Kamis, 12 Mei 2016

PERJUANGAN PRIBADI MENGENAL ALLAH

JKI Holy Glory Church Makasih (Ibadah Raya Pagi)

Jurnalist: Untung Bongga Karua

(Minggu, 24/04/2016)
Pdt. Joseph Hendrik Gomulya

Lukas 13:23-25
Dan ada seorang yang berkata kepada-Nya: “Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?” Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat. Jika tuan rumah telah bangkit dan telah menutup pintu, kamu akan berdiri di luar dan mengetok-ngetok pintu sambil berkata: Tuan, bukakanlah kami pintu! dan Ia akan menjawab dan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang.

Lukas 13:23-25 (MSG)
A bystander said, “Master, will only a few be saved?” He said, “Whether few or many is none of your business. PUT YOUR MIND ON YOUR LIFE WITH GOD. THE WAY TO LIFE—TO GOD!—IS VIGOROUS AND REQUIRES YOUR TOTAL ATTENTION. A lot of you are going to assume that you’ll sit down to God’s salvation banquet just because you’ve been hanging around the neighborhood all your lives. Well, one day you’re going to be banging on the door, wanting to get in, but you’ll find the door locked and the Master saying, ‘Sorry, you’re not on my guest list.’



“Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?”... “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu!

Ini adalah perjuangan dimana anda secara pribadi seperti di Lukas 13:23-25 versi The Message (MSG) tulis adalah perjuangan untuk mengenal Tuhan, mengenal Allah secara pribadi.

Untuk masuk melalui pintu yang sesak itu kita tidak bisa mendompleng pada orang lain, contoh: suami kepada istri atau sebaliknya, karena mungkin salah satunya sungguh-sungguh mengenal Tuhan walaupun sebagai suami-istri mereka sudah dijadikan satu.

Firman Tuhan jelas berkata saat pengangkatan ditempat tidur ada satu yang terangkat, ada satu yang tertinggal. Diladang ada satu yang terangkat, ada satu yang tertinggal.

Ini adalah perjuangan pribadi kita, perjuangan untuk mengenal Tuhan. Ada orang yang berkata yang penting dirinya sudah mengenal Yesus, cukup setahun sekali pergi ke Gereja, tetapi untuk masuk ke pintu yang sesak itu adalah perjuangan kita mengenal Tuhan secara pribadi.

Pengenalan akan Tuhan adalah melalui sebuah hubungan, perjuangan untuk mengenal adalah sesuatu yang secara roh, hati kita. Kita tidak berjalan dengan santai-santai, tetapi perjuangan ini adalah sebuah usaha, tindakan, tekad, keinginan, kerinduan, fokus, dimana semuanya menjadi satu.

Masuk kedalam pintu yang sesak itu adalah bukan tujuan, itu adalah impact dari kita mengenal Allah. Karena kalau kita berjuang untuk mengenal Allah secara pribadi maka kita pasti masuk kedalam pintu yang sesak itu.

Yesus sendiri memakai kata "Berjuang"

Disini ada fighting spirit, ada roh yang punya tekad, roh yang tidak gampang menjadi kendor, roh yang tidak gampang untuk menyerah karena iblis seringkali ingin membuat kita untuk berhenti berjuang tetapi kita tahu dibumi ini kita semua harus "berjuang" untuk masuk melalui pintu yang sesak itu seperti yang Yesus katakan.

Ini adalah perjuangan secara pribadi.

Memang keselamatan itu adalah anugerah, tetapi oleh karena anugerah dari Tuhan, DIA memberikan kita hati-Nya, Roh-Nya, untuk punya perjuangan.

Perjuangan untuk apa?

1 Yohanes 2:3
Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya.

Pengenalan seseorang untuk mengenal Tuhan dapat diketahui hasilnya dari ketaatannya akan Firman dengan mengikuti setiap perintah-perintah Tuhan, yang dilakukan secara pribadi.

Hasil dari mengasihi Tuhan adalah ketaatan.

Yohanes 14:15
“Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

Kasih akan Tuhan membawa kita mengenal, sekaligus mentaati segala perintah-perintah-Nya.

