganti oleh Laban mertuanya , tapi
dia tetap setia sampai dia sangat di berkati (Dari seorang penipu menjadi orang
yang tulus).
§ KEMURNIAN:
Rut bisa tidak mengikut Naomi dan meninggalkan mertuanya itu, bagi Rut itu
lebih mudah tetapi Rut memilih Naomi (Rut 2:12-13).
§ MENGHORMATI PEMIMPIN:
Daud memilih tidak membunuh Saul di dalam gua, tapi memilih proses tanpa
menjamah orang yg di urapi Tuhan.
§ TAWANAN ROH:
Paulus berkata aku ini Tawanan Roh.
Paulus bertumbuh dan menjadi tawanan Roh, melakukan apa pun yang Tuhan
inginkan, sepakat dengan apapun yang Roh Kudus katakan sekalipun harus melewati
penyiksaan dan dimasukkan dalam penjara.
§ PENGENAPAN SELURUH KEHENDAK BAPA:
Yesus sendiri bisa memanggil pasukan malaikat di sorga supaya dia tidak melewati
salib (Matius 26:52-54).
AKIBAT
MEMILIH JALAN PINTAS (SHORT CUT)
§ CEMBURU:
Kain short cut dengan Membunuh Habel karena cemburu kepada habel. Persembahan habel
di terima Tuhan sedangkan kain tidak.
§ KEINGINAN MATA/HARTA:
Lot short cut dengan memilih pisah dengan Abraham dan memilih yang dia pandang
baik, Sodom dan Gemora seperti taman Tuhan. Disini kita bisa melihat bahwa
tawaran memilih jalan pintas/short cut bukan hanya saat seseorang berada di
lembah tetapi saat seseorang sedang dibawa naik. Lot seharusnya bisa mewarisi
kehidupan iman dari Abraham tetapi kemudia dia kehilangan itu karena lebih
memilih keinginan matanya/kehidupan dunia.
§ MEMANDANG RINGAN HAK KESULUNGAN
(PERKARA ROHANI): Esau short cut waktu menjual hak
Kesulungannya kepada Yakub dengan semangkuk kacang merah karena kesukaannya dan
dia lapar. Mari selalu memilih perkara rohani, naikkan level penyembahan, baca
Firman-Nya lebih lagi untuk semakin intim dengan-Nya.
§ KEMBALI KE HIDUP YANG LAMA:
Orpa short cut dengan meninggalkan Naomi dan pulang ke moab (penyembahan
berhala).
§ KESOMBONGAN:
Saul short cut waktu memilih mendengar rakyat dari pada Samuel. Ketika hati
anda telah menjadi sombong, anda tidak akan pernah bisa mengikuti apa perkataan
Tuhan karena kecenderungan untuk mengikuti logika berpikir anda.
§ CINTA AKAN UANG (MAMON):
Yudas short cut waktu mengetahui bahwa Yesus hendak mati dan di serahkan maka
dia menjual Yesus dengan 30 keping perak. Ini terjadi karena motivasi yang
salah dalam dirinya sekalipun sudah menjadi murid Yesus.
Tuhan berjanji
akan membawa kita sampai ke puncak destiny tetapi jangan pernah untuk memilih
jalan pintas yang membuat kita tidak
sampai kepada destiny yang Tuhan sudah tetapkan. Mari mengikuti Proses dari Tuhan
karena di sana kita mengalami cerita Tuhan dan kita mengenal Tuhan secara
Pribadi. Kekayaan orang percaya bukan harta benda tetapi Pengenalan dan
Perjalanan dengan Tuhan seumur hidupnya.
Amen, Tuhan
Yesus memberkati.
