Kamis, 30 Juli 2020

THE SPIRIT OF WISDOM: KONSEPKAN DAN LAKUKANLAH

THE SPIRIT OF WISDOM: KONSEPKAN DAN LAKUKANLAH




Dari Kotbah Ps Joseph Hendrik Gomulya, M.Th

 

 

“Karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.” (Filipi 2:13)

 

          Sangat banyak banyak orang bahkan mungkin kita sendiri sering mengalaminya, memiliki segudang ide-ide yang tersimpan atau terkonsep dalam pikiran kita baik itu dalam pekerjaan, bisnis, politik, karir bahkan dalam pelayanan yang mungkin apabila semua konsep atau ide-ide tersebut dapat direalisasikan mungkin akan menghasilkan sesuatu karya atau hal yang sangat luar biasa.

          Yang menyedihkan adalah sangat sedikit orang yang bisa atau mau merealisasikan segudang ide-ide yang terkonsep dalam pikirannya itu dapat terlaksana atau tergenapi dengan baik padahal semua ide-ide tersebut sangat menarik. Penyebabnya adalah karena mereka menunda-nunda melakukan semua ide-ide tersebut atau tidak segera melaksanakannya sampai kemudian iblis memanahkan panah-panah jahatnya yang kemudian mematahkan semangat sampai kemudian keluar berbagai macam alasan yang mungkin kedengarannya masuk akal untuk tidak melakukannya sampai kemudian semua ide-ide tersebut akhirnya mati dengan sendirinya.

          Menunda melakukan sesuatu atau menunda melakukan kehendak Allah melalui ide-ide yang diberikannya akan menyebabkan penyesalan seumur hidup. Kesuksesan itu datang saat kita melakukannya, yang terwujud dari tindakan yang kita lakukan tidak hanya dari melihat. Sangat banyak orang-orang yang memiliki ide-ide yang bagus dan hebat yang membuat orang terkagum-kagum ketika mendengarkannya tetapi mereka tidak pernah mau bertindak, melakukan atau merealisasikan semua ide-ide yang bagus dan hebat itu.

          Spirit of Wisdom atau Roh hikmat kebijaksanaan diberikan agar setiap kita mengetahu apa rencana Allah dalam hidup kita dalam menghadapi dan melalui setiap masalah, tekanan dan tantangan dalam kehidupan. Ada 3 kata hikmat dalam bahasa Yunani yaitu Sophia, Sunesis dan Phronesis yang akan kita bahas satu persatu.

a)     SOPHIA : berbicara tentang hikmat yang teoritis dan pengetahuan. artinya pemahaman yang secara kolektif tentang segala sesuatu. Saat seseorang sedang dan suka berteori, memiliki pengetahuan yang baik dan luas, dan mempunyai pemahaman yang kolektif tentang segala sesuatu, itulah hikmat Sophia.

b)    SUNESIS : kata hikmat yang kedua ini adalah hikmat untuk mengkritisi yang bersifat pengetahuan dalam hal mental dan analistis. Jenis hikmat ini adalah kemampuan untuk memahami antara konsep dan kemampuan untuk melihat satu dengan yang lainnya memiliki keterkaitan, memiliki pengetahuan mental dan analisis yang kuat, memiliki konsep dan memadukannya sehingga bisa melihat keterkaitan satu dengan yang lainnya. Sunesis juga adalah Sophia yang diarahkan pada hal tertentu. Sunesis membuat kita mengetahui bagaimana Sophia bekerja. Ini adalah pemahaman yang lebih lengkap tentang suatu hal dan cara kerjanya.

c)     PHRONESIS : adalah level hikmat yang paling tinggi dan Tuhan ingin setiap kita anak-anak-Nya bisa sampai pada level ini. Ini adalah hikmat praktis, suatu kekuatan yang membuat seseorang bisa melakukan dan memperkatakan atau mengambil sebuah keputusan yang benar sebelum sempat memikirkannya. Hikmat ini muncul secara tiba-tiba, ada kekuatan yang mendorong seseorang untuk memperkatakan dan kemudian melakukan sesuatu atau mengambil sebuah keputusan.

