Senin, 09 Mei 2016

REAKSI atau RESPON

JKI Holy Glory Church Makasih (Ibadah Raya Sore)

Jurnalist: Untung Bongga Karua.

(Minggu, 24/04/2016)
Pdt. Joseph Hendrik Gomulya

Kotbah yang pernah dibawakan oleh Bapak Pdt. Petrus Agung Purnomo, tetapi saat ini kita akan membahas tentang REAKSI atau RESPON dimana judulnya kelihatannya mirip/sama tetapi dengan contoh kejadian dengan melihat kejadian akhir-akhir ini, kejadian di akhir jaman ini yang keadaanya makin memburuk, dimana orang berkata kedepan keadaan semakin tidak menentu, ada krisis ekonomi yang besar dan peperangan dimana-mana yang sudah menjurus ke perang dunia ke-3. Seperti di Eropa satu-persatu beberapa negara runtuh ekonominya. Informasi ini bukan untuk membuat kita takut tetapi menyiapkan kita agar kita punya Respon yang tepat.

Reaksi itu sesuatu yang secara spontan tanpa dipertimbangkan, tanpa dipikirkan apalagi direnungkan dan didoakan.

Rata-rata setiap kita sebelum mengenal Tuhan atau ketika diawal-awal kita mengenal Tuhan, ketika pengenalan kita akan Tuhan masih dangkal, ketika jiwa (pikiran, perasaan dan kehendak) kita yang memimpin maka yang dominan kebanyakan adalah kita selalu bereaksi dulu (membuat keputusan dan kemudian nantinya menyesal, bereaksi kemudian setelah itu baru dipikirkan).

Tetapi respon adalah suatu keputusan atau tindakan dari perenungan minimal dipikirkan, dipertimbangkan, dan diperhitungkan.

Seseorang kelihatan dewasa adalah apakah dia bereaksi atau dia merespon.
Didalam kehidupan kadang ada sesuatu atau kejadian dimana kita harus memilih salah satunya, kadang-kadang orang sudah bereaksi dahulu kemudian dia mau meresponi, secara tidak langsung orang itu sudah membuat keputusan yang salah.

Contoh kesaksian dari kisah nyata: Seorang wanita yang sudah bersuami memutuskan untuk sementara waktu karena keadaan ekonomi memutuskan meninggalkan keluarganya, karena wanita melihat dan mendapatkan tawaran yang cukup menggiurkan untuk bekerja di luar negeri dengan tawaran gaji (2 - 3 kali lipat) dan masih ditambah dengan bonus yang besar. Wanita ini berkata jangan hanya suaminya saja yang bekerja karena penghasilan suaminya tidak mencukupi kebutuhan rumah tangga mereka, dan tawaran penghasilan yang besar itu juga membuatnya mau bekerja karena penghasilan yang lebih banyak (2 - 3 kali lipat) dari yang dihasilkan suaminya. Ketika meminta restu dari suaminya dan wanita berkata ini adalah jawaban atas doanya, dan kemudian suaminya kemudian merestui dan berangkat keluarga negeri menjadi TKW diluar negeri. Tetapi tidak sampai setahun suaminya yang merestui akhirnya menyesali keputusannya karena istrinya harus meninggalkan dia sendiri dan kemudian istrinya pergi bersama-sama dengan laki-laki lain selama bekerja diluar negeri dan rumah tangga mereka pun berakhir dengan perceraian.

Ada banyak hal yang kelihatannya sepele seperti ketika kita mau memutuskan ke-kiri atau ke-kanan, atau sesuatu keadaan yang tiba-tiba datang, dan kita tidak pernah bisa menduga ada sebuah keadaan yang tiba-tiba yang kita tidak inginkan itu terjadi, kita seperti berpikir apa yang mesti kita lakukan? Apa yang akan keluar dari mulut kita? apa yang kita pikirkan? apa yang kita putuskan? apa yang kita akan lakukan? Disitu tiba-tiba akan muncul, REAKSI atau RESPON?

Mari berdoa setelah Firman ini disharingkan kita menjadi orang yang mau meresponi Tuhan, meresponi setiap keadaan baik itu keadaan baik maupun buruk dalam ketepatan.

Contoh: Seorang wanita yang berpacaran dengan seorang pria dan karena merasa ini pria yang sudah sangat dicintainya dan kemudian memutuskan pria inilah yang akan dipilihnya menjadi pasangan dan pendamping hidupnya dan meminta restu dari ibunya. Ibunya yang kebetulan seorang pendoa kemudian menghadapkan ini dalam doa kepada Tuhan dan kemudian memilih untuk tidak merestui dan menasihati putrinya untuk membatalkan keputusannya memilih pria tersebut. Tetapi wanita ini memprotes/mempertanyakan keputusan itu dan meminta sebuah alasan. Tetapi segala penjelasan dari orang tuanya tidak ditanggapinya dan tetap mengeraskan hati untuk dinikahi oleh pria pilihannya itu. singkat cerita mereka kemudian menikah, tetapi pernikahan mereka tidak berlangsung lama, mereka bercerai dan laki-laki itu pergi meninggalkannya dengan perempuan lain.
Wanita ini kemudian kembali lagi kepada ibunya berkata untuk memilih lagi laki-laki lain dan ibunya kembali berkata TIDAK dan dia harus tunduk kepada keputusan itu karena awalnya berkata ini pria yang dahulu dinikahinya adalah dari Tuhan. Sang Ibu ini berkata benar, artinya itulah harga yang harus dibayar oleh putrinya karena dia bereaksi.

