Senin, 22 Februari 2021

KU-HIDUP DALAM KEBENARAN-MU

 

KU-HIDUP DALAM KEBENARAN-MU

Oleh Ps. Joseph Hendrik Gomulya, M. Th

(Renungan Mezbah pemulihan)

  



(Mazmur 26:4-7 TB)
Aku tidak duduk dengan penipu, dan dengan orang munafik aku tidak bergaul;
aku benci kepada perkumpulan orang yang berbuat jahat, dan dengan orang fasik aku tidak duduk. Aku membasuh tanganku tanda tak bersalah, lalu berjalan mengelilingi mezbah-Mu, ya TUHAN, sambil memperdengarkan nyanyian syukur dengan nyaring, dan menceritakan segala perbuatan-Mu yang ajaib.

 

 

          Orang yang hidup dalam kebenaran kepada Tuhan maka akan akan hidup dalam kejujuran. Dia tidak akan duduk dan bergaul dengan orang yang tidak jujur, penipu, orang jahat atau orang fasik. Orang yang hidup dalam kejujuran berangkat dari ketulusan dan kelurusan hati tanpa ada motivasi mencari keuntungan, motivasi utama dari dia hidup dalam kejujuran adalah cinta akan kebenaran dan kerinduan agar kebenaran itu diungkapkan dengan nyata.

 

          Kesadaran akan anugerah ini membawanya kepada cinta dan kerinduan akan rumah Tuhan serta berkomitmen untuk hidup dalam ketulusan dan iman tanpa keraguan. Tetapi Daud tidak merasa bahwa dirinya sudah benar-benar hidup dalam kekudusan dan seolah-olah tidak pernah melakukan dosa karena dia mengetahui bahwa Allah adalah Sang Mahatahu dimana kalu kita membaca ayat sebelumnya Daud membuka dirinya untuk diuji dan diselidiki oleh Allah. Daud menegaskan  bagaimana dirinya menjauhi pergaulan dan perkumpulan orang-orang yang berbuat jahat dengan cara menceritakan kemuliaan Allah dan melayani Allah  serta menegaskan kerinduan hatinya akan rumah Tuhan dan hadirat-Nya.

 

Orang yang hidup dalam kebenaran Tuhan maka dia akan menghindari 4 hal ini :

1. Tidak akan bergaul atau bahkan duduk dengan penipu.

2. Tidak akan bergaul dengan orang munafik tetapi memilih untuk hidup tulus dihadapan Tuhan

3. Tidak akan bergaul dan duduk dengan orang yang selalu berbuat kejahatan. Makanya sangat penting untuk selalu melihat dan memperhatikan dengan siapa kita bergaul.
4. Tidak akan bergaul dengan orang fasik atau orang yang tidak takut akan Tuhan.

 

Saat Allah berkarya dalam diri kita maka Dia akan memberikan staus yang baru kepada kita, cara pandang dan selera hidup yang baru. Allah menginginkan setiap kita hidup dalam kebenaran-Nya, hidup dalam kekudusan yang masih berlaku sampai hari ini. Jadi marilah kita menghidupi iman dengan berkomitmen kepada kebenaran dan kekudusan demi kemuliaan Allah dan kita akan melihat perbuatan Tuhan yang ajaib dalam kehidupan kita.

 

 

 

Amen, Tuhan Yesus Memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama)

  MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama) Sabtu, 04 Februari 2023 Ps Joseph Hendrik Gomulya           Sejak awal manusia diciptakan Allah ...