 

          Diawal sudah dijelaskan bahwa sangat banyak orang yang hanya bisa mengkonsep sesuatu tetapi tidak mau bertindak untuk merealisasikannya. Inilah alasan mengapa orang kemudian tidak bisa mengalami kesuksesan, sekalipun dia memiliki segudang ide dan konsep, memiliki sikap kritis, mempunyai kemampuan analisis yang kuat sehingga bisa menghubungkan satu dengan yang lain tetapi tidak mau bertindak atau dia melakukannya dengan terburu-buru tanpa konsep atau perencanaan yang matang di awal.

          Contoh sederhananya adalah bagaimana mengelola keuangan, setiap pemasukan keuangan itu perlu konsep pengelolaannya. Jangan setiap uang yang masuk atau diterima langsung digunakan sesuai dengan apa yang diingini. Harusnya penggunaan uang tersebut bisa di konsep penggunaannya atau dengan kata lain penggunaannya dialokasikan buat keperluan yang mendesak dan sebagian disimpan sebagai tabungan atau investasi. Tetapi banyak orang yang tidak mau mengkonsep dan mengelolanya apalagi apabila pemasukannya semakin lancar dan banyak dan karena tidak melakukan seperti yang dijelaskan diatas maka tetap saja selalu berkekurangan, melakukan sesuai dengan apa yang diingininya sehingga tidak pernah sukses dalam mengelola keuangan. Dalam pelayananpun seharusnya bisa seperti itu.

 

“Karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.”

 

          Tuhan efektif bekerja didalam kita, Dia menguatkan dan selalu memacu kita. Jadi Tuhan tidak hanya ingin kita berpikir tentang apa yang perlu dilakukan tetapi Dia juga ingin agar kita benar-benar melakukannya atau merealisasikannya. Apabila seseorang tidak pernah bisa melatih dirinya untuk melakukan semua ide-ide dan konsep yang ada dalam pikirannya maka semua impian dan ide-idenya tidak akan pernah terwujud karena hanya sebatas konsep dan kemudian hanya menjadi sebuah angan-angan. Jadi memiliki ide-ide dan kemudian melakukannya adalah 2 hal yang sangat penting karena saat ide-ide tersebut dilakukan, direalisasikan dan diaplikasikan maka akan terlihat sesuatu yang berbeda terjadi.

          Roh Kudus akan selalu menyertai dalam mengerjakan tujuan Tuhan dan impian kita, oleh sebab itu mari betul-betul memahami kata phronesis ini. Ini adalah hikmat melakukan kehendak Tuhan, melakukan apa yang sudah Tuhan taruh dalam hidup kita. Tuhan menempatkan Sophia ke dalam diri kita, mengembangkan kita dengan Sunesis dan menyempurnakan kita dengan Phronesis. Tiga tingkat Kebijaksanaan inilah yang dilalui oleh Roh Hikmat Kebijaksanaan. Sebelum Sophia diaplikasikan dalam Phronesis, maka kita tidak bisa menikmati manfaatnya.

          Mari belajar dari salah satu contoh tokoh dalam Alkitab yang memiliki hikmat yang sangat luar biasa, yaitu Yusuf yang hikmat yang dimilikinya sampai kepada tingkat Phronesis.

 

38) “Lalu berkatalah Firaun kepada para pegawainya: “Mungkinkah kita mendapat orang seperti ini, seorang yang penuh dengan Roh Allah?” 39) Kata Firaun kepada Yusuf: “Oleh karena Allah telah memberitahukan semuanya ini kepadamu, tidaklah ada orang yang demikian berakal budi dan bijaksana seperti engkau. 40) Engkaulah menjadi kuasa atas istanaku, dan kepada perintahmu seluruh rakyatku akan taat; hanya takhta inilah kelebihanku dari padamu.” 41) Selanjutnya Firaun berkata kepada Yusuf: “Dengan ini aku melantik engkau menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir.” 42) Sesudah itu Firaun menanggalkan cincin meterainya dari jarinya dan mengenakannya pada jari Yusuf; dipakaikannyalah kepada Yusuf pakaian dari pada kain halus dan digantungkannya kalung emas pada lehernya. 43) Lalu Firaun menyuruh menaikkan Yusuf dalam keretanya yang kedua, dan berserulah orang di hadapan Yusuf: “Hormat!” Demikianlah Yusuf dilantik oleh Firaun menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir. 44) Berkatalah Firaun kepada Yusuf: “Akulah Firaun, tetapi dengan tidak setahumu, seorang pun tidak boleh bergerak di seluruh tanah Mesir.” 45) Lalu Firaun menamai Yusuf: Zafnat-Paaneah, serta memberikan Asnat, anak Potifera, imam di On, kepadanya menjadi isterinya. Demikianlah Yusuf muncul sebagai kuasa atas seluruh tanah Mesir.”      (Kejadian 41:38-45 TB)