Jika seseorang berkata "aku mengasihi Tuhan, Tuhan mengasihiku" akan kelihatan dari buah ketaatannya.

Oleh karena ini adalah perjuangan pribadi kita mengenal Tuhan jadi seberapa kita mengenal Tuhan adalah seberapa kita mau menuruti dan mengikuti perintah-perintah-Nya.

Mengenal Tuhan secara pribadi dimana setiap orang punya pengalaman pribadi dengan Tuhan sendiri-sendiri tetapi bagaimanapun caranya Tuhan memperkenalkan diri-Nya atau bagaimana kita bergaul dengan Tuhan pasti proses dan hasilnya akan sama yaitu menuruti dan mengikuti setiap perintah-perintah-Nya dimana buah ketaatan akan ada di hati dan hidup setiap kita.

“Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu!

Kenapa pintunya sesak? Kenapa bukan lebar? Karena ini adalah perjuangan pribadi kita, jadi kita tidak bisa menggandeng atau mengajak orang lain bersama kita.

Di pintu yang sesak itu adalah tempat dimana suatu saat nanti akan banyak penyesalan disana; 

•  "kenapa semasa hidup tidak sungguh-sungguh kepada Tuhan"

• "kenapa semasa hidup tidak melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh"

• "kenapa dahulu sewaktu melayani Tuhan memiliki motivasinya yang bukan untuk kemuliaan Tuhan"

• "kenapa yang kita bangun malah tembok Gereja bukan untuk jiwa-jiwa, padahal bukannya Yesus mati untuk jiwa-jiwa"

Gereja itu cuma sarana, mari kita semua memakai anugerah dan karunia yang Tuhan berikan yang kita miliki untuk jiwa-jiwa.

Perjuangan secara pribadi untuk masuk melalui pintu yang sesak itu adalah saat sekarang ini di-bumi yang mana adalah tempat perjuangan itu dimana setiap kita harus berjuang secara pribadi melalui pintu yang sesak itu untuk masuk tempat kita sesungguhnya sebagai warga Kerajaan Surga.

Jadi pintu yang sesak itu bukan berbicara nanti pada saat kita akan masuk ke Surga di Alkitab versi The Message (MSG) disitu dikatakan PUT YOUR MIND ON YOUR LIFE WITH GOD. THE WAY TO LIFE—TO GOD!—IS VIGOROUS AND REQUIRES YOUR TOTAL ATTENTION
A lot of you are going to assume that you’ll sit down to God’s salvation banquet just because you’ve been hanging around the neighborhood all your lives. Well, one day you’re going to be banging on the door, wanting to get in, but you’ll find the door locked and the Master saying, ‘Sorry, you’re not on my guest list.’

Ini apabila disimpulkan berbicara tentang hubungan pribadi kita, hubungan berduaan antara kita sendiri dengan Tuhan di Bumi ini.

Mari kita mengukur disetiap hati, setiap roh kita apakah kita ingin berjalan dijalan yang sempit di pintu yang sesak itu atau sehari-hari kita mau berjalan ditempat yang sangat ramai yang mana banyak orang bisa masuk?

Jalan sempit itu adalah berdua-duaan dengan Tuhan, tidak ada orang lain.

Dipintu yang sesak itu, banyak orang yang berusaha untuk masuk tetapi tidak dapat masuk.
Apabila dipikir secara logika pikiran kita, seandainya kita menjadi Tuhan yang memiliki kasih yang begitu besar, seharusnya Tuhan membuka pintu dengan sebesar-besarnya sehingga setiap orang bisa masuk. Tetapi kenapa Tuhan membuat jalan dan pintunya sempit dan sesak? Karena ini adalah perjuangan kita sendiri untuk mengenal Tuhan secara pribadi melalui hubungan kita dengan-Nya.

Oleh sebab itu Kekristenan itu bukan suatu agama tetapi kekristenan adalah pengalaman untuk mengenal Tuhan secara pribadi melalui hubungan kita secara intim dengan-Nya.

Setiap kita harus mengenal Tuhan secara pribadi, setiap kita harus punya hubungan pengenalan, keintiman bergaul dengan Tuhan.