Senin, 27 Agustus 2018
KUASA TUHAN MELALUI HIDUP SAUDARA (MENJADI PINTU KEMULIAAN-NYA)
Holy
Glory Church, Makassar
Ibadah
Raya ke 2, Minggu 26/08/2018
Traveller’s Hotel Phinisi Lantai 11 - 12
By Ps
Joseph Hendrik Gomulya (JHG)
|
T
|
uhan rindu ingin menyatakan
kuasa-Nya melalui hidup saya dan saudara, karena kuasa-Nya dinyatakan bukan
hanya melalui pendeta atau hamba-hamba Tuhan seperti halnya melalui Imam Besar
dalam perjanjian lama. Sewaktu saudara dilahirkan kembali atau lahir baru,
saudara menjadi bait kudus-Nya yang berarti tempat Tuhan berdiam, tempat dimana
Tuhan mengalirkan hadirat dan kuasa-Nya untuk saudara bawa dimana pun saudara
berada.
“Atau
tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam
kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu
sendiri”
(1
Korintus 6:19 TB)
Sewaktu saudara lahir
baru, hidup saudara bukan lagi milik saudara sendiri karena tubuh saudara bait
dari Roh Kudus atau bait Allah. Dalam Perjanjian Lama bait Allah menggambarkan
tempat dimana kemulian-Nya turun dan kuasa-Nya dinyatakan. Bait Allah adalah
tempat dimana orang bertemu muka dengan muka dengan Tuhan dan mendengarkan
Tuhan berbicara, juga tempat dimana orang-orang mengalami kesembuhan ilahi.
Saat ini bait Allah bukan lagi berupa bangunan fisik buatan tangan manusia
tetapi didalam diri saudara. Saudara adalah bait Kudus-Nya dimana Tuhan
berdiam.
“Tetapi
kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat
kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang
besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya
yang ajaib:” (1
Petrus 2:9 TB)
Saudara menjadi orang
pilihan, menjadi imamat yang rajani dan
dijadikan bait Kudus-Nya agar supaya saudara memberitakan perbuatan-perbuatan
yang besar dari Dia. Dalam Perjanjian Lama Imam Besar harus masuk ke dalam Bait
Allah dalam ruang maha kudus untuk bertemu dan mendengarkan apa yang Tuhan
perintahkan dan atau apa yang Tuhan ingin umat-Nya lakukan. Saat imam besar ini
keluar dari bait Allah, dia akan memperkatakan atau mengucapkan apa yang Tuhan katakan
atau berikan maka Imam Besar akan memberkati, memberi pengampunan, memberi
pengampunan, memberi pendamaian kepada seluruh umat Israel dengan perantaraan
darah darah anak domba pilihan yang telah dikhususkan yang disembelih oleh Imam
Besar untuk menebus kesalahan umat Israel sewaktu Imam Besar bertemu dengan
Tuhan. Ini yang kemudian digenapi oleh Tuhan Yesus sendiri sebagai anak domba
yang dipilih dan dikhususkan untuk menebus seluruh dosa dan kesalahan seluruh
umat manusia.
Saat ini tubuh
saudara adalah bait kudus-Nya Tuhan, tempat dimana Dia menyatakan
perbuatan-perbuatan-Nya yang besar. Jadi sewaktu saudara mengalami suatu
penyakit, janganlah berkecil hati karena Tuhan ingin menyatakan perbuatan-Nya
yang besar melalui hidup saudara saat saudara berkata dengan iman bahwa saudara
pasti akan sembuh, seperti halnya apa yang dialami sendiri oleh Ps Hendrik dan
kiranya melalui kesaksian beliau ini dapat membangkitkan iman saudara.
