Selasa, 04 Juli 2017

KARAKTERMU MASA DEPANMU (2)

By: Ev. Mikhael Iin Tjipto Purnomo Wenas

@lannygabriella – 27062017



PENUH PERHATIAN

MENUNJUKAN PENGHARGAAN TERHADAP SESEORANG
ATAU SUATU TUGAS DENGAN KONSENTRASI PENUH

Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya  Lukas 10:39

Maria memilih duduk dekat kaki Tuhan dan menaruh perhatian kepada perkataan Tuhan, lalu Tuhan berkata, itu merupakan bagian yang terbaik yang tidak akan diambil daripadanya. Tetapi seringkali bukankah kita seperti Martha?

Ketika Tuhan berfirman lewat hamba-Nya, lewat kotbah dan terkadang kita tidak menaruh perhatian terhadap kotbah dan firman tersebut, sebab kita melihat siapa yang menyampaikan firman Tuhan, dan jika yang menyampaikan firman Tuhan tidak kita kenal dan/atau sukai, maka reaksi itu berbeda; akibatnya firman tersebut tidak bisa diterima dengan baik. Kemudian menjadi seperti Martha, memilih sibuk dengan diri sendiri, mengobrol, main hp disaat kotbah sedang berlangsung dan merasa kotbah tersebut membosankan, menjenuhkan dan tidak menyenangkan.

Latih dan paksa diri untuk perhatian, makan dan tangkap firman itu, suka maupun tidak suka. Paksakan untuk bisa menerimanya dengan baik dan benar. Beri perhatian kepada suara-Nya dan firman-Nya, dan marilah menjadi pelaku firman-Nya. Perhatikan dalam segala hal.

So speak up encouraging words to one another. Build up hope so youll all be together in this, no one left out, no one left behind. I know youve already doing this; just keep on doing it.  1Thessalonians 5:11

The Message mengatakan bahwa Jadi katakanlah kata kata yang membangun satu dengan yang lain. Bangunlah pengharapan, sehingga kalian akan bersama-sama, tidak ada yang keluar, tidak ada satupun yang tertinggal. Aku tahu kamu sudah melakukan hal tersebut, dan tetap lakukanlah.

Kadangkala kita sering diumpakan sebagai pelari dan berlomba dalam pertandingan, berlomba secara bersama-sama dan kita dipanggil untuk menguatkan satu dengan yang lain, agar sampai garis akhir.
Ketika kita melihat saudara kita yang lemah, kuatkanlah dan beri semangat mencapai finish strong.
Ketika melihat yang malas, tegur dan itu yang namanya perhatian. Taruh perhatian kepada satu demi satu, sehingga tidak ada satupun dari kita yang tertinggal dan keluar dari pertandingan. Pemuridan tidak dapat dimulai jika satu dengan yang lain tidak punya PERHATIAN.

Untuk menguatkan sesama, ada baiknya kita menguatkan diri kita sendiri dengan cara menaruh perhatian sungguh sungguh terhadap firman Tuhan; makan dan cerna firman dengan baik. Mari belajar beri makan roh kita dengan cara mendengar dan merenungkan firman Tuhan setiap hari.


Amin  Tuhan Yesus memberkati.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama)

  MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama) Sabtu, 04 Februari 2023 Ps Joseph Hendrik Gomulya           Sejak awal manusia diciptakan Allah ...