Rabu, 28 April 2021

MEMUJI TUHAN SETIAP WAKTU

 

MEMUJI TUHAN SETIAP WAKTU



Oleh Ps. Joseph Hendrik Gomulya, M. Th

(Renungan Mezbah Pemulihan)



(Mazmur 33:1-3 TB)
Bersorak-sorailah, hai orang-orang benar, dalam TUHAN! Sebab memuji-muji itu layak bagi orang-orang jujur. Bersyukurlah kepada TUHAN dengan kecapi, bermazmurlah bagi-Nya dengan gambus sepuluh tali! Nyanyikanlah bagi-Nya nyanyian baru; petiklah kecapi baik-baik dengan sorak-sorai!

 

          Bagaimana kita memuji Tuhan, mengapa kita harus memuji Tuhan?
Karena kita adalah orang benar, yang percaya dan yang berharap kepada Tuhan.
Apapun keadaan yang sedang kita alami dalam kehidupan apakah itu baik atau sedang tidak baik, kita tetap memuji Tuhan.

          Semua orang yang percaya harus memuji-muji Tuhan dengan segenap hati. Tuhan tidak menilai seberapa bagus suara kita, tetapi kesungguhan hati kita dalam memuji Tuhan. Pujian yang keluar dari hati, sekali pun suaranya kurang bagus, tidak menjadi masalah bagi Tuhan.

          Apakah saudara pernah memberikan pujian kepada orang-orang di sekitar anda? Biasanya saat kita memberikan pujian kepada mereka, pasti karena mereka telah melakukan kebaikan atau pun hal-hal yang hebat di dalam hidupnya. Namun, terkadang ada juga orang yang memberikan pujian kepada orang lain bukan karena orang lain benar-benar melakukan hal yang hebat; tetapi sekedar supaya dirinya mendapatkan keuntungan yang lebih. Nah, sekarang bagaimana dengan kita? Motivasi dari pujian yang kita berikan kepada orang lain merupakan gambaran secara nyata motivasi yang kita miliki ketika memuji Tuhan. Apakah kita memuji Tuhan karena kebaikan dan kesetiaan-Nya di dalam hidup kita atau ternyata kita memuji Tuhan agar Allah dapat mewujudkan keinginan kita? mari belajar dari Daud untuk sungguh-sungguh menaikkan pujian dan syukur hanya kepada Tuhan. Daud mengingatkan bahwa kita harus menaikkan pujian kepada Tuhan karena firman-Nya yang selalu memberikan kekuatan bagi kita dan juga karena kesetiaan Tuhan yang selalu ada memelihara dan menjaga kita setiap saat.

 

Bersyukurlah kepada TUHAN dengan kecapi, bermazmurlah bagi-Nya dengan gambus sepuluh tali!

 

Artinya bahwa setiap melody dan nada dari alat musik yang dimainkan itu mempunyai arti, saat kita sedang dalam penderitaan dan kita tetap menaikkan ucapan syukur kepada Tuhan itu seperti bermain musik, Tuhan menikmati responmu karena hati kita mudah bersyukur dan ketika itu naik kepada Tuhan maka saat waktu-Nya tiba apapun yang engkau inginkan akan dijawab Tuhan.

          Tuhan menghendaki kita agar senantiasa memuji-muji Tuhan. Daud adalah orang yang mengerti benar betapa pentingnya pujian bagi Tuhan, di mana dalam pujian ada kuasa! Seorang penyembah dan pendoa suka bermazmur dan melahirkan kata-kata yang lahir dari hati kita untuk Tuhan. Sewaktu seseorang memuji, menyembah dan menyanyi bagi Tuhan dia juga sedang menyanyikan firman Tuhan, memberitakan firman Tuhan melalui nyanyian, atau mendengar pemberitaan firman Tuhan melalui nyanyian. Sewaktu kita memuji Tuhan dan nyanyian tersebut di dalamnya adalah prinsip firman Tuhan, maka di situ kita sedang berkotbah melalui pujian atau mazmur.

 

"Nyanyikanlah bagi-Nya nyanyian baru; petiklah kecapi baik-baik dengan sorak-sorai!" 

 

          Ini seruan yang mengingatkan kita agar jangan pernah berhenti untuk memuji Tuhan lewat lagu-lagu yang baru. Apabila anda hanya boleh mendengar satu lagu saja sepanjang hidup anda, tidakkah itu akan sangat membosankan? Demikian pula Tuhan, musik datang dari kreativitas-Nya yang tak terbatas. Kita bisa mengetahui dari Alkitab bahwa musik bukan saja ada di bumi tetapi juga di surga. Teruslah menyanyi buat Tuhan dan terus "upgrade" diri, Mari terus nyanyikan lagu-lagu baru dan senangkan Tuhan di dalamnya.

 

 

Amen Tuhan Yesus Memberkati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama)

  MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama) Sabtu, 04 Februari 2023 Ps Joseph Hendrik Gomulya           Sejak awal manusia diciptakan Allah ...