Pada saat Ps Hendrik
berumur 17 tahun beliau diijinkan Tuhan untuk mengidap suatu virus yang cukup mematikan
yang belum ada obatnya karena 2 orang lain yang juga mengidap virus ini selain
Ps Hendrik tidak dapat bertahan dan akhirnya meninggal. Akibat dari virus ini
membuat wajah Ps Hendrik menjadi bengkak dan membuat mata beliau menjadi
semakin mengecil, badan beliau menjadi kurus dan menghitam (gosong) dan membuat
beliau harus berbulan-bulan hanya berbaring diatas tempat tidur. Saat itu Ps
Hendrik tidak mengerti mengapa beliau harus mengalami penyakit yang ditimbulkan
oleh virus tersebut sampai pada suatu saat akhirnya beliau mengerti bahwa Tuhan
punya rencana atau alasan dibalik itu semua seperti apa yang dialami oleh
Lazarus, Maria dan Marta yaitu untuk menyatakan kemuliaan-Nya, untuk menyatakan
perbuatan-perbuatan-Nya yang besar. Jadi apabila saudara saat ini juga sedang
mengalami hal yang sama, percayalah bahwa Tuhan juga sedang ingin menyatakan
perbuatan-perbuatan-Nya yang besar melalui hidup saudara. Tubuh saudara sebagai
Bait-Nya yang kudus adalah tempat dimana Tuhan mengalirkan kuasa-Nya dan bahkan
saudara sendiri pun bahkan bisa mengalirkan kuasa Tuhan tersebut untuk
menyatakan perbuatan-perbuatan-Nya yang besar.
“yang
telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib”
Saat itu hari dimana
Ps Hendrik merasa bahwa hidupnya akan segera berakhir karena para dokter yang
menangani beliau berkata bahwa ini hanya akan bertahan sampai 3 bulan. Di malam
harinya Tuhan Yesus mendatangi beliau dan berkata bahwa “Aku mengasihimu
hendrik” dan meminta Ps Hendrik menjadi penjala manusia. Pagi harinya Ps
Hendrik tiba-tiba bisa berdiri dan makan sendiri padahal awalnya itu tidak bisa
beliau lakukan sendiri, ini membuat semua keluarga dan terutama para dokter
menjadi kaget. Hari itu Ps Hendrik mengambil keputusan untuk dirinya di baptis
dan memberikan seluruh hidupnya buat Tuhan.
Jangan pernah merasa
minder, merasa tidak layak atau merasa tidak mampu untuk melakukan sesuatu
pekerjaan yang besar. Raih itu dengan imam saudara maka saudara akan melihat
perbuatan-perbuatan Tuhan yang besar, apa pun yang saudara sentuh ada kuasa
yang dialirkan oleh Tuhan.
“Oleh Paulus Allah mengadakan mujizat-mujizat yang
luar biasa, bahwa orang membawa saputangan atau kain yang pernah dipakai oleh
Paulus dan meletakkannya atas orang-orang sakit, maka lenyaplah penyakit mereka
dan keluarlah roh-roh jahat.” (Kisah
Para Rasul 19:11-12 TB)
Kuasa Tuhan itu
mengalir dalam hidup Rasul Paulus bahkan saat dia memegang benda-benda seperti
sapu tangannya. Orang percaya bahwa saputangan Rasul Paulus bisa menyembuhkan
orang sakit karena orang percaya atau mengimani bahwa kuasa Tuhan bekerja
bahkan melalui benda-benda yang pernah di pakai oleh orang pilihan Tuhan. Hal
yang sama juga bisa terjadi dalam hidup saudara apabila iman saudara percaya
akan hal itu. Apa saja yang saudara sentuh ada kuasa Tuhan yang mengalir
seperti saat saudara menumpangkan tangan mendoakan seseorang, saudara juga
sedang mengalirkan kuasa Tuhan, saudara sedang mengalikan potensi Tuhan yang
luar biasa.
Tuhan menginginkan
setiap kita menjadi alat-Nya untuk kuasa Tuhan itu dialirkan sehingga
orang-orang bisa melihat dan mengalami kuasa-Nya bukan hanya saat berada dalam
lingkungan gereja tetapi saat saudara berada di market place di kantor atau
dalam bisnis saudara atau saat saudara berada dalam lingkungan dimana saudara
tinggal. Seringkali setiap kita di perhadapkan pada sesuatu yang sepertinya
mustahil seperti saat keadaan ekonomi saudara yang jatuh pada titik paling
terendah dan sepertinya mustahil untuk bangkit kembali. Tuhan memilih setiap
saudara untuk mengalirkan kuasa-Nya dan Tuhan ingin membawa iman saudara
berkata bahwa kuasa-Nya bekerja dan mengalir melalui hidup saudara, tidak ada
yang mustahil bagi Tuhan dan saudara percaya bahwa Tuhan sanggup untuk
memulihkan keadaan ekonomi saudara dan memberkati saudara lebih dari hari-hari
sebelumnya.
