Rabu, 28 April 2021

HIDUPLAH DALAM KETULUSAN

 

HIDUPLAH DALAM KETULUSAN



Oleh Ps. Joseph Hendrik Gomulya,  M.Th

(Renungan Mezbah Pemulihan)




(Mazmur 26:1-3 TB)
Berilah keadilan kepadaku, ya TUHAN, sebab aku telah hidup dalam ketulusan; kepada TUHAN aku percaya dengan tidak ragu-ragu.
Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku.
Sebab mataku tertuju pada kasih setia-Mu, dan aku hidup dalam kebenaran-Mu.

 

          Manusia diciptakan oleh Tuhan sebagai makhluk yang relatif, yang berarti sebagai makhluk yang berhubungan dengan orang lain. Tidak mungkin tidak kita berhubungan dengan hal lain, orang lain, urusan yang lain, perkara yang lain, kita bukanlah kebenaran itu sendiri. Kita perlu kebenaran Tuhan, kita perlu Tuhan, kita perlu kekudusan Tuhan, manusia tidak mungkin memutlakkan dirinya sendiri.. Kita mesti mengevaluasi diri kita dan mesti memikirkan akan hati kita dan hidup kita di hadapan Tuhan. Ada sebagian orang merasa bahwa dirinya benar berdasarkan ukuran kebenaran yang mereka buat sendiri. Sebagian lagi menganggap bahwa dirinya benar berdasarkan ukuran kebenaran dunia. Berdasarkan ukuran-ukuran tersebutlah mereka membela diri manakala dinyatakan bersalah, atau merasionalisasikan kesalahan-kesalahan yang merekar perbuat.

          Daud tidak demilian, Ia memohon keadilan kepada Tuhan karena ia yakin bahwa ia telah menjalani kehidupannya didalam kebenaran TUHAN, hidup dalam ketulusan, memiliki sikap percaya tanpa keraguan kepada TUHAN. Daud menaruh pengharapan sepenuhnya kepada kasih setia TUHAN. Sehingga Daud berani menyatakan: "Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku”.

          Kemudian bagaimana dengan kita? berarti yang harus kita lakukan dalam kehidupan kita adalah hidup dalam ketulusan, apa pun yang kita lakukan, kita selalu terfokus atau mengarahkan kehidupan kita kepada Tuhan, sikap hati yang tulus kepada Tuhab, hanya memuliakan nama Tuhan. Mungkin dalam perjalanan kehidupan kita mengalami hal atau sesuatu yang sangat tidak kita inginkan dan berbagai tantangan dalam kehidupan tetapi saat hati kita tulus kepada Tuhan maka Tuhanlah yang akan membela kita, Tuhan akan selalu memberi kita hikmat untuk apa yang mesti kita lakukan, jadi tetaplah hidup dalam ketulusan.

Orang yang hidup dengan Ketulusan kepada Tuhan akan melakukan seperti ini :

 

1.       Percaya kepada Tuhan tanpa ada sedikit pun keraguan.

Keraguan muncul karena kurangnya rasa aman didalam batin yang tidak memiliki kemerdekaan, tidak ada kebebasan, ada penuduhan dalam diri sendiri, merasa tidak layak atau merasa hidup kita ini brengsek sehingga inilah yang membuat kita tidak bisa bertumbuh, merasa benar sendiri, dan membuat kita semakin terpuruk. Tetapi saat kita merasa tidak aman belajarlah untuk bertobat dan minta dipulihkan oleh Tuhan, belajar terima nasihat dan teguran. Saat kita sudah dipulihkan maka kita akan percaya sepenuhnya kepada Tuhan, mempercayakan hidup kita sepenuhnya kedalam tangan kasih-Nya tanpa ada sedikit ketakutan, kecemasan dan keraguan lagi.

 

Saat kita tidak sungguh-sungguh percaya pada kuasa TUHAN, akan mudah bagi kita untuk mencari pertolongan ataupun jawaban yang ditawarkan oleh Iblis dan dunia sehingga bukan kebaikan yang kita peroleh namun justru hal yang buruk yang terjadi dalam hidup kita.

 

2.       Harus menanamkan Firman didalam hidup kita dan percaya kepada Tuhan.

adalah Meneladani kehidupan Tuhan Yesus dengan melakukan setiap firman-Nya. Karena kasih-Nya, kebaikan hati-Nya, dan kebenaran-Nya adalah tujuan hidup kita.

3.       Sikap hati selalu terbuka dengan Tuhan.

Apabila hati kita tulus, saat kita dalam masalah atau ujian bukanlah masalah buat kita, kita akan tetap tulus melayani Tuhan. Mengapa? Karena kita mengetahui ada masanya bahwa kepercayaan kita, ketulusan kita, iman kita betul-betul di uji oleh Tuhan, dari emas yang berkarat menjadi emas yang berkilau.

4.       Selidiki batin dan hati kita.
Ketika kita menghadapi ketidakadilan selidiki batin dan hati kita, cepatlah bertobat apabila kita masih salah dihadapan Tuhan. Mintalah kepada Tuhan untuk batin kita diuji dan sentuh sehingga pemulihan terjadi. Kita juga perlu minta supaya Tuhan menyelidiki hati kita sehingga kita mempunyai hati nurani yang murni. Sehingga ketika Tuhan bicara melalui pasangan kita, anak-anak kita dan bahkan pembantu kita; kita bisa menerima dan menangkap teguran itu.

5.       Mata kita tertuju pada kasih setia Tuhan.
Daud adalah orang hidup bergaul karib dengan TUHAN, dalam perjalanan kehidupannya ada banyak pengalaman dimana ia melihat kasih setia TUHAN yang sangat nyata. Mata Daud tidak berfokus kepada raksasa permasalahan yang dihadapinya, tetapi ia fokus mengarahkan matanya pada kasih setia TUHAN yang telah dialami sepanjang kehidupannya. Inilah yang  memungkinkan bagi Daud untuk mengambil keputusan yang benar di saat-saat genting dalam kehidupannya. Saat kita fokus pada badai pergumulan hidup dan bukan pada pribadi Kristus dan kasih setia-Nya yang tersedia bagi kita, maka akan ada keputusan ‘bodoh’ yang kita ambil yang dapat menjerumuskan hidup kita.

 

6.       Hidup dalam kebenaran Tuhan, hidup dalam Firman. Itu tanda kita tulus kepada Tuhan.

Kebenaran Tuhan melalui setipa firman-Nya adalah pelita bagi setiap langkah kaki. Hanya ketika kebenaran TUHAN menjadi terang dalam setiap jalan hidup kita maka kita akan dimampukan hidup dalam ketulusan dan berkenan di hati Allah

Dalam kehidupan selalu ada tantangan dan ujian tetapi kasih, pembelaan dan pertolongan-Nya itu ada selalu ada buat orang-orang yang tulus di hadapan Tuhan. Saat kita tidak sungguh-sungguh percaya pada kuasa TUHAN, akan mudah bagi kita untuk berbalik dan mencari pertolongan ataupun jawaban yang ditawarkan oleh Iblis dan dunia.

 

 

Amen Tuhan Yesus Memberkati

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama)

  MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama) Sabtu, 04 Februari 2023 Ps Joseph Hendrik Gomulya           Sejak awal manusia diciptakan Allah ...