Selasa, 23 Februari 2021

KUCINTA PADA RUMAH KEDIAMAN-MU

 

KUCINTA PADA RUMAH KEDIAMAN-MU


Oleh Ps. Joseph Hendrik Gomulya, M. Th

(Renungan Mezbah Pemulihan)




(Mazmur 26:8-12 TB)

TUHAN, aku cinta pada rumah kediaman-Mu dan pada tempat kemuliaan-Mu bersemayam. Janganlah mencabut nyawaku bersama-sama orang berdosa, atau hidupku bersama-sama orang penumpah darah, yang pada tangannya melekat perbuatan mesum, dan yang tangan kanannya menerima suapan. Tetapi aku ini hidup dalam ketulusan; bebaskanlah aku dan kasihanilah aku. Kakiku berdiri di tanah yang rata; aku mau memuji TUHAN dalam jemaah.

 

Apa arti dari Aku Cinta pada Rumah KediamanMu?

 

          Rumah Kediaman-Nya saat ini bukan lagi hanya berbicara tentang bangunan Gereja tetapi jemaat-Nya Mencintai Tuhan, yang mencintai doa dan penyembahan, yang mencintai hadirat-Nya maka Allah berdiam dalam hati umat-Nya. Saat kita memiliki pengenalan atau memiliki hubungan yang intim dengan-Nya maka Allah sendiri akan hidup didalam hati kita, di dalam pujian-pujian penyembahan kita, di dalam doa-doa kita, ada kesucian dan sukacita yang anda tidak akan pernah temukan di mana pun juga di tempat lain.

 

          Tujuan dari kita hidup di dunia ini bukanlah kepada harta benda, tetapi tujuan hidup kita pada memuliakan nama Tuhan dengan memberikan prioritas hidup kita untuk Tuhan dengan membangun hubungan intim dengan Tuhan, bergaul dengan firman-Nya. Kita perlu meminta cinta yang dari Tuhan ketika ada hal yang lain yang membuat cinta kita kepada Tuhan berkurang disanalah kita justru untuk maju lebih kuat.

 

          Mari terus menakar hati kita karena hari ini mungkin kita bisa berjalan dengan cinta pada Tuhan tetapi hari esok bisa berubah dan menjadi sombong. Karena firman Tuhan berkata ada orang yang memulainya dengan roh tetapi mengakhirinya dengan daging. Mari belajar dari Daud saat Allah menawarkan banyak hal kepadanya tetapi Daud memilih untuk memprioritaskan Tuhan terlebih dahulu. Jadi diam di rumah Tuhan bukan hanya sebatas datang ke gereja atau beribadah tetapi merasakan hadirat-Nya, mengalami perjumpaan dan mengalami firman-Nya yang membawa kita lebih dalam keintiman. Dalam kehadiran Bapa, didalam rumah kediaman Tuhan ada kemurahan Tuhan dan kita menikmati-Nya.

Kenapa setiap orang beda-beda berkatnya?
Itu tergantung dari bergaul karib dgn Tuhan, seberapa kita mengenal Tuhan, dekat pada Tuhan terus bergaul maka berkat kita akan mengalir seiring kita bergaul karib dgn Tuhan.

 

Berkat didalam Firmannya

          Daud memilih memprioritaskan Tuhan, memilih untuk berdiam di rumah Bapa karena di rumah Bapa tersedia segala sesuatu yang dibutuhkan, ada kemurahan, ada damai sejahtera, ada kelimpahan dan ada kehadiran pribadi Bapa yang bisa mengisi seluruh hal yang dibutuhkan setiap orang.

 

          Mari memilih berdiam di rumah Bapa, bergaul dengan Firman-Nya karena itu adalah berkat kita yang terbesar. Keintiman, persekutuan dengan-Nya adalah pedoman bagi kita karena Berkat tanpa ada persekutuan dengan Tuhan, tanpa ada kemurahan Tuhan, tanpa ada anugerah dan kasih Karunia-Nya maka berkat itu bisa menjadi sebuah masalah. Kita tmengetahui  bagaimana menarik berkat karena kita melakukan/menerapkan Firman-Nya, dan menghidupi Firman itu untuk masuk kedalam hati kita.

 

Mengapa ada banyak orang yang doanya kepada Tuhan terhalang karena mungkin dia menyimpan sakit hati atau kepahitan kepada orang lain sehingga doanya terhalang, berkatnya terhalang dan doanya tidak terjawab.

Bagaimana caranya agar doamu dijawab?

        Berdamailah dengan orang itu, matikan kedagingan dan egomu maka doamu akan di jawab Tuhan. Mengampuni, mengasihi, selalu berkata positif adalah gaya hidup kita sebagai pengikut Kristus.

 

        Orang yang mencintai kediaman Tuhan hidupnya akan selalu berada dalam tangan perlindungan Tuhan. Dia akan memilih hidup berbeda dari kebanyakan orang, menjauhi orang-orang yang suka melakukan kejahatan dan dosa, dan memilih mencintai kediaman Tuhan.

 

Orang yang hidupnya dipakai oleh Tuhan maka lifestyle hidupnya akan berbeda dan hidupnya akan selalu menjadi berkat bagi orang lain. Saat kita mungkin dahulu terikat dalam dosa tetapi saat kita memilih kembali berdiam di rumah Bapa dan mengalami pembaharuan demi pembaharuan maka orang lain akan mencicipi perubahan itu maka orang akan berkata kita adalah orang yang mencintai Tuhan


            Saat kita mau membuat keputusan dan memilih untuk mau melayani Tuhan, mencintai kediaman Tuhan dan bersungguh-sungguh dgn Tuhan, maka hidup kita akan dipakai Tuhan dan kita menjadi berkat bagi orang.

 

 

Amen, Tuhan Yesus Memberkati.

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama)

  MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama) Sabtu, 04 Februari 2023 Ps Joseph Hendrik Gomulya           Sejak awal manusia diciptakan Allah ...