Rabu, 28 Juli 2021

HIDUP KITA ADA FAVOUR OF GOD

 


HIDUP KITA ADA FAVOUR OF GOD



Oleh : Ps. Joseph Hendrik Gomulya, M. Th

 


Hal yang selalu kita ingat bahwa ada selalu favour dari Tuhan dalam hidup kita. Saat Dia memandang hidup kita, Dia bukan hanya memandang kepada satu titik tetapi seluruhnya.

 

(Roma 9:15-16 TB)
Sebab Ia berfirman kepada Musa: "Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati."  Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah.

 

Tuhan selalu menaruh belas kasihan atas hidup kita, Tuhan akan menunjukkan bahwa dia benar-benar bermurah hati kepada kita, ketika dia menyukaimu. Ada hak prerogratif Tuhan untuk mengasihi orang tertentu. Orang yang mendapat favor Tuhan akan menjadi favorit-Nya Tuhan dan manusia. Tuhan tidak semena-mena, maka ada cara untuk mendapatkan favor Tuhan. Begitu kita jadi favorit-nya Tuhan maka hidup kita akan luar biasa, Orang lain mungkin hari-hari ini mengalami resesi tetapi engkau justru mengalami resepsi karena ada favour Tuhan dalam hidupmu.

 

Jadi favour bukan bergantung pada usaha dan kehendak kita, tetapi lebih dari itu karena ada Fovour, ada kemurahan hati Tuhan atas hidup kita. Setiap hari mari lihatlah dan temukan hadirat Tuhan, temukan favour itu di dalam hidupmu.

 

Ketika engkau punya Favour of God maka yang akan engkau temukan dan datang dalam hidupmu juga Favour of God, jadi kemana pun engkau pergi, engkau akan memegang value no limit.

 

(2 Raja-raja 6:24-25 TB)
Sesudah itu Benhadad, raja Aram, menghimpunkan seluruh tentaranya, lalu maju mengepung Samaria. Maka terjadilah kelaparan hebat di Samaria selama mereka mengepungnya, sehingga sebuah kepala keledai berharga delapan puluh syikal perak dan seperempat kab tahi merpati berharga lima syikal perak.

 

Israel (Samaria) waktu itu dikepung oleh tentara Aram, sehingga krisis terjadi di seluruh negeri, semua makanan susah untuk didapatkan, kalaupun itu ada harganya akan sangat mahal dari harganya biasanya mahalnaik, keadaan saat itu sungguh sangat menyedihkan. Saat ini dunia memang belum menghadapi situasi seperti ini tetapi kalaupun itu diijinkan terjadi ubahlah pandanganmu, ubahlah tanggapanmu dan warnai semua dengan perkataan yang positif bahwa kita bisa melewati semua itu.

 

Hari-hari ini iblis sedang menanamkan banyak ketakutan sebagai akibat dari pandemi Covid 19. Banyak yang tidak beribadah, banyak yang tidak bisa bekerja dan selalu diliputu dengan ketakutan,  sehingga itulah yang memiskinkan mereka. Saat ini seharusnya gereja hadir di jalan-jalan, saatnya gereja-gereja hadir di tempat-tempat yang membutuhkan dan bukannya tidak melakukan apa-apa.

 

(2 Raja-raja 6:33 TB)
Selagi ia berbicara dengan mereka, datanglah raja mendapatkan dia. Berkatalah raja kepadanya: "Sesungguhnya, malapetaka ini adalah dari pada TUHAN. Mengapakah aku berharap kepada TUHAN lagi?"

 

Iblis adalah raja dari segala dusta, dan dan dia melakukan banyak cara agar setiap kita masuk dalam jeratnya dan salah satu tipuan iblis yang paling jitu didalam kita adalah ketika kita berkata segala sesuatu yang buruk dihidup kita, bahwa setiap bencana didalam hidup kita itu dari Tuhan. Sehingga membuat presepsi seseorang atau cara berpikir seseorang (mindset berpikir) membuat cara dia berpikir negatif dan curiga kepada Tuhan. Malapetaka tidak pernah datang dari Tuhan, tetapi Tuhan mengijinkan itu terjadi agar kita mau datang mencari-Nya. Dalam keadaan pandemi ini yang seharusnya kita lakukan adalah terus bergantung kepada Tuhan, dan bukan bergantung kepada kekayaan dll.