Kesaksian dari pak Hendrik: Kesaksian dari adik pak Hendrik, Bernie yang dahulu ketika masih muda sama-sama aktif di gereja dan pak Bernie ini menjadi ketua pemuda sebelum pindah ke Jakarta. Pak Bernie menjalin hubungan dengan seorang wanita teman sesama kaum muda dan mereka sudah saling menyukai. Setelah menyelesaikan pendidikan S-2nya dan kebetulan mendapatkan libur dari tempatnya bekerja di Jakarta kemudian memutuskan untuk balik ke Makassar sekalian untuk meminta restu kepada kedua orangtua. Tetapi ketika orangtua mendoakan dan wanita itu bukan yang dari Tuhan, pak Bernie berusaha untuk merayu orang tua dan bahkan berpuasa 3 hari untuk itu karena pak Bernie sudah sangat mencintai wanita ini, kalau istilah anak-anak muda sekarang ibarat laut akan diseberangi, gunung akan didaki dan api akan dilompati...

Kemudian akhirnya bertanya akan alasan mengapa tidak merestui? pak Yongsi (ayah pak Bernie dan pak Hendrik) tetap kepada keputusannya untuk berkata tidak dengan memberikan sebuah alasan yang awalnya tidak masuk ke logika pak Bernie yaitu dahulu suatu waktu pak Yongsi pernah melihat wanita itu keluar dari lift bersama-sama teman kaum muda yang lain dan pak Yongsi melihat wanita itu kelihatannya menggangu dan menggoda pak Hendrik, kakak pak Bernie dan pak Hendrik pun tidak pernah merasa itu karena menanggapinya sebagai sesama teman kaum muda dan pak Hendrik pun tidak pernah berjalan berduaan bersama wanita itu. Inilah alasan yang tidak masuk dalam pikiran pak Bernie karena kakaknya memang tidak pernah berhubungan dengan wanita pilihannya itu.
Tetapi pak Yongsi tetap berkata tidak karena beliau tidak mau anak-anaknya yang sungguh mencintai Tuhan memilih pasangan yang sembarangan tetapi beliau tetap menyerahkan semuanya ke pak Bernie, apakah dia mau terusin atau tidak?

Kemudian ibu pak Bernie memberikan solusi yang bijaksana dan berkata untuk kembali lagi 6 bulan kemudian dengan catatan selama itu pak Bernie dan wanita itu tidak dulu menjalin hubungan karena kalau wanita itu benar-benar dari Tuhan, mereka pasti dipersatukan.

Apa yang terjadi kemudian?

pak Bernie kemudian kembali pulang ke Jakarta dan wanita ini protes karena wanita ini ingin cepat-cepat menikah dan tepat 6 bulan kemudian ketika pak Bernie ke Singapore untuk urusan pekerjaannya dan ketika di Airport dia melihat wanita itu berjalan bergandengan tangan mesra dengan laki-laki lain yang adalah bossnya sendiri karena pak Bernie memang mengenalnya dan kemudian diketahui wanita ini kemudian hamil dan wanita ini akhirnya diketahui menikah sampai 3 kali.

Jadi kadang-kadang ketika kita memakai perasaan dan tiba-tiba bereaksi yang salah. Orangtua mengetahui hari depan kita, mari punya respon jangan bereaksi. pak Hendrik bersyukur adiknya pak Bernie tidak bereaksi tetapi beliau meresponi sekalipun perasaan dan pikirannya sebagai anak muda begitu menginginkan tetapi beliau menyadari untuk meresponi yang dari Tuhan.

Oleh sebab itu pak Hendrik berpesan kepada anak-anak muda jikalau ingin mengenal seseorang/berhubungan dengan seseorang terlebih dahulu hadapkanlah itu kepada Tuhan dengan mendoakan itu sendiri atau melalui orang tua dan Gembala kita untuk didoakan, karena apa yang dilihat mata, apa yang kelihatan secara fisik dari luar, bukan itu yang dilihat oleh Tuhan, tetapi hati. Oleh sebab itu yakinlah Tuhan pasti akan memberikan pasangan yang terbaik bagi kita.

Buat anak-anak muda yang terlibat dalam pelayanan melayani Tuhan yang mungkin menyukai teman sepelayanan sebelum memutuskan untuk memulai sebuah hubungan untuk tetap bertanya kepada Tuhan, karena jangan sampai sesama pelayan Tuhan bisa saling menyakiti.

Oleh sebab itu Setiap pelayan-pelayan Tuhan dimana pak Hendrik gembalakan untuk tidak saling menyakiti satu sama yang lainnya, makanya setiap pelayan-pelayan Tuhan yang ingin menjalin suatu hubungan harus seijin dari pak Hendrik dahulu untuk didoakan dihadapan Tuhan. Terkhusus bagi kita yang lelaki, kita harus memiliki integritas, kalau sudah memutuskan untuk berhubungan dengan seseorang pak Hendrik tidak menginginkan kalau kemudian nanti pindah lagi mencari yang lain, kecuali untuk hal-hal tertentu.
Lelaki yang suka kawin cerai itu adalah tanda lelaki yang tidak memiliki integritas, kedewasaan dan respon.

Kalau kita sebagai lelaki ingin mendapatkan wanita yang memiliki integritas kita juga harus memiliki integritas, begitu juga sebaliknya.
Ada banyak orang melakukan hubungan suami-istri sebelum menikah yang akhirnya setelah menikah banyak hal yang harus mereka bayar, contohnya karena tidak saling percaya...dsb.

Mari memiliki kedewasaan sedari kita muda dengan memiliki respon yang dari Tuhan dengan mendisiplinkan diri kita. Mari menjadi anak muda yang berbeda yang selalu bersandar kepada Tuhan. Ketika Tuhan melihat itu kita akan diurapi dan diberkati oleh Tuhan.

Mazmur 77:6-7
"Aku memikir-mikir hari-hari zaman purbakala, tahun-tahun zaman dahulu aku ingat.  Aku sebut-sebut pada waktu malam dalam hatiku, aku merenung, dan rohku mencari-cari"

Setiap pertimbangan, keputusan, langkah dan masalah, kita sebutkan dalam setiap doa kita setiap malam dan tanya Tuhan apa yang dikendaki-Nya? Ini adalah contoh orang yang merenungkan dan mencari kehendak Tuhan.

