Sabtu, 17 Agustus 2019

DEKLARASI UNTUK INDONESIA






Di atas perjanjian Lewi, kami berdiri di antara Tuhan dan bangsa Indonesia.

Kami berdiri membawa pendamaian bagi bangsa Indonesia.
Kami berdiri dan bersyafaat untuk lawatan, pemulihan, dan keselamatan atas bangsa Indonesia.


Kami ucapkan berkat atas negeri kami tercinta Indonesia:

- Tuhan memberkati bangsa Indonesia.


Dengan segala yang terbaik jasmani dan rohani dari langit, samudera raya, gunung-gunung dan bukit-bukit, seberang lautan, bangsa-bangsa bahkan dari seluruh alam semesta, maka bangsa Indonesia akan menjadi negeri yang mahsyur dan makmur.

- Tuhan melindungi bangsa Indonesia.

Dari segala kesakitan, kerugian, kecelakaan, bencana, musibah, malapetaka, kematian dan semua yang jahat yang ditimbulkan dan dirancangkan oleh musuh-musuh kami. Tuhan sendiri yang akan meluputkan Indonesia dan akan memuliakan Indonesia diatas segala bangsa.

- Tuhan menyinari bangsa Indonesia dengan wajah-Nya.

Karena itu bangkitlah Indonesia sebab terangmu sudah datang dan kemuliaan Tuhan telah terbit atasmu. Kegelapan tidak lagi menguasai bangsa Indonesia sebab bangsa Indonesia sedang berjalan dalam terang kebenaran Tuhan dan masuk dalam Glorious Time.

- Tuhan memberikan bangsa Indonesia kasih karunia.

Sesungguhnya perkenan dan anugerah Tuhan tidak akan menjauh dari bangsa Indonesia. CintaNya selalu ada atas Indonesia.
Bangsa Indonesia selalu akan ada di hati Tuhan.
Bangsa Indonesia sedang dibawa keluar dari kehancuran dan masuk ke dalam pesta lawatan terbesar di akhir zaman.


- Tuhan menghadapkan wajahNya pada bangsa Indonesia.

Bangsa Indonesia sedang dibangun untuk menjadi rumah doa bagi segala bangsa. Dari bangsa ini akan terus naik korban, dupa doa, pujian dan penyembahan bagi Raja segala Raja. Sebab kerajaan Tuhan sudah turun dan menetap atas bangsa Indonesia.

- Tuhan memberikan bangsa Indonesia damai sejahtera.

Maka kami mau berkata tidak akan pernah terjadi kekacauan, keributan, huru-hara, perpecahan, dan kemarahan yang akan memecah belah bangsa Indonesia sampai batas waktu yang sudah Tuhan tetapkan.
Roh Kudus melayang-layang diatas bangsa Indonesia, mencengkeram, mengendalikan dan menguasai hati setiap orang. Dari Sabang sampai Merauke dipenuhi dengan Shallom yang dari Tuhan. Apa yang ditulis dalam Yoel 2 terjadi atas gereja Tuhan dan bangsa Indonesia.


- Kami letakkan nama Tuhan Yesus Kristus atas bangsa Indonesia sebagai meterai yang akan menjamin dan menggenapkan apa yang sudah direncanakan dan ditetapkan oleh Bapa.


Datanglah kerajaanMu Tuhan dan jadilah kehendakMu yang sempurna di bangsa Indonesia seperti di Surga.  Amin 7x

DEKLARASI 34 TEMBOK PERLINDUNGAN





Di Dalam Nama TUHAN YESUS KRISTUS, NAMA diatas segala nama, NAMA yang Berkuasa, PRIBADI yang kami dapat percayai dan andalkan, Gunung Batu Keselamatan, kami perkatakan bahwa:


1. Ada TEMBOK DARAH TUHAN YESUS KRISTUS dalam hidup kami: Darah yang menutup setiap celah dan dosa yang kami lakukan, sehingga tidak ada tuntutan iblis dalam hidup kami (Kolose 2:13-14)

2. Ada TEMBOK BERAPI di sekeliling kami, sebab ada tertulis: Tuhan sendiri adalah Tembok Berapi bagi kami di sekeliling kami, dan Tuhan menjadi Kemuliaan di dalam kami (Zakaria 2:5)

3. Ada TEMBOK MALAIKAT di sekeliling kami: malaikat-malaikatNya telah dikirimkanNya kepada kami untuk menjagai jalan kami, berkemah di sekeliling kami, berjaga dan berperang bersama kami (Mazmur 91:11, 34:7)

4. Ada TEMBOK PENGAKUAN di sekeliling kami, sebab ada tertulis: Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah. Dan karena kami percaya, sebab itu kami berkata-kata (2 Korintus 4:13)

5. Ada TEMBOK FIRMAN ALLAH di sekeliling kami, sebab ada tertulis: Firman Allah adalah murni, Ia adalah Perisai bagi orang-orang yang berlindung pada Nya (Mazmur 19:8, Amsal 30:5)

6. Ada TEMBOK GELAR-GELAR ALLAH di sekeliling kami, sebab ada tertulis: Nama-nama Allah Yakub membentengi kami, dan barangsiapa berseru kepada Nama Tuhan, akan diselamatkan (Mazmur 20:1,5,7; Mazmur 91)

7. Ada TEMBOK PUJIAN PENYEMBAHAN di sekeliling kami, sebab ada tertulis: Ketika mereka mulai bersorak-sorai dan menyanyikan nyanyian pujian, dibuat Tuhanlah penghadangan terhadap musuh-musuhNya, sehingga mereka terpukul kalah (Roma 10:13)