Sebagai seorang pemimpin seharusnya bisa mengenal siapa Tuhan-Nya dan harus berharap sungguh sungguh kepada Tuhan karena percaya bahwa selalau ada favour Tuhan dan bukannya malah menggerutu. Kalau kita selalu berpikir negatif dan curiga dengan Tuhan maka kita tiak bisa melihat dan mendapatkan berkat-Nya dan semua jadi tertutup.

 

(2 Raja-raja 7:1 TB)
Lalu berkatalah Elisa: "Dengarlah firman TUHAN. Beginilah firman TUHAN: Besok kira-kira waktu ini sesukat tepung yang terbaik akan berharga sesyikal dan dua sukat jelai akan berharga sesyikal di pintu gerbang Samaria.

 

Di saat raja ini berpikir negatif dan curiga dengan Tuhan atas keadaan yang sedang menimpa bangsa Israel saat itu, yang keluar dari mulut Elisa justru adalah nubuatan. Nubuatan ini bisa keluar karena respon yang benar dari Elisa, oleh sebab itu kita sebagai anak-anak Tuhan harusnya juga bisa meresponi dengan benar segala sesuatu karena kita mengetahui bahwa kita sudah diberi kuasa oleh Tuhan dan ada favour Tuhan dalam hidup kita dan bukannya memberikan reaksi yang salah seperti perkataan raja.

 

(2 Raja-raja 7:2 TB)
Tetapi perwira, yang menjadi ajudan raja, menjawab abdi Allah, katanya: "Sekalipun TUHAN membuat tingkap-tingkap di langit, masakan hal itu mungkin terjadi?" Jawab abdi Allah: "Sesungguhnya, engkau akan melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi tidak akan makan apa-apa dari padanya."

 

Lihat, ketika pemimpinnya memberikan reaksi yang salah maka otomatis itupun tertular kepada yang lainnya, contohnya adalah ajudan raja ini yang membantah nubuatan yang dari Tuhan dan membantahnya. Jadi kalau kita memperkatakan hal yang negatif maka hal negatif yang kita transferkan tetapi kita sebagai anak-anak Tuhan yang selalu kita transferkan adalah perkataan iman yang asalnya dari firman Tuhan.

 

Sewaktu nubuatan firman Tuhan diucapkan oleh Elisa, maka akan muncul 2 hal yaitu reaksi dan respon yang benar. Ajudan raja memberikan reaksi yang salah dengan tidak percaya kepada perkataan nubuatan Tuhan, yang ditangkapnya adalah ketidakpercayaan kepada Tuhan "Sekalipun TUHAN membuat tingkap-tingkap di langit, masakan hal itu mungkin terjadi?".

Seharusnya ajudan raja ini dan kita sebagai anak-anak Tuhan saat nubuatan atau firman Tuhan disampaikan kita seharusnya meresponinya dengan benar dan bukan sebaliknya. Yang harus kita tumbuhkan adalah rasa percaya kita kepada Tuhan, bukannya rasa takut. Jadi hiduplah bersungguh sungguh didalam Tuhan supaya engkau tidak akan ragu-ragu atas keselamatanmu, persiapkan semuanya agar kita siap menghadapi semuanya.

 

Jawab abdi Allah: “Sesungguhnya, engkau akan melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi tidak akan makan apa-apa dari padanya.”

 

Seberapa banyak orang yang mendapatkan Firman yang sama, saat orang lain mengalami kelimpahan tetapi ada yang berkata tidak mungkin. Mereka melihat kelimpahan itu terjadi tetapi tidak menikmati itu. Orang yang tidak percaya tidak akan menikmati apapun dari Tuhan.

