Kamis, 20 Juli 2017

SEMUA SYSTEM BERGERAK

Radio Pelangi Makassar (13/07/2016)


Ps Joseph Hendrik Gomulya


"Pada hari didirikan Kemah Suci, maka awan itu menutupi Kemah Suci, kemah hukum Allah; dan pada waktu malam sampai pagi awan itu ada di atas Kemah Suci, kelihatan seperti api. Demikianlah selalu terjadi: awan itu menutupi Kemah, dan pada waktu malam kelihatan seperti api. Dan setiap kali awan itu naik dari atas Kemah, maka orang Israel pun berangkatlah, dan di tempat awan itu diam, di sanalah orang Israel berkemah. Atas titah Tuhan orang Israel berangkat dan atas titah Tuhan juga mereka berkemah; selama awan itu diam di atas Kemah Suci, mereka tetap berkemah. Apabila awan itu lama tinggal di atas Kemah Suci, maka orang Israel memelihara kewajibannya kepada Tuhan , dan tidaklah mereka berangkat. Ada kalanya awan itu hanya tinggal beberapa hari di atas Kemah Suci; maka atas titah Tuhan mereka berkemah dan atas titah Tuhan juga mereka berangkat. Ada kalanya awan itu tinggal dari petang sampai pagi; ketika awan itu naik pada waktu pagi, mereka pun berangkatlah; baik pada waktu siang baik pada waktu malam, apabila awan itu naik, mereka pun berangkatlah. Berapa lama pun juga awan itu diam di atas Kemah Suci, baik dua hari, baik sebulan atau lebih lama, maka orang Israel tetap berkemah dan tidak berangkat; tetapi apabila awan itu naik, barulah mereka berangkat. Atas titah Tuhan mereka berkemah dan atas titah Tuhan juga mereka berangkat; mereka memelihara kewajibannya kepada Tuhan , menurut titah Tuhan dengan perantaraan Musa." (Bilangan 9 : 15 – 23 TB)

Saat ini apabila kita ingin bepergian atau ingin mengemudikan kendaraan di suatu daerah atau tempat yang sebelumnya belum pernah kita datangi kita tidak perlu untuk kuatir tersesat karena dengan perkembangan teknologi kita bisa mengetahui rute atau jalanan yang akan kita lalui menuju suatu tempat yang kita inginkan bahkan dengan bantuan GPS di google map ini kita bisa mengetahui apakah jalanan yang akan kita lalui itu  sedang mengalami macet dan atau tidak sehingga membantu kita untuk mencari rute yang lain sehingga membuat segala sesuatunya menjadi lebih efektif.

Bayangkan dengan apa yang di alami oleh bangsa Israel di ayat ini dimana dikatakan pada waktu mereka mendirikan kemah suci ada awan yang menutupi kemah suci dari waktu malam sampai pagi hari yang kelihatan seperti api. Apa yang mereka lihat itu adalah awan kemuliaan Tuhan yang selalu ada bersama mereka.

Setiap kita adalah kemah kediaman Allah dimana didalam kemah ada tabut Allah yang adalah lambang hadirat Allah sehingga hidup kita sebenarnya selalu di lingkupi oleh awan kemuliaan Tuhan. Kita akan belajar bagaimana semua system itu bergerak, bagaimana semua yang di hidup kita Tuhan yang mengarahkan dan menuntun.

Alkitab mencatat bahwa jumlah laki-laki dewasa dari bangsa Israel yang berjalan di padang gurun saat itu jumlahnya sangat banyak, kira-kira 2 setengah juta banyaknya. Ini adalah jumlah yang sangat besar sehingga kita bisa membayangkan apabila semua orang yang banyak itu atau semua system beregerak bersama-sama.

"Dan setiap kali awan itu naik dari atas Kemah, maka orang Israel pun berangkatlah, dan di tempat awan itu diam, di sanalah orang Israel berkemah." (Bilangan 9 : 17 TB)

Awan kemuliaan Tuhan selalu ada di atas kemah bangsa Israel baik ketika mereka sedang mereka sedang bergerak atau berjalan atau ketika mereka sedang tidak bergerak karena tiang awan dan tiang api berhenti karena ada Tabut Tuhan bersama-sama dengan mereka dimana di atas Tabut Tuhan itulah awan kemuliaan atau hadirat Tuhan yang menyertai bangsa Israel.

Berikut adalah 3 poin yang perlu kita perhatikan ketika Tuhan mengijinkan semua system bergerak:

1) AWAN KEMULIAAN ATAU HADIRAT TUHAN SEBAGAI PENUNTUN.

Kita bisa membayangkan hari itu mereka dengan jumlah yang sangat banyak bergerak bersama-sama dimana bukan hal yang mudah untuk mereka bisa bergerak bersama-sama karena kemungkinan sebagian dari mereka memiliki hal atau kepentingan lain yang harus dikerjakan atau diselesaikan, tetapi mereka semua sudah sepakat dengan petunjuk Tuhan bahwa satu-satunya cara agar supaya mereka bisa tetap hidup dan bertahan sampai kepada tujuan yang sebenarnya hanya dengan mengikuti awan kemuliaan Tuhan dengan tiang awan di siang hari dan tiang api dikala malam hari.

Awan kemuliaan Tuhan itu saat ini adalah hadirat Tuhan sendiri, Roh Kudus yang ada didalam hidup kita yang berfungsi sebagai penuntun setiap langkah kita karena tidak mengetahui jalan untuk sampai kepada destiny kita, sehingga untuk itulah kita perlu bergaul dengan hadirat Tuhan, bergaul dengan Roh Kudus.

Dalam setiap ibadah di rumah Tuhan atau dalam setiap penyembahan kepada Tuhan awan kemuliaan Tuhan itu harus ada karena itu yang menjadi titik awal dimana orang mengetahui, melihat, merasakan dan mengalami kemuliaan atau hadirat Tuhan yang orang  tidak pernah lihat diluar sebelumnya. Ketika kita bangun di pagi hari kita bisa mengalami hadirat Tuhan yang menjadi bekal kita sepanjang hari terus berjalan dalam tuntunan Tuhan hari lepas hari dan jangan pernah membiarkan diri kita yang berjalan di depan tetapi baiarkan Tuhan yang berjalan didepan kita serta jangan pernah kehendak kita yang jadi tetapi kehendak-Nya yang jadi.

Hari-hari ini Tuhan sedang membawa setiap kita terbang dimana secara rohani kita dibawa Tuhan dalam percepatan untuk terbang lebih tinggi seperti rajawali, diberikan anugerah demi anugerah untuk menyelesaikan apa yang Tuhan inginkan dimana mungkin dahulu ada banyak hal yang kita lakukan itu sepertinya berjalan sangat lambat karena kita berjalan sendiri.

