Minggu, 04 Desember 2016

MELAYANI DENGAN SIKAP MENYEMBAH

TravellerS Phinisi, Holy Glory Church (HGC)

(Doa Pagi)
Ps. Joseph Hendrik Gomulya

Penyembahan adalah sikap hati kita kepada Tuhan yang dilakukan dengan merendahkan diri.

"Demikianlah Salomo menyelesaikan rumah Tuhan dan istana raja, dan berhasil melaksanakan dalam rumah Tuhan dan dalam istananya segala sesuatu yang timbul dalam hatinya.  Kemudian Tuhan menampakkan diri kepada Salomo pada malam hari dan berfirman kepadanya: “Telah Kudengar doamu dan telah Kupilih tempat ini bagi-Ku sebagai rumah persembahan. Bilamana Aku menutup langit, sehingga tidak ada hujan, dan bilamana Aku menyuruh belalang memakan habis hasil bumi, dan bilamana Aku melepaskan penyakit sampar di antara umat-Ku, dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka. Sekarang mata-Ku terbuka dan telinga-Ku menaruh perhatian kepada doa dari tempat ini. Sekarang telah Kupilih dan Kukuduskan rumah ini, supaya nama-Ku tinggal di situ untuk selama-lamanya, maka mata-Ku dan hati-Ku akan ada di situ sepanjang masa. Mengenai engkau, jika engkau hidup di hadapan-Ku sama seperti Daud, ayahmu, dan berbuat sesuai dengan segala yang Kuperintahkan kepadamu, dan jika engkau tetap mengikuti segala ketetapan dan peraturan-Ku, maka Aku akan meneguhkan takhta kerajaanmu sesuai dengan perjanjian yang telah Kuikat dengan Daud, ayahmu, dengan berkata: Takkan terputus keturunanmu yang memerintah atas Israel. Tetapi jika kamu ini berbalik dan meninggalkan segala ketetapan dan perintah-Ku yang telah Kuberikan kepadamu, dan pergi beribadah kepada allah lain dan sujud menyembah kepadanya, maka Aku akan mencabut kamu dari tanah-Ku yang telah Kuberikan kepadamu, dan rumah ini yang telah Kukuduskan bagi nama-Ku, akan Kubuang dari hadapan-Ku, dan akan Kujadikan kiasan dan sindiran di antara segala bangsa. Dan setiap orang yang lewat rumah yang amat ditinggikan ini, akan tertegun dan berkata: Apakah sebabnya Tuhan berbuat yang demikian kepada negeri ini dan kepada rumah ini? Maka orang akan berkata: Sebab mereka meninggalkan Tuhan , Allah nenek moyang mereka, yang membawa mereka keluar dari tanah Mesir, dan sebab mereka berpegang pada allah lain dan sujud menyembah kepadanya dan beribadah kepadanya. Itulah sebabnya Ia mendatangkan segala malapetaka ini ke atas mereka." (2 Tawarikh 7:11-22 TB)

Penyembahan adalah hal yang iblis selalu ingin ambil dari hidup setiap orang. Penyembahan yang sebenarnya adalah kehidupan atau berbicara tentang seluruh hidup kita dimana itu menjadi gaya hidup untuk membangun manusia roh kita. Sehingga ketika ingin menyembah Tuhan kita melakukannya didalam roh dan kebenaran. Sejak Tuhan memilih kita maka sejak hari itu akan timbul penyembahan, dimana sejak itu identitas kita menjadi seorang penyembah dengan tuntunan Roh Kudus yang ada didalam kita untuk menyembah Bapa.

Mari memastikan apapun yang kita lakukan adalah penyembahan kepada Tuhan dan bukan kepada yang lain atau diri sendiri. Pekerjaan kita bisa menjadi sebuah penyembahan apabila pekerjaan yang dilakukan hasilnya dipakai untuk kemulian Tuhan. Akan tetapi apabila penyembahan itu dilakukan untuk diri anda sendiri dan tujuannya hanya untuk sekedar materi belaka itu bukan penyembahan sekalipun itu anda lakukan di gereja dengan memuji dan menyembah sambil tersungkur. Pengabdian pasangan suami - istri yang saling melayani satu sama lainnya itu juga hal yang baik dan mulia akan tetapi sekedar mengasihi pasangan itu bukan sebuah penyembahan seperti Salomo yang justru akibat terlalu mengasihi istri-istrinya itulah yang membawanya untuk condong menyembah yang lain (berhala).

"Mengenai engkau, jika engkau hidup di hadapan-Ku sama seperti Daud, ayahmu, dan berbuat sesuai dengan segala yang Kuperintahkan kepadamu, dan jika engkau tetap mengikuti segala ketetapan dan peraturan-Ku" (2 Tawarikh 7:17 TB)

Sebagai akibat dari kurangnya kepekaan seringkali kita kurang menangkap atau bahkan mengabaikan peringatan Tuhan. Seharusnya Salomo bisa mencontoh kehidupan Daud ayahnya yang digantikannya, seorang yang bisa menyelesaikan panggilannya sampai garis akhir "Finish Strong" karena Daud adalah seorang penyembah yang selalu bergantung dan mencari perkenanan Tuhan tanpa ada ambisi atau motivasi yang lain di hati-Nya bahkan ketika salah seorang anaknya yang sudah begitu berhasrat menginginkan takhtanya, dia memberikannya.