(2 Raja-raja 7:3-9 TB)
Empat orang yang sakit kusta ada di depan pintu gerbang. Berkatalah yang seorang kepada yang lain: "Mengapakah kita duduk-duduk di sini sampai mati?
Jika kita berkata: Baiklah kita masuk ke kota, padahal dalam kota ada kelaparan, kita akan mati di sana. Dan jika kita tinggal di sini, kita akan mati juga. Jadi sekarang, marilah kita menyeberang ke perkemahan tentara Aram. Jika mereka membiarkan kita hidup, kita akan hidup, dan jika mereka mematikan kita, kita akan mati." Lalu pada waktu senja bangkitlah mereka masuk ke tempat perkemahan orang Aram. Tetapi ketika mereka sampai ke pinggir tempat perkemahan orang Aram itu, tampaklah tidak ada orang di sana. Sebab TUHAN telah membuat tentara Aram itu mendengar bunyi kereta, bunyi kuda, bunyi tentara yang besar, sehingga berkatalah yang seorang kepada yang lain: "Sesungguhnya raja Israel telah mengupah raja-raja orang Het dan raja-raja orang Misraim melawan kita, supaya mereka menyerang kita." Karena itu bangkitlah mereka melarikan diri pada waktu senja dengan meninggalkan kemah dan kuda dan keledai mereka serta tempat perkemahan itu dengan begitu saja; mereka melarikan diri menyelamatkan nyawanya. Ketika orang-orang yang sakit kusta itu sampai ke pinggir tempat perkemahan, masuklah mereka ke dalam sebuah kemah, lalu makan dan minum. Sesudah itu mereka mengangkut dari sana emas dan perak dan pakaian, kemudian pergilah mereka menyembunyikannya. Lalu datanglah mereka kembali, masuk ke dalam kemah yang lain dan mengangkut juga barang-barang dari sana, kemudian pergilah mereka menyembunyikannya. Lalu berkatalah yang seorang kepada yang lain: "Tidak patut yang kita lakukan ini. Hari ini ialah hari kabar baik, tetapi kita ini tinggal diam saja. Apabila kita menanti sampai terang pagi, maka hukuman akan menimpa kita. Jadi sekarang, marilah kita pergi menghadap untuk memberitahukan hal itu ke istana raja."

 

Yang mendengar nubuatan firman Tuhan adalah raja dan perwira ajudannya tetapi mereka justru memberikan reaksi yang salah, dimana seharusnya mereka preparing atau mempersiapkan segala sesuatu setelah mendengar nubuatan firman Tuhan itu. Tetapi justru 4 orang kusta yang dalam keadaan yang serba salah dengan kata lain maju kena mundur pun mereka kena justru memberikan respon yang benar Berkatalah yang seorang kepada yang lain: "Mengapakah kita duduk-duduk di sini sampai mati?

Sewaktu dalam keadaan kritis, sewaktu masalah besar datang, jangan hanya tinggal duduk saja tapi carilah Tuhan,  carilah kehendak-Nya karena kalau kita tidak bergerak dan kita menjadi pasif, maka kita akan mati. Maksudnya adalah mungkinpada saat kita sudah sungguh-sungguh dengan Tuhan tetapi justru yang terjadi adalah kelaparan padahal dulu mungkin sebelum kita melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh tidak terjadi kelaparan atau tidak ada masalah tetapi sekarang justru ketika memutuskan untuk melayani justru terjadi masalah besar, yang menyebabkan sebagian dari kita kemudian memutuskan untuk mundur dari pelayanan. Seharusnya kita meresponi setiap perkataan firman Tuhan agar supaya favour dan iman kita bertumbuh, saat firman Tuhan disampaikan maka roh Tuhan juga akan bekerja dalam hidup kita.

 

“... Jadi sekarang, marilah kita menyeberang ke perkemahan tentara Aram. Jika mereka membiarkan kita hidup, kita akan hidup, dan jika mereka mematikan kita, kita akan mati.”