8. Ada TEMBOK KASIH SETIA TUHAN di sekeliling kami, sebab Allah adalah Kota Benteng kami, Allah kami dengan Kasih SetiaNya (Mazmur 59:17, 91:4)

9. Ada TEMBOK UNITY di sekeliling kami: Kami seia sekata dan tidak ada perpecahan di antara kami, kami erat bersatu dan sehati sepikir dengan Tuhan dan saudara2 kami (Efesus 4, 1 Korintus 1:10)

10. Ada TEMBOK ANUGRAH TUHAN di sekeliling kami, sebab Tuhan memagari kami dengan AnugrahNya seperti Perisai (Mazmur 5:12)

11. Ada TEMBOK KARUNIA TUHAN di sekeliling kami: Atas Karunia Tuhan, kami mendapat perlindungan (Rut 1:9)

12. Ada TEMBOK GUNUNG BATU di sekeliling kami, sebab Engkau Tuhan bukit batu, kubu pertahanan dan penyelamat, gunung batu tempat kami berlindung, perisai, tanduk keselamatan, kota benteng! Terpujilah Tuhan! Maka kami pun selamat dari musuh-musuh kami (Mazmur 18:2, 31:2, 144:2)

13. Ada TEMBOK SAYAP TUHAN di sekeliling kami: Dengan kepakNya, Tuhan menudungi kami, di bawah sayapNya kami berlindung dan disembuhkan (Mazmur 9, Ruth 3:9)

14. Ada TEMBOK SUKACITA TUHAN di sekeliling kami: Kami tidak bersusah hati, sebab sukacita karena Tuhan itulah perlindungan kami (Nehemia 8:10)

15. Ada TEMBOK PERJANJIAN TUHAN di sekeliling kami: Karena Perjanjian Tuhan dengan kami, maka tidak ada serangan iblis yang dapat menyentuh dan mendekat kepada kami, sebab PERJANJIAN-Nya mengalahkan hukum dan kutuk (Kejadian 15, Galatia 3:17)

16. Ada TEMBOK KUASA di sekeliling kami, karena Tuhan telah memberikan kuasa kepada kami untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang membahayakan kami (Lukas 10:19)

17. Ada TEMBOK PERLINDUNGAN dan KELIMPAHAN MINYAK DAN ANGGUR di sekeliling kami, sebab ada tertulis: "Janganlah rusakkan minyak dan anggur itu", sebab itu kami terluput dari segala kesesakan dan kerusakan (Wahyu 6:6)

18. Ada TEMBOK KEBENARAN TUHAN di sekeliling kami, sebab itu setiap senjata yang ditempa terhadap kami tidak berhasil, dan setiap orang yang melontarkan tuduhan melawan kami dalam pengadilan, kami buktikan salah (Yesaya 54:17)

19. Ada TEMBOK KEMENANGAN di sekeliling kami, sebab itu tidak ada mantera ataupun tenungan yang mempan terhadap kami (Bilangan 23:23)

20. Ada TEMBOK BAHASA ROH disekeliling kami, sebab ada tertulis: Karena kami berkata-kata dengan bahasa Roh, maka dengan bahasa Roh kami membangun dan memperkuat roh kami.

21. Ada TEMBOK BUAH ROH KUDUS DAN KARAKTER KRISTUS di sekeliling kami, sebab kami telah menjadi milik Kristus, hidup kami bukan lagi kami sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup didalam kami. Kami dipimpin oleh Roh Kudus, kami menyalibkan daging kami dengan segala hawa nafsu dan keinginannya, dan kami dipenuhi didalam seluruh kepenuhan Allah.

22. Ada TEMBOK KESEJAHTERAAN DAN SENTOSA di sekeliling kami, sebab ada tertulis: "Biarlah kesejahteraan ada di lingkungan tembok kami dan sentosa di dalam puri kami" (Mazmur 122:7)

23. Ada TEMBOK KEDAMAIAN dari TUHAN di sekeliling kami, yang melampaui seluruh pengertian manusia, menjaga dan melindungi hati dan pikiran kami melalui Kristus (Filipi 4:7)

24. Ada TEMBOK JAMINAN TUHAN di sekeliling kami, sebab ada tertulis: Tuhanlah yang menguatkan perkataan kami hamba-hambaNya dan melaksanakan keputusan-keputusan yang diberitakan dan dideklarasikan oleh kami utusan-utusanNya (Yesaya 44:26)

25. Ada TEMBOK KEADILAN TUHAN di sekeliling kami, sebab Tuhanlah yang menjadi Hakim yang memutuskan perkara kami, Dia memperhatikan, memperjuangkan dan memberi keadilan kepada kami dengan melepaskan kami dari tangan musuh-musuh kami (1 Samuel 24:15)

26. Ada TEMBOK TERANG KEMULIAAN TUHAN di sekeliling kami, sebab sesungguhnya Tuhan mengembangkan TerangNya di sekelilingNya, Ia telah membebaskan nyawa kami dari perjalanan ke liang kubur dan hidup kami telah melihat Terang. Hidup kami diterangi oleh Cahaya Hidup (Ayub 33:28, 36:30, 33:30)

27. Ada TUHAN sebagai SINGA dari YEHUDA dalam hidup kami, seperti seekor Singa atau Singa Muda yang menggeram untuk mempertahankan mangsanya dan tidak terkejut mendengar teriakan, demikianlah Tuhan Semesta Alam akan turun Berperang untuk mempertahankan kami, Gunung Sion dan Bukitnya (Yesaya 31:4)