Berjuang untuk masuk melalui pintu yang sesak itu dengan pergaulan kita secara pribadi dengan Tuhan dengan mengikuti segala perintah-perintah-Nya, yang mana adalah tentang kebenarannya yaitu perintah-perintah-Nya melalui setiap Rhema yang Tuhan berikan, setiap hal yang Tuhan perintahkan/wahyukan untuk kita lakukan.

Tuhan akan membawa dan menuntun kita yang walaupun sepertinya rasanya berat secara daging tetapi secara spirit/roh sebenarnya tidak karena Tuhan menaruh cinta/passion (Gelora cinta kepada Tuhan) dihati setiap kita. Gelora Cinta inilah yang membuat kita mau melakukan setiap perintah-perintah-Nya dengan penuh cinta dan penuh sukacita, karena kita kita sedang melakukan hukum/peraturan tetapi perintah-Nya adalah menjadi kesukaan kita.

Seperti Daud berkata:

Mazmur 1:2
tetapi yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan , dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.

Mazmur 119:35
Biarlah aku hidup menurut petunjuk perintah-perintah-Mu, sebab aku menyukainya.

Mazmur 40:9
aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku.”

Mazmur 119:174
Aku rindu kepada keselamatan dari pada-Mu, ya Tuhan , dan Taurat-Mu menjadi kesukaanku.

Jadi sewaktu kita mengenal Tuhan, maka Tuhan akan membawa kita untuk melakukan perintah-Nya bukan dengan keadaan terpaksa, bukan dengan ketakutan yang bagi sebagian orang mungkin itu sulit, itu suatu kegilaan tetapi ketika Tuhan yang menyuruh melalui rhema yang Tuhan berikan kita melakukannya penuh dengan gelora cinta dan penuh sukacita.

Seperti Murid-murid Yesus, banyak dari mereka didalam pelayanannya ketika mereka sudah mengenal Tuhan dan mengikuti perintah-perintah-Nya walaupun secara fisik mengalami aniaya tetapi mereka tetap bersukacita. Ini hal yang tidak bisa dipahami dengan pikiran kecuali kita mengalami Tuhan sendiri dan belajar untuk mentaati perintah-perintah-Nya.

MENGENAL TUHAN ITU PERLU SEBUAH PERJUANGAN

Ini adalah sebuah usaha, tekad, sebuah kerinduan, sebuah keiinginan yang kuat untuk mengenal Tuhan secara pribadi, karena sewaktu kita mengalami Tuhan, disaat kita mengikuti perintah Tuhan kita menjadi seperti orang yang ditempa, dibentuk untuk menjadi serupa dengan Gambar-Nya.

Harry dan andrew yang menemukan dan menciptakan baja (1872), Proses seperti bagaimana sebenarnya sebuah baja dibentuk, yang dibentuk dari besi adalah besi yang dipanaskan dengan kadar tertentu untuk memisahkan kotoran-kotoran dari baja itu, jadi sewaktu dipanaskan kotoran-kotoran yang lepas terurai dari besi itu, baja dan kotoran terlepas ketika dipanaskan.

Kadang-kadang kita mengalami seperti sedang ditempa, dipanaskan, dipisahkan dari semua kotoran-kotoran yang ada dihidup kita. Kita jangan menjadi salah paham ketika kita mengalami itu, karena tujuan Tuhan itu baik walaupun sepertinya proses pemanasan dengan api itu tidak enak apalagi ketika itu kemudian ditempa, dipukul, dibentuk menjadi baja yang bernilai.

Baja yang kemudian dibentuk menjadi alat-alat pertukangan, atau mungkin ketika dibentuk lagi menjadi spare-part atau onderdil kendaraan yang kecil yang tentunya nilainya semakin tinggi dan lebih mahal.

Baja dan besi itu seperti hidup kita, besi yang dibentuk menjadi baja yang menjadi semakin bernilai, contoh seperti jam tangan Rolex yang dibuat dari baja, yang sekalipun kecil tetapi sangat bernilai dan mahal.

Kalau Tuhan ingin memakai hidup setiap kita, ijinkan DIA juga membentuk hidup kita karena tujuan Tuhan adalah agar setiap kita dalam keadaan/situasi apapun setiap kita harus rela untuk berjuang mengikuti perintah-Nya, menuruti Firman-Nya sehingga setiap kita bisa masuk melalui pintu yang sesak itu.