Bagian kita tidak ada yang lain untuk tetap maju berperang menghadapi lawan didepan kita. Bagian kita adalah untuk terus maju dan tidak bisa mundur lagi. Mari seberangi segala keterbatasan yang kita miliki agar supaya kita dapat menemukan terobosan- terobosan yang baru dari Tuhan, Seberangilah keterbatasanmu dan jangan bertumpu pada keterbatasanmu, waktunya untuk kita melangkah maju kedepan sebab kalau apabila engkau tidak mau di pakai Tuhan, maka Tuhan bisa memakai orang lain agar semakin banyak jiwa-jiwa yang bisa dimenangkan dan dituai.

 

Seringkali Tuhan membawa kita turun ke bawah (lembah) agar supaya kita tidak takut lagi ketika menghadapi masalah seberat apapun itu, karena Tuhan akan membawamu sampai mencapai favour itu, tetap tinggal dengan iman percaya kepada Tuhan. Jadi seberangilah segala keterbatasan/ketakutanmu, jangan takut mencoba hal yang baru, berani melangkah dan tidak tinggal diam, lakukan terus sampai engkau berhasil, dengarkan selalu tuntunan Tuhan, tetap stay dan percaya sampai itu terjadi, belajar mendengarkan dan melakukan semua dalam Tuntunan Tuhan sampai engkau berhasil.

 

(2 Raja-raja 7:16-20 TB)
Maka keluarlah penduduk kota itu menjarah tempat perkemahan orang Aram. Karena itu sesukat tepung yang terbaik berharga sesyikal dan dua sukat jelai berharga sesyikal, sesuai dengan firman TUHAN. Adapun raja telah menempatkan perwira yang menjadi ajudannya itu mengawasi pintu gerbang, tetapi rakyat menginjak-injak dia di pintu gerbang, lalu ia mati sesuai dengan perkataan abdi Allah yang mengatakannya pada waktu raja datang mendapatkan dia. Dan terjadi juga seperti yang dikatakan abdi Allah itu kepada raja: "Dua sukat jelai akan berharga sesyikal dan sesukat tepung yang terbaik akan berharga sesyikal, besok kira-kira waktu ini di pintu gerbang Samaria." Pada waktu itu si perwira menjawab abdi Allah itu: "Sekalipun TUHAN membuat tingkap-tingkap di langit, masakan hal itu mungkin terjadi?", tetapi Elisa berkata: "Sesungguhnya engkau akan melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi tidak akan makan apa-apa dari padanya." Demikianlah terjadi kepada orang itu: Rakyat menginjak-injak dia di pintu gerbang, lalu matilah ia.

Ketika Firman Tuhan diucapkan, tangkaplah bahwa Favour of God ada di hidupmu, percayalah pada Tuhan secara penuh dan utuh. mungkin kita tidak mempunyai uang yang banyak, tidak memiliki kapasitas, tidak mempunyai keahlian, tetapi ketika engaku tetap percaya bahwa ada Favour Of God dalam hidupmu, percayalah Tuhan akan memberikan semuanya dengan cara-Nya yang ajaib. Saat engkau percaya bahwa kemurahan Tuhan terjadi atas hidupmu maka itu yang akan terjadi dalam hidupmu, ada kelimpahan dalam hidupmu, akan ada kemenangan yang engkau terima dan nikmati karena engkau memiliki iman. Jangan hanya diam dan duduk-duduk saja tetapi persiapkan segala sesuatunya dan bergeraklah maka engakau akan  nikmati 2 sukat jelai sedinar, kita bukanlah orang yang di injak tetapi kita adalah orang-orang yang menikmati kelimpahan itu karena ada Favour of God dalam hidup kita.

 

Siapakah keempat orang penderita kusta ini? Dia adalah Gehazi dan keluarganya.

(2 Raja-raja 8:4 TB)
Raja sedang berbicara kepada Gehazi, bujang abdi Allah itu, katanya: "Cobalah ceritakan kepadaku tentang segala perbuatan besar yang dilakukan Elisa."

