Rabu, 28 Juli 2021

Tuhan Mengatakan "engkau akan membuat perjalananmu berhasil & engkau akan beruntung.

 

Tuhan Mengatakan "engkau akan membuat perjalananmu berhasil & engkau akan beruntung.




Oleh : Ps. Joseph Hendrik Gomulya, M. Th

 


Seringkali saat kita mengalami masalah dalam kehidupan, kita akan menunggu Tuhan untuk membuat terobosan. Padahal saat ini kita tidak lagi berada di perjanjian lama dan bekerja dari luar saja, tetapi saat ini juga bekerja dari dalam, karena ada Roh kudus yang juga bekerja dari dalam diri kita.

 

(Yosua 1:8 TB)
Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.

Jika anda ditanya, kalau hanya boleh memilih satu saja, mana kira-kira yang anda akan pilih, berhasil atau beruntung? Kebanyakan orang pasti akan bingung menjawab pertanyaan ini. Banyak orang yang mengira bahwa kedua hal tersebut sama saja, padahal ada perbedaan mendasar diantara kedua kata ini.

 

Berhasil adalah hasil dari sesuatu yang diraih melalui ketekunan, kerja keras, perjuangan bahkan pengorbanan. Keberhasilan biasanya merupakan buah yang diperoleh setelah menempuh sebuah proses tertentu, membutuhkan waktu dan usaha serius. Ada masa-masa pembelajaran, masa perbaikan jika ada yang masih harus diperbaiki, masa-masa peningkatan dan sebagainya sebelum kita bisa mencapai sebuah keberhasilan atas apa yang kita kerjakan.

Sementara kata beruntung mengacu kepada suatu peristiwa yang terjadi di luar dugaan atau prediksi kita, dimana peristiwa itu membawa kebahagiaan, kesenangan atau rasa puas pada yang mengalaminya. Contoh sederhana: jika anda membuka bungkusan makanan ringan dan kemudian menemukan sebuah kertas yang menuliskan ada sebuah hadiah besar tertulis disana yang anda menangkan, maka anda dikatakan beruntung, bukan berhasil. Tapi apabila anda sukses dalam mengelola sebuah usaha setelah melalui sebuah proses perjuangan, maka kata yang dipakai adalah berhasil, bukan beruntung. Jadi jelas ada perbedaan nyata di antara kedua kata ini.

 

Kembali lagi kepada pertanyaan diatas, jika anda diberi pilihan mana yang akan anda pilih? Setiap individu tentu memiliki alasan yang berbeda-beda dalam memilih salah satunya tapi saya percaya tidak ada yang menolak apabila bisa memperoleh atau memiliki keduanya. Lantas bagaimana dari sisi Tuhan? apakah Tuhan menyuruh kita memilih salah satunya? Puji Tuhan karena ternyata Tuhan berjanji tidak hanya akan memberikan salah satunya tetapi justru memberikan keduanya, bahkan Tuhan menyingkapkan kepada kita bagaimana caranya agar keberhasilan dan keberuntungan menjadi milik kita. Mari kita lihat dalam terjemahan lainnya dalam Amplified Bible.

 

(Joshua 1:8 AMP)

 This Book of the Law shall not depart from your mouth, but you shall read [and meditate on] it day and night, so that you may be careful to do [everything] in accordance with all that is written in it; for then you will make your way prosperous, and then you will be successful.

Kitab hukum ini hendaknya tidak meninggalkan mulutmu, tetapi engkau harus membacanya [dan merenungkannya] siang dan malam, agar engkau dapat berhati-hati untuk melakukan [segala sesuatu] sesuai dengan semua yang tertulis di dalamnya; Karena dengan demikian engkau akan membuat jalanmu beruntung (makmur), dan engkau akan berhasil.

 

Ayat ini adalah jawaban dari Tuhan untuk meneguhkan iman Yosua untuk melanjutkan kepemimpinan Musa untuk memimpin bangsa Israel masuk ke tanah Kanaan karena Tuhan mengetahui bahwa tugas yang akan diemban oleh Yosua sangat berat/sulit, maka Tuhan mempersiapkan Yosua sejak awal agar ia tidak patah semangat dalam menjalankan tugasnya.

 

Di ayat diatas sangat jelas Tuhan berjanji akan memberikan keberhasilan dan keberuntungan menjadi milik kita, siapa sih yang tidak mau berhasil dan beruntung sekaligus dalam hidupnya? Tetapi kebanyakan orang hanya lebih tertarik melihat janji berkatnya saja. Padahal itu semua tidak serta merta datang begitu saja, firman Tuhan diatas bukan saja memberi sebuah janji berkat yang luar biasa dan sangat meneguhkan kita, tetapi juga menunjukkan langkah-langkah yang harus kita lakukan terlebih dahulu agar kita bisa memperolehnya, dimana kita akan menemukan 3 langkah disana yaitu memperkatakan Firman, merenungkan firman-Nya siang dan malam dan bertindak hati-hati sesuai firman Tuhan, atau dengan kata lain kita harus menjadi para pelaku Firman.

