Minggu, 19 Februari 2017

DI BERKATI - DI SUKAI - DI KASIHI

Ps. Joseph Hendrik Gomulya

"Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah" (Matius 27:51 TB) 

Tuhan memberikan kebaikan kepada kita menurut kebaikan-Nya bukan karena perbuatan-perbuatan kita. Peristiwa penyaliban telah membuat tabir Bait Allah terbelah menjadi dua bagian, yang berarti kita dapat berjumpa langsung dengan Tuhan. Di dalam perjanjian lama bangsa Israel bergantung hanya kepada Imam besar yang langsung menerima pesan Tuhan untuk kemudian di sampaikan kepada bangsa Israel, sangat banyak kebaikan-kebaikan yang Tuhan limpahkan kepada umat-Nya.

"Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia." (Lukas 2:52 TB) 

Tuhan Yesus adalah perwakilan Allah untuk menyatakan kebaikan dan kemurahan Allah dalam hidup manusia, pertanyaannya sekarang bagaimana anda dan saya bisa mengakses kemurahan Tuhan dalam kehidupan? Dalam Roma 5:2 dikatakan “Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.” Jadi cara untuk mengakses kemurahan Tuhan dalam kehidupan adalah melalui Tuhan Yesus Kristus sebagai jalan masuk melalui IMAN setiap kita.

"Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga." (Efesus 1:3 TB) 

Kita menerima kasih karunia melalui Yesus Kristus, jadi bisa diumpamakan IMAN bagaikan Password untuk anda dan saya dimana nantinya kita bisa menikmati kebaikan dan kemurahan-Nya dimana jalan masuknya melalui IMAN sehingga kita bisa mengakses untuk berjalan dalam kasih karunia-Nya. Bagaimana kita mengetahui bahwa kita diberkati?

"Sebab ketika Allah memberikan janji-Nya kepada Abraham, Ia bersumpah demi diri-Nya sendiri, karena tidak ada orang yang lebih tinggi dari pada-Nya, kata-Nya: “Sesungguhnya Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan akan membuat engkau sangat banyak.” (Ibrani 6:13-14 TB)

Allah berjanji kepada Abraham untuk Abraham menerima berkat yang berlimpah-limpah dimana janji yang sama Allah berikan kepada setiap kita, dan kita patut bersyukur oleh perbuatan Allah yang selalu menepati janji-janji-Nya. Janji Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus tidak pernah terlambat karena Allah telah bersumpah demi diri-Nya sendiri.

Bagaimana kita mengetahui kalau kita disukai oleh orang?

"supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya." (Efesus 1:6 TB) 

Dalam Alkitab terjemahan yang lain dikatakan di terima dan di kasihi, apa yang kita terima dari Yesus? Adalah Tuhan Yesus bertindak atas nama anda dan saya, dimana Tuhan Yesus di salibkan atas nama setiap kita dimana seharusnya kita yang mesti tersalib bagi dosa dan pelanggaran-pelanggaran kita. Tuhan Yesus disalibkan atas nama kita sehingga kita menerima berkat keselamatan dan kehidupan kekal nantinya bersama-sama dengan-Nya, inilah alasan mengapa Tuhan Yesus rela di salibkan untuk supaya kita  di berkati, di sukai dan di kasihi. Tuhan Yesus akan menyukai kehidupan kita disaat kita menyenangkanhati-Nya dengan menuruti segala perintah dan firman-Nya sehingga nantinya kehidupan yang kekal itu menjadi bagian setiap kita. Ini berarti hidup setiap kita bukan berdasarkan perbuatan-perbuatan kita lagi sehingga kita tidak lagi hidup dalam intimidasi, penolakan dan tuduhan-tuduhan dari pihak musuh (iblis). Kemudian bagaimana Tuhan mencintai kita?

"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." (Yohanes 3:16 TB) 

Kata begitu di ayat di atas menunjukkan kepada sesuatu yang melampaui suatu ukuran, artinya kita jangan melihat pribadi kita buruk tetapi mari kita melihat segala sesuatu dalam pribadi kita ini sebagai ciptaan yang mulia dimana gambar Allah ada didalam kita karena kita di ciptakan segambar dan serupa dengan-Nya. Tetapi iblis seringkali mengintimidasi dengan tuduhan-tuduhan melalui orang-orang di sekitar kita di saat mereka melihat kita melakukan hal yang buruk, maka seringkali kita mendengar orangAllahata ketika melakukan hal yang buruk maka Tuhan tidak mencintai kita tetapi di saat berbuat baik maka Tuhan akan berbuat baik kepada kita.

