Jumat, 25 Februari 2022

Abundance Of Rain Vol. 03 ( KESULITAN TIDAK AKAN BERTAHAN SELAMANYA )

 

 

 

Abundance Of Rain

 

KESULITAN TIDAK AKAN BERTAHAN SELAMANYA

 

Ps DR Joseph Hendrik Gomulya, M.Th

 

 




(1 Raja-raja 18:41 TB)

Kemudian berkatalah Elia kepada Ahab: ”Pergilah, makanlah dan minumlah, sebab bunyi derau hujan sudah kedengaran.”

 

          Kurang lebih tiga setengah tahun bangsa Israel mengalami kekeringan dan kesulitan bahkan di tengah kekeringan dan kesulitan itu hati mereka berpaling daripada Tuhan, mereka terlibat dalam praktek perdukunan dan penyembahan berhala. Puji Tuhan mereka masih memiliki seorang nabi yang mau berdiri bagi umat-Nya yaitu nabi Elia. Jadi inilah pentingnya bahwa setiap kita mau berdiri bagi bangsa, kota, gereja dan keluarga kita karena lawatan Tuhan akan terjadi saat ada orang yang mau berdiri, saat ada orang yang mau percaya kepada Tuhan.

 

          Saat itu Elia berbicara kepada Ahab bahwa derau bunyi hujan sudah kedengaran, yang dalam terjemahan King James di tuliskan “Abundance Of Rain” kelimpahan hujan/hujan kelimpahan dimana hujan berbicara tentang pekerjaan Roh Kudus, juga berbicara tentang hujan kelimpahan yang akan datang dalam setiap hidup kita. Apabila hujan akan datang berarti kekeringan segera berakhir atau sudah berakhir. Kekeringan dan kegagalan daklam hidup kita sudah berakhir karena Tuhan sudah menggantikannya dengan kelimpahan.

 

KESULITAN TIDAK AKAN BERTAHAN UNTUK SELAMANYA

 

          Saat kita sedang menanti-nantikan jawaban dari Tuhan atas doa-doa kita dari permasalahan-permasalahan yang sedang kita alami, terkadang dari mulut kita keluar pertanyaan “Tuhan kapan persoalan/permasalahan ini bisa berakhir, bisa segera berakhir, kapan Tuhan akan menolong?” padahal sebenarnya kesulitan, persoalan/permasalahan itu selalu bisa datang tetapi kita harus percaya bahwa semua itu tidak akan bertahan lama dan tahun ini semua itu akan diangkat Tuhan dari hidup setiap kita.

 

(Markus 5:25-34 TB)

25 Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan. 26 Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk. 27 Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya. 28 Sebab katanya: ”Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” 29 Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya. 30 Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: ”Siapa yang menjamah jubah-Ku?” 31 Murid-murid-Nya menjawab: ”Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?” 32 Lalu Ia memandang sekeliling-Nya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu. 33 Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya, tampil dan tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya. 34 Maka kata-Nya kepada perempuan itu: ”Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!”

 

          Ini berbicara tentang seorang wanita yang sudah 12 tahun mengalami sakit pendarahan, dia telah berobat dimana-mana tetapi tidak ada seorang tabib pun yang mampu mengobatinya, seluruh hartanya telah habis untuk mendapatkan kesembuhan itu. Keadaannya semakin hari bukannya semakin membaik tetapi justru semakin memburuk. Penderitaan yang di alami oleh wanita ini terkadang membuat orang putus pengharapan tetapi kabar baiknya adalah firman Tuhan berkata ketika hujan datang penderitaan itu tidak akan bertahan selamanya karena ada Tuhan yang akan pegang kendali atas hidup kita.

 

          Dalam penderitaan/kesulitannya tersebut wanita ini telah mendengar berita-berita tentang Yesus. Jadi poin pentingnya adalah saat kesulitan/penderitaan datang, penuhilah hidup kita dengan berita tentang Yesus, penuhi hidup kita dengan membaca dan merenungkan firman-Nya setiap hari karena apa yang kita baca dan dengarkan maka itu yang akan kita ucapkan, kita percayai dan hidupi. Jadi saat kesulitan/persoalan/penderitaan yang kita hadapi semakin banyak maka yang harus kita lakukan semakin banyak membaca dan merenungkan firman-Nya, semakin banyak kotbah-kotbah yang kita dengarkan/makan atau dengan kata lain kita semakin mendekatkan diri lebih lagi kepada Tuhan. Jangan saat berada dalam kesulitan justru yang kita lihat dan dengarkan sampah-sampah; gosip, berita-berita yang tidak baik dan tidak pantas karena itu akan mematikan iman kita. Justru apabila kita aktif di media sosial isilah itu dengan berita-berita tentang Yesus, mari memberi value kerajaan sorga melalui teknologi yang ada saat ini.

