Kamis, 29 Juli 2021

BERJALAN DALAM KEBENARAN

 

BERJALAN DALAM KEBENARAN



Oleh : Ps. Joseph Hendrik Gomulya, M.Th

 



Dalam perjalanan kehidupan seseorang, ada banyak variasi pilihan dalam perjalanan kehidupan setiap orang. Ada yang memilih apa yang benar dan sebagian lagi memilih hal yang keliru. Pasti ada akibat-akibat yang ditimbulkan dari pilihan yang benar atau salah. Mengambil pilihan yang keliru pada hal-hal kecil, efeknya tidak terlalu parah, namun ada orang yang keliru pada hal-hal yang besar, dan sebagai akibatnya akan mempengaruhi kehidupan orang tersebut.

 

Sebagai orang percaya, bagaimana membuat pilihan-pilihan yang benar dalam hidup kita? Kita ingin hidup dalam ketaatan kepada Tuhan dan memilih apa yang tepat sesuai dengan rencana-Nya. Namun kadang kita tidak mengetahui apa yang menjadi kehendak-Nya. Kita mengambil keputusan namun dalam keadaan ragu-ragu karena kita masih memakai pengertian kita sendiri.

 

Jadi berjalan dalam Kebenaran bagi setiap orang percaya itu sangat penting karena banyak orang percaya yang masih berjalan menurut apa kata orang, menurut logika berpikir atau pengertiannya sendiri. So bagaimana caranya agar kita dapat berjalan dalam Kebenaran, berjalan dalam Kemuliaan Tuhan, dan menemukan Firman Kebenaran akan Tuhan?

 

(2 Yohanes 1:1 TB)
Dari penatua kepada Ibu yang terpilih dan anak-anaknya yang benar-benar aku kasihi. Bukan aku saja yang mengasihi kamu, tetapi juga semua orang yang telah mengenal kebenaran,

 

Setiap orang yang percaya kepada Kristus dapat dikategorikan sebagai orang yang sudah mengetahui kebenaran karena Kristus adalah kebenaran itu sendiri seperti yang dikatakan-Nya “Akulah jalan kebenaran dan hidup” tetapi dalam praktek kehidupan sehari-hari tidak semua orang kristen yang sudah mengenal/mengetahui tentang kebenaran mau hidup dalam kebenaran.


Point dari ayat adalah bahwa Tuhan ingin kita mengenal Kebenaran itu dan kita mau berjalan di dalam Kebenaran, dan melakukannya dalam segala tindakan kita. Kata mengenal disini dalam bahasa aslinya (Yunani) dipakai kata ginosko yang berarti mengerti, mengetahui, yang menekankan pada sebuah pengalaman hidup.  Tanda bahwa orang mengenal kebenaran berarti mempraktekkan atau melakukan kebenaran tersebut dalam setiap tindakan (taat).  Jadi mengenal dan melakukan adalah bagaikan dua sisi mata uang yang tidak mungkin dipisahkan.  Bagaimana seseorang bisa dikatakan bahwa ia telah mengenal kebenaran-Nya bila tidak ada buah-buah kebenaran yang dihasilkannya dalam kehidupan nyata?

 

Mau hidup dan berjalan dalam kebenaran itu tidak bisa dihasilkan secara instant tetapi memang butuh sebuah proses, ada harga yang harus kita letakkan (bayar), hati kita selalu terbuka untuk menerima setiap teguran dan koreksi dari orang lain. Hidup kita ini memang tidak sempurna tetapi kita terus berjuang menuju kepada kehidupan yang semakin disempurnakan oleh Tuhan dengan tuntunan Roh Kudus yang membentuk dan memproses hidup kita. Tanda seseorang telah mengenal kebenaran adalah ia akan berpikir 1000x jika hendak melakukan dosa atau pelanggaran, karena ia tahu bahwa setiap ketidaktaatan akan mendapatkan balasan yang setimpal.