Seperti kesaksian seorang Hamba Tuhan yang cukup terkenal yang dipakai Tuhan dengan karunia penyembuhan tetapi kemudian kehilangan hubungan dengan Tuhan karena masalah dalam keluarga dan ekonomi, membuat beliau kehilangan hubungan pengenalan secara pribadi dengan Tuhan, beliau bisa berpura-pura mempunyai hubungan  intim dengan Tuhan di depan orang- orang yang beliau layani padahal sejujurnya hatinya sudah jauh dari pada Tuhan. Tetapi yang mengejutkan adalah beliau tau bahwa ia sudah tidak berhubungan lagi dengan Tuhan tapi beliau masih bisa melakukan kuasa mujizat dalam pelayanannya.

Disinilah kadang yang berbahaya karena orang berpikir bahwa dengan begitu Tuhan masih setuju akan hidupnya, tetapi INGATLAH bahwa karunia dari Tuhan akan tetap
bekerja berulang ulang di saat kita dekat dengan Tuhan atau pun tidak dekat dengan Tuhan.

Dalam kesaksiannya Hamba Tuhan ini suatu saat mendapat serangan jantung dan saat itu beliau dibawa ke rumah sakit untuk operasi, dan saat dilakukan operasi beliau bermimpi, dan didalamnya beliau melihat dirinya dalam antrian panjang menuju pintu surga. Dalam mimpi itu beliau melihat banyak orang yang akan masuk ke surga tetapi sangat sedikit yang bisa masuk yang termasuk juga orang-orang kristen dan pendeta. Saat akhirnya tiba giliran Hamba Tuhan ini beliau sangat gemetaran dan ketakutan karena beliau yakin tidak bisa masuk ke pintu gerbang surga itu dan pada saat Tuhan Yesus mengambil keputusan, beliau kemudian terbangun dari mimpinya. Dan kemudian Tuhan berkata "jangan lewatkan kesempatan ini. Ini adalah kesempatanmu yang kedua.



( http://holyglorywarrior.blogspot.ae/2016/05/kesaksian-hidup-ps-benny-hinn.html?m=1)

Mari renungkan ini, anda mungkin sudah bertahun-tahun melayani Tuhan tetapi pada suatu titik ketika anda kehilangan hubungan dengan Tuhan, kuasa mujizat tetap terjadi, karunia itu tetap berjalan, orang-orang disembuhkan tetapi anda tidak lagi mengenal atau punya hubungan dengan Tuhan. Hamba Tuhan ini menulis kesaksian ini agar semua orang tidak hanya mencari mujizat dari Tuhan, bukan datang ke Gereja hanya duduk saja tetapi untuk mengenal siapa Tuhan dan bergaul intim dengan-Nya.

Kita memang belum kesana tetapi mari menjadi bijaksana untuk berjuang mengenal Tuhan selama kita ada dibumi ini untuk masuk ke pinti yang sesak itu.

Keselamatan itu anugerah oleh Yesus Kristus yang kemudian membawa kita untuk mengenal Tuhan, oleh sebab itu kita butuh gelora cinta akan Tuhan yang tidak pernah habis, setiap perintah-Nya menjadi kesukaan kita. TETAPI kalau hubungan kita ganti dengan liturgi, hubungan kita ganti dengan segala sesuatu yang agamawi, hubungan kita ganti dengan aturan, hubungan kita ganti dengan motivasi yang lain maka hubungan itu menjadi rusak, Cinta itu menjadi rusak.

Oleh sebab itu BERJUANGLAH!

Kalau ada gelora cinta yang kuat dihati kita maka perjuangan itu menjadi sebuah kesukaan karena perjuangan bukan melawan darah dan daging tetapi melawan roh-roh jahat dan perjuangan itu adalah untuk mengenal Tuhan. Sewaktu kita mengenal Tuhan, kita akan mengikuti perintah-Nya dan itu menjadi kesukaan karena itu menyukakan hati Tuhan.

Perintah yang kita lakukan menjadi kesukaan orang yang kita sukai.

