Sabtu, 16 April 2016

Ester : Perkenanan Raja [Part 6]


Ester 6:1
Pada malam itu juga raja tidak dapat tidur. Maka bertitahlah baginda membawa kitab pencatatan sejarah, lalu dibacakan di hadapan raja.

- Pada malam itu raja tidak dapat tidur karena dia baru saja dijamu oleh Ester, namun Ester tidak/belum meminta apa-apa setelah perjamuan itu. Raja tidak bisa tidur karena raja merasa diperhatikan oleh Ester, merasa disayangi, merasa penting. Bahkan setiap apa yang Ester berikan adalah yang yang menjadi kesukaan raja.

- Jangan pernah merasa hebat saat kita sudah mengorbankan apapun untuk Tuhan. Jangan pernah menjual jasa atau harta kita kepada Tuhan, karena itu semua adalah miliknya. Satu-satunya yang bisa kita berikan yang memukau hati Raja adalah kita mencintai Tuhan sebaik mungkin yang kita bisa sebagaimana Raja ingin dikasihi.

It’s not what you know but who you know that matters in life. Bukan apa yang kita kenal tetapi siapa yang kita kenal dalam hidup ini.

- Kelemahan Tuhan adalah Dia mengijinkan diriNya dikendalikan oleh kasih dan perasaan cinta dari jemaatNya. Buat Tuhan seolah “menyesal” karena ada berkat yang belum Tuhan berikan di tahun sebelum-sebelumnya karena Dia mengira kalau Tuhan memberikan itu, kita akan jadi manja.

Multiplikasi terjadi bukan karena kita hebat, tetapi karena kita mengasihi Raja tanpa syarat.

- Banyak anak Tuhan ketika datang ke pelataran Tuhan langsung sibuk meminta berkat-berkat. Padahal kunci menerima berkat adalah karena kita memenangkan hati Raja, memenangkan hati Allah. Buat Allah terpukau dengan rasa sayang kita kepadaNya.

Zefanya 3:17
TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai,

- Buatlah Allah merasa girang karena kita. Buat Allah merasa istimewa dan haru dan terpukau karena penyembahan kita yang tulus, karena rasa cinta kita kepada Tuhan.

- Allah itu maha tahu, tetapi Allah memutuskan untuk tidak tahu mengenai perasaan kasih kita. Allah memilih tidak tahu keintiman yang kita kejar dengan Dia, sehingga itu menjadi kejutan bagiNya. Buat Allah kita puas sekalipun tidak puas dengan apa yang kita lakukan, dengan rasa cinta kita, dengan penyembahan kita, dengan pemberian kita kepadaNya.

Ester 6:2-3
Dan di situ didapati suatu catatan tentang Mordekhai, yang pernah memberitahukan bahwa Bigtan dan Teresh, dua orang sida-sida raja yang termasuk golongan penjaga pintu, telah berikhtiar membunuh raja Ahasyweros. Maka bertanyalah raja: ” Kehormatan dan kebesaran apakah yang dianugerahkan kepada Mordekhai oleh sebab perkara itu? ” Jawab para biduanda raja yang bertugas pada baginda: ” Kepadanya tidak dianugerahkan suatu apapun. “

>> Apa yang Allah lakukan pada waktu Dia tidak tidur?

1. Memeriksa arsip kehidupan kita.

- Inilah mengapa Firman Tuhan berkata bahwa Tuhan memberikan berkat-berkatNya pada orang yang dikasihiNya. Seberat apapun masalah kehidupan kita, sekalipun kita makan semeja dengan musuh kita, sekalipun musuh sudah ada di depan kita, beristirahatlah dengan nyaman. Percayalah bahwa Allah sedang melakukan sesuatu, sedang menyediakan berkatNya dalam hidup kita.

- Kesucian itu dari Tuhan, tetapi kekudusan itu dari kita. Keselamatan itu dari Tuhan, tetapi ketaatan itu dari kita. Jangan memberikan kesucian atau keselamatan kepada Tuhan karena itu apa yang Dia miliki. Berikan kekudusan dan ketaatan kita kepada Tuhan. Hiduplah dengan standard yang berbeda dari dunia. Lakukan hukum taurat bukan demi masuk Surga, tetapi lakukan karena kita mengasihi Dia. Buat Allah terkagum dan terpukau dengan kekudusan dan ketaatan yang kita berikan kepadaNya.

