Minggu, 13 November 2016

PERJUMPAAN DI GALILEA

TravellerS Phinisi, Holy Glory Church (HGC).

(04/11/2016, Ibadah Lawatan)
Ps. Joseph Hendrik Gomulya.

Sewaktu Maria Magdalena menjumpai kuburan Yesus yang kosong karena IA sudah bangkit, Makaikat Tuhan berkata kepadanya dan menyampaikan pesan kepada murid-murid Yesus yang lainnya untuk menjumpai-Nya di Galilea seperti apa yang dahulu Yesus pernah katakan sebelumnya (Matius 28:7 TB,   Markus 16:7 TB,  Lukas 24:6 TB). Galilea artinya lingkaran, Galilea juga berarti alat musik kuno yang dimainkan kembali, jadi Galilea artinya Tuhan mengelilingi hidup setiap kita. Sewaktu anda jatuh dan gagal Tuhan akan menjumpai anda di Galilea, sewaktu anda terpuruk, Tuhan akan menjumpai dan membangkitkan anda kembali karena DIA mempunyai kuasa untuk membangkitkan, sewaktu hidup anda berada di tempat yang paling terbawah, di Galilea adalah tempat pemulihan bagi anda, tempat dimana Tuhan akan kembali menjumpai anda.

Perjumpaan murid-murid dengan Yesus kembali setelah kebangkitan-Nya sama persis seperti ketika mereka bertemu pertama kali dengan-Nya dalam keadaan yang sama di saat mereka sedang menangkap ikan dan tidak mendapatkan apa-apa, jadi siklusnya seperti sebuah lingkaran. Tuhan tidak pernah berhenti untuk untuk mengasihi kita sampai DIA melihat perubahan dalam hidup kita dan terus membawa kita sampai kepada DESTINY yang telah DIA tetapkan, itulah lingkaran kasih Tuhan yang sempurna atas hidup setiap kita.

Sewaktu hidup anda terpuruk jangan pernah merasa bahwa anda sudah tidak bisa lagi untuk mempunyai pengharapan. Seperti murid-murid yang begitu membanggakan Yesus karena mereka telah melihat mujizat dan kuasa yang Yesus telah buat yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. Inilah yang membuat mereka sangat mengharapkan Yesus yang akan menjadi raja atas bangsa Israel. Semua impian, keinginan dan kerinduan murid-murid kemudian tiba-tiba hilang ketika mereka melihat Yesus disalibkan dan mati diatas kayu salib. Tetapi Firman-Nya berkata bahwa setelah kebangkitan-Nya, DIA akan menunggu mereka di Galilea. Apa yang terjadi di Galilea?

(Yohanes 21:1-14 TB)

Ada beberapa poin yang penting atau berkat dari perjumpaan dengan Tuhan di Galilea:

1). Tuhan tidak menginginkan murid-murid-Nya terus menjadi anak-anak.

Kata Yesus kepada mereka: “Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?” Jawab mereka: “Tidak ada.” (Yohanes.21:5a TB) 

Yesus memanggil murid-murid-Nya dengan anak-anak “Hai anak-anak. Jadi poin yang pertama adalah Tuhan tidak menginginkan untuk murid-murid-Nya terus menjadi anak-anak dalam rohani atau tidak dewasa. Apabila anda mempunyai kerinduan untuk hidup anda dipakai oleh Tuhan maka Tuhan akan membuat anda bertumbuh, apabila anda rindu untuk dipakai oleh Tuhan dan menerima banyak berkat dalam hidup anda maka anda harus bertumbuh dalam kedewasaan rohani.

Kata anak-anak ini memang menggambarkan bahwa Tuhan memanggil mereka itu seperti anak-anak. Sewaktu mereka dipanggil “Hai anak-anak itu berbicara tentang orang yang masih memiliki sifat kekanak-kanakan, karakter mereka masih kekanak-kanakan. Orang yang masih memiliki karakter kekanak-kanakan tidak akan pernah bisa dibawa kemana-mana dan tidak akan pernah mendapatkan apa-apa.

Ini yang banyak dialami oleh anak-anak Tuhan yang bahkan sudah lama terlibat dalam pelayanan seperti juga murid-murid yang sudah lama mengikuti Yesus tetapi kerohaniannya masih seperti kanak-kanak. Banyak anak-anak Tuhan yang mundur dari pelayanan ketika hanya ada permasalahan sedikit, seringkali gampang tersinggung apabila harga dirinya disentuh bahkan ada yang sampai meninggalkan Tuhan Yesus yang sangat mengasihi hidupnya karena masih memiliki sifat kekanak-kanakan.

“Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring” --  maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata." (Amsal 6:10-11 TB)

Tidak ada sesuatu pun yang bisa dihasilkan oleh seorang yang masih memiliki sifat kekanak-kanakan, seorang yang masih memiliki sifat kekanak-kanakan tidak akan bisa menghasilkan sesuatu, seorang yang masih memiliki sifat kekanak-kanakan tidak bisa dipercaya, hanya seorang yang memiliki kedewasaan yang bisa dipercayakan sesuatu. Kemalangan adalah contoh dan gambaran dari sifat kekanak-kanakan. Tuhan ingin mempercayakan hal yang besar tetapi sekaligus juga dengan karakter yang dewasa karena apabila hal yang besar dipercayakan kepada seorang yang masih kekanak-kanakan maka dia akan merusaknya.

Kedewasaan seseorang dilihat daripada caranya menghargai perkara-perkara yang rohani. Ketika seseorang bisa menghargai perkara yang rohani maka yang jasmani juga dia hargai, apa yang Tuhan percayakan atas hidupnya dilakukan dengan sungguh-sungguh. Jadi apabila anda masih dalam bangku sekolah atau kuliah, sekolah dan kuliahlah dengan sungguh-sungguh dan mendapatkan nilai yang terbaik, apabila anda sudah bekerja, bekerjalah dengan sungguh-sungguh karena anda mempunyai kedewasaan.

PERJUMPAAN DI GALILEA seharusnya bisa membuat murid-murid berhenti dari sifat kekanak-kanakan dan kemudian menjadi dewasa yang dapat terlihat dari sikap hati, cara mereka meresponi sesuatu, cara berpikir dan bertanggung jawab atas tanggung jawab yang mereka ambil dan kedewasaan ini harus terus-menerus bertumbuh.

Ketika kemarin murid-murid begitu terpuruk dan mau meninggalkan Tuhan karena mereka sudah tidak mempunyai pengharapan lagi karena Yesus yang selama ini mereka sembah sudah mati. Sewaktu Yesus bangkit dan berkata akan menjumpai mereka di Galilea melalui Maria Magdalena, walaupun sebenarnya mereka tidak percaya tetapi mereka tetap menantikan. Jadi apakah Tuhan biasa melihat perubahan dari arah hidup dan pelayanan serta seluruh yang kita lakukan tidak lain hanya kepada Tuhan. Seperti ditempat yang biasanya murid-murid menjala ikan, ditempat dimana mereka selalu mengalami kegagalan disitu Tuhan justru menjumpai mereka.

2). Tuhan ingin bersama-sama dengan kita untuk melayani.

"..... adakah kamu mempunyai lauk-pauk?” Jawab mereka: “Tidak ada.” (Yohanes 21:5b TB) 

Apakah Yesus tidak mempunyai lauk pauk sehingga DIA meminta lauk pauk? Apabila anda membaca di ayat 9 bahkan sebelum murid-murld sampai ke darat ikan dan roti sudah tersedia.

"Ketika mereka tiba di darat, mereka melihat api arang dan di atasnya ikan dan roti." (Yohanes 21:9 TB) 

Tuhan sudah menyediakan lauk pauk berupa ikan dan roti tetapi kenapa Yesus masih meminta lauk pauk kepada murid-murid-Nya?

Ini yang harus bisa dipahami dimana Tuhan sangat menginginkan dan memberikan tawaran kepada setiap kita untuk melayani bersama-sama dengan DIA. Ketika anda memberikan persembahan berbeda dengan anda memberi bersama-sama dengan Tuhan. Ketika anda memberikan persembahan itu anda lakukan dari diri anda tetapi ketika anda memberi bersama-sama dengan Tuhan anda melakukannya karena mengikuti perintah Tuhan, melakukannya karena anda mengetahui bahwa Tuhan yang menyuruh anda.

Ketika Tuhan bertanya apakah murid-murid mempunyai lauk-pauk itu bukan berarti Tuhan sedang meminta atau Tuhan tidak punya. Ini yang seringkali terjadi ketika mendengar Tuhan berbicara untuk memberikan persembahan atau menabur, kemudian berkata bahwa masih mempunyai banyak kebutuhan yang harus dipenuhi bahkan ada yang berkata bahwa gereja kan punya banyak uang atau berkata bahwa persembahan atau taburan yang akan diberikan tidak seberapa dengan apa yang dibutuhkan yang membuat anda berhenti melakukan itu. Orang seringkali berpikir bahwa seakan-akan Tuhan meminta karena Tuhan berkekurangan.

