Selasa, 31 Agustus 2021

MENCINTAI DAN MENGASIHI TUHAN (ANGGUR YANG BARU)

 

MENCINTAI DAN MENGASIHI TUHAN

(ANGGUR YANG BARU)




Oleh : Ps. Joseph Hendrik Gomulya, M.Th

 



          Merealisasikan kasih dengan benar dalam kehidupan sehari-hari merupakan tanggung jawab setiap orang kristen karena kasih adalah inti dari kekristenan, sebagai orang percaya tugas utama kita adalah mengasihi dan menebar kasih Kristus. Seperti Tuhan Yesus yang mengajarkan murid-murid-Nya untuk saling mengasihi, yang juga belaku bagi setiap kita, keteladanan Kristus dalam hal kasih menjadi standar utama setiap kita orang percaya.

 

          Tuhan sangat mengasihi (Agape) manusia sehingga Dia memberikan anak-Nya, kasih Agape ini adalah kasih yang murni dari Allah (kasih yang sempurna) tanpa syarat, tanpa pamrih, konsisten dan rela berkorban, yang kita peroleh dari ketaatan akan firman Tuhan dan dipenuhi oleh Roh Kudus. Sebagai orang percaya kita harus belajar mengasihi dan menebar kasih agape dalam keluarga, yang mendatangkan keharmonisan, kerukunan, dan sebagai bukti ketaatan kepada perintah Tuhan Yesus. Mengasihi dengan benar harus dimulai dari keluarga.

 

Bergeraklah dengan cinta dan kasih agape itu, maka engkau akan dilingkupi oleh anugerah. Cinta dan kasih itu tidak menuntut, tetapi cinta itu adalah untuk memberi. Semakin banyak cinta dan kasih yang engkau beri maka semakin banyak engkau menerima cinta dan kasih itu, semakin banyak engkau mencintai dan mengasihi  maka semakin banyak engkau menerima pewahyuan dari Tuhan sehingga cinta dan kasihnya kepada Tuhanpun semakin banyak.

Tuhan punya banyak cara untuk mendidik kita dan kita mau masuk dalam didikan-Nya karena cinta dan kasih untuk melakukan apapun untuk Tuhan.
jandi sangat perlu untuk selalu membangun keintiman atau hubungan kita dengan Tuhan,  mengetahui dan mengerti selalu apa yang menjadi kerinduan Tuhan sehingga kita tidak menyakiti hati Tuhan.

 

Ketika kita mencintai Tuhan dan terus melakukan apa yang Tuhan mau, mengenal detak jantung-Nya, mengenal apa yang menjadi kerinduannya dan melakukan apapun yang Tuhan perintahkan sampai kemudian Tuhan
Tuhan jatuh cinta kepadamu sehinnga ketika Tuhan memilihmu maka tidak ada orang satupun yang dapat melarang. Ketika Tuhan jatuh cinta, Dia akan memanggil kita maju kedepan, walaupun seringkali orang melupakan kita atau tidak di anggap orang tetapi Tuhan akan memanggil kita maju ke depan.
Perkataan orang yang hatinya telah jatuh cinta kepada Tuhan itu berbeda dan dia tidak akan pernah menjadi penakut. Anggur yang baru itu harus ada wujudnya, cinta kepada Tuhan itu harus ada wujudnya.

 

(Lukas 5:37-39 TB) Demikian juga tidak seorang pun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu akan mengoyakkan kantong itu dan anggur itu akan terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula. Dan tidak seorang pun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru, sebab ia akan berkata: Anggur yang tua itu baik."

 

Tidak seorang pun mengisi anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang lama (bukan kantong kulit yang tua artinya kantong kulit yang sudah kehilangan elastisitasnya / tidak terawat sehingga orang tidak lagi mengisi anggur baru di dalamnya). Kantong kulit yang baru adalah kantong yang masih punya minyak yang bisa mengikuti pergerakan ketika anggur yang baru itu masuk dan tidak menjadi pecah/ Kantong kulit itu perlu di perhatikan.

Sesuai tema kita “Anggur Yang Baru” yaitu Wadah anggur yang baru di curahkan dan itu seperti pola pikir / mindset kita harus di ubah dan tidak menjadi kantong kulit yang lama / pola pikir, pengertian, cara masih yang lama, sehingga wadah yang baru / kantong kulit kita diperbaharui sehingga anggur yang masuk selalu baru di hidup kita. Kita harus selalu elastis sehingga kantong itu tidak mudah pecah ketika menerima anggur yang baru.

 

Sikap hati kita yang salah bisa membuat anggur yang baru itu terlambat masuk ke kantong/wadah kita jadi bersihkanlah wadahmu sehingga engkau dapat mengisi dengan anggur yang baru dimana sesuatu ilahi dari Tuhan yang mungkin belum pernah terjadi, belum pernah engkau alami itu akan terjadi dalam hidupmu. Bagaimana cara membersihkan kantong/wadahmu? Tidak ada kata lain adalah pertobatan, minta ampun kepada Tuhan*.

 

Bisakah anggur yang baru di masukkan ke kantong kulit yang lama? Tidak Mungkin karena akan merusakkan wadah yang lama itu. Proses dalam kita menyiapkan kantong kulit yang baru, adalah dengan membuang yang lama, sehingga Pewahyuan Tuhan  yang datang akan berkembang dalam hidupmu.

 

Ketika hidupmu elastis, engkau mengijinkan hidupmu dikosongkan oleh Tuhan. Tangkaplah visi dari Tuhan, apa yang Tuhan mau, lakukan sehingga dari yang kosong (nol) di tambahkan Nilai 1 didepan nol itu menjadi 10,  itulah Kirbat / wadah/kantong yang baru ketika engkau dapat menangkap visi itu dari Tuhan.

 

Kantong kulit yang baru selalu punya minyak yang baru, minyak itu akan semakin banyak waktu engkau selalu menjaga hubunganmu dengan Tuhan. jagalah agar minyak dalam wadah itu selalu mengalir dan tersedia karena engkau membangun hubungan yang intim dengan Tuhan, engkau menjaga pengurapan yang Tuhan berikan yang akan semakin Tuhan perbesar karena minyakmu yang terus mengalir.

 

Belajar dari hal-hal kecil sampai kemudian Tuhan memberikanmu hal yang besar. Jaga selalu kualitas hubunganmu dengan Tuhan, jadikan selalu Tuhan sebagai yang terutama atau sebagai pusat dari kehidupanmu. Rohmu harus terus menyala-nyala, terus upgrade dan perbesar kapasitas mu, pastikan kantong kulitmu di perbaharui, di ubah dengan membuang semua pengertianmu yang lama. Jangan hidup untuk tujuan uang, tapi hiduplah untuk memiliki visi Tuhan, memiliki Cinta/Kasih yang terus semakin ditambah kepada Tuhan. Ketaatanmu kepada Tuhan akan membuatmu semakin cinta kepada Tuhan.

 

 

Amen, Tuhan Yesus Memberkati

BELAJARLAH DENGAN HATI

 

BELAJARLAH DENGAN HATI



Oleh : Ps. Joseph Hendrik Gomulya, M.Th

 


          Dalam perjalanan kehidupannya setiap manusia pasti mempunyai keinginan. Manusia juga mempunyai kehendak bebas dalam memilih apa yang ingin dilakukannya. Dengan demikian, kita harus belajar mengendalikan hati kita. Bagaimanapun, tidak semua keinginan itu baik. Belajarlah untuk mengendalikan keinginan, bukan dikendalikan oleh keinginan dari pikiran kita yang terbatas.

(1 Samuel 16:7 TB) Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."

 

          Manusia adalah makhluk visual yang sangat memerhatikan penampilan, semakin menarik seseorang ataupun suatu benda, maka orang pun akan semakin menyukainya. Sehingga tidak salah kebanyakan orang yang rela menghabiskan waktu dan biaya hanya untuk memoles penampilan agar membuat orang lain terkesan. Tetapi dihadapan Tuhan penampilan seseorang tidak berarti apa-apa.

 

          Penampilan luar itu mudah menipu. Tampilan luar seseorang itu tidak mengungkapkan jati diri seseorang. Rupa jasmani tidak menunjukkan nilai, karakter, integritas atau kesetiaan seseorang pada Allah, ciri-ciri luar itu sifatnya sangat dangkal. Tetapi Allah melihat hati, makna hati dalam Alkitab berkaitan dengan moralitas dan kehidupan rohani manusia.

 

          Kesalahan inilah yang juga dilakukan oleh Samuel saat Tuhan mengutusnya ke rumah Isai untuk mengurapi salah satu dari anaknya menjadi raja atas bangsa Israel menggantikan Saul. Samuel terpukau dan terkesan dengan penampilan dan perawakan ke tujuh anak-anak Isai yang gagah dan besar apalagi mereka juga adalah pasukan dari raja Saul. Namun ternyata bukan mereka yang Tuhan pilih, tetapi justru Daud anak yang paling bungsu, yang justru oleh ayahnya sendiri tidak dianggap atau diperhitungkan untuk menjadi raja yang pekerjaannya sehari-hari hanya menjaga  2 atau 3 ekor kambing domba, inilah yang Tuhan pilih.

 

          Jadi ini mengingatkan kepada setiap kita bahwa Tuhan memiliki standar yang berbeda dengan manusia. Manusia mungkin hanya bisa melihat secara kasatmata, tetapi Tuhan melihat sampai ke hati kita yang paling dalam, bukan rupa penampilan kita, bukan pula jabatan, kekayaan, keahlian maupun kepandaian yang Tuhan pandang. Yang Tuhan lihat adalah hati manusia yang selalu terpaut kepada-Nya, setia melakukan perkara apapun yang dipercayakan kepadanya, yang melakukan segala sesuatunya seperti untuk Tuhan. Tuhan lebih peduli pada kualitas hati dan karakter yang kita miliki. Jadi sangat penting untuk lebih memperhatikan pembentukan karakter kita agar menjadi pribadi yang berkenan di hadapan Tuhan.

 

(Amsal 4:1-4 Tb) Dengarkanlah, hai anak-anak, didikan seorang ayah, dan perhatikanlah supaya engkau beroleh pengertian,  karena aku memberikan ilmu yang baik kepadamu; janganlah meninggalkan petunjukku. Karena ketika aku masih tinggal di rumah ayahku sebagai anak, lemah dan sebagai anak tunggal bagi ibuku,  aku diajari ayahku, katanya kepadaku: "Biarlah hatimu memegang perkataanku; berpeganglah pada petunjuk-petunjukku, maka engkau akan hidup.

 

Dalam mempelajari hal-hal yang rohani itu kita memerlukan Roh Pengertian agar supaya membuat kita menjadi orang yang mengerti apa yang ingin Tuhan sampaikan. Ilmu yang baik berasal dari Tuhan bukan dari manusia karena semua yang baik lahirnya dari Allah. Nasehat yang diberikan Daud kepada Salomo: “Biarlah hatimu memegang perkataanku”, didalam terjemahan lain dikatakan: “Belajarlah dengan hati”. Ada banyak orang belajar dengan PIKIRANnya tetapi Tuhan mau kita belajar dengan HATI.

 

Ilmu yang baik adalah Ilmu Raja-raja, Ilmu yang memungkinkan seseorang diberi kepercayaan yang besar oleh Tuhan-Nya

Mengapa di sebut Ilmu Raja-raja ?

 

1)    Tuhan Mengubah Hati Saul sebelum ia menjadi Raja.

(1 Samuel 10:6 TB) Maka Roh TUHAN akan berkuasa atasmu; engkau akan kepenuhan bersama-sama dengan mereka dan berubah menjadi manusia lain.

 

Sewaktu kita belajar dari hati, yang harus nampak adalah perubahan di hati/ sikap kita, dan orang lain bisa melihat buah dari perubahan itu.

Alamilah perubahan dari hari ke hari didalam hati kita dan milikilah pengertian dan kedewasaan kita akan berubah, seturut dengan Tuhan bahkan secara alami kita akan berubah.

(1 Samuel 10:9 TB) Sedang ia berpaling untuk pergi meninggalkan Samuel, maka Allah mengubah hatinya menjadi lain. Dan segala tanda-tanda yang tersebut itu terjadi pada hari itu juga.

 

Tuhan memilih Daud menjadi Raja karena Tuhan melihat hatinya.

 

(Kisah Para Rasul 13:22 TB) Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.

 

Daud didapati berkenan di hati Tuhan sekalipun sebagai manusia Daud jauh dari kesempurnaan. Ia melakukan perzinahan dan pembunuhan. Namun di dalam Daud, Allah melihat seorang pria yang beriman setia dan dalam, yang hatinya sepenuhnya berkomitmen pada Tuhan, Allah melihat seseorang yang akan mengandalkan kekuatan dan bimbingan Tuhan, Allah melihat seseorang yang dapat menyadari dosa dan kegagalannya dan bertobat serta meminta pengampunan, Allah melihat dalam Daud seorang pria yang mencintai Tuhannya; seorang yang menyembah Tuhannya dengan segenap jiwanya ; seorang pria yang telah mengalami pengampunan dan pentahiran dari Allah dan yang memahami dalamnya kasih Allah bagi dirinya, Allah melihat seorang pria yang memiliki hubungan pribadi yang tulus dengan Pencipta-Nya. Ketika Allah mempelajari hati Daud, Ia melihat seorang pria yang hatinya tak jauh dari hati Allah.

 

Orang yang berkenan di hati Tuhan adalah orang yang mau lakukan apapun juga yang Tuhan kehendaki. Jadi apapun yang kita lakukan, hati kita harus tertuju terlebih dulu kepada Tuhan, jadi apapun yang kita hadapi karena kita melakukan dari hati maka kita tidak akan kecewa, apabila hatimu benar-benar tertuju kepada Tuhan maka engkau tidak akan kecewa kepada Tuhan.

 

2)    Tuhan melihat Hati.

(1 Samuel 16:7 TB) Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."

 

Daud adalah pilihan Allah yang walaupun sebagai manusia tidak sempurna namun setia, seorang yang hatinya berkenan pada Allah. 

 

(Mazmur 34:8 TB) Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!

 

Prinsip Firman Tuhan adalah, kecaplah lebih dahulu atau alamilah lebih dahulu, begitu engkau sudah mengalami, baru engkau bisa melihat hasilnya.

Mujizat bisa terjadi atasmu, engkau bisa sembuh dari penyakit /covid, engkau bisa alami banyak tantangan namun apabila engkau hanya sekedar sembuh tanpa mengalami sendiri mujizat itu benar-benar bekerja atasmu, engkau tidak mengalami Tuhan sendiri maka engkau hanya sekedar mendapatkan kesembuhan, tetapi ketika engkau mengalami Tuhan sendiri, engkau mengecap itu maka engkau bisa dapatkan mujizat dari Tuhan dan merasakan sendiri betapa baiknya Tuhan.

 

Jadi Mari alami Tuhan baik dalam keadaan baik maupun tidak baik, agar lahir kesaksian, agar engkau bisa merasakan betapa baiknya Tuhan atasmu. Hari-hari ini orang mengalami ketakutan kepada covid, padahal dengan ketakutan Iman dan imun kita justru semakin turun karena masuk dalam ketakutan.Takutlah akan Tuhan, berikanlah hatimu kepada Tuhan sebab Tuhan melihat hatimu.

 

3)    Jagalah hatimu

(Amsal 4:23 TB) Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

 

Kata Terpancar secara hurufiah adalah Geographical Boundaries / Perbatasan secara geografis atau perbatasan secara fisik.

Hati kita menentukan sebesar apa nanti influence / pengaruh kita dan otoritas yang Tuhan berikan dan jatah yang Ia berikan tergantung dari Sikap Hati kita. Maka Alkitab berkata : Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena jika hati mulai bengkok maka kita tidak menyadari hati kita sudah melenceng dari rencana Tuhan dan ketika hati kita tidak lurus maka seringkali kita bergerak sangat tidak terduga.

 

Jagalah hatimu dengan kewaspadaan, Karena dari situ terpancar kehidupan , KEHIDUPAN TUHAN didalam kita akan melebar sejauh atau seluas apa , Geographical boundaries/Perbatasan secara geografis ditentukan oleh SIKAP HATI kita.

 

Mengapa engkau harus menjaga hatimu, karena segala sesuatu itu terpancar dari hati. Sebab dari hatimu akan mengalir aliran-aliran air hidup. Perlu untuk selalu membersihkan hatimu, jangan sampai ada sampah dan kepahitan didalam hatimu. Orang yang bijaksana akan membuang itu semua dan memilih untuk mengampuni/mengasihi. Jangan pernah membawa kekecewaan itu masuk ke dalam hatimu, jangan kecewa pada persepsi mu yang mungkin salah. Jagalah hatimu, jangan biarkan sampah-sampah itu masuk ke hatimu, mengucap syukurlah selalu dalam segala hal yang engkau alami.

 

Hatimu menentukan seberapa besar pengaruh / influence terhadap sikapmu, pengaruh yang ingin engkau berikan bergantung dari hatimu, seberapa jauh jangkauan dan efekmu ingin memberi berkat kepada orang lain itu tergantung dari hatimu.

 

Kalau kita mau di DIDIK Tuhan tidak ada cara lain selain MENJAGA HATI kita dan MENGIZINKAN ROH KUDUS berulang-ulang, terus menerus MENGKOREKSI/MELURUSKAN hati kita supaya hati kita didapati BERKENAN dihadapan Tuhan.

 


Amen, Tuhan Yesus Memberkati

MENGIKUTI KEINGINAN ROH

 

MENGIKUTI KEINGINAN ROH



Mamasa, 30 Juni 2021

Ps Joseph Hendrik Gomulya, M.Th



(Galatia 5:17 TB) Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging — karena keduanya bertentangan — sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.

 

1. Kesukaan kita saat menerima panggilan sebagai hamba Tuhan/gembala adalah mengasihi dan memberi kesempatan kepada ada orang-orang jemaat yang terpanggil untuk mau melayani Tuhan.
Jangan pernah menuntut balasan, tetapi lakukan dan berikan yang terbaik baik mereka jemaat, sebab semua itu bukan untuk kita / manusia tetapi kita melakukannya semua untuk Tuhan.

1)    Bergerak dalam tuntunan Roh.

Tuhan tidak pernah menyerah dalam mendidik kita, maka kita pun jangan pernah menyerah dalam mendidik orang lain. Saat engkau mau di pakai Tuhan bergeraklah dalam Roh, karena Roh bukan keinginan daging. Jangan sekali-kali memilih keinginan daging kita, sebab itu bertentangan dengan keinginan Tuhan.

Sebagai jemaat, Konsekuensi memiliki seorang bapa gembala, maka kita sebagai anaknya/jemaat harus belajar memiliki penundukan, demikian juga halnya bapa/gembala kepada anaknya/jemaat juga harus menjadi fathering menjadi bapa yang mengasihi dan menuntun anak-anaknya, mengajari dan meneruskan hal-hal yang rohani kepada anaknya/jemaat.

 

Gereja kita Sinar Holy Glory itu harus punya kemuliaan dan wibawa supaya pemerintah bisa mendengar suara dari gereja, bukan gereja yang di kontrol oleh pemerintah. Ukurlah setiap kali kita akan melangkah bahwa kita adalah hamba Tuhan, kita bertanggung jawab atas setiap keputusan yang diberi oleh Tuhan, begitu engkau menerima itu jangan pernah meninggalkannya dan tidak bertanggung jawab, jangan hanya mau menerima kemuliaan saja tetapi harus bertanggung jawab untuk mencapai kemuliaan dari Tuhan itu.

 

Berhentilah bermain dalam kedagingan, tetapi mari senangkan hati Tuhan, senangkan roh Kudus dengan bermain dan bergerak dalam Roh, gaya hidup kita harus berbeda supaya menjadi berkat bagi orang lain di sekitar kita.

Jadilah seperti Daud yang mendapat 3 kali Pengurapan dari Tuhan atas hidupnya walaupun ia di kejar oleh saul.

Hidup kita harus memberi ruang yang  besar, seorang hamba Tuhan harus memiliki hati yang besar, sehingga orang bisa merasa tenang ketika orang/jemaat datang kepadanya, jadi sebagai hamba Tuhan kita juga harus selalu mengupgrade diri. Orang hebat lahir dari pemimpin yang hebat, dia akan menjadi  hebat bila engkau bisa memimpin dia dengan baik, jadi upgrade kepemimpinananmu dan perbesar wadahmu.

2)    Mengerti level mereka, jangan menarik orang masuk dan mengerti ke level kita.

 

Hargai domba/jemaat yang Tuhan percayakan, masuk, pelajari, pahami dan kenalilah karakter mereka satu persatu. Seperti Yesus yang bergaul dengan murid-murid Nya, mendengarkan dan memberikan ruang untuk membangun hubungan dengan murid-murid Nya.

 

Sayangi dan kasihi jemaatmu anak-anakmu, maklumi setiap kekurangan mereka, beri mereka kesempatan untuk melayani. Tuhan mau agar setiap kita berkualitas, turun kebawah untuk mengasihi mereka, gedung gereja bukanlah yang terpenting, tetapi jiwa-jiwa/ jemaat jauh lebih penting.

Roh itu penurut tapi daging lemah, ketika tidak mengikuti keinginan roh maka kedagingan itu kuat, jadi yang harus kita lakukan adalah lebih mengikuti keinginan roh.

 

Amen, Tuhan Yesus Memberkati

AKSES ILAHI

 

AKSES ILAHI



Oleh : Ps. Joseph Hendrik Gomulya, M.Th

 


          Setiap kita tentu mengerti dengan apa yang dimaksud dengan akses, itu seperti pipa saluran air atau aliran sungai. Akses bukanlah sumber, itu hanya merupakan media atau alat yang dipakai untuk menjadi sarana agar benda cair atau padat dapat lewat dari satu tempat menuju tempat lain. Demikian halnya kita memahami akses ilahi, ada orang-orang di dunia ini yang Tuhan tempatkan untuk memberi akses kepada orang lain; akses pada kekayaan/berkat, pada kuasa, pada sumber daya, dsb. Dia telah menunjuk seseorang untuk menjadi aksesmu, dan engkau tidak mungkin mendapatkan akses itu kecuali melalui orang tersebut.


          Ketika engkau berdoa dan kemudian Tuhan memberkatimu melalui seseorang dan itu menjadi jawaban doamu, itu berarti engkau memiliki akses Ilahi melalui seseorang yang Tuhan pakai untuk memberimu jawaban atas masalahmu, itulah akses Ilahi yang Tuhan pakai melalui orang tersebut untuk menolongmu.

 

(Ester 4:14b TB) "Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu."

 

          Firman Tuhan berkata siapa tau mungkin saat ini engkau beroleh kedudukan. Ketika engkau tidak mau di pakai untuk orang lain, Tuhan tetap punya orang lain yang bisa dan mau untuk di pakai-Nya. Dari Kisah ester ini kita bisa belajar bagaimana dia mau brdiri, berdoa, dia mau ambil bagian, dia mau bertanggung jawab atas kepercayaan yang Tuhan berikan.

         

          Selalu responi dengan benar dan perkatakanlah hal-hal yang positif, atas kepercayaan yang Tuhan berikan atasmu, firman Tuhan berkata apa yang kita katakan itu di beri kuasa, sebab orang yang memberkati bangsanya maka berkat atas bangsa itu juga akan turun atasnya. Apapun yang kita kejar, jangkauan kita bukan hanya kota Makassar, Indonesia harus masuk dalam jangkauanmu. Asal engkau mau menjadi akses Tuhan sekecil apapun, begitu engkau mau, maka berkatmu bukan yang biasa-biasa saja, tetapi berkat yang Tuhan berikan adalah yang terbaik.

 

          Value itu penting, apa yang di kerjakan bukan hal yang biasa tetapi besar, kita harus menanamkan nilai-nilai itu, value itu. Perbesar kapasitasmu untuk hal itu.

Bagaimana Tuhan memilih engkau untuk mendapatkan akses Ilahi itu?

1. Ada orang-orang di dunia ini yang Tuhan tempatkan untuk memberi akses kepada org lain.

2. Kita harus lihat siapa yang Tuhan pakai untuk memberi akses itu.

 

(1 Raja-raja 17:9-16 TB) "Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan." Sesudah itu ia bersiap, lalu pergi ke Sarfat. Setelah ia sampai ke pintu gerbang kota itu, tampaklah di sana seorang janda sedang mengumpulkan kayu api. Ia berseru kepada perempuan itu, katanya: "Cobalah ambil bagiku sedikit air dalam kendi, supaya aku minum." Ketika perempuan itu pergi mengambilnya, ia berseru lagi: "Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti." Perempuan itu menjawab: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikit pun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati." Tetapi Elia berkata kepadanya: "Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu. Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itu pun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi." Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya. Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia.

 

          Bagi janda tersebut, Elia adalah aksesnya untuk menuju ke level selanjutnya. Janda itu sangat miskin terhina, dan jika ia ingin keluar dari kemelaratannya, hal itu hanya bisa terjadi melalui koneksinya dengan Elia. Melalui Elia, dia berada dalam pembalikan keadaan dan beralih dari kemiskinan kepada kemakmuran,  Tak hanya itu, ketika anaknya jatuh sakit dan meninggal, dia menerima suatu mujizat; anak laki-laki tersebut dibangkitkan dari kematian oleh nabi Elia.

 

          Seringkali akses yang Tuhan berikan, atau cara  yang Tuhan pakai itu di luar dari logika berpikir kita, seringkali kita mengalami hal yang sepertinya itu sulit buat kita, sulit untuk menaikkan doa-doa kita, tetapi bukalah mata rohani kita sebab Tuhan akan memakai seseorang untuk mengangkatmu, untuk memulihkanmu, dan untuk keluar dari Masalah kita.

 

          Terkadang kita berpikir bahwa akses Ilahi yang Tuhan pilih itu datangnya mungkin melalui hamba Tuhan yang besar mungkin orang yang besar, tetapi cara Tuhan itu selalu dengan cara yang tepat, bukan hanya memakai orang yang besar tetapi waktu Tuhan selalu tepat, tetapi seringkali juga Tuhan memakai orang-orang sederhana, jangan abaikan itu, perhatikan akses Ilahi dari Tuhan, sebab cara Tuhan itu selalu berbeda untuk bisa memberkati kita.

 

(Hosea 12: 14 TB) Israel dituntun oleh TUHAN keluar dari Mesir dengan perantaraan seorang nabi, ya, ia dijaga oleh seorang nabi.

         

          Musa menjadi akses Ilahi bagi bangsa Israel yang membawa mereka keluar dari Mesir dan lepas dari perbudakan ketika Musa menerima panggilan yang Tuhan berikan atasnya.

 

          Yesus adalah akses kita kepada hadirat Bapa sehingga Dia berkata "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yohanes 14:6 TB)

 

(Ibrani 13:17 TB) Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.

 

Ada beberapa tanggung jawab ketika engkau di beri akses dari Tuhan :

 

1)    Milikilah kepekaan ketika engkau menjadi akses dari Tuhan.

2)    Bertanggung jawablah untuk akses yang Tuhan berikan.

3)    Kenalilah dan bangunlah hubungan yang baik dengan akses yang Tuhan berikan atasmu


Orang yang menerima akses Ilahi itu tidak akan berkeluh kesah kepada Tuhan, dia akan selalu menyenangkan hatu Tuhan, dan melakukan semua dengan senang hati untuk Tuhan maka akses Ilahi itu akan menerima berkat dari Tuhan.

 

Akses Ilahi dalam hidupmu adalah orang yang terdekat darimu, pemimpinmu, orang tuamu, rekan dalam pelayananmu dan melalui gembalamu. Terkadang cara Tuhan menguji hatimu, apakah engkau sungguh-sungguh bisa menerima akses ilahi yang Tuhan beri kepadamu atau tidak, adalah apabila engkau melakukannya dengan gembira dan sukarela.

 

(Kejadian 12:2 TB) Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.

 

          Jangan pernah menolak akses yang Tuhan kirimkan tetapi biarlah mata rohanimu terbuka,  biarlah dirimu juga menjadi akses bagi orang lain. Akses ilahi akan selalu membimbingmu, selalu memberimu kesempatan, mencintaimu sepenuh hati, tidak memiliki kepentingan apapun tetapi dia selalu menopangmu, Jadi akses ilahi itu penting dalam hidup kita.

 

 

Amen, Tuhan Yesus Memberkati

IMAN (KEINGINAN) YANG KUAT UNTUK BERUBAH

 

IMAN (KEINGINAN) YANG KUAT UNTUK BERUBAH



Oleh : Ps. Joseph Hendrik Gomulya, M.Th

 


          Setiap orang pasti pernah mengalami masa kesusahan masing-masing dalam hidupnya. Bobot dari berat atau ringannya setiap kesusahan tersebut ditentukan dari cara kita memandang terhadap kesusahan tersebut. Jika kita memandang kesusahan tersebut sangat berat, maka kesusahan tersebut akan terasa sangat berat. Tetapi jika kita merasa bahwa kesusahan tersebut biasa saja, maka kesusahan tersebut tidak akan terasa berat dan tidak mempengaruhi hidup kita.

 

           Mari memahami setiap kesusahan yang kita hadapi, karena Allah kita adalah Allah yang setia yang tidak pernah membiarkan kita menghadapi pencobaan melampaui batas kemampuan kita, Dia sangat mengetahui batas kapasitas dari setiap kita sehingga saat kesusahan datang menerpa kehidupan kita maka Dia juga yang akan memberikan jalan keluar bagi kita. Jadi sangat perlu untuk menyadari bahwa setiap kesusahan pasti ada akhirnya asal kita mau tetap percaya kepada Tuhan dan memiliki keinginan (Iman yang kuat) bahwa kita bisa terlepas dari kesusahan tersebut dengan tetap berusaha hidup benar serta terus mengerjakan bagian yang harus kita kerjakan.

 

 

          Keinginan positif untuk berubah atau lepas dari kesusahan dan kita melakukannya didalam tuntunan Tuhan maka apa yang terjadi maka yang terjadi adalah sebuah terobosan dan mujizat yang kuat. Ini sesuatu yang sangat penting karena terkadang apabila keinginan itu tidak kuat maka terobosan dan mujizat itu tidak terjadi, tetapi apabila kita memiliki keinginan yang kuat (dalam arti positif dan dalam tuntunan Tuhan) maka keinginan kuat itu bisa terjadi.

 

          Tuhan sangat menghargai setiap orang yang memiliki keinginan yang kuat, salah satu contohnya dalam Alkitab adalah seorang wanita yang sakit yang mengalami pendarahan selama 12 tahun dan oleh keinginannya yang kuat maka Tuhan sembuhkan.

 

(Markus 5:25-29 TB) Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan. Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk. Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya. Sebab katanya: ”Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya.

 

Keinginan yang kuat dan kualitas iman dari wanita inilah yang membuatnya bisa disembuhkan, dia percaya bahwa hanya Tuhan Yesuslah yang sanggup menyembuhkannya.

 "Apa dan bagaimana supaya iman kita menjadi kuat seperti wanita yang disembuhkan setelah 12 tahun mengalami pendarahan?"

 

1)    Memiliki keinginan/iman yang kuat.

Wanita yang smengalami 12 tahun sakit pendarahan adalah seorang rakyat biasa yang tidak pernah belajar hal-hal rohani,  dia mendengar tentang Yesus dari orang banyak.

Perempuan itu sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya. Sebab katanya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."

 

Iman timbul dari pendengaran akan Firman Tuhan. Jadi mari memastikan bahwa setiap Firman Tuhan yang masuk dalam hati kita bertumbuh dan menjadi iman. Akan tetapi kekuatan iman hanya bisa terlihat pada saat ada ujian dan permasalahan yang bertolak belakang dengan harapan hati kita.  Iman itu tidak terikat dengan siapa kita atau apapun profesi dan kedudukan kita. Wanita ini telah mengajarkan kita agar memiliki iman yang kuat karena kita tidak pernah mengetahui seperti apa pergumulan yang datang dalam hidup kita.

Terkadang ketika pergumulan datang, kita sangat siap dalam menghadapinya karena iman kita tidak tergoncangkan. Namun terkadang juga walaupun itu hanya sebuah masalah yang kecil, tetapi kita bisa menjadi lemah dan kecewa dengan Tuhan, memutuskan untuk berhenti berdoa, bahkan tidak mau melayani Tuhan lagi.  Kita harus menguatkan iman karena ketika masalah datang, Tuhan ingin memastikan bahwa kita kuat dan tetap setia kepada Tuhan. Salah satu ciri orang yang punya iman yang kuat adalah apapun masalah yang datang dalam hidupnya, ia akan selalu datang kepada Tuhan.

 

Mari belajar dari karakter wanita ini yang pantang menyerah, 12 tahun dia mengalami pendarahan berarti selama 12 tahun dia menjalani kehidupan yang tidak mudah karena orang-orang pasti akan menjauhinya karena dirinya dianggap najis tetapi dia pantang menyerah untuk terus mendapatkan kesembuhan dengan berobat kesan kemari sampai dikatakan seluruh hartanya habis untuk mendapatkan kesembuhan padahal dia belum mengenal Yesus. Keinginan yang kuat inilah yang menjadi sarana dan jalan baginya untuk mengenal Yesus sekalipun hanya mendengar dari kata orang tetapi itu justru membangkitkan imannya untuk datang mendekat dan menjamah jubah Yesus.

 

2)    Miliki hati yang kuat dan percaya bahwa kekuatan kita bukan dari diri kita tetapi dari Tuhan.

          Wanita yang sakit pendarahan, ia menerobos kerumunan orang banyak sampai ia benar-benar berada di belakang Tuhan Yesus untuk menjamah ujung jubah-Nya. Kualitas iman dari wanita ini yang menyakini bahwa hanya Tuhanlah yang akan sanggup menolongnya tanpa pernah memandang siapapun itu. Karena yang Tuhan lihat bukanlah siapa kita, bukanlah seruan kita, tetapi yang Tuhan lihat ada kekuatan iman dalam setiap seruan doa kita. Sewaktu kita berlutut dihadapan Tuhan dan meminta pembelaan Tuhan atas setiap pergumulan kita, pastikan hati Tuhan bergetar karena kita memintanya dengan iman.

 

          Dari sekian banyak orang yang berkerumun meminta pertolongan Tuhan, hanya wanita ini yang sanggup menggetarkan hati Tuhan. Mungkin hal yang sama terjadi dalam dunia ini, banyak orang yang berseru minta pembelaan dan pertolongan Tuhan, tetapi pastikanlah bahwa seruan kita adalah seruan yang berbeda, yaitu seruan yang mengandung kuasa iman.

 

3)    Keinginan yang kuat melahirkan iman yang kuat.

(Markus 5:28 TB) Sebab katanya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."

Jangan pernah menyerah, setiap kita harus memiliki keinginan yang kuat untuk Tuhan sebab sangat banyak orang diluar sana  yang membutuhkan Tuhan. Tuhan akan memakai hidup kita untuk membawa mujizat bagi orang yang membutuhkan. Terutama di masa pandemik seperti ini saat ada begitu banyak orang yang teriak minta tolong, ada begitu banyak orang punya keinginan untuk disembuhkan, diselamatkan bahkan keluar dari masalah mereka, untuk itu izinkan mereka mengenal Yesus melalui kita, karena setiap kita semua adalah penghubung, penyalur, dan wadah dari Tuhan yang bekerja untuk menyelamatkan mereka.

 

4)    Mujizat itu bekerja disaat orang berkata itu tidak mungkin tetapi bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.


(Markus 5:29 TB) Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya.


Inilah waktunya kita mendoakan orang-orang yang belum mengenal Yesus. Mari menjadi orang yang punya keinginan yang kuat, harus lebih kreatif dan selalu ingin mencoba hal-hal yang baru, memiliki keinginan untuk maju. Bukan hanya memberi ikan tetapi memberi kail kepada orang-orang.

Mari memiliki keinginan yang kuat untuk terus maju sampai kita menyelesaikan destiny dengan tuntas, Miliki keinginan untuk terus melayani Tuhan.

 

 

Amen, Tuhan Yesus Memberkati.

MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama)

  MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama) Sabtu, 04 Februari 2023 Ps Joseph Hendrik Gomulya           Sejak awal manusia diciptakan Allah ...