Berikut adalah 2 contoh REAKSI dan RESPON:

1) 2 Raja-Raja 6:24-25
Sesudah itu Benhadad, raja Aram, menghimpunkan seluruh tentaranya, lalu maju mengepung Samaria. Maka terjadilah kelaparan hebat di Samaria selama mereka mengepungnya, sehingga sebuah kepala keledai berharga delapan puluh syikal perak dan seperempat kab tahi merpati berharga lima syikal perak.

Suatu kali bangsa Israel mengalami kelaparan yang luar biasa karena dikepung oleh raja Aram, harga kepala kepala keledai mencapai 80 syikal perak dan kab tahi merpati mencapai harga 5 syikal perak, harga yang sungguh sangat mahal untuk ukuran dijaman tersebut.
(Syikal : Ukuran timbangan sebesar 11,4 gram. Biasanya dipakai untuk ukuran jumlah uang.)

Hari ini kedepan keadaan dunia makin sulit, ini juga yang dihadapi oleh bangsa Israel ketika dikepung oleh raja Aram. Pada waktu itu mereka kehabisan makanan dan semuanya begitu mahal dan mengalami kelaparan dan bahkan diayat selanjutnya raja bertemu dengan orang yang mengadukan dimana bahwa anaknya diminta untuk dibunuh dan dimakan bersama-sama oleh karena temannya yang lain sudah memberikan anaknya untuk dibunuh dan dimakan bersama-sama tetapi ketika tiba gilirannya dia tidak bersedia dan bertengkar dihadapan raja, inilah juga yang menjadi gambaran betapa begitu besarnya dampak kelaparan waktu itu yang membuat hati raja menjadi begitu piluh melihat itu dan kemudian membuat keputusan untuk pergi ke Elisa.

2 Raja-Raja 6:26-30
Suatu kali ketika raja Israel berjalan di atas tembok, datanglah seorang perempuan mengadukan halnya kepada raja, sambil berseru: “Tolonglah, ya tuanku raja!” Jawabnya: “Jika Tuhan tidak menolong engkau, dengan apakah aku dapat menolong engkau? Dengan hasil pengirikankah atau hasil pemerasan anggur?” Kemudian bertanyalah raja kepadanya: “Ada apa?” Jawab perempuan itu: “Perempuan ini berkata kepadaku: Berilah anakmu laki-laki, supaya kita makan dia pada hari ini, dan besok akan kita makan anakku laki-laki. Jadi kami memasak anakku dan memakan dia. Tetapi ketika aku berkata kepadanya pada hari berikutnya: Berilah anakmu, supaya kita makan dia, maka perempuan ini menyembunyikan anaknya.” Tatkala raja mendengar perkataan perempuan itu, dikoyakkannyalah pakaiannya; dan sedang ia berjalan di atas tembok, kelihatanlah kepada orang banyak, bahwa ia memakai kain kabung pada kulit tubuhnya.
Lalu berkatalah raja: “Beginilah kiranya Allah menghukum aku, bahkan lebih dari pada itu, jika masih tinggal kepala Elisa bin Safat di atas tubuhnya pada hari ini.”

Di Perjanjian Lama setiap orang yang ingin mendengar suara Tuhan atau meminta petunjuk dari Tuhan datang kepada nabi-nabi untuk mengetahui apa kehendak Tuhan atau apa yang harus dilakukannya. Jadi cara yang dilakukan oleh raja bangsa Israel ini pergi ke nabi Elisa ini sudah tepat karena dia pergi mencari kehendak Tuhan dan apa yang diingini Tuhan tetapi dengan sikap hati yang salah, sikap hati yang negatif kepada Tuhan.

2 Raja-Raja 6:33
Selagi ia berbicara dengan mereka, datanglah raja mendapatkan dia. Berkatalah raja kepadanya: “Sesungguhnya, malapetaka ini adalah dari pada Tuhan . Mengapakah aku berharap kepada Tuhan lagi?”

Tipuan iblis yang paling jitu didalam kita adalah ketika kita berkata segala sesuatu yang buruk dihidup kita, setiap bencana didalam hidup kita itu dari Tuhan.

Bagaimana mungkin Tuhan yang begitu sangat baik, kemudian DIA memberikan kita malapetaka, penyakit, bencana, masalah, kelaparan dan krisis didalam hidup kita?
Tuhan yang datang turun ke bumi, disalibkan untuk menanggung setiap dosa, kutuk, dan pemberontakan kita. DIA yang datang untuk memberikan kita kehidupan dan kelimpahan.

Seperti Ayub yang awalnya berkata: Tuhan yang memberi, Tuhan juga yang mengambil, Terpujilah Tuhan!

Ayub berpikir ketika anak-anaknya mati, ketika semua hartanya habis itu semua karena Tuhan yang ambil, padahal sangat jelas dikatakan setan yang datang menuntut untuk meminta itu semua, dan setan selalu memutarbalikkan fakta kalau semua itu dari Tuhan.

Kenapa bisa terjadi seperti itu? Karena kalau kita selalu berpikir negatif dan curiga dengan Tuhan maka kita tiak bisa melihat dan mendapatkan berkatnya dan semua jadi tertutup.

Berapa banyak orang yang datang ke Gereja mencari Tuhan tetapi hatinya curiga?

“Sesungguhnya, malapetaka ini adalah dari pada Tuhan . Mengapakah aku berharap kepada Tuhan lagi?”

Raja bangsa Israel ini kemudian menjadi kecewa, pahit, menggerutu, marah dan hanya meminta petunjuk Elisa saja dan tidak berharap dari Tuhan lagi.