Mari memahami bahwa ketika Tuhan meminta sesuatu bukan berarti Tuhan berkekurangan tetapi DIA menginginkan bersama-sama dengan kita untuk duduk sehidangan dengan-Nya menikmati semua yang Tuhan miliki, yang DIA sediakan dalam hidup kita. Ini adalah sebuah rahasia bahwa Tuhan menginginkan kita tinggal dan makan bersama-sama dirumah Tuhan.

Dalam adat orang Yahudi ketika seorang diundang atau diajak untuk makan bersama-sama mereka juga akan membawa makanan dan minuman tetapi bukan berarti bahwa tuan rumah atau yang mengundang tidak menyiapkan dan menyediakan makanan dan minuman tetapi mereka membawa itu untuk dinikmati sehidangan atau join bersama-sama dalam satu meja.

Ketika anda mengetahui dengan tepat ketika Tuhan meminta sesuatu, Tuhan sedang membawa anda untuk join bersama-sama masuk kedalam pesta sehidangan dengan-Nya, menikmati segala kelimpahan dan berkat-Nya. Bertanyalah kepada Tuhan apa yang menjadi bagian anda, apa yang Tuhan inginkan anda persembahkan karena ketika melakukannya dalam ketepatan seperti yang Tuhan inginkan, itu berarti anda sedang join untuk bersama-sama sehidangan dengan-Nya.

Mari membiasakan hati kita untuk selalu menyahut dan menangkap apa yang Tuhan inginkan bahkan ketika berada dalam serba kekurangan atau justru ketika sedang gagal ketika Tuhan meminta sesuatu "Lauk-pauk itu" kita tetap percaya bahwa didalam keadaan yang berkekurangan kita tetap bisa memberikan itu. Memberi dalam kelimpahan semua orang bisa melakukannya, tetapi bisakah Tuhan melihat anda memberi disaat anda gagal atau hidup dalam kekurangan untuk join sehidangan dengan-Nya.

Ketika anda mengetahui bagaimana menangkap hati Tuhan dan bersama-sama dengan Tuhan menjadi tuan rumah untuk kegerakan-Nya, untuk masuk makan bersama-sama dengan Tuhan, menikmati kelimpahan, menikmati tuaian yang besar, menikmati pergerakan Tuhan atas bangsa ini dan membawa lawatan itu masuk maka anda akan melihat perubahan dalam hidup anda dari yang dahulu hanya bekerja sendiri dan selalu gagal dan berubah menjadi bekerja bersama-sama dengan Tuhan. Ketika diberikan kesempatan untuk memberikan persembahan itu adalah kehormatan dari Tuhan untuk kita menjadi tuan rumah bersama-sama dengan-Nya, Tuhan sedang mengangkat derajat hidup anda.

3). Bekerja bersama Tuhan (mengikuti perintah Tuhan).

,"Maka kata Yesus kepada mereka: “Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh.” Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan." (Yohanes 21:6 TB) 

Tuhan berkata kepada murid-murid-Nya untuk menebarkan jala mereka disebelah kanan perahu. Ini bukan sekedar menebarkan jala di sembarang tempat tetapi sebelah kanan adalah sebuah kehormatan, sebelah kanan adalah menangkap atau bekerja dengan pengertian itu sebuah kehormatan karena mengetahui bahwa apa yang dikerjakan adalah perintah dari Tuhan. Untuk bisa mengetahui bagaimana Tuhan berbicara atau untuk mengetahui seperti apa Tuhan bekerja kita harus memiliki kepekaan apa yang Tuhan inginkan yang dibangun dengan pengenalan akan Tuhan yang lebih melalui hubungan yang intim dengan Tuhan

Dari ayat 1 - 6 kita bisa melihat bahwa ada 2 pilihan dalam bekerja.

1). Bekerja dengan cara yang seperti biasa, seperti yang murid-murid lakukan dengan semalaman mencari ikan.

2). Bekerja dengan tuntunan Tuhan. Seperti yang dialami oleh murid-murid yang sudah merasa gagal, putus asa karena hari sudah hampir pagi, mereka sudah berada dipinggir pantai dan kondisi yang sudah lelah tetapi kemudian mendengar ada suara Tuhan untuk menebarkan jala disebelah kanan. Seringkali ketika memakai cara Tuhan selalu ditempat yang kita pikir salah atau waktu yang salah, kita berpikir bahwa tempat yang tepat untuk menangkap ikan ditempat yang dalam bukan di tepi pantai yang dangkal, waktu yang tepat bukan di pagi hari tetapi di tengah malam, tetapi ketika Tuhan yang menyuruh hasilnya ajaib.