 

Aneh, bukankah Gehazi seorang yang dikutuk kena penyakit kusta beserta seluruh keluarganya? Jangankan untuk masuk ke istana raja, untuk masuk melalui pintu gerbang saja mereka tidak diperbolehkan. Itulah sebabnya kenapa tadi ke-4 orang kusta tadi itu diam dipintu gerbang karena mereka memang tidak diperbolehkan masuk ke kota dan bersentuhan dengan orang sebelum mmam mengatakan mereka tahir, jadi ini adalah indikasi kalau Gehazi sudah sembuh. Bagaimana caranya? Bukannya kusta dijaman itu penyakit yang tidak obatnya, dan penyakit itu adalah penyakit karena kutuk yang biasanya akan mereka derita sampai akhir hidup mereka?

 

Alkitab memang tidak mengatakan siapa ke-empat orang kusta ini tetapi pak Hendrik belajar sesuatu, percaya dan yakin ke-empat orang ini adalah Gehazi, anak dan cucunya. Indikasinya bisa anda lihat dari keserakahan mereka diawali ketika melihat jarahan bangsa Aram seperti sifat mata duitan/keserakahan Gehazi, itu memang mereka. Mari kita lihat awal sifat mata duitan/keserakahan Gehazi ini sampai dia dan seluruh keluarganya (anak dan cucu) terkena penyakit kusta dan sampai oleh kemurahan Tuhan mereka kemudian disembuhkan. (Cerita ini sudah pernah saya tuliskan dalam kotbah Reaksi atau Respon, tetapi akan saya kembali tuliskan disini).

 

 

(2 Raja-Raja 5:1-27 TB)  Kisah ketika Eliza menolak persembahan Naaman tetapi oleh karena keserakahan Gehazi bujangnya yang tanpa sepengetahuan Eliza mengambil persembahan itu sehingga dia beserta keluarganya dikutuk kena penyakit kusta

(2 Raja-Raja 5:27 TB)
tetapi penyakit kusta Naaman akan melekat kepadamu dan kepada anak cucumu untuk selama-lamanya.” Maka keluarlah Gehazi dari depannya dengan kena kusta, putih seperti salju.

 

Karena kusta Gehazi dan keluarganya (anak dan cucu) dikucilkan, tinggal diluar tembok di pintu gerbang, tidak boleh masuk kedalam kota, mereka ini tidak punya apa-apa lagi. Makanya mereka berkata apabila mereka masuk kedalam kota mereka akan mati, makan kotoran merpati dan anak bayi direbus, diam disitupun mereka yakin akan mati juga, sudah kena kusta dan kelaparan, oleh karenanya mereka memutuskan untuk maju ke perkemahan bangsa Aram, disana mungkin mereka juga bisa lebih cepat mati atau umur mereka bisa lebih panjang. kalau dimatikan mereka mati kalau diberi makan mereka akan makan, jadi ketika mereka memutuskan itu mereka cuma pasrah karena biasanya orang yang sudah tidak punya apa-apa biasanya mempunyai kenekatan yang luar biasa untuk terus maju.

 

... Ketika orang-orang yang sakit kusta itu sampai ke pinggir tempat perkemahan, masuklah mereka ke dalam sebuah kemah, lalu makan dan minum. Sesudah itu mereka mengangkut dari sana emas dan perak dan pakaian, kemudian pergilah mereka menyembunyikannya. Lalu datanglah mereka kembali, masuk ke dalam kemah yang lain dan mengangkut juga barang-barang dari sana, kemudian pergilah mereka menyembunyikannya..

 

Ini persis seperti sifat Gehazi yang serakah mengangkut mas, perak dan pakaian jadi rohnya masih sama, KESERAKAN. Orang sudah pasti akan mati karena kena penyakit kusta tapi begitu melihat barang-barang yang berkilau, mata mereka masih silau sampai barang-barang tersebut diangkuti sampai dua kali.

 

... Lalu berkatalah yang seorang kepada yang lain: “Tidak patut yang kita lakukan ini. Hari ini ialah hari kabar baik, tetapi kita ini tinggal diam saja. Apabila kita menanti sampai terang pagi, maka hukuman akan menimpa kita. Jadi sekarang, marilah kita pergi menghadap untuk memberitahukan hal itu ke istana raja.”

