Selasa, 23 Maret 2021

MELIMPAH KEBAIKAN TUHAN

 

MELIMPAH KEBAIKAN TUHAN


 Oleh Ps. Joseph Hendrik Gomulya, M. Th

(Renungan Mezbah Pemulihan)

 



(Mazmur 31:19-22 TB)
Alangkah limpahnya kebaikan-Mu yang telah Kausimpan bagi orang yang takut akan Engkau, yang telah Kaulakukan bagi orang yang berlindung pada-Mu, di hadapan manusia! Engkau menyembunyikan mereka dalam naungan wajah-Mu terhadap persekongkolan orang-orang; Engkau melindungi mereka dalam pondok terhadap perbantahan lidah. Terpujilah TUHAN, sebab kasih setia-Nya ditunjukkan-Nya kepadaku dengan ajaib pada waktu kesesakan!

Aku menyangka dalam kebingunganku: "Aku telah terbuang dari hadapan mata-Mu." Tetapi sesungguhnya Engkau mendengarkan suara permohonanku, ketika aku berteriak kepada-Mu minta tolong.

 

          Mazmur ini adalah seruan Daud untuk selalu senantiasa mengucap syukur dan mengasihi Tuhan sekalipun dirinya sedang mengalami pergumulan hidup yang sangat berat dan membuat hidupnya jauh dari kata hidup yang nyaman, masih banyak orang yang mengejar-ngejar dirinya bahkan sampai hendak menjebak dan menjatuhkan dirinya. Dalam keadaan terdesak dengan sebegitu banyak persoalan dan pergumulan, Daud tidak pernah merasa bahwa Tuhan undur atau meninggalkan dirinya. Daud menyikapi semuanya itu dengan sangat baik dengan tetap mengucap syukur dan melayani Tuhan karena Daud menyakini bahwa hidupnya bukan ditentukan oleh perkataan orang, bukan ditentukan oleh musuh-musuhnya, bukan ditentukan oleh penyakitnya dan bukan ditentukan oleh masalah yang sedang dihadapinya tetapi Daud menyakini bahwa kehidupan yang sedang dijalaninya ditentukan oleh Tuhan, ada maksud dan rencana Tuhan yang ajaib dibalik semua yang sedang dihadapinya sehingga dia tetap bisa merasakan damai sejahtera menguasai kehidupannya dan membuatnya tetap megasihi Tuhan dan setelah menjalani kesemuanya itu dia menyadari kuasa dan kasih Allah yang melimpah dan membuatnya selalu  percaya akan pertolongan Allah dalam kehidupannya.

 

Rahasia kelimpahan dan kebaikan Tuhan

 

“Alangkah limpahnya kebaikan-Mu yang telah Kausimpan bagi orang yang takut akan Engkau”

 

1)    Takut akan Tuhan adalah unsur yang sangat penting dalam kehidupan setiap orang percaya. Pertanyaanya takut akan Tuhan seperti apa yang harus dimiliki oleh setiap orang percaya?

          Bagi orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan, takut akan Tuhan konotasinya akan mengarah kepada hal-hal yang negatif, dimana mereka akan takut akan penghakiman/hukuman dari Allah dan kematian kekal atau terpisah dari Allah selamanya. Pengertian takut akan Tuhan yang benar dan positif akan kita mengerti apabila kita mengerti siapa dan seperti apa Tuhan yang kita sembah yang berbicara tentang kekuatan, kebesaran, otoritas dan kekudusan Tuhan.

 

         Takut akan Tuhan yang Daud maksudkan disini adalah bagaimana kita menghormati Dia karena kebesaranNya, kekudusanNya, keadilanNya dan juga kebenaranNya. Tanpa rasa takut akan Tuhan yang seperti ini maka  orang akan cenderung berpikir, berkata, dan berbuat sesuka hatinya sendiri.

 

          Sikap takut akan Tuhan adalah ketetapan hati dan pikiran setiap orang percaya untuk tidak mengecewakan Tuhan melalui pikiran, ucapan dan tindakannya sebagai ekspresi kasih kepada-Nya. Dengan kata lain kita mengikuti jalan-jalan Tuhan, terus melayani dan mengasihi-Nya dengan  berusaha untuk hidup seturut firman-Nya, menjauhkan diri dari segala bentuk kejahatan atau dosa dengan kerelaan hatinya sendiri, bukan karena terpaksa atau karena dorongan dari orang lain.