Jangan sampai dari mulut kita keluar perkataan seperti raja ini "Mengapakah aku berharap kepada Tuhan lagi"

Ini adalah reaksi ketika raja bangsa Israel melihat orang yang mengadu kemudian dengan tergesa-gesa pergi ke nabi Elisa untuk protes yang menurut orang wajar karena bukankah bangsa Israel umat pilihan, mengapa berharap lagi? Ini adalah reaksi yang lahir dari kekecewaan, dari yang negatif.

2) 2 Raja-Raja 7:1
Lalu berkatalah Elisa: “Dengarlah firman Tuhan . Beginilah firman Tuhan : Besok kira-kira waktu ini sesukat tepung yang terbaik akan berharga sesyikal dan dua sukat jelai akan berharga sesyikal di pintu gerbang Samaria.”

Kenapa ketika raja bangsa Israel itu datang dengan ketidakpercayaannya dan kekecewaannya kepada Tuhan, tetapi yang keluar justru Firman/nubuatan?

Itulah kasih karunia/kemurahan/kebajikan Tuhan, yang mana seharusnya Firman/nubuatan ini tidak keluar, tetapi bukan berarti Tuhan setuju dengan sikap hati daripada raja bangsa Israel.

Kadang-kadang sewaktu kita datang kepada Tuhan dan ketika Tuhan masih berbicara dengan kita dan kita mengabaikan sikap hati yang salah. Mari belajar akan sikap hati ini, karena ini sangat penting, tentang reaksi itu.

2 Raja-Raja 2:7
Tetapi perwira, yang menjadi ajudan raja, menjawab abdi Allah, katanya: “Sekalipun Tuhan membuat tingkap-tingkap di langit, masakan hal itu mungkin terjadi?” Jawab abdi Allah: “Sesungguhnya, engkau akan melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi tidak akan makan apa-apa dari padanya.”

Ini adalah perwira yang menjadi ajudan, ajudan itu akan selalu bersama-sama dengan raja. Jadi ketika rajanya tidak percaya untuk tidak berharap lagi kepada Tuhan, itu pasti akan tertransfer. Yang membuat orang yang disekitar untuk percaya punya iman.

Apabila anda didalam keluarga sebagai suami-istri tidak beriman, anda tidak akan menghasilkan, berharap dari keturunan anda akan lahir orang-orangyang beriman. Oleh sebab itu mulailah dari kita untuk hidup dengan iman.

Kalau anda punya pasangan hidup, transferkan iman itu. Kalau anda mulai mengenal seseorang atau untuk memulai suatu hubungan lihatlah imannya terlebih dahulu, lihat karakternya.

"ada anak-anak muda berkata karakter itu bisa dirubah, tetapi wajah tidak bisa dirubah"

Jadi dia memilih melihat wajahnya terlebih dahulu, dan kalau begitu anda memilih yang berbeda dari Tuhan karena Tuhan melihat hati. Kalau anda diurapi, diberkati Tuhan apapun yang anda kerjakan berhasil, apapun yang kelihatan tidak menarik/ jelek bisa menjadi cantik tetapi merubah karakter itu sangat susah.

Jadi bagi anda yang belum menikah bisa berkata: "Terima kasih Tuhan, ENGKAU sedang membentuk calon istri/suamiku, dan akan datang dengan karakter Kristus yang sepadan"

“Sekalipun Tuhan membuat tingkap-tingkap di langit, masakan hal itu mungkin terjadi?”

Ajudan ini mendengar sendiri Firman/Nubuatan itu, di Perjanjian Lama seperti yang dijelaskan sebelumnya setiap orang yang mau mendengar petunjuk Tuhan akan datang kepada nabi artinya untuk mendengar suara Tuhan tetapi jawabannya “Sekalipun Tuhan membuat tingkap-tingkap di langit, masakan hal itu mungkin terjadi?”

Tetapi Elisa kemudian berkata engkau akan melihat itu tetapi engkau tidak akan menikmati atau makan apa-apa dari itu. Kenapa Elisa bisa melihat itu? Karena Firman Tuhan itu sampai dan dia dengar sendiri.

Jawab abdi Allah: “Sesungguhnya, engkau akan melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi tidak akan makan apa-apa dari padanya.”

Berapa banyak orang yang mendapatkan Firman yang sama, orang lain mengalami kelimpahan seperti pak Agung ketika kotbah tentang kelimpahan tetapi ada yang berkata tidak mungkin. Mereka melihat kelimpahan itu terjadi tetapi tidak menikmati itu.

ORANG YANG TIDAK PERCAYA TIDAK AKAN PERNAH MENIKMATI APAPUN DARI TUHAN

Mari kita lanjut membaca ayat yang selanjutnya, dimana kita akan menemukan suatu cerita yang aneh setelah tadi diceritakan tentang raja bangsa Israel dan perwiranya pergi dan berbicara meminta petunjuk Tuhan kepada Elisa bagaimana mengatasi kelaparan di Samaria yang kemudian mendapatkan Firman/nubuatan diayat selanjutnya berbicara tentang 4 orang yang sakit kusta didepan pintu gerbang kota.