 

Apakah ada diantara anda yang merasa bahwa pekerjaan anda saat ini seperti terlalu berat atau tidak maju-maju? apa yang anda lakukan sekarang tidak cukup berhasil dan keberuntungan sepertinya masih jauh dari anda? Jika Anda sedang bertanya-tanya, “Mengapa saya tidak menerima janji Tuhan?” Jawabannya sederhana, karena apa yang Anda perkatakan, renungkan, dan lakukan tidak sesuai dengan apa yang tertulis di dalam Firman Tuhan. Hanya itu saja alasannya. Dari ayat ini, Tuhan menyatakan bahwa ada kunci yang akan membuat apapun yang anda lakukan saat ini bisa berhasil dan membawa keberuntungan, meski hari ini anda belum melihat itu. 

 

Apapun yang terjadi saat Tuhan telah memilih anda, saat Tuhan memberikan tanggung jawab kepada anda. Tuhan mengetahui bahwa pasti kita takut, cemas, kecut dan mungkin banyak rasa ketakutan, insecurity dalam kehidupan ini apakah kita mampu melakukan ini? Tetapi hanya ada satu rahasia yang Tuhan berikan: perkatakan dan renungkanlah Firman Tuhan ini dan janji-Nya, Aku akan menyertai engkau.

 

Ketika Yosua dengan sungguh-sungguh memperkatakan, merenungkan dan nanti melakukannya, dia juga mendapat yang disebut legacy, dia mendapat warisan dari apa yang sudah dilakukan Musa, Yosua menyadari bahwa apa yang dilakukan oleh pendahulunya sudah membuat musuh tawar hati. Yosua meneruskan apa yang telah dilakukan Musa dengan kekuatan Tuhan dan merenungkan Firman Tuhan siang dan malam. Kita boleh memperkaya diri dengan berbagai macam ilmu pengetahuan tetapi jangan lupa yang utama adalah kebenaran Firman Tuhan yang hidup yang akan selalu memberikan kita kekuatan.

(Galatia 4:1 TB)
Yang dimaksud ialah: selama seorang ahli waris belum akil balig, sedikit pun ia tidak berbeda dengan seorang hamba, sungguhpun ia adalah tuan dari segala sesuatu;

 

Seorang yang percaya akan Kristus adalah seseorang yang memiliki ahli waris, dalam firman Tuhan berkata dia adalah tuan dari segalanya, sekalipun dia masih kecil, dia adalah seorang ahli waris dari segalanya. Orang yang bisa menikmati warisan adalah sewaktu orang tersebut bertumbuh dewasa didalam Tuhan. Kita tidak hanya cukup menjadi orang Kristen tetapi kita harus bertumbuh dewasa didalam Kristus atau memilik kedewasaan secara rohani karena kalau tidak kita justru menjadi batu sandungan bagi orang lain.

 

(1 Yohanes 4:17 TB)
Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini.

Kita bisa membuat jalan, bila Dia membuat jalan bagi kita. Aktifkanlah dan milikilah keberanian untuk berjalan didalam Tuhan. Karena terkadang kita masih diselubungi oleh roh agamawi atau masih pribadi yang lama, itu sama seperti orang yang belum Akil balig. Perilaku kita masih sering kali tidak bisa lepas dari roh agamawi kita yang dulu seakan-akan seperti menyembah pohon, menyembah sungai, perilaku orang seakan-akan berpikir bahwa Tuhan itu di luar, padahal itu bukan Tuhan yang kita kenal, padahal Tuhan berkata: “Aku Ada didalammu". Tuhan berkata Aku adalah Kehidupan yang Kekal yang. Makna Kekekalan itu bukan ada dibumi ini tetapi itu di sorga.

Kehidupan di bumi ini hanya sementara, jadi Jangan biarkan iblis menuduhmu bahwa engkau gagal, itu seakan-akan seperti menuduh Kristus padahal engkau harus tau bahwa kehidupan kekal bukan ada di bumi ini, tapi tujuan hidup kita ada pada kehidupan kekal di sorga.

 

(2 Petrus 1:3 TB)
Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib.

 

Saat kita mengetahui bahwa sebagai ahli waris kita tidak akan pernah kekurangan apapun, maka kita akan selalu mengaktifkan Iman Percaya kita  kepada Tuhan. Belajar untuk memiliki pengenalan akan Tuhan, selalu merenungkan Firman Tuhan, belajar segala sesuatu bahwa semua itu telah di anugerahkan dan diberikan Tuhan kepada kita dan kita sebagai ahli waris harus menghidupinya dan mengaktifkannya.

Kekayaan ahli waris akan berlaku ketika Imanmu sampai kepada itu. Aktifkan Firman Tuhan, maka engkau akan temukan terobosan-terobosan itu. Tetapi segala sesuatu tidak akan berubah sebelum pengertianmu/pola hidupmu/caramu ikut berubah, sebab cara akan berubah setelah pengertianmu kepada Tuhan berubah.

 

(Hosea 4:6 TB)
Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu.

Teguran ini diberikan bagi orang yang menolak Tuhan, menolak untuk mengenal akan Tuhan. Pengenalan akan Tuhan adalah sebuah keharusan di dalam kehidupan Kristen, milikilah pengenalan akan Tuhan secara pribadi dan berjalanlah bersama-Nya.

 

 

(Yosua 1:9 TB) 

Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi."