28. Ada TEMBOK PERTOBATAN di dalam hidup kami, sebab ada tertulis: Dengan bertobat dan tinggal diam kami diselamatkan, Tuhan datang sebagai Penebus untuk kami dan untuk umatNya yang bertobat (Yesaya 30:15, 59:20)

29. Ada TEMBOK KEINTIMAN di dalam hidup kami, sebab ada tertulis: Hanya dekat Allah saja kami tenang, daripadaNyalah keselamatan kami. Sungguh, hati kami melekat kepada Tuhan, maka Tuhan meluputkan kami, Tuhan membentengi kami, sebab kami mengenal Nama Tuhan (Mazmur 62:1, 91:14)

30. Ada TEMBOK PERKENANAN TUHAN di dalam hidup kami, ketika Raja diatas segala raja melihat kami, berkenanlah Raja kepada kami dan diulurkanNya Tongkat Emas kepada kami. Pada waktu Tuhan berkenan, Tuhan menjawab kami, dan pada hari Tuhan menyelamatkan, Tuhan menolong kami (Yesaya 49:8, Ester 5:2)

31. Ada TEMBOK PERSEPULUHAN atas hidup kami, sebab kami mengembalikan persepuluhan ke rumah perbendaharaan Tuhan, maka Tuhan menghalau dan menghardik segala belalang pelahap atas hidup kami, sehingga pohon anggur kami berbuah (Maleakhi 3:10-11)

32. Ada TEMBOK KEBAIKAN di sekeliling kami, seperti ada tertulis: Mereka merencanakan yang jahat terhadap kami, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan kami; Tuhan melimpahi kami dengan kebaikan dalam segala perkerjaan kami. KebaikanNya mengikuti kami seumur hidup kami, membuat kami besar, dan kami melihat kebaikan Tuhan di negri kami (Kejadian 50:20, Ulangan 30:9, 2 Samuel 22:36)

33. Ada TEMBOK CINTA di sekeliling kami, cintaNya yang lebih kuat dari maut dan lebih nikmat dari anggur, sehingga kami mencintai Tuhan dan semua orang, kasih Kristus dialirkan dan dinyatakan melalui kami. Kami selalu puas dan dipuaskan dengan cintaNya, tidak ada cinta akan dunia dan manusia yg dapat memikat kami (Kidung 1:2, 8:6)

34. Ada TEMBOK KETENANGAN di sekeliling kami, ada shalom dalam pikiran-jiwa-hati kami, ada pengendalian diri, tidak ada kemarahan dan tembok-tembok kami tidak dapat dirubuhkan (Amsal 25:28)



Semua yang kami deklarasikan, terjadi-genap-tuntas, oleh sebab TUHAN yang menyempurnakan, memeteraikan dan menjadikan tembok2 yang kokoh, kuat, tebal dan tinggi. Tembok-tembok perlindungan yang tidak bisa ditembus musuh!

Amin! 12x

DEKLARASI 74 TAHUN INDONESIA MERDEKA






Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, kami tetapkan bahwa

1. Kami tahan semua bencana alam di darat, laut dan udara.

2. Kami tahan semua perpecahan, kerusuhan dan semua kejahatan.

3. Kami tahan semua penyakit sampar dan tuntutan kematian.
Kami tutup semua lubang maut dan lubang neraka.

4. Lawatan terbesar terjadi, Amanat Agung digenapi.
Injil Kerajaan diberitakan sampai ke ujung bumi.

5. Pelantikan Presiden & Wakil Presiden berlangsung aman.
Semua yg naik ke pemerintahan adalah orang2 benar yang Tuhan pilih.
Mulai dari para Menteri anggota kabinet, Ketua & Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, Panglima TNI, Para Kastaf Angkatan, Kapolri, Hakim2 & Jaksa2 Agung, Para Ketua Lembaga Tinggi Negara, para Gubernur & Wagub, Gubernur BI, para Rektor Universitas dlsb.

6. Kami bangun tembok perlindungan Tuhan di seluruh Indonesia. ( 
https://holyglorywarrior.blogspot.com/2019/08/deklarasi-34-tembok-perlindungan.html )

7. Kami tahan semua pengaruh antikris, radikalisme dan semua yg bukan dari Tuhan.

8. Kerajaan dan kehendak Tuhan terjadi atas Indonesia.
Tuhan mempersatukan dan mentahirkan Indonesia dari segala dosa.

9. Indonesia masuk masa puncak kejayaan, keemasan, kelimpahan.
Semua janji Tuhan yang baik atas Indonesia & gereja Tuhan terjadi & digenapi.

AMIN! 9x

Jumat, 16 Agustus 2019

JANGAN LARI DARI HADAPAN TUHAN





Ps Joseph Hendrik Gomulya
     

“Lalu Kain pergi dari hadapan TUHAN dan ia menetap di tanah Nod, di sebelah timur Eden.” (Kejadian 4:16 TB)

Ketika Roh Allah menghakimi dosa dalam hatinya, Kain memberontak dalam kemarahan, matanya dipenuhi dengan kemarahan dan mukanya nampak muram. Sehingga Firman Tuhan datang kepadanya dan memperingatkannya.


"Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik.” (Kejadian 4:6-7 TB)


Seperti singa yang mengaum-ngaum, dosa sedang mencari kesempatan untuk menerkam, Kain mengacuhkan peringatan itu.  Semua perkataan yang menusuk dan menghakimi hatinya diabaikannya, Kain membela diri dengan caranya sendiri, berusaha menunjukkan kebenarannya sendiri, menolak pikiran-pikiran dan perkataan-perkataan Tuhan. Tuhan memberikan kesempatan kepadanya untuk bertobat dan datang, Tuhan memberikan kepadanya sejumlah kesempatan untuk berpaling dari dosa dan memberi diri untuk di bentuk dan dididik oleh Tuhan tapi dia tetap menolak untuk dipulihkan.

Seandainya Kain mau bertobat, mendengarkan apa perkataan Tuhan dan mengosongkan dirinya  maka mungkin keturunannya tidak akan mengalami konsekuensi dari dosa dan kesalahan yang telah dilakukakannya (Membunuh habel saudaranya) dimana seluruh keturunannya  menjadi bangsa  menyembah berhala. Setiap dosa, cela dan kesalahan yang kita lakukan, maka ada konsekuensi yang harus kita bayar seperti yang juga dialami oleh Daud yang juga harus membayar konsekuensi dari dosa dan kesalahan yang dibuatnya.

“Oleh sebab itu, pedang  tidak akan menyingkir dari keturunanmu  sampai selamanya, karena engkau telah menghina Aku dan mengambil isteri Uria, orang Het itu, untuk menjadi isterimu. 12:11 Beginilah firman TUHAN 3 : Bahwasanya malapetaka akan Kutimpakan ke atasmu  yang datang dari kaum keluargamu  sendiri. Aku akan mengambil isteri-isterimu di depan matamu dan memberikannya kepada orang lain; orang itu akan tidur dengan isteri-isterimu di siang hari. (2 Samuel 12: 10-11 TB)


Daud dengan kerendahan hati menyesali dosa dan kesalahan yang telah dilakukannya yang Tuhan sampaikan melalui nabi Natan. Daud tersungkur di hadapan Tuhan bahkan dirinya berpuasa sebagai tanda hatinya yang benar-benar bertobat dan mau di pulihkan oleh Tuhan, menjalani dan menghadapi setiap konsekuensi dari setiap dosa dan kesalahan yang dibuatnya, Daud memilih untuk datang kehadapan Tuhan dan inilah yang membedakannya dengan Kain yang justru lari dari hadapan Tuhan sehingga keturunannya tidak mengenal Tuhan dan menyembah berhala.





Amen, Tuhan Yesus Memberkati






Sabtu, 06 Juli 2019

GENERASI ANAK BUNGSU




Ps Joseph Hendrik Gomulya





                                                Courtesy: Bahtera Media Network




S
elama ini kita selalu berbicara bagaimana menghasilkan sebuah generasi tetapi kita tidak sungguh-sungguh merelakan atau menginvestasi sesuatu buat sebuah generasi. Padahal kita harus benar-benar bisa peduli kepada generasi untuk menghasilkan generasi berikutnya sampai mereka benar-benar berhasil dan hidup mereka dipakai Tuhan. Generasi demi generasi itu penting karena akan menghasilkan generasi berikutnya sampai kita melihat generasi demi generasi itu diselamatkan.

“Yesus berkata lagi: “Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki. Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka. Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya. Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan ia pun mulai melarat. Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya. Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorang pun yang memberikannya kepadanya. Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa. Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa. Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya. Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria. Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian. Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu. Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat. Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia. Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku. Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia. Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu. Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.””
(Lukas 15:11-32)


Di gereja atau di rumah Bapa ada dua orang anak (anak sulung dan anak bungsu) dimana anak bungsu adalah anak yang sedang dinantikan oleh Bapa sekarang ini untuk kemudian terjadi kegerakan. Anak bungsu adalah anak yang hanya menginginkan tinggal di rumah Bapa seperti yang dikatakan oleh anak bungsu saat ingin kembali pulang dia berkata “aku hanya ingin tinggal di rumah Bapa” “aku hanya ingin tinggal didekat Bapa” (dalam terjemahan yang lain). Kenapa? Karena dia sudah mencoba untuk tinggal di luar Bapa dan tidak mendapatkan apapun karena yang terbaik adalah tinggal di rumah Bapa.

“Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.”

Anak bungsu berbicara tentang 2 hal yaitu ketulusan dan kerelaan dimana ketulusan dan kerelaan yang dilakukannya itu sampai diluar batas kemanusiaannya, sampai diluar batas kekuatannya sebagai manusia. Ketulusan dan kerelaan sampai di titik dimana dia berkata “aku tidak inginkan apa-apa”, “aku hanya ingin dekat Bapa dan bekerja untuk-Nya (kerelaan dari dalam hati-Nya). Anak bungsu tidak mempunyai motivasi atau keiinginan yang lain selain hanya tinggal didekat Bapa dan melayani-Nya karena anak sulung juga melayani Bapa tetapi dia tidak punya hati untuk tinggal di dekat Bapa sekalipun dia tinggal bersama Bapa, yang di inginkannya hanya sebuah prestise, sebuah penghargaan, sebuah pesta (menginginkan kambing domba). Sesuatu yang lama dia pendam didalam hatinya untuk Bapa berikan sehingga inilah salah satu yang membuatnya marah ketika anak bungsu pulang justru dia yang diberikan kambing domba. Didalam Tuhan terkadang apa yang kita mau atau inginkan justru bukan itu yang Tuhan mau tetapi sewaktu kita melayani dengan ketulusan dan kerelaan Tuhan justru memberikan jauh lebih banyak dari apa yang kita inginkan.