          Yusuf dalam dirinya memiliki Roh hikmat kebijaksanaan yang luar biasa, dia bukan hanya sekedar berteori saja saat mengartikan mimpi dari Firaun. Dia memiliki kemampuan bukan hanya bisa memecahkan masalah yang akan timbul dari mimpi Firaun tersebut tetapi juga bisa melaksanakan dan mengaplikasikan solusi atau jalan keluar dari masalah yang akan timbul tersebut, sehingga itulah sebabnya kemudian mengapa Firaun berani memberi dia kuasa atas Mesir dan istananya, dengan kata lain Yusuf menjadi orang nomor dua di Mesir setelah Firaun.

          Dengan Roh hikmat kebijaksanaan (level Phronesis) Yusuf mampu menyiapkan segala kebutuhan sandang dan pangan saat Mesir dan dunia saat itu mengalami 7 tahun kekeringan dengan mempersiapkan segala sesuatunya dalam 7 tahun kelimpahan sebelum musim kekeringan itu tiba dengan menyimpan semua bahan pangan.

          Dalam kehidupan ini memang tidak selalu ada masa yang baik, terkadang ada masa sulit yang harus dijalani. Sehingga dari situlah muncul konsep atau ide bagaimana mengelola keuangan dengan benar dan di era teknologi saat ini semuanya sudah dipermudah dengan hanya tinggal mengklik sebuah kata kunci tentang bagaimana mengelola keuangan dengan benar maka akan muncul ribuan link bagaimana mengelola keuangan dengan benar. Tetapi semuanya itu hanya teori dan terkadang hanya sampai dipikiran manusia tanpa ada usaha untuk mempersiapkan segala sesuatu sebelumnya dan menjalankan konsep tersebut.

          Mari belajar bagaimana cara Yusuf mengelola bahan pangan dan keuangan di Mesir karena di sekeliling Yusuf selain ada istri dan anak-anaknya, juga pasti ada pegawai dan orang-orang kepercayaannya yang selalu bekerja dan menemaninya yang bisa membuat Yusuf tidak bisa mengelola itu dan menghabiskan semua bahan pangan sebelum masa kekeringan tiba. Tetapi Yusuf mampu mengaturnya sehingga saat masa kekeringan itu tiba mereka tetap memiliki pangan dan sumber makanan bahkan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa lain.

          Saat membaca dan merenungkan kisah Yusuf ini, saya membayangkan tekanan yang dialami oleh Yusuf saat dia mengatur dan mengelola pertanian di Mesir. Yusuf sampai mampu membeli tanah dari seseorang dengan harga yang murah dan kemudian menyuruh orang tersebut mengolahnya dan hasilnya semuanya diserahkan kepada Yusuf untuk disimpan dan dikelola dengan baik sebagai persiapan nanti di 7 tahun masa kekeringan. Yusuf mampu dengan tepat mengatur semuanya sesuai dengan fungsinya sehingga sasaran pangan tersebut didapatkan. Dalam proses pengelolaannya saya yakin Yusuf mendapatkan tekanan berupa penawaran dengan harga yang sangat tinggi untuk Yusuf menjualnya saat itu, tetapi Yusuf belum mau melakukannya karena tujuannya bukan uang.

          Ada banyak orang memiliki hikmat Sophia, berupa ide-ide dan konsep yang bagus, memiliki hikmat Sunesis atau kemampuan menganalisa sesuatu dan menghubungkan sesuatu dengan yang lain serta memiliki sifat kritis tetapi keduanya ternyata tidak cukup. Dibutuhkan hikmat pada tingkat Phronesis yaitu orang yang memiliki hikmat berupa rencana yang matang dan juga seorang executor yang handal seperti Yusuf. Apabila kita membaca literatur dan buku-buku yang membahas tentang betapa luar biasanya hikmat yang dimiliki oleh Yusuf, disitu dijelaskan bagaimana Yusuf mengeksekusi satu persatu ide-ide atau konsep yang dibuatnya.

