Kamis, 23 Februari 2017

RAHASIA ORANG YANG DI KASIHI


Ps. Joseph Hendrik Gomulya.

"Setelah Yesus turun dari bukit orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.” Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya." (Matius 8:1-3 TB) 

Selama pelayanan Tuhan Yesus dalam dunia ini, orang-orang tidak pernah menanyakan sumber dari kuasa Tuhan yang Tuhan Yesus tunjukkan baik pada saat Tuhan Yesus menyembuhkan orang sakit, mencelikkan mata orang buta, mentahirkan tangan orang yang kena kusta, membangkitkan orang mati serta Kuasa Tuhan Yesus yang dapat mengubah air menjadi anggur dan kuasa-kuasa Tuhan Yesus yang lainnya.

"Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.” (Matius 8:2 TB) 

Kenapa orang yang kena sakit kusta ini bertanya langsung kepada Yesus untuk Yesus mau mentahirkan sakit kustanya? Pertanyaan ini juga seringkali keluar dari mulut kita karena banyak orang Kristen zaman sekarang kehidupan mereka hampir sama seperti orang yang mengalami sakit kusta ini, bukan hanya penyakit secara jasmani tetapi juga dalam hal kerohaniaan mereka walaupun mereka telah lama menjadi Kristen (sejak lahir) dan usia mereka bisa di kategorikan sudah tua (30 – 70 tahun) tetapi dalam kenyataannya mereka masih saja mempertanyakan akan sumber dari kuasa Kesembuhan Tuhan Yesus, sehingga seringkali muncul pertanyaan apakah di saat  orang tersebut mengalami sakit penyakit, apakah Tuhan Yesus dapat menyembuhkannya?

"Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya." (Matius 8:3 TB)

Ini menyatakan kepada kita bahwa Yesus tidak sama dengan para ahli-ahli Taurat dan Imam-imam yang lainnya dimana mereka melarang orang kusta tersebut berada di dalam kota dan berjumpa dengan orang banyak karena menurut adat orang Yahudi apabila ada orang yang kena penyakit kusta, orang tersebut telah menerima suatu kutukan atas perbuatan-perbuatannya. Bagi Yesus itu bukanlah suatu masalah malah Yesus saat itu menjamah orang kusta tersebut dan berkata kepadanya: “AKU mau, jadilah engkau tahir”, ini berarti Yesus bukan saja menyembuhkan orang kusta itu dari penyakit kustanya dengan hanya menjamahnya tetapi Yesus juga telah menyembuhkan jiwa dari orang tersebut dengan cara orang itu melihat bahwa di dalam Yesus ia menerima BELAS KASIHAN dari Allah yang Maha Kuasa baik melalui kesembuhan secara fisik maupun secara jiwanya.

"Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya." (Ibrani 13:8 TB) 

Pribadi Yesus Kristus tidak pernah berubah sampai selama-lamanya bahkan Kasih-Nya pun tidak berubah, jadi patut lah kita bersyukur bahwa setiap kita mempunyai Allah di dalam Yesus yang luar biasa dimana Kuasa-Nya tidak pernah berubah.

"supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya. Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya," (Efesus 1:6-7 TB)

Kata dikarunikan-Nya dalam bahasa Yunani di pakai kata KARITO yang berarti sangat di sukai dan di cintai, dimana akar katanya adalah KARIS. Dalam terjemahan bahasa inggrisnya di pakai kata GRACE yang berarti anugerah / Kasih Karunia, Kasih Allah tidak akan membiarkan kita terpuruk dalam keadaan apapun juga.

Melalui Darah-Nya yang telah menebus setiap kita maka kita di lingkupi oleh Kuasa Darah-Nya menurut Kakayaan Kasih Karunia-Nya.

"Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya. Lalu terdengarlah suara dari sorga: “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.” (Markus 1:10:11 TB) 

Kita bisa melihat bagaimana perkenanan Bapa kepada Yesus pada saat Yesus keluar dari dalam air saat memberi Diri-Nya di baptis. Ini pun juga terjadi dalam kehidupan setiap kita dimana saat kita memberi diri untuk percaya dan menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat kita serta memberi diri untuk di Baptis di dalam pengakuan dari Bapa bahwa setiap kita adalah Anak-anak Allah, ini adalah status atau identitas kita yang sebenarnya.

"Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.” (Matius 4:3 TB) 

Ini adalah suatu gambaran akan bagaimana Yesus setelah mendapatkan perkenanan dari Bapa saat keluar dari dalam air (Di Baptis oleh Yohanes pembaptis), maka saat itu pula Yesus mengalami pencobaan di padang gurun.

"Lalu terdengarlah suara dari sorga: “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan." (Markus 1:11 TB) 

Dalam Markus 1:11 ada pernyataan dari Bapa yaitu “Engkaulah Anak-Ku yang kukasihi”, sedangkan dalam Matius 4:3 ada pernyataan dari iblis yang mencobai Yesus pada saat Yesus berada di padang gurun melakukan puasa “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.” Di satu sisi Bapa menyatakan kepada Yesus suatu pengakuan bahwa Yesus adalah Anak yang Bapa Kasihi sedangkan iblis pada saat mencobai Yesus di padang gurun menghilangkan kata “Anak yang Kukasihi” sehingga seakan-akan bahwa kita tidak menyadari perbuatan Bapa yang ajaib dalam kehidupan kita sehingga yang kita tahu adalah Bapa hanya mengasihi Anak-Nya Yesus saja.

"Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” (Matius 4:4 TB) 

Di sini kita dapat melihat bagaimana yang sebenarnya iblis mau tanamkan suatu pemahaman kepada kita mengenai suatu keadaan yang seakan-akan kita TIDAK PERCAYA AKAN PEMELIHARAAN SERTA BERKAT-BERKAT TUHAN, tetapi di sisi lain Yesus ingin menyatakan kepada kita bahwa kehidupan seorang manusia di dunia ini bukan hanya hidup dari roti saja (Perkara-perkara jasmani), tetapi kehidupan manusia di dunia ini di tentukan dari setiap Firman yang keluar dari mulut Alllah, artinya bahwa kehidupan kita bukan hanya secara jasmaniah saja tetapi secara rohani pula kita hidup.

"Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya." (1 Petrus 5:8 TB)  

Ini adalah gambaran bagaimana pekerjaan iblis hari-hari ini dimana iblis di gambarkan bagaikan singa yang sedang mencari orang-orang yang nantinya dapat di bawa masuk dalam perangkapnya sehingga orang-orang yang nantinya dapat di bawa masuk dalam perangkapnya sehingga orang-orang tersebut hidupnya binasa.

"Kemarahan raja adalah seperti raung singa muda, tetapi kebaikannya seperti embun yang turun ke atas rumput." (Amsal 19:12 TB) 

Yang dimaksud raja disini adalah iblis dimana iblis menanamkan dalam banyak pikiran orang percaya bahwa Tuhan marah kepada orang-orang percaya di saat mereka melakukan suatu kesalahan dan di saat orang-orang percaya berbuat baik maka Tuhan tidak marah kepada mereka. Sebenarnya apa pun yang kita lakukan di dalam dunia ini di saat kita hidup dalam Kasih Karunia Allah maka Tuhan tidak marah kepada kita dan sifat dari Tuhan bukan sebagai pemarah tetapi Tuhan adalah penyayang serta penuh kasih.

"Keadaan ini bagi-Ku seperti pada zaman Nuh: seperti Aku telah bersumpah kepadanya bahwa air bah tidak akan meliputi bumi lagi, demikianlah Aku telah bersumpah bahwa Aku tidak akan murka terhadap engkau dan tidak akan menghardik engkau lagi.  Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku tidak akan bergoyang, firman Tuhan , yang mengasihani engkau." (Yesaya 54:9-10 TB) 

Ini merupakan janji/sumpah yang Allah nyatakan di zaman Nabi Nuh untuk tidak lagi mendatangkan air meliputi bumi dan janji yang sama pula di berikan kepada Sion serta kepada kita sebagai orang-orang percaya kepada-Nya.

"Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya." (Yohanes 19:30 TB) 

Di sini kita bisa melihat bagaimana Yesus pada saat Ia menunggu akhir hidup-Nya, Ia harus menerima anggur asam itu yang adalah gambaran dari segala kutuk, dosa, penderitaan dan sakit penyakit dengan penuh kerelaan dan kerendahan hati dan setelah Ia menerima semuanya itu lalu Yesus berkata “Sudah Selesai”. “Dan setelah itu Yesus menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya” dimana kata yang di pakai untuk kalimat Menundukkan Kepala-Nya adalah kata KLINO yang berarti Orang yang di Kasihi. Ada satu tokoh dalam Firman Tuhan yang mempunyai arti nama yang di Kasihi Tuhan dalam terjemahan bahasa ibrani, yaitu Daud.

"Segeralah kamu kembali kepada bapa dan katakanlah kepadanya: Beginilah kata Yusuf, anakmu: Allah telah menempatkan aku sebagai tuan atas seluruh Mesir; datanglah mendapatkan aku, janganlah tunggu-tunggu. Engkau akan tinggal di tanah Gosyen dan akan dekat kepadaku, engkau serta anak dan cucumu, kambing domba dan lembu sapimu dan segala milikmu."  (Kejadian 45:9-10 TB) 

Yusuf memperkenalkan dirinya kepada saudara-saudaranya, dimana Yusuf merupakan gambaran dari pada Yesus.

"Engkau akan tinggal di tanah Gosyen dan akan dekat kepadaku, engkau serta anak dan cucumu, kambing domba dan lembu sapimu dan segala milikmu. Di sanalah aku memelihara engkau -- sebab kelaparan ini masih ada lima tahun lagi -- supaya engkau jangan jatuh miskin bersama seisi rumahmu dan semua orang yang ikut serta dengan engkau." (Kejadian 45:10-11 TB)  

Tanah gosyen artinya mendekat, artinya adalah bahwa tempat yang paling dekat adalah didalam Dia. Apapun  keadaan kita, di saat kita datang mendekat kepada-Nya, percayalah Tuhan pasti memelihara hidup kita dan kemiskinan tidak melanda kita.

"Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu." (Filipi 4:9 TB) 

Apapun yang kita lakukan dalam dunia ini serta apapun yang kita pelajari mari lakukan semuanya itu dengan penuh sukacita dan terus berfokus kepada Bapa di sorga di dalam Tuhan Yesus Kristus, maka Allah yang sebagai sumber Damai Sejahtera terus menyertai kita. Jadi untuk itu sebagai orang-orang percaya kepada Tuhan dan hidup dalam Kasih Karunia Tuhan maka kita haruslah menyadari bahwa kita adalah orang-orang yang di kasihi Tuhan walau dalam keadaan apapun. Jadi mari kita bersyukur dan menjadikan Allah itu sebagai SUMBER DAMAI SEJAHTERA yang selalu menyertai kita.

Amin…

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama)

  MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama) Sabtu, 04 Februari 2023 Ps Joseph Hendrik Gomulya           Sejak awal manusia diciptakan Allah ...