Tuhan ingin membuat
saudara mengerti bahwa ada potensi yang besar, ada investasi ilahi yang Tuhan
tanam dalam hidup saudara yaitu Roh Kudus-Nya pribadi Tuhan sendiri. Tuhan
mempercayakan investasi-Nya yaitu hidup-Nya sendiri kepada saudara karena
saudara adalah orang-orang yang mempunyai potensi yang asalnya dari Tuhan
sendiri yang bekerja sewaktu saudara mengalirkan kuasa-Nya dengan iman. Saat
saudara mendoakan orang lain yang sedang sakit dan belum sembuh, janganlah
berhenti untuk berdoa karena doa pasti di jawab oleh Tuhan. Tidak ada yang
lebih pasti selain doa sekalipun orang berkata itu mustahil, doa adalah satu
hal yang lebih pasti dari semua yang saudara lihat. Jadi mari naikkan level
iman saudara sampai Tuhan berkata “jadilah seperti yang saudara imani”. Setiap
hal yang saudara sentuh akan meninggalkan jejak-jejak roh diatasnya, setiap hal
yang saudara sentuh akan membawa hadirat ilahi-Nya dan semua orang akan melihat
bahwa Tuhan sungguh-sungguh nyata di bumi ini.
“Apakah hubungan bait Allah dengan berhala? Karena
kita adalah bait dari Allah yang hidup menurut firman Allah ini: “Aku akan diam
bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku akan
menjadi Allah mereka, dan mereka akan umat-Ku.”
(2
Korintus 6:16 TB)
Tuhan berdiam karena
saudara adalah bait-Nya, saudara adalah pusat dari pergerakan-Nya,
keberadaan-Nya, keinginan-Nya dan kerinduan-Nya dinyatakan melalui hidup
saudara. Saudara adalah saluran dari kasih karunia Tuhan, saudara adalah
saluran dari keberadaan Tuhan di bumi ini dan saudara adalah saluran dari
keilahian-Nyauntuk membawa perbuatan-perbuatan Tuhan yang besar. Mari aktifkan
iman dan kuasa Tuhan ini setiap harinya dengan membaca firman-Nya, berdoa dan
deklarasi. Perkatakanlah firman-Nya setiap hari karena apa yang saudara
perkatakan, ucapkan dan deklarasikan saat itu juga terjadi, saudara sedang
mengalirkan kuasa ilahi-Nya untuk menjadi berkat buat orang lain.
Inilah waktunya
anak-anak Allah dinyatakan, inilah waktunya saudara untuk bangkit dan menjadi
berkat, inilah waktunya saudara percaya dan mulai memperkatakan dengan iman dan
menyalurkan kuasa-Nya baik itu dalam pekerjaan saudara di kantor, dalam bisnis
saudara, dalam rumah, atau dalam pergaulan saudara dengan lingkungan masyarakat
dimana saudara tinggal. Mari menyadari bahwa saudara adalah pembawa hadirat
Tuhan bukan hanya sekedar memperkatakan dan menyatakan kuasa-Nya, tetapi
saudara adalah PINTU UNTUK TUHAN MENYATAKAN KEMULIAAN-NYA.