 

(3 Yohanes 1:3 TB)
Sebab aku sangat bersukacita, ketika beberapa saudara datang dan memberi kesaksian tentang hidupmu dalam kebenaran, sebab memang engkau hidup dalam kebenaran.

 

Firman Tuhan adalah kebenaran artinya bahwa firman Tuhan itu nyata dan hidup, firman Tuhan itu kebenaran. Salah satu perjuangan dalam kehidupan beriman ialah bagaimana cara kita hidup dalam kebenaran. Hidup dalam kebenaran berarti hidup tanpa kepalsuan atau tanpa manipulasi. Dengan kata lain hidup dalam kebenaran berarti hidup secara jujur, punya ketulusan hati dan selalu berterus terang.

 

Bagaimana cara agar kita bisa hidup dalam kebenaran?  Yesus adalah kebenaran. Untuk dapat hidup secara benar maka harus hidup dalam Yesus. Artinya bahwa kita hidup sesuai dengan apa yang dipraktekkan oleh Yesus sendiri. Kedua, punya prinsip hidup. Jika "Ya" katakan "Ya" dan jika "tidak" katakan "tidak". Dalam diri kita mungkin akan muncul pertanyaan-pertanyaan sudahkah saya hidup dalam kebenaran? Kebenaran seperti apa yang telah saya hidupi selama ini? Apa yang harus saya buat agar terus berada dalam kebenaran itu?

 

Terkadang kita menyadari bahwa dalam kehidupan ini kita belum sempurna untuk hidup dalam kebenaran. Terkadang muncul rasa gengsi, malu dan takut , yang seringkali menjadi penghambat untuk kita bisa mempraktekkan kebenaran itu. Terkadang kita malu dan takut menyampaikan kebenaran jika itu dapat menyakiti perasaan orang lain, atau kita takut kalau nantinya kita yang disalahkan, ini seperti hidup dalam kepalsuan. Jadi yang harus kita lakukan adalah mengambil sebuah komitmen bahwa untuk hidup dan berjalan dalam kebenaran selalu mengandung konsekuensi bahwa kita tidak akan disukai oleh orang dan dianggap sok suci. Tetapi sebagai pengikut Kristus, komitmen untuk kebenaran harus dijunjung entah apapun konsekwensi yang harus kita terima, dengan menghilangkan semua perasaan-perasaan yang mencegah kita untuk hidup dan berjalan dalam kebenaran.

 

Firman-Nya adalah kebenaran yang akan melatih dan memampukan pikiran kita untuk tetap di dalam kebenaran akan Kristus. Setiap solusi, cara, atau langkah yang kita temukan atau dapatkan semuanya dari/dikuasai oleh firman Tuhan sehingga kita bisa mendapatkan semua yang kita butuhkan karena dipenuhi oleh firman Tuhan.

 

Jadi sekali lagi jangan pernah takut untuk hidup dan berjalan dalam kebenaran karena kebenaran itu tidak di pengaruhi oleh manifestasi atau panca indera yang orang coba taruh kehidupmu, kebenaran firman Tuhan tidak akan mempengaruhi hidupmu. tentang apa kata orang tentangmu.

 

Bagaimana berjalan di dalam kebenaran agar engkau mendapatkan solusi atas hidupmu?

(Yohanes 2:1-11 TB)
Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ; Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu.
Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur." Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba." Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!" Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung. Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: "Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air." Dan mereka pun mengisinya sampai penuh. Lalu kata Yesus kepada mereka: "Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta." Lalu mereka pun membawanya. Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu — dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya — ia memanggil mempelai laki-laki, dan berkata kepadanya: "Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang." Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.

 

1)    Hadapkanlah setiap masalahmu bukan kepada siapapun tapi hadapkanlah kepada Tuhan, datanglah kepada Tuhan, ucapkan kepada Tuhan, mintalah cara-Nya Tuhan atas setiap masalahmu.

