Senin, 08 Agustus 2016

TUHAN MENCARI ORANG YANG BERKENAN

TravellerS Phinisi, JKI Holy Glory Church (Ibadah Raya Sore)

(03/07/2016)
Ps Joseph Hendrik Gomulya

Tetapi sekarang kerajaanmu tidak akan tetap. Tuhan telah memilih seorang yang berkenan di hati-Nya dan Tuhan telah menunjuk dia menjadi raja atas umat-Nya, karena engkau tidak mengikuti apa yang diperintahkan Tuhan kepadamu.” (1 Samuel 13:14 TB)

Ini adalah perkataan nabi Samuel kepada Saul yang kehilangan perkenanan Tuhan. Apa yang menjadi kriteria orang yang berkenan di hati Tuhan?

Seseorang yang berkenan dihadapan Tuhan adalah orang yang menurut dan mengikuti apa yang menjadi keinginan dan kehendak Tuhan. Oleh sebab itu sangat penting untuk mencari tau, mendengar dan menangkap sendiri apa yang Tuhan inginkan, yang Tuhan perintahkan, karena ketika kita tidak bisa mendengar ketika Tuhan berbicara, bagaimana kita ingin mengikuti Tuhan?

Ketika kita tidak mengetahui secara spesifik hari demi hari, waktu demi waktu apa yang Tuhan perintahkan kita bisa saja melakukan sesuatu hal dan berpikir itu keinginan dan kehendak Tuhan, padahal tanpa disadari yang kita lakukan untuk kepentingan kita sendiri. Seperti Saul yang sebenarnya bukan karena dia tidak mengetahui secara persis apa yang Tuhan inginkan tetapi sering kali dia melakukan menurut kehendaknya sendiri bukan menurut kehendak Tuhan.

Pelayanan kita tidak pernah bisa dibangun menurut kehendak kita sekalipun itu baik, sekalipun menurut raja Saul itu baik, bahkan beberapa kali dia membantah Samuel karena menganggap pendapatnya itu benar, sampai kemudian Tuhan mendapatkan seseorang yang berkenan di hati-Nya dalam diri Daud.

Adakah di hidup setiap kita untuk mencari perkenanan Tuhan? Apa yang menjadi motivasi kita? Apa yang menjadi kerinduan kita ketika menjadi umat yang percaya? Apakah jabatan, pangkat, pelayanan, nama besar, uang atau harta? Jangan berpikir bahwa ketika melayani di hadapan banyak orang itu tidak menarik tetapi ketika itu yang menjadi motivasi bisa-bisa bukannya mencari perkenanan Tuhan melainkan yang terjadi adalah mencari perkenanan diri sendiri. Setiap pujian, tepukan tangan, dan ucapan selamat dari setiap jabatan tangan orang, menerima taburan yang banyak dari setiap pelayanan dan mulai merasakan enaknya menjadi hamba Tuhan, begitupun dengan pelayanan lainnya dimana setelah melayanai menerima persembahan kasih dari setiap pelayanan yang dilakukan yang tiba-tiba bisa melencengkan kita dari motivasi yang sebenarnya karena mungkin mulai memilih-milih sampai menolak pelayanan yang tidak memberikan persembahan kasih.

Setiap orang yang hanya mencari perkenanan Tuhan, apapun pelayanan yang dilakukannya pasti akan bertanya dan ikut setiap perkataan Tuhan. Orang yang berkenan di hati-Nya adalah orang yang melakukan apa yang ada di hati-Nya, semoga Tuhan juga menemukan dari setiap apa/pelayanan/tindakan yang kita kerjakan, yang kita lakukan Tuhan mendengar kita bertanya kepada-Nya dan kemudian kita melakukan apa yang Tuhan inginkan, mengejar dan mengingini apa yang ada di hati-Nya.

Mari memberi pondasi dalam penggiringan kita seperti Daud karena Tuhan mencari orang yang mau mencari perkenanan Tuhan di hati-Nya, orang yang hanya ingin menyenangkan Tuhan. Kalau hati kita seperti Daud yang selalu mengikuti apa yang di perintahkan Tuhan kepadanya sampai kemudian Tuhan berkata telah menemukan dan memilih orang yang berkenan di hati-Nya dalam diri Daud dan pastikan Tuhan menemukan itu juga dalam diri setiap kita sehingga kita akan diberikan kepekaan karena pondasi dasarnya ialah ingin mencari perkenanan Tuhan, bukan pelayanan yang besar, bukan uang yang banyak yang sebenarnya cuma impact dari pelayanan kita yang berkenan di hati-Nya.