 

Di tengah banyaknya pergumulan apakah yang akan terjadi di tahun ini, kita tidak boleh takut, kita tidak boleh cemas. Dikatakan berkali-kali di situ, Tuhan mengetahui bahwa Yosua terkadang tidak kuat, terkadang tidak teguh, bahkan mungkin grogi. Tetapi Buatlah jalan, maka engkau akan mendapat jalan itu, Buatlah terobosan, maka engkau akan mendapat terobosan itu, Buatlah langkah, maka engkau akan mendapatkan langkah yang tepat itu, karena engkau punya otoritas untuk mendapatkan semua itu, karena engkau adalah ahli waris kerajaan Tuhan.

 

 

Tuhan Yesus Memberkati.

 

Rabu, 30 Juni 2021

KUNCI BERBUAH LEBAT

 

KUNCI BERBUAH LEBAT



Oleh : Ps. Joseph Hendrik Gomulya, M. Th


Untuk sebuah pohon berbuah lebat itu membutuhkan proses tidak ada yang cepat atau instant, dan dalam kehidupan terkadang kitapun ingin cepat kehidupan kita bisa menghasilkan buah yang lebat, padahal kita harus melewati beberapa proses untuk bisa dipakai oleh  Tuhan.
Proses itu Penting dan bagaimana sikap kita di dalam Proses itu juga Penting, Saat kita menjalani proses, maka nikmatilah Proses itu, karena kita mengetahui bahwa Tuhan punya tujuan untuk proses itu kita jalani. Tetapi kecenderungan kita manusia terkadang tidak mau menunggu, kita selalu merasa Tuhan itu lambat padahal sebenarnya kita sedang dipersiapkan dalam proses Tuhan. Proses adalah sebuah persiapan untuk Tuhan memakai hidup kita.  Sewaktu kita merasa down dan tidak berdaya, untuk itu berdoalah dan minta Tuhan untuk menguatkan dan menuntun kita agar bisa melewati proses itu. Didalam hidup kita akan ada penyeleksian atau proses,  izinkan Tuhan yang menyeleksi hidup kita dan membuang hal-hal tidak berguna di hidup kita.

 

(Yohanes 15:1-8 TB) "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.
Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.
Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.
Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."

 

Kita tentunya semua rindu hidup kita bisa menghasilkan buah yang lebat, tetapi kadang kita tidak mendapati seperti yang kita inginkan, oleh sebab itu mari kita mengubah prespektif hidup kita untuk mau diubah Tuhan untuk berbuah lebat.

Mari lihat cara Tuhan untuk kita dapat berbuah lebat :

1)    Kunci 1.
Yesus adalah pokok anggur yang punya plan, yang punya hasil, pemilik dari semuanya adalah Bapa. Ini adalah penekanan bahwa pemilik dari segalanya bukan kita tapi Tuhan, kita mesti tinggal didalam Kristus supaya kita bisa menghasilkan buah, hanya ketika kita melekat kepada Yesus maka hidup kita didalam perlindungan Nya.

 

2)    Kunci ke 2.
Yaitu kita ini adalah rantingnya atau salurannya, ketika kita adalah saluran berarti kita harus menempel pada pokoknya, kita adalah saluran / ranting yang menempel pada pokoknya, ketika ranting rusak maka tidak baksilkanan mengh berbuah maka itu akan dipotong, ketika tidak berbuah berarti itu diluar Kristus yang tidak menempel pada pokok, yang tidak melekat sehingga dia tidak akan diselamatkan, karena orang akan melihat apabila dia menempel pada pokok atau tidak. Ketika engkau tidak menempel/melekat bagaimana engkau bisa menghasilkan buah, karena hidupmu menghasilkan atau tidak, berbuah atau tidak dilihat apakah engkau menempel/melekat kepada pada Tuhan atau tidak.

Jadilah ranting yang mau di bersihkan supaya engkau dapat berbuah lebih           banyak, ketika ranting itu dibersihkan itu memang sakit dan tidak enak, tetapi izinkanlah Tuhan membersihkan ranting itu supaya hidupmu berbuah, supaya engkau lebih produktif dan bisa menghasilkan buah yang lebih baik.

 

3)    Kunci ke 3.
Engkau harus dibersihkan lewat Firman Tuhan. ijinkanlah hidupmu untuk dibersihkan melalui Firman, supaya engkau bisa berbuah lebih banyak.

 

4)    Kunci ke 4.
Firman adalah alat Tuhan yang Tuhan pakai untuk kita membacanya. Firman adalah cara Tuhan untuk kita mau dibersihkan, oleh sebab itu sukailah firman Nya sebab kita akan menemukan jalan keluar melalui firman itu agar Tuhan menuntun kita untuk menghasilkan buah yang lebat.


Seberapa besar engkau mencintai Tuhan, ketika engkau mengutamakan   Tuhan di dalam hidupmu, maka engkau akan menjadi saluran dari Tuhan,    tanya pada diri kita apakah Tuhan sudah tinggal di dalam diri kita atau belum? ukurlah seberapa        kita menempel dan melekat pada Tuhan atau malah tidak Karena dengan menempel atau melekat kepad Tuhanlah kita bisa berbuah lebat. Milikilah komitmen untuk  melekat dan mendekat   kepada Tuhan. Hanya dengan ranting yang melekat pada pokok           anggur        yang bisa menghasilkan anggur yang berbuah lebat dan menghasilkan           buah yang baik.

