Rabu, 24 Maret 2021

BERBAHAGILAH HATI YANG BERTOBAT DAN MENJADIKAN TUHAN SEBAGAI TEMPAT PERSEMBUNYIANNYA

 

BERBAHAGILAH  HATI YANG BERTOBAT DAN MENJADIKAN TUHAN SEBAGAI TEMPAT PERSEMBUNYIANNYA


Oleh Ps. Joseph Hendrik Gomulya, M. Th

(Renungan Mezbah Pemulihan)



(Mazmur 32:1-7 TB)
Dari Daud. Nyanyian pengajaran. Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi! Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu!
Selama aku berdiam diri, tulang-tulangku menjadi lesu karena aku mengeluh sepanjang hari; sebab siang malam tangan-Mu menekan aku dengan berat, sumsumku menjadi kering, seperti oleh teriknya musim panas. 
Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: "Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran pelanggaranku," dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku. Sebab itu hendaklah setiap orang saleh berdoa kepada-Mu, selagi Engkau dapat ditemui; sesungguhnya pada waktu banjir besar terjadi, itu tidak melandanya. Engkaulah persembunyian bagiku, terhadap kesesakan Engkau menjaga aku, Engkau mengelilingi aku, sehingga aku luput dan bersorak.

 

Firman Tuhan mengatakan “Berbahagilah orang yang diampuni pelanggarannya dan yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan”. Dari ayat  kita ini kita dapat melihat perbedaan yang sangat kontras antara orang yang hidup dalam dosa dan orang yang diampuni dosanya oleh Tuhan. Kita mendapat pengajaran yang berharga melalui pengalaman hidup Daud ketika dia melakukan dosa dan ketika Tuhan mengampuni dosanya.

          Engkaulah Persembunyian bagiku artinya kita menjadikan Tuhan sebagai tempat perlindungan kita. Untuk menjadikan Tuhan sebagai tempat perlindungan kita maka sebelumnya kita harus dengan jujur mengakui dihadapan Tuhan mengakui semua dosa, kesalahan dan pelanggaran kita.

          Dosa adalah hal yang membuat kita menjadi lemah, dosa adalah beban yang berat dan seperti terik panas yang mengeringkan sampai ke tulang-tulang. Dosa adalah penyakit yang mematikan yang segera harus segera ditangani dan penawarnya hanya satu yaitu Tuhan Yesus. Mujizat terbesar yang Tuhan Yesus pernah dilakukan bagi kita manusia adalah pengampunan dosa. makanya dia berkata dalam Matius 9:12 “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit”

          Pada kenyataannya yang banyak terjadi, kebanyakan orang yang merasa baik-baik saja akan kehidupannya dalam dosa. Dalam hatinya berkata bahwa walaupun aku telah berbuat dosa, tidak berdoa, tidak beribadah toh tidak terjadi apa-apa pada dirinya, dia bisa tetap hidup, bisa makan, bekerja dan mencari uang tanpa pernah menyadari bahwa dosa adalah penyakit mematikan yang cepat atau lambat akan menggerogoti tubuh dan membawa kita pada kebinasaan.

          Tetapi walaupun kita berusaha menyembunyikan dosa Allah yang di sisi ini sebagai Ayah atau Bapa, siang dan malam terus menekan kita, Dia menempelak hati kita dan tangan-Nya terus mendesak untuk kita mengakui setiap dosa-dosa kita. Di sisi ini terkadang kita tidak lagi merasakan yang namanya sukacita dan damai sejahtera karena Allah yang adalah Bapa kita tidak mengijinkan kita anak-anak-Nya mengalami itu sampai dosa-dosa kita dibereskan. Jadi walaupun dengan segala macam cara dan usaha untuk menghindari menghadapi dosa kita, Allah sebagai Bapa yang baik tetap berjuang agar sampai akhirnya kita mau mengakuinya. Jadi Allah akan selalu menolong kita mengaku dosa kita melalui Roh Kudus yang seharusnya mendorong kita untuk mengaku dosa.

 

(Mazmur 32:5-7 TB)
Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: "Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran pelanggaranku," dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku. Sebab itu hendaklah setiap orang saleh berdoa kepada-Mu, selagi Engkau dapat ditemui; sesungguhnya pada waktu banjir besar terjadi, itu tidak melandanya. Engkaulah persembunyian bagiku, terhadap kesesakan Engkau menjaga aku, Engkau mengelilingi aku, sehingga aku luput dan bersorak.

 

          Firman Tuhan dengan sangat jelas mengatakan mengenai keharusan pengakuan mutlak jikalau kita ingin mengalami pengampunan dosa. Pengakuan mungkin menyebabkan kita kehilangan muka dan memang sukar sekali, tetapi tidak ada jalan lain. Tetapi justru kebanyakan orang memilih untuk berdiam diri bahwa dirinya tidak seberdosa atau sebersalah itu, ini ibaratnya seperti anda sedang membangun tembok persembunyian.

