Jumat, 30 April 2021

MELAHIRKAN JANJI TUHAN (Part 2)

 

MELAHIRKAN JANJI TUHAN

(Part 2)


Ps Joseph Hendrik Gomulya, M. Th




TRANSFER KECERDASAN/KEKAYAAN ROHANI

“seperti ada tertulis: ”Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau.” Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah Allah tidak adil? Mustahil! Sebab Ia berfirman kepada Musa: ”Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati.” Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah.”

(Roma 9:13-16 TB)

 

          Yakub adalah orang yang ajaib, sekalipun sejak awal perjalanan hidupnya tidaklah begitu mudah. Yakub adalah seorang petarung, dia memiliki roh yang tidak mudah menyerah (fighting spirit). Sejak awal Yakub memang menginginkan hak kesulungan, bahkan inilah kecerdasan yang dimiliki oleh Yakub yaitu bahwa sebenarnya cerita tentang kacang merah diserahkan kepada Yakub adalah sebuah cerita yang telah dinantikan oleh Yakub kapan waktu-Nya.

 

          Transfer kekayaan rohani atau warisan rohani tersebut sebenarnya harusnya turun kepada Esau tetapi dia tidak mengingininya sedangkan Yakub justru sangat mengingini itu. Tetapi seandainya saja Yakub dalam pengiringannya mengingini hak kesulungan itu sambil menggerutu maka dia juga tidak akan mendapatkannya. Kenapa? Karena saat kita mengingini transfer kekayaan atau warisan rohani yang belum atau bukan jatah kita maka kita harus menjaga mulut dan hati kita. Saat kita berada dalam tekanan, mengalami aniaya, bahkan sampai harus menyerahkan segalanya, maka lakukanlah! Kenapa? Orang seperti Yakub ditakuti oleh banyak orang karena dia mengalami transfer kekayaan oleh Tuhan. Kekayaan orang lain berpindah kepadanya dan ini yang tidak dimengerti oleh Laban  bahwa kekayaan yang dimilikinya bisa berpindah dari hidupnya.

 

Bahkan bukan Cuma itu saja, Yakub dalam proses saat bersama Laban bahkan juga menerima kecerdasan rohani yaitu saat dia mengikuti atau melaksanakan apapun yang dikatakan oleh Laban. Yakub melakukan pekerjaan itu bertahun-tahun, upahnya kadang diganti-ganti bahkan sampai upahnya tidak dibayarkan. Jadi mari belajar dari banyak orang sebab Tuhan sedang mentransfer kekayaan yang tidak ada batasnya dalam hidup setiap kita.

 

          Yakub adalah orang yang belajar dari langkah ke langkah, saat upahnya berkali-kali diganti-ganti sesungguhnya itu bukanlah masa yang mudah bagi dirinya bahkan sampai dia mengalami 14 tahun lagi bekerja tanpa diberikan upah. Tetapi masa 14 tahun dengan janji Tuhan dia menggenapi 12 suku Israel. Bandingkan dengan Esau dan ini yang paling dibenci oleh Tuhan yaitu apabila dalam hidupmu tidak bisa melahirkan yang rohani/ilahi maka engkau akan melahirkan yang daging (kedagingan) dan ini yang dialami oleh Esau bukan hanya hidupnya yang melahirkan daging tetapi sampai kepada keseluruh keturunannya.

 

          Sewaktu anda memegang janji Tuhan pastikan hidupmu menjadi berkat juga buat anak, istri (suami)mu karena merekalah yang akan melanjutkan janji itu. Ada banyak orang yang keliru, dirinya memegang janji Tuhan tetapi mengabaikan keluarganya. Kita juga bisa belajar hal ini dari Yakub, kenapa dia tidak lari saat Laban mengubah-ubah bahkan sampai tidak memberikannya upah? Bukan karena dia belum mendapatkan kekayaan, tetapi salah satu alasannya adalah istrinya belum mengijinkannya untuk melakukan itu dan memintanya untuk tetap bertahan dan pastinya yang terutama adalah mengikuti apa yang Tuhan inginkan.

 

          Saat kita memegang janji Tuhan memang terkadang sakit tetapi ada satu pribadi yang disenangkan yaitu Tuhan. Saat Dia tersenyum itu segalanya buat kita, tatapan mata-Nya segalanya buat kita dan ketika kita memandang itu aka kuasa itu mengalir. Kenapa seringkali Tuhan membutuhkan waktu? Karena apabila proses dalam diri seseorang belum selesai maka saat dia dipercayakan maka yang terjadi adalah kebanggaan atau kesombongan dan menganggap orang lain tidak ada apa-apanya.

 

          Jadi pastikan dalam hidup kita bahwa kriteria kita diberkati dan dipakai oleh Tuhan hanya satu Nama yaitu Yesus. Dia menitipkan pengurapan, Dia menitipkan janji Tuhan, Dia menitipkan segalanya untuk kita tidak beranjak dari tempat itu. Oleh sebab itu kita selalu berkata saat hidup kita diberkati itu semuanya karena Tuhan tanpa ada sedikitpun usaha kita, karena kita tidak punya lagi pilihan kedua, ketiga, keempat, kelima, keenam, ketujuh, semuanya diisi oleh Tuhan. Sehingga hati kita ditetapkan oleh Tuhan untuk tidak memilih yang lain, setiap kali kita ingin memilih yang lain Tuhan mempunyai cara untuk mengingatkan dan mengajar kita. Itulah yang terindah dihidup kita, yang terindah bukanlah hanya janji-Nya tetapi perjalanan setipa mutiara yang Tuhan berikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama)

  MENGENAL ISI HATI BAPA (Bagian Pertama) Sabtu, 04 Februari 2023 Ps Joseph Hendrik Gomulya           Sejak awal manusia diciptakan Allah ...