 

Tapi rupanya mereka mulai sadar, dan yakin yang dikatakan Lalu berkatalah yang seorang kepada yang lain ini adalah Gehazi yang mulai sadar “ ini tidak pantas semua yang kita lakukan ini, dulu kita kena kusta karena perbuatan seperti ini masa mau kita ulang lagi, dulu kita melakukan hal yang keliru, masa sekarang kita melalakukan lagi hal yang sama, mari kita pikirkan orang lain dan berkata hari ini adalah hari kabar baik. Seperti Yesus yang  memberitakan kabar baik kepada orang-orang miskin, dan mereka berkata “Hari ini ialah hari kabar baik jangan diam beritahu mereka supaya mereka juga menikmati bukan hanya kita”.

 

Gehazi yang sama yang jatuh dalam dosa keuangan ketika Naaman membawa persembahan kepada Eliza, tetapi ketika Eliza menolak persembahan tersebut kemudian Gehazi yang dirasuki keserakahan kemudian mengikuti Naaman, menipu dan mengambil persembahan itu dengan berkata kalau Eliza mengingini persembahan itu, tetapi ketika Eliza mengetahui akan apa yang dilakukan oleh Gehazi bujangnya itu dan menumpahkannya penyakit kusta beserta dengan keluarganya. Gehazi bukan orang yang baik tetapi kemudian dia mau BERTOBAT.

 

Disini bisa kita lihat sifat keserakahan mereka mulai hilang dan ini yang diyakini pak Hendrik pada saat mereka BERTOBAT,  ketika mereka berkata tentang “jarahan" itu kepada semua orang, semua orang bisa menikmatinya dan mendadak kusta mereka hilang. PERTOBATAN menghasilkan favour Tuhan turun dalam hidup kita, ada PEMULIHAN dalam kehidupan kita.

Seperti Gehazi yang dahulu jatuh dalam hal keuangan karena serakah tetapi ujian yang sama akan datang. Prinsip kebenaran Firman Tuhan dimana kita pernah jatuh, sewaktu Tuhan membangkitkan kita kembali, DIA akan memperhadapkan kita kembali dengan ujian yang sama, kesalahan apapun itu. Disanalah ujian itu, ketika kita berhasil lulus apapun dosa/kesalahan itu, sewaktu kita lulus/menang bukan hanya Tuhan memulihkan keadaan kita tetapi Tuhan membawa kita masuk kedalam istana raja.

 

Seperti Gehazi yang diundang masuk kedalam istana raja untuk diminta pertimbangan oleh raja. Dimana yang seharusnya raja dan perwira ajudannya yang mendengarkan Firman/nubuatan, mereka yang seharusnya pagi-pagi benar menantikan nubuatan Tuhan itu tetapi karena perwira itu hatinya curiga, malah tidak bisa menikmati kelimpahan itu bahkan mati.

 

GEHAZI TIDAK LAGI BEREAKSI TETAPI DIA PUNYA RESPON.

Kalau kita punya kelemahan, bertobat, berbalik, dan ketika tiba ujian itu jangan takut, tetapi kita harus punya respon.

Seandainya ceritanya Gehazi yang dulu belum brobat, pasti dia akan mundur tetapi ketika Gehazi bertobat dan ketika dihadapkan dengan ujian yang sama, dia menjadi salah satu dari ke-4 orang yang kena kusta itu yang berkata untuk lebih baik maju dan tidak melakukan lagi hal yang keliru karena sudah mengetahui yang akan dihadapi dan kesalahan yang pernah dilakukakannya.

Mungkin dahulu kita punya reaksi yang berlebihan, tetapi oleh kedewasaan kita, kejatuhan yang membuat kita menjadi dewasa, dan sewaktu kita menjadi dewasa kita tidak lagi bereaksi berlebihan tetapi kita punya respon. Kita tunduk di kaki Tuhan, roh kita mencari-cari, merenungkan setiap apa yang mesti kita lakukan. Apakah kita akan mundur, maju ataukah tetap diam?