2 Raja-Raja 7:3-20
Empat orang yang sakit kusta ada di depan pintu gerbang. Berkatalah yang seorang kepada yang lain: “Mengapakah kita duduk-duduk di sini sampai mati? Jika kita berkata: Baiklah kita masuk ke kota, padahal dalam kota ada kelaparan, kita akan mati di sana. Dan jika kita tinggal di sini, kita akan mati juga. Jadi sekarang, marilah kita menyeberang ke perkemahan tentara Aram. Jika mereka membiarkan kita hidup, kita akan hidup, dan jika mereka mematikan kita, kita akan mati.” Lalu pada waktu senja bangkitlah mereka masuk ke tempat perkemahan orang Aram. Tetapi ketika mereka sampai ke pinggir tempat perkemahan orang Aram itu, tampaklah tidak ada orang di sana. Sebab Tuhan telah membuat tentara Aram itu mendengar bunyi kereta, bunyi kuda, bunyi tentara yang besar, sehingga berkatalah yang seorang kepada yang lain: “Sesungguhnya raja Israel telah mengupah raja-raja orang Het dan raja-raja orang Misraim melawan kita, supaya mereka menyerang kita.” Karena itu bangkitlah mereka melarikan diri pada waktu senja dengan meninggalkan kemah dan kuda dan keledai mereka serta tempat perkemahan itu dengan begitu saja; mereka melarikan diri menyelamatkan nyawanya.  Ketika orang-orang yang sakit kusta itu sampai ke pinggir tempat perkemahan, masuklah mereka ke dalam sebuah kemah, lalu makan dan minum. Sesudah itu mereka mengangkut dari sana emas dan perak dan pakaian, kemudian pergilah mereka menyembunyikannya. Lalu datanglah mereka kembali, masuk ke dalam kemah yang lain dan mengangkut juga barang-barang dari sana, kemudian pergilah mereka menyembunyikannya. Lalu berkatalah yang seorang kepada yang lain: “Tidak patut yang kita lakukan ini. Hari ini ialah hari kabar baik, tetapi kita ini tinggal diam saja. Apabila kita menanti sampai terang pagi, maka hukuman akan menimpa kita. Jadi sekarang, marilah kita pergi menghadap untuk memberitahukan hal itu ke istana raja.”  Mereka pergi, lalu berseru kepada penunggu pintu gerbang kota dan menceritakan kepada orang-orang itu, katanya: “Kami sudah masuk ke tempat perkemahan orang Aram, dan ternyata tidak ada orang di sana, dan tidak ada suara manusia kedengaran, hanya ada kuda dan keledai tertambat dan kemah-kemah ditinggalkan dengan begitu saja.” Para penunggu pintu gerbang menyerukan dan memberitahukan hal itu ke istana raja.  Sekalipun masih malam, raja bangun juga, lalu berkata kepada para pegawainya: “Baiklah kuterangkan kepadamu apa maksud orang Aram itu terhadap kita. Mereka tahu bahwa kita ini menderita kelaparan, sebab itu mereka keluar dari tempat perkemahan untuk menyembunyikan diri di padang, sambil berpikir: Apabila orang Israel keluar dari dalam kota, kita akan menangkap mereka hidup-hidup, kemudian kita masuk ke dalam kota.” Lalu salah seorang pegawainya menjawab: “Baiklah kita ambil lima ekor dari kuda yang masih tinggal di dalam kota ini; tentulah keadaannya seperti seluruh khalayak ramai Israel yang sudah habis mati itu! Biarlah kita suruh saja orang pergi, supaya kita lihat.”  Sesudah itu mereka mengambil dua kereta kuda, kemudian raja menyuruh mereka menyusul tentara Aram sambil berkata: “Pergilah melihatnya!” Lalu pergilah mereka menyusul orang-orang itu sampai ke sungai Yordan, dan tampaklah seluruh jalan itu penuh dengan pakaian dan perkakas yang dilemparkan oleh orang Aram pada waktu mereka lari terburu-buru. Kemudian pulanglah suruhan-suruhan itu dan menceritakan hal itu kepada raja. Maka keluarlah penduduk kota itu menjarah tempat perkemahan orang Aram. Karena itu sesukat tepung yang terbaik berharga sesyikal dan dua sukat jelai berharga sesyikal, sesuai dengan firman Tuhan . Adapun raja telah menempatkan perwira yang menjadi ajudannya itu mengawasi pintu gerbang, tetapi rakyat menginjak-injak dia di pintu gerbang, lalu ia mati sesuai dengan perkataan abdi Allah yang mengatakannya pada waktu raja datang mendapatkan dia. Dan terjadi juga seperti yang dikatakan abdi Allah itu kepada raja: “Dua sukat jelai akan berharga sesyikal dan sesukat tepung yang terbaik akan berharga sesyikal, besok kira-kira waktu ini di pintu gerbang Samaria.” Pada waktu itu si perwira menjawab abdi Allah itu: “Sekalipun Tuhan membuat tingkap-tingkap di langit, masakan hal itu mungkin terjadi?”, tetapi Elisa berkata: “Sesungguhnya engkau akan melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi tidak akan makan apa-apa dari padanya.” Demikianlah terjadi kepada orang itu: Rakyat menginjak-injak dia di pintu gerbang, lalu matilah ia.

2 Raja-Raja 7:3
Yang seorang dari yang penyakit kusta itu berkata: “Mengapakah kita duduk-duduk di sini sampai mati?

Sewaktu keadaan kritis, masalah besar datang, jangan hanya tinggal duduk saja karena apabila kita hanya duduk-duduk saja tidak mencari Tuhan, kehendak-Nya tidak bergerak di roh kita dan kita menjadi pasif, maka kita akan mati.

2 Raja-Raja 7:4
Jika kita berkata: Baiklah kita masuk ke kota, padahal dalam kota ada kelaparan, kita akan mati di sana. Dan jika kita tinggal di sini, kita akan mati juga. Jadi sekarang, marilah kita menyeberang ke perkemahan tentara Aram. Jika mereka membiarkan kita hidup, kita akan hidup, dan jika mereka mematikan kita, kita akan mati.”

Artinya ketika kita duduk-duduk saja dan menyerah maka kita akan mati, mau mundurpun sama....
Yang dimaksudkan ialah pada saat kita sudah sungguh-sungguh dan justru yang terjadi kelaparan padahal dulu mungkin sebelum kita melayani Tuhan sungguh-sungguh tidak terjadi kelaparan atau tidak ada masalah tetapi sekarang ketika memutuskan untuk melayani justru terjadi masalah besar yang menyebabkan sebagian dari kita kemudian memutuskan untuk mundur dari pelayanan.

... Jadi sekarang, marilah kita menyeberang ke perkemahan tentara Aram. Jika mereka membiarkan kita hidup, kita akan hidup, dan jika mereka mematikan kita, kita akan mati.”

