Rabu, 29 Juli 2020

PEMULIHAN SEGALA SESUATU MELALUI FIRMANNYA (DENGAN KEKUATAN ROH)

PEMULIHAN SEGALA SESUATU MELALUI FIRMANNYA

(DENGAN KEKUATAN ROH)

 

Dari kotbah Ps Joseph Hendrik Gomulya, M.Th

 



          Masa pandemik yang saat ini sedang melanda Indonesia bahkan seluruh dunia adalah seolah-olah dunia ini sedang di restart kembali. Gereja Tuhan dan setiap orang percaya sedang dipulihkan agar setiap orang yang ada di bumi ini hatinya kembali tertuju kepada Tuhan. Manusia mulai menyadari bahwa ada campur tangan Tuhan dalam segala sesuatu yang menjadi pengendali. Ketika hati manusia kembali kepada Tuhan maka mereka akan melihat pemulihan terjadi atas segala sesuatu.

“Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh.”

(1 Korintus 2:4 TB)

 

          Rasul Paulus mengatakan bahwa dirinya memberitakan firman Tuhan bukan hanya memakai kata-kata hikmat tetapi dengan kekuatan roh. Sewaktu firman Tuhan disampaikan dengan kekuatan roh, itu akan mengubah keadaan, mengubah kehidupan seseorang bahkan bisa memulihkan keadaan satu bangsa.

 

          Pemulihan terhadap satu bangsa pernah dialami oleh bangsa Israel. Saat itu bangsa Israel mengalami kelaparan yang sangat hebat dimana-mana, barang-barang menjadi sangat mahal dan sangat sulit untuk mendapatkan bahan makanan. Tetapi firman Tuhan yang disampaikan dengan kekuatan roh melalui nabi-Nya (Elisa) sanggup mengubah keadaan hanya dalam 1 hari.

 

“24) Sesudah itu Benhadad, raja Aram, menghimpunkan seluruh tentaranya, lalu maju mengepung Samaria. 25) Maka terjadilah kelaparan hebat di Samaria selama mereka mengepungnya, sehingga sebuah kepala keledai berharga delapan puluh syikal perak dan seperempat kab tahi merpati berharga lima syikal perak. 26) Suatu kali ketika raja Israel berjalan di atas tembok, datanglah seorang perempuan mengadukan halnya kepada raja, sambil berseru: “Tolonglah, ya tuanku raja!” 27) Jawabnya: “Jika Tuhan tidak menolong engkau, dengan apakah aku dapat menolong engkau? Dengan hasil pengirikankah atau hasil pemerasan anggur?” 28) Kemudian bertanyalah raja kepadanya: “Ada apa?” Jawab perempuan itu: “Perempuan ini berkata kepadaku: Berilah anakmu laki-laki, supaya kita makan dia pada hari ini, dan besok akan kita makan anakku laki-laki. 29) Jadi kami memasak anakku dan memakan dia. Tetapi ketika aku berkata kepadanya pada hari berikutnya: Berilah anakmu, supaya kita makan dia, maka perempuan ini menyembunyikan anaknya.” 30) Tatkala raja mendengar perkataan perempuan itu, dikoyakkannyalah pakaiannya; dan sedang ia berjalan di atas tembok, kelihatanlah kepada orang banyak, bahwa ia memakai kain kabung pada kulit tubuhnya. 31) Lalu berkatalah raja: “Beginilah kiranya Allah menghukum aku, bahkan lebih dari pada itu, jika masih tinggal kepala Elisa bin Safat di atas tubuhnya pada hari ini.”

(1 Raja-raja 6:24-31 TB)

 

          Saking hebatnya kelaparan yang dialami oleh bangsa Israel saat itu, selain harga barang-barang yang menjadi begitu sangat mahal dan sangat sulitnya untuk mendapatkan makanan sehingga mereka harus memakan sesuatu yang dalam keseharian itu bukanlah makanan yang biasa mereka konsumsi. Mereka harus memakan kepala dari keledai yang sebenarnya diternakkan bukan untuk dikonsumsi dagingnya tetapi sebagai alat transportasi selain unta pada jaman itu tetapi itu kemudian harus disembelih dan dijadikan makanan bahkan kepala dari keledai ini pun ikut di konsumsi sebagai makanan dan dihargai sangat mahal sekitar 80 Syikal perak bahkan tai dari burung merpati pun ikut dikonsumsi, yang dihargai 5 Syikal perak seperempat dari tai burung merpati tersebut.

          Dan yang paling memiluhkan hati dari kelaparan hebat yang melanda bangsa Israel saat itu adalah mereka menjadi kanibalisme atau mereka memakan daging manusia. Alkitab dengan jelas menceritakan mereka memakan daging anak-anak mereka. Diceritakan tentang seorang ibu yang mencurahkan atau menceritakan isi hatinya karena tidak tega menyerahkan anaknya untuk dimakan dan ketika ini disampaikan kepada raja, itu sangat memiluhkan hati raja Israel sehingga membuat raja harus mengoyakkan jubahnya dan memakai kain berkabung.