          Semua hal yang dikerjakan haruslah dalam wujud Phronesis ini dalam melihat dan meraih sebuah kesuksesan atau keberhasilan. Semoga renungan ini bisa membuka mata setiap kita, mengetahui dimana kelemahan kita selama ini bahwa ternyata kita belum sampai ke tingkat Phronesis ini, mungkin kita baru sampai pada tingkat Sophia hanya memiliki pengetahuan yang luas. Pakar keuangan atau Ekonomi memiliki pengetahuan dan teori yang luas dalam hal keuangan tetapi belum tentu dia memiliki keuangan yang baik karena pengetahuannya hanya sebatas teori. Para ahli teologia pun bisa seperti itu, mereka bisa berteologia tentang firman dengan sangat baik tetapi belum tentu dia bisa melakukan semua firman itu dengan tepat didalam pelayanan.

          Tingkatan berikutnya yaitu Sunesis, yang bisa kita jumpai di tengah-tengah masyarakat baik dalam bisnis, politik, pekerjaan, pelayanan dan lain sebagainya. Jenis orang yang memiliki hikmat ini sangat pandai dalam mengkritisi segala sesuatu tetapi hanya sebatas itu tetapi saat diminta untuk melakukannya atau ketika diminta untuk turun dalam pelayanan tidak bersedia dan orang jenis ini tidak akan pernah bisa dipakai oleh Tuhan karena hanya mampu sebatas teori dan tidak pernah mau melakukannya. Sangat jauh berbeda dengan orang yang sampai pada tingkat Phronesis.

          Mari setiap kita menangkap akan firman ini dalam segala hal. Mari mulai melihat bagian mana dalam hidup setiap kita yang mesti dibenahi agar supaya kesuksesan dan keberhasilan dan hikmat sampai pada tingkat Phronesis itu turun atas setiap kita. Bukan hanya pandai sebatas untuk berbicara, bukan hanya pandai untuk mengkritisi, bukan hanya pandai sebatas untuk mengkonsep dan mengabungkan keterkaitan satu dengan yang lain tetapi menjadi seorang executor yang mau melakukan dengan tepat dan tabah dalam menghadapi setiap tekanan dan tantangan yang ada sampai tujuan yang telah dikonsep atau dirancangnya berhasil atau tercapai.

 

Amen, Tuhan Yesus Memberkati

Jurnalis: Untung Bongga Karua

Rabu, 29 Juli 2020

PEMULIHAN SEGALA SESUATU MELALUI FIRMANNYA (DENGAN KEKUATAN ROH)

PEMULIHAN SEGALA SESUATU MELALUI FIRMANNYA

(DENGAN KEKUATAN ROH)

 

Dari kotbah Ps Joseph Hendrik Gomulya, M.Th

 



          Masa pandemik yang saat ini sedang melanda Indonesia bahkan seluruh dunia adalah seolah-olah dunia ini sedang di restart kembali. Gereja Tuhan dan setiap orang percaya sedang dipulihkan agar setiap orang yang ada di bumi ini hatinya kembali tertuju kepada Tuhan. Manusia mulai menyadari bahwa ada campur tangan Tuhan dalam segala sesuatu yang menjadi pengendali. Ketika hati manusia kembali kepada Tuhan maka mereka akan melihat pemulihan terjadi atas segala sesuatu.

“Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh.”

(1 Korintus 2:4 TB)

 

          Rasul Paulus mengatakan bahwa dirinya memberitakan firman Tuhan bukan hanya memakai kata-kata hikmat tetapi dengan kekuatan roh. Sewaktu firman Tuhan disampaikan dengan kekuatan roh, itu akan mengubah keadaan, mengubah kehidupan seseorang bahkan bisa memulihkan keadaan satu bangsa.

 

          Pemulihan terhadap satu bangsa pernah dialami oleh bangsa Israel. Saat itu bangsa Israel mengalami kelaparan yang sangat hebat dimana-mana, barang-barang menjadi sangat mahal dan sangat sulit untuk mendapatkan bahan makanan. Tetapi firman Tuhan yang disampaikan dengan kekuatan roh melalui nabi-Nya (Elisa) sanggup mengubah keadaan hanya dalam 1 hari.