Jadi begitu penting
dan luar biasanya kehidupan setiap kita karena saudara adalah SALURAN atau
PINTU DIMANA KEMULIAAN TUHAN DINYATAKAN. Lihatlah keadaan dunia ini dan masuklah
kesana karena saudara adalah SALURAN atau PINTU KEMULIAAN TUHAN, dimana pun
saudara ditempatkan oleh Tuhan saudara adalah jawaban dari kebutuhan kota dan
bangsa serta keluarga saudara atau dimana pun saudara berada. Ini adalah alasan
kenapa saudara mesti dipenuhi oleh hadirat-Nya, dipenuhi oleh Roh Kudus.
Rasakan dan alamilah kuasa Roh Kudus dalam kehidupan saudara, kalau saudara
sedang lemah berdoa, menyembah serta berbahasa rohlah lebih lama dari
sebelumnya untuk membangun roh saudara, membangun diri saudara secara pribadi.
Penuhilah diri saudara dengan Roh-Nya, dengan Hadirat-Nya dan saat saudara
merasakan itu agar supaya kemuliaan Tuhan itu terpancar keluar dan menjadi
berkat bagi orang lain.
Amen
Tuhan
Yesus Memberkati...
Rabu, 18 April 2018
KUASA
KEBANGKITAN KRISTUS
Ps Joseph Hendrik Gomulya
|
|
Momen kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus adalah
bukti bahwa DIA adalah Tuhan. Kuasa kematian tidak bisa berkuasa atas-Nya, Melalui
kematian-Nya mematikan seluruh tabiat dosa dalam hidup saudara (kematian
terhadap dosa) dan kebangkitan-Nya memberikan saudara kuasa, kehidupan dan
kebenaran. DIA adalah Alpha dan Omega dan melalui kuasa kebangkitan-Nya itu membenarkan
saudara, memberikan saudara kuasa.
“Sebab sama seperti maut datang karena
satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang
karena satu orang manusia. Karena sama seperti semua orang mati dalam
persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali
dalam persekutuan dengan Kristus.”
(1
Korintus 15:21-22 TB)
Saudara dihidupkan kembali dalam persekutuan dimana
istilah yang rasul pakai adalah pengenalan akan Kristus.
“Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan
kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu.” (1
Korintus 15:17 TB)
Melalui kebangkitan Tuhan Yesus saudara
telah memperoleh persekutuan yang hidup didalam Kristus, kehidupan yang baru
diberikan dan diam dalam hidup saudara.
“Sebab jika kamu mengaku
dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah
telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.”
(Roma 10:9 TB)
Ada banyak nabi-nabi dan rasul-rasul yang
mengajarkan hal yang baik, tetapi kebangkitan Tuhan Yesus dari kematian adalah
bukti bahwa DIA adalah Tuhan.
“Yang kukehendaki ialah
mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam
penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan
Dia dalam kematian-Nya.”
(Filipi 3:10 TB)
Surat yang ditulis kepada jemaat di
Filipi ini ditulis oleh Rasul Paulus di masa akhir pelayanan-Nya dan usianya
saat itu tidak muda lagi. Rasul Paulus ingin berkata bahwa seluruh hidupnya
diabdikan hanya untuk mengenal Tuhan Yesus. Jangan pernah berhenti untuk
bergaul dengan Tuhan, jangan pernah berhenti untuk mengenal Tuhan dan
melibatkan Tuhan dalam segala hal di hidup saudara.
Hal yang paling terindah dan itu menjadi
kekayaan kekristenan adalah sewaktu saudara selalu mempunyai kerinduan belajar
mengenal pribadi Tuhan, bukan saat di sorga tetapi saat ini di bumi, mari
mengenal pribadi-Nya yang begitu agung, mulia, indah dan kudus. Dia adalah
pribadi yang sangat luar biasa yang sangat menyanyangi saudara dan pengenalan
akan pribadi-Nya adalah sewaktu saudara membaca dan merenungkan firman-Nya
setiap hari dan selalu melibatkan-Nya dalam segala hal dalam hidup saudara
mulai dari hal-hal yang terkecil seperti bertanya kepada Tuhan pakaian jenis
atau warna apa yang saudara pakai bahkan saat saudara ingin berbuat dosa pun,
libatkanlah dan bertanyalah kepada Tuhan sampai Tuhan membawa saudara keluar
dari situ dan tidak semakin jatuh.