 

          Apa yang membuat kuasa itu keluar dari tubuh Yesus? Padahal yang di jamah wanita ini hanya ujung jumbai jubah-Nya (Tallit) karena itu juga digunakan oleh pemuka-pemuka agama Yahudi lainnya. Iman dari wanita inilah yang membuat kuasa itu keluar bahwa asal kujamah saja unung jumbai jubah-Nya aku akan sembuh. Saat kita sungguh-sungguh mencari Tuhan seperti wanita yang sakit pendarahan ini maka kesulitan tidak akan bertahan selamanya, saat kita mencari Tuhan maka itu seperti kita sedang mengukir maa depan kita. Carilah Tuhan dengan kesadaran bahwa kita membutuhkan Tuhan dan sewaktu kita mendekatkan diri, sewaktu kita mengimani setiap perkataan dari mendengarkan firman Tuhan “Ya, kesulitan tidak akan bertahan selamanya dalam hidupku”  maka kuasa yang tidak bisa kita lihat secara kasat mata itu akan kita rasakan mengalir dan kita akan mengalami mujizat terjadi atas hidup, keluarga dan ekonomi kita yang mengalir dari iman kita.

 

(1 Korintus 10:13 TB)

Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

 

          Kesulitan tidak akan bertahan selamanya juga berarti Tuhan menciptakan jalan keluar dari masalah yang kita hadapi. Pencobaan-pencobaan Tuhan izinkan karena Tuhan sudah menyediakan jalan keluar supaya kita memperoleh kemenangan dan kesaksian dalam hidup kita. Jadi saat menghadapi pencobaan/masalah/kesulitan besar datang perkatakanlah bahwa “PASTI ADA JALAN KELUAR”.  Tuhan sudah memberi janji-Nya akan menolong kita karena kesulitan tidak akan bertahan untuk selamanya.

 

MENEMUKAN JALAN KELUAR

 

          Kita akan menemukan jalan keluar sewaktu kita menemukan Yesus, apakah itu berarti bahwa kita akan beribadah lebih banyak?

 

(Yohanes 14:6 TB)

Kata Yesus kepadanya: ”Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

 

          Yesus adalah jalan keluar, jalan keselamatan buat setiap kita, temukanlah Yesus maka kita akan menemukan jalan. Temukanlah rhema dari setiap firman-Nya maka kita akan menemukan jalan dari setiap pencobaan, karena sering kali dalam pencobaan Tuhan menunda jawaban atas setiap doa-doa kita bukan karena Dia tidak mengasihi kita tetapi Dia menunda jawaban agar supaya kita menemukan Dia dan belajar dari kesalahan. Berkat yang terbesar bukanlah jawaban tetapi menemukan Yesus, menemukan makna rohani dari proses pencobaan yang kita alami karena sangat banyak orang yang hanya menginginkan mujizat-Nya tetapi tidak menemukan makna rohaninya sehingga jatuh lagi di lubang yang sama.

 

(Keluaran 14:1-28 TB)

1 Berfirmanlah Tuhan kepada Musa, demikian: 2 ”Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka balik kembali dan berkemah di depan Pi-Hahirot, antara Migdol dan laut; tepat di depan Baal-Zefon berkemahlah kamu, di tepi laut. 3 Maka Firaun akan berkata tentang orang Israel: Mereka telah sesat di negeri ini, padang gurun telah mengurung mereka. 4 Aku akan mengeraskan hati Firaun, sehingga ia mengejar mereka. Dan terhadap Firaun dan seluruh pasukannya Aku akan menyatakan kemuliaan-Ku, sehingga orang Mesir mengetahui, bahwa Akulah Tuhan.” Lalu mereka berbuat demikian.