          Pada saat itu bangsa Israel sedang berada dalam peperangan dengan bangsa Aram dan sampai kemudian mereka harus terdesak dan terkepung dalam kota Samaria saat itu. Seluruh harta kekayaan mereka berupa ternak, makanan dan segala perhiasan dijarah oleh bangsa Aram sehingga dalam keadaan yang terkepung itu mereka dilanda kelaparan yang sangat dahsyat dan mereka tidak bisa keluar dari dalam kota.

 

“32) Adapun Elisa, duduk-duduk di rumahnya, dan para tua-tua duduk bersama-sama dia. Raja menyuruh seorang berjalan mendahuluinya, tetapi sebelum suruhan itu sampai kepada Elisa, Elisa sudah berkata kepada para tua-tua itu: “Tahukah kamu, bahwa si pembunuh itu menyuruh orang untuk memenggal kepalaku? Awas-awaslah, apabila suruhan itu datang, segeralah tutup pintu dan tahanlah dia supaya orang itu jangan masuk. Bukankah sudah kedengaran bunyi langkah tuannya di belakangnya?” 33) Selagi ia berbicara dengan mereka, datanglah raja mendapatkan dia. Berkatalah raja kepadanya: “Sesungguhnya, malapetaka ini adalah dari pada Tuhan. Mengapakah aku berharap kepada Tuhan lagi?” (1 Raja-raja 6:32-33 TB)

 

          Pada saat kelaparan hebat sedang melanda, teringatlah raja Israel bahwa ada seorang nabi Tuhan di tengah-tengah bangsanya, yaitu Elisa. Dan raja pun memutuskan untuk datang kepadanya tetapi dengan keadaan yang sedang marah. Ungkapan kemarahan raja Israel ini adalah ungkapan kekecewaan dan kemarahannya kepada Tuhan dengan keadaan yang sedang menimpa bangsanya. “Sesungguhnya, malapetaka ini adalah dari pada Tuhan. Mengapakah aku berharap kepada Tuhan lagi?”

 

          Malapetaka sebenarnya bukan dari Tuhan, itu terjadi karena kesalahan manusia sendiri tetapi diijinkan oleh Tuhan untuk terjadi. Tuhan itu baik dan tidak mungkin mengeluarkan sesuatu yang tidak baik. Pengenalan seseorang akan Tuhan yang sangat dangkal itulah yang membuat orang sering salah mengerti dengan Tuhan dan kemudian menganggap bahwa malapetaka itu dari Tuhan dan kemudian menimbulkan kekecewaan dan kemarahan serta tidak percaya lagi kepada Tuhan seperti yang dialami oleh raja Israel yang dari mulutnya keluar perkataan “mengapakah aku berharap kepada Tuhan lagi?”

 

          Ini adalah salah satu contoh panah yang dilepaskan oleh iblis agar seseorang menjadi marah dan kecewa kepada Tuhan. Tetapi syukurnya raja ini datang ke tempat yang sangat tepat yaitu kepada Elisa yang adalah seorang nabi atau hamba Tuhan.

 

Apa yang dikatakan Elisa setelah itu?

 

“1) Lalu berkatalah Elisa: “Dengarlah firman Tuhan. Beginilah firman Tuhan: Besok kira-kira waktu ini sesukat tepung yang terbaik akan berharga sesyikal dan dua sukat jelai akan berharga sesyikal di pintu gerbang Samaria.” 2) Tetapi perwira, yang menjadi ajudan raja, menjawab abdi Allah, katanya: “Sekalipun Tuhan membuat tingkap-tingkap di langit, masakan hal itu mungkin terjadi?” Jawab abdi Allah: “Sesungguhnya, engkau akan melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi tidak akan makan apa-apa dari padanya.” (1 Raja-raja 7:1-2 TB)

 

          Hari-hari ini jangan pernah mendengarkan perkataan orang yang negatif tetapi isilah hidup anda dengan mendengarkan setiap perkataan Tuhan melalui firman-Nya seperti perkataan Rasul paulus dalam 1 Korintus 2:4 diatas tadi.

          Hari itu Elisa berkata kepada raja Israel untuk mendengarkan perkataan firman Tuhan,  yang diucapkannya dengan kekuatan roh. Yang saat diucapkan itu adalah nubuatan atas apa yang akan terjadi kedepannya yang Tuhan sampaikan melalui perantaraan Elisa sebagai seorang nabi yang telah Tuhan urapi. Nubuatan yang disampaikan oleh Elisa tersebut pasti membuat raja Israel itu shock atau kaget saat mendengarnya, apabila kita memposisikan diri kita sebagai raja bangsa Israel yang sedang gundah, kecewa dan marah kepada Tuhan atas kelaparan hebat yang sedang terjadi dan kemudian ketika mendengarkan perkataan atau nubuatan tersebut bahwa besok segala sesuatunya akan kembali normal. Sesuatu yang sepertinya mustahil atau tidak akan mungkin bisa terjadi. Inilah kenapa kita harus selalu bisa percaya dan memegang setiap perkataan Tuhan lebih dari apapun.