 

“24) Sesudah itu Benhadad, raja Aram, menghimpunkan seluruh tentaranya, lalu maju mengepung Samaria. 25) Maka terjadilah kelaparan hebat di Samaria selama mereka mengepungnya, sehingga sebuah kepala keledai berharga delapan puluh syikal perak dan seperempat kab tahi merpati berharga lima syikal perak. 26) Suatu kali ketika raja Israel berjalan di atas tembok, datanglah seorang perempuan mengadukan halnya kepada raja, sambil berseru: “Tolonglah, ya tuanku raja!” 27) Jawabnya: “Jika Tuhan tidak menolong engkau, dengan apakah aku dapat menolong engkau? Dengan hasil pengirikankah atau hasil pemerasan anggur?” 28) Kemudian bertanyalah raja kepadanya: “Ada apa?” Jawab perempuan itu: “Perempuan ini berkata kepadaku: Berilah anakmu laki-laki, supaya kita makan dia pada hari ini, dan besok akan kita makan anakku laki-laki. 29) Jadi kami memasak anakku dan memakan dia. Tetapi ketika aku berkata kepadanya pada hari berikutnya: Berilah anakmu, supaya kita makan dia, maka perempuan ini menyembunyikan anaknya.” 30) Tatkala raja mendengar perkataan perempuan itu, dikoyakkannyalah pakaiannya; dan sedang ia berjalan di atas tembok, kelihatanlah kepada orang banyak, bahwa ia memakai kain kabung pada kulit tubuhnya. 31) Lalu berkatalah raja: “Beginilah kiranya Allah menghukum aku, bahkan lebih dari pada itu, jika masih tinggal kepala Elisa bin Safat di atas tubuhnya pada hari ini.”

(1 Raja-raja 6:24-31 TB)

 

          Saking hebatnya kelaparan yang dialami oleh bangsa Israel saat itu, selain harga barang-barang yang menjadi begitu sangat mahal dan sangat sulitnya untuk mendapatkan makanan sehingga mereka harus memakan sesuatu yang dalam keseharian itu bukanlah makanan yang biasa mereka konsumsi. Mereka harus memakan kepala dari keledai yang sebenarnya diternakkan bukan untuk dikonsumsi dagingnya tetapi sebagai alat transportasi selain unta pada jaman itu tetapi itu kemudian harus disembelih dan dijadikan makanan bahkan kepala dari keledai ini pun ikut di konsumsi sebagai makanan dan dihargai sangat mahal sekitar 80 Syikal perak bahkan tai dari burung merpati pun ikut dikonsumsi, yang dihargai 5 Syikal perak seperempat dari tai burung merpati tersebut.

          Dan yang paling memiluhkan hati dari kelaparan hebat yang melanda bangsa Israel saat itu adalah mereka menjadi kanibalisme atau mereka memakan daging manusia. Alkitab dengan jelas menceritakan mereka memakan daging anak-anak mereka. Diceritakan tentang seorang ibu yang mencurahkan atau menceritakan isi hatinya karena tidak tega menyerahkan anaknya untuk dimakan dan ketika ini disampaikan kepada raja, itu sangat memiluhkan hati raja Israel sehingga membuat raja harus mengoyakkan jubahnya dan memakai kain berkabung.

          Pada saat itu bangsa Israel sedang berada dalam peperangan dengan bangsa Aram dan sampai kemudian mereka harus terdesak dan terkepung dalam kota Samaria saat itu. Seluruh harta kekayaan mereka berupa ternak, makanan dan segala perhiasan dijarah oleh bangsa Aram sehingga dalam keadaan yang terkepung itu mereka dilanda kelaparan yang sangat dahsyat dan mereka tidak bisa keluar dari dalam kota.