Mazmur 119:72-73
Taurat yang Kausampaikan adalah baik bagiku, lebih dari pada ribuan keping emas dan perak.  Tangan-Mu telah menjadikan aku dan membentuk aku, berilah aku pengertian, supaya aku dapat belajar perintah-perintah-Mu.

Mazmur yang ditulis oleh raja Daud, raja yang sangat diberkati oleh Tuhan sehingga dimasa hidupnya mempunyai emas dan perak yang sangat banyak tetapi tetap menjadikan Taurat/Firman Tuhan sebagai kesukaannya karena Daud menyadari siapa dirinya, sebab melalui Firman dan perintah-perintah-Nya itulah yang menjadikan dan membentuk hidupnya.

Sewaktu kita mengenal Tuhan kita dibawa masuk untuk mentaati perintah dan Firman-Nya yang membentuk setiap kita langkah demi langkahsampai membentuk kita menjadi indah.

Seperti ketika kita ingin datang beribadah, kita pasti akan memilih untuk memakai pakaian kita yang terbaik didepan cermin sampai kita mendapatkan yang paling cocok yang membuat penampilan kita kelihatan indah, seperti itulah Tuhan membentuk hidup kita agar kelihatan indah secara roh, manusia roh yang didalam kita dibentuk menjadi indah oleh Tuhan.

Tangan Tuhan sendiri yang menciptakan kita, tangan-Nya sendiri yang menuntun kita, yang menjadikan kita seperti DIA, serupa dengan gambar-Nya. Seindah apa roh kita tangan Tuhan sendiri yang membentuknya.

Mari jadikan Firman-Nya menjadi kesukaan setiap kita. Sewaktu Tuhan membentuk kita maka tidak ada alasan bagi kita untuk menyerah karena kita mengetahui Firman Tuhan mempunyai tujuan atas hidup kita, karena kita sedang berjalan dijalan yang sempit untuk masuk di pintu yang sesak itu.

Pintu yang sesak itu juga berbicara agar setiap kita menghabiskan kedagingan yang ada atas hidup kita, perbuatan daging kita harus dimatikan ketika menuruti perintah Tuhan.

Karena ini adalah perjuangan pribadi kita, mari kita memiliki keiinginan untuk berjuang mengenal Tuhan secara pribadi seumur hidup kita, karena oleh sebab apa kita berjuang hari ini akan membentuk hari depan kita bersama Tuhan.

Buat anda yang sudah berjuang mengenal Tuhan, sudah melayani Tuhan cukup lama untuk jangan menyerah karena yang diperhitungkan Tuhan adalah garis finish/ garis akhir.



Perjuangan kita berakhir ketika kita diangkat dan bertemu Tuhan diawan-awan atau ketika menyelesaikan pertandingan kita didunia dan Tuhan memanggil kita pulang.

Mari setiap kita untuk terus berjuang sampai akhir, jangan mau dikecoh oleh iblis, jangan mau dibodohi, dipahitkan dan dibuat tawar oleh iblis, mari setiap kita terus berjuang.
Tuhan yang akan memampukan setiap kita untuk yerus berjuang untuk masuk kedalam pintu yang sesak itu, bukan oleh kemampuan/kesanggupan kita tetapi oleh karena gelora cinta yang kuat, ada pengurapan khusus yang Tuhan berikan bagi setiap kita anak-anak-Nya untuk menyelesaikan bagian setiap kita. Kita bukan hanya masuk kedalam pintu yang sesak itu tetapi kita duduk semeja bersama DIA, Raja diatas segala raja, Tuhan diatas segala tuhan.

Mari berkata setiap waktu kita dibumi ini hanya untuk berjuang untuk satu hal menyenangkan hati Tuhan, masuk kedalam pintu yang sesak itu dengan mengikuti perintah-perintah-Nya. Mari singkirkan semua yang menarik perhatian yang dunia tawarkan, singkirkan semua yang sia-sia dan arahkanlah hati setiap kita hanya kepada Tuhan.

Amin!

posted from Bloggeroid

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama)

  MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama) Sabtu, 04 Februari 2023 Ps Joseph Hendrik Gomulya           Sejak awal manusia diciptakan Allah ...