Jangan membiarkan hati kita yang dulunya adalah seorang penyembah kemudian itu menjadi berkurang dan bahkan itu hilang dari hidup kita karena munculnya motivasi yang lain di hati. Salomo awalnya bisa belajar dari ayahnya ketika membangun Bait Allah dan mempersembahkan korban sampai seluruh orang yang berada di situ tersungkur dan tidak kuat lagi untuk berdiri karena Hadirat Tuhan yang sangat kuat. Salomo sebenarnya diawal sudah belajar seperti apa yang Daud ayahnya lakukan tetapi kemudian jatuh kepada dosa perzinahan dengan mencintai dan memperistri wanita-wanita penyembah berhala yang kemudian mencondongkan hati Salomo kepada penyembahan berhala.

Aktifitas didalam pelayanan tidak bisa diartikan sebagai penyembahan tetapi itu bisa menjadi penyembahan anda apabila itu dilakukan dengan sikap hati yang benar, melayani dengan Roh Tuhan dan hati yang tertuju kepada Tuhan. Sebuah pelayanan bisa menjadi sesuatu yang duniawi, tidak juga rohani tergantung pelayanan itu untuk siapa? atau tergantung sikap hati anda dimana apabila itu hanya untuk diri anda, itu bukan penyembahan sekalipun yang dilayani itu jiwa-jiwa dan sekalipun banyak jiwa-jiwa yang sudah terselamatkan akan tetap tidak dihitung sebagai penyembahan karena kemuliaan Tuhan sudah diambil. Contoh lainnya sikap hati anda melayani tetapi motivasi anda untuk hal-hal yang duniawi atau sekedar untuk materi. Kepercayaan yang Tuhan berikan seharusnya membuat kita semakin melekat kepadanya dan tidak menggantikan Tuhan dengan yang lainnya atau kita bahkan yang menjadi tuhan. Kepercayaan Tuhan seharusnya membuat kita semakin merendahkan diri dan tidak mengejar yang lain.

Apabila Tuhan memilih kita, lakukan segala perintah dan ketetapan-Nya dengan sikap hati yang menyembah. Menyembah bukan hanya sekedar menyanyikan lagu penyembahan dalam tempo yang lambat karena jenis lagu Praise itu juga penyembahan. penyembahan adalah ketika kita melakukannya dalam roh dan kebenaran dari hati kita untuk Tuhan, ketika kita melakukan sesuatu kita mengerti bahwa Tuhan sedang menerimanya, Tuhan sedang melihat itu dan Tuhan sedang di senangkan atas apa yang kita lakukan. Maka kita akan mampu melakukan apa yang Tuhan inginkan dimana saja atau bahkan ketika itu sangat sulit sekalipun kita mau melakukannya untuk menyenangkan Tuhan. Seharusnya melakukan pekerjaan rohani itu adalah bentuk penyembahan kita dimana Salomo seharusnya sudah mengetahui itu karena sudah ada figur yang dilihatnya yaitu Daud ayahnya.

Demikian halnya juga kita yang sudah melihat begitu banyak figur didalam Alkitab sehingga kita sebenarnya tidak punya banyak alasan untuk tidak mengerti siapa Tuhan yang kita sembah. Kasih karunia, Firman-Nya, segala ketetapan dan peraturannya yang begitu berlimpah seharusnya kita tidak punya alasan untuk berkata tidak bisa atau tidak mengetahui bagaimana cara melakukan sesuatu yang menyenangkan hati-Nya. Tuhan juga sudah memperingatkan kita seperti yang dilakukan-Nya kepada Salomo melalui Yesus yang juga adalah keturunan Daud, dimana melalui DIA kita menjadi bangsa yang dipilih oleh Tuhan untuk berbuat seperti yang Tuhan perintahkan. Jadi penyembahan Daud yang menyenangkan hati Tuhan bukan hanya ketika dirinya bermain kecapi tetapi sewaktu dia melakukan segala perintah Tuhan.
   
Ketika anda jatuh seharusnya anda bisa bangkit dan tidak melakukan kesalahan itu terus-menerus dan tidak mau berusaha memperbaiki kelemahan anda, contohnya: kelemahan anda dalam masalah disiplin waktu. Ketika anda mau berusaha memperbaiki itu dengan menaklukkan dan mematikan segala kedagingan untuk mau taat kepada Tuhan sebagai bentuk penyembahan kepada-Nya. Ketika anda tidak bisa taat kepada orang tua atau pemimpin yang kelihatan, bagaimana anda bisa taat kepada Tuhan yang tidak kelihatan? Didalam kedagingan selalu ada benih pemberontakan, benih ketidaktaatan, benih yang membuat anda tidak mau dididik, benih kesombongan dan benih untuk selalu mau dipuji dan disanjung. Kita tidak akan bisa mengenal dan belajar untuk mentaati perintah Tuhan apabila kita tidak mau dididik dalam hal-hal yang jasmani dan belajar untuk taat.