          Tetapi ada satu hal yang perlu kita diingat bahwa seberapa besar apapun dosa, kesalahan atau pelanggaran yang kita telah buat, kita tidak punya hak untuk memghukum diri kita sendiri karena diri kita ini bukanlah milik kita, kita ini milik kepunyaan Tuhan dan Tuhan bukan hanya sekedar Tuhan yang maunya main menghukum saja, tetapi Tuhankita adalah Tuhan yang penuh kasih dan mau memperjuangkan tentang hidup kita agar kita bisa pulih kembali. Pengakuan dosa selalu mendahului pengampunan, jadi berhentilah menghukum diri sendiri, berhentilah membangun tembok/tempat persembunyian, keluarlah dari tempat persembunyianmu dan berbicaralah pada Tuhan.

          Dalam ayat 7 dikatakan Allah adalah tempat persembunyian bagi orang yang mengaku dosanya. Ia akan dijaga dari kesesakan, akan dikelilingi dengan adanya Allah sendiri sehingga akan luput dan bersorak. Allah sungguh-sungguh akan menjadi pemelihara dan pelindung kita saat kita mengakui setiap dosa dan pelanggaran kita. Tetapi sebaliknya jika kita melindungi/menutupi dosa kita, maka Allah tidak akan melindungi kita dari hukuman. Jika kita memelihara/menutupi dosa kita maka Allah tidak akan memelihara kita bila hukuman datang kepada kita. Jadi sangat jelas Orang yang menyembunyikan/menutupi dosanya tidak beruntung, orang yang membuka dosanya sudah menghukum diri sehingga akan terlepas dari hukuman Allah baik sekarang maupun pada masa depan. Jadi Allah akan mengelilingi orang-orang yang mengaku dosa dan kesalahannya dengan kemurahan-Nya yaitu Allah akan menunjukkan kepada kita jalan-jalan yang akan kita tempuh dalam kehidupan ini, Allah akan selalu menjaga dan menyertai dimana mata Tuhan akan selalu tertuju kepada kita setiap saat, kita akan selalu merasakan kebahagian dan sukacita yang dari Allah.

          Pada jaman perjanjian lama tidak mudah untuk seseorang diampuni dosanya, tetapi dalam Perjanjian Raru Kristus telah datang untuk mengampuni dosa kita saat kita percaya kepada Tuhan Yesus. Saat kita sudah menerima Tuhan Yesus dan beriman kepada-Nya, kita sudah menerima dalam diri kita Yesus sebagai Tuhan, maka Dia adalah Tuhan yang bangkit dari kematian, artinya Dia adalah Tuhan yang hidup yang ada bersama dengan kita dalam setiap aspek kehidupan yang kita jalani.

          Saat kita ditegur oleh Allah dan kita mau merendahkan hati dengan disertai pengakuan dan pertobatan, sebagaimana halnya Daud, maka akan merasakan bahwa pasti ada pengharapan baginya. Siapa saja yang di dalam iman mau menerima janji-janji Allah, akan memperoleh pengampunan. Satu hal yang terindah dalam kekristenan adalah saat kita punya hati yang bisa dan mau bertobat, kita bisa melihat dosa dan kesalahan kita, siapa yang bisa membuat kita bertobat? itulah Roh Kudus yang Tuhan berikan dalam diri kita.  Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi!  Kenapa berbahagia? Karena dosanya ditutupi oleh Tuhan sendiri bukan lagi oleh diri sendiri, dosanya tidak lagi diperhitungkan sebagai pelanggarannya lagi. Mungkin dahulu dia bertanggung jawab atas dosa dan pelanggarannya sendiri karena menipu diri sendiri, orang lain dan berusaha menipu Allah dengan berusaha menyembunyikan dosanya tetapi saat dia datang kepada Tuhan mengakui setiap dosa-dosa-nya maka kebahagian ditambahkan kepadanya dan sekarang disebut sebagai orang yang jujur dan tulus hati. Jadi kebahagian itu datang sebagai akibat pengakuan dan pengampunan dosa.

          Apabila saat ini anda mungkin telah bertahun-tahun menyembunyikan satu dosa dalam diri anda dan mungkin hati saudara sudah makin keras. Mari renungkan dan pertimbangkan renungan dari Mazmur Daud ini, yakinlah bahwa anda rindu segera mengaku dan membereskan dosa saudara. Berdoalah dalam hati dan mintalah Roh Kudus menjamah hati saudara, akuilah dosa saudara dihadapan Tuhan dan mintalah pengampunan-Nya dan berjanjilah untuk membereskan dosa dengan orang yang telah anda lukai dan rugikan akibat dosa saudara.

 

Amen, Tuhan Yesus Memberkati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama)

  MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama) Sabtu, 04 Februari 2023 Ps Joseph Hendrik Gomulya           Sejak awal manusia diciptakan Allah ...