Hal yang membuat anak sulung marah adalah karena dia berpikir bahwa dia sudah melakukan segala hal buat Bapa, melakukan segala hal yang Bapa ingin dia lakukan TETApi oleh karena ada keinginan atau motivasi yang lain didalam hatinya yaitu menginginkan pesta, menginginkan penghargaan dari Bapa sehingga ketika anak bungsu kembali pulang dan diberikan pesta (kambing dan domba) dia menjadi marah bahkan hal yang terbesar yang membuatnya marah sebenarnya karena dia melihat anak bungsu diberikan 3 hal saat dia kembali pulang yaitu: CINCIN, JUBAH dan KASUT dalam satu hari. Apabila kita membaca seluruh kisah dalam Alkitab tidak ada seorang pun tokoh yang oleh Bapa diberikan 3 hal dalam satu hari seperti yang diberikannya kepada anak bungsu. Yusuf hanya diberikan jubah, Musa hanya diberikan tongkat (yang menggambarkan otoritas), dan murid-murid hanya diberikan kasut (kerelaan untuk memberitakan Injil). Tuhan menginginkan kita seperti anak bungsu ini karena di akhir jaman ini Tuhan akan membangkitkan GENERASI ANAK BUNGSU yang melayani dengan ketulusan, kemurnian, kerelaan sampai melewati batas limit kemanusiaannya (kekuatannya sebagai manusia) untuk kita juga menerima 3 hal tersebut.


1)      JUBAH


Jubah berbicara tentang panggilan atas hidup kita dimana orang akan mengetahui siapa orang tersebut dari melihat jubah yang dipakainya. Ada jubah khusus buat anak bungsu dimana semua orang, semua hamba-hamba di rumah Bapa menyambut kembalinya anak bungsu.

Anda mungkin merasa tidak layak lagi untuk melayani Tuhan tetapi sebenarnya yang terpenting adalah hati saudara mau berkata “kali ini aku ingin kembali melayani di rumah Bapa”, yang saudara inginkan hanya berada didekat Bapa, tidak akan kemana-mana lagi apapun yang terjadi atas diri anda, sekalipun tidak mendapatkan sesuatu itu tidak menggoyahkan anda untuk selalu tinggal didekat Bapa.



2)      CINCIN


Ini hal yang ajaib karena sesungguhnya anak bungsu sudah kehilangan otoritas sewaktu dia memilih berada diluar rumah. Setiap kita seharusnya mengerti bahwa kita memiliki otoritas, anak sulung seharusnya mengerti bahwa dia memiliki otoritas. Dia melayani di rumah Bapa, melakukan apa yang Bapa inginkan tetapi dia tidak mengerti bahwa semua yang Bapa miliki adalah miliknya juga.

Hal yang membuat anak sulung bisa seperti itu karena di hatinya tidak memiliki ketulusan dan kerelaan sampai di luar limitnya. Seperti Yakub sebelum namanya diubah menjadi Israel harus melalui ujian yaitu melalui Laban mertuanya yang terus mengubah-ubah upahnya bahkan sampai tidak diberikan upah untuk menghasilkan seorang Israel yang hatinya tulus karena dengan memiliki ketulusan kita akan mempunyai otoritas karena yang kita muliakan hanya Tuhan. Orang yang tidak mempunyai ketulusan, ketika dia berdoa yang dia muliakan dan tinggikan bukan Tuhan tetapi dirinya bahkan akan bertepuk dada ketika berhasil.

Kenapa Tuhan mengijinkan atau memberi uang (harta) kepada anak bungsu yang menjadi bagiannya?

            Itu sebenarnya adalah investasi Bapa bagi hidup anak bungsu karena kalau seandainya dia tidak pernah merasakan tinggal diluar Bapa mungkin dia akan terus seperti anak sulung yang tiap hari hanya menuntut harta (meminta diberikan pesta) dan kebanyakan kita pun seperti itu datang ibadah hanya untuk meminta atau hanya menginginkan berkat padahal sebelum kita mengucapkannya Dia sudah mengetahui segala kebutuhan kita. Jadi jangan meminta sesuatu kepada Tuhan apabila Tuhan tidak menggerakkanmu untuk meminta karena itu permintaan tanpa kuasa didalam kehendak-Nya, tetapi mintalah sesuai dengan kehendak-Nya karena itu bukan menyenangkan kedaginganmu tetapi menyukakan Tuhan. Anak bungsu ketika kembali, dia kembali dengan sebuah paradigma, kembali dengan hati yang sangat berbeda.

            Anda mungkin berkata bahwa anda sudah melayani tetapi belum mengalami terobosan, jangan takut karena mungkin Tuhan ijinkan itu semua sampai anda benar-benar di luar limit, benar-benar tulus untuk melayani dan mengasihi Tuhan bukan didasarkan atas pertolongan Tuhan atas hidupmu, bukan lagi atas berkat-Nya. Ketulusan itu perlu terus di uji terus menerus seumur hidup kita karena ketulusan adalah hanya mengikuti dan menginginkan di dekat Bapa, didekat hati-Nya, mengikuti apa yang Bapa mau.



3)      KASUT KERELAAN


                  Kerelaan yang tidak biasa, kerelaan sampai di luar limit, di luar batas kemanusiaan kita seperti Firman Tuhan berkata kalau orang mengajakmu berjalan satu mil maukah engkau berjalan di mil-mil berikutnya? Kerelaan untuk kita melayani menghasilkan jiwa-jiwa, menghasilkan sebuah generasi berikutnya, kerelaan kita untuk memuridkan menginvest sesuatu buat kehidupan mereka (waktu dan perhatian).