5 Ketika diberitahukan kepada raja Mesir, bahwa bangsa itu telah lari, maka berubahlah hati Firaun dan pegawai-pegawainya terhadap bangsa itu, dan berkatalah mereka: ”Apakah yang telah kita perbuat ini, bahwa kita membiarkan orang Israel pergi dari perbudakan kita?” 6 Kemudian ia memasang keretanya dan membawa rakyatnya serta. 7 Ia membawa enam ratus kereta yang terpilih, ya, segala kereta Mesir, masing-masing lengkap dengan perwiranya. 8Demikianlah Tuhan mengeraskan hati Firaun, raja Mesir itu, sehingga ia mengejar orang Israel. Tetapi orang Israel berjalan terus dipimpin oleh tangan yang dinaikkan. 9 Adapun orang Mesir, segala kuda dan kereta Firaun, orang-orang berkuda dan pasukannya, mengejar mereka dan mencapai mereka pada waktu mereka berkemah di tepi laut, dekat Pi-Hahirot di depan Baal-Zefon. 10 Ketika Firaun telah dekat, orang Israel menoleh, maka tampaklah orang Mesir bergerak menyusul mereka. Lalu sangat ketakutanlah orang Israel dan mereka berseru-seru kepada Tuhan, 11 dan mereka berkata kepada Musa: ”Apakah karena tidak ada kuburan di Mesir, maka engkau membawa kami untuk mati di padang gurun ini? Apakah yang kauperbuat ini terhadap kami dengan membawa kami keluar dari Mesir? 12 Bukankah ini telah kami katakan kepadamu di Mesir: Janganlah mengganggu kami dan biarlah kami bekerja pada orang Mesir. Sebab lebih baik bagi kami untuk bekerja pada orang Mesir dari pada mati di padang gurun ini.” 13 Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu: ”Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari Tuhan, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya. 14 Tuhan akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.” 15 Berfirmanlah Tuhan kepada Musa: ”Mengapakah engkau berseru-seru demikian kepada-Ku? Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat. 16 Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering. 17 Tetapi sungguh Aku akan mengeraskan hati orang Mesir, sehingga mereka menyusul orang Israel, dan terhadap Firaun dan seluruh pasukannya, keretanya dan orangnya yang berkuda, Aku akan menyatakan kemuliaan-Ku. 18 Maka orang Mesir akan mengetahui, bahwa Akulah Tuhan, apabila Aku memperlihatkan kemuliaan-Ku terhadap Firaun, keretanya dan orangnya yang berkuda.” 19 Kemudian bergeraklah Malaikat Allah, yang tadinya berjalan di depan tentara Israel, lalu berjalan di belakang mereka; dan tiang awan itu bergerak dari depan mereka, lalu berdiri di belakang mereka. 20 Demikianlah tiang itu berdiri di antara tentara orang Mesir dan tentara orang Israel; dan oleh karena awan itu menimbulkan kegelapan, maka malam itu lewat, sehingga yang satu tidak dapat mendekati yang lain, semalam-malaman itu. 21 Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu Tuhan menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu. 22 Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka.

23 Orang Mesir mengejar dan menyusul mereka – segala kuda Firaun, keretanya dan orangnya yang berkuda – sampai ke tengah-tengah laut. 24 Dan pada waktu jaga pagi, Tuhan yang di dalam tiang api dan awan itu memandang kepada tentara orang Mesir, lalu dikacaukan-Nya tentara orang Mesir itu. 25 Ia membuat roda keretanya berjalan miring dan maju dengan berat, sehingga orang Mesir berkata: ”Marilah kita lari meninggalkan orang Israel, sebab Tuhanlah yang berperang untuk mereka melawan Mesir.” 26 Berfirmanlah Tuhan kepada Musa: ”Ulurkanlah tanganmu ke atas laut, supaya air berbalik meliputi orang Mesir, meliputi kereta mereka dan orang mereka yang berkuda.” 27 Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, maka menjelang pagi berbaliklah air laut ke tempatnya, sedang orang Mesir lari menuju air itu; demikianlah Tuhan mencampakkan orang Mesir ke tengah-tengah laut. 28 Berbaliklah segala air itu, lalu menutupi kereta dan orang berkuda dari seluruh pasukan Firaun, yang telah menyusul orang Israel itu ke laut; seorang pun tidak ada yang tinggal dari mereka.

 

          Tuhan selalu mempunyai cara sewaktu seakan-akan kita tidak menemukan jalan lagi agar supaya kita menemukan jalan-Nya. Selalu ada jalan keluar pada saat tidaka ada jalan karena Yesus adalah jalan keluar di hidup setiap kita. Terkadang kita harus rela untuk menghadapi sepertinya tidak ada jalan agar jalan terbaik yang akan kita lewati. Contoh lainnya adalah pria lumpuh selama 38 tahun yang menunggu untuk disembuhkan di tepo kolam Bethesda.

 

(Yohanes 5:2-9 TB)

2 Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya 3 dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu. 4 Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apa pun juga penyakitnya. 5 Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit. 6 Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: ”Maukah engkau sembuh?” 7 Jawab orang sakit itu kepada-Nya: ”Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku.” 8 Kata Yesus kepadanya: ”Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.” 9 Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan.