Roh Kudus (Roh Allah) yang ada didalam
saudara adalah pribadi Tuhan sendiri, jadi saudara adalah pribadi yang berbeda
karena saudara adalah pribadi yang di dalam Bapa dan Bapa di dalam saudara.
Jadi mari mengenal pribadi Tuhan secara pribadi dalam setiap hal di hidup
saudara, dalam keadaan apa pun saudara selalu datang kepada Tuhan dimana Tuhan
akan merestorasi atau mengubah hidup saudara karena kasih-Nya yang sangat besar
dan tidak pernah berkurang dalam keadaan apapun dalam hidup saudara bahkan saat
saudara jatuh dalam dosa.
Kasih Tuhan itu penuh dalam hidup
saudara, iblislah yang membuat pandangan bahwa saudara kurang di kasihi saat
saudara berbuat jahat tetapi saat saudara memandang Yesus yang disalibkan, mati
dan bangkit, kasih-Nya sempurna atas hidup saudara apa pun keadaan saudara.
Kasih dan cinta-Nya yang begitu besar itu mengalir didalam hidup saudara dan mengubah
hidup saudara. Jangan pernah berhenti untuk mengenal Tuhan, kenalilah Tuhan
dalam segala aspel kehidupan keseharian saudara baik saat saudara gagal ataupun
saat saudara diberkati/sukses, selalu bertanya kepada Tuhan apa yang inginkan
dari hal tersebut
Tuhan Yesus sudah bangkit dari kematian
sehingga iblis tidak mempunyai lagi kuasa bahkan kunci kerajaan maut iblis
tidak memilikinya, dalam kitab Wahyu dikatakan kunci itu sudah ada di tangan
Tuhan Yesus. Kuasa kebangkitan-Nya harus nyata dalam hidup saudara, saat
saudara sedang dalam keadaan terpuruk Tuhan Yesus berkata bahwa kuasa
kebangkitan-Nya ada didalam hidup saudara, sewaktu iblis berkata bahwa saudara
tidak mempunyai jalan lagi atau saudara tidak mungkin diselamatkan percayalah
bahwa Tuhan Yesus sudah bangkit untuk menyelamatkan saudara, sewaktu
orang-orang berkata keluarga saudara tidak mungkin dipulihkan lagi percayalah
bahwa kuasa kebangkitan-Nya juga berlaku buat keluarga saudara. Kebangkitan
Tuhan Yesus dari kuasa kematian itu bukan sebuah slogan, Maria datang ketiak
dia mendengar bahwa Yesus sudah bangkit.
“Setelah hari Sabat lewat, menjelang
menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan
Maria yang lain, menengok kubur itu.
Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab
seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan
menggulingkannya lalu duduk di atasnya.
Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju.
Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti
orang-orang mati.
Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu:
"Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan
itu.
Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang
telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring.
Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia
telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana
kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu."
Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan
sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada
murid-murid Yesus.
Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu."
Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya”.
(Matius 28:1-9 TB)
Sepertiga dari malaikat yaitu lucifer
dan pengikut-pengikutnya sudah di buang jatuh ke bumi tetapi masih ada 2/3
malaikat di sorga. Sering kali orang dikecohkan dengan terlalu
membesar-besarkan pekerjaan iblis padahal saudara mempunyai jumlah malaikat
yang lebih banyak daripada jumlah malikat yang dibuang jatuh ke bumi, bahkan
saudara memiliki kuasa Tuhan dalam diri saudara yaitu kuasa dari Roh Kudus
yaitu Roh Allah sendiri. Kuasa iblis sudah dikalahkan, jadi jangan pernah
menganggap kuasa iblis lebih besar bahkan iman orang percaya yang paling kecil
sekalipun kuasanya lebih besar daripada lucifer karena saudara bukan manusia
yang berasal dari bumi ini tetapi saudara adalah manusia sorgawi/ilahi yang
sudah dilahirkan baru karena ada Roh Allah/Roh Kudus dalam diri saudara. Jadi
jangan pernah membesarkan hal yang kecil atau tidak berarti tetapi lihatlah hal
besar yang Tuhan Yesus sudah kerjakan agar supaya hal yang besar dinyatakan
dalam hidup saudara.