Ranting yang lepas dari pokoknya tidak akan menghasilkan buah dan akan dibuang menjadi kayu bakar, kita harus tinggal di dalam Yesus untuk dapat menghasilkan, semua akan berhasil hanya di dalam Yesus, berlututlah dan berkata bahwa semua yang menghasilkan itu dari Tuhan, bukan karena kekuatan kita.

 

5)    Kunci ke 5.
Waktu kita tinggal di dalam Tuhan, kita bisa berbuat apapun dalam Tuntunan Tuhan. Tetapi ketika engkau tidak tinggal di dalam Yesus dan tidak mau menjaga hubungan dengan Tuhan maka engkau tidak akan menghasilkan kepercayaan, tidak memiliki otoritas, tidak ada kuasa, dan tentunya tidak menghasilkan buah, karena buah adalah hasil dari ketika kita melekat kepada Tuhan. Pastikanlah untuk tinggal di dalam Yesus dan membangun hubungan dengan-Nya.


6)    Kunci ke 6.
Jangan biarkan dirimu tidak tinggal di dalam Yesus, apapun keadaannya tinggallah di dalam Yesus.

 

7)    Kunci ke 7.
Saat kita menjalin hubungan dengan Tuhan adalah kita mesti tinggal di dalam Tuhan dan biarkanlah firman-Nya  tinggal didalam hidup kita, biarkanlah firman yang membersihkan hidup kita, izinkan firman untuk tinggal didalam kita, maka sesuai dengan firman-nya, maka mintalah apa saja, ada kuasa didalam Tuhan, engkau berdiri dalam kuasa Tuhan, mintalah apa saja maka engkau akan menerimanya.
Hal ini diberikan kepada orang yang punya komitmen yang mau tinggal di dalam Tuhan, cek kembali apakah engkau tinggal di dalam Kristus atau tidak sebab ketika engkau tinggal didalamnya, apapun yang engkau minta engkau akan mendapatkan otoritas dan kuasa untuk menerimanya.

 

 

Amin, Tuhan Yesus Memberkati

ANGGUR YANG BARU DAN KANTONG KULIT (KIRBAT) YANG BARU

 


ANGGUR YANG BARU DAN KANTONG KULIT (KIRBAT) YANG BARU

(Seri Kotbah Anngur Yang Baru)



Oleh : Ps. Joseph Hendrik Gomulya, M. Th

 



(Lukas 5:37-39 TB) Demikian juga tidak seorang pun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu akan mengoyakkan kantong itu dan anggur itu akan terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula. Dan tidak seorang pun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru, sebab ia akan berkata: Anggur yang tua itu baik."

 

1)    Kantong Kulit Yang lama / Anggur lama.

          Pada zaman dahulu, bangsa Israel biasanya menyimpan anggur anggur di           dalam kantong kulit binatang (umumnya kulit kambing). Sebuah kantong kulit biasanya akan merenggang setelah dimasuki anggur karena memiliki minyak, karena anggur akan terus mengalami fermentasi, dan kemudian mengeras. Jadi jika kantong tua yang sudah mengalami peregangan diisi kembali dengan anggur baru. Anggur baru itu akan melanjutkan proses fermentasinya dan beresiko mengoyak kantong tua yang sudah lapuk akibat terus mengalami peregangan dan pengerasan itu. Jika ini terjadi         akhirnya, anggur akan tumpah dan terbuang percuma. Terlebih jika sudah           terlanjur sobek, kantong itu tidak akan bisa dipergunakan kembali. Intinya adalah, kita tidak akan bisa menampung apa-apa lagi apabila wadah yang dipakai sudah terlalu tua dan tidak lagi layak pakai.

          Ini menggambarkan karakter kita yang lama yang apabila kerangka         pemikiran kita, konsep pemikiran kita akan Tuhan, pengenalan kita akan       Tuhan tidak sering kita perbaharui maka apabila diisi dengan anggur yang         baru maka karakter kita akan terluka, tidak berubah, hubungan dengan    Tuhan menjadi retak. Jadi harus ada pertobatan untuk menerima anggur yang baru, Kirbat yang baru dan urapan yang baru dari Tuhan.

 

2)    Kantong kulit yang baru / anggur baru.

Berbicara sebuah pergerakan yang baru, visi yang baru, hal yang baru, lompatan yang baru, percepatan yang baru atau Kirbat yang baru.
Ketika engkau menerima anggur yang baru maka engkau akan berani berdiri karena ada otoritas yang baru dari Tuhan. Engkau akan dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari sebelumnya.

          Tuhan merindukan setiap orang mau dipakai untuk Kemuliaan-Nya. Ingini anggur yang baru itu, persiapkan wadahmu karena anggur yang baru akan disimpan dengan kantong kulit yang baru, ada minyak dan urapan yang baru dari Tuhan.

 

Untuk menjaga kualitas anggur yang baru tersebut, jagalah selalu hubunganmu dengan Roh Kudus. Ketika engkau mempunyai kuasa atas urapan Roh Kudus, jagalah kantong kulitmu sehingga itu tidak bocor, sebab ada beberapa orang membiarkan kantong kulitnya rusak dan membuat minyaknya habis sehingga ketika anggur baru masuk maka kantong kulit itu akan bocor dan pecah.

 

Bagaimana cara mempersiapkan diri kita untuk siap ketika anggur baru dicurahkan atas hidup kita?