 

“32) Adapun Elisa, duduk-duduk di rumahnya, dan para tua-tua duduk bersama-sama dia. Raja menyuruh seorang berjalan mendahuluinya, tetapi sebelum suruhan itu sampai kepada Elisa, Elisa sudah berkata kepada para tua-tua itu: “Tahukah kamu, bahwa si pembunuh itu menyuruh orang untuk memenggal kepalaku? Awas-awaslah, apabila suruhan itu datang, segeralah tutup pintu dan tahanlah dia supaya orang itu jangan masuk. Bukankah sudah kedengaran bunyi langkah tuannya di belakangnya?” 33) Selagi ia berbicara dengan mereka, datanglah raja mendapatkan dia. Berkatalah raja kepadanya: “Sesungguhnya, malapetaka ini adalah dari pada Tuhan. Mengapakah aku berharap kepada Tuhan lagi?” (1 Raja-raja 6:32-33 TB)

 

          Pada saat kelaparan hebat sedang melanda, teringatlah raja Israel bahwa ada seorang nabi Tuhan di tengah-tengah bangsanya, yaitu Elisa. Dan raja pun memutuskan untuk datang kepadanya tetapi dengan keadaan yang sedang marah. Ungkapan kemarahan raja Israel ini adalah ungkapan kekecewaan dan kemarahannya kepada Tuhan dengan keadaan yang sedang menimpa bangsanya. “Sesungguhnya, malapetaka ini adalah dari pada Tuhan. Mengapakah aku berharap kepada Tuhan lagi?”

 

          Malapetaka sebenarnya bukan dari Tuhan, itu terjadi karena kesalahan manusia sendiri tetapi diijinkan oleh Tuhan untuk terjadi. Tuhan itu baik dan tidak mungkin mengeluarkan sesuatu yang tidak baik. Pengenalan seseorang akan Tuhan yang sangat dangkal itulah yang membuat orang sering salah mengerti dengan Tuhan dan kemudian menganggap bahwa malapetaka itu dari Tuhan dan kemudian menimbulkan kekecewaan dan kemarahan serta tidak percaya lagi kepada Tuhan seperti yang dialami oleh raja Israel yang dari mulutnya keluar perkataan “mengapakah aku berharap kepada Tuhan lagi?”

 

          Ini adalah salah satu contoh panah yang dilepaskan oleh iblis agar seseorang menjadi marah dan kecewa kepada Tuhan. Tetapi syukurnya raja ini datang ke tempat yang sangat tepat yaitu kepada Elisa yang adalah seorang nabi atau hamba Tuhan.

 

Apa yang dikatakan Elisa setelah itu?

 

“1) Lalu berkatalah Elisa: “Dengarlah firman Tuhan. Beginilah firman Tuhan: Besok kira-kira waktu ini sesukat tepung yang terbaik akan berharga sesyikal dan dua sukat jelai akan berharga sesyikal di pintu gerbang Samaria.” 2) Tetapi perwira, yang menjadi ajudan raja, menjawab abdi Allah, katanya: “Sekalipun Tuhan membuat tingkap-tingkap di langit, masakan hal itu mungkin terjadi?” Jawab abdi Allah: “Sesungguhnya, engkau akan melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi tidak akan makan apa-apa dari padanya.” (1 Raja-raja 7:1-2 TB)

 

          Hari-hari ini jangan pernah mendengarkan perkataan orang yang negatif tetapi isilah hidup anda dengan mendengarkan setiap perkataan Tuhan melalui firman-Nya seperti perkataan Rasul paulus dalam 1 Korintus 2:4 diatas tadi.

          Hari itu Elisa berkata kepada raja Israel untuk mendengarkan perkataan firman Tuhan,  yang diucapkannya dengan kekuatan roh. Yang saat diucapkan itu adalah nubuatan atas apa yang akan terjadi kedepannya yang Tuhan sampaikan melalui perantaraan Elisa sebagai seorang nabi yang telah Tuhan urapi. Nubuatan yang disampaikan oleh Elisa tersebut pasti membuat raja Israel itu shock atau kaget saat mendengarnya, apabila kita memposisikan diri kita sebagai raja bangsa Israel yang sedang gundah, kecewa dan marah kepada Tuhan atas kelaparan hebat yang sedang terjadi dan kemudian ketika mendengarkan perkataan atau nubuatan tersebut bahwa besok segala sesuatunya akan kembali normal. Sesuatu yang sepertinya mustahil atau tidak akan mungkin bisa terjadi. Inilah kenapa kita harus selalu bisa percaya dan memegang setiap perkataan Tuhan lebih dari apapun.

 

“Tetapi perwira, yang menjadi ajudan raja, menjawab abdi Allah, katanya: “Sekalipun Tuhan membuat tingkap-tingkap di langit, masakan hal itu mungkin terjadi?” Jawab abdi Allah: “Sesungguhnya, engkau akan melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi tidak akan makan apa-apa dari padanya.”

