Sabtu, 21 November 2020

BERKAT ORANG YANG TULUS

 

BERKAT ORANG YANG TULUS

 

Ps Joseph Hendrik Gomulya

(Renungan Perkunjungan Mezbah Pemulihan)

 




(Mazmur 11:1-7 TB)

Pada TUHAN aku berlindung, bagaimana kamu berani berkata kepadaku: "Terbanglah ke gunung seperti burung!" Sebab, lihat orang fasik melentur busurnya, mereka memasang anak panahnya pada tali busur, untuk memanah orang yang tulus hati di tempat gelap. Apabila dasar-dasar dihancurkan, apakah yang dapat dibuat oleh orang benar itu? TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus; TUHAN, takhta-Nya di sorga; mata-Nya mengamat-amati, sorot mata-Nya menguji anak-anak manusia. TUHAN menguji orang benar dan orang fasik, dan Ia membenci orang yang mencintai kekerasan. Ia menghujani orang-orang fasik dengan arang berapi dan belerang; angin yang menghanguskan, itulah isi piala mereka. Sebab TUHAN adalah adil dan Ia mengasihi keadilan; orang yang tulus akan memandang wajah-Nya.

 

Ada perbedaan perilaku yang berbeda antara orang yang tulus dan orang yang fasik. Orang fasik tidak suka terhadap orang yang tulus, dia tidak akan pernah nyaman hidup ditengah-tengah orang yang tulus.

Berhati-hatilah terhadap panah yang dilontarkan oleh orang fasik, sebab ketika kita lakukan sesuatu dengan tulus jangan berpikir bahwa iblis tidak melihat, iblis akan memakai orang-orang fasik itu untuk memanahkan panahnya kepada orang-orang yang tulus hati di tempat yang gelap untuk menghancurkan pondasi-pondasi dengan tuduhan panah-panah si jahat. Diakhir zaman Iblis mau bekerja lebih extra lagi, jadi kita mesti selalu waspada.

Bagaimana cara mengahadapi atau melawan panah-panah si jahat?

 

1. Memandang wajah Tuhan.

          Selalu fokuskan hati dan mata kita kepada Tuhan dan jangan kepada yang       lain, sebab Tuhan masih ada dibaitNya. Tuhan yg kita layani. Mari terus       upgrade setiap pelayanan kita, karena mata Tuhan selalu mengamati anak-    anak-Nya yang melayani Dia.

2. Uji hati kita (di semua lingkup pelayanan kita)

          Perbedaan ujian antara orang fasik dan orang yang tulus adalah orang yang     fasik ketika di uji akan berakhir dengan kekerasan tetapi orang yang benar     ketika di uji akan berakhir menjadi mutiara yang bersinar.

          Ketika melayani Tuhan harus dilakukan dengan ketulusan, dengan kerja           yang sungguh-sungguh untuk Tuhan karena kita mengetahui bahwa semua     yang kita miliki itu dari Tuhan.

3. Ada pembelaan Tuhan kepada orang yang tulus.

4. Tuhan itu adil bagi orang tulus.

          Kerjakan bagianmu secara tulus sebab Tuhan akan memakaimu secara tiba-tiba dengan rencana yang luar biasa.

 

(Mazmur 13:2-6 TB)

Berapa lama lagi, TUHAN, Kaulupakan aku terus-menerus? Berapa lama lagi Kausembunyikan wajah-Mu terhadap aku? Berapa lama lagi aku harus menaruh kekuatiran dalam diriku, dan bersedih hati sepanjang hari? Berapa lama lagi musuhku meninggikan diri atasku? Pandanglah kiranya, jawablah aku, ya TUHAN, Allahku! Buatlah mataku bercahaya, supaya jangan aku tertidur dan mati, supaya musuhku jangan berkata: "Aku telah mengalahkan dia," dan lawan-lawanku bersorak-sorak, apabila aku goyah. Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu. Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku.

 

Kepercayaan / Percaya Pada Tuhan

 

1. Waktu kita percaya kepada Tuhan, hal yang harus kita percaya adalah waktu Tuhan. Jangan bertanya kenapa begitu lama tetapi tetaplah percaya pada waktu Tuhan.

2. Orang yang percaya kepada Tuhan, dia percaya Tuhan akan menjawab setiap doanya.

3. Dia percaya ada Tuhan di hidupnya. Tidak perlu membalas kejahatan yang dialami tetapi tetap berdoa dan Percaya kepada Tuhan.

4. Dia Percaya bahwa Tuhan penuh dengan kasih setia.

 

Mazmur 12 : 2-8

Tolonglah kiranya, TUHAN, sebab orang saleh telah habis, telah lenyap orang-orang yang setia dari antara anak-anak manusia.

(12-3) Mereka berkata dusta, yang seorang kepada yang lain, mereka berkata dengan bibir yang manis dan hati yang bercabang.

(12-4) Biarlah TUHAN mengerat segala bibir yang manis dan setiap lidah yang bercakap besar,

(12-5) dari mereka yang berkata: "Dengan lidah kami, kami menang! Bibir kami menyokong kami! Siapakah tuan atas kami?"

(12-6) Oleh karena penindasan terhadap orang-orang yang lemah, oleh karena keluhan orang-orang miskin, sekarang juga Aku bangkit, firman TUHAN; Aku memberi keselamatan kepada orang yang menghauskannya.

(12-7) Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah.

(12-8) Engkau, TUHAN, yang akan menepatinya, Engkau akan menjaga kami senantiasa terhadap angkatan ini.

(12-9) Orang-orang fasik berjalan ke mana-mana, sementara kebusukan muncul di antara anak-anak manusia.

 

Janji Tuhan

 

Bagaimana posisi hati kita ketika kita memegang janji Tuhan?

 

1. Walaupun kita sedang di uji oleh Tuhan, janganlah takut, sebab yang kita pegang adalah janji Tuhan. Saat kita sedang di uji dan kemudian mengahadapinya itu sama dengan kita teruji oleh Tuhan.

2. Orang yang setia memegang janji Tuhan ternyata adalah orang yang Ter-UJI.

3. Disaat kita memegang Janji Tuhan, seringkali orang-orang yang ditempatkan di sekitar kita justru bukan orang-orang yang saleh atau benar. Orang saleh akan ditempatkan ditengah-tengah orang yang tidak kenal Tuhan, mereka yang berdusta / korupsi, orang-orang yang melakukan kejahatan dll. Tetapi mintalah hikmat Tuhan dan terus pegang janji Tuhan untuk menjalankan dan melakukan segala hal untuk Tuhan.

4. Ditengah lingkungan kehidupan orang-orang yang memegang janji Tuhan itu akan ada orang-orang yg sombong, tinggi hati dan congkak. Jangan terprovokasi dengan mereka, tetapi tetaplah memegang janji Tuhan.

5. Ketika memegang janji Tuhan, kita akan melihat ada penindasan kepada orang-orang miskin. Saat melihat itu, kita harus care, empati, menemani, bersaksi, memberi dan menolong mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama)

  MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama) Sabtu, 04 Februari 2023 Ps Joseph Hendrik Gomulya           Sejak awal manusia diciptakan Allah ...