Selasa, 29 Maret 2016

Mengapa Yesus Memilih Anggur? – Tuhan Yesus Memang Jenius


“ Anggur adalah pencemooh, minuman keras adalah peribut, tidaklah bijak orang yang terhuyung- huyung karenanya. ”

[Amsal 20:1TB]

MENGAPA ANGGUR?

Pernahkan Anda berpikir, mengapa Tuhan Yesus kok memilih anggur untuk mengenang diri-Nya? Bayangkan, ini sebuah peristiwa yang penting lho. Tuhan Yesus sedang memberikan perintah, yang nantinya akan ditiru oleh seluruh pengikutnya di seluruh dunia. Bahkan sampai hari ini, dari semua jenis agama Nasrani, yang menyatukan semuanya adalah Perjamuan Kudus atau Sakramen Ekaristi. Sebuah upacara, dimana di dalamnya seluruh umat meminum anggur (wine) sebagai simbol darah Yesus, dan memakan roti sebagai simbol tubuh Yesus.

Lho? Anggur? Wine? Sebuah minuman beralkohol yang sangat berbahaya bukan? Bisa menyebabkan merosotnya moral bangsa, seperti ada di Kitab Amsal! Tidak boleh buat anak-anak, bisa mematikan kalau diminum sambil nyetir. Apakah Tuhan Yesus tidak berpikir bahwa jemaat gerejaNya nanti akan nyetir mobil pulang gereja? Padahal, dalam sebuah perjamuan paskah, pasti ada minuman lain toh? Mengapa Tuhan Yesus tidak mengambil secangkir jus delima, yang lebih sehat, untuk menyimbolkan darahNya? Kenapa Tuhan Yesus tidak mengambil jus jeruk, yang mengandung antioksidan dan vitamin C, untuk memperingatiNya?

Tuhan Yesus memang jenius. Pasti ada satu pesan yang ingin Ia sampaikan!

DIMULAI DARI KANA

Dalam kitab Yohanes 2:1-11, dikisahkan mengenai perumpamaan di Kana, dimana Tuhan Yesus membuat mukjijat yang pertama: mengubah air menjadi wine. Dan dikisahkan bahwa ketika Bunda Maria melirik-lirik Tuhan Yesus untuk membantu pengantin yang kehabisan wine, Tuhan Yesus menjawab: “Ibu, waktuKu belum tiba”. Jadi, seolah-olah, pada saatNya nanti, tugas utama Tuhan Yesus ke dunia adalah untuk mengubah air menjadi…. wine! Mengapa begitu?

Begini. Jika Tuhan Yesus tidak sedang bersama kita secara fisik, maka secara kimia, hanya ada satu cara untuk mengubah ‘air’ menjadi wine, yakni melalui proses fermentasi. Proses fermentasi adalah proses pembuatan wine dengan menggunakan mikroorganisme (ragi). Secara tradisional, kulit buah anggur mengandung mikroorganisme yang bernama Saccharomyces cerevisiae. Mikroorganisme ini memiliki enzim Zymase yang bisa mencerna gula di dalam buah anggur, dengan reaksi sebagai berikut:

C6H12O6 (gula) + Zymase → 2 C2H5OH (alkohol) + 2 CO2 (gas karbondioksida)

RAGI YANG BERKORBAN

Jadi jika anggur dihancurkan, maka ragi Saccharomyces dalam kulitnya akan berkembang dan mengolah gula menjadi alkohol. Nah, alkohol ini sebenarnya merupakan racun bagi semua mikroorganisme – itu sebabnya tisu basah mengandung alkohol! Saccharomyces  terus bekerja sampai kadar alkohol mencapai 12,5%. Ketika ini terjadi, maka semua Saccharomyces akan mati, keracunan alkohol! Itulah sebabnya semua wine memiliki kadar alkohol yang sama – yakni 12,5%, kecuali port wine yang jenis raginya beda.

Jadi, untuk mengubah ‘air’ menjadi ‘anggur’ atau wine, perlu ada yang bekerja, lalu… mati! Perlu ada pengorbanan Saccharomyces cerevisiae, supaya air bisa menjadi wine. Lalu, apa tujuannya? Mengapa repot-repot mengubah air menjadi wine?

DARI YANG FANA MENJADI ABADI

Ada satu perbedaan utama antara air dan wine. Air adalah simbol pembaptisan, simbol dimulainya hidup baru seorang Kristen ketika dibaptis. Tetapi, air ini mudah terkontaminasi. Coba saja simpan botol air mineral! Dalam waktu 14 bulan, air akan berubah menjadi hijau dan tidak bisa diminum! Itu sebabnya, tidak ada orang yang mau minum air Evian produksi tahun 1982. Tetapi, kalau wine produksi 1982, wow, mahal harganya bukan?

Wine, adalah abadi! Karena mengandung 12,5% alkohol, maka wine tidak ada expiry date-nya. Coba saja lihat botolnya! Sementara air, mau semurni apapun, pasti ada kadaluwarsanya!

Jadi, ketika memilih wine sebagai simbol Perjamuan Kudus, Tuhan Yesus ingin kita mengingat proses fermentasi wine. Bahwa jika air yang mudah busuk, ingin menjadi wine yang kekal abadi, maka perlu ada ragi, Saccharomyces cerevisiae, yang bekerja, mengolah gula menjadi alkohol, lalu mati pada konsentrasi alkohol 12,5%. Harus ada yang mengorbankan nyawa, supaya air yang fana menjadi wine yang abadi! Seperti Tuhan Yesus, yang mengorbankan nyawaNya di kayu salib, agar hidup dunia yang fana, menjadi kekal.

Indah bukan?

Lalu bagaimana dengan roti?

Salam,

Harnaz
( To be continued )

REF: http://www.itsharnaz.com/mengapa-yesus-memilih-anggur-tuhan-yesus-memang-jenius-bagian-1/

UBONG

3 komentar:

  1. Keren, gabakal kepikiran sampe situ kalo ga dijelasin

    BalasHapus
  2. Maaf saya mau tanya?

    kenapa wine yang diambiluntuk menartikan kata anggur ke dalam bahasa Inggris? Kenapa tdk menggunakan kata Grape? Mohon pencerahan nya...


    Terima kasih..
    Wine kan identik dengan akohol... Kalo grape memang buah anggur yang di rebus lalu diperas airnya. inilah yang di buat untuk anggur perjamuan. Dan dibuatnya pun H min 1 sebelum digunakan untuk perjamuan..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepengetahuanku, grape itu buah. Kalo km ngmg ke org bule mau i want to drink grape, ya mereka merasa aneh sama kalimat kamu hehe

      Hapus

MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama)

  MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama) Sabtu, 04 Februari 2023 Ps Joseph Hendrik Gomulya           Sejak awal manusia diciptakan Allah ...