Cara bagaimana Tuhan menuntun setiap kita contohnya adalah seperti yang dijelaskan di awal sama seperti ketika kita membutuhkan bantuan GPS (Global Positioning System) yang ada di google map untuk menuntun kita  menuju suatu tempat atau lokasi yang belum pernah kita lalui sebelumnya. Bahkan untuk hal-hal yang baru di hidup kita, ketika kita sudah menangkap tujuan Tuhan maka percayalah ada google map, ada tuntunan Tuhan yaitu hadirat-Nya didalam kita sebagai penuntun Roh Kudus bukan hanya sebagai tiang awan dan tiang api tetapi juga mengingatkan kita akan firman-Nya, memberi tanda dan damai sejahtera.

Setiap kita memiliki Tuhan yang sangat luar biasa dimana Tuhan Yesus adalah seorang gembala yang menuntun domba-dombanya ke air yang tenang, yang menuntun hidup setiap kita sehingga  kita tidak perlu takut dan kuatir sekalipun kita tidak mengetahui jalan mana akan kita lalui atau hati esok itu seperti apa tetapi kita percaya kita mempunyai Tuhan yang menuntun dan menjamin karena sebagai domba kita mengenal suara gembala kita. Yang kita lakukan hanya mengikuti tuntunan-Nya dengan merelakan diri untuk dituntun, sepakat dan percaya sepenuhnya kepada Tuhan.

2) MEMPRIORITASKAN TUHAN.

Dikatakan bahwa terkadang ketika bangsa Israel berhenti mereka tidak mengetahui dengan persis berapa lama mereka akan tinggal dan kapan mereka akan melanjutkan perjalanan kembali, apakah di waktu siang dengan tiang awan atau dengan tiang api diwaktu malam.

Sebagai manusia ada banyak urusan yang manusia miliki dimana setiap individu pasti mengurusi atau mengerjakan banyak hal, tetapi yang luar biasa adalah bangsa Israel memprioritaskan Tuhan dengan bergerak ketika Tuhan menuntun untuk bergerak, mereka memprioritaskan hadirat Tuhan dan persekutuan dengan Tuhan  di saat dimana mereka mempunyai urusan atau agenda pribadi yang lain.

Ketika kita memprioritaskan Tuhan didalam hidup kita, mengerti bagaimana memprioritaskan hal-hal yang rohani dalam mengikuti Tuhan maka tidak aka nada yang namanya complain.

Sewaktu Roh Kudus turun atas murid-murid, mereka mempunyai kuasa dan menjadi manusia yang berbeda dimana mereka meninggalkan semuanya untuk mengikuti Tuhan, ini bukan berarti bahwa kita harus berhenti bekerja atau berbisnis tetapi yang kita prioritaskan adalah pergerakan Tuhan dan kita bergerak seturut dengan kehendak tuhan.

3) MENSTABILKAN / MEMBIASAKAN / MENGHIDUPI MENJADI GAYA HIDUP.

"Ada kalanya awan itu tinggal dari petang sampai pagi; ketika awan itu naik pada waktu pagi, mereka pun berangkatlah; baik pada waktu siang baik pada waktu malam, apabila awan itu naik, mereka pun berangkatlah. Berapa lama pun juga awan itu diam di atas Kemah Suci, baik dua hari, baik sebulan atau lebih lama, maka orang Israel tetap berkemah dan tidak berangkat; tetapi apabila awan itu naik, barulah mereka berangkat. Atas titah Tuhan mereka berkemah dan atas titah Tuhan juga mereka berangkat; mereka memelihara kewajibannya kepada Tuhan , menurut titah Tuhan dengan perantaraan Musa." (Bilangan 9 : 21 -23 TB)

Mungkin dalam pekerjaan atau bisnis  kita adalah orang yang hidup dengan segala sesuatunya sudah terjadwal yang memang itu bagus tetapi terkadang Tuhan juga secara tiba-tiba membawa kita bergerak dan kita harus bisa menyesuaikan dengan apa yang sudah direncanakan atau terjadwal sehingga kita harus bisa membiasakan diri untuk menstabilkan sehingga kita tidak menjadi kaget atau complain serta mengikuti apa yang Tuhan inginkan. Seperti bangsa Israel yang seorang pun tidak ada yang mengetahui kapan Tuhan akan membawa mereka bergerak kembali, apakah itu dalam 2 hari, 3 hari, sebulan atau bahkan lebih, yang mengetahui hanya Tuhan sendiri.

Semoga firman Tuhan ini memberi bekal kepada setiap kita untuk mengerti betapa pentingnya hadirat Tuhan yang menuntun kita dimana Yesus sebagai gembala kita. Tuhan ingin membiasakan diri kita untuk bergaul dengan Tuhan, untuk menstabilkan hidup kita. Jadi ijinkan untuk seluruh system yang ada bergerak bersama dengan cara Tuhan yang menuntun, Tuhan sebagai prioritas dan Tuhan yang menstabilkan karena Dia adalah seorang gembala yang menuntun setiap kita kepada tujuan ilahi.


Tuhan Yesus memberkati…

Senin, 17 Juli 2017

GOLONGAN YANG TIDAK MENGALAMI KEMULIAAN TUHAN (Bagian Kedua)


GOLONGAN PENCEMOOH (Matius 27 : 1 -31 TB)

Ps Hendrik mengenal sangat dekat seorang ibu yang suaminya di depan matanya pergi mengambil perempuan yang lain dan membawanya ke rumah. Ibu ini datang dan berkata kepada anak-anaknya untuk mereka menutup mata dan mulut mereka karena itu bukan bagian mereka untuk menghakimi. Ibu ini seharusnya bisa marah atau curhat menumpahkan kekesalannya tetapi ibu ini mengetahui bahwa ini adalah wadah atau benih dalam hidupnya. Ibu ini harus menjadi perempuan yang beriman dihadapan anak-anaknya, ibu ini harus menjadi perempuan yang mempunyai iman, perempuan yang  yang kuat dan bisa memberikan pengampunan tanpa ada kemarahan sedikitpun. Hal ini tidak berlangsung dalam jangka waktu yang singkat tetapi itu berlangsung bertahun-tahun lamanya.

Setiap kali anaknya menangis memanggil ayah mereka, hati ibu ini terasa hancur tetapi ibu ini berkata bahwa pekerjaan Tuhan belum selesai karena ibu ini yakin Tuhan sanggup mengubah  suami ayah dari anak-anaknya dan ini benar-benar bisa diteladani oleh anak-anaknya untuk tidak pernah mengambil suatu tindakan atau langkah yang bertentangan dengan firman Tuhan. Ibu mereka sebenarnya bisa saja pergi meningggalkan ayah mereka dan menikah lagi karena perbuatannya itu apalagi ditambah adanya bujukan dari keluarga, tetapi ibu tetap berpegang pada firman Tuhan untuk mempertahankan keluarganya dan tetap percaya bahwa suatu saat suaminya akan ubah berubah menjadi orang yang takut akan Tuhan dan menjadi ayah yang baik atas anak-anaknya.