2)    Menunggu waktu Tuhan
Kata waktu Tuhan itu berbicara bukan sekarang, besok, atau nanti tetapi waktu Tuhan itu adalah menunggu waktu yang tepat dari Tuhan.
Waktu yang di maksud oleh Tuhan adalah kapan Bapa menggerakkan Yesus untuk melakukan mujizat bagi kita. Jadi jangan pernah mengandalkan diri atau pikiran atau menurut logika kita, tetapi tunggulah waktu dari Tuhan. Belajarlah bagaimana  mendengar dan mau taat untuk dituntun oleh Tuhan, bagaimana roh Kudus membawa dan menuntunmu kepada waktu yang Tuhan mau agar kita melakukannya dalam ketepatan.

3)    Disaat kita menantikan dan menunggu waktu Tuhan, Pegang terus Imanmu.

          Ketika engkau mendapat masalah, biarlah salib itu di kenakan padamu, sangkal diri untuk ikut Yesus, pikul salibmu. Tetap pegang Imanmu sampai akhir, tetap lakukan apa yang Tuhan mau, karena akan tiba      waktu-Nya Tuhan akan membuat mujizat untukmu. Keep your Faith,     pegang Imanmu sampai itu terjadi.

 

4)    Kebanyakan orang hanya menginginkan mujizat-Nya tetapi mereka tidak pernah mau menjadi alat dari mujizat itu.
Jangan cukup hanya mendapatkan mujizat tanpa mengetahui bagaimana caranya mendapatkan mujizat. Di butuhkan kerendahan hati, di butuhkan hati seorang hamba untuk engkau melihat mujizat Tuhan, di butuhkan hati yang bergantung dan hati yang betul-betul percaya kepada Tuhan.
Mujizat Tuhan tidak akan pernah terjadi pada orang yang sombong dan tinggi hati, mujizat Tuhan bekerja atau di berikan apabila orang tersebut ditemukan memiliki hati seorang hamba.

 

5)     Apabila engkau tidak memiliki hati hamba, tidak pernah taat sepenuhnya kepada Tuhan maka engkau tidak dapat berjalan di dalam kebenaran. Mujizat tidak akan pernah terjadi apabila engkau sepenuhnya tidak memberi hatimu menjadi hati seorang hamba.

 

6)    Ada banyak orang yang menyaksikan mujizat Tuhan terjadi tetapi dia tidak tau bagaimana cara mendapatkan mujizat itu. Ada banyak orang yang hanya mampu menunggu dan tidak tau bagaimana cara mujizat itu terjadi, mereka hanya mampu mencicipi mujizat tetapi tidak tau dari mana datangnya mujizat itu.
Jadilah orang mengetahui cara untuk bagaimana mujizat itu terjadi dan membawa mujizat itu datang dan engkau mau dipakai Tuhan untuk membawa mujizat itu, menjadi orang yang berjalan dalam sign and wonder.

 

7)    Apabila engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang berarti engkau adalah orang-orang yang terus di pakai oleh Tuhan, orang-orang yang menikmati berkat Tuhan sampai akhir, terus melayani Tuhan, setia sampai akhir hidupmu waktu engkau mau berjalan di dalam Kebenaran-Nya.

 

8)    Menunggu waktu yang tepat, tunggu waktu Tuhan.
Benahi hidupmu di dalam Firman. Preparing dan mempersiapkan diri kita untuk di pakai Tuhan, karena itu membutuhkan waktu. Waktu kita berjalan di dalam Kebenaran ada progress pertumbuhan rohani sehingga waktu kita di pakai Tuhan kita sudah siap untuk hal apa yang Tuhan mau atas hidup kita.

 

(1 Timotius 6:12 TB)
Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.

 

Di saat ini di bumi, kita ibaratnya berada dalam sebuah gelanggang pertandingan untuk bertanding dan berjalan di dalam Kebenaran sampai kepada kehidupan yang kekal. Jadi terus peganglah komitmen untuk mau hidup di dalam kebenaran, mau hidup dan berjalan di dalam Kebenaran.

 

 

 

Amen, Tuhan Yesus Memberkati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama)

  MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama) Sabtu, 04 Februari 2023 Ps Joseph Hendrik Gomulya           Sejak awal manusia diciptakan Allah ...