Oleh sebab itu sewaktu mengerjakan sesuatu kita harus memastikan apa yang kita kerjakan itu keinginan Tuhan dan kita melakukannya untuk Tuhan. Jangan mengerjakan pelayanan bahkan bisnis anda sekalipun tanpa sebuah keyakinan bahwa Tuhan yang menyuruh anda melakukan atau bekerja di bidang itu, tetapi apabila anda yakin dan mengetahui serta mengerjakannya dengan iman karena Tuhan yang menyuruh maka anda akan melihat hasil yang ajaib.

"Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.” (Yohanes 6:27 TB) 

Artinya kita bekerja bukan untuk mencari nafkah melainkan bekerja karena kita mengikuti perintah Tuhan seperti yang diperintahkan-Nya. Jangan bekerja untuk mencari nafkah dan di gaji karena itu membuat kita tidak menerima yang 'unlimited' yang tanpa batas. Ketika bekerja hanya untuk mencari nafkah maka yang anda terima hanya 'limited' yang terbatas yang hanya sekedar gaji saja. Padahal apabila kita bekerja seperti yang Tuhan perintahkan dan inginkan maka kita akan menerima yang 'unlimited' karena Tuhan memiliki sumber yang sangat banyak, tidak terbatas dan sangat banyak cara untuk memberkati kita.

Apabila anda bisa terlepas dari pola pikir yang lama, pola pikir yang membuat iman anda tidak efektif dan bahkan mungkin mati karena dibatasi oleh pola pikir seperti itu. Sangat banyak anak-anak Tuhan yang melayani di gereja tujuan utamanya hanya PK 'Persembahan Kasih' sehingga pergi melakukan pelayanan kesana kemari tanpa menyadari bahwa Tuhan tidak lagi melihat pelayanannya karena motivasinya hanya memburu PK atau ketika terlambat diberi kemudian menjadi marah. Ini adalah gambaran bahwa anda membatasi berkat Tuhan dengan 'Limit' batasan dengan melayani Tuhan seperti itu, pola pikir seperti inilah yang harus diubah.

Begitu pula dalam berbisnis ketika anda berbisnis dan mengerjakannya untuk Tuhan maka anda akan mengerjakannya dengan tanpa batas dan mempersembahkannya untuk Tuhan. Tetapi apabila anda mengerjakannya buat  pribadimenjadi ketika bisnis itu sedang down atau jatuh, kerohanian anda juga akan ikutan down atau jatuh. Ketika anda mengerjakannya untuk Tuhan, ketika bisnis itu sedang down atau jatuh anda tetap percaya dan melakukannya dengan sungguh-sungguh karena anda melakukannya untuk Tuhan dan anda percaya akan ada suatu musim dimana anda akan menuai dan masuk dalam masa yang 'unlimited' untuk berkat yang tanpa batas. Kegagalan yang anda alami itu adalah cerminan bahwa mungkin selama ini anda hanya bekerja dengan cara dan kekuatan sendiri, ini waktunya untuk bekerja dengan cara Tuhan dengan hati yang selalu tertuju kepada Tuhan. Ini pun berlaku buat anda yang masih sekolah atau yang masih duduk di bangku kuliah bahkan dalam pelayanan. Sewaktu kita membebaskan pikiran, perasaan dan kehendak kita dan mengikuti apa yang Tuhan perintahkan itu seperti kita sedang mendobrak batasan-batasan dan masuk kedalam dimensi yang 'unlimited', dimensi Tuhan dimana kita bergerak dengan iman, bergerak sesuai dengan apa yang Tuhan perintahkan.

Mari mendobrak cara dan pola pikir kita yang lama dan mulai percaya dengan apa yang Tuhan perintahkan dan mau mengerjakannya dengan sungguh-sungguh karena Tuhan sangat menginginkan kita sehidangan duduk dan makan serta melayani bersama-sama dengan-Nya, Tuhan merindukan gereja dan anak-anak-Nya yang dewasa karena kedewasaan itulah yang membuat kita menerima warisan, pengertian dan kepercayaan yang Tuhan berikan. Mari miliki kedewasaan dengan tidak ada lagi yang mudah untuk marah, tidak ada lagi yang mudah tersinggung dan tidak lagi dengan mudah meninggalkan pelayanan. Mari miliki hati dan kedewasaan dalam merespon yang tepat dalam segala hal

Amen...

Jurnalistik: Untung Bangga Karua.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama)

  MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama) Sabtu, 04 Februari 2023 Ps Joseph Hendrik Gomulya           Sejak awal manusia diciptakan Allah ...