Sesuai dengan bacaan kita tadi dalam Yohanes 3:16 dimana di jelaskan bahwa bukti kasih Allah akan dunia ini adalah ketika Dia rela menyerahkan anak-Nya yang tunggal untuk di korbankan dengan mati di atas kayu salib. Di atas kayu salib telah terjadi pertukaran dimana seharusnya kita yang di hukum tetapi Yesus rela menggantikan posisi kita untuk menerima hukuman tersebut, menebus setiap dosa dan pelanggaran kita sehingga kita menerima keselamatan melalui karya penebusan tersebut. Melalui kasih dan Kemurahan-Nya lah kita menerima perkenanan Tuhan bukan segala usaha dan perbuatan-perbuatan kita.

"Ketika Ester -- anak Abihail, yakni saudara ayah Mordekhai yang mengangkat Ester sebagai anak -- mendapat giliran untuk masuk menghadap raja, maka ia tidak menghendaki sesuatu apa pun selain dari pada yang dianjurkan oleh Hegai, sida-sida raja, penjaga para perempuan. Maka Ester dapat menimbulkan kasih sayang pada semua orang yang melihat dia." (Ester 2:15 TB) 

Ester adalah contoh seorang perempuan yang mempunyai kerendahan hati dimana ester berbeda dengan perempuan lainnya, dia hanya bergantung kepada kemurahan Tuhan bukan kepada kekayaan dan kemewahan di tempat pembendarahan harta raja Ahasyweros, dimana Ester hanya tunduk kepada anjuran daripada Henai seorang sida-sida saat itu. Sehingga ketika Ester menghadap raja Ahasyweros, saat itu juga raja berkenan kepada Ester sehingga raja Ahasyweros mengulurkan tongkat emas yang ada di tangannya kearah Ester dan Ester kemudian menyentuh ujung dari tongkat raja. Dari kisah Ester ini kita dapat mengambil pelajaran yang sangat berharga dimana ada satu tokoh yang Ester sangat patuhi dan tunduk kepada setiap anjuran-anjurannya, yaitu Hegai. Hegai disini adalah gambaran Roh Kudus, dimana Ester sangat patuh dan tunduk kepada Roh Kudus. Ester memiliki kerendahan hati yang sangat luar biasa yang dapat menjadi pelajaran berharga bagi kita dimana sebagi orang percaya kita harus mempunyai kerendahan hati untuk bisa tunduk dan patuh kepada kuasa Roh Kudus yang ada didalam hidup kita sebagai penuntun dan penolong dalam kehidupan kita sebagai orang percaya.

"Maka Ester dikasihi oleh baginda lebih dari pada semua perempuan lain, dan ia beroleh sayang dan kasih baginda lebih dari pada semua anak dara lain, sehingga baginda mengenakan mahkota kerajaan ke atas kepalanya dan mengangkat dia menjadi ratu ganti Wasti." (Ester 2:17 TB) 

Melalui Yesus Kristus semua tuntutan dari Hukum Taurat telah dipakukan di kayu salib, jadi patutlah kita bersyukur kepada Tuhan karena kita telah di bebaskan dari segala tuntutan-tuntutan dari Hukum Taurat yang mana dulunya ketika kita melakukan sesuatu perbuatan tidak sesuai dengan Hukum-Hukum Tuhan dalam Hukum Taurat maka kita di katakana berdosa dan tidak layak untuk masuk dan berjumpa dengan Tuhan.

"Dan kamu, rambut kepalamu pun terhitung semuanya." (Matius 10:30 TB) 

Tuhan sangat memperhatikan secara detail kehidupan kita dengan Kasih Karunia-Nya salah satunya adalah satu helai rambut kita yang terlepas, Tuhan pasti mengetahuinya karena itu semua dihitungnya, itu berarti kehidupan kita sangatlah diperhatikan oleh Bapa di Sorga , apapun yang menjadi kebutuhan kita pasti diberikan-Nya.

"Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku." (2 Korintus 12:9 TB) 

Rasul paulus mengatakan bahwa disaat dia dalam keadaan lemah justru disitu kuasa Tuhan nyata dalam kehidupannya, sehingga Rasul Paulus dengan sikap radikal mengatakan bahwa ia bermegah dalam kelemahannya supaya kuasa Kristus yang luar biasa menaungi dan menguasai kehidupannya.

Jadi untuk mau DI BERKATI, DI SUKAI, dan DI KASIHI, maka kita haruslah selalu mengaktifkan IMAN sebagai PASSWORD kita kepada Tuhan Yesus agar kita dapat hidup di dalam Kasih dan kebaikan-kebaikan-Nya serta jangan mengandalkan kekuatan dan segala perbuatan-perbuatan baik kita, tetapi marilah kita hiduo di dalam Kasih Karunia Tuhan serta tunduk dan patuh kepada kuasa Roh Kudus yang menjadi penolong serta menjadi pelindung dan juga menjadi pribadi yang selalu mengajar dan menasehati kehidupan kita untuk kita lebih mencintai dan mengasihi Tuhan lebih dari apapun.

Amin…

  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama)

  MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama) Sabtu, 04 Februari 2023 Ps Joseph Hendrik Gomulya           Sejak awal manusia diciptakan Allah ...