        

2)    Dalam kehidupan sebagai orang percaya kita tidak pernah lepas dari segala masalah dan pergumulan hidup yang terkadang kita merasa itu sudah terasa sangat berat. Pertanyaannya adalah apakah dalam keadaan seperti itu memilih apakah kita tetap setia, dan melayani Tuhan, atau justru lari dari kenyataan?

          Sikap yang diambil oleh Daud dapat menjadi contoh bagi kita bahwa dibalik semua masalah dan pergumulan hidup yang dijalaninya dia tetap mengandalkan Tuhan dan percaya akan pemeliharaan Tuhan atas hidupnya dan mempercayakan hidupnya pada janji Tuhan dan memilih untuk takut akan Tuhan sehingga dari mulutnya selalu penuh dengan      ucapan syukur dan tetap setia melayani Tuhan.

          Jadi lari atau bahkan meninggalkan dari Tuhan itu bukan jalan keluar,     tetapi dengan tetap datang kepada Tuhan, bersyukur dan tetap melayani dengan apa saja yang bisa kita lakukan walaupun dalam kenyataannya  sangat banyak persoalan atau pergumulan yang sedang kita hadapi dalam kehidupan kita. Tetapi itulah tulah cara yang Tuhan mau supaya kita dapat tetap tinggal di dalam Dia.

         

3)    Terkadang dalam kehidupan kita, kita merasa bahwa Tuhan absen dari kehidupan kita. Seolah-olah Tuhan membiarkan kita mengalami penderitaan tanpa mengulurkan tangan-Nya untuk bertindak menolong.  Itu adalah prasangka atau praduga yang salah, tetapi kenapa Tuhan sepertinya tidak ada? Tuhan sedang menantikan kita untuk berterial minta tolong dalam kesesakan kita, mengakui segala keterbatasan kita dan membutuhkan tangan Tuhan yang kuat. Tuhan ingin agar kita mempercayai kuasa-Nya yang besar bekerja didalam kehidupan kita. Saat kita mempercayai dan mengandalkan Tuhan sebagai tempat berlindung maka sebesar atau seberat apapun ancaman dan pergumulan hidup yang kita sedang hadapi kita akan tetap merasa aman dan nyaman.

         

          Kasih setia Tuhan adalah kasih yang tidak terputus dan selalu ada bagi   setiap anak-anak-Nya. Dia mempunyai banyak cara dan bisa memakai siapa saja untuk menolong kita sehingga untuk itulah kita seharusnya selalu mengucap syukur dalam segala kehidupan kita. Tuhan mengasihi orang-orang yang dengan tekun selalu mencari wajah-Nya setiap waktu, yang mau membaca, merenungkan, memperkatakan dan menghidupi setiap firman-Nya.

4)    Hidup sebagai orang percaya adalah hidup yang seharusnya berfokus dan berharap kepada Tuhan. Tetapi berharap kepada Tuhan itu bukan berarti perjalanan hidup kita sebagai orang bercaya akan berjalan mulus tanpa hambatan apapun. Hambatan dan persoalan hidup akan selalu ada tetapi kita memilih untuk berfokus kepada Tuhan. Tetapi itu bukan berarti kita semata-mata hanya mengharapkan mujizat Tuhan dan berkat-berkat Tuhan untuk memenuhi setiap kebutuhan jasmani yang kita perlukan, dalam hal ini makan minum dan segala kesenangan hidup. Tetapi bagaimana kita bisa hidup hanya untuk melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan.

          Jadi arah kehidupan kita tidak lagi tertuju kepada hal-hal yang       menyangkut kepentingan diri sendiri, tetapi setiap langkah dalam    kehidupan kita, baik itu tindakan, perbuatan, perkataan, sikap hati, pikiran dan perasaan kita, semuanya itu hanya untuk menyukakan Tuhan atau dengan kata lain hidup kita harus sesuai dengan selera Tuhan.

 


Amen, Tuhan Yesus Memberkati.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama)

  MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama) Sabtu, 04 Februari 2023 Ps Joseph Hendrik Gomulya           Sejak awal manusia diciptakan Allah ...