Jangan hanya ketika berkotbah, bermain musik, menari dan pelayanan lainnya dihadapan banyak orang saja kita semangat tetapi ketika jumlahnya sedikit kita bermain seadanya saja, tidak ada lagi gairah. Begitu juga ketika anda di undang untuk berkotbah di ibadah umum anda bersedia tetapi ketika di undang untuk berkotbah di Komsel, Mezbah keluarga atau group sel lainnya anda menolak karena berpikir jumlah orangnya sedikit.

Apa yang menjadi dasar pelayanan kita? Terkadang hal-hal yang sepele bisa melencengkan hati kita seperti contoh diatas. Tuhan melihat di hati setiap kita, apa yang kita cari. Mari tanamkan di hati setiap kita bahwa penggiringan kita kepada Tuhan adalah hanya untuk mencari perkenanan Tuhan, mempersembahkan semua pelayanan kita hanya buat Tuhan dan bahkan di tempat yang orang lain mungkin tidak melihat apa yang kita lakukan, disana kita berdiri hanya untuk Tuhan bukan untuk diri kita.

Orang yang selalu mencari perkenanan Tuhan, Tuhan akan selalu berbicara di hatinya agar supaya dia bisa selalu bisa menyenangkan hati Tuhan. Jadi dasar yang pertama adalah memperbaiki motivasi hati kita, ketika kita tidak bisa mendengar apa yang Tuhan inginkan mungkin yang salah bukan pendengaran kita tetapi dasar di hati kita terlalu banyak yang kotor, terlalu banyak tentang diri kita, terlalu banyak suara-suara motivasi yang lain sehingga terlalu besar suara yang lain dibandingkan dengan suara Tuhan sehingga kita tidak bisa mendengar apa yang Tuhan inginkan. Mari perbaiki apa yang didalam kita, motivasi di hati yang selalu harus kita periksa kembali setiap waktu, karena motivasi hati kita tiba-tiba saja bisa melenceng.
Ada orang yang awalnya tulus sewaktu tidak mempunyai apa-apa tetapi ketika sudah di urapi kemudian timbul ambisi yang lain, keinginan yang lain dicampur dengan yang dari Tuhan, bukan lagi mencari perkenanan Tuhan.

Setiap pelayanan yang kita lakukan baik itu pelayanan altar di gereja, sekolah minggu, mezbah keluarga dan pelayanan-pelayanan lainnya motivasinya tiba-tiba bisa melenceng, tiba-tiba muncul kemarahan, karena ada banyak orang yang pelayanannya harus berhenti di tengah jalan kemudian menjadi kecewa dan kepahitan. Di saat ini setiap kita perlu untuk cepat-cepat tersungkur di kaki Tuhan, perbaiki dan minta Tuhan untuk mengoreksi di hati kita apakah motivasi kita masih mencari perkenanan Tuhan saja atau yang lain, dimana Tuhan akan berbicara kepada setiap kita untuk mengikuti apa yang DIA perintahkan dan DIA akan berbicara kepada setiap kita secara pribadi karena dasar hati kita untuk mencari perkenanan Tuhan dengan sukacita untuk menyenangkan Tuhan.

Apa yang dialami oleh Saul bisa menjadi pelajaran bagi setiap kita. Ketika Tuhan memberikan kepada setiap kita suatu kepercayaan, tetapi kita tidak mengetahui bahwa ini adalah untuk menyenangkan Tuhan, kita diangkat, diberi mandat, otoritas, tanggung jawab adalah agar banyak jiwa-jiwa yang dibawa kepada Tuhan dan untuk Tuhan di muliakan yang bisa saja suatu saat itu diambil dari kita dan diberikan kepada orang lain, oleh sebab itu mari kerjakan setiap pelayanan dan tanggung jawab yang diberikan kepada setiap kita dengan sungguh-sungguh seperti yang Tuhan inginkan dan meminta Tuhan untuk membenahi hati, membuka telinga, menggunakan lutut kita dan menunggu sampai Tuhan berfirman dan berbicara. Ijinkan Tuhan menginterupsi dan masuk kedalam setiap sisi pelayanan kehidupan kita, sehingga ketika kita melenceng Tuhan dengan cepat bisa menginterupsi dan membuat kita bisa dengan cepat bertobat dan berubah.