- Bisakah kita membuat Tuhan berkata dalam hidup kita bahwa Tuhan tidak bisa hidup tanpa kita? Titik ini bukan lagi taraf keselamatan, tetapi taraf keintiman. Setiap perbuatan yang Anda kira telah dilupakan oleh Tuhan, akan kembali diingat saat Raja membuka arsip kehidupan kita.

- Haman juga tidak tidur pada malam itu. Bedanya Haman merencanakan kecelakaan, tetapi raja Ahasyweros merencanakan untuk memberikan hadiah apa untuk Ester, merencanakan suatu kebaikan. Sedangkan Ester justru tertidur, meskipun dia tahu bahwa dia memiliki masalah yang besar, yaitu dia dan bangsanya hendak dimusnahkan.

- Allah adalah penjaga Israel yang tidak tertidur karena Dia tahu manusia telah gagal untuk memelihara hidupnya sehingga jatuh dalam dosa. Sehingga kini Allah lah yang berjaga-jaga dalam hidup kita.

2. Merencanakan penghargaan bagi kita.

- Saat kita ada masalah, tidurlah dengan tenang. Berdoalah dengan pengharapan. Percaya bahwa ada sesuatu yang mengejutkan yang memberikan jalan keluar.
Itulah sebabnya hidup kudus sebelum tidur sama seperti kita belajar sebelum ujian. Semua berguna pada malam hari. Saat kita sudah hidup kudus, kita percaya bahwa Allah akan memberikan kita kejutan.

Kasih itu gratis, tetapi perkenanan Allah ada harga yang harus dibayar. Love is free, but favor is price taken.

- Saat kita masih berbuat dosa dan meminta sesuatu, maka Tuhan akan berkata tunggu dulu sebelum memberkati kita. Sama seperti si bungsu yang sudah meminta warisan bapanya, ketika dia kembali, tidak mungkin bapanya akan langsung memberikan warisan baginya, sebelum hidupnya berubah terlebih dahulu.

Ester 6:4
Maka bertanyalah raja: ” Siapakah itu yang ada di pelataran? ” Pada waktu itu Haman baru datang di pelataran luar istana raja untuk memberitahukan kepada baginda, bahwa ia hendak menyulakan Mordekhai pada tiang yang sudah didirikannya untuk dia.

- Allah itu ada jalanNya dan kitalah yang mengalami. Allah akan memberikan penghargaan dalam hidup kita melalui musuh kita. Jangan pernah membalas orang yang menentang kita, menyindir kita, atau bahkan menjatuhkan kita. Doakanlah mereka. Allah sendirilah yang akan menjadi pembela kita. Tuhan itu ahlinya mengadakan pemutaran balik ilahi dimana musuh kita justru berada di pihak kita.

Ester 6:5
Lalu jawab para biduanda raja kepada baginda: ” Itulah Haman, ia berdiri di pelataran. ” Maka titah raja: ” Suruhlah dia masuk. “

- Sebelum kita tidur, ucapkan pesan kecil sebagai pengingat kepada Tuhan bahwa kita mengasihiNya. Kehidupan kudus yang kita jaga itu berarti bagi Tuhan. Tabunglah air mata kita tetes demi tetes dalam kirbatnya Allah, sehingga saat kita memerlukan perkenanan Allah, Allah sendiri yang akan turun tangan untuk menolong kita.

Ester 6:6-11
Setelah Haman masuk, bertanyalah raja kepadanya: ” Apakah yang harus dilakukan kepada orang yang raja berkenan menghormatinya? ” Kata Haman dalam hatinya: ” Kepada siapa lagi raja berkenan menganugerahkan kehormatan lebih dari kepadaku? “ Oleh karena itu jawab Haman kepada raja: ” Mengenai orang yang raja berkenan menghormatinya, hendaklah diambil pakaian kerajaan yang biasa dipakai oleh raja sendiri, dan lagi kuda yang biasa dikendarai oleh raja sendiri dan yang diberi mahkota kerajaan di kepalanya, dan hendaklah diserahkan pakaian dan kuda itu ke tangan seorang dari antara para pembesar raja, orang-orang bangsawan, lalu hendaklah pakaian itu dikenakan kepada orang yang raja berkenan menghormatinya, kemudian hendaklah ia diarak dengan mengendarai kuda itu melalui lapangan kota sedang orang berseru-seru di depannya: Beginilah dilakukan kepada orang yang raja berkenan menghormatinya! “ Maka titah raja kepada Haman: ” Segera ambillah pakaian dan kuda itu, seperti yang kaukatakan itu, dan lakukanlah demikian kepada Mordekhai, orang Yahudi, yang duduk di pintu gerbang istana. Sepatah katapun janganlah kaulalaikan dari pada segala yang kaukatakan itu. “ Lalu Haman mengambil pakaian dan kuda itu, dan dikenakannya pakaian itu kepada Mordekhai, kemudian diaraknya Mordekhai melalui lapangan kota itu, sedang ia menyerukan di depannya: ” Beginilah dilakukan kepada orang yang raja berkenan menghormatinya. “