“Wajahnya bagaikan kilat
dan pakaiannya putih bagaikan salju.
Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan
menjadi seperti orang-orang mati.
Akan tetapi malaikat itu
berkata kepada perempuan-perempuan itu: "Janganlah kamu takut; sebab aku
tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu.”
(Matius 28:3-5 TB)
Maria yang dulunya adalah orang berdosa,
seorang wanita pelacur dan dirinya tidak dianggap oleh orang tetapi dia
mempunyai satu keistimewaan yaitu cintanya kepada Tuhan yang sangat besar
sehingga dia tetap setia percaya bahwa Tuhan pasti bangkit dan hidup. Maria
adalah orang pertama yang datang kekuburan Tuhan Yesus dan mendengar kabar
bahwa Tuhan Yesus sudah bangkit. Mari biarkan cinta di hati saudara terus
menyala-nyala, terus berkobar-kobar dan tidak pernah padam malahan terus
menyala-nyala dan semakin kuat. Apa pun yang sedang saudara lewati, itu bukan
akhir dari segalanya karena ada cinta-Nya yang mengubahkan hidup saudara.
Maria adalah contoh dari seorang wanita
yang terpuruk yang dibenarkan oleh Tuhan Yesus. Ketika mendengar salam itu ia
tidak pernah takut. Maria tersungkur ketika mendengar salam yang diucapkan oleh
Tuhan Yesus bukannya justru menjadi takut karena hatinya percaya bahwa Tuhan
Yesus sudah bangkit.
Sewaktu saudara dalam keadaan lemah
datanglah kepada Tuhan dengan hati tersungkur berlutut menyembah-Nya maka akan
ada perubahan yang saudara bisa lihat dalam diri saudara, ada kuasa
kebangkitan-Nya yang akan saudara alami karena DIA adalah Tuhan yang hidup.
Dalam hidup dengan Tuhan setiap kali dalam keadaan yang paling lemah seperti yang
dialami oleh Rasul Paulus yang berkata “biar aku semakin berkurang-kurang, agar
supaya DIA yang semakin bertambah-tambah”. Tuhan seringkali memperlihatkan
bahwa saudara bisa menjangkau Tuhan seperti Simon Petrus yang 3 kali
menyangkal-Nya tetapi Simon Petrus tidak tinggal dalam dosanya tetapi dia
bangkit dan setelah bertemu Tuhan serta diurapi, sekali dia berkotbah 3000
orang diselamatkan karena kuasa Tuhan ada dalam hidupnya. Bandingkan dengan
Yudas yang terus tinggal dalam penyesalan dan akhirnya meninggalkan Tuhan
karena cintanya kepada Tuhan sudah hilang.
Seperti Maria Magdalena dan Maria yang
lain yang bersuka cita melihat kebangkitan Tuhan Yesus, jadi jangan pernah
melihat ke belakang tetapi arahkanlah pandangan saudara ke depan, kesalahan apa
pun yang saudara lakukan di masa lalu, Tuhan sudah mengampuni dan tidak
mengingatnya lagi. Sewaktu iblis berkata bahwa bisnis saudara sudah mati, semua
pintu pemulihan sudah tertutup perkatakanlah pembalikan keadaan bahwa setiap
bisnis saudara menjadi bisnis yang diberkati Tuhan, bahwa semua pintu pemulihan
yang sudah tertutup tetapi bagi Tuhan tidak ada yang mustahil karena justru ini
adalah waktu pemulihan yang besar, pintu-pintu yang lain Tuhan sedang bukakan
bagi kehidupan saudara, alami kebangkitan Tuhan Yesus dalam setiap aspek
kehidupan saudara.