Sebenarnya Saul mengalami beberapa kali ditegur oleh Tuhan melalui Samuel. Disinilah pentingnya sebuah tudung yang menudungi kita, seseorang yang menjadi bapak rohani, yang memiliki otoritas atas kita karena Tuhan bisa berbicara melalui mereka dan kemudian mengatakannya kepada kita, tetapi banyak orang yang menginginkan Tuhan berbicara langsung kepada mereka. Dahulu sewaktu menjadi hamba Tuhan yang biasa masih mau menundukkan/merendahkan diri, ketika masih dalam pelayanan yang kecil masih mau menundukkan/merendahkan diri tetapi ketika pelayanannya bertambah besar, setelah hidupnya dipakai Tuhan dengan luar biasa hati bisa saja menjadi melenceng dan tiba-tiba merasa kalau dirinya sudah sangat peka. Seperti Saul ketika pertama kali di urapi dan di angkat menjadi raja, ketika masih menjadi orang yang biasa, dia adalah orang yang mendengarkan seluruh perkataan Samuel tetapi ketika menjadi raja dia sama sekali tidak lagi mendengar apa yang Tuhan katakan bahkan setiap teguran melalui Samuel tidak bisa ditangkapnya dengan baik apalagi mentaatinya sehingga Tuhan kemudian mencari orang lain untuk memimpin bangsa Israel karena destiny Tuhan atas bangsa ini harus di genapi.

Ketika Tuhan tidak mendapati hidup setiap kita untuk berdiri dan menjadi bapa bagi kota (Malembut) yang adalah destiny yang Tuhan berikan atas gereja ini maka Tuhan bisa saja memberikannya kepada gereja lain. Mari pastikan Tuhan mendapatkan dengan sungguh-sungguh setiap kita adalah orang-orang yang mau berdiri bagi kota ini, orang-orang yang mau membayar harga untuk kota ini, orang-orang yang mau berkata kepada Tuhan bahwa setiap apa yang di kerjakan untuk kota hanya untuk perkenanan Tuhan. menyingkirkan dan mematikan setiap keinginan pribadinya hanya untuk Tuhan bahkan ketika Tuhan menginginkan setiap kita melakukan semua itu tanpa diketahui oleh orang lain karena semuanya hanya untuk keberhasilan Kerajaan Sorga.

Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” (1 Korintus 2:9 TB)

Tuhan akan memberikan apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, tidak pernah timbul dari dalam hati semuanya disediakan kepada orang yang berkenan di hati Tuhan. Apabila kita selalu mencari perkenanan Tuhan, bergaul karib dengan-Nya, DIA akan mengurusi hidup kita bahkan sampai kepada hal-hal yang kecil sekalipun. Tuhan akan memberikan segalanya yang kita tidak pernah pikir, dengar dan timbul dari dalam hati kita sebelumnya. Di saat yang lain mungkin harus sampai berteriak atau menjerit meminta sesuatu kepada Tuhan kita hanya cukup membisikkan saja Tuhan sudah mendengarnya karena kita berada didalam ruangan bersama-Nya sedangkan yang lain berada di halaman, bahkan Tuhan bisa kapan saja mengubah sebuah keputusan untuk setiap kita yang berkenan di hati-Nya seperti Daud yang mengetahui bahwa hidup yang dilaluinya tidak mudah, mengetahui dengan persis bagaimana menjadi orang yang hidup berkenan, di kasihi dan di cintai oleh Tuhan. Raja Daud juga menangkap dan mengetahui bahwa berkat-Nya itu luar biasa, kenyataan bahwa Tuhan yang mengangkat hidupnya itu sungguh luar biasa. Hikmat, berkat dan pewahyuan Tuhan singkapkan bagi Daud, kerajaannya menjadi sangat disegani oleh bangsa-bangsa lain, yang semuanya bukan tanpa melalui sebuah pergumulan tetapi justru di setiap pergumulannya Daud selalu menginginkan Tuhan yang mengerjakan itu semua.

Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.” (Lukas 17:10 TB)

Firman Tuhan berkata bahwa setiap kita yang berkenan di hati Tuhan bukan lagi menjadi hamba tetapi setiap kita adalah sahabat yang bergaul karib, yang memiliki kedekatan seperti Abraham, Musa, dan Daud. Tetapi yang perlu di ingat bahwa hati kita tidak bisa berubah, hati kita tetap harus hati hamba yaitu hati yang penuh dengan kerendahan hati. Ketika melakukan setiap apa yang Tuhan perintahkan, kita hanya seorang hamba yang tidak berguna yang hanya melakukan kehendak Tuannya, jadi kedekatan hubungan sebagai sahabat yang membuat kita bisa berbicara muka dengan muka, hati dengan hati, bahkan Tuhan bisa memberikan apa yang kita tidak pernah pikir, bayangkan, dengar, dan yang tidak pernah timbul dari dalam hati kita.