 

          Ada 2 jenis orang yang menanggapi setiap perkataan firman Tuhan, pertama adalah orang yang percaya dan menanggapi setiap perkataan firman Tuhan, dan yang kedua adalah orang yang selalu tidak pernah percaya akan mujizat yang Tuhan bisa lakukan. Orang ini selalu pesimis dan selalu berkata itu mustahil atau tidak mungkin akan terjadi walaupun orang tersebut memiliki jabatan dan latar pendidikan yang bagus. Jadi dalam segala hal percayalah selalu kepada Tuhan lebih dari kekuatan, kemamapuan dan pikiranmu. Karena Dia adalah Tuhan yang menciptakan seluruh jagat semesta ini, tidak ada sesuatu yang mustahil ketika Tuhan sudah berkehendak.

 

Kemudian apa yang dikatakan oleh Elisa kepada perwira yang tidak percaya itu dan apa yang akan terjadi kepadanya?

 

Jawab abdi Allah: “Sesungguhnya, engkau akan melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi tidak akan makan apa-apa dari padanya.”

 

          Apabila kita membaca keseluruhan dari pasal ini sampai ayat 20 maka seperti yang telah dinubuatkan oleh Elisa bahwa oleh karena ketidakpercayaannya maka perwira tersebut hanya akan bisa menyaksikan pemulihan dan kelimpahan yang Tuhan berikan tanpa dia bisa menikmatinya.

          Nubuatan akan pemulihan segala sesuatu hanya dalam satu hari seperti yang dikatakan oleh Elisa benar-benar terjadi, sesuatu yang awalnya dianggap sebagai suatu kemustahilan oleh perwira tersebut. Diceritakan bahwa pada waktu senja saat hari mulai gelap Tuhan telah memperdengarkan kepada bangsa Aram bunyi kereta, bunyi kuda, bunyi tentara yang besar sehingga bangsa Aram mengira bahwa raja bangsa Israel telah mengupah raja-raja orang Het dan raja-raja orang Misraim melawan mereka sehingga kemudian mereka lari meninggalkan kemah, kuda, keledai mereka dan tempat perkemahan yang berisi makanan dan segala harta benda yang mereka miliki berupa emas dan perak dan pakaian dan ketika berita tersebut disampaikan kepada raja maka keluarlah penduduk kota untuk menjarah tempat perkemahan orang Aram sehingga terjadilah seperti perkataan firman Tuhan bahwa besok sesukat tepung yang terbaik berharga sesyikal dan dua sukat jelai berharga sesyikal.

          Perwira tersebut seperti yang dinubuatkan hanya bisa melihat kelimpahan itu terjadi tetapi tidak bisa menikmatinya karena dia mati didepan pintu gerbang akibat didorong dan di injak-injak oleh  rakyat yang keluar untuk menjarah tempat perkemahan orang Aram.

          Pelajaran yang dapat diambil dari kisah dalam firman Tuhan ini adalah jangan pernah membuat hati anda tidak percaya pada setiap perkataan Tuhan karena hati yang tidak percaya membuat anda tidak bisa menikmati apa-apa. Mari menjadi orang yang selalu percaya kepada setiap perkataan Tuhan. Mari menjadi Elisa yang selalu percaya kepada perkataan Tuhan, menjadi percaya seperti raja Israel yang sekalipun awalnya tidak percaya, bahkan sebelumnya marah, kecewa dan mempersalahkan Tuhan atas segala sesuatu yang terjadi tetapi kemudian bertobat dan bisa melihat bangsanya dipulihkan oleh Tuhan.

Mari datang dan minta ampun kepada Tuhan apabila selama ini anda mungkin tidak pernah percaya pada perkataan firman Tuhan dan biarlah Tuhan memulihkan hati anda sehingga firman Tuhan dan kuasa-nya terjadi dalam kehidupan anda.

 

 

 

 

Amin, Tuhan Yesus Memberkati

Jurnalis: Untung Bongga Karua

 





MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama)

  MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama) Sabtu, 04 Februari 2023 Ps Joseph Hendrik Gomulya           Sejak awal manusia diciptakan Allah ...