Ini yang dahsyat, bagian kita tidak ada yang lain untuk tetap maju berperang melawan/menghadapi lawan didepan kita. Selama kita hidup bagian kita adalah untuk terus maju dan tidak bisa mundur lagi.

2 Raja-Raja 7:5-7
Lalu pada waktu senja bangkitlah mereka masuk ke tempat perkemahan orang Aram. Tetapi ketika mereka sampai ke pinggir tempat perkemahan orang Aram itu, tampaklah tidak ada orang di sana. Sebab Tuhan telah membuat tentara Aram itu mendengar bunyi kereta, bunyi kuda, bunyi tentara yang besar, sehingga berkatalah yang seorang kepada yang lain: “Sesungguhnya raja Israel telah mengupah raja-raja orang Het dan raja-raja orang Misraim melawan kita, supaya mereka menyerang kita.” Karena itu bangkitlah mereka melarikan diri pada waktu senja dengan meninggalkan kemah dan kuda dan keledai mereka serta tempat perkemahan itu dengan begitu saja; mereka melarikan diri menyelamatkan nyawanya.

Ketika ke-4 orang yang sakit kusta ini kemudian memutuskan untuk terus maju ke perkemahan tentara Aram mereka menemukan perkemahan yang kosong karena sehari sebelumnya Tuhan telah membuat gemuruh bunyi kereta, bunyi kuda, seperti bunyi bala tentara yang besar yang datang untuk membantu bangsa Israel sehingga tentara bangsa Aram lari ketakutan meninggalkan semuanya,

kenapa Tuhan melakukan itu?

Karena Firman Tuhan telah dibentangkan karena nubuatan itu.

Jadi sewaktu kita dalam pengurapan Tuhan, sewaktu berdoa, sewaktu mengucapkan Firman dan mengucapkan perkataan disaat itu juga para Bala Tentara Surga sedang bekerja untuk seperti apa yang kita ucapkan.

2 Raja-Raja 7:8-9
Ketika orang-orang yang sakit kusta itu sampai ke pinggir tempat perkemahan, masuklah mereka ke dalam sebuah kemah, lalu makan dan minum. Sesudah itu mereka mengangkut dari sana emas dan perak dan pakaian, kemudian pergilah mereka menyembunyikannya. Lalu datanglah mereka kembali, masuk ke dalam kemah yang lain dan mengangkut juga barang-barang dari sana, kemudian pergilah mereka menyembunyikannya. Lalu berkatalah yang seorang kepada yang lain: “Tidak patut yang kita lakukan ini. Hari ini ialah hari kabar baik, tetapi kita ini tinggal diam saja. Apabila kita menanti sampai terang pagi, maka hukuman akan menimpa kita. Jadi sekarang, marilah kita pergi menghadap untuk memberitahukan hal itu ke istana raja.”

Ke-4 orang yang sakit kusta ini kemudian menikmati jarahan yang bisa mereka ambil dan nikmati sampai mereka kemudian menyadari bahwa jangan hanya mereka saja yang menikmati jarahan itu dan sebelum pagi datang mereka kemudian melaporkan/memberitahukan hal itu ke istana raja bahwa tentara Aram sudah pergi karena kalau tidak mereka berpikir nanti mereka akan dihukum.

Pernyataan itu keluar dari mulut orang yang sakit kusta yang seharusnya ini tidak keluar dari mulut mereka karena mereka ini orang yang berdosa yang mana SEHARUSNYA MEREKA SERAKAH?

2 Raja-Raja 7:17-19
Adapun raja telah menempatkan perwira yang menjadi ajudannya itu mengawasi pintu gerbang, tetapi rakyat menginjak-injak dia di pintu gerbang, lalu ia mati sesuai dengan perkataan abdi Allah yang mengatakannya pada waktu raja datang mendapatkan dia. Dan terjadi juga seperti yang dikatakan abdi Allah itu kepada raja: “Dua sukat jelai akan berharga sesyikal dan sesukat tepung yang terbaik akan berharga sesyikal, besok kira-kira waktu ini di pintu gerbang Samaria.” Pada waktu itu si perwira menjawab abdi Allah itu: “Sekalipun Tuhan membuat tingkap-tingkap di langit, masakan hal itu mungkin terjadi?”, tetapi Elisa berkata: “Sesungguhnya engkau akan melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi tidak akan makan apa-apa dari padanya.”

Hari itu benar-benar terjadi seperti nubuatan yang diperkatakan oleh nabi Elisa, terjadi pembalikan keadaan. Keadaan menjadi begitu melimpah dan seperti yang dinubuatkan “Dua sukat jelai akan berharga sesyikal dan sesukat tepung yang terbaik akan berharga sesyikal". Begitu murahnya keadaan itu, tetapi apa yang dialami oleh perwira itu? Perwira itu mati, dia melihat kelimpahan itu tetapi dia tidak bisa menikmati hasilnya.

Jadi ketika kita datang beribadah, berdoa, dekat dengan Tuhan itu bagus tetapi harus punya sikap rendah hati karena kalau tidak kita akan melihat tetapi roh kita mati, mungkin tidak mati sekaligus tetapi kita tidak bisa menikmati karena roh kita mati dan kemudian kita kecewa dan kepahitan. Karena hati kita gampang curiga dan tidak percaya kepada Tuhan.

2 Raja-Raja 8:4
Raja sedang berbicara kepada Gehazi, bujang abdi Allah itu, katanya: “Cobalah ceritakan kepadaku tentang segala perbuatan besar yang dilakukan Elisa.”

Sesuatu yang aneh, disebutkan Gehazi sedang berbicara dengan raja tentang seorang perempuan yang disembuhkan.

Bukankah Gehazi seorang yang dikutuk kena penyakit kusta beserta seluruh keluarganya?