Ada pilihan untuk ibu ini marah, mencemooh, menjadi pahit dan pilihan untuk curhat menumpahkan  atau mencurahkan semua kedagingannya kepada siapa pun, tetapi ibu ini memilih untuk berdiri, memilih untuk menjadi tegar dan memilih untuk menjadi saksi dengan menutup mulutnya dan tidak memperkatakan apa pun karena mengetahui perjalanannya dan anak-anaknya masih panjang yang seberapa sikapnya saat itu, orang yang selalu memegang firman tidak pernah dipermalukan. Mari memiliki sifat firman, menutup mulut dan menularkan iman kepada orang-orang disekitar kita dengan selalu memperkatakan yang baik, memperkatakan masa depan dengan iman.

Golongan orang yang pencemooh ini sangat berbahaya yang biasanya diawali dari orang yang mengeluh, menginginkan orang lain mendengarkan curahan hatinya, kemudian timbul hujatan, menghakimi dan kemudian membuat lelucon yang sebenarnya bukan hal yang pantas untuk dijadikan bahan lelucon sehingga lebih baik anda menghindar dan melakukan hal yang lain apabila menemukan orang yang seperti ini.

Golongan pencemooh ini adalah seperti penatua-penatua Yahudi (imam-imam besar dan ahli-ahli Taurat) yang mencemooh Yesus dimana ini adalah roh agamawi. Kekristenan kita bukanlah sebuah agama tetapi itu adalah perjalanan dan pengenalan pada Yesus secara pribadi tetapi sayangnya para penatua Yahudi ini tidak memiliki pengenalan akan Yesus secara pribadi sehingga mereka mencemooh-Nya. Jadi apa pun hal yang Yesus lakukan mereka tidak pernah melihat hal yang baik sedikit pun karena roh agamawi yang ada pada mereka sehingga setiap kali masuk ke dalam bait Allah Yesus selalu berkotbah tentang roh agamawi karena itu tidak pernah membawa orang mengenal Yesus. Salah satu contoh roh agamawi itu ada pada anda adalah ketika anda datang ke gereja anda mencemooh orang lain dan apabila anda menyadari bahwa roh itu ada pada anda, taruh itu di salib-Nya dan meminta pengampunan-Nya dan jangan pernah keluar dari mulut dan ada lagi dalam hati setiap kita.

GOLONGAN ORANG YANG MEMBUANG UNDI ATAS JUBAH YESUS UNTUK MENDAPATKANNYA (Matius 27 : 32 – 54 TB)

Para tentara Romawi yang sedang menyalibkan Yesus menjadikan Jubah Yesus sebagai bahan undian atau judi di saat Yesus sedang menderita menahan kesakitan di atas kayu salib. Mereka begitu dekat dengan salib tetapi mereka tidak mengalami kuasa dari pada salib. Jadi jangan pernah menghakimi siapa pun karena itu yang membuat orang tidak bisa menerima kemuliaan yang sesungguhnya. Sebagai seorang anak ketika melihat orang tua sedang berada dalam kelemahan, pilihlah untuk memberkati, berdoa, dan mengasihi sehingga seperti anak-anak ibu tadi diatas mereka menjadi anak-anak yang diberkati Tuhan, mereka bertumbuh menjadi keluarga yang tidak kepahitan kepada orang tua tetapi justru menjadi keluarga yang saling mengasihi dan itu itu diwariskan terus kepada anak-anak mereka.

Jadi apa pun yang terjadi pada kehidupan seseorang di sekitar atau orang terdekat anda apalagi apabila hanya melihatnya dari jauh, ambillah sikap yang tepat untuk tidak menghakimi siapa pun tetapi justru lebih baik untuk mendoakan setiap orang siapapun itu agar berkat Tuhan selalu turun atas setiap kita.

3 golongan orang ini sekalipun mereka berada di dekat salib tetapi yang mereka lakukan justru menjauhkan mereka dari kemuliaan Tuhan dan membuat mereka tidak mengalami kuasa dari darah Yesus yang tercurah di atas kayu salib. Ini menjadi pelajaran bagi setiap kita untuk memiliki sikap hati yang tepat dan menahan perkataan yang tidak perlu keluar dari mulut kita yang sebenarnya bukan bagian kita apalagi itu kepada hamba-hamba Tuhan.


Amin, Tuhan Yesus memberkati…


Kamis, 13 Juli 2017

GOLONGAN YANG TIDAK MENGALAMI KEMULIAAN TUHAN (Bagian Pertama)


Ps Joseph Hendrik Gomulya

Ini adalah golongan orang yang seharusnya menerima kemuliaan Tuhan tetapi yang terjadi justru tidak menerima kemuliaan itu, tidak menerima pengorbanan Tuhan di kayu salib. Salah satu contohnya adalah golongan-golongan orang yang mengenal Tuhan hanya sebatas agama tanpa memiliki hubungan yang pribadi atau golongan orang yang hanya mengenal salib tetapi tidak mengenal kuasa dari darah Yesus, atau dengan kata lain mengenal Yesus hanya sampai pada pengorbanannya di kayu salib tetapi tidak pernah mengalami kuasanya. Mereka ada di sekitar salib tetapi pernah mengalami kuasa dari pada salib dan darah Yesus yang tercurah di kayu salib.

GOLONGAN ORANG YANG MENCARI-CARI KESALAHAN ATAU MEMBERIKAN KESAKSIAN PALSU

"Sesudah mereka menangkap Yesus, mereka membawa-Nya menghadap Kayafas, Imam Besar. Di situ telah berkumpul ahli-ahli Taurat dan tua-tua. Dan Petrus mengikuti Dia dari jauh sampai ke halaman Imam Besar, dan setelah masuk ke dalam, ia duduk di antara pengawal-pengawal untuk melihat kesudahan perkara itu.  Imam-imam kepala, malah seluruh Mahkamah Agama mencari kesaksian palsu terhadap Yesus, supaya Ia dapat dihukum mati, tetapi mereka tidak memperolehnya, walaupun tampil banyak saksi dusta. Tetapi akhirnya tampillah dua orang, yang mengatakan: “Orang ini berkata: Aku dapat merubuhkan Bait Allah dan membangunnya kembali dalam tiga hari.” Lalu Imam Besar itu berdiri dan berkata kepada-Nya: “Tidakkah Engkau memberi jawab atas tuduhan-tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?” Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Besar itu kepada-Nya: “Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak.” Jawab Yesus: “Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit.” Maka Imam Besar itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata: “Ia menghujat Allah. Untuk apa kita perlu saksi lagi? Sekarang telah kamu dengar hujat-Nya. Bagaimana pendapat kamu?” Mereka menjawab dan berkata: “Ia harus dihukum mati!”   Lalu mereka meludahi muka-Nya dan meninju-Nya; orang-orang lain memukul Dia, dan berkata: “Cobalah katakan kepada kami, hai Mesias, siapakah yang memukul Engkau?” (Matius 26 : 57‭ - ‬68 TB)

Dalam terjemahan yang lain dikatakan “mereka mencari kesalahan-kesalahan” daripada Yesus. Mereka ini imam-imam besar dan ahli-ahli Taurat yang sebenarnya adalah orang-orang yang mengenal isi dari firman Tuhan dan itu dihapalkan diluar kepala mereka tetapi mereka tidak pernah mau memiliki pengenalan akan Tuhan secara pribadi, sehingga setiap langkah mereka tidak pernah diterangi atau tidak berjalan dalam tuntunan Tuhan, ini yang suatu saat menjadi ciri mencari-cari kesalahan. Mencari-cari kesalahan atau memberikan kesaksian palsu terhadap orang lain atau kepada hamba-hamba Tuhan itu akan membunuh pengenalan orang akan Tuhan  sehingga tiba-tiba berkat Tuhan itu tidak bisa mengalir padahal mereka seharusnya mengalami itu.