 

       I.            Mintalah untuk selalu dipimpin oleh Roh Kudus.

(Galatia 5:17  TB) Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging — karena keduanya bertentangan — sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.

Diatas telah dijelaskan bahwa perbedaan yang sangat nyata antara kantong kulit anggur yang tua dan yang baru itu tidak hanya dalam umurnya, tetapi ada atau tidaknya minyak dalam kulit itu. Unsur minyak dalam kantong anggur yang baru itulah yang membuatnya menjadi fleksibel dan mampu mengembang. Apabila anggur baru dituang ke dalam kantong yang baru itu, maka kantong itu beradaptasi dengan tekanan yang ditimbulkan oleh anggur baru tersebut. Sebaliknya kulit yang sudah tua sudah menjadi keras dan kaku tidak mampu lagi berkembang. Kantong tua yang diisi dengan anggur baru dapat rusak/robek atau malah meletus karena ketiadaan minyak.

Sangat banyak orang yang memiliki pemikiran yang salah tentang perlu tidaknya mereka dipenuhi oleh Roh Kudus. Mereka hanya melihat sebatas apakah seseorang bisa berbahasa roh atau tidak, yang acapkali dinilainya tidak memberikan dampak apa-apa selain perkataan yang aneh. Pendapat ini sebetulnya tidak tepat. Saat seseorang dipenuhi oleh Roh Kudus bukan hanya berbicara soal berbahasa roh, bukan hanya untuk membangun dirinya serta berkomunikasi dengan Tuhan, tetapi juga menolong orang tersebut untuk dipimpin dan dikuasai Roh Kudus. Dengan demikian oleh pertolongan Roh Kudus orang tersebut dikembangkan kapasitasnya untuk menerima hal-hal yang luar biasa, dan supranatural dari Tuhan (anggur baru), dan mampu menolak apa yang berasal dari daging.

.

1.     Sediakan selalu Hidup/Hati kita untuk Memaafkan Siapapun.

Belajar untuk mengampuni. Hubungan kita dengan teman/keluarga/lingkungan dll harus belajar memaafkan/mengampuni orang yang bersalah kepada kita tanpa alasan apapun, terus belajar saling mengasihi karna kita sudah mendapatkan pengampunan dari Tuhan.

 

2.     Memberi dirimu di pimpin oleh Roh Kudus.

          (Galatia 5:18 TB) Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin      oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.

          Hidupmu harus di pimpin oleh Roh. Ketika engkau di beri anggur yang   baru, Roh Kudus dicurahkan atasmu dan dirimu pimpin oleh roh Kudus        maka di butuhkan kerelaan untuk engkau mau di pimpin, karena    prakteknya ada banyak hal orang banyak tidak bisa, karena kita diberi          pilihan oleh Tuhan apakah engkau mau di pimpin oleh Roh Kudus          atau tidak.

          Biarkan Tuhan yang pimpin hidupmu agar Kirbat dan minyakmu selalu           terpelihara dari Tuhan. Selalu lakukanlah hal dalam tuntunan Tuhan,      Tuhan akan memberi yang terbaik bagi kita, Percaya saja, biarkan Tuhan yang memimpin hidup kita.

 

    II.            Kembangkan Talenta yang Tuhan beri.

 

(Matius 25:14 TB) "Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka.

Ketika Tuhan memilih dan mempercayakan kita maka pertahankan hal itu, hargai hal itu. Selain kita mempercayai Tuhan dan menjadi orang yang dipercayai oleh Tuhan maka yang harus kita lakukan adalah jangan merasa memiliki karena semua itu bukan kita milik kita, semua itu adalah milik dari Tuhan. Talenta yang kita miliki, usaha, harta benda dll semua adalah milik Tuhan. Kesanggupan orang yang diberi masing-masing talenta berbeda tetapi  masing-masing orang harus bisa mengembangkan talenta itu.

 

(Matius 25:15 TB) Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat.

Ada visi Tuhan, ada rencana Tuhan, jagalah kantong kulit kita, jangan biarkan berkat ilahimu terbuang, kepercayaan Tuhan dan urapan Tuhan hilang dari hidupmu. Pastikan hidup kita selalu mempunyai passion atau gairah. Nantikan buah sulung itu agar orang lain tidak mendapatkan bila engkau tidak mau karena ada banyak orang yang menunggu utnuk menangkap buah sulung itu. Jagalah api Tuhan dalam hidup kita, kembangkan Talenta yang Tuhan percayakan itu.

 

Tuhan hanya mencari orang yang mau jadi pelaku, yang mau bekerja bukan hanya sekedar jadi pengamat, komentator dan jadi penonton.Kembangkan lah talenta itu, prinsipnya adalah kerjakan semua tanggung jawab yang Tuhan beri, lakukan semua dan layanilah Tuhan, jangan bermalas-malasan, karena itu tanggung jawab kita, menjadi saksi, penginjil bagi Kemuliaan nama Tuhan.

Sewaktu kita mengembangkan talenta maka akan ada jiwa-jiwa yang akan kita menangkan, itulah tujuan Tuhan atas hidup kita.

 

 

Amen, Tuhan Yesus Memberkati.

 



ANGGUR YANG BARU (PERUMPAMAAN TENTANG TALENTA)

 


ANGGUR YANG BARU

(PERUMPAMAAN TENTANG TALENTA)

(Seri Kotbah Anggur Yang Baru)



Oleh : Ps. Joseph Hendrik Gomulya. M. Th


(Matius 25:14-15 TB) "Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat.