Jangankan untuk masuk ke istana raja, untuk masuk melalui pintu gerbang saja mereka tidak diperbolehkan. Itulah sebabnya kenapa tadi ke-4 orang kusta tadi itu diam dipintu gerbang karena mereka memang tidak diperbolehkan masuk ke kota dan bersentuhan dengan orang sebelum Imam mengatakan mereka tahir, jadi ini indikasi kalau Gehazi sudah sembuh.

Pertanyaanya bagaimana bisa? Bukannya kusta dijaman itu penyakit yang tidak obatnya, dan penyakit itu adalah penyakit karena kutuk yang biasanya akan mereka derita sampai akhir hidup mereka?

Sebelumnya diceritakan tentang 4 orang kusta di pintu gerbang, siapa sebenarnya ke-4 orang ini? Alkitab tidak mengatakan siapa tetapi pak Hendrik belajar sesuatu, percaya dan yakin ke-4 orang ini adalah Gehazi, anak dan cucunya. Indikasinya bisa anda lihat dari keserakahan mereka diawal ketika melihat jarahan bangsa Aram seperti sifat mata duitan/keserakahan Gehazi, itu memang mereka.

2 Raja-Raja 5:1-27 ( Kisah ketika Eliza menolak persembahan Naaman tetapi oleh karena keserakahan Gehazi bujangnya yang tanpa sepengetahuan Eliza mengambil persembahan itu sehingga dia beserta keluarganya dikutuk kena penyakit kusta)

2 Raja-Raja 5:27
tetapi penyakit kusta Naaman akan melekat kepadamu dan kepada anak cucumu untuk selama-lamanya.” Maka keluarlah Gehazi dari depannya dengan kena kusta, putih seperti salju.

Karena kusta mereka dikucilkan, tinggal diluar tembok di pintu gerbang, tidak boleh masuk kedalam kota, mereka ini tidak punya apa-apa lagi. Makanya mereka berkata  apabila mereka masuk kedalam kota mereka akan mati, makan kotoran merpati dan anak bayi direbus, diam disitupun mereka yakin akan mati juga, sudah kena kusta dan kelaparan, oleh karenanya mereka memutuskan untuk maju ke perkemahan bangsa Aram, disana mungkin mereka juga bisa lebih cepat mati atau umur mereka bisa lebih panjang. kalau dimatikan mereka mati kalau diberi makan mereka akan makan, jadi ketika mereka memutuskan itu mereka cuma pasrah karena biasanya orang yang sudah tidak punya apa-apa biasanya mempunyai kenekatan yang luar biasa untuk terus maju.

... Ketika orang-orang yang sakit kusta itu sampai ke pinggir tempat perkemahan, masuklah mereka ke dalam sebuah kemah, lalu makan dan minum. Sesudah itu mereka mengangkut dari sana emas dan perak dan pakaian, kemudian pergilah mereka menyembunyikannya. Lalu datanglah mereka kembali, masuk ke dalam kemah yang lain dan mengangkut juga barang-barang dari sana, kemudian pergilah mereka menyembunyikannya...

Ini persis seperti sifat Gehazi yang serakah mengangkut mas, perak dan pakaian jadi rohnya masih sama, KESERAKAN. Orang sudah pasti akan mati karena kena penyakit kusta tapi begitu melihat barang-barang yang berkilau, mata mereka masih silau sampai barang-barang tersebut diangkuti sampai dua kali.

... Lalu berkatalah yang seorang kepada yang lain: “Tidak patut yang kita lakukan ini. Hari ini ialah hari kabar baik, tetapi kita ini tinggal diam saja. Apabila kita menanti sampai terang pagi, maka hukuman akan menimpa kita. Jadi sekarang, marilah kita pergi menghadap untuk memberitahukan hal itu ke istana raja.”

Tapi rupanya mereka mulai sadar, dan yakin yang dikatakan Lalu berkatalah yang seorang kepada yang lain ini adalah Gehazi yang mulai sadar “ ini tidak pantas semua yang kita lakukan ini, dulu kita kena kusta karena perbuatan seperti ini masa mau kita ulang lagi, dulu kita melakukan hal yang keliru, masa sekarang kita melalakukan lagi hal yang sama, mari kita pikirkan orang lain dan berkata hari ini adalah hari kabar baik. Seperti Yesus yang  memberitakan kabar baik kepada orang-orang miskin, dan mereka berkata “Hari ini ialah hari kabar baik jangan diam beritahu mereka supaya mereka juga menikmati bukan hanya kita”.

Gehazi yang sama yang jatuh terhadap dosa keuangan ketika Naaman membawa persembahan kepada Eliza, tetapi ketika Eliza menolak persembahan Naaman kemudian Gehazi yang dirasuki keserakahan kemudian mengikuti Naaman, menipu dan mengambil persembahan itu dengan berkata kalau Eliza mengingini persembahan itu, tetapi ketika Eliza mengetahui akan apa yang dilakukan oleh Gehazi bujangnya itu dan menumpahkannya dengan penyakit kusta beserta dengan keluarganya. Gehazi bukan orang yang baik tetapi kemudian dia mau BERTOBAT.

Disini bisa kita lihat sifat keserakahan mereka mulai hilang dan ini yang diyakini pak Hendrik pada saat mereka BERTOBAT,  ketika mereka berkata tentang “jarahan" itu kepada semua orang, semua orang bisa menikmatinya dan mendadak kusta mereka hilang.

PERTOBATAN menghasilkan PEMULIHAN dalam kehidupan kita.

Seperti Gehazi yang dahulu jatuh dalam hal keuangan karena serakah tetapi ujian yang sama akan datang. Prinsip kebenaran Firman Tuhan dimana kita pernah jatuh, sewaktu Tuhan membangkitkan kita kembali, DIA akan memperhadapkan kita kembali dengan ujian yang sama, kesalahan apapun itu. Disanalah ujian itu, ketika kita berhasil lulus apapun dosa/kesalahan itu, sewaktu kita lulus/menang bukan hanya Tuhan memulihkan keadaan kita tetapi Tuhan membawa kita masuk kedalam istana raja.