- Hingga hari itu, Haman hanya bisa membayangkan apa yang akan dia alami, kehormatan apa yang akan dia alami. Padahal yang akan terjadi adalah yang sebaliknya. Allah adalah Allah yang ahli dalam men-swap atau menukar A jadi B dan B jadi A. Sama saat seperti kita melihat cermin. Kiri kita sesungguhnya adalah kanan di cermin dan kanan kita sesungguhnya adalah kiri di cermin. Tergantung siapa yang melihat, tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya.

- Haman terkejut dan bingung bagaimana ini bisa terjadi. Itulah mujizat Tuhan. Mujizat Tuhan terjadi pada suatu waktu di tempat tertentu tanpa kita menyadarinya. Tuhan selalu bekerja di tempat tersembunyi ketika manusia tidak melihatnya. Apa yang tidak diharapkan dan disangkakan manusia itulah yang Allah kerjakan. Mujizat membuat musuh kita bingung mengapa hal demikian terjadi dan dimana letak kesalahan musuh kita.

Don’t tell God what He needs to do. Just do what you ought to do.  Jangan memberitahukan kepada Allah apa yang Dia harus lakukan. Hanya lakukanlah apa yang menjadi bagian kita yang seharusnya kita lakukan.

Ester 6:12-13
Kemudian kembalilah Mordekhai ke pintu gerbang istana raja, tetapi Haman bergesa-gesa pulang ke rumahnya dengan sedih hatinya dan berselubung kepalanya. Dan Haman menceritakan kepada Zeresh, isterinya, dan kepada semua sahabatnya apa yang dialaminya. Maka kata para orang arif bijaksana dan Zeresh, isterinya, kepadanya: ” Jikalau Mordekhai, yang di depannya engkau sudah mulai jatuh, adalah keturunan Yahudi, maka engkau tidak akan sanggup melawan dia, malahan engkau akan jatuh benar-benar di depannya. “

- Ada satu waktu ketika Tuhan sudah mengangkat dan memberkati kita, iblis pun tahu bahwa dia sudah tidak lagi sanggup untuk menjatuhkan kita. Pengakuan dari Tuhan dan manusia adalah biasa, namun jika suatu saat musuh kita / iblis yang meninggikan kita berarti kita memang benar-benar menang dan lebih dari pemenang.

Ester 6:14
Selagi mereka itu bercakap-cakap dengan dia, datanglah sida-sida raja, lalu mengantarkan Haman dengan segera ke perjamuan yang diadakan oleh Ester.

- Banyak dari kita merasa kehilangan, merasa paling bodoh dan gagal saat kita benar-benar jatuh. Ketika Haman sudah jatuh dan kalah daripada Mordekhai, belum sempat dia untuk melakukan rencananya, dia sudah kembali harus bersiap untuk dikalahkan.

Yesaya 54:17
Setiap senjata yang ditempa terhadap engkau tidak akan berhasil, dan setiap orang yang melontarkan tuduhan melawan engkau dalam pengadilan, akan engkau buktikan salah. Inilah yang menjadi bagian hamba-hamba TUHAN dan kebenaran yang mereka terima dari pada- Ku, demikianlah firman TUHAN.

- Setiap senjata yang ditempakan kepada kita akan menjadi jalan Tuhan untuk memberkati kita. Senjata yang ditempa bukan sekedar senjata yang sudah jadi, tetapi senjata yang siap pakai.

Hinaanmu menambah semangatku ~ Jusuf Soetanto

Saat kita tidak dihina dan dijatuhkan, kita tidak akan bisa membuktikan bahwa ternyata hinaan yang ditujukan kepada kita adalah salah.

Jurnalist: Joshua Ivan Sudrajat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama)

  MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama) Sabtu, 04 Februari 2023 Ps Joseph Hendrik Gomulya           Sejak awal manusia diciptakan Allah ...