Dalam dunia sekuler saja orang-orang bisa melakukan sesuatu dengan penuh gairah "PASSION", jadi kita seharusnya memiliki gairah ini ketika melakukan pekerjaan Tuhan bahkan seharusnya lebih lagi sampai Tuhan melihat kita melakukan pekerjaan-Nya dengan sikap hati yang selalu menyembah. Sangat banyak anak-anak Tuhan mengalami seperti yang Salomo alami, mengawali sesuatu dengan roh, melayani dengan begitu berapi-api tetapi di pertengahan jalan kemudian berhenti yang menjadi celah buat iblis untuk masuk dan  membuat hati menjadi kecewa dimana penyebabnya ketika Tuhan kemudian tiba-tiba digantikan dengan yang lain sebagai akibat tidak pernah melayani dengan sikap menyembah.

"Lalu masuklah raja Daud ke dalam, kemudian duduklah ia di hadapan Tuhan sambil berkata: “Siapakah aku ini, ya Tuhan ALLAH , dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini?" (2 Tawarikh 7:18 TB) 

Ini adalah jatah yang sangat besar yang Tuhan berikan kepada Daud dan seluruh keturunannya tanpa terputus, bahkan ini dijadikan Tuhan sebagai perjanjian-Nya dengan Daud. Seharusnya Salomo dan semua anak-amembunuh bisa melihat dan menangkap itu. Kenyataan yang terjadi adalah mereka mau memerintah tetapi dengan cara yang salah, saling curiga, membenci bahkan sampai membunuh saudaranya sendiri, melakukan hal yang lain yang bukan kehendak Tuhan dan tiba-tiba motivasi itu menjadi salah. Bahkan Absalom anak Daud lainnya sampai tega mengkudeta dan mengusir ayahnya karena sejak masa kecil motivasi yang salah itu sudah ada tetapi tidak berani untuk dimatikan.

Alasan kenapa hati ini sangat penting sekali untuk dididik karena hati kita bisa tiba-tiba menjadi liar dan sulit untuk dikendalikan. Motivasi di hati bisa menjadi liar ke sana ke mari dan membunuh kita sendiri.

"Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. Apabila ia melakukan kesalahan, maka Aku akan menghukum dia dengan rotan yang dipakai orang dan dengan pukulan yang diberikan anak-anak manusia." (2 Tawarikh 7:14 TB) 

Seorang penyembah sebenarnya mengetahui bahwa Nama Tuhan ada diatas hidupnya, tujuannya adalah Tuhan  tidak ada yang lain atau menambahkan dengan yang lain. Merendahkan diri adalah sikap hati yang dilakukan dengan berpuasa untuk mematikan keinginan daging. Sikap hati yang tersungkur belum tentu merendahkan diri karena hatinya bisa saja menanduk dengan Tuhan. Ketika seseorang berdiri bukan berarti orang itu tidak merendahkan diri karena bisa saja rohnya yang merendahkan diri, berdoa untuk melakukan apa yang Tuhan katakan dan sepakat dengan itu, ada komunikasi 2 arah dengan Tuhan dengan mencari wajahnya. Berdoa pun belum tentu menyembah karena orang yang berdoa dengan asal berdoa saja, mulutnya berbicara tetapi hatinya justru menjauh dari Tuhan.

Seorang yang menyembah mengetahui yang namanya bertobat setiap hari/waktu karena mengetahui apa yang menjadi kesukaan Tuhan dan mau mencari itu serta memiliki keinginan untuk belajar dan hatinya dididik oleh Tuhan. Ketika kita bersyukur karena Tuhan memilih kita untuk menjadi hamba-Nya, bisa dipilih Tuhan untuk melayani itu adalah sebuah kehormatan maka yang timbul adalah passion, ucapan syukur dan penyembahan. Mari belajar mengikuti ketetapan dan peraturan-Nya dengan passion dan sikap hati yang menyembah dengan belajar untuk melakukan dan mentaati ketetapan dan peraturan yang jasmani yang diberikan oleh orang tua atau pemimpin yang berada di atas kita.

Tuhan sebenarnya ingin mempercayakan sangat banyak hal dalam hidup setiap anak-anak-Nya tetapi untuk Tuhan mempercayakan hal-hal yang sangat banyak itu memang tidak mudah dimana anda harus bisa belajar bertanggung jawab dari hal-hal yang kecil terlebih dahulu dan setia untuk melakukannya.

Amen...

Jurnalis: Untung Bongga Karua.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama)

  MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama) Sabtu, 04 Februari 2023 Ps Joseph Hendrik Gomulya           Sejak awal manusia diciptakan Allah ...