 

Alasan kenapa kita harus mengisi anggur yang baru ke kantong kulit yang baru atau kirbat yang baru karena kantong kulit yang baru itu masih elastis, berbeda dengan kantong kulit yang lama apabila masih digunakan dia akan pecah karena sudah tidak elastis lagi. Kantong kulit yang baru elastis karena dia memiliki minyak, itulah yang membuatnya bisa elastis, bisa mengikuti tekanan dari masa fermentasi dari pada anggur itu. Minyak itu berarti berbicara  urapan dari Roh Kudus.

Salah satu hal yang membuat anggur di hidup kita itu tetap terpelihara adalah ketika Tuhan mempercayakan bagi kita itu seumpama talenta, Tuhan mempercayakan harta sorgawai bagi kita, memberikan anggur yang baru dari surga, anggur yang baru adalah harta yang Tuhan percayakan, sebab ada banyak orang yang diberikan tetapi dia tidak menghargai itu,  mengganggap enteng hal tersebut, tidak serius dan total menjaganya, dalam hal ini Tuhan memanggil kita dan mempercayakan kita anggur yang baru, pelayanan yang baru, kerinduan Tuhan, mempercayakan urapan-Nya, pekerjaan-Nya dan Tuhan memberikan kepada kita minyak itu/roh Kudus/Pengurapan tersebut.

Kita sendiri harus bertindak seperti orang yang dipercaya, mari memberikan presepsi seperti itu karena Tuhan sudah memberikan kita kepercayaan berupa talenta-talenta itu dan itu di berikan menurut masing-masing kesanggupan kita karena setiap orang punya masing-masing kesanggupan yang berbeda-beda.

 

Di pemikiran banyak orang  pada Matius 25 : 14 - 15 bahwa seharusnya Tuhan membagi talenta tersebut semua sama, dan Tuhan memberi kepercayaan atau talenta itu untuk di kembangkan tetapi ada banyak orang ketika diberi sebuah kepercayaan talenta dia memandang itu sebagai sebuah ketidakadilan. Inilah yang membuat orang tersebut tidak bisa berkembang, padahal Tuhan memberikan talenta yang sama, sesuai dengan kesanggupan kita masing-masing unruk dikembangkan atau dilipatgandakan (talenta yang di berikan tersebut). Diberikan 2 talenta dikembangkan menjadi 4, 4 talenta dikembangkan menjadi 5 tetapi ada juga yang diberikan 1 talenta tetapi tidak dikembangkan, jadi tetap 1 talenta.

 

(Matius 25:16-21 TB) Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta. Hamba yang menerima dua talenta itu pun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta. Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya. Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka. Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

 

Rahasia dalam mengembangkan 5 talenta itu adalah kesetiaan dalam mengerjakan hal perkara kecil, sebuah prinsip pelayanan ketika kita mau di pakai Tuhan belajarlah untuk setia kepada perkara yang kecil. Kerjakankan pekerjaan dari pekerjaan/perkara kecil, sehingga kita bisa mengerti apa yang harus dilakukan/dikerjakan, karena ketika kita dipercayakan Tuhan, jangan batasi Tuhan dari perkara itu. Di usia muda kita mau belajar tetapi di usia tua kita merasa sudah cukup padahal kita mesti mengembangkan talenta itu dan terus mau belajar untuk mengembangkan talenta itu.

Tuhan akan memberikan sebuah kunci,hikmat, pelipatgandaan hasil apabila kita setia dalam perkara kecil. Usia bukanlah penghalang untuk kita terus berkembang, jangan membatasi diri, harus terus belajar dan bekerja lebih cepat karena waktu kita tidak lama. Peduli dan kerjakanlah hal-hal yang kecil, baru Tuhan bisa beri hal yang besar.

 

(Matius 25:22-23 TB) Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

 

Kunci dari sebuah pelayanan yang berkembang adalah dari setia mengerjakan perkara/hal yang kecilyang kecil.

 

(Matius 25:24-26 TB) Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam. Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan!
Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?

 

Orang yang berpikiran malas sama dengan orang yang punya 1 talenta, karena  dia berpikir kepercayaan dari Tuhan itu seperti diberikan dengan pilih kasih, dia tidak bekerja tetapi dia hanya mengamati padahal Tuhan tidak mencari orang yang hanya mengamati/menjadi penonton tetapi Tuhan memilih orang yang mau bekerja. Ini kesalahan paradigma dan membuat orang itu tidak berkembang karena dia sudah berpikir, curiga kepada Tuhan padahal Tuhan sudah memberi kepercayaan kepadanya. Talenta yang tidak berkembang juga tidak akan memberkati siapapun bila dia tidak mengembangkan talenta itu.

 

Orang yang hanya mengamati saja kerjaanya hanya menyuruh orang bekerja tetapi dia tidak mau menabur atau tidak mengerjakan apapun, berhati-hati lah untuk hal tersebut, berhenti untuk selalu mengkritik pekerjaan Tuhan karna engkau tidak akan berkembang dan hanya terus berdiri di 1 talenta itu.