Sewaktu Gehazi memilih untuk maju dan mengalami itu, Tuhan mengingatkan Gehazi akan kejatuhannya dahulu dan berkata dia tidak bisa lagi dan dia adalah salah satu yang berkata untuk harus melapor kepada raja. Seandainya roh keserakahan/ketamakannya masih ada pada Gehazi mungkin dia akan bernasib sama dengan perwira itu. Tetapi Gehazi belajar dengan hidupnya bagaimana untuk berubah menjadi dewasa dan melaporkan jarahan bangsa Aram itu kepada raja dan disaat itulah waktunya pembalikan keadaan buat hidup Gehazi.

Gehazi yang punya masalah dengan kejujuran, keuangan, dan dengan otoritas yang daripada Eliza tetapi dia mau belajar dan akhirnya Tuhan bawa dia masuk ke Istana dan Tuhan sanggup memberkatinya berlimpah.

Mari bersyukur kita punya Tuhan yang buka hanya memulihkan keadaan yang biasa tetapi Tuhan memulihkan TOTALLY FULLEST. Semua kemurahan, kebajikan dan kasih karunia-Nya kita terima, seperti Gehazi yang bukan hanya ditahirkan atau keadaan hidupnya tetapi dia diberi Tuhan kekayaan, kesembuhan, jabatan, dia diberi wewenang dekat dan tinggal di istana raja.

 

Kita mungkin Gehazi yang pernah gagal dan mungkin sering kali gagal di hal yang sama, ketika Tuhan singkapkan Firman-Nya apapun masa lalu kita, jangan melihat kebelakang tetapi terus maju kedepan.

4 orang yang sakit kusta itu mereka berada dipintu gerbang Samaria. Pintu gerbang berbicara tentang dimana keputusan-keputusan Tuhan dibuat, seperti ketika Boas menebus Ruth dipintu gerbang. Firman Tuhan selalu berkata banyak keputusan akan hidup sesorang, akan nasib sebuah kota diputuskan dipintu gerbang. Ke-4 orang yang sakit kusta itu ketika mereka mengambil KEPUTUSAN, mereka berada dipintu gerbang.

Mari kita buat keputusan saat ini karena Yesus yang sudah mati bagi kita ketika di pintu gerbang DIA berkata "IT'S FINISHED" kuasa-Nya sanggup untuk menolong setiap kelemahan kita, karena tidak seorang pun yang Tuhan inginkan binasa, tidak seorangpun yang Tuhan sudah ciptakan untuk binasa.
Tuhan Yesus telah menebus setiap kita. Kita tinggal menerima dan berkata "Ya Tuhan aku mau maju membuat keputusan untuk maju menghadapi segala tantangan dan musuh dengan sebuah hati yang berbeda, dengan Iman dan percaya, tidak ada lagi sikap hati yang negatif, persungutan, curiga, dan meragukan Tuhan didalam hidupku tetapi yang tinggal adalah Iman dan percaya"

Dipintu gerbang yang sama perwira itu diinjak dan mati, sebelumnya dipintu gerbang itu empat orang kusta yang berdosa itu membuat keputusan yang mengubahkan hidup mereka. Tidak peduli betapa buruknya hidup kita tetapi yang Tuhan mau adalah adakah hati yang mau berbalik.

Perwira itu memiliki jabatan yang tinggi jadi ajudan raja tetapi karena kesombongan dan ketidak percayaannya, dia melihat nubuatan tentang kelimpahan itu tetapi dia tidak bisa menikmatinya.

 

Jangan biarkan hidup kita seperti perwira itu, tetapi mari kita menjadi orang yang mempunyai respon yang tepat, dewasa, dan  memiliki kecerdasan Ilahi. Mari miliki hati yang mau diubahkan Tuhan, hati yang mau berbalik kepada Tuhan karena kita semua punya destiny yang besar yang tidak disukai oleh iblis.

 

Amin, Tuhan Yesus Memberkati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama)

  MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama) Sabtu, 04 Februari 2023 Ps Joseph Hendrik Gomulya           Sejak awal manusia diciptakan Allah ...