 

“Tetapi perwira, yang menjadi ajudan raja, menjawab abdi Allah, katanya: “Sekalipun Tuhan membuat tingkap-tingkap di langit, masakan hal itu mungkin terjadi?” Jawab abdi Allah: “Sesungguhnya, engkau akan melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi tidak akan makan apa-apa dari padanya.”

 

          Ada 2 jenis orang yang menanggapi setiap perkataan firman Tuhan, pertama adalah orang yang percaya dan menanggapi setiap perkataan firman Tuhan, dan yang kedua adalah orang yang selalu tidak pernah percaya akan mujizat yang Tuhan bisa lakukan. Orang ini selalu pesimis dan selalu berkata itu mustahil atau tidak mungkin akan terjadi walaupun orang tersebut memiliki jabatan dan latar pendidikan yang bagus. Jadi dalam segala hal percayalah selalu kepada Tuhan lebih dari kekuatan, kemamapuan dan pikiranmu. Karena Dia adalah Tuhan yang menciptakan seluruh jagat semesta ini, tidak ada sesuatu yang mustahil ketika Tuhan sudah berkehendak.

 

Kemudian apa yang dikatakan oleh Elisa kepada perwira yang tidak percaya itu dan apa yang akan terjadi kepadanya?

 

Jawab abdi Allah: “Sesungguhnya, engkau akan melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi tidak akan makan apa-apa dari padanya.”

 

          Apabila kita membaca keseluruhan dari pasal ini sampai ayat 20 maka seperti yang telah dinubuatkan oleh Elisa bahwa oleh karena ketidakpercayaannya maka perwira tersebut hanya akan bisa menyaksikan pemulihan dan kelimpahan yang Tuhan berikan tanpa dia bisa menikmatinya.

          Nubuatan akan pemulihan segala sesuatu hanya dalam satu hari seperti yang dikatakan oleh Elisa benar-benar terjadi, sesuatu yang awalnya dianggap sebagai suatu kemustahilan oleh perwira tersebut. Diceritakan bahwa pada waktu senja saat hari mulai gelap Tuhan telah memperdengarkan kepada bangsa Aram bunyi kereta, bunyi kuda, bunyi tentara yang besar sehingga bangsa Aram mengira bahwa raja bangsa Israel telah mengupah raja-raja orang Het dan raja-raja orang Misraim melawan mereka sehingga kemudian mereka lari meninggalkan kemah, kuda, keledai mereka dan tempat perkemahan yang berisi makanan dan segala harta benda yang mereka miliki berupa emas dan perak dan pakaian dan ketika berita tersebut disampaikan kepada raja maka keluarlah penduduk kota untuk menjarah tempat perkemahan orang Aram sehingga terjadilah seperti perkataan firman Tuhan bahwa besok sesukat tepung yang terbaik berharga sesyikal dan dua sukat jelai berharga sesyikal.

          Perwira tersebut seperti yang dinubuatkan hanya bisa melihat kelimpahan itu terjadi tetapi tidak bisa menikmatinya karena dia mati didepan pintu gerbang akibat didorong dan di injak-injak oleh  rakyat yang keluar untuk menjarah tempat perkemahan orang Aram.

          Pelajaran yang dapat diambil dari kisah dalam firman Tuhan ini adalah jangan pernah membuat hati anda tidak percaya pada setiap perkataan Tuhan karena hati yang tidak percaya membuat anda tidak bisa menikmati apa-apa. Mari menjadi orang yang selalu percaya kepada setiap perkataan Tuhan. Mari menjadi Elisa yang selalu percaya kepada perkataan Tuhan, menjadi percaya seperti raja Israel yang sekalipun awalnya tidak percaya, bahkan sebelumnya marah, kecewa dan mempersalahkan Tuhan atas segala sesuatu yang terjadi tetapi kemudian bertobat dan bisa melihat bangsanya dipulihkan oleh Tuhan.

Mari datang dan minta ampun kepada Tuhan apabila selama ini anda mungkin tidak pernah percaya pada perkataan firman Tuhan dan biarlah Tuhan memulihkan hati anda sehingga firman Tuhan dan kuasa-nya terjadi dalam kehidupan anda.

 

 

 

 

Amin, Tuhan Yesus Memberkati

Jurnalis: Untung Bongga Karua

 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama)

  MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama) Sabtu, 04 Februari 2023 Ps Joseph Hendrik Gomulya           Sejak awal manusia diciptakan Allah ...