 

38 tahun pria ini mengalami kelumpuhan, selama itu pula dirinya menantikan untuk disembuhkan tetapi sayangnya tidak ada seorang pun yang membantunya untuk masuk ke kolam bethesda itu ketika airnya sedang bergolak. Waktu 38 tahun itu bukan waktu yang tidak sedikit, tetapi Yesus mengetahui keadaan orang itu. Jadi apa pun yang kita sedang hadapi tepat ketika iman kita percaya bahwa Yesus mengetahui keadaan kita maka saat itu kita memperoleh pengharapan.

 

          Alasan mengapa orang bisa mengalami hopeless atau putus asa adalah karena dia merasa bergumul sendiri. Jadi jangan pernah bergumul sendiri tetapi andalkanlah Tuhan karena Dia mengetahui keadaanmu. Apabila kita mengerti bahwa Tuhan mengetahui keadaan kita maka kita akan mempunyai pengharapan bahwa Tuhan pasti menolong. Maukah engkau sembuh? Maukah engkau dipulihkan? Maukah tuhan menolongmu? Saat pria itu disembuhkan oleh Tuhan bukan melalui kolam Bethesda tetapi oleh Tuhan sendiri dimana Tuhan berkata “angkatlah tilammu dan berjalanlah” sekalipun itu adalah hari Sabat dimana di hari itu kesembuhan  tidak seharusnya terjadi karena itu adalah hari orang beristirahat tetapi Tuhan adalah Tuhan di atas semau hari, Tuhan bisa membuat mujizat kapan pun asalkan kita percaya.

 

Kisah lainnya adalah orang yang terlahir dengan segala kekurangannya, pria 40 tahun yang terlahir lumpuh.

 

(Kisah Para Rasul 4:22 TB)

Sebab orang yang disembuhkan oleh mujizat itu sudah lebih dari empat puluh tahun umurnya.

 

(Kisah Para Rasul 3:1-11 TB)

Pada suatu hari menjelang waktu sembahyang, yaitu pukul tiga petang, naiklah Petrus dan Yohanes ke Bait Allah. Di situ ada seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahirnya sehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah, yang bernama Gerbang Indah, untuk meminta sedekah kepada orang yang masuk ke dalam Bait Allah. Ketika orang itu melihat, bahwa Petrus dan Yohanes hendak masuk ke Bait Allah, ia meminta sedekah. Mereka menatap dia dan Petrus berkata: ”Lihatlah kepada kami.” Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka. Tetapi Petrus berkata: ”Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!” Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu. Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian ke mari dan mengikuti mereka ke dalam Bait Allah, berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah. Seluruh rakyat itu melihat dia berjalan sambil memuji Allah, lalu mereka mengenal dia sebagai orang yang biasanya duduk meminta sedekah di Gerbang Indah Bait Allah, sehingga mereka takjub dan tercengang tentang apa yang telah terjadi padanya. Karena orang itu tetap mengikuti Petrus dan Yohanes, maka seluruh orang banyak yang sangat keheranan itu datang mengerumuni mereka di serambi yang disebut Serambi Salomo.



Tuhan sanggup untuk menyembuhkan, persoalan/kesulitan/pencobaan itu Tuhan izinkan karena Tuhan mempunyai tujuan dibalik itu semua. Contohnya adalah seorang penginjil Australia yang lahir di Amerika bernama Nick Vujicic yang terlahir tanpa mempunyai kedua tangan dan kakinya, tetapi puji Tuhan dia memiliki orang tua yang hebat yang berkata bahwa ada rencana Tuhan dibalik itu semua dan percaya bahwa anak mereka suatu saat anak mereka akan Tuhan pakai sehingga dari kecil mereka mengajarkan Nick value-value dari setiap firman Tuhan sehingga hari ini Nick menjadi motivator keliling dunia memberkati banyak orang dan menjadi orang yang berhasil bahkan dia sudah menikah (Kanae Miyahara) dan Tuhan mengarunia mereka dengan empat orang anak yang terlahir sempurna, tetapi yang paling penting adalah Nick Vujicic menemukan tujuan hidupnya yaitu bagaimana hidupnya berguna dan memberkati orang lain.

 

 

Amen, Tuhan Yesus Memberkati

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Kamis, 24 Februari 2022

Abundance Of Rain Vol. 02 ( SEPAKAT MENDATANGKAN KELIMPAHAN HUJAN )

 

Abundance Of Rain

( Sepakat mendatangkan kelimpahan hujan ) 

  

 

Ps DR Joseph Hendrik Gomulya, M.Th 

 





Sepakat adalah hal yang sangat penting, ketika dua orang atau lebih atau bahkan sebuah keluarga bersepakat maka Tuhan akan memerintahkan berkat-nya. Bersepakat adalah saat saudara meletakkan semua kehendak, keinginan, egomu dan mau sepakat dengan apa yang tuhan inginkan sekalipun itu kelihatannya terlihat mustahil. Kebanyakan orang menginterpretasikan salah pengertian dari kata sepakat atau bersepakat ini, bahwa sepakat itu adalah ketika pemikiran dan pandangan kita dengan orang lain itu sama atau sejalan dan kemudian ketika kita memiliki pemikiran dan pandangan yang berbeda maka kita tidak lagi sepakat, ini adalah hal yang keliru. 