Perlu di ingat bahwa dasar hati setiap kita tetap harus rendah hati karena segala sesuatunya adalah pekerjaan Tuhan yang dilakukannya melalui hidup setiap kita, mengetahui bahwa semuanya bukan dari kita tetapi perbuatan Tuhan. Kedekatan seorang hamba jangan merubah hati setiap kita, kedekatan seorang sahabat jangan merubah hati kita menjadi sombong. Sudah menjadi kebiasaan bagi sebagian orang ketika dekat dan bersahabat dengan seseorang yang terkenal dan berpengaruh, contohnya bisa dekat dan bersahabat dengan Walikota/bupati atau Gubernur kalau bisa seluruh kota mengetahui bahwa dirinya dekat dengan orang yang terkenal dan berpengaruh.

Ada banyak anak-anak Tuhan yang mungkin panggilannya sebagai seorang pendoa, ketika Tuhan menyingkapkan sesuatu dan berbicara kepadanya tidak bisa menempatkan yang mana rahasia Tuhan pribadi dan yang mana buat orang lain, serta merasa bahwa segala sesuatu yang berhasil dilakukan semua itu karena kedekatannya dengan Tuhan. Sadarilah bahwa kedekatan setiap kita dengan Tuhan, jangan sampai membuat kita menjadi sombong tetapi justru semakin rendah hati karena semua itu hanya ada karena perkenanan Tuhan.

Ketika Tuhan tidak lagi menyertai kita, ketika Tuhan tidak lagi berbicara dan bergerak kepada dan melalui kita, ketika tidak ada lagi pengurapan Tuhan seperti yang di alami Saul maka tidak akan terjadi apapun. Ketika Tuhan tidak lagi menyertai, buat apa kita melayani? Ketika Tuhan tidak lagi di senangkan untuk apa kita melakukan segala sesuatu? Mari di setiap hati kita mengejar perkenanan Tuhan dan bukan yang lain, renungkan selalu apakah setiap hal yang kita lakukan sungguh-sungguh untuk perkenanan Tuhan jangan sampai justru untuk diri kita sendiri. Mari memiliki hati yang murni hanya untuk Tuhan.

Terkadang apa yang di hati Tuhan, yang di perintahkan-Nya sangat berat bagi daging kita untuk melakukannya seperti ketika Tuhan menginginkan kita masuk ke lorong-lorong, pergi ke desa-desa atau tempat terpencil, pelayanan di tempat yang belum pernah di lakukan orang sebelumnya dan sedikit orang melihatnya.

Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
(Matius 11:29 TB)

Firman-Nya berkata bahwa setiap kuk (beban) yang Tuhan pasang itu ringan dan enak, apapun yang Tuhan ingin setiap kita pikul, pikul dengan sukacita dan sewaktu kita memikul dengan sukacita maka kita akan memiliki hati yang selalu mau belajar, hati yang selalu mau dididik, dan hati yang selalu mau mendengar perkataan Tuhan. Jangan pernah melakukan pelayanan hanya menyesuaikan dengan keinginan, kepentingan dan kepandaian kita tetapi ikuti selalu pola Tuhan, ikuti selalu apa yang Tuhan inginkan. Mari berdoa dengan sungguh-sungguh untuk menangkap apa yang ada di hati Tuhan dan kemudian melakukannya karena belum tentu segala sesuatu yang sudah kita kuasai, segala sesuatu yang menurut logika berpikir kita sudah tepat itu yang Tuhan suka dan inginkan, karena terkadang Tuhan membawa kita untuk melakukan sesuatu dari sisi yang lain agar kita bisa belajar dari sisi ini yang adalah sebuah tanggung jawab yang baru.