 

Berhentilah mengkritik Tuhan, berhentilah menilai bahwa Tuhan itu kejam dan pilih kasih. Jangan cepat puas dengan talenta yang kamu dapat itu tetapi kembangkan talenta itu menjadi beberapa talenta yang lain. Lakukan sebuah tanggung jawab ketika engkau melakukan perkara yang kecil*.

 

(Matius 25:27-30 TB) Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya. Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."

 

Talenta yang diberikan tujuannya adalah agar talenta tersebut dikembangkan tetapi orang ini tidak mengembangkan talenta itu, maka talenta itu diambil Tuhan lalu diberikan kepada orang yang bisa mengembangkan talentan tersebut.

Jadi tanamkan pada diri kita, agar kita harus berkembang, jangan menanamkan hal yang malas pada diri kita, sebab Tuhan tidak suka orang yang malas karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Setiap orang harus berkembang dan mengembangkan diri agar kita masuk menjadi hamba yang setia dalam perkara kecil dan berkembang ke hal-hal yang besar. Terimalah anggur yang baru, jangan sia-siakan dan berlalu begitu saja.

 

 

Amen Tuhan Yesus Memberkati

ANGGUR YANG BARU

 

ANGGUR YANG BARU 

(Seri Kotbah Anggur Yang Baru)



Oleh : Ps. Joseph Hendrik Gomulya, M. Th

 



Amos 9:13 (TB)  "Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah firman TUHAN, "bahwa pembajak akan tepat menyusul penuai dan pengirik buah anggur penabur benih; gunung-gunung akan meniriskan anggur baru dan segala bukit akan kebanjiran.

 

Zaman dahulu anggur adalah simbol kemakmuran sebauh bangsa. Dalam Amos 9 : 13 berbicara bahwa Tuhan akan memberikan anggur yang baru, season yang baru, kegerakan yang baru dalam masa pandemik ini. Jadi ini adalah momen dimana kita akan menuai lebih lagi. Oleh sebab itu jadilah pembajak tanah supaya kita bisa menuai, siapkan diri kita supaya dapat dipakai oleh Tuhan.
Seorang pembajak akan membajak dengan ketepatan karena dia sudah sering melakukan hal itu. Seorang pembajak harus mengetahui bagaimana ia membajak, fokusnya harus sesuai dan tepat pada bajakannya agar dia bisa menuai hasilnya.

 

Tidak gampang untuk Tuhan mempercayakan pribadinya sendiri yang utuh kepadamu, sebab hadirat-Nya akan membuat orang lain berkata aku diberkati olehNya. Setiap kali engkau merasa dagingmu minta dikasihani, buanglah itu jauh-jauh, bakar, potong buang, karena firman Tuhan berkata tidak pernah roh-Nya ditaruh dalam kedagingan. Hadirat dan urapan Tuhan itu mahal, jangan pernah sia-siakan karena itu tidak pernah kita bisa ambil sendiri, oleh sebab itu jaga hadirat Tuhan di hidupmu.

 

(Lukas 5:37-38 TB) Demikian juga tidak seorang pun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu akan mengoyakkan kantong itu dan anggur itu akan terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula.

 

Tuhan ingin agar kita mulai kita menyiapkan kantong kulit yang baru atau hati yang baru. Tetapi bagaimana caranya mendapatkan kantong kulit yang baru? Kita harus rela membuang kantong kulit yang lama sebab seringkali pemikiran/ paradigma kita yang lama harus dibuang terlebih dahulu, makanya patron yang lama harus dibuang dulu.

Kita harus menyediakan kantong kulit/ wadah yang baruuntuk anggur yang baru karena kantong kulit yang lama tidak bisa lagi kita pakai, itu harus kita buang. Jadi temukan kantong kulit yang lama dari kita dan buang itu, sebab firman Tuhan berkata Dia tidak akan memberi anggur yang baru apabila engkau tetap pertahankan kantong yang lama itu.

Apabila engkau masih hidup dalam ketidaktaatan kepada Tuhan, buang kantong kulit tua itu, baru engkau akan di isi dengan anggur yang baru, sebab kantong kulit tua berbicara juga tentang karakter yang lama/anggur yang tua. Jadi jangan pernah menghabiskan energimu terbuang kepada hal - hal yang sia-sia.

 

Setiap season ada selalu anggur yang baru yang Tuhan berikan, ketika ada anggur yang baru menyiapkan wadah yang baru agar bisa menampung anggur yang baru itu . Masing-masing kita harus bisa menemukan anggur yang baru itu.

 

Kantong kulit yang lama seringkali bocor, kantong kulit yang lama itu seperti masalah dalam kehidupan kita, didalam rumah, pekerjaan dsb (masalah dll).
Ketika kita memiliki kantong kulit yang baru jangan ada lagi ada masalah.
Tuhan akan memberikan kita kantong yang baru asal kita mau berubah, asal kita mau bertobat. Mari menyiapkan legasi/warisan/generasi kepada yang lain, sebab waktu tidak lama lagi, mati kejar dan berlari menerima anggur baru itu.

 

 

Amen Tuhan Yesus Memberkati.

ANGGUR YANG TUA



ANGGUR YANG TUA

(Seri Kotbah Anggur Yang Baru)


Oleh : Ps Joseph Hendrik Gomulya, M. Th


 

(Lukas 5:37-39 TB) Demikian juga tidak seorang pun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu akan mengoyakkan kantong itu dan anggur itu akan terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula. Dan tidak seorang pun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru, sebab ia akan berkata: Anggur yang tua itu baik."

