Sabtu, 31 Juli 2021

MENANG ATAS KUATIR

 

MENANG ATAS KUATIR



Oleh : Ps. Joseph Hendrik Gomulya, M. Th

 


Sudah lebih satu tahun lebih dunia dan kehidupan manusia diguncangkan dengan mewabahnya virus Covid-19. Dunia dan kita semua dibuat terkejut, panik dan kewalahan menghadapinya. Virus ini menimbulkan gelombang kekuatiran dan ketakutan dimana-mana, karena virus ini telah menimbulkan banyak korban meninggal yang tidak memandang bulu, tua – muda, orang-orang biasa dan sederhana bahkan para pemimpin negara, politikus, dokter dan tenaga medis, bisnisman, olahragawan, artis dan kaum selebriti bahkan pendeta sekali pun menjadi korban dari virus ini.

 

Apa yang sedang melanda dunia ini menyebabkan banyak orang yang diliputi dengan kekuatiran,  suatu perasaan takut terhadap sesuatu obyek yang belum pasti ada di hadapannya, yang biasanya teridentifikasi dengan pernyataan  “bagaimana jika…”,  “Bagaimana jika saya terjangkit virus”, “Bagaimana jika saya kehilangan pekerjaan”, “Bagaimana dengan penghidupan saya nantinya” dan seterusnya. Mereka mulai mengkhawatirkan sesuatu yang belum tentu terjadi atau mereka alami. Makna rasa kuatir lebih luas dan mendalam daripada rasa takut. Sebab makna perasaan takut berkaitan dengan suatu bahaya yang jelas dan konkrit. Misalnya kita wajib takut dengan bahaya penyebaran penyakit virus Covid-19. Berbeda dengan perasaan kuatir (anxiety) muncul walau tidak selalu terlihat bahaya yang tampak kasat mata.

 

Kekuatiran apabila tidak dimanage dengan baik dapat melumpuhkan kehidupan manusia, yaitu diperbudak oleh kekuatiran. Kekuatiran menyebabkan manusia kehilangan sukacita, selalu murung, bahkan dalam beberapa menyebabkan orang susah untuk tidur. Kekuatiran itu bagai musuh terselubung yang dapat menggerogoti kekuatan rohani, menjauhkan hubungan dengan Tuhan, mengacaukan fokus hidup, bahkan juga bisa menyeret seseorang dalam kejatuhan rohani yang sangat dalam. Tuhan tidak ingin umat-Nya hidup dalam kekuatiran. Yang Tuhan janjikan adalah hidup bebas dari ancaman kuatir sehingga hubungan dengan Tuhan dapat dipelihara dengan baik bahkan semakin ditingkatkan.

 

(Matius 6:25-26 TB) 

 "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?
Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?

 

Yesus mengajarkan tentang jangan kuatir dan Dia mengelompokkannya dalam dua hal :

1.     JANGAN KUATIR AKAN HIDUPMU.

Dasarnya adalah banyak orang yang kuatir atas hidupnya, tentang apa yang akan dia makan dan dia minum. Ini yang sekarang banyak dialami oleh orang-orang di masa pandemi ini, kuatir akan hidupnya.

2.     JANGAN KUATIR DENGAN APA YANG ENGKAU PAKAI.

Dasarnya adalah penampilan diluar, hari ini bagi kebanyakan orang penampilan luar (fashion) itu sangat penting. Dia akan merasa nyaman, lebih percaya diri, merasa hidup lebih berarti bila memakai pakaian yang bermerk. Kekuatirannya akan muncul apabila tidak merasa nyaman dengan penampilannya apabila apa yang dikenakannnya tidak bagus, bukan pakaian yang baru, atau tidak bermerk

 

Ada 2 hal yang membuat mereka kuatir pertama mereka salah presepsi terhadap itu dan yang kedua mereka fokus pada hal yang salah.

 

Kita sebagai anak-anak kerajaan Allah harusnya kita memberi value bagi hidup kita, karena value sebagai anak-anak Allah sebagai pasukan Tuhan itu lebih penting daripada makanan dan penampilan kita.

Banyak orang karena makanan ia mengakhiri hidupnya, ia kuatir tidak ada makanan sehingga itu membuat tidak ada value di dalam hidupnya. Bukankah hidup itu lebih penting dari makanan?  Ketika kita memberi value hidup lebih penting dari makanan maka kita akan fokus memberi makanan rohani bagi hidup kita. Fokus kepada makanan rohani dan itu membuat hidupmu lebih bermakna bagi orang lain.

 

Sangat mudah orang untuk memberi value kepada hidupnya disaat dia berkelimpahan makanan, padahal value itu harusnya di tanamkan saat masa-masa seperti ini, saat ada masalah, kita lebih banyak mencari Tuhan, lebih mengejar Tuhan sungguh-sungguh

 

 Berikanlah nilai-nilai warisan kepada orang ketika kita menghidupi value itu dalam hidup kita. Value itu lebih penting dilakukan di tengah ada masalah, di tengah tanpa makanan. Value itu adalah nilai-nilai tentang Kristus, tentang firman Tuhan.

 

Jangan membiarkan pakaian yang di luar dan yang di dalam, atau apa yang diluar dan didalam kita seimbang. Karena apa yang didalam itu yang paling ng bisa dirasakan oleh orang lain ketika berhubungan dengan kita. Seperti sebuah gereja yang dari luar kelihatannya bagus tetapi begitu masuk kedalam ternyata lain. Jadi tidak penting penampilan di luar, tetapi yang terpenting di dalam kita, yang bisa menyentuh orang-orang melalui value atau nilai-nilai dasar Kristus dari dalam hidup kita, jadi berilah nilai di hidupmu itu yang lebih penting. Saat kita bisa menyentuh dan memberkati dup hiorang lain, maka berkat-Nya akan datang sendiri tanpa kita minta,

 

(Matius 6:27 TB)
Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?

 

Kunci penting menang atas khawatir adalah mengalihkan fokus perhatian kita, tidak lagi berfokus pada masalah yang ada tetapi berfokus pada Tuhan Sang Pemelihara hidup kita. Dengan jelas Tuhan Yesus telah mengatakan bahwa kekhawatiran manusia tidak akan pernah dapat menambah suatupun yang baik dalam hidup ini, bahkan tidak dapat menambah perjalanan hidup kita menjadi sehasta lebih panjang.

 

Intinya, menghabiskan waktu dalam kekhawatiran tidak akan ada gunanya! Sebab itu jauh lebih bijak dan lebih bermanfaat untuk berhenti khawatir dan memakai waktu untuk mencari Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya.  Kekuatiran tidak menambahkan hal berkat bagimu, sukacitamu jangan hanya  kepada hal-hal yang di luar saja, karena bukan itu yang bisa memberkati orang lain, yang memberkati orang adalah valuemu kepada firman Tuhan. Hidupmu adalah kehidupan Kristus, nilai-nilai Kristus, dan hidupmu harus memberkati dan memberi nilai-nilai kepada orang*.

 

 

Amen, Tuhan Yesus Memberkati.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama)

  MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama) Sabtu, 04 Februari 2023 Ps Joseph Hendrik Gomulya           Sejak awal manusia diciptakan Allah ...