Sewaktu Tuhan mendidik hati setiap kita lebih lagi, ada sebuah tanggung jawab di level raja-raja, di level orang yang mau di pakai Tuhan yang tidak lagi berkata kepada Tuhan untuk menyertai dan memberkati setiap pelayanan yang dilakukan tetapi yang dicari hanya apa yang ada di hati dan apa yang Tuhan inginkan.

belajarlah pada YESUS, karena YESUS lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

Memiliki hati yang mudah dibentuk, hati yang mudah bertobat, hati yang mudah di tegur Tuhan adalah orang yang mau belajar setiap kali di tegur oleh otoritas diatas kita melalui gembala di gereja, atau melalui suami dalam sebuah keluarga. Mungkin setiap kita tidak biasa mendengar teguran karena dulunya selalu hanya mendengar sanjungan tetapi mau mengubah telinga kita untuk mendengar setiap teguran. Orang-orang yang mencari perkenanan Tuhan akan punya hati yang lemah lembut, hati yang selalu mau diajar, hati yang selalu menurut, hati yang mudah bertobat, hati yang mudah berkata "YA" untuk setiap perkataan Tuhan walaupun untuk melakukan itu terkadang sulit.

Seperti Daud yang mendapat teguran keras oleh Tuhan melalui nabi Natan karena mengambil Batsyeba istri Uria menjadi istrinya. Nabi Natan yang sebenarnya hanya termasuk nabi kecil yang tidak banyak orang mengenalnya, tetapi Daud tidak melihat bagaimana Tuhan menegurnya karena Daud hanya menangkap apa yang Tuhan inginkan, yang Daud inginkan hanya perkenanan Tuhan. Daud bisa menangkap dan mendengar apa yang Tuhan inginkan karena dia memiliki hati yang lembut dan hati yang mau diajar, yang bisa menjadi pelajaran bagi setiap kita untuk tidak lagi mengeraskan hati, tidak menjadi sombong, angkuh, dan  membenarkan diri sendiri yang membuat kita tidak bisa mendengar dan menangkap isi hati dan apa yang Tuhan inginkan.

Mari ijinkan Tuhan berbicara kepada kita, ijinkan Tuhan melalui siapapun orang yang Tuhan ijinkan berbicara untuk menegur kita. Banyak orang ketika hidupnya belum dipakai Tuhan bisa menundukkan diri tetapi begitu sudah di berkati kemudian menjadi sombong, tetapi mari belajar untuk menjadi lemah lembut dan rendah hati. Orang yang ingin belajar bukan dilihat dari perkataannya yang berkata ingin belajar tetapi dari hatinya yang lembut dan rendah hati.

Rendah hati bagaimana?

Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu! (Yakobus 4:7 TB)

Rendah hati adalah tunduk kepada setiap perkataan Tuhan, mentaati setiap perkataan Firman Tuhan yang bukan hanya sekedar tersungkur dihadapan Tuhan tetapi di hidupnya hanya mentaati apa yang Tuhan inginkan. Ingin menjadi pemenang? Ingin berkat yang mengalir? Setiap kita harus bisa rendah hati, seperti air yang memiliki prinsip mengalir dari atas ke bawah ketika kita menjadi sombong, kita menjadi berada di atas air itu sehingga tidak air itu tidak bisa mengalir ke bawah karena tersumbat. Air yang dari Sorga yang mengalir turun ke bumi karena kesombongan seseorang yang melebihi Sorga, karena pemberontakan seseorang didalam hatinya sehingga Tuhan tidak bisa mengalirkan apapun dari hidupnya, tetapi orang yang rendah hati, orang yang mencari perkenanan Tuhan akan ada air yang mengalir dari hidupnya.

Untuk mencari perkenanan Tuhan bukan sesuatu yang mudah tetapi blessingnya membuat setiap kita menjadi seorang sahabat. Jiwa setiap kita akan mendapat ketenangan, karena ketika jiwamu gelisah pasti ada sesuatu yang salah didalam, dimana anda harus mencari Tuhan dan meminta Tuhan berbicara untuk mengajari karena mungkin ada kuk yang seharusnya anda pikul tetapi anda tidak mau memikulnya atau mungkin ada sesuatu yang Tuhan ingin anda ikuti tetapi anda tidak mau mengikuti yang membuat Tuhan membuat hati anda tidak menjadi tenang sampai anda mengikuti keinginannya.

Orang-orang yang mengikut Tuhan pasti jiwanya tenang, karena kalau jiwanya gelisah pasti ada yang salah. Tinggallah dalam Damai Sejahtera Tuhan, Tuhan melihat yang di dalam bukan yang di luar, mari mengejar perkenanan Tuhan di hidup setiap kita.

Amin!

Jurnalist: Untung Bongga Karua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama)

  MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama) Sabtu, 04 Februari 2023 Ps Joseph Hendrik Gomulya           Sejak awal manusia diciptakan Allah ...