  

Kata sepakat ini juga seperti saat saudara memilih pasangan hidup, seorang laki-laki yang akan memilih seorang perempuan yang akan menjadi penolongnya dalam memimpin sebuah keluarga atau seorang perempuan yang akan memilih seorang laki-laki yang akan menjadi pemimpin dalam keluarga. Maka jangan pernah memilih pasangan hidup hanya melihat dari penampilan luarnya saja apakah itu hanya karena dia kelihatan tampan atau cantik atau karena melihat dari kekayaannya walaupun orang yang sudah bisa hidup mapan itu bagus tetapi itu bukan kriteria utama, tetapi pilihlah pasangan hidup yang benar-benar bisa mendengar suara Tuhan, pasangan hidup yang cinta Tuhan yang hatinya selalu mau taat kepada-Nya. 

 

Bagaimana dengan perempuan (istri-istri)? Apakah Tuhan tidak bisa berbicara kepada sang penolong? Tuhan juga bisa berbicara kepada perempuan (istri-istri) dan apabila saudara ingin suamimu mendengarkan perkataanmu, jangan mengucapkan sesuatu keluar dari mulutmu tanpa mendengarkan dari Tuhan karena salah satu kelemahan dari seorang perempuan adalah emosi dan perasaannya yang kadang ikut didalamnya. Tetapi apabila saudara bisa menahan diri dimana disini saudara harus benar-benar berdoa dan memastikan itu dari Tuhan baru kemudian itu disampaikan kepada suami saudara tentang pesan tuhan yang harus anda sampaikan kepadanya maka percayalah bahwa suamimu akan mempertimbangkan itu dan justru suamimu akan semakin menghargai dan mencintai saudara. Jadi ijinkanlah semua keputusan berada di tangan suamimu karena ketika saudara sepakat maka Tuhan akan mempunyai jalan bagaimana dia membawa situasi itu sampai kepada tujuan-nya. Mungkin diawal suami saudara belum bisa menangkap tujuan Tuhan tetapi mungkin bisa besok atau dikemudian hari baru dia bisa menangkap itu. 

 

Oleh sebab itu dibutuhkan seorang penolong yang benar-benar juga mendengar dari Tuhan tetapi bukan berarti ketika saudara mendengar dari Tuhan maka saudara bisa semena-mena kepada suamimu atau membuat keputusan sendiri. Apapun itu keputusan tetap harus dikembalikan kepada suami saudara sebagai otoritasmu. Sehebat apa pun saudara sebagai seorang istri/perempuan, saudara mesti tahu diri bahwa segala keputusan berada di tangan suamimu dan saudara mentaati keputusan yang dibuatnya karena ketaatan mendatangkan berkat yang melimpah. 

 

Bagaimana kelimpahan hujan itu turun dalam hidup kita? 

 

(1 Raja-raja 18:41-46 TB) 

41Kemudian berkatalah Elia kepada Ahab: ”Pergilah, makanlah dan minumlah, sebab bunyi derau hujan sudah kedengaran.” 42 Lalu Ahab pergi untuk makan dan minum. Tetapi Elia naik ke puncak gunung Karmel, lalu ia membungkuk ke tanah, dengan mukanya di antara kedua lututnya. 43 Setelah itu ia berkata kepada bujangnya: ”Naiklah ke atas, lihatlah ke arah laut.” Bujang itu naik ke atas, ia melihat dan berkata: ”Tidak ada apa-apa.” Kata Elia: ”Pergilah sekali lagi.” Demikianlah sampai tujuh kali. 44 Pada ketujuh kalinya berkatalah bujang itu: ”Wah, awan kecil sebesar telapak tangan timbul dari laut.” Lalu kata Elia: ”Pergilah, katakan kepada Ahab: Pasang keretamu dan turunlah, jangan sampai engkau terhalang oleh hujan.” 45 Maka dalam sekejap mata langit menjadi kelam oleh awan badai, lalu turunlah hujan yang lebat. Ahab naik kereta lalu pergi ke Yizreel. 46 Tetapi kuasa Tuhan berlaku atas Elia. Ia mengikat pinggangnya dan berlari mendahului Ahab sampai ke jalan yang menuju Yizreel. 