 

Anggur yang baru harus di simpan pada kantong yang baru. Anggur yang baru berbicara tentang Roh Tuhan, Roh Kudus, berbicara tentang sesuatu yang baru/new/fresh dari Tuhan, berbicara tentang kegerakan yang baru.

Apa itu kantong kulit yang baru?
Itu berbicara tentang wadah, dalam terjemahan versi King James itu berbicara botol atau tempat untuk menyimpan.

 

Anggur Tua - Anggur Lama

 

Anggur yang lama dan anggur yang tua itu adalah dua jenis anggur yang berbeda. Anggur lama itu tersimpan dalam waktu yang lama dan orang tidak ingin meminumnya karena anggur lama itu anggur bekas, sudah tua yang tidak berfungsi, bila kita ingin dipakai Tuhan dalam waktu lama tetapi kita tidak berfungsi itu adalah anggur lama yang tersimpan tetapi tidak digunakan.

 

Apa bedanya dengan anggur tua?

Aanggur yang mahal adalah anggur kualitas produksi terbaik yang disimpan dalam waktu yang lama, semakin lama disimpan atau semakin tua anggur itu maka harganya akan sangat mahal, karena selama penyimpana suhu tempat penyimpana dan kualitas anggurnya terus dijaga.

Apabila kita menjaga kualitas hidup kita seperti menjaga kualitas anggur tersebut, maka seharusnya kita pun harus selalu menjaga hubungan kita dengan Roh Kudus, menjaga diri kita sebagai wadah/alat, menjaga supaya tidak ada keretakan dengan Tuhan, menjaga hubungan kita dengan Tuhan, itu menandakan kedekatan kita dengan Tuhan. Saat kita menjaga urapan Tuhan atas kita, maka urapan itu akan bekerja ketika Dia ingin memakai kita, itulah orang yang menjaga urapan Tuhan, menjaga hubungan dengan Tuhan, jagailah hatimu untuk terus makin melekat kepada Tuhan. Anggur yang semakin tua, itu sama dengan cinta kita kepada Tuhan harus makin kuat, harus semakin melekat dengan Tuhan, jangan pernah puas tetapi selalu katakan Tuhan "Aku ingin Lebih lagi".

 

Bagaimana agar supaya kita tidak berjarak dengan Tuhan? dengan menyingkirkan semua hal-hal lain itu dari kita, terus mematikan dan membuang kedagingan agar supaya kita tidak berjarak dengan Tuhan.

Mengambil hati Tuhan dan menjaga urapan itu adalah 2 hal yang berbeda, seperti gampang untuk seseorang jatuh cinta tetapi tidak gampang merawat cinta itu. Dengan Tuhan juga seperti itu, mudah untuk menerima Roh-Nya/hadirat-Nya tetapi menjaga Roh-Nya/Hadirat-Nya itu tidak mudah. Menjaga dan merawat itu adalah bagian agar supaya anggur itu menjadi seamkin berkualitas itulah namanya anggur tua. Anggur tua itu akan terus di teladani/dicicipi oleh generasi ke generasi. Semakin lama kita melayani seharusnya kita mempunyai kualitas seperti anggur tua yang semakin berkualitas.

 

Keretakan hubungan dengan Tuhan itu harus diperbaiki karena Dia adalah spirit roh itu, kita adalah jiwa dan daging yang dimana kita harus menjaga agar tidak ada keretakan itu sebab seringkali jiwa/pikiran/roh tidak bisa menyesuaikan dengan roh kita. Keretakan itu di jiwa, keretakan hubungan spirit kita dengan Tuhan itu mesti diperbaiki, sebab itu kesempatan kita membuat anggur /urapan kita semakin tua waktu sikap hati kita/respon hati kita benar kepada Tuhan.

 

Bagaimana menjaga anggur yang Tua/urapan kita dengan Tuhan?

 

Seringkali orang berpikir tunggu, padahal anggur yang tua itu disimpan di tempat yang terbaik, itu dirumah kita. Respon dan sikap hati kita harus manis memberkati keluarga kita, bila ada keretakan jaga hati kita, jaga dan rawat anggur kita. Anggur yang Tua itu tidak dimiliki oleh semua orang jadi mintalah kepada Tuhan supaya engkau memiliki anggur yang tua itu, minta urapan Tuhan itu datang padamu.

 

Orang yang memiliki urapan adalah orang yang bisa mengampuni dan orang yang sabar, itu yang membuat kualitas urapanmu langsung melejit, mahal harganya tetapi dibalik itu urapanmu akan menjadi luar biasa. Jadi kejarlah urapanmu, jagai urapanmu menjadi anggur yang tua, jangan buat hatimu mudah untuk terkhamiri, jangan mudah membuat hatimu menjadi marah, jangan mudah membuat hatimu gampang terpancing. Kita harus menjunjung tinggi  kepercayaan dari Tuhan, sebab Tuhan memilih kita, jaga urapan itu walaupun untuk merawat anggur tua itu tidak mudah karena kita punya ego.

 

 

Amen Tuhan Yesus Memberkati

 

MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama)

  MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama) Sabtu, 04 Februari 2023 Ps Joseph Hendrik Gomulya           Sejak awal manusia diciptakan Allah ...