Mencari-cari kesalahan atau mempunyai sikap mencemooh orang lain apalagi kepada hamba Tuhan harus dihindari oleh setiap anak-anak Tuhan. Apabila ada saudara atau keluarga anda melakukan kesalahan dan anda hanya mendengarnya dari orang lain akan lebih baik apabila anda mendatanginya sendiri dan langsung menanyakan.

Seringkali kita tidak menyadari bahwa ketika orang mencari-cari kesalahan, itu adalah sifat yang lama yang harus kita tinggalkan dimana seringkali orang di sebuah gereja mungkin karena kurang aktifitas dan ada energy berlebih yang keluar sehingga yang terjadi adalah saling membicarakan satu sama lainnya atau saling menggosip. Kita tidak boleh memberikan kesaksian palsu atau mencari-cari kesalahan orang lain, jadi apabila sesuatu menimpa keluarga atau sahabat kita akan lebih baik apabila kita mendatanginya, berbicara dan menegurnya dengan penuh kasih. Mari menjadi orang-orang yang dewasa agar supaya berkat Tuhan itu tercurah ketika berada dalam pengembalaan atau dalam sebuah komunitas.

Kebiasaan mencari-cari kesalahan orang lain itulah yang membuat orang tidak mengalami kemuliaan tuhan dimana mereka seharusnya yang pertama kali mengalami kuasa pengampunan Tuhan.

"Then the high priest tore his clothing to show his horror and said, “Blasphemy! Why do we need other witnesses? You have all heard his blasphemy." (Matthew 26 : 65 NLT)

Dikatakan “Then the high priest tore his clothing to show his horror” yang berarti imam besar (Kayafas) mengoyakkan pakaiannya dengan penuh kemarahan. Jadi ketika Kayafas imam besar membiarkan dirinya mencari-cari kesalahan, didalamnya sebenarnya ada sebuah kemarahan yang tidak disadari yang terjadi karena tidak ada usaha untuk menanganinya, tidak tersungkur dan mau bertobat. Kemarahan Kayafas adalah kemarahan yang sangat besar dan tidak terkendali karena untuk mengoyakkan jubah imam besar dibagian kerahnya, itu bukanlah sesuatu yang mudah karena jubah seorang imam besar jahitannya itu sangat kuat karena dijahit sampai dua kali.

Jadi mari belajar mengenali, ketika kemarahan tidak terkendali maka yang keluar adalah kepahitan. Terkadang dalam sebuah rumah tangga ketika kelakuan atau perkataan orang tua tidak seperti yang setiap kita anak-anaknya harapkan, jangan pernah mengoyakkan jubah keimaman kita dengan kemarahan dan kekecewaan apalagi sampai menghakimi orang tua tetapi sebaliknya doakan dan kasihi orang tua kita., mengatakan apa yang harus kita katakana karena bagaimana pun mereka tetap adalah otoritas kita.

Kemarahan yang keluar itu tanpa kita sadari kita mengoyakkan jubah keimaman kita dan berkat keluarga itu tidak bisa turun. Ada banyak orang atau anak yang tidak bisa menyelesaikan ini dengan orang tuanya sehingga ketika dirinya berkeluarga, keadaan keluarganya tidak menjadi lebih baik. Tetapi seorang anak yang sekalipun orang tuanya tidak takut akan Tuhan tetapi dihati dan bathinnya tetap mengasihi, mendoakan, menghormati dan memberkati orang tuanya sebagai seorang anak sehingga yang terlihat justru berkat keluarga itu turun atasnya.

Ketika imam besar Kayafas dengan penuh kemarahan mengoyakkan jubahnya, dia tidak mendapatkan apa-apa karena dia menghakimi yang seharusnya bukan bagiannya, imam besar Kayafas tidak mengetahui yang dia hakimi mempunyai jubah Imam Besar. jadi mari miliki pengertian dan mendapatkan kemuliaan Tuhan dengan tidak membiarkan mulut dan hati kita mencemooh, mencari-cari kesaksian yang palsu, dan mencari-cari kesalahan orang lain karena itu seperti mengoyakkan jubah keimaman kita sekalipun kenyataannya memang itu betul karena kita bukan hakimnya dan kita tidak pernah mengetahui sedalam apa rancangan Tuhan karena kita tidak lebih baik. Menurut pandangan orang hari ini kita mungkin lebih baik tetapi kita harus mengetahui bahwa hidup kita masih panjang ke depan dimana tidak seorang pun bisa mereka-reka jalannya, tetapi dengan tidak menghakimi, tidak menilai, tidak memberi kesaksian yang palsu, tidak melebih-lebih sesuatu atau tidak mencari kesalahan orang lain maka anda akan terhindar dari mengoyakkan jubah keimaman anda.

Amen, Tuhan Yesus memberkati....


Selasa, 04 Juli 2017

RUMAH KEDIAMAN-MU

Ps Joseph Hendrik Gomulya

Ini bukan berbicara hanya sebatas gereja tetapi ini lebih kepada pribadi Bapa, tempat dimana hadirat-Nya ada.

"Tuhan , aku cinta pada rumah kediaman-Mu dan pada tempat kemuliaan-Mu bersemayam." (Mazmur 26 : 8 TB)

Ada suatu tempat dimana kemuliaan Tuhan yang unlimited, kuasa-Nya yang tidak terbatas dimana di situ terdapat hikmat, anugerah, nasihat dan kemurahan Tuhan yang tidak terbatas. Tempat dimana orang-orang dididik dan dibentuk oleh Tuhan untuk menjadi besar.

Daud mempunyai istana yang sangat luar biasa tetapi dia berkata lebih mencintai rumah kediaman Bapa. Sewaktu seseorang masuk dan mengalami hal ini maka orang akan mengerti apa yang dikatakan Daud “aku cinta akan rumah kediaman-Mu” dimana ketika Daud berjumpa dengan Tuhan dia berkata tidak ada yang diingininya dan dicintai selain Tuhan apapun itu termasuk pekerjaan dan istananya sendiri dimana Daud pernah mengalami kehilangan istananya tetapi cintanya kepada Tuhan tidak pernah berubah.

Ini bukan perkataan klise dari Daud tetapi betul-betul lahir dari hatinya. Tidak ada tempat yang bisa membuat kita sungguh-sungguh merasa segala sesuatu begitu melimpah, ada kedamaian dan sukacita selain rumah kediaman Tuhan tetapi orang tidak bisa dengan begitu gampang memasukinya karena ini memerlukan sebuah terobosan, kerinduan, tekad dan cinta kepada Tuhan yang bukan hanya sebatas di mulut tetapi benar-benar butuh sebuah pengorbanan yang lahir dari dalam.

Untuk memasuki rumah kediaman Bapa, kita butuh untuk berteriak untuk Tuhan memberi kita cinta apabila kita tidak memiliki cinta kepada Tuhan lagi, memberi kita tekad dan kerinduan karena mungkin hati kita masih lebih kepada yang lain. Kita perlu meminta cinta yang dari Tuhan ketika ada hal yang lain yang membuat cinta kita kepada Tuhan berkurang disanalah kita justru untuk maju lebih kuat.

Mari terus menakar hati kita karena hari mungkin kita bisa berjalan dengan cinta pada Tuhan tetapi hari esok bisa berubah dan menjadi sombong. Tidak ada jaminan bahwa ketika seseorang memulai dari roh, mengakhiri juga dengan roh karena firman Tuhan berkata bahwa ada orang yang memulainya dengan roh tetapi mengakhirinya dengan daging. Oleh karena cinta Daud bisa mengorbankan apa saja, ada banyak hal yang dia singkirkan untuk dapat berdiam di rumah Bapa karena cinta itu tidak bisa di bagi-bagi tetapi ini bukan berarti bahwa ketika mencintai Tuhan anda tidak mencintai istri anda tetapi yang pasti adalah ketika anda mencintai Tuhan dengan benar maka anda pasti akan mencintai isri anda 100% lebih dari orang lain.

"Satu hal telah kuminta kepada Tuhan , itulah yang kuingini: diam di rumah Tuhan seumur hidupku, menyaksikan kemurahan Tuhan dan menikmati bait-Nya." (Mazmur 27 : 4 TB)

Ketika Tuhan menawarkan kepada Daud banyak hal tetapi Daud hanya meminta satu hal. Jadi disini Daud sedang memberi nilai kepada posisi  Tuhan didalam hidupnya dimana Daud mengatakan “satu hal telah kuminta kepada Tuhan”. Bayangkan apabila yang kita minta itu adalah banyak hal tetapi justru melupakan untuk meminta satu hal untuk berdiam di rumah Tuhan seumur hidup kita karena berpikir apabila sudah berdoa itu sudah berdiam rumah Tuhan padahal tidak mengalami perjumpaan dengan Tuhan.

Jadi diam di rumah Tuhan bukan hanya sebatas datang ke gereja tetapi adalah diam di rumah Bapa merasakan hadirat-Nya, mengalami perjumpaan dan mengalami firman-Nya yang membawa kita lebih dalam keintiman. Dalam kehadiran Bapa, didalam rumah kediaman Tuhan ada kemurahan Tuhan dan kita menikmati-Nya.

(Lukas 15 : 11 - 24 TB)

Ini adalah cerita yang mungkin sudah sering kita baca yang menceritakan tentang anak yang hilang (anak sulung dan bungsu) dimana yang kita bahas saat ini adalah tentang anak yang bungsu.

"Yesus berkata lagi: “Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki. Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka." (Lukas 15 : 11 - 12 TB)

Ada sebuah alasan yang tidak masuk akal anak bungsu ini ingin pergi dari rumah Bapa-Nya padahal ada banyak alasan untuk dia tetap tinggal di rumah Bapa-Nya karena di rumah Bapa tersedia segala sesuatu yang dibutuhkan, ada kemurahan, ada damai sejahtera, ada kelimpahan dan ada kehadiran pribadi Bapa yang bisa mengisi seluruh hal yang dibutuhkan setiap orang.

Ada sebuah penelitian bahwa apabila di hidup manusia dipenuhi segala keinginannya tetap akan merasakan kekosongan didalam hatinya yang hanya bisa diisi oleh satu pribadi yaitu Yesus Kristus. Dalam pelayanan yang kita lakukan jangan pernah melupakan persekutuan dengan Tuhan karena kita tidak bisa melayani dengan baik tanpa diisi oleh Tuhan atau mempunyai persekutuan dengan Tuhan.

Tidak ada sesuatu yang bisa dihasilkan dari diri kita kecuali Tuhan sudah mengisinya, seperti seseorang tidak bisa berkotbah di hadapan jemaat tanpa membawa pesan atau isi hati Tuhan untuk dibagikan. Orang bisa bercerita dari kotbah apa saja, tetapi yakinlah bahwa orang-orang tidak akan pernah diisi sesuatu ketika pulang. Mungkin kotbahnya secara garis besar menarik dan kata-katanya bagus tetapi perubahan tidak pernah terjadi karena perubahan terjadi adalah ketika yang membawakan kotbah  membawa pesan Tuhan, apa yang Tuhan inginkan itu yang disampaikannya dan dengan bantuan Roh Kudus orang bisa menangkap apa yang Tuhan inginkan.

Pesan Tuhan yang mengubahkan orang tidak didapatkan dengan mudah tetapi memakai lutut bahkan kita tidak bisa mengubah orang-orang terdekat kita sekalipun. Hanya Tuhan yang sanggup mengubah setiap kita dimana dalam hadirat-Nya adalah tempat yang terindah dimana Tuhan mendidik setiap kita, tempat yang penuh dengan kelimpahan, sukacita dan keamanan.

Ada satu alasan yang membuat anak bungsu ini pergi meninggalkan rumah Bapa-Nya karena dia berpikir bahwa dengan warisan yang menjadi bagiannya dia bisa hidup di luar rumah Bapa-Nya. Anak bungsu dengan semua imajinasinya yang menjadi liar kemudian berpikir bahwa di luar itu lebih baik daripada di rumah Bapa, anak bungsu berpikir bahwa dengan dirinya diberikan warisan maka dia bisa hidup di luar Tuhan, bisa melakukan banyak hal di luar Tuhan dan berpikir bahwa ketika dirinya berada di luar rumah Bapa dia bisa mendapatkan sesuatu serta ada tempat yang lebih indah di luar rumah Bapa.

Anak bungsu ini pergi meninggalkan rumah Bapa-Nya karena dia ingin menentukan nasibnya sendiri dan tidak ingin lagi mendengar nasihat dari Bapa, tidak ingin lagi bergantung kepada Bapa, tidak lagi ingin tinggal bersama Bapa dan memilih untuk hidup mandiri. Tidak ada lagi otoritas diatasnya dan dia bisa mengatur dirinya semaunya sendiri di luar sana. Anak bungsu tidak lagi menghargai apapun yang sebenarnya ada di rumah Bapa, dia tidak melihat itu dan melihat ke arah yang salah. Imajinasi dan pemikirannya menciptakan skenario atau cerita dalam angan-angannya bahwa seakan-akan di luar sana dirinya akan lebih baik dan keberhasilan.

Ini adalah kesombongan yang tiba-tiba muncul dan kesombongan itulah yang membuatnya memilih untuk memisahkan diri dan meminta bagiannya. Seperti dengan Lucifer yang kemudian tiba-tiba menjadi tinggi hati dan membuatnya menjadi jatuh dan anak bungsu ini juga mengalami hal itu, yang tiba-tiba merasa ingin sendiri memisahkan dirinya karena berpikir di luar Bapa-Nya dia bisa berhasil.

Ketika anak bungsu meminta bagian warisannya dimana setiap barang yang dibeli itu mempunyai pedoman atau petunjuk. Anak bungsu ini berpikir bahwa barang itu tanpa pedoman dan bisa mengendalikan barang itu. Sebenarnya barang tidak bisa menjadi bermanfaat kalau tidak mempunyai pedoman, anak bungsu berpikir bahwa warisan bisa saja dimiliki tanpa Bapa atau harus tinggal di rumah Bapa, anak bungsu berpikir bahwa warisan itu bisa dia nikmati diluar rumah Bapa.

Padahal pedoman yang sesungguhnya adalah Bapa sendiri, keintiman dan persekutuan dengan Tuhan. Berkat tanpa ada persekutuan dengan Tuhan, tidak ada kemurahan Tuhan, tidak ada anugerah dan kasih Karunia-Nya maka berkat itu bisa menjadi sebuah masalah. Jadi jangan pernah menginginkan warisan tanpa pernah meminta jaminan untuk Tuhan memberikan kemurahan-Nya seperti ketika Tuhan menguji Musa ketika melihat tanah perjanjian dan Tuhan berkata akan mengirimkan malaikat-malaikat-Nya untuk menyertai Musa dan bangsa Israel memerangi bangsa Amori, orang Yeris dan para raksasa-raksasa, tetapi Musa berkata untuk Tuhan tidak membiarkan mereka berjalan sendiri karena Kanaan bisa menjadi masalah yang besar kalau tanpa Tuhan.

Barang tanpa pedoman menimbulkan masalah. Setiap kita membutuhkan bimbingan dan nasihat dari Tuhan atau seseorang yang lebih dewasa dari kita dalam hal kerohanian dalam hidup setiap kita. Sehingga sangat penting untuk setiap orang mempunyai bapak rohani yang memberikan bimbingan dan nasehat bahkan termasuk gembala sidang sekalipun seperti Ps Benny Hinn yang mempunyai bapak rohani seorang gembala yang jemaatnya hanya 100 0rang dimana ketika dia mengalami masalah dalam pernikahannya dia tidak menemukan jawabannya di luar sana tetapi ketika dia datang kepada gembalanya dan melalui gembalanya Tuhan memyampaikan apa yang harus dilakukannya untuk memulihkan keluarganya.

"Jikalau tidak ada pimpinan, jatuhlah bangsa, tetapi jikalau penasihat banyak, keselamatan ada." (Amsal 11 : 14 TB)

Setiap kita memerlukan penasehat dan pembimbing, ketika semuanya habis anak bungsu ini kemudian mendapatkan satu hal bahwa dia telah terlepas dari sebuah suara yang biasa dia dengar yaitu suara Bapa-Nya. warisan itu baik tetapi tidak pernah kita bisa memegang dan menggunakan itu diluar dari Bapa. Semua berkat dan kelimpahan tidak pernah bisa kita kendalikan dari diri, kehebatan dan kemandirian kita tetapi hanya bisa dilakukan ketika kita berada di dalam Bapa.

Anak bungsu ini kehilangan segalanya ketika warisan bagiannya habis, hidupnya kesepian, tanpa cinta, harus mengais makanan babi, serba berkekurangan dan kehilangan damai sejahtera. Tetapi dititik ini tiba-tiba hatinya mengingat akan rumah Bapa dan kemudian berkata bahwa dirinya ingin pulang kembali ke rumah Bapa ketika anak bungsu ini menyadari bahwa keadaannya lebih buruk dari hamba dari Bapa-Nya yang tinggal di rumah.

Jangan pernah gantikan rumah Bapa dengan apa pun. Semua pelayanan atau apa pun yang kita lakukan akan mempunyai dampak yang luar biasa hanya dengan persekutuan dengan Bapa.

Amen, Tuhan Yesus Memberkati…

 


KARAKTERMU MASA DEPANMU (3)

By: Ev. Mikhael Iin Tjipto Purnomo Wenas

@lannygabriella – 27062017


SIAP SEDIA

MENGUTAMAKAN KEINGINAN ORANG YANG DILAYANI
DIATAS JADWAL DAN PRIORITAS PRIBADI

Lalu datanglah TUHAN, berdiri di sana dan memanggil seperti yang sudah-sudah: "Samuel! Samuel!" Dan Samuel menjawab: "Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar.- 1 Samuel 3:10

Pada saat Tuhan memanggil Samuel dan Samuel bangun dari tempat tidurnya, seketika itu juga ia bangun dan menghampiri Eli, walaupun Eli sebenarnya tidak memanggilnya. Akan lebih mudah untuk Samuel berhenti merespon dan berhenti mendengarkan Suara itu dan memilih  tidur lelap lagi. Namun Samuel menunjukkan kesiap-sediaannya kapanpun Tuhan panggil dia.

Seberapa dari kita yang Tuhan bangunkan jam 3 pagi, lalu kita memilih tidur lagi dibandingkan berkata, Ya Tuhan?  Tunjukanlah sikap siap sedia kapanpun Tuhan panggil dan lakukan.

Seperti halnya jika diutus pergi ke daerah daerah, kalau siap sedia berarti harus siap untuk melakukan semua hal yang dibutuhkan.

Siap untuk :
- Peperangan rohani
- Deklarasi
- Mengerti tentang Patok
- Bicara dengan orang lain
- Lobbying
- Pelepasan
- Dll
Itu yang dinamakan SIAP SEDIA.

Ada orang ketika diajak peperangan rohani, namun tidak tahu peperangan rohani itu seperti apa. Ini namanya tidak siap.

Siap sedia berhubungan dengan masa persiapan, seberapa mau dibentuk, mau belajar, mau mengejar ketinggalan, sehingga siap.

Siapkan dirimu untuk segala hal sehingga ketika kita dipanggil untuk melakukan suatu pekerjaan, Tuhan mendapati kita SIAP SEDIA.
Amin.


Tuhan Yesus memberkati.


KARAKTERMU MASA DEPANMU (2)

By: Ev. Mikhael Iin Tjipto Purnomo Wenas

@lannygabriella – 27062017



PENUH PERHATIAN

MENUNJUKAN PENGHARGAAN TERHADAP SESEORANG
ATAU SUATU TUGAS DENGAN KONSENTRASI PENUH

Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya  Lukas 10:39

Maria memilih duduk dekat kaki Tuhan dan menaruh perhatian kepada perkataan Tuhan, lalu Tuhan berkata, itu merupakan bagian yang terbaik yang tidak akan diambil daripadanya. Tetapi seringkali bukankah kita seperti Martha?

Ketika Tuhan berfirman lewat hamba-Nya, lewat kotbah dan terkadang kita tidak menaruh perhatian terhadap kotbah dan firman tersebut, sebab kita melihat siapa yang menyampaikan firman Tuhan, dan jika yang menyampaikan firman Tuhan tidak kita kenal dan/atau sukai, maka reaksi itu berbeda; akibatnya firman tersebut tidak bisa diterima dengan baik. Kemudian menjadi seperti Martha, memilih sibuk dengan diri sendiri, mengobrol, main hp disaat kotbah sedang berlangsung dan merasa kotbah tersebut membosankan, menjenuhkan dan tidak menyenangkan.

Latih dan paksa diri untuk perhatian, makan dan tangkap firman itu, suka maupun tidak suka. Paksakan untuk bisa menerimanya dengan baik dan benar. Beri perhatian kepada suara-Nya dan firman-Nya, dan marilah menjadi pelaku firman-Nya. Perhatikan dalam segala hal.

So speak up encouraging words to one another. Build up hope so youll all be together in this, no one left out, no one left behind. I know youve already doing this; just keep on doing it.  1Thessalonians 5:11

The Message mengatakan bahwa Jadi katakanlah kata kata yang membangun satu dengan yang lain. Bangunlah pengharapan, sehingga kalian akan bersama-sama, tidak ada yang keluar, tidak ada satupun yang tertinggal. Aku tahu kamu sudah melakukan hal tersebut, dan tetap lakukanlah.

Kadangkala kita sering diumpakan sebagai pelari dan berlomba dalam pertandingan, berlomba secara bersama-sama dan kita dipanggil untuk menguatkan satu dengan yang lain, agar sampai garis akhir.
Ketika kita melihat saudara kita yang lemah, kuatkanlah dan beri semangat mencapai finish strong.
Ketika melihat yang malas, tegur dan itu yang namanya perhatian. Taruh perhatian kepada satu demi satu, sehingga tidak ada satupun dari kita yang tertinggal dan keluar dari pertandingan. Pemuridan tidak dapat dimulai jika satu dengan yang lain tidak punya PERHATIAN.

Untuk menguatkan sesama, ada baiknya kita menguatkan diri kita sendiri dengan cara menaruh perhatian sungguh sungguh terhadap firman Tuhan; makan dan cerna firman dengan baik. Mari belajar beri makan roh kita dengan cara mendengar dan merenungkan firman Tuhan setiap hari.


Amin  Tuhan Yesus memberkati.


Senin, 03 Juli 2017

KARAKTERMU MASA DEPANMU (1)


By: Ev. Mikhael Iin Tjipto Purnomo Wenas

@lannygabriella - 27062017

WASPADA :
1. Waspada di roh
2. Waspada di jiwa
3. Waspada di tubuh

MEMPERHATIKAN YANG TERJADI DI SEKITAR KITA, SEHINGGA DAPAT MENANGGAPI DENGAN BENAR.

Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar. Sebab mereka yang tidur, tidur waktu malam dan mereka yang mabuk, mabuk waktu malam. Tetapi kita, yang adalah orang-orang siang, baiklah kita sadar, berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan.  1 Tesalonika 5:6-8.

Ada begitu banyak tugas dan tanggung jawab yang kita terima dari Tuhan, dari pimpinan ataupun dari orang orang disekitar kita. Kita memiliki begitu banyak pekerjaan yang harus dikerjakan/diselesaikan. Kita harus berjaga-jaga dan tetap waspada.

Kadangkala pekerjaan2 membuat kita letih dan menjadi malas untuk waspada, akibatnya terjadi hal hal yang tidak kita ingini, karena tidak waspada. Oleh sebab itu, tetaplah waspada dan amati  kondisi dan sekeliling kita, yang meliputi seluruh aspek dalam hidup kita, yakni roh, jiwa, tubuh.

1. WASPADA DI ROH

Waspada akan kondisi roh kita. Seperti apa kondisi roh kita, bisa diketahui dengan hal mudah. Contohnya, dengan bahasa roh, jika kondisi roh letih, maka bahasa roh itu hanya bisa dilakukan 1 menit, sedangkan Tuhan meminta 5 menit. Itu tandanya ada keletihan di roh. Begitu pula jika kita mendengar Firman Tuhan sampai masuk kedalam hati, tidak bisa menangkap makna dan mencerna Firman, atau jika kotbah itu tidak bisa berbicara didalam hati, maka sebenarnya yang terjadi di roh adalah kondisi roh sudah mulai melemah.

Check roh (seperti check darah), apakah dengan berbahasa roh 5 menit atau menyembah itu mudah atau susah?
Jika susah, maka roh tersebut sudah menjadi lemah dan harus bertobat.

Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya  1Petrus 5:8

Iblis tidak pernah tertidur untuk membuat setiap manusia jatuh kedalam dosa! Waspadalah dari si jahat. Untuk mengetahui si iblis sedang meniupkan sesuatu, apakah ada yang negatif sedang mendekati? Lewat mimpi, pikiran atau pandangan terhadap sesama. Kenali kehadiran dan waspadai setiap jebakan yang dibuat oleh si jelek/iblis!

2. WASPADA DI JIWA

Jiwa berbicara tentang bagaimana kita bisa mengenali kondisi di jiwa kita. Seringkali jiwa ini bisa terjangkit 4 penyakit jiwa:

- Penyakit emosi sampah (iri hati, mellow, tersinggung, dsbnya)

- Impotent to love and to be love (tidak merasakan kasih dan tidak bisa mengasihi);

- Uncontrol life (Kehidupan yang tidak terkontrol), serta tidak pernah puas dengan apa yang Tuhan sudah berikan. Contohnya: Saul, menjadi raja Israel dan ia tidak waspada akan jiwanya, sehingga ia bisa dirasuk oleh roh jahat yang membuat hati dan pikirannya menjadi gusar dan hampir membunuh Daud.

- Bisa juga dalam kondisi lain, saat ada perasaan tersinggung, karena merasa tidak diperdulikan atau tidak lagi bisa membagikan kasih dan merasakan kasih dari orang orang di lingkungan kita.

Waspada dengan apa yang jiwa dapat rasakan, jangan pernah biarkan ada penyakit emosi yang dapat merasuk dalam jiwa kita, sehingga bisa menghentikan tugas pekerjaan2 besar yang ada didepan kita.

3. WASPADA DI TUBUH

Ini berbicara tentang apa yang dihasilkan oleh kita. Bagaimana kita berjaga-jaga dalam hal yang harus kita kerjakan. Cara berjaga-jaga terhadap apa yang kita kerjakan adalah dengan mengukur seberapa buah yang kita terima dari apa yang telah kita kerjakan.

Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak  1Korintus 9:27

Ayat tersebut diatas berbicara bahwa Paulus dengan sengaja melatih tubuhnya sedemikian rupa, sehingga Paulus bersikap waspada akan hal hal didepannya yang akan terjadi.
Demikian pula dengan kita dan tugas tugas yang Tuhan berikan, baik itu pelayanan, pekerjaan dan tanggung jawab yang sudah Tuhan berikan percayakan dalam hidup kita.

Amin.
Tuhan Yesus memberkati


SABAR DAN PERCAYA PADA WAKTUNYA


Ps Josep Hendrik Gomulya

"Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya. Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi. Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu. Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu? Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu? Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku.” (Matius 13 : 24 – 30 TB)

Keberhasilan seseorang di dalam hidup sangat bergantung bagaimana dirinya mengelola kejutan tak terduga yang memantul kedalamnya. Contohnya menabur, jika ingin mengubah apa yang akan di tuai maka orang tersebut harus mengubah apa yang ditanamnya.

"Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya." (Galatia 6 : 7 TB)

Salah satu tindakan menabur yang buruk bisa menghancurkan seluruh lading. Nafsu yang tidak bisa di control atau di tangani akan menghancurkan seluruh pelayanan. Kehidupan adalah sebuah proses, butuh waktu untuk mendapatkan sebuah pohon dari benih yang kita tanam, kita harus bisa menjadi orang yang sabar.

ILALANG TIDAK BISA DIHINDARI

Ilalang adalah sejenis rumput yang terlihat seperti gandum tetapi bukan gandum yang bisa tumbuh dan menghancurkan apa yang telah ditanam. Ilalang adalah benih buruk yang tumbuh, bisa karena kesalahan kita sendiri atau terkadang itu sengaja dikirim untuk mencegah atau menghancurkan apa yang kita telah tanam dimana biasanya  di level atau tingkatan yang baru iblis selalu mempunyai cara yang baru. Tuhan mengijinkan kesulitan untuk itu menjadi perhatian kita dan untuk memperkuat karakter serta memperluas pandangan.

Kesombongan yang mendorong kita  untuk mencabut ilalang dimana kita berpikir bahwa kita mempunyai kemampuan untuk memperbaiki situasai apa pun. Kesombongan adalah dasar dari semua kesalahan, seperti pepatah yang mengatakan “segenggam kesabaran lebih bernilai dari segantang otak.”

"tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah." (Yesaya 40 :31 TB)

Dalam menghadapi masalah selalu ada kekuatan yang Tuhan berikan untuk kita bisa menahan diri, menjadi sabar. Antara sebuah pertanyaan dan jawabannya ada jedah sehingga yang terkadang kita lakukan hanya menunggu jawaban dari sorga dengan bantuan Roh Kudus, kita menunggu untuk berada dalam ketepatan.

"Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya." (Pengkhotbah 3 : 1 TB)

Mengapa Allah ingin kita menunggu? Allah berusaha membuat kita melihat sesuatu, Dia mencoba menempatkan kita pada suatu tempat. Waktu adalah kunci bagi resolusi kerumitan dalam tuaian kta, jika kita meninggalkan waktu-waktu kita untuk Tuhan maka kita akan menikmati kemenangan di penghujung, percayalah pada waktu-Nya!

Masalah dalam setiap tuaian kita adalah siasat iblis untuk mengalihkan perhatian kita, mengahncurkan dan mengecewakan kita. Masalah selalu mendahului kemenangan tetapi biarlah Tuhan melakukan apa yang Dia ingin lakukan dalam hidup kita dimana ketika semuanya diserahkan kedalam tangan Tuhan maka Tuhan sendiri yang akan menyelesaikan kesulitan atau masalah dalam tuaian kita.

Amin, Tuhan Yesus memberkati…


Sabtu, 01 Juli 2017

PRAY, PRAY, PRAY AND PRAYED AGAIN (PESAN GEMBALA)

Ps Joseph Hendrik Gomulya

Doa itu sangat penting dan harus menjadi GAYA HIDUP setiap orang percaya.

“Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka." (Wahyu 3 : 7 TB)  

Tuhan telah memberikan kunci Daud kepada setiap kita orang percaya untuk membuka apa yang selama ini tertutup. Mari menghidupi dan mengenal akan otoritas kuasa yang Tuhan sudah berikan ketika kita memperkatakan sesuatu dari firman-Nya sehingga hal yang sudah tertutup bisa kita buka kembali. Jadi ketika doa sudah menjadi GAYA HIDUP kita maka kita akan mengalami kuasa dari perkataan kita.

Dikatakan sewaktu kita menutup maka pintu itu akan tertutup, ini berarti bahwa kuasa perkataan bukan hanya terjadi saat kita membukanya tetapi juga ketika kita ingin menutup sesuatu. Seringkali tanpa kita sadari ketika kita menginginkan segala sesuatu terbuka, keluar perkataan-perkataan negatif diucapkan dari mulut kita sehingga menutupnya kembali. Jadi ketika sedang berbicara perhatikan setiap perkataan kita dalam kehidupan kita sehari-hari baik itu ketika sedang berada di rumah, di kantor atau di tempat usaha dimana kita sudah berdoa memperkatakan dan mendeklarasikan setiap firman-Nya terjadi atas hidup kita tetapi karena perkataan-perkataan negatif yang tanpa sengaja kita menutup apa yang telah dibuka dan menutup apa yang selama ini Tuhan ingin buka dalam hidup kita.

Mari meminta untuk Tuhan memberikan kita hikmat dan karakter untuk bisa menghidupi apa yang kita perkatakan dan deklarasikan karena disitu ada kuasa Tuhan bekerja.

"Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku." (Wahyu 3 : 8 TB)  

Tuhan berkata “lihatlah Aku telah membuka pintu bagimu." Jadi sewaktu kita berdoa, lihatlah terlebih dahulu karena Tuhan bisa memberi kita penglihatan atau sesuatu yang bisa kita lihat dan apa yang bisa kita lihat ketika itu diperkatakan dan dideklarasikan dengan iman maka pintu itu telah terbuka buat kita. Oleh karena pintu itu telah terbuka jangan lagi menjadi bimbang dan ragu, jangan pernah menganggap remeh dan curiga kepada Tuhan karena penglihatan yang Tuhan berikan itu adalah tanda bahwa Tuhan telah membukanya bagian kita hanya percaya, perkatakan dan deklarasikan itu.

“Aku tahu kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.”

Seringkali setiap kita merasa bahwa kita tidak mempunyai kepandaian atau keahlian sehingga kita tidak pernah diperhitungkan oleh orang-orang yang ada disekitar kita tetapi firman-Nya berkata sekalipun kita tidak pandai dan mempunyai keahlian sehingga tidak pernah diperhitungkan orang tetapi apabila kita selalu taat menuruti dan tidak pernah menyangkal setiap firman-Nya maka Tuhan akan mengangkat dan memberi kepercayaan karena ada kuasa dalam setiap doa yang kita perkatakan dan deklarasikan.

"Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru." (Wahyu 3 : 12 TB) 

Tuhan akan menulis nama setiap kita seperti Dia menulis nama Abraham, Ishak dan Yakub dibelakang Nama-Nya ketika Dia menyebut diri-Nya Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub. Ini waktunya untuk Tuhan mengangkat dan memberkati hidup setiap kita anak-anak-Nya, menjadi sokoguru atau panutan dimana pun setiap kita berada.




Amin, Tuhan Yesus memberkati…

 


MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama)

  MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama) Sabtu, 04 Februari 2023 Ps Joseph Hendrik Gomulya           Sejak awal manusia diciptakan Allah ...