Seperti Gehazi yang diundang masuk kedalam istana raja untuk diminta pertimbangan oleh raja. Dimana yang seharusnya raja dan perwira ajudannya yang mendengarkan Firman/nubuatan, mereka yang seharusnya pagi-pagi benar menantikan nubuatan Tuhan itu tetapi karena perwira itu hatinya curiga, malah tidak bisa menikmati kelimpahan itu bahkan mati.

GEHAZI TIDAK LAGI BEREAKSI TETAPI DIA PUNYA RESPON.

Kalau kita punya kelemahan, bertobat, berbalik, dan ketika tiba ujian itu jangan takut, tetapi kita harus punya respon.

Seandainya ceritanya Gehazi yang dulu belum brobat, pasti dia akan mundur tetapi ketika Gehazi bertobat dan ketika dihadapkan dengan ujian yang sama, dia menjadi salah satu dari ke-4 orang yang kena kusta itu yang berkata untuk lebih baik maju dan tidak melakukan lagi hal yang keliru karena sudah mengetahui yang akan dihadapi dan kesalahan yang pernah dilakukakannya.

Mungkin dahulu kita punya reaksi yang berlebihan, tetapi oleh kedewasaan kita, kejatuhan yang membuat kita menjadi dewasa, dan sewaktu kita menjadi dewasa kita tidak lagi bereaksi berlebihan tetapi kita punya respon. Kita tunduk di kaki Tuhan, roh kita mencari-cari, merenungkan setiap apa yang mesti kita lakukan. Apakah kita akan mundur, maju ataukah tetap diam?

Sewaktu Gehazi memilih untuk maju dan mengalami itu, Tuhan mengingatkan Gehazi akan kejatuhannya dahulu dan berkata dia tidak bisa lagi dan dia adalah salah satu yang berkata untuk harus melapor kepada raja. Seandainya roh keserakahan/ketamakannya masih ada pada Gehazi mungkin dia akan bernasib sama dengan perwira itu. Tetapi Gehazi belajar dengan hidupnya bagaimana untuk berubah menjadi dewasa dan melaporkan jarahan bangsa Aram itu kepada raja dan disaat itulah waktunya pembalikan keadaan buat hidup Gehazi.

Gehazi yang punya masalah dengan kejujuran, keuangan, dan dengan otoritas yang daripada Eliza tetapi dia mau belajar dan akhirnya Tuhan bawa dia masuk ke Istana dan Tuhan sanggup memberkatinya berlimpah.

Mari bersyukur kita punya Tuhan yang buka hanya memulihkan keadaan yang biasa tetapi Tuhan memulihkan TOTALLY FULLEST. Semua kemurahan, kebajikan dan kasih karunia-Nya kita terima, seperti Gehazi yang bukan hanya ditahirkan atau keadaan hidupnya tetapi dia diberi Tuhan kekayaan, kesembuhan, jabatan, dia diberi wewenang dekat dan tinggal di istana raja.

REAKSI atau RESPON yang kita punyai?

REAKSI atau RESPON yang kita ingini?

REAKSI atau RESPON? mari tinggalkan REAKSI itu, mari kita memiliki RESPON.

Kita mungkin Gehazi yang pernah gagal dan mungkin sering kali gagal di hal yang sama, ketika Tuhan singkapkan Firman-Nya apapun masa lalu kita, jangan melihat kebelakang tetapi terus maju kedepan.

4 orang yang sakit kusta itu mereka berada dipintu gerbang Samaria. Pintu gerbang berbicara tentang dimana keputusan-keputusan Tuhan dibuat, seperti ketika Boas menebus Ruth dipintu gerbang. Firman Tuhan selalu berkata banyak keputusan akan hidup sesorang, akan nasib sebuah kota diputuskan dipintu gerbang. Ke-4 orang yang sakit kusta itu ketika mereka mengambil KEPUTUSAN, mereka berada dipintu gerbang.

Mari kita buat keputusan saat ini karena Yesus yang sudah mati bagi kita ketika di pintu gerbang DIA berkata "IT'S FINISHED" kuasa-Nya sanggup untuk menolong setiap kelemahan kita, karena tidak seorang pun yang Tuhan inginkan binasa, tidak seorangpun yang Tuhan sudah ciptakan untuk binasa.
Tuhan Yesus telah menebus setiap kita. Kita tinggal menerima dan berkata "Ya Tuhan aku mau maju membuat keputusan untuk maju menghadapi segala tantangan dan musuh dengan sebuah hati yang berbeda, dengan Iman dan percaya, tidak ada lagi sikap hati yang negatif, persungutan, curiga, dan meragukan Tuhan didalam hidupku tetapi yang tinggal adalah Iman dan percaya"

Dipintu gerbang yang sama perwira itu diinjak dan mati, sebelumnya dipintu gerbang itu empat orang kusta yang berdosa itu membuat keputusan yang mengubahkan hidup mereka. Tidak peduli betapa buruknya hidup kita tetapi yang Tuhan mau adalah adakah hati yang mau berbalik.

Perwira itu memiliki jabatan yang tinggi jadi ajudan raja tetapi karena kesombongan dan ketidak percayaannya, dia melihat nubuatan tentang kelimpahan itu tetapi dia tidak bisa menikmatinya.

Jangan biarkan hidup kita seperti perwira itu, tetapi mari kita menjadi orang yang mempunyai respon yang tepat, dewasa, dan  memiliki kecerdasan Ilahi. Mari miliki hati yang mau diubahkan Tuhan, hati yang mau berbalik kepada Tuhan karena kita semua punya destiny yang besar yang tidak disukai oleh iblis.

Amin!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama)

  MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama) Sabtu, 04 Februari 2023 Ps Joseph Hendrik Gomulya           Sejak awal manusia diciptakan Allah ...