                  Mari kita melangkah ke step berikutnya tidak lagi hanya pada kegiatan tapi pada generasi, bukan lagi pada event tapi pada movement. Gereja tidak bisa hanya tinggal pada hal yang biasa tapi masuk kepada yang berikutnya yaitu perlu movement (pergerakan) dimana setiap orang harus menjadi Bapa, memuridkan orang lain, menjadi Bapa bagi banyak orang. Seperti anak bungsu yang oleh Bapa setelah diberi investasi malah pergi tetapi kemudian akhirnya kembali, jadi apabila anda menginvestasi sesuatu buat jiwa-jiwa itu tidak akan pernah gagal karena anak tidak akan mendapatkan investasi di luar seperti itu. Ini waktunya untuk masuk ke step berikutnya yaitu generasi.





       Tuhan Yesus Memberkati,
            Only by His Grace



                             
                          Untung Bongga Karua

Rabu, 03 April 2019

Epignosis

EPIGNOSIS adalah pengenalan penuh atau pasti. Menyatukan yang dikenali dan orang yang mau mengenali atau dengan kata lain sama-sama saling mengenali.

Anda mengenal dan mengetahui bahwa bapak Joko Widodo adalah Presiden Republik Indonesia saat ini, pertanyaanya apakah Bapak Joko Widodo juga mengenal dan mengetahui siapa anda?
Ini adalah contoh pengenalan sebagian atau pengenalan hanya dibagian kulit saja.

Nah Tuhan ini setiap kita memiliki EPIGNOSIS atau pengenalan akan DIA secara penuh, pribadi kita dan pribadi-Nya menyatu bersama-sama ...

Mari bertumbuh didalam Pengenalan akan Tuhan secara penuh...

#holyglorychurch #hgcmakassar #travellershotelphinisi #josephendrikgomulya #jhg #hendrikgomulya #malembut #inspirasirohani #keintiman #pengenalanakantuhan #intimacy

Kamis, 10 Januari 2019

IMAN DI DALAM FIRMAN


IMAN DIDALAM FIRMAN


Oleh: Ps Joseph Hendrik Gomulya






“Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” (Roma 10:17)


Iman itu timbul dari pendengaran akan firman Kristus, sewaktu anda mendengar Firman Tuhan iman anda ditimbulkan atau dibangkitkan oleh Tuhan, berbeda pendengaran dari sumber yang lain yang belum tentu membuat iman anda timbul malahan iman anda bisa menjadi lemah.



“Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku,  aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.”
(Roma 12:3 TB)


Tuhan mengaruniakan iman dan setiap orang mempunyai ukuran  iman yang berbeda-beda dimana iman bisa bertambah atau bertumbuh seturut dengan pengenalan kita akan Tuhan. Hari ini kita akan belajar bagaimana iman itu bertumbuh, anda mungkin sudah kristen sejk kecil tetapi masih sering mengalami yang namanya kekuatiran, sakit hati atau marah dengan orang lain, jadi pasti ada sesuatu yang salah.


“Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.  "Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa,  tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga."Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.”
(Lukas 5:1-7 TB)


1)    “Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.”         


Orang banyak datang mengerumuni Tuhan Yesus bukan karena mujizat tetapi untuk mendengarkan Firman Tuhan, karena mereka mengetahui bahwa ketika mendengar Firman Tuhan maka mujizat itu akan dekat dalam kehidupan mereka dan ini bedanya dengan orang yang datang hanya menginginkan mujizat belum tentu dia mendapatkan Firman Tuhan dan bertumbuh didalamnya. Inilah yang banyak dialami oleh orang Kristen sendiri, hidup mereka tidak berubah karena hidup mereka tidak pernah di isi oleh Firman Tuhan dan memperlakukan Tuhan itu seperti dukun, hanya datang menghadap kepada Tuhan saat butuh atau ada masalah dan akan menjauh saat tidak lagi membutuhkan Tuhan. Hidup terus menerus seperti ini tidak akan pernah membuat iman kita bertumbuh, kita tidak akan pernah mengenal Tuhan yang sesungguhnya. Pastikanlah setiap kali datang kepada Tuhan fokus kita hanya untuk menyembah, memuji dan mendengarkan Firman-Nya melalui hamba-hamba-Nya.


Semakin banyak kita mendengar Firman maka semakin banyak iman kita yang akan dibangkitkan. Bagaimana cara mendengarkan Firman Tuhan yang benar sehingga iman kita semakin bertambah? Tuhan memberikan sesuatu menurut ukuran iman kita jadi apabila iman kita kecil jangan pernah berharap untuk melakukan perkara yang besar. Untuk melakukan perkara yang besar belajarlah untuk menumbuhkan iman menjadi besar untuk bisa dipercaya melakukan perkara yang besar. Contoh cara melatih iman: anda berdoa untuk kesembuhan anda sendiri sampai anda benar-benar sembuh yang mungkin anda melakukannya sampai berkali-kali sampai mujizat kesembuhan itu anda alami sendiri. Ini contoh iman percaya anda bertumbuh didalam Tuhan bahkan iman anda terus bertumbuh untuk mendoakan orang lain dengan penuh kuasa.


