Jumat, 26 Maret 2021

TUHAN MENUNJUKKAN JALAN YANG HARUS KITA TEMPUH

 

TUHAN MENUNJUKKAN JALAN 

YANG HARUS KITA TEMPUH


Oleh Ps. Joseph Hendrik Gomulya, M. Th

(Renungan Mezbah Pemulihan)



(Mazmur 32:8-9 TB)
Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu.
Janganlah seperti kuda atau bagal yang tidak berakal, yang kegarangannya harus dikendalikan dengan tali les dan kekang, kalau tidak, ia tidak akan mendekati engkau.

 

          Saat kita melakukan sebuah perjalanan masuk kedalam hutan atau kesebuah tempat yang sebelumnya belum pernah kita datangi maka pentunjuk arah atau jalan yang kita perlukan adalah sebuah kompas dan peta atau mungkin yang lebih modern adalah kita menggunakan peta GPS dengan memasukkan kordinat lokasi yang akan kita datangi. Apabila itu di jalanan maka kita biasanya memanfaatkan papan petunjuk arah yang dipasang di setiap persimpangan yang fungsinya mengarahkan arah bagi setiap orang yang lewat sehingga orang dapat memilih jalan yang tepat untuk sampai kepada tujuan dengan benar.

          Dunia ini penuh dengan lika-liku perjalanan yang panjang dan kita tidak mengetahui arah atau jalan mana yang akan kita tempuh yang membuat kita tersesat atau salah dalam melangkah karena banyaknya arah jalan yang ditawarkan oleh dunia. Nah ini sama dengan kuda yang dijelaskan di ayat diatas kenapa mulustnya harus di kekang dan diberi tali les untuk mengendalikan kuda agar jalannya tetap lurus dan taat kepada kehendak tuannya.

 

Apakah anda mau diperlakukan seperti kuda?

 

          Tentunya tidak makanya kita selalu membutuhkan Tuhan untuk memimpin dan menunjukkan jalan yang harus kita tempuh. Tuhan sendiri sudah berjanji akan menuntun kita umat-Nya, memberi nasihat, dan Tuhan memfokuskan untuk kita umat-Nya untuk hanya berharap kepada-Nya. TUHAN berjanji akan mengajarkan dan menunjukkan jalan yang harus kita tempuh. TUHAN mau memberikan nasihat dan mata-Nya hanya fokus tertuju kepada kita agar kita tetap berjalan pada kehendak dan rencana TUHAN.

 

          Mata Tuhan terus dan selalu mengawasi kita, apakah kita berjalan di track yang benar, apakah jalan yang kita tempuh seturut dengan kehendak-Nya, kita selalu memiliki ketaatan dalam sepanjang perjalanan hidup kita. Karena itu, melalui Roh Kudus-Nya, Tuhan akan selalu berbicara dengan lembut dan penuh kasih untuk menasihati, menegur dan mengingatkan saat kita mulai berjalan melenceng dan keluar dari jalur-Nya. Dalam hal ini dibutuhkan kepekaan terhadap getaran Roh Kudus sehingga kita tidak tak perlu diperlakukan seperti kuda atau bagal.

 

          Tetapi tanpa kita sadari terkadang kita seperti kuda atau bagal yang memiliki sifat garang, liar, suka memberontak dan ingin melepaskan diri dari pimpinan Roh Kudus karena kita merasa terkekang, dibatasi dan tidak bebas, kita ingin berjalan menurut keinginan kita sendiri. Atau hahkan ketika dalam perjalanan kehidupan yang kita tempuh semuanya berjalan dengan mulus, semua yang kita butuhkan tersedian terkadang membuat kita menjadi lupa diri dan kemudian merasa bahwa kita mampu berjalan sendiri tanpa memerlukan lagi tuntunan Tuhan tetapi jalan yang kita pilih ada jalan yang salah. Oleh sebab itulah terkadang Tuhan sebagai gembala kita yang baik harus berlaku keras kepada kita agar kita justru tidak semakin jauh tersesat.

 

 

Bagaimana kita menempuh jalan yangg Tuhan telah tunjuk kepada kita Bagaimanakah caranya agar mata TUHAN tertuju kepada kita?

1)    Hidup benar dihadapan Tuhan, mau belajar bersama Tuhan.

kita sungguh-sungguh hidup seturut dengan Firman dan Kebenaran-Nya, maka kita adalah orang-orang benar, dan sesuai dengan janji Tuhan, bahwa Dia akan mendengar semua doa kita.

 

2)    Takut akan Tuhan.

Rasa hormat kita kepada Tuhan harus nyata dalam setiap tindakan dalam kehidupan kita. Baik dalam ibadah, keluarga, masyarakat, dan lingkungan sosial lainnya. Meskipun tidak ada satu orangpun tahu apa yang kita lakukan, tetapi ada satu Pribadi yang pasti tahu, yaitu Allah sendiri.

 

3)    Hidup sungguh-sungguh dihadapan Tuhan.

Kita berani meninggalkan atau kehilangan sesuatu yang sebenarnya bisa kita raih atau dapatkan demi mengikut Dia, itu adalah harga yang harus kita bayar, termasuk tenaga, pikiran, waktu, harta, dan segala keinginan-keinginan manusia (daging) kita lainnya.

 

4)    Meminta untuk Tuhan menunjukkan jalan yang harus kita tempuh.

Mata Tuhan selalu tertuju kepada kita anak-anak-Nya, tetapi Tuhan ingin agar mata kita pun selalu tertuju dan melihat hanya kepada-Nya. Karena itu, ketika kita hanya fokus kepada-Nya, maka kita dapat belajar untuk memahami bagaimana sebenarnya Allah melihat kita, dengan kata lain, kita belajar untuk memakai cara pandang Allah dalam melihat kita anak-anak-Nya.

 

5)    Menyukai setiap nasehat-nasehat Tuhan.

 

          Karena itu marilah kita dengan sadar dan dengan suka rela memberikan diri kita untuk selalu dipimpin oleh Roh Kudus itu agar kita selalu mendengar arahan-Nya entah kita akan berjalan ke kiri atau ke kanan. Marilah berusaha membuat mata Tuhan selalu tertuju kepada kita agar Tuhan mengajar dan menunjukkan jalan-Nya kepada kita yang adalah sumber kekuatan dan kebenaran dalam setiap arah perjalanan kita di dunia ini sehingga kita sampai ditujuan dengan sukacita dan kemulian dalam bungkusan kasih-Nya.

 

 

Amen, Tuhan Yesus Memberkati.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama)

  MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama) Sabtu, 04 Februari 2023 Ps Joseph Hendrik Gomulya           Sejak awal manusia diciptakan Allah ...