Tuhan mengijinkan saudara mengalami
kegagalan adalah agar supaya saudara tidak jatuh dalam kesombongan atau
bermegah diri, untuk menyadari bahwa semua yang ada dan terjadi atas hidup
saudara semuanya adalah atas anugerah dan kasih karunia Tuhan sehingga satu-satunya
yang layak di megahkan adalah Tuhan dan melalui kebangkitan-Nya itu berkuasa
atas hidup saudara, DIA menjadi Tuhan dalam hidup saudara, yang memberi saudara
kuasa kebangkitan-Nya dalam hidup saudara sehingga saudara memiliki kuasa. Apa
yang hari-hari ini mungkin mati dalam hidup saudara, perkatakanlah bahwa
kebangkitan-Nya itu masih berlaku dan itu menghidupkan saudara baik itu dalam
bisnis dan pekerjaan maka saudara akan mengalami kuasa kebangkitan-Nya.
“Yang kukehendaki ialah
mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya,
di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,
supaya aku akhirnya beroleh
kebangkitan dari antara orang mati.”
(Filipi 3:10-11 TB)
Persekutuan dalam sukacita dan
kemenangan semua orang menyukainya tetapi persekutuan dalam penderitaan-Nya,
maukah saudara menderita buat injil? Menderita buat Kristus? Mederita agar
keluarga saudara di selamatkan?
Tidak ada kemuliaan tanpa penderitaan,
sewaktu saudara bersekutu dalam penderitaan-Nya maka segala penderitaan yang
datang kepada saudara apakah itu berupa fitnahan, cemoohan orang bahkan sampai
saat saudara ingin dirajam dengan batu itu tidak lagi akan menjadi momok.
Saudara tidak membalas dan memilih untuk diam karena saudara menyadari bahwa
semua itu Tuhan ijinkan.
BERSATU DALAM KEMATIAN-NYA
Senantiasa membawa kematian Kristus
dalam hidup saudara, kematian terhadap daging/perbuatan daging agara supaya
saudara hidup di dalam roh. Sewaktu saudara mematikan daging itu berarti bahwa
saudara membawa kematian daging dalam hidup saudara dan pengenalan akan lebih
lagi.
Kematian Tuhan Yesus diatas kayu salib
adalah kematian terhadap dosa, tabiat dosa itu sudah mati dalam hidup saudara
sehingga saudara tidak suka lagi untuk berbuat dosa, mungkin saudara bisa
tergelincir jatuh kedalam dosa tetapi tabiat dosa itu sudah mati dan saudara
tidak lagi suka tinggal dalam dosa karena kematian-Nya sudah membawa kematian
terhadap dosa dalam hidup saudara hari demi hari.
Saat kuasa Tuhan dicurahkan atas saudara
yang pertama kali harus mati adalah daging. Kuasa Tuhan tidak mungkin
dicurahkan sewaktu daging saudara masih bekerja, tetapi sewaktu saudara belajar
mematikan daging kuasa Tuhan akan bekerja dan banyak orang yang diberkati
istri/suami, anak-anak, keluarga dan orang sekitar karena respon hidup saudara,
mereka melihat perubahan dari hidup saudara.
Amin, Tuhan Yesus Memberkati.
Langganan:
Postingan (Atom)
MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama)
MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama) Sabtu, 04 Februari 2023 Ps Joseph Hendrik Gomulya Sejak awal manusia diciptakan Allah ...
-
Di atas perjanjian Lewi, kami berdiri di antara Tuhan dan bangsa Indonesia. Kami berdiri membawa pendamaian bagi bangsa Indon...
-
TravellerS Phinisi, JKI Holy Glory Church Makasih (Ascension of Jesus Christ) Jurnalist: Untung Bongga Karua (Kamis, 05/05/2016) Ps Sa...







