Kamis, 14 Januari 2021

MENANTI-NANTIKAN TUHAN

 

MENANTI-NANTIKAN TUHAN


Oleh Ps. Joseph Hendrik Gomulya, M. Th

(Renungan Mezbah Pemulihan)

(Mazmur 25: 3-5 TB)
Ya, semua orang yang menantikan Engkau takkan mendapat malu; yang mendapat malu ialah mereka yang berbuat khianat dengan tidak ada alasannya. Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku. Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari.




Siapa orang yang kita andalkan? Apakah Tuhan atau mungkin bahkan yang lain.  Menunggu Tuhan bukanlah tindakan pasif ataupun menganggur, tetapi membutuhkan disiplin dan komitmen.

Apa saja berkat yang bisa kita peroleh dari menanti-nantikan Tuhan? Alkitab menyebutkan begitu banyak janji-janji Tuhan yang luar biasa bagi orang-orang yang dengan tekun menantikan-Nya. Mari kita lihat satu persatu dalam kaitannya dengan rincian arti menantikan Tuhan sesuai dengan ayat diatas.

 

1. Orang yg menantikan Tuhan tdk akan mendapat malu, artinya Tuhan akan menepati janjinya. Ini adalah jaminan dari Tuhan sendiri bahwa orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan tidak akan mendapat malu. Ini adalah penegasan dari Tuhan untuk menyakinkan kita bahwa orang-orang yang menantikan Dia takkan mendapat malu karena kasih-Nya yang sangat besar.

 

2. Orang yang menantikan Tuhan maka Tuhan sendiri yang akan memberitahukan jalan, cara dan waktu tepat dan terbaik bagi kita. Terkadang kita sudah mengerti dan memahami kebenaran firman Tuhan ini, tapi kenyataan dalam praktik kehidupan sehari-hari terkadang seringkali kita merasa kecewa dan marah kepada Tuhan karena doa kita yang belum terjawab, pertolongan yang tidak kunjung datang, atau kesembuhan yang kita harapkan belum kita alami.  Maka kita pun berhenti berharap, tak lagi bertekun dalam doa, tak lagi bersabar menanti-nantikan Tuhan dalam bertindak, kemudian kita mulai memutar haluan mencari pertolongan dari sumber lain dan berpaling dari-Nya.  Kita ingin serba cepat dan instan!  Kita seperti ingin Tuhan bertindak menurut waktu yang kita tentukan!

Apabila dilihat dari sudut pandang manusia, biasanya Tuhan melakukan berbagai hal dengan cara yang tidak pernah terpikirkan sama sekali oleh akal dan pikiran kita dan sangat berbeda dengan yang kita harapkan. Tetapi, saat kita lebih percaya dan lebih bergantung kepada-Nya, maka kita akan menemukan bahwa pendekatan-Nya tidak begitu aneh. Dan ketika kita hidup selaras dengan kehendak Tuhan, waktu-Nya mulai masuk akal.

Berhati-hatilah dimasa-masa seperti saat ini dunia akan turut menawarkan jalan keluar di tengah kemelut ekonomi dan dunia ini. Tuhan sudah memperingatkan kita untuk tidak berjalan ataupun menjadi serupa dengan dunia ini. Yang harus kita lakukan adalah masuk dalam kamar keintiman kita dan berjumpa dengan-Nya, berbicara dengan-Nya dan mendengarkan-Nya.

3. Orang yang menantikan Tuhan adalah orang yang berjalan di dalam Firman-Nya, yang akan mengajar, menuntun dan membimbing kita, seperti Daud yang selalu merenungkan firman Tuhan siang dan malam sehingga dirinya mempunyai keintiman dengan Tuhan.

Renungkanlah Firman Tuhan siang dan malam, agar pikiran kita mengalami penyesuaian dengan kehendak-Nya dan berubah oleh pembaharuan akal. Orang yang intim adalah orang yang kehidupannya berpadanan dengan kebenaran; orang-orang yang mempunyai integritas, hati  dan perbuatan berjalan seiring.

Hari-hari ini, di kala kita sedang menantikan datangnya pertolongan dan keselamatan yang dari Tuhan, pastilah Tuhan mengijinkan kita melewati masa-masa pembersihan. Pembersihan inilah yang akan menyingkapkan kepada kita, hal-hal yang Tuhan tidak sukai . Melalui berbagai macam masalah yang akan kita hadapi, kita dibersihkan dan dibawa untuk mengubah hal-hal yang tidak sesuai tersebut, dan menyesuaikan keberadaan kita dengan kebenaran Tuhan. Pembersihan ini mempengaruhi doa kita di hadapan Tuhan.

 

4. Orang yang menantikan Tuhan, seumur hidupnya yang  diutamakan adalah Tuhan.

Semua masalah baik itu mengalami krisis atau memiliki sakit penyakit terkadang dijinkan oleh Tuhan agar kita kembali menantikan dan mengandalkan Tuhan. Apa pun keadaannya kita harus tetap menanti-nantikan Tuhan karena Dia tidak pernah lalai menepati janjiNya.  Dalam menantikan Tuhan terkandung beberapa aspek yang harus dipenuhi, yaitu kesabaran, ketekunan dan penguasaan diri;  dan kesemuanya itu tidak terlepas dari tindakan kita membangun persekutuan yang karib dengan Tuhan.  Ketika kita sabar dan tekun menanti-nantikan Tuhan, iman kita sedang dilatih supaya kuat. Tidak ada janji Tuhan yang tidak ditepati-Nya.  Menantikan Tuhan berarti berjalan dalam kebenaran dan iman.  Jika Tuhan belum menjawab doa-doa kita, tetaplah bertekun menantikan Dia.  Ingat!  Hidup kita adalah  "...hidup karena percaya, bukan karena melihat".

5. Orang yang menantikan Tuhan, adalah orang yang memiliki kerendahan  hati yang selalu mau diajar dan dibentuk oleh Tuhan melalui proses yang Tuhan ijinkan kita lalui. Proses-proses yang kita lalui akan menguji respons yang akan kita berikan terhadap proses tersebut. Respons yang benar akan mendatangkan berkat.

 

 

 

6. Orang yang menantikan Tuhan maka Tuhan sendiri yang akan jadi penyelamatnya.

Kita perlu berkata seperti Daud berkata, “Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari.”. Tuhan sangat rindu menolong dan menyelamatkan kita dengan melakukan mujizat-mujizat yang kreatif.

Mari mengisi hari-hari kita dengan merenungkan firman-Nya siang dan malam, menangkap apa yang menjadi kerinduan hati Tuhan dan membangun mezbah Doa dimanapun kita berada agar kita selalu terkoneksi dengan Tuhan.

 

 

Amen, Tuhan Yesus Memberkati.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama)

  MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama) Sabtu, 04 Februari 2023 Ps Joseph Hendrik Gomulya           Sejak awal manusia diciptakan Allah ...