Ketika Tuhan Yesus sedang berbicara kepada banyak orang di tepi pantai, ada 2 perahu kosong yang sedang belabuh dan Tuhan Yesus kemudian naik ke salah satu perahu tersebut. Perahu nelayan yang datang berlabuh dari laut seharusnya kembali dengan kapal yang terisi penuh oleh ikan, tetapi kedua perahu ini tidak. Kedua perahu ini telah gagal menangkap ikan sehingga mereka kembali dengan perahu yang isinya kosong dan itulah yang memungkinkan untuk Tuhan Yesus kemudian naik ke salah satu perahu tersebut karena seandainya kedua perahu tersebut kembali dengan terisi penuh oleh ikan, simon dan nelayan-nelayan lainnya pasti tidak akan mengizinkan Tuhan Yesus naik ke atas perahu karena mereka pasti akan sibuk untuk menurunkan ikan-ikan mereka.


Tuhan terkadang mengijinkan kehidupan perahu kita kosong, gagal atau tidak berhasil agar kita mengijinkan Tuhan naik ke atas perahu hidup kita karena apabila kita penuh dengan pikiran, keberhasilan dengan cara kita sendiri maka tidak ada kesempatan untuk kita mengundang Tuhan Yesus untuk datang karena kebanyakan manusia yang belum sungguh-sungguh cinta Tuhan adalah manusia yang ego. Ada begitu banyak yang bisa di gambarkan tentang perahu yang penuh, itu bisa berarti penuh dengan kepentingan sendiri, penuh dengan urusan sendiri, pekerjaan, bisnis, dsb. Inilah yang yang bisa menghalangi Tuhan Yesus untuk naik ke atas perahu kehidupan kita.


Orang yang tidak pernah merasakan kegagalan maka hidupnya akan sombong, berbeda dengan orang yang pernah merasakan yang namanya gagal seperti Simon Petrus pasti akan mengetahui bagaimana perlunya Tuhan yang mengubahkanya hari demi hari dalam setiap langkah hidupnya. Mintalah untuk Tuhan selalu mengosongkan perahu kehidupan kita setiap hari tanpa harus melalui dulu proses untuk mengalami yang namanya kosong, harus gagal atau mengalami yang namanya miskin, baru kemudian mengundang Tuhan Yesus untuk masuk. Jadi sekalipun kita sudah cukup diberkati tetapi biarkanlah hati kita selalu miskin dihadapan Tuhan, kita membutuhkan-Nya lebih dari apapun. Sebuah prinsip hidup dalam pengiringan akan Tuhan dimana Tuhan tidak akan pernah bertahta atas hidup kita apabila hati kita penuh yang lain, tetapi apabila hati kita kosong maka Tuhan akan bertahta dan mengambil alih seluruh hidup kita.


Saat kita sudah mengosongkan diri dan mengundang-Nya masuk kedalam kehidupan kita mari pastikan untuk mulai mendengar perkataan Tuhan, mendengar perintah-Nya. Jangan hanya puas sekedar merasakan jamahan-Nya  tetapi saat Tuhan berbicara untuk kita melakukan sesuatu, kita menolak-Nya. Orang tidak bisa hidup dengan iman karena tidak pernah bersedia untuk mendengar, hanya orang yang mau mendengar atau manusia Rohnya mendengar yang imannya akan timbul dan kemudian akan melaukan perkataan Tuhan, seperti Simon Petrus yang menolakan perahunya sedikit jauh dari pantai untuk Tuhan Yesus mengajarkan Firman Tuhan kepada orang banyak dari atasnya, Tuhan Yesus memakai perahu hidupnya yang gagal/kosong untuk menjadi berkat bagi banyak orang.


          2)   Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga. "Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.”



Tuhan Yesus memerintahkan Simon Petrus untuk menolakkan perahunya ke tempat yang dalam, kali ini bukan lagi untuk mengajarkan Firman Tuhan tetapi menebarkan jala untuk menangkap ikan. Sebagai seorang nelayan yang sudah berpengalaman karena memang itu profesinya, dalam pikiran Simon Petrus akan berkata bahwa dirinya sudah semalam-malaman dirinya dan para nelayan lainnya berusaha menangkap ikan (karena waktu terbaik untuk menangkap ikan dalam jumlah yang besar adalah di malam hari), tetapi hasilnya adalah mereka gagal apalagi sekarang dilakukan di hari yang sudah terang, adalah suatu kemustahilan untuk mendapatkan ikan. Kemudian ada sebuah respon iman yang luar biasa yang kemudian keluar dari mulut Simon Petrus tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga”. Simon Petrus meresponi perkataan Tuhan untuk bertolak ke tempat yang dalam dan menebarkan jala, karena sewaktu Tuhan Yesus mengajarkan Firman Tuhan kepada orang banyak dari atas perahunya di tepi pantai dia pun juga berada di situ ikut mendengarkan dan saat itulah imannya dibangkitkan dan melakukan apa yang Tuhan katakan.


Pikiran, pengetahuan dan pengalaman Simon Petrus adalah sebuah kemustahilan untuk menebar jala dan mendapatkan ikan di hari yang sudah terang tetapi karena dia meresponi dengan iman maka yang didapatkan adalah ikan dalam jumlah yang sangat besar. Jadi IMAN adalah RESPON MANUSIA ROH TERHADAP FIRMAN. Ini pun bisa terjadi contohnya saat kita mengalami banyak masalah yang berat atau kita mengalami suatu penyakit yang dokter sendiri tidak sanggup untuk mengobatinya, tetapi saat kita mendengar Firman Tuhan dan iman kita dibangkitkan dan kemudian kita mendengar apa yang Tuhan katakan bahwa kita akan mengalami kesembuhan dan kita meresponinya dengan iman maka kesembuhan pasti terjadi.


Suatu kali Ps Joseph Hendrik pergi mengunjungi seorang pelayan Tuhan yang mengalami kanker ginjal, bapak ini harus melakukan cuci darah 3 kali dalam seminggu dan sudah menjalani itu selaima 2 tahun. Saat mendengar sharing Firman Tuhan melalui Ps Joseph Hendrik, iman bapak ini bangkit terlihat dari sorot matanya. Ps Joseph Hendrik berkata kepadanya bahwa Tuhan Yesus sanggup untuk menyembuhkannya dan menyuruhnya untuk mengijinkan Tuhan Yesus sendiri yang mencuci darahnya, bapak ini kemudian berkata bahwa oleh karena Firman Tuhan yang di dengarnya maka mulai besok dirinya akan berhenti cuci darah dan ini terus dia lakukan sampai sebulan lamanya, bukannya semakin lemah/loyo tetapi justru semakin segar dan Tuhan Yesus kemudian menyembuhkannya secara total. Sewaktu Tuhan Yesus mengajarkan Firman Tuhan, Dia memperhatikan iman Simon Petrus yang menangkap akan Firman-Nya. Jadi berikanlah perintah kepada orang yang menangkap Firman-Nya karena dia adalah orang yang siap untuk menerima mujizat, jangan berikan perintah kepada orang yang tidak siap karena pasti tidak akan mengalami apa-apa. Tema tahun ini adalah Time to Harvest, mari berdoa bahwa tuaian itu benar-benar terjadi atas hidup setiap kita, menuai dengan kuat dalam segala hal/aspek (jiwa-jiwa, ekonomi, pemulihan keluarga) kehidupan kita tetapi dibutuhkan yang namanya IMAN karena tanpa IMAN kita tidak mungkin mendapatkan tuaian karena sebenarnya segala sesuatu sudah tersedia di alam sorgawi tanpa terus-menerus meminta (Efesus 1:3). Respon manusia Roh terhadap Firman itulah IMAN dan Iman tidak pernah tanpa respon. Iman tidak pernah diam tetapi Iman adalah bergerak meresponi setiap Firman maka kita akan melihat kegagalan menjadi keberhasilan.


“sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat.”
(2 Korintus 5:7 TB)


Sering kita melihat orang Kristen hidupnya selalu penuh dengan keluhan tidak seperti perkataan Firman Tuhan. Itu terjadi karena hidup dengan melihat dimana sewaktu orang hidup dengan melihat dengan mata jasmani maka mata imannya akan tertutup atau buta. Tuhan mengaruniakan mata jasmani bukan tanpa maksud tetapi kita bukan hidup karena melihat, melihat adalah hasil akhir dari iman kita. Mari melihat dengan mata iman, untuk melihat yang tidak terlihat, percaya akan Firman-Nya maka apa yang kita percayai kita akan melihatnya. Sewaktu melihat dengan mata jasmani maka yang terjadi adalah kita melihat banyak orang Kristen hidupnya selalu mengeluh, ribut dalam rumah tangga (suami/istri tidak berubah kelakuannya) dan ini kontras dengan orang yang melihat dengan mata rohani, dia akan selalu melihat suami/istrinya akan di pakai Tuhan, akan melihat seperti Tuhan melihat, akan melihat destiny Tuhan atas hidupnya dan akan berbicara sesuai dengan apa yang Tuhan katakan.


Kebanyakan orang yang di koreksi atau dicari adalah kegagalan orang, bagaimana orang tersebut gagal sehingga tidak pernah bisa menemukan iman orang tersebut ketika berdialog dengannya. Seperti Tuhan Yesus yang tidak memperkatakan tentang kegagalan Simon Petrus tetapi justru menyuruhnya untuk menolakkan perahunya ke tempat yang dalam, Simon Petrus yang gagal berubah menjadi percaya dan kemudian taat menolakkan perahunya ketempat yang dalam dan hasil yang didapatkan adalah sangat besar.


“Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah,  ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.” 
(Ibrani 11:6 TB)


Sewaktu kita hidup dengan Iman percaya maka yang didapatkan bukan hanya sekedar percayai tetapi ada perkenanan Tuhan yang turun atas kita. Hidup kita dilayakkan, hidup kita diangkat dan dipindahkan dari tidak berkenan menjadi berkenan. Sewaktu manusia Roh kita meresponi Firman dalam ketaatan maka berkat-Nya akan tercurah atas hidup kita, jadi mari menjadi orang yang tidak hanya mendengar tetapi orang yang hidup dengan iman karena dari mendengar harusnya timbul iman dan kemudian timbul action atau melakukan setiap perkataan Tuhan. Di tahun baru ini mari membuat keputusan kemana arah hidup kita, apakah tetap dengan cara lama atau mau meletakkan semuanya dan masuk di tahun yang baru dengan penuh kemenangan untuk menuai apa yang Tuhan janjikan atas hidup kita, percaya bahwa semua janji-janji-Nya pasti terjadi atas hidup kita, jadi pendengar yang meresponi dan menangkap setiap Firman Tuhan terjadi atas hidup kita.




Amen, Tuhan Yesus Memberkati

MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama)

  MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama) Sabtu, 04 Februari 2023 Ps Joseph Hendrik Gomulya           Sejak awal manusia diciptakan Allah ...