 

Dalam seri kotbah sebelumnya (Vol.1) sudah dibahas bahwa mendengar suara Tuhan itu sangat penting dan setelah mendengar apa yang harus kita lakukan sehingga kelimpahan hujan itu benar-benar nyata bisa turun? Hujan ini bentuknya bisa banyak hal dalam hidup kita karena itu berbicara tentang berkat dan juga berkat-berkat rohani. 

 

  1. BERDOA. 

 

42 Lalu Ahab pergi untuk makan dan minum. Tetapi Elia naik ke puncak gunung Karmel, lalu ia membungkuk ke tanah, dengan mukanya di antara kedua lututnya. 

 

Kita sudah sering kali mendengar tentang berdoa dan sejak kita kecil kita dianjurkan untuk melakukannya. Saat ini mungkin saudara sebagai pelayan Tuhan, yang menjadi wadah untuk Tuhan isi dan salurkan kepada orang lain karena hujan itu berbicara tentang hujan lawatan atau hidup yang bisa dipakai oleh Tuhan untuk memuliakan nama-Nya tetapi seseorang tidak akan mungkin bisa mengalami kuasa, api dan pengurapan dari Tuhan kalau dia tidak pernah berdoa. Banyak orang yang beralasan tidak mempunyai waktu untuk berdoa karena kesibukan di pekerjaan atau bisnis. Padahal untuk mendapatkan terobosan dalam pekerjaan dan bisnis kita perlu berdoa meminta hikmat dari Tuhan.  

 

Kebanyakan orang saat ini hanya menginginkan yang instant tanpa menyadari bahwa sesuatu yang dihasilkan secara instant itu maka instant juga keberadaannya atau gampang sekali untuk hilang karena orang menjadi kurang menghargainya. Oleh sebab itu dibutuhkan untuk berdoa, supaya ketika itu berhasil saudara tidak menepuk dada (menyombongkan diri) seakan-akan itu dari perbuatan/kekuatanmu. Ada banyak orang yang awalnya hidupnya dipakai dan diberkati oleh Tuhan kemudian terhilang bahkan ada beberapa contohnya dalam Alkitab seperti Saul, Simson, dan Yudas. Kenapa bisa seperti itu? Karena tidak mempunyai keintiman dengan Tuhan. Jadi mulailah meluangkan waktumu dari berdoa selama satu jam, saat saudara semakin sibuk dalam pekerjaan/bisnis tetapi saudara selalu memberikan waktumu untuk intim dengan Tuhan , saudara memprioritaskan untuk berdoa maka semakin bernilai dan berkualitas Tuhan dimata saudara karena saudara menyadari bahwa tanpa tuntunan-Nya saudara tidak bisa berbuat apa-apa. 

 

Saat saudara berdoa, berdoalah dengan sungguh-sungguh dan jangan terburu-buru untuk melakukan tindakan. Apabila kita membaca ayat di atas “Lalu Ahab pergi untuk makan dan minum. Tetapi Elia naik ke puncak gunung Karmel, lalu ia membungkuk ke tanah, dengan mukanya di antara kedua lututnya. Setelah itu ia berkata kepada bujangnya: ”Naiklah ke atas, lihatlah ke arah laut.” Mungkin kita berpikir bahwa Elia hanya sebentar saja berlutut dan berdoa kemudian langsung menyuruh bujangnya. Kata lalu di sini bukan berarti bahwa Elia hanya berlutut dan berdoa sebentar kemudian menyuruh bujangnya tetapi sebenarnya Elia sudah mendapatkan sesuatu . Jadi bergerak dalam ketepatan itu penting, saat saudara bekerja bergerak dalam ketepatan itu penting dan tidak mungkin saudara bergerak melakukan itu tanpa saudara bertanya kepada Tuhan. Jadi tanamkan dalam diri setiap kita untuk selalu berdoa sungguh-sungguh dan menjadikan itu sebagai suatu kesukaan dalam hidup kita karena hal yang paling terindah dari kekristenan adalah keintiman dengan Tuhan. Bandingkanlah dengan orang yang hanya melalukan ibadahnya hanya sebagai rutinitas agamawi, hidup orang yang menjalaninya akan kering karena hidup kekristenannya hanya begitu-begitu saja. Apabila saudara memiliki keintiman, dekat dan bergaul dengan Tuhan maka saudara merasa tidak membutuhkan apa pun juga karena saudara merasa bahwa Tuhan lebih dari cukup bagi diri saudara. 

 

lalu ia membungkuk ke tanah, dengan mukanya di antara kedua lututnya. 

 

Ini adalah penyerahan sungguh-sungguh sepenuhnya kepada Tuhan. Setelah Elia mengimani dan mendengar suara bahwa ada bunyi derau hujan, dia tidak terburu-buru dan yang dia lakukan adalah berdoa. Apabila saudara sudah mendengar Tuhan berbicara, yang harus saudara lakukan adalah meminta untuk Tuhan menuntun saudara melangkah dalam ketepatan. Dibutuhkan pengendalian diri ketika saudara berdoa, tunggulah moment dari Tuhan seperti ketika Elia berdoa, dia juga sedang berdoa untuk apa yang Tuhan ingin kerjakan dan Tuhan selalu memilih orang yang mau sepakat, seperti melalui bujang dari elia yang selalu mau sepakat dengan Elia. 

 

  1. SEPAKAT. 

 

Sepakat menjadi poin yang sangat penting karena Elia sebenarnya bisa pergi sendiri melihat setapak awan itu. Jangan cuma mencari orang yang hebat pemikirannya dan pandai berbicara tetapi carilah orang yang selalu bisa dan mau sepakat dengan Tuhan, yang tadi hanyalah poin tambahan. Karena pekerjaan tidak akan bisa menghasilkan apa pun kalau tidak ada kesepakatan, karena iblis akan punya celah untuk membuat tidak berhasil. 

 

Kesepakatan adalah hal yang sangat penting, karena dapatkah dua orang berjalan bersama-sama kalau tidak sepakat? Tentu tidak dapat, tetapi ketika ada kesepakatan maka saudara memiliki pondasi, memiliki pengharapan bahwa sesuatu akan terjadi yaitu melalui firman karena Tuhan Yesus berkata kalau orang sepakat, maka Tuhan akan memerintahkan berkat-Nya. Apabila hal sepakat ini saudara hidupi dalam kehidupan saudara maka ini menjadi warisan bagi anak-anak saudara karena mereka meneladani itu dari diri saudara. 

 

Pertengkaran dalam rumah tangga sering terjadi karena pemikiran sepakat tidak ditanamkan dalam keluarga. Ini pesan buat kaum perempuan/wanita yang adalah sang penolong, sehebat apa pun saudara dalam banyak hal, ingatlah bahwa di dalam rumah tangga saudara bukanlah pemimpin. Saudara harus belajar sepakat, karena saudara bisa memenangkan hati suamimu saat saudara mau sepakat dengannya. Oleh sebab itu sebagai seorang suami, juga harus benar-benar tunduk dengan Tuhan karena kewibawaan saudara adalah karena saudara mendengar dari Tuhan dan memiliki penundukan kepada Tuhan. Otoritas diberikan kepada pemimpin rohani baik dalam keluarga karena penundukan kepada Tuhan bukan karena label sebagai suami. Jangan pernah sembarangan mengucapkan pernyataan bahwa itu dari suara Tuhan kalau saudara tidak bisa buktikan, tetapi apabila itu bisa dibuktikan dan itu terjadi maka kepemimpinan saudara teruji/terbukti dan orang mempunyai submission rohani kepada saudara. Jadi value yang harus saudara ajarkan adalah firman dan bukan yang lain (ego dan kepentingan kita). 

 

Sewaktu Elia menyuruh bujangnya untuk pergi, posisi bujang ini menjadi sangat penting kenapa kesepakatan itu sangat diperlukan. Mari kita lihat bersama-sama; yang mendengar dari Tuhan pertama kali adalah Elia tetapi yang akan melihat dan melakukan tugas adalah bujang. Jadi disinilah kenapa posisi bujang ini sangat penting karena sepakat itu adalah kepercayaan yang diberikan, bujang Elia bisa saja ketika disuruh kemudian melakukan hal yang lain bahkan  tidak melakukannya sama sekali, atau karena sudah berkali-kali melakukannya belum melihat hasilnya kemudian membuat dia menjadi malas untuk melakukannya lagi (imannya menjadi goyah). Tetapi orang yang mau sepakat, dia mempercayai apa yang Tuhan katakan. 

 

Dalam perusahaan atau dalam pelayanan di gereja, carilah orang yang mau sepakat dan latihlah mereka menjadi orang-orang yang sepakat karena ketika saudara memberikan tugas kepada orang yang tidak bisa sepakat maka dia tidak akan bisa melakukan tugas tersebut dengan tepat karena biasanya jawabannya tidak bisa langsung terjadi dan itu membuatnya putus asa sehingga akhirnya tujuan Tuhan tidak terjadi. Oleh sebab itu seorang pemimpin juga harus berdoa untuk dia memilih siapa bujang itu, bujang Elia ini pun pasti tidak begitu saja langsung terpilih tetapi melewati pendidikan dan pelatihan serta dia mengenal dengan baik siapa Elia sekalipun tidak disebutkan siapa namanya. Tipe kepemimpinan yang bisa kita pelajari dari Elia ini adalah pemimpin yang selalu berdoa, dia membenamkan kepalanya di antara kedua lututnya karena dia tidak mau melihat apa yang jasmani di hadapannya. 

 

Apabila saudara mendapati anak saudara memberontak kepada saudara orang tuanya maka sebagai orang tua saudara harus mengoreksi diri karena mungkin saja saudara tanpa sengaja yang mengajari atau memberinya ragi (hal-hal yang negatif), tanp[a sengaja saudara sedang meracuni masa depan anakmu karena masa depan mereka bergantung seberapa tunduk/sepakat dia kepada orang tuanya. Penundukan adalah hal yang penting juga karena firman Tuhan mengajarkan bahwa bagaimana kita bisa tunduk kepada Tuhan yang tidak kelihatan tetapi kepada pemimpinnya atau orang tuanya dia tidak bisa tunduk. Saat saudara bisa respect, taat/tunduk kepada otoritas yang Tuhan berikan dalam hidup saudara, itu seperti saudara memberikan juga karena hormat saudara kepada Tuhan terlihat dari hormat saudara kepada otoritasmu. 

 

Sewaktu bujang Elia sepakat dengan Elian, ketika diperintahkan untuk melihat setapak awan dan dia mau bergerak untuk melihat setapak awan itu sekalipun dalam perjalanannya 6 kali dia gagal melihat itu tetapi saat dia melihat setapak awan itu di kali yang ketujuh dan memberitahukannya kepada Elia. Tuhan sedang mencari bujang yang seperti ini sekalipun namanya tidak tertulis tetapi tindakannya sangat memberkati. 

 

  1. KETEPATAN (KUASA TUHAN). 

 

Tetapi kuasa Tuhan berlaku atas Elia. Ia mengikat pinggangnya dan berlari mendahului Ahab sampai ke jalan yang menuju Yizreel. 

 

Setelah melihat setapak awan barulah kuasa Tuhan memenuhi Elia. Ketepatan itu menjadi poin yang sangat penting . Sekalipun Elia sudah melihat setapak awan itu, dia tetap menunggu dan berdoa sampai kuasa Tuhan memenuhinya. Dan ketika dia bergerak, dia mendapatkan percepatan dari Tuhan sehingga dia bisa mendahului kereta raja. Saat saudara melangkah dalam ketepatan maka saudara akan mengalami percepatan. 

 

  1. MENGIKAT PINGGANG DAN BERLARI. 

 

Apa sih makna rohani dari Elia dipenuhi kuasa Tuhan dan kemudian dia mengikat pinggangnya dan berlari?  

 

Pinggang adalah lambang kekuatan manusia; seperti sewaktu Yakub bergumul dengan Tuhan di Betel karena saking kuatnya Yakub bergumul dan Yakub menang maka kemudian Tuhan memukul pangkal paha/pinggang Yakub sehingga kekuatannya hilang. Jadi sewaktu saudara mengandalkan kuasa Tuhan itu artinya saudara rela untuk mengikat kekuatan saudara. 

 

Ikatlah pinggang saudara agar supaya kuasa Tuhan memenuhi saudara sehingga ketika saudara berlari terjadi percepatan. Tuhan mengizinkan untuk Elia sampai 6 kali gagal supaya Elia bisa mengikat pinggang. Tuhan mungkin mengizinkan saudara gagal berkali-kali agar supaya saudara bisa mengikat pinggang, agar supaya saudara tidak menyombongkan diri ketika saudara berhasil di kemudian hari. Tuhan mengizinkan persiapan itu gagal agar saudara mengetahui bagaimana menghargai kuasa kasih karunia Tuhan karena banyak orang di dunia ini yang ketika berhasil menepuk dadanya dan menyombongkan diri, menyombongkan apa pun yang dimilikinya seakan-akan itu semua hasil usahanya dan Tuhan tidak mau setiap kita anak-anaknya seperti itu. 

 

Jadi saat kita mengalami kegagalan itu adalah seizin Tuhan agar kita bisa rendah hati bahwa kita adalah orang yang gagal, yang tidak layak untuk dipakai oleh Tuhan. Apabila hatimu sudah sampai di titik itu maka saudara sudah mengikat pinggang dan siap untuk berlari. 

 

 

 

Amen, Tuhan Yesus Memberkati.  

MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama)

  MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama) Sabtu, 04 Februari 2023 Ps Joseph Hendrik